*ADU DOMBA (NAMIMAH) ADALAH DOSA BESAR*
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertarungkan
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertaruhkan
Demi keuntungan domba jadi korban
Demi kesenangan domba kesakitan
Di atas adalah sepenggal lirik yang berjudul Adu Domba, yang ditulis oleh bang Rhoma. Dipenggalan lainnya bang Rhoma menulis bahwa adu domba adalah kezaliman, adu domba adalah perbuatan tercela dan dosa. Bagaimanakah syariat memandang perbuatan namimah ini?
Namimah adalah menyampaikan ucapan buruk sebagian orang ke orang lain untuk memicu permusuhan dan kebencian. Namimah termasuk dosa besar.
Rasulullah SAW bersabda:
*_al Qottaat tidak akan pernah masuk surga_*. (HR. Bukhari no.6056 dan Muslim no.105)
al Qottaat adalah tukang namimah. Wal'iyaadzubillah.
Allah Ta'alaa berfirman:
*_Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela yang ke sana ke mari menyebarkan fitnah. Yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya_*. (QS. al Qolam:10-13)
Namimah termasuk dosa besar. Contohnya si A berkata kepada si B, sungguh si C menjelek-jelekkanmu demikian dan demikian. Tujuannya ingin memicu permusuhan, perpecahan dan menimbulkan kebencian di antara keduanya, si B dan si C.
Efek buruk dari tukang namimah bisa merusak hubungan suami istri, merusak hubungan antar saudara, merusak hubungan ayah dan anaknya, merusak hubungan antar kabilah, merusak hubungan sesama muslim juga merusak hubungan antar umat beragama dan manusia pada umumnya.
Tukang namimah melakukan perusakan dengan jumlah yang sangat banyak yang hanya diketahui oleh Allah.
Namimah juga merupakan sebab diadzabnya seseorang di alam kubur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ
*_Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling *menebar namimah* (mengadu domba)._* (HR. Bukhori no.216 dan Muslim no.292)
Mari kita bertobat atas perbuatan dosa ini, dan jauhi perbuatan namimah, agar kita terhindar dari azab kubur. Semoga ALlah senantiasa membimbing kita dengan taufik dan hidayahNya kepada kita semua, aamiin.
*AlWAhdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertarungkan
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertaruhkan
Demi keuntungan domba jadi korban
Demi kesenangan domba kesakitan
Di atas adalah sepenggal lirik yang berjudul Adu Domba, yang ditulis oleh bang Rhoma. Dipenggalan lainnya bang Rhoma menulis bahwa adu domba adalah kezaliman, adu domba adalah perbuatan tercela dan dosa. Bagaimanakah syariat memandang perbuatan namimah ini?
Namimah adalah menyampaikan ucapan buruk sebagian orang ke orang lain untuk memicu permusuhan dan kebencian. Namimah termasuk dosa besar.
Rasulullah SAW bersabda:
*_al Qottaat tidak akan pernah masuk surga_*. (HR. Bukhari no.6056 dan Muslim no.105)
al Qottaat adalah tukang namimah. Wal'iyaadzubillah.
Allah Ta'alaa berfirman:
*_Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela yang ke sana ke mari menyebarkan fitnah. Yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya_*. (QS. al Qolam:10-13)
Namimah termasuk dosa besar. Contohnya si A berkata kepada si B, sungguh si C menjelek-jelekkanmu demikian dan demikian. Tujuannya ingin memicu permusuhan, perpecahan dan menimbulkan kebencian di antara keduanya, si B dan si C.
Efek buruk dari tukang namimah bisa merusak hubungan suami istri, merusak hubungan antar saudara, merusak hubungan ayah dan anaknya, merusak hubungan antar kabilah, merusak hubungan sesama muslim juga merusak hubungan antar umat beragama dan manusia pada umumnya.
Tukang namimah melakukan perusakan dengan jumlah yang sangat banyak yang hanya diketahui oleh Allah.
Namimah juga merupakan sebab diadzabnya seseorang di alam kubur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ
*_Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling *menebar namimah* (mengadu domba)._* (HR. Bukhori no.216 dan Muslim no.292)
Mari kita bertobat atas perbuatan dosa ini, dan jauhi perbuatan namimah, agar kita terhindar dari azab kubur. Semoga ALlah senantiasa membimbing kita dengan taufik dan hidayahNya kepada kita semua, aamiin.
*AlWAhdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*BAHAYA LISAN*
Nabi pernah ditanya oleh Mua'adz ra, apakah kita akan dihukum karena ucapan kita wahai Rasulullah? Nabi menjawab:
Celaka engkau wahai Mu'adz, bukankah orang yang ditelungkupkan di atas wajahnya, atau di atas hidungnya tidak lain disebabkan karena lisan mereka? (HR. at Tirmidzi no.2616)
Allah berfirman:
*_Tidak ada ucapan yang terucap kecuali dismaping dia ada Raqib dan Atid._* (HR. Qaaf:18)
Seorang insan hendaknya berhati-hati dari ucapan yang haram, ghibah, adu domba, mencela, menghina, dan lain-lain.
Ia bersihkan lisannya dari ucapan-ucapan yang haram. Termasuk di masa kini adalah tulisan-tulisan kita, share-sharean kita di sosial media.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Nabi pernah ditanya oleh Mua'adz ra, apakah kita akan dihukum karena ucapan kita wahai Rasulullah? Nabi menjawab:
Celaka engkau wahai Mu'adz, bukankah orang yang ditelungkupkan di atas wajahnya, atau di atas hidungnya tidak lain disebabkan karena lisan mereka? (HR. at Tirmidzi no.2616)
Allah berfirman:
*_Tidak ada ucapan yang terucap kecuali dismaping dia ada Raqib dan Atid._* (HR. Qaaf:18)
Seorang insan hendaknya berhati-hati dari ucapan yang haram, ghibah, adu domba, mencela, menghina, dan lain-lain.
Ia bersihkan lisannya dari ucapan-ucapan yang haram. Termasuk di masa kini adalah tulisan-tulisan kita, share-sharean kita di sosial media.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*الحياة البرزخية (KEHIDUPAN ALAM BARZAKH)*
Allah berfirman:
لَعَلِّىۡۤ اَعۡمَلُ صَالِحًـا فِيۡمَا تَرَكۡتُؕ كَلَّا ؕ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآٮِٕلُهَاؕ وَمِنۡ وَّرَآٮِٕهِمۡ بَرۡزَخٌ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ
*_Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan._* (QS. Almukminun:100)
Kehidupan Alam Barzakh adalah kehidupan yang ada di antara kematian seseorang dengan hari kiamat.
Seorang insan ada yang dikubur dalam tanah, ada yang dibuang ke laut lalu dimakan ikan, ada yang dibuang di sungai lalu dimakan burung dan hewan buas. Bersamaan dengan itu semua, semuanya tetap akan merasakan kehidupan di alam barzakh.
Kehidupan alam Barzakh termasuk dalam alam ghaib. Kalau bukan karena Allah dan RasulNya mengabarkan kepada kita kejadian apa saja yang ada di sana, pati kita tidak akan tahu tentangnya. Akan tetapi Allah telah mengabarkan kepada kita di dalam al Quran, Rasulullah saw juga telah mengabarkan dalam hidupnya beberapa hal yang tidak kita ketahui seputar kehidupan alam barzakh.
Dalam kehidupan alam barzakh ada azab dan ada nikmat, terkadang hanya dirasakan oleh ruh saja dan terkadang badan juga ikut merasakannya. Namun azab di alam barzakh tidak akan terlihat di alam nyata.
Oleh karenanya terkadang seseorang diazab di kuburnya, disempitkan kuburnya sampai tulang rusuknya tmupang tindih, atau diperluas kuburnya, diberikan nikmat, dibukakan pintu surga sehingga aroma dan nikmatnya mendatanginya. Namun seandainya kita gali lagi kuburnya, tentun hanya akan kita dapati mayat sebagaimana kemarin ketika dikubur. Tulang rusuknya tidak tumpang tindih, aroma surga tidak kita dapatkan, dan lain-lain, karena ini adalah kehidupan alam barzakh, tidak kita ketahui, tidak terlihat di alam nyata.
Agar lebih bisa difahami, misalnya seseorang yang tidur di sampingmu, di dalam mimpinya dia melihat dirinya sedang berjalan ke sana ke mari, melakukan transaksi jual beli, sholat, mengunjungi kerabat, menjenguk orang sakit.
Dia bermimpi seperti itu dan terbaring di sisimu, namun terlihat seakan-akan dia sedang tidak melihat apa-apa. Padahal nyatanya dia melihat (kejadian-kejadian tersebut).
Seperti ini pula kehidupan alam barzakh. Seorang mayit melihat berbagai hal, merasakan kenikmatan dan merasakan azab, tapi di alam nyata hal tersebut tidak terlihat sama sekali. Hal ini karena tidur itu adalah saudaranya kematian. Akan tetapi kematian jauh lebih dahsyat dan lebih dalam alamnya daripada tidur.
Kemudian ruh itu memiliki 4 bentuk hubungan dengan badan:
1. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam kandungan
2. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia ada 2:
2.1. Alam sadar
2.2. Alam tidur. Kedua kondisi tersebut berbeda.
3. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam barzakh
4. Hubungan ruh dengan badan setelah dibangkitkan
Pada kondisi terakhir inilah hubungan ruh dengan badan berada pada titik kesempurnaan. Oleh karenanya ruh tidak akan berpisah dengan badan baik dengan tidur maupun kematian. Karena setelah hari kebangkitan tidak ada lagi kematian dan tidur. Saat itu hanya ada kehidupan abadi. Kehidupan yang selamanya sadar. Namun bisa jadi seseorang berada dalam kenikmatan yang abadi.
أسْأَلُ اللَه اَنْ يَجْعَلَنِي وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ هٰؤُلَاءِ (Saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan kaum muslimin termasuk dari mereka) atau bisa jadi seseorang abadi dalam neraka jahim (Na'uudzubillah). Azab mereka tidak diringankan, tidak diberi tangguh (Na'uudzubillah) dan mereka berputus asa di dalamnya.
Adapun orang-orang yang berhak mendapatkan nikmat, mereka dalam kenikmatan abadi. Inilah macam-macam hubungan ruh dengan badan. Setiap kondisi memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh kondisi lain.
