*Sekolah Konselor Keluarga*
_BATCH 1 - ANGKATAN PERTAMA_
Ini adalah pelatihan fundamental, sangat penting diikuti oleh pasangan suami istri, terlebih pasangan milenial yang belum lama menikah, juga penting untuk yang sedang berencana menikah.
Banyak permasalahan bermula dari harta, ketidakjelasan kepemilikan harta dalam sebuah keluarga adalah ibarat bara api yang siap menyala membakar para penghuninya.
Maka ilmu tentang harta dan warisan adalah ilmu wajib bagi pasangan suami istri, juga bagi calon pasangan suami istri.
*Kisi-kisi Materi Sekolah Konselor Keluarga*
Hukum pemisahan harta
Enam poin yang harus dipahami:
1. Seluruh gaji suami adalah milik suami, kecuali sebagian yang diberikan kepada istri.
2. Seluruh barang yang dibeli dengan uang suami adalah milik suami, kecuali apa yang dihadiahkan kepada istri.
3. Seluruh warisan dari keluarga suami/istri adalah milik suami/istri. [Jadi, kalau menikah dengan anak orang kaya, jangan otomatis merasa ikut memiliki harta mertua.]
4. Seluruh harta (uang/barang) yang dititipkan kepada istri, hanya boleh digunakan seijin suami.
5. Bila suami wafat, yang diwaris hanyalah harta milik suami. Bagian istri 1/8, ibunya suami 1/6, ayahnya suami 1/6, sisanya untuk anak laki-laki & perempuan (perbandingan 2:1). Jika tidak punya anak laki-laki, hitungannya sedikit berbeda.
6. Bila terjadi perceraian, tidak perlu berebut harta karena tidak ada harta bersama. Suami pergi membawa hartanya, istri pergi membawa hartanya.
*Waktu*
Ahad, 20 Februari 2022
pukul 10.00-13.00 WIB
Tempat: *DJEGANG CAFE*
Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
(Map lokasi: s.id/djegang)
Investasi: Rp. 100.000,-/peserta
*Peserta terbatas 15 orang*
*Pendaftaran*
wa.me/62895386894755
_BATCH 1 - ANGKATAN PERTAMA_
Ini adalah pelatihan fundamental, sangat penting diikuti oleh pasangan suami istri, terlebih pasangan milenial yang belum lama menikah, juga penting untuk yang sedang berencana menikah.
Banyak permasalahan bermula dari harta, ketidakjelasan kepemilikan harta dalam sebuah keluarga adalah ibarat bara api yang siap menyala membakar para penghuninya.
Maka ilmu tentang harta dan warisan adalah ilmu wajib bagi pasangan suami istri, juga bagi calon pasangan suami istri.
*Kisi-kisi Materi Sekolah Konselor Keluarga*
Hukum pemisahan harta
Enam poin yang harus dipahami:
1. Seluruh gaji suami adalah milik suami, kecuali sebagian yang diberikan kepada istri.
2. Seluruh barang yang dibeli dengan uang suami adalah milik suami, kecuali apa yang dihadiahkan kepada istri.
3. Seluruh warisan dari keluarga suami/istri adalah milik suami/istri. [Jadi, kalau menikah dengan anak orang kaya, jangan otomatis merasa ikut memiliki harta mertua.]
4. Seluruh harta (uang/barang) yang dititipkan kepada istri, hanya boleh digunakan seijin suami.
5. Bila suami wafat, yang diwaris hanyalah harta milik suami. Bagian istri 1/8, ibunya suami 1/6, ayahnya suami 1/6, sisanya untuk anak laki-laki & perempuan (perbandingan 2:1). Jika tidak punya anak laki-laki, hitungannya sedikit berbeda.
6. Bila terjadi perceraian, tidak perlu berebut harta karena tidak ada harta bersama. Suami pergi membawa hartanya, istri pergi membawa hartanya.
*Waktu*
Ahad, 20 Februari 2022
pukul 10.00-13.00 WIB
Tempat: *DJEGANG CAFE*
Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
(Map lokasi: s.id/djegang)
Investasi: Rp. 100.000,-/peserta
*Peserta terbatas 15 orang*
*Pendaftaran*
wa.me/62895386894755
Djegang - Susu Murni · Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia
★★★★★ · Cafe
Semangat pagi shahabatku, pandanglah langit di malam hari, kan kau temukan indahnya rembulan, gemerlapnya bintang gemintang sejauh mata memandang. Itulah fitrahnya benda-benda langit dicipta sebagai perhiasan bagi manusia, untuk menghiburnya di kala sempit dan untuk mengajaknya bersyukur dikala bahagia. Maka, saat kita merasakan dunia mulai sempit, kehidupan ini mulai terasa sesak dengan berbagai masalah, intrik, pertikaian, perselisihan, rebut-rebutan, lihatlah ke atas sana, luasnya cakrawala, akan menyadarkan kita bahwa merebutkan dunia yang sempit, kemaruk dengan harta dunia dan segala isinya yang sementara, tak kan pernah ada habisnya, ada janji Tuhan kita yang lebih layak diperjuangkan dan titi jalannya.
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an Nahl:97)
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an Nahl:97)
Allah berfirman (yang artinya) : “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma’idah: 44). Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah ibadah dan merupakan salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.
Sifat Orang Yang Bertaqwa
Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).
Lihat juga bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)
Semakin Berilmu Semakin Takut Kepada Allah
Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).
Oleh karenanya para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.
Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
karena rasa takut yang timbul dari ma’rifatullah yang mendalam.
Sifat Orang Yang Bertaqwa
Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).
Lihat juga bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)
Semakin Berilmu Semakin Takut Kepada Allah
Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).
Oleh karenanya para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.
Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
karena rasa takut yang timbul dari ma’rifatullah yang mendalam.
*Nasihat Bagi yang Hobi Foto*
Pertama, salah satu musibah yang sudah tersebar adalah hobi memfoto semua hal yang terjadi di hadapannya. Saat membuat kue, ia foto, lalu ia share ke mana-mana. Padahal suaminya belum melihatnya. Setiap kali selesai memasak, ia foto, sebelum dimakan oleh anggota keluarganya. Ketika ada pohon bergoyang di depan rumah ia foto lalu ia share ke mana-mana.
Sungguh, ini orang kurang kerjaan dan kurang cerdas. Adapun hob memfoto makhluk hidup, maka hukumnya haram, menurut pendapat yang saya anggap kuat. Tidak boleh dilakukan kecuali ada hajat dan harus sesuai kadar hajatnya.
Meskipun misalnya anda berpendapat oleh memfoto makhluk hidup. Tetap saja hal ini termasuk perbuatan kurang akal, memfoto anak dengan penampilan terindahnya. Lalu engkau share ke orang-orang.
Terkadang ada orang yang memfoto karena kagum dengan kekuatan atau kesempurnaan tubuh anaknya, lalu dia share ke orang-orang. Ini bisa membuat
anak tertimpa bahaya. Telah kita sebutkan bahwa 'AIN itu benar adanya.
Terkadang ada juga yang malah memfoto hal buruk dari anaknya, baik fisiknya maupun perbuatannya, lalu ia share sehingga orang-orang dapat tertawa karenanya. Ini termasuk sikap tidak amanah atasnikmat anak. Anak anada itu lemah. Apakah anda rela memfoto anak yang sedang seperti itu lalu anda share sehingga orang-orang mentertawakannya? bahkan sebagian ingin dapat uang dengan hal ini. Agar dapat 1 juta viewer, dengan mengorbankan anaknya yang lemah untuk membuat orang-orang tertawa.
Bisa jadi ketika ia sudah besar, ia menemukan foto tersebut. Efek buruknya ibarat pribahasa: Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Wasiatku untuk muslim dan muslimah, sibukkan diri dengan hal bermanfaat. Pada hal-hal yang dapat mengangkat derajat di duni dan di akhirat.
(Syech Sulaiman ar Ruhaily)
Pertama, salah satu musibah yang sudah tersebar adalah hobi memfoto semua hal yang terjadi di hadapannya. Saat membuat kue, ia foto, lalu ia share ke mana-mana. Padahal suaminya belum melihatnya. Setiap kali selesai memasak, ia foto, sebelum dimakan oleh anggota keluarganya. Ketika ada pohon bergoyang di depan rumah ia foto lalu ia share ke mana-mana.
Sungguh, ini orang kurang kerjaan dan kurang cerdas. Adapun hob memfoto makhluk hidup, maka hukumnya haram, menurut pendapat yang saya anggap kuat. Tidak boleh dilakukan kecuali ada hajat dan harus sesuai kadar hajatnya.
Meskipun misalnya anda berpendapat oleh memfoto makhluk hidup. Tetap saja hal ini termasuk perbuatan kurang akal, memfoto anak dengan penampilan terindahnya. Lalu engkau share ke orang-orang.
Terkadang ada orang yang memfoto karena kagum dengan kekuatan atau kesempurnaan tubuh anaknya, lalu dia share ke orang-orang. Ini bisa membuat
anak tertimpa bahaya. Telah kita sebutkan bahwa 'AIN itu benar adanya.
Terkadang ada juga yang malah memfoto hal buruk dari anaknya, baik fisiknya maupun perbuatannya, lalu ia share sehingga orang-orang dapat tertawa karenanya. Ini termasuk sikap tidak amanah atasnikmat anak. Anak anada itu lemah. Apakah anda rela memfoto anak yang sedang seperti itu lalu anda share sehingga orang-orang mentertawakannya? bahkan sebagian ingin dapat uang dengan hal ini. Agar dapat 1 juta viewer, dengan mengorbankan anaknya yang lemah untuk membuat orang-orang tertawa.
Bisa jadi ketika ia sudah besar, ia menemukan foto tersebut. Efek buruknya ibarat pribahasa: Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Wasiatku untuk muslim dan muslimah, sibukkan diri dengan hal bermanfaat. Pada hal-hal yang dapat mengangkat derajat di duni dan di akhirat.
(Syech Sulaiman ar Ruhaily)
*LETAKKAN SEJENAK HP MU*
Tidak diragukan lagi, HP (sosial media) memang salah satu sumber masalah. HP (sosial media) ini memiliki kebaikan yang banyak begitu juga memiliki keburukan yang banyak. Dan hamba Allah yang mendapatkan taufik adalah yang memanfaatkan fungsi baiknya, serta menyampaikan kebaikan kepada orang-orang melalui perantaranya, ia juga tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Kesimpulannya, ia memiliki 2 sifat:
1. Ia memanfaatkan fungsi baiknya dan meyampaikan kebaikan kepada manusia melalui perantaranya.
2. Tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Tidak diragukan lagi, termasuk masalah pada era ini adalah tersiukkannya orang-orang dengan HP (sosial media), bahkan terkadang sampai menyibukkan dari sholat. Di masjid, iqamah sudah dikumandangkan, imam sudah memulai takbirnya, namun di belakang sana, masih terlihat ada orang yang sibuk memainkan HP nya. Membaca berita, menulis status, melakukan ini itu. Tidak diragukan lagi, ini termasuk keburukan HP (sosial media).
Di antara keburukannya juga, tersibukkannya orang-orang karena sebab HP dari orang yang pantas untuk dihormati dan diberi perhatian. Suami sibuk sendiri dengan HPnya, istri juga sibuk sendiri dengan HPnya. Hampir-hampir suami istri tidak pernah berbincang-bincang. Bahkan mungkin ada suami yang mengajak bicara istrinya melalui HP (sosial media), padahal mungkin mereka bedua sedang duduk bersama di atas satu ranjang, namun keduanya malah saling tulis menulis melalui HP (sosial media).
Yang lebih parah adalah seorang sibuk dengan HPnya di depan ayah atau ibunya. Mungkin ibunya mengajaknya berbicara, bertanya keadaan cucu-cucunya, tapi dia sibuk menulis statusnya, baru kemudian tersadar sambila mengatakan," Hahhh (bagaimana bu?)".
Dan jujur ini adalah masalah. Karena itu menurut pendapatku yang terbaik untuk seorang muslim aalah membuat waktu khusus dalam menggunakannya.
Contoh pertama, misal satu jam atau sekitar itu di waktu tertentu. Kedua, ketika ia hendak masuk rumah, HP dimatikan, untuk bercengkrama dan menyibukkan diri dengan keluarga dan istrinya. Baru apabila ada waktu longgar, HP dapat dibuka kembali.
Apabila ia sedang berkunjung ke rumah ayah ibunya, sebelum membunyikan bel, hendaknya HP sudah dimatikan, sampai nanti ia keluar dari rumah tersebut.
Di antara cerita yang kami dengar, ada seorang wanita tua yang melihat anak-anaknya sangat sibuk dengan HPnya, mereka masuk rumah tapi masing-masing masih memegang HPnya. Maka ia pun berinisiatif meletakkan keranjang di pintu masuk, ia mengatakan,"Siapa yang masuk harus meletakkan HPnya di keranjang ini, apabila keluar silahkan diambil lagi". Dan ide ini cukup cemerlang dan bagus.
Maka Wahai saudaraku, sudah sepantasnya kita bijak menggunakan HP (sosial media). Yang pertama, tutup celah keburukan pada HP tersebut, dengan cara menjauhi orang-orang pembawa masalah dan keburukan. Kedua, jangan sampai HP menyita banyak waktu kita, jangan sampai HP memakan waktu-waktu penting kita.
Sangat disayangkan, hari ini ketika seorang muslim ditanya,"Berapa banyak ayat yang telah anda baca hari ini?". Dia menjawab,"Hah, hari ini aku sibuk, belum sempat membaca al Quran".
Dan tanyakan, berapa banyak status orang yang telah engkau baca?. Dia menjawab,"Ribuan status".
Engkau tidak punya waktu untuk membaca al Quran?untuk membaca kalam Allah yang semuanya keberkahan? dan demi Allah, membaca al Quran itu menurunkan keberkahan hari itu. Dan setiap kali engkau perbanyak bacaan al Quran, keberkahan harimu juga akan bertambah. Tapi engkau mengatakan,"Tidak punya waktu untuk membaca al Quran? namun engkau punya waktu untuk membaca status, tweet dan semisalnya?.
Sudah sepantasnya kita bersikap bijak dalam masalah HO ini, wahai saudaraku. Kita juga perlu waspada dengan alat yang berpotensi membawa kemudharatan dan keburukan ini.
(_Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ )
Tidak diragukan lagi, HP (sosial media) memang salah satu sumber masalah. HP (sosial media) ini memiliki kebaikan yang banyak begitu juga memiliki keburukan yang banyak. Dan hamba Allah yang mendapatkan taufik adalah yang memanfaatkan fungsi baiknya, serta menyampaikan kebaikan kepada orang-orang melalui perantaranya, ia juga tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Kesimpulannya, ia memiliki 2 sifat:
1. Ia memanfaatkan fungsi baiknya dan meyampaikan kebaikan kepada manusia melalui perantaranya.
2. Tidak tersibukkan dari hal yang lebih penting.
Tidak diragukan lagi, termasuk masalah pada era ini adalah tersiukkannya orang-orang dengan HP (sosial media), bahkan terkadang sampai menyibukkan dari sholat. Di masjid, iqamah sudah dikumandangkan, imam sudah memulai takbirnya, namun di belakang sana, masih terlihat ada orang yang sibuk memainkan HP nya. Membaca berita, menulis status, melakukan ini itu. Tidak diragukan lagi, ini termasuk keburukan HP (sosial media).
Di antara keburukannya juga, tersibukkannya orang-orang karena sebab HP dari orang yang pantas untuk dihormati dan diberi perhatian. Suami sibuk sendiri dengan HPnya, istri juga sibuk sendiri dengan HPnya. Hampir-hampir suami istri tidak pernah berbincang-bincang. Bahkan mungkin ada suami yang mengajak bicara istrinya melalui HP (sosial media), padahal mungkin mereka bedua sedang duduk bersama di atas satu ranjang, namun keduanya malah saling tulis menulis melalui HP (sosial media).
Yang lebih parah adalah seorang sibuk dengan HPnya di depan ayah atau ibunya. Mungkin ibunya mengajaknya berbicara, bertanya keadaan cucu-cucunya, tapi dia sibuk menulis statusnya, baru kemudian tersadar sambila mengatakan," Hahhh (bagaimana bu?)".
Dan jujur ini adalah masalah. Karena itu menurut pendapatku yang terbaik untuk seorang muslim aalah membuat waktu khusus dalam menggunakannya.
Contoh pertama, misal satu jam atau sekitar itu di waktu tertentu. Kedua, ketika ia hendak masuk rumah, HP dimatikan, untuk bercengkrama dan menyibukkan diri dengan keluarga dan istrinya. Baru apabila ada waktu longgar, HP dapat dibuka kembali.
Apabila ia sedang berkunjung ke rumah ayah ibunya, sebelum membunyikan bel, hendaknya HP sudah dimatikan, sampai nanti ia keluar dari rumah tersebut.
Di antara cerita yang kami dengar, ada seorang wanita tua yang melihat anak-anaknya sangat sibuk dengan HPnya, mereka masuk rumah tapi masing-masing masih memegang HPnya. Maka ia pun berinisiatif meletakkan keranjang di pintu masuk, ia mengatakan,"Siapa yang masuk harus meletakkan HPnya di keranjang ini, apabila keluar silahkan diambil lagi". Dan ide ini cukup cemerlang dan bagus.
Maka Wahai saudaraku, sudah sepantasnya kita bijak menggunakan HP (sosial media). Yang pertama, tutup celah keburukan pada HP tersebut, dengan cara menjauhi orang-orang pembawa masalah dan keburukan. Kedua, jangan sampai HP menyita banyak waktu kita, jangan sampai HP memakan waktu-waktu penting kita.
Sangat disayangkan, hari ini ketika seorang muslim ditanya,"Berapa banyak ayat yang telah anda baca hari ini?". Dia menjawab,"Hah, hari ini aku sibuk, belum sempat membaca al Quran".
Dan tanyakan, berapa banyak status orang yang telah engkau baca?. Dia menjawab,"Ribuan status".
Engkau tidak punya waktu untuk membaca al Quran?untuk membaca kalam Allah yang semuanya keberkahan? dan demi Allah, membaca al Quran itu menurunkan keberkahan hari itu. Dan setiap kali engkau perbanyak bacaan al Quran, keberkahan harimu juga akan bertambah. Tapi engkau mengatakan,"Tidak punya waktu untuk membaca al Quran? namun engkau punya waktu untuk membaca status, tweet dan semisalnya?.
Sudah sepantasnya kita bersikap bijak dalam masalah HO ini, wahai saudaraku. Kita juga perlu waspada dengan alat yang berpotensi membawa kemudharatan dan keburukan ini.
(_Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ )
*YANG MEREKA INGINKAN DARI ISLAM DAN MUSLIMIN*
*_Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu._* (QS. )
*_Dan orang-orang yahudi dan kristen tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka._* (QS. al Baqarah:120)
Orang yahudi dan kristen selamanya tidak menginginkan dari kita tetap di atas agama Islam. Yang mereka mau hanyalah kita meninggalkan Islam. Apakah kita akan mengikuti mereka?
Mereka tidak akan ridho terhadap kita hingga meskipun hanya kita tinggalkan sebagian agama dan kita berikan kepada mereka. Mereka tidak akan ridho kecuali kita tinggalkan agama (Islam) sepenuhnya, dan kita ganti jadi yahudi dan kristen.
Fakta sejarah mereka memerangi kaum muslimin di Afghanistan, Bosni-herzegovina dan Chechnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka agama. Mereka tidak ingin agama (Islam) ini berdiri.
Negara-negara yang besar dari kaum muslimin, apapun yang ada di dalamnya, sekarang mereka acak-acak. Seperti di Indonesia dan yang lainnya. Negeri-negeri Islam mereka acak-acak. Apapun yang ada di dalamnya berupa kelemahan dan perkara-perkara yang lainnya. Tetapi mereka tidak ingin bagi agama (Islam) ini menjadi nama negara.
OLeh karena itu kalian lihat sekarang perbuatan mereka terhadap kaum muslimin. Mereka bunuhi, mereka usir dan mereka hancurkan rumah-rumahnya. Mereka tidak ingin harta. Mereka pebisnis tidak butuh harta. Namun mereka memerangi agama ini. Mereka tidak ingin bagi agama ini berdiri sebuah negara di atas muka bumi. Ini tujuan mereka.
Inilah identitas dan jati diri mereka sejak Allah mengutus NabiNya, Muhammad Saw.
*_Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu._* (QS. )
*_Dan orang-orang yahudi dan kristen tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka._* (QS. al Baqarah:120)
Orang yahudi dan kristen selamanya tidak menginginkan dari kita tetap di atas agama Islam. Yang mereka mau hanyalah kita meninggalkan Islam. Apakah kita akan mengikuti mereka?
Mereka tidak akan ridho terhadap kita hingga meskipun hanya kita tinggalkan sebagian agama dan kita berikan kepada mereka. Mereka tidak akan ridho kecuali kita tinggalkan agama (Islam) sepenuhnya, dan kita ganti jadi yahudi dan kristen.
Fakta sejarah mereka memerangi kaum muslimin di Afghanistan, Bosni-herzegovina dan Chechnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka agama. Mereka tidak ingin agama (Islam) ini berdiri.
Negara-negara yang besar dari kaum muslimin, apapun yang ada di dalamnya, sekarang mereka acak-acak. Seperti di Indonesia dan yang lainnya. Negeri-negeri Islam mereka acak-acak. Apapun yang ada di dalamnya berupa kelemahan dan perkara-perkara yang lainnya. Tetapi mereka tidak ingin bagi agama (Islam) ini menjadi nama negara.
OLeh karena itu kalian lihat sekarang perbuatan mereka terhadap kaum muslimin. Mereka bunuhi, mereka usir dan mereka hancurkan rumah-rumahnya. Mereka tidak ingin harta. Mereka pebisnis tidak butuh harta. Namun mereka memerangi agama ini. Mereka tidak ingin bagi agama ini berdiri sebuah negara di atas muka bumi. Ini tujuan mereka.
Inilah identitas dan jati diri mereka sejak Allah mengutus NabiNya, Muhammad Saw.