Nabi bersabda:
إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي
كتاب الله و سنتي
*_Aku tinggalkan sesuatu, apabila kalian berpegang teguh padanya, pasti kalian tak akan tersesat, Al Quran dan sunnahku. (HR. Tirmidzi no.3788)
Kita memiliki Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Kika kita berpegang teguh dengan keduanya, maka serangan orang-orang yang menginginkan keburukan pada kita tidak akan berhasil. Namun apabila takdir ALlah menetapkan genggaramn kita lepas dari keduanya pasti kita menjadi orang pertama yang binasa.
Nabi bersabda:
إنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنت الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار
*_Kalian yang masih hidup setelah matiku akan melihat banyak perselisihan. Maka pegang erat-erat sunnahku dan sunnah Khulafa'ar Rasyidin al Mahdiyyin sepeninggalku._* Pegang erat-erat dan gigit dengan gigi geraham kalian. Lalu jauhilah ibadah-ibadah baru dalam agama, karena setiap ibadah baru dinamakan bid'ah dan setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Alhamdulillah, kita (umat Islam) di atas jalan yang jelas dan aman,yang ditinggalkan Rasulullah Saw untuk kita.
Orang-orang yang ingin menimpakan kecelakaan pada kita tidak akan berhasil selama kita berpegang teguh dengan prinsip ini.
*_Inilah (Islam) jalanKu yang lurus, tempuhlah jalan (Islam) ini. Jangan tempuh jalan lain yang membuat kalian terpencar dari jalanNya. Itulah wasiat Allah, semoga kalian bertaqwa._* (QS. al An'am:153)
Masalah ini penting, tidak ragu lagi, kita memang diserang dari berbagai penjuru. Tapi kita memiliki tameng yang melindungi kita apabila kita pegang tameng itu era-erat.
Kita juga memiliki senjata ampuh yaitu al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي
كتاب الله و سنتي
*_Aku tinggalkan sesuatu, apabila kalian berpegang teguh padanya, pasti kalian tak akan tersesat, Al Quran dan sunnahku. (HR. Tirmidzi no.3788)
Kita memiliki Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Kika kita berpegang teguh dengan keduanya, maka serangan orang-orang yang menginginkan keburukan pada kita tidak akan berhasil. Namun apabila takdir ALlah menetapkan genggaramn kita lepas dari keduanya pasti kita menjadi orang pertama yang binasa.
Nabi bersabda:
إنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنت الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار
*_Kalian yang masih hidup setelah matiku akan melihat banyak perselisihan. Maka pegang erat-erat sunnahku dan sunnah Khulafa'ar Rasyidin al Mahdiyyin sepeninggalku._* Pegang erat-erat dan gigit dengan gigi geraham kalian. Lalu jauhilah ibadah-ibadah baru dalam agama, karena setiap ibadah baru dinamakan bid'ah dan setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Alhamdulillah, kita (umat Islam) di atas jalan yang jelas dan aman,yang ditinggalkan Rasulullah Saw untuk kita.
Orang-orang yang ingin menimpakan kecelakaan pada kita tidak akan berhasil selama kita berpegang teguh dengan prinsip ini.
*_Inilah (Islam) jalanKu yang lurus, tempuhlah jalan (Islam) ini. Jangan tempuh jalan lain yang membuat kalian terpencar dari jalanNya. Itulah wasiat Allah, semoga kalian bertaqwa._* (QS. al An'am:153)
Masalah ini penting, tidak ragu lagi, kita memang diserang dari berbagai penjuru. Tapi kita memiliki tameng yang melindungi kita apabila kita pegang tameng itu era-erat.
Kita juga memiliki senjata ampuh yaitu al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
*DUA REZEKI YANG PALING BERHARGA*
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini, yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dengan iman, cinta dan sangkaan baik kepadaNya Subhaanahu wa Ta'alaa, karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepadaNya, yang juga termasuk amalan-amalan hati, yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman, dan sangkaan baik kepadaNya Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, sungguh dia adalah orang yang berbahagia, karena tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman, melainkan dia selalu berbaik sangka kepadaNya Subhaanahu wa Ta 'alaa.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba dua perkara yang tidak terpisahkan ini, Iman dan sangkaan baik kepadaNya Jalla wa 'Alaa.
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain. Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas'ud, semoga Allah meridhoinya, pernah mengatakan:
*_Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik daripada sangkaan baik kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada ALlah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan kabulkan baginya sangkaannya itu._*
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini, yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dengan iman, cinta dan sangkaan baik kepadaNya Subhaanahu wa Ta'alaa, karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepadaNya, yang juga termasuk amalan-amalan hati, yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman, dan sangkaan baik kepadaNya Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, sungguh dia adalah orang yang berbahagia, karena tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman, melainkan dia selalu berbaik sangka kepadaNya Subhaanahu wa Ta 'alaa.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba dua perkara yang tidak terpisahkan ini, Iman dan sangkaan baik kepadaNya Jalla wa 'Alaa.
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain. Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas'ud, semoga Allah meridhoinya, pernah mengatakan:
*_Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik daripada sangkaan baik kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada ALlah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan kabulkan baginya sangkaannya itu._*
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*FADHILAH BERTEMU RAMADHAN*
SUngguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أي أمرهماأعجب إليكم؟ فقالوا يا رسول الله كان الأول أكثراجتهاد، وغزا في سبيل الله فاستشهد وأذن للثاني قبله. فقال صلى الله عليه و سلم ألم يعش بعده سنة وأدرك رمضان فصامه وسجد لله كذا وكذا سجدة في السنة؟
قالوا بلى يا سول الله، قال فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kalian. Puasakan pencernaan kalian dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kalian dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kalian dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kalian dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حجة في أن يدع طعامه وشرابه
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
ربّ صاءمٍ حظه من صيامه الجوع والعطش
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يوم صيام أحدكم فلا يرفث ولا يصخب
فإن شاتمه أحد أو قا تله فآليقل إني صاءم إني صاءم
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
SUngguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أي أمرهماأعجب إليكم؟ فقالوا يا رسول الله كان الأول أكثراجتهاد، وغزا في سبيل الله فاستشهد وأذن للثاني قبله. فقال صلى الله عليه و سلم ألم يعش بعده سنة وأدرك رمضان فصامه وسجد لله كذا وكذا سجدة في السنة؟
قالوا بلى يا سول الله، قال فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kalian. Puasakan pencernaan kalian dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kalian dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kalian dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kalian dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حجة في أن يدع طعامه وشرابه
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
ربّ صاءمٍ حظه من صيامه الجوع والعطش
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يوم صيام أحدكم فلا يرفث ولا يصخب
فإن شاتمه أحد أو قا تله فآليقل إني صاءم إني صاءم
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
*AGAR SHOLAT DAN IBADAH LAINNYA TERASA RINGAN DAN MUDAH*
Salah satu manfaat besar dari dzikir adalah menjadikan ibadah dan ketaatan terasa ringan untuk diamalkan. Semakin sering kita berdzikir maka ibadah akan terasa semakin ringan dan mudah untuk diamalkan.
Seorang shahabat pernah mendatangi Nabi Saw mengeluhkan beratnya menjalankan syariat Islam. Ia merasakan lelah dan kesulitan saat beramal, beribadah dan menjalankan kewajiban Islam.
إنَّ شَرَاءِعَ الإِسْلَامَ كَثُرَتْ عَلَيٌَ فَأَوْصِنِي
*_Syariat Islam ini rasanya sangat berat bagiku, maka berikan aku wasiat._* (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketika shahabat ini mengeluh kepada Rasulullah Saw, kira-kira apa yang beliau inginkan? apakah beliau meminta agar kewajibannya digugurkan? atau shahabat tersebut menginginkan sesuatu yang menjadikan amalan terasa ringan? mana yang tepat? apakah shahabat ini mengadu karena ingin Rasulullah Saw mengatakan, ya sudah, engkau boleh meninggalkan sebagian sholat, engkau boleh tidak berpuasa beberapa hari di bulan Ramadhan.