بارك الله فيكم على هذا التوجيه المبارك (semoga Allah memberkahi anda atas nasihat yang penuh berkah ini)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Allah berfirman:
لَعَلِّىۡۤ اَعۡمَلُ صَالِحًـا فِيۡمَا تَرَكۡتُؕ كَلَّا ؕ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآٮِٕلُهَاؕ وَمِنۡ وَّرَآٮِٕهِمۡ بَرۡزَخٌ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ
*_Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan._* (QS. Almukminun:100)
Kehidupan Alam Barzakh adalah kehidupan yang ada di antara kematian seseorang dengan hari kiamat.
Seorang insan ada yang dikubur dalam tanah, ada yang dibuang ke laut lalu dimakan ikan, ada yang dibuang di sungai lalu dimakan burung dan hewan buas. Bersamaan dengan itu semua, semuanya tetap akan merasakan kehidupan di alam barzakh.
Kehidupan alam Barzakh termasuk dalam alam ghaib. Kalau bukan karena Allah dan RasulNya mengabarkan kepada kita kejadian apa saja yang ada di sana, pati kita tidak akan tahu tentangnya. Akan tetapi Allah telah mengabarkan kepada kita di dalam al Quran, Rasulullah saw juga telah mengabarkan dalam hidupnya beberapa hal yang tidak kita ketahui seputar kehidupan alam barzakh.
Dalam kehidupan alam barzakh ada azab dan ada nikmat, terkadang hanya dirasakan oleh ruh saja dan terkadang badan juga ikut merasakannya. Namun azab di alam barzakh tidak akan terlihat di alam nyata.
Oleh karenanya terkadang seseorang diazab di kuburnya, disempitkan kuburnya sampai tulang rusuknya tmupang tindih, atau diperluas kuburnya, diberikan nikmat, dibukakan pintu surga sehingga aroma dan nikmatnya mendatanginya. Namun seandainya kita gali lagi kuburnya, tentun hanya akan kita dapati mayat sebagaimana kemarin ketika dikubur. Tulang rusuknya tidak tumpang tindih, aroma surga tidak kita dapatkan, dan lain-lain, karena ini adalah kehidupan alam barzakh, tidak kita ketahui, tidak terlihat di alam nyata.
Agar lebih bisa difahami, misalnya seseorang yang tidur di sampingmu, di dalam mimpinya dia melihat dirinya sedang berjalan ke sana ke mari, melakukan transaksi jual beli, sholat, mengunjungi kerabat, menjenguk orang sakit.
Dia bermimpi seperti itu dan terbaring di sisimu, namun terlihat seakan-akan dia sedang tidak melihat apa-apa. Padahal nyatanya dia melihat (kejadian-kejadian tersebut).
Seperti ini pula kehidupan alam barzakh. Seorang mayit melihat berbagai hal, merasakan kenikmatan dan merasakan azab, tapi di alam nyata hal tersebut tidak terlihat sama sekali. Hal ini karena tidur itu adalah saudaranya kematian. Akan tetapi kematian jauh lebih dahsyat dan lebih dalam alamnya daripada tidur.
Kemudian ruh itu memiliki 4 bentuk hubungan dengan badan:
1. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam kandungan
2. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia ada 2:
2.1. Alam sadar
2.2. Alam tidur. Kedua kondisi tersebut berbeda.
3. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam barzakh
4. Hubungan ruh dengan badan setelah dibangkitkan
Pada kondisi terakhir inilah hubungan ruh dengan badan berada pada titik kesempurnaan. Oleh karenanya ruh tidak akan berpisah dengan badan baik dengan tidur maupun kematian. Karena setelah hari kebangkitan tidak ada lagi kematian dan tidur. Saat itu hanya ada kehidupan abadi. Kehidupan yang selamanya sadar. Namun bisa jadi seseorang berada dalam kenikmatan yang abadi.
أسْأَلُ اللَه اَنْ يَجْعَلَنِي وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ هٰؤُلَاءِ (Saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan kaum muslimin termasuk dari mereka) atau bisa jadi seseorang abadi dalam neraka jahim (Na'uudzubillah). Azab mereka tidak diringankan, tidak diberi tangguh (Na'uudzubillah) dan mereka berputus asa di dalamnya.
Adapun orang-orang yang berhak mendapatkan nikmat, mereka dalam kenikmatan abadi. Inilah macam-macam hubungan ruh dengan badan. Setiap kondisi memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh kondisi lain.
بارك الله فيكم على هذا التوجيه المبارك (semoga Allah memberkahi anda atas nasihat yang penuh berkah ini)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*FITNAH WANITA - BELAJAR DARI KISAH NABI YUSUF*
Sabar ikhtiyari adalah sabrnya Yusuf AS, tatkala ia dirayu istri al Aziz, padahal banyak sebab dan faktor pendukung kuat yang mendorongnya.
Coba renungkan sebentar tentang sebab dan faktor pendukung ini. Hal ini perlu karena fitnah wanita di zaman ini sangat besar sekali. Para pemuda sangat butuh untuk membaca dan menelaah kisah Yusuf alaihissalam ini.
Kisah beliau sangat menakjubkan. Sudah sepatutnya para pemuda untuk membaca dan merenungkan kandungan isinya. Terutama kisah yang dimulai dari firman Allah:
*_Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan perempuan tersebut menutup pintu-pintu, lalu berkata,"Marilah mendekat kepadaku". Yusuf berkata,"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik"._* (QS. Yusuf:23)
Mari telaah mulai dari ayat ini. Ketika anda memperhatikan kisah Yusuf alaihissalam ini, seorang Nabi yang telah diberikan setengah ketampanan, asing di sebuah negeri, tidak ada yang mengenalnya.
Biasanya ketika seorang asing, tidak dikenal seorangpun, ia akan bermudah-mudahan dalam banyak hal, yang mana hal tersebut tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya.
Oleh karenanya di antara perkataan orang Arab dari zaman dahulu,"Wahai orang asing, beradablah!". Kenapa? karena orang asing biasanya bermudah-mudahan alam banyak hal, yang tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya, tidak mungkin ia lakukan di sekitar kerabat dan tetangganya.
Misalnya seseorang berada di daerah tidak ada seorangpun yang mengenalnya, mungkin dia tidak malu ketika melepas imamahnya (padahal itu adalah aib di tempat asalnya). Pakaian yang diharuskan oleh masyarakat asalnya, tidak mungkin ia akan merubah kebiasaan tersebut (karena akan ada aib). Ini contoh kecil, lalu bagaimana dengan yang lebih besar?.
Intinya Yusuf alaihissalam tatkala itu adalah orang asing, ditambah lagi, tatkala itu ia sedang dalam puncak-puncaknya sebagai seorang pemuda, ditambah lagi, wanita yang menggodanya cantik, dari kalangan orang terhormat, punya paras yang menawan.
Selain cantik, wanita tersebut berdandan memakai minyak wangi dan mempersiapkan dirinya.
Belum cukup sampai sini, si perempuan tersebut yang menutup seluruh pintu kamar. Subhaanallah, terkumpul pada diri Yusuf alaihissalam segal faktor pendukung (perbuatan zina) yang tidak mungkin terbendung lagi, kecuali bagi siapa yang Allah jaga dan Allah selamatkan.
Perkaranya belum selesai di situ. Bahkan sang wanitalah yang menawarkan diri dan mengajak Yusuf alaihissalam berzina, ajakan yang memaksa, bahkan baju bagian belakang Yusuf alaihissalam pun robek. Cobaan beliau bukan hanya sekedar rayuan, tetapi rayuan dan paksaan.
Ujian Yusuf alaihissalam belum berakhir di sini. Setelah satu wanita saja yang berhasrat akhirnya banyak wanita yang berhasrat. Karena para wanita di Mesir tatkala mendengar kabar tentang rayuan ini, mereka mulai berkomentar,"Istri al Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya?".
*_Pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami memandang dia dalam kesesatan yang nyata._* (QS. Yusuf:30)
Setelah komentar ini sampai di telinga istri al Aziz, ia berinisiatif mengumpulkan mereka di rumah. Kemudian menghidangkan makanan yang perlu dipotong dengan pisau. Pisau tajampun diberikan kepada mereka, lalu istri al Aziz memerintahkan Yusuf alaihissalam untuk masuk (menemui mereka). Apa yang terjadi? para wanita pun memotong tangan-tangan mereka. Sehingga tangan mereka bercucuran darah.
Setelah mereka melihat ketampanan Yusuf alaihissalam, yang telah diberikan setengah ketampanan, ketampanan yang luar biasa, mereka (tanpa sadar( melukai tangannya sendiri, mereka berkata:
*_Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini benar-benar malaikat yang mulia._* (QS. Yusuf:31)
Sekarang permasalahan bertambah. Yang tadinya hanya hasrat istri al Aziz, sekarang menjadi hasrat para wanita Mesir. Nabi Yusuf berdoa:
*_Jika Engkau (Allah) tidak hindarkanku, dari apa? dari tipu daya mereka_* (QS Yusuf:33).
Sabar ikhtiyari adalah sabrnya Yusuf AS, tatkala ia dirayu istri al Aziz, padahal banyak sebab dan faktor pendukung kuat yang mendorongnya.
Coba renungkan sebentar tentang sebab dan faktor pendukung ini. Hal ini perlu karena fitnah wanita di zaman ini sangat besar sekali. Para pemuda sangat butuh untuk membaca dan menelaah kisah Yusuf alaihissalam ini.
Kisah beliau sangat menakjubkan. Sudah sepatutnya para pemuda untuk membaca dan merenungkan kandungan isinya. Terutama kisah yang dimulai dari firman Allah:
*_Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan perempuan tersebut menutup pintu-pintu, lalu berkata,"Marilah mendekat kepadaku". Yusuf berkata,"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik"._* (QS. Yusuf:23)
Mari telaah mulai dari ayat ini. Ketika anda memperhatikan kisah Yusuf alaihissalam ini, seorang Nabi yang telah diberikan setengah ketampanan, asing di sebuah negeri, tidak ada yang mengenalnya.
Biasanya ketika seorang asing, tidak dikenal seorangpun, ia akan bermudah-mudahan dalam banyak hal, yang mana hal tersebut tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya.
Oleh karenanya di antara perkataan orang Arab dari zaman dahulu,"Wahai orang asing, beradablah!". Kenapa? karena orang asing biasanya bermudah-mudahan alam banyak hal, yang tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya, tidak mungkin ia lakukan di sekitar kerabat dan tetangganya.
