Waqful Fuqohaa (Wakaf untuk para 'Ulama)
_*Para 'ulama fokus untuk menuntut ilmu, mengarang buku dan mengajarkan kepada masyarakat, kemudian kehidupan mereka ditopang dari wakaf-wakaf produktif*_
Rasulullah SAW istri tidak satu, anak juga tidak satu. Ketika Nabi diangkat ALlah menjadi Rasul, aktivitas mencari uang sudah berhenti karena waktunya sudah habis untuk berda'wah. Pertanyaannya, kalau begitu dari mana Nabi mendapatkan ma'isyahnya? Nabi SAW, beliau mendapatkan harta dari berbagai macam cara yang disiapkan syariat. Fai itu disediakan untuk Nabi, 1/5 ghanimah dipersilahkan Nabi untuk mengaturnya, hadiah-hadiah dari para shahabat. Tetapi Nabi dilarang mengambil sebagian dari harta syariat yaitu zakat dan shodaqoh. Nabi dan keturunannya dilarang mengambil itu.
Maka Nabi SAW diberikan hak untuk itu. Dan inilah yang justru menjadi konsep besar bagi muslimin berikutnya , di peradaban Islam bahwa muslimin menyiapkan *WAQFUL FUQOHAA* yaitu wakaf untuk para 'ulama.
(Ust. Budi Ashari)
Mari kita topang kehidupan para 'ulama, karena dengannya kehidupan masyarakat secara luas menjadi lurus, terjaga dari segala ketidakbaikan, bumi menjadi makmur, seluruh isi bumi menjadi sejahtera, manusia, batu, pohon, tanah dan seterusnya.
_*Para 'ulama fokus untuk menuntut ilmu, mengarang buku dan mengajarkan kepada masyarakat, kemudian kehidupan mereka ditopang dari wakaf-wakaf produktif*_
Rasulullah SAW istri tidak satu, anak juga tidak satu. Ketika Nabi diangkat ALlah menjadi Rasul, aktivitas mencari uang sudah berhenti karena waktunya sudah habis untuk berda'wah. Pertanyaannya, kalau begitu dari mana Nabi mendapatkan ma'isyahnya? Nabi SAW, beliau mendapatkan harta dari berbagai macam cara yang disiapkan syariat. Fai itu disediakan untuk Nabi, 1/5 ghanimah dipersilahkan Nabi untuk mengaturnya, hadiah-hadiah dari para shahabat. Tetapi Nabi dilarang mengambil sebagian dari harta syariat yaitu zakat dan shodaqoh. Nabi dan keturunannya dilarang mengambil itu.
Maka Nabi SAW diberikan hak untuk itu. Dan inilah yang justru menjadi konsep besar bagi muslimin berikutnya , di peradaban Islam bahwa muslimin menyiapkan *WAQFUL FUQOHAA* yaitu wakaf untuk para 'ulama.
(Ust. Budi Ashari)
Mari kita topang kehidupan para 'ulama, karena dengannya kehidupan masyarakat secara luas menjadi lurus, terjaga dari segala ketidakbaikan, bumi menjadi makmur, seluruh isi bumi menjadi sejahtera, manusia, batu, pohon, tanah dan seterusnya.
*PENTINGNYA ILMU*
Kuasai ilmunya, maka kita akan menjalaninya dengan fokus dan terarah dan tidak merasakan kelelahan atau minimal lelah dibanding tanpa ilmu. ini dalam bidang apapun termasuk mendidik anak di keluarga. Mendidik anak itu lelah dan melelahkan, ditambah mendidiknya tanpa ilmu.
Waktu anak masih kecil, rewel, nangis tengah malam, gak tahu waktu, orangtuanya baru saja merem, wong anaknya bangun minta susu, ya kan? gak lama kemudian berikutnya sakit, lelah.
Didik anak gedean dikit salah gaul, bapak ibunya gara-gara anaknya bilang perlu komunikasi dikasi HP, kecanduan game, mulai kenal anak gadis orang, mulai berani bawa anak orang, berduaan, bapak ibu kuatir, apalagi bapak ibu si anak perawan, takut MBA, sampai kemudian kejadian, si anak malu, menutup diri dari orangtuanya, dan akhirnya suicide (berita viral belum lama ini), wal'iyaadzubillah, semoga kita terhindar dari ini semua. Bukan hanya melelahkan namun juga mengkhawatirkan.
Begitulah memang, kalau kita tidak tahu ilmunya, seperti apa yang dikatakan Nabi Khidir dalam surat al Kahfi ayat 68:
*_Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai ilmunya?"_*
Jadi kalau kita tidak mempunyai ilmunya dalam mendidik anak, cape menjalaninya juga mengkhawatirkan. Sampai ada yang putus asa dalam mendidik anak. Karena apa? LELAH.
Kalau ingin punya kesabaran yang tinggi dalam mendidik anak, kuasai ilmunya, yaitu Ilmu mendidik anak.
*_Semangat pagi_*
*_Semangat untuk terus belajar_*
*_Jangan ampe kendor_*
Kuasai ilmunya, maka kita akan menjalaninya dengan fokus dan terarah dan tidak merasakan kelelahan atau minimal lelah dibanding tanpa ilmu. ini dalam bidang apapun termasuk mendidik anak di keluarga. Mendidik anak itu lelah dan melelahkan, ditambah mendidiknya tanpa ilmu.
Waktu anak masih kecil, rewel, nangis tengah malam, gak tahu waktu, orangtuanya baru saja merem, wong anaknya bangun minta susu, ya kan? gak lama kemudian berikutnya sakit, lelah.
Didik anak gedean dikit salah gaul, bapak ibunya gara-gara anaknya bilang perlu komunikasi dikasi HP, kecanduan game, mulai kenal anak gadis orang, mulai berani bawa anak orang, berduaan, bapak ibu kuatir, apalagi bapak ibu si anak perawan, takut MBA, sampai kemudian kejadian, si anak malu, menutup diri dari orangtuanya, dan akhirnya suicide (berita viral belum lama ini), wal'iyaadzubillah, semoga kita terhindar dari ini semua. Bukan hanya melelahkan namun juga mengkhawatirkan.
Begitulah memang, kalau kita tidak tahu ilmunya, seperti apa yang dikatakan Nabi Khidir dalam surat al Kahfi ayat 68:
*_Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai ilmunya?"_*
Jadi kalau kita tidak mempunyai ilmunya dalam mendidik anak, cape menjalaninya juga mengkhawatirkan. Sampai ada yang putus asa dalam mendidik anak. Karena apa? LELAH.
Kalau ingin punya kesabaran yang tinggi dalam mendidik anak, kuasai ilmunya, yaitu Ilmu mendidik anak.
*_Semangat pagi_*
*_Semangat untuk terus belajar_*
*_Jangan ampe kendor_*
*CUPLIKAN SIRAH*
Persia Romawi, begitu dzalimnya peradaban itu, saat di zaman shahabat Nabi SAW, Rasul sudah wafat kemudian masa penaklukan Persia zaman kekhalifahan Umar ibn Khattab ra.
Saat sudah berhadapan antara dua panglima (panglima muslim dan panglima Persia), muslimin mengutus salah satunya Rib'iy bin Amir, bertemu dengan panglima Persia, Rustum. Terjadi dialog. Apa yang terjadi? di antara kalimat yang terkenal, Rib'iy bin Amir menyampaikan:
*_Kami datang ke sini untuk mengeluarkan kalian dari peribadatan kepada hamba, kepada peribadatan yang menyembah yang menciptakan hamba, untuk mengeluarkan kalian dari dzalimnya agama-agama, untuk menuju keadilan Islam. Untuk mengeluarkan kalian dari sempitnya dunia ini menuju luasnya dunia dan akhirat._*
Salah satu kalimat yang menarik lainnya dari Rib'iy bin Amir adalah tidaklah kami datang ke sini kecuali karena kedzaliman kalian.
(Ust. Budi Ashari)
Persia Romawi, begitu dzalimnya peradaban itu, saat di zaman shahabat Nabi SAW, Rasul sudah wafat kemudian masa penaklukan Persia zaman kekhalifahan Umar ibn Khattab ra.
Saat sudah berhadapan antara dua panglima (panglima muslim dan panglima Persia), muslimin mengutus salah satunya Rib'iy bin Amir, bertemu dengan panglima Persia, Rustum. Terjadi dialog. Apa yang terjadi? di antara kalimat yang terkenal, Rib'iy bin Amir menyampaikan:
*_Kami datang ke sini untuk mengeluarkan kalian dari peribadatan kepada hamba, kepada peribadatan yang menyembah yang menciptakan hamba, untuk mengeluarkan kalian dari dzalimnya agama-agama, untuk menuju keadilan Islam. Untuk mengeluarkan kalian dari sempitnya dunia ini menuju luasnya dunia dan akhirat._*
Salah satu kalimat yang menarik lainnya dari Rib'iy bin Amir adalah tidaklah kami datang ke sini kecuali karena kedzaliman kalian.