Apakah ini yang beliau inginkan? apakah beliau berharap sebagian kewajibannya digugurkan?
Jawabnya, Tidak. Tapi beliau ingin sesuatu yang bisa memudahkan beramal. Rasulullah Saw pun menyuruhnya untuk banyak-banyak berdzikir.
قال لا يزال لسانُك رَطْباً مِنْ ذِكْرِ الله
*_Selalu basahi lisanmu dengan dzikir kepada ALlah._*
Maknanya adalah jika kita memperbanyak zikir, maka sholat terasa ringan, puasa terasa ringan. Semua amal shalih akan terasa ringan. Subhaanallah, zikir bisa menjadika ketaatan terasa ringan dan mudah dikerjakan.
Sebagian orang merasa berat saat mengerjakan ibadah dan ketaatan. Jika datang panggilan azan, ia pun berangkat dengan berat hati.
Lihatlah orang-orang munafik yang berat mengerjakan sholat. Allah menyebutkan bahwa mereka sangat sedikit berdzikir. Sholat terasa sangat berat.
أثقل الصلاة على المنافقين صلاة الفجر و صلاة العشاء ثقيلةٌّ جدّا
*_Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat subuh dan isya._* (HR. Ibnu Majah no.797)
Mereka mengerjakan sholat dengan sangat berat hati. Karena mereka sangat jarang berdzikir.
Berbeda dengan seseorang yang sering berdzikir. Sholat apapun baik subuh dan sholat yang lain akan terasa ringan dan mudah baginya.
*_Ini adalah manfaat dzikir yang sangat luar biasa. Maka perbanyak kita berdzikir di bulan Ramadhan ini yang penuh kemuliaan ini, bulan al Quran dan bulan penuh keberkahan, agar kita mampu beribadah dengan maksimal, optimal, namun terasa ringan dan mudah dalam pelaksanaannya._*
أسأل الله العافية والسلامة والإستقامة
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Salah satu manfaat besar dari dzikir adalah menjadikan ibadah dan ketaatan terasa ringan untuk diamalkan. Semakin sering kita berdzikir maka ibadah akan terasa semakin ringan dan mudah untuk diamalkan.
Seorang shahabat pernah mendatangi Nabi Saw mengeluhkan beratnya menjalankan syariat Islam. Ia merasakan lelah dan kesulitan saat beramal, beribadah dan menjalankan kewajiban Islam.
إنَّ شَرَاءِعَ الإِسْلَامَ كَثُرَتْ عَلَيٌَ فَأَوْصِنِي
*_Syariat Islam ini rasanya sangat berat bagiku, maka berikan aku wasiat._* (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketika shahabat ini mengeluh kepada Rasulullah Saw, kira-kira apa yang beliau inginkan? apakah beliau meminta agar kewajibannya digugurkan? atau shahabat tersebut menginginkan sesuatu yang menjadikan amalan terasa ringan? mana yang tepat? apakah shahabat ini mengadu karena ingin Rasulullah Saw mengatakan, ya sudah, engkau boleh meninggalkan sebagian sholat, engkau boleh tidak berpuasa beberapa hari di bulan Ramadhan.
Apakah ini yang beliau inginkan? apakah beliau berharap sebagian kewajibannya digugurkan?
Jawabnya, Tidak. Tapi beliau ingin sesuatu yang bisa memudahkan beramal. Rasulullah Saw pun menyuruhnya untuk banyak-banyak berdzikir.
قال لا يزال لسانُك رَطْباً مِنْ ذِكْرِ الله
*_Selalu basahi lisanmu dengan dzikir kepada ALlah._*
Maknanya adalah jika kita memperbanyak zikir, maka sholat terasa ringan, puasa terasa ringan. Semua amal shalih akan terasa ringan. Subhaanallah, zikir bisa menjadika ketaatan terasa ringan dan mudah dikerjakan.
Sebagian orang merasa berat saat mengerjakan ibadah dan ketaatan. Jika datang panggilan azan, ia pun berangkat dengan berat hati.
Lihatlah orang-orang munafik yang berat mengerjakan sholat. Allah menyebutkan bahwa mereka sangat sedikit berdzikir. Sholat terasa sangat berat.
أثقل الصلاة على المنافقين صلاة الفجر و صلاة العشاء ثقيلةٌّ جدّا
*_Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat subuh dan isya._* (HR. Ibnu Majah no.797)
Mereka mengerjakan sholat dengan sangat berat hati. Karena mereka sangat jarang berdzikir.
Berbeda dengan seseorang yang sering berdzikir. Sholat apapun baik subuh dan sholat yang lain akan terasa ringan dan mudah baginya.
*_Ini adalah manfaat dzikir yang sangat luar biasa. Maka perbanyak kita berdzikir di bulan Ramadhan ini yang penuh kemuliaan ini, bulan al Quran dan bulan penuh keberkahan, agar kita mampu beribadah dengan maksimal, optimal, namun terasa ringan dan mudah dalam pelaksanaannya._*
أسأل الله العافية والسلامة والإستقامة
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*UNTUKMU WAHAI AHLUL QURAN*
(_Syeikh Soleh alFauzan_ )
Wahai orang-orang yang terbiasa membaca al Quran dan memandangi mushaf. Teruslah membaca firman Tuhanmu. Sisihkanlah setiap hari agar membaca al Quran yang mudah bagimu.
Sekiranya tidaklah 1 bulan berlalu bagi seorang muslim, kecuali ia telah mengkhatamkan al Quran. Ini adalah kadar yang paling minimal.
Setidaknya para Salaf dahulu mengkhatamkam al Quran setiap 10 hari sekali dalam sholat-sholat malam mereka.
Di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap sepekan sekali dalam sholat-sholat malam mereka, secara terus menerus dan konsisten.
Dan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap 3 hari dalam sholat-sholat malam mereka.
Bahkan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya hanya dalam semalam saja di sholat malamnya. Seperti Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Beliau senantiasa sholat di waktu malam dan sedikit sekali tidur.
Namun kita bukanlah level mereka. Jangan kalian singgung karena kami menyebut perihal mereka. Tidaklah benar jika orang yang berjalan disamakan dengan orang yang duduk. Akan tetapi kita turut ambil bagian walau sedikit di waktu-waktu malam, kita berusaha konsisten dan membiasakan diri, karena di dalamnya ada kebaikan yang banyak.
(_Syeikh Soleh alFauzan_ )
Wahai orang-orang yang terbiasa membaca al Quran dan memandangi mushaf. Teruslah membaca firman Tuhanmu. Sisihkanlah setiap hari agar membaca al Quran yang mudah bagimu.
Sekiranya tidaklah 1 bulan berlalu bagi seorang muslim, kecuali ia telah mengkhatamkan al Quran. Ini adalah kadar yang paling minimal.
Setidaknya para Salaf dahulu mengkhatamkam al Quran setiap 10 hari sekali dalam sholat-sholat malam mereka.
Di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap sepekan sekali dalam sholat-sholat malam mereka, secara terus menerus dan konsisten.
Dan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap 3 hari dalam sholat-sholat malam mereka.
Bahkan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya hanya dalam semalam saja di sholat malamnya. Seperti Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Beliau senantiasa sholat di waktu malam dan sedikit sekali tidur.
Namun kita bukanlah level mereka. Jangan kalian singgung karena kami menyebut perihal mereka. Tidaklah benar jika orang yang berjalan disamakan dengan orang yang duduk. Akan tetapi kita turut ambil bagian walau sedikit di waktu-waktu malam, kita berusaha konsisten dan membiasakan diri, karena di dalamnya ada kebaikan yang banyak.
FUNGSI PUASA DI HARI KIAMAT*
Puasa adalah ibadah agung lagi luar biasa ('ibaadatun 'adziimatun syariifatun), akan memberi syafaat bagi pelakunya di hari kiamat.
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ
*_(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna_*
اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ
*-kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih_*
(Asyu'ara:88-89)
Pada hari saat suasana mencekam, tenggorokan kering kehausan, ibadah puasa akan datang untuk memberi syafaat.
Nabi bersabda:
ألصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة
*_Puasa dan al Quran akan memberikan syafaat bagi hamba di hari kiamat._*
يقول الصيام أي ربي مَنَعْتُهُ الطعامَ والشهوة فشفِّعْنِي فيه
*_Puasa berkata, Wahai Rabbku, aku telah menghalangi dari makan dan syahwat, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
ويقول القرآن منعته النوم باللَّيْلِ فشفعني فيه
*_Al Quran berkata, di malam hari aku menghalanginya dari tidur, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
قال فيشفَّعانِ
*_Maka keduanya pun diberi diizinkan._* (HR. Ahmad no.6626)
Al Quran akan diizinkan untuk memberi syafaat apda hari kiamat, Begitu juga dengan puasa. Sungguh, alangkah mulianya keutamaan ini.
*Syaikh Sulaiman ar Ruhaily*
Puasa adalah ibadah agung lagi luar biasa ('ibaadatun 'adziimatun syariifatun), akan memberi syafaat bagi pelakunya di hari kiamat.
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ
*_(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna_*
اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ
*-kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih_*
(Asyu'ara:88-89)
Pada hari saat suasana mencekam, tenggorokan kering kehausan, ibadah puasa akan datang untuk memberi syafaat.
Nabi bersabda:
ألصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة
*_Puasa dan al Quran akan memberikan syafaat bagi hamba di hari kiamat._*
يقول الصيام أي ربي مَنَعْتُهُ الطعامَ والشهوة فشفِّعْنِي فيه
*_Puasa berkata, Wahai Rabbku, aku telah menghalangi dari makan dan syahwat, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
ويقول القرآن منعته النوم باللَّيْلِ فشفعني فيه
*_Al Quran berkata, di malam hari aku menghalanginya dari tidur, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
قال فيشفَّعانِ
*_Maka keduanya pun diberi diizinkan._* (HR. Ahmad no.6626)
Al Quran akan diizinkan untuk memberi syafaat apda hari kiamat, Begitu juga dengan puasa. Sungguh, alangkah mulianya keutamaan ini.
*Syaikh Sulaiman ar Ruhaily*
*AMAR MA'RUF*
Kata *Amar Ma'ruf* memiliki makna _Perintah yang bersifat memaksa_. Kewenangan memaksa ini hanya dimiliki oleh pihak berwenang.
Misalnya, kepala rumah tangga di rumahnya, guru di kelasnya, kepala daerah di daerahnya, dan sebagainya. Mereka ini memiliki hak untuk memerintah yang bersifat memaksa.
Adapun nasihat, maka ini terbuka bagi semua orang. Tapi dengan cara yang disebutkan oleh Allah SWT:
اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ
*_Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk._* (QS. an Nahl:125)
Memberi nasihat merupakan sebuah amal ibadah. Bisa dengan kalimat yang baik, ibarat yang indah dan ajakan yang jujur. Dan kita tidak bermaksud untuk memerintah atau melarang orang lain. Tapi kita hanya bermaksud membuat Allah ridho dengan kalimat nasihat yang kita berikan.
Jika dia menerimanya, maka kita mendapat banyak pahala, kalau dia tidak menerima maka tidak ada rasa kebencian terhadapnya atau kepada orang lain.
Inilah yang wajib dilakukan, kalimat yang baik, ungkapan yang indah dan lain-lain. Bisa jadi sebuah kalimat cletukan, dapat berdampak besar.
Sampaikanlah nasihat dengan niat beribadah kepada Allah. Adapun pengharusan dan pemaksaan maka ini tugas pihak berwenang. Karena kata *Memerintah* dan *Melarang* ini memiliki makna pengharusan. Beda dengan nasihat.
Di sisi lain, terkadang sebagian orang, ingin orang lain langsung berhenti dari kemungkaran dan kemaksiatan dalam sekejap, ini masalah.
Kita itu berusaha untuk mengurangi kemaksiatan semaksimal kemampuan.
Orang yang tidak mau menerima nasihat-nasihat kita, maka misinya adalah mengurangi kemungkaran sesuai kemampuan dengan kalimat yang baik.
Kata *Amar Ma'ruf* memiliki makna _Perintah yang bersifat memaksa_. Kewenangan memaksa ini hanya dimiliki oleh pihak berwenang.
Misalnya, kepala rumah tangga di rumahnya, guru di kelasnya, kepala daerah di daerahnya, dan sebagainya. Mereka ini memiliki hak untuk memerintah yang bersifat memaksa.
Adapun nasihat, maka ini terbuka bagi semua orang. Tapi dengan cara yang disebutkan oleh Allah SWT:
اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ
*_Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk._* (QS. an Nahl:125)
Memberi nasihat merupakan sebuah amal ibadah. Bisa dengan kalimat yang baik, ibarat yang indah dan ajakan yang jujur. Dan kita tidak bermaksud untuk memerintah atau melarang orang lain. Tapi kita hanya bermaksud membuat Allah ridho dengan kalimat nasihat yang kita berikan.
Jika dia menerimanya, maka kita mendapat banyak pahala, kalau dia tidak menerima maka tidak ada rasa kebencian terhadapnya atau kepada orang lain.
Inilah yang wajib dilakukan, kalimat yang baik, ungkapan yang indah dan lain-lain. Bisa jadi sebuah kalimat cletukan, dapat berdampak besar.
Sampaikanlah nasihat dengan niat beribadah kepada Allah. Adapun pengharusan dan pemaksaan maka ini tugas pihak berwenang. Karena kata *Memerintah* dan *Melarang* ini memiliki makna pengharusan. Beda dengan nasihat.
Di sisi lain, terkadang sebagian orang, ingin orang lain langsung berhenti dari kemungkaran dan kemaksiatan dalam sekejap, ini masalah.
Kita itu berusaha untuk mengurangi kemaksiatan semaksimal kemampuan.
Orang yang tidak mau menerima nasihat-nasihat kita, maka misinya adalah mengurangi kemungkaran sesuai kemampuan dengan kalimat yang baik.
*WAKTU BERDOA MUSTAJAB BAGI ORANG YANG PUASA*
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
إِنَّ لِلصَّاءِمِ عِْنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
*_Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak._* (HR. Abud Dawud dan Ahmad)
Hadits ini adalah hadits shahih dari segi ilmu hadits, valid lagi shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan selainnya dengan sanad shahih.
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak. Di sini beliau bersabda, 'inda (ketika), yang berkonsekuensi dekat waktunya. Ketika berbuka yakni ketika ia berdoa, dekat dengan waktu berbuka puasa. Kata 'inda (ketika), berkonsekuensi dekat dengan waktu berbuka puasa. Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.
Ini berkonsekuensi bahwa memanjatkan doa ini dalam sekejap yang sebelum buka puasa, yakni beberapa menit dan sebentar yang sebelum buka puasa. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah yang dipanjatkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
Ini sampai matahari terbenam lalu ia berbuka. Doa ini yang sebelum buka puasa lebih layak untuk dikabulkan.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
إِنَّ لِلصَّاءِمِ عِْنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
*_Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak._* (HR. Abud Dawud dan Ahmad)
Hadits ini adalah hadits shahih dari segi ilmu hadits, valid lagi shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan selainnya dengan sanad shahih.
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak. Di sini beliau bersabda, 'inda (ketika), yang berkonsekuensi dekat waktunya. Ketika berbuka yakni ketika ia berdoa, dekat dengan waktu berbuka puasa. Kata 'inda (ketika), berkonsekuensi dekat dengan waktu berbuka puasa. Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.
