Di antara amalan untuk menyambut bulan Ramadhan
1. Taubat dari berbagai macam kemaksiatan.
Taubat itu wajib untuk disegerkan di setiap waktu dan tempat, namun di musim-musim ketaatan (seperti menjelang bulan Ramadhan), maka lebih ditekankan lagi, karena seseorang bisa terhalang dari berbagai macam keutamaan dengan sebab dosa-dosanya
Allah Ta'ala berfirman :
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
"Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah" (Qs. An-Nisa' : 160)
2. Memperbanyak amal sholeh
Beberapa amal sholeh di bulan Ramadhan
✅Qiyamul Lail (Sholat Terawih)
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dianjurkan untuk melakukan secara berjamaah bersama imam hingga selesai, Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai).
✅Memperbanyak Baca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al-Baqoroh : 185)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅Memperbanyak untuk berderma, baik dengan harta, ilmu dan kedudukan yang dimilikinya
✅Memberi buka orang yang berpuasa
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)
✅Umroh
Umroh di bulan Ramadhan pahalanya semisal haji, bahkan haji bersama Nabi Muhammad salallahu alaihissalam.
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim)
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari).
Sama saja pahalanya, umroh di awal, tengah atau akhir Ramadhan. Jika ada yang meyakini ada keutamaan di hari tertentu maka ini tidak ada dasarnya.
✅I'tikaf di 10 hari akhir bulan Ramadhan,
Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
1. Taubat dari berbagai macam kemaksiatan.
Taubat itu wajib untuk disegerkan di setiap waktu dan tempat, namun di musim-musim ketaatan (seperti menjelang bulan Ramadhan), maka lebih ditekankan lagi, karena seseorang bisa terhalang dari berbagai macam keutamaan dengan sebab dosa-dosanya
Allah Ta'ala berfirman :
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
"Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah" (Qs. An-Nisa' : 160)
2. Memperbanyak amal sholeh
Beberapa amal sholeh di bulan Ramadhan
✅Qiyamul Lail (Sholat Terawih)
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dianjurkan untuk melakukan secara berjamaah bersama imam hingga selesai, Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai).
✅Memperbanyak Baca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al-Baqoroh : 185)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅Memperbanyak untuk berderma, baik dengan harta, ilmu dan kedudukan yang dimilikinya
✅Memberi buka orang yang berpuasa
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)
✅Umroh
Umroh di bulan Ramadhan pahalanya semisal haji, bahkan haji bersama Nabi Muhammad salallahu alaihissalam.
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim)
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari).
Sama saja pahalanya, umroh di awal, tengah atau akhir Ramadhan. Jika ada yang meyakini ada keutamaan di hari tertentu maka ini tidak ada dasarnya.
✅I'tikaf di 10 hari akhir bulan Ramadhan,
Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tujuan besar iktikaf ada dua :
🔸Pertama : Fokus untuk beribadah kepada Allah di masjid, meninggalkan perkara dunia sejenak
🔸Kedua : Agar mendapatkan melam lailatul qodr
🔶Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun islam, berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah dan Ijma.
Allah Ta'ala berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Puasa diwajibkan di tahun kedua setelah Nabi hijrah ke Madinah, dan Nabi menjalani puasa Ramadhan sebanyak 9 kali secara ijma'.
🔶Diwajibkan puasa di bulan Ramadhan ada dua tahapan :
- Pilihan, boleh puasa dan boleh tidak. Namun membayar fidyah, walaupun puasa lebih baik
Allah Ta'ala berfirman :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Qs. Al-Baqoroh : 184)
- Wajib puasa secara keseluruhan, tidak ada pilihan
Allah Ta'ala berfirman :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ
" Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu" (Qs. Al-Baqoroh : 185)
🔶Keutamaan puasa
✅Diwajibkan untuk semua umat Nabi sebelum Nabi Muhammad salallahu alaihissalam
✅Sebab meraih ketakwaan kepada Allah Ta'ala
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR. Bukhari)
✅Sebab diampuni dosa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
✅Pahalanya besar tanpa batas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅ Berkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar di atas taat, sabar untuk meninggalkan maksiat, sabar menerima taqdir Allah yaitu dengan tetap melaksanakan walau cuaca panas dan terdapat kesusahan dll.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Tujuan besar iktikaf ada dua :
🔸Pertama : Fokus untuk beribadah kepada Allah di masjid, meninggalkan perkara dunia sejenak
🔸Kedua : Agar mendapatkan melam lailatul qodr
🔶Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun islam, berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah dan Ijma.
Allah Ta'ala berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Puasa diwajibkan di tahun kedua setelah Nabi hijrah ke Madinah, dan Nabi menjalani puasa Ramadhan sebanyak 9 kali secara ijma'.
🔶Diwajibkan puasa di bulan Ramadhan ada dua tahapan :
- Pilihan, boleh puasa dan boleh tidak. Namun membayar fidyah, walaupun puasa lebih baik
Allah Ta'ala berfirman :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Qs. Al-Baqoroh : 184)
- Wajib puasa secara keseluruhan, tidak ada pilihan
Allah Ta'ala berfirman :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ
" Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu" (Qs. Al-Baqoroh : 185)
🔶Keutamaan puasa
✅Diwajibkan untuk semua umat Nabi sebelum Nabi Muhammad salallahu alaihissalam
✅Sebab meraih ketakwaan kepada Allah Ta'ala
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR. Bukhari)
✅Sebab diampuni dosa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
✅Pahalanya besar tanpa batas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅ Berkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar di atas taat, sabar untuk meninggalkan maksiat, sabar menerima taqdir Allah yaitu dengan tetap melaksanakan walau cuaca panas dan terdapat kesusahan dll.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)
✅ Puasa dapat memberi syafaat di hari kiamat
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad)
🔶Syarat Wajib Puasa ada 6 :
1. Islam
2. Baligh
Orang yang belum baligh ada dua keadaan,
🔸Pertama : Mumayyiz, yaitu yang sudah bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk, maka puasanya sah
🔸Kedua : Belum Mumayyiz, maka puasanya tidak sah, jika tetep puasa maka hanya sebagai latihan
3. Berakal
4. Mampu
Contoh yang tidak mampu puasa yaitu orang sakit, Sakit ada 3 macam keadaan :
🔸Pertama : Sakit ringan, semisal pusing ringan. Maka tetap wajib puasa
🔸Kedua : Sakitnya menyulitkan untuk berpuasa, walaupun tidak memudhorotkan. Maka dimakruhkan untuk puasa
🔸Ketiga : Puasa menyebabkan bertambah parah sakitnya, atau memperlambat kesembuhannya. Maka tidak boleh untuk puasa, bahkan haram hukumnya
Contoh lain adalah Syaikh Kabir (Orang Tua Renta), ada 4 keadaan :
🔸Pertama : Mampu untuk berpuasa, maka tetap wajib untuk berpuasa
🔸Kedua : Tidak mampu, dan masih normal ingatannya (tidak pikun), maka wajib bayar fidyah
🔸Ketiga : Pikun, tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidyah
🔸Keempat : Terkadang pikun, terkadang waras, maka wajib puasa ketika ingat, dan tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidayah ketika datang pikunnya.
5. Mukim, bukan Musafir
Musafir ada beberapa keadaan,
🔸Pertama : Mengalami kesulitan berat ketika diperjalanan, wajib untuk berbuka puasa
🔸Kedua : Kesulitan tidak terlalu berat namun tetap mengalami kesulitan, tetap dianjurkan berbuka, makruh untuk berpuasa
🔸Ketiga : Kesulitannya ringan, atau imbang dengan kemudahan, maka sebagian para ulama mengatakan disunnahkan tetap berbuka untuk mengambil rukhsoh keringanan, sebagian ulama lain menganjurkan untuk tetap berpuasa dan ini yang rojih, karena beberapa sebab :
- Hal ini dilakukan oleh Nabi
- Berpuasa di waktu yang mulia (di bulan Ramadan)
- Segera menuntaskan kewajiban (yaitu puasa Ramadhan)
- Lebih semangat dan lebih mudah, karena semua kaum muslimin berpuasa, jadi terasa ringan. Berbeda jika puasa sendiri dengan qodho, maka akan terasa berat.
6. Bersih dari Haid dan Nifas
🔶Pembatal Puasa ada 7:
1. Makan dan Minum
2. Apa saja yang menyerupai makan dan minum, semisal infus pengganti makan dan minum dll
3. Jima' siang hari bulan Ramadhan
Ada 5 hal yang berkaitan dengan ini,
A. Berdosa
B. Puasanya batal
C. Wajib menahan Pembatal puasa lainnya sampai magrib
D. Wajib Qodho' di hari lain
E. Wajib Kaffaroh
Kaffaroh jima ditunaikan secara urut, tidak bisa berpindah ke yang lain, kecuali tidak mampu, di antaranya
✅Membebaskan Budak (zaman sekarang tidak ada, maka boleh berpindah ke kafarot nomer 2)
✅Puasa selama dua bulan secara berturut-turut (Tidak boleh berpindah ke No 3, jika mampu melakukannya)
Puasa dilakukan secara urut, jika tidak maka di ulang dari awal, ada tiga hal yang tidak membatalkan urutan
- Jika bertabrakan dengan puasa wajib (bulan Ramadhan), misal seorang mulai puasa kafarot bulan Sya'ban, ketika masuk bulan Ramadhan maka wajib puasa Ramadhan, dan kafarot boleh di lanjutkan di bulan Syawal, jadi tidak terputus.
