BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*HABISKAN LELAHMU DI DUNIA*


*_Dulu, sebagian salaf (pendahulu) kita yang shalih, banyak beribadah dan banyak beramal, seperti sholat, puasa, haji atau selainnya. Sampai-sampai sebagian sahabatnya berkata,"Sungguh, engkau telah membuat dirimu lelah". Ia pun menjawab,"Bahkan aku ingin membuatnya nyaman (di hari esok)"._*

Seorang mukmin apabila ia sungguh-sungguh beramal pada hari ini, sebenarnya ia sedang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kenyamanan jiwanya, agar selamat dari adzab Allah, agar ia bisa meraih kenikmatan abadi pada hari kiamat. Di negeri tempat kemuliaan, kegembiraan, kebahagiaan.

Pada hari kiamat, akan dikatakan kepad penduduk surga:
يا أهل الجنة إن لكم أن تصحوا فلا تسقموا أبدا
وإن لكم أن تحيوا فلا تموتوا أبدا
وإن لكم أن تشبوا فلا تهرموا أبدا
وإن لكم أن تنعموا فلا تبتءسوا أبدا
*_Wahai penduduk surga, (sekarang tibalah saatnya) kalian sehat, tidak akan pernah menderita sakit selamanya. Kalian akan hidup terus, tidak akan pernah mati. Kalian akan muda terus, tidak akan pernah tua. Kalian akan selalu bersenang-senang, tidak akan pernah sengsara selama-lamanya._* (HR. Muslim no.2837)

Adapun negeri ini, maka ini adalah negeri yang penuh dengan perubahan, penuh cobaan, tempat penyakit dan kesedihan. Walau seorang diberi umur panjang, walaupun seorang diberikan kesehatan sempurna, tetap kematian adalah ujungnya. Pasti akan mati.

*_Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian._* (QS. Ali Imran:185)

Negeri yang akhirnya adalah kematian dan kehancuran, tidak ada harganya.

Dan di antara sebab terbesar yang bisa menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan mengagungkan kemuliaanNya adalah dengan mentadabburi al Quran serta banyak membacanya. Dan merenungkan tempat kembali setelah datangnya kematian. Serta merenungkan apa yang akan terjadi setelah kematian.

Begitu juga dengan merenungkan kehidupan di alam kubur, apakah kuburan (kita) akan menjadi taman surga (روضة من رياض الجنة) atau akan menjadi jurang neraka (حفرة من حفر النار).

Kemudian dengan merenungi kejadian setelahnya, yaitu setelah hari kebangkitan. Apakah anda termasuk penghuni surga atau penghuni neraka.

Merenungi hal-hal ini dan memperhatikan sungguh dengannya, merupakan sebab tumbuhnya rasa takut kepada Allah dan pengagungan kepada Allah. Dan bisa menjadi sebab, untuk bersegera meraih ridho Allah.
*DA'I PENYERU KESESATAN DAN DA'I PENYERU KEBENARAN*


Imam kebenaran adalah da'i yang menyeru kepada Allah. Adapun imam kesesatan adalah da'i yang menyeru kepada dirinya sendiri.

Imam kebenaran adalah da'i yang menyeru kepada Allah. Visi da'wah mereka adalah agar hanya Allah yang diibadahi. Dia tidak menyeru kepada dirinya sendiri. Visi da'wahnya adalah agar manusia mengetahui agama Allah, agar mereka hanya mempersembahkan peribadatan kepada Allah semata. Perkataan Imam Syafi'i:
*_Saya ingin manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, walaupun tubuhku harus tercabik-cabik._*

Itu visi da'wah mereka, agar manusia hanya mengibadahi Allah dan tidak berharap untuk dirinya pribadi.

Dia hanya ingin menyelamatkan manusia dari kesesatan dan agar mereka hanya beribadah kepada Allah.

Adapun imam kesesatan adalah para da'i yang visi da'wah mereka adalah memperbanyak pengikut, pendukung dan yang semisalnya.
*KENAPA TIDAK MERASAKAN LEZATNYA MEMBACA AL QURAN?*


Al Quran adalah kalam Allah. Manis dan memiliki pesona. Pembaca tidak akan bosan walaupun ia mengulang-ulang bacaannya.

Al Quran adalah dzikir teragung, terlezat dan tertinggi, berefek besar pada hati.

Namun para ulama berkata,"Sesungguhnya semua hal memiliki sebab dan penghalangnya".

Terkadang seseorang sudah melakukan sebabnya, namun ternyata pada dirinya masih ada penghalangnya. Menghalangi dari hasilnya.

Terkadang ada seseorang yang membaca al Quran, namun pada saat yang sama dia menyelisihi apa yang diperintahkan al Quran, atau mengerjakan apa yang dilarang oleh al Quran, sehingga dia tidak menemukan kelezatan al Quran. Dia tidak merasakan kelezatan saat membaca al Quran.

Terkadang ada orang berlumuran dengan maksiat yang mana kemaksiatan ini dapat menghalangi hatinya dari lezatnya bacaan al Quran.

Maka hendaknya seseorang bertaubat kepada Allah, dan meninggalkan segala sesuatu yang membuat ALlah murka. Sebagaimana ia juga harus bersungguh-sungguh (mengusahakan kelezatan) ketika membaca al Quran.

Barangsiapa yang bersungguh-sungguh niscaya Allah akan memberinya petunjuk. Sebagaimana ia juga harus berusaha mentadabburinya, karena tadabbur adalah pondasi/sumber kekhusyu'an.

Barangsiapa yag ALlah anugerahi kekhusyu'an ketika membaca al Quran, niscaya ia akan mendapatkan kelezatan yang sangat besar saat membaca kitab Allah tersebut.

Wahai saudaraku, bacalah al Quran dengan niat ibadah, meskipun engkau belum mendapatkan kelezatannya.

Jangan sampai setan membuatmu meninggalkan bacaan al Quran, dengan alasan engkau belum mendapatkan kelezatannya.