Ini berkonsekuensi bahwa memanjatkan doa ini dalam sekejap yang sebelum buka puasa, yakni beberapa menit dan sebentar yang sebelum buka puasa. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah yang dipanjatkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
Ini sampai matahari terbenam lalu ia berbuka. Doa ini yang sebelum buka puasa lebih layak untuk dikabulkan.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*PUASA INI WAJIB DILAKSANAKAN SETIAP HARI*
Ada ibadah puasa yang tidak terikat waktu, bulan dan tempat tertentu.
Bulan ini wajib dikerjakan oleh setiap hamba kapanpun dan di manapun.
Puasa ini adalah:
1) وهو الصيام عن الحرام (Puasa dari sesuatu yang diharamkan)
2) كفّ نفسه عن المناهي والأثام (Menahan diri dari dosa dan perbuatan yang Allah larang).
Kita harus tahu bahwa:
1) السَّمْعُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من سماع الحرام (Telinga wajib untuk selalu berpuasa dari mendengarkan yang haram)
2) البصرُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من النظرإلى الحرام (Mata wajib untuk selalu berpuasa dari melihat yang haram)
3) اللسان عليه صيامٌ داءمٌ وهو كفّه من اكلام بالحرام (Lisan wajib untuk selalu berpuasa dari perkataan yang haram).
4) اليد عليها صيامٌ داءمٌ وهو كفّ الأذى والإمتداد إلى الحرام (Tangan wajib untuk selalu berpuasa dari menyakiti dan menyentuh yang haram).
5) وهكذا جميع قُوَى الإنسان (Seluruh anggota tubuh manusia wajib berpuasa dari segala yang haram).
Puasa jenis ini tidak terikat dengan bulan tertentu.
Namun, Ramadhan akan menjadi bulan latihan bagi seorang hamba untuk:
1) على تقوى الله (Selalu berada di atas Taqwa).
2) بالمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ (Senantiasa menjalankan perintah Allah).
3) واجتناب نواهيه (Senantiasa meninggalkan laranganNya).
4) والبعد عن ما يسخطه الله (Senantiasa menjauhi segala yang Dia murkai).
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Ada ibadah puasa yang tidak terikat waktu, bulan dan tempat tertentu.
Bulan ini wajib dikerjakan oleh setiap hamba kapanpun dan di manapun.
Puasa ini adalah:
1) وهو الصيام عن الحرام (Puasa dari sesuatu yang diharamkan)
2) كفّ نفسه عن المناهي والأثام (Menahan diri dari dosa dan perbuatan yang Allah larang).
Kita harus tahu bahwa:
1) السَّمْعُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من سماع الحرام (Telinga wajib untuk selalu berpuasa dari mendengarkan yang haram)
2) البصرُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من النظرإلى الحرام (Mata wajib untuk selalu berpuasa dari melihat yang haram)
3) اللسان عليه صيامٌ داءمٌ وهو كفّه من اكلام بالحرام (Lisan wajib untuk selalu berpuasa dari perkataan yang haram).
4) اليد عليها صيامٌ داءمٌ وهو كفّ الأذى والإمتداد إلى الحرام (Tangan wajib untuk selalu berpuasa dari menyakiti dan menyentuh yang haram).
5) وهكذا جميع قُوَى الإنسان (Seluruh anggota tubuh manusia wajib berpuasa dari segala yang haram).
Puasa jenis ini tidak terikat dengan bulan tertentu.
Namun, Ramadhan akan menjadi bulan latihan bagi seorang hamba untuk:
1) على تقوى الله (Selalu berada di atas Taqwa).
2) بالمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ (Senantiasa menjalankan perintah Allah).
3) واجتناب نواهيه (Senantiasa meninggalkan laranganNya).
4) والبعد عن ما يسخطه الله (Senantiasa menjauhi segala yang Dia murkai).
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*5 MACAM ORANG DI BULAN RAMADHAN*
Berbagai macam orang menyambut bulan Ramadhan yang istimewa ini. Bagi kita muslim, sudah selayaknya menyambut sang tamu istimewa ini dengan baik. Namun realitanya, umat Islam menyambut dengan caranya sendiri-sendiri, dan jauh dari tuntunan dan contoh tauladan kita, Nabi Muhammad Saw dan para shahabat ketika memperlakukan Ramadhan.
Berikut adalah kelompok umat dalam menyambut bulan Ramadhan.
1) *_Kelompok pertama_*, mereka menyambut Ramadhan dengan semangat memenuhi pasar, untuk membeli berbagai makanan, hidangan dan makanan lezat lainnya. Mereka berlomba-lomba memenuhi pasar untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar. Seakan-akan mereka ini akan memasuki bulan makan, minum dan menyantap hidangan. Sehingga belanja mereka sangat berlebih. Bahkan jumlah perbelanjaan, yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar keluarga di bulan Ramadhan melebihi kebutuhan mereka dan melebihi batas yang diperlukan, sehingga sebagian mereka, terlebih yang hobi boros, akan kita dapati melakukan pemborosan yang sangat parah. Mereka akan meletakkan berbagai macam hidangan di meja makan yang kebanyakannya akan dibuang, karena yang termakan hanya sedikit saja.
2) *_Kelompok kedua_*, ketika Ramadhan tiba, mereka menyiapkan berbagai macam alat untuk bermain, untuk melakukan hal yang sia-sia dan untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka mempersiapkan banyak hal yang menyibukkan waktu berharga mereka di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai tindakan yang tidak ada faedahnya. Bahkan seringkali mereka gunakan untuk hal yang sudah pasti mudhorot (merugikan). Mereka menyiapkan semua ini sebagai jamuan Ramadhan dan akan telah siap sebelum Ramadhan tiba.
3) *_Kelompok ketiga_*, merupakan orang-orang yang Allah karuniakan taufikNya kepada mereka, pemeliharaanNya dan perhatianNya. Mereka pun mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Terbetik banyak hal di dalam benaknya, berbagai macam amal kebaikan yang sudah dia pikirkan. Sehingga ia pun mengatur waktu untuk tilawah AL Quran, untuk berdzikir, untuk sholat malam, untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk berderma dan untuk menghadiri majelis ilmu. Berbagai kebaikan memenuhi waktunya.
4) *_Kelompok keempat_*, mereka merasa bahwa bulan Ramadhan terlalu pendek. Mereka mempunyai proyek kebaikan dalam rangka ketaatan yang berjumlah sangat banyak, namun mereka merasa bulan Ramadhan terlalu pendek, tidak cukup untuk menampung berbagai proyek kebaikan yang telah mereka siapkan.
5) *_Kelompok kelima_*, mereka memperlakukan bulan Ramadhan, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, Ramadhan akan berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan lain. Bahkan malam yang dinobatkan oleh Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, akan menjadi malam biasa, seperti malam-malam pada umumnya. Sungguh ini merupakan kebodohan, kerugian yang besar dan kebodohan yang nyata. Dan bentuk penyia-nyiaan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim.
Intinya adalah seorang muslim hendaknya menyambut bulan ini dengan baik, dia perbagus jamuannya, ia persiapkan dirinya untuk menjadi pemenang yang sebenar-benarnya.
( _Syaikh Abdurrozzaq Al Badr - Shahih Fiqh_ )
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Berbagai macam orang menyambut bulan Ramadhan yang istimewa ini. Bagi kita muslim, sudah selayaknya menyambut sang tamu istimewa ini dengan baik. Namun realitanya, umat Islam menyambut dengan caranya sendiri-sendiri, dan jauh dari tuntunan dan contoh tauladan kita, Nabi Muhammad Saw dan para shahabat ketika memperlakukan Ramadhan.
Berikut adalah kelompok umat dalam menyambut bulan Ramadhan.
