BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*ILMU YANG HAKIKI*


*_Ilmu yang hakiki lagi bermanfaat adalah pemahaman seorang terhadap firman Allah SWT dan sabda Nabi SAW. Inilah ilmu yang hakiki._*

Semua ilmu yang bermanfaat dalam perkara agama, hanya diambil dari pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah RasulNya.

Inilah pemahaman ulama dari dulu. Salah satunya adalah perkataan imam Syafi'i berikut ini:
*_Ilmu adalah firman Allah dan sabda RasulNya serta perkataan para shahabat._*

*_Ilmu bukanlah membenturkan antara sabda Nabi dengan pendapat ulama tanpa kecerdasan._*

Dalam kitabnya berjudul Nuniyyah, Ibnul Qayyim mengatakan:
*_Ilmu adalah firman Allah dan sabda RasulNya serta perkataan para shahabat._*

*_Ilmu bukanlah membenturkan antara sabda Rasul dengan pendapat orang lain tanpa kecerdasan. Ilmu yang hakiki lagi bermanfaat, dalam hidupmu, tidurmu dan bangunmu serta semua urusanmu, adalah pemahaman terhadap firman Allah dan sabda RasulNya._*
~Bacaan penting buat para orangtua murid - yang kurang menghargai guru anaknya. ~


KETERIKATAN ANTARA GURU DAN MURID

Yang paling penting bagi seorang pelajar (penuntut ilmu) adalah keterikatan dengan gurunya. Kenapa? karena guru aau orang 'alim yang membimbing penuntut ilmu/pelajar, dia tahu yang diperlukan oleh pelajar tersebut.

Pelajar bisa jadi mengira telah menyelesaikan tingkat pertama dan bisa melanjutkan di tingkat dua namun gurunya lebih berpengalaman daripada dia. Guru itu bisa tahu bahwa pelajar tersebut perlu mempelajari lagi ilmu ini dan ilmu itu dan gurunya tahu apakah dia telah melewati tingkat ini atau belum.

Gurunya juga tahu apakah kitab ini sesuai untuk penuntut ilmu itu dan masyarakatnya ataukah dia perlu mempelajari kitab lain.

Jadi merujuk kepada guru yang mengajari pelajar ilmu tersebut sangat penting.

Wallahu ta'ala a'lam

( *_DR. Ismail al Ghasab_* )
*MUHASABAH DI BULAN RAJAB DAN SYA'BAN*

*_Dulu para shahabat takut meninggal dunia bukan di atas agama Islam, sedang kita merasa aman, dia berjalan di muka bumi dengan santai seakan surga di bawah telapak kakinya._*

Tidak ada orang berakal yang merasa seperti ini. Shahabat Umar banyak takut kepada dirinya, para shahabat jika 1 kakinya sudah di surga maka 1 kaki lainnya belum merasa aman.

Shahabat Umar tidak tidur di malam hari. Ditanya kenapa anda tidak tidur? beliau jawab,"Saya kalau tidur di malam hari berarti saya menyia-nyiakan hak Allah. Jika saya tidur di siang hari berarti saya menyia-nyiakan hak masyarakat.
Kita ini hamba-hamba Allah, tidaklah Allah ciptakan kita kecuali untuk beramal. Meremehkan amal saleh itu adalah kebiasaannya orang-orang lalai, semoga Allah tidak catat kita sebagai orang lalai.

Sekarang kita berada di bulan Rajab. Hingga detik ini masih saja ada muslim yang tidak sholat witir. Seorang muslim tidak sholat witir? muslim tapi tidak melakukan 2 rakaat sebelum fajar (subuh)? padahal Nabi mengatakan, jangan tinggalkan 2 rakaat sebelum subuh ini walaupun sedang perang.

Nasihat saya ya ikhwah, mari membuka lembaran baru. Jika kebiasaannya tidak melakukan sholat witir, sekarang berjanji untuk tidak meninggalkan witir. Jika kebiasaannya tidak sholat sunnah rawatib, yang mana amalan ini dijanjikan oleh Nabi, siapa yang mengerjakannya, dibangunkan 1 rumah di surga.

Mulai dari sekarang, jika kebiasaannya ghibahin (ngomongin kejelekan) orang, mulai sekarang berhentilah ghibah. Ada orang ghibah itu bagi dia seperti minum air putih. Sampai imam al Ghazali mengatakan, ghibah itu buah-buahannya para ulama, yakni ulama sulit menghindarinya.

Orang yang ghibahin orang lain maka amalan kebaikannya ditransfer menuju orang yang dia ghibahi. Yakni jika kamu ghibahin orang, pahala sholatmu pindah ke orang itu, pahala puasamu pindah juga. Ketaatanmu semua pindah, jadi kamu beribadah selama 20 tahun ini untuk orang lain?.

*_Jadi, seseorang harus pintar, apakah kamu memikirkannya? apakah kamu tidak mentadabburinya? bulan ini berhati-hatilah, jangan sampai melewati bulan Rajab dan Syaban seperti bulan-bulan lainnya._*

(Syaikh Adham al Asimi)
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :

الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ . فما تعارف منها ائتَلَف . وما تناكَر منها اختلف

“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah.” (HR. Muslim 6376)

Al-Khoththobi rahimahullah berkata :

على معنى التشاكل في الخير والشر والصلاح والفساد، وأن الخير من الناس يحن إلى شكله والشرير نظير ذلك يميل إلى نظيره، فتعارف الأرواح يقع بحسب الطباع التي جُبلت عليها من خير وشر، فإذا اتفقت تعارفت، وإذا اختلفت تناكرت

“Bisa jadi bermakna isyarat atas kesamaan dalam hal kebaikan dan kejelekan serta perbaikan dan kerusakan. dan bahwasanya manusia yang baik akan rindu kepada jenisnya (yang baik pula), sedangkan yang jelek dan semisal itu maka akan condong kepada yang sejenisnya pula. Para ruh akan saling mengenal, sehingga akan hinggap sesuai dengan tabiat yang telah diciptakan di atasnya dari kebaikannya maupun kejelekannya, maka apabila telah cocok maka akan saling mengenal, dan apabila berbeda maka akan saling mengingkari.” (nukilan Al-Fath, juz 3, Halaman 199)

Jika kita lihat maka akan sering kita dapati :
• Jiwa yang berusaha berjihad dijalan Allah maka akan senang berkumpul dengan jiwa-jiwa yang berjihad dijalan Allah..
• Jiwa yang suka berderma dan baik hati akan cinta kepada yang semisalnya dan akan merasa condong kepadanya.
• Begitu pula jiwa yang berlebihan memandang dunia dalam kehidupan ini, dia pun akan merasa nyaman, dan condong kepada jiwa yang setipe dengannya..
• Sedangkan jiwa yang tidak baik akan berkawan dengan yang sejenis dan akan condong kepadanya serta akan menjauh dari setiap jiwa yang berlawanan dengannya.

Qatadah rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya kami, demi Allah belum pernah melihat seseorang menjadikan teman buat dirinya kecuali yang memang menyerupai dia maka bertemanlah dengan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka.” (Al Ibanah 2/477 nomor 500)

____________________

Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
Disusun 1 Rabiul Tsani 1440 H / 9 Desember 2018
*SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*

*_BATCH 2 - ANGKATAN KEDUA_*

*_Ini adalah pelatihan fundamental, sangat penting diikuti oleh pasangan suami istri, terlebih pasangan milenial yang belum lama menikah, juga penting untuk yang sedang berencana menikah. Agar melahirkan keluarga yang kuat, berilmu, rukun dan damai tanpa konflik dan perpecahan, karena rebutan harta._*

Banyak permasalahan bermula dari harta, ketidakjelasan kepemilikan harta dalam sebuah keluarga adalah ibarat bara api yang siap menyala membakar para penghuninya.

Maka ilmu tentang harta dan warisan adalah ilmu wajib bagi pasangan suami istri, juga bagi calon pasangan suami istri.

Kisi-kisi Materi Sekolah Konselor Keluarga

Hukum pemisahan harta
Enam poin yang harus dipahami:
1. Seluruh gaji suami adalah milik suami, kecuali sebagian yang diberikan kepada istri.
2. Seluruh barang yang dibeli dengan uang suami adalah milik suami, kecuali apa yang dihadiahkan kepada istri.
3. Seluruh warisan dari keluarga suami/istri adalah milik suami/istri. [Jadi, kalau menikah dengan anak orang kaya, jangan otomatis merasa ikut memiliki harta mertua.]
4. Seluruh harta (uang/barang) yang dititipkan kepada istri, hanya boleh digunakan seijin suami.
5. Bila suami wafat, yang diwaris hanyalah harta milik suami. Bagian istri 1/8, ibunya suami 1/6, ayahnya suami 1/6, sisanya untuk anak laki-laki & perempuan (perbandingan 2:1). Jika tidak punya anak laki-laki, hitungannya sedikit berbeda.
6. Bila terjadi perceraian, tidak perlu berebut harta karena tidak ada harta bersama. Suami pergi membawa hartanya, istri pergi membawa hartanya.
7. Praktek menghitung pembagian waris.
8. Manajemen harta Islam

*Waktu*
Ahad, 27 Februari 2022
pukul 13.00-16.30 WIB

*Tempat*
MASJID AL WAFA
Jl. Sukamulya IV Perum Griya Serua Permai RT 007 RW 008 - Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
(Map lokasi: goo.gl/maps/CDEn5TWNYukLUVFB8)

*Infaq acara*
Rp. 100.000,-/peserta
(peserta mendapatkan softcopy materi, makan dan minum tersedia)

Setelah transfer silahkan isi form di bawah ini:

*Form Pendaftaran*
s.id/FamC

*PESERTA TERBATAS*
*SAYANGI DIRIMU - JANGAN SIKSA IA DENGAN MAKSIAT*

Sayangilah dirimu, jangan siksa ia dengan maksiat. Apabila setan mengajak dirimu condong pada keharaman, ketahuilah bahwa engkau sedang berusaha menghancurkan dan membinasakan dirimu.

Oleh karena itu, jagalah nikmat Allah berupa jiwa yang ada pada dirimu. Apabil engkau mampu menjaga dirimu semaksimal mungkin, hingga engkau merasa tidak cukup melakukan amal wajib dan meninggalkan keharaman saja.

Tetapi engkau juga berusaha melakukan amal-amal sunnah. Barang siapa yang bersemangat untuk melakukan amal sunnah setelah melakukan amal wajib, maka jiwanya semakin suci dan semakin shalih. Semoga ALlah menjadikan kita semua seperti itu.
*MERAWAT CUSTOMER*


Dalam bisnis tidak semata-mata bicara profit, namun bisnis adalah membangun hubungan. Dengan siapa? salah satunya adalah dengan customernya. Benar bisnis itu untuk cari untung, tapi jangan pernah lupakan hubungan ini (customer relationship). Survey mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang bertahan hingga 10 tahun, mendapatkan profit, 70% dari customer lama yang dirawat (existing customer), sisanya 30% adalah dari customer baru.

Kalau seorang customer sudah sangat enjoy dengan kita, sudah merasakan feelnya kita, maka dia akan menjadi loyalis kita. Kemanapun kita, apapun yang kita jual, akan dibelinya.

Contoh kasus, google. Yang satu ini memang sangat memanjakan customernya bahkan belum jadi customernya. Dari email saja, seseorang bisa bikin puluhan hingga ratusan email, gratis. Gak hanya itu, dalam penyimpanan data, masing-masing akun dikasi 15 GB, free.

Tanda-tanda konsumen loyalis adalah dia akan mudah menshare, me like, komen konten-konten kita dan yang bikin kita happy adalah dia rela mereview positif bisnis kita. Kalau di platform hari ini ada namanya rating, loyalis konsumen pasti akan beri kita bintang 5.

Berpikirlah sebagaimana konsumen, bukan apa kata kita. Belum lama viral seorang penumpang gojek, yang memberi bintang 1 kepada gojeker, hanya karena dia (wanita) dipanggil mbak oleh supir gojeknya.

Kuncinya adalah luwes dengan konsumen, tidak kaku, suka ngasih lebih dan yang terpenting lagi adalah semua itu dilakukan dengan tulus, bukan sekedar gimmick marketing. Soalnya modus-modus marketing itu mudah kebaca sama konsumen. Jadi memberilah secara tulus, seperti membisikkan ke telinga customer kita,"Aku padamu".

Keluwesan ini tentunya harus diikuti dengan penyediaan kualitas produk/jasa yang excellent, mengikuti tren, update terhadap maunya konsumen yang kita sasar, sehingga ketulusan kita semakin paripurna, membuat konsumen akan semakin sayang kepada kita.

Seorang inbound marketing, Sam Ipul, seorang konsultan marketing, punya sebuah grup edukasi seputar inbound marketing. Hebatnya, sam Ipul adalah selama setahun gak pernah jualan jasanya di grup, tetapi ngasih terus secara konsisten edukasi-edukasi marketing yang tentunya sangat manfaat banget bagi seluruh member grup.

Dan sekarang, kayanya gak ada pengusaha startup atau biasa disebut UKM yang gak kenal Sam Ipul. Sekarang sam Ipul adalah salah seorang dibalik kesuksesan evapora, perusahaan jasa pendidikan bisnis yang dibiayai corporate besar. Determinasinya luarbiasa, memberinya tulus dirasa, konsisten dengan tetap berkualitas sesuai kebutuhan member-membernya.

Jadi ternyata ketulusan dalam memberi adalah salah satu sebab mendatangkan profit yang sustainable. Dari siapa? ya dari konsumen yang merasa dibaikin pasti merasa harus membalas kebaikan itu, inilah yang disebut *konsep reciprocacity*. Kenapa harus tulus (ikhlas karena Allah)? karena kita muslim, agar bukan hanya profit dunia yang kita dapat tapi juga antahshula ajril ukhrowiy (mendapatkan pahala akhirat).
Ada seorang sahabat datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berkata, “Budakku selalu menyakiti hatiku dan berbuat zalim kepadaku. Apa boleh saya pukul saja dia?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
“Kamu maafkan dia 70x dalam sehari.”
(HR. Ahmad No.5635)
*MUTIARA PARA ULAMA*

Hamdun bin Al-Qishor Rahimahullahu Ta’ala pernah ditanya :
ما بال كلام السلف أنفع من كلامنا
“Apa yang membuat ucapan para salaf lebih bermanfaat dari pada ucapan kita?

Beliau menjawab :
لأنهم تكلموا لعز الإسلام ،و رضى الرحمن.. و نحن نتكلم لعز النفوس ، و طلب الدنيا ، و رضا الخلق

“Karena mereka berbicara dengan tujuan untuk mewujudkan kemuliaan islam dan mengharapkan keridhoan Allah Azza wa Jalla. Sementara kita berbicara dengan tujuan untuk mendapatkan kemuliaan diri sendiri mencari dunia dan mengharapkan keridhoan manusia.
*BATCH 2 Sekolah Konselor Keluarga*, Ahad, 27 Februari 2022, pukul 13.00 WIB : https://fb.me/e/59n1dO4hl, yuk dikomenin eventnya, biar rame dan bisa viral acara dan program ini *SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Jika ada ketaatan dan kemaksiatan, hal ini tidak disebut fitnah. Ini disebut maksiat dan dosa.

Fitnah adalah saat tidak bisa membedakan antara yang benar dan salah. Lalu apa yang kita lakukan?

Allah Ta'ala berfirman:
_*Barangsiapa berpegang teguh kepada Allah, maka ia akan diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali Imran:101)

Berpegang teguhlah kepada Allah. Di antara cara menjauhi dampak buruk fitnah adalah bertanya kepada para ulama yang mengajak manusia kepada kitab dan sunnah.

Nabi bersabda:
'aaidzan billahi minal fitan
_*Ya Allah, lindungi aku dari fitnah. (HR. Bukhari no.7089)

Allah berfirman:
_*Jika ada berita keamanan atau ketakutan, mereka langsung menyebarkannya. Jika mereka mengembalikan kepada Rasul dan Ulil Amri, pasti akan ada yang bisa beristimbath. (QS. an Nisaa:83)

Siapa yang beristimbath? Ulama. Apa makna istimbath? menyimpulkan hukum dari al Quran dan sunnah Rasulullah SAW.

Inilah benteng dari fitnah (almalaadzu 'indal fitan). Adapun kemaksiatan, maka itu jelas bukan fitnah lagi. Caranya dengan melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.