(Ust. Budi Ashari)
*KURANGI BEBANMU, TAMBAH BEKALMU*
*_Judul di atas adalah pesan Rasulullah kepada Mu'adz Bin Jabbal. Sederhana namun penuh makna._*
Islam adalah agama yang seimbang. Tidak ada satupun perintah atau larangan di dalam Islam, melainkan akan datang pula gantinya sebagai penyeimbang.
Di dalam buku yang berjudul Perkembangan Islam di China, sang penulis, Ibrahim Tian Yin Ma, menuliskan bahwa penemu konsep Yin and Yang adalah seorang muslim, seorang Princess, terinspirasi dari buku THE BOOK OF CHANGE, yang ternyata adalah Alquran.
Nasihat Islam, dimensinya adalah selalu dunia dan akhirat. Dunia adalah kondisi kita secara nyata saat ini berada dan akhirat kondisi masa depan yang semua muslim wajib meyakini keberadaannya, di sinilah kelak nanti semua perbuatan kita harus dipertanggungjawabkan di hadapan Hakim Yang Adil, Allah Subhaananhu Wa Ta'alaa.
Tauhid adalah kunci sukses kehidupan setiap muslim. Dengan Tauhid, tiada lagi sesuatu yang menjadi kesedihan, kesusahan, karena muslim memandang setiap kejadian adalah takdir Allah. Tidak ada satupun kejadian di dunia ini melainkan atas kehendakNya.
Dengan berpatokan pada Tauhid yang benar, maka beban seorang muslim sejatinya tidak akan melebihi kapasitasnya, karena seorang merespon segala sesuatu dengan Tauhid, bukan dengan akal semata apalagi berdasarkan nafsu.
Banyak kasus, kejatuhan seorang anak manusia, disebabkan karena nafsunya memimpin setiap merespon sesuatu. Akalnya tak mampu menghentikan nafsunya, apalagi iman tauhidnya.
Kita mulai kasus kejadian paling kecil, misalnya kemacetan di jalan, saat mobil, motor dan kendaraan lainnya berkumpul bersama di jalanan, yang muncul pertama kali saat merespon dengan nafsu adalah caci maki, klakson nyaring berbunyi, berkelahi dengan sesama pengendara lainnya, dan sebagainya.
Kasus sehari-hari di dalam sebuah komplek perumahan, perseteruan kecil yang sering meletup, dari piaraannya yang buang hajat sembarang, mobil yang tidak punya garasi dan parkir sembarangan mengganggu jalan orang lain, pak RT yang menjadi gunjingan masyarakat sehabis shalat, padahal barusan menghadap Allah meminta ampun kepadaNya, memohon keselamatan dan surgaNya, tapi apa yang dilakukannya kemudian? menggunjing tetangganya sendiri. Dan masih banyak lagi kasus-kasus di komplek perumahan yang bahkan bisa lebih hebat dibanding contoh-contoh dalam tulisan ini.
Pernah terjadi gara-gara bersenggolan di jalan, seorang supir taxi menemui ajalnya di tinju oleh seorang PNS, seterunya di jalanan.
Kita ambil kasus yang lebih umum dan biasa menjadi bulan-bulanan massa adalah anggota dewan yang tidak tahan menghadapi godaan. Akhir kejadiannya adalah korupsi, selingkuh, berzina dengan pasangan haram, menerima sogokan dan lain-lain.
Kembali ke kasus umum masyarakat pedagang, tega menjual daging sapi bercampur daging babi hanya karena untungnya lebih besar dibanding berjualan daging sapi saja. Ada yang tega menipu konsumen dengan menjual barang yang rusak, busuk, dicampur dengan bahan-bahan berbahaya hanya karena barangnya terjual cepat.
Inilah beberapa contoh kasus, kejadian-kejadian di dalam kehidupan manusia yang direspon dengan nafsu dan meninggalkan akal sehatnya serta imannya. Sadar atau tidak sadar ini semua menambah bebannya nanti kelak di akhirat, begitu banyak yang harus mereka pertanggungjawabkan ke hadapan makamah akhirat semua perbuatannya.
Maka, nasihat Rasulullah saw sangat relevan sekali dengan kondisi sekarang ini yang kita hadapi. Konflik politik, antara pendukung A dan pendukung B, akhirnya semakin terbakar dan marak dan viral di sosmed. Sadar atau tidak sadar, semua ini menambah beban kita menghadap Allah kelak.
Jadi, gimana donk, masak kita diam saja menghadapi kehidupan ini? Islam tidak pernah menyuruh kita diam, setiap kemungkaran harus kita cegah, dengan tangan, dengan perkataan dan dengan hati kita, yang terakhir ini adalah selemah-lemah iman.
Pesan terpenting dari tulisan ini adalah *_pertama_* adalah perbaiki Tauhid kita kepada Allah. Ini fundamental yang bisa menyelamatkan kita dari nerakanya.
*_Judul di atas adalah pesan Rasulullah kepada Mu'adz Bin Jabbal. Sederhana namun penuh makna._*
Islam adalah agama yang seimbang. Tidak ada satupun perintah atau larangan di dalam Islam, melainkan akan datang pula gantinya sebagai penyeimbang.
Di dalam buku yang berjudul Perkembangan Islam di China, sang penulis, Ibrahim Tian Yin Ma, menuliskan bahwa penemu konsep Yin and Yang adalah seorang muslim, seorang Princess, terinspirasi dari buku THE BOOK OF CHANGE, yang ternyata adalah Alquran.
Nasihat Islam, dimensinya adalah selalu dunia dan akhirat. Dunia adalah kondisi kita secara nyata saat ini berada dan akhirat kondisi masa depan yang semua muslim wajib meyakini keberadaannya, di sinilah kelak nanti semua perbuatan kita harus dipertanggungjawabkan di hadapan Hakim Yang Adil, Allah Subhaananhu Wa Ta'alaa.
Tauhid adalah kunci sukses kehidupan setiap muslim. Dengan Tauhid, tiada lagi sesuatu yang menjadi kesedihan, kesusahan, karena muslim memandang setiap kejadian adalah takdir Allah. Tidak ada satupun kejadian di dunia ini melainkan atas kehendakNya.
Dengan berpatokan pada Tauhid yang benar, maka beban seorang muslim sejatinya tidak akan melebihi kapasitasnya, karena seorang merespon segala sesuatu dengan Tauhid, bukan dengan akal semata apalagi berdasarkan nafsu.
Banyak kasus, kejatuhan seorang anak manusia, disebabkan karena nafsunya memimpin setiap merespon sesuatu. Akalnya tak mampu menghentikan nafsunya, apalagi iman tauhidnya.
Kita mulai kasus kejadian paling kecil, misalnya kemacetan di jalan, saat mobil, motor dan kendaraan lainnya berkumpul bersama di jalanan, yang muncul pertama kali saat merespon dengan nafsu adalah caci maki, klakson nyaring berbunyi, berkelahi dengan sesama pengendara lainnya, dan sebagainya.
Kasus sehari-hari di dalam sebuah komplek perumahan, perseteruan kecil yang sering meletup, dari piaraannya yang buang hajat sembarang, mobil yang tidak punya garasi dan parkir sembarangan mengganggu jalan orang lain, pak RT yang menjadi gunjingan masyarakat sehabis shalat, padahal barusan menghadap Allah meminta ampun kepadaNya, memohon keselamatan dan surgaNya, tapi apa yang dilakukannya kemudian? menggunjing tetangganya sendiri. Dan masih banyak lagi kasus-kasus di komplek perumahan yang bahkan bisa lebih hebat dibanding contoh-contoh dalam tulisan ini.
Pernah terjadi gara-gara bersenggolan di jalan, seorang supir taxi menemui ajalnya di tinju oleh seorang PNS, seterunya di jalanan.
Kita ambil kasus yang lebih umum dan biasa menjadi bulan-bulanan massa adalah anggota dewan yang tidak tahan menghadapi godaan. Akhir kejadiannya adalah korupsi, selingkuh, berzina dengan pasangan haram, menerima sogokan dan lain-lain.
Kembali ke kasus umum masyarakat pedagang, tega menjual daging sapi bercampur daging babi hanya karena untungnya lebih besar dibanding berjualan daging sapi saja. Ada yang tega menipu konsumen dengan menjual barang yang rusak, busuk, dicampur dengan bahan-bahan berbahaya hanya karena barangnya terjual cepat.
Inilah beberapa contoh kasus, kejadian-kejadian di dalam kehidupan manusia yang direspon dengan nafsu dan meninggalkan akal sehatnya serta imannya. Sadar atau tidak sadar ini semua menambah bebannya nanti kelak di akhirat, begitu banyak yang harus mereka pertanggungjawabkan ke hadapan makamah akhirat semua perbuatannya.
Maka, nasihat Rasulullah saw sangat relevan sekali dengan kondisi sekarang ini yang kita hadapi. Konflik politik, antara pendukung A dan pendukung B, akhirnya semakin terbakar dan marak dan viral di sosmed. Sadar atau tidak sadar, semua ini menambah beban kita menghadap Allah kelak.
Jadi, gimana donk, masak kita diam saja menghadapi kehidupan ini? Islam tidak pernah menyuruh kita diam, setiap kemungkaran harus kita cegah, dengan tangan, dengan perkataan dan dengan hati kita, yang terakhir ini adalah selemah-lemah iman.
Pesan terpenting dari tulisan ini adalah *_pertama_* adalah perbaiki Tauhid kita kepada Allah. Ini fundamental yang bisa menyelamatkan kita dari nerakanya.
*_Kedua_*, selalu taruh nafsu kita dalam menyelesaikan masalah. Dahulukan akal sehat kita lalu lihat apa perintah Alquran dan teladan Rasulullah saw dalam mengajarkan umatnya. Berpikir panjang sebelum bertindak, gunakan akal dan iman.
*_Ketiga_*, jadikan setiap perbuatan kita setiap hari adalah bekal kita untuk akhirat kita. Tanya selalu ke diri, kalau ini aku lakukan apakah menambah beban atau menambah bekal saya? Lakukan dengan disiplin, insyaAllah kita akan selamat menuju surgaNya Allah dengan siap bekal dan sedikit beban.
Ruslee - al Wahdah
*_Ketiga_*, jadikan setiap perbuatan kita setiap hari adalah bekal kita untuk akhirat kita. Tanya selalu ke diri, kalau ini aku lakukan apakah menambah beban atau menambah bekal saya? Lakukan dengan disiplin, insyaAllah kita akan selamat menuju surgaNya Allah dengan siap bekal dan sedikit beban.
Ruslee - al Wahdah
KOK CUMA BELAJAR ALQURAN SAJA?
Tergelitik saya mendengarnya, tatkala ada seorang dosen mempertanyakan seorang ibu, kok nyekolahkan anaknya cuma belajar Alquran saja?
Mungkin maksudnya kenapa gak belajar yang lain, misalnya matematika, Fisika, Kimia.
Menurut saya, inilah logika yang terbalik yang masih saja terjadi pada seorang muslim bahkan seorang dosen yang seharusnya lebih paham. Kesuksesan saat ini dilihat ketika seorang anak itu menjadi dokter, ahli fisika, ahli kimia, ahli bikin pesawat.
Gak salah juga sih, memang Islam mengajarkan agar umatnya mampu memanfaatkan apa yang ada di dunia untuk kebutuhannya, untuk mempermudah hidupnya di dunianya, sehingga dengan itu mampu menciptakan berbagai hal untuk kemaslahatAn umat manusia. Sampai sini, anggapan itu benar.
Tapi Kalau kita terus telusuri, sebenarnya apa sih tujuan Allah menciptakan kita? Allah berfirman:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(QS Adzariyaat 51:56)
ayat ini adalah ruh dari hidup kita, panduannya ada di dalam Alquran dan sunnah Nabi. Seorang dokter, dengan sentuhan sedikit saja ruh Alquran, maka dia akan berubaha menjadi seorang dokter yang rendah hati, amanah dan bertanggungjawab terhadap jabatan yang disandangnya, sebagai seorang ahli di bidang pengobatan yang membantu masyarakat banyak akan keluhan-keluhan sakitnya.
Seorang ahli pesawat terbang kita, almarhum BJ. Habibie yang mulai tersentuh ruh Alquran, mengatakan demikian:
Saya diberi kenikmatan oleh Allah SWT ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam. Kalau saya disuruh milih antara keduanya, maka saya akan memilih ilmu agama,” tutur BJ Habibie dalam pidatonya ketika melakukan kunjungan di Kairo, Mesir.
Hanya dengan sentuhan satu-dua ayat Alquran, banyak ilmuwan yang tersadarkan akan hakekat hidup dan kehidupannya juga terhadap keilmuannya selama ini. Tidak harus menjadikan dia seorang ahli tafsir, ahli fiqih namun sedikit saja kandungan Alquran diungkap bisa membuat seseorang 'alim menjadi semakin taqwa. Itulah mukjizat Alquran, panduan Allah kepada semua hambaNya.
Jangan pernah lagi kita mengatakan, kok cuma belajar Alquran saja, gak belajar yang lain. Pertanyaan ini pertanda ada kerusakan di dalam agama kita, ada pemahaman yang hilang di dalam kita ber-Islam. Justru dengan belajar Alquran, maka apapun dan siapapun kita akan terbimbing ke jalan kesejatian sebagai seorang hamba yang lemah dan tak berdaya di hadapan Tuhannya. Setinggi apapun ilmu kita, menjadi tak berarti apa-apa jika kita tak mengenal Tuhan kita, tidak mengenal kenapa dan untuk apa kita diciptakan. Dengan agamalah Allah memberi kita pengetahuan tujuan Allah menciptakan kita dan membimbing kita menjadi orang yang tetap santun, rendah hati, tidak merasa hebat dari orang lain karena yang hebat itu hanyalah Yang Maha Hebat, Allah Subhaanahu Wa ta'alaa.
Terus tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, baca dan kaji terus Alquran maka kita akan semakin banyak mendapatkan keajaiban-keajaiban yang ada di dalam Alquran yang terungkap.
Ruslee
al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga
Tergelitik saya mendengarnya, tatkala ada seorang dosen mempertanyakan seorang ibu, kok nyekolahkan anaknya cuma belajar Alquran saja?
Mungkin maksudnya kenapa gak belajar yang lain, misalnya matematika, Fisika, Kimia.
Menurut saya, inilah logika yang terbalik yang masih saja terjadi pada seorang muslim bahkan seorang dosen yang seharusnya lebih paham. Kesuksesan saat ini dilihat ketika seorang anak itu menjadi dokter, ahli fisika, ahli kimia, ahli bikin pesawat.
Gak salah juga sih, memang Islam mengajarkan agar umatnya mampu memanfaatkan apa yang ada di dunia untuk kebutuhannya, untuk mempermudah hidupnya di dunianya, sehingga dengan itu mampu menciptakan berbagai hal untuk kemaslahatAn umat manusia. Sampai sini, anggapan itu benar.
Tapi Kalau kita terus telusuri, sebenarnya apa sih tujuan Allah menciptakan kita? Allah berfirman:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(QS Adzariyaat 51:56)
ayat ini adalah ruh dari hidup kita, panduannya ada di dalam Alquran dan sunnah Nabi. Seorang dokter, dengan sentuhan sedikit saja ruh Alquran, maka dia akan berubaha menjadi seorang dokter yang rendah hati, amanah dan bertanggungjawab terhadap jabatan yang disandangnya, sebagai seorang ahli di bidang pengobatan yang membantu masyarakat banyak akan keluhan-keluhan sakitnya.
Seorang ahli pesawat terbang kita, almarhum BJ. Habibie yang mulai tersentuh ruh Alquran, mengatakan demikian:
Saya diberi kenikmatan oleh Allah SWT ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam. Kalau saya disuruh milih antara keduanya, maka saya akan memilih ilmu agama,” tutur BJ Habibie dalam pidatonya ketika melakukan kunjungan di Kairo, Mesir.
Hanya dengan sentuhan satu-dua ayat Alquran, banyak ilmuwan yang tersadarkan akan hakekat hidup dan kehidupannya juga terhadap keilmuannya selama ini. Tidak harus menjadikan dia seorang ahli tafsir, ahli fiqih namun sedikit saja kandungan Alquran diungkap bisa membuat seseorang 'alim menjadi semakin taqwa. Itulah mukjizat Alquran, panduan Allah kepada semua hambaNya.
Jangan pernah lagi kita mengatakan, kok cuma belajar Alquran saja, gak belajar yang lain. Pertanyaan ini pertanda ada kerusakan di dalam agama kita, ada pemahaman yang hilang di dalam kita ber-Islam. Justru dengan belajar Alquran, maka apapun dan siapapun kita akan terbimbing ke jalan kesejatian sebagai seorang hamba yang lemah dan tak berdaya di hadapan Tuhannya. Setinggi apapun ilmu kita, menjadi tak berarti apa-apa jika kita tak mengenal Tuhan kita, tidak mengenal kenapa dan untuk apa kita diciptakan. Dengan agamalah Allah memberi kita pengetahuan tujuan Allah menciptakan kita dan membimbing kita menjadi orang yang tetap santun, rendah hati, tidak merasa hebat dari orang lain karena yang hebat itu hanyalah Yang Maha Hebat, Allah Subhaanahu Wa ta'alaa.
