BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*MOTIVASI BEKERJA DARI ALQURAN*

Allah berfirman:
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ وَابۡتَغُوۡا مِنۡ فَضۡلِ اللّٰهِ وَاذۡكُرُوا اللّٰهَ كَثِيۡرًا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
*_Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan banyaklah berdzikir mengingat Allah agar kalian beruntung._* (QS. al Jumu'ah:10)

Dan carilah karunia Allah, maksudnya adalah mencari rezeki setelah selesai beribadah.

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam memotivasi umatnya untuk bekerja, baik sebagai pedagang, karyawan maupun produsen.

Setiap orang akan dimudahkan sesuai suratan takdirnya. Namun seorang hamba seharusnya berusaha sekuat tenaga untuk mengusahakan sebabnya walaupun dengan usaha yang sedikit meskipun hanya mencari kayu bakar (untuk dijual).

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit dengan izin dan taufiq dari Allah Jalla wa 'Alaa.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SOLUSI PERMASALAHAN KELUARGA*
(_Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ )

Metode syar'i dalam menyelesaikan problematika rumah tangga, haruslah dilakukan dengan cara bertahap. Langkah pertama adalah:
1. Suami istri memperbincangkan masalah mereka dari hati ke hati, tanpa ada campur tangan pihak lain sama sekali.

Langkah pertama untuk menyelesaikan problematika rumah tangga, hanya terbatas pada suami dan istri saja. Dengan berdiskusi dari hati ke hati menggunakan perasaan, akal sehat dan hati nurani (tanpa emosi), tanpa ada campur tangan pihak lain sama sekali. Pada tahap ini suami istri saling memberi kritik dan saran dari hati ke hati.

2. Membuat peraturan (kesepakatan) bersama untuk mengantisipasi kesalahan serupa terulang.

3. Mengambil seorang penengah dari pihak keluarga, yang mana suami istri sepakat bahwa ia adalah seorang yang baik dan bijaksana, untuk membantu menyelesaikan masalah dan mendamaikan mereka. Sangat tidak disarankan untuk memperbanyak jumlah orang yang menengahi mereka, kecuali dalam keadaan darurat saja.

Sekarang ini karena mudahnya telekomunikasi terkadang ada keluarga, yang menceritakan masalah keluarganya kepada setiap orang, tanpa ada keperluan sama sekali. Akhirnya paman, bibi dan lain-lain banyak yang mengetahuinya. Bahkan terkadang para syaikh juga mengetahuinya.

Seperti ini sama sekali tidak bagus. Saya katakan apabila wanita shalihah itu adalah wanita yang tidak Khorrojah dan Wallajah yaitu tidak banyak keluar rumah tanpa ada keperluan. Begitu juga ia tidak banyak menelpon laki-laki, kecuali apabila ada perlu, itu pun hanya sebatas kadar yang diperlukan.

Intinya disarankan agar mengambil seorang penengah, dari kalangan keluarga suami atau keluarga istri, yang orang tersebut diketahui memiliki kebaikan, ilmu, kebijaksanaan dan sifat tidak tergesa-gesa. Begitu juga disarankan agar tidak membocorkan permasalahan mereka ke banyak orang.

Apabila metode syar'i ini digunakan oleh setiap pasangan suami istri yang sedang bermasalah hingga menuju perpecahan/perceraian, tentu banyak sekali problematika yang dapat teratasi, terselesaikan dan tidak menimbulkan efek buruk. Dan kita juga tidak akan menjumpai permusuhan antara suami dan istri, banyaknya keretakan, perpisahan dan putusnya hubungan kekeluargaan.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*NAK, INI CALON SUAMIMU*


Ada seorang laki-laki datang kepada al Hasan bin Ali (semoga Allah meridhoinya da juga meridhoi bapaknya). Laki-laki tersebut berkata:
*_Aku punya seorang putri. Menurutmu, dengan siapa aku harus menikahkan putriku tersebut? aku memiliki seorang putri, menurutmu, dengan siapa aku harus menikahkan putriku tersebut?_*

Maka, al Hasan pun menjawab:
*_Nikahkan putrimu dengan seorang yang takut kepada Allah azza a jalla. Karena jika ia mencintainya pasti ia akan memuliakannya. Namun jika ia membencinya, pasti dia tidak akan mezaliminya_*.

Nikahkan putrimu dengan seorang yang takut kepada Allah azza wa jalla. Karena jika ia mencintainya, maka dia akan memuliakannya.

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*JANGAN PERNAH BERHENTI ATAU MEMBATALKAN SEBUAH KARYA*


فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

Jangan pernah membatalkan niat baik atau sebuah karya. Berhenti sebelum selesai di akhirnya. Tuntaskan, untuk kemudian bangkit kembali dan siap mengukir karya-karya berikutnya.

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Gantungkan semua harapan. Ketahuilah bahwa kesuksesan, keberhasilan menuntaskan karya ini adalah atas kehendak Allah, maka berdoalah, mohon agar Allah memberikan keistiqomahan, kekuatan dan kemauan yang kuat untuk menyelesaikan tugas untuk menyongsong tugas-tugas berikutnya demi lahirnya karya-karya selanjutnya.

Semoga Allah menjadikan *SEKOLAH KONSELOR KELUARGA* ini sebuah karya besar untuk umat Islam, mampu mengisi ruang-ruang kosong, demi tegaknya fondasi Islam dan peradaban Islam, aamiin.