- Jika bertabrakan dengan hari wajib berbuka, haram berpuasa semisal hari raya dll
- Jika ada udzur syar'i, semisal sakit, safar dll
✅Memberi makan 60 orang miskin
4. Onani
5. Muntah dengan sengaja
6. Bekam, begitu juga dengan donor darah
✅ Puasa dapat memberi syafaat di hari kiamat
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad)
🔶Syarat Wajib Puasa ada 6 :
1. Islam
2. Baligh
Orang yang belum baligh ada dua keadaan,
🔸Pertama : Mumayyiz, yaitu yang sudah bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk, maka puasanya sah
🔸Kedua : Belum Mumayyiz, maka puasanya tidak sah, jika tetep puasa maka hanya sebagai latihan
3. Berakal
4. Mampu
Contoh yang tidak mampu puasa yaitu orang sakit, Sakit ada 3 macam keadaan :
🔸Pertama : Sakit ringan, semisal pusing ringan. Maka tetap wajib puasa
🔸Kedua : Sakitnya menyulitkan untuk berpuasa, walaupun tidak memudhorotkan. Maka dimakruhkan untuk puasa
🔸Ketiga : Puasa menyebabkan bertambah parah sakitnya, atau memperlambat kesembuhannya. Maka tidak boleh untuk puasa, bahkan haram hukumnya
Contoh lain adalah Syaikh Kabir (Orang Tua Renta), ada 4 keadaan :
🔸Pertama : Mampu untuk berpuasa, maka tetap wajib untuk berpuasa
🔸Kedua : Tidak mampu, dan masih normal ingatannya (tidak pikun), maka wajib bayar fidyah
🔸Ketiga : Pikun, tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidyah
🔸Keempat : Terkadang pikun, terkadang waras, maka wajib puasa ketika ingat, dan tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidayah ketika datang pikunnya.
5. Mukim, bukan Musafir
Musafir ada beberapa keadaan,
🔸Pertama : Mengalami kesulitan berat ketika diperjalanan, wajib untuk berbuka puasa
🔸Kedua : Kesulitan tidak terlalu berat namun tetap mengalami kesulitan, tetap dianjurkan berbuka, makruh untuk berpuasa
🔸Ketiga : Kesulitannya ringan, atau imbang dengan kemudahan, maka sebagian para ulama mengatakan disunnahkan tetap berbuka untuk mengambil rukhsoh keringanan, sebagian ulama lain menganjurkan untuk tetap berpuasa dan ini yang rojih, karena beberapa sebab :
- Hal ini dilakukan oleh Nabi
- Berpuasa di waktu yang mulia (di bulan Ramadan)
- Segera menuntaskan kewajiban (yaitu puasa Ramadhan)
- Lebih semangat dan lebih mudah, karena semua kaum muslimin berpuasa, jadi terasa ringan. Berbeda jika puasa sendiri dengan qodho, maka akan terasa berat.
6. Bersih dari Haid dan Nifas
🔶Pembatal Puasa ada 7:
1. Makan dan Minum
2. Apa saja yang menyerupai makan dan minum, semisal infus pengganti makan dan minum dll
3. Jima' siang hari bulan Ramadhan
Ada 5 hal yang berkaitan dengan ini,
A. Berdosa
B. Puasanya batal
C. Wajib menahan Pembatal puasa lainnya sampai magrib
D. Wajib Qodho' di hari lain
E. Wajib Kaffaroh
Kaffaroh jima ditunaikan secara urut, tidak bisa berpindah ke yang lain, kecuali tidak mampu, di antaranya
✅Membebaskan Budak (zaman sekarang tidak ada, maka boleh berpindah ke kafarot nomer 2)
✅Puasa selama dua bulan secara berturut-turut (Tidak boleh berpindah ke No 3, jika mampu melakukannya)
Puasa dilakukan secara urut, jika tidak maka di ulang dari awal, ada tiga hal yang tidak membatalkan urutan
- Jika bertabrakan dengan puasa wajib (bulan Ramadhan), misal seorang mulai puasa kafarot bulan Sya'ban, ketika masuk bulan Ramadhan maka wajib puasa Ramadhan, dan kafarot boleh di lanjutkan di bulan Syawal, jadi tidak terputus.
- Jika bertabrakan dengan hari wajib berbuka, haram berpuasa semisal hari raya dll
- Jika ada udzur syar'i, semisal sakit, safar dll
✅Memberi makan 60 orang miskin
4. Onani
5. Muntah dengan sengaja
6. Bekam, begitu juga dengan donor darah
7. Keluar darah haid atau nifas
Pembatal puasa dari nomer 1-6 dikatakan batal pada seseorang jika terpenuhi salah satu dari tiga syarat :
1. Mengetahui ilmunya
Jika seorang onani, namun dia belum tau ilmunya jika itu merupakan Pembatal puasa, maka puasanya tidak batal. Jika sudah tahu, namun melakukan, maka puasanya batal
2. Dalam keadaan ingat
Jika seorang lupa makan di siang hari bulan Ramadhan, maka puasanya sah. Ketika di pertengahan makan dia ingat maka tidak boleh diteruskan, wajib diludahkan makanan yang berada di mulutnya.
Wajib bagi yang melihat orang lupa melakukan Pembatal puasa di siang hari bulan Ramadhan untuk mengingatkannya.
3. Melakukan karena pilihannya, bukan paksaan
Hanya ini ringkasan Kajian beliau selama 50 menit, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan
Mohon maaf jika ada kesalahan
Barokallah fikum wa Jazakumullah khoiron
Kota Madinah, 26 Sya'ban 1443 H
Pembatal puasa dari nomer 1-6 dikatakan batal pada seseorang jika terpenuhi salah satu dari tiga syarat :
1. Mengetahui ilmunya
Jika seorang onani, namun dia belum tau ilmunya jika itu merupakan Pembatal puasa, maka puasanya tidak batal. Jika sudah tahu, namun melakukan, maka puasanya batal
2. Dalam keadaan ingat
Jika seorang lupa makan di siang hari bulan Ramadhan, maka puasanya sah. Ketika di pertengahan makan dia ingat maka tidak boleh diteruskan, wajib diludahkan makanan yang berada di mulutnya.
Wajib bagi yang melihat orang lupa melakukan Pembatal puasa di siang hari bulan Ramadhan untuk mengingatkannya.
3. Melakukan karena pilihannya, bukan paksaan
Hanya ini ringkasan Kajian beliau selama 50 menit, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan
Mohon maaf jika ada kesalahan
Barokallah fikum wa Jazakumullah khoiron
Kota Madinah, 26 Sya'ban 1443 H
*NASIHAT TENTANG KEMATIAN*
Bahkan kematian merupakan siksaan yang terakhir yang dia derita dalam seluruh kehidupannya.
Adapun orang kafir, maka tercabutnya nyawa, adalah merupakan awal malapetaka untuknya. Yang terjadi setelahnya adalah amat sangat lebih berat.
Manusia yang paling cerdas, orang yang paling pintar adalah yang selalu mengingat-ingat saat (kematian) itu, yang pasti terjadi, bahwa maut itu memiliki sakarat.
Saat-saat kematian bagi setiap hamba ALlah adalah saat di mana dibeberkan hasil akhir. Maka seorang mukmin diberi kabar gembira dengan surga. Sedang orang kafir diberi kabar buruk tentang neraka.
Allah berfirman:
اِنَّ الَّذِيۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوۡا وَلَا تَحۡزَنُوۡا وَاَبۡشِرُوۡا بِالۡجَـنَّةِ الَّتِىۡ كُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
*_Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu._* (QS. Fussilat:30)
نَحۡنُ اَوۡلِيٰٓـؤُکُمۡ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَفِى الۡاٰخِرَةِ ۚ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَشۡتَهِىۡۤ اَنۡفُسُكُمۡ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَدَّعُوۡنَ
*_Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta._* (QS. Fussilat:31)
نُزُلًا مِّنۡ غَفُوۡرٍ رَّحِيۡمٍ
*_Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang._*
Adapun orang kafir, dia akan menerima tamparan demi tamparan ketika kematian. Allah berfirman:
فَكَيۡفَ اِذَا تَوَفَّتۡهُمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡ
*_Maka bagaimana (nasib mereka) apa-bila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?_* (QS. Muhammad:27)
Bahkan kematian merupakan siksaan yang terakhir yang dia derita dalam seluruh kehidupannya.
Adapun orang kafir, maka tercabutnya nyawa, adalah merupakan awal malapetaka untuknya. Yang terjadi setelahnya adalah amat sangat lebih berat.
Manusia yang paling cerdas, orang yang paling pintar adalah yang selalu mengingat-ingat saat (kematian) itu, yang pasti terjadi, bahwa maut itu memiliki sakarat.
Saat-saat kematian bagi setiap hamba ALlah adalah saat di mana dibeberkan hasil akhir. Maka seorang mukmin diberi kabar gembira dengan surga. Sedang orang kafir diberi kabar buruk tentang neraka.
Allah berfirman:
اِنَّ الَّذِيۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوۡا وَلَا تَحۡزَنُوۡا وَاَبۡشِرُوۡا بِالۡجَـنَّةِ الَّتِىۡ كُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
*_Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu._* (QS. Fussilat:30)
نَحۡنُ اَوۡلِيٰٓـؤُکُمۡ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَفِى الۡاٰخِرَةِ ۚ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَشۡتَهِىۡۤ اَنۡفُسُكُمۡ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَدَّعُوۡنَ
*_Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta._* (QS. Fussilat:31)
نُزُلًا مِّنۡ غَفُوۡرٍ رَّحِيۡمٍ
*_Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang._*
Adapun orang kafir, dia akan menerima tamparan demi tamparan ketika kematian. Allah berfirman:
فَكَيۡفَ اِذَا تَوَفَّتۡهُمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡ
*_Maka bagaimana (nasib mereka) apa-bila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?_* (QS. Muhammad:27)
*Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh*
Bismillah - menginformasikan, ada beras sehat, alami. Cocok buat bapak/ibu yang selama ini ada masalah dengan kesehatan.