Misalnya seseorang berada di daerah tidak ada seorangpun yang mengenalnya, mungkin dia tidak malu ketika melepas imamahnya (padahal itu adalah aib di tempat asalnya). Pakaian yang diharuskan oleh masyarakat asalnya, tidak mungkin ia akan merubah kebiasaan tersebut (karena akan ada aib). Ini contoh kecil, lalu bagaimana dengan yang lebih besar?.
Intinya Yusuf alaihissalam tatkala itu adalah orang asing, ditambah lagi, tatkala itu ia sedang dalam puncak-puncaknya sebagai seorang pemuda, ditambah lagi, wanita yang menggodanya cantik, dari kalangan orang terhormat, punya paras yang menawan.
Selain cantik, wanita tersebut berdandan memakai minyak wangi dan mempersiapkan dirinya.
Belum cukup sampai sini, si perempuan tersebut yang menutup seluruh pintu kamar. Subhaanallah, terkumpul pada diri Yusuf alaihissalam segal faktor pendukung (perbuatan zina) yang tidak mungkin terbendung lagi, kecuali bagi siapa yang Allah jaga dan Allah selamatkan.
Perkaranya belum selesai di situ. Bahkan sang wanitalah yang menawarkan diri dan mengajak Yusuf alaihissalam berzina, ajakan yang memaksa, bahkan baju bagian belakang Yusuf alaihissalam pun robek. Cobaan beliau bukan hanya sekedar rayuan, tetapi rayuan dan paksaan.
Ujian Yusuf alaihissalam belum berakhir di sini. Setelah satu wanita saja yang berhasrat akhirnya banyak wanita yang berhasrat. Karena para wanita di Mesir tatkala mendengar kabar tentang rayuan ini, mereka mulai berkomentar,"Istri al Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya?".
*_Pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami memandang dia dalam kesesatan yang nyata._* (QS. Yusuf:30)
Setelah komentar ini sampai di telinga istri al Aziz, ia berinisiatif mengumpulkan mereka di rumah. Kemudian menghidangkan makanan yang perlu dipotong dengan pisau. Pisau tajampun diberikan kepada mereka, lalu istri al Aziz memerintahkan Yusuf alaihissalam untuk masuk (menemui mereka). Apa yang terjadi? para wanita pun memotong tangan-tangan mereka. Sehingga tangan mereka bercucuran darah.
Setelah mereka melihat ketampanan Yusuf alaihissalam, yang telah diberikan setengah ketampanan, ketampanan yang luar biasa, mereka (tanpa sadar( melukai tangannya sendiri, mereka berkata:
*_Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini benar-benar malaikat yang mulia._* (QS. Yusuf:31)
Sekarang permasalahan bertambah. Yang tadinya hanya hasrat istri al Aziz, sekarang menjadi hasrat para wanita Mesir. Nabi Yusuf berdoa:
*_Jika Engkau (Allah) tidak hindarkanku, dari apa? dari tipu daya mereka_* (QS Yusuf:33).
Bukan hanya satu tipu daya wanita, sekarng tipu dayanya dari banyak wanita.
Lihatlah cobaan yang dialami Nabi Yusuf alaihissalam. Akan tetapi Yusuf alaihissalam berlindung dan bersandar kepada ALlah. Beliau berlindung dengan doa tadi. Doa tadi merupakan doa yang seharusnya dihafal oleh setiap pemuda, yaitu:
*_Jika aku tidak Engkau (Ya Allah) hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh._*.
*_Maka Allah memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui_*. (QS. Yusuf:33-34)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Lihatlah cobaan yang dialami Nabi Yusuf alaihissalam. Akan tetapi Yusuf alaihissalam berlindung dan bersandar kepada ALlah. Beliau berlindung dengan doa tadi. Doa tadi merupakan doa yang seharusnya dihafal oleh setiap pemuda, yaitu:
*_Jika aku tidak Engkau (Ya Allah) hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh._*.
*_Maka Allah memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui_*. (QS. Yusuf:33-34)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KUNCI ISTIQOMAH*
Di antara wasilah yang membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah adalah dengan selalu mengingat bahwa dunia ini hanyalah negeri persinggahan, bukan negeri (tempat menetap) yang selamanya.
Kemudian hendaknya ia mengingatkan dirinya akan pertemuan dengan Allah dan saat-saat dia berdiri di hadapanNya. Ia ingatkan dirinya bahwa Allah akan menghisab dan membalas amalannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata:
*_Dunia berjalan mundur (menjauh), dan akhirat berjalan maju (mendekat). Masing-masing dari keduanya memiliki anak. Maka jadilah anak akhirat dan jangan menjadi anak dunia. Karena hari (Dunia) ini adalah waktu beramal tidak ada hisab, dan besok (di akhirat) adalah waktu hisab tidak ada amal lagi _*. (HR. al Bukhari Mu'aalaqon)
Perkara yang paling membantu untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk adalah dengan selalu mengingat bahwa dia kelak akan berdiri di hadapan Allah, dia akan bertemu Allah. Lalu di sana ada hisab dan hukuman, ada surga dan ada neraka, ada keridhoan dan kemurkaan.
Maka hendaknya ia selalu mengingat hal ini, karena selalu mengingat hal ini termasuk perkara yang paling bisa membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karena inilah, orang yang diberikan kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, lalu ia kembali kepada keluarganya dalam keadaan riang gembira dengan catatannya tersebut. Apa sebab keselamatan dan keberuntungan yang dia sebutkan? Firman Allah:
*_Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata,"Ambil dan bacalah kitabku (ini), sesungguhnya aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku._* (QS. al Haqqoh:19-20).
Inilah sebab keselamatannya. Dzonantu maksudnya aku meyakini bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku.
Keyakinan ini apabila telah mengakar dalam hati, bercokol dalam jiwa, dan selalu hadir dalam ingatan seorang hamba, maka hal ini akan membantunya dengan izin Allah SWT, untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Di antara yang serupa dengan ayat di atas adalah firman Allah SWT:
*_Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan kaarunia kepada kami dan memelihar kami dari azab neraka._* *QS. at Thur:26-27)
Selalu mengingat dan merasakan hal ini, akan membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk. Allah berfirman:
*_Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah._* (QS. al Hasyr:18)
Perhatikan seorang hamba akan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok (akhirat)nya, tentang apa yang telah ia amalkan, dengan (amal) apa ia akan bertemu Allah. Dengan memperhatikan dan menghisab (menghitung amal) dirinya, sebagaimana perkataan Umar:
*_Hitunglah amalan kalian sebelum dihitung oleh Allah. Dan timbanglah amalan kalian sebelum dihadapkan kepada Allah SWT_*. (az Zuhd Ibnul Mubarok no. 306)
Senantiasa memperhatikan dan mengingat hal-hal seperti ini, merupakan di antara sebab yang paling membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karenanya seringkali kita dapati pada banyak hadits yang bertemakan motivasi untuk beramal shalih atau memperingatkan dari amal keburukan. Nabi SAW bersabda:
*_Barangsiapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir..._*
Hal ini karena mengingat hari akhir yang mana itu adalah hari pembalasan dan perhitungan amal, akan menguatkan hamba menuju ketaatan dan menjauh dari kemaksiatan, dosa dan keharaman. Allah berfirman:
*_Dan bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat._* (QS. al Baqarah:197)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Di antara wasilah yang membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah adalah dengan selalu mengingat bahwa dunia ini hanyalah negeri persinggahan, bukan negeri (tempat menetap) yang selamanya.
Kemudian hendaknya ia mengingatkan dirinya akan pertemuan dengan Allah dan saat-saat dia berdiri di hadapanNya. Ia ingatkan dirinya bahwa Allah akan menghisab dan membalas amalannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata:
*_Dunia berjalan mundur (menjauh), dan akhirat berjalan maju (mendekat). Masing-masing dari keduanya memiliki anak. Maka jadilah anak akhirat dan jangan menjadi anak dunia. Karena hari (Dunia) ini adalah waktu beramal tidak ada hisab, dan besok (di akhirat) adalah waktu hisab tidak ada amal lagi _*. (HR. al Bukhari Mu'aalaqon)
Perkara yang paling membantu untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk adalah dengan selalu mengingat bahwa dia kelak akan berdiri di hadapan Allah, dia akan bertemu Allah. Lalu di sana ada hisab dan hukuman, ada surga dan ada neraka, ada keridhoan dan kemurkaan.
Maka hendaknya ia selalu mengingat hal ini, karena selalu mengingat hal ini termasuk perkara yang paling bisa membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karena inilah, orang yang diberikan kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, lalu ia kembali kepada keluarganya dalam keadaan riang gembira dengan catatannya tersebut. Apa sebab keselamatan dan keberuntungan yang dia sebutkan? Firman Allah:
*_Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata,"Ambil dan bacalah kitabku (ini), sesungguhnya aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku._* (QS. al Haqqoh:19-20).
Inilah sebab keselamatannya. Dzonantu maksudnya aku meyakini bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku.
Keyakinan ini apabila telah mengakar dalam hati, bercokol dalam jiwa, dan selalu hadir dalam ingatan seorang hamba, maka hal ini akan membantunya dengan izin Allah SWT, untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Di antara yang serupa dengan ayat di atas adalah firman Allah SWT:
*_Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan kaarunia kepada kami dan memelihar kami dari azab neraka._* *QS. at Thur:26-27)
Selalu mengingat dan merasakan hal ini, akan membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk. Allah berfirman:
*_Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah._* (QS. al Hasyr:18)
Perhatikan seorang hamba akan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok (akhirat)nya, tentang apa yang telah ia amalkan, dengan (amal) apa ia akan bertemu Allah. Dengan memperhatikan dan menghisab (menghitung amal) dirinya, sebagaimana perkataan Umar:
*_Hitunglah amalan kalian sebelum dihitung oleh Allah. Dan timbanglah amalan kalian sebelum dihadapkan kepada Allah SWT_*. (az Zuhd Ibnul Mubarok no. 306)
Senantiasa memperhatikan dan mengingat hal-hal seperti ini, merupakan di antara sebab yang paling membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karenanya seringkali kita dapati pada banyak hadits yang bertemakan motivasi untuk beramal shalih atau memperingatkan dari amal keburukan. Nabi SAW bersabda:
*_Barangsiapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir..._*
Hal ini karena mengingat hari akhir yang mana itu adalah hari pembalasan dan perhitungan amal, akan menguatkan hamba menuju ketaatan dan menjauh dari kemaksiatan, dosa dan keharaman. Allah berfirman:
*_Dan bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat._* (QS. al Baqarah:197)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TAWAKAL MENURUT ULAMA*
_Sebagian ulama mengatakan tawakal adalah benar-benar bersandar dan yakin kepada Allah SWT dalam mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan. Sebagian ulama yang lain mengatakan Tawakal adalah menyerahkan semua urusan dari A-Z nya kepada Allah._
Arti Tawakal yang kedua ini lebih singkat dan padat. Ini sebagaimana perkataan seorang mukmin dari keluarga Fir'aun dalam firman Allah:
*_Kalian akan ingat apa yang kukatakan ini. Kuserahkan semua urusanku kepada Allah._* (QS. Ghafir:44)
Jadi tatkala kita bertawakal kepada Allah itu artinya kita sedang menyerahkan semua urusan kita kepada Allah. Bertawakallah kepada ALlah pada semua urusan kita, bahkan dalam makan dan minum kita.