Bacalah al Quran ikhlas karena ALlah, niscaya ALlah akan membantumu menemukan kelezatannya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*MENJAGA LISAN*

Nabi bersabda:
من كان يؤمن بآلله واليوم الأخر فليقل خيرا أوليصمت
*_Barangsiapa beriman kepada ALlah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam._* (HR. Muslim no.47)

Hadits ini mengingatkan kita tentang cara terbaik dalam menjaga lisan yaitu ketika seseorang yang hendak berucap, ia timbang-timbang terlebih dahulu ucapannya tersebut. Dan ucapan sebelum engkau ucapkan maka ia di bawah kendalimu. Namun apabila engkau sudah mengucapkannya maka engkau berada di bawah kendalinya, dan siap-siap menerima konsekuensi dari ucapan tersebut.

Maka dari hadits ini ada arahan untuk menimbang-nimbang ucapan sebelum diucapkan.

Mana mungkin seorang bisa mengucapkan yang baik atau diam dari yang buruk, apabila ia tidak mau menimbang-nimbang ucapannya sebelum berucap.

Jadi dalam hadits ini ada ajakan untuk mempertimbangkan ucapan, sebelum seorang mulai mengucapkannya.

Kemudian dilihat, apakah ucapan tersebut merupakan kebaikan ataukah keburukan. Jika engkau sudah menimbang-nimbang ucapanmu sebelum engkau mengucapkannya, engkau akan dapati bahwa ucapanmu tersebut hanya akan terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
1) Engkau yakin bahwa ucapan tersebut baik, tidak ada keburukannya sama sekali, maka silahkan berucap dengannya, tidak ada larangan.
2) Ucapan yang jelas keburukannya, tidak ada kebaikan di dalamnya. Maka jangan engkau berucap dengannya.
3) Ucapan yang masih samar bagimu. Engkau ingin berbicara tapi konsekuensi ucapan tersebut masih samar- samar. Engkau benar-benar tidak tahu apakah ucapan tersebut merupakan kebaikan ataukah keburukan. Di sini terapkanlah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

*_ Siapa yang menghindari yang samar (syubhat), maka ia telah menjaga kemuliaan agama dan kehormatannya._* (HR. al Bukhari no.52)

Dan termasuk kebaikan, engkau tidak mengucapkan ucapan jenis ketiga ini, sehingga agamamu selamat dan kehormatanmu terjaga.

Menjaga agama maksudnya adalah menjaga hubungan dengan Allah, menjaga kehormatan maksudnya adalah menjaga hubungan dengan orang lain.

Jika seorang hamba sudah benar-benar menjaga dan memperhatikan lisannya, maka itu akan menjadi pondasi kuat bagi keindahan akhlaknya dan pondasi kuat bagi keindahan budi pekertinya.

Adapun orang yang lisannya lepas kontrol tak terkendalikan, bengkok dan tak lurus, maka ia harus terus belajar untuk memperbaiki akhlaknya. Dan juga untuk memperbaiki budi pekertinya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KUNCI KEBAHAGIAAN DI DUNIA*


Dalam kehidupan dunia ini ada keindahan, ada manis dan kenikmatan, ada kelezatan dan kebahagiaan. Akan tetapi itu semua tidak mungkin diraih kecuali dengan kunci Iman. Mustahil diraih kecuali dengan menyanggupi seruan Allah dan RasulNya.

Rasulullah bersabda:
ذاق طعم الايمان من رضي بآلله ربا وبآلاسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه و سلم رسولا
*_Akan merasakan manisnya iman, orang yang ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad saw sebagai Rasul._* (HR. Muslim no.34)

Beliau juga bersabda:
ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الايمان، ان يكون الله ورسوله احب اليه مما سواهما، و ان يحب المرء لا يحبه الا لله، وان يكره ان يعود في الكفر بعد إذ أنقذه الله منه كما يكره ان يقذف في النار
*_Ada 3 perkara, barangsiap yang memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman, 1) tatkala Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari selainnya. 2) Ia mencintai seseorang hanya karena Allah. 3) Ia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya, sebagaimana ketidaksukaannya apabila ia dilempar ke neraka._* (HR. Bukhori no.16)

Kehidupan ini ada manisnya, ada kelezatannya, ada kebahagiaannya, ada hal yang sedap dipandang, ada ketenteraman jiwa, dan semua ini mustahil diraih kecuali dengan kunci iman.

Perhatikan sabda Nabi Saw berikut:
وجعلت قرة عيني في الصلاة
*_Dijadikan kesejukan mataku ada pada sholat._* (HR. an Nasai no.3940)

Beliau juga bersabda:
أرهنا بالصلاة يا بلال
*_Istirahatkan kami dengan sholat wahai Bilal._* (HR. Abu Dawud no.4986)

Sehingga menyanggupi perintah ALlah dan RasulNya lah yang dapat membuat kehidupan penuh kebahagiaan. Kehidupan yang nyaman, kehidupan yang sejuk, kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang menenteramkan dan menghilangkan kecemasan. Kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

Allah berfirman:
مَنۡ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنۡ ذَكَرٍ اَوۡ اُنۡثٰى وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَـنُحۡيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً‌ ۚ وَلَـنَجزِيَـنَّهُمۡ اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan kami beri balasan dengan pahal yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan._* (QS. an Nahl:97)

Perhatikan kehidupan bahagia ini. Kehidupan yang disifati Allah dengan sangat indah, yang tidak akan diraih kecuali dengan keimanan dan dengan ketaatan kepada ALlah. Seseorang tidak akan mungkin bisa mendapatkan kehidupan yang indah, nyaman dan penuh kebahagiaan ini, kecuali dengan menyanggupi perintah ALlah dan RasulNya yang mulia.
صلوات الله وسلامه وبركاته عليه

Perhatikan sebuah ayat yang semakna:
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ
*_Sesungguhnya orang-orang yang berbuat baik benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan._* (QS. al Infithor:13)

Penuh kenikmatan di 3 tahap kehidupannya:
1) في نعيم في الدنيا (Kenikmatan dalam kehidupan dunia)
2) في نعيم في برزخ
(Kenikmatan dalam kehidupan barzakh/kubur)
3) في نعيم يوم يلقون الله سبحانه و تعالى
(kenikmatan di hari pertemuan dengan Allah)

Kesimpulannya, di dunia ada kehidupan yang indah, kehidupan yang nikmat, hanya saja hal tersebut mustahil diraih kecuali dengan menyanggupi, yaitu menyanggupi perintah Allah dan RasulNya yang mulia.