Beras Segar, Sehat dan Bersertifikasi Halal.
Kelebihan dan manfaat:
1) Tanpa Pengawet
2) Tanpa Pemutih
3) Tanpa Pewangi kimia
Diawasi langsung oleh ahli dari IPB jurusan Biotehno pemulihan pangan.
Yuk, konsumsi beras sehat, agar tubuh sehat, ibadahpun kuat, apalagi ini akan masuk bulan Ramadhan 1443H.
Harga Retail: Rp.65.000/5 kg
Pilihan tepat keluarga sehat dan generasi kuat. InsyaAllah kalau sudah ngerasain, akan pesen lagi.
Ada beberapa testimoni yang datang, mengatakan, setelah makan beras ini, kesemutan dan bengkak di kakinya tidak terjadi lagi.
Mau pesan berapa pack pak?
Bismillah - menginformasikan, ada beras sehat, alami. Cocok buat bapak/ibu yang selama ini ada masalah dengan kesehatan.
Beras Segar, Sehat dan Bersertifikasi Halal.
Kelebihan dan manfaat:
1) Tanpa Pengawet
2) Tanpa Pemutih
3) Tanpa Pewangi kimia
Diawasi langsung oleh ahli dari IPB jurusan Biotehno pemulihan pangan.
Yuk, konsumsi beras sehat, agar tubuh sehat, ibadahpun kuat, apalagi ini akan masuk bulan Ramadhan 1443H.
Harga Retail: Rp.65.000/5 kg
Pilihan tepat keluarga sehat dan generasi kuat. InsyaAllah kalau sudah ngerasain, akan pesen lagi.
Ada beberapa testimoni yang datang, mengatakan, setelah makan beras ini, kesemutan dan bengkak di kakinya tidak terjadi lagi.
Mau pesan berapa pack pak?
*Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh*
Kami dari *DENIAS FOOD INDONESIA* menyediakan bumbu ala timur tengah yang sudah halal MUI dan PIRT dan juga catering yang sudah bersertifikat halal MUI jadi Insya Allah semua dijamin halal dan higienis.
Diantara produk kami yaitu :
1) Nasi ala timur tengah kemasan personal, nampan dan bucket seperti nasi kebuli, biryani, mandhi dan kabsah serta berbagai menu catering sesuai kebutuhan.
2) Bumbu instan kebuli, biryani, mandhi dan kabsah
3) Kebab frozen
4) Samosa
5) Bumbu nasi goreng kebuli
6) Beras basmati
7) Tepung fried chicken
8) Dan lain-lain
Kami juga menyediakan paket hemat untuk kegiatan nasi jumat dan siap untuk menyalurkannya. Untuk info dan pemesanan silakan hubungi : wa.me/62895386894755
https://www.bukalapak.com/p/food/bumbu/bumbu-instan/4gv53rg-jual-bumbu-instan-nasi-kebuli-nasi-kabsah-nasi-mandhi-dan-nasi-biryani
Kami dari *DENIAS FOOD INDONESIA* menyediakan bumbu ala timur tengah yang sudah halal MUI dan PIRT dan juga catering yang sudah bersertifikat halal MUI jadi Insya Allah semua dijamin halal dan higienis.
Diantara produk kami yaitu :
1) Nasi ala timur tengah kemasan personal, nampan dan bucket seperti nasi kebuli, biryani, mandhi dan kabsah serta berbagai menu catering sesuai kebutuhan.
2) Bumbu instan kebuli, biryani, mandhi dan kabsah
3) Kebab frozen
4) Samosa
5) Bumbu nasi goreng kebuli
6) Beras basmati
7) Tepung fried chicken
8) Dan lain-lain
Kami juga menyediakan paket hemat untuk kegiatan nasi jumat dan siap untuk menyalurkannya. Untuk info dan pemesanan silakan hubungi : wa.me/62895386894755
https://www.bukalapak.com/p/food/bumbu/bumbu-instan/4gv53rg-jual-bumbu-instan-nasi-kebuli-nasi-kabsah-nasi-mandhi-dan-nasi-biryani
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*HATI YANG MENGKHIANATI PEMILIKNYA*
Dikisahkan oleh Syech Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al Badr. Beliau mendengar sebuah kisah indah tentang seorang lansia yang shalih. Ia selalu menyibukkan diri dengan ketaatan dan ibadah dan hatinya selalu merindukan azan.
Salah satu anaknya bercerita bahwa sebelum meninggal, ayahnya mengalami koma selama beberapa bulan.
Anaknya berkisah:
*_Suatu hari aku pergi ke rumah sakit untuk menjenguk dan menunggui ayahku. Dokter berkata kepadanya,"Hari ini kesadaran ayahmu sedikit membaik, mungkin kamu bisa mengajaknya berbicara". Ia berkata,"Akupun segera menemui beliau dalam keadaan senang. Karena sudah 3 bulan atau lebih beliau dalam kondisi koma._*
Akupun mencoba menyapa ayahku. Dengan sedikit tersadar beliau berkata,"Apakah sudah azan? Lalu beliau kembali koma sampai meninggal dunia".
Tiga bulan lamanya dalam kondisi koma, ketika sadar, ayahnya ini berkata *Apakah sudah azan?*. Hanya itu yang ada dalam hatinya.
Jika hati seseorang sibuk dengan hal yang sia-sia atau kebathilan, itulah yang akan terucap nanti pada masa-masa kritis.
Jika hati seseorang sibuk dengan zikir dan ketaatan kepada Allah, itulah yang akan terucapa nanti pada masa kritis.
Inilah makna dari perkataan Ibnul Qoyyim:
*_Hati ini akan mengkhianati pemiliknya di saat kritis, terutama di saat sakratulmaut._*
Dikisahkan oleh Syech Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al Badr. Beliau mendengar sebuah kisah indah tentang seorang lansia yang shalih. Ia selalu menyibukkan diri dengan ketaatan dan ibadah dan hatinya selalu merindukan azan.
Salah satu anaknya bercerita bahwa sebelum meninggal, ayahnya mengalami koma selama beberapa bulan.
Anaknya berkisah:
*_Suatu hari aku pergi ke rumah sakit untuk menjenguk dan menunggui ayahku. Dokter berkata kepadanya,"Hari ini kesadaran ayahmu sedikit membaik, mungkin kamu bisa mengajaknya berbicara". Ia berkata,"Akupun segera menemui beliau dalam keadaan senang. Karena sudah 3 bulan atau lebih beliau dalam kondisi koma._*
Akupun mencoba menyapa ayahku. Dengan sedikit tersadar beliau berkata,"Apakah sudah azan? Lalu beliau kembali koma sampai meninggal dunia".
Tiga bulan lamanya dalam kondisi koma, ketika sadar, ayahnya ini berkata *Apakah sudah azan?*. Hanya itu yang ada dalam hatinya.
Jika hati seseorang sibuk dengan hal yang sia-sia atau kebathilan, itulah yang akan terucap nanti pada masa-masa kritis.
Jika hati seseorang sibuk dengan zikir dan ketaatan kepada Allah, itulah yang akan terucapa nanti pada masa kritis.
Inilah makna dari perkataan Ibnul Qoyyim:
*_Hati ini akan mengkhianati pemiliknya di saat kritis, terutama di saat sakratulmaut._*
*BERLINDUNG DARI FITNAH KEMATIAN DAN FITNAH DAJJAL*
Sebagian ulama berpendapat bahwa salah satu wajib sholat adalah memohon perlindungan dari 4 hal:
1) Neraka
2) Azab kubur
3) Fitnah hidup dan mati
4) Fitnah Dajjal
dibaca setelah tasyahud dan sebelum salam. Ada yang berpendapat doa ini wajib dibaca dan ada juga yang berpendapat dianjurkan, baik dalam sholat wajib maupun sholat sunnah.
Doa ini menggandengkan antara dua fitnah, yang apabila menjerat seseorang, ia tidak akan bisa selamat, Subhaanallah.
Fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal. Godaan yang menjerat manusia sebelum kematian. Terjerumus dalam dosa lalu meninggal. والعياذ باالله (Hanya kepada Allah kita berlindung).
Sama persis dengan fitnah dajjal, siapa yang terjerat godaannya tidak akan selamat. Ibnul Qoyyim menyebutkan bahwa dua fitnah ini adalah fitnah terbesar, yaitu fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal.
Adapun fitnah kehidupan, urusannya lebih mudah. Kita masih bisa bertaubat dan kembali kepada Allah. Betapa banyak orang yang terjerat fitnah semasa hidup, lalu mendapat hidayah dan bertaubat. Tapi siapa yang terjerat fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal, ia tidak akan bisa lepas darinya.
نسأل الله العافية والسلامة
Sebagian ulama berpendapat bahwa salah satu wajib sholat adalah memohon perlindungan dari 4 hal:
1) Neraka
2) Azab kubur
3) Fitnah hidup dan mati
4) Fitnah Dajjal
dibaca setelah tasyahud dan sebelum salam. Ada yang berpendapat doa ini wajib dibaca dan ada juga yang berpendapat dianjurkan, baik dalam sholat wajib maupun sholat sunnah.
Doa ini menggandengkan antara dua fitnah, yang apabila menjerat seseorang, ia tidak akan bisa selamat, Subhaanallah.
Fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal. Godaan yang menjerat manusia sebelum kematian. Terjerumus dalam dosa lalu meninggal. والعياذ باالله (Hanya kepada Allah kita berlindung).
Sama persis dengan fitnah dajjal, siapa yang terjerat godaannya tidak akan selamat. Ibnul Qoyyim menyebutkan bahwa dua fitnah ini adalah fitnah terbesar, yaitu fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal.
Adapun fitnah kehidupan, urusannya lebih mudah. Kita masih bisa bertaubat dan kembali kepada Allah. Betapa banyak orang yang terjerat fitnah semasa hidup, lalu mendapat hidayah dan bertaubat. Tapi siapa yang terjerat fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal, ia tidak akan bisa lepas darinya.
نسأل الله العافية والسلامة
*KISAH NYATA ISTRI YANG LUAR BIASA*
Ummu Suhaib, seorang wanita yang berasal dari Kuwait. Beliau dinikahi oleh seorang yang luar biasa, yaitu Abdurrahman bin Sumaith Rahimahullahu Ta'ala setelah beliau menyelesaikan studinya di Universitas Bagdad, Irak (S1) dan Universitas Liverpool, Inggris (S2).
Suaminya melanjutkan studi S3 di Kanada, mereka berdua hidup dalam kesederhanaan, mereka aktif dalam amal-amal sosial untuk membantu kaum muslimin di berbagai tempat.
Sebenarnya Ummu Suhaib bukan orang yang miskin, beliau adalah orang yang kaya, mendapatkan warisan dari orang tuanya sangat banyak sekali, namun beliau infakkan seluruh harta itu untuk amal-amal sosial kebaikan.
Selama 5 tahun hidup di Kanada mereka hanya memiliki dua helai baju saja, satu untuk di pakai, satu lagi dicuci. Padahal kalau seandainya mereka mau, mereka bisa membeli ratusan baju, namun itu tidak mereka lakukan karena mereka sangat faham bahwa itu hanya kehidupan dunia yang sementara.
Begitu juga suaminya, profesi sebagai dokter sangat menjanjikan, banyak tawaran dari rumah sakit besar, namun beliau menolaknya.
Mereka sering ke Negri Afrika hingga menetap disana untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial, membangun proyek-proyek dakwah disana, Ketika itu mereka di Pedalaman Afrika, tidak ada lampu, di kelilingi oleh hutan belantara.
Sambil menatap bintang di langit, Ummu Suhaib bertanya kepada suaminya : - Suaminya mengira Ummu Suhaib mau minta pulang ke Kuwait - namun sangkaan beliau keliru. Ummu Suhaib bertanya:
*_Wahai Suamiku, Kalau Allah mengampuni dosa-dosa kita dan kita masuk surga, apakah nanti kita bisa bahagia seperti saat ini yang kita rasakan?_*
Subhanallah, tidak ada keluh kesah sama sekali, padahal jika mereka mau hidup mewah di negara-negara maju sangat bisa, namun mereka memilih hidup di Afrika untuk berdakwah di Jalan Allah Ta'ala. Dan mereka sangat behagia dengan hal itu.
Kebahagian yang hakiki, tidaklah itu dirasakan kecuali orang-orang yang memiliki iman yang luar biasa kepada Allah.
Dari mereka berdua lahir anak-anak yang shalih, yang taat kepada Allah Ta'ala.
Suatu ketika, suaminya mendapatkan hadiah dari Kerjaan Arab Saudi (Malik Faishol), hadiah tersebut karena beliau telah berjasa terhadap Islam, dan itu agenda rutin kerajaan Saudi Arabia.
Hadiahnya sekitar, satu juta riyal. 4 Milyar rupiah, namun beliau dan keluarganya berazam, untuk tidak mengambil seperserpun untuk keluarganya, semua diinfakkan di jalan Allah Ta'ala.
Selama puluhan tahun hidup di Afrika, dengan izin Allah, yang masuk Islam melalui wasilah beliau sebanyak 10 juta orang, mendirikan 1200 Masjid, mengebor 2750 Sumur, merawat 9000 anak yatim.
Wallahi, beliau meninggalkan kenikmatan dunia, untuk kenikmatan yang kekal abadi di Akhirat.
Ungkapan yang sangat layak untuk mereka :
وراء رجل عظيم امرءة عظيمة
Di balik laki-laki yang sukses, ada wanita berjiwa besar (yang membantunya).
Ummu Suhaib sosok wanita yang sangat langka di zaman milenial ini.
Semoga Allah merahmati mereka semua dan memasukkan mereka di Surga Allah Ta'ala.
(Diringkas dari Buku "Fi Sihbah Ash-Shumaith" oleh Dr. Fahd bin Abdul Aziz)
✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
Kota Madinah, 24 Sya'ban 1443 H
Ummu Suhaib, seorang wanita yang berasal dari Kuwait. Beliau dinikahi oleh seorang yang luar biasa, yaitu Abdurrahman bin Sumaith Rahimahullahu Ta'ala setelah beliau menyelesaikan studinya di Universitas Bagdad, Irak (S1) dan Universitas Liverpool, Inggris (S2).
Suaminya melanjutkan studi S3 di Kanada, mereka berdua hidup dalam kesederhanaan, mereka aktif dalam amal-amal sosial untuk membantu kaum muslimin di berbagai tempat.
Sebenarnya Ummu Suhaib bukan orang yang miskin, beliau adalah orang yang kaya, mendapatkan warisan dari orang tuanya sangat banyak sekali, namun beliau infakkan seluruh harta itu untuk amal-amal sosial kebaikan.
Selama 5 tahun hidup di Kanada mereka hanya memiliki dua helai baju saja, satu untuk di pakai, satu lagi dicuci. Padahal kalau seandainya mereka mau, mereka bisa membeli ratusan baju, namun itu tidak mereka lakukan karena mereka sangat faham bahwa itu hanya kehidupan dunia yang sementara.
Begitu juga suaminya, profesi sebagai dokter sangat menjanjikan, banyak tawaran dari rumah sakit besar, namun beliau menolaknya.
Mereka sering ke Negri Afrika hingga menetap disana untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial, membangun proyek-proyek dakwah disana, Ketika itu mereka di Pedalaman Afrika, tidak ada lampu, di kelilingi oleh hutan belantara.
Sambil menatap bintang di langit, Ummu Suhaib bertanya kepada suaminya : - Suaminya mengira Ummu Suhaib mau minta pulang ke Kuwait - namun sangkaan beliau keliru. Ummu Suhaib bertanya:
*_Wahai Suamiku, Kalau Allah mengampuni dosa-dosa kita dan kita masuk surga, apakah nanti kita bisa bahagia seperti saat ini yang kita rasakan?_*
Subhanallah, tidak ada keluh kesah sama sekali, padahal jika mereka mau hidup mewah di negara-negara maju sangat bisa, namun mereka memilih hidup di Afrika untuk berdakwah di Jalan Allah Ta'ala. Dan mereka sangat behagia dengan hal itu.
Kebahagian yang hakiki, tidaklah itu dirasakan kecuali orang-orang yang memiliki iman yang luar biasa kepada Allah.
Dari mereka berdua lahir anak-anak yang shalih, yang taat kepada Allah Ta'ala.
Suatu ketika, suaminya mendapatkan hadiah dari Kerjaan Arab Saudi (Malik Faishol), hadiah tersebut karena beliau telah berjasa terhadap Islam, dan itu agenda rutin kerajaan Saudi Arabia.
Hadiahnya sekitar, satu juta riyal. 4 Milyar rupiah, namun beliau dan keluarganya berazam, untuk tidak mengambil seperserpun untuk keluarganya, semua diinfakkan di jalan Allah Ta'ala.
Selama puluhan tahun hidup di Afrika, dengan izin Allah, yang masuk Islam melalui wasilah beliau sebanyak 10 juta orang, mendirikan 1200 Masjid, mengebor 2750 Sumur, merawat 9000 anak yatim.
Wallahi, beliau meninggalkan kenikmatan dunia, untuk kenikmatan yang kekal abadi di Akhirat.
Ungkapan yang sangat layak untuk mereka :
وراء رجل عظيم امرءة عظيمة
Di balik laki-laki yang sukses, ada wanita berjiwa besar (yang membantunya).
Ummu Suhaib sosok wanita yang sangat langka di zaman milenial ini.
Semoga Allah merahmati mereka semua dan memasukkan mereka di Surga Allah Ta'ala.
(Diringkas dari Buku "Fi Sihbah Ash-Shumaith" oleh Dr. Fahd bin Abdul Aziz)
✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
Kota Madinah, 24 Sya'ban 1443 H
Nabi bersabda:
إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي
كتاب الله و سنتي
*_Aku tinggalkan sesuatu, apabila kalian berpegang teguh padanya, pasti kalian tak akan tersesat, Al Quran dan sunnahku. (HR. Tirmidzi no.3788)
Kita memiliki Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Kika kita berpegang teguh dengan keduanya, maka serangan orang-orang yang menginginkan keburukan pada kita tidak akan berhasil. Namun apabila takdir ALlah menetapkan genggaramn kita lepas dari keduanya pasti kita menjadi orang pertama yang binasa.
Nabi bersabda:
إنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنت الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار
*_Kalian yang masih hidup setelah matiku akan melihat banyak perselisihan. Maka pegang erat-erat sunnahku dan sunnah Khulafa'ar Rasyidin al Mahdiyyin sepeninggalku._* Pegang erat-erat dan gigit dengan gigi geraham kalian. Lalu jauhilah ibadah-ibadah baru dalam agama, karena setiap ibadah baru dinamakan bid'ah dan setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Alhamdulillah, kita (umat Islam) di atas jalan yang jelas dan aman,yang ditinggalkan Rasulullah Saw untuk kita.
