*Ahli Maksiat Taubat dan Mati di Depan Ka'bah*
Dikisahkan seorang laki-laki (si A) yang banyak dosanya, banyak kesalahannya dan banyak aibnya.
Ia didatangi si B yang sering menasihatinya agar segera kembali dan bertaubat kepada Allah.
Setelah banyak menasihati, si B berkata,"Allah tidak akan mengampunimu. Si A pun berkata,"Allah tidak akan mengampuniku?".
Si A pun sadar dari kelalaiannya. Lalu berkata dengan yakin kepada si B,"Akan kuperlihatkan kepadamu bagaimana cara Allah mengampuniku".
Ia pun segera pergi keMiqot Tan'im Mekkah, disaksikan oleh beberapa orang terpercaya.
Ia memakai ihram dan berniat umrah untuk bertaubat kepaa Allah. Ia pun thawaf di Ka'bah. Ia tersungkur mati di antara Hajar Aswad dan Maqom Ibrahim.
Allah tidak pernah mengecewakan hamba yang yakin kepadaNya.
Seandainya ada manusia yang dosanya memenuhi langit, lalu ia yakin Allah akan mengampuninya, pasti Allah tidak akan mengecewakannya.
(Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi)
Dikisahkan seorang laki-laki (si A) yang banyak dosanya, banyak kesalahannya dan banyak aibnya.
Ia didatangi si B yang sering menasihatinya agar segera kembali dan bertaubat kepada Allah.
Setelah banyak menasihati, si B berkata,"Allah tidak akan mengampunimu. Si A pun berkata,"Allah tidak akan mengampuniku?".
Si A pun sadar dari kelalaiannya. Lalu berkata dengan yakin kepada si B,"Akan kuperlihatkan kepadamu bagaimana cara Allah mengampuniku".
Ia pun segera pergi keMiqot Tan'im Mekkah, disaksikan oleh beberapa orang terpercaya.
Ia memakai ihram dan berniat umrah untuk bertaubat kepaa Allah. Ia pun thawaf di Ka'bah. Ia tersungkur mati di antara Hajar Aswad dan Maqom Ibrahim.
Allah tidak pernah mengecewakan hamba yang yakin kepadaNya.
Seandainya ada manusia yang dosanya memenuhi langit, lalu ia yakin Allah akan mengampuninya, pasti Allah tidak akan mengecewakannya.
(Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi)
COBALAH MENGERTI
(Versi Suami Isteri)
Cobalah mengerti….
Bahwa tujuan pernikahan yang utama bukan untuk mendapatkan keturunan dan kesenangan, tapi untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.
Jangan sampai tujuan utama ini terpinggirkan karena rutinitas mengurus keluarga.
Oleh karena itu, kesibukan utama suami isteri adalah menegakkan tauhid dan berdakwah kepada anggota keluarganya.
*_Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan._*
(Qs. 66 ayat 6).
Cobalah mengerti…
Bahwa misi pernikahan adalah keselamatan seluruh anggota keluarga di dunia dan akhirat. Jangan sampai ada salah satu anggota keluarga yang selamat di dunia, tapi hancur di akhirat (masuk neraka). Oleh karena itu, kita perlu rutin menasehati tentang pentingnya misi ini pada anggota keluarga kita.
Kesedihan terbesar yang dapat dibayangkan sejak sekarang adalah ketika suami, isteri atau anak-anak kita ada yang tak bisa berkumpul di akhirat kelak.
*_(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya._* (Qs. 13 ayat 23).
Cobalah mengerti…
Bahwa kebanggaan suami isteri bukan karena mendapatkan harta, gelar, jabatan atau ketenaran, tetapi karena kesholihan anggota keluarganya. Belajarlah dari kisah Nabi Ya’qub as yang menangis sampai matanya buta karena kedurhakaan (ketidaksholihan) anak-anaknya yang membuang Nabi Yusuf as. Walau akhirnya anak-anaknya bertaubat dan Nabi Yaqub as dapat berkumpul kembali dengan anaknya, Nabi Yusuf as, beliau tetap mewasiatkan kesholihan ini di akhir hidupnya.
*_Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya._*
(Qs. 2 ayat 133).
Cobalah mengerti…
Setiap keluarga punya tawa dan tangisnya masing-masing.
Jangan pernah membandingkan keluarga kita dengan keluarga orang lain, yang menyebabkan kita tergoda menceraikan pasangan. Jangan kalah dengan tipu daya setan yang senang dengan makin banyaknya perceraian. Rawatlah apa yang sudah ada, yang sudah ditakdirkan Allah kepada kita. Yakinlah…bahwa setiap keluarga pasti akan diuji dari arah yang berbeda-beda. Yakinlah…jika kita bersabar dan lulus dari ujian berkeluarga maka pahalanya amat besar.
*_Wahai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung._*
(Qs. 3 ayat 200).
Cobalah mengerti….
Bahwa Allah SWT memberikan cinta sejati kepada suami isteri ketika mereka sudah saling menerima kekurangan pasangannya (bukan berarti suami isteri berhenti untuk berubah makin baik).
Ketahuilah…cinta sejati adalah cinta saling memberi, bukan saling menuntut. Cinta sejati adalah bahagia ketika pasangan kita bahagia.
Langgeng dan menua bersama. Visualisasinya seperti kakek nenek yang berjalan dengan saling menuntun di masa tuanya. Bayangkan itu adalah kita dengan pasangan kita.
Bukankah itu indah dan menjadi kenangan manis, bahkan sampai di alam kubur? Untuk rindu kembali bertemu di surga kelak?
*_Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Robb kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa._*
(Qs. 25 ayat 74).
By. Satria hadi lubis
(Versi Suami Isteri)
Cobalah mengerti….
Bahwa tujuan pernikahan yang utama bukan untuk mendapatkan keturunan dan kesenangan, tapi untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.
Jangan sampai tujuan utama ini terpinggirkan karena rutinitas mengurus keluarga.
Oleh karena itu, kesibukan utama suami isteri adalah menegakkan tauhid dan berdakwah kepada anggota keluarganya.
*_Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan._*
(Qs. 66 ayat 6).
Cobalah mengerti…
Bahwa misi pernikahan adalah keselamatan seluruh anggota keluarga di dunia dan akhirat. Jangan sampai ada salah satu anggota keluarga yang selamat di dunia, tapi hancur di akhirat (masuk neraka). Oleh karena itu, kita perlu rutin menasehati tentang pentingnya misi ini pada anggota keluarga kita.
Kesedihan terbesar yang dapat dibayangkan sejak sekarang adalah ketika suami, isteri atau anak-anak kita ada yang tak bisa berkumpul di akhirat kelak.
*_(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya._* (Qs. 13 ayat 23).
Cobalah mengerti…
Bahwa kebanggaan suami isteri bukan karena mendapatkan harta, gelar, jabatan atau ketenaran, tetapi karena kesholihan anggota keluarganya. Belajarlah dari kisah Nabi Ya’qub as yang menangis sampai matanya buta karena kedurhakaan (ketidaksholihan) anak-anaknya yang membuang Nabi Yusuf as. Walau akhirnya anak-anaknya bertaubat dan Nabi Yaqub as dapat berkumpul kembali dengan anaknya, Nabi Yusuf as, beliau tetap mewasiatkan kesholihan ini di akhir hidupnya.
*_Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya._*
(Qs. 2 ayat 133).
Cobalah mengerti…
Setiap keluarga punya tawa dan tangisnya masing-masing.
Jangan pernah membandingkan keluarga kita dengan keluarga orang lain, yang menyebabkan kita tergoda menceraikan pasangan. Jangan kalah dengan tipu daya setan yang senang dengan makin banyaknya perceraian. Rawatlah apa yang sudah ada, yang sudah ditakdirkan Allah kepada kita. Yakinlah…bahwa setiap keluarga pasti akan diuji dari arah yang berbeda-beda. Yakinlah…jika kita bersabar dan lulus dari ujian berkeluarga maka pahalanya amat besar.
*_Wahai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung._*
(Qs. 3 ayat 200).
Cobalah mengerti….
Bahwa Allah SWT memberikan cinta sejati kepada suami isteri ketika mereka sudah saling menerima kekurangan pasangannya (bukan berarti suami isteri berhenti untuk berubah makin baik).
Ketahuilah…cinta sejati adalah cinta saling memberi, bukan saling menuntut. Cinta sejati adalah bahagia ketika pasangan kita bahagia.
Langgeng dan menua bersama. Visualisasinya seperti kakek nenek yang berjalan dengan saling menuntun di masa tuanya. Bayangkan itu adalah kita dengan pasangan kita.
Bukankah itu indah dan menjadi kenangan manis, bahkan sampai di alam kubur? Untuk rindu kembali bertemu di surga kelak?
*_Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Robb kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa._*
(Qs. 25 ayat 74).
By. Satria hadi lubis
*KELAS EDUKASI KELUARGA*
_AlWahdah adalah lembaga Pendidikan dan Konselor Keluarga. AlWahdah menekankan satu hal yang merupakan fundamental dan esensial dalam kehidupan keluarga muslim yaitu memahami kedudukan harta di dalam keluarga._
Dari hartalah banyak terjadi masalah di dalam kehidupan keluarga muslim. Dari mulai perceraian, rebutan aset kekayaan keluarga, permusuhan antar keluarga dan lain sebagainya, yang mana hal ini tidak bisa didiamkan namun harus segera diberi edukasi dan pendidikan, bagaimana Islam sebenarnya mengatur segala sesuatu di dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah bab Harta.
Berangkat dari begitu banyaknya permasalahan yang terjadi yang berawal dari harta inilah, maka AlWahdah mengajak keluarga muslim untuk sadar dan mau belajar kembali, bagaimana seharusnya keluarga muslim itu di dalam kehidupannya, interaksi antar suami dan istri, dengan anak-anak dan dengan keluarga besar secara umum. Kemudian mulai mengatur dan mengetahui kedudukan harta yang ada di dalam keluarga. Salah satu Maqoshid Syariah adalah Hifdzul Maal yaitu menjaga harta, artinya masing-masing individu pemilik harta yang sah harus dilindungi dari hilangnya harta yang dimilikinya akibat ketidaktahuan, kejahatan yang disengaja maupun tidak disengaja yang bisa dilakukan oleh sesama keluarga.
*Visi AlWahdah*
Melahirkan generasi baru muslim untuk peradaban
*Misi AlWahdah*
1) Membumikan kembali ilmu Faraidh/Hukum Waris Islam di tengah umat.
2) Memperbaiki kondisi keluarga muslim untuk menyongsong peradaban baru Islam.
3) Menyebarkan semangat untuk Tholabul Ilm di tengah masyarakat muslim.
AlWahdah telah membuat satu program pelatihan dan training tentang KAJIAN FIKIH HARTA BENDA & MANAJEMEN KEWARISAN. Program ini bisa diikuti oleh semua keluarga muslim di seluruh Indonesia.
*Untuk Siapa Program ini*
Pertama, program ini diperuntukkan bagi keluarga muslim yang menginginkan kehidupan keluarganya sakinah mawaddah wa rahmah bahkan hingga kematiannya. Tidak terjadi perpecahan, konflik di masa depan hanya karena rebutan harta yang tidak seberapa dibanding keutuhan, kerukunan dan kedamaian keluarga besarnya.
Kedua, program ini untuk anda yang ingin menjadi Konselor keluarga, pendamping keluarga-keluarga yang membutuhkan mediasi atas terjadi sebuah masalah di dalam keluarganya.
Kurikulum Fundamental telah kami susun disesuaikan dengan kebutuhan keluarga-keluarga muslim, agar membantu dan menyelesaikan masalah yang kerap terjadi di dalam sebuah keluarga.
*Kurikulum Program Konselor Keluarga*
1. Sumber harta kekayaan dalam perkawinan
2. Perjanjian perkawinan menurut Islam
3. Penggunaan harta kekayaan dalam perkawinan
4. Pembagian harta dalam perkawinan ketika terjadi perceraian
5. Pembagian harta dalam perkawinan ketika terjadi kematian
6. Hak anak atas harta dalam perkawinan
*Narasumber Utama*
Drs. Sarnoto, M.Hum
(Hakim agama Senior dengan pengalaman lebih dari 20 tahun menangani pernak-pernik permasalahan keluarga)
*Informasi dan Pendaftaran*
Bagi anda yang ingin mengikuti kelas/program ini, bisa mendaftarkan diri anda ke no.WA di bawah ini:
wa.me/62895386894755 (Ruslee)
_AlWahdah adalah lembaga Pendidikan dan Konselor Keluarga. AlWahdah menekankan satu hal yang merupakan fundamental dan esensial dalam kehidupan keluarga muslim yaitu memahami kedudukan harta di dalam keluarga._
Dari hartalah banyak terjadi masalah di dalam kehidupan keluarga muslim. Dari mulai perceraian, rebutan aset kekayaan keluarga, permusuhan antar keluarga dan lain sebagainya, yang mana hal ini tidak bisa didiamkan namun harus segera diberi edukasi dan pendidikan, bagaimana Islam sebenarnya mengatur segala sesuatu di dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah bab Harta.
Berangkat dari begitu banyaknya permasalahan yang terjadi yang berawal dari harta inilah, maka AlWahdah mengajak keluarga muslim untuk sadar dan mau belajar kembali, bagaimana seharusnya keluarga muslim itu di dalam kehidupannya, interaksi antar suami dan istri, dengan anak-anak dan dengan keluarga besar secara umum. Kemudian mulai mengatur dan mengetahui kedudukan harta yang ada di dalam keluarga. Salah satu Maqoshid Syariah adalah Hifdzul Maal yaitu menjaga harta, artinya masing-masing individu pemilik harta yang sah harus dilindungi dari hilangnya harta yang dimilikinya akibat ketidaktahuan, kejahatan yang disengaja maupun tidak disengaja yang bisa dilakukan oleh sesama keluarga.
*Visi AlWahdah*
Melahirkan generasi baru muslim untuk peradaban
*Misi AlWahdah*
1) Membumikan kembali ilmu Faraidh/Hukum Waris Islam di tengah umat.
2) Memperbaiki kondisi keluarga muslim untuk menyongsong peradaban baru Islam.
3) Menyebarkan semangat untuk Tholabul Ilm di tengah masyarakat muslim.
AlWahdah telah membuat satu program pelatihan dan training tentang KAJIAN FIKIH HARTA BENDA & MANAJEMEN KEWARISAN. Program ini bisa diikuti oleh semua keluarga muslim di seluruh Indonesia.
*Untuk Siapa Program ini*
Pertama, program ini diperuntukkan bagi keluarga muslim yang menginginkan kehidupan keluarganya sakinah mawaddah wa rahmah bahkan hingga kematiannya. Tidak terjadi perpecahan, konflik di masa depan hanya karena rebutan harta yang tidak seberapa dibanding keutuhan, kerukunan dan kedamaian keluarga besarnya.
Kedua, program ini untuk anda yang ingin menjadi Konselor keluarga, pendamping keluarga-keluarga yang membutuhkan mediasi atas terjadi sebuah masalah di dalam keluarganya.
Kurikulum Fundamental telah kami susun disesuaikan dengan kebutuhan keluarga-keluarga muslim, agar membantu dan menyelesaikan masalah yang kerap terjadi di dalam sebuah keluarga.