صلوات الله وسلامه وبركاته عليه

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SEBAB-SEBAB AMPUNAN ALLAH*


Allah berfirman dalam kitabNya :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa dosa kalian._* {QS Al-anfal:29}

Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah. Sebagaimana disebutkan pada ayat ini. FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa dosa kalian , Dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar.

MaksudNya Allah - lah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan diatas ketaqwaan.

Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .

Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal:
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah?!
Padahal kita sering meNyaksikan hukumanNya di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita?

Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah? Padahal kita sudah meNyaksikan kuasaNya?

Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah? Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNya lalu akan menghisab semua amal kita?

Kemudian diantara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah:
2) kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya
3) kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firmanNya :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintaNya kepada Allah._* {QS Al- Baqarah:165}

*_Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai_* (Pepatah).

4) Perasaan selalu diawasi oleh Allah
SesungguhNya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu. Sebagaimana firmanNya:
*_Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepadaNya._* {QS Al-Baqarah:235}

Allah azza Wa jalla juga berfirman:
*_dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada._* {Ghafir :19}

Allah juga berfirman:
*_Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi _*. {Thaha:7}

Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
غفر الله لكم
وبارك لكم
ووفقكم لكل خير
وزع التقوى في قلوبكم
هذا والله أعلم
(Syaikh sa’ad Asy syatsri)
*BISA JADI INI RAMADHAN TERAKHIRMU*


ALlah telah menjadikan bulan ini lebih utama daripada bulan yang lainnya. ALlah juga telah mewajibkan puasa atas kaum muslimin padanya, Rasulullah juga telah mensunnahkan untuk menghidupkan malamnya (dengan ketaatan).

Nabi bersabda:
*_Siapa yang menghidupkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Siapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni, dosa yang lalu maupun dosa yang akan datang._*

Maka bulan ini adalah bulan yang semuanya merupakan kebaikan. Semuanya keberkahan. Tentu kebaikan dan keberkahan bagi orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Allah untuk menggunakan bulan ini dengan baik, untuk beramal ketaatan kepada Allah.

Amalan pada bulan ini akan dilipatgandakan.

Bulan ini merupakan bulan sedekah, merupakan bulan memberikan makan, merupakan bulan puasa, bulan Ramadhan, di mana al Quran diturunkan pertama kali padanya:
*_Sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan bathil)._* (QS. al Baqarah:185)

Maka bulan ini, semuanya adalah kebaikan untuk kaum muslimin. Bagi yang mendapat taufiq dari Allah untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, untuk berpuasa dan menghidupkannya (dengan ibadah), dan bagi yang mau ikut serta dalam perbuatan baik lainnya.

Adapun orang yang diharamkan dari kebaikan bulan ini, maka itulah orang yang terharamkan (terhalang).

Oleh karena itu Nabi Saw pernah mengabarkan bahwa saat bula Ramadhan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup. Dan akan ada penyeru yang menyeru,"Wahai orang-orang yang menginginkan kebaikan, sambutlah". Berbahagialah dan bergembiralah dan beramal shalihlah.

Maka bulan ini merupakan bulan untuk mendapatkan ghanimah (pahala) bagi kehidupan setiap muslim.

Ini adalah bulan yang agung, semua waktu pada bulan ini diagungkan, amal-amal shalih juga diagungkan.

Kebalikan dengan itu semua, dosa dan kemaksiatan juga diperingatkan sangat keras. Kemaksiatan yang dilakukan pada bulan Ramadhan lebih berat dari pada bulan lainnya. Walaupun maksiat itu tetap ahram di semua waktu, akan tetapi di bulan Ramadhan nilainya lebih berat. Hal tersebut dikarenakan kehormatan waktunya.

Sehingga harusnya seorang mukmin mempersiapkan dan menyambut bulan ini, dengan ketaatan, mengerjakan kebaikan dan berbahagia dengan kedatangannya.

Adapun orang-orang yang diharamkan dari kebaikannya, maka mereka tidak menghormati bulan ini sebagaimana mestinya. Bahkan mereka malah menyiapkan program dan acara yan buruk serta melalaikan. Program dan acara yang hanya bisa membuat orang tertawa. Agar kaum muslimin tersibukkan dari melakukan kebaikan di bulan ini.

Sehingga pada bulan ini seorang muslim harus bersungguh-sungguh dan harus rajin dalam ketaatan kepada Allah, dan harus membuang jauh-kauh segala hal yang tidak bermanfaat serta kemalasannya, bersungguh-sungguh dan rajin untuk menggapai kebaikan dan keberkahan bulan ini.

Dan jangan menghalangi dirinya dari kebaikan-kebaikannya. Karena bisa jadi, kesempatan tidak akan datang dua kali kepada seseorang. Mungkin ini akan menjadi Ramadhan terakhir dalam hidupnya. Sehingga ia harus menggunakan dengan sebaik-baiknya.

Harus bahagia dengan kedatangan bulan ini dan harus sibuk dengan ketaatan kepada ALlah subhanahu wa ta'ala, agar ia bisa memiliki tabungan di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.

Karena bisa jadi, Ramadhan ini tidak akan datang untuk yang kedua kalinya kepadanya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KEUTAMAAN SHOLAT WITIR*


Seseorang bertanya kepada Syaikh Sulaiman ar Ruhaily:

Mohon nasihat anda bagi orang yang meninggalkan sholat witir terus menerus tanpa udzur?

Kemudian syaikh menjawab, bahwa sholat witir hukumnya sunnah muakkadah. Dan Nabi Saw senantiasa menjaganya saat safar maupun tidak. Beliau juga telah menganjurkan umat untuk senantiasa menjaganya.

Bahkan ada sebagian ulama klasik berpendapat, bahwa meninggalkan sunnah muakkadah menunjukkan adanya keburukan pada diri seseorang.

Di antara mereka berkata,"Si A ini orang buruk, karena ia tidak mengerjakan sholat witir atau tidak mengerjakan sholat sunnah fajar.

