BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*Contoh dan Rujukan keluarga Terbaik Bagi Muslim*

Sebagai seorang mukmin, hendaknya kita terus berdoa untuk kebaikan diri dan keluarga, sehingga dari kebaikan itu melahirkan kecintaan dari pasangan dan anak-anak, menjadi Qurrata a'yun bagi mereka, penghuni rumah kita. Inilah kandungan firman Allah:
*_Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."_* (QS. al Furqon:74)

Selain sebagai Qurrata a'yun, Allah menitipkan pesan lain, yaitu tentang kepemimpinan. Allah menitipkan pesan kepemimpinan ini di setiap keluarga muslim. Jadi semestinya tema kepemimpinan sudah ditanamkan sejak dini oleh pasangan-pasangan muslim, tatkala mereka dikaruniai anak oleh Allah SWT. Agar lahir seorang pemimpin umat kelak, yang memang sudah disiapkan di dalam keluarga. Hari ini kita krisis pemimpin, sebabnya karena keluarga-keluarga muslim tidak memasukkan tema kepemimpinan ini di dalam visi keluarganya.

Bicara keluarga, maka sudah jelas, ALlah menjadikan laki-laki (suami) sebagai Qowwam (pemimpin). Ini artinya suami adalah pemimpin, pendidik, yang memperbaiki jika ada yang salah, menjadi hakim, dan menjadi tempat sandaran terbaik. Itulah makna yang terkandung di dalam kata Qowwam.

Ada dua syarat seorang Qowwam:
1) Memiliki kelebihan.
2) Menafqahkan sebagian hartanya

*_Laki-laki (suami) itu Qowwam bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar._* (QS. an Nisaa:34)

Maka ketika ingin membangun rumah tangga yang baik, makna yang dikandung kata Qowwam harus benar-benar dipahami seorang laki-laki, juga dipahami oleh pasangannya (istri).

Kemudian apa kedudukan istri? di surat an Nisaa ayat 34 di atas, Allah menyebut istri dengan kata Shalihat (wanita shalihah). Ada dua syarat bagi wanita shalihah:
1) Qoonitat, artinya wanita yang tunduk pada aturan Allah, taat pada suami
2) Haafidzaat, artinya wanita yang menjaga dirinya, menjaga kehormatan diri dan suami.

Inilah dua syarat rumah tangga bahagia, yang telah Nabi contohkan untuk kita praktekkan di dalam keluarga kita.

Jangan aneh, ketika rumah tangga terdiri dari suami yang menjadi qowwam dengan segala maknanya, kemudian istri yang shalihah dengan dua syarat di atas, tidak akan ditemui masalah-masalah rumah tangga yang pelik, ruwet, kisruh yang dialami kebanyakan rumah tangga yang tidak menghadirkan suami sebagai qowwam dan istri yang tidak shalihah.

Qowwamah yang berdiri tegak di dalam keluarga, diiringi dengan istri yang shalihah yang tunduk dan patuh pada aturan Allah serta senantiasa taat pada suami, akan melahirkan anak-anak berkualitas pemimpin, yang kelak menjadi pemimpin bagi orang-orang bertaqwa.

Bukan berarti konflik menjadi tidak ada, tetapi keluarga yang tegak di atas fondasi ini, akan melihat contoh nubuwwah, teladan keluarga Nabi, dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan. Keluarga Nabi SAW adalah contoh keluarga sukses dari semua lini. Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan beliaulah yang paling baik kepada keluarganya. Maka bercermin dan ambillah contoh dari keluarga Nabi, dari semua lini kehidupan keluarga kita. Semua ada contohnya pada keluarga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

_*Allahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaihi*_
*KEBERKAHAN DAN KEBAIKAN UNTUK PENGANTIN*

_Kalau kita menghadiri acara akad nikah, acara yang sakral itu, apa ucapan kita untuk saudara atau teman yang menikah itu?._

Ternyata ini sesuatu yang diajarkan Nabi, dan ternyata masih banyak yang harus kita koreksi.

Imam Hajar Asqolani dalam Fathul Bari, beliau mengatakan bahwa dahulu ada ucapan yang biasa diberikan orang-orang jahiliyah, tapi itu sudah dilarang, kata beliau. Sebagaimana yang disampaikan oleh seseorang dari Bani Tamim dalam riwayat Nasai dan Tabrani. Beliau berkata:
كنا نقول في الجاهلية بالرفا والبنين
Dulu kami waktu jahiliyyah, kalau ada yang menikah kami ucapkan doa Birrofaa artinya akur, tenang, damai dan anak laki-laki. Ini artinya mereka berdoa semoga kalian akur, tenang, damai dan punya anak laki-laki.

فلما جاء الاسلام علمنا نبينا
Ketika Islam datang kami diajari oleh Nabi kami:
قال قولو بارك الله لكم وبارك فيكم وبارك عليكم
Kata Nabi kami katakan, ucapkan, doakan, semoga Allah memberkahi bagi kalian, memberkahi untuk kalian, memberkahi atas kalian.

Ternyata ucapan selamat itu diatur dalam Islam untuk pernikahan. Dan ternyata sudah diganti oleh Nabi Saw, ucapan selamat untuk saudara kita yang sudah menikah. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:
أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَفَّأَ إِنْسَانًا إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اَللَّهُ لَكَ , وَبَارَكَ عَلَيْكَ , وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْر.
Kalau ada seseorang yang menikah maka katakan: Hendaknya dia berkata/berdoa: Semoga Allah memberkahi untukmu, semoga Allah memberkahi atasmu, semoga Allah mengumpulkan kalian di dalam kebaikan.

Apa makna dari kalimat ini? Abul Hasan al Mubarakfuri dalam Mar-atul mafaatih, dia berkata,"Kalimat yang pertama Baarakallahu laka, dia menukil kata al Qori, yang dimaksud adalah ini doa khusus untuk pengantin, di mana semoga mereka diberi keberkahan, berkembang, bertambah dan bahagia.

Adapun doa kedua wa baaraka 'alaika atau 'alaikumaa, semoga Allah memberkahi atas kalian berdua adalah dengan turun karena dari atas, turunnya kebaikan, rahmat, rizki dan barakah pada keturunan. Jadi doa bukan untuk pengantin tapi untuk yang akan datang setelah mereka yaitu keturunan mereka.

Dan doa yang ketiga adalah maksudnya mengumpulkan mereka dalam kebaikan, ketaatan, kesehatan,keselamatan, akur, damai, rumah tangga yang baik dan keturunan yang banyak. Begitu yang dijelaskan al Qori dalam kitab Mar-atul Mafaatih.

Maka ini menjadi pelajaran sangat amat mahal. Mari kita ganti ucapan selamat kita untuk saudara atau teman kita yang menikah. Hilangkan ucapan-ucapan yang bukan dari Nabi Saw. Apa artinya selamat berbahagia, apa arti semoga segera mempunyai keturunan, semoga lapang rezekinya.

Memang rumah tangga memerlukan itu semua. Rumah tangga perlu bahagia, perlu keturunan, perlu rezeki. Tetapi ternyata betapa banyak rumah tangga, punya rezeki, punya anak, tetapi toh ternyata pecah juga. Karena ini kunci pertama yang hilang dari kita.

Maka bekalilah saudara kita, teman kita yang baru saja mengucapkan sumpah setianya atas nama Allah dalam ikatan pernikahan agar mereka diberikan dua hal:
1) Keberkahan dan
2) Kebaikan

dan ini menggantikan dua doa jahiliyyah yaitu arrofaa dan albaniin.

Karena itulah maka mari kita ganti ucapan dengan keberkahan dan kebaikan agar rumah tangga yang menikah, kita modali bahkan sebelum malam pertama mereka dengan keberkahan dan kebaikan.

بارك الله فيكم

والله اعلم با لصواب

(Ust. Budi Ashari)
Waqful Fuqohaa (Wakaf untuk para 'Ulama)


_*Para 'ulama fokus untuk menuntut ilmu, mengarang buku dan mengajarkan kepada masyarakat, kemudian kehidupan mereka ditopang dari wakaf-wakaf produktif*_


Rasulullah SAW istri tidak satu, anak juga tidak satu. Ketika Nabi diangkat ALlah menjadi Rasul, aktivitas mencari uang sudah berhenti karena waktunya sudah habis untuk berda'wah. Pertanyaannya, kalau begitu dari mana Nabi mendapatkan ma'isyahnya? Nabi SAW, beliau mendapatkan harta dari berbagai macam cara yang disiapkan syariat. Fai itu disediakan untuk Nabi, 1/5 ghanimah dipersilahkan Nabi untuk mengaturnya, hadiah-hadiah dari para shahabat. Tetapi Nabi dilarang mengambil sebagian dari harta syariat yaitu zakat dan shodaqoh. Nabi dan keturunannya dilarang mengambil itu.