Terus tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, baca dan kaji terus Alquran maka kita akan semakin banyak mendapatkan keajaiban-keajaiban yang ada di dalam Alquran yang terungkap.
Ruslee
al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga
*Wajib dimiliki untuk Anda Penjual Online*
*Atau Anda Pemilik Instansi/Perusahaan yang ingin Go Online*
*Harus punya ini Untuk Media Promosi, biar tambah Keren*
Recommended untuk test case yaitu :
1. The Feed Vol 2
2. Levideo UMKM
3. Levidio YouTuber
*Biar gak Penasaran, lihat langsung Di link Masing-masing dan segera* *bungkus untuk dimiliki*
Levidio Presentation :
Sales : https://a.rootpixel.net/z7hij3KM
Cek Out : https://a.rootpixel.net/z7hij3KM/form
Levidio Wedding VOl 2
Sales : https://a.rootpixel.net/SlM1X4BJ
Cek Out : https://a.rootpixel.net/SlM1X4BJ/form
Levidio The Feed Vol 2
Sales : https://a.rootpixel.net/aoQEKJkH
Cek Out : https://a.rootpixel.net/aoQEKJkH/form
Levidio Youtuber
Sales : https://a.rootpixel.net/LgGzNeZ7
Cek Out : https://a.rootpixel.net/LgGzNeZ7/form
Levidio UMKM
Sales : https://a.rootpixel.net/IdvFJynV
Cek Out : https://a.rootpixel.net/IdvFJynV/form
Levidio Play Mockup
Sales : https://a.rootpixel.net/MWtP45ij
Cek Out : https://a.rootpixel.net/MWtP45ij/form
Levidio Motion Pro
Sales : https://a.rootpixel.net/R7uYtLjf
Cek Out : https://a.rootpixel.net/R7uYtLjf/form
Levidio Audio VOl 2
Sales : https://a.rootpixel.net/iv4HyyZD
Cek Out : https://a.rootpixel.net/iv4HyyZD/form
*Atau Anda Pemilik Instansi/Perusahaan yang ingin Go Online*
*Harus punya ini Untuk Media Promosi, biar tambah Keren*
Recommended untuk test case yaitu :
1. The Feed Vol 2
2. Levideo UMKM
3. Levidio YouTuber
*Biar gak Penasaran, lihat langsung Di link Masing-masing dan segera* *bungkus untuk dimiliki*
Levidio Presentation :
Sales : https://a.rootpixel.net/z7hij3KM
Cek Out : https://a.rootpixel.net/z7hij3KM/form
Levidio Wedding VOl 2
Sales : https://a.rootpixel.net/SlM1X4BJ
Cek Out : https://a.rootpixel.net/SlM1X4BJ/form
Levidio The Feed Vol 2
Sales : https://a.rootpixel.net/aoQEKJkH
Cek Out : https://a.rootpixel.net/aoQEKJkH/form
Levidio Youtuber
Sales : https://a.rootpixel.net/LgGzNeZ7
Cek Out : https://a.rootpixel.net/LgGzNeZ7/form
Levidio UMKM
Sales : https://a.rootpixel.net/IdvFJynV
Cek Out : https://a.rootpixel.net/IdvFJynV/form
Levidio Play Mockup
Sales : https://a.rootpixel.net/MWtP45ij
Cek Out : https://a.rootpixel.net/MWtP45ij/form
Levidio Motion Pro
Sales : https://a.rootpixel.net/R7uYtLjf
Cek Out : https://a.rootpixel.net/R7uYtLjf/form
Levidio Audio VOl 2
Sales : https://a.rootpixel.net/iv4HyyZD
Cek Out : https://a.rootpixel.net/iv4HyyZD/form
*Salah satu di antara sebab dicabutnya barakah dari sekolah-sekolah kita, itu karena adanya ikhtilat antara laki-laki dan perempuan.*
_Achmad Jamal bin Thoha Baagil (Habib Jamal)_
Jadi yang seharusnya murid laki-laki dan perempuan itu dipisah, subhaanallah ternyata mereka disatukan dalam satu ruang kelas dalam keadaan wanitanya, siswinya itu tidak menutup aurat dengan sempurna, bahkan bukan hanya satu kelas tapi satu bangku.
_Achmad Jamal bin Thoha Baagil (Habib Jamal)_
Jadi yang seharusnya murid laki-laki dan perempuan itu dipisah, subhaanallah ternyata mereka disatukan dalam satu ruang kelas dalam keadaan wanitanya, siswinya itu tidak menutup aurat dengan sempurna, bahkan bukan hanya satu kelas tapi satu bangku.
*PERHATIKAN DARI MANA REZEKIMU BERASAL*
allah Jalla wa 'ala menjamin rezeki seluruh makhlukNya.
Perhatikan firman Allah berikut ini:
*_Celakalah manusia, alangkah kufurnya dia!_*
*_Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?_*
*_Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya._*
*_Kemudian jalannya Dia mudahkan._*
*_Kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya._*
*_Kemudian jika Dia menghendaki, DIa membangkitkannya kembali._*
*_Sekali-kali tidak! Manusia itu belum melaksanakan apa yang Allah_* *_perintahkan kepadanya._*
*_Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya._*
*_Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah._*
*_Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya._*
*_Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian._*
*_Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian dan zaitun dan pohon kurma._*
*_Dan kebun-kebun (yang rindang) dan buah-buahan serta rerumputan._*
*_Semua itu untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu._*
(QS. Abasa:17-32)
Semua rezeki ini dari Allah dan ini sedikit dari banyak rezeki yang Allah karuniakan kepada kita. Dan Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala berfirman:
*_Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang_* *_menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?_*
*_Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan, sampai lumat,_* *_maka kamu akan tercengang. Sambil berkata,"Sungguh, kami benar-_* *_benar menderita kerugian. Bahkan kami tidak mendapat hasil apapun._*
*_Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? kamukah yang_* *_menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?_*
*_Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin,_* *_mengapa kamu tidak bersyukur? Maka pernahkah kamu memperhatikan_*
*_tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)? kamukah yang_* *_menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?_*
*_Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna_*
*_bagi musafir._*
*_Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar._*
*_Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung._*
allah Jalla wa 'ala menjamin rezeki seluruh makhlukNya.
Perhatikan firman Allah berikut ini:
*_Celakalah manusia, alangkah kufurnya dia!_*
*_Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?_*
*_Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya._*
*_Kemudian jalannya Dia mudahkan._*
*_Kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya._*
*_Kemudian jika Dia menghendaki, DIa membangkitkannya kembali._*
*_Sekali-kali tidak! Manusia itu belum melaksanakan apa yang Allah_* *_perintahkan kepadanya._*
*_Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya._*
*_Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah._*
*_Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya._*
*_Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian._*
*_Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian dan zaitun dan pohon kurma._*
*_Dan kebun-kebun (yang rindang) dan buah-buahan serta rerumputan._*
*_Semua itu untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu._*
(QS. Abasa:17-32)
Semua rezeki ini dari Allah dan ini sedikit dari banyak rezeki yang Allah karuniakan kepada kita. Dan Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala berfirman:
*_Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang_* *_menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?_*
*_Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan, sampai lumat,_* *_maka kamu akan tercengang. Sambil berkata,"Sungguh, kami benar-_* *_benar menderita kerugian. Bahkan kami tidak mendapat hasil apapun._*
*_Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? kamukah yang_* *_menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?_*
*_Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin,_* *_mengapa kamu tidak bersyukur? Maka pernahkah kamu memperhatikan_*
*_tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)? kamukah yang_* *_menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?_*
*_Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna_*
*_bagi musafir._*
*_Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar._*
*_Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung._*
4 Ciri Hati yang Bersih:
1) Hatinya menghindar dan menjauh dari keterikatan dengan dunia. Tidak tertipu dengannya dan menyadari hakikatnya,bahwa dunia adalah negeri yang fana dan tidak kekal.
2) Cita-citanya hanya satu yaitu meraih ridho ALlah dan menjauhi murkaNya.
3) Menjauhi murka Allah dan berjuang menjauhi maksiat, dosa, bid'ah dan perbuatan haram.
4) Fokus memperbaiki amal daripada memperbanyak amal itu sendiri. Dari sisi keikhlasannya, kejujurannya dan ketulusannya dalam beribadah kepada ALlah. Juga dari sisi pengakuan atas nikmat-nikmat Allah dan pengakuan akan kekurangan dirinya dalam beribadah, lalu terus berjuang dalam menaati Allah.