Syaikh Sulaiman memberi nasihat agar kita mengisi waktu dengan amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Dan di antara amalan yang paling agung adalah mengerjakan amalan sunnah muakkadah, seperti sholat witir dan sholat sunnah fajar.

Amalan ini sangat mudah, namun terkadang orang-orang suka menyusahkan dirinya sendiri hingga akhirnya ia meninggalkannya.

Misalnya, seseorang berkata,"Sholat witir itu dilaksanakan di akhir malam, padahal ia tidak mampu bangun di akhir malam.

Apabila engkau tidak mampu bangun di akhir malam, maka sholatlah witir sebelum engkau tidur.

Memang benar, yang lebih utama adalah sholat witir di akhir malam dibanding di awal malam, namun apabila engkau tidak tahu, engkau susah bangun apabila telah tertidur, maka sholatlah witir sebelum tidur malam hari.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*AMALAN AHLI SURGA*


salah satu amalan yang membuat kita diridhoi Allah adalah rendah hati kepada orang lain. Sebagaimana sabda Nabi saw:
إن الله أوحى إلي أن تواضعوا حتى لا يفخر أحد على أحد ولا يبغي أحد على أحد
*_Allah telah mewahyukan kepadaku supaya kalian rendah hati, sehingga tidak ada yang saling membanggakan diri, dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap orang lain._* (HR. Muslim no.2865)

Hal ini karena sombong adalah salah satu sebab yang mendatangkan kebencian dan murka Allah atas seorang hamba.

Nabi juga bersabda:
لايدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر
قالوا يا رسول الله إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسنا ونعله حسنة
فقال صلى الله عليه و سلم إن الله جميل يحب الجمال
ألكبر بطرالحق و غمط الناس
*_Orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi tidak akan masuk surga. Para sahabat berkata," Wahai Rasulullah, ada orang yang suka memakai pakaian yang bagus dan sandal bagus. Rasulullah menjawab," Allah itu Maha Indah dan Menyukai Keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia._* (HR. Muslim no.91)

Menolak kebenaran maknanya adalah mengingkari dan tidak mau mengakuinya. Adapun meremehkan manusia maksudnya adalah memandang rendah mereka. Menurunkan kedudukan mereka. Dan menyepelekan jasa atau amal mereka. Apabila ada kesombongan dalam diri maka ridho Allah akan jauh dari diri kita.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*AGAR DUNIA MENGEJARMU*


Milikilah visi (tujuan/orientasi) akhirat, maka Allah akan memperbaiki urusan duniamu.

Jadikan tujuan/orientasi kita adalah akhirat, maka dunia akan datang mengejarmu.

Jiwamu akan bahagia, hatimu akan tenteram, keyakinan akan datang, rizki yang halal dan baik tidak akan terluputkan. Bahkan apa yang engkau inginkan di dunia, akan ALlah wujudkan.

Bukankah dunia ini adalah milik Allah?

*_Seandainya seluruh manusia di timur dan di barat bersatu, untuk menghalangi karunia ALlah yang telah Ia tetapkan untukmu, apakah mereka sanggup melakukannya? Ketahuilah, andai saja seluruh umat bersatu untuk memberikan karunia kepadamu, niscaya mereka tidak akan sanggup kecuali sebatas ketetapan ALlah untukmu. Dan andaipun seluruhnya ingin mencelakakanmu, mereka juga tidak akan sanggup kecuali sebatas ketetapan Allah untukmu._* (HR. at Tirmidzi no.2516)

Jika seperti ini, maka pusat kendali seluruh urusan berada di tangan Allah.

َوَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعلَمُ مُستَقَرَّهَا وَمُستَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ
*_Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)._* (QS. Hud:6)

Firman Allah dalam hadits Qudsi:
متئ كنت يا عبدي تسعى في رضاي سعيت في رضاك ومن بتغى رضا الله بسخط الخلق رضي الله عنه وأرضى عنه الناس وقد وعدكم بصلاح أحوالكم في نفوسكم تسعدون
*_Wahai hambaKu, kapan engkau berusaha mencari ridhoKu, Aku akan membuatmu ridho. Dan siapa yang mencari keridhoaan ALlah dengan kemarahan makhluk, ALlah akan ridho dan membuat orang-orang juga ridho kepadanya. Dan Allah telah menjanjikan untuk kalian, keadaaan yang baik dan kebahagiaan jiwa._*

*_Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram. (QS. ar Ra'du:28)

Di antara car jitu untuk mengingat Allah adalah dengan menghadirkan pada seluruh amalmu, jangan melakukan suatu amalan, sampai engkau merasa bahwa amalan itu hanya untuk Allah semata. Ketika engkau mampu seperti ini, hatimu akan tenteram. Rumahtanggamu akan bahagia, karena engkau bisa menjadikan amal-amalmu Lillah.

Karena engkau berbuat baik kepada istrimu untuk keridhoan Allah, bukan untuk keridhoan istrimu, bukan juga untuk maksud pribadi. Akan tetapi engkau berbuat baik hanya untuk membuat ALlah ridho. Engkau memperlakukannya dengan akhlak termulia, karena Allah. Maka ALlahpun akan memberikan kebahagiaan dunia kepadamu.

Bahkan saat engkau berhubungan biologis dengannya, engkau lakukan karena Allah. Karena Allah memerintahmu untuk menyalurkan syahwat dengan yang halal. Sehingga engkau mencukupkan dengan yang halal, karena taat kepada Allah. Sehingga Allahpun ridho saat engkau menunaikan syahwatmu.

Dan akan seperti itu terus, selama engkau selalu bersama ALlah dan menjadikan amalanmu karenaNya. Allah akan menjadikan dunia datang menghampirimu. Inilah hakikat visi/tujuan/orientasi akhirat, harta benda akan ALlah datangkan di dunia. Siapa yang bertaqwa kepada ALlah, maka akan ada jalan keluar untuknya.

Jika kita melihat sejarah, kita akan dapati, terkadang ALlah memberikan kekurangan kepada sebagian wali-walinya. Akan tetapi pasti akan ada akhir yang indah di dunia mereka.