*AlWahdah-Sekolah Konselor Keluarga*
*3 AMALAN HATI*

Tiga perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) almahabbah (cinta)
2) Arroja-u (harap)
3) alKhouf (takut)

Tiga perasaan ini harus ada setiap kali engkau beribadah. Saat sholat, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Saat puasa, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Dan begitu seterusnya.

Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini. Cinta, harap dan takut. Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firman Allah:
*3 AMALAN HATI*

Tiga perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) almahabbah (cinta)
2) Arroja-u (harap)
3) alKhouf (takut)

Tiga perasaan ini harus ada setiap kali engkau beribadah. Saat sholat, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Saat puasa, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Dan begitu seterusnya.

Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini. Cinta, harap dan takut. Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firman Allah:
*_Bahkan orang yang mereka jadikan tuhan, malah mencari jalan untuk dekat kepada Allah, berharap rahmatNya dan takut adzabNya. Sungguh, adzab Rabbmu perlu engkau takuti._* (QS. al Isra:57)

Dan juga 3 perasaan ini terkumpul dalam QS. al Fatihah, dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam_*

ada rasa cinta.

Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang_

Ada rasa harap.

Dalam ayat:
*_Yang menguasai hari pembalasan_*

Ada rasa takut.

Dengan perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1) Cinta. Sebagaimana dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam_*.

2) Karena rasa harap. Sebagaimana dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang_*.

3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat:
*_Yang Menguasai hari pembalasan_*.
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Bahkan orang yang mereka jadikan tuhan, malah mencari jalan untuk dekat kepada Allah, berharap rahmatNya dan takut adzabNya. Sungguh, adzab Rabbmu perlu engkau takuti._* (QS. al Isra:57)

Dan juga 3 perasaan ini terkumpul dalam QS. al Fatihah, dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam_*

ada rasa cinta.

Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang_

Ada rasa harap.

Dalam ayat:
*_Yang menguasai hari pembalasan_*

Ada rasa takut.

Dengan perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah), aku beribadah kepadaMu karena:
1) Cinta. Sebagaimana dalam ayat:
الحمد لله رب العالمين

2) Karena rasa harap. Sebagaimana dalam ayat:
الرحمن الرحيم

3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat:
ملك يوم الدين
*VAKSIN COVID YANG KITA IKUTI APAKAH SEBUAH AMAL SHALIH?*

Tentunya kita menginginkan setiap aktivitas yang kita lakukan adalah aktivitas yang bernilai ibadah. Seorang ulama memberi nasihat emasnya, dengan mengatakan اجعل حياتك كلها لله(jadikanlah seluruh kehidupanmu adalah dalam rangka ibadah semata hanya untuk Allah).

Jika gaya hidup seperti ini dapat kita biasakan, maka wallahi, semua kehidupan kita akan amal shalih. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua amalan itu akan menjadi amal shalih, alih-alih ingin menjadikan kehidupan yang berisi aktivitas-aktivitas yang bernilai amal shalih malah menjadi amal salah. Maka perlu kita ketahui dan kita ilmui bersama syarat amal itu menjadi amal shalih.

_Syarat Amal Shalih_
Syarat sebuah amal/aktivitas kita itu adalah amal shalih harus memenuhi dua syarat ini:
1) Amal/aktivitas yang kita lakukan diniatkan karena Allah. Kita melakukan aktivitas atau amalan tersebut pertama kali yang terlintas di hati adalah karena Allah, bukan karena sebab yang lain.
2) Amal/aktivitas yang mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Ittiba-ur Rasuul). Kalau ia adalah amalan ibadah mahdhah, maka kita mengikuti sesuai yang dcontohkan Rasul, jika ia adalah amalan dunia, maka amalan itu masuk kategori itqonul amal (amal yang profesional,amanah dan dikerjakan dengan penuh tanggungjawab).

Pertanyaannya sekarang adalah apa niat anda dalam mengikuti vaksinasi covid 19? baik yang sudah 2 kali, bahkan sudah ada yang sampai vaksin boster? apa niat anda? apakah masuk dalam list di bawah ini;
1) Biar mudah beraktivitas
2) Takut ditegur atasan
3) Biar bisa DL ke luar kota naik pesawat dan menginap di hotel
4) Takut sanksi dari pemerintah
5) Takut diturunkan dari jabatan
6) Takut kehilangan order/kerjaan
7) dan lain sebagainya

Kalau semua poin di atas adalah alasan kita ikut vaksinasi covid 19, mari kita istighfar bareng dan bertaubat bareng, ternyata aktivitas kita semua masih tak lepas dari dunia.

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).(al Bayyinah:5)

162. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
163. tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).(QS. al An'aam:162-163)

*_Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar._* (An Nisaa:114)

Inilah dalil-dalil dari amalan hati yang disebut *IKHLAS*. Ikhlas adalah kamu beramal untuk mencari ridho Allah (ان تريد بأعمالك رضاالله) dan meraih pahala akhirat (والحصول على اجر الاخره).

Jangan sampai kita menyia-nyiakan amal kita, gara-gara tidak memiliki ilmu tentang hal ini. Jadikanlah seluruh kehidupan kita untuk Allah.

والله اعلم بالصواب

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*APAKAH AMAL KITA SEBUAH AMAL SHALIH?*


Tentunya kita menginginkan setiap aktivitas yang kita lakukan adalah aktivitas yang bernilai ibadah. Seorang ulama memberi nasihat emasnya, dengan mengatakan اجعل حياتك كلها لله(jadikanlah seluruh kehidupanmu adalah dalam rangka ibadah semata hanya untuk Allah).

