BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
Di sini wahai saudaraku ada poin yang penting sekali, sabda Nabi SAW yang mengatakan *Meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas*, maksudnya adalah bahkan jika kamu merasa yakin telah didzalimi. Dengan kata lain, meskipun kamu yakin bahwa mereka telah menzhalimimu, akan tetapi mereka adalah orang-orang muslim. Karena jika benar dirimu telah dizhalimi oleh mereka, maka dapat dipastikan itu adalah kedzaliman, kamu sudah sangat yakin. Walaupun keadaannya seperti itu, tetap dengar dan patuhi (mereka). Itulah yang Nabi SAW sabdakan.

Subhanallah, seakan-akan Nabi SAW ketika itu sedang mengobati realita yang sedang terjadi di tengah manusia, hingga ada seorang laki-laki berdiri menuju beliau dan berkata sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih Muslim:
يا رسول الله ارايت اِنْ قاَمَتْ علينا اُمَرَاءُ يسألون حقهم ويمنعون حقنا؟
*_Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika ada pemimpin kami, yang mereka gigih meminta kita menunaikan hak mereka akan tetapi mereka menolak memberikan hak kami? (HR. Muslim no.1846)

Jadi mereka maunya hanya didengar dan dipatuhi saja tanpa peduli memberikan hak-hak kami. Maka Nabi SAW pun berpaling dari orang tersebut dan enggan menjawab. Maka orang tadi kembali menhampiri Nabi SAW untuk yang kedua kalinya dan bertanya. Maka Nabi SAW kembali berpaling dan enggan menjawab. Kemudian orang tadi kembali menhampiri Nabi SAW untuk yang ketiga kalinya. Menurut para ulama, tujuan Nabi SAW berpaling adalah agar orang-orang yang hadir memperhatikan. (mereka bertanya-tanya) Perkara apa ini yang Nabi SAW malah berpaling ketika ditanya. Maka dikali yang ketiga, orang-orangpun memperhatikan beliau. Nabi menjawabnya dengan kalimat:
اسمعوا واطيعوا
*_Dengar dan patuhi_*. (HR. Muslim no.1846)

Kemudian Nabi SAW membawakan suatu kaidah. Wahai saudaraku, saya katakan ini aalah kaidah emas dalam kehidupan:
فإنما عليهم ما حمّلوا و عليكم ما حمّلتم
*_Sesungguhnya mereka bertanggungjawab atas apa yang dibebankan kepada mereka dan kalian bertanggungjawab atas apa yang dibebankan kepada kalian._*

Wahai saudaraku, apa sebab timbul masalah di tengah manusia secara umum? yaitu seseorang menyibukkan diri pada sesuatu yang bukan urusannya. Sebab kesengsaraan manusia adalah tatkala dia menyibukkan diri dengan perkara yang bukan urusannya. Memposisikan dirinya seolah-olah ia ulama, memposisikan dirinya seakan-akan ia hakim pengadilan, memposisikan dirinya seakan-akan ia orang kaya, ia ingin menjadi segalanya pada semua hal. Perkara seperti ini sangat membahayakan manusia. Akan tetapi Nabi SAW memberikan kepada kita suatu kaidah:
*_Sesungguhnya atas mereka apa yang dibebankan kepada mereka, dan kelak mereka akan ditanya tentang tanggungjawab mereka dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian dan kalian akan ditana tentang tanggungjawab kalian._*

Wahai kalian yang cerdas, sibukkan diri dengan tanggungjawab kalian. Sibuklah dengan perkara yang itu milikmu sendiri, sibuklah dengan perkara yang bisa kamu memberikan dampak positif. Jangan sekali-kali masuk ke dalam perkara yang dirimu tidak dapat memberi dampak positif.

Permasalahan ini merupakan bab yang agung, telah Nabi SAW kukuhkan hukum-hukum terkait hal tersebut.

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SHOLAT SUNNAH DI RUMAH*
(_Syaikh Al-Mukhtar Asy-Syinqithi_ )

Seharusnya seseorang bersemangat untuk sholat sunnah di rumah. Ini adalah salah satu sunnah Nabi. Karena rumah yang banyak dipakai untuk sholat akan diberikan banyak kebaikan oleh Allah. Hal ini banyak disampaikan oleh para ulama dan orang-orang shalih.

Sebagian orang bercerita,"Dulu rumahku tidak pernah lepas dari masalah".

Akupun mendatangi salah satu ulama. Ia bertanya kepadaku tentang qiyamul lail dan rawatib. Ia mengatakan,"Engkau melalaikan shalat rawatib? aku menjawab,"Ya, aku tidak shalat rawatib. Apa itu sholat rawatib? ia menjawab,"Sholat qobliyah dan ba'diyah. Ia pun mengajariku sholat rawatib qobliyah dan ba'diyah.

Kedua, ia bertanya,"Engkau tidak sholat malam? Engkau tidak sholat witir? Aku menjawab,"Ya, aku tidak sholat witir".

Ia mengatakan,"Jika demikian, rutinkan shalat rawatib dan sholatlah di rumahmu sebagaimana Nabi sholat di rumahnya. Rutinkan juga sholat witir dan jangan ditinggalkan.

Nabi bersabda:
ليس منا من لم يوتر. الوترحق، ومن لم يوتر فليس منا
*_Bukan golongan kami orang yang tidak sholat witir_*. Sholat witir itu adalah hak dan barangsiapa tidak sholat witir, ia bukan golongan kami._* (HR. Abu Dawud no.1419)

أوتروا يا اهل القرأن إن الله وتر يحبه
*_Wahai ahli Quran, sholatlah witir, karena ALlah itu Maha Esa dan menyukai ganjil_*. (HR. Abu Dawud no.1416)

إن الله أمدكم بصلاة هي خير لكم من حمر النعم وجعلها لكم ما بين صلاة العشاء وما بين صلاة الفجر
*_Sesungguhnya Allah menganugerahi kalian sholat yang lebih baik daripada unta merah dan Dia tetapkan waktunya antara sholat isya dengan sholat subuh._* (HR. Tirmidzi no.452)

Ia mengatakan,"Subhaanallah, sepekan kemudian, kondisi rumahku berubah total. Akhlak istriku berubah. Anak-anakku menjadi lebih beradab. Semua hal berubah".

فإن الله جاعل له من صلا ته في بيته خيرا
*_Sesungguhnya Allah melimpahkan kebaikan di rumahnya karena sholatnya itu._* (HR. Muslim no.778)

Kata kebaikan berbentuk nakirah. Apabila Nabi bersabda,"ALlah melimpahkan kebaikan", maka pasti menjadi kebaikan.

Sungguh benar ucapan Nabi yang tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Tetapi hanyalah berdasarkan wahyu. Wallahu a'lam.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TARGET YANG HARUS DICAPAI SEORANG MUSLIM SETIAP HARINYA*

diceritakan oleh Ummu Salamah ra , dalam Kitab Sunan
(Ibnu Majah no.925) dan Musnad (Ahmad no.26731), bahwa Nabi SAW setiap harinya seusai sholat subuh berdoa:
اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا
*_Ya Allah, aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima_*.

Dalam doa tersebut ada permintaan kepada ALlah SWT berupa rezeki yang baik. Ini sebuah pelajaran yang berharga bagi kita umat Muhammad SAW.

Waktu pagi adalah permulaan siang dan siang adalah waktunya manusia untuk bekerja dan mengusahakan kebaikan dunia dan akhirat. Target seorang muslim setiap harinya hanya ada tiga, tidak ada yang keempatnya. Tiga target tersebut disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits ini.

Inilah 3 target seorang muslim setiap harinya, yakni:
1) Ilmu yang bermanfaat
2) Rezeki yang baik
3) Amal yang shalih

Dalam doa ini terdapat penjelasan target seorang muslim setiap harinya. Dan permohonan agar Allah SWT menolong untuk merealisasikan target tersebut. Rasulullah SAW memulai doanya dengan meminta ilmu yang bermanfaat.

Karena ilmu adalah asas untuk bisa membedakan antara rezeki yang halal dan yang haram, juga antara amal yang shalih dan yang bukan. Semuanya tidak akan bisa dibedakan kecuali dengan ilmu yang bermanfaat.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KAIDAH SYAR'I TERHADAP PEMINTA-MINTA*

Allah berfirman di dalam al Quran:
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
*_Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya)._* (Ad-Dhuha:10)

Kaidah pertama adalah tidak boleh menghardiknya. Peminta-minta tidak boleh dihardik, baik kita memberi atau tidak memberinya, ini adalah pembahasan lain. Yang utama adalah jangan menghardiknya, kita tidak boleh menghardiknya.

Bisa jadi dia meminta-minta memang ada kebutuhan atau bisa juga dia hanya ingin memperkaya diri. Kita tidak tahu, kita hanya bisa menduga-duga, bisa jadi.

Lalu kapan kita beri dan kapan tidak kita beri? Di sini tidak ada qoidahnya, ilmunya ada di sisi Allah. Dan ini kembali kepada apa yang terlintas di dalam hati kita.

Jika kita merasa di dalam hati kita mengatakan bahwa orang ini (si peminta-minta) butuh, berilah. Namun jika kita merasa di dalam hati kita bahwa orang ini tidak butuh, maka tak usah diberi.

Jadi kita bisa memperkirakan masalah ini di dalam diri kita masing-masing.
Jika kita memberinya meski ternyata dia tidak butuh, maka pahala tetap ada di sisi Allah.

_Baarakallahu fiikum, waja'alanallahu ilaikum albarakah wassalaamah fiddunya wal aakhirah_


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*ORANG YANG PALING BAHAGIA*

Bertaqwalah kepada Allah. Ketika Allah panjangkan umurmu hingga berjumpa dengan Ramadhan. Ketika banyak orang telah wafat dan harapan mereka kandas. Allah masih memberi kesehatan, waktu luang dan banyak nikmat lainnya yang tidak mampu dihitung kecuali oleh Allah saja.

Apabila engkau memuji nikmat ALlah dan mensyukuri karuniaNya serta melengkapinya dengan amal shalih, maka engkau termasuk orang-orang yang sukses.

Akhi fillah, berhati-hatilah dari jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan, yang membuat seorang hamba lemah dari ketaatan kepada Allah.

Sadarlah dari kelalaianmu, bangunlah dari tidurmu, perbaiki sisa umurmu.

نعوذ الله العظيم من الحور بعد الكور ومن العمى بعد البصيرة
MENGENTASKAN KEKAYAAN


Di tengah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, Rasulullah saw memutuskan untuk beristirahat sejenak. Ketika semua anggota rombongan mulai mengambil tempat untuk melepas lelah dan membuka perbekalan, tampak seorang laki-laki yang sibuk hilir mudik dekat beliau. Dari atas punggung unta yang terlihat sangat keletihan, lelaki itu melirik ke sana-kemari dengan pandangan mata yang sayu.

Rasulullah saw segera menangkap bahasa tubuh lelaki itu, maka dengan suara yang bergema dan penuh wibawa. Beliau berkata kepada seluruh sahabatnya,

“Siapa yang punya tunggangan (kendaraan) lebih, maka berikanlah kepada orang yang tidak punya kendaraan. Siapa yang punya perbekalan lebih, maka berikanlah kepada orang yang tidak punya perbekalan.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Menurut Abu Sa`id al-Khudri, sahabat yang menuturkan kisah ini, selain dua jenis harta di atas, Rasulullah juga menyebut beberapa jenis harta lainnya yang mesti diperlakukan sama.

Karena begitu banyak jenis harta yang disebut, sempat terlintas dalam benak para sahabat, bahwa harta yang melebihi batas kebutuhan tidak lagi menjadi hak pemiliknya, melainkan harus diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Peristiwa tersebut berlalu begitu cepat, tapi ajaran yang disampaikan Rasulullah saw membentuk pandangan hidup yang sangat mendalam tentang persoalan yang senantiasa aktual sepanjang waktu, yaitu kemiskinan dan kekayaan.

Fenomena miskin dan kaya diposisikan dalam Islam sebagai pasangan yang saling terkait dan tidak mungkin dipisahkan, sama seperti semua wujud ciptaan Allah di alam raya. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya,

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS adz-Dzariyat: 49)

Dengan demikian, miskin dan kaya adalah dua entitas yang tidak mungkin berdiri sendiri. Artinya, kemiskinan akan menjadi masalah jika kekayaan pun bermasalah. Generasi awal Islam memahami betul hal ini, baik dalam kapasitas individu maupun pemerintah.

Bahkan, jika boleh dibilang, mereka melihat sikap dan perilaku menyimpang orang-orang kaya adalah biang sebenarnya dari segala dampak buruk yang timbul dari kemiskinan. Tepatnya, ketika orang kaya tidak punya pandangan yang benar tentang konsep kekayaan dan tidak pernah merasa cukup karena cara konsumsi yang dipakainya tidak lepas dari israf atau tabdzir.

Maka akibatnya adalah, peredaran harta terbatas hanya pada segelintir orang kaya (dulatan bainal aghniya’), sementara orang-orang miskin tidak mendapatkan bagian yang cukup untuk sekedar mengisi perutnya.

Dalam as-Sunan al-Kubra, al-Baihaqi menuturkan pernyataan tegas Ali bin Abi Thalib ra, “Allah telah mewajibakan kepada orang-orang kaya agar memberikan hartanya sebanyak yang dapat mencukupi kebutuhan orang-orang miskin. Karena itu, jika orang-orang miskin itu kelaparan, tidak berpakaian dan menderita, maka penyebabnya adalah orang-orang kaya itu enggan memberi. Allah pasti akan menghisab dan mengazab mereka karena sikapnya itu.”

Pernyataan tegas Ali di atas mengandung banyak sekali pelajaran yang berharga untuk kita semua.

Pertama; Konsep mendasar tentang rezeki, bahwa Allah SWT menjamin rezeki seluruh manusia dengan meletakkan kecukupan bagi orang-orang miskin pada kelebihan harta orang-orang kaya.

Kedua; Harta yang wajib dikeluarkan orang-orang kaya pada dasarnya harus sesuai dengan kebutuhan orang-orang miskin, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. Konsekuensinya, jika zakat wajib tidak dapat mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut maka orang-orang kaya masih berkewajiban mengeluarkan hartanya. Dan, inilah pandangan yang berkembang di masa generasi awal Islam. Abdullah bin Umar menyatakan, “Pada harta ada kewajiban selain zakat.”

Ketiga; Orang kaya yang bermasalah adalah biang dari berbagai dampak buruk yang timbul dari kemiskinan.
Kini, di saat umat manusia semakin jauh dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, masalah kemiskinan dan kekayaan tidak dipandang dengan jernih. Kemiskinan dipisahkan dari pasangannya, lalu disikapi dengan nyinyir dan dimusuhi sehingga harus diberantas atau sehalus-halusnya dientaskan.

Sementara kekayaan dan orang-orang kaya dibiarkan melenggang di atas pentas syuh (egoisme), israf dan tabdzir (hedonisme). Padahal, mengentaskan kemiskinan hanya akan menjadi jargon kosong, bahkan membuahkan pemiskinan, jika dilakukan dengan tanpa lebih dulu mengentaskan kekayaan.

(Ust Asep Sobari)
*UNTUK YANG KESIANGAN SHOLAT SUBUH*


Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ان النبي صلى الله عليه و سلم قال ركعتي الفجر خير من الدنيا وما فيها
*_Dua rakaat sholat subuh fajar yaitu sholat sunnah qobliyah subuh, lebih baik dari dunia dan seisinya.

Mana yang lebih agung, sholat sunnah atau sholat fardhu? sunnah qobliyah subuh atau sholat fardhu subuh?

Allah berfirman dalam hadits Qudsi:
ما تقرب الي عبدي بشيء احب الي مما افترضته عليه
*_Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu yang lebih Aku cintai daripada dengan apa yang Aku wajibkan._*

Maka, jika sholat sunnah qobliyah subuh lebih baik dari dunia dan seisinya, lalu bagaimana sholat fardhu subuh? Bagaimana kedudukan sholat fardhu subuh?

Di sini, kita dapat mengetahui kerugian besar yang didapat oleh orang yang tidur dan tertinggal sholat subuh. Sungguh ia telah kehilangan dunia seluruhnya. Bahkan ia kehilangan apa yang lebih baik dari dunia seluruhnya.

Sekarang jika ditawarkan kepada seseorang salah satu kenikmatan dunia yang fana ini dan ia dipanggil kepadanya di waktu pagi-pagi buta, pasti ia bersegera pergi kepadanya dengan cepat, agar ia tidak melewatkan kenikmatan dunia yang sedikit itu.

Jadi, orang yang melewatkan sholat sunnah qobliyah subuh, berarti ia telah melewatkan pada hari itu sesuatu yang lebih baik dari duni dan seisinya.
Dan jika ia melewatkan sholat fardhu subuh, maka bayangkan apa yang telah ia lewatkan? Jika yang sunnah saja lebih baik dari dunia dan seisinya, maka lihatlah kerugian besar yang didaaptkan oleh orang yang melewatkan sholat sunnah qobliyah subuh dan juga sholat subuh.

