Hikmah Malam sebelum Tidur
Dahulu di zaman shahabat, di mana Islam sudah berkembang demikian pesatnya, kegiatan bisnis berjalan dengan berbagai cara dan modelnya. Menurut catatan sejarah sistem yang mirip dengan bank saat ini sudah dilakoni umat Islam zaman itu, seperti pinajm meminjam, titip harta, kerjasama dan sebagainya.
Tersebutlah sebuah kasus terjadi, beberapa orang ingin menyelesaikan masalah mereka, karena harta yang mereka titipkan kepada seseorang tidak bisa ditarik, sebabnya adalah orang yang dtitipi harta itu pailit.
Ditunjuklah Abdullah bin Abbas sebagai hakim/penengah untuk menyelesaikan masalah itu.
Ceritakan masalah anda, kata Abdullah bin Abbas
Begini, kami tidak bisa mengambil harta yang telah kami titipkan kepada fulan, karena pailit.
Abdullah bin Abbas bertanya: berapa jumlah harta kalian?. Salah seorang dari mereka menjawab kurang lebih 100 ribu dinar.
Itu masalahnya? baiklah, ini saya bayarkan dengan harta saya. Mereka bertanya, ini pinjaman atau apa? Ini saya berikan untuk kalian, untuk menyelesaikan masalah kalian dengan orang memegang titipan uang kalian.. Masalah selesai, DONE.
Demikian mudahnya menyelesaikan masalah di zaman shahabat kala itu, maka tepatlah Nabi bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah zamanku, kemudian berikutnya, kemudian berikutnya.
Abdullah bin Abbas adalah ahli al Quran, ahli Hadits, pebisnis dan juga pejabat pemerintah di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Beliau salah satu sepupu Nabi dan dididik langsung oleh Nabi.
Beginilah hasil didikan Islam, tidak hanya satu ilmu yang dikuasai, berbagai ilmu sanggup mereka kuasai jika dididik dengan cara Islam sebagaimana dahulu Nabi mendidik para shahabat-shahabatnya.
Sepanjang hayatnya, Nabi Muhammada saw melahirkan kurang lebih 2000 orang manusia dengan kualitas pemimpin, bukan pemimpin biasa melainkan pemimpin kelas dunia.
Sebutlah Amr bin Ash, yang dipuji oleh Umar bin Khattab, orang ini (maksudnya Amr bin Ash), di manapun bumi dipijak, dia layak jadi pemimpin. Ini baru sat ucontoh dari 2000 manusia berkualitas hasil didikan Nabi Muhammad saw.
Jadi, begitu banyaknya warisan kita, peninggalan Nabi kita dan para shahabatnya, kenapa kita masih merasa dan harus mencari dari sumber lain yang belum jelas hasilnya?
Sejarah Islam bukanlah dongeng, semua ada catatannya, yang mana eropa mengambil mutiara-mutiara Islam ini, dengan cara menterjemahkan kitab-kitab ulama Islam, dan lihatlah sekarang, mereka memimpin peradaban hari ini.
Apakah kita bisa kembali merebut dan mengembalikan peradab Islam ini seperti dahulu para ulama kita memakmurkan dunia dengan ilmu mereka? sangat bisa dan sudah ada bahan, tinggal kita apakah mau mengambilnya atau tetap membiarkan dunia barat melahapnya dan sekaligus melahap kehidupan kita dengan kekuasaannya seperti saat ini?
Dahulu di zaman shahabat, di mana Islam sudah berkembang demikian pesatnya, kegiatan bisnis berjalan dengan berbagai cara dan modelnya. Menurut catatan sejarah sistem yang mirip dengan bank saat ini sudah dilakoni umat Islam zaman itu, seperti pinajm meminjam, titip harta, kerjasama dan sebagainya.
Tersebutlah sebuah kasus terjadi, beberapa orang ingin menyelesaikan masalah mereka, karena harta yang mereka titipkan kepada seseorang tidak bisa ditarik, sebabnya adalah orang yang dtitipi harta itu pailit.
Ditunjuklah Abdullah bin Abbas sebagai hakim/penengah untuk menyelesaikan masalah itu.
Ceritakan masalah anda, kata Abdullah bin Abbas
Begini, kami tidak bisa mengambil harta yang telah kami titipkan kepada fulan, karena pailit.
Abdullah bin Abbas bertanya: berapa jumlah harta kalian?. Salah seorang dari mereka menjawab kurang lebih 100 ribu dinar.
Itu masalahnya? baiklah, ini saya bayarkan dengan harta saya. Mereka bertanya, ini pinjaman atau apa? Ini saya berikan untuk kalian, untuk menyelesaikan masalah kalian dengan orang memegang titipan uang kalian.. Masalah selesai, DONE.
Demikian mudahnya menyelesaikan masalah di zaman shahabat kala itu, maka tepatlah Nabi bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah zamanku, kemudian berikutnya, kemudian berikutnya.
Abdullah bin Abbas adalah ahli al Quran, ahli Hadits, pebisnis dan juga pejabat pemerintah di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Beliau salah satu sepupu Nabi dan dididik langsung oleh Nabi.
Beginilah hasil didikan Islam, tidak hanya satu ilmu yang dikuasai, berbagai ilmu sanggup mereka kuasai jika dididik dengan cara Islam sebagaimana dahulu Nabi mendidik para shahabat-shahabatnya.
Sepanjang hayatnya, Nabi Muhammada saw melahirkan kurang lebih 2000 orang manusia dengan kualitas pemimpin, bukan pemimpin biasa melainkan pemimpin kelas dunia.
Sebutlah Amr bin Ash, yang dipuji oleh Umar bin Khattab, orang ini (maksudnya Amr bin Ash), di manapun bumi dipijak, dia layak jadi pemimpin. Ini baru sat ucontoh dari 2000 manusia berkualitas hasil didikan Nabi Muhammad saw.
Jadi, begitu banyaknya warisan kita, peninggalan Nabi kita dan para shahabatnya, kenapa kita masih merasa dan harus mencari dari sumber lain yang belum jelas hasilnya?
Sejarah Islam bukanlah dongeng, semua ada catatannya, yang mana eropa mengambil mutiara-mutiara Islam ini, dengan cara menterjemahkan kitab-kitab ulama Islam, dan lihatlah sekarang, mereka memimpin peradaban hari ini.
Apakah kita bisa kembali merebut dan mengembalikan peradab Islam ini seperti dahulu para ulama kita memakmurkan dunia dengan ilmu mereka? sangat bisa dan sudah ada bahan, tinggal kita apakah mau mengambilnya atau tetap membiarkan dunia barat melahapnya dan sekaligus melahap kehidupan kita dengan kekuasaannya seperti saat ini?
RAHASIA KEBANGKITAN UMAT MODEL KEBANGKITAN GENERASI SHALAHUDDIN AL AYYUBI oleh : Ustadz Asep Sobari, Lc:
Shalahuddin Yusuf bin Ayyub atau lebih dikenal Shalahuddin al-Ayyubi (532-589H) adalah sosok yang sangat popular dalam serajah Islam dan Eropa. Sepak terjangnya dalam Perang Salib dan keberhasilannya merebut al-Quds (Palestina) dari penguasa Kristen telah menempatkan Shalahuddin sebagai tokoh yang paling berpengaruh di masa itu. la berhasil menghentikan sementara waktu rangkaian Perang Salib yang diserukan pertama kali oleh Paus Urban II pada 25 November 1095 di Konsili Clermont (Karen Armstrong, Perang Suci, hlm. 27). Shalahuddin al-Ayyubi menjadi legenda dan kisah suksesnya menjadi inspirasi lintas generasi umat Islam. "Ketika para peniliti, dai, dan kalangan intelektual mendiskusikan berbagai tantangan dan bahaya yang dihadapi oleh umat Islam saat ini, mereka sering mengungkit kemenangan-kemenangan yang diraih Shalahuddin sebagai argumentasi dan penegasan alas urgensi semangat islami dalam menghadapi tantangan dan bahaya tersebut." (Majid al-Kilani, Hakadza Zhahara lit Shalahiddin wa Hakadza Mat al-Quds, hlm. 25).Sebagai inspirasi, menempatkan Shalahuddin sebagai ikon kebangkitan adalah suatu hal yang pantas dan bernas. Persoalan baru muncul ketika mencermati metode penyajian model kebangkitan tersebut secara keliru. Umumnya, dimulai dari fenomena pencaplokan wilayah-wilayah Islam oleh Pasukan Salib dengan cara yang kejam dan biadab. Lalu, tiba-tiba muncul sosok-sosok penting yang mengubah kondisi terpuruk umat Islam, seperti Nuruddin Zanki dan Shalahuddin, dan menyiapkan umat untuk mengusung risalah jihad. Sosok-sosok inilah yang ditampilkan sebagai aktor-aktor terpenting perubahan yang berhasil mengembalikan kedaulatan umat Islam, termasuk merebut kembali Palestina. Di balik segala bentuk heroisme sepak terjang Nuruddin dan Shalahuddin, yang secara faktual memang benar, sebenarnya ada satu mata rantai yang hilang. Ada rentang masa sekitar 50 tahun antara jatuhnya wilayah-wilayah Islam di Syam ke tangan Pasukan Salib dengan munculnya model perjuangan Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al-Ayyubi. Pertanyaan besar muncul di sini dan menuntut jawaban yang sangat mendesak, apa yang terjadi pada umat Islam selama masa setengah abad tersebut? Faktor-faktor apakah yang telah mengubah kondisi umat Islam dari terpuruk menjadi bangkit, bahkan meraih kemenangan besar melawan pasukan Eropa?Di sinilah letak pentingnya karya Dr . Majid Irsan al-Kilani, Hakadza Zhahara III Shalahiddin waHakadza 'Mat al-Quds (Beginilah Generasi Shalahuddin Lahir dan Beginilah Palestina Direbut kembali). Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Asep Sobari, Lc dan Amaluddin, MA dengan judul: Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang; Refleksi 50 Tahun Gerakan Dakwah Para Ulama untuk Membangkitkan Umat dan Merebut Palestina, Penerbit Kalam Aulia, Tabun 2007. Dalam buku tersebut, Dr Majid al Kilani mengkritik metode penyajian kebangkitan umat oleh Nuruddin dan Shalahuddin seperti di atas menurutnya, metode tersebut justru mengaburkan persoalan paling mendasar yang ada pada umat, yang disebutnya sebagai penyakit-penyakit sebenarnya yang diidap organ umat. Penyakit-penyakit internal inilah yang kelak melahirkan kondisi layak terpuruk dan kalah (a/-qabiliyyah liof takhalluf wa al hazimah). Dengan keberadaan penyakit penyakit yang menggerogoti 'imunitas' umat dari dalam, maka umat pun akhirnya menjadl lemah dan tidak kuat menahan serangan penyakit penyakit dari luar. Alhasil, meski metode penyajian tersebut dapat mengangkat semangat juang (hamas, ghayroh) kaum Muslim, namun pada hakikatnya malah menempatkan persoalan amat jauh dari kata mungkin untuk dapat diselesaikan. Karena umat yang kondisi internalnya lemah, tidak akan pernah berhasil menahan bahaya dan menyelesaikan persoalan yang datang dari luar. Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam kondisi lemah tentu adalah mengobati penyakit internal itu sendiri.
Shalahuddin Yusuf bin Ayyub atau lebih dikenal Shalahuddin al-Ayyubi (532-589H) adalah sosok yang sangat popular dalam serajah Islam dan Eropa. Sepak terjangnya dalam Perang Salib dan keberhasilannya merebut al-Quds (Palestina) dari penguasa Kristen telah menempatkan Shalahuddin sebagai tokoh yang paling berpengaruh di masa itu. la berhasil menghentikan sementara waktu rangkaian Perang Salib yang diserukan pertama kali oleh Paus Urban II pada 25 November 1095 di Konsili Clermont (Karen Armstrong, Perang Suci, hlm. 27). Shalahuddin al-Ayyubi menjadi legenda dan kisah suksesnya menjadi inspirasi lintas generasi umat Islam. "Ketika para peniliti, dai, dan kalangan intelektual mendiskusikan berbagai tantangan dan bahaya yang dihadapi oleh umat Islam saat ini, mereka sering mengungkit kemenangan-kemenangan yang diraih Shalahuddin sebagai argumentasi dan penegasan alas urgensi semangat islami dalam menghadapi tantangan dan bahaya tersebut." (Majid al-Kilani, Hakadza Zhahara lit Shalahiddin wa Hakadza Mat al-Quds, hlm. 25).Sebagai inspirasi, menempatkan Shalahuddin sebagai ikon kebangkitan adalah suatu hal yang pantas dan bernas. Persoalan baru muncul ketika mencermati metode penyajian model kebangkitan tersebut secara keliru. Umumnya, dimulai dari fenomena pencaplokan wilayah-wilayah Islam oleh Pasukan Salib dengan cara yang kejam dan biadab. Lalu, tiba-tiba muncul sosok-sosok penting yang mengubah kondisi terpuruk umat Islam, seperti Nuruddin Zanki dan Shalahuddin, dan menyiapkan umat untuk mengusung risalah jihad. Sosok-sosok inilah yang ditampilkan sebagai aktor-aktor terpenting perubahan yang berhasil mengembalikan kedaulatan umat Islam, termasuk merebut kembali Palestina. Di balik segala bentuk heroisme sepak terjang Nuruddin dan Shalahuddin, yang secara faktual memang benar, sebenarnya ada satu mata rantai yang hilang. Ada rentang masa sekitar 50 tahun antara jatuhnya wilayah-wilayah Islam di Syam ke tangan Pasukan Salib dengan munculnya model perjuangan Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al-Ayyubi. Pertanyaan besar muncul di sini dan menuntut jawaban yang sangat mendesak, apa yang terjadi pada umat Islam selama masa setengah abad tersebut? Faktor-faktor apakah yang telah mengubah kondisi umat Islam dari terpuruk menjadi bangkit, bahkan meraih kemenangan besar melawan pasukan Eropa?Di sinilah letak pentingnya karya Dr . Majid Irsan al-Kilani, Hakadza Zhahara III Shalahiddin waHakadza 'Mat al-Quds (Beginilah Generasi Shalahuddin Lahir dan Beginilah Palestina Direbut kembali). Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Asep Sobari, Lc dan Amaluddin, MA dengan judul: Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang; Refleksi 50 Tahun Gerakan Dakwah Para Ulama untuk Membangkitkan Umat dan Merebut Palestina, Penerbit Kalam Aulia, Tabun 2007. Dalam buku tersebut, Dr Majid al Kilani mengkritik metode penyajian kebangkitan umat oleh Nuruddin dan Shalahuddin seperti di atas menurutnya, metode tersebut justru mengaburkan persoalan paling mendasar yang ada pada umat, yang disebutnya sebagai penyakit-penyakit sebenarnya yang diidap organ umat. Penyakit-penyakit internal inilah yang kelak melahirkan kondisi layak terpuruk dan kalah (a/-qabiliyyah liof takhalluf wa al hazimah). Dengan keberadaan penyakit penyakit yang menggerogoti 'imunitas' umat dari dalam, maka umat pun akhirnya menjadl lemah dan tidak kuat menahan serangan penyakit penyakit dari luar. Alhasil, meski metode penyajian tersebut dapat mengangkat semangat juang (hamas, ghayroh) kaum Muslim, namun pada hakikatnya malah menempatkan persoalan amat jauh dari kata mungkin untuk dapat diselesaikan. Karena umat yang kondisi internalnya lemah, tidak akan pernah berhasil menahan bahaya dan menyelesaikan persoalan yang datang dari luar. Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam kondisi lemah tentu adalah mengobati penyakit internal itu sendiri.
Sehingga setelah sehat, baru dapat berjuang mengatasi penyakit dari luar dan mengubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.
Sisi lain yang patut dikritik dari metode penyajian tersebut, adalah isi lebih mengarahkan umat pada pola perjuangan individual dan mengandalkan kekuatan figur semata. la jauh dari pola kerja kolektif (al-'amal al-jama'i) yang melibatkan seluruh unsur umat. Metode penyajian membangun persepsi bahwa tanggung jawab kebangkitan umat berada di pundak para pemimpin dan elit, sehingga merekalah yang secara sepihak menyusun strategi dan mengarahkan umat. Cara ini selain dalam tataran pelaksanaannya akan sangat sulit, jaga tidak membangun kesadaran kolektif pada diri umat bahwa mereka jaga ikut terlibat dan bertanggang jawab atas kebangkitan yang diharapkan. Untuk itu, Dr. Majid al-Kilani, melalui penelitiannya yang sangat serius terhadap literatur-literatur sejarah dan pendukungnya yang mendokumentasikan periode tersebut, meyakinkan bahwa pada mulanya, Shalahaddin al-Ayyubi tidak lebih dari bahan baku dari sebuah generasi baru. Generasi ini telah melalui proses perubahan unsur-unsur yang terkandung dalam al-anfus (internal), seperti pemikiran, persepsi, nilai, tradisi, dsb. Proses perubahan inilah yang kemudian menyiapkan mereka pada posisi-posisi yang sesuai dengan potensi masing-masing. Maka sebagai akibatnya, terjadilah perubahan eksternal yang mengejawantah dalam aspek politik, ekonomi, militer, dll, sehingga segala aktivitas mereka menjadi terarah dan tepat. Pendekatan Dr. Majid al-Kilani dalam menyajlkan fenomena kebangkitan Islam di masa Shalahuddin, tampak seperti sedang merangkai mata rantai sejarah dalam satu rangkaian yang utuh. Setiap fakta sejarah saling melengkapi sehingga dapat memberi jawaban kausalitas atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa itu. Oleh karenanya, kita dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi pada umat Islam sehingga mengalami keterpurukan yang sangat dahsyat sebelum Perang Salib? Keterpurukan yang mengakibatkan pasukan Eropa tersebut dengan mudah menjajah wilayah Islam di saat Khilafah masih berdiri tegak di Baghdad. Lantas, apa yang terjadi pada masa masa berikutnya, sikap, reaksi, dan perubahan, yang kemudian membangkitkan umat yang tampak dengan munculnya sosok-sosok seperti Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al Ayyubi? Siapakah tokoh tokoh yang berperan dalam perubahan, tersebut?Apa saja hal yang dirubah dan bagaimana proses perubahan itu berjalan?
Sekelumit pertanyaan itulah yang coba di jawab Dr Majid al Kilani dalam buku fenomenalnya tersebut. Buku yang sangat inspiratif dan membuka harapan umat untuk menemukan jalan kebangkitan kembali. Di sisi lain,buku ini juga tampaknya, cukup mengkhawatirkan pihak-pihak yang tidak menginginkan kebangkitan umat Islam. Dr. Al-Kilani sendiri mengungkapkan hal ini dalam muqakidamah berikut, "Saya diberitahu oleh seseorang yang menonton acara pada sebuah kanal televisi Israel, bahwa dalam acara tersebut beberapa pakar dari Israel membedah buku tersebut (Hakadza...,pen) dengan bahasa Ibrani selama satu jam penuh. Mereka menyimpulkan bahwa buku tersebut berbahaya karena dapat menumbuhkan semangat juang islami,sehingga secara mendesak harus dilakukan langkah melawan fenomena kesadaran dunia Islam dengan dalih melawan terorisme, dan lain-lain." (hlm. 19)
Sisi lain yang patut dikritik dari metode penyajian tersebut, adalah isi lebih mengarahkan umat pada pola perjuangan individual dan mengandalkan kekuatan figur semata. la jauh dari pola kerja kolektif (al-'amal al-jama'i) yang melibatkan seluruh unsur umat. Metode penyajian membangun persepsi bahwa tanggung jawab kebangkitan umat berada di pundak para pemimpin dan elit, sehingga merekalah yang secara sepihak menyusun strategi dan mengarahkan umat. Cara ini selain dalam tataran pelaksanaannya akan sangat sulit, jaga tidak membangun kesadaran kolektif pada diri umat bahwa mereka jaga ikut terlibat dan bertanggang jawab atas kebangkitan yang diharapkan. Untuk itu, Dr. Majid al-Kilani, melalui penelitiannya yang sangat serius terhadap literatur-literatur sejarah dan pendukungnya yang mendokumentasikan periode tersebut, meyakinkan bahwa pada mulanya, Shalahaddin al-Ayyubi tidak lebih dari bahan baku dari sebuah generasi baru. Generasi ini telah melalui proses perubahan unsur-unsur yang terkandung dalam al-anfus (internal), seperti pemikiran, persepsi, nilai, tradisi, dsb. Proses perubahan inilah yang kemudian menyiapkan mereka pada posisi-posisi yang sesuai dengan potensi masing-masing. Maka sebagai akibatnya, terjadilah perubahan eksternal yang mengejawantah dalam aspek politik, ekonomi, militer, dll, sehingga segala aktivitas mereka menjadi terarah dan tepat. Pendekatan Dr. Majid al-Kilani dalam menyajlkan fenomena kebangkitan Islam di masa Shalahuddin, tampak seperti sedang merangkai mata rantai sejarah dalam satu rangkaian yang utuh. Setiap fakta sejarah saling melengkapi sehingga dapat memberi jawaban kausalitas atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa itu. Oleh karenanya, kita dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi pada umat Islam sehingga mengalami keterpurukan yang sangat dahsyat sebelum Perang Salib? Keterpurukan yang mengakibatkan pasukan Eropa tersebut dengan mudah menjajah wilayah Islam di saat Khilafah masih berdiri tegak di Baghdad. Lantas, apa yang terjadi pada masa masa berikutnya, sikap, reaksi, dan perubahan, yang kemudian membangkitkan umat yang tampak dengan munculnya sosok-sosok seperti Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al Ayyubi? Siapakah tokoh tokoh yang berperan dalam perubahan, tersebut?Apa saja hal yang dirubah dan bagaimana proses perubahan itu berjalan?
Sekelumit pertanyaan itulah yang coba di jawab Dr Majid al Kilani dalam buku fenomenalnya tersebut. Buku yang sangat inspiratif dan membuka harapan umat untuk menemukan jalan kebangkitan kembali. Di sisi lain,buku ini juga tampaknya, cukup mengkhawatirkan pihak-pihak yang tidak menginginkan kebangkitan umat Islam. Dr. Al-Kilani sendiri mengungkapkan hal ini dalam muqakidamah berikut, "Saya diberitahu oleh seseorang yang menonton acara pada sebuah kanal televisi Israel, bahwa dalam acara tersebut beberapa pakar dari Israel membedah buku tersebut (Hakadza...,pen) dengan bahasa Ibrani selama satu jam penuh. Mereka menyimpulkan bahwa buku tersebut berbahaya karena dapat menumbuhkan semangat juang islami,sehingga secara mendesak harus dilakukan langkah melawan fenomena kesadaran dunia Islam dengan dalih melawan terorisme, dan lain-lain." (hlm. 19)
FILOSOFI SEJARAH Kekuatan kajian Dr. al Kilani dalam bukunya terletak pada kaedah-kaedah dasar pemahaman sejarah (fiqh at-tarikh) yang ia sebut filosofi sejarah. Kaedah-kaedah merupakan hasil analisa fenomena sejarah dan nash wahyu. Menurutnya ada dua kaedah dasar yang menjadi pedoman metodologis kajian yang dilakukannya dalam 'membaca' fenomena kebangkitan generasi Shalahuddin ini. Berikut pemaparannya:
1. Setiap masyarakat terdiri dari tiga unsur: pemikiran, individu, dan benda. Suatu masyarakat akan berada pada kondisi sehat dan baik, apabila individu dan benda bergerak pada poros pemikiran yang benar. Suatu masyarakat akan sakit, apabila pemikiran dan benda bergerak pada poros individu. Suatu masyarakat akan mengalami sekarat dan mati, apabila pemikiran dan individu bergerak pada poros benda. Kaedah ini dibahas lebih lanjut oleh Dr. al-Kllani dalam buku lain berjudul al-Ummah al-Muslimah dan Ahdaf at-Tarbiyatul Islamiyah.
2. Perilaku manusia (as-suluk al-insani) merupakan gabungan dari niat dan gerak (qashd wal harakah). Niat menejawantah pada pikiran dan kehendak. Sedang gerak mengejawantah pada tindakan praktis. Tiga unsur perilaku manusia tersebut membentuk rangkaian yang saling mempengaruhi. Bermula dari domain pemikiran yang kemudian melahirkan kehendak, dan berakhir pada tindakan praktis yang berlaku di luar organ tubuh manusia. Berdasarkan kaedah di atas, kita dapat menelusuri setiap fenomena masyarakat dengan tepat. Bahwa semua fenomena tersebut bermula dari konten-konten pemikiran yang melahirkan tujuan.Tahap berikutnya adalah kecenderungan-kecenderungan diri yang mengarahkan kehendak. Dan berakhir pada tindakan-tindakan praktis yang melahirkan karya-karya yang maju atau terbelakang, dalam segala bidang kehidupan. Ketika berbicara tentang perubahan yang terjadi pada fenomena sosial, Al-Qur'an menggambarkan tatanan perilaku manusia dan masyarakat yang sama persis seperti di atas .Perubahan positif suatu masyarakat digambarkan Allah SWT dalam firman-Nya,“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka" (QS Ar-Ra'ad ayat 11) Sedangkan perubahan negatif suatu masyarakat dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya"Demikianlah, Allah tidak mengubah nikmat yang diberikan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka." (QS. Al-Anfal: 53). Pandangan filosofis tentang lahirnya fenomena sosial dan sejarah ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang cukup masyhur, "Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat organ sebesar mudhghah. Apabila ia baik maka organ seluruh tubuh menjadi baik dan jika ia rusak maka seluruh tubuh menjadi rusak. Ketahuilah, benda tersebut adalah qalb." (HR. Muslim). Qalb yang sering diartikan hati memiliki dua kekuatan, yaitu kekuatan pemikiran dan kehendak. Dua kekuatan ini bergabung dalam membentuk rangkaian perilaku, yaitu pemikiran dan kehendak, sebelum melahirkan mata rantai terakhir berupa tindakan praktis yang dilakukan oleh organ-organ tubuh yang bersifat lahir. Sunnah (Qanun) perubahan dengan berpedoman pada penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an di atas, suatu perubahan tidak akan terjadi kecuali bila diarahkan melalui sunnah-sunnah perubahan yang sama. Penjelasan sunnah-sunnah perubahan tersebut seperti berikut:
1. Perubahan bermula pada konten diri manusia (ma bil anfus), lalu beralih pada perubahan bidang-bidang sosial, ekonomi, politik, militer, pemerintahan, dan bidang-bidang eksternal lainnya. Konten diri manusia (ma bil anfus) memiliki ruang lingkup pemaknaan yang luas. la mencakup pemikiran, nilai, budaya, kecenderungan, tradisi, dll. Juga mencakup pandangan manusia terhadap alam asal, alam raga, kehidupan, dan alam akhirat. Juga mencakup semacam orientasi hidup manusia, apakah hanya terbatas pada keinginan untuk bertahan (survive) secara fisik dan materi, seperti pernikahan, makanan, pakaian, dan tempat tinggal, atau memiliki menghendaki taraf hidup manusia yang lebih luhur, seperti rasa aman, penghargaan, keadilan, dan ihsan.
1. Setiap masyarakat terdiri dari tiga unsur: pemikiran, individu, dan benda. Suatu masyarakat akan berada pada kondisi sehat dan baik, apabila individu dan benda bergerak pada poros pemikiran yang benar. Suatu masyarakat akan sakit, apabila pemikiran dan benda bergerak pada poros individu. Suatu masyarakat akan mengalami sekarat dan mati, apabila pemikiran dan individu bergerak pada poros benda. Kaedah ini dibahas lebih lanjut oleh Dr. al-Kllani dalam buku lain berjudul al-Ummah al-Muslimah dan Ahdaf at-Tarbiyatul Islamiyah.
2. Perilaku manusia (as-suluk al-insani) merupakan gabungan dari niat dan gerak (qashd wal harakah). Niat menejawantah pada pikiran dan kehendak. Sedang gerak mengejawantah pada tindakan praktis. Tiga unsur perilaku manusia tersebut membentuk rangkaian yang saling mempengaruhi. Bermula dari domain pemikiran yang kemudian melahirkan kehendak, dan berakhir pada tindakan praktis yang berlaku di luar organ tubuh manusia. Berdasarkan kaedah di atas, kita dapat menelusuri setiap fenomena masyarakat dengan tepat. Bahwa semua fenomena tersebut bermula dari konten-konten pemikiran yang melahirkan tujuan.Tahap berikutnya adalah kecenderungan-kecenderungan diri yang mengarahkan kehendak. Dan berakhir pada tindakan-tindakan praktis yang melahirkan karya-karya yang maju atau terbelakang, dalam segala bidang kehidupan. Ketika berbicara tentang perubahan yang terjadi pada fenomena sosial, Al-Qur'an menggambarkan tatanan perilaku manusia dan masyarakat yang sama persis seperti di atas .Perubahan positif suatu masyarakat digambarkan Allah SWT dalam firman-Nya,“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka" (QS Ar-Ra'ad ayat 11) Sedangkan perubahan negatif suatu masyarakat dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya"Demikianlah, Allah tidak mengubah nikmat yang diberikan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka." (QS. Al-Anfal: 53). Pandangan filosofis tentang lahirnya fenomena sosial dan sejarah ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang cukup masyhur, "Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat organ sebesar mudhghah. Apabila ia baik maka organ seluruh tubuh menjadi baik dan jika ia rusak maka seluruh tubuh menjadi rusak. Ketahuilah, benda tersebut adalah qalb." (HR. Muslim). Qalb yang sering diartikan hati memiliki dua kekuatan, yaitu kekuatan pemikiran dan kehendak. Dua kekuatan ini bergabung dalam membentuk rangkaian perilaku, yaitu pemikiran dan kehendak, sebelum melahirkan mata rantai terakhir berupa tindakan praktis yang dilakukan oleh organ-organ tubuh yang bersifat lahir. Sunnah (Qanun) perubahan dengan berpedoman pada penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an di atas, suatu perubahan tidak akan terjadi kecuali bila diarahkan melalui sunnah-sunnah perubahan yang sama. Penjelasan sunnah-sunnah perubahan tersebut seperti berikut:
1. Perubahan bermula pada konten diri manusia (ma bil anfus), lalu beralih pada perubahan bidang-bidang sosial, ekonomi, politik, militer, pemerintahan, dan bidang-bidang eksternal lainnya. Konten diri manusia (ma bil anfus) memiliki ruang lingkup pemaknaan yang luas. la mencakup pemikiran, nilai, budaya, kecenderungan, tradisi, dll. Juga mencakup pandangan manusia terhadap alam asal, alam raga, kehidupan, dan alam akhirat. Juga mencakup semacam orientasi hidup manusia, apakah hanya terbatas pada keinginan untuk bertahan (survive) secara fisik dan materi, seperti pernikahan, makanan, pakaian, dan tempat tinggal, atau memiliki menghendaki taraf hidup manusia yang lebih luhur, seperti rasa aman, penghargaan, keadilan, dan ihsan.
2. Perubahan menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk tidak akan terjadi kecuali apabila masyarakat secara kolektif (al-qaum) dan bukan individu-individu mengubah konten yang ada pada diri mereka (ma bil anfus). Dampak perubahan kolektif Ini akan terlihat pada kondisi yang dialami masyarakat berupa kondisi politik, sosial, ekonomi, militer, dll, sebesar kadar perubahan yang terjadi pada konten diri mereka (ma bil anfus).
3. Perubahan yang positif dan efektif akan terjadi apabila masyarakat secara kolektif (al-qaum) sadar dan mulai mengubah apa yang ada dalam diri mereka (ma bianfusihim). Jika mereka sukses melakukan perubahan yang berdimensi pendidikan dan pemikiran ini, maka perubahan yang positif dan efektif juga akan terjadi pada aspek ekonomi,politik, sosial, militer, dst-agar dapat memahami karakter perubahan seperti di atas dan cara menggunakan sunnah-sunnahnya maka harus memenuhi dua syarat penting, yaitu *menguasai sepenuhnya pengetahuan tentang rangkaian perilaku yang melahirkan fenomena sosial (al-ihathah al-kamilah) dan mendalami setiap detail dan konstruknya (ar-rusukh).
Mengingat unsur-unsur fenomena sosial yang menjadi topik pembahasan buku ini, juga lainnya, terserak dalam literatur-literatur sejarah, maka seorang peneliti sejarah harus melakukan konstruksi ulang fenomena tersebut sesuai dengan pandangan terhadap rangkaian perilaku manusia dan sunnah-sunnah perubahan yang telah dipaparkan di atas. Dengan berpedoman pada filosofi sejarah ini dalam mengkaji fakta-fakta dan seluk-beluk peristiwa sejarah, maka akan melahirkan kesimpulan dasar seperti berikut:|
1. Dalam konteks sejarah Islam, umat menjadi kuat dan hebat ketika terjadi perpaduan dua unsur, yaitu ikhlas dan tepat. lkhlas dalam tataran kehendak dan tepat dalam tataran pemikiran dan tindakan. Jika salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi atau malah keduanya, atau satu sama lain saling bertentangan maka segala bentuk jerih payah dan pengorbanan yang dilakukan oleh umat tidak menghasilkan karya yang berarti dan menjadi sia-sia-
2. Dalam konteks sejarah secara umum, baik Islam maupun bukan, fakta menunjukkan bahwa ketika jaringan interaksi sosial dibangun berdasarkan loyalitas penuh kepada pemikiran (afkar ar-risalah) yang menjadi landasan ideologis dan sebab eksistensinya, maka setiap orang yang ada dalam masyarakat tersebut hidup dengan terlindungi dan dihargai, baik ketika masih hidup maupun setelah mati. Apabila terjadi perselisihan dan perbedaan maka potensi konflik diarahkan ke luar mereka, sementara mereka sendiri tetap bersatu dan produktif.
3. Sebaliknya, ketika jaringan interaksi sosial dibangun berdasarkan loyalitas kepada individu atau kelompok atau mazhab, dll, sesuai dengan kaedah bergerak di dalam poros individu dan benda, maka manusia menjadi unsur yang paling tidak berharga baik di dalam masyarakat itu sendiri maupun di luarnya. Setiap konflik akan berputar di dalam masyarakat tersebut sehingga perpecahan tidak dapat dihindari, setiap kelompok berusaha menghancurkan kelompok lain. Alhasil, aroma kelemahan masyarakat tersebut akan merebak ke luar dan mengundang selera pihak-pihak luar untuk melumatnya.
Demikianlah garis-garis besar 'filosofi sejarah' yang menjadi pedoman kapan dalam buku Hakadza Zhahara Shalahuddin wa Hakadza Adat al-Quds dengan berpedoman pada filosofofi sejarah tersebut maka kajian dalarn buku memiliki dua Karakteristik:
1.Pertama, al-ihathah al-kamilah: mencakup secara luas rangkaian peristiwa sejarah dan kerangka umum fenomena 'Generasi Shalahuddin.'
2.Kedua, ar-rusukh: memaparkan secara mendalam detail proses perubahan yang melahirkan generasi Shalahuddin, berikut klasifikasinya-Lalu merekonstruksi fakta-fakta fenomena sejarah tersebut sehingga menjadikannya utuh dan seakan hidup kembali.
==========
Beli bukunya di sini:
https://suuq.orderonline.id/mkui
3. Perubahan yang positif dan efektif akan terjadi apabila masyarakat secara kolektif (al-qaum) sadar dan mulai mengubah apa yang ada dalam diri mereka (ma bianfusihim). Jika mereka sukses melakukan perubahan yang berdimensi pendidikan dan pemikiran ini, maka perubahan yang positif dan efektif juga akan terjadi pada aspek ekonomi,politik, sosial, militer, dst-agar dapat memahami karakter perubahan seperti di atas dan cara menggunakan sunnah-sunnahnya maka harus memenuhi dua syarat penting, yaitu *menguasai sepenuhnya pengetahuan tentang rangkaian perilaku yang melahirkan fenomena sosial (al-ihathah al-kamilah) dan mendalami setiap detail dan konstruknya (ar-rusukh).
Mengingat unsur-unsur fenomena sosial yang menjadi topik pembahasan buku ini, juga lainnya, terserak dalam literatur-literatur sejarah, maka seorang peneliti sejarah harus melakukan konstruksi ulang fenomena tersebut sesuai dengan pandangan terhadap rangkaian perilaku manusia dan sunnah-sunnah perubahan yang telah dipaparkan di atas. Dengan berpedoman pada filosofi sejarah ini dalam mengkaji fakta-fakta dan seluk-beluk peristiwa sejarah, maka akan melahirkan kesimpulan dasar seperti berikut:|
1. Dalam konteks sejarah Islam, umat menjadi kuat dan hebat ketika terjadi perpaduan dua unsur, yaitu ikhlas dan tepat. lkhlas dalam tataran kehendak dan tepat dalam tataran pemikiran dan tindakan. Jika salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi atau malah keduanya, atau satu sama lain saling bertentangan maka segala bentuk jerih payah dan pengorbanan yang dilakukan oleh umat tidak menghasilkan karya yang berarti dan menjadi sia-sia-
2. Dalam konteks sejarah secara umum, baik Islam maupun bukan, fakta menunjukkan bahwa ketika jaringan interaksi sosial dibangun berdasarkan loyalitas penuh kepada pemikiran (afkar ar-risalah) yang menjadi landasan ideologis dan sebab eksistensinya, maka setiap orang yang ada dalam masyarakat tersebut hidup dengan terlindungi dan dihargai, baik ketika masih hidup maupun setelah mati. Apabila terjadi perselisihan dan perbedaan maka potensi konflik diarahkan ke luar mereka, sementara mereka sendiri tetap bersatu dan produktif.
3. Sebaliknya, ketika jaringan interaksi sosial dibangun berdasarkan loyalitas kepada individu atau kelompok atau mazhab, dll, sesuai dengan kaedah bergerak di dalam poros individu dan benda, maka manusia menjadi unsur yang paling tidak berharga baik di dalam masyarakat itu sendiri maupun di luarnya. Setiap konflik akan berputar di dalam masyarakat tersebut sehingga perpecahan tidak dapat dihindari, setiap kelompok berusaha menghancurkan kelompok lain. Alhasil, aroma kelemahan masyarakat tersebut akan merebak ke luar dan mengundang selera pihak-pihak luar untuk melumatnya.
Demikianlah garis-garis besar 'filosofi sejarah' yang menjadi pedoman kapan dalam buku Hakadza Zhahara Shalahuddin wa Hakadza Adat al-Quds dengan berpedoman pada filosofofi sejarah tersebut maka kajian dalarn buku memiliki dua Karakteristik:
1.Pertama, al-ihathah al-kamilah: mencakup secara luas rangkaian peristiwa sejarah dan kerangka umum fenomena 'Generasi Shalahuddin.'
2.Kedua, ar-rusukh: memaparkan secara mendalam detail proses perubahan yang melahirkan generasi Shalahuddin, berikut klasifikasinya-Lalu merekonstruksi fakta-fakta fenomena sejarah tersebut sehingga menjadikannya utuh dan seakan hidup kembali.
==========
Beli bukunya di sini:
https://suuq.orderonline.id/mkui
suuq.orderonline.id
Model Kebangkitan Umat Islam
Checkout page for "Model Kebangkitan Umat Islam".
MUSLIM YANG TEGAS BUKAN KERAS
Dalam sebuah acara Motivation talks, seorang pewawancara mengatakan kepada Khabib:
Kau sangat ekspresif, kau sangat terbuka terhadapa keislamanmu. Ada yang bilang tak semua orang bisa seperti itu, sebagian orang menyembunyikannya, sebagian orang merasa malu mengatakannya, apa nasihatmua bagi kawula muda, untuk menunjukkan bahwa kau muslim dan bangga terhadap hal itu (keislamannya)?
Khabib menjawab:
Aku bertemu banyak muslim seperti itu, bahkan saat pertama aku bertemu Daniel Cormier, saat di gym, setelah itu aku ingat dia bilang, dia mengundangku untuk berpesta. Aku bilang, tidak, aku tak berpesta. Dia tanya, kenapa?
Mengapa aku harus berpesta? aku tak minum, aku tak melakukan hal semacam itu.
Dia bilang, tak apa-apa, aku punya banyak teman muslim, mereka ikut, kau bisa ikut juga.
Aku bilang," Tidak, tidak. Itu sekitar tahun 2012, hampir 10 tahun yang lalu.
Aku tahu banyak teman, aku tahu mereka teman atau bukan, tapi aku tahu ada orang, mereka ada di dua sisi. Mereka muslim, tapi di saat tertentu, mereka juga melakukan hal itu.
Ini adalah keputusan pribadi. Ini hal yang sangat mudah. Beberap orang mungkin malu jika orang lain tahu dia itu muslim, aku tahu ada muslim yang seperti ini, tapi aku tak malu, dan semua orang tahu, teman-temanku, bahkan mereka yang beda agama, mereka tahu aku makan yang halal, aku tak minum, bahkan hari ini, saat aku di Old Trafford, aku bersama Patrice Evra, Usain Bolt dan Sir Alex Ferguson, dan Alex Ferguson menawariku untuk minum wine (anggur),. Bagi mereka itu mungkin baik, aku tak menghakiminya. Tapi bagaimana aku menjelaskan padanya, ada 2 cara, pertama kau bisa tegas dan bilang tidak, aku muslim, aku tak pernah minum alkohol. Cara kedua, aku sampaikan padanya, ini tak baik, karena jika aku minum aku akan menghajar kalian semua. Ini bukan ide yang bagus.
Kau bilang begitu ke ir Alex Ferguson hari ini?. Ya baru beberapa jam yang lalu.
Menjadi muslim tak mudah, tapi kau tak perlu membuatnya jadi sulit. Jadilah orang baik, lalu tunjukkan bahwa kau seorang muslim. Aku rasa Usain Bolt, Patrice Ecra mengerti itu, tapi Sir Alex Ferguson mengerti, karena beliau tak ingin aku menghajar semua orang, lalu beliau bilang baiklah, jangan minum anggur.
Dalam sebuah acara Motivation talks, seorang pewawancara mengatakan kepada Khabib:
Kau sangat ekspresif, kau sangat terbuka terhadapa keislamanmu. Ada yang bilang tak semua orang bisa seperti itu, sebagian orang menyembunyikannya, sebagian orang merasa malu mengatakannya, apa nasihatmua bagi kawula muda, untuk menunjukkan bahwa kau muslim dan bangga terhadap hal itu (keislamannya)?
Khabib menjawab:
Aku bertemu banyak muslim seperti itu, bahkan saat pertama aku bertemu Daniel Cormier, saat di gym, setelah itu aku ingat dia bilang, dia mengundangku untuk berpesta. Aku bilang, tidak, aku tak berpesta. Dia tanya, kenapa?
Mengapa aku harus berpesta? aku tak minum, aku tak melakukan hal semacam itu.
Dia bilang, tak apa-apa, aku punya banyak teman muslim, mereka ikut, kau bisa ikut juga.
Aku bilang," Tidak, tidak. Itu sekitar tahun 2012, hampir 10 tahun yang lalu.
Aku tahu banyak teman, aku tahu mereka teman atau bukan, tapi aku tahu ada orang, mereka ada di dua sisi. Mereka muslim, tapi di saat tertentu, mereka juga melakukan hal itu.
Ini adalah keputusan pribadi. Ini hal yang sangat mudah. Beberap orang mungkin malu jika orang lain tahu dia itu muslim, aku tahu ada muslim yang seperti ini, tapi aku tak malu, dan semua orang tahu, teman-temanku, bahkan mereka yang beda agama, mereka tahu aku makan yang halal, aku tak minum, bahkan hari ini, saat aku di Old Trafford, aku bersama Patrice Evra, Usain Bolt dan Sir Alex Ferguson, dan Alex Ferguson menawariku untuk minum wine (anggur),. Bagi mereka itu mungkin baik, aku tak menghakiminya. Tapi bagaimana aku menjelaskan padanya, ada 2 cara, pertama kau bisa tegas dan bilang tidak, aku muslim, aku tak pernah minum alkohol. Cara kedua, aku sampaikan padanya, ini tak baik, karena jika aku minum aku akan menghajar kalian semua. Ini bukan ide yang bagus.
Kau bilang begitu ke ir Alex Ferguson hari ini?. Ya baru beberapa jam yang lalu.
Menjadi muslim tak mudah, tapi kau tak perlu membuatnya jadi sulit. Jadilah orang baik, lalu tunjukkan bahwa kau seorang muslim. Aku rasa Usain Bolt, Patrice Ecra mengerti itu, tapi Sir Alex Ferguson mengerti, karena beliau tak ingin aku menghajar semua orang, lalu beliau bilang baiklah, jangan minum anggur.
2 SIFAT YANG MENGHALANGI SESEORANG DARI ILMU
Imam Al Bukhari pernah mengatakan,"Tidak akan bisa menggapai ilmu orang yang malu-malu dan orang yang sombong.
Malu belajar akan membuat seseorang tetap dalam kebodohan, sombong akan membuat seseorang menganggap dirinya cukup, hingga akhirnya tak mau belajar lagi.
(Sumber: Kitab Nuzhatul Akhyar)
Imam Al Bukhari pernah mengatakan,"Tidak akan bisa menggapai ilmu orang yang malu-malu dan orang yang sombong.
Malu belajar akan membuat seseorang tetap dalam kebodohan, sombong akan membuat seseorang menganggap dirinya cukup, hingga akhirnya tak mau belajar lagi.
(Sumber: Kitab Nuzhatul Akhyar)
ON THIS DAY: WAFATNYA NIZAMUL MULK (14 OKTOBER 1092)
Siapakah beliau? Kenapa Nizamul Mulk disebut beberapa Ulama sebagai perintis "Generasi Shalahuddin"?
Nizamul Mulk berjasa sebagai perintis utama bagi "Generasi Shalahudin." Ia mendidik pemuda Turki bernama Aq Sanqur menjadi mