*RECOMMENDED BOOK - UNTUK ANDA PENGUSAHA MUSLIM*
*Bisnis Jalan Langit: Mindset, Role Model, dan Implementasi Nilai-nilai Al-Qur'an dalam Bisnis (Jalan Langit The Series #2)* - Riza Zacharias
Orang yang sukses dalam kehidupan adalah orang yang berhasil menjawab soal-soal kehidupan dan jawabannya sesuai dengan kunci jawaban tersebut. Lantas, apa *KUNCI JAWABAN KEHIDUPAN?* Kembali ke *Al Qur'an*--bahkan menjadikannya sebagai panduan dalam berbisnis--sangatlah indah. Kami telah merasakan dan mendapatkan buktinya di Syaamil Group. Bisnis berpandukan Al Qur'an itu mudah dan menyenangkan.
-""Do & don't"" dalam membangun bisnis sesuai nilai-nilai Quran & Hadist
-Mindset bisnis jalan langit agar bisnis membesar dengan tidak melanggar ""do & don't"" nilai-nilai qurani
-Makna Rezeki yang sesungguhnya yang bukan hanya sekedar uang yang menghantarkan kita pada kebahagiaan
-""The Triple Power"" : Formula untuk menghindari bisnis agar tidak merugi sesuai quran dan sunnah
-Pelajaran berharga dari penyebab bisnis yang hancur lebur sehingga menjadikan ini sebagai kegagalan yang menyakitkan
-Mengetahui ayat-ayat Al quran yang harus di pegang erat oleh para pebisnis
-Filosofi doa agar sukses dunia dan akhirat
-Pelajaran Kepemimpinan dari kisah Nabi Yusuf A.S
-Bahaya Riba untuk membangun bisnis
-Rumus kaya dan sukses ala Sahabat Rasul Utsman bin Affan
-Dua sisi penting dalam kepemimpinan (ilmu leadership)
===========================
*DETAIL BUKU*
Penerbit : Sygma Media Inovasi
Tahun : 2020
Halaman : 352 Halaman
Dimensi : 16,5 x 24,5 cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Hardcover"
https://berikhtiar.com/fityah.036/product/sygma-kaya-imaji-bisnis-jalan-langit
*Bisnis Jalan Langit: Mindset, Role Model, dan Implementasi Nilai-nilai Al-Qur'an dalam Bisnis (Jalan Langit The Series #2)* - Riza Zacharias
Orang yang sukses dalam kehidupan adalah orang yang berhasil menjawab soal-soal kehidupan dan jawabannya sesuai dengan kunci jawaban tersebut. Lantas, apa *KUNCI JAWABAN KEHIDUPAN?* Kembali ke *Al Qur'an*--bahkan menjadikannya sebagai panduan dalam berbisnis--sangatlah indah. Kami telah merasakan dan mendapatkan buktinya di Syaamil Group. Bisnis berpandukan Al Qur'an itu mudah dan menyenangkan.
-""Do & don't"" dalam membangun bisnis sesuai nilai-nilai Quran & Hadist
-Mindset bisnis jalan langit agar bisnis membesar dengan tidak melanggar ""do & don't"" nilai-nilai qurani
-Makna Rezeki yang sesungguhnya yang bukan hanya sekedar uang yang menghantarkan kita pada kebahagiaan
-""The Triple Power"" : Formula untuk menghindari bisnis agar tidak merugi sesuai quran dan sunnah
-Pelajaran berharga dari penyebab bisnis yang hancur lebur sehingga menjadikan ini sebagai kegagalan yang menyakitkan
-Mengetahui ayat-ayat Al quran yang harus di pegang erat oleh para pebisnis
-Filosofi doa agar sukses dunia dan akhirat
-Pelajaran Kepemimpinan dari kisah Nabi Yusuf A.S
-Bahaya Riba untuk membangun bisnis
-Rumus kaya dan sukses ala Sahabat Rasul Utsman bin Affan
-Dua sisi penting dalam kepemimpinan (ilmu leadership)
===========================
*DETAIL BUKU*
Penerbit : Sygma Media Inovasi
Tahun : 2020
Halaman : 352 Halaman
Dimensi : 16,5 x 24,5 cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Hardcover"
https://berikhtiar.com/fityah.036/product/sygma-kaya-imaji-bisnis-jalan-langit
Berikhtiar
Toko Fityah - Sygma Kaya Imaji - Bisnis Jalan Langit
"Bisnis Jalan Langit: Mindset, Role Model, dan Implementasi Nilai-nilai Al-Qur'an dalam Bisnis (Jalan Langit The Series #2) - Riza Zacharias
Orang yang sukses dalam kehidupan adalah orang yang berhasil menjawab soal-soal kehidupan dan jawabannya sesuai dengan…
Orang yang sukses dalam kehidupan adalah orang yang berhasil menjawab soal-soal kehidupan dan jawabannya sesuai dengan…
*KASUS GOTO, APA PELAJARANNYA?*
*Awas Mafia Brand*
Minggu ini heboh kasus merek GoTo digugat senilai Rp. 1,83 triliun karena dinilai menggunakan nama merek yang sudah dimiliki pihak lain.
Ini adalah kasus kesekian kali di mana dua perusahaan saling berebut merek.
Kasus sebelumnya terjadi pada Geprek Bensu (2020), IKEA (2013), or Kopitiam (2010).
*_Apa pelajarannya bagi para brand-builder? _*
#1. BEDA PRODUK & BRAND
Sebelumnya perlu dipahami bedanya PRODUK n BRAND.
Ingat! Produk (berikut nama n logonya) belum tentu brand. Produk akan menjadi brand hanya jika sudah memiliki "CONNECTION" tertentu dengan konsumen.
"Connection" ini bisa berupa: "dikenal" (istilahnya brand awareness), "diasosiasi" (brand association), "dipersepsi berkualitas" (perceived quality), "diloyali" (brand loyalty) or "dibela" oleh konsumen (brand advocacy").
Karena itu kita sering dengar ungkapan: "Produk dibikin di PABRIK, sementara brand dibangun di HATI/BENAK konsumen."
Atau kalo pakai istilahnya Al Ries: *A product is something made in a FACTORY. A brand is something made in the MIND of customer*.
#2. CEPAT DIDAFTARKAN
Nah, umumnya entrepreneur paling hobi bikin produk (berikut nama n logonya).
Dan kemudian membangun brand (BRAND-BUILDING) dengan berbagai cara: mempromosikannya, menjaga kualitasnya, memperbaiki servisnya, membuat konsumennya loyal, dan sebagainya.
Ketika produk Anda sudah memiliki "CONNECTION" tertentu dengan konsumen, maka ia akan memiliki POSISI yang UNIK n ISTIMEWA di hati konsumen. Dengan kata lain produk Anda sudah menjadi brand.
Posisi unik n istimewa ini harus dilindungi n "diamankan" agar tidak "diserobot" pihak lain. Caranya? Harus didaftarkan ke regulator (kantor merek).
#3. DITELUSURI & DIPASTIKAN
Ketika Anda para brand-builder akan memilih nama n logo untuk brand Anda maka harus dipastikan nama n logo itu belum dipakai oleh pihak lain.
Kenapa?
Karena nama n logo tersebut adalah ASET TERPENTING yang akan membedakan brand Anda dengan brand lain.
Jangan sampai terjadi Anda sudah bertahun-tahun membangun "conection" dengan konsumen; dan brand Anda sudah memiliki posisi unik n istimewa di hati konsumen, tapi tiba-tiba DISEROBOT or DIKLAIM oleh pihak lain.
Itulah kasus nahas yang menimpa GoTo, Geprek Bensu, or Kopitiam.
Follow 👉 @yuswohady
Follow 👉 @inventureknowledge
*Awas Mafia Brand*
Minggu ini heboh kasus merek GoTo digugat senilai Rp. 1,83 triliun karena dinilai menggunakan nama merek yang sudah dimiliki pihak lain.
Ini adalah kasus kesekian kali di mana dua perusahaan saling berebut merek.
Kasus sebelumnya terjadi pada Geprek Bensu (2020), IKEA (2013), or Kopitiam (2010).
*_Apa pelajarannya bagi para brand-builder? _*
#1. BEDA PRODUK & BRAND
Sebelumnya perlu dipahami bedanya PRODUK n BRAND.
Ingat! Produk (berikut nama n logonya) belum tentu brand. Produk akan menjadi brand hanya jika sudah memiliki "CONNECTION" tertentu dengan konsumen.
"Connection" ini bisa berupa: "dikenal" (istilahnya brand awareness), "diasosiasi" (brand association), "dipersepsi berkualitas" (perceived quality), "diloyali" (brand loyalty) or "dibela" oleh konsumen (brand advocacy").
Karena itu kita sering dengar ungkapan: "Produk dibikin di PABRIK, sementara brand dibangun di HATI/BENAK konsumen."
Atau kalo pakai istilahnya Al Ries: *A product is something made in a FACTORY. A brand is something made in the MIND of customer*.
#2. CEPAT DIDAFTARKAN
Nah, umumnya entrepreneur paling hobi bikin produk (berikut nama n logonya).
Dan kemudian membangun brand (BRAND-BUILDING) dengan berbagai cara: mempromosikannya, menjaga kualitasnya, memperbaiki servisnya, membuat konsumennya loyal, dan sebagainya.
Ketika produk Anda sudah memiliki "CONNECTION" tertentu dengan konsumen, maka ia akan memiliki POSISI yang UNIK n ISTIMEWA di hati konsumen. Dengan kata lain produk Anda sudah menjadi brand.
Posisi unik n istimewa ini harus dilindungi n "diamankan" agar tidak "diserobot" pihak lain. Caranya? Harus didaftarkan ke regulator (kantor merek).
#3. DITELUSURI & DIPASTIKAN
Ketika Anda para brand-builder akan memilih nama n logo untuk brand Anda maka harus dipastikan nama n logo itu belum dipakai oleh pihak lain.
Kenapa?
Karena nama n logo tersebut adalah ASET TERPENTING yang akan membedakan brand Anda dengan brand lain.
Jangan sampai terjadi Anda sudah bertahun-tahun membangun "conection" dengan konsumen; dan brand Anda sudah memiliki posisi unik n istimewa di hati konsumen, tapi tiba-tiba DISEROBOT or DIKLAIM oleh pihak lain.
Itulah kasus nahas yang menimpa GoTo, Geprek Bensu, or Kopitiam.
Follow 👉 @yuswohady
Follow 👉 @inventureknowledge
Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya
Oleh : Salim A. Fillah
Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi.
Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan.
Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.
Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku.
Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.
Total empat bulan.
Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak!.
Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.
Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya.
Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.
Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal.
Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.
Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.
Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera.
Besok tidak.
Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."
"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."
Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.
Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.
"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."
"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya.
Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.
Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."
"Lho saya tidak pesan itu?"
"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."
"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."
Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini?
Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu.
Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.
Mari beralih ke pasar tradisional, dan menjadi kaya bersama-sama, bukan memperkaya yang sudah super kaya.
Oleh : Salim A. Fillah
Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi.
Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan.
Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.
Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku.
Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.
Total empat bulan.
Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak!.
Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.
Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya.
Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.
Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal.
Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.
Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.
Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera.
Besok tidak.
Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."
"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."
Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.
Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.
"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."
"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya.
Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.
Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."
"Lho saya tidak pesan itu?"
"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."
"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."
Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini?
Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu.
Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.
Mari beralih ke pasar tradisional, dan menjadi kaya bersama-sama, bukan memperkaya yang sudah super kaya.
Selengkapnya bisa tonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=ZgqlFElgsvE, recommended
YouTube
STRATEGI MEMPOPULERKAN SENI BUDAYA ISLAM MELALUI MESIN PENCARI
Sampai akhir Maret 2021 pengguna internet di Indonesia mencapai 212 juta, angka tersebut mendudukkan Indonesia sebagai pengguna internet ke 3 terbesar di Asia setelah India dan Tiongkok.
Menurut portal kompas.com kecenderungan orang menggunakan media sosial…
Menurut portal kompas.com kecenderungan orang menggunakan media sosial…
Setiap transaksi dalam Islam itu harus jelas, tercatat, ada dokumentasinya, tanggal bulan dan tahunnya, siapa yang terlibat, dan lain sebagainya. Tujuannya agar tidak berbuah masalah di kemudian hari.
Apalagi yang berkenaan dengan harta. Karena harta berhubungan dengan ahli waris dan hak masing-masing ahli waris selepas kematian si pemilik harta. Ketika masing-masing terpenuhi haknya secara Islam, maka tidak ada yang terzalimi atau menzalimi, masing-masing ridho dengan pembagian karena menjalankan wasiat Allah, pemilik harta sesungguhnya setelah kematian seseorang.
Lalu bagaimana dong, ini tanah sekian hektar, warisan keluarga yang berhak ada 7 orang, namun dari 7 orang itu 5 sudah meninggal, dari dinas pertanahan meminta kami untuk segera mensertifikatkan tanah ini, mau di atasnamakan ke siapa? bingung saya (anak dari salah seorang ahli waris yang masih hidup).
Ya udah ikutan acara ini aja ya.
Daftarnya di mari ya: https://suuq.orderonline.id/mawaris-bisnis
Apalagi yang berkenaan dengan harta. Karena harta berhubungan dengan ahli waris dan hak masing-masing ahli waris selepas kematian si pemilik harta. Ketika masing-masing terpenuhi haknya secara Islam, maka tidak ada yang terzalimi atau menzalimi, masing-masing ridho dengan pembagian karena menjalankan wasiat Allah, pemilik harta sesungguhnya setelah kematian seseorang.
Lalu bagaimana dong, ini tanah sekian hektar, warisan keluarga yang berhak ada 7 orang, namun dari 7 orang itu 5 sudah meninggal, dari dinas pertanahan meminta kami untuk segera mensertifikatkan tanah ini, mau di atasnamakan ke siapa? bingung saya (anak dari salah seorang ahli waris yang masih hidup).
Ya udah ikutan acara ini aja ya.
Daftarnya di mari ya: https://suuq.orderonline.id/mawaris-bisnis
suuq.orderonline.id
Mawaris Bisnis
Checkout page for "Mawaris Bisnis".
Banyak kejadian:
1. Tanah mangkrak, akhirnya diambil sama mafia tanah, padahal mungkin aja pemiliknya muslim yang meninggalkan banyak ahli waris yang lebih berhak atas tanah itu.
2. Rumah kosong, sampai lama, sampe rusak, tetap belum ada pemiliknya, sampai akhirnya tinggal tanah dan pondasi. Bisa jadi ini rumah warisan yang mungkin tidak diketahui oleh ahli warisnya.
3. Uang ratusan milyar tak bertuan di bank-bank lokal, juga bank-bank luar negeri yang pemiliknya orang Indonesia. Ini terjadi karena tidak pernah memberitahu anak istri/suami tentang hartanya, akhirnya hak ahli warisnya terabaikan
Apa solusi kita? belajar ILMU WARIS (Faridh)
Dengan ilmu ini, kita diminta untuk transparan terhadap harta, harta harus tercatat, jelas pemiliknya, tidak ambigu, ada harta milik istri, milik suami, milik anak, milik ayah, milik ibu dan seterusnya. Intinya adalah wajib melakukan Manajemen Harta agar tidak menimbulkan masalah, perpecahan, konflik kelak di ke mudian hari, saat pemilik harta tiada.
Daftar di sini: https://suuq.orderonline.id/mawaris-bisnis
Ngobrol santai ILMU WARIS/FARAIDH bersama ahlinya, sambil minum susu murni khas Djegang Cafe
1. Tanah mangkrak, akhirnya diambil sama mafia tanah, padahal mungkin aja pemiliknya muslim yang meninggalkan banyak ahli waris yang lebih berhak atas tanah itu.
2. Rumah kosong, sampai lama, sampe rusak, tetap belum ada pemiliknya, sampai akhirnya tinggal tanah dan pondasi. Bisa jadi ini rumah warisan yang mungkin tidak diketahui oleh ahli warisnya.
3. Uang ratusan milyar tak bertuan di bank-bank lokal, juga bank-bank luar negeri yang pemiliknya orang Indonesia. Ini terjadi karena tidak pernah memberitahu anak istri/suami tentang hartanya, akhirnya hak ahli warisnya terabaikan
Apa solusi kita? belajar ILMU WARIS (Faridh)
Dengan ilmu ini, kita diminta untuk transparan terhadap harta, harta harus tercatat, jelas pemiliknya, tidak ambigu, ada harta milik istri, milik suami, milik anak, milik ayah, milik ibu dan seterusnya. Intinya adalah wajib melakukan Manajemen Harta agar tidak menimbulkan masalah, perpecahan, konflik kelak di ke mudian hari, saat pemilik harta tiada.
Daftar di sini: https://suuq.orderonline.id/mawaris-bisnis
Ngobrol santai ILMU WARIS/FARAIDH bersama ahlinya, sambil minum susu murni khas Djegang Cafe
suuq.orderonline.id
Mawaris Bisnis
Checkout page for "Mawaris Bisnis".
📝 *KISAH INSPIRATIF PAGI*
*_Waranya seorang ibu Muslimah. Sehelai Rambutmu Lebih Mulia Dari Jubah Ulama_*
Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu.
“Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada.
Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.”
Imam Ahmad rahimahullah menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan.
Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.
“Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.
Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual?
Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu?
Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat.”
Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa.
Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad rahimahullah bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”
Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”
Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut. Basyar Al-Hafi rahimahullah adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin.
Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata,
“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, ibu. Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.
Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”
Kemudian Imam Ahmad rahimahullah melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”.
Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq, dari Rasulullah, beliau bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ
“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.”
(Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730)
*_Waranya seorang ibu Muslimah. Sehelai Rambutmu Lebih Mulia Dari Jubah Ulama_*
Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu.
“Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada.
Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.”
Imam Ahmad rahimahullah menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan.
Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.
“Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.
Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual?
Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu?
Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat.”
Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa.
Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad rahimahullah bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”
Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”
Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut. Basyar Al-Hafi rahimahullah adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin.
Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata,
“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, ibu. Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.
Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”
Kemudian Imam Ahmad rahimahullah melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”.
Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq, dari Rasulullah, beliau bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ
“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.”
(Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730)
Kehebatan Harun Ar-Rasyid Mengalahkan Byzantium dan Sejarah Yang Dipalsukan Barat
https://www.youtube.com/watch?v=BplE1cfhBB8
https://www.youtube.com/watch?v=BplE1cfhBB8
YouTube
Kehebatan Harun Ar-Rasyid Mengalahkan Byzantium dan Sejarah Yang Dipalsukan Barat
Kaffah Official berisi konten-koten tentang kisah kisah islam baik yang ada didalam alquran dan hadits maupun dari kitab-kitab islam yang lainnya, semoga bermanfaat bagi kita semua..
sampaikanlah walaupun satu ayat.