Subhaanallah, orang yang dimuliakan oleh Allah dengan dapat memegang awal hari.

Sebagian para salaf berkata:
يومك مثل جملك إن امسكت اوله تبعك أخره
*_Harimu seperti untamu. Jika kamu memegang permulaannya, maka akhirnya juga akan mengikutinya._*

Jika seorang hamba mendapat taufik untuk dapat memegang hari sejak awal waktunya, bagaimana cara memegang hari sejak awal waktunya? Memegang hari sejak awal waktunya yaitu dengan mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh dan sholat subuh.

Jika ia memegang hari sejak awal waktunya, maka ia akan dijaga dan diberi kecukupan sepanjang hari.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Azza wa Jalla berfirman:
يقول الله عز وجل ابن أدم إركع لي اربع ركعات من اول النهارأكفك أخره
*_Wahai anak Adam, sholatlah untukKu 4 rakaat di pagi hari, maka Aku akan memberimu kecukupan hingga akhir hari._* (HR. at Titmidzi-hadits shahih)

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
هما عندي نافلة الفجر وفريضتها أوفريضة الفجر وسنتها
*_Menurutku yang di maksud adalah sholat sunnah qobliyah subuh dan sholat subuh atau sholat subuh dan sholat sunnahnya._*

Oleh karena itu, orang yang diberi taufik oleh Allah untuk menjaga pelaksanaan sholat sunnah dan fardhu subuh ini, ia akan diberi kecukupan sepanjang hari. Dan disebutkan dalam hadits lain *_maka ia berada dalam perlindungan Allah_*, yakni dalam penjagaan dan pengawasan Allah.

Jadi orang yang melalaikan sholat ini akan mendapatkan kerugian yang besar.

Dalam hadits lain disebutkan:
قالت عاءشة رضي الله عنها ما رايت رسول الله صلى الله عليه وسلم في شيء نوافل اسرع منه الى الركعتين قبل الفجر
*_'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata,"Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat bersegera melebihi ketika untuk mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh._*

Diriwayatkan juga bahwa Nabi 'alaihis sholaatu wassalaam:
أن النبي عليه الصلاة والسلام ماترك هاتين الركعتين لا في سفر ولا في حضر
*_Tidak pernah meninggalkan dua rakaat sebelum subuh ini baik ketika beliau sedang safar atau bermukim._*

Semoga Allah menjadikan kita bermanfaat dan memberi taufik menuju segala kebaikan.
*NASIHAT UNTUK PARA PEKERJA*
(_Syaikh Sa'ad bin Nashir Asy-Syatsri_ )

Allah berfirman:
*_Wahai orang-orang yang beriman, tepatilah perjanjian._* (QS. al Maidah:1)

Setiap pekerja yang terikat kontrak, ia wajib mematuhi kontrak tersebut, dan wajib menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan demikian ia telah mentaati atasannya, dan menjadikan penghasilannya halal.

Kemudian, setiap pekerja hendaknya meniatkan kerjanya itu sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Saya ingin menekankan poin penting yaitu hendaknya akhirat selalu menjadi tujuan seluruh pekerjaan seorang hamba, ketika ia melakukan pekerjaannya, apapun itu. Ia niatkan untuk beribadah kepada Allah Jalla wa 'alaa. Ia jadikan hal itu sebagai saran menggapai ridho Allah.

Orang yang melakukan pekerjaan sesuai tuntunan, lalu meniatkannya untuk mendapat pahala akhirat, maka ini akan menjadi sebab keridhoan Allah atasnya, dan sebab meraih kedudukan yang tinggi di surga.

Saya tekankan poin penting lain, sekali lagi, jadikanlah akhirat selalu ada di depan mata kita. Caranya dengan meniatkan seluruh gerak-gerik kita untuk kebaikan di akhirat.

Allah berfirman:
*_Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia, Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki. Tapi bagi siapa yang Kami kehendaki saja. Kemudian Kami masukkan ia ke neraka jahannam dalam keadaan tercela dan terusir._*
*_Barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha meraihnya dalam keadaan ia beriman, mereka itulah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik._* (QS. al Isra:18-19)


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*MOTIVASI BEKERJA DARI ALQURAN*

Allah berfirman:
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ وَابۡتَغُوۡا مِنۡ فَضۡلِ اللّٰهِ وَاذۡكُرُوا اللّٰهَ كَثِيۡرًا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
*_Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan banyaklah berdzikir mengingat Allah agar kalian beruntung._* (QS. al Jumu'ah:10)

Dan carilah karunia Allah, maksudnya adalah mencari rezeki setelah selesai beribadah.

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam memotivasi umatnya untuk bekerja, baik sebagai pedagang, karyawan maupun produsen.

Setiap orang akan dimudahkan sesuai suratan takdirnya. Namun seorang hamba seharusnya berusaha sekuat tenaga untuk mengusahakan sebabnya walaupun dengan usaha yang sedikit meskipun hanya mencari kayu bakar (untuk dijual).

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit dengan izin dan taufiq dari Allah Jalla wa 'Alaa.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SOLUSI PERMASALAHAN KELUARGA*
(_Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ )

Metode syar'i dalam menyelesaikan problematika rumah tangga, haruslah dilakukan dengan cara bertahap. Langkah pertama adalah:
1. Suami istri memperbincangkan masalah mereka dari hati ke hati, tanpa ada campur tangan pihak lain sama sekali.

Langkah pertama untuk menyelesaikan problematika rumah tangga, hanya terbatas pada suami dan istri saja. Dengan berdiskusi dari hati ke hati menggunakan perasaan, akal sehat dan hati nurani (tanpa emosi), tanpa ada campur tangan pihak lain sama sekali. Pada tahap ini suami istri saling memberi kritik dan saran dari hati ke hati.