1) Hatinya menghindar dan menjauh dari keterikatan dengan dunia. Tidak tertipu dengannya dan menyadari hakikatnya,bahwa dunia adalah negeri yang fana dan tidak kekal.
2) Cita-citanya hanya satu yaitu meraih ridho ALlah dan menjauhi murkaNya.
3) Menjauhi murka Allah dan berjuang menjauhi maksiat, dosa, bid'ah dan perbuatan haram.
4) Fokus memperbaiki amal daripada memperbanyak amal itu sendiri. Dari sisi keikhlasannya, kejujurannya dan ketulusannya dalam beribadah kepada ALlah. Juga dari sisi pengakuan atas nikmat-nikmat Allah dan pengakuan akan kekurangan dirinya dalam beribadah, lalu terus berjuang dalam menaati Allah.
*ADU DOMBA (NAMIMAH) ADALAH DOSA BESAR*
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertarungkan
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertaruhkan
Demi keuntungan domba jadi korban
Demi kesenangan domba kesakitan
Di atas adalah sepenggal lirik yang berjudul Adu Domba, yang ditulis oleh bang Rhoma. Dipenggalan lainnya bang Rhoma menulis bahwa adu domba adalah kezaliman, adu domba adalah perbuatan tercela dan dosa. Bagaimanakah syariat memandang perbuatan namimah ini?
Namimah adalah menyampaikan ucapan buruk sebagian orang ke orang lain untuk memicu permusuhan dan kebencian. Namimah termasuk dosa besar.
Rasulullah SAW bersabda:
*_al Qottaat tidak akan pernah masuk surga_*. (HR. Bukhari no.6056 dan Muslim no.105)
al Qottaat adalah tukang namimah. Wal'iyaadzubillah.
Allah Ta'alaa berfirman:
*_Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela yang ke sana ke mari menyebarkan fitnah. Yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya_*. (QS. al Qolam:10-13)
Namimah termasuk dosa besar. Contohnya si A berkata kepada si B, sungguh si C menjelek-jelekkanmu demikian dan demikian. Tujuannya ingin memicu permusuhan, perpecahan dan menimbulkan kebencian di antara keduanya, si B dan si C.
Efek buruk dari tukang namimah bisa merusak hubungan suami istri, merusak hubungan antar saudara, merusak hubungan ayah dan anaknya, merusak hubungan antar kabilah, merusak hubungan sesama muslim juga merusak hubungan antar umat beragama dan manusia pada umumnya.
Tukang namimah melakukan perusakan dengan jumlah yang sangat banyak yang hanya diketahui oleh Allah.
Namimah juga merupakan sebab diadzabnya seseorang di alam kubur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ
*_Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling *menebar namimah* (mengadu domba)._* (HR. Bukhori no.216 dan Muslim no.292)
Mari kita bertobat atas perbuatan dosa ini, dan jauhi perbuatan namimah, agar kita terhindar dari azab kubur. Semoga ALlah senantiasa membimbing kita dengan taufik dan hidayahNya kepada kita semua, aamiin.
*AlWAhdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertarungkan
Adu domba, adu domba, mengadu domba
Domba dipertaruhkan
Demi keuntungan domba jadi korban
Demi kesenangan domba kesakitan
Di atas adalah sepenggal lirik yang berjudul Adu Domba, yang ditulis oleh bang Rhoma. Dipenggalan lainnya bang Rhoma menulis bahwa adu domba adalah kezaliman, adu domba adalah perbuatan tercela dan dosa. Bagaimanakah syariat memandang perbuatan namimah ini?
Namimah adalah menyampaikan ucapan buruk sebagian orang ke orang lain untuk memicu permusuhan dan kebencian. Namimah termasuk dosa besar.
Rasulullah SAW bersabda:
*_al Qottaat tidak akan pernah masuk surga_*. (HR. Bukhari no.6056 dan Muslim no.105)
al Qottaat adalah tukang namimah. Wal'iyaadzubillah.
Allah Ta'alaa berfirman:
*_Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela yang ke sana ke mari menyebarkan fitnah. Yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya_*. (QS. al Qolam:10-13)
Namimah termasuk dosa besar. Contohnya si A berkata kepada si B, sungguh si C menjelek-jelekkanmu demikian dan demikian. Tujuannya ingin memicu permusuhan, perpecahan dan menimbulkan kebencian di antara keduanya, si B dan si C.
Efek buruk dari tukang namimah bisa merusak hubungan suami istri, merusak hubungan antar saudara, merusak hubungan ayah dan anaknya, merusak hubungan antar kabilah, merusak hubungan sesama muslim juga merusak hubungan antar umat beragama dan manusia pada umumnya.
Tukang namimah melakukan perusakan dengan jumlah yang sangat banyak yang hanya diketahui oleh Allah.
Namimah juga merupakan sebab diadzabnya seseorang di alam kubur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ
*_Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling *menebar namimah* (mengadu domba)._* (HR. Bukhori no.216 dan Muslim no.292)
Mari kita bertobat atas perbuatan dosa ini, dan jauhi perbuatan namimah, agar kita terhindar dari azab kubur. Semoga ALlah senantiasa membimbing kita dengan taufik dan hidayahNya kepada kita semua, aamiin.
*AlWAhdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*BAHAYA LISAN*
Nabi pernah ditanya oleh Mua'adz ra, apakah kita akan dihukum karena ucapan kita wahai Rasulullah? Nabi menjawab:
Celaka engkau wahai Mu'adz, bukankah orang yang ditelungkupkan di atas wajahnya, atau di atas hidungnya tidak lain disebabkan karena lisan mereka? (HR. at Tirmidzi no.2616)
Allah berfirman:
*_Tidak ada ucapan yang terucap kecuali dismaping dia ada Raqib dan Atid._* (HR. Qaaf:18)
Seorang insan hendaknya berhati-hati dari ucapan yang haram, ghibah, adu domba, mencela, menghina, dan lain-lain.
Ia bersihkan lisannya dari ucapan-ucapan yang haram. Termasuk di masa kini adalah tulisan-tulisan kita, share-sharean kita di sosial media.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Nabi pernah ditanya oleh Mua'adz ra, apakah kita akan dihukum karena ucapan kita wahai Rasulullah? Nabi menjawab:
Celaka engkau wahai Mu'adz, bukankah orang yang ditelungkupkan di atas wajahnya, atau di atas hidungnya tidak lain disebabkan karena lisan mereka? (HR. at Tirmidzi no.2616)
Allah berfirman:
*_Tidak ada ucapan yang terucap kecuali dismaping dia ada Raqib dan Atid._* (HR. Qaaf:18)
Seorang insan hendaknya berhati-hati dari ucapan yang haram, ghibah, adu domba, mencela, menghina, dan lain-lain.
Ia bersihkan lisannya dari ucapan-ucapan yang haram. Termasuk di masa kini adalah tulisan-tulisan kita, share-sharean kita di sosial media.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*الحياة البرزخية (KEHIDUPAN ALAM BARZAKH)*
Allah berfirman:
لَعَلِّىۡۤ اَعۡمَلُ صَالِحًـا فِيۡمَا تَرَكۡتُؕ كَلَّا ؕ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآٮِٕلُهَاؕ وَمِنۡ وَّرَآٮِٕهِمۡ بَرۡزَخٌ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ
*_Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan._* (QS. Almukminun:100)
Kehidupan Alam Barzakh adalah kehidupan yang ada di antara kematian seseorang dengan hari kiamat.
Seorang insan ada yang dikubur dalam tanah, ada yang dibuang ke laut lalu dimakan ikan, ada yang dibuang di sungai lalu dimakan burung dan hewan buas. Bersamaan dengan itu semua, semuanya tetap akan merasakan kehidupan di alam barzakh.
Kehidupan alam Barzakh termasuk dalam alam ghaib. Kalau bukan karena Allah dan RasulNya mengabarkan kepada kita kejadian apa saja yang ada di sana, pati kita tidak akan tahu tentangnya. Akan tetapi Allah telah mengabarkan kepada kita di dalam al Quran, Rasulullah saw juga telah mengabarkan dalam hidupnya beberapa hal yang tidak kita ketahui seputar kehidupan alam barzakh.
Dalam kehidupan alam barzakh ada azab dan ada nikmat, terkadang hanya dirasakan oleh ruh saja dan terkadang badan juga ikut merasakannya. Namun azab di alam barzakh tidak akan terlihat di alam nyata.
Oleh karenanya terkadang seseorang diazab di kuburnya, disempitkan kuburnya sampai tulang rusuknya tmupang tindih, atau diperluas kuburnya, diberikan nikmat, dibukakan pintu surga sehingga aroma dan nikmatnya mendatanginya. Namun seandainya kita gali lagi kuburnya, tentun hanya akan kita dapati mayat sebagaimana kemarin ketika dikubur. Tulang rusuknya tidak tumpang tindih, aroma surga tidak kita dapatkan, dan lain-lain, karena ini adalah kehidupan alam barzakh, tidak kita ketahui, tidak terlihat di alam nyata.
Agar lebih bisa difahami, misalnya seseorang yang tidur di sampingmu, di dalam mimpinya dia melihat dirinya sedang berjalan ke sana ke mari, melakukan transaksi jual beli, sholat, mengunjungi kerabat, menjenguk orang sakit.
Dia bermimpi seperti itu dan terbaring di sisimu, namun terlihat seakan-akan dia sedang tidak melihat apa-apa. Padahal nyatanya dia melihat (kejadian-kejadian tersebut).
Seperti ini pula kehidupan alam barzakh. Seorang mayit melihat berbagai hal, merasakan kenikmatan dan merasakan azab, tapi di alam nyata hal tersebut tidak terlihat sama sekali. Hal ini karena tidur itu adalah saudaranya kematian. Akan tetapi kematian jauh lebih dahsyat dan lebih dalam alamnya daripada tidur.
Kemudian ruh itu memiliki 4 bentuk hubungan dengan badan:
1. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam kandungan
2. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia ada 2:
2.1. Alam sadar
2.2. Alam tidur. Kedua kondisi tersebut berbeda.
3. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam barzakh
4. Hubungan ruh dengan badan setelah dibangkitkan
Pada kondisi terakhir inilah hubungan ruh dengan badan berada pada titik kesempurnaan. Oleh karenanya ruh tidak akan berpisah dengan badan baik dengan tidur maupun kematian. Karena setelah hari kebangkitan tidak ada lagi kematian dan tidur. Saat itu hanya ada kehidupan abadi. Kehidupan yang selamanya sadar. Namun bisa jadi seseorang berada dalam kenikmatan yang abadi.
أسْأَلُ اللَه اَنْ يَجْعَلَنِي وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ هٰؤُلَاءِ (Saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan kaum muslimin termasuk dari mereka) atau bisa jadi seseorang abadi dalam neraka jahim (Na'uudzubillah). Azab mereka tidak diringankan, tidak diberi tangguh (Na'uudzubillah) dan mereka berputus asa di dalamnya.
Adapun orang-orang yang berhak mendapatkan nikmat, mereka dalam kenikmatan abadi. Inilah macam-macam hubungan ruh dengan badan. Setiap kondisi memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh kondisi lain.
بارك الله فيكم على هذا التوجيه المبارك (semoga Allah memberkahi anda atas nasihat yang penuh berkah ini)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Allah berfirman:
لَعَلِّىۡۤ اَعۡمَلُ صَالِحًـا فِيۡمَا تَرَكۡتُؕ كَلَّا ؕ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآٮِٕلُهَاؕ وَمِنۡ وَّرَآٮِٕهِمۡ بَرۡزَخٌ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ
*_Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan._* (QS. Almukminun:100)
Kehidupan Alam Barzakh adalah kehidupan yang ada di antara kematian seseorang dengan hari kiamat.
Seorang insan ada yang dikubur dalam tanah, ada yang dibuang ke laut lalu dimakan ikan, ada yang dibuang di sungai lalu dimakan burung dan hewan buas. Bersamaan dengan itu semua, semuanya tetap akan merasakan kehidupan di alam barzakh.
Kehidupan alam Barzakh termasuk dalam alam ghaib. Kalau bukan karena Allah dan RasulNya mengabarkan kepada kita kejadian apa saja yang ada di sana, pati kita tidak akan tahu tentangnya. Akan tetapi Allah telah mengabarkan kepada kita di dalam al Quran, Rasulullah saw juga telah mengabarkan dalam hidupnya beberapa hal yang tidak kita ketahui seputar kehidupan alam barzakh.
Dalam kehidupan alam barzakh ada azab dan ada nikmat, terkadang hanya dirasakan oleh ruh saja dan terkadang badan juga ikut merasakannya. Namun azab di alam barzakh tidak akan terlihat di alam nyata.
Oleh karenanya terkadang seseorang diazab di kuburnya, disempitkan kuburnya sampai tulang rusuknya tmupang tindih, atau diperluas kuburnya, diberikan nikmat, dibukakan pintu surga sehingga aroma dan nikmatnya mendatanginya. Namun seandainya kita gali lagi kuburnya, tentun hanya akan kita dapati mayat sebagaimana kemarin ketika dikubur. Tulang rusuknya tidak tumpang tindih, aroma surga tidak kita dapatkan, dan lain-lain, karena ini adalah kehidupan alam barzakh, tidak kita ketahui, tidak terlihat di alam nyata.
Agar lebih bisa difahami, misalnya seseorang yang tidur di sampingmu, di dalam mimpinya dia melihat dirinya sedang berjalan ke sana ke mari, melakukan transaksi jual beli, sholat, mengunjungi kerabat, menjenguk orang sakit.
Dia bermimpi seperti itu dan terbaring di sisimu, namun terlihat seakan-akan dia sedang tidak melihat apa-apa. Padahal nyatanya dia melihat (kejadian-kejadian tersebut).
Seperti ini pula kehidupan alam barzakh. Seorang mayit melihat berbagai hal, merasakan kenikmatan dan merasakan azab, tapi di alam nyata hal tersebut tidak terlihat sama sekali. Hal ini karena tidur itu adalah saudaranya kematian. Akan tetapi kematian jauh lebih dahsyat dan lebih dalam alamnya daripada tidur.
Kemudian ruh itu memiliki 4 bentuk hubungan dengan badan:
1. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam kandungan
2. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia. Hubungan ruh dengan badan ketika di kehidupan dunia ada 2:
2.1. Alam sadar
2.2. Alam tidur. Kedua kondisi tersebut berbeda.
3. Hubungan ruh dengan badan ketika di alam barzakh
4. Hubungan ruh dengan badan setelah dibangkitkan
Pada kondisi terakhir inilah hubungan ruh dengan badan berada pada titik kesempurnaan. Oleh karenanya ruh tidak akan berpisah dengan badan baik dengan tidur maupun kematian. Karena setelah hari kebangkitan tidak ada lagi kematian dan tidur. Saat itu hanya ada kehidupan abadi. Kehidupan yang selamanya sadar. Namun bisa jadi seseorang berada dalam kenikmatan yang abadi.
أسْأَلُ اللَه اَنْ يَجْعَلَنِي وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ هٰؤُلَاءِ (Saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan kaum muslimin termasuk dari mereka) atau bisa jadi seseorang abadi dalam neraka jahim (Na'uudzubillah). Azab mereka tidak diringankan, tidak diberi tangguh (Na'uudzubillah) dan mereka berputus asa di dalamnya.
Adapun orang-orang yang berhak mendapatkan nikmat, mereka dalam kenikmatan abadi. Inilah macam-macam hubungan ruh dengan badan. Setiap kondisi memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh kondisi lain.
بارك الله فيكم على هذا التوجيه المبارك (semoga Allah memberkahi anda atas nasihat yang penuh berkah ini)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*FITNAH WANITA - BELAJAR DARI KISAH NABI YUSUF*
Sabar ikhtiyari adalah sabrnya Yusuf AS, tatkala ia dirayu istri al Aziz, padahal banyak sebab dan faktor pendukung kuat yang mendorongnya.
Coba renungkan sebentar tentang sebab dan faktor pendukung ini. Hal ini perlu karena fitnah wanita di zaman ini sangat besar sekali. Para pemuda sangat butuh untuk membaca dan menelaah kisah Yusuf alaihissalam ini.
Kisah beliau sangat menakjubkan. Sudah sepatutnya para pemuda untuk membaca dan merenungkan kandungan isinya. Terutama kisah yang dimulai dari firman Allah:
*_Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan perempuan tersebut menutup pintu-pintu, lalu berkata,"Marilah mendekat kepadaku". Yusuf berkata,"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik"._* (QS. Yusuf:23)
Mari telaah mulai dari ayat ini. Ketika anda memperhatikan kisah Yusuf alaihissalam ini, seorang Nabi yang telah diberikan setengah ketampanan, asing di sebuah negeri, tidak ada yang mengenalnya.
Biasanya ketika seorang asing, tidak dikenal seorangpun, ia akan bermudah-mudahan dalam banyak hal, yang mana hal tersebut tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya.
Oleh karenanya di antara perkataan orang Arab dari zaman dahulu,"Wahai orang asing, beradablah!". Kenapa? karena orang asing biasanya bermudah-mudahan alam banyak hal, yang tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya, tidak mungkin ia lakukan di sekitar kerabat dan tetangganya.
Misalnya seseorang berada di daerah tidak ada seorangpun yang mengenalnya, mungkin dia tidak malu ketika melepas imamahnya (padahal itu adalah aib di tempat asalnya). Pakaian yang diharuskan oleh masyarakat asalnya, tidak mungkin ia akan merubah kebiasaan tersebut (karena akan ada aib). Ini contoh kecil, lalu bagaimana dengan yang lebih besar?.
Intinya Yusuf alaihissalam tatkala itu adalah orang asing, ditambah lagi, tatkala itu ia sedang dalam puncak-puncaknya sebagai seorang pemuda, ditambah lagi, wanita yang menggodanya cantik, dari kalangan orang terhormat, punya paras yang menawan.
Selain cantik, wanita tersebut berdandan memakai minyak wangi dan mempersiapkan dirinya.
Belum cukup sampai sini, si perempuan tersebut yang menutup seluruh pintu kamar. Subhaanallah, terkumpul pada diri Yusuf alaihissalam segal faktor pendukung (perbuatan zina) yang tidak mungkin terbendung lagi, kecuali bagi siapa yang Allah jaga dan Allah selamatkan.
Perkaranya belum selesai di situ. Bahkan sang wanitalah yang menawarkan diri dan mengajak Yusuf alaihissalam berzina, ajakan yang memaksa, bahkan baju bagian belakang Yusuf alaihissalam pun robek. Cobaan beliau bukan hanya sekedar rayuan, tetapi rayuan dan paksaan.
Ujian Yusuf alaihissalam belum berakhir di sini. Setelah satu wanita saja yang berhasrat akhirnya banyak wanita yang berhasrat. Karena para wanita di Mesir tatkala mendengar kabar tentang rayuan ini, mereka mulai berkomentar,"Istri al Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya?".
*_Pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami memandang dia dalam kesesatan yang nyata._* (QS. Yusuf:30)
Setelah komentar ini sampai di telinga istri al Aziz, ia berinisiatif mengumpulkan mereka di rumah. Kemudian menghidangkan makanan yang perlu dipotong dengan pisau. Pisau tajampun diberikan kepada mereka, lalu istri al Aziz memerintahkan Yusuf alaihissalam untuk masuk (menemui mereka). Apa yang terjadi? para wanita pun memotong tangan-tangan mereka. Sehingga tangan mereka bercucuran darah.
Setelah mereka melihat ketampanan Yusuf alaihissalam, yang telah diberikan setengah ketampanan, ketampanan yang luar biasa, mereka (tanpa sadar( melukai tangannya sendiri, mereka berkata:
*_Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini benar-benar malaikat yang mulia._* (QS. Yusuf:31)
Sekarang permasalahan bertambah. Yang tadinya hanya hasrat istri al Aziz, sekarang menjadi hasrat para wanita Mesir. Nabi Yusuf berdoa:
*_Jika Engkau (Allah) tidak hindarkanku, dari apa? dari tipu daya mereka_* (QS Yusuf:33).
Sabar ikhtiyari adalah sabrnya Yusuf AS, tatkala ia dirayu istri al Aziz, padahal banyak sebab dan faktor pendukung kuat yang mendorongnya.
Coba renungkan sebentar tentang sebab dan faktor pendukung ini. Hal ini perlu karena fitnah wanita di zaman ini sangat besar sekali. Para pemuda sangat butuh untuk membaca dan menelaah kisah Yusuf alaihissalam ini.
Kisah beliau sangat menakjubkan. Sudah sepatutnya para pemuda untuk membaca dan merenungkan kandungan isinya. Terutama kisah yang dimulai dari firman Allah:
*_Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan perempuan tersebut menutup pintu-pintu, lalu berkata,"Marilah mendekat kepadaku". Yusuf berkata,"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik"._* (QS. Yusuf:23)
Mari telaah mulai dari ayat ini. Ketika anda memperhatikan kisah Yusuf alaihissalam ini, seorang Nabi yang telah diberikan setengah ketampanan, asing di sebuah negeri, tidak ada yang mengenalnya.
Biasanya ketika seorang asing, tidak dikenal seorangpun, ia akan bermudah-mudahan dalam banyak hal, yang mana hal tersebut tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya.
Oleh karenanya di antara perkataan orang Arab dari zaman dahulu,"Wahai orang asing, beradablah!". Kenapa? karena orang asing biasanya bermudah-mudahan alam banyak hal, yang tidak mungkin ia lakukan di tempat asalnya, tidak mungkin ia lakukan di sekitar kerabat dan tetangganya.
Misalnya seseorang berada di daerah tidak ada seorangpun yang mengenalnya, mungkin dia tidak malu ketika melepas imamahnya (padahal itu adalah aib di tempat asalnya). Pakaian yang diharuskan oleh masyarakat asalnya, tidak mungkin ia akan merubah kebiasaan tersebut (karena akan ada aib). Ini contoh kecil, lalu bagaimana dengan yang lebih besar?.
Intinya Yusuf alaihissalam tatkala itu adalah orang asing, ditambah lagi, tatkala itu ia sedang dalam puncak-puncaknya sebagai seorang pemuda, ditambah lagi, wanita yang menggodanya cantik, dari kalangan orang terhormat, punya paras yang menawan.
Selain cantik, wanita tersebut berdandan memakai minyak wangi dan mempersiapkan dirinya.
Belum cukup sampai sini, si perempuan tersebut yang menutup seluruh pintu kamar. Subhaanallah, terkumpul pada diri Yusuf alaihissalam segal faktor pendukung (perbuatan zina) yang tidak mungkin terbendung lagi, kecuali bagi siapa yang Allah jaga dan Allah selamatkan.
Perkaranya belum selesai di situ. Bahkan sang wanitalah yang menawarkan diri dan mengajak Yusuf alaihissalam berzina, ajakan yang memaksa, bahkan baju bagian belakang Yusuf alaihissalam pun robek. Cobaan beliau bukan hanya sekedar rayuan, tetapi rayuan dan paksaan.
Ujian Yusuf alaihissalam belum berakhir di sini. Setelah satu wanita saja yang berhasrat akhirnya banyak wanita yang berhasrat. Karena para wanita di Mesir tatkala mendengar kabar tentang rayuan ini, mereka mulai berkomentar,"Istri al Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya?".
*_Pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami memandang dia dalam kesesatan yang nyata._* (QS. Yusuf:30)
Setelah komentar ini sampai di telinga istri al Aziz, ia berinisiatif mengumpulkan mereka di rumah. Kemudian menghidangkan makanan yang perlu dipotong dengan pisau. Pisau tajampun diberikan kepada mereka, lalu istri al Aziz memerintahkan Yusuf alaihissalam untuk masuk (menemui mereka). Apa yang terjadi? para wanita pun memotong tangan-tangan mereka. Sehingga tangan mereka bercucuran darah.
Setelah mereka melihat ketampanan Yusuf alaihissalam, yang telah diberikan setengah ketampanan, ketampanan yang luar biasa, mereka (tanpa sadar( melukai tangannya sendiri, mereka berkata:
*_Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini benar-benar malaikat yang mulia._* (QS. Yusuf:31)
Sekarang permasalahan bertambah. Yang tadinya hanya hasrat istri al Aziz, sekarang menjadi hasrat para wanita Mesir. Nabi Yusuf berdoa:
*_Jika Engkau (Allah) tidak hindarkanku, dari apa? dari tipu daya mereka_* (QS Yusuf:33).
Bukan hanya satu tipu daya wanita, sekarng tipu dayanya dari banyak wanita.
Lihatlah cobaan yang dialami Nabi Yusuf alaihissalam. Akan tetapi Yusuf alaihissalam berlindung dan bersandar kepada ALlah. Beliau berlindung dengan doa tadi. Doa tadi merupakan doa yang seharusnya dihafal oleh setiap pemuda, yaitu:
*_Jika aku tidak Engkau (Ya Allah) hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh._*.
*_Maka Allah memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui_*. (QS. Yusuf:33-34)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Lihatlah cobaan yang dialami Nabi Yusuf alaihissalam. Akan tetapi Yusuf alaihissalam berlindung dan bersandar kepada ALlah. Beliau berlindung dengan doa tadi. Doa tadi merupakan doa yang seharusnya dihafal oleh setiap pemuda, yaitu:
*_Jika aku tidak Engkau (Ya Allah) hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh._*.
*_Maka Allah memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui_*. (QS. Yusuf:33-34)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*KUNCI ISTIQOMAH*
Di antara wasilah yang membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah adalah dengan selalu mengingat bahwa dunia ini hanyalah negeri persinggahan, bukan negeri (tempat menetap) yang selamanya.
Kemudian hendaknya ia mengingatkan dirinya akan pertemuan dengan Allah dan saat-saat dia berdiri di hadapanNya. Ia ingatkan dirinya bahwa Allah akan menghisab dan membalas amalannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata:
*_Dunia berjalan mundur (menjauh), dan akhirat berjalan maju (mendekat). Masing-masing dari keduanya memiliki anak. Maka jadilah anak akhirat dan jangan menjadi anak dunia. Karena hari (Dunia) ini adalah waktu beramal tidak ada hisab, dan besok (di akhirat) adalah waktu hisab tidak ada amal lagi _*. (HR. al Bukhari Mu'aalaqon)
Perkara yang paling membantu untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk adalah dengan selalu mengingat bahwa dia kelak akan berdiri di hadapan Allah, dia akan bertemu Allah. Lalu di sana ada hisab dan hukuman, ada surga dan ada neraka, ada keridhoan dan kemurkaan.
Maka hendaknya ia selalu mengingat hal ini, karena selalu mengingat hal ini termasuk perkara yang paling bisa membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karena inilah, orang yang diberikan kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, lalu ia kembali kepada keluarganya dalam keadaan riang gembira dengan catatannya tersebut. Apa sebab keselamatan dan keberuntungan yang dia sebutkan? Firman Allah:
*_Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata,"Ambil dan bacalah kitabku (ini), sesungguhnya aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku._* (QS. al Haqqoh:19-20).
Inilah sebab keselamatannya. Dzonantu maksudnya aku meyakini bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku.
Keyakinan ini apabila telah mengakar dalam hati, bercokol dalam jiwa, dan selalu hadir dalam ingatan seorang hamba, maka hal ini akan membantunya dengan izin Allah SWT, untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Di antara yang serupa dengan ayat di atas adalah firman Allah SWT:
*_Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan kaarunia kepada kami dan memelihar kami dari azab neraka._* *QS. at Thur:26-27)
Selalu mengingat dan merasakan hal ini, akan membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk. Allah berfirman:
*_Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah._* (QS. al Hasyr:18)
Perhatikan seorang hamba akan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok (akhirat)nya, tentang apa yang telah ia amalkan, dengan (amal) apa ia akan bertemu Allah. Dengan memperhatikan dan menghisab (menghitung amal) dirinya, sebagaimana perkataan Umar:
*_Hitunglah amalan kalian sebelum dihitung oleh Allah. Dan timbanglah amalan kalian sebelum dihadapkan kepada Allah SWT_*. (az Zuhd Ibnul Mubarok no. 306)
Senantiasa memperhatikan dan mengingat hal-hal seperti ini, merupakan di antara sebab yang paling membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karenanya seringkali kita dapati pada banyak hadits yang bertemakan motivasi untuk beramal shalih atau memperingatkan dari amal keburukan. Nabi SAW bersabda:
*_Barangsiapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir..._*
Hal ini karena mengingat hari akhir yang mana itu adalah hari pembalasan dan perhitungan amal, akan menguatkan hamba menuju ketaatan dan menjauh dari kemaksiatan, dosa dan keharaman. Allah berfirman:
*_Dan bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat._* (QS. al Baqarah:197)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Di antara wasilah yang membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah adalah dengan selalu mengingat bahwa dunia ini hanyalah negeri persinggahan, bukan negeri (tempat menetap) yang selamanya.
Kemudian hendaknya ia mengingatkan dirinya akan pertemuan dengan Allah dan saat-saat dia berdiri di hadapanNya. Ia ingatkan dirinya bahwa Allah akan menghisab dan membalas amalannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata:
*_Dunia berjalan mundur (menjauh), dan akhirat berjalan maju (mendekat). Masing-masing dari keduanya memiliki anak. Maka jadilah anak akhirat dan jangan menjadi anak dunia. Karena hari (Dunia) ini adalah waktu beramal tidak ada hisab, dan besok (di akhirat) adalah waktu hisab tidak ada amal lagi _*. (HR. al Bukhari Mu'aalaqon)
Perkara yang paling membantu untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk adalah dengan selalu mengingat bahwa dia kelak akan berdiri di hadapan Allah, dia akan bertemu Allah. Lalu di sana ada hisab dan hukuman, ada surga dan ada neraka, ada keridhoan dan kemurkaan.
Maka hendaknya ia selalu mengingat hal ini, karena selalu mengingat hal ini termasuk perkara yang paling bisa membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karena inilah, orang yang diberikan kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, lalu ia kembali kepada keluarganya dalam keadaan riang gembira dengan catatannya tersebut. Apa sebab keselamatan dan keberuntungan yang dia sebutkan? Firman Allah:
*_Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata,"Ambil dan bacalah kitabku (ini), sesungguhnya aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku._* (QS. al Haqqoh:19-20).
Inilah sebab keselamatannya. Dzonantu maksudnya aku meyakini bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan (amal) terhadap diriku.
Keyakinan ini apabila telah mengakar dalam hati, bercokol dalam jiwa, dan selalu hadir dalam ingatan seorang hamba, maka hal ini akan membantunya dengan izin Allah SWT, untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Di antara yang serupa dengan ayat di atas adalah firman Allah SWT:
*_Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan kaarunia kepada kami dan memelihar kami dari azab neraka._* *QS. at Thur:26-27)
Selalu mengingat dan merasakan hal ini, akan membantu seorang hamba untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk. Allah berfirman:
*_Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah._* (QS. al Hasyr:18)
Perhatikan seorang hamba akan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok (akhirat)nya, tentang apa yang telah ia amalkan, dengan (amal) apa ia akan bertemu Allah. Dengan memperhatikan dan menghisab (menghitung amal) dirinya, sebagaimana perkataan Umar:
*_Hitunglah amalan kalian sebelum dihitung oleh Allah. Dan timbanglah amalan kalian sebelum dihadapkan kepada Allah SWT_*. (az Zuhd Ibnul Mubarok no. 306)
Senantiasa memperhatikan dan mengingat hal-hal seperti ini, merupakan di antara sebab yang paling membantu seseorang untuk tetap istiqomah di atas kebenaran dan petunjuk.
Oleh karenanya seringkali kita dapati pada banyak hadits yang bertemakan motivasi untuk beramal shalih atau memperingatkan dari amal keburukan. Nabi SAW bersabda:
*_Barangsiapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir..._*
Hal ini karena mengingat hari akhir yang mana itu adalah hari pembalasan dan perhitungan amal, akan menguatkan hamba menuju ketaatan dan menjauh dari kemaksiatan, dosa dan keharaman. Allah berfirman:
*_Dan bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat._* (QS. al Baqarah:197)
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*TAWAKAL MENURUT ULAMA*
_Sebagian ulama mengatakan tawakal adalah benar-benar bersandar dan yakin kepada Allah SWT dalam mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan. Sebagian ulama yang lain mengatakan Tawakal adalah menyerahkan semua urusan dari A-Z nya kepada Allah._
Arti Tawakal yang kedua ini lebih singkat dan padat. Ini sebagaimana perkataan seorang mukmin dari keluarga Fir'aun dalam firman Allah:
*_Kalian akan ingat apa yang kukatakan ini. Kuserahkan semua urusanku kepada Allah._* (QS. Ghafir:44)
Jadi tatkala kita bertawakal kepada Allah itu artinya kita sedang menyerahkan semua urusan kita kepada Allah. Bertawakallah kepada ALlah pada semua urusan kita, bahkan dalam makan dan minum kita.
Seandainya Allah tidak memudahkan, pasti kita tidak akan mampu melakukannya. Begitu juga bertawakal dalam urusan pakaian, pasangan hidup dan studi kita.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
_Sebagian ulama mengatakan tawakal adalah benar-benar bersandar dan yakin kepada Allah SWT dalam mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan. Sebagian ulama yang lain mengatakan Tawakal adalah menyerahkan semua urusan dari A-Z nya kepada Allah._
Arti Tawakal yang kedua ini lebih singkat dan padat. Ini sebagaimana perkataan seorang mukmin dari keluarga Fir'aun dalam firman Allah:
*_Kalian akan ingat apa yang kukatakan ini. Kuserahkan semua urusanku kepada Allah._* (QS. Ghafir:44)
Jadi tatkala kita bertawakal kepada Allah itu artinya kita sedang menyerahkan semua urusan kita kepada Allah. Bertawakallah kepada ALlah pada semua urusan kita, bahkan dalam makan dan minum kita.
Seandainya Allah tidak memudahkan, pasti kita tidak akan mampu melakukannya. Begitu juga bertawakal dalam urusan pakaian, pasangan hidup dan studi kita.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*