*JALAN KELUAR YANG DIJANJIKAN ALLAH*
Dan bukanlah kebahagiaan ketika manusia mengabulkan permintaanmu, bukanlah kebahagiaan ketika engkau mendatangi fulan dan fulanah lalu urusanmu dimudahkan. Akan tetapi kebahagiaan itu bertambah seiring dengan doamu kepadaNya, Ya Allah...., lalu pintu langitpun terbuka untukmu.
Kebahagiaan itu ketika engkau berdoa, Ya Rabb..., engkau mengadu kepada Allah, kemudian ALlah mendengar permohonanmu dan mengangkat kesulitanmu.
Sesungguhnya di antara manusia ada yang ditimpa ujian, kesulitan dan kemalangan, ia kenal fulan, ia kenal fulanah namun dirinya tidak pernah mengeluhkan kepada seorangpun. Di antara manusia ada yang diberi kemudahan menghubungi kawannya yang kaya dan sejahtera, namun ia bertutur,*_"Aku malu kepada Allah jika harus meminta kepada selainNya"_*.
Maka ia pun ridho dengan keadaannya bersama Allah, ia mengurungkan niatnya karena Allah. Ia bergantung kepada Allah dan yakin kepada ALlah. Maka Allahpun memberikan ia jalan keluar dari tingkatan langit dan bumi.
Pernahkah engkau melihat ALlah mengecewakan hambaNya yang tulus beribadah kepadaNya? Tidak, wallahi.
Bagaimanakah kisah-kisah yang telah Allah kisahkan di dalam kitabNya? kisah-kisah yang membuat kita berlari menuju kepadaNya.
Orang paling bahagia adalah mereka yang ketika ditimpa musibah pada hartanya, ia berkata,"Akulah yang lalai, akulah yang telah berbuat dzolim dan maksiat, akulah yang kurang bersyukur kepada Allah". Akulah yang lalai Ya Rabb, aku tidak mengingatMu dengan semestinya. Aku tidak bersyukur dengan semestinya, ampunilah kelalaianku dalam mensyukuri ni'mat-ni'mat. Maka ia pun beristighfar, bertobat dan kembali kepada Allah.
Lalu kesempitan berubah menjadi lapang dan semakin lapang. Dan istighfar berubah menjadi rahmat yang mengusir sedih dan gundah.
Orang paling bahagia adalah mereka yang mengenal Allah saat musibah mendatanginya. Jika manusia diliputi gundah dan sedih, kemudian hutang dan kesukaran menghadang. Lalu ia malah semakin tergantung dan menumpahkan keluh kesahnya kepada manusia, wal'iyaadzubillah. Ia mendatangi fulan dan fulanah untuk meminta-minta, maka sungguh naif orang seperti ini.
Aku menasihati agar kalian percayakan segala urusan hanya kepada Allah, tawakkal dan husnudzon kepada Allah.
Perbanyak istighfar dan sadarilah bahwa musibah yang menimpamu dikarenakan dosa-dosa yang dilanggar. Jauhkan syetan dan hawa nafsu yang menggiring kepada keburukan, mintalah ampunan kepada Allah.
Berusahalah introspeksi, pernahkah engkau mendzalimi saudaramu sesama muslim? pernahkah engkau melukai kehormatan seorang muslim dengan menyumpahi dan mengumpatnya? sehingga engkau meminta kehalalannya dari kedzoliman dan dosamu?
Barangsiapa yang melakukannya, niscaya ujian akan berbuah kebaikan, dan yang jauh menjadi dekat, ini nasihat untuk kalian.
Istiqomah dan berpalinglah kepada Dzat yang mampu memperbaiki keadaanmu. Harus memiliki tekad dan keyakinan yang kuat bahwa pertolongan ALlah itu dekat. *_Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan_*.
Tidaklah Allah memberikan kesulitan kepada seorang mukmin melainkan Dia memberikan 2 kemudahan. Percayalah kepada ALlah.
Ketahuilah jika engkau khawatir menghadapi hari esok karena kesulitanmu, engkau khawatir apa yang akan terjadi nanti, jika engkau bicara seperti ini pada dirimu, maka sesungguhnya syetan sedang mengguncang hatimu. Syetan menakut-nakutimu dengan kemiskinan. Syetan tidak menjanjikan sesuatu kecuali keburukan, ujian dan gangguan.
Berusahalah selalu bersama ALlah dan jangan pernah khawatir, yakin saja kepada ALlah, lakukan taubat dan istighfar.
Tempuh sebab-sebab yang benar dan husnudzon kepada Allah bahwa Dia akan mengangkat musibah yang menimpamu. Dan juga perbanyak doa di waktu-waktu mustajab, seperti antara adzan dan iqomah, sujud, di akhir sepertiga malam. Maka pertolongan Allah akan datang tak terduga kepadamu dan yang kau duga.
Dan bukanlah kebahagiaan ketika manusia mengabulkan permintaanmu, bukanlah kebahagiaan ketika engkau mendatangi fulan dan fulanah lalu urusanmu dimudahkan. Akan tetapi kebahagiaan itu bertambah seiring dengan doamu kepadaNya, Ya Allah...., lalu pintu langitpun terbuka untukmu.
Kebahagiaan itu ketika engkau berdoa, Ya Rabb..., engkau mengadu kepada Allah, kemudian ALlah mendengar permohonanmu dan mengangkat kesulitanmu.
Sesungguhnya di antara manusia ada yang ditimpa ujian, kesulitan dan kemalangan, ia kenal fulan, ia kenal fulanah namun dirinya tidak pernah mengeluhkan kepada seorangpun. Di antara manusia ada yang diberi kemudahan menghubungi kawannya yang kaya dan sejahtera, namun ia bertutur,*_"Aku malu kepada Allah jika harus meminta kepada selainNya"_*.
Maka ia pun ridho dengan keadaannya bersama Allah, ia mengurungkan niatnya karena Allah. Ia bergantung kepada Allah dan yakin kepada ALlah. Maka Allahpun memberikan ia jalan keluar dari tingkatan langit dan bumi.
Pernahkah engkau melihat ALlah mengecewakan hambaNya yang tulus beribadah kepadaNya? Tidak, wallahi.
Bagaimanakah kisah-kisah yang telah Allah kisahkan di dalam kitabNya? kisah-kisah yang membuat kita berlari menuju kepadaNya.
Orang paling bahagia adalah mereka yang ketika ditimpa musibah pada hartanya, ia berkata,"Akulah yang lalai, akulah yang telah berbuat dzolim dan maksiat, akulah yang kurang bersyukur kepada Allah". Akulah yang lalai Ya Rabb, aku tidak mengingatMu dengan semestinya. Aku tidak bersyukur dengan semestinya, ampunilah kelalaianku dalam mensyukuri ni'mat-ni'mat. Maka ia pun beristighfar, bertobat dan kembali kepada Allah.
Lalu kesempitan berubah menjadi lapang dan semakin lapang. Dan istighfar berubah menjadi rahmat yang mengusir sedih dan gundah.
Orang paling bahagia adalah mereka yang mengenal Allah saat musibah mendatanginya. Jika manusia diliputi gundah dan sedih, kemudian hutang dan kesukaran menghadang. Lalu ia malah semakin tergantung dan menumpahkan keluh kesahnya kepada manusia, wal'iyaadzubillah. Ia mendatangi fulan dan fulanah untuk meminta-minta, maka sungguh naif orang seperti ini.
Aku menasihati agar kalian percayakan segala urusan hanya kepada Allah, tawakkal dan husnudzon kepada Allah.
Perbanyak istighfar dan sadarilah bahwa musibah yang menimpamu dikarenakan dosa-dosa yang dilanggar. Jauhkan syetan dan hawa nafsu yang menggiring kepada keburukan, mintalah ampunan kepada Allah.
Berusahalah introspeksi, pernahkah engkau mendzalimi saudaramu sesama muslim? pernahkah engkau melukai kehormatan seorang muslim dengan menyumpahi dan mengumpatnya? sehingga engkau meminta kehalalannya dari kedzoliman dan dosamu?
Barangsiapa yang melakukannya, niscaya ujian akan berbuah kebaikan, dan yang jauh menjadi dekat, ini nasihat untuk kalian.
Istiqomah dan berpalinglah kepada Dzat yang mampu memperbaiki keadaanmu. Harus memiliki tekad dan keyakinan yang kuat bahwa pertolongan ALlah itu dekat. *_Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan_*.
Tidaklah Allah memberikan kesulitan kepada seorang mukmin melainkan Dia memberikan 2 kemudahan. Percayalah kepada ALlah.
Ketahuilah jika engkau khawatir menghadapi hari esok karena kesulitanmu, engkau khawatir apa yang akan terjadi nanti, jika engkau bicara seperti ini pada dirimu, maka sesungguhnya syetan sedang mengguncang hatimu. Syetan menakut-nakutimu dengan kemiskinan. Syetan tidak menjanjikan sesuatu kecuali keburukan, ujian dan gangguan.
Berusahalah selalu bersama ALlah dan jangan pernah khawatir, yakin saja kepada ALlah, lakukan taubat dan istighfar.
Tempuh sebab-sebab yang benar dan husnudzon kepada Allah bahwa Dia akan mengangkat musibah yang menimpamu. Dan juga perbanyak doa di waktu-waktu mustajab, seperti antara adzan dan iqomah, sujud, di akhir sepertiga malam. Maka pertolongan Allah akan datang tak terduga kepadamu dan yang kau duga.
Barangsiapa yang tulus kepada Allah, maka Allah tulus kepadanya. Jauhkan prasangkamu bahwa perkaramu terlampau berat, Allahu Akbar. Allah Maha Besar dari apapun. Allah Maha Besar dari segala kesedihan, gundah, kesulitan yang menimpa, hingga kita bertemu Allah dalam keadaan diridhoiNya.
*_Ya Allah hapuskanlah kesedihan kami, hilangkanlah kegundahan kami, Ya Allah berikan jalan keluar bagi kami dari segala kesulitan. Berikan keselamatan dari segala musibah. Ya ALlah kami meminta pertolonganMu, maka tolonglah kami, kami memohon bantuan, maka bantulah kami. Ya Allah jangan Engkau abaikan kami._*
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*_Ya Allah hapuskanlah kesedihan kami, hilangkanlah kegundahan kami, Ya Allah berikan jalan keluar bagi kami dari segala kesulitan. Berikan keselamatan dari segala musibah. Ya ALlah kami meminta pertolonganMu, maka tolonglah kami, kami memohon bantuan, maka bantulah kami. Ya Allah jangan Engkau abaikan kami._*
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*URUSAN DUNIA ITU GAMPANG*
Wahai syaikh seorang bertanya, aku adalah pemuda yang sudah beberapa kali melamar seorang wanita, saya ditolak dengan sebab dan terkadang tanpa sebab, sekarang saya sedih sekali, bumi terasa sempit bagiku, mohon doakan aku agar aku dimudahkan.
Hanya doa saja? Ngga masalah :)
Semoga Allah mudahkan semua urusan kaum muslimin, aku berdoa dengan namanya Yang Maha Mulia agar memberimu istri yang solehah yang membuatmu bahagia di dunia dan di akhirat, istri yang takut kepadamu karena Allah dan bertaqwa dan memberikan keturunan yang akan membuatmu bahagia.
Ya akhi jangan engkau stress gara-gara ini, engkau mencari istri, mencari pekerjaan, mencari mobil, cari tanah, cari jabatan, akan tetapi Allah Maha Mengetahui dan terkadang belum memberikanmu, dengan ilmu Allah dan kebijaksanaan-Nya, Allah Maha Mengetahui sedangkan manusia tidak mengetahui, kadang kau suka dengan wanita itu, tapi ternyata dibaliknya ada bala' dan kesengsaraan, kau lihat dia sangat cantik, tapi keturunannya nanti tidak ada baiknya sama sekali, mungkin kau sangat kagum dengannya, tapi engkau akan selalu ditimpa musibah, jika kau kejar dia hingga menikahinya, maka ketahuilah Allah telah mengalihkanmu dari keburukannya (tapi engkau tidak sadar) sadar atau tidak sadar berpikirlah positif kepada Allah (husnudzon), dahulu orang-orang soleh selalu merasa optimis ketika mereka ingin sesuatu namun justru Allah persulit, karena rencana baik Allah hampir tidak pernah datang, kecuali setelah berletih-letih dahulu mencari pekerjaan kesana kemari sampai dia merasa sedih (karena tidak dapat pekerjaan) akan tetapi sebentar lagi Allah akan lapangkan dirinya, jalan keluar dari Allah bisa anda sadari atau juga tidak anda sadari, seseorang susah payah mencari istri, melamar kesini ditolak, kesana ditolak, lalu datanglah orang yang menawarkan kepadanya seorang wanita solihah, wanita yang baik prilaku dan agamanya, wanita yang penuh berkah pada dirinya dan pada keturunannya, maka berhusnudzon lah kepada Allah, dan hati-hati! Jangan sampai engkau lemah.
Wahai saudaraku...urusan dunia itu gampang, yang penting adalah urusan akhirat, adapun urusan dunia semuanya itu mudah, dalam doa yang sohih "Ya Allah janganlah jadikan dunia tujuan terbesar kami". Jika engkau cari pekerjaan dan belum dapat, cari istri belum dapat, cari mobil dan seterusnya urusan dunia jangan jadi keinginan terbesarmu.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Wahai syaikh seorang bertanya, aku adalah pemuda yang sudah beberapa kali melamar seorang wanita, saya ditolak dengan sebab dan terkadang tanpa sebab, sekarang saya sedih sekali, bumi terasa sempit bagiku, mohon doakan aku agar aku dimudahkan.
Hanya doa saja? Ngga masalah :)
Semoga Allah mudahkan semua urusan kaum muslimin, aku berdoa dengan namanya Yang Maha Mulia agar memberimu istri yang solehah yang membuatmu bahagia di dunia dan di akhirat, istri yang takut kepadamu karena Allah dan bertaqwa dan memberikan keturunan yang akan membuatmu bahagia.
Ya akhi jangan engkau stress gara-gara ini, engkau mencari istri, mencari pekerjaan, mencari mobil, cari tanah, cari jabatan, akan tetapi Allah Maha Mengetahui dan terkadang belum memberikanmu, dengan ilmu Allah dan kebijaksanaan-Nya, Allah Maha Mengetahui sedangkan manusia tidak mengetahui, kadang kau suka dengan wanita itu, tapi ternyata dibaliknya ada bala' dan kesengsaraan, kau lihat dia sangat cantik, tapi keturunannya nanti tidak ada baiknya sama sekali, mungkin kau sangat kagum dengannya, tapi engkau akan selalu ditimpa musibah, jika kau kejar dia hingga menikahinya, maka ketahuilah Allah telah mengalihkanmu dari keburukannya (tapi engkau tidak sadar) sadar atau tidak sadar berpikirlah positif kepada Allah (husnudzon), dahulu orang-orang soleh selalu merasa optimis ketika mereka ingin sesuatu namun justru Allah persulit, karena rencana baik Allah hampir tidak pernah datang, kecuali setelah berletih-letih dahulu mencari pekerjaan kesana kemari sampai dia merasa sedih (karena tidak dapat pekerjaan) akan tetapi sebentar lagi Allah akan lapangkan dirinya, jalan keluar dari Allah bisa anda sadari atau juga tidak anda sadari, seseorang susah payah mencari istri, melamar kesini ditolak, kesana ditolak, lalu datanglah orang yang menawarkan kepadanya seorang wanita solihah, wanita yang baik prilaku dan agamanya, wanita yang penuh berkah pada dirinya dan pada keturunannya, maka berhusnudzon lah kepada Allah, dan hati-hati! Jangan sampai engkau lemah.
Wahai saudaraku...urusan dunia itu gampang, yang penting adalah urusan akhirat, adapun urusan dunia semuanya itu mudah, dalam doa yang sohih "Ya Allah janganlah jadikan dunia tujuan terbesar kami". Jika engkau cari pekerjaan dan belum dapat, cari istri belum dapat, cari mobil dan seterusnya urusan dunia jangan jadi keinginan terbesarmu.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TAUHID ADALAH KUNCI SEGALA KEBAIKAN*
Tauhid adalah saat engkau memurnikan seluruh amalanmu hanya untuk Allah.
Harta yang paling mahal dan berharga bagi seorang muslim aalah tauhidnya. Dan kewajiban yang paling wajib bagi seorang hamba adalah tauhid.
Tauhid adalah kunci segala kebaikan. Pintu kebaikan hanya dibukakan untuk orang yang bertauhid.
Mentauhidkan Allah adalah syarat pertama diterimanya sebuah amalan. Tauhid adalah kewajiban yang paling wajib bagi seorang hamba.
Seorang hamba tidak akan merasa benar-benar aman sampai ia bertauhid.
اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَلَمۡ يَلۡبِسُوۡۤا اِيۡمَانَهُمۡ بِظُلۡمٍ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمُ الۡاَمۡنُ وَهُمۡ مُّهۡتَدُوۡنَ
*_Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan antara iman dengan kedzaliman (syirik), merekalah yang benar-benar mendapatkan rasa aman dan mendapatkan petunjuk._* (QS. al An'am:82)
Kedzaliman yang dimaksud dalam ayat tadi adalah kesyirikan. Karena syirik adalah kedzaliman yang paling besar.
Hanya orang yang mentauhidkan Allahlah yang memperoleh rasa aman dan mendapat petunjuk. Tauhid adalah alasan mengapa engkau diciptakan.
*_Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembahKu._* (QS. Adz Dzariyat:56)
Tauhid adalah alasan mengapa para rasul diutus.
*_Kami mengutus seorang rasul pada setiap umat untuk menyeru "Sembahlah ALlah saja dan jauhi thaghut"._* (QS. an Nahl:36)
Siapa yang menggantungkan hatinya hanya kepada Allah, hidupnya akan tenang, bahagia dan diberkahi. Jika tidak, ia akan hidup dalam kehinaan.
Tauhid adalah saat engkau memurnikan seluruh amalanmu hanya untuk Allah.
Harta yang paling mahal dan berharga bagi seorang muslim aalah tauhidnya. Dan kewajiban yang paling wajib bagi seorang hamba adalah tauhid.
Tauhid adalah kunci segala kebaikan. Pintu kebaikan hanya dibukakan untuk orang yang bertauhid.
Mentauhidkan Allah adalah syarat pertama diterimanya sebuah amalan. Tauhid adalah kewajiban yang paling wajib bagi seorang hamba.
Seorang hamba tidak akan merasa benar-benar aman sampai ia bertauhid.
اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَلَمۡ يَلۡبِسُوۡۤا اِيۡمَانَهُمۡ بِظُلۡمٍ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمُ الۡاَمۡنُ وَهُمۡ مُّهۡتَدُوۡنَ
*_Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan antara iman dengan kedzaliman (syirik), merekalah yang benar-benar mendapatkan rasa aman dan mendapatkan petunjuk._* (QS. al An'am:82)
Kedzaliman yang dimaksud dalam ayat tadi adalah kesyirikan. Karena syirik adalah kedzaliman yang paling besar.
Hanya orang yang mentauhidkan Allahlah yang memperoleh rasa aman dan mendapat petunjuk. Tauhid adalah alasan mengapa engkau diciptakan.
*_Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembahKu._* (QS. Adz Dzariyat:56)
Tauhid adalah alasan mengapa para rasul diutus.
*_Kami mengutus seorang rasul pada setiap umat untuk menyeru "Sembahlah ALlah saja dan jauhi thaghut"._* (QS. an Nahl:36)
Siapa yang menggantungkan hatinya hanya kepada Allah, hidupnya akan tenang, bahagia dan diberkahi. Jika tidak, ia akan hidup dalam kehinaan.
*MEMOTONG JENGGOT DOSA KECIL ATAU DOSA BESAR?*
Menarik jawaban yang diberikan oleh Syaikh Utsman Al Khumais ini. Bukan perkara dosa besar atau dosa kecilnya, namun bagaimana beliau memberikan kita pelajaran berpikir secara syariat, berlogika, memberikan dalil dan kemudian dengan itu semestinya menyadarkan kita bahwa dosa kecil ataupun dosa besar, keduanya wajib kita jauhi. Selamat membaca
Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya tanyakan dulu, apa yang akan menjadi konsekuensi dari jawabannya? sebelum seseorang bertanya, dia menunggu jawaban, kemudian melakukan sesuatu berdasarkan jawaban yang dia dapatkan. Sekarang apa yang akan dilakukan dengan bertanya seperti ini? ketika saya bertanya maka saya katakan,"Yang Allah perintahkan itu wajib atau sunnah? yang Allah larang itu haram atau makruh? apakah itu termasuk dosa kecil atau dosa besar? apa yang akan dilakukan dengan jawaban dari pertanyaantersebut?
Apakah tidak cukup bagi kita bahwa Allah telah memerintahkan? apakah tidak cukup bagi kita bahwa Nabi telah memerintahkan? apakah tidak cukup bagi kita bahwa ALlah telah melarang? apakah tidak cukup bagi kita bahwa Nabi telah melarang? tentunya cukup dan begitulah seharusnya seorang muslim.
وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ وَّلَا مُؤۡمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوۡلُهٗۤ اَمۡرًا اَنۡ يَّكُوۡنَ لَهُمُ الۡخِيَرَةُ مِنۡ اَمۡرِهِمۡ ؕ وَمَنۡ يَّعۡصِ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيۡنًا
*_Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah da RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka?._* (QS. al Ahzab:36)
Demikianlah asalnya (seharusnya). Yang saya maksud bukan anda. Inilah sebab yang menjadikan keimanan para shahabat sangat tinggi, sementara keimanan kita sangat rendah. Kita bertanya hal-hal seperti ini untuk kita jadikan landasan suatu, namun jika pertanyaan ini hanya untuk sekedar pengetahuan, maka tidak masalah. Tapi kalau pertanyaan ini dijadikan landasan untuk beramal, maka bisa menjadi musibah.
Misalnya ketika seseorang mengatakan,"Jika itu hukumnya haram, maka aku tidak akan melakukannya. Tapi jika hanya makruh, maka aku akan melakukannya". Jika Allah memerintahkannya sebagai bentuk kewajiban, maka aku akan melaksanakannya. Tapi jika hanya sunnah, maka aku tidak akan melaksanakannya. Jika hal itu hanya dosa kecil, maka aku akan melakukannya. Namun jika itu dosa besar, maka aku tidak akan melakukannya. Tidaklah demikian akhlak para shahabat dahulu kepada Allah Jalla wa 'Alaa.
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu pernah berkata:
*_Salah seorang dari kami dahulu memandang dosa itu seakan gunung yang akan menimpanya. Adapun salah seorang dari kalian memandang dosa itu seakan lalat yang hinggap pada hidungnya kemudian dia hanya perlu untuk mengibasnya dengan tangannya seperti ini._*
Bilal bin Sa'd berkata:
*_Jangan kamu lihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah keagungan (Dzat) yang kamu bermaksiat kepadaNya. Ini yang harus diperhatikan._*
Apakah (perintah Allah) belum cukup bagi kita:
وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِۘ
*_Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya._* (QS. al Hasyr:7)
Tanpa harus melihat entah itu hukumnya wajib, sunnah, haram atau makruh. Selama Allah memerintahkan itu, maka kita taat dan bila ALlah melarangnya maka kita jauhi.
Pembahasan hukum haram atau makruh, wajib atau sunnah, ini adalah pembahasan ilmiyah saja, yang mana kadang dibangun di atasnya sebagian hukum. Misalnya jika dihadapkan suatu yang haram dengan makruh, sementara kita harus melakukan salah satu dari keduanya, maka harus dipilih yang paling kecil mafsadahnya, yaitu lakukan yang makruh dan jangan terjatuh pada yang haram. Jika dihadapkan padamu perkara yang wajib dengan perkara yang sunnah, manakah yang kamu dahulukan? maka kita dahulukan yang wajib daripada yang sunnah.
Menarik jawaban yang diberikan oleh Syaikh Utsman Al Khumais ini. Bukan perkara dosa besar atau dosa kecilnya, namun bagaimana beliau memberikan kita pelajaran berpikir secara syariat, berlogika, memberikan dalil dan kemudian dengan itu semestinya menyadarkan kita bahwa dosa kecil ataupun dosa besar, keduanya wajib kita jauhi. Selamat membaca
Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya tanyakan dulu, apa yang akan menjadi konsekuensi dari jawabannya? sebelum seseorang bertanya, dia menunggu jawaban, kemudian melakukan sesuatu berdasarkan jawaban yang dia dapatkan. Sekarang apa yang akan dilakukan dengan bertanya seperti ini? ketika saya bertanya maka saya katakan,"Yang Allah perintahkan itu wajib atau sunnah? yang Allah larang itu haram atau makruh? apakah itu termasuk dosa kecil atau dosa besar? apa yang akan dilakukan dengan jawaban dari pertanyaantersebut?
Apakah tidak cukup bagi kita bahwa Allah telah memerintahkan? apakah tidak cukup bagi kita bahwa Nabi telah memerintahkan? apakah tidak cukup bagi kita bahwa ALlah telah melarang? apakah tidak cukup bagi kita bahwa Nabi telah melarang? tentunya cukup dan begitulah seharusnya seorang muslim.
وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ وَّلَا مُؤۡمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوۡلُهٗۤ اَمۡرًا اَنۡ يَّكُوۡنَ لَهُمُ الۡخِيَرَةُ مِنۡ اَمۡرِهِمۡ ؕ وَمَنۡ يَّعۡصِ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيۡنًا
*_Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah da RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka?._* (QS. al Ahzab:36)
Demikianlah asalnya (seharusnya). Yang saya maksud bukan anda. Inilah sebab yang menjadikan keimanan para shahabat sangat tinggi, sementara keimanan kita sangat rendah. Kita bertanya hal-hal seperti ini untuk kita jadikan landasan suatu, namun jika pertanyaan ini hanya untuk sekedar pengetahuan, maka tidak masalah. Tapi kalau pertanyaan ini dijadikan landasan untuk beramal, maka bisa menjadi musibah.
Misalnya ketika seseorang mengatakan,"Jika itu hukumnya haram, maka aku tidak akan melakukannya. Tapi jika hanya makruh, maka aku akan melakukannya". Jika Allah memerintahkannya sebagai bentuk kewajiban, maka aku akan melaksanakannya. Tapi jika hanya sunnah, maka aku tidak akan melaksanakannya. Jika hal itu hanya dosa kecil, maka aku akan melakukannya. Namun jika itu dosa besar, maka aku tidak akan melakukannya. Tidaklah demikian akhlak para shahabat dahulu kepada Allah Jalla wa 'Alaa.
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu pernah berkata:
*_Salah seorang dari kami dahulu memandang dosa itu seakan gunung yang akan menimpanya. Adapun salah seorang dari kalian memandang dosa itu seakan lalat yang hinggap pada hidungnya kemudian dia hanya perlu untuk mengibasnya dengan tangannya seperti ini._*
Bilal bin Sa'd berkata:
*_Jangan kamu lihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah keagungan (Dzat) yang kamu bermaksiat kepadaNya. Ini yang harus diperhatikan._*
Apakah (perintah Allah) belum cukup bagi kita:
وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِۘ
*_Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya._* (QS. al Hasyr:7)
Tanpa harus melihat entah itu hukumnya wajib, sunnah, haram atau makruh. Selama Allah memerintahkan itu, maka kita taat dan bila ALlah melarangnya maka kita jauhi.
Pembahasan hukum haram atau makruh, wajib atau sunnah, ini adalah pembahasan ilmiyah saja, yang mana kadang dibangun di atasnya sebagian hukum. Misalnya jika dihadapkan suatu yang haram dengan makruh, sementara kita harus melakukan salah satu dari keduanya, maka harus dipilih yang paling kecil mafsadahnya, yaitu lakukan yang makruh dan jangan terjatuh pada yang haram. Jika dihadapkan padamu perkara yang wajib dengan perkara yang sunnah, manakah yang kamu dahulukan? maka kita dahulukan yang wajib daripada yang sunnah.
Tapi jika tidak ada pertentangan, maka secara asal seorang muslim itu apabila diperintahkan untuk mengerjakan, dia hendaknya mengerjakannya. Dan apabila diperintahkan untuk meninggalkan sesuatu, diapun menjauhi. Selesailah perkara. Demikianlah hendanya kita bermuamalah dengan nash-nash (Syar'i). Terlebih lagi dalam perkara yang jelas haram, kemudian kita membahas apakah itu termasuk dosa besar atau dosa kecil.
Apa yang akan terjadi dengan pembahasan ini? entah hal itu termasuk dosa besar ataupun kecil, dosa besar itu berhubungan dengan hak Allah, dosa kecil pun juga begitu.
Orang yang melakukan dosa besar, dia telah melanggar hak Allah, orang yang melakukan dosa kecil, dia juga melanggar hak ALlah. Pemilik kebenaran hanya satu, yaitu Allah Jalla wa 'alaa.
Maka perkara ini jangan menjadikan kita bersikap remeh terhadap dosa, dengan alasan bahwa itu termasuk dosa kecil kemudian kita meremehkannya.
Karena dosa besarpun bertingkat-tingkat. Oleh karena itu ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang dosa yang paling besar, beliau menjawab:
*Engkau menjadikan bagi Allah suatu tandingan, padahal Dia telah menciptakanmu, kemudian ditanya apalagi (setelah itu), beliau menjawab:
*_Engkau membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu_*. Kemudian apa lagi? beliau menjawab:
*_Engkau berzina dengan istri tetanggamu._*
Jadi dosa besarpun juga bertingkat-tingkat, bahkan dosa-dosa yang membinasakan juga bertingkat-tingkat.
Lalu apakah berarti kalau dosa yang satu lebih besar dari yang lain, kemudian kita lakukan yang satu dan kita tinggalkan yang lain? tentunya tidak. Bahkan kita harus tinggalkan keduanya.
Sebagaimana kewajiban itu juga bertingkat-tingkat, seperti rukun sholat itu tidak sama dengan rukun puasa. Lalu apakah berarti kita kemudian semangat sholat dan meremehkan puasa? bukan demikian pemahamannya.
Sa'ad menggiring (unta) ke tempat minum dalam keadaan berselimut. Tidaklah demikian cara menggiring unta wahai Sa'ad. Seorang muslim hendaknya senantiasa melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, tanpa harus melihat apakah itu haram atau makruh, wajib atau sunnah, besar atau kecil. Dosa besar atau dosa yang membinasakan. Karena sebagaimana yang saya katakan, kadang ada orang yang berkata bahwa ini dosa kecil, bukan dosa besar. Kemudian orang kedua berkata:
*_Ini hanya dosa besar dan tidak termasuk dosa besar yang membinasakan._*
Kemudian orang ketiga berkata:
*_Ini hanya dosa besar yang membinasakan tapi tidak termasuk kekufuran._*.
Kita akan mendapati manusia yang berkata dengan perkataan seperti ini, mereka beralasan dengan tingkatan-tingkatan perkara dosa.
Oleh karena itu Allah tabaraka wa ta'ala berfirman:
*_Dan janganlah ikuti langkah-langkah syaithan_*. (QS. al Baqarah:208)
Allah menyebutnya dengan langkah-langkah, di mana langkah-langkah itu tahap demi tahap akan dihadapkan pada manusia, sampai syaithan mendapatkan apa yang dia inginkan. Hendaklah kita senantiasa bertaqwa kepada ALlah dalam perkara ini.
Sekarang kita jawab pertanyaannya. Memotong jenggot itu dilarang oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau memerintahkan untuk memeliharanya. Sebagian ulama telah menjelaskan perbedaan antara dosa besar dan dosa kecil. Mereka berkata,"Dosa yang diberi ancaman dengan adzab atau hukuman di dunia atau adanya laknat atau murka Allah, maka itu termasuk dosa besar.
Ketika kita melihat permasalahan memotong jenggot, maka kita dapatkan perintah-perintah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk memeliharanya. Namun kita tidak mendapati Nabi menyebutkan laknat bagi orang yang memotong jenggot, tidak pula murka ALlah, tidak pula dijauhkan dari rahmat, tidak pula hukum had atas tindakan ini. Juga tidak ada ancaman neraka atas perbuatan ini. Maka yang benar adalah bahwa memotong jenggot itu diharamkan, tidak dibolehkan.
Apa yang akan terjadi dengan pembahasan ini? entah hal itu termasuk dosa besar ataupun kecil, dosa besar itu berhubungan dengan hak Allah, dosa kecil pun juga begitu.
Orang yang melakukan dosa besar, dia telah melanggar hak Allah, orang yang melakukan dosa kecil, dia juga melanggar hak ALlah. Pemilik kebenaran hanya satu, yaitu Allah Jalla wa 'alaa.
Maka perkara ini jangan menjadikan kita bersikap remeh terhadap dosa, dengan alasan bahwa itu termasuk dosa kecil kemudian kita meremehkannya.
Karena dosa besarpun bertingkat-tingkat. Oleh karena itu ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang dosa yang paling besar, beliau menjawab:
*Engkau menjadikan bagi Allah suatu tandingan, padahal Dia telah menciptakanmu, kemudian ditanya apalagi (setelah itu), beliau menjawab:
*_Engkau membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu_*. Kemudian apa lagi? beliau menjawab:
*_Engkau berzina dengan istri tetanggamu._*
Jadi dosa besarpun juga bertingkat-tingkat, bahkan dosa-dosa yang membinasakan juga bertingkat-tingkat.
Lalu apakah berarti kalau dosa yang satu lebih besar dari yang lain, kemudian kita lakukan yang satu dan kita tinggalkan yang lain? tentunya tidak. Bahkan kita harus tinggalkan keduanya.
Sebagaimana kewajiban itu juga bertingkat-tingkat, seperti rukun sholat itu tidak sama dengan rukun puasa. Lalu apakah berarti kita kemudian semangat sholat dan meremehkan puasa? bukan demikian pemahamannya.
Sa'ad menggiring (unta) ke tempat minum dalam keadaan berselimut. Tidaklah demikian cara menggiring unta wahai Sa'ad. Seorang muslim hendaknya senantiasa melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, tanpa harus melihat apakah itu haram atau makruh, wajib atau sunnah, besar atau kecil. Dosa besar atau dosa yang membinasakan. Karena sebagaimana yang saya katakan, kadang ada orang yang berkata bahwa ini dosa kecil, bukan dosa besar. Kemudian orang kedua berkata:
*_Ini hanya dosa besar dan tidak termasuk dosa besar yang membinasakan._*
Kemudian orang ketiga berkata:
*_Ini hanya dosa besar yang membinasakan tapi tidak termasuk kekufuran._*.
Kita akan mendapati manusia yang berkata dengan perkataan seperti ini, mereka beralasan dengan tingkatan-tingkatan perkara dosa.
Oleh karena itu Allah tabaraka wa ta'ala berfirman:
*_Dan janganlah ikuti langkah-langkah syaithan_*. (QS. al Baqarah:208)
Allah menyebutnya dengan langkah-langkah, di mana langkah-langkah itu tahap demi tahap akan dihadapkan pada manusia, sampai syaithan mendapatkan apa yang dia inginkan. Hendaklah kita senantiasa bertaqwa kepada ALlah dalam perkara ini.
Sekarang kita jawab pertanyaannya. Memotong jenggot itu dilarang oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau memerintahkan untuk memeliharanya. Sebagian ulama telah menjelaskan perbedaan antara dosa besar dan dosa kecil. Mereka berkata,"Dosa yang diberi ancaman dengan adzab atau hukuman di dunia atau adanya laknat atau murka Allah, maka itu termasuk dosa besar.
Ketika kita melihat permasalahan memotong jenggot, maka kita dapatkan perintah-perintah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk memeliharanya. Namun kita tidak mendapati Nabi menyebutkan laknat bagi orang yang memotong jenggot, tidak pula murka ALlah, tidak pula dijauhkan dari rahmat, tidak pula hukum had atas tindakan ini. Juga tidak ada ancaman neraka atas perbuatan ini. Maka yang benar adalah bahwa memotong jenggot itu diharamkan, tidak dibolehkan.
Ibnul Qosim, Ibnul Hazm dan Ibnu Taimiyyah telah menukil adanya ijma' (konsensus) tentang haramnya memotong jenggot. Namun apakah termasuk dosa besar atau dosa kecil, maka yang nampak benar adalah bahwasanya bukan termasuk dosa besar, tapi hal itu merupakan kemaksiatan. Dan ilmu yang sebenarnya ada di sisi Allah Jalla wa 'Alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
✍️Menyambut Bulan Ramadhan
استقبال شهر رمضان
Ringkasan Kajian bersama Syaikh. Prof. Dr. Sami bin Muhammad Ash-Shuqoir Hafidzahullahu Ta'ala (Salah satu Ulama Saudi Arabia) di Masjid Nabawi, Kota Madinah Al-Munawwarah
Oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
Di antara rahmat dan hikmah Allah kepada hambanya, diberikannya musim-musim kebaikan dan keberkahan, tentunya diperuntukkan :
- Agar orang-orang taat meraih ghonimah (berupa pahala) yang besar
- Sebagai ajang Berlomba-lomba dalam kebaikan
- Sehingga menyebabkan diangkatnya derajat dan dihapusnya kesalahan-kesalahan, ditambahkannya banyak kebaikan
Berbahagialah siapa saja yang meraih kebaikan-kebaikan di musim-musim taat ini.
Dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
Hari-hari itu akan berlalu begitu cepat. Hakikat umur seseorang adalah ketika digunakan untuk ketaatan kepada Allah Ta'ala, adapun selain daripada itu adalah kerugian baginya jika digunakan untuk hal-hal yang melalaikan.
Beberapa hari kedepan, kita akan menyambut bulan yang sangat agung, musim untuk meraih keuntungan akhirat yang sangat banyak
Bulan itu adalah Bulan Ramadhan, yang mana di dalamnya turun Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia kepada jalan hidayah.
Di Bulan Ramadhan, pahala amalan sholeh akan dilipat gandakan, diampuni dosa-dosa, dibuka pintu-pintu Surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka.
Dibukannya pintu surga, karena banyak amal sholeh yang dilakukan
Ditutupnya pintu neraka, karena sedikit yang bermaksiat dari orang-orang yang beriman.
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim ).
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Siapa yang umroh di Bulan Ramadhan, seperti pahala haji. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, seperti pahala berpuasa.
استقبال شهر رمضان
Ringkasan Kajian bersama Syaikh. Prof. Dr. Sami bin Muhammad Ash-Shuqoir Hafidzahullahu Ta'ala (Salah satu Ulama Saudi Arabia) di Masjid Nabawi, Kota Madinah Al-Munawwarah
Oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
Di antara rahmat dan hikmah Allah kepada hambanya, diberikannya musim-musim kebaikan dan keberkahan, tentunya diperuntukkan :
- Agar orang-orang taat meraih ghonimah (berupa pahala) yang besar
- Sebagai ajang Berlomba-lomba dalam kebaikan
- Sehingga menyebabkan diangkatnya derajat dan dihapusnya kesalahan-kesalahan, ditambahkannya banyak kebaikan
Berbahagialah siapa saja yang meraih kebaikan-kebaikan di musim-musim taat ini.
Dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
Hari-hari itu akan berlalu begitu cepat. Hakikat umur seseorang adalah ketika digunakan untuk ketaatan kepada Allah Ta'ala, adapun selain daripada itu adalah kerugian baginya jika digunakan untuk hal-hal yang melalaikan.
Beberapa hari kedepan, kita akan menyambut bulan yang sangat agung, musim untuk meraih keuntungan akhirat yang sangat banyak
Bulan itu adalah Bulan Ramadhan, yang mana di dalamnya turun Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia kepada jalan hidayah.
Di Bulan Ramadhan, pahala amalan sholeh akan dilipat gandakan, diampuni dosa-dosa, dibuka pintu-pintu Surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka.
Dibukannya pintu surga, karena banyak amal sholeh yang dilakukan
Ditutupnya pintu neraka, karena sedikit yang bermaksiat dari orang-orang yang beriman.
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim ).
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Siapa yang umroh di Bulan Ramadhan, seperti pahala haji. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, seperti pahala berpuasa.
Di antara amalan untuk menyambut bulan Ramadhan
1. Taubat dari berbagai macam kemaksiatan.
Taubat itu wajib untuk disegerkan di setiap waktu dan tempat, namun di musim-musim ketaatan (seperti menjelang bulan Ramadhan), maka lebih ditekankan lagi, karena seseorang bisa terhalang dari berbagai macam keutamaan dengan sebab dosa-dosanya
Allah Ta'ala berfirman :
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
"Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah" (Qs. An-Nisa' : 160)
2. Memperbanyak amal sholeh
Beberapa amal sholeh di bulan Ramadhan
✅Qiyamul Lail (Sholat Terawih)
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dianjurkan untuk melakukan secara berjamaah bersama imam hingga selesai, Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai).
✅Memperbanyak Baca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al-Baqoroh : 185)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅Memperbanyak untuk berderma, baik dengan harta, ilmu dan kedudukan yang dimilikinya
✅Memberi buka orang yang berpuasa
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)
✅Umroh
Umroh di bulan Ramadhan pahalanya semisal haji, bahkan haji bersama Nabi Muhammad salallahu alaihissalam.
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim)
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari).
Sama saja pahalanya, umroh di awal, tengah atau akhir Ramadhan. Jika ada yang meyakini ada keutamaan di hari tertentu maka ini tidak ada dasarnya.
✅I'tikaf di 10 hari akhir bulan Ramadhan,
Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
1. Taubat dari berbagai macam kemaksiatan.
Taubat itu wajib untuk disegerkan di setiap waktu dan tempat, namun di musim-musim ketaatan (seperti menjelang bulan Ramadhan), maka lebih ditekankan lagi, karena seseorang bisa terhalang dari berbagai macam keutamaan dengan sebab dosa-dosanya
Allah Ta'ala berfirman :
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
"Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah" (Qs. An-Nisa' : 160)
2. Memperbanyak amal sholeh
Beberapa amal sholeh di bulan Ramadhan
✅Qiyamul Lail (Sholat Terawih)
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dianjurkan untuk melakukan secara berjamaah bersama imam hingga selesai, Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai).
✅Memperbanyak Baca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al-Baqoroh : 185)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅Memperbanyak untuk berderma, baik dengan harta, ilmu dan kedudukan yang dimilikinya
✅Memberi buka orang yang berpuasa
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)
✅Umroh
Umroh di bulan Ramadhan pahalanya semisal haji, bahkan haji bersama Nabi Muhammad salallahu alaihissalam.
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim)
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari).
Sama saja pahalanya, umroh di awal, tengah atau akhir Ramadhan. Jika ada yang meyakini ada keutamaan di hari tertentu maka ini tidak ada dasarnya.
✅I'tikaf di 10 hari akhir bulan Ramadhan,
Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tujuan besar iktikaf ada dua :
🔸Pertama : Fokus untuk beribadah kepada Allah di masjid, meninggalkan perkara dunia sejenak
🔸Kedua : Agar mendapatkan melam lailatul qodr
🔶Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun islam, berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah dan Ijma.
Allah Ta'ala berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Puasa diwajibkan di tahun kedua setelah Nabi hijrah ke Madinah, dan Nabi menjalani puasa Ramadhan sebanyak 9 kali secara ijma'.
🔶Diwajibkan puasa di bulan Ramadhan ada dua tahapan :
- Pilihan, boleh puasa dan boleh tidak. Namun membayar fidyah, walaupun puasa lebih baik
Allah Ta'ala berfirman :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Qs. Al-Baqoroh : 184)
- Wajib puasa secara keseluruhan, tidak ada pilihan
Allah Ta'ala berfirman :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ
" Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu" (Qs. Al-Baqoroh : 185)
🔶Keutamaan puasa
✅Diwajibkan untuk semua umat Nabi sebelum Nabi Muhammad salallahu alaihissalam
✅Sebab meraih ketakwaan kepada Allah Ta'ala
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR. Bukhari)
✅Sebab diampuni dosa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
✅Pahalanya besar tanpa batas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅ Berkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar di atas taat, sabar untuk meninggalkan maksiat, sabar menerima taqdir Allah yaitu dengan tetap melaksanakan walau cuaca panas dan terdapat kesusahan dll.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Tujuan besar iktikaf ada dua :
🔸Pertama : Fokus untuk beribadah kepada Allah di masjid, meninggalkan perkara dunia sejenak
🔸Kedua : Agar mendapatkan melam lailatul qodr
🔶Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun islam, berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah dan Ijma.
Allah Ta'ala berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Puasa diwajibkan di tahun kedua setelah Nabi hijrah ke Madinah, dan Nabi menjalani puasa Ramadhan sebanyak 9 kali secara ijma'.
🔶Diwajibkan puasa di bulan Ramadhan ada dua tahapan :
- Pilihan, boleh puasa dan boleh tidak. Namun membayar fidyah, walaupun puasa lebih baik
Allah Ta'ala berfirman :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Qs. Al-Baqoroh : 184)
- Wajib puasa secara keseluruhan, tidak ada pilihan
Allah Ta'ala berfirman :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ
" Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu" (Qs. Al-Baqoroh : 185)
🔶Keutamaan puasa
✅Diwajibkan untuk semua umat Nabi sebelum Nabi Muhammad salallahu alaihissalam
✅Sebab meraih ketakwaan kepada Allah Ta'ala
Nabi Muhammad salallahu alaihissalam bersabda :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR. Bukhari)
✅Sebab diampuni dosa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
✅Pahalanya besar tanpa batas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
✅ Berkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar di atas taat, sabar untuk meninggalkan maksiat, sabar menerima taqdir Allah yaitu dengan tetap melaksanakan walau cuaca panas dan terdapat kesusahan dll.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)
✅ Puasa dapat memberi syafaat di hari kiamat
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad)
🔶Syarat Wajib Puasa ada 6 :
1. Islam
2. Baligh
Orang yang belum baligh ada dua keadaan,
🔸Pertama : Mumayyiz, yaitu yang sudah bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk, maka puasanya sah
🔸Kedua : Belum Mumayyiz, maka puasanya tidak sah, jika tetep puasa maka hanya sebagai latihan
3. Berakal
4. Mampu
Contoh yang tidak mampu puasa yaitu orang sakit, Sakit ada 3 macam keadaan :
🔸Pertama : Sakit ringan, semisal pusing ringan. Maka tetap wajib puasa
🔸Kedua : Sakitnya menyulitkan untuk berpuasa, walaupun tidak memudhorotkan. Maka dimakruhkan untuk puasa
🔸Ketiga : Puasa menyebabkan bertambah parah sakitnya, atau memperlambat kesembuhannya. Maka tidak boleh untuk puasa, bahkan haram hukumnya
Contoh lain adalah Syaikh Kabir (Orang Tua Renta), ada 4 keadaan :
🔸Pertama : Mampu untuk berpuasa, maka tetap wajib untuk berpuasa
🔸Kedua : Tidak mampu, dan masih normal ingatannya (tidak pikun), maka wajib bayar fidyah
🔸Ketiga : Pikun, tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidyah
🔸Keempat : Terkadang pikun, terkadang waras, maka wajib puasa ketika ingat, dan tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidayah ketika datang pikunnya.
5. Mukim, bukan Musafir
Musafir ada beberapa keadaan,
🔸Pertama : Mengalami kesulitan berat ketika diperjalanan, wajib untuk berbuka puasa
🔸Kedua : Kesulitan tidak terlalu berat namun tetap mengalami kesulitan, tetap dianjurkan berbuka, makruh untuk berpuasa
🔸Ketiga : Kesulitannya ringan, atau imbang dengan kemudahan, maka sebagian para ulama mengatakan disunnahkan tetap berbuka untuk mengambil rukhsoh keringanan, sebagian ulama lain menganjurkan untuk tetap berpuasa dan ini yang rojih, karena beberapa sebab :
- Hal ini dilakukan oleh Nabi
- Berpuasa di waktu yang mulia (di bulan Ramadan)
- Segera menuntaskan kewajiban (yaitu puasa Ramadhan)
- Lebih semangat dan lebih mudah, karena semua kaum muslimin berpuasa, jadi terasa ringan. Berbeda jika puasa sendiri dengan qodho, maka akan terasa berat.
6. Bersih dari Haid dan Nifas
🔶Pembatal Puasa ada 7:
1. Makan dan Minum
2. Apa saja yang menyerupai makan dan minum, semisal infus pengganti makan dan minum dll
3. Jima' siang hari bulan Ramadhan
Ada 5 hal yang berkaitan dengan ini,
A. Berdosa
B. Puasanya batal
C. Wajib menahan Pembatal puasa lainnya sampai magrib
D. Wajib Qodho' di hari lain
E. Wajib Kaffaroh
Kaffaroh jima ditunaikan secara urut, tidak bisa berpindah ke yang lain, kecuali tidak mampu, di antaranya
✅Membebaskan Budak (zaman sekarang tidak ada, maka boleh berpindah ke kafarot nomer 2)
✅Puasa selama dua bulan secara berturut-turut (Tidak boleh berpindah ke No 3, jika mampu melakukannya)
Puasa dilakukan secara urut, jika tidak maka di ulang dari awal, ada tiga hal yang tidak membatalkan urutan
- Jika bertabrakan dengan puasa wajib (bulan Ramadhan), misal seorang mulai puasa kafarot bulan Sya'ban, ketika masuk bulan Ramadhan maka wajib puasa Ramadhan, dan kafarot boleh di lanjutkan di bulan Syawal, jadi tidak terputus.
- Jika bertabrakan dengan hari wajib berbuka, haram berpuasa semisal hari raya dll
- Jika ada udzur syar'i, semisal sakit, safar dll
✅Memberi makan 60 orang miskin
4. Onani
5. Muntah dengan sengaja
6. Bekam, begitu juga dengan donor darah
✅ Puasa dapat memberi syafaat di hari kiamat
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad)
🔶Syarat Wajib Puasa ada 6 :
1. Islam
2. Baligh
Orang yang belum baligh ada dua keadaan,
🔸Pertama : Mumayyiz, yaitu yang sudah bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk, maka puasanya sah
🔸Kedua : Belum Mumayyiz, maka puasanya tidak sah, jika tetep puasa maka hanya sebagai latihan
3. Berakal
4. Mampu
Contoh yang tidak mampu puasa yaitu orang sakit, Sakit ada 3 macam keadaan :
🔸Pertama : Sakit ringan, semisal pusing ringan. Maka tetap wajib puasa
🔸Kedua : Sakitnya menyulitkan untuk berpuasa, walaupun tidak memudhorotkan. Maka dimakruhkan untuk puasa
🔸Ketiga : Puasa menyebabkan bertambah parah sakitnya, atau memperlambat kesembuhannya. Maka tidak boleh untuk puasa, bahkan haram hukumnya
Contoh lain adalah Syaikh Kabir (Orang Tua Renta), ada 4 keadaan :
🔸Pertama : Mampu untuk berpuasa, maka tetap wajib untuk berpuasa
🔸Kedua : Tidak mampu, dan masih normal ingatannya (tidak pikun), maka wajib bayar fidyah
🔸Ketiga : Pikun, tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidyah
🔸Keempat : Terkadang pikun, terkadang waras, maka wajib puasa ketika ingat, dan tidak wajib puasa dan tidak wajib bayar fidayah ketika datang pikunnya.
5. Mukim, bukan Musafir
Musafir ada beberapa keadaan,
🔸Pertama : Mengalami kesulitan berat ketika diperjalanan, wajib untuk berbuka puasa
🔸Kedua : Kesulitan tidak terlalu berat namun tetap mengalami kesulitan, tetap dianjurkan berbuka, makruh untuk berpuasa
🔸Ketiga : Kesulitannya ringan, atau imbang dengan kemudahan, maka sebagian para ulama mengatakan disunnahkan tetap berbuka untuk mengambil rukhsoh keringanan, sebagian ulama lain menganjurkan untuk tetap berpuasa dan ini yang rojih, karena beberapa sebab :
- Hal ini dilakukan oleh Nabi
- Berpuasa di waktu yang mulia (di bulan Ramadan)
- Segera menuntaskan kewajiban (yaitu puasa Ramadhan)
- Lebih semangat dan lebih mudah, karena semua kaum muslimin berpuasa, jadi terasa ringan. Berbeda jika puasa sendiri dengan qodho, maka akan terasa berat.
6. Bersih dari Haid dan Nifas
🔶Pembatal Puasa ada 7:
1. Makan dan Minum
2. Apa saja yang menyerupai makan dan minum, semisal infus pengganti makan dan minum dll
3. Jima' siang hari bulan Ramadhan
Ada 5 hal yang berkaitan dengan ini,
A. Berdosa
B. Puasanya batal
C. Wajib menahan Pembatal puasa lainnya sampai magrib
D. Wajib Qodho' di hari lain
E. Wajib Kaffaroh
Kaffaroh jima ditunaikan secara urut, tidak bisa berpindah ke yang lain, kecuali tidak mampu, di antaranya
✅Membebaskan Budak (zaman sekarang tidak ada, maka boleh berpindah ke kafarot nomer 2)
✅Puasa selama dua bulan secara berturut-turut (Tidak boleh berpindah ke No 3, jika mampu melakukannya)
Puasa dilakukan secara urut, jika tidak maka di ulang dari awal, ada tiga hal yang tidak membatalkan urutan
- Jika bertabrakan dengan puasa wajib (bulan Ramadhan), misal seorang mulai puasa kafarot bulan Sya'ban, ketika masuk bulan Ramadhan maka wajib puasa Ramadhan, dan kafarot boleh di lanjutkan di bulan Syawal, jadi tidak terputus.
- Jika bertabrakan dengan hari wajib berbuka, haram berpuasa semisal hari raya dll
- Jika ada udzur syar'i, semisal sakit, safar dll
✅Memberi makan 60 orang miskin
4. Onani
5. Muntah dengan sengaja
6. Bekam, begitu juga dengan donor darah
7. Keluar darah haid atau nifas
Pembatal puasa dari nomer 1-6 dikatakan batal pada seseorang jika terpenuhi salah satu dari tiga syarat :
1. Mengetahui ilmunya
Jika seorang onani, namun dia belum tau ilmunya jika itu merupakan Pembatal puasa, maka puasanya tidak batal. Jika sudah tahu, namun melakukan, maka puasanya batal
2. Dalam keadaan ingat
Jika seorang lupa makan di siang hari bulan Ramadhan, maka puasanya sah. Ketika di pertengahan makan dia ingat maka tidak boleh diteruskan, wajib diludahkan makanan yang berada di mulutnya.
Wajib bagi yang melihat orang lupa melakukan Pembatal puasa di siang hari bulan Ramadhan untuk mengingatkannya.
3. Melakukan karena pilihannya, bukan paksaan
Hanya ini ringkasan Kajian beliau selama 50 menit, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan
Mohon maaf jika ada kesalahan
Barokallah fikum wa Jazakumullah khoiron
Kota Madinah, 26 Sya'ban 1443 H
Pembatal puasa dari nomer 1-6 dikatakan batal pada seseorang jika terpenuhi salah satu dari tiga syarat :
1. Mengetahui ilmunya
Jika seorang onani, namun dia belum tau ilmunya jika itu merupakan Pembatal puasa, maka puasanya tidak batal. Jika sudah tahu, namun melakukan, maka puasanya batal
2. Dalam keadaan ingat
Jika seorang lupa makan di siang hari bulan Ramadhan, maka puasanya sah. Ketika di pertengahan makan dia ingat maka tidak boleh diteruskan, wajib diludahkan makanan yang berada di mulutnya.
Wajib bagi yang melihat orang lupa melakukan Pembatal puasa di siang hari bulan Ramadhan untuk mengingatkannya.
3. Melakukan karena pilihannya, bukan paksaan
Hanya ini ringkasan Kajian beliau selama 50 menit, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan
Mohon maaf jika ada kesalahan
Barokallah fikum wa Jazakumullah khoiron
Kota Madinah, 26 Sya'ban 1443 H
*NASIHAT TENTANG KEMATIAN*
Bahkan kematian merupakan siksaan yang terakhir yang dia derita dalam seluruh kehidupannya.
Adapun orang kafir, maka tercabutnya nyawa, adalah merupakan awal malapetaka untuknya. Yang terjadi setelahnya adalah amat sangat lebih berat.
Manusia yang paling cerdas, orang yang paling pintar adalah yang selalu mengingat-ingat saat (kematian) itu, yang pasti terjadi, bahwa maut itu memiliki sakarat.
Saat-saat kematian bagi setiap hamba ALlah adalah saat di mana dibeberkan hasil akhir. Maka seorang mukmin diberi kabar gembira dengan surga. Sedang orang kafir diberi kabar buruk tentang neraka.
Allah berfirman:
اِنَّ الَّذِيۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوۡا وَلَا تَحۡزَنُوۡا وَاَبۡشِرُوۡا بِالۡجَـنَّةِ الَّتِىۡ كُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
*_Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu._* (QS. Fussilat:30)
نَحۡنُ اَوۡلِيٰٓـؤُکُمۡ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَفِى الۡاٰخِرَةِ ۚ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَشۡتَهِىۡۤ اَنۡفُسُكُمۡ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَدَّعُوۡنَ
*_Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta._* (QS. Fussilat:31)
نُزُلًا مِّنۡ غَفُوۡرٍ رَّحِيۡمٍ
*_Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang._*
Adapun orang kafir, dia akan menerima tamparan demi tamparan ketika kematian. Allah berfirman:
فَكَيۡفَ اِذَا تَوَفَّتۡهُمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡ
*_Maka bagaimana (nasib mereka) apa-bila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?_* (QS. Muhammad:27)
Bahkan kematian merupakan siksaan yang terakhir yang dia derita dalam seluruh kehidupannya.
Adapun orang kafir, maka tercabutnya nyawa, adalah merupakan awal malapetaka untuknya. Yang terjadi setelahnya adalah amat sangat lebih berat.
Manusia yang paling cerdas, orang yang paling pintar adalah yang selalu mengingat-ingat saat (kematian) itu, yang pasti terjadi, bahwa maut itu memiliki sakarat.
Saat-saat kematian bagi setiap hamba ALlah adalah saat di mana dibeberkan hasil akhir. Maka seorang mukmin diberi kabar gembira dengan surga. Sedang orang kafir diberi kabar buruk tentang neraka.
Allah berfirman:
اِنَّ الَّذِيۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوۡا وَلَا تَحۡزَنُوۡا وَاَبۡشِرُوۡا بِالۡجَـنَّةِ الَّتِىۡ كُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
*_Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu._* (QS. Fussilat:30)
نَحۡنُ اَوۡلِيٰٓـؤُکُمۡ فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَفِى الۡاٰخِرَةِ ۚ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَشۡتَهِىۡۤ اَنۡفُسُكُمۡ وَلَـكُمۡ فِيۡهَا مَا تَدَّعُوۡنَ
*_Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta._* (QS. Fussilat:31)
نُزُلًا مِّنۡ غَفُوۡرٍ رَّحِيۡمٍ
*_Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang._*
Adapun orang kafir, dia akan menerima tamparan demi tamparan ketika kematian. Allah berfirman:
فَكَيۡفَ اِذَا تَوَفَّتۡهُمُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡ
*_Maka bagaimana (nasib mereka) apa-bila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?_* (QS. Muhammad:27)
*Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh*
Bismillah - menginformasikan, ada beras sehat, alami. Cocok buat bapak/ibu yang selama ini ada masalah dengan kesehatan.
Beras Segar, Sehat dan Bersertifikasi Halal.
Kelebihan dan manfaat:
1) Tanpa Pengawet
2) Tanpa Pemutih
3) Tanpa Pewangi kimia
Diawasi langsung oleh ahli dari IPB jurusan Biotehno pemulihan pangan.
Yuk, konsumsi beras sehat, agar tubuh sehat, ibadahpun kuat, apalagi ini akan masuk bulan Ramadhan 1443H.
Harga Retail: Rp.65.000/5 kg
Pilihan tepat keluarga sehat dan generasi kuat. InsyaAllah kalau sudah ngerasain, akan pesen lagi.
Ada beberapa testimoni yang datang, mengatakan, setelah makan beras ini, kesemutan dan bengkak di kakinya tidak terjadi lagi.
Mau pesan berapa pack pak?
Bismillah - menginformasikan, ada beras sehat, alami. Cocok buat bapak/ibu yang selama ini ada masalah dengan kesehatan.
Beras Segar, Sehat dan Bersertifikasi Halal.
Kelebihan dan manfaat:
1) Tanpa Pengawet
2) Tanpa Pemutih
3) Tanpa Pewangi kimia
Diawasi langsung oleh ahli dari IPB jurusan Biotehno pemulihan pangan.
Yuk, konsumsi beras sehat, agar tubuh sehat, ibadahpun kuat, apalagi ini akan masuk bulan Ramadhan 1443H.
Harga Retail: Rp.65.000/5 kg
Pilihan tepat keluarga sehat dan generasi kuat. InsyaAllah kalau sudah ngerasain, akan pesen lagi.
Ada beberapa testimoni yang datang, mengatakan, setelah makan beras ini, kesemutan dan bengkak di kakinya tidak terjadi lagi.
Mau pesan berapa pack pak?
*Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh*
Kami dari *DENIAS FOOD INDONESIA* menyediakan bumbu ala timur tengah yang sudah halal MUI dan PIRT dan juga catering yang sudah bersertifikat halal MUI jadi Insya Allah semua dijamin halal dan higienis.
Diantara produk kami yaitu :
1) Nasi ala timur tengah kemasan personal, nampan dan bucket seperti nasi kebuli, biryani, mandhi dan kabsah serta berbagai menu catering sesuai kebutuhan.
2) Bumbu instan kebuli, biryani, mandhi dan kabsah
3) Kebab frozen
4) Samosa
5) Bumbu nasi goreng kebuli
6) Beras basmati
7) Tepung fried chicken
8) Dan lain-lain
Kami juga menyediakan paket hemat untuk kegiatan nasi jumat dan siap untuk menyalurkannya. Untuk info dan pemesanan silakan hubungi : wa.me/62895386894755
https://www.bukalapak.com/p/food/bumbu/bumbu-instan/4gv53rg-jual-bumbu-instan-nasi-kebuli-nasi-kabsah-nasi-mandhi-dan-nasi-biryani
Kami dari *DENIAS FOOD INDONESIA* menyediakan bumbu ala timur tengah yang sudah halal MUI dan PIRT dan juga catering yang sudah bersertifikat halal MUI jadi Insya Allah semua dijamin halal dan higienis.
Diantara produk kami yaitu :
1) Nasi ala timur tengah kemasan personal, nampan dan bucket seperti nasi kebuli, biryani, mandhi dan kabsah serta berbagai menu catering sesuai kebutuhan.
