*LETAKKAN SEJENAK HP MU*
Tidak diragukan lagi, HP (sosial media) memang salah satu sumber masalah. HP (sosial media) ini memiliki kebaikan yang banyak begitu juga memiliki keburukan yang banyak. Dan hamba Allah yang mendapatkan taufik adalah yang memanfaatkan fungsi baiknya, serta menyampaikan kebaikan kepada orang-orang melalui perantaranya, ia juga tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Kesimpulannya, ia memiliki 2 sifat:
1. Ia memanfaatkan fungsi baiknya dan meyampaikan kebaikan kepada manusia melalui perantaranya.
2. Tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Tidak diragukan lagi, termasuk masalah pada era ini adalah tersiukkannya orang-orang dengan HP (sosial media), bahkan terkadang sampai menyibukkan dari sholat. Di masjid, iqamah sudah dikumandangkan, imam sudah memulai takbirnya, namun di belakang sana, masih terlihat ada orang yang sibuk memainkan HP nya. Membaca berita, menulis status, melakukan ini itu. Tidak diragukan lagi, ini termasuk keburukan HP (sosial media).
Di antara keburukannya juga, tersibukkannya orang-orang karena sebab HP dari orang yang pantas untuk dihormati dan diberi perhatian. Suami sibuk sendiri dengan HPnya, istri juga sibuk sendiri dengan HPnya. Hampir-hampir suami istri tidak pernah berbincang-bincang. Bahkan mungkin ada suami yang mengajak bicara istrinya melalui HP (sosial media), padahal mungkin mereka bedua sedang duduk bersama di atas satu ranjang, namun keduanya malah saling tulis menulis melalui HP (sosial media).
Yang lebih parah adalah seorang sibuk dengan HPnya di depan ayah atau ibunya. Mungkin ibunya mengajaknya berbicara, bertanya keadaan cucu-cucunya, tapi dia sibuk menulis statusnya, baru kemudian tersadar sambila mengatakan," Hahhh (bagaimana bu?)".
Dan jujur ini adalah masalah. Karena itu menurut pendapatku yang terbaik untuk seorang muslim aalah membuat waktu khusus dalam menggunakannya.
Contoh pertama, misal satu jam atau sekitar itu di waktu tertentu. Kedua, ketika ia hendak masuk rumah, HP dimatikan, untuk bercengkrama dan menyibukkan diri dengan keluarga dan istrinya. Baru apabila ada waktu longgar, HP dapat dibuka kembali.
Apabila ia sedang berkunjung ke rumah ayah ibunya, sebelum membunyikan bel, hendaknya HP sudah dimatikan, sampai nanti ia keluar dari rumah tersebut.
Di antara cerita yang kami dengar, ada seorang wanita tua yang melihat anak-anaknya sangat sibuk dengan HPnya, mereka masuk rumah tapi masing-masing masih memegang HPnya. Maka ia pun berinisiatif meletakkan keranjang di pintu masuk, ia mengatakan,"Siapa yang masuk harus meletakkan HPnya di keranjang ini, apabila keluar silahkan diambil lagi". Dan ide ini cukup cemerlang dan bagus.
Maka Wahai saudaraku, sudah sepantasnya kita bijak menggunakan HP (sosial media). Yang pertama, tutup celah keburukan pada HP tersebut, dengan cara menjauhi orang-orang pembawa masalah dan keburukan. Kedua, jangan sampai HP menyita banyak waktu kita, jangan sampai HP memakan waktu-waktu penting kita.
Sangat disayangkan, hari ini ketika seorang muslim ditanya,"Berapa banyak ayat yang telah anda baca hari ini?". Dia menjawab,"Hah, hari ini aku sibuk, belum sempat membaca al Quran".
Dan tanyakan, berapa banyak status orang yang telah engkau baca?. Dia menjawab,"Ribuan status".
Engkau tidak punya waktu untuk membaca al Quran?untuk membaca kalam Allah yang semuanya keberkahan? dan demi Allah, membaca al Quran itu menurunkan keberkahan hari itu. Dan setiap kali engkau perbanyak bacaan al Quran, keberkahan harimu juga akan bertambah. Tapi engkau mengatakan,"Tidak punya waktu untuk membaca al Quran? namun engkau punya waktu untuk membaca status, tweet dan semisalnya?.
Sudah sepantasnya kita bersikap bijak dalam masalah HO ini, wahai saudaraku. Kita juga perlu waspada dengan alat yang berpotensi membawa kemudharatan dan keburukan ini.
(_Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ )
Tidak diragukan lagi, HP (sosial media) memang salah satu sumber masalah. HP (sosial media) ini memiliki kebaikan yang banyak begitu juga memiliki keburukan yang banyak. Dan hamba Allah yang mendapatkan taufik adalah yang memanfaatkan fungsi baiknya, serta menyampaikan kebaikan kepada orang-orang melalui perantaranya, ia juga tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Kesimpulannya, ia memiliki 2 sifat:
1. Ia memanfaatkan fungsi baiknya dan meyampaikan kebaikan kepada manusia melalui perantaranya.
2. Tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Tidak diragukan lagi, termasuk masalah pada era ini adalah tersiukkannya orang-orang dengan HP (sosial media), bahkan terkadang sampai menyibukkan dari sholat. Di masjid, iqamah sudah dikumandangkan, imam sudah memulai takbirnya, namun di belakang sana, masih terlihat ada orang yang sibuk memainkan HP nya. Membaca berita, menulis status, melakukan ini itu. Tidak diragukan lagi, ini termasuk keburukan HP (sosial media).
Di antara keburukannya juga, tersibukkannya orang-orang karena sebab HP dari orang yang pantas untuk dihormati dan diberi perhatian. Suami sibuk sendiri dengan HPnya, istri juga sibuk sendiri dengan HPnya. Hampir-hampir suami istri tidak pernah berbincang-bincang. Bahkan mungkin ada suami yang mengajak bicara istrinya melalui HP (sosial media), padahal mungkin mereka bedua sedang duduk bersama di atas satu ranjang, namun keduanya malah saling tulis menulis melalui HP (sosial media).
Yang lebih parah adalah seorang sibuk dengan HPnya di depan ayah atau ibunya. Mungkin ibunya mengajaknya berbicara, bertanya keadaan cucu-cucunya, tapi dia sibuk menulis statusnya, baru kemudian tersadar sambila mengatakan," Hahhh (bagaimana bu?)".
Dan jujur ini adalah masalah. Karena itu menurut pendapatku yang terbaik untuk seorang muslim aalah membuat waktu khusus dalam menggunakannya.
Contoh pertama, misal satu jam atau sekitar itu di waktu tertentu. Kedua, ketika ia hendak masuk rumah, HP dimatikan, untuk bercengkrama dan menyibukkan diri dengan keluarga dan istrinya. Baru apabila ada waktu longgar, HP dapat dibuka kembali.
Apabila ia sedang berkunjung ke rumah ayah ibunya, sebelum membunyikan bel, hendaknya HP sudah dimatikan, sampai nanti ia keluar dari rumah tersebut.
Di antara cerita yang kami dengar, ada seorang wanita tua yang melihat anak-anaknya sangat sibuk dengan HPnya, mereka masuk rumah tapi masing-masing masih memegang HPnya. Maka ia pun berinisiatif meletakkan keranjang di pintu masuk, ia mengatakan,"Siapa yang masuk harus meletakkan HPnya di keranjang ini, apabila keluar silahkan diambil lagi". Dan ide ini cukup cemerlang dan bagus.
Maka Wahai saudaraku, sudah sepantasnya kita bijak menggunakan HP (sosial media). Yang pertama, tutup celah keburukan pada HP tersebut, dengan cara menjauhi orang-orang pembawa masalah dan keburukan. Kedua, jangan sampai HP menyita banyak waktu kita, jangan sampai HP memakan waktu-waktu penting kita.
Sangat disayangkan, hari ini ketika seorang muslim ditanya,"Berapa banyak ayat yang telah anda baca hari ini?". Dia menjawab,"Hah, hari ini aku sibuk, belum sempat membaca al Quran".
Dan tanyakan, berapa banyak status orang yang telah engkau baca?. Dia menjawab,"Ribuan status".
Engkau tidak punya waktu untuk membaca al Quran?untuk membaca kalam Allah yang semuanya keberkahan? dan demi Allah, membaca al Quran itu menurunkan keberkahan hari itu. Dan setiap kali engkau perbanyak bacaan al Quran, keberkahan harimu juga akan bertambah. Tapi engkau mengatakan,"Tidak punya waktu untuk membaca al Quran? namun engkau punya waktu untuk membaca status, tweet dan semisalnya?.
Sudah sepantasnya kita bersikap bijak dalam masalah HO ini, wahai saudaraku. Kita juga perlu waspada dengan alat yang berpotensi membawa kemudharatan dan keburukan ini.
(_Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ )
*YANG MEREKA INGINKAN DARI ISLAM DAN MUSLIMIN*
*_Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu._* (QS. )
*_Dan orang-orang yahudi dan kristen tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka._* (QS. al Baqarah:120)
Orang yahudi dan kristen selamanya tidak menginginkan dari kita tetap di atas agama Islam. Yang mereka mau hanyalah kita meninggalkan Islam. Apakah kita akan mengikuti mereka?
Mereka tidak akan ridho terhadap kita hingga meskipun hanya kita tinggalkan sebagian agama dan kita berikan kepada mereka. Mereka tidak akan ridho kecuali kita tinggalkan agama (Islam) sepenuhnya, dan kita ganti jadi yahudi dan kristen.
Fakta sejarah mereka memerangi kaum muslimin di Afghanistan, Bosni-herzegovina dan Chechnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka agama. Mereka tidak ingin agama (Islam) ini berdiri.
Negara-negara yang besar dari kaum muslimin, apapun yang ada di dalamnya, sekarang mereka acak-acak. Seperti di Indonesia dan yang lainnya. Negeri-negeri Islam mereka acak-acak. Apapun yang ada di dalamnya berupa kelemahan dan perkara-perkara yang lainnya. Tetapi mereka tidak ingin bagi agama (Islam) ini menjadi nama negara.
OLeh karena itu kalian lihat sekarang perbuatan mereka terhadap kaum muslimin. Mereka bunuhi, mereka usir dan mereka hancurkan rumah-rumahnya. Mereka tidak ingin harta. Mereka pebisnis tidak butuh harta. Namun mereka memerangi agama ini. Mereka tidak ingin bagi agama ini berdiri sebuah negara di atas muka bumi. Ini tujuan mereka.
Inilah identitas dan jati diri mereka sejak Allah mengutus NabiNya, Muhammad Saw.
*_Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu._* (QS. )
*_Dan orang-orang yahudi dan kristen tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka._* (QS. al Baqarah:120)
Orang yahudi dan kristen selamanya tidak menginginkan dari kita tetap di atas agama Islam. Yang mereka mau hanyalah kita meninggalkan Islam. Apakah kita akan mengikuti mereka?
Mereka tidak akan ridho terhadap kita hingga meskipun hanya kita tinggalkan sebagian agama dan kita berikan kepada mereka. Mereka tidak akan ridho kecuali kita tinggalkan agama (Islam) sepenuhnya, dan kita ganti jadi yahudi dan kristen.
Fakta sejarah mereka memerangi kaum muslimin di Afghanistan, Bosni-herzegovina dan Chechnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka agama. Mereka tidak ingin agama (Islam) ini berdiri.
Negara-negara yang besar dari kaum muslimin, apapun yang ada di dalamnya, sekarang mereka acak-acak. Seperti di Indonesia dan yang lainnya. Negeri-negeri Islam mereka acak-acak. Apapun yang ada di dalamnya berupa kelemahan dan perkara-perkara yang lainnya. Tetapi mereka tidak ingin bagi agama (Islam) ini menjadi nama negara.
OLeh karena itu kalian lihat sekarang perbuatan mereka terhadap kaum muslimin. Mereka bunuhi, mereka usir dan mereka hancurkan rumah-rumahnya. Mereka tidak ingin harta. Mereka pebisnis tidak butuh harta. Namun mereka memerangi agama ini. Mereka tidak ingin bagi agama ini berdiri sebuah negara di atas muka bumi. Ini tujuan mereka.
Inilah identitas dan jati diri mereka sejak Allah mengutus NabiNya, Muhammad Saw.
*ILMU YANG HAKIKI*
*_Ilmu yang hakiki lagi bermanfaat adalah pemahaman seorang terhadap firman Allah SWT dan sabda Nabi SAW. Inilah ilmu yang hakiki._*
Semua ilmu yang bermanfaat dalam perkara agama, hanya diambil dari pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah RasulNya.
Inilah pemahaman ulama dari dulu. Salah satunya adalah perkataan imam Syafi'i berikut ini:
*_Ilmu adalah firman Allah dan sabda RasulNya serta perkataan para shahabat._*
*_Ilmu bukanlah membenturkan antara sabda Nabi dengan pendapat ulama tanpa kecerdasan._*
Dalam kitabnya berjudul Nuniyyah, Ibnul Qayyim mengatakan:
*_Ilmu adalah firman Allah dan sabda RasulNya serta perkataan para shahabat._*
*_Ilmu bukanlah membenturkan antara sabda Rasul dengan pendapat orang lain tanpa kecerdasan. Ilmu yang hakiki lagi bermanfaat, dalam hidupmu, tidurmu dan bangunmu serta semua urusanmu, adalah pemahaman terhadap firman Allah dan sabda RasulNya._*
*_Ilmu yang hakiki lagi bermanfaat adalah pemahaman seorang terhadap firman Allah SWT dan sabda Nabi SAW. Inilah ilmu yang hakiki._*
Semua ilmu yang bermanfaat dalam perkara agama, hanya diambil dari pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah RasulNya.