2. Membuat peraturan (kesepakatan) bersama untuk mengantisipasi kesalahan serupa terulang.

3. Mengambil seorang penengah dari pihak keluarga, yang mana suami istri sepakat bahwa ia adalah seorang yang baik dan bijaksana, untuk membantu menyelesaikan masalah dan mendamaikan mereka. Sangat tidak disarankan untuk memperbanyak jumlah orang yang menengahi mereka, kecuali dalam keadaan darurat saja.

Sekarang ini karena mudahnya telekomunikasi terkadang ada keluarga, yang menceritakan masalah keluarganya kepada setiap orang, tanpa ada keperluan sama sekali. Akhirnya paman, bibi dan lain-lain banyak yang mengetahuinya. Bahkan terkadang para syaikh juga mengetahuinya.

Seperti ini sama sekali tidak bagus. Saya katakan apabila wanita shalihah itu adalah wanita yang tidak Khorrojah dan Wallajah yaitu tidak banyak keluar rumah tanpa ada keperluan. Begitu juga ia tidak banyak menelpon laki-laki, kecuali apabila ada perlu, itu pun hanya sebatas kadar yang diperlukan.

Intinya disarankan agar mengambil seorang penengah, dari kalangan keluarga suami atau keluarga istri, yang orang tersebut diketahui memiliki kebaikan, ilmu, kebijaksanaan dan sifat tidak tergesa-gesa. Begitu juga disarankan agar tidak membocorkan permasalahan mereka ke banyak orang.

Apabila metode syar'i ini digunakan oleh setiap pasangan suami istri yang sedang bermasalah hingga menuju perpecahan/perceraian, tentu banyak sekali problematika yang dapat teratasi, terselesaikan dan tidak menimbulkan efek buruk. Dan kita juga tidak akan menjumpai permusuhan antara suami dan istri, banyaknya keretakan, perpisahan dan putusnya hubungan kekeluargaan.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*NAK, INI CALON SUAMIMU*


Ada seorang laki-laki datang kepada al Hasan bin Ali (semoga Allah meridhoinya da juga meridhoi bapaknya). Laki-laki tersebut berkata:
*_Aku punya seorang putri. Menurutmu, dengan siapa aku harus menikahkan putriku tersebut? aku memiliki seorang putri, menurutmu, dengan siapa aku harus menikahkan putriku tersebut?_*

Maka, al Hasan pun menjawab:
*_Nikahkan putrimu dengan seorang yang takut kepada Allah azza a jalla. Karena jika ia mencintainya pasti ia akan memuliakannya. Namun jika ia membencinya, pasti dia tidak akan mezaliminya_*.

Nikahkan putrimu dengan seorang yang takut kepada Allah azza wa jalla. Karena jika ia mencintainya, maka dia akan memuliakannya.

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*JANGAN PERNAH BERHENTI ATAU MEMBATALKAN SEBUAH KARYA*


فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

Jangan pernah membatalkan niat baik atau sebuah karya. Berhenti sebelum selesai di akhirnya. Tuntaskan, untuk kemudian bangkit kembali dan siap mengukir karya-karya berikutnya.

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Gantungkan semua harapan. Ketahuilah bahwa kesuksesan, keberhasilan menuntaskan karya ini adalah atas kehendak Allah, maka berdoalah, mohon agar Allah memberikan keistiqomahan, kekuatan dan kemauan yang kuat untuk menyelesaikan tugas untuk menyongsong tugas-tugas berikutnya demi lahirnya karya-karya selanjutnya.

Semoga Allah menjadikan *SEKOLAH KONSELOR KELUARGA* ini sebuah karya besar untuk umat Islam, mampu mengisi ruang-ruang kosong, demi tegaknya fondasi Islam dan peradaban Islam, aamiin.


*AlWahdah-Sekolah Konselor Keluarga*
*3 AMALAN HATI*

Tiga perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) almahabbah (cinta)
2) Arroja-u (harap)
3) alKhouf (takut)

Tiga perasaan ini harus ada setiap kali engkau beribadah. Saat sholat, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Saat puasa, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Dan begitu seterusnya.

Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini. Cinta, harap dan takut. Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firman Allah:
*3 AMALAN HATI*

Tiga perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) almahabbah (cinta)
2) Arroja-u (harap)
3) alKhouf (takut)

Tiga perasaan ini harus ada setiap kali engkau beribadah. Saat sholat, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Saat puasa, engkau cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Dan begitu seterusnya.

Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini. Cinta, harap dan takut. Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firman Allah:
*_Bahkan orang yang mereka jadikan tuhan, malah mencari jalan untuk dekat kepada Allah, berharap rahmatNya dan takut adzabNya. Sungguh, adzab Rabbmu perlu engkau takuti._* (QS. al Isra:57)

Dan juga 3 perasaan ini terkumpul dalam QS. al Fatihah, dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam_*

ada rasa cinta.

Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang_

Ada rasa harap.

Dalam ayat:
*_Yang menguasai hari pembalasan_*

Ada rasa takut.

Dengan perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1) Cinta. Sebagaimana dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam_*.

2) Karena rasa harap. Sebagaimana dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang_*.

3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat:
*_Yang Menguasai hari pembalasan_*.
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Bahkan orang yang mereka jadikan tuhan, malah mencari jalan untuk dekat kepada Allah, berharap rahmatNya dan takut adzabNya. Sungguh, adzab Rabbmu perlu engkau takuti._* (QS. al Isra:57)

Dan juga 3 perasaan ini terkumpul dalam QS. al Fatihah, dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam_*

ada rasa cinta.

Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang_

Ada rasa harap.

Dalam ayat:
*_Yang menguasai hari pembalasan_*

Ada rasa takut.

Dengan perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah), aku beribadah kepadaMu karena:
1) Cinta. Sebagaimana dalam ayat:
الحمد لله رب العالمين

2) Karena rasa harap. Sebagaimana dalam ayat:
الرحمن الرحيم

3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat:
ملك يوم الدين
*VAKSIN COVID YANG KITA IKUTI APAKAH SEBUAH AMAL SHALIH?*

Tentunya kita menginginkan setiap aktivitas yang kita lakukan adalah aktivitas yang bernilai ibadah. Seorang ulama memberi nasihat emasnya, dengan mengatakan اجعل حياتك كلها لله(jadikanlah seluruh kehidupanmu adalah dalam rangka ibadah semata hanya untuk Allah).

Jika gaya hidup seperti ini dapat kita biasakan, maka wallahi, semua kehidupan kita akan amal shalih. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua amalan itu akan menjadi amal shalih, alih-alih ingin menjadikan kehidupan yang berisi aktivitas-aktivitas yang bernilai amal shalih malah menjadi amal salah. Maka perlu kita ketahui dan kita ilmui bersama syarat amal itu menjadi amal shalih.

_Syarat Amal Shalih_
Syarat sebuah amal/aktivitas kita itu adalah amal shalih harus memenuhi dua syarat ini:
1) Amal/aktivitas yang kita lakukan diniatkan karena Allah. Kita melakukan aktivitas atau amalan tersebut pertama kali yang terlintas di hati adalah karena Allah, bukan karena sebab yang lain.
2) Amal/aktivitas yang mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Ittiba-ur Rasuul). Kalau ia adalah amalan ibadah mahdhah, maka kita mengikuti sesuai yang dcontohkan Rasul, jika ia adalah amalan dunia, maka amalan itu masuk kategori itqonul amal (amal yang profesional,amanah dan dikerjakan dengan penuh tanggungjawab).

Pertanyaannya sekarang adalah apa niat anda dalam mengikuti vaksinasi covid 19? baik yang sudah 2 kali, bahkan sudah ada yang sampai vaksin boster? apa niat anda? apakah masuk dalam list di bawah ini;
1) Biar mudah beraktivitas
2) Takut ditegur atasan
3) Biar bisa DL ke luar kota naik pesawat dan menginap di hotel
4) Takut sanksi dari pemerintah
5) Takut diturunkan dari jabatan
6) Takut kehilangan order/kerjaan
7) dan lain sebagainya

Kalau semua poin di atas adalah alasan kita ikut vaksinasi covid 19, mari kita istighfar bareng dan bertaubat bareng, ternyata aktivitas kita semua masih tak lepas dari dunia.

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).(al Bayyinah:5)

162. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
163. tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).(QS. al An'aam:162-163)

*_Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar._* (An Nisaa:114)

Inilah dalil-dalil dari amalan hati yang disebut *IKHLAS*. Ikhlas adalah kamu beramal untuk mencari ridho Allah (ان تريد بأعمالك رضاالله) dan meraih pahala akhirat (والحصول على اجر الاخره).

Jangan sampai kita menyia-nyiakan amal kita, gara-gara tidak memiliki ilmu tentang hal ini. Jadikanlah seluruh kehidupan kita untuk Allah.

والله اعلم بالصواب

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*APAKAH AMAL KITA SEBUAH AMAL SHALIH?*


Tentunya kita menginginkan setiap aktivitas yang kita lakukan adalah aktivitas yang bernilai ibadah. Seorang ulama memberi nasihat emasnya, dengan mengatakan اجعل حياتك كلها لله(jadikanlah seluruh kehidupanmu adalah dalam rangka ibadah semata hanya untuk Allah).

Jika gaya hidup seperti ini dapat kita biasakan, maka wallahi, semua kehidupan kita akan amal shalih. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua amalan itu akan menjadi amal shalih, alih-alih ingin menjadikan kehidupan yang berisi aktivitas-aktivitas yang bernilai amal shalih malah menjadi amal salah. Maka perlu kita ketahui dan kita ilmui bersama syarat amal itu menjadi amal shalih.

_Syarat Amal Shalih_
Syarat sebuah amal/aktivitas kita itu adalah amal shalih harus memenuhi dua syarat ini:
1) Amal/aktivitas yang kita lakukan diniatkan karena Allah. Kita melakukan aktivitas atau amalan tersebut pertama kali yang terlintas di hati adalah karena Allah, bukan karena sebab yang lain.
2) Amal/aktivitas yang mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Ittiba-ur Rasuul). Kalau ia adalah amalan ibadah mahdhah, maka kita mengikuti sesuai yang dcontohkan Rasul, jika ia adalah amalan dunia, maka amalan itu masuk kategori itqonul amal (amal yang profesional,amanah dan dikerjakan dengan penuh tanggungjawab).

Belum lama, negara kita baru saja mengadakan perhelatan besar yang berlaku nasional yaitu vaksinasi covid untuk semua penduduk negeri dan masih berlangsung hingga ini. Terjadilah pro dan kontra adanya kewajiban vaksin ini, sampai sekarangpun keriuhan ini masih terjadi antara yang setuju dan yang tidak setuju diwajibkannya vaksin covid ini. Lantas bagaimana semestinya kita muslim terbesar di negeri ini bersikap?.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kita umatnya, kaidah utama dalam masalah ini:
فإنما عليهم ما حملوا وسيسألون عنه وعليكم ما حملتم وستسألون عنه
*_Sesungguhnya atas mereka apa yang dibebankan kepada mereka dan kelak mereka akan ditanya tentang tanggungjawab mereka. Dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian dan kalian akan ditanya tentang tanggungjawab kalian._*

Kewajiban vaksin oleh pemerintah diniatkan adalah untuk kebaikan diri dan kebaikan bersama seluruh penduduk negeri, agar mencegah kita dari virus covid (terlepas dari macam-macam analisa yang belum diketahui kebenarannya), Maka ini adalah anjuran yang baik, kita sebagai rakyat, wajib patuh dan taat. Namun ingat kepatuhan dan ketaatan kita kepada pemerintah, karena ini adalah perintah Allah dan RasulNya, untuk taat dan patuh, bukan karena semata-mata ikut pemerintah atau karena takut pemerintah. Bukan karena agar tetap bisa bepergian ke luar kota, bukan karena agar bebas beraktivitas, bukan karena takut atasan, bukan karena takut kena SP, dan alasan-alasan lainnya. Selama pemerintah menyuruh kepada hal yang ma'ruf bukan kepada kemaksiatan, maka kita wajib patuhi dan taati sebagai rakyat.