*Kurikulum Program Konselor Keluarga*
1. Sumber harta kekayaan dalam perkawinan
2. Perjanjian perkawinan menurut Islam
3. Penggunaan harta kekayaan dalam perkawinan
4. Pembagian harta dalam perkawinan ketika terjadi perceraian
5. Pembagian harta dalam perkawinan ketika terjadi kematian
6. Hak anak atas harta dalam perkawinan
*Narasumber Utama*
Drs. Sarnoto, M.Hum
(Hakim agama Senior dengan pengalaman lebih dari 20 tahun menangani pernak-pernik permasalahan keluarga)
*Informasi dan Pendaftaran*
Bagi anda yang ingin mengikuti kelas/program ini, bisa mendaftarkan diri anda ke no.WA di bawah ini:
wa.me/62895386894755 (Ruslee)
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*Sholat Khusyu*
Saudaraku, ketika engkau sedang sholat, seringkali engkau dapati perkelahian dalam jiwamu, ia berkata,"Ayo cepat, cepat ('ajjil 'ajjil). Tapi jangan engkau taati (laa tuthi'haa).
Jawablah,"Aku tahu bahwa aku tidak akan mengambil manfaat dari dunia kecuali dengan waktu-waktu seperti ini dan amalan seperti ini saja".
Apabila engkau bisa menghadirkan perasaan ini dan sadar bahwa dirimu tidak akan bisa mengambil manfaat dari kehidupan ini kecuali dengannya dan amalan semisalnya, apakah engkau akan lari darinya seperti larimu dari singa atau engkau akan tenang?. Jawab jamaah, akan merasa tenang. Wahai saudaraku, pikirkan ini.
ketika engkau bertakbir, Allahu Akbar, jiwamu berkata,"Ayo ayo, cepat (masy-syi masy-syi). Wahai saudaraku, jawablah," tenang, tenang, tenang (haunaa, haunaam haunaa).
Aku tak memiliki apapun dari kehidupanku selain sholat ini, sholat inilah yang akan bermanfaat untukku saat di kubur, ketika kematian datang dan ketika hari kiamat tiba, maka tenanglah wahai saudaraku.
Lalu coba renungkan, dengan siapa engkau berbicara ketika sholat? siapa yang sedang engkau ajak bicara saudaraku? engkau sedang berbicara dengan Zat yang paling engkau cintai, Allah.
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Alhamdulillahi rabbil'aalamiin*, ia menjawab dari atas langit ke tujuh,"Hambaku telah memujiKu (hamidanii 'abdii).
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Arrahmaanirrahiim*, ia menjawab,"HambaKu telah menyanjungKu".
Tidaklah engkau sadar ketika engkau membaca *Maliki yaumiddiin*, Ia menjawab,"HambaKu telah mengagungkanKu".
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin*, Ia menjawab,"Ayat ini adalah pembatas antara bagianKu dan bagian hambaKu".
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Ihdinash shiraaatol mustaqiim, Ia menjawab,"Ini adalah bagian hambaKu dan untuknya apa yang ia minta". (HR. Muslim no.395).
Apakah engkau dapati ada kebaikan yang lebih baik dari ini? (Hal tajidu khairan aktsaru min haadzaa.
Bagaimana mungkin engkau berusaha lari dari Zat yang berbicara denganmu sementara Ia Maha Mampu melakukan segala sesuatu?
Demi Allah seandainya kita bisa menghadirkan perasaan ini niscaya ibadah kita akan terasa ringan. Dan pasti semua urusan dunia akan terasa ringan.
Seandainya dunia senilai dengan satu sayap nyamuk, Allah tidak akan memberi minum orang-orang kafir.
Saudaraku, ketika engkau sedang sholat, seringkali engkau dapati perkelahian dalam jiwamu, ia berkata,"Ayo cepat, cepat ('ajjil 'ajjil). Tapi jangan engkau taati (laa tuthi'haa).
Jawablah,"Aku tahu bahwa aku tidak akan mengambil manfaat dari dunia kecuali dengan waktu-waktu seperti ini dan amalan seperti ini saja".
Apabila engkau bisa menghadirkan perasaan ini dan sadar bahwa dirimu tidak akan bisa mengambil manfaat dari kehidupan ini kecuali dengannya dan amalan semisalnya, apakah engkau akan lari darinya seperti larimu dari singa atau engkau akan tenang?. Jawab jamaah, akan merasa tenang. Wahai saudaraku, pikirkan ini.
ketika engkau bertakbir, Allahu Akbar, jiwamu berkata,"Ayo ayo, cepat (masy-syi masy-syi). Wahai saudaraku, jawablah," tenang, tenang, tenang (haunaa, haunaam haunaa).
Aku tak memiliki apapun dari kehidupanku selain sholat ini, sholat inilah yang akan bermanfaat untukku saat di kubur, ketika kematian datang dan ketika hari kiamat tiba, maka tenanglah wahai saudaraku.
Lalu coba renungkan, dengan siapa engkau berbicara ketika sholat? siapa yang sedang engkau ajak bicara saudaraku? engkau sedang berbicara dengan Zat yang paling engkau cintai, Allah.
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Alhamdulillahi rabbil'aalamiin*, ia menjawab dari atas langit ke tujuh,"Hambaku telah memujiKu (hamidanii 'abdii).
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Arrahmaanirrahiim*, ia menjawab,"HambaKu telah menyanjungKu".
Tidaklah engkau sadar ketika engkau membaca *Maliki yaumiddiin*, Ia menjawab,"HambaKu telah mengagungkanKu".
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin*, Ia menjawab,"Ayat ini adalah pembatas antara bagianKu dan bagian hambaKu".
Tidakkah engkau sadar ketika engkau membaca *Ihdinash shiraaatol mustaqiim, Ia menjawab,"Ini adalah bagian hambaKu dan untuknya apa yang ia minta". (HR. Muslim no.395).
Apakah engkau dapati ada kebaikan yang lebih baik dari ini? (Hal tajidu khairan aktsaru min haadzaa.
Bagaimana mungkin engkau berusaha lari dari Zat yang berbicara denganmu sementara Ia Maha Mampu melakukan segala sesuatu?
Demi Allah seandainya kita bisa menghadirkan perasaan ini niscaya ibadah kita akan terasa ringan. Dan pasti semua urusan dunia akan terasa ringan.
Seandainya dunia senilai dengan satu sayap nyamuk, Allah tidak akan memberi minum orang-orang kafir.
*Akhlaq Seorang Muslim*
Akhlak seorang muslim, dia tidak membalas keburukan dengan keburukan, membalashinaan hinaan, sebagaimana firman Allah:
*_Balaslah dengan yang lebih baik_*. (QS. Fushilat:34)
Meskipun orang-orang merendahkannya, seorang muslim tetap rahmat dan belas kasih kepada mereka (yusyfiqu 'alaihim). Mendoakan hidayah, kebaikan dan keistiqomahan tanpa mereka ketahui.
Ia juga mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan nasihat kepada mereka. Padahal mereka telah menghina (yastahji'uuna) dan merendahkannya (yaskhoruuna). Tapi ia tidak membalas dengan yang semisal (laa yu'aamiluhum bil mitsli).
Ini adalah salah satu bukti kebaikan yang dimiliki oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan bukti ada kasih sayang di hatinya. Padahal tadi mereka menghina dan merendahkan. Tapi dia merahmati, kasihan, berharap kebaikan (yatamannaa sholaahahu), mendoakan hidayah (yad'uu lahu bilhidaayah), taufiq dan agar dapat menempuh jalan kebenaran (sabiili ar rosyaad).
Inilah jalan seorang muslim (hadzihi thoriiqotul muslimuun).
*_Balaslah dengan lebih baik, pasti musuhmu akan berubah seakan-akan teman kaaribmu._*. (QS. Fushilat:34).
Seorang mukmin itu tidak suka mencela (syaknihi at tho'nu), melaknat (al la'nu) dan merendahkan orang lain (al istihjaau).
Hadits Nabi:
Laysal mukminu bith tho'aani wa laal la'aani wa laal faahisyi wa laa badzii-i
*_Orang mukmin itu tidak suka merendahkan, melaknat, berkata kotor dan keji. (HR. Tirmidzi no.1977)
Semuanya jauh dari seorang mukmin. Perkataan orang mukmin pasti baik, ucapannya bermanfaat, ingin kebaikan untuk orang lain (naashihu linnaasi), mengarahkan orang-orang pada kebaikan (yadulluhum ilaal khair), menjelaskan jalan kebenaran (yubay yinu lahumul haqqa wal hudaa).
Inilah jalan dan metode hidupnya (hadza manhajuhu wa hadzihi thoriiqotuhu).
Akhlak seorang muslim, dia tidak membalas keburukan dengan keburukan, membalashinaan hinaan, sebagaimana firman Allah:
*_Balaslah dengan yang lebih baik_*. (QS. Fushilat:34)
Meskipun orang-orang merendahkannya, seorang muslim tetap rahmat dan belas kasih kepada mereka (yusyfiqu 'alaihim). Mendoakan hidayah, kebaikan dan keistiqomahan tanpa mereka ketahui.
Ia juga mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan nasihat kepada mereka. Padahal mereka telah menghina (yastahji'uuna) dan merendahkannya (yaskhoruuna). Tapi ia tidak membalas dengan yang semisal (laa yu'aamiluhum bil mitsli).
Ini adalah salah satu bukti kebaikan yang dimiliki oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan bukti ada kasih sayang di hatinya. Padahal tadi mereka menghina dan merendahkan. Tapi dia merahmati, kasihan, berharap kebaikan (yatamannaa sholaahahu), mendoakan hidayah (yad'uu lahu bilhidaayah), taufiq dan agar dapat menempuh jalan kebenaran (sabiili ar rosyaad).
Inilah jalan seorang muslim (hadzihi thoriiqotul muslimuun).
*_Balaslah dengan lebih baik, pasti musuhmu akan berubah seakan-akan teman kaaribmu._*. (QS. Fushilat:34).
Seorang mukmin itu tidak suka mencela (syaknihi at tho'nu), melaknat (al la'nu) dan merendahkan orang lain (al istihjaau).
Hadits Nabi:
Laysal mukminu bith tho'aani wa laal la'aani wa laal faahisyi wa laa badzii-i
*_Orang mukmin itu tidak suka merendahkan, melaknat, berkata kotor dan keji. (HR. Tirmidzi no.1977)
Semuanya jauh dari seorang mukmin. Perkataan orang mukmin pasti baik, ucapannya bermanfaat, ingin kebaikan untuk orang lain (naashihu linnaasi), mengarahkan orang-orang pada kebaikan (yadulluhum ilaal khair), menjelaskan jalan kebenaran (yubay yinu lahumul haqqa wal hudaa).
Inilah jalan dan metode hidupnya (hadza manhajuhu wa hadzihi thoriiqotuhu).
*7 Ciri Penghuni Surga Firdaus*
1. Beriman kepada Allah dengan menjalankan segala konsekuensinya sebagai mukmin
2. Khusyu' dalam sholatnya. Sesuatu yang bernilai tinggi membutuhkan perjuangan sebagaimana khusyu' dalam sholat adalah bak intan permata berlian, harus diperjuangkan. Saat sholat pikiran harus tertuju kepada Allah, renungi ayat-ayatnya, bacaan sholat kita, rasakan kebesaran Allah, dan lemahnya kita sebagai hambaNya Allah. Nabi bersabda:
وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ
*_dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat._* (HR. An-Nasai [7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah [3/98 dan 4/424])
3. Menjauhi diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia/tidak berguna. Di zaman sosial media ini, begitu mudahnya kita men-share sesuatu, namun seringkali kita tidak berpikir apakah yang kita share itu ada manfaatnya atau hanya sekedar candaan yang sia-sia bahkan mengarah kepada dosa. Jika kita menginginkan kehidupan yang bahagia dan menjadi penghuni surga Firdaus tentunya mulai hari ini kita lebih berhati-hati, memilah dan memilih mana yang hendak kita share. Ini hanya sebuah contoh dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia dari budaya sosmed yang serba mudah.
Seorang mukmin itu tidak suka mencela (syaknihi at tho'nu), melaknat (al la'nu) dan merendahkan orang lain (al istihjaau).
Hadits Nabi:
Laysal mukminu bith tho'aani wa laal la'aani wa laal faahisyi wa laa badzii-i
*_Orang mukmin itu tidak suka merendahkan, melaknat, berkata kotor dan keji. (HR. Tirmidzi no.1977)
4. Menunaikan zakat atas hartanya. Bagi kita yang punya penghasilan dan masuk wajib zakat, segera tunaikan kewajiban ini untuk mensucikan harta kita, karena dibalik harta yang kita peroleh ada hak orang lain yang harus disisihkan salah satunya berupa zakat yang telah ditentukan Allah besarannya. Selebihnya kita bisa bersedekah, berinfaq, berwakaf dan sebagainya.
5. Memelihara kemaluannya. Tidak mengumbar syahwat/nafsunya kecuali kepada istri-istrinya. Konten-konten porno, baik berupa gambar, video, tulisan dan sebagainya begitu mudahnya diperoleh. Maka bagi kita yang menginginkan surga Firdaus semua itu tidak membuat kita lepas kontrol, dengan membiarkan syahwat kita menikmati semua itu, padahal Allah melarangnya dan kita diminta menjaga kemaluan kita.
6. Memelihara amanah dan janjinya, baik kepada kepada manusia, apalagi terhadap amanah Allah. Hidup kita adalah amanah, maka hiduplah dengan aturan Allah dan NabiNya. Istri, anak-anak dan harta yang kita miliki adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapa Allah. Maka belajar ilmu syariat, agar kita dapat memenuhi semua amanah dan janji kita sesuai dengan yang diinginkan Allah, melalui sunnah NabiNya dan para ulama setelahnya yang merupakan waratsatul anbiyaa.
7. Memelihara sholatnya. Jangan pernah tinggalkan sholat 5 lima, lakukan dengan khusyu', menghadirkan hati dalam mendirikannya. Kemudian tambahlah dengan sholat-sholat sunat qobliyah dan ba'diyah, sholat dhuha, dan yang merupakan kebiasaan orang-orang shalih adalah sholat tahajjud.
Semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi penghuni surga Firdaus, Allah beri kita kekuatan untuk istiqomah menjalankan ketaatan kepadaNya, bersama anak-anak dan istri-istri kita semuanya, aamiin.
( _Catatan. Baca QS al Mukminun:1-11_ )
*_Wallahu a'lam bish showaab_*
1. Beriman kepada Allah dengan menjalankan segala konsekuensinya sebagai mukmin
2. Khusyu' dalam sholatnya. Sesuatu yang bernilai tinggi membutuhkan perjuangan sebagaimana khusyu' dalam sholat adalah bak intan permata berlian, harus diperjuangkan. Saat sholat pikiran harus tertuju kepada Allah, renungi ayat-ayatnya, bacaan sholat kita, rasakan kebesaran Allah, dan lemahnya kita sebagai hambaNya Allah. Nabi bersabda:
وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ
*_dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat._* (HR. An-Nasai [7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah [3/98 dan 4/424])
3. Menjauhi diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia/tidak berguna. Di zaman sosial media ini, begitu mudahnya kita men-share sesuatu, namun seringkali kita tidak berpikir apakah yang kita share itu ada manfaatnya atau hanya sekedar candaan yang sia-sia bahkan mengarah kepada dosa. Jika kita menginginkan kehidupan yang bahagia dan menjadi penghuni surga Firdaus tentunya mulai hari ini kita lebih berhati-hati, memilah dan memilih mana yang hendak kita share. Ini hanya sebuah contoh dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia dari budaya sosmed yang serba mudah.
Seorang mukmin itu tidak suka mencela (syaknihi at tho'nu), melaknat (al la'nu) dan merendahkan orang lain (al istihjaau).
Hadits Nabi:
Laysal mukminu bith tho'aani wa laal la'aani wa laal faahisyi wa laa badzii-i
*_Orang mukmin itu tidak suka merendahkan, melaknat, berkata kotor dan keji. (HR. Tirmidzi no.1977)
4. Menunaikan zakat atas hartanya. Bagi kita yang punya penghasilan dan masuk wajib zakat, segera tunaikan kewajiban ini untuk mensucikan harta kita, karena dibalik harta yang kita peroleh ada hak orang lain yang harus disisihkan salah satunya berupa zakat yang telah ditentukan Allah besarannya. Selebihnya kita bisa bersedekah, berinfaq, berwakaf dan sebagainya.