Seandainya Allah tidak memudahkan, pasti kita tidak akan mampu melakukannya. Begitu juga bertawakal dalam urusan pakaian, pasangan hidup dan studi kita.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
_Sebagian ulama mengatakan tawakal adalah benar-benar bersandar dan yakin kepada Allah SWT dalam mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan. Sebagian ulama yang lain mengatakan Tawakal adalah menyerahkan semua urusan dari A-Z nya kepada Allah._
Arti Tawakal yang kedua ini lebih singkat dan padat. Ini sebagaimana perkataan seorang mukmin dari keluarga Fir'aun dalam firman Allah:
*_Kalian akan ingat apa yang kukatakan ini. Kuserahkan semua urusanku kepada Allah._* (QS. Ghafir:44)
Jadi tatkala kita bertawakal kepada Allah itu artinya kita sedang menyerahkan semua urusan kita kepada Allah. Bertawakallah kepada ALlah pada semua urusan kita, bahkan dalam makan dan minum kita.
Seandainya Allah tidak memudahkan, pasti kita tidak akan mampu melakukannya. Begitu juga bertawakal dalam urusan pakaian, pasangan hidup dan studi kita.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*BERBEDA TETAPI TETAP SAYANG*
*_Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu._*
SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustadz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid da'wah yang juga seorang pengusaha sukses dengan PT Ajwad -nya. Beliau lahir di Makassar, 01-Mei-1975, pendidikan beliau S1 Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia), S2 Universitas Muslim Indonesia (Indonesia) dan S3 Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia).
Da'wah beliau memang kental gaya salafi yang kita kenal, yang tidak lepas dari bahasan dan rujukan selalu Alqur'an dan Sunnah, dan beliau tsiqqoh menda'wahkan dan istiqomah mengamalkannya. Pribadi yang tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan.
Itulah pandangan abang tentang beliau setelah 3 tahun mengenal beliau. Sering bersama dalam berda'wah bahkan bersama dalam siaran TV. Saat saat makan bersama di restoran yang beliau punya, dan beliau pun sering kali ke rumah abang bersama istri dan anak anak beliau. Dan kami pun saling memberi hadiah. Arifin memanggil beliau abang, "bang Kholid", abang tercinta karena Allah.
Sungguh walau kami berdua berbeda faham tentang Zikir Berjamaah, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tawshiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra di samping abang, beliau ikut berqunut. Saat abang hadir di mesjid beliau, malah abang diminta memberikan ceramah di hadapan jamaah beliau. Sungguh beliau sangat bijak, sangat santun dan penyayang pada saudara mu'min.
Kami bersama saling sayang karena Allah, perbedaan kecil di antara kami tidak membuat kami bermusuhan, karena kami mengutamakan Allah dan RosulNya, mengutamakan da'wah, mengutamakan ukhuwah dan mengutamakan kemaslahatan umat dan negeri tercinta ini.
Insya Allah sejuta hikmah atas peristiwa terjadi dan semoga semua saudara saudaraku seiman tercinta yang berbeda faham dengan beliau semakin bijak dan arif menyikapinya, "we are moslems brothers, we love each other because of Allah, I love you abangku tercinta ustadz DR. Kholid Basalamah".
Allahumma ya Allah persaudarakan kami dalam barisanMu, rapatkan barisan kami demi Syariat dan Sunnah NabiMu yang mulia dan keberkahan negeri kami tercinta Indonesia, aamiin.
(Abang tulis menjelang magrib di mesjid Az Zikra Sentul Bogor)
*KH. Muhammad Arifin Ilham - tahun 2017*
*_Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu._*
SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustadz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid da'wah yang juga seorang pengusaha sukses dengan PT Ajwad -nya. Beliau lahir di Makassar, 01-Mei-1975, pendidikan beliau S1 Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia), S2 Universitas Muslim Indonesia (Indonesia) dan S3 Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia).
Da'wah beliau memang kental gaya salafi yang kita kenal, yang tidak lepas dari bahasan dan rujukan selalu Alqur'an dan Sunnah, dan beliau tsiqqoh menda'wahkan dan istiqomah mengamalkannya. Pribadi yang tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan.
Itulah pandangan abang tentang beliau setelah 3 tahun mengenal beliau. Sering bersama dalam berda'wah bahkan bersama dalam siaran TV. Saat saat makan bersama di restoran yang beliau punya, dan beliau pun sering kali ke rumah abang bersama istri dan anak anak beliau. Dan kami pun saling memberi hadiah. Arifin memanggil beliau abang, "bang Kholid", abang tercinta karena Allah.
Sungguh walau kami berdua berbeda faham tentang Zikir Berjamaah, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tawshiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra di samping abang, beliau ikut berqunut. Saat abang hadir di mesjid beliau, malah abang diminta memberikan ceramah di hadapan jamaah beliau. Sungguh beliau sangat bijak, sangat santun dan penyayang pada saudara mu'min.
Kami bersama saling sayang karena Allah, perbedaan kecil di antara kami tidak membuat kami bermusuhan, karena kami mengutamakan Allah dan RosulNya, mengutamakan da'wah, mengutamakan ukhuwah dan mengutamakan kemaslahatan umat dan negeri tercinta ini.
Insya Allah sejuta hikmah atas peristiwa terjadi dan semoga semua saudara saudaraku seiman tercinta yang berbeda faham dengan beliau semakin bijak dan arif menyikapinya, "we are moslems brothers, we love each other because of Allah, I love you abangku tercinta ustadz DR. Kholid Basalamah".
Allahumma ya Allah persaudarakan kami dalam barisanMu, rapatkan barisan kami demi Syariat dan Sunnah NabiMu yang mulia dan keberkahan negeri kami tercinta Indonesia, aamiin.
(Abang tulis menjelang magrib di mesjid Az Zikra Sentul Bogor)
*KH. Muhammad Arifin Ilham - tahun 2017*
*DAKWAH SAMA DENGAN MENGAJAR?*
Berdakwah itu apakah sama dengan mengajar murid?
Coba anda renungkan dari kisah berikut:
Sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam selalu mendatangi perkemahan kabilah kabilah Arab yang sedang menunaikan Haji.
Beliau berkata kepada kabilah kabilah itu:
أَلا رجلٌ يَحْمِلُنِي إلى قَوْمِهِ لأبلِّغ كلام ربي، فإنَّ قُرَيْشًا قد مَنَعُونِي أنْ أُبَلِّغَ كَلامَ ربِّي
Adakah seorang lelaki yang berkenan membawaku ke kabilahnya, agar aku dapat menyampaikan wahyu dari Rabku, karena Quraisy menghalangi dari menyampaikan wahyu dari Rabku. ( riwayat Abu Dawud, At Tirmizy dll)
Ternyata dakwah itu bukan hanya duduk di masjid, namun juga menawarkan diri kepada siapa saja yang siap menerima dakwah.
Sikap menawarkan diri bukan berarti menjual diri, menghinakan diri, atau merendahkan ilmu.
Dakwah itu berkorban dengan harta, tenaga, pikiran, termasuk kehormatan diri demi terbukanya pintu hidayah bagi orang lain, atau demi tersampaikannya ilmu agama kepada masyarakat.
Menawar-nawarkan diri berarti tidak ikhlas dong?
He he he, ikhlas itu urusan hati, yang di masjid saja bisa saja tidak ikhlas dan yang menawar nawarkan dirinya juga bisa saja tidak ikhlas.
Sebaliknya juga demikian, bisa saja semuanya ikhlas.
Nawar-nawarkan diri berarti pasang tarif dong?
Bisa demikian, bisa juga tidak.
Sebagaimana yang di masjid saja juga ada kemungkinan menggantungkan dirinya dari pemberian orang, bisa juga dari bakul ilmu melalui berbagai trik.
Namun juga bisa juga ikhlas, atau mandiri dari usahanya sendiri.
Intinya untuk urusan hati, percayakan kepada yang memilikinya yaitu Allah Ta’ala semata.
Adapun saya, anda semua fokus pada bagaimana berpartisipasi menyebarkan agama Allah Ta’ala dan fokus pada perjuangan menjaga niat hati.
(Ust. DR. Arifin Baderi)
Berdakwah itu apakah sama dengan mengajar murid?
Coba anda renungkan dari kisah berikut:
Sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam selalu mendatangi perkemahan kabilah kabilah Arab yang sedang menunaikan Haji.
Beliau berkata kepada kabilah kabilah itu:
أَلا رجلٌ يَحْمِلُنِي إلى قَوْمِهِ لأبلِّغ كلام ربي، فإنَّ قُرَيْشًا قد مَنَعُونِي أنْ أُبَلِّغَ كَلامَ ربِّي
Adakah seorang lelaki yang berkenan membawaku ke kabilahnya, agar aku dapat menyampaikan wahyu dari Rabku, karena Quraisy menghalangi dari menyampaikan wahyu dari Rabku. ( riwayat Abu Dawud, At Tirmizy dll)
Ternyata dakwah itu bukan hanya duduk di masjid, namun juga menawarkan diri kepada siapa saja yang siap menerima dakwah.
Sikap menawarkan diri bukan berarti menjual diri, menghinakan diri, atau merendahkan ilmu.
Dakwah itu berkorban dengan harta, tenaga, pikiran, termasuk kehormatan diri demi terbukanya pintu hidayah bagi orang lain, atau demi tersampaikannya ilmu agama kepada masyarakat.
Menawar-nawarkan diri berarti tidak ikhlas dong?
He he he, ikhlas itu urusan hati, yang di masjid saja bisa saja tidak ikhlas dan yang menawar nawarkan dirinya juga bisa saja tidak ikhlas.
Sebaliknya juga demikian, bisa saja semuanya ikhlas.
Nawar-nawarkan diri berarti pasang tarif dong?