Maka Nabi SAW diberikan hak untuk itu. Dan inilah yang justru menjadi konsep besar bagi muslimin berikutnya , di peradaban Islam bahwa muslimin menyiapkan *WAQFUL FUQOHAA* yaitu wakaf untuk para 'ulama.

(Ust. Budi Ashari)

Mari kita topang kehidupan para 'ulama, karena dengannya kehidupan masyarakat secara luas menjadi lurus, terjaga dari segala ketidakbaikan, bumi menjadi makmur, seluruh isi bumi menjadi sejahtera, manusia, batu, pohon, tanah dan seterusnya.
*PENTINGNYA ILMU*


Kuasai ilmunya, maka kita akan menjalaninya dengan fokus dan terarah dan tidak merasakan kelelahan atau minimal lelah dibanding tanpa ilmu. ini dalam bidang apapun termasuk mendidik anak di keluarga. Mendidik anak itu lelah dan melelahkan, ditambah mendidiknya tanpa ilmu.

Waktu anak masih kecil, rewel, nangis tengah malam, gak tahu waktu, orangtuanya baru saja merem, wong anaknya bangun minta susu, ya kan? gak lama kemudian berikutnya sakit, lelah.

Didik anak gedean dikit salah gaul, bapak ibunya gara-gara anaknya bilang perlu komunikasi dikasi HP, kecanduan game, mulai kenal anak gadis orang, mulai berani bawa anak orang, berduaan, bapak ibu kuatir, apalagi bapak ibu si anak perawan, takut MBA, sampai kemudian kejadian, si anak malu, menutup diri dari orangtuanya, dan akhirnya suicide (berita viral belum lama ini), wal'iyaadzubillah, semoga kita terhindar dari ini semua. Bukan hanya melelahkan namun juga mengkhawatirkan.

Begitulah memang, kalau kita tidak tahu ilmunya, seperti apa yang dikatakan Nabi Khidir dalam surat al Kahfi ayat 68:
*_Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai ilmunya?"_*

Jadi kalau kita tidak mempunyai ilmunya dalam mendidik anak, cape menjalaninya juga mengkhawatirkan. Sampai ada yang putus asa dalam mendidik anak. Karena apa? LELAH.

Kalau ingin punya kesabaran yang tinggi dalam mendidik anak, kuasai ilmunya, yaitu Ilmu mendidik anak.

*_Semangat pagi_*
*_Semangat untuk terus belajar_*
*_Jangan ampe kendor_*
*CUPLIKAN SIRAH*

Persia Romawi, begitu dzalimnya peradaban itu, saat di zaman shahabat Nabi SAW, Rasul sudah wafat kemudian masa penaklukan Persia zaman kekhalifahan Umar ibn Khattab ra.

Saat sudah berhadapan antara dua panglima (panglima muslim dan panglima Persia), muslimin mengutus salah satunya Rib'iy bin Amir, bertemu dengan panglima Persia, Rustum. Terjadi dialog. Apa yang terjadi? di antara kalimat yang terkenal, Rib'iy bin Amir menyampaikan:

*_Kami datang ke sini untuk mengeluarkan kalian dari peribadatan kepada hamba, kepada peribadatan yang menyembah yang menciptakan hamba, untuk mengeluarkan kalian dari dzalimnya agama-agama, untuk menuju keadilan Islam. Untuk mengeluarkan kalian dari sempitnya dunia ini menuju luasnya dunia dan akhirat._*

Salah satu kalimat yang menarik lainnya dari Rib'iy bin Amir adalah tidaklah kami datang ke sini kecuali karena kedzaliman kalian.

(Ust. Budi Ashari)
*KURANGI BEBANMU, TAMBAH BEKALMU*



*_Judul di atas adalah pesan Rasulullah kepada Mu'adz Bin Jabbal. Sederhana namun penuh makna._*

Islam adalah agama yang seimbang. Tidak ada satupun perintah atau larangan di dalam Islam, melainkan akan datang pula gantinya sebagai penyeimbang.

Di dalam buku yang berjudul Perkembangan Islam di China, sang penulis, Ibrahim Tian Yin Ma, menuliskan bahwa penemu konsep Yin and Yang adalah seorang muslim, seorang Princess, terinspirasi dari buku THE BOOK OF CHANGE, yang ternyata adalah Alquran.

Nasihat Islam, dimensinya adalah selalu dunia dan akhirat. Dunia adalah kondisi kita secara nyata saat ini berada dan akhirat kondisi masa depan yang semua muslim wajib meyakini keberadaannya, di sinilah kelak nanti semua perbuatan kita harus dipertanggungjawabkan di hadapan Hakim Yang Adil, Allah Subhaananhu Wa Ta'alaa.

Tauhid adalah kunci sukses kehidupan setiap muslim. Dengan Tauhid, tiada lagi sesuatu yang menjadi kesedihan, kesusahan, karena muslim memandang setiap kejadian adalah takdir Allah. Tidak ada satupun kejadian di dunia ini melainkan atas kehendakNya.

Dengan berpatokan pada Tauhid yang benar, maka beban seorang muslim sejatinya tidak akan melebihi kapasitasnya, karena seorang merespon segala sesuatu dengan Tauhid, bukan dengan akal semata apalagi berdasarkan nafsu.

Banyak kasus, kejatuhan seorang anak manusia, disebabkan karena nafsunya memimpin setiap merespon sesuatu. Akalnya tak mampu menghentikan nafsunya, apalagi iman tauhidnya.

Kita mulai kasus kejadian paling kecil, misalnya kemacetan di jalan, saat mobil, motor dan kendaraan lainnya berkumpul bersama di jalanan, yang muncul pertama kali saat merespon dengan nafsu adalah caci maki, klakson nyaring berbunyi, berkelahi dengan sesama pengendara lainnya, dan sebagainya.

Kasus sehari-hari di dalam sebuah komplek perumahan, perseteruan kecil yang sering meletup, dari piaraannya yang buang hajat sembarang, mobil yang tidak punya garasi dan parkir sembarangan mengganggu jalan orang lain, pak RT yang menjadi gunjingan masyarakat sehabis shalat, padahal barusan menghadap Allah meminta ampun kepadaNya, memohon keselamatan dan surgaNya, tapi apa yang dilakukannya kemudian? menggunjing tetangganya sendiri. Dan masih banyak lagi kasus-kasus di komplek perumahan yang bahkan bisa lebih hebat dibanding contoh-contoh dalam tulisan ini.

Pernah terjadi gara-gara bersenggolan di jalan, seorang supir taxi menemui ajalnya di tinju oleh seorang PNS, seterunya di jalanan.

Kita ambil kasus yang lebih umum dan biasa menjadi bulan-bulanan massa adalah anggota dewan yang tidak tahan menghadapi godaan. Akhir kejadiannya adalah korupsi, selingkuh, berzina dengan pasangan haram, menerima sogokan dan lain-lain.

Kembali ke kasus umum masyarakat pedagang, tega menjual daging sapi bercampur daging babi hanya karena untungnya lebih besar dibanding berjualan daging sapi saja. Ada yang tega menipu konsumen dengan menjual barang yang rusak, busuk, dicampur dengan bahan-bahan berbahaya hanya karena barangnya terjual cepat.

Inilah beberapa contoh kasus, kejadian-kejadian di dalam kehidupan manusia yang direspon dengan nafsu dan meninggalkan akal sehatnya serta imannya. Sadar atau tidak sadar ini semua menambah bebannya nanti kelak di akhirat, begitu banyak yang harus mereka pertanggungjawabkan ke hadapan makamah akhirat semua perbuatannya.

Maka, nasihat Rasulullah saw sangat relevan sekali dengan kondisi sekarang ini yang kita hadapi. Konflik politik, antara pendukung A dan pendukung B, akhirnya semakin terbakar dan marak dan viral di sosmed. Sadar atau tidak sadar, semua ini menambah beban kita menghadap Allah kelak.

Jadi, gimana donk, masak kita diam saja menghadapi kehidupan ini? Islam tidak pernah menyuruh kita diam, setiap kemungkaran harus kita cegah, dengan tangan, dengan perkataan dan dengan hati kita, yang terakhir ini adalah selemah-lemah iman.

Pesan terpenting dari tulisan ini adalah *_pertama_* adalah perbaiki Tauhid kita kepada Allah. Ini fundamental yang bisa menyelamatkan kita dari nerakanya.
*_Kedua_*, selalu taruh nafsu kita dalam menyelesaikan masalah. Dahulukan akal sehat kita lalu lihat apa perintah Alquran dan teladan Rasulullah saw dalam mengajarkan umatnya. Berpikir panjang sebelum bertindak, gunakan akal dan iman.

*_Ketiga_*, jadikan setiap perbuatan kita setiap hari adalah bekal kita untuk akhirat kita. Tanya selalu ke diri, kalau ini aku lakukan apakah menambah beban atau menambah bekal saya? Lakukan dengan disiplin, insyaAllah kita akan selamat menuju surgaNya Allah dengan siap bekal dan sedikit beban.


Ruslee - al Wahdah
KOK CUMA BELAJAR ALQURAN SAJA?


Tergelitik saya mendengarnya, tatkala ada seorang dosen mempertanyakan seorang ibu, kok nyekolahkan anaknya cuma belajar Alquran saja?
Mungkin maksudnya kenapa gak belajar yang lain, misalnya matematika, Fisika, Kimia.

Menurut saya, inilah logika yang terbalik yang masih saja terjadi pada seorang muslim bahkan seorang dosen yang seharusnya lebih paham. Kesuksesan saat ini dilihat ketika seorang anak itu menjadi dokter, ahli fisika, ahli kimia, ahli bikin pesawat.

Gak salah juga sih, memang Islam mengajarkan agar umatnya mampu memanfaatkan apa yang ada di dunia untuk kebutuhannya, untuk mempermudah hidupnya di dunianya, sehingga dengan itu mampu menciptakan berbagai hal untuk kemaslahatAn umat manusia. Sampai sini, anggapan itu benar.

Tapi Kalau kita terus telusuri, sebenarnya apa sih tujuan Allah menciptakan kita? Allah berfirman:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(QS Adzariyaat 51:56)

ayat ini adalah ruh dari hidup kita, panduannya ada di dalam Alquran dan sunnah Nabi. Seorang dokter, dengan sentuhan sedikit saja ruh Alquran, maka dia akan berubaha menjadi seorang dokter yang rendah hati, amanah dan bertanggungjawab terhadap jabatan yang disandangnya, sebagai seorang ahli di bidang pengobatan yang membantu masyarakat banyak akan keluhan-keluhan sakitnya.

Seorang ahli pesawat terbang kita, almarhum BJ. Habibie yang mulai tersentuh ruh Alquran, mengatakan demikian:
Saya diberi kenikmatan oleh Allah SWT ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam. Kalau saya disuruh milih antara keduanya, maka saya akan memilih ilmu agama,” tutur BJ Habibie dalam pidatonya ketika melakukan kunjungan di Kairo, Mesir.

Hanya dengan sentuhan satu-dua ayat Alquran, banyak ilmuwan yang tersadarkan akan hakekat hidup dan kehidupannya juga terhadap keilmuannya selama ini. Tidak harus menjadikan dia seorang ahli tafsir, ahli fiqih namun sedikit saja kandungan Alquran diungkap bisa membuat seseorang 'alim menjadi semakin taqwa. Itulah mukjizat Alquran, panduan Allah kepada semua hambaNya.

Jangan pernah lagi kita mengatakan, kok cuma belajar Alquran saja, gak belajar yang lain. Pertanyaan ini pertanda ada kerusakan di dalam agama kita, ada pemahaman yang hilang di dalam kita ber-Islam. Justru dengan belajar Alquran, maka apapun dan siapapun kita akan terbimbing ke jalan kesejatian sebagai seorang hamba yang lemah dan tak berdaya di hadapan Tuhannya. Setinggi apapun ilmu kita, menjadi tak berarti apa-apa jika kita tak mengenal Tuhan kita, tidak mengenal kenapa dan untuk apa kita diciptakan. Dengan agamalah Allah memberi kita pengetahuan tujuan Allah menciptakan kita dan membimbing kita menjadi orang yang tetap santun, rendah hati, tidak merasa hebat dari orang lain karena yang hebat itu hanyalah Yang Maha Hebat, Allah Subhaanahu Wa ta'alaa.

Terus tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, baca dan kaji terus Alquran maka kita akan semakin banyak mendapatkan keajaiban-keajaiban yang ada di dalam Alquran yang terungkap.


Ruslee
al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga
*Wajib dimiliki untuk Anda Penjual Online*
*Atau Anda Pemilik Instansi/Perusahaan yang ingin Go Online*
*Harus punya ini Untuk Media Promosi, biar tambah Keren*

Recommended untuk test case yaitu :
1. The Feed Vol 2
2. Levideo UMKM
3. Levidio YouTuber

*Biar gak Penasaran, lihat langsung Di link Masing-masing dan segera* *bungkus untuk dimiliki*

Levidio Presentation :
Sales : https://a.rootpixel.net/z7hij3KM
Cek Out : https://a.rootpixel.net/z7hij3KM/form

Levidio Wedding VOl 2
Sales : https://a.rootpixel.net/SlM1X4BJ
Cek Out : https://a.rootpixel.net/SlM1X4BJ/form

Levidio The Feed Vol 2
Sales : https://a.rootpixel.net/aoQEKJkH
Cek Out : https://a.rootpixel.net/aoQEKJkH/form

Levidio Youtuber
Sales : https://a.rootpixel.net/LgGzNeZ7
Cek Out : https://a.rootpixel.net/LgGzNeZ7/form

Levidio UMKM
Sales : https://a.rootpixel.net/IdvFJynV
Cek Out : https://a.rootpixel.net/IdvFJynV/form

Levidio Play Mockup
Sales : https://a.rootpixel.net/MWtP45ij
Cek Out : https://a.rootpixel.net/MWtP45ij/form

Levidio Motion Pro
Sales : https://a.rootpixel.net/R7uYtLjf
Cek Out : https://a.rootpixel.net/R7uYtLjf/form

Levidio Audio VOl 2
Sales : https://a.rootpixel.net/iv4HyyZD
Cek Out : https://a.rootpixel.net/iv4HyyZD/form
*Salah satu di antara sebab dicabutnya barakah dari sekolah-sekolah kita, itu karena adanya ikhtilat antara laki-laki dan perempuan.*

_Achmad Jamal bin Thoha Baagil (Habib Jamal)_

Jadi yang seharusnya murid laki-laki dan perempuan itu dipisah, subhaanallah ternyata mereka disatukan dalam satu ruang kelas dalam keadaan wanitanya, siswinya itu tidak menutup aurat dengan sempurna, bahkan bukan hanya satu kelas tapi satu bangku.
*PERHATIKAN DARI MANA REZEKIMU BERASAL*


allah Jalla wa 'ala menjamin rezeki seluruh makhlukNya.

Perhatikan firman Allah berikut ini:
*_Celakalah manusia, alangkah kufurnya dia!_*
*_Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?_*
*_Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya._*
*_Kemudian jalannya Dia mudahkan._*
*_Kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya._*
*_Kemudian jika Dia menghendaki, DIa membangkitkannya kembali._*
*_Sekali-kali tidak! Manusia itu belum melaksanakan apa yang Allah_* *_perintahkan kepadanya._*
*_Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya._*
*_Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah._*
*_Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya._*
*_Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian._*
*_Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian dan zaitun dan pohon kurma._*
*_Dan kebun-kebun (yang rindang) dan buah-buahan serta rerumputan._*
*_Semua itu untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu._*
(QS. Abasa:17-32)

Semua rezeki ini dari Allah dan ini sedikit dari banyak rezeki yang Allah karuniakan kepada kita. Dan Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala berfirman:
*_Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang_* *_menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?_*
*_Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan, sampai lumat,_* *_maka kamu akan tercengang. Sambil berkata,"Sungguh, kami benar-_* *_benar menderita kerugian. Bahkan kami tidak mendapat hasil apapun._*
*_Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? kamukah yang_* *_menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?_*
*_Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin,_* *_mengapa kamu tidak bersyukur? Maka pernahkah kamu memperhatikan_*
*_tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)? kamukah yang_* *_menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?_*
*_Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna_*
*_bagi musafir._*
*_Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar._*
*_Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung._*
4 Ciri Hati yang Bersih:
1) Hatinya menghindar dan menjauh dari keterikatan dengan dunia. Tidak tertipu dengannya dan menyadari hakikatnya,bahwa dunia adalah negeri yang fana dan tidak kekal.
2) Cita-citanya hanya satu yaitu meraih ridho ALlah dan menjauhi murkaNya.
3) Menjauhi murka Allah dan berjuang menjauhi maksiat, dosa, bid'ah dan perbuatan haram.
4) Fokus memperbaiki amal daripada memperbanyak amal itu sendiri. Dari sisi keikhlasannya, kejujurannya dan ketulusannya dalam beribadah kepada ALlah. Juga dari sisi pengakuan atas nikmat-nikmat Allah dan pengakuan akan kekurangan dirinya dalam beribadah, lalu terus berjuang dalam menaati Allah.