5. Memelihara kemaluannya. Tidak mengumbar syahwat/nafsunya kecuali kepada istri-istrinya. Konten-konten porno, baik berupa gambar, video, tulisan dan sebagainya begitu mudahnya diperoleh. Maka bagi kita yang menginginkan surga Firdaus semua itu tidak membuat kita lepas kontrol, dengan membiarkan syahwat kita menikmati semua itu, padahal Allah melarangnya dan kita diminta menjaga kemaluan kita.
6. Memelihara amanah dan janjinya, baik kepada kepada manusia, apalagi terhadap amanah Allah. Hidup kita adalah amanah, maka hiduplah dengan aturan Allah dan NabiNya. Istri, anak-anak dan harta yang kita miliki adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapa Allah. Maka belajar ilmu syariat, agar kita dapat memenuhi semua amanah dan janji kita sesuai dengan yang diinginkan Allah, melalui sunnah NabiNya dan para ulama setelahnya yang merupakan waratsatul anbiyaa.
7. Memelihara sholatnya. Jangan pernah tinggalkan sholat 5 lima, lakukan dengan khusyu', menghadirkan hati dalam mendirikannya. Kemudian tambahlah dengan sholat-sholat sunat qobliyah dan ba'diyah, sholat dhuha, dan yang merupakan kebiasaan orang-orang shalih adalah sholat tahajjud.
Semoga Allah mudahkan kita semua untuk menjadi penghuni surga Firdaus, Allah beri kita kekuatan untuk istiqomah menjalankan ketaatan kepadaNya, bersama anak-anak dan istri-istri kita semuanya, aamiin.
( _Catatan. Baca QS al Mukminun:1-11_ )
*_Wallahu a'lam bish showaab_*
Di dalam surat an Nisaa ayat 86 menjelaskan kepada kita bahwa jika kita diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadannya.
Dalam hal ini adalah bab memberi salam. Ketika seseorang memberi salam:
Assalaamu'alaikum, maka jawaban yang benar adalah:
Wa'alaikumussalaam. Salam di sini adalah bentuk ma'rifat artinya bahwa salam (keselamatan) yang disampaikan adalah salam yang berasal dari Allah bukan salam dari selainNya.
Namun bila kata salam ini diucapkan dalam bentuk isim nakirah (tanpa al di depannya) yaitu Wa'alaikum salam, maka makna salam ini masih umum, tidak tertentu yang berasal dari Allah.
Demikian penjelasan Kyai Subhan Makmun, dalam sebuah kajian kitab Tafsir al Munir (Ahad, 13 Januari 2019). Beliau menerangkan perbedaan jawaban salam antara _Wa'alaikumussalaam_ dan _Wa'alaikum Salam_.
Dalam hal ini adalah bab memberi salam. Ketika seseorang memberi salam:
Assalaamu'alaikum, maka jawaban yang benar adalah:
Wa'alaikumussalaam. Salam di sini adalah bentuk ma'rifat artinya bahwa salam (keselamatan) yang disampaikan adalah salam yang berasal dari Allah bukan salam dari selainNya.
Namun bila kata salam ini diucapkan dalam bentuk isim nakirah (tanpa al di depannya) yaitu Wa'alaikum salam, maka makna salam ini masih umum, tidak tertentu yang berasal dari Allah.
Demikian penjelasan Kyai Subhan Makmun, dalam sebuah kajian kitab Tafsir al Munir (Ahad, 13 Januari 2019). Beliau menerangkan perbedaan jawaban salam antara _Wa'alaikumussalaam_ dan _Wa'alaikum Salam_.
*KEDAI MIE AYAM UMM*
Yuk mampir ke kedai mie ayam kami, di Jl. Ceger Raya No. 102 Jurang Mangu Tim, Pd. Aren Tangsel Banten
Kami buka dari pukul 11.00 - 20.00 WIB.
Kami juga menerima pesanan paket mie ayam UMM untuk berbagai acara dan kegiatan, seperti:
1. Arisan
2. Meeting
3. Pernikahan
4. Acara keluarga
5. Menu buka puasa
6. Jumat Berkah
7. Santunan anak yatim
8. Dan lain sebagainya
Hubungi kami di sini:
wa.me/62895386894755
*Lokasi kedai kami*
Jl. Ceger No. 102 Jurang Mangu Tim, Pd. Aren Tangsel 15222 (samping persis perumahan Sahid Mansion)
*Map Lokasi*
https://goo.gl/maps/DX9bDU8bS35VfQqA7
Yuk mampir ke kedai mie ayam kami, di Jl. Ceger Raya No. 102 Jurang Mangu Tim, Pd. Aren Tangsel Banten
Kami buka dari pukul 11.00 - 20.00 WIB.
Kami juga menerima pesanan paket mie ayam UMM untuk berbagai acara dan kegiatan, seperti:
1. Arisan
2. Meeting
3. Pernikahan
4. Acara keluarga
5. Menu buka puasa
6. Jumat Berkah
7. Santunan anak yatim
8. Dan lain sebagainya
Hubungi kami di sini:
wa.me/62895386894755
*Lokasi kedai kami*
Jl. Ceger No. 102 Jurang Mangu Tim, Pd. Aren Tangsel 15222 (samping persis perumahan Sahid Mansion)
*Map Lokasi*
https://goo.gl/maps/DX9bDU8bS35VfQqA7
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*Sekolah Konselor Keluarga*
_BATCH 1 - ANGKATAN PERTAMA_
Ini adalah pelatihan fundamental, sangat penting diikuti oleh pasangan suami istri, terlebih pasangan milenial yang belum lama menikah, juga penting untuk yang sedang berencana menikah.
Banyak permasalahan bermula dari harta, ketidakjelasan kepemilikan harta dalam sebuah keluarga adalah ibarat bara api yang siap menyala membakar para penghuninya.
Maka ilmu tentang harta dan warisan adalah ilmu wajib bagi pasangan suami istri, juga bagi calon pasangan suami istri.
*Kisi-kisi Materi Sekolah Konselor Keluarga*
Hukum pemisahan harta
Enam poin yang harus dipahami:
1. Seluruh gaji suami adalah milik suami, kecuali sebagian yang diberikan kepada istri.
2. Seluruh barang yang dibeli dengan uang suami adalah milik suami, kecuali apa yang dihadiahkan kepada istri.
3. Seluruh warisan dari keluarga suami/istri adalah milik suami/istri. [Jadi, kalau menikah dengan anak orang kaya, jangan otomatis merasa ikut memiliki harta mertua.]
4. Seluruh harta (uang/barang) yang dititipkan kepada istri, hanya boleh digunakan seijin suami.
5. Bila suami wafat, yang diwaris hanyalah harta milik suami. Bagian istri 1/8, ibunya suami 1/6, ayahnya suami 1/6, sisanya untuk anak laki-laki & perempuan (perbandingan 2:1). Jika tidak punya anak laki-laki, hitungannya sedikit berbeda.
6. Bila terjadi perceraian, tidak perlu berebut harta karena tidak ada harta bersama. Suami pergi membawa hartanya, istri pergi membawa hartanya.
*Waktu*
Ahad, 20 Februari 2022
pukul 10.00-13.00 WIB
Tempat: *DJEGANG CAFE*
Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
(Map lokasi: s.id/djegang)
Investasi: Rp. 100.000,-/peserta
*Peserta terbatas 15 orang*
*Pendaftaran*
wa.me/62895386894755
_BATCH 1 - ANGKATAN PERTAMA_
Ini adalah pelatihan fundamental, sangat penting diikuti oleh pasangan suami istri, terlebih pasangan milenial yang belum lama menikah, juga penting untuk yang sedang berencana menikah.
Banyak permasalahan bermula dari harta, ketidakjelasan kepemilikan harta dalam sebuah keluarga adalah ibarat bara api yang siap menyala membakar para penghuninya.
Maka ilmu tentang harta dan warisan adalah ilmu wajib bagi pasangan suami istri, juga bagi calon pasangan suami istri.
*Kisi-kisi Materi Sekolah Konselor Keluarga*
Hukum pemisahan harta
Enam poin yang harus dipahami:
1. Seluruh gaji suami adalah milik suami, kecuali sebagian yang diberikan kepada istri.
2. Seluruh barang yang dibeli dengan uang suami adalah milik suami, kecuali apa yang dihadiahkan kepada istri.
3. Seluruh warisan dari keluarga suami/istri adalah milik suami/istri. [Jadi, kalau menikah dengan anak orang kaya, jangan otomatis merasa ikut memiliki harta mertua.]
4. Seluruh harta (uang/barang) yang dititipkan kepada istri, hanya boleh digunakan seijin suami.
5. Bila suami wafat, yang diwaris hanyalah harta milik suami. Bagian istri 1/8, ibunya suami 1/6, ayahnya suami 1/6, sisanya untuk anak laki-laki & perempuan (perbandingan 2:1). Jika tidak punya anak laki-laki, hitungannya sedikit berbeda.
6. Bila terjadi perceraian, tidak perlu berebut harta karena tidak ada harta bersama. Suami pergi membawa hartanya, istri pergi membawa hartanya.
*Waktu*
Ahad, 20 Februari 2022
pukul 10.00-13.00 WIB
Tempat: *DJEGANG CAFE*
Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
(Map lokasi: s.id/djegang)
Investasi: Rp. 100.000,-/peserta
*Peserta terbatas 15 orang*
*Pendaftaran*
wa.me/62895386894755
Djegang - Susu Murni · Jl. Bukit Indah No.69, Serua, Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414, Indonesia
★★★★★ · Cafe
Semangat pagi shahabatku, pandanglah langit di malam hari, kan kau temukan indahnya rembulan, gemerlapnya bintang gemintang sejauh mata memandang. Itulah fitrahnya benda-benda langit dicipta sebagai perhiasan bagi manusia, untuk menghiburnya di kala sempit dan untuk mengajaknya bersyukur dikala bahagia. Maka, saat kita merasakan dunia mulai sempit, kehidupan ini mulai terasa sesak dengan berbagai masalah, intrik, pertikaian, perselisihan, rebut-rebutan, lihatlah ke atas sana, luasnya cakrawala, akan menyadarkan kita bahwa merebutkan dunia yang sempit, kemaruk dengan harta dunia dan segala isinya yang sementara, tak kan pernah ada habisnya, ada janji Tuhan kita yang lebih layak diperjuangkan dan titi jalannya.
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an Nahl:97)
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an Nahl:97)