Jangan Lupa Share, Like dan Subscribe…
sampaikanlah walaupun satu ayat.
Jangan Lupa Share, Like dan Subscribe…
APAKAH ENGKAU MENCINTAIKU?
"Suamiku, apakah engkau mencintaiku?" isterinya bertanya.
"Ya tentu saja, dirimu sebagian dalam hidupku." jawab Imam Syafie ra.
Mendengar itu isterinya bertanya, "Apakah engkau juga mencintai Allah? Bagaimana mungkin dua cinta menyatu dalam hati seorang mukmin, cinta kepada Allah dan juga mencintaiku?"
Imam Syafie ra tersenyum dan mengatakan kepada isterinya dengan pandangan mata yang lembut dan penuh kasih sayang..
"Karena cintaku kepada Allah, maka aku mencintai makhlukNya, memperlakukan dengan hormat dan penuh kasih sayang terhadap isteriku, anak-anakku dan sesama lainnya. Aku mencintaimu karena cintaku kepada Allah."
"Suamiku, apakah engkau mencintaiku?" isterinya bertanya.
"Ya tentu saja, dirimu sebagian dalam hidupku." jawab Imam Syafie ra.
Mendengar itu isterinya bertanya, "Apakah engkau juga mencintai Allah? Bagaimana mungkin dua cinta menyatu dalam hati seorang mukmin, cinta kepada Allah dan juga mencintaiku?"
Imam Syafie ra tersenyum dan mengatakan kepada isterinya dengan pandangan mata yang lembut dan penuh kasih sayang..
"Karena cintaku kepada Allah, maka aku mencintai makhlukNya, memperlakukan dengan hormat dan penuh kasih sayang terhadap isteriku, anak-anakku dan sesama lainnya. Aku mencintaimu karena cintaku kepada Allah."
FLASH SALE AKHIR TAHUN
Bumbu instan Nasi kebuli/kabsah/mandhi/biryani hanya Rp. 37 ribu (sudah plus Nasi bisa untuk 4-5 orang) dari harga awal 70 ribu. Jangan lupa gunakan kode voucher BBIGRI500.
Buruan diborong, cuma sampai tanggal 12 Desember 2021.
Belinya di sini ya. Klik linknya:
https://www.bukalapak.com/p/food/bumbu/bumbu-instan/4gv53rg-jual-bumbu-instan-nasi-kebuli-nasi-kabsah-nasi-mandhi-dan-nasi-biryani
Per transaksi/voucher max. 3 bungkus (Rp. 210 ribu). Tersedia 400an voucher hingga 12 Desember 2021.
Bumbu instan Nasi kebuli/kabsah/mandhi/biryani hanya Rp. 37 ribu (sudah plus Nasi bisa untuk 4-5 orang) dari harga awal 70 ribu. Jangan lupa gunakan kode voucher BBIGRI500.
Buruan diborong, cuma sampai tanggal 12 Desember 2021.
Belinya di sini ya. Klik linknya:
https://www.bukalapak.com/p/food/bumbu/bumbu-instan/4gv53rg-jual-bumbu-instan-nasi-kebuli-nasi-kabsah-nasi-mandhi-dan-nasi-biryani
Per transaksi/voucher max. 3 bungkus (Rp. 210 ribu). Tersedia 400an voucher hingga 12 Desember 2021.
Bukalapak
Jual Bumbu Instan Nasi Kebuli Nasi Kabsah Nasi Mandhi dan Nasi Biryani di Lapak Griya Lebah
Beli Bumbu Instan Nasi Kebuli Nasi Kabsah Nasi Mandhi dan Nasi Biryani. Harga Murah di Lapak Griya Lebah. Telah Terjual Lebih Dari 64. ✓ Pengiriman cepat ✓ Pembayaran 100% aman. Belanja Sekarang Juga Hanya di Bukalapak.