Inilah pemahaman ulama dari dulu. Salah satunya adalah perkataan imam Syafi'i berikut ini:
*_Ilmu adalah firman Allah dan sabda RasulNya serta perkataan para shahabat._*
*_Ilmu bukanlah membenturkan antara sabda Nabi dengan pendapat ulama tanpa kecerdasan._*
Dalam kitabnya berjudul Nuniyyah, Ibnul Qayyim mengatakan:
*_Ilmu adalah firman Allah dan sabda RasulNya serta perkataan para shahabat._*
*_Ilmu bukanlah membenturkan antara sabda Rasul dengan pendapat orang lain tanpa kecerdasan. Ilmu yang hakiki lagi bermanfaat, dalam hidupmu, tidurmu dan bangunmu serta semua urusanmu, adalah pemahaman terhadap firman Allah dan sabda RasulNya._*
~Bacaan penting buat para orangtua murid - yang kurang menghargai guru anaknya. ~
KETERIKATAN ANTARA GURU DAN MURID
Yang paling penting bagi seorang pelajar (penuntut ilmu) adalah keterikatan dengan gurunya. Kenapa? karena guru aau orang 'alim yang membimbing penuntut ilmu/pelajar, dia tahu yang diperlukan oleh pelajar tersebut.
Pelajar bisa jadi mengira telah menyelesaikan tingkat pertama dan bisa melanjutkan di tingkat dua namun gurunya lebih berpengalaman daripada dia. Guru itu bisa tahu bahwa pelajar tersebut perlu mempelajari lagi ilmu ini dan ilmu itu dan gurunya tahu apakah dia telah melewati tingkat ini atau belum.
Gurunya juga tahu apakah kitab ini sesuai untuk penuntut ilmu itu dan masyarakatnya ataukah dia perlu mempelajari kitab lain.
Jadi merujuk kepada guru yang mengajari pelajar ilmu tersebut sangat penting.
Wallahu ta'ala a'lam
( *_DR. Ismail al Ghasab_* )
KETERIKATAN ANTARA GURU DAN MURID
Yang paling penting bagi seorang pelajar (penuntut ilmu) adalah keterikatan dengan gurunya. Kenapa? karena guru aau orang 'alim yang membimbing penuntut ilmu/pelajar, dia tahu yang diperlukan oleh pelajar tersebut.
Pelajar bisa jadi mengira telah menyelesaikan tingkat pertama dan bisa melanjutkan di tingkat dua namun gurunya lebih berpengalaman daripada dia. Guru itu bisa tahu bahwa pelajar tersebut perlu mempelajari lagi ilmu ini dan ilmu itu dan gurunya tahu apakah dia telah melewati tingkat ini atau belum.
Gurunya juga tahu apakah kitab ini sesuai untuk penuntut ilmu itu dan masyarakatnya ataukah dia perlu mempelajari kitab lain.
Jadi merujuk kepada guru yang mengajari pelajar ilmu tersebut sangat penting.
Wallahu ta'ala a'lam
( *_DR. Ismail al Ghasab_* )
*MUHASABAH DI BULAN RAJAB DAN SYA'BAN*
*_Dulu para shahabat takut meninggal dunia bukan di atas agama Islam, sedang kita merasa aman, dia berjalan di muka bumi dengan santai seakan surga di bawah telapak kakinya._*
Tidak ada orang berakal yang merasa seperti ini. Shahabat Umar banyak takut kepada dirinya, para shahabat jika 1 kakinya sudah di surga maka 1 kaki lainnya belum merasa aman.
Shahabat Umar tidak tidur di malam hari. Ditanya kenapa anda tidak tidur? beliau jawab,"Saya kalau tidur di malam hari berarti saya menyia-nyiakan hak Allah. Jika saya tidur di siang hari berarti saya menyia-nyiakan hak masyarakat.
Kita ini hamba-hamba Allah, tidaklah Allah ciptakan kita kecuali untuk beramal. Meremehkan amal saleh itu adalah kebiasaannya orang-orang lalai, semoga Allah tidak catat kita sebagai orang lalai.
Sekarang kita berada di bulan Rajab. Hingga detik ini masih saja ada muslim yang tidak sholat witir. Seorang muslim tidak sholat witir? muslim tapi tidak melakukan 2 rakaat sebelum fajar (subuh)? padahal Nabi mengatakan, jangan tinggalkan 2 rakaat sebelum subuh ini walaupun sedang perang.
Nasihat saya ya ikhwah, mari membuka lembaran baru. Jika kebiasaannya tidak melakukan sholat witir, sekarang berjanji untuk tidak meninggalkan witir. Jika kebiasaannya tidak sholat sunnah rawatib, yang mana amalan ini dijanjikan oleh Nabi, siapa yang mengerjakannya, dibangunkan 1 rumah di surga.
Mulai dari sekarang, jika kebiasaannya ghibahin (ngomongin kejelekan) orang, mulai sekarang berhentilah ghibah. Ada orang ghibah itu bagi dia seperti minum air putih. Sampai imam al Ghazali mengatakan, ghibah itu buah-buahannya para ulama, yakni ulama sulit menghindarinya.
Orang yang ghibahin orang lain maka amalan kebaikannya ditransfer menuju orang yang dia ghibahi. Yakni jika kamu ghibahin orang, pahala sholatmu pindah ke orang itu, pahala puasamu pindah juga. Ketaatanmu semua pindah, jadi kamu beribadah selama 20 tahun ini untuk orang lain?.
*_Jadi, seseorang harus pintar, apakah kamu memikirkannya? apakah kamu tidak mentadabburinya? bulan ini berhati-hatilah, jangan sampai melewati bulan Rajab dan Syaban seperti bulan-bulan lainnya._*
(Syaikh Adham al Asimi)
*_Dulu para shahabat takut meninggal dunia bukan di atas agama Islam, sedang kita merasa aman, dia berjalan di muka bumi dengan santai seakan surga di bawah telapak kakinya._*
Tidak ada orang berakal yang merasa seperti ini. Shahabat Umar banyak takut kepada dirinya, para shahabat jika 1 kakinya sudah di surga maka 1 kaki lainnya belum merasa aman.
Shahabat Umar tidak tidur di malam hari. Ditanya kenapa anda tidak tidur? beliau jawab,"Saya kalau tidur di malam hari berarti saya menyia-nyiakan hak Allah. Jika saya tidur di siang hari berarti saya menyia-nyiakan hak masyarakat.
Kita ini hamba-hamba Allah, tidaklah Allah ciptakan kita kecuali untuk beramal. Meremehkan amal saleh itu adalah kebiasaannya orang-orang lalai, semoga Allah tidak catat kita sebagai orang lalai.
Sekarang kita berada di bulan Rajab. Hingga detik ini masih saja ada muslim yang tidak sholat witir. Seorang muslim tidak sholat witir? muslim tapi tidak melakukan 2 rakaat sebelum fajar (subuh)? padahal Nabi mengatakan, jangan tinggalkan 2 rakaat sebelum subuh ini walaupun sedang perang.
Nasihat saya ya ikhwah, mari membuka lembaran baru. Jika kebiasaannya tidak melakukan sholat witir, sekarang berjanji untuk tidak meninggalkan witir. Jika kebiasaannya tidak sholat sunnah rawatib, yang mana amalan ini dijanjikan oleh Nabi, siapa yang mengerjakannya, dibangunkan 1 rumah di surga.
Mulai dari sekarang, jika kebiasaannya ghibahin (ngomongin kejelekan) orang, mulai sekarang berhentilah ghibah. Ada orang ghibah itu bagi dia seperti minum air putih. Sampai imam al Ghazali mengatakan, ghibah itu buah-buahannya para ulama, yakni ulama sulit menghindarinya.
Orang yang ghibahin orang lain maka amalan kebaikannya ditransfer menuju orang yang dia ghibahi. Yakni jika kamu ghibahin orang, pahala sholatmu pindah ke orang itu, pahala puasamu pindah juga. Ketaatanmu semua pindah, jadi kamu beribadah selama 20 tahun ini untuk orang lain?.
*_Jadi, seseorang harus pintar, apakah kamu memikirkannya? apakah kamu tidak mentadabburinya? bulan ini berhati-hatilah, jangan sampai melewati bulan Rajab dan Syaban seperti bulan-bulan lainnya._*
(Syaikh Adham al Asimi)