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ
*_Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar._* (QS. al Baqarah:155)

Allah hanya ingin melihat, apakah engkau benar-benar Lillah atau tidak. Setelah engkau teruji, maka akhir yang indah akan menjadi milikmu.

*_Dan akhir yang baik adalah milik orang-orang yang bertaqwa._* (QS. al Araf:128)

Katakanlah, siapakah yang mengaramkan perhiasan ALlah dan rezeki yang baik-baik, yang Ia sediakan untuk hamba-hambaNya?
Katakanlah itu semua untuk orang-orang beriman d kehidupan dunia. Ketika engkau berpegang teguh dengan syariat, maka nikmat-nikmat dunia akan datang. Tapi mungkin akan datang bersama dengan kekurangan, cobaan dan musibah. Akan tetapi di akhirat kelak, nikmat-nikmat tersebut tidak akan ada kurangnya. Nikmat yang sempurna tanpa ada cacatnya.

Mungkin akan ada orang yang mendatangimu dan berkata:
*_Aku memiliki kios, aku jual beberapa barang haram, karena barang-barang haram tadilah yang mendatangkan keuntungan bagiku._*

Subhaanallah, bagaiman bisa brang-barang haram tadi mendatangkan rezeki? yang mendatangkan rezeki itu adalah ALlah, Rabb Yang Maha Kaya.

Ia akan menjawab:
*_Nanti keuntunganku akan berkurang._*

Maka kita jawab:
*_Tenang, sabarlah sejenak, Allahlah yang akan memberikan solusi._*

Kalian pasti menyaksikan keadaan manusia, baik yang msulim ataupun kafir, saat mereka menyelisihi syariat, akan ada goncangan ekonomi dunia yang mengerikan. Dan orang yang beriman terkadang pada awalnya akan mendapat celaan dan ejekan. Ia tinggalkan sesuatu karena keharamannya. Ini adalah orang yang sukanya bikin masalah (was-was), dan orang yang tidak menimbang efek dari perbuatannya.

Dadamu akan sempit dipermulaan, akan tetapi:
*_Sungguh bersama kesulitan akan ada kemudahan, sungguh bersama kesulitan akan ada kemudahan._* (QS. al Insyirah:5-6)
MUHASABAH ATAS KONDISI UMAT

Secara bahasa muhâsabah bermakna perhitungan. Karena itu, bagi seorang Muslim, muhâsabah an-nafs bermakna melakukan perhitungan atas diri sendiri atau mengevaluasi diri: apakah ia telah menjalankan segenap perintah dan menjauhi larangan Allah SWT ataukah belum?

Muhâsabah merupakan perintah Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh Allah Mahatahu atas apa saja yang kalian kerjakan (TQS al-Hasyr [59]: 18).

Imam as-Sa’di dalam kitab tafsirnya menjelaskan, “Ayat ini adalah pangkal dalam hal muhâsabah diri. Setiap orang harus selalu mengevaluasi diri. Jika dia melihat adanya kekeliruan, dia segera melakukan koreksi dengan cara melepaskan diri dari kekeliruan tersebut. Dia segera bertobat secara sungguh-sungguh dan berpaling dari berbagai hal yang mengantarkan pada kekeliruan tersebut. Jika dia menilai dirinya banyak kekurangan dalam menunaikan perintah-perintah Allah, ia segera mengerahkan segala kemampuannya. Ia pun segera meminta pertolongan kepada Tuhannya untuk menggenapkan, menyempurnakan dan memperbagusnya. Ia juga akan membandingkan karunia dan kebaikan Allah kepada dirinya dengan segala kekurangannya (dalam ketaatan kepada-Nya, red.). Sungguh yang demikian seharusnya membuat dirinya merasa malu.” (As-Sa’di, Taysîr al-Karîm ar-Rahmân fî Tafsîr Kalâm al-Manân, 1/853).

Muhâsabah akan menjadikan seorang Mukmin menyadari kesalahannya, segera memohon ampunan-Nya, serta bersungguh-sungguh dalam ketaatan sebagai persiapan menuju kehidupan terbaik di akhirat kelak. Nabi saw. bersabda:

«الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلّ»

Orang yang cerdas ialah orang yang selalu mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Orang yang lemah (bodoh) ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan kepada Allah SWT (HR at-Tirmidzi).

‘Umar bin al-Khaththab radhiyalLâhu ‘anhu juga pernah mengatakan:

«حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا، وَزِنُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا فَإِنَّهُ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا»

Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang. Hal itu akan lebih memudahkan hisab kalian kelak (di akhirat) (Abu Nu’aim al-Asbahani, Hilyah al-Awliyâ’, 1/25).


Muhâsabah atas Kondisi Umat

Selain muhâsabah atas diri sendiri, seorang Muslim seharusnya juga melakukan muhâsabah atas kondisi umat. Ia belum dikatakan beriman jika tidak memiliki kepedulian dan kecintaan kepada saudaranya. Bukankah hubungan sesama kaum Mukmin adalah laksana satu tubuh? Rasulullah saw. bersabda:

«مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى»

Perumpamaan kaum Mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai dan menyayangi adalah bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan demam (turut merasakan sakitnya) (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kenyataannya, hari ini umat masih terus terperosok ke dalam jurang kemunduran. Pangkal dari segala kerusakan ini adalah akibat pembangkangan kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (TQS ar-Rum [30]: 41).

Imam Ali ash-Shabuni dalam kitab tafsirnya, Shafwah at-Tafâsîr, menjelaskan maksud ayat di atas, yakni telah tampak musibah dan bencana di permukaan bumi dan di laut disebabkan oleh kemaksiatan dan dosa-dosa manusia kepada Allah SWT.

Di negeri yang mayoritas Muslim ini bukan saja terjadi pembangkangan terhadap hukum-hukum Allah SWT. Bahkan syariah-Nya kerap distigmatisasi. Semangat dakwah untuk menegakkan agama-Nya justru dilabeli radikal dan dipandang sebagai ancaman.

Para ulamanya juga dikriminalisasi. Misalnya Habib Rizieq Shihab dan sejumlah ustadz ditahan dengan tuduhan melanggar UU Karantina Kesehatan. Saat yang sama, sejumlah pihak lainnya, dengan pelanggaran yang sama, justru mendapatkan sanksi ringan, bahkan tidak ditahan sama sekali.