Orang-orang yang ingin menimpakan kecelakaan pada kita tidak akan berhasil selama kita berpegang teguh dengan prinsip ini.
*_Inilah (Islam) jalanKu yang lurus, tempuhlah jalan (Islam) ini. Jangan tempuh jalan lain yang membuat kalian terpencar dari jalanNya. Itulah wasiat Allah, semoga kalian bertaqwa._* (QS. al An'am:153)
Masalah ini penting, tidak ragu lagi, kita memang diserang dari berbagai penjuru. Tapi kita memiliki tameng yang melindungi kita apabila kita pegang tameng itu era-erat.
Kita juga memiliki senjata ampuh yaitu al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي
كتاب الله و سنتي
*_Aku tinggalkan sesuatu, apabila kalian berpegang teguh padanya, pasti kalian tak akan tersesat, Al Quran dan sunnahku. (HR. Tirmidzi no.3788)
Kita memiliki Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Kika kita berpegang teguh dengan keduanya, maka serangan orang-orang yang menginginkan keburukan pada kita tidak akan berhasil. Namun apabila takdir ALlah menetapkan genggaramn kita lepas dari keduanya pasti kita menjadi orang pertama yang binasa.
Nabi bersabda:
إنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنت الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار
*_Kalian yang masih hidup setelah matiku akan melihat banyak perselisihan. Maka pegang erat-erat sunnahku dan sunnah Khulafa'ar Rasyidin al Mahdiyyin sepeninggalku._* Pegang erat-erat dan gigit dengan gigi geraham kalian. Lalu jauhilah ibadah-ibadah baru dalam agama, karena setiap ibadah baru dinamakan bid'ah dan setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Alhamdulillah, kita (umat Islam) di atas jalan yang jelas dan aman,yang ditinggalkan Rasulullah Saw untuk kita.
Orang-orang yang ingin menimpakan kecelakaan pada kita tidak akan berhasil selama kita berpegang teguh dengan prinsip ini.
*_Inilah (Islam) jalanKu yang lurus, tempuhlah jalan (Islam) ini. Jangan tempuh jalan lain yang membuat kalian terpencar dari jalanNya. Itulah wasiat Allah, semoga kalian bertaqwa._* (QS. al An'am:153)
Masalah ini penting, tidak ragu lagi, kita memang diserang dari berbagai penjuru. Tapi kita memiliki tameng yang melindungi kita apabila kita pegang tameng itu era-erat.
Kita juga memiliki senjata ampuh yaitu al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
*DUA REZEKI YANG PALING BERHARGA*
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini, yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dengan iman, cinta dan sangkaan baik kepadaNya Subhaanahu wa Ta'alaa, karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepadaNya, yang juga termasuk amalan-amalan hati, yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman, dan sangkaan baik kepadaNya Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, sungguh dia adalah orang yang berbahagia, karena tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman, melainkan dia selalu berbaik sangka kepadaNya Subhaanahu wa Ta 'alaa.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba dua perkara yang tidak terpisahkan ini, Iman dan sangkaan baik kepadaNya Jalla wa 'Alaa.
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain. Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas'ud, semoga Allah meridhoinya, pernah mengatakan:
*_Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik daripada sangkaan baik kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada ALlah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan kabulkan baginya sangkaannya itu._*
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini, yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dengan iman, cinta dan sangkaan baik kepadaNya Subhaanahu wa Ta'alaa, karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepadaNya, yang juga termasuk amalan-amalan hati, yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman, dan sangkaan baik kepadaNya Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, sungguh dia adalah orang yang berbahagia, karena tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman, melainkan dia selalu berbaik sangka kepadaNya Subhaanahu wa Ta 'alaa.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba dua perkara yang tidak terpisahkan ini, Iman dan sangkaan baik kepadaNya Jalla wa 'Alaa.
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain. Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas'ud, semoga Allah meridhoinya, pernah mengatakan:
*_Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik daripada sangkaan baik kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada ALlah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan kabulkan baginya sangkaannya itu._*
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*FADHILAH BERTEMU RAMADHAN*
SUngguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أي أمرهماأعجب إليكم؟ فقالوا يا رسول الله كان الأول أكثراجتهاد، وغزا في سبيل الله فاستشهد وأذن للثاني قبله. فقال صلى الله عليه و سلم ألم يعش بعده سنة وأدرك رمضان فصامه وسجد لله كذا وكذا سجدة في السنة؟
قالوا بلى يا سول الله، قال فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kalian. Puasakan pencernaan kalian dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kalian dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kalian dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kalian dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حجة في أن يدع طعامه وشرابه
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
ربّ صاءمٍ حظه من صيامه الجوع والعطش
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يوم صيام أحدكم فلا يرفث ولا يصخب
فإن شاتمه أحد أو قا تله فآليقل إني صاءم إني صاءم
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
SUngguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أي أمرهماأعجب إليكم؟ فقالوا يا رسول الله كان الأول أكثراجتهاد، وغزا في سبيل الله فاستشهد وأذن للثاني قبله. فقال صلى الله عليه و سلم ألم يعش بعده سنة وأدرك رمضان فصامه وسجد لله كذا وكذا سجدة في السنة؟
قالوا بلى يا سول الله، قال فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kalian. Puasakan pencernaan kalian dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kalian dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kalian dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kalian dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حجة في أن يدع طعامه وشرابه
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
ربّ صاءمٍ حظه من صيامه الجوع والعطش
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يوم صيام أحدكم فلا يرفث ولا يصخب
فإن شاتمه أحد أو قا تله فآليقل إني صاءم إني صاءم
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
*AGAR SHOLAT DAN IBADAH LAINNYA TERASA RINGAN DAN MUDAH*
Salah satu manfaat besar dari dzikir adalah menjadikan ibadah dan ketaatan terasa ringan untuk diamalkan. Semakin sering kita berdzikir maka ibadah akan terasa semakin ringan dan mudah untuk diamalkan.
Seorang shahabat pernah mendatangi Nabi Saw mengeluhkan beratnya menjalankan syariat Islam. Ia merasakan lelah dan kesulitan saat beramal, beribadah dan menjalankan kewajiban Islam.
إنَّ شَرَاءِعَ الإِسْلَامَ كَثُرَتْ عَلَيٌَ فَأَوْصِنِي
*_Syariat Islam ini rasanya sangat berat bagiku, maka berikan aku wasiat._* (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketika shahabat ini mengeluh kepada Rasulullah Saw, kira-kira apa yang beliau inginkan? apakah beliau meminta agar kewajibannya digugurkan? atau shahabat tersebut menginginkan sesuatu yang menjadikan amalan terasa ringan? mana yang tepat? apakah shahabat ini mengadu karena ingin Rasulullah Saw mengatakan, ya sudah, engkau boleh meninggalkan sebagian sholat, engkau boleh tidak berpuasa beberapa hari di bulan Ramadhan.
Apakah ini yang beliau inginkan? apakah beliau berharap sebagian kewajibannya digugurkan?
Jawabnya, Tidak. Tapi beliau ingin sesuatu yang bisa memudahkan beramal. Rasulullah Saw pun menyuruhnya untuk banyak-banyak berdzikir.
قال لا يزال لسانُك رَطْباً مِنْ ذِكْرِ الله
*_Selalu basahi lisanmu dengan dzikir kepada ALlah._*
Maknanya adalah jika kita memperbanyak zikir, maka sholat terasa ringan, puasa terasa ringan. Semua amal shalih akan terasa ringan. Subhaanallah, zikir bisa menjadika ketaatan terasa ringan dan mudah dikerjakan.
Sebagian orang merasa berat saat mengerjakan ibadah dan ketaatan. Jika datang panggilan azan, ia pun berangkat dengan berat hati.
Lihatlah orang-orang munafik yang berat mengerjakan sholat. Allah menyebutkan bahwa mereka sangat sedikit berdzikir. Sholat terasa sangat berat.
أثقل الصلاة على المنافقين صلاة الفجر و صلاة العشاء ثقيلةٌّ جدّا
*_Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat subuh dan isya._* (HR. Ibnu Majah no.797)
Mereka mengerjakan sholat dengan sangat berat hati. Karena mereka sangat jarang berdzikir.
Berbeda dengan seseorang yang sering berdzikir. Sholat apapun baik subuh dan sholat yang lain akan terasa ringan dan mudah baginya.
*_Ini adalah manfaat dzikir yang sangat luar biasa. Maka perbanyak kita berdzikir di bulan Ramadhan ini yang penuh kemuliaan ini, bulan al Quran dan bulan penuh keberkahan, agar kita mampu beribadah dengan maksimal, optimal, namun terasa ringan dan mudah dalam pelaksanaannya._*
أسأل الله العافية والسلامة والإستقامة
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Salah satu manfaat besar dari dzikir adalah menjadikan ibadah dan ketaatan terasa ringan untuk diamalkan. Semakin sering kita berdzikir maka ibadah akan terasa semakin ringan dan mudah untuk diamalkan.
Seorang shahabat pernah mendatangi Nabi Saw mengeluhkan beratnya menjalankan syariat Islam. Ia merasakan lelah dan kesulitan saat beramal, beribadah dan menjalankan kewajiban Islam.
إنَّ شَرَاءِعَ الإِسْلَامَ كَثُرَتْ عَلَيٌَ فَأَوْصِنِي
*_Syariat Islam ini rasanya sangat berat bagiku, maka berikan aku wasiat._* (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketika shahabat ini mengeluh kepada Rasulullah Saw, kira-kira apa yang beliau inginkan? apakah beliau meminta agar kewajibannya digugurkan? atau shahabat tersebut menginginkan sesuatu yang menjadikan amalan terasa ringan? mana yang tepat? apakah shahabat ini mengadu karena ingin Rasulullah Saw mengatakan, ya sudah, engkau boleh meninggalkan sebagian sholat, engkau boleh tidak berpuasa beberapa hari di bulan Ramadhan.
Apakah ini yang beliau inginkan? apakah beliau berharap sebagian kewajibannya digugurkan?
Jawabnya, Tidak. Tapi beliau ingin sesuatu yang bisa memudahkan beramal. Rasulullah Saw pun menyuruhnya untuk banyak-banyak berdzikir.
قال لا يزال لسانُك رَطْباً مِنْ ذِكْرِ الله
*_Selalu basahi lisanmu dengan dzikir kepada ALlah._*
Maknanya adalah jika kita memperbanyak zikir, maka sholat terasa ringan, puasa terasa ringan. Semua amal shalih akan terasa ringan. Subhaanallah, zikir bisa menjadika ketaatan terasa ringan dan mudah dikerjakan.
Sebagian orang merasa berat saat mengerjakan ibadah dan ketaatan. Jika datang panggilan azan, ia pun berangkat dengan berat hati.
Lihatlah orang-orang munafik yang berat mengerjakan sholat. Allah menyebutkan bahwa mereka sangat sedikit berdzikir. Sholat terasa sangat berat.
أثقل الصلاة على المنافقين صلاة الفجر و صلاة العشاء ثقيلةٌّ جدّا
*_Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat subuh dan isya._* (HR. Ibnu Majah no.797)
Mereka mengerjakan sholat dengan sangat berat hati. Karena mereka sangat jarang berdzikir.
Berbeda dengan seseorang yang sering berdzikir. Sholat apapun baik subuh dan sholat yang lain akan terasa ringan dan mudah baginya.
*_Ini adalah manfaat dzikir yang sangat luar biasa. Maka perbanyak kita berdzikir di bulan Ramadhan ini yang penuh kemuliaan ini, bulan al Quran dan bulan penuh keberkahan, agar kita mampu beribadah dengan maksimal, optimal, namun terasa ringan dan mudah dalam pelaksanaannya._*
أسأل الله العافية والسلامة والإستقامة
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*UNTUKMU WAHAI AHLUL QURAN*
(_Syeikh Soleh alFauzan_ )
Wahai orang-orang yang terbiasa membaca al Quran dan memandangi mushaf. Teruslah membaca firman Tuhanmu. Sisihkanlah setiap hari agar membaca al Quran yang mudah bagimu.
Sekiranya tidaklah 1 bulan berlalu bagi seorang muslim, kecuali ia telah mengkhatamkan al Quran. Ini adalah kadar yang paling minimal.
Setidaknya para Salaf dahulu mengkhatamkam al Quran setiap 10 hari sekali dalam sholat-sholat malam mereka.
Di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap sepekan sekali dalam sholat-sholat malam mereka, secara terus menerus dan konsisten.
Dan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap 3 hari dalam sholat-sholat malam mereka.
Bahkan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya hanya dalam semalam saja di sholat malamnya. Seperti Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Beliau senantiasa sholat di waktu malam dan sedikit sekali tidur.
Namun kita bukanlah level mereka. Jangan kalian singgung karena kami menyebut perihal mereka. Tidaklah benar jika orang yang berjalan disamakan dengan orang yang duduk. Akan tetapi kita turut ambil bagian walau sedikit di waktu-waktu malam, kita berusaha konsisten dan membiasakan diri, karena di dalamnya ada kebaikan yang banyak.
(_Syeikh Soleh alFauzan_ )
Wahai orang-orang yang terbiasa membaca al Quran dan memandangi mushaf. Teruslah membaca firman Tuhanmu. Sisihkanlah setiap hari agar membaca al Quran yang mudah bagimu.
Sekiranya tidaklah 1 bulan berlalu bagi seorang muslim, kecuali ia telah mengkhatamkan al Quran. Ini adalah kadar yang paling minimal.
Setidaknya para Salaf dahulu mengkhatamkam al Quran setiap 10 hari sekali dalam sholat-sholat malam mereka.
Di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap sepekan sekali dalam sholat-sholat malam mereka, secara terus menerus dan konsisten.
Dan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap 3 hari dalam sholat-sholat malam mereka.
Bahkan di antara mereka ada yang mengkhatamkannya hanya dalam semalam saja di sholat malamnya. Seperti Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Beliau senantiasa sholat di waktu malam dan sedikit sekali tidur.
Namun kita bukanlah level mereka. Jangan kalian singgung karena kami menyebut perihal mereka. Tidaklah benar jika orang yang berjalan disamakan dengan orang yang duduk. Akan tetapi kita turut ambil bagian walau sedikit di waktu-waktu malam, kita berusaha konsisten dan membiasakan diri, karena di dalamnya ada kebaikan yang banyak.
FUNGSI PUASA DI HARI KIAMAT*
Puasa adalah ibadah agung lagi luar biasa ('ibaadatun 'adziimatun syariifatun), akan memberi syafaat bagi pelakunya di hari kiamat.
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ
*_(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna_*
اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ
*-kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih_*
(Asyu'ara:88-89)
Pada hari saat suasana mencekam, tenggorokan kering kehausan, ibadah puasa akan datang untuk memberi syafaat.
Nabi bersabda:
ألصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة
*_Puasa dan al Quran akan memberikan syafaat bagi hamba di hari kiamat._*
يقول الصيام أي ربي مَنَعْتُهُ الطعامَ والشهوة فشفِّعْنِي فيه
*_Puasa berkata, Wahai Rabbku, aku telah menghalangi dari makan dan syahwat, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
ويقول القرآن منعته النوم باللَّيْلِ فشفعني فيه
*_Al Quran berkata, di malam hari aku menghalanginya dari tidur, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
قال فيشفَّعانِ
*_Maka keduanya pun diberi diizinkan._* (HR. Ahmad no.6626)
Al Quran akan diizinkan untuk memberi syafaat apda hari kiamat, Begitu juga dengan puasa. Sungguh, alangkah mulianya keutamaan ini.
*Syaikh Sulaiman ar Ruhaily*
Puasa adalah ibadah agung lagi luar biasa ('ibaadatun 'adziimatun syariifatun), akan memberi syafaat bagi pelakunya di hari kiamat.
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ
*_(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna_*
اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ
*-kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih_*
(Asyu'ara:88-89)
Pada hari saat suasana mencekam, tenggorokan kering kehausan, ibadah puasa akan datang untuk memberi syafaat.
Nabi bersabda:
ألصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة
*_Puasa dan al Quran akan memberikan syafaat bagi hamba di hari kiamat._*
يقول الصيام أي ربي مَنَعْتُهُ الطعامَ والشهوة فشفِّعْنِي فيه
*_Puasa berkata, Wahai Rabbku, aku telah menghalangi dari makan dan syahwat, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
ويقول القرآن منعته النوم باللَّيْلِ فشفعني فيه
*_Al Quran berkata, di malam hari aku menghalanginya dari tidur, maka izinkan aku untuk memberikan syafaat baginya._*
قال فيشفَّعانِ
*_Maka keduanya pun diberi diizinkan._* (HR. Ahmad no.6626)
Al Quran akan diizinkan untuk memberi syafaat apda hari kiamat, Begitu juga dengan puasa. Sungguh, alangkah mulianya keutamaan ini.
*Syaikh Sulaiman ar Ruhaily*
*AMAR MA'RUF*
Kata *Amar Ma'ruf* memiliki makna _Perintah yang bersifat memaksa_. Kewenangan memaksa ini hanya dimiliki oleh pihak berwenang.
Misalnya, kepala rumah tangga di rumahnya, guru di kelasnya, kepala daerah di daerahnya, dan sebagainya. Mereka ini memiliki hak untuk memerintah yang bersifat memaksa.
Adapun nasihat, maka ini terbuka bagi semua orang. Tapi dengan cara yang disebutkan oleh Allah SWT:
اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ
*_Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk._* (QS. an Nahl:125)
Memberi nasihat merupakan sebuah amal ibadah. Bisa dengan kalimat yang baik, ibarat yang indah dan ajakan yang jujur. Dan kita tidak bermaksud untuk memerintah atau melarang orang lain. Tapi kita hanya bermaksud membuat Allah ridho dengan kalimat nasihat yang kita berikan.
Jika dia menerimanya, maka kita mendapat banyak pahala, kalau dia tidak menerima maka tidak ada rasa kebencian terhadapnya atau kepada orang lain.
Inilah yang wajib dilakukan, kalimat yang baik, ungkapan yang indah dan lain-lain. Bisa jadi sebuah kalimat cletukan, dapat berdampak besar.
Sampaikanlah nasihat dengan niat beribadah kepada Allah. Adapun pengharusan dan pemaksaan maka ini tugas pihak berwenang. Karena kata *Memerintah* dan *Melarang* ini memiliki makna pengharusan. Beda dengan nasihat.
Di sisi lain, terkadang sebagian orang, ingin orang lain langsung berhenti dari kemungkaran dan kemaksiatan dalam sekejap, ini masalah.
Kita itu berusaha untuk mengurangi kemaksiatan semaksimal kemampuan.
Orang yang tidak mau menerima nasihat-nasihat kita, maka misinya adalah mengurangi kemungkaran sesuai kemampuan dengan kalimat yang baik.
Kata *Amar Ma'ruf* memiliki makna _Perintah yang bersifat memaksa_. Kewenangan memaksa ini hanya dimiliki oleh pihak berwenang.
Misalnya, kepala rumah tangga di rumahnya, guru di kelasnya, kepala daerah di daerahnya, dan sebagainya. Mereka ini memiliki hak untuk memerintah yang bersifat memaksa.