Jika gaya hidup seperti ini dapat kita biasakan, maka wallahi, semua kehidupan kita akan amal shalih. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua amalan itu akan menjadi amal shalih, alih-alih ingin menjadikan kehidupan yang berisi aktivitas-aktivitas yang bernilai amal shalih malah menjadi amal salah. Maka perlu kita ketahui dan kita ilmui bersama syarat amal itu menjadi amal shalih.

_Syarat Amal Shalih_
Syarat sebuah amal/aktivitas kita itu adalah amal shalih harus memenuhi dua syarat ini:
1) Amal/aktivitas yang kita lakukan diniatkan karena Allah. Kita melakukan aktivitas atau amalan tersebut pertama kali yang terlintas di hati adalah karena Allah, bukan karena sebab yang lain.
2) Amal/aktivitas yang mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Ittiba-ur Rasuul). Kalau ia adalah amalan ibadah mahdhah, maka kita mengikuti sesuai yang dcontohkan Rasul, jika ia adalah amalan dunia, maka amalan itu masuk kategori itqonul amal (amal yang profesional,amanah dan dikerjakan dengan penuh tanggungjawab).

Belum lama, negara kita baru saja mengadakan perhelatan besar yang berlaku nasional yaitu vaksinasi covid untuk semua penduduk negeri dan masih berlangsung hingga ini. Terjadilah pro dan kontra adanya kewajiban vaksin ini, sampai sekarangpun keriuhan ini masih terjadi antara yang setuju dan yang tidak setuju diwajibkannya vaksin covid ini. Lantas bagaimana semestinya kita muslim terbesar di negeri ini bersikap?.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kita umatnya, kaidah utama dalam masalah ini:
فإنما عليهم ما حملوا وسيسألون عنه وعليكم ما حملتم وستسألون عنه
*_Sesungguhnya atas mereka apa yang dibebankan kepada mereka dan kelak mereka akan ditanya tentang tanggungjawab mereka. Dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian dan kalian akan ditanya tentang tanggungjawab kalian._*

Kewajiban vaksin oleh pemerintah diniatkan adalah untuk kebaikan diri dan kebaikan bersama seluruh penduduk negeri, agar mencegah kita dari virus covid (terlepas dari macam-macam analisa yang belum diketahui kebenarannya), Maka ini adalah anjuran yang baik, kita sebagai rakyat, wajib patuh dan taat. Namun ingat kepatuhan dan ketaatan kita kepada pemerintah, karena ini adalah perintah Allah dan RasulNya, untuk taat dan patuh, bukan karena semata-mata ikut pemerintah atau karena takut pemerintah. Bukan karena agar tetap bisa bepergian ke luar kota, bukan karena agar bebas beraktivitas, bukan karena takut atasan, bukan karena takut kena SP, dan alasan-alasan lainnya. Selama pemerintah menyuruh kepada hal yang ma'ruf bukan kepada kemaksiatan, maka kita wajib patuhi dan taati sebagai rakyat.

Jika demikian adanya bahwa keikutsertaan kita dalam program covid nasional adalah karena Allah dan ittiba' kepada petunjuk Rasul, maka aktivitas vaksin kita akan menjadi amal shalih di dunia dan kelak Allah akan berikan balasan pahalanya di akhirat.

Mungkin ada yang beranggapan, bahwa saat ini pemerintah kita adalah pemerintah yang dzalim, buat apa dipatuhi dan ditaati.

Kembali kepada kaidah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas, kita fokus pada yang dibebankan kepada kita, amanahnya adalah kita jalankan tugas kita sebagai rakyat untuk patuh dan taat kepada pemerintah, karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasul, selama bukan diperintah kepada kemaksiatan. Sedang urusan kedzaliman mereka, kelak akan ditanya dan mempertanggungjawabkan semua kedzaliman mereka atas rakyat yang mereka pimpin.
Apa sebab timbul masalah di tengah manusia secara umum? yaitu seseorang menyibukkan diri pada sesuatu yang bukan urusannya. Sebab kesengsaraan manusia adalah tatkala dia menyibukkan diri dengan perkara yang bukan urusannya. Memposisikan dirinya seolah-olah ia ulama, memposisikan dirinya seakan-akan ia hakim pengadilan, memposisikan dirinya seakan-akan ia orang kaya, ia ingin menjadi segalanya pada semua hal. Perkara seperti ini sangat membahayakan manusia.

Jadi, sungguh lebih manfaat kita menyibukkan diri dengan tanggungjawab kita. Sibuklah dengan perkara yang itu milik kita, sibuklah dengan perkara yang bisa kita memberikan dampak positif. Jangan sekali-kali masuk ke dalam perkara yang diri kita tidak dapat memberi dampak positif. Maka, miliki sebuah agenda-agenda pribadi, kelompok dan yang lebih besar lagi, yang itu semua dijalankan karena tanggungjawab dan amanah yang diembannya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*AGAR DOA KITA DIKABULKAN ALLAH*


Pertama, mengikhlaskan doa tersebut untuk Allah Ta’ala, konsisten (istiqamah) dan menjauhi kemusyrikan. Allah Ta’ala berfirman,

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Maka berdoalah (sembahlah) Allah Ta’ala dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)” (QS. Ghaafir [40]: 14).

Oleh karena itu, tauhid (ikhlas) merupakan syarat terkabulnya doa tersebut. Karena tauhid akan mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala dan sebagai sarana (wasilah) dikabulkannya doa seorang hamba.