Jika demikian adanya bahwa keikutsertaan kita dalam program covid nasional adalah karena Allah dan ittiba' kepada petunjuk Rasul, maka aktivitas vaksin kita akan menjadi amal shalih di dunia dan kelak Allah akan berikan balasan pahalanya di akhirat.

Mungkin ada yang beranggapan, bahwa saat ini pemerintah kita adalah pemerintah yang dzalim, buat apa dipatuhi dan ditaati.

Kembali kepada kaidah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas, kita fokus pada yang dibebankan kepada kita, amanahnya adalah kita jalankan tugas kita sebagai rakyat untuk patuh dan taat kepada pemerintah, karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasul, selama bukan diperintah kepada kemaksiatan. Sedang urusan kedzaliman mereka, kelak akan ditanya dan mempertanggungjawabkan semua kedzaliman mereka atas rakyat yang mereka pimpin.
Apa sebab timbul masalah di tengah manusia secara umum? yaitu seseorang menyibukkan diri pada sesuatu yang bukan urusannya. Sebab kesengsaraan manusia adalah tatkala dia menyibukkan diri dengan perkara yang bukan urusannya. Memposisikan dirinya seolah-olah ia ulama, memposisikan dirinya seakan-akan ia hakim pengadilan, memposisikan dirinya seakan-akan ia orang kaya, ia ingin menjadi segalanya pada semua hal. Perkara seperti ini sangat membahayakan manusia.

Jadi, sungguh lebih manfaat kita menyibukkan diri dengan tanggungjawab kita. Sibuklah dengan perkara yang itu milik kita, sibuklah dengan perkara yang bisa kita memberikan dampak positif. Jangan sekali-kali masuk ke dalam perkara yang diri kita tidak dapat memberi dampak positif. Maka, miliki sebuah agenda-agenda pribadi, kelompok dan yang lebih besar lagi, yang itu semua dijalankan karena tanggungjawab dan amanah yang diembannya.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*AGAR DOA KITA DIKABULKAN ALLAH*


Pertama, mengikhlaskan doa tersebut untuk Allah Ta’ala, konsisten (istiqamah) dan menjauhi kemusyrikan. Allah Ta’ala berfirman,

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Maka berdoalah (sembahlah) Allah Ta’ala dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)” (QS. Ghaafir [40]: 14).

Oleh karena itu, tauhid (ikhlas) merupakan syarat terkabulnya doa tersebut. Karena tauhid akan mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala dan sebagai sarana (wasilah) dikabulkannya doa seorang hamba.

Kedua, berdoa kepada Allah Ta’ala dengan sepenuh hati, menghadirkan hatinya untuk benar-benar dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Tidak berdoa dengan hati yang lalai dan berpaling, sehingga hanya menggerakkan lisannya saja, sedangkan hatinya berpaling memikirkan yang lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai dan berpaling” (HR. Tirmidzi no. 3488 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/493).

Ketiga, berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan nama dan sifat Allah Ta’ala, misalnya yaa Rahmaan, yaa Rahiim, yaa Allah, dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna. Maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya” (QS. Al-A’raf 180) .

Keempat, mencari waktu-waktu yang merupakan waktu istimewa terkabulnya doa. Yang dituntut dari seorang muslim adalah berdoa secara terus-menerus di waktu kapan pun. Akan tetapi, seorang muslim juga hendaknya memperhatikan waktu-waktu khusus yang lebih besar kemungkinan untuk dikabulkan. Misalnya, ketika bersujud, atau di akhir malam, atau di bulan Ramadhan, lebih khusus lagi di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Ini adalah waktu-waktu istimewa, sehingga hendaknya kita lebih banyak berdoa di waktu-waktu tersebut dibandingkan di waktu lainnya.
*SYARAT TAUBATAN NASHUHA*


Ada 3 syarat taubatan nashuha, sebagamana disebutkan oleh para ulama, yaitu:
1) الندم على فعل الذنب (Menyesal atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya)
2) والإقلاع عنه (Berhenti dan meninggalkan dosa tersebut)
3) اَلعَزْمُ على عَدَِم العَوْدَةِ إليه (Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut)

Jika seseorang telah mengumpulkan tiga syarat ini, maka taubatnya menjadi taubat yang nashuha.

Adapun jika dosa yang telah ia lakukan berkaitan dengan hak orang lain, maka ditambahkan syarat keempat yaitu:
4) هوأن يَتَحَلَّلَهُمْ مِنْهُ (Orang lain tersebut menghalalkan (mengikhlaskan) untuknya.

baik dengan:
1) Mengembalikan hak orang lain tersebut (باِعَادَةِ الحَقِّ) atau
2) Dengan meminta maaf kepadanya (طَلَبِ العَفْوِوَالمُسَامَحَةِ).


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*4 PRINSIP YANG HARUS DIPEGANG PEBISNIS*


أربع إذا كن فيك فلا عليك ما فاتك من الدنيا صدق حديث وحفظ أمانة وطيب طعمة و حسن خليقة
*_Ada 4 hal apabila engkau telah memilikinya maka tidak perlu cemas atas dunia yang luput darimu. 1) Jujur ketika bicara, 2) amanah, 3) makan yang halal, 4) Akhlaq mulia._* (HR Ahmad no.6652)

Jadikan 4 hal ini sebagai prinsip penting. Wallahi, ini adalah nasihat berharga dari sosok penasihat yang sangat amanah.

Empat hal yang menjadi prinsip penting pengusaha/pebisnis/pedagang muslim dalam kondisi segenting apapun.

Nabi mengatakan, *Tidak perlu Cemas*. Ini adalah jaminan beliau. Engkau pasti untung selama 4 hal ini engkau pegang erat-erat.

Empat hal ini akan selalu hadir menguji para pengusaha/pebisnis/pedagang. Maka hendaknya mereka menjadikan 4 hal ini prinsip pentingnya. Senantiasa dihadirkan, jangan dilepas.

Jik datang godaan,"Kamu akan untung jutaan", maka tetap 4 prinsip ini menjadi panduan. Apa kebaikan yang ada pada untung jutaan tapi prinsip dan akhlak mulia ini hilang?

Apa gunanya untung jutaan tapi ia keluar dari golongan orang jujur menuju golongan para pendusta?

Apa gunanya untung jutaan tapi ia keluar dari golongan amanah menuju golongan para pendusta dan pengkhianat?.

Apa gunanya untung jutaan tapi akhlak mulia rusak dan sirna, sehingga menjadi orang tak berakhlak?

Apa gunanya untung jutaan tapi ada makanan haram yang masuk ke tubuhnya?, atau tubuh anak dan istrinya? apa gunanya untung jutaan?

Dalam hadits lain, disebutkan:
كل جَسَدٍ قَاَم على السُّحْتَ فَالنَّارُاَوْلَى بِهِ
*_Seluruh jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih utama baginya._* (HR. Ahmad no.14032)

Oleh karena itu, 4 hal ini harus benar-benar dipegang erat-erat para pelaku bisnis. Dijadikan prinsip dalam perdagangan dan perniagaannya, jangan sampai dijadikan sebagai taruhan. Harus dijaga baik-baik dan harus menjadi perhatian utamanya.

Semua orang yang berkecimpung dalam proyek atau bisnis, pasti akan mendapati 4 hal ini dan selalu menjadi pertaruhannya:
1) Jujur ketika bicara
2) Amanah
3) Makan yang halal
4) Akhlak mulia.


*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TENANG MENGHADAPI NASIB MASA DEPAN*


Perbaiki amalan kita, baik amalan fisik terlebih amalan hati. Semakin berkualitas amalan kita maka kita akan merasa tenang. Hendaknya selalu berhusnudzon kepada Allah.

Allah berfirman dalam hadits Qudsi:
أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا ذكرني
*_Aku sesuai prasangka hambaKu kepadaKu. Aku bersamanya selama dia mengingatKu._* (HR. Bukhori dan Muslim)

Semakin tinggi kualitas amalan seorang hamba dan semakin giat dalam beramal maka pasti akan semakin tinggi husnudzonnya kepada Allah.

Tapi sebaliknya, semakin buruk kualitas amalan seorang hamba, maka semakin besar suudzonnya kepada Allah.

Seorang mukmin wajib bertaqwa, wajib merasa diawasi (an yurooqib), wajib menjauhi keharaman.

Salah satu tandanya adalah perhatian dan penjagaannya terhadap sholat.

Nabi bersabda:
جعلت قرة عيني في الصلاة
*_Allah jadikan sholat sebagai penyejuk hatiku._* (HR. Nasai)

Dalam sabda lain:
من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة
ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور ولا برهان ولانجاة
وحُشِرَ يوم القيامة مع فرعون وهامان وقارون وأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ
*_Barangsiapa menjaga sholatnya, maka sholat akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya di hari kiamat. Barangsiapa tidak menjaga sholatnya, maka di hari kiamat kelak ia tidak memiliki cahaya, bukti dan keselamatan. * (HR. Ibnu Hibban)

Nabi juga bersabda:
أَوَّلُ مَا يُحَا سَبُ عَنْهُ العَبْدُ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتٌهٌ
فإن صلحت فقد أفلح وأنجح وإن فسدت فقد خاب و خسر
*_Amalan hamba yang akan dihisab pertama kali adalah sholat. Jika baik, maka dia akan beruntung dan selamat. Tapi jika buruk maka dia akan sengsara dan merugi._* (HR. Tirmidzi)

Disebutkan pula dalam hadits bahwa:
أول ما تفقدون من دينكم الأمانة وآخر ماتفقدون من دينكم الصلاة
*_Yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah sifat amanah, dan yang terakhir hilang dari agama kalian adalah sholat._* (HR. Hakim)

Jika engkau menginstrospeksi diri dan bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah, engkau jaga sholat wajib secara berjamaah dan terus menjaga kualitas amalan, maka prasangkamu kepada Allah pasti akan baik, hati tenang dengan keselamatan dan kebahagiaan yang telah dijanjikan Allah untuk wali-waliNya.

*_Ketahuilah, para wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran padanya dan mereka tidak bersedih hati, (Yaitu) orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa, bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat._* (QS. Yunus:62-64)

Orang-orang yang beriman kepada Allah, bertaqwa dan istiqomah, mereka itulah wali-wali Allah.

Barangsiapa memperbagus kualitas amalan dan bersungguh-sungguh dalam beramal, pasti prasangka kepadaNya akan baik.

Tapi barangsiapa buruk kualitas amalannya, pasti buruk pula prasangkanya.

لاحول ولا قوة إلا بالله

*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*