Adapun nasihat, maka ini terbuka bagi semua orang. Tapi dengan cara yang disebutkan oleh Allah SWT:
اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ
*_Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk._* (QS. an Nahl:125)
Memberi nasihat merupakan sebuah amal ibadah. Bisa dengan kalimat yang baik, ibarat yang indah dan ajakan yang jujur. Dan kita tidak bermaksud untuk memerintah atau melarang orang lain. Tapi kita hanya bermaksud membuat Allah ridho dengan kalimat nasihat yang kita berikan.
Jika dia menerimanya, maka kita mendapat banyak pahala, kalau dia tidak menerima maka tidak ada rasa kebencian terhadapnya atau kepada orang lain.
Inilah yang wajib dilakukan, kalimat yang baik, ungkapan yang indah dan lain-lain. Bisa jadi sebuah kalimat cletukan, dapat berdampak besar.
Sampaikanlah nasihat dengan niat beribadah kepada Allah. Adapun pengharusan dan pemaksaan maka ini tugas pihak berwenang. Karena kata *Memerintah* dan *Melarang* ini memiliki makna pengharusan. Beda dengan nasihat.
Di sisi lain, terkadang sebagian orang, ingin orang lain langsung berhenti dari kemungkaran dan kemaksiatan dalam sekejap, ini masalah.
Kita itu berusaha untuk mengurangi kemaksiatan semaksimal kemampuan.
Orang yang tidak mau menerima nasihat-nasihat kita, maka misinya adalah mengurangi kemungkaran sesuai kemampuan dengan kalimat yang baik.
*WAKTU BERDOA MUSTAJAB BAGI ORANG YANG PUASA*
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
إِنَّ لِلصَّاءِمِ عِْنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
*_Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak._* (HR. Abud Dawud dan Ahmad)
Hadits ini adalah hadits shahih dari segi ilmu hadits, valid lagi shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan selainnya dengan sanad shahih.
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak. Di sini beliau bersabda, 'inda (ketika), yang berkonsekuensi dekat waktunya. Ketika berbuka yakni ketika ia berdoa, dekat dengan waktu berbuka puasa. Kata 'inda (ketika), berkonsekuensi dekat dengan waktu berbuka puasa. Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.
Ini berkonsekuensi bahwa memanjatkan doa ini dalam sekejap yang sebelum buka puasa, yakni beberapa menit dan sebentar yang sebelum buka puasa. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah yang dipanjatkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
Ini sampai matahari terbenam lalu ia berbuka. Doa ini yang sebelum buka puasa lebih layak untuk dikabulkan.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
إِنَّ لِلصَّاءِمِ عِْنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
*_Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak._* (HR. Abud Dawud dan Ahmad)
Hadits ini adalah hadits shahih dari segi ilmu hadits, valid lagi shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan selainnya dengan sanad shahih.
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak. Di sini beliau bersabda, 'inda (ketika), yang berkonsekuensi dekat waktunya. Ketika berbuka yakni ketika ia berdoa, dekat dengan waktu berbuka puasa. Kata 'inda (ketika), berkonsekuensi dekat dengan waktu berbuka puasa. Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.
Ini berkonsekuensi bahwa memanjatkan doa ini dalam sekejap yang sebelum buka puasa, yakni beberapa menit dan sebentar yang sebelum buka puasa. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah yang dipanjatkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
Ini sampai matahari terbenam lalu ia berbuka. Doa ini yang sebelum buka puasa lebih layak untuk dikabulkan.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*PUASA INI WAJIB DILAKSANAKAN SETIAP HARI*
Ada ibadah puasa yang tidak terikat waktu, bulan dan tempat tertentu.
Bulan ini wajib dikerjakan oleh setiap hamba kapanpun dan di manapun.
Puasa ini adalah:
1) وهو الصيام عن الحرام (Puasa dari sesuatu yang diharamkan)
2) كفّ نفسه عن المناهي والأثام (Menahan diri dari dosa dan perbuatan yang Allah larang).
Kita harus tahu bahwa:
1) السَّمْعُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من سماع الحرام (Telinga wajib untuk selalu berpuasa dari mendengarkan yang haram)
2) البصرُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من النظرإلى الحرام (Mata wajib untuk selalu berpuasa dari melihat yang haram)
3) اللسان عليه صيامٌ داءمٌ وهو كفّه من اكلام بالحرام (Lisan wajib untuk selalu berpuasa dari perkataan yang haram).
4) اليد عليها صيامٌ داءمٌ وهو كفّ الأذى والإمتداد إلى الحرام (Tangan wajib untuk selalu berpuasa dari menyakiti dan menyentuh yang haram).
5) وهكذا جميع قُوَى الإنسان (Seluruh anggota tubuh manusia wajib berpuasa dari segala yang haram).
Puasa jenis ini tidak terikat dengan bulan tertentu.
Namun, Ramadhan akan menjadi bulan latihan bagi seorang hamba untuk:
1) على تقوى الله (Selalu berada di atas Taqwa).
2) بالمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ (Senantiasa menjalankan perintah Allah).
3) واجتناب نواهيه (Senantiasa meninggalkan laranganNya).
4) والبعد عن ما يسخطه الله (Senantiasa menjauhi segala yang Dia murkai).
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Ada ibadah puasa yang tidak terikat waktu, bulan dan tempat tertentu.
Bulan ini wajib dikerjakan oleh setiap hamba kapanpun dan di manapun.
Puasa ini adalah:
1) وهو الصيام عن الحرام (Puasa dari sesuatu yang diharamkan)
2) كفّ نفسه عن المناهي والأثام (Menahan diri dari dosa dan perbuatan yang Allah larang).
Kita harus tahu bahwa:
1) السَّمْعُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من سماع الحرام (Telinga wajib untuk selalu berpuasa dari mendengarkan yang haram)
2) البصرُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من النظرإلى الحرام (Mata wajib untuk selalu berpuasa dari melihat yang haram)
3) اللسان عليه صيامٌ داءمٌ وهو كفّه من اكلام بالحرام (Lisan wajib untuk selalu berpuasa dari perkataan yang haram).
4) اليد عليها صيامٌ داءمٌ وهو كفّ الأذى والإمتداد إلى الحرام (Tangan wajib untuk selalu berpuasa dari menyakiti dan menyentuh yang haram).
5) وهكذا جميع قُوَى الإنسان (Seluruh anggota tubuh manusia wajib berpuasa dari segala yang haram).
Puasa jenis ini tidak terikat dengan bulan tertentu.
Namun, Ramadhan akan menjadi bulan latihan bagi seorang hamba untuk:
1) على تقوى الله (Selalu berada di atas Taqwa).
2) بالمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ (Senantiasa menjalankan perintah Allah).
3) واجتناب نواهيه (Senantiasa meninggalkan laranganNya).
4) والبعد عن ما يسخطه الله (Senantiasa menjauhi segala yang Dia murkai).
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*5 MACAM ORANG DI BULAN RAMADHAN*
Berbagai macam orang menyambut bulan Ramadhan yang istimewa ini. Bagi kita muslim, sudah selayaknya menyambut sang tamu istimewa ini dengan baik. Namun realitanya, umat Islam menyambut dengan caranya sendiri-sendiri, dan jauh dari tuntunan dan contoh tauladan kita, Nabi Muhammad Saw dan para shahabat ketika memperlakukan Ramadhan.
Berikut adalah kelompok umat dalam menyambut bulan Ramadhan.
1) *_Kelompok pertama_*, mereka menyambut Ramadhan dengan semangat memenuhi pasar, untuk membeli berbagai makanan, hidangan dan makanan lezat lainnya. Mereka berlomba-lomba memenuhi pasar untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar. Seakan-akan mereka ini akan memasuki bulan makan, minum dan menyantap hidangan. Sehingga belanja mereka sangat berlebih. Bahkan jumlah perbelanjaan, yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar keluarga di bulan Ramadhan melebihi kebutuhan mereka dan melebihi batas yang diperlukan, sehingga sebagian mereka, terlebih yang hobi boros, akan kita dapati melakukan pemborosan yang sangat parah. Mereka akan meletakkan berbagai macam hidangan di meja makan yang kebanyakannya akan dibuang, karena yang termakan hanya sedikit saja.
2) *_Kelompok kedua_*, ketika Ramadhan tiba, mereka menyiapkan berbagai macam alat untuk bermain, untuk melakukan hal yang sia-sia dan untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka mempersiapkan banyak hal yang menyibukkan waktu berharga mereka di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai tindakan yang tidak ada faedahnya. Bahkan seringkali mereka gunakan untuk hal yang sudah pasti mudhorot (merugikan). Mereka menyiapkan semua ini sebagai jamuan Ramadhan dan akan telah siap sebelum Ramadhan tiba.
3) *_Kelompok ketiga_*, merupakan orang-orang yang Allah karuniakan taufikNya kepada mereka, pemeliharaanNya dan perhatianNya. Mereka pun mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Terbetik banyak hal di dalam benaknya, berbagai macam amal kebaikan yang sudah dia pikirkan. Sehingga ia pun mengatur waktu untuk tilawah AL Quran, untuk berdzikir, untuk sholat malam, untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk berderma dan untuk menghadiri majelis ilmu. Berbagai kebaikan memenuhi waktunya.
4) *_Kelompok keempat_*, mereka merasa bahwa bulan Ramadhan terlalu pendek. Mereka mempunyai proyek kebaikan dalam rangka ketaatan yang berjumlah sangat banyak, namun mereka merasa bulan Ramadhan terlalu pendek, tidak cukup untuk menampung berbagai proyek kebaikan yang telah mereka siapkan.
5) *_Kelompok kelima_*, mereka memperlakukan bulan Ramadhan, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, Ramadhan akan berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan lain. Bahkan malam yang dinobatkan oleh Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, akan menjadi malam biasa, seperti malam-malam pada umumnya. Sungguh ini merupakan kebodohan, kerugian yang besar dan kebodohan yang nyata. Dan bentuk penyia-nyiaan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim.
Intinya adalah seorang muslim hendaknya menyambut bulan ini dengan baik, dia perbagus jamuannya, ia persiapkan dirinya untuk menjadi pemenang yang sebenar-benarnya.
( _Syaikh Abdurrozzaq Al Badr - Shahih Fiqh_ )
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Berbagai macam orang menyambut bulan Ramadhan yang istimewa ini. Bagi kita muslim, sudah selayaknya menyambut sang tamu istimewa ini dengan baik. Namun realitanya, umat Islam menyambut dengan caranya sendiri-sendiri, dan jauh dari tuntunan dan contoh tauladan kita, Nabi Muhammad Saw dan para shahabat ketika memperlakukan Ramadhan.
Berikut adalah kelompok umat dalam menyambut bulan Ramadhan.
1) *_Kelompok pertama_*, mereka menyambut Ramadhan dengan semangat memenuhi pasar, untuk membeli berbagai makanan, hidangan dan makanan lezat lainnya. Mereka berlomba-lomba memenuhi pasar untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar. Seakan-akan mereka ini akan memasuki bulan makan, minum dan menyantap hidangan. Sehingga belanja mereka sangat berlebih. Bahkan jumlah perbelanjaan, yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar keluarga di bulan Ramadhan melebihi kebutuhan mereka dan melebihi batas yang diperlukan, sehingga sebagian mereka, terlebih yang hobi boros, akan kita dapati melakukan pemborosan yang sangat parah. Mereka akan meletakkan berbagai macam hidangan di meja makan yang kebanyakannya akan dibuang, karena yang termakan hanya sedikit saja.
2) *_Kelompok kedua_*, ketika Ramadhan tiba, mereka menyiapkan berbagai macam alat untuk bermain, untuk melakukan hal yang sia-sia dan untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka mempersiapkan banyak hal yang menyibukkan waktu berharga mereka di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai tindakan yang tidak ada faedahnya. Bahkan seringkali mereka gunakan untuk hal yang sudah pasti mudhorot (merugikan). Mereka menyiapkan semua ini sebagai jamuan Ramadhan dan akan telah siap sebelum Ramadhan tiba.
3) *_Kelompok ketiga_*, merupakan orang-orang yang Allah karuniakan taufikNya kepada mereka, pemeliharaanNya dan perhatianNya. Mereka pun mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Terbetik banyak hal di dalam benaknya, berbagai macam amal kebaikan yang sudah dia pikirkan. Sehingga ia pun mengatur waktu untuk tilawah AL Quran, untuk berdzikir, untuk sholat malam, untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk berderma dan untuk menghadiri majelis ilmu. Berbagai kebaikan memenuhi waktunya.
4) *_Kelompok keempat_*, mereka merasa bahwa bulan Ramadhan terlalu pendek. Mereka mempunyai proyek kebaikan dalam rangka ketaatan yang berjumlah sangat banyak, namun mereka merasa bulan Ramadhan terlalu pendek, tidak cukup untuk menampung berbagai proyek kebaikan yang telah mereka siapkan.
5) *_Kelompok kelima_*, mereka memperlakukan bulan Ramadhan, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, Ramadhan akan berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan lain. Bahkan malam yang dinobatkan oleh Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, akan menjadi malam biasa, seperti malam-malam pada umumnya. Sungguh ini merupakan kebodohan, kerugian yang besar dan kebodohan yang nyata. Dan bentuk penyia-nyiaan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim.
Intinya adalah seorang muslim hendaknya menyambut bulan ini dengan baik, dia perbagus jamuannya, ia persiapkan dirinya untuk menjadi pemenang yang sebenar-benarnya.
( _Syaikh Abdurrozzaq Al Badr - Shahih Fiqh_ )
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*HATI DAN AKHLAK MULIA*
Hal pertama dalam hal akhlak mulia adalah kebersihan hati dan batin. Tidak mungkin berakhlak mulia kecuali dengan selamatnya hati dari dendam, hasad, permusuhan, kebencian dan merendahkan muslimin.
Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merendahkan orang lain. Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merasa hebat dan tinggi atas orang lain.
Akhlak mulia dimulai dengan hati yang bersih. Sadar bahwa pada suatu masa dirinya merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dirinya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Ia tidak memiliki keutamaan atas yang lain kecuali dengan taqwa kepada Allah.
Mulailah dari hatimu, apabila ia bening dan engkau sedang menuntut ilmu, bening dari segala limbah, hasad, kebencian, permusuhan.
Berusahalah demi hatimu, hati yang apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota badan yang lain. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota badan yang lain.
Tidak mungkin seseorang memiliki perangai yang baik, yang dengannya ALlah ridho. Mustahil penuntut ilmu demikian kecuali ia memulai dengan orang-orang terdekatnya. Kedua orangtuanya, anak-anaknya, pasangannya, ia masuk rumah dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Agar Allah menjadikannya sebaik-baik orangtua untuk anak-anaknya.
Memasuki rumah walaupun ia sedang galau dan gundah, walaupun ia memikul beban seberat dunia dan segala isinya, maka tidaklah mungkin engkau mendengar darinya ucapan yang tidak patut atau cercaan, orang-orang terdekatnya yaitu keluargaya, pasangannya, anak-anaknya.
Sungguh benar Rasulullah Saw, beliau mengisyaratkan makna ini, beliau adalah benar dan dibenarkan di segala keadaan.
خيركم خيركم لأهله وانا خيركم لأهله
*_Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku._*
Beliaulah sosok yang memikul beban umat dan beban para shahabatnya. Kendati demikian, beliau memasuki rumah menemui keluarga dan istrinya tidaklah nampak dari perangainya kecuali kebaikan. Tidaklah terdengar dari beliau kecuali kebaikan. Sampai anak kecil pelayan beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Anas yang selalu membersamainya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan aah.
اللهم صل و سلَّمَ عليه تَسْلِيْمًا وَزِدْهُ تَسْرِيْفًا وتَكْرِيْمًا وتَعْظِيْمًا
واجْزِهِ عَنَّا وعَنْ خَْلقِكَ خَيْرٌمَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ نُبُوَّتِهِ
وصَاحِبَ رِسَالَةٍ عنْ رِسَالَتِكَ
*_Ya Allah berilah kepada beliau, keselamatan dan tambahkan kemuliaan, kehormatan dan keagungan. Dan berilah beliau kebaikan untuk kami dan untuk ciptaanMu sebanyak Engkau memberi kebaikan kepada seorang nabi karena kenabiannya. Dan dari seorang rasul karena kerasulannya._*
Hal pertama dalam hal akhlak mulia adalah kebersihan hati dan batin. Tidak mungkin berakhlak mulia kecuali dengan selamatnya hati dari dendam, hasad, permusuhan, kebencian dan merendahkan muslimin.
Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merendahkan orang lain. Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merasa hebat dan tinggi atas orang lain.
Akhlak mulia dimulai dengan hati yang bersih. Sadar bahwa pada suatu masa dirinya merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dirinya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Ia tidak memiliki keutamaan atas yang lain kecuali dengan taqwa kepada Allah.
Mulailah dari hatimu, apabila ia bening dan engkau sedang menuntut ilmu, bening dari segala limbah, hasad, kebencian, permusuhan.
Berusahalah demi hatimu, hati yang apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota badan yang lain. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota badan yang lain.
Tidak mungkin seseorang memiliki perangai yang baik, yang dengannya ALlah ridho. Mustahil penuntut ilmu demikian kecuali ia memulai dengan orang-orang terdekatnya. Kedua orangtuanya, anak-anaknya, pasangannya, ia masuk rumah dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Agar Allah menjadikannya sebaik-baik orangtua untuk anak-anaknya.
Memasuki rumah walaupun ia sedang galau dan gundah, walaupun ia memikul beban seberat dunia dan segala isinya, maka tidaklah mungkin engkau mendengar darinya ucapan yang tidak patut atau cercaan, orang-orang terdekatnya yaitu keluargaya, pasangannya, anak-anaknya.
Sungguh benar Rasulullah Saw, beliau mengisyaratkan makna ini, beliau adalah benar dan dibenarkan di segala keadaan.
خيركم خيركم لأهله وانا خيركم لأهله
*_Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku._*
Beliaulah sosok yang memikul beban umat dan beban para shahabatnya. Kendati demikian, beliau memasuki rumah menemui keluarga dan istrinya tidaklah nampak dari perangainya kecuali kebaikan. Tidaklah terdengar dari beliau kecuali kebaikan. Sampai anak kecil pelayan beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Anas yang selalu membersamainya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan aah.
اللهم صل و سلَّمَ عليه تَسْلِيْمًا وَزِدْهُ تَسْرِيْفًا وتَكْرِيْمًا وتَعْظِيْمًا
واجْزِهِ عَنَّا وعَنْ خَْلقِكَ خَيْرٌمَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ نُبُوَّتِهِ
وصَاحِبَ رِسَالَةٍ عنْ رِسَالَتِكَ
*_Ya Allah berilah kepada beliau, keselamatan dan tambahkan kemuliaan, kehormatan dan keagungan. Dan berilah beliau kebaikan untuk kami dan untuk ciptaanMu sebanyak Engkau memberi kebaikan kepada seorang nabi karena kenabiannya. Dan dari seorang rasul karena kerasulannya._*