Kedua, berdoa kepada Allah Ta’ala dengan sepenuh hati, menghadirkan hatinya untuk benar-benar dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Tidak berdoa dengan hati yang lalai dan berpaling, sehingga hanya menggerakkan lisannya saja, sedangkan hatinya berpaling memikirkan yang lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai dan berpaling” (HR. Tirmidzi no. 3488 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/493).

Ketiga, berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan nama dan sifat Allah Ta’ala, misalnya yaa Rahmaan, yaa Rahiim, yaa Allah, dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna. Maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya” (QS. Al-A’raf 180) .

Keempat, mencari waktu-waktu yang merupakan waktu istimewa terkabulnya doa. Yang dituntut dari seorang muslim adalah berdoa secara terus-menerus di waktu kapan pun. Akan tetapi, seorang muslim juga hendaknya memperhatikan waktu-waktu khusus yang lebih besar kemungkinan untuk dikabulkan. Misalnya, ketika bersujud, atau di akhir malam, atau di bulan Ramadhan, lebih khusus lagi di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Ini adalah waktu-waktu istimewa, sehingga hendaknya kita lebih banyak berdoa di waktu-waktu tersebut dibandingkan di waktu lainnya.
*SYARAT TAUBATAN NASHUHA*


Ada 3 syarat taubatan nashuha, sebagamana disebutkan oleh para ulama, yaitu:
1) الندم على فعل الذنب (Menyesal atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya)
2) والإقلاع عنه (Berhenti dan meninggalkan dosa tersebut)
3) اَلعَزْمُ على عَدَِم العَوْدَةِ إليه (Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut)

Jika seseorang telah mengumpulkan tiga syarat ini, maka taubatnya menjadi taubat yang nashuha.

Adapun jika dosa yang telah ia lakukan berkaitan dengan hak orang lain, maka ditambahkan syarat keempat yaitu:
4) هوأن يَتَحَلَّلَهُمْ مِنْهُ (Orang lain tersebut menghalalkan (mengikhlaskan) untuknya.

baik dengan:
1) Mengembalikan hak orang lain tersebut (باِعَادَةِ الحَقِّ) atau
2) Dengan meminta maaf kepadanya (طَلَبِ العَفْوِوَالمُسَامَحَةِ).


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*4 PRINSIP YANG HARUS DIPEGANG PEBISNIS*


أربع إذا كن فيك فلا عليك ما فاتك من الدنيا صدق حديث وحفظ أمانة وطيب طعمة و حسن خليقة
*_Ada 4 hal apabila engkau telah memilikinya maka tidak perlu cemas atas dunia yang luput darimu. 1) Jujur ketika bicara, 2) amanah, 3) makan yang halal, 4) Akhlaq mulia._* (HR Ahmad no.6652)

Jadikan 4 hal ini sebagai prinsip penting. Wallahi, ini adalah nasihat berharga dari sosok penasihat yang sangat amanah.

Empat hal yang menjadi prinsip penting pengusaha/pebisnis/pedagang muslim dalam kondisi segenting apapun.

Nabi mengatakan, *Tidak perlu Cemas*. Ini adalah jaminan beliau. Engkau pasti untung selama 4 hal ini engkau pegang erat-erat.

Empat hal ini akan selalu hadir menguji para pengusaha/pebisnis/pedagang. Maka hendaknya mereka menjadikan 4 hal ini prinsip pentingnya. Senantiasa dihadirkan, jangan dilepas.

Jik datang godaan,"Kamu akan untung jutaan", maka tetap 4 prinsip ini menjadi panduan. Apa kebaikan yang ada pada untung jutaan tapi prinsip dan akhlak mulia ini hilang?

Apa gunanya untung jutaan tapi ia keluar dari golongan orang jujur menuju golongan para pendusta?

Apa gunanya untung jutaan tapi ia keluar dari golongan amanah menuju golongan para pendusta dan pengkhianat?.

Apa gunanya untung jutaan tapi akhlak mulia rusak dan sirna, sehingga menjadi orang tak berakhlak?

Apa gunanya untung jutaan tapi ada makanan haram yang masuk ke tubuhnya?, atau tubuh anak dan istrinya? apa gunanya untung jutaan?

Dalam hadits lain, disebutkan:
كل جَسَدٍ قَاَم على السُّحْتَ فَالنَّارُاَوْلَى بِهِ
*_Seluruh jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih utama baginya._* (HR. Ahmad no.14032)

Oleh karena itu, 4 hal ini harus benar-benar dipegang erat-erat para pelaku bisnis. Dijadikan prinsip dalam perdagangan dan perniagaannya, jangan sampai dijadikan sebagai taruhan. Harus dijaga baik-baik dan harus menjadi perhatian utamanya.

Semua orang yang berkecimpung dalam proyek atau bisnis, pasti akan mendapati 4 hal ini dan selalu menjadi pertaruhannya:
1) Jujur ketika bicara
2) Amanah
3) Makan yang halal
4) Akhlak mulia.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TENANG MENGHADAPI NASIB MASA DEPAN*


Perbaiki amalan kita, baik amalan fisik terlebih amalan hati. Semakin berkualitas amalan kita maka kita akan merasa tenang. Hendaknya selalu berhusnudzon kepada Allah.

Allah berfirman dalam hadits Qudsi:
أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا ذكرني
*_Aku sesuai prasangka hambaKu kepadaKu. Aku bersamanya selama dia mengingatKu._* (HR. Bukhori dan Muslim)

Semakin tinggi kualitas amalan seorang hamba dan semakin giat dalam beramal maka pasti akan semakin tinggi husnudzonnya kepada Allah.

Tapi sebaliknya, semakin buruk kualitas amalan seorang hamba, maka semakin besar suudzonnya kepada Allah.

Seorang mukmin wajib bertaqwa, wajib merasa diawasi (an yurooqib), wajib menjauhi keharaman.

Salah satu tandanya adalah perhatian dan penjagaannya terhadap sholat.

Nabi bersabda:
جعلت قرة عيني في الصلاة
*_Allah jadikan sholat sebagai penyejuk hatiku._* (HR. Nasai)

Dalam sabda lain:
من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة
ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور ولا برهان ولانجاة
وحُشِرَ يوم القيامة مع فرعون وهامان وقارون وأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ
*_Barangsiapa menjaga sholatnya, maka sholat akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya di hari kiamat. Barangsiapa tidak menjaga sholatnya, maka di hari kiamat kelak ia tidak memiliki cahaya, bukti dan keselamatan. * (HR. Ibnu Hibban)

Nabi juga bersabda:
أَوَّلُ مَا يُحَا سَبُ عَنْهُ العَبْدُ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتٌهٌ
فإن صلحت فقد أفلح وأنجح وإن فسدت فقد خاب و خسر
*_Amalan hamba yang akan dihisab pertama kali adalah sholat. Jika baik, maka dia akan beruntung dan selamat. Tapi jika buruk maka dia akan sengsara dan merugi._* (HR. Tirmidzi)

Disebutkan pula dalam hadits bahwa:
أول ما تفقدون من دينكم الأمانة وآخر ماتفقدون من دينكم الصلاة
*_Yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah sifat amanah, dan yang terakhir hilang dari agama kalian adalah sholat._* (HR. Hakim)

Jika engkau menginstrospeksi diri dan bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah, engkau jaga sholat wajib secara berjamaah dan terus menjaga kualitas amalan, maka prasangkamu kepada Allah pasti akan baik, hati tenang dengan keselamatan dan kebahagiaan yang telah dijanjikan Allah untuk wali-waliNya.

*_Ketahuilah, para wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran padanya dan mereka tidak bersedih hati, (Yaitu) orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa, bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat._* (QS. Yunus:62-64)

Orang-orang yang beriman kepada Allah, bertaqwa dan istiqomah, mereka itulah wali-wali Allah.

Barangsiapa memperbagus kualitas amalan dan bersungguh-sungguh dalam beramal, pasti prasangka kepadaNya akan baik.

Tapi barangsiapa buruk kualitas amalannya, pasti buruk pula prasangkanya.

لاحول ولا قوة إلا بالله

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*DITERIMANYA SEBUAH AMAL*

*_Jadilah orang ikhlas, jauhi riya dan ikuti Rasulullah Saw, ketika engkau beribadah._*

Pada kalimat di atas, disebutkan 2 syarat diterimanya amal. Dan bahwa amal tidak diterima kecuali dengan 2 syarat ini.

Dua syarat itu adalah:
1) Ikhlas. Yaitu dengan menjadikan semua amalmu hanya untuk Allah, bukan untuk makhluknya. Engkau menjauhi riya, sum'ah, dan kepentingan dunia pada amalmu.

Allah berfirman:

*_Mereka hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas._* (QS. al Bayyinah:5)

2) Mengikuti tuntunan Rasul yang mulia Saw, yaitu dengan tidak beribadah kecuali dengan tuntunannya.

Hasan al Bashri berkomentar tentang firman Allah berikut ini:
*_....Untuk menguji siapa yang terbaik amalnya.._*

yaitu yang paling ikhlas dan paling benar.

Ia (Hasan al Bashri) ditanya,"Wahai Abu Ali, apa maksud perkataan anda, paling ikhlas dan paling benar?". Beliau menjawab:
*_Amal jika ikhlas tapi tidak benar maka tidak diterima, kalau benar tapi tidak ikhlas juga tidak diterima. Yang diterima hanya yang ikhlas dan benar._*

Ikhlas, hanya untuk Allah dan Benar, sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw.

Maka dalam detik-detik waktu menanti kehadiran bulan yang mulia yaitu Ramadhan, mari kita persiapkan ILMU, untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan ibadah, amal shalih, dzikir dan doa yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw, kemudian niatkan di hati bahwa kita melaksanakan semua ibadah dan amal shalih itu semata ikhlas untuk Allah, bukan untuk kepentingan-kepentingan dunia.

بارك الله فيكم

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*HABISKAN LELAHMU DI DUNIA*


*_Dulu, sebagian salaf (pendahulu) kita yang shalih, banyak beribadah dan banyak beramal, seperti sholat, puasa, haji atau selainnya. Sampai-sampai sebagian sahabatnya berkata,"Sungguh, engkau telah membuat dirimu lelah". Ia pun menjawab,"Bahkan aku ingin membuatnya nyaman (di hari esok)"._*

Seorang mukmin apabila ia sungguh-sungguh beramal pada hari ini, sebenarnya ia sedang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kenyamanan jiwanya, agar selamat dari adzab Allah, agar ia bisa meraih kenikmatan abadi pada hari kiamat. Di negeri tempat kemuliaan, kegembiraan, kebahagiaan.