Bisa demikian, bisa juga tidak.
Sebagaimana yang di masjid saja juga ada kemungkinan menggantungkan dirinya dari pemberian orang, bisa juga dari bakul ilmu melalui berbagai trik.
Namun juga bisa juga ikhlas, atau mandiri dari usahanya sendiri.
Intinya untuk urusan hati, percayakan kepada yang memilikinya yaitu Allah Ta’ala semata.
Adapun saya, anda semua fokus pada bagaimana berpartisipasi menyebarkan agama Allah Ta’ala dan fokus pada perjuangan menjaga niat hati.
(Ust. DR. Arifin Baderi)
*JANGAN PERNAH TERUCAP DALAM DOA*
Kalimat yang terlarang diucapkan dalam doa adalah:
*_Apabila Engkau berkenan Ya Allah_*
Ucapan ini menurut Syaikh Sa'ad Asy Syatsri tidak boleh, haram dan berdosa.
Begitu juga ketika kita berdoa:
*_Semoga Allah memberimu taufik_*
*_Semoga Allah memuliakanmu_*
Jangan katakan insyaAllah (انشاءالله) yang artinya jika Engkau (Allah) berkehendak. Karena berdoa, tidak boleh ada kalimat ini.
Nabi bersabda:
قاَلَ النَّبِيُّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: لَايَقُلْ اَحَدَكُمْ اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي إِنْ شِـءْتَ, اَللَّهُمَّ اغفرلي إِنْ شِـءْتَ اُرْزُقْنِي
*_Jangan katakan,"Ya Allah berilah aku rezeki kalau engkau berkenan".Ya Allah ampunilah hamba kalau Engkau berkenan._*
Mintalah dengan kalimat yang tegas. Karena tidaka da yang bisa memaksa Allah. Tidak ada karunia yang mendatangimu kecuali karena kehendak Allah. Sehingga tidak ada manfaatnya berkata,"Kalau Engkau berkenan".
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Kalimat yang terlarang diucapkan dalam doa adalah:
*_Apabila Engkau berkenan Ya Allah_*
Ucapan ini menurut Syaikh Sa'ad Asy Syatsri tidak boleh, haram dan berdosa.
Begitu juga ketika kita berdoa:
*_Semoga Allah memberimu taufik_*
*_Semoga Allah memuliakanmu_*
Jangan katakan insyaAllah (انشاءالله) yang artinya jika Engkau (Allah) berkehendak. Karena berdoa, tidak boleh ada kalimat ini.
Nabi bersabda:
قاَلَ النَّبِيُّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: لَايَقُلْ اَحَدَكُمْ اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي إِنْ شِـءْتَ, اَللَّهُمَّ اغفرلي إِنْ شِـءْتَ اُرْزُقْنِي
*_Jangan katakan,"Ya Allah berilah aku rezeki kalau engkau berkenan".Ya Allah ampunilah hamba kalau Engkau berkenan._*
Mintalah dengan kalimat yang tegas. Karena tidaka da yang bisa memaksa Allah. Tidak ada karunia yang mendatangimu kecuali karena kehendak Allah. Sehingga tidak ada manfaatnya berkata,"Kalau Engkau berkenan".
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*UCAPAN YANG MENGANDUNG KESYIRIKAN*
Seorang mukmin hendaknya sangat waspada dari Kufur Nikmat. Jangan sampai hatinya menyandarkan nikmat kepada selain Allah. Karena hati yang meyakini bahwa nikmat yang ia terima bukan dari Allah adalah Kufur Besar. Perbuatan ini seperti perbuatan orang musyrik, sebagaimana firman Allah:
يَعۡرِفُوۡنَ نِعۡمَتَ اللّٰهِ ثُمَّ يُنۡكِرُوۡنَهَا وَاَكۡثَرُهُمُ الۡكٰفِرُوۡنَ
*_Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah._* (QS. an Nahl:83)
Adapun ucapan lisan dengan menyatakan bahwa nikmatnya datang dari selain Allah adalah syirik kecil. Contohnya, perkataan sebagai berikut:
*_Kalau saja supirnya tidak ahli pasti kita sudah terjungkir tadi atau kita pasti sudah binasa._*
ini terucap secara lisan bahwa nikmat keselamatan mereka dari keahlian supir. Meskipun hatinya masih mengakui bahwa nikmat itu dari Allah. Maka perkataan ini tetap Syirik Kecil dan seorang muslim wajib bertaubat darinya.
Contoh lainnya adalah kalimat berikut:
*_Kalau bukan karena Allah dan para tentara, pasti negara kita runtuh._*
Tidak boleh mensejajarkan Allah dengan selainNya dalam penyandaran nikmat. Namun boleh mengatakan:
*_Kalau bukan karena Allah lalu keahlian supir pasti kita binasa._*
atau perkataan:
*_Kalau bukan karena ALlah lalu para tentara, pasti negara kita terjajah._*
Kalimat ini dengan maksud untuk menyebutkan si pemberi nikmat dan sebabnya.
Tapi perlu dicatat baik-baik, pembahasan dalam hal ini adalah tentang penyandaran nikmat.
Adapun apabila hanya mengabarkan sesuatu dengan keyakinan bahwa nikmat itu datangnya dari Allah, maka boleh berkata
*_Kalau bukan karena keahlian supir, pasti mobil ini terjungkal_*.
Jadi kalimat ini dalam rangka mengabarkan kejadian, bukan dalam rangka menyandarkan nikmat. Demikian penjelasan Syaikh Sulaiman ar Ruhaili hafidzahullah.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Seorang mukmin hendaknya sangat waspada dari Kufur Nikmat. Jangan sampai hatinya menyandarkan nikmat kepada selain Allah. Karena hati yang meyakini bahwa nikmat yang ia terima bukan dari Allah adalah Kufur Besar. Perbuatan ini seperti perbuatan orang musyrik, sebagaimana firman Allah:
يَعۡرِفُوۡنَ نِعۡمَتَ اللّٰهِ ثُمَّ يُنۡكِرُوۡنَهَا وَاَكۡثَرُهُمُ الۡكٰفِرُوۡنَ
*_Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah._* (QS. an Nahl:83)
Adapun ucapan lisan dengan menyatakan bahwa nikmatnya datang dari selain Allah adalah syirik kecil. Contohnya, perkataan sebagai berikut:
*_Kalau saja supirnya tidak ahli pasti kita sudah terjungkir tadi atau kita pasti sudah binasa._*
ini terucap secara lisan bahwa nikmat keselamatan mereka dari keahlian supir. Meskipun hatinya masih mengakui bahwa nikmat itu dari Allah. Maka perkataan ini tetap Syirik Kecil dan seorang muslim wajib bertaubat darinya.
Contoh lainnya adalah kalimat berikut:
*_Kalau bukan karena Allah dan para tentara, pasti negara kita runtuh._*
Tidak boleh mensejajarkan Allah dengan selainNya dalam penyandaran nikmat. Namun boleh mengatakan:
*_Kalau bukan karena Allah lalu keahlian supir pasti kita binasa._*
atau perkataan:
*_Kalau bukan karena ALlah lalu para tentara, pasti negara kita terjajah._*
Kalimat ini dengan maksud untuk menyebutkan si pemberi nikmat dan sebabnya.
Tapi perlu dicatat baik-baik, pembahasan dalam hal ini adalah tentang penyandaran nikmat.
Adapun apabila hanya mengabarkan sesuatu dengan keyakinan bahwa nikmat itu datangnya dari Allah, maka boleh berkata
*_Kalau bukan karena keahlian supir, pasti mobil ini terjungkal_*.
Jadi kalimat ini dalam rangka mengabarkan kejadian, bukan dalam rangka menyandarkan nikmat. Demikian penjelasan Syaikh Sulaiman ar Ruhaili hafidzahullah.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SAYA IKUT MADZHAB YANG MANA?*
Wahai saudaraku, jika engkau tergolong 'ulama, maka engkau mengambil pendapat fiqh berdasarkan dalil. Engkau ambil dari madzhab atau ijtihad ulama fiqh yang berdiri di atas dalil (yang jelas).
Namun jika engkau tidak tahu menahu tentang seluk-beluk dalil, maka engkau adalah orang awam, maka engkau mengikuti saja (taklid) dengan salah satu madzhab yang empat, dengan cara bertanya kepada salah satu 'ulama terkait permasalahan fiqh yang tidak engkau ketahui. Setelah itu, jika ia menjawab pertanyaanmu, maka amalkan sesuai jawaban 'ulama tersebut,
*_Mazhab orang awam itu adalah mengikuti madzhab ulama yang menjawab pertanyaannya._*
(Syaikh Shalih al Fauzan)
Wahai saudaraku, jika engkau tergolong 'ulama, maka engkau mengambil pendapat fiqh berdasarkan dalil. Engkau ambil dari madzhab atau ijtihad ulama fiqh yang berdiri di atas dalil (yang jelas).
Namun jika engkau tidak tahu menahu tentang seluk-beluk dalil, maka engkau adalah orang awam, maka engkau mengikuti saja (taklid) dengan salah satu madzhab yang empat, dengan cara bertanya kepada salah satu 'ulama terkait permasalahan fiqh yang tidak engkau ketahui. Setelah itu, jika ia menjawab pertanyaanmu, maka amalkan sesuai jawaban 'ulama tersebut,
*_Mazhab orang awam itu adalah mengikuti madzhab ulama yang menjawab pertanyaannya._*
(Syaikh Shalih al Fauzan)
*KHATAMKAN ALQURAN DAN PERBANYAKLAH SHOLAT MALAM*
Wahai kalian yang sudah terbiasa membaca al Quran, dan yang sudah terbiasa membacanya lewat mushaf, teruslah baca kalam Rabb kalian.
Sisihkan waktu pada setiap harinya untuk membaca beberapa bagian yang mudah dari al Quran. Sehingga seorang muslim tidaklah melewati satu bulan kecuali ia telah mengkhatamkan al Quran, ini minimalnya.
Dulu di antara para salaf ada yang mampu mengkhatamkan al Quran dalam 10 malam, apda sholat malamnya. Bahkan di antara mereka ada yang mmapu mengkhatamkan dalam 7 malam pada sholat malam, terus seperti itu. Ada yang mampu mengkhatamkannya dalam 3 malam saja pada sholat malamnya. Bahkan ada yang mampu mengkhatamkannya hanya dengan sekali sholat malam, seperti Utsman bin Affan, Ra.
Mereka menggunakan mayoritas mala untuk sholat. Mereka tidaklah tidur kecuali sebentar saja.