Dalam paham keagamaan, umat disodori seruan moderasi beragama. Moderasi beragama diklaim dan dipropagandakan sebagai cara beragama dan berislam yang terbaik. Lawan dari radikalisme/ekstremisme. Padahal inti dari moderasi beragama adalah semangat untuk menyembelih ajaran Islam. Untuk mengelabui umat, upaya ini dikemas dengan sebutan yang sepintas islami, yakni Islam moderat atau Islam wasathiyyah. Padahal istilah dan ajaran ini bukan berasal dari Islam. Juga tidak pernah digunakan oleh para ulama dulu. Tentu karena paham moderasi beragama murni berasal dari Barat untuk melumpuhkan ajaran Islam.

Dengan dalih moderasi beragama, para pembuat kebijakan, dibantu tokoh-tokoh agama, merasa berhak menentukan ajaran Islam yang harus dibuang dan yang tetap dipertahankan. Dengan arahan Barat, hukum-hukum Islam yang bertentangan dengan prinsip sekularisme, pluralisme, liberalisme dan demokrasi harus ditiadakan. Sebutan kafir coba ditiadakan karena dianggap bertentangan dengan ajaran pluralisme. Kebebasan seksual seperti perzinaan dan LGBT juga terus diperjuangkan. Di antaranya melalui RUU TPKS (Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual) sebagai bagian dari paham liberalisme.

Kewajiban para pelajar Muslimah menutup aurat dan berjilbab dihalang-halangi melalui pasal 34 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Intinya, sekolah tidak boleh mengimbau apalagi membuat peraturan untuk para siswi – termasuk Muslimah – agar mengenakan busana islami.

Kondisi perekonomian umat kian dicengkeram oleh sistem kapitalisme dengan lahirnya UU Omnibus Law yang menguntungkan para pengusaha, importir dan para pejabat pemburu rente. Selain dipandang merugikan kaum buruh, UU tersebut juga mengancam berbagai sektor, seperti pertanian.

Umat juga terus dicekoki dengan monsterisasi terhadap ajaran khilafah dan jihad. Potret-potret peperangan di Dunia Islam seperti Suriah, atau ISIS di Irak, sering di-framing sebagai akibat dari seruan menegakkan Khilafah dan jihad. Penipuan ini terus dilakukan terhadap umat yang tidak paham konstelasi politik di negeri-negeri Muslim. Padahal sebenarnya beragam perang dan konflik yang terjadi sengaja dipicu oleh negara-negara penjajah, seperti AS, Inggris dan Rusia. Itu adalah di antara strategi mereka yang tengah memperebutkan ‘daging’ kaum Muslim. Para penjajah itu ingin melanggengkan hegemoni dan merampok kekayaan alam umat Islam dengan menciptakan kondisi yang tak pernah stabil di kawasan tersebut.

Jauhnya umat dari ajaran Islam adalah keuntungan bagi Barat dan sebaliknya derita bagi kaum Muslim. Barat dapat mempertahankan cengkeraman mereka terhadap Dunia Islam, khususnya di negeri ini. Ideologi kapitalisme yang berpijak pada pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme) dan paham liberalisme dapat terus eksis tanpa ada yang mengusik.
Umat pun terus dijerat dengan utang ribawi yang pada tahun ini sudah tembus angka 423,1 miliar dolar AS atau setara Rp 6.008 triliun! Artinya, setiap orang Indonesia hari ini, termasuk bayi yang lahir, diperkirakan menanggung tagihan utang sebesar Rp 24 juta!

Umat Muslim di Tanah Air juga jatuh dalam perebutan kekuasaan asing; AS dan Cina. Kedua negara besar itu terus memainkan peran politik, ekonomi dan militer baik di kawasan Laut Cina Selatan maupun di dalam negeri. Ironinya, sebagai negeri dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, Indonesia manut saja pada kepentingan dua negara tersebut.

Di sektor pertambangan, hampir 70 persen tambang nikel, misalnya, dimiliki perusahaan asal Cina. Beragam investasi tersebut juga membuat Indonesia menyerap banyak pengangguran di Cina. Dari level manajer hingga supir kendaraan banyak berasal dari Cina. Padahal banyak warga pribumi yang membutuhkan pekerjaan.


Khatimah

Karena itu, wahai kaum Muslim, sadarlah bahwa kondisi Anda sekalian hari ini sedang terpuruk. Satu-satunya solusi yang benar dan terbaik adalah dengan menerapkan syariah Islam secara kâffah. Keimanan kita pada Islam tentu mengharuskan kita taat secara total pada syariah-Nya. Telah terbukti sekularisme-kapitalisme dengan oligarkinya telah merusak umat dan negeri ini. Janganlah kita mengulangi kesalahan yang sama dengan tetap mempercayai sistem kehidupan selain Islam. Jika kita tetap berkubang dalam sistem kehidupan selain Islam, tentu kita akan terus terpuruk dan tidak akan pernah bisa bangkit kembali. Sebabnya, kebangkitan dari segala keterpurukan hanyalah dengan cara kita kembali pada Islam dan totalitas syariahnya.

WalLâhu a’lam bi ash-shawwâb. []


Hikmah:

Imam Malik ra. berkata:

لَنْ يُصْلِحَ آخِرَ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا

Tidak akan pernah bisa memperbaiki kondisi generasi akhir umat saat ini kecuali apa yang telah terbukti mampu memperbaiki kondisi generasi awal umat ini. (Ibnu at-Taimiyah, Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm, 1/215). []
*KISAH YAHUDI MASUK ISLAM KARENA MENGKRITIK HADITS*


Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Hajar al Asqolani. Dahulu beliau adalah hakim tertinggi di Mesir.

Sebagaimana yang kita ketahui, hakim tertinggi disambut dengan arak-arakan.

Suatu hari, beliau naik pedati yang ditarik oleh kuda atau bagal dan diikuti oleh arak-arakan manusia.

Beliau melewati seorang Yahudi penjual minyak. Semua pakaiannya kotor dengan minyak dan ia nampak kelelahan.

Yahudi ini menghentikan arak-arakan sambil berkata,"Wahai hakim tertinggi (atau kalimat yang semisal), Nabi kalian bersabda:
الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر
*_Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir._* (HR. Muslim no.2956)

Bagaimana itu ceritanya? si Yahudi berharap jawaban. Yahudi ini berada dalam puncak kesengsaraan. Ia hanya penjual minyak, ia kelelahan, ia sangat miskin.

Sedangkan Ibnu Hajar Al Asqolani adalah seorang hafizh, pembela sunnah dan hakim tertinggi. Beliau dimuliakan dan dihormati.

Si Yahudi ini bertanya, ia ingin mengkritik hadits Nabi. Karena musuh-musuh kaum muslimin berusaha mengkritik al Quran dan Sunnah. Mereka ingin mencari celah untuk menghujat al Quran dan Sunnah. Semoga Allah melaknat mereka.

Ibnu Hajar Al Asqolani menjawab,"Benar. Saya berada dalam kenikmatan, sebagaimana yag engkau lihat. Engkau pun berada dalam kesengsaraan, sebagaimana yang engkau rasakan.

Tetapi apabila dibandingkan dengan keni'matan akhirat, keni'matan dunia yang saya rasakan ini adalah penjara. Sedangkan kesengsaraan dunia yang engkau rasakan itu adalah surga. Karena apabila Yahudi itu mati, kemana ia pergi? ke neraka, sedangkan neraka itu jauh lebih panas, والعياذ با الله.

وَقَالُوۡا لَا تَنۡفِرُوۡا فِى الۡحَـرِّؕ قُلۡ نَارُ جَهَـنَّمَ اَشَدُّ حَرًّا‌ؕ لَوۡ كَانُوۡا يَفۡقَهُوۡنَ
*_dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah (Muhammad), "Api neraka Jahanam lebih panas," jika mereka mengetahui._* (QS. at Taubah:81)

Yahudi itu terbungkam, tidak dapat berucapa lagi. Karena jawaban Ibnu Hajar sangat telak. Ia pun bersyahadat:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

Ia beriman, karena menerapkan hadits dalam kehidupan nyata itu, akan menambah keyakinan seseorang.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*DOA-DOA DI SAAT HATI MERASA GALAU DAN SEMPIT*

لآله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
*_Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim._* (HR. Tirmidzi no.3505)


اَللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ بْنُ عَبْدِكَ بْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِي قَضَاؤُكَ
أَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ بِكُلِّ اسْمِ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ في كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِاسْتَأْثَرْتَ به في عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ
أن تجعل القرآن العظيم رَبِيْعَ قَلْبِي ونُورَ صَدْرِي وجَلَاءَ حُزْنِي وذَهَابِ هَمِّي وغَمِّي
*_Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak dari hamba laki-lakiMu dan anak dari hamba perempuanMu. Ubun-ubunku berada di tanganMu. HukumMu berlaku padaku. KetetapanMu padaku adalah adil. Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan semua nama yang Engkau namai diriMu dengannya, yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhlukMu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisiMu. Agar Engkau jadikan al Quran sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penawar kesedihanku dan pelenyap dukaku._* (HR. Ahmad no.3528)

Selain dzikir di atas, ditambah dan dirutinkan dengan dzikir pagi dan sore. Karena faktor yang paling sering membuat hati sempit adalah lalai dari berdzikir mengingat Allah dan membaca wirid yang syar'i.
*YANG LEBIH BERBAHAYA DARI FITNAH DAJJAL*


Seorang hamba ingin dipuji orang atas ibadah yang dilakukannya, atau ingin disanjung orang atas ibadah tersebut. Sehingga ia menampakkan amal shalihnya agar orang-orang memuji dan menyanjungnya. Dan inilah hakikat *Riya*. Perbuatan ini termasuk kesyirikan, na'udzubillah.

Suatu hari Nabi Saw menemui para shahabatnya, yang ketika itu mereka sedang membahas Dajjal dan fitnah (ujian) yang dikhawatirkan darinya. Maka beliau berkata:
ألاأخبركم بما هو أخوف عليكم عندي من المسيح الدجال؟قالوا بلى يارسول الله. فقال صلى الله عليه وسلم الشرك الخفي. يقوم الرجل فيزين صلاته لما يرى من نظرالرجل اليه
*_Maukah kukabarkan kepada kalian, tentang suatu hal yang lebihku takutkan daripada Almasih Dajjal? Mereka menjawab,"Tentu Ya Rasulullah.Beliau mengatakan,"Syirik yang tersembunyi". Seorang sholat dan memperbagusnya karena ada orang yang sedang memperhatikannya._* (HR. Ibnu Majah no.4204)

Nabi Saw menamainya dengan *syirik Kecil*, juga *Syirik Rahasia*.

Perbuatan ini, membuat amalan yang dihinggapinya gugur. Tidak ada kebaikan pada amalan seorang hamba yang diharapkan dengannya pujian manusia.

Ada seorang yang mendatangi Nabi Saw, ia mengatakan:
يارسول الله أرايت الرجل يغزويلتمس الاجر والذكر أي ثناء الناس عليه؟ فقال النبي صلى الله عليه و سلم، لا شيء له. فردها الرجل ثلاث مرات. والنبي صلى الله عليه و سلم يقول لا شيءله. إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان له خالصا وابتغي به وجهه
*_Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda tentang laki-laki yang berperang mengharapkan upah dan pujian manusia? Nabi menjawab, ia tidak mendapatkan apa-apa. Laki-laki tersebut mengulangi pertanyaannya hingga 3x, Nabi Saw selalu menjawab,"Ia tidak mendapatkan apa-apa. Sesungguhnya ALlah tidak akan menerima amalan, kecuali yang ikhlas dan diharapkan dengannya wajahNya saja._* (HR. an Nasai no.3140)

Nabi pernah bersabda:
من قام مقام رياء وسمعة راءى الله به وسمع به
*_Barangsiapa melakukan suatu amalan karena riya dan sum'ah, Allah akan memperlihatkan dan menyiarkan aibnya._* (HR. Ahmad no.22322)

Barangsiapa melakukan suatu amalan karena riya dan sum'ah, ia ceritakan amal shalihnya (agar dipuji), maka Allah akan buka aibnya, Allah akan menghinakannya, Allah akan merendahkannya pada hari kiamat. Allah akan memperlihatkannya dan memperdengarkannya (aibnya) pada hari kiamat.

Nabi pernah menyebutkan keadaan orang-orang yang riya pada hari kiamat kelak, Beliau bersabda:
*_Manusia yang dihakimi pertama kali pada hari kiamat ada 3, pertama, laki-laki yang mati syahid. Ia dihadirkan kemudian Allah ingatkan dengan ni'mat-ni'matnya dahulu, maka ia mengenalinya. Lalu ditanya,"Apa yang telah engkau amalkan dengan ni'mat-ni'mat tersebut?". Ia menjawab,"Kugunakan untuk berperang di jalanMu hingga aku mati syahid. Dikatakan kepadanya,"Kamu bohong, kamu berperang hanya ingin mendapatkan gelar Sang pemberani, dan sudah diberikan orang-orang. Kemudian diperintahkan agar orang ini diseret di atas wajahnya hingga ia dilempar ke neraka. _Kedua_, laki-laki yang belajar dan mengajarkan ilmu. Ia juga membaca al Quran, lalu didatangkan laki-laki ini. Allah ingatkan ni'mat-ni'mat yang pernah ia dapat, dan ia pun mengenalinya. Lalu ditanya,"Apa yang telah engkau amalkan dengan ni'mat-ni'mat tersebut? Ia menjawab,"Kugunakan untuk belajar dan mengajarkan ilmu. Aku juga membaca al Quran karenaMu. Maka dikatakan,"Kamu bohong. Kamu belajar agar engkau dijuluki Ulama. Engkau baca al Quran agar dijuluki Qori, dan itu semua sudah dikatakan orang-orang. Maka diperintahkan agar orang ini diseret di atas wajahnya hingga dilempar ke neraka. Ketiga, seorang laki-laki yang Allah luaskan hartanya, ia diingatkan dengan ni'mat tersebut, dan ia pun mengenalinya. Ditanyakan kepadanya, apa yang telah engkau amalkan dengan ni'mat tersebut? Ia menjawab,"Setiap kali ada jalan yang Engkau ingin aku berinfaq, di sana pasti aku berinfaq di sana karenaMu. Dikatakan kepadanya,"Kamu bohong. Kamu menginfaqkan harta tersebut hanya ingin dijuluki sebagai orang yang Dermawan. Dan gelar tersebut sudah diberikan orang-orang. Maka diperintahkan agar orang ini diseret di atas wajahnya hingga dilempar ke neraka._* (HR. Muslim no.1905)

Saudaraku yang kucintai, para ulama mengatakan bahwa riya, apabila menodai suatu amalan, tidak akan lepas dari 2 kemungkinan. Amalan tersebut merupakan satu kesatuan atau amalan tersebut dapat terpecah. Apabila riya menodai amalan yang berjenis satu kesatuan, seperti sholat, apabila terdapat noda riya dari awal, maka amalnya tersebut gugur dan pelakunya terancam dengan hukuman Allah, na'udzubillah.

Adapun apabila ia mengawali amalnya dengan ikhlas, lalu di tengah-tengah noda riya datang, dan terus ternodai hingga amal tersebut selesai, maka pendapat yang kuat menyatakan bahwa amalannya gugur atau tertolak. Ia terancam dengan hukuman Allah. Kaidahnya bahwa keadaan yang dianggap adalah akhirnya.

Adapaun orang yang dari awal amalnya ikhlas, kemudian datang noda riya, lalu ia berusaha untuk melawan dan berpaling darinya, dan Allah tutup amalnya dalam keadaan baik (Tidak riya), maka yang seperti ini tidak merusak amalnya. Bahkan para ulama mengatakan, ia diberi pahala karena taubatnya, dan karena ia meninggalkan riya, karena ALlah.

Adapun apabila amalan yang dihinggapi riya berjenis terpisah, seperti sedekah, maka hanya amal yang dihinggapi riya yang gugur, adapun selainnya tidak.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
PESAN PENTING GUS BAHA SOAL THARIQAH

1. Kuatkan ilmu syari'at. Kalau syariat tidak kuat rawan sesat. Karena ciri utama agama itu melahirkan khayali atau fantasi. Bila syari'at tidak kuat maka bisa melahirkan fantasi yang sesat. Jika fantasi itu dituruti maka akan melahirkan tragedi-tragedi dalam beragama.

2. Syetan pernah menyamar menjadi Nur (cahaya) kepada Syaikh Abdul Qadir Jilani, dan berkata aku ini Tuhanmu dan aku bebaskan keharaman darimu. Namun Syaikh Al-Jilani tidak tertipu, ia tahu bahwa yang menjadi Nur itu adalah setan. Karena Allah tidak mungkin memerintahkan keharaman.

3. Sebab kadang orang-orang shalih fantasinya seperti itu. Mengaku bermimpi bertemu Nabi, mimpi Nabi Khidir, melihat Nur, dan lain-lain. Maka, jika syari'at nya tidak kuat, akan melahirkan fantasi sendiri-sendiri yang bisa menyesatkan.

4. Makanya orang thariqah dikritik oleh syari'at bukan karena orang syari'at itu benci thariqahnya. Yang dikritik adalah fantasi-fantasi yang berlawanan dengan hukum syari'at. Hal itulah yang harus kita luruskan.

5. Seperti membayangkan mursyid bisa memberi syafaat di padang mahsyar. Padahal kalau kita lihat hadits soal itu ngeri. Sekelas Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan lainnya saja tidak mampu. Hanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang diperkenankan oleh Allah (syafa'atul uzhma) Bahkan dalam hal syafaat pun Nabi Muhammad SAW tetap butuh dukungan atau amalan umatnya. Ketika ada shahabat yang minta syafaat Nabi kelak di akhirat, maka Nabi pun minta dukungan sahabat tersebut untuk memperbanyak sujud (shalat). Tambahan: Tidak mentang-mentang Nabi bisa memberi syafaat tapi rapot shalat kita merah atau buruk misalnya.

Allahul musta'an.