Pada hari kiamat, akan dikatakan kepad penduduk surga:
يا أهل الجنة إن لكم أن تصحوا فلا تسقموا أبدا
وإن لكم أن تحيوا فلا تموتوا أبدا
وإن لكم أن تشبوا فلا تهرموا أبدا
وإن لكم أن تنعموا فلا تبتءسوا أبدا
*_Wahai penduduk surga, (sekarang tibalah saatnya) kalian sehat, tidak akan pernah menderita sakit selamanya. Kalian akan hidup terus, tidak akan pernah mati. Kalian akan muda terus, tidak akan pernah tua. Kalian akan selalu bersenang-senang, tidak akan pernah sengsara selama-lamanya._* (HR. Muslim no.2837)

Adapun negeri ini, maka ini adalah negeri yang penuh dengan perubahan, penuh cobaan, tempat penyakit dan kesedihan. Walau seorang diberi umur panjang, walaupun seorang diberikan kesehatan sempurna, tetap kematian adalah ujungnya. Pasti akan mati.

*_Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian._* (QS. Ali Imran:185)

Negeri yang akhirnya adalah kematian dan kehancuran, tidak ada harganya.

Dan di antara sebab terbesar yang bisa menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan mengagungkan kemuliaanNya adalah dengan mentadabburi al Quran serta banyak membacanya. Dan merenungkan tempat kembali setelah datangnya kematian. Serta merenungkan apa yang akan terjadi setelah kematian.

Begitu juga dengan merenungkan kehidupan di alam kubur, apakah kuburan (kita) akan menjadi taman surga (روضة من رياض الجنة) atau akan menjadi jurang neraka (حفرة من حفر النار).

Kemudian dengan merenungi kejadian setelahnya, yaitu setelah hari kebangkitan. Apakah anda termasuk penghuni surga atau penghuni neraka.

Merenungi hal-hal ini dan memperhatikan sungguh dengannya, merupakan sebab tumbuhnya rasa takut kepada Allah dan pengagungan kepada Allah. Dan bisa menjadi sebab, untuk bersegera meraih ridho Allah.
*DA'I PENYERU KESESATAN DAN DA'I PENYERU KEBENARAN*


Imam kebenaran adalah da'i yang menyeru kepada Allah. Adapun imam kesesatan adalah da'i yang menyeru kepada dirinya sendiri.

Imam kebenaran adalah da'i yang menyeru kepada Allah. Visi da'wah mereka adalah agar hanya Allah yang diibadahi. Dia tidak menyeru kepada dirinya sendiri. Visi da'wahnya adalah agar manusia mengetahui agama Allah, agar mereka hanya mempersembahkan peribadatan kepada Allah semata. Perkataan Imam Syafi'i:
*_Saya ingin manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, walaupun tubuhku harus tercabik-cabik._*

Itu visi da'wah mereka, agar manusia hanya mengibadahi Allah dan tidak berharap untuk dirinya pribadi.

Dia hanya ingin menyelamatkan manusia dari kesesatan dan agar mereka hanya beribadah kepada Allah.

Adapun imam kesesatan adalah para da'i yang visi da'wah mereka adalah memperbanyak pengikut, pendukung dan yang semisalnya.
*KENAPA TIDAK MERASAKAN LEZATNYA MEMBACA AL QURAN?*


Al Quran adalah kalam Allah. Manis dan memiliki pesona. Pembaca tidak akan bosan walaupun ia mengulang-ulang bacaannya.

Al Quran adalah dzikir teragung, terlezat dan tertinggi, berefek besar pada hati.

Namun para ulama berkata,"Sesungguhnya semua hal memiliki sebab dan penghalangnya".

Terkadang seseorang sudah melakukan sebabnya, namun ternyata pada dirinya masih ada penghalangnya. Menghalangi dari hasilnya.

Terkadang ada seseorang yang membaca al Quran, namun pada saat yang sama dia menyelisihi apa yang diperintahkan al Quran, atau mengerjakan apa yang dilarang oleh al Quran, sehingga dia tidak menemukan kelezatan al Quran. Dia tidak merasakan kelezatan saat membaca al Quran.

Terkadang ada orang berlumuran dengan maksiat yang mana kemaksiatan ini dapat menghalangi hatinya dari lezatnya bacaan al Quran.

Maka hendaknya seseorang bertaubat kepada Allah, dan meninggalkan segala sesuatu yang membuat ALlah murka. Sebagaimana ia juga harus bersungguh-sungguh (mengusahakan kelezatan) ketika membaca al Quran.

Barangsiapa yang bersungguh-sungguh niscaya Allah akan memberinya petunjuk. Sebagaimana ia juga harus berusaha mentadabburinya, karena tadabbur adalah pondasi/sumber kekhusyu'an.

Barangsiapa yag ALlah anugerahi kekhusyu'an ketika membaca al Quran, niscaya ia akan mendapatkan kelezatan yang sangat besar saat membaca kitab Allah tersebut.

Wahai saudaraku, bacalah al Quran dengan niat ibadah, meskipun engkau belum mendapatkan kelezatannya.

Jangan sampai setan membuatmu meninggalkan bacaan al Quran, dengan alasan engkau belum mendapatkan kelezatannya.

Bacalah al Quran ikhlas karena ALlah, niscaya ALlah akan membantumu menemukan kelezatannya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*MENJAGA LISAN*

Nabi bersabda:
من كان يؤمن بآلله واليوم الأخر فليقل خيرا أوليصمت
*_Barangsiapa beriman kepada ALlah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam._* (HR. Muslim no.47)

Hadits ini mengingatkan kita tentang cara terbaik dalam menjaga lisan yaitu ketika seseorang yang hendak berucap, ia timbang-timbang terlebih dahulu ucapannya tersebut. Dan ucapan sebelum engkau ucapkan maka ia di bawah kendalimu. Namun apabila engkau sudah mengucapkannya maka engkau berada di bawah kendalinya, dan siap-siap menerima konsekuensi dari ucapan tersebut.

Maka dari hadits ini ada arahan untuk menimbang-nimbang ucapan sebelum diucapkan.

Mana mungkin seorang bisa mengucapkan yang baik atau diam dari yang buruk, apabila ia tidak mau menimbang-nimbang ucapannya sebelum berucap.

Jadi dalam hadits ini ada ajakan untuk mempertimbangkan ucapan, sebelum seorang mulai mengucapkannya.

Kemudian dilihat, apakah ucapan tersebut merupakan kebaikan ataukah keburukan. Jika engkau sudah menimbang-nimbang ucapanmu sebelum engkau mengucapkannya, engkau akan dapati bahwa ucapanmu tersebut hanya akan terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
1) Engkau yakin bahwa ucapan tersebut baik, tidak ada keburukannya sama sekali, maka silahkan berucap dengannya, tidak ada larangan.
2) Ucapan yang jelas keburukannya, tidak ada kebaikan di dalamnya. Maka jangan engkau berucap dengannya.
3) Ucapan yang masih samar bagimu. Engkau ingin berbicara tapi konsekuensi ucapan tersebut masih samar- samar. Engkau benar-benar tidak tahu apakah ucapan tersebut merupakan kebaikan ataukah keburukan. Di sini terapkanlah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

*_ Siapa yang menghindari yang samar (syubhat), maka ia telah menjaga kemuliaan agama dan kehormatannya._* (HR. al Bukhari no.52)

Dan termasuk kebaikan, engkau tidak mengucapkan ucapan jenis ketiga ini, sehingga agamamu selamat dan kehormatanmu terjaga.

Menjaga agama maksudnya adalah menjaga hubungan dengan Allah, menjaga kehormatan maksudnya adalah menjaga hubungan dengan orang lain.

Jika seorang hamba sudah benar-benar menjaga dan memperhatikan lisannya, maka itu akan menjadi pondasi kuat bagi keindahan akhlaknya dan pondasi kuat bagi keindahan budi pekertinya.

Adapun orang yang lisannya lepas kontrol tak terkendalikan, bengkok dan tak lurus, maka ia harus terus belajar untuk memperbaiki akhlaknya. Dan juga untuk memperbaiki budi pekertinya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KUNCI KEBAHAGIAAN DI DUNIA*


Dalam kehidupan dunia ini ada keindahan, ada manis dan kenikmatan, ada kelezatan dan kebahagiaan. Akan tetapi itu semua tidak mungkin diraih kecuali dengan kunci Iman. Mustahil diraih kecuali dengan menyanggupi seruan Allah dan RasulNya.

Rasulullah bersabda:
ذاق طعم الايمان من رضي بآلله ربا وبآلاسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه و سلم رسولا
*_Akan merasakan manisnya iman, orang yang ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad saw sebagai Rasul._* (HR. Muslim no.34)

Beliau juga bersabda:
ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الايمان، ان يكون الله ورسوله احب اليه مما سواهما، و ان يحب المرء لا يحبه الا لله، وان يكره ان يعود في الكفر بعد إذ أنقذه الله منه كما يكره ان يقذف في النار
*_Ada 3 perkara, barangsiap yang memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman, 1) tatkala Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari selainnya. 2) Ia mencintai seseorang hanya karena Allah. 3) Ia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya, sebagaimana ketidaksukaannya apabila ia dilempar ke neraka._* (HR. Bukhori no.16)

Kehidupan ini ada manisnya, ada kelezatannya, ada kebahagiaannya, ada hal yang sedap dipandang, ada ketenteraman jiwa, dan semua ini mustahil diraih kecuali dengan kunci iman.

Perhatikan sabda Nabi Saw berikut:
وجعلت قرة عيني في الصلاة
*_Dijadikan kesejukan mataku ada pada sholat._* (HR. an Nasai no.3940)

Beliau juga bersabda:
أرهنا بالصلاة يا بلال
*_Istirahatkan kami dengan sholat wahai Bilal._* (HR. Abu Dawud no.4986)

Sehingga menyanggupi perintah ALlah dan RasulNya lah yang dapat membuat kehidupan penuh kebahagiaan. Kehidupan yang nyaman, kehidupan yang sejuk, kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang menenteramkan dan menghilangkan kecemasan. Kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

Allah berfirman:
مَنۡ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنۡ ذَكَرٍ اَوۡ اُنۡثٰى وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَـنُحۡيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً‌ ۚ وَلَـنَجزِيَـنَّهُمۡ اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan kami beri balasan dengan pahal yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan._* (QS. an Nahl:97)

Perhatikan kehidupan bahagia ini. Kehidupan yang disifati Allah dengan sangat indah, yang tidak akan diraih kecuali dengan keimanan dan dengan ketaatan kepada ALlah. Seseorang tidak akan mungkin bisa mendapatkan kehidupan yang indah, nyaman dan penuh kebahagiaan ini, kecuali dengan menyanggupi perintah ALlah dan RasulNya yang mulia.
صلوات الله وسلامه وبركاته عليه

Perhatikan sebuah ayat yang semakna:
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ
*_Sesungguhnya orang-orang yang berbuat baik benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan._* (QS. al Infithor:13)

Penuh kenikmatan di 3 tahap kehidupannya:
1) في نعيم في الدنيا (Kenikmatan dalam kehidupan dunia)
2) في نعيم في برزخ
(Kenikmatan dalam kehidupan barzakh/kubur)
3) في نعيم يوم يلقون الله سبحانه و تعالى
(kenikmatan di hari pertemuan dengan Allah)

Kesimpulannya, di dunia ada kehidupan yang indah, kehidupan yang nikmat, hanya saja hal tersebut mustahil diraih kecuali dengan menyanggupi, yaitu menyanggupi perintah Allah dan RasulNya yang mulia.

صلوات الله وسلامه وبركاته عليه

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SEBAB-SEBAB AMPUNAN ALLAH*


Allah berfirman dalam kitabNya :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa dosa kalian._* {QS Al-anfal:29}

Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah. Sebagaimana disebutkan pada ayat ini. FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa dosa kalian , Dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar.

MaksudNya Allah - lah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan diatas ketaqwaan.

Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .

Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal:
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah?!
Padahal kita sering meNyaksikan hukumanNya di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita?

Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah? Padahal kita sudah meNyaksikan kuasaNya?

Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah? Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNya lalu akan menghisab semua amal kita?

Kemudian diantara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah:
2) kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya
3) kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firmanNya :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintaNya kepada Allah._* {QS Al- Baqarah:165}

*_Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai_* (Pepatah).

4) Perasaan selalu diawasi oleh Allah
SesungguhNya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu. Sebagaimana firmanNya:
*_Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepadaNya._* {QS Al-Baqarah:235}

Allah azza Wa jalla juga berfirman:
*_dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada._* {Ghafir :19}

Allah juga berfirman:
*_Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi _*. {Thaha:7}

Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
غفر الله لكم
وبارك لكم
ووفقكم لكل خير
وزع التقوى في قلوبكم
هذا والله أعلم
(Syaikh sa’ad Asy syatsri)
*BISA JADI INI RAMADHAN TERAKHIRMU*


ALlah telah menjadikan bulan ini lebih utama daripada bulan yang lainnya. ALlah juga telah mewajibkan puasa atas kaum muslimin padanya, Rasulullah juga telah mensunnahkan untuk menghidupkan malamnya (dengan ketaatan).

Nabi bersabda:
*_Siapa yang menghidupkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Siapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni, dosa yang lalu maupun dosa yang akan datang._*

Maka bulan ini adalah bulan yang semuanya merupakan kebaikan. Semuanya keberkahan. Tentu kebaikan dan keberkahan bagi orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Allah untuk menggunakan bulan ini dengan baik, untuk beramal ketaatan kepada Allah.

Amalan pada bulan ini akan dilipatgandakan.

Bulan ini merupakan bulan sedekah, merupakan bulan memberikan makan, merupakan bulan puasa, bulan Ramadhan, di mana al Quran diturunkan pertama kali padanya:
*_Sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan bathil)._* (QS. al Baqarah:185)

Maka bulan ini, semuanya adalah kebaikan untuk kaum muslimin. Bagi yang mendapat taufiq dari Allah untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, untuk berpuasa dan menghidupkannya (dengan ibadah), dan bagi yang mau ikut serta dalam perbuatan baik lainnya.

Adapun orang yang diharamkan dari kebaikan bulan ini, maka itulah orang yang terharamkan (terhalang).

Oleh karena itu Nabi Saw pernah mengabarkan bahwa saat bula Ramadhan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup. Dan akan ada penyeru yang menyeru,"Wahai orang-orang yang menginginkan kebaikan, sambutlah". Berbahagialah dan bergembiralah dan beramal shalihlah.

Maka bulan ini merupakan bulan untuk mendapatkan ghanimah (pahala) bagi kehidupan setiap muslim.

Ini adalah bulan yang agung, semua waktu pada bulan ini diagungkan, amal-amal shalih juga diagungkan.

Kebalikan dengan itu semua, dosa dan kemaksiatan juga diperingatkan sangat keras. Kemaksiatan yang dilakukan pada bulan Ramadhan lebih berat dari pada bulan lainnya. Walaupun maksiat itu tetap ahram di semua waktu, akan tetapi di bulan Ramadhan nilainya lebih berat. Hal tersebut dikarenakan kehormatan waktunya.

Sehingga harusnya seorang mukmin mempersiapkan dan menyambut bulan ini, dengan ketaatan, mengerjakan kebaikan dan berbahagia dengan kedatangannya.

Adapun orang-orang yang diharamkan dari kebaikannya, maka mereka tidak menghormati bulan ini sebagaimana mestinya. Bahkan mereka malah menyiapkan program dan acara yan buruk serta melalaikan. Program dan acara yang hanya bisa membuat orang tertawa. Agar kaum muslimin tersibukkan dari melakukan kebaikan di bulan ini.

Sehingga pada bulan ini seorang muslim harus bersungguh-sungguh dan harus rajin dalam ketaatan kepada Allah, dan harus membuang jauh-kauh segala hal yang tidak bermanfaat serta kemalasannya, bersungguh-sungguh dan rajin untuk menggapai kebaikan dan keberkahan bulan ini.

Dan jangan menghalangi dirinya dari kebaikan-kebaikannya. Karena bisa jadi, kesempatan tidak akan datang dua kali kepada seseorang. Mungkin ini akan menjadi Ramadhan terakhir dalam hidupnya. Sehingga ia harus menggunakan dengan sebaik-baiknya.

Harus bahagia dengan kedatangan bulan ini dan harus sibuk dengan ketaatan kepada ALlah subhanahu wa ta'ala, agar ia bisa memiliki tabungan di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.

Karena bisa jadi, Ramadhan ini tidak akan datang untuk yang kedua kalinya kepadanya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*