Tapi bagaimanapun kita bukan mereka, jangan sandingkan diri kita dengan mereka ketika bercerita tentang mereka.
Bukanlah kebenaran jika seorang yang berjalan disamakan dengan yang duduk-duduk santai (Tidak berusaha meniru mereka).
Tapi kita terus berusaha menyisihkan sebagian malam kita untuk sholat malam, meskipun sebentar.
Kita terus berusaha membiasakan diri, karena di dalamnya terdapat banyak sekali kebaikan.
AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Wahai kalian yang sudah terbiasa membaca al Quran, dan yang sudah terbiasa membacanya lewat mushaf, teruslah baca kalam Rabb kalian.
Sisihkan waktu pada setiap harinya untuk membaca beberapa bagian yang mudah dari al Quran. Sehingga seorang muslim tidaklah melewati satu bulan kecuali ia telah mengkhatamkan al Quran, ini minimalnya.
Dulu di antara para salaf ada yang mampu mengkhatamkan al Quran dalam 10 malam, apda sholat malamnya. Bahkan di antara mereka ada yang mmapu mengkhatamkan dalam 7 malam pada sholat malam, terus seperti itu. Ada yang mampu mengkhatamkannya dalam 3 malam saja pada sholat malamnya. Bahkan ada yang mampu mengkhatamkannya hanya dengan sekali sholat malam, seperti Utsman bin Affan, Ra.
Mereka menggunakan mayoritas mala untuk sholat. Mereka tidaklah tidur kecuali sebentar saja.
Tapi bagaimanapun kita bukan mereka, jangan sandingkan diri kita dengan mereka ketika bercerita tentang mereka.
Bukanlah kebenaran jika seorang yang berjalan disamakan dengan yang duduk-duduk santai (Tidak berusaha meniru mereka).
Tapi kita terus berusaha menyisihkan sebagian malam kita untuk sholat malam, meskipun sebentar.
Kita terus berusaha membiasakan diri, karena di dalamnya terdapat banyak sekali kebaikan.
AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*FONDASI YANG BERKAITAN DENGAN KELANCARAN KEHIDUPAN DUNIA*
Kehidupan dunia ini tidak akan berjalan mulus kecuali dengan berpegang dengan fondasi ini, ketahuilah fondasi itu adalah *Mendengar dan Patuh kepada orang yang Allah jadikan ia sebagai pemimpin kita, selama bukan dalam kemaksiatan.*
Karena kemashlatan manusia tidak akan diraih kecuali dengan adanya pemimpin. Dan keadaan al Jama'ah juga tidak akan bisa membaik kecuali dengan adanya pemimpin. Dan keadaan pemimpin tidak akan kondusif kecuali dengan didengar dan ditaati perintahnya oleh rakyatnya, selama bukan perintah untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Nabi SAW bersabda:
وَاسْمَعُ والطاعة وان تأمر عليكم عبد
*_Hendaknya kalian mendengar dan patuh (kepada pemimpin kalian). Meskipun yang memegang kuasa kepemimpinan adalah seorang hamba sahaya._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Yang dimaksud dengan *'Abdun* di sini adalah mamluk/budak. Kenapa budak? karena tabiat manusia, tidak akan rela dipimpin seorang hamba sahaya. Sehingga seakan-akan Nabi SAW bersabda:
*_Meskipun yang memimpin kalian adalah orang yang tidak kalian setujui._*
Selama dia yang memegang kendali kepemimpinan maka dengar dan taatilah selama bukan kemaksiatan kepada Allah. Nabi SAW telah mengukuhkan bab ini dengan sangat baik.
Nabi bersabda:
*_Wajib bagi setiap muslim mendengar dan patuh (kepada pemimpin mereka), pada perintah yang disukainya maupun perintah yang dibenci selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. Apabila ia diperintahkan untuk bermaksiat maka tidak boleh mendengar dan patuh._* (HR. Bukhari no.7144 dan Muslim no.1839)
Dan inilah sikap ideal yang dibawa oleh Nabi SAW. Kita mendengar dan patuh kepada pemimpin kita pada hal yang kita sukai maupun yang kita benci, kecuali jika diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila kita diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan maka tidak boleh mendengar dan patuh.
Oleh karenanya Nabi SAW juga bersabda:
*_Wajib atasmu mendengar dan patuh (kepada pemimpin) disaat ada kesusahan maupun kelapangan. Pada hal yang biasa kamu geluti maupun kamu benci atau pada sesuatu yang di sana ada pengurangan hakmu._* (HR. Muslim no.1836)
Maksudnya adalah tetap wajib atasmu mendengar dan patuh (kepada pemimpin), di saat ada kelapangan pada pemerintah, begitu juga tetap wajib mendengar dan patuh (kepada pemimpin) di saat ada kesusahan dengan pemerintah.
Begitupun pada hal yang biasa kamu geluti maupun kamu benci atau pada hal yang di sana terdapat unsur pengurangan terhadap hakmu. Bahkan jika seandainya kamu melihat mereka memberikan kepada orang lain yang sebenarnya menjadi hakmu, tetap wajib bagimu mendengarkan dan patuh (kepada mereka)
Nabi bersabda:
يكون فيكم امراءُ لا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي وَلَا يَهْتَدُوْنَ بِهُدَايَ، يَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينَ فِي جُثْمَانِ اِنْسٍ
*_Akan datang masa di mana para pemimpin tidak menjalankan ajaranku dan tidak menggunakan petunjukku. Orang-orang terdekatnya adalah orang yang hati mereka bak hati syaithon di dalam tubuh manusia._* (HR. Muslim no.1847)
Siapa yang mensifati (dengan sebutan hati syaithon)? Nabi sendiri. Hadits ini dibawakan oleh Imam Muslim dengan berbagai riwayatnya. Satu sama lain saling menguatkan, sehingga semakin mempertegas keshahihan hadits ini.
Inilah keadaan mereka (pemimpin yang tidak menggunakan petunjuk Nabi SAW). Lantas bagaimana keadaan orang-orang terdekatnya? Nabi mengatakan,"sekelompok orang yang hati mereka bak hatinya syaithon yang berada di dalam jiwa manusia". Bentuknya manusia, akan tetapi hatinya hati syaithon. نعوذ بآلله من هذا الحال.
Huidzaifah bertanya kepada Nabi SAW:
فماتأمرني يا رسول الله ان ادركت هذا؟
*_Apa yang engkau perintahkan wahai Rasulullah jika aku menemui masa tersebut? Nabi bersabda:
قال تسمع و تطيع للامير وان ضرب ظهرك، واُخِذَ مالك، فاسمع واطع
*_(Hendaknya) kamu tetap mendengar dan patuh kepada pemimpin, meskipun punggungmu dipukul, hartamu dirampas, tetap dengar dan patuhilah._* (HR. Muslim no.1847)
Kehidupan dunia ini tidak akan berjalan mulus kecuali dengan berpegang dengan fondasi ini, ketahuilah fondasi itu adalah *Mendengar dan Patuh kepada orang yang Allah jadikan ia sebagai pemimpin kita, selama bukan dalam kemaksiatan.*
Karena kemashlatan manusia tidak akan diraih kecuali dengan adanya pemimpin. Dan keadaan al Jama'ah juga tidak akan bisa membaik kecuali dengan adanya pemimpin. Dan keadaan pemimpin tidak akan kondusif kecuali dengan didengar dan ditaati perintahnya oleh rakyatnya, selama bukan perintah untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Nabi SAW bersabda:
وَاسْمَعُ والطاعة وان تأمر عليكم عبد
*_Hendaknya kalian mendengar dan patuh (kepada pemimpin kalian). Meskipun yang memegang kuasa kepemimpinan adalah seorang hamba sahaya._* (HR. Abu Dawud no.4607)
Yang dimaksud dengan *'Abdun* di sini adalah mamluk/budak. Kenapa budak? karena tabiat manusia, tidak akan rela dipimpin seorang hamba sahaya. Sehingga seakan-akan Nabi SAW bersabda:
*_Meskipun yang memimpin kalian adalah orang yang tidak kalian setujui._*
Selama dia yang memegang kendali kepemimpinan maka dengar dan taatilah selama bukan kemaksiatan kepada Allah. Nabi SAW telah mengukuhkan bab ini dengan sangat baik.
Nabi bersabda:
*_Wajib bagi setiap muslim mendengar dan patuh (kepada pemimpin mereka), pada perintah yang disukainya maupun perintah yang dibenci selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. Apabila ia diperintahkan untuk bermaksiat maka tidak boleh mendengar dan patuh._* (HR. Bukhari no.7144 dan Muslim no.1839)
Dan inilah sikap ideal yang dibawa oleh Nabi SAW. Kita mendengar dan patuh kepada pemimpin kita pada hal yang kita sukai maupun yang kita benci, kecuali jika diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila kita diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan maka tidak boleh mendengar dan patuh.
Oleh karenanya Nabi SAW juga bersabda:
*_Wajib atasmu mendengar dan patuh (kepada pemimpin) disaat ada kesusahan maupun kelapangan. Pada hal yang biasa kamu geluti maupun kamu benci atau pada sesuatu yang di sana ada pengurangan hakmu._* (HR. Muslim no.1836)
Maksudnya adalah tetap wajib atasmu mendengar dan patuh (kepada pemimpin), di saat ada kelapangan pada pemerintah, begitu juga tetap wajib mendengar dan patuh (kepada pemimpin) di saat ada kesusahan dengan pemerintah.
Begitupun pada hal yang biasa kamu geluti maupun kamu benci atau pada hal yang di sana terdapat unsur pengurangan terhadap hakmu. Bahkan jika seandainya kamu melihat mereka memberikan kepada orang lain yang sebenarnya menjadi hakmu, tetap wajib bagimu mendengarkan dan patuh (kepada mereka)
Nabi bersabda:
يكون فيكم امراءُ لا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي وَلَا يَهْتَدُوْنَ بِهُدَايَ، يَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينَ فِي جُثْمَانِ اِنْسٍ
*_Akan datang masa di mana para pemimpin tidak menjalankan ajaranku dan tidak menggunakan petunjukku. Orang-orang terdekatnya adalah orang yang hati mereka bak hati syaithon di dalam tubuh manusia._* (HR. Muslim no.1847)
Siapa yang mensifati (dengan sebutan hati syaithon)? Nabi sendiri. Hadits ini dibawakan oleh Imam Muslim dengan berbagai riwayatnya. Satu sama lain saling menguatkan, sehingga semakin mempertegas keshahihan hadits ini.
Inilah keadaan mereka (pemimpin yang tidak menggunakan petunjuk Nabi SAW). Lantas bagaimana keadaan orang-orang terdekatnya? Nabi mengatakan,"sekelompok orang yang hati mereka bak hatinya syaithon yang berada di dalam jiwa manusia". Bentuknya manusia, akan tetapi hatinya hati syaithon. نعوذ بآلله من هذا الحال.
Huidzaifah bertanya kepada Nabi SAW:
فماتأمرني يا رسول الله ان ادركت هذا؟
*_Apa yang engkau perintahkan wahai Rasulullah jika aku menemui masa tersebut? Nabi bersabda:
قال تسمع و تطيع للامير وان ضرب ظهرك، واُخِذَ مالك، فاسمع واطع
*_(Hendaknya) kamu tetap mendengar dan patuh kepada pemimpin, meskipun punggungmu dipukul, hartamu dirampas, tetap dengar dan patuhilah._* (HR. Muslim no.1847)
Di sini wahai saudaraku ada poin yang penting sekali, sabda Nabi SAW yang mengatakan *Meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas*, maksudnya adalah bahkan jika kamu merasa yakin telah didzalimi. Dengan kata lain, meskipun kamu yakin bahwa mereka telah menzhalimimu, akan tetapi mereka adalah orang-orang muslim. Karena jika benar dirimu telah dizhalimi oleh mereka, maka dapat dipastikan itu adalah kedzaliman, kamu sudah sangat yakin. Walaupun keadaannya seperti itu, tetap dengar dan patuhi (mereka). Itulah yang Nabi SAW sabdakan.
Subhanallah, seakan-akan Nabi SAW ketika itu sedang mengobati realita yang sedang terjadi di tengah manusia, hingga ada seorang laki-laki berdiri menuju beliau dan berkata sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih Muslim:
يا رسول الله ارايت اِنْ قاَمَتْ علينا اُمَرَاءُ يسألون حقهم ويمنعون حقنا؟
*_Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika ada pemimpin kami, yang mereka gigih meminta kita menunaikan hak mereka akan tetapi mereka menolak memberikan hak kami? (HR. Muslim no.1846)
Jadi mereka maunya hanya didengar dan dipatuhi saja tanpa peduli memberikan hak-hak kami. Maka Nabi SAW pun berpaling dari orang tersebut dan enggan menjawab. Maka orang tadi kembali menhampiri Nabi SAW untuk yang kedua kalinya dan bertanya. Maka Nabi SAW kembali berpaling dan enggan menjawab. Kemudian orang tadi kembali menhampiri Nabi SAW untuk yang ketiga kalinya. Menurut para ulama, tujuan Nabi SAW berpaling adalah agar orang-orang yang hadir memperhatikan. (mereka bertanya-tanya) Perkara apa ini yang Nabi SAW malah berpaling ketika ditanya. Maka dikali yang ketiga, orang-orangpun memperhatikan beliau. Nabi menjawabnya dengan kalimat:
اسمعوا واطيعوا
*_Dengar dan patuhi_*. (HR. Muslim no.1846)
Kemudian Nabi SAW membawakan suatu kaidah. Wahai saudaraku, saya katakan ini aalah kaidah emas dalam kehidupan:
فإنما عليهم ما حمّلوا و عليكم ما حمّلتم
*_Sesungguhnya mereka bertanggungjawab atas apa yang dibebankan kepada mereka dan kalian bertanggungjawab atas apa yang dibebankan kepada kalian._*
Wahai saudaraku, apa sebab timbul masalah di tengah manusia secara umum? yaitu seseorang menyibukkan diri pada sesuatu yang bukan urusannya. Sebab kesengsaraan manusia adalah tatkala dia menyibukkan diri dengan perkara yang bukan urusannya. Memposisikan dirinya seolah-olah ia ulama, memposisikan dirinya seakan-akan ia hakim pengadilan, memposisikan dirinya seakan-akan ia orang kaya, ia ingin menjadi segalanya pada semua hal. Perkara seperti ini sangat membahayakan manusia. Akan tetapi Nabi SAW memberikan kepada kita suatu kaidah:
*_Sesungguhnya atas mereka apa yang dibebankan kepada mereka, dan kelak mereka akan ditanya tentang tanggungjawab mereka dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian dan kalian akan ditana tentang tanggungjawab kalian._*
Wahai kalian yang cerdas, sibukkan diri dengan tanggungjawab kalian. Sibuklah dengan perkara yang itu milikmu sendiri, sibuklah dengan perkara yang bisa kamu memberikan dampak positif. Jangan sekali-kali masuk ke dalam perkara yang dirimu tidak dapat memberi dampak positif.
Permasalahan ini merupakan bab yang agung, telah Nabi SAW kukuhkan hukum-hukum terkait hal tersebut.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Subhanallah, seakan-akan Nabi SAW ketika itu sedang mengobati realita yang sedang terjadi di tengah manusia, hingga ada seorang laki-laki berdiri menuju beliau dan berkata sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih Muslim:
يا رسول الله ارايت اِنْ قاَمَتْ علينا اُمَرَاءُ يسألون حقهم ويمنعون حقنا؟
*_Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika ada pemimpin kami, yang mereka gigih meminta kita menunaikan hak mereka akan tetapi mereka menolak memberikan hak kami? (HR. Muslim no.1846)
Jadi mereka maunya hanya didengar dan dipatuhi saja tanpa peduli memberikan hak-hak kami. Maka Nabi SAW pun berpaling dari orang tersebut dan enggan menjawab. Maka orang tadi kembali menhampiri Nabi SAW untuk yang kedua kalinya dan bertanya. Maka Nabi SAW kembali berpaling dan enggan menjawab. Kemudian orang tadi kembali menhampiri Nabi SAW untuk yang ketiga kalinya. Menurut para ulama, tujuan Nabi SAW berpaling adalah agar orang-orang yang hadir memperhatikan. (mereka bertanya-tanya) Perkara apa ini yang Nabi SAW malah berpaling ketika ditanya. Maka dikali yang ketiga, orang-orangpun memperhatikan beliau. Nabi menjawabnya dengan kalimat:
اسمعوا واطيعوا
*_Dengar dan patuhi_*. (HR. Muslim no.1846)
Kemudian Nabi SAW membawakan suatu kaidah. Wahai saudaraku, saya katakan ini aalah kaidah emas dalam kehidupan:
فإنما عليهم ما حمّلوا و عليكم ما حمّلتم
*_Sesungguhnya mereka bertanggungjawab atas apa yang dibebankan kepada mereka dan kalian bertanggungjawab atas apa yang dibebankan kepada kalian._*
Wahai saudaraku, apa sebab timbul masalah di tengah manusia secara umum? yaitu seseorang menyibukkan diri pada sesuatu yang bukan urusannya. Sebab kesengsaraan manusia adalah tatkala dia menyibukkan diri dengan perkara yang bukan urusannya. Memposisikan dirinya seolah-olah ia ulama, memposisikan dirinya seakan-akan ia hakim pengadilan, memposisikan dirinya seakan-akan ia orang kaya, ia ingin menjadi segalanya pada semua hal. Perkara seperti ini sangat membahayakan manusia. Akan tetapi Nabi SAW memberikan kepada kita suatu kaidah:
*_Sesungguhnya atas mereka apa yang dibebankan kepada mereka, dan kelak mereka akan ditanya tentang tanggungjawab mereka dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian dan kalian akan ditana tentang tanggungjawab kalian._*
Wahai kalian yang cerdas, sibukkan diri dengan tanggungjawab kalian. Sibuklah dengan perkara yang itu milikmu sendiri, sibuklah dengan perkara yang bisa kamu memberikan dampak positif. Jangan sekali-kali masuk ke dalam perkara yang dirimu tidak dapat memberi dampak positif.
Permasalahan ini merupakan bab yang agung, telah Nabi SAW kukuhkan hukum-hukum terkait hal tersebut.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*SHOLAT SUNNAH DI RUMAH*
(_Syaikh Al-Mukhtar Asy-Syinqithi_ )
Seharusnya seseorang bersemangat untuk sholat sunnah di rumah. Ini adalah salah satu sunnah Nabi. Karena rumah yang banyak dipakai untuk sholat akan diberikan banyak kebaikan oleh Allah. Hal ini banyak disampaikan oleh para ulama dan orang-orang shalih.
Sebagian orang bercerita,"Dulu rumahku tidak pernah lepas dari masalah".
Akupun mendatangi salah satu ulama. Ia bertanya kepadaku tentang qiyamul lail dan rawatib. Ia mengatakan,"Engkau melalaikan shalat rawatib? aku menjawab,"Ya, aku tidak shalat rawatib. Apa itu sholat rawatib? ia menjawab,"Sholat qobliyah dan ba'diyah. Ia pun mengajariku sholat rawatib qobliyah dan ba'diyah.
Kedua, ia bertanya,"Engkau tidak sholat malam? Engkau tidak sholat witir? Aku menjawab,"Ya, aku tidak sholat witir".
Ia mengatakan,"Jika demikian, rutinkan shalat rawatib dan sholatlah di rumahmu sebagaimana Nabi sholat di rumahnya. Rutinkan juga sholat witir dan jangan ditinggalkan.
Nabi bersabda:
ليس منا من لم يوتر. الوترحق، ومن لم يوتر فليس منا
*_Bukan golongan kami orang yang tidak sholat witir_*. Sholat witir itu adalah hak dan barangsiapa tidak sholat witir, ia bukan golongan kami._* (HR. Abu Dawud no.1419)
أوتروا يا اهل القرأن إن الله وتر يحبه
*_Wahai ahli Quran, sholatlah witir, karena ALlah itu Maha Esa dan menyukai ganjil_*. (HR. Abu Dawud no.1416)
إن الله أمدكم بصلاة هي خير لكم من حمر النعم وجعلها لكم ما بين صلاة العشاء وما بين صلاة الفجر
*_Sesungguhnya Allah menganugerahi kalian sholat yang lebih baik daripada unta merah dan Dia tetapkan waktunya antara sholat isya dengan sholat subuh._* (HR. Tirmidzi no.452)
Ia mengatakan,"Subhaanallah, sepekan kemudian, kondisi rumahku berubah total. Akhlak istriku berubah. Anak-anakku menjadi lebih beradab. Semua hal berubah".
