BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*Sholat Khusyu*

Saudaraku, ketika engkau sedang sholat, seringkali engkau dapati perkelahian dalam jiwamu, ia berkata,"Ayo cepat, cepat ('ajjil 'ajjil). Tapi jangan engkau taati (laa tuthi'haa).

Jawablah,"Aku tahu bahwa aku tidak akan mengambil manfaat dari dunia kecuali dengan waktu-waktu seperti ini dan amalan seperti ini saja".

Apabila engkau bisa menghadirkan perasaan ini dan sadar bahwa dirimu tidak akan bisa mengambil manfaat dari kehidupan ini kecuali dengannya dan amalan semisalnya, apakah engkau akan lari darinya seperti larimu dari singa atau engkau akan tenang?. Jawab jamaah, akan merasa tenang. Wahai saudaraku, pikirkan ini.

ketika engkau bertakbir, Allahu Akbar, jiwamu berkata,"Ayo ayo, cepat (masy-syi masy-syi). Wahai saudaraku, jawablah," tenang, tenang, tenang (haunaa, haunaam haunaa).

Aku tak memiliki apapun dari kehidupanku selain sholat ini, sholat inilah yang akan bermanfaat untukku saat di kubur, ketika kematian datang dan ketika hari kiamat tiba, maka tenanglah wahai saudaraku.

Lalu coba renungkan, dengan siapa engkau berbicara ketika sholat? siapa yang sedang engkau ajak bicara saudaraku? engkau sedang berbicara dengan Zat yang paling engkau cintai, Allah.

Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Alhamdulillahi rabbil'aalamiin*, ia menjawab dari atas langit ke tujuh,"Hambaku telah memujiKu (hamidanii 'abdii).

Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Arrahmaanirrahiim*, ia menjawab,"HambaKu telah menyanjungKu".

Tidaklah engkau sadar ketika engkau membaca *Maliki yaumiddiin*, Ia menjawab,"HambaKu telah mengagungkanKu".

Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin*, Ia menjawab,"Ayat ini adalah pembatas antara bagianKu dan bagian hambaKu".

Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Ihdinash shiraaatol mustaqiim, Ia menjawab,"Ini adalah bagian hambaKu dan untuknya apa yang ia minta". (HR. Muslim no.395).

Apakah engkau dapati ada kebaikan yang lebih baik dari ini? (Hal tajidu khairan aktsaru min haadzaa.

Bagaimana mungkin engkau berusaha lari dari Zat yang berbicara denganmu sementara Ia Maha Mampu melakukan segala sesuatu?

Demi Allah seandainya kita bisa menghadirkan perasaan ini niscaya ibadah kita akan terasa ringan. Dan pasti semua urusan dunia akan terasa ringan.

Seandainya dunia senilai dengan satu sayap nyamuk, Allah tidak akan memberi minum orang-orang kafir.
*Akhlaq Seorang Muslim*

Akhlak seorang muslim, dia tidak membalas keburukan dengan keburukan, membalashinaan hinaan, sebagaimana firman Allah:
*_Balaslah dengan yang lebih baik_*. (QS. Fushilat:34)

Meskipun orang-orang merendahkannya, seorang muslim tetap rahmat dan belas kasih kepada mereka (yusyfiqu 'alaihim). Mendoakan hidayah, kebaikan dan keistiqomahan tanpa mereka ketahui.

Ia juga mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan nasihat kepada mereka. Padahal mereka telah menghina (yastahji'uuna) dan merendahkannya (yaskhoruuna). Tapi ia tidak membalas dengan yang semisal (laa yu'aamiluhum bil mitsli).

Ini adalah salah satu bukti kebaikan yang dimiliki oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan bukti ada kasih sayang di hatinya. Padahal tadi mereka menghina dan merendahkan. Tapi dia merahmati, kasihan, berharap kebaikan (yatamannaa sholaahahu), mendoakan hidayah (yad'uu lahu bilhidaayah), taufiq dan agar dapat menempuh jalan kebenaran (sabiili ar rosyaad).

Inilah jalan seorang muslim (hadzihi thoriiqotul muslimuun).

*_Balaslah dengan lebih baik, pasti musuhmu akan berubah seakan-akan teman kaaribmu._*. (QS. Fushilat:34).

Seorang mukmin itu tidak suka mencela (syaknihi at tho'nu), melaknat (al la'nu) dan merendahkan orang lain (al istihjaau).

Hadits Nabi:
Laysal mukminu bith tho'aani wa laal la'aani wa laal faahisyi wa laa badzii-i
*_Orang mukmin itu tidak suka merendahkan, melaknat, berkata kotor dan keji. (HR. Tirmidzi no.1977)

Semuanya jauh dari seorang mukmin. Perkataan orang mukmin pasti baik, ucapannya bermanfaat, ingin kebaikan untuk orang lain (naashihu linnaasi), mengarahkan orang-orang pada kebaikan (yadulluhum ilaal khair), menjelaskan jalan kebenaran (yubay yinu lahumul haqqa wal hudaa).