2) Bumbu instan kebuli, biryani, mandhi dan kabsah
3) Kebab frozen
4) Samosa
5) Bumbu nasi goreng kebuli
6) Beras basmati
7) Tepung fried chicken
8) Dan lain-lain
Kami juga menyediakan paket hemat untuk kegiatan nasi jumat dan siap untuk menyalurkannya. Untuk info dan pemesanan silakan hubungi : wa.me/62895386894755
https://www.bukalapak.com/p/food/bumbu/bumbu-instan/4gv53rg-jual-bumbu-instan-nasi-kebuli-nasi-kabsah-nasi-mandhi-dan-nasi-biryani
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*HATI YANG MENGKHIANATI PEMILIKNYA*
Dikisahkan oleh Syech Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al Badr. Beliau mendengar sebuah kisah indah tentang seorang lansia yang shalih. Ia selalu menyibukkan diri dengan ketaatan dan ibadah dan hatinya selalu merindukan azan.
Salah satu anaknya bercerita bahwa sebelum meninggal, ayahnya mengalami koma selama beberapa bulan.
Anaknya berkisah:
*_Suatu hari aku pergi ke rumah sakit untuk menjenguk dan menunggui ayahku. Dokter berkata kepadanya,"Hari ini kesadaran ayahmu sedikit membaik, mungkin kamu bisa mengajaknya berbicara". Ia berkata,"Akupun segera menemui beliau dalam keadaan senang. Karena sudah 3 bulan atau lebih beliau dalam kondisi koma._*
Akupun mencoba menyapa ayahku. Dengan sedikit tersadar beliau berkata,"Apakah sudah azan? Lalu beliau kembali koma sampai meninggal dunia".
Tiga bulan lamanya dalam kondisi koma, ketika sadar, ayahnya ini berkata *Apakah sudah azan?*. Hanya itu yang ada dalam hatinya.
Jika hati seseorang sibuk dengan hal yang sia-sia atau kebathilan, itulah yang akan terucap nanti pada masa-masa kritis.
Jika hati seseorang sibuk dengan zikir dan ketaatan kepada Allah, itulah yang akan terucapa nanti pada masa kritis.
Inilah makna dari perkataan Ibnul Qoyyim:
*_Hati ini akan mengkhianati pemiliknya di saat kritis, terutama di saat sakratulmaut._*
Dikisahkan oleh Syech Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al Badr. Beliau mendengar sebuah kisah indah tentang seorang lansia yang shalih. Ia selalu menyibukkan diri dengan ketaatan dan ibadah dan hatinya selalu merindukan azan.
Salah satu anaknya bercerita bahwa sebelum meninggal, ayahnya mengalami koma selama beberapa bulan.
Anaknya berkisah:
*_Suatu hari aku pergi ke rumah sakit untuk menjenguk dan menunggui ayahku. Dokter berkata kepadanya,"Hari ini kesadaran ayahmu sedikit membaik, mungkin kamu bisa mengajaknya berbicara". Ia berkata,"Akupun segera menemui beliau dalam keadaan senang. Karena sudah 3 bulan atau lebih beliau dalam kondisi koma._*
Akupun mencoba menyapa ayahku. Dengan sedikit tersadar beliau berkata,"Apakah sudah azan? Lalu beliau kembali koma sampai meninggal dunia".
Tiga bulan lamanya dalam kondisi koma, ketika sadar, ayahnya ini berkata *Apakah sudah azan?*. Hanya itu yang ada dalam hatinya.
Jika hati seseorang sibuk dengan hal yang sia-sia atau kebathilan, itulah yang akan terucap nanti pada masa-masa kritis.
Jika hati seseorang sibuk dengan zikir dan ketaatan kepada Allah, itulah yang akan terucapa nanti pada masa kritis.
Inilah makna dari perkataan Ibnul Qoyyim:
*_Hati ini akan mengkhianati pemiliknya di saat kritis, terutama di saat sakratulmaut._*
*BERLINDUNG DARI FITNAH KEMATIAN DAN FITNAH DAJJAL*
Sebagian ulama berpendapat bahwa salah satu wajib sholat adalah memohon perlindungan dari 4 hal:
1) Neraka
2) Azab kubur
3) Fitnah hidup dan mati
4) Fitnah Dajjal
dibaca setelah tasyahud dan sebelum salam. Ada yang berpendapat doa ini wajib dibaca dan ada juga yang berpendapat dianjurkan, baik dalam sholat wajib maupun sholat sunnah.
Doa ini menggandengkan antara dua fitnah, yang apabila menjerat seseorang, ia tidak akan bisa selamat, Subhaanallah.
Fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal. Godaan yang menjerat manusia sebelum kematian. Terjerumus dalam dosa lalu meninggal. والعياذ باالله (Hanya kepada Allah kita berlindung).
Sama persis dengan fitnah dajjal, siapa yang terjerat godaannya tidak akan selamat. Ibnul Qoyyim menyebutkan bahwa dua fitnah ini adalah fitnah terbesar, yaitu fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal.
Adapun fitnah kehidupan, urusannya lebih mudah. Kita masih bisa bertaubat dan kembali kepada Allah. Betapa banyak orang yang terjerat fitnah semasa hidup, lalu mendapat hidayah dan bertaubat. Tapi siapa yang terjerat fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal, ia tidak akan bisa lepas darinya.
نسأل الله العافية والسلامة
Sebagian ulama berpendapat bahwa salah satu wajib sholat adalah memohon perlindungan dari 4 hal:
1) Neraka
2) Azab kubur
3) Fitnah hidup dan mati
4) Fitnah Dajjal
dibaca setelah tasyahud dan sebelum salam. Ada yang berpendapat doa ini wajib dibaca dan ada juga yang berpendapat dianjurkan, baik dalam sholat wajib maupun sholat sunnah.
Doa ini menggandengkan antara dua fitnah, yang apabila menjerat seseorang, ia tidak akan bisa selamat, Subhaanallah.
Fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal. Godaan yang menjerat manusia sebelum kematian. Terjerumus dalam dosa lalu meninggal. والعياذ باالله (Hanya kepada Allah kita berlindung).
Sama persis dengan fitnah dajjal, siapa yang terjerat godaannya tidak akan selamat. Ibnul Qoyyim menyebutkan bahwa dua fitnah ini adalah fitnah terbesar, yaitu fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal.
Adapun fitnah kehidupan, urusannya lebih mudah. Kita masih bisa bertaubat dan kembali kepada Allah. Betapa banyak orang yang terjerat fitnah semasa hidup, lalu mendapat hidayah dan bertaubat. Tapi siapa yang terjerat fitnah menjelang kematian dan fitnah dajjal, ia tidak akan bisa lepas darinya.
نسأل الله العافية والسلامة
*KISAH NYATA ISTRI YANG LUAR BIASA*
Ummu Suhaib, seorang wanita yang berasal dari Kuwait. Beliau dinikahi oleh seorang yang luar biasa, yaitu Abdurrahman bin Sumaith Rahimahullahu Ta'ala setelah beliau menyelesaikan studinya di Universitas Bagdad, Irak (S1) dan Universitas Liverpool, Inggris (S2).
Suaminya melanjutkan studi S3 di Kanada, mereka berdua hidup dalam kesederhanaan, mereka aktif dalam amal-amal sosial untuk membantu kaum muslimin di berbagai tempat.
Sebenarnya Ummu Suhaib bukan orang yang miskin, beliau adalah orang yang kaya, mendapatkan warisan dari orang tuanya sangat banyak sekali, namun beliau infakkan seluruh harta itu untuk amal-amal sosial kebaikan.
Selama 5 tahun hidup di Kanada mereka hanya memiliki dua helai baju saja, satu untuk di pakai, satu lagi dicuci. Padahal kalau seandainya mereka mau, mereka bisa membeli ratusan baju, namun itu tidak mereka lakukan karena mereka sangat faham bahwa itu hanya kehidupan dunia yang sementara.
Begitu juga suaminya, profesi sebagai dokter sangat menjanjikan, banyak tawaran dari rumah sakit besar, namun beliau menolaknya.
Mereka sering ke Negri Afrika hingga menetap disana untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial, membangun proyek-proyek dakwah disana, Ketika itu mereka di Pedalaman Afrika, tidak ada lampu, di kelilingi oleh hutan belantara.
Sambil menatap bintang di langit, Ummu Suhaib bertanya kepada suaminya : - Suaminya mengira Ummu Suhaib mau minta pulang ke Kuwait - namun sangkaan beliau keliru. Ummu Suhaib bertanya:
*_Wahai Suamiku, Kalau Allah mengampuni dosa-dosa kita dan kita masuk surga, apakah nanti kita bisa bahagia seperti saat ini yang kita rasakan?_*
Subhanallah, tidak ada keluh kesah sama sekali, padahal jika mereka mau hidup mewah di negara-negara maju sangat bisa, namun mereka memilih hidup di Afrika untuk berdakwah di Jalan Allah Ta'ala. Dan mereka sangat behagia dengan hal itu.
Kebahagian yang hakiki, tidaklah itu dirasakan kecuali orang-orang yang memiliki iman yang luar biasa kepada Allah.
Dari mereka berdua lahir anak-anak yang shalih, yang taat kepada Allah Ta'ala.
Suatu ketika, suaminya mendapatkan hadiah dari Kerjaan Arab Saudi (Malik Faishol), hadiah tersebut karena beliau telah berjasa terhadap Islam, dan itu agenda rutin kerajaan Saudi Arabia.
Hadiahnya sekitar, satu juta riyal. 4 Milyar rupiah, namun beliau dan keluarganya berazam, untuk tidak mengambil seperserpun untuk keluarganya, semua diinfakkan di jalan Allah Ta'ala.
Selama puluhan tahun hidup di Afrika, dengan izin Allah, yang masuk Islam melalui wasilah beliau sebanyak 10 juta orang, mendirikan 1200 Masjid, mengebor 2750 Sumur, merawat 9000 anak yatim.
Wallahi, beliau meninggalkan kenikmatan dunia, untuk kenikmatan yang kekal abadi di Akhirat.
Ungkapan yang sangat layak untuk mereka :
وراء رجل عظيم امرءة عظيمة
Di balik laki-laki yang sukses, ada wanita berjiwa besar (yang membantunya).
Ummu Suhaib sosok wanita yang sangat langka di zaman milenial ini.
Semoga Allah merahmati mereka semua dan memasukkan mereka di Surga Allah Ta'ala.
(Diringkas dari Buku "Fi Sihbah Ash-Shumaith" oleh Dr. Fahd bin Abdul Aziz)
✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
Kota Madinah, 24 Sya'ban 1443 H
Ummu Suhaib, seorang wanita yang berasal dari Kuwait. Beliau dinikahi oleh seorang yang luar biasa, yaitu Abdurrahman bin Sumaith Rahimahullahu Ta'ala setelah beliau menyelesaikan studinya di Universitas Bagdad, Irak (S1) dan Universitas Liverpool, Inggris (S2).
Suaminya melanjutkan studi S3 di Kanada, mereka berdua hidup dalam kesederhanaan, mereka aktif dalam amal-amal sosial untuk membantu kaum muslimin di berbagai tempat.
Sebenarnya Ummu Suhaib bukan orang yang miskin, beliau adalah orang yang kaya, mendapatkan warisan dari orang tuanya sangat banyak sekali, namun beliau infakkan seluruh harta itu untuk amal-amal sosial kebaikan.
Selama 5 tahun hidup di Kanada mereka hanya memiliki dua helai baju saja, satu untuk di pakai, satu lagi dicuci. Padahal kalau seandainya mereka mau, mereka bisa membeli ratusan baju, namun itu tidak mereka lakukan karena mereka sangat faham bahwa itu hanya kehidupan dunia yang sementara.
Begitu juga suaminya, profesi sebagai dokter sangat menjanjikan, banyak tawaran dari rumah sakit besar, namun beliau menolaknya.
Mereka sering ke Negri Afrika hingga menetap disana untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial, membangun proyek-proyek dakwah disana, Ketika itu mereka di Pedalaman Afrika, tidak ada lampu, di kelilingi oleh hutan belantara.
Sambil menatap bintang di langit, Ummu Suhaib bertanya kepada suaminya : - Suaminya mengira Ummu Suhaib mau minta pulang ke Kuwait - namun sangkaan beliau keliru. Ummu Suhaib bertanya:
*_Wahai Suamiku, Kalau Allah mengampuni dosa-dosa kita dan kita masuk surga, apakah nanti kita bisa bahagia seperti saat ini yang kita rasakan?_*
Subhanallah, tidak ada keluh kesah sama sekali, padahal jika mereka mau hidup mewah di negara-negara maju sangat bisa, namun mereka memilih hidup di Afrika untuk berdakwah di Jalan Allah Ta'ala. Dan mereka sangat behagia dengan hal itu.
Kebahagian yang hakiki, tidaklah itu dirasakan kecuali orang-orang yang memiliki iman yang luar biasa kepada Allah.
Dari mereka berdua lahir anak-anak yang shalih, yang taat kepada Allah Ta'ala.
Suatu ketika, suaminya mendapatkan hadiah dari Kerjaan Arab Saudi (Malik Faishol), hadiah tersebut karena beliau telah berjasa terhadap Islam, dan itu agenda rutin kerajaan Saudi Arabia.
Hadiahnya sekitar, satu juta riyal. 4 Milyar rupiah, namun beliau dan keluarganya berazam, untuk tidak mengambil seperserpun untuk keluarganya, semua diinfakkan di jalan Allah Ta'ala.
Selama puluhan tahun hidup di Afrika, dengan izin Allah, yang masuk Islam melalui wasilah beliau sebanyak 10 juta orang, mendirikan 1200 Masjid, mengebor 2750 Sumur, merawat 9000 anak yatim.
Wallahi, beliau meninggalkan kenikmatan dunia, untuk kenikmatan yang kekal abadi di Akhirat.
Ungkapan yang sangat layak untuk mereka :
وراء رجل عظيم امرءة عظيمة
Di balik laki-laki yang sukses, ada wanita berjiwa besar (yang membantunya).
Ummu Suhaib sosok wanita yang sangat langka di zaman milenial ini.
Semoga Allah merahmati mereka semua dan memasukkan mereka di Surga Allah Ta'ala.
(Diringkas dari Buku "Fi Sihbah Ash-Shumaith" oleh Dr. Fahd bin Abdul Aziz)
✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
Kota Madinah, 24 Sya'ban 1443 H
Nabi bersabda:
إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي
كتاب الله و سنتي
*_Aku tinggalkan sesuatu, apabila kalian berpegang teguh padanya, pasti kalian tak akan tersesat, Al Quran dan sunnahku. (HR. Tirmidzi no.3788)
Kita memiliki Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Kika kita berpegang teguh dengan keduanya, maka serangan orang-orang yang menginginkan keburukan pada kita tidak akan berhasil. Namun apabila takdir ALlah menetapkan genggaramn kita lepas dari keduanya pasti kita menjadi orang pertama yang binasa.
Nabi bersabda:
إنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنت الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار
*_Kalian yang masih hidup setelah matiku akan melihat banyak perselisihan. Maka pegang erat-erat sunnahku dan sunnah Khulafa'ar Rasyidin al Mahdiyyin sepeninggalku._* Pegang erat-erat dan gigit dengan gigi geraham kalian. Lalu jauhilah ibadah-ibadah baru dalam agama, karena setiap ibadah baru dinamakan bid'ah dan setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Alhamdulillah, kita (umat Islam) di atas jalan yang jelas dan aman,yang ditinggalkan Rasulullah Saw untuk kita.
Orang-orang yang ingin menimpakan kecelakaan pada kita tidak akan berhasil selama kita berpegang teguh dengan prinsip ini.
*_Inilah (Islam) jalanKu yang lurus, tempuhlah jalan (Islam) ini. Jangan tempuh jalan lain yang membuat kalian terpencar dari jalanNya. Itulah wasiat Allah, semoga kalian bertaqwa._* (QS. al An'am:153)
Masalah ini penting, tidak ragu lagi, kita memang diserang dari berbagai penjuru. Tapi kita memiliki tameng yang melindungi kita apabila kita pegang tameng itu era-erat.
Kita juga memiliki senjata ampuh yaitu al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي
كتاب الله و سنتي
*_Aku tinggalkan sesuatu, apabila kalian berpegang teguh padanya, pasti kalian tak akan tersesat, Al Quran dan sunnahku. (HR. Tirmidzi no.3788)
Kita memiliki Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Kika kita berpegang teguh dengan keduanya, maka serangan orang-orang yang menginginkan keburukan pada kita tidak akan berhasil. Namun apabila takdir ALlah menetapkan genggaramn kita lepas dari keduanya pasti kita menjadi orang pertama yang binasa.
Nabi bersabda:
إنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي و سنت الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها و عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار
*_Kalian yang masih hidup setelah matiku akan melihat banyak perselisihan. Maka pegang erat-erat sunnahku dan sunnah Khulafa'ar Rasyidin al Mahdiyyin sepeninggalku._* Pegang erat-erat dan gigit dengan gigi geraham kalian. Lalu jauhilah ibadah-ibadah baru dalam agama, karena setiap ibadah baru dinamakan bid'ah dan setiap bid'ah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Alhamdulillah, kita (umat Islam) di atas jalan yang jelas dan aman,yang ditinggalkan Rasulullah Saw untuk kita.
Orang-orang yang ingin menimpakan kecelakaan pada kita tidak akan berhasil selama kita berpegang teguh dengan prinsip ini.
*_Inilah (Islam) jalanKu yang lurus, tempuhlah jalan (Islam) ini. Jangan tempuh jalan lain yang membuat kalian terpencar dari jalanNya. Itulah wasiat Allah, semoga kalian bertaqwa._* (QS. al An'am:153)
Masalah ini penting, tidak ragu lagi, kita memang diserang dari berbagai penjuru. Tapi kita memiliki tameng yang melindungi kita apabila kita pegang tameng itu era-erat.
Kita juga memiliki senjata ampuh yaitu al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.
*DUA REZEKI YANG PALING BERHARGA*
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini, yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dengan iman, cinta dan sangkaan baik kepadaNya Subhaanahu wa Ta'alaa, karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepadaNya, yang juga termasuk amalan-amalan hati, yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman, dan sangkaan baik kepadaNya Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, sungguh dia adalah orang yang berbahagia, karena tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman, melainkan dia selalu berbaik sangka kepadaNya Subhaanahu wa Ta 'alaa.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba dua perkara yang tidak terpisahkan ini, Iman dan sangkaan baik kepadaNya Jalla wa 'Alaa.
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain. Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas'ud, semoga Allah meridhoinya, pernah mengatakan:
*_Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik daripada sangkaan baik kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada ALlah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan kabulkan baginya sangkaannya itu._*
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini, yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dengan iman, cinta dan sangkaan baik kepadaNya Subhaanahu wa Ta'alaa, karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepadaNya, yang juga termasuk amalan-amalan hati, yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman, dan sangkaan baik kepadaNya Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, sungguh dia adalah orang yang berbahagia, karena tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman, melainkan dia selalu berbaik sangka kepadaNya Subhaanahu wa Ta 'alaa.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba dua perkara yang tidak terpisahkan ini, Iman dan sangkaan baik kepadaNya Jalla wa 'Alaa.
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain. Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas'ud, semoga Allah meridhoinya, pernah mengatakan:
*_Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik daripada sangkaan baik kepada Allah 'Azza wa Jalla, dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada ALlah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan kabulkan baginya sangkaannya itu._*
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*FADHILAH BERTEMU RAMADHAN*
SUngguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أي أمرهماأعجب إليكم؟ فقالوا يا رسول الله كان الأول أكثراجتهاد، وغزا في سبيل الله فاستشهد وأذن للثاني قبله. فقال صلى الله عليه و سلم ألم يعش بعده سنة وأدرك رمضان فصامه وسجد لله كذا وكذا سجدة في السنة؟
قالوا بلى يا سول الله، قال فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kalian. Puasakan pencernaan kalian dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kalian dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kalian dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kalian dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حجة في أن يدع طعامه وشرابه
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
ربّ صاءمٍ حظه من صيامه الجوع والعطش
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يوم صيام أحدكم فلا يرفث ولا يصخب
فإن شاتمه أحد أو قا تله فآليقل إني صاءم إني صاءم
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
SUngguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أي أمرهماأعجب إليكم؟ فقالوا يا رسول الله كان الأول أكثراجتهاد، وغزا في سبيل الله فاستشهد وأذن للثاني قبله. فقال صلى الله عليه و سلم ألم يعش بعده سنة وأدرك رمضان فصامه وسجد لله كذا وكذا سجدة في السنة؟
قالوا بلى يا سول الله، قال فما بينهما أبعد مما بين السماء والأرض
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kalian. Puasakan pencernaan kalian dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kalian dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kalian dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kalian dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حجة في أن يدع طعامه وشرابه
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
ربّ صاءمٍ حظه من صيامه الجوع والعطش
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يوم صيام أحدكم فلا يرفث ولا يصخب
فإن شاتمه أحد أو قا تله فآليقل إني صاءم إني صاءم
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)