فإن الله جاعل له من صلا ته في بيته خيرا
*_Sesungguhnya Allah melimpahkan kebaikan di rumahnya karena sholatnya itu._* (HR. Muslim no.778)
Kata kebaikan berbentuk nakirah. Apabila Nabi bersabda,"ALlah melimpahkan kebaikan", maka pasti menjadi kebaikan.
Sungguh benar ucapan Nabi yang tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Tetapi hanyalah berdasarkan wahyu. Wallahu a'lam.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
(_Syaikh Al-Mukhtar Asy-Syinqithi_ )
Seharusnya seseorang bersemangat untuk sholat sunnah di rumah. Ini adalah salah satu sunnah Nabi. Karena rumah yang banyak dipakai untuk sholat akan diberikan banyak kebaikan oleh Allah. Hal ini banyak disampaikan oleh para ulama dan orang-orang shalih.
Sebagian orang bercerita,"Dulu rumahku tidak pernah lepas dari masalah".
Akupun mendatangi salah satu ulama. Ia bertanya kepadaku tentang qiyamul lail dan rawatib. Ia mengatakan,"Engkau melalaikan shalat rawatib? aku menjawab,"Ya, aku tidak shalat rawatib. Apa itu sholat rawatib? ia menjawab,"Sholat qobliyah dan ba'diyah. Ia pun mengajariku sholat rawatib qobliyah dan ba'diyah.
Kedua, ia bertanya,"Engkau tidak sholat malam? Engkau tidak sholat witir? Aku menjawab,"Ya, aku tidak sholat witir".
Ia mengatakan,"Jika demikian, rutinkan shalat rawatib dan sholatlah di rumahmu sebagaimana Nabi sholat di rumahnya. Rutinkan juga sholat witir dan jangan ditinggalkan.
Nabi bersabda:
ليس منا من لم يوتر. الوترحق، ومن لم يوتر فليس منا
*_Bukan golongan kami orang yang tidak sholat witir_*. Sholat witir itu adalah hak dan barangsiapa tidak sholat witir, ia bukan golongan kami._* (HR. Abu Dawud no.1419)
أوتروا يا اهل القرأن إن الله وتر يحبه
*_Wahai ahli Quran, sholatlah witir, karena ALlah itu Maha Esa dan menyukai ganjil_*. (HR. Abu Dawud no.1416)
إن الله أمدكم بصلاة هي خير لكم من حمر النعم وجعلها لكم ما بين صلاة العشاء وما بين صلاة الفجر
*_Sesungguhnya Allah menganugerahi kalian sholat yang lebih baik daripada unta merah dan Dia tetapkan waktunya antara sholat isya dengan sholat subuh._* (HR. Tirmidzi no.452)
Ia mengatakan,"Subhaanallah, sepekan kemudian, kondisi rumahku berubah total. Akhlak istriku berubah. Anak-anakku menjadi lebih beradab. Semua hal berubah".
فإن الله جاعل له من صلا ته في بيته خيرا
*_Sesungguhnya Allah melimpahkan kebaikan di rumahnya karena sholatnya itu._* (HR. Muslim no.778)
Kata kebaikan berbentuk nakirah. Apabila Nabi bersabda,"ALlah melimpahkan kebaikan", maka pasti menjadi kebaikan.
Sungguh benar ucapan Nabi yang tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Tetapi hanyalah berdasarkan wahyu. Wallahu a'lam.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TARGET YANG HARUS DICAPAI SEORANG MUSLIM SETIAP HARINYA*
diceritakan oleh Ummu Salamah ra , dalam Kitab Sunan
(Ibnu Majah no.925) dan Musnad (Ahmad no.26731), bahwa Nabi SAW setiap harinya seusai sholat subuh berdoa:
اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا
*_Ya Allah, aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima_*.
Dalam doa tersebut ada permintaan kepada ALlah SWT berupa rezeki yang baik. Ini sebuah pelajaran yang berharga bagi kita umat Muhammad SAW.
Waktu pagi adalah permulaan siang dan siang adalah waktunya manusia untuk bekerja dan mengusahakan kebaikan dunia dan akhirat. Target seorang muslim setiap harinya hanya ada tiga, tidak ada yang keempatnya. Tiga target tersebut disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits ini.
Inilah 3 target seorang muslim setiap harinya, yakni:
1) Ilmu yang bermanfaat
2) Rezeki yang baik
3) Amal yang shalih
Dalam doa ini terdapat penjelasan target seorang muslim setiap harinya. Dan permohonan agar Allah SWT menolong untuk merealisasikan target tersebut. Rasulullah SAW memulai doanya dengan meminta ilmu yang bermanfaat.
Karena ilmu adalah asas untuk bisa membedakan antara rezeki yang halal dan yang haram, juga antara amal yang shalih dan yang bukan. Semuanya tidak akan bisa dibedakan kecuali dengan ilmu yang bermanfaat.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
diceritakan oleh Ummu Salamah ra , dalam Kitab Sunan
(Ibnu Majah no.925) dan Musnad (Ahmad no.26731), bahwa Nabi SAW setiap harinya seusai sholat subuh berdoa:
اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا
*_Ya Allah, aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima_*.
Dalam doa tersebut ada permintaan kepada ALlah SWT berupa rezeki yang baik. Ini sebuah pelajaran yang berharga bagi kita umat Muhammad SAW.
Waktu pagi adalah permulaan siang dan siang adalah waktunya manusia untuk bekerja dan mengusahakan kebaikan dunia dan akhirat. Target seorang muslim setiap harinya hanya ada tiga, tidak ada yang keempatnya. Tiga target tersebut disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits ini.
Inilah 3 target seorang muslim setiap harinya, yakni:
1) Ilmu yang bermanfaat
2) Rezeki yang baik
3) Amal yang shalih
Dalam doa ini terdapat penjelasan target seorang muslim setiap harinya. Dan permohonan agar Allah SWT menolong untuk merealisasikan target tersebut. Rasulullah SAW memulai doanya dengan meminta ilmu yang bermanfaat.
Karena ilmu adalah asas untuk bisa membedakan antara rezeki yang halal dan yang haram, juga antara amal yang shalih dan yang bukan. Semuanya tidak akan bisa dibedakan kecuali dengan ilmu yang bermanfaat.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KAIDAH SYAR'I TERHADAP PEMINTA-MINTA*
Allah berfirman di dalam al Quran:
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
*_Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya)._* (Ad-Dhuha:10)
Kaidah pertama adalah tidak boleh menghardiknya. Peminta-minta tidak boleh dihardik, baik kita memberi atau tidak memberinya, ini adalah pembahasan lain. Yang utama adalah jangan menghardiknya, kita tidak boleh menghardiknya.
Bisa jadi dia meminta-minta memang ada kebutuhan atau bisa juga dia hanya ingin memperkaya diri. Kita tidak tahu, kita hanya bisa menduga-duga, bisa jadi.
Lalu kapan kita beri dan kapan tidak kita beri? Di sini tidak ada qoidahnya, ilmunya ada di sisi Allah. Dan ini kembali kepada apa yang terlintas di dalam hati kita.
Jika kita merasa di dalam hati kita mengatakan bahwa orang ini (si peminta-minta) butuh, berilah. Namun jika kita merasa di dalam hati kita bahwa orang ini tidak butuh, maka tak usah diberi.
Jadi kita bisa memperkirakan masalah ini di dalam diri kita masing-masing.
Jika kita memberinya meski ternyata dia tidak butuh, maka pahala tetap ada di sisi Allah.
_Baarakallahu fiikum, waja'alanallahu ilaikum albarakah wassalaamah fiddunya wal aakhirah_
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Allah berfirman di dalam al Quran:
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
*_Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya)._* (Ad-Dhuha:10)
Kaidah pertama adalah tidak boleh menghardiknya. Peminta-minta tidak boleh dihardik, baik kita memberi atau tidak memberinya, ini adalah pembahasan lain. Yang utama adalah jangan menghardiknya, kita tidak boleh menghardiknya.
Bisa jadi dia meminta-minta memang ada kebutuhan atau bisa juga dia hanya ingin memperkaya diri. Kita tidak tahu, kita hanya bisa menduga-duga, bisa jadi.
Lalu kapan kita beri dan kapan tidak kita beri? Di sini tidak ada qoidahnya, ilmunya ada di sisi Allah. Dan ini kembali kepada apa yang terlintas di dalam hati kita.
Jika kita merasa di dalam hati kita mengatakan bahwa orang ini (si peminta-minta) butuh, berilah. Namun jika kita merasa di dalam hati kita bahwa orang ini tidak butuh, maka tak usah diberi.
Jadi kita bisa memperkirakan masalah ini di dalam diri kita masing-masing.
Jika kita memberinya meski ternyata dia tidak butuh, maka pahala tetap ada di sisi Allah.
_Baarakallahu fiikum, waja'alanallahu ilaikum albarakah wassalaamah fiddunya wal aakhirah_
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*ORANG YANG PALING BAHAGIA*
Bertaqwalah kepada Allah. Ketika Allah panjangkan umurmu hingga berjumpa dengan Ramadhan. Ketika banyak orang telah wafat dan harapan mereka kandas. Allah masih memberi kesehatan, waktu luang dan banyak nikmat lainnya yang tidak mampu dihitung kecuali oleh Allah saja.
Apabila engkau memuji nikmat ALlah dan mensyukuri karuniaNya serta melengkapinya dengan amal shalih, maka engkau termasuk orang-orang yang sukses.
Akhi fillah, berhati-hatilah dari jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan, yang membuat seorang hamba lemah dari ketaatan kepada Allah.
Sadarlah dari kelalaianmu, bangunlah dari tidurmu, perbaiki sisa umurmu.
نعوذ الله العظيم من الحور بعد الكور ومن العمى بعد البصيرة
Bertaqwalah kepada Allah. Ketika Allah panjangkan umurmu hingga berjumpa dengan Ramadhan. Ketika banyak orang telah wafat dan harapan mereka kandas. Allah masih memberi kesehatan, waktu luang dan banyak nikmat lainnya yang tidak mampu dihitung kecuali oleh Allah saja.
Apabila engkau memuji nikmat ALlah dan mensyukuri karuniaNya serta melengkapinya dengan amal shalih, maka engkau termasuk orang-orang yang sukses.
Akhi fillah, berhati-hatilah dari jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan, yang membuat seorang hamba lemah dari ketaatan kepada Allah.
Sadarlah dari kelalaianmu, bangunlah dari tidurmu, perbaiki sisa umurmu.
نعوذ الله العظيم من الحور بعد الكور ومن العمى بعد البصيرة