1) *_Kelompok pertama_*, mereka menyambut Ramadhan dengan semangat memenuhi pasar, untuk membeli berbagai makanan, hidangan dan makanan lezat lainnya. Mereka berlomba-lomba memenuhi pasar untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar. Seakan-akan mereka ini akan memasuki bulan makan, minum dan menyantap hidangan. Sehingga belanja mereka sangat berlebih. Bahkan jumlah perbelanjaan, yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar keluarga di bulan Ramadhan melebihi kebutuhan mereka dan melebihi batas yang diperlukan, sehingga sebagian mereka, terlebih yang hobi boros, akan kita dapati melakukan pemborosan yang sangat parah. Mereka akan meletakkan berbagai macam hidangan di meja makan yang kebanyakannya akan dibuang, karena yang termakan hanya sedikit saja.
2) *_Kelompok kedua_*, ketika Ramadhan tiba, mereka menyiapkan berbagai macam alat untuk bermain, untuk melakukan hal yang sia-sia dan untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka mempersiapkan banyak hal yang menyibukkan waktu berharga mereka di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai tindakan yang tidak ada faedahnya. Bahkan seringkali mereka gunakan untuk hal yang sudah pasti mudhorot (merugikan). Mereka menyiapkan semua ini sebagai jamuan Ramadhan dan akan telah siap sebelum Ramadhan tiba.
3) *_Kelompok ketiga_*, merupakan orang-orang yang Allah karuniakan taufikNya kepada mereka, pemeliharaanNya dan perhatianNya. Mereka pun mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Terbetik banyak hal di dalam benaknya, berbagai macam amal kebaikan yang sudah dia pikirkan. Sehingga ia pun mengatur waktu untuk tilawah AL Quran, untuk berdzikir, untuk sholat malam, untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk berderma dan untuk menghadiri majelis ilmu. Berbagai kebaikan memenuhi waktunya.
4) *_Kelompok keempat_*, mereka merasa bahwa bulan Ramadhan terlalu pendek. Mereka mempunyai proyek kebaikan dalam rangka ketaatan yang berjumlah sangat banyak, namun mereka merasa bulan Ramadhan terlalu pendek, tidak cukup untuk menampung berbagai proyek kebaikan yang telah mereka siapkan.
5) *_Kelompok kelima_*, mereka memperlakukan bulan Ramadhan, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, Ramadhan akan berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan lain. Bahkan malam yang dinobatkan oleh Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, akan menjadi malam biasa, seperti malam-malam pada umumnya. Sungguh ini merupakan kebodohan, kerugian yang besar dan kebodohan yang nyata. Dan bentuk penyia-nyiaan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim.
Intinya adalah seorang muslim hendaknya menyambut bulan ini dengan baik, dia perbagus jamuannya, ia persiapkan dirinya untuk menjadi pemenang yang sebenar-benarnya.
( _Syaikh Abdurrozzaq Al Badr - Shahih Fiqh_ )
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*HATI DAN AKHLAK MULIA*
Hal pertama dalam hal akhlak mulia adalah kebersihan hati dan batin. Tidak mungkin berakhlak mulia kecuali dengan selamatnya hati dari dendam, hasad, permusuhan, kebencian dan merendahkan muslimin.
Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merendahkan orang lain. Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merasa hebat dan tinggi atas orang lain.
Akhlak mulia dimulai dengan hati yang bersih. Sadar bahwa pada suatu masa dirinya merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dirinya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Ia tidak memiliki keutamaan atas yang lain kecuali dengan taqwa kepada Allah.
Mulailah dari hatimu, apabila ia bening dan engkau sedang menuntut ilmu, bening dari segala limbah, hasad, kebencian, permusuhan.
Berusahalah demi hatimu, hati yang apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota badan yang lain. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota badan yang lain.
Tidak mungkin seseorang memiliki perangai yang baik, yang dengannya ALlah ridho. Mustahil penuntut ilmu demikian kecuali ia memulai dengan orang-orang terdekatnya. Kedua orangtuanya, anak-anaknya, pasangannya, ia masuk rumah dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Agar Allah menjadikannya sebaik-baik orangtua untuk anak-anaknya.
Memasuki rumah walaupun ia sedang galau dan gundah, walaupun ia memikul beban seberat dunia dan segala isinya, maka tidaklah mungkin engkau mendengar darinya ucapan yang tidak patut atau cercaan, orang-orang terdekatnya yaitu keluargaya, pasangannya, anak-anaknya.
Sungguh benar Rasulullah Saw, beliau mengisyaratkan makna ini, beliau adalah benar dan dibenarkan di segala keadaan.
خيركم خيركم لأهله وانا خيركم لأهله
*_Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku._*
Beliaulah sosok yang memikul beban umat dan beban para shahabatnya. Kendati demikian, beliau memasuki rumah menemui keluarga dan istrinya tidaklah nampak dari perangainya kecuali kebaikan. Tidaklah terdengar dari beliau kecuali kebaikan. Sampai anak kecil pelayan beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Anas yang selalu membersamainya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan aah.
اللهم صل و سلَّمَ عليه تَسْلِيْمًا وَزِدْهُ تَسْرِيْفًا وتَكْرِيْمًا وتَعْظِيْمًا
واجْزِهِ عَنَّا وعَنْ خَْلقِكَ خَيْرٌمَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ نُبُوَّتِهِ
وصَاحِبَ رِسَالَةٍ عنْ رِسَالَتِكَ
*_Ya Allah berilah kepada beliau, keselamatan dan tambahkan kemuliaan, kehormatan dan keagungan. Dan berilah beliau kebaikan untuk kami dan untuk ciptaanMu sebanyak Engkau memberi kebaikan kepada seorang nabi karena kenabiannya. Dan dari seorang rasul karena kerasulannya._*
Hal pertama dalam hal akhlak mulia adalah kebersihan hati dan batin. Tidak mungkin berakhlak mulia kecuali dengan selamatnya hati dari dendam, hasad, permusuhan, kebencian dan merendahkan muslimin.
Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merendahkan orang lain. Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merasa hebat dan tinggi atas orang lain.
Akhlak mulia dimulai dengan hati yang bersih. Sadar bahwa pada suatu masa dirinya merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dirinya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Ia tidak memiliki keutamaan atas yang lain kecuali dengan taqwa kepada Allah.
Mulailah dari hatimu, apabila ia bening dan engkau sedang menuntut ilmu, bening dari segala limbah, hasad, kebencian, permusuhan.
Berusahalah demi hatimu, hati yang apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota badan yang lain. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota badan yang lain.
Tidak mungkin seseorang memiliki perangai yang baik, yang dengannya ALlah ridho. Mustahil penuntut ilmu demikian kecuali ia memulai dengan orang-orang terdekatnya. Kedua orangtuanya, anak-anaknya, pasangannya, ia masuk rumah dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Agar Allah menjadikannya sebaik-baik orangtua untuk anak-anaknya.
Memasuki rumah walaupun ia sedang galau dan gundah, walaupun ia memikul beban seberat dunia dan segala isinya, maka tidaklah mungkin engkau mendengar darinya ucapan yang tidak patut atau cercaan, orang-orang terdekatnya yaitu keluargaya, pasangannya, anak-anaknya.
Sungguh benar Rasulullah Saw, beliau mengisyaratkan makna ini, beliau adalah benar dan dibenarkan di segala keadaan.
خيركم خيركم لأهله وانا خيركم لأهله
*_Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku._*
Beliaulah sosok yang memikul beban umat dan beban para shahabatnya. Kendati demikian, beliau memasuki rumah menemui keluarga dan istrinya tidaklah nampak dari perangainya kecuali kebaikan. Tidaklah terdengar dari beliau kecuali kebaikan. Sampai anak kecil pelayan beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Anas yang selalu membersamainya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan aah.
اللهم صل و سلَّمَ عليه تَسْلِيْمًا وَزِدْهُ تَسْرِيْفًا وتَكْرِيْمًا وتَعْظِيْمًا
واجْزِهِ عَنَّا وعَنْ خَْلقِكَ خَيْرٌمَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ نُبُوَّتِهِ
وصَاحِبَ رِسَالَةٍ عنْ رِسَالَتِكَ
*_Ya Allah berilah kepada beliau, keselamatan dan tambahkan kemuliaan, kehormatan dan keagungan. Dan berilah beliau kebaikan untuk kami dan untuk ciptaanMu sebanyak Engkau memberi kebaikan kepada seorang nabi karena kenabiannya. Dan dari seorang rasul karena kerasulannya._*
*KALIMAT TAQWA*
Apabila kita ingin melihat kedudukan kita di sisi Allah dan kedudukan Allah di hati kita, maka lihatlah diri kita saat dikatakan Ittaqillah (bertaqwalah kamu kepada Allah).
Dulu, sebagian ulama salaf, jika dikatakan kepada mereka Ittaqillah, mereka menangis, karena takut kepada Allah.
Ittaqillah adalah kalimat agung. Taqwa adalah penjagaan dan keselamatan bagi seorang hamba di dunia maupun akhirat.
Tidak akan beruntung, tidak akan berhasil, tidak akan sukses kecuali orang yang bertaqwa. Semoga Allah jadikan kita sebagai ahli taqwa.
Apabila kita ingin melihat kedudukan kita di sisi Allah dan kedudukan Allah di hati kita, maka lihatlah diri kita saat dikatakan Ittaqillah (bertaqwalah kamu kepada Allah).
Dulu, sebagian ulama salaf, jika dikatakan kepada mereka Ittaqillah, mereka menangis, karena takut kepada Allah.
Ittaqillah adalah kalimat agung. Taqwa adalah penjagaan dan keselamatan bagi seorang hamba di dunia maupun akhirat.
Tidak akan beruntung, tidak akan berhasil, tidak akan sukses kecuali orang yang bertaqwa. Semoga Allah jadikan kita sebagai ahli taqwa.
*VAKSIN, NIATKAN IBADAH MENCARI RIDHO ALLAH*
Kita meniatkan ibadah kepada Allah ketika mengusahakan sebab, yang menyelamatkan badan dan menjaganya dari penyakit. Karena dengan begitu, kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik menggunakan badan ini.
Sehingga melakukan vaksin dapat kita jadikan sebagai sebab untuk mencari ridho Allah dan dapat kita jadikan sebagai ibadah kepadaNya.
Ketika melaksanakan protokol kesehatan terkait wabah covid ini, hendaknya kita niatkan sebagai ibadah mengharap ridho Allah, sehingga dapat meraih pahala ketika melakukannya. Begitu juga mendapat pahala ketika melakukan vaksinasi. Ini semua adalah amal shalih yang berpahala.
Ahli hikmah berkata, Orang yang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari orang lain.
Kita meniatkan ibadah kepada Allah ketika mengusahakan sebab, yang menyelamatkan badan dan menjaganya dari penyakit. Karena dengan begitu, kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik menggunakan badan ini.
Sehingga melakukan vaksin dapat kita jadikan sebagai sebab untuk mencari ridho Allah dan dapat kita jadikan sebagai ibadah kepadaNya.
Ketika melaksanakan protokol kesehatan terkait wabah covid ini, hendaknya kita niatkan sebagai ibadah mengharap ridho Allah, sehingga dapat meraih pahala ketika melakukannya. Begitu juga mendapat pahala ketika melakukan vaksinasi. Ini semua adalah amal shalih yang berpahala.
Ahli hikmah berkata, Orang yang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari orang lain.
*FADHILAH BERTEMU RAMADHAN*
Sungguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أَيُّ أَمْرِهِمَاأَعْجَبُ إِلَيْكُمْ؟ فَقاَلُوْا يَا رَسُولَ الله كاَنَ الأَوَّلُ أَكْثَرَاجْتِهَادً، وَغَزَا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَاسْتُشْهِدَ وَأُذِنَ لِلثَّانِي قَبْلَهُ. فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَلَمْ يَعِشْ بَعْدَهُ سَنَةً وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَهُ وَسَجَدَ ِللهِ كَذَا وَكَذَا سَجْدَةً فِي السَّنَةِ؟
قَاُلوا بَلَى يَا سُولَ الله، قَالَ فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kita. Puasakan pencernaan kita dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kita dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kita dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kita dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَْولَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بَِه فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
رُبَّ صَاءِمٍ حَظُّهُ مِْن صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يَوْمُ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
فَإنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَا تَلَهُ فَآلْيَقُلْ إِنِّي صَاءِمٌ إِنِّي صَاءِمٌ
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
Sungguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أَيُّ أَمْرِهِمَاأَعْجَبُ إِلَيْكُمْ؟ فَقاَلُوْا يَا رَسُولَ الله كاَنَ الأَوَّلُ أَكْثَرَاجْتِهَادً، وَغَزَا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَاسْتُشْهِدَ وَأُذِنَ لِلثَّانِي قَبْلَهُ. فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَلَمْ يَعِشْ بَعْدَهُ سَنَةً وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَهُ وَسَجَدَ ِللهِ كَذَا وَكَذَا سَجْدَةً فِي السَّنَةِ؟
قَاُلوا بَلَى يَا سُولَ الله، قَالَ فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kita. Puasakan pencernaan kita dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kita dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kita dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kita dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَْولَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بَِه فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
رُبَّ صَاءِمٍ حَظُّهُ مِْن صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يَوْمُ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
فَإنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَا تَلَهُ فَآلْيَقُلْ إِنِّي صَاءِمٌ إِنِّي صَاءِمٌ
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
*WAJIB ANDA BACA*
_Mungkin anda akan kaget dengan apa yang saya katakan. Wallahi, musuh-musuh agama ini tahu betapa pentingnya bulan Ramadhan._
Orang-orang kafir yang memusuhi agama ini, mengetahui betapa berharganya bulan Ramadhan.
Oleh karenanya, sebagian mereka rela mengeluarkan harta yang sangat banyak untuk membuat program-program, yang akan menghalangi kaum muslimin, dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
Mereka mengamati setiap tahunnya, mereka melihat bagaimana kaum muslimin di bulan Ramadhan. Bagaimana ibadah, ketaatan da hubungan mereka dengan Quran. Dan ini akan memperkuat pengaruh Islam, meninggikan kedudukannya dan kewibawaannya di dalam hati dan jiwa manusia.
Sehingga musuh-musuh Islam rela melakukan banyak hal, untuk menjauhkan kaum muslimin dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
(_DR.Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al-Badr_ )
_Mungkin anda akan kaget dengan apa yang saya katakan. Wallahi, musuh-musuh agama ini tahu betapa pentingnya bulan Ramadhan._
Orang-orang kafir yang memusuhi agama ini, mengetahui betapa berharganya bulan Ramadhan.
Oleh karenanya, sebagian mereka rela mengeluarkan harta yang sangat banyak untuk membuat program-program, yang akan menghalangi kaum muslimin, dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
Mereka mengamati setiap tahunnya, mereka melihat bagaimana kaum muslimin di bulan Ramadhan. Bagaimana ibadah, ketaatan da hubungan mereka dengan Quran. Dan ini akan memperkuat pengaruh Islam, meninggikan kedudukannya dan kewibawaannya di dalam hati dan jiwa manusia.
Sehingga musuh-musuh Islam rela melakukan banyak hal, untuk menjauhkan kaum muslimin dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
(_DR.Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al-Badr_ )
*KAPAN MALAM LAILATUL QODR?*
Lailatul Qodr adalah suatu malam dari 1 tahun dan ia adalah malam yang mulia (lailatun syariifah).
Dinamakan Lailatul Qodr karena Qodr (keagungan) dan kemuliaannya. Kedua, karena waktunya yang terbatas, hanya 1 malam saja. Ketiga, karena sempitnya bumi pada waktu itu disebabkan banyaknya malaikat yang turun ke bumi.
Lailatul Qodr merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan bagi seorang mukmin. Dalam keberkahannya, dalam pahalanya dan dalam keutamaannya.
Nabi Saw dulu sangat bersungguh-sungguh untuk mencarinya. Beliau juga bersungguh-sungguh dalam memotivasi orang-orang untuk mencarinya.
Namun perselisihan ulama sangat kuat dalam menentukan harinya.
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan 46 pendapat. Dan disebutkan dalam kitab ini hanya 40 saja namun yang benar 46. Mungkin penulis di sini menganggap sebagian yang lain bisa terwakili dengan yang lainnya, atau mungkin penulis di sini sebenarnya mengungkapkannya dengan kalimat *Lebih dari 40 pendapat*, namun kata lebih nya terhapus. Atau ada kemungkinan lainnya.
Kemudian dalil-dalil menunjukkan bahwa malam ini adalah malam diturunkannya al Quran, sebagaimana firman ALlah:
*_Sesungguhnya kami menurunkannya (Alquran) pada malam lailatul Qodr._* (QS. Al Qodr:1)
Dan Al Quran itu diturunkan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana firmanNya:
*_Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al Quran._* (QS Al Baqarah:185)
Akhirnya kitapun mengetahui bahwa Lailatul Qodr ada di bulan Ramadhan. Sehingga pendapat yang mengatakan Lailatul Qodr di luar Ramadhan adalah pendapat yang lemah.
Kemudian banyak hadits menunjukkan bahwa Lailatul Qodr ada di 10 hari malam terakhir Ramadhan. Dan inilah pendapat yang lebih kuat. Kemudian yang masih diperdebatkan adalah kapan waktu pastinya dari 10 malam terakhir tersebut. Perdebatannya sangat kuat sekali.
Dan tidak diragukan lagi, siapapun orangnya yang bersungguh-sungguh di 10 malam tersebut pasti akan mendapatkannya. Baik orang-orang salah menentukan kapan hari pastinya ataupun benar.
Dan inilah yang dilakukan Nabi Saw. Beliau mencarinya di 10 malam terakhir semuanya. Apabila seorang tidak mampu, maka pada 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan, dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 10 malam terakhir tersebut, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila tidak mampu, maka pada malam 23, 25 dan 27, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh. Dan dari ketiga malam itu yang lebih diharapkan adalah malam 27.
Kemudian pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qodr berpindah-pindah setiap tahunnya, maka itu pendapat yang memiliki sisi kebenaran dan sangat kuat, bahkan telah dikuatkan oleh sebagian ulama. Tapi yang benar, wallahu a'lam, malam itu ada di sepuluh malam terakhir. Dan urutan kemungkinan terbesarnya sebagaimana telah saya sebutkan tadi.
*Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily*
Lailatul Qodr adalah suatu malam dari 1 tahun dan ia adalah malam yang mulia (lailatun syariifah).
Dinamakan Lailatul Qodr karena Qodr (keagungan) dan kemuliaannya. Kedua, karena waktunya yang terbatas, hanya 1 malam saja. Ketiga, karena sempitnya bumi pada waktu itu disebabkan banyaknya malaikat yang turun ke bumi.
Lailatul Qodr merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan bagi seorang mukmin. Dalam keberkahannya, dalam pahalanya dan dalam keutamaannya.
Nabi Saw dulu sangat bersungguh-sungguh untuk mencarinya. Beliau juga bersungguh-sungguh dalam memotivasi orang-orang untuk mencarinya.
Namun perselisihan ulama sangat kuat dalam menentukan harinya.
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan 46 pendapat. Dan disebutkan dalam kitab ini hanya 40 saja namun yang benar 46. Mungkin penulis di sini menganggap sebagian yang lain bisa terwakili dengan yang lainnya, atau mungkin penulis di sini sebenarnya mengungkapkannya dengan kalimat *Lebih dari 40 pendapat*, namun kata lebih nya terhapus. Atau ada kemungkinan lainnya.
Kemudian dalil-dalil menunjukkan bahwa malam ini adalah malam diturunkannya al Quran, sebagaimana firman ALlah:
*_Sesungguhnya kami menurunkannya (Alquran) pada malam lailatul Qodr._* (QS. Al Qodr:1)
Dan Al Quran itu diturunkan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana firmanNya:
*_Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al Quran._* (QS Al Baqarah:185)
Akhirnya kitapun mengetahui bahwa Lailatul Qodr ada di bulan Ramadhan. Sehingga pendapat yang mengatakan Lailatul Qodr di luar Ramadhan adalah pendapat yang lemah.
Kemudian banyak hadits menunjukkan bahwa Lailatul Qodr ada di 10 hari malam terakhir Ramadhan. Dan inilah pendapat yang lebih kuat. Kemudian yang masih diperdebatkan adalah kapan waktu pastinya dari 10 malam terakhir tersebut. Perdebatannya sangat kuat sekali.
Dan tidak diragukan lagi, siapapun orangnya yang bersungguh-sungguh di 10 malam tersebut pasti akan mendapatkannya. Baik orang-orang salah menentukan kapan hari pastinya ataupun benar.
Dan inilah yang dilakukan Nabi Saw. Beliau mencarinya di 10 malam terakhir semuanya. Apabila seorang tidak mampu, maka pada 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan, dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 10 malam terakhir tersebut, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila tidak mampu, maka pada malam 23, 25 dan 27, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh. Dan dari ketiga malam itu yang lebih diharapkan adalah malam 27.
Kemudian pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qodr berpindah-pindah setiap tahunnya, maka itu pendapat yang memiliki sisi kebenaran dan sangat kuat, bahkan telah dikuatkan oleh sebagian ulama. Tapi yang benar, wallahu a'lam, malam itu ada di sepuluh malam terakhir. Dan urutan kemungkinan terbesarnya sebagaimana telah saya sebutkan tadi.
*Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily*
*KEUTAMAAN TAQWA*
Kehidupan tidak akan menjadi baik, kecuali dengan bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman:
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik._* (QS. an Nahl:97)
Al Muttaquun (orang yang bertaqwa), hatinya tenteram di dunia (Tathmainnu quluubuhum), dengan berdzikir (mengingat) Rabbnya subhanahu wa ta'ala.
*Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram._* (QS. Ar Ra'du:28)
Al Muttaquun selalu Allah jadikan hatinya merasa bahagia dan qona'ah (puas).
Nabi bersabda:
*_Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya. Dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina._* (HR. Ibnu Majah 4105 dan at Tirmidzi 2465)
Kehidupan tidak akan menjadi baik, kecuali dengan bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman:
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik._* (QS. an Nahl:97)
Al Muttaquun (orang yang bertaqwa), hatinya tenteram di dunia (Tathmainnu quluubuhum), dengan berdzikir (mengingat) Rabbnya subhanahu wa ta'ala.
*Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram._* (QS. Ar Ra'du:28)
Al Muttaquun selalu Allah jadikan hatinya merasa bahagia dan qona'ah (puas).
Nabi bersabda:
*_Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya. Dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina._* (HR. Ibnu Majah 4105 dan at Tirmidzi 2465)
*TAQWA ADALAH SEBAB DATANGNYA AMPUNAN ALLAH*
Allah berfirman dalam kitabNYA :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian._* (QS Al-anfal:29)
Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah
Sebagaimana disebutkan pada ayat ini,
FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar
Maksudnya Allahlah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan di atas ketaqwaan.
Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .
Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal,
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?!
Padahal kita sering menyaksikan hukumanNYA di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal kita sudah menyaksikan kuasaNya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNYA lalu akan menghisab semua amal kita.
Kemudian di antara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah,
2) Kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya.
3) Kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firman NYA :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah._* (QS Al-Baqarah:165).
Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai, sebagaimana kata pepatah
4) perasaan selalu diawasi oleh Allah
Sesungguhnya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu sebagaimana firmanNYA
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepada NYA { QS Al-Baqarah:235}
Allah azza Wa jalla juga berfirman “dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada {Ghafir :19}
Allah juga berfirman “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi “{Thaha:7}
Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa kalian
Memberkahi kalian, membimbing kalian menuju kebaikan dan menanamkan ketaqwaan dalam hati kalian.
—Syaikh sa’ad Asy syatsri-
Allah berfirman dalam kitabNYA :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian._* (QS Al-anfal:29)
Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah
Sebagaimana disebutkan pada ayat ini,
FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar
Maksudnya Allahlah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan di atas ketaqwaan.
Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .
Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal,
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?!
Padahal kita sering menyaksikan hukumanNYA di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal kita sudah menyaksikan kuasaNya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNYA lalu akan menghisab semua amal kita.
Kemudian di antara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah,
2) Kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya.
3) Kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firman NYA :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah._* (QS Al-Baqarah:165).
Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai, sebagaimana kata pepatah
4) perasaan selalu diawasi oleh Allah
Sesungguhnya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu sebagaimana firmanNYA
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepada NYA { QS Al-Baqarah:235}
Allah azza Wa jalla juga berfirman “dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada {Ghafir :19}
Allah juga berfirman “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi “{Thaha:7}
Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa kalian
Memberkahi kalian, membimbing kalian menuju kebaikan dan menanamkan ketaqwaan dalam hati kalian.
—Syaikh sa’ad Asy syatsri-
*ORANG TERMISKIN DI DUNIA*
Siapakah orang termiskin di dunia? ya benar, orang termiskin di dunia?
Mereka adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya. Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya.
Seorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?". Ya, ada. Kenikmatan itu adalah ma'rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Kenikmatan terbaik di dunia ini adalah betul-betul mengenal Allah. MencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
Seseorang yang ketika meninggalkan dunia ini, namun ia belum ada rasa cinta, belum mengenal Allah dengan baik dan tidak rindu bertemu dengan Allah, maka sejatinya ia telah meninggalkan dunia ini tanpa pernah merasakan kenikmatan terlezatnya. Dia terlalaikan oleh kelezatan yang fana dari kelezatan ternikmat yang ada dalam kehidupan dunia.
Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezat.
Seseorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?".
Dijawab,"Ma'rifatullah. Benar-benar mengenal Allah, mencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
(Risalah Ilaa Ahadi Ikhwanihi 1/31)
Siapakah orang termiskin di dunia? ya benar, orang termiskin di dunia?
Mereka adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya. Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya.
Seorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?". Ya, ada. Kenikmatan itu adalah ma'rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Kenikmatan terbaik di dunia ini adalah betul-betul mengenal Allah. MencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
Seseorang yang ketika meninggalkan dunia ini, namun ia belum ada rasa cinta, belum mengenal Allah dengan baik dan tidak rindu bertemu dengan Allah, maka sejatinya ia telah meninggalkan dunia ini tanpa pernah merasakan kenikmatan terlezatnya. Dia terlalaikan oleh kelezatan yang fana dari kelezatan ternikmat yang ada dalam kehidupan dunia.
Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezat.
Seseorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?".
Dijawab,"Ma'rifatullah. Benar-benar mengenal Allah, mencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
(Risalah Ilaa Ahadi Ikhwanihi 1/31)
*ORANG MISKIN YANG BERSABAR DAN ORANG KAYA YANG BERSYUKUR*
Ada satu hal yang diperselisihkan ulama sejak dahulu, yaitu tentang siapakah yang lebih baik, apakah orang miskin yang bersabar (Alfaqiiru ash shaabir) ataukah orang kaya yang bersyukur (alghoniyyu asy syaakur)?
Ada banyak pendapat, sebagian mengatakan si miskin dan sebagian mengatakan si kaya.
Dari yang diperselisihkan ini, jawabannya hanya ditemukan dari Ibnu Taimiyah oleh syech albani (lihat Majmu' al Fatawa 11/122)
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak amal shalihnya. Jadi intinya bukan pada kekayaan atau kemiskinan seseorang.
Karena bisa jadi ada orang kaya yang justru hartanya menjadi bencana baginya. Dan bisa jadi ada orang miskin yang kemiskinannya juga menjadi bencana baginya.
Tapi mungkin juga ada orang miskin yang dia bersabar dan menerima takdir Allah. Sehingga tentu dia lebih baik daripada si kaya yang baru saja kita bicarakan. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang kaya yang harta kekayaannya diperoleh dengan cara yang halal, dia juga membelanjakan hartanya dengan cara yang halal pula. Kemudian orang ini juga tidak merusak infaqnya dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti orang yang diberi, sebagaimana yang diperintahkan dalam al Quran al Karim. (Lihat QS. Al Baqarah:264). Maka orang kaya yang seperti ini jauh lebih baik daripada orang-orang miskin yang bersabar, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat orang yang bersabar di atas kemiskinannya.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Ada satu hal yang diperselisihkan ulama sejak dahulu, yaitu tentang siapakah yang lebih baik, apakah orang miskin yang bersabar (Alfaqiiru ash shaabir) ataukah orang kaya yang bersyukur (alghoniyyu asy syaakur)?
Ada banyak pendapat, sebagian mengatakan si miskin dan sebagian mengatakan si kaya.
Dari yang diperselisihkan ini, jawabannya hanya ditemukan dari Ibnu Taimiyah oleh syech albani (lihat Majmu' al Fatawa 11/122)
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak amal shalihnya. Jadi intinya bukan pada kekayaan atau kemiskinan seseorang.
Karena bisa jadi ada orang kaya yang justru hartanya menjadi bencana baginya. Dan bisa jadi ada orang miskin yang kemiskinannya juga menjadi bencana baginya.
Tapi mungkin juga ada orang miskin yang dia bersabar dan menerima takdir Allah. Sehingga tentu dia lebih baik daripada si kaya yang baru saja kita bicarakan. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang kaya yang harta kekayaannya diperoleh dengan cara yang halal, dia juga membelanjakan hartanya dengan cara yang halal pula. Kemudian orang ini juga tidak merusak infaqnya dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti orang yang diberi, sebagaimana yang diperintahkan dalam al Quran al Karim. (Lihat QS. Al Baqarah:264). Maka orang kaya yang seperti ini jauh lebih baik daripada orang-orang miskin yang bersabar, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat orang yang bersabar di atas kemiskinannya.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*PAKAIAN TERBAIK*
Ibaadallah, bukankah kita perhatian dengan pakaian yang kita pakai? setiap kali pakaian kita cacat, kita ganti yang baru? yang cacat kita ganti dengan yang baru, karena memperhatikan penampilan?.
Tidakkah kita tahu Ibaadallah, bahwa pakaian IMAN lebih mulia dari pakaian luar kita?
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
*_Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat._* (QS. al A'raf:26)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اللهم زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
*_Ya Allah hiasilah penampilan kami dengan hiasan iman. Jadikan kami pembimbing dan yang terbimbing._* (HR. Nasai 1305).
Wahai Ibaadallah, apakah kita sudah merasa cukup dengan penampilan luar kita? penampilan yang akan sirna dengan wafatnya kita semua?. Tapi kita malah lalai dari perhiasan manusia di dunia yang berlanjut ke alam keabadian setelah kematian, yaitu perhiasan IMAN?
Ibaadallah, bukankah kita perhatian dengan pakaian yang kita pakai? setiap kali pakaian kita cacat, kita ganti yang baru? yang cacat kita ganti dengan yang baru, karena memperhatikan penampilan?.
Tidakkah kita tahu Ibaadallah, bahwa pakaian IMAN lebih mulia dari pakaian luar kita?
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
*_Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat._* (QS. al A'raf:26)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اللهم زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
*_Ya Allah hiasilah penampilan kami dengan hiasan iman. Jadikan kami pembimbing dan yang terbimbing._* (HR. Nasai 1305).
Wahai Ibaadallah, apakah kita sudah merasa cukup dengan penampilan luar kita? penampilan yang akan sirna dengan wafatnya kita semua?. Tapi kita malah lalai dari perhiasan manusia di dunia yang berlanjut ke alam keabadian setelah kematian, yaitu perhiasan IMAN?