Inilah jalan dan metode hidupnya (hadza manhajuhu wa hadzihi thoriiqotuhu).
*7 Ciri Penghuni Surga Firdaus*

1. Beriman kepada Allah dengan menjalankan segala konsekuensinya sebagai mukmin
2. Khusyu' dalam sholatnya. Sesuatu yang bernilai tinggi membutuhkan perjuangan sebagaimana khusyu' dalam sholat adalah bak intan permata berlian, harus diperjuangkan. Saat sholat pikiran harus tertuju kepada Allah, renungi ayat-ayatnya, bacaan sholat kita, rasakan kebesaran Allah, dan lemahnya kita sebagai hambaNya Allah. Nabi bersabda:
وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ
*_dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat._* (HR. An-Nasai [7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah [3/98 dan 4/424])
3. Menjauhi diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia/tidak berguna. Di zaman sosial media ini, begitu mudahnya kita men-share sesuatu, namun seringkali kita tidak berpikir apakah yang kita share itu ada manfaatnya atau hanya sekedar candaan yang sia-sia bahkan mengarah kepada dosa. Jika kita menginginkan kehidupan yang bahagia dan menjadi penghuni surga Firdaus tentunya mulai hari ini kita lebih berhati-hati, memilah dan memilih mana yang hendak kita share. Ini hanya sebuah contoh dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia dari budaya sosmed yang serba mudah.

Seorang mukmin itu tidak suka mencela (syaknihi at tho'nu), melaknat (al la'nu) dan merendahkan orang lain (al istihjaau).

Hadits Nabi:
Laysal mukminu bith tho'aani wa laal la'aani wa laal faahisyi wa laa badzii-i
*_Orang mukmin itu tidak suka merendahkan, melaknat, berkata kotor dan keji. (HR. Tirmidzi no.1977)

4. Menunaikan zakat atas hartanya. Bagi kita yang punya penghasilan dan masuk wajib zakat, segera tunaikan kewajiban ini untuk mensucikan harta kita, karena dibalik harta yang kita peroleh ada hak orang lain yang harus disisihkan salah satunya berupa zakat yang telah ditentukan Allah besarannya. Selebihnya kita bisa bersedekah, berinfaq, berwakaf dan sebagainya.
5. Memelihara kemaluannya. Tidak mengumbar syahwat/nafsunya kecuali kepada istri-istrinya. Konten-konten porno, baik berupa gambar, video, tulisan dan sebagainya begitu mudahnya diperoleh. Maka bagi kita yang menginginkan surga Firdaus semua itu tidak membuat kita lepas kontrol, dengan membiarkan syahwat kita menikmati semua itu, padahal Allah melarangnya dan kita diminta menjaga kemaluan kita.
6. Memelihara amanah dan janjinya, baik kepada kepada manusia, apalagi terhadap amanah Allah. Hidup kita adalah amanah, maka hiduplah dengan aturan Allah dan NabiNya. Istri, anak-anak dan harta yang kita miliki adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapa Allah. Maka belajar ilmu syariat, agar kita dapat memenuhi semua amanah dan janji kita sesuai dengan yang diinginkan Allah, melalui sunnah NabiNya dan para ulama setelahnya yang merupakan waratsatul anbiyaa.
7. Memelihara sholatnya. Jangan pernah tinggalkan sholat 5 lima, lakukan dengan khusyu', menghadirkan hati dalam mendirikannya. Kemudian tambahlah dengan sholat-sholat sunat qobliyah dan ba'diyah, sholat dhuha, dan yang merupakan kebiasaan orang-orang shalih adalah sholat tahajjud.

Semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi penghuni surga Firdaus, Allah beri kita kekuatan untuk istiqomah menjalankan ketaatan kepadaNya, bersama anak-anak dan istri-istri kita semuanya, aamiin.

( _Catatan. Baca QS al Mukminun:1-11_ )

*_Wallahu a'lam bish showaab_*
Di dalam surat an Nisaa ayat 86 menjelaskan kepada kita bahwa jika kita diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadannya.

Dalam hal ini adalah bab memberi salam. Ketika seseorang memberi salam:
Assalaamu'alaikum, maka jawaban yang benar adalah:
Wa'alaikumussalaam. Salam di sini adalah bentuk ma'rifat artinya bahwa salam (keselamatan) yang disampaikan adalah salam yang berasal dari Allah bukan salam dari selainNya.

Namun bila kata salam ini diucapkan dalam bentuk isim nakirah (tanpa al di depannya) yaitu Wa'alaikum salam, maka makna salam ini masih umum, tidak tertentu yang berasal dari Allah.

Demikian penjelasan Kyai Subhan Makmun, dalam sebuah kajian kitab Tafsir al Munir (Ahad, 13 Januari 2019). Beliau menerangkan perbedaan jawaban salam antara _Wa'alaikumussalaam_ dan _Wa'alaikum Salam_.
*KEDAI MIE AYAM UMM*

Yuk mampir ke kedai mie ayam kami, di Jl. Ceger Raya No. 102 Jurang Mangu Tim, Pd. Aren Tangsel Banten

Kami buka dari pukul 11.00 - 20.00 WIB.

Kami juga menerima pesanan paket mie ayam UMM untuk berbagai acara dan kegiatan, seperti:
1. Arisan
2. Meeting
3. Pernikahan
4. Acara keluarga
5. Menu buka puasa
6. Jumat Berkah
7. Santunan anak yatim
8. Dan lain sebagainya

Hubungi kami di sini:
wa.me/62895386894755

*Lokasi kedai kami*
Jl. Ceger No. 102 Jurang Mangu Tim, Pd. Aren Tangsel 15222 (samping persis perumahan Sahid Mansion)

*Map Lokasi*
https://goo.gl/maps/DX9bDU8bS35VfQqA7
Aplikasi belanja
*Sekolah Konselor Keluarga*

_BATCH 1 - ANGKATAN PERTAMA_

Ini adalah pelatihan fundamental, sangat penting diikuti oleh pasangan suami istri, terlebih pasangan milenial yang belum lama menikah, juga penting untuk yang sedang berencana menikah.

Banyak permasalahan bermula dari harta, ketidakjelasan kepemilikan harta dalam sebuah keluarga adalah ibarat bara api yang siap menyala membakar para penghuninya.

Maka ilmu tentang harta dan warisan adalah ilmu wajib bagi pasangan suami istri, juga bagi calon pasangan suami istri.

*Kisi-kisi Materi Sekolah Konselor Keluarga*

Hukum pemisahan harta
Enam poin yang harus dipahami:
1. Seluruh gaji suami adalah milik suami, kecuali sebagian yang diberikan kepada istri.
2. Seluruh barang yang dibeli dengan uang suami adalah milik suami, kecuali apa yang dihadiahkan kepada istri.
3. Seluruh warisan dari keluarga suami/istri adalah milik suami/istri. [Jadi, kalau menikah dengan anak orang kaya, jangan otomatis merasa ikut memiliki harta mertua.]
4. Seluruh harta (uang/barang) yang dititipkan kepada istri, hanya boleh digunakan seijin suami.
5. Bila suami wafat, yang diwaris hanyalah harta milik suami. Bagian istri 1/8, ibunya suami 1/6, ayahnya suami 1/6, sisanya untuk anak laki-laki & perempuan (perbandingan 2:1). Jika tidak punya anak laki-laki, hitungannya sedikit berbeda.
6. Bila terjadi perceraian, tidak perlu berebut harta karena tidak ada harta bersama. Suami pergi membawa hartanya, istri pergi membawa hartanya.

*Waktu*
Ahad, 20 Februari 2022
pukul 10.00-13.00 WIB
Tempat: *DJEGANG CAFE*
Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
(Map lokasi: s.id/djegang)

Investasi: Rp. 100.000,-/peserta

*Peserta terbatas 15 orang*

*Pendaftaran*
wa.me/62895386894755
Semangat pagi shahabatku, pandanglah langit di malam hari, kan kau temukan indahnya rembulan, gemerlapnya bintang gemintang sejauh mata memandang. Itulah fitrahnya benda-benda langit dicipta sebagai perhiasan bagi manusia, untuk menghiburnya di kala sempit dan untuk mengajaknya bersyukur dikala bahagia. Maka, saat kita merasakan dunia mulai sempit, kehidupan ini mulai terasa sesak dengan berbagai masalah, intrik, pertikaian, perselisihan, rebut-rebutan, lihatlah ke atas sana, luasnya cakrawala, akan menyadarkan kita bahwa merebutkan dunia yang sempit, kemaruk dengan harta dunia dan segala isinya yang sementara, tak kan pernah ada habisnya, ada janji Tuhan kita yang lebih layak diperjuangkan dan titi jalannya.

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an Nahl:97)
Allah berfirman (yang artinya) : “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma’idah: 44). Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah ibadah dan merupakan salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Sifat Orang Yang Bertaqwa
Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).


Lihat juga bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)

Semakin Berilmu Semakin Takut Kepada Allah
Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Oleh karenanya para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.

Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

karena rasa takut yang timbul dari ma’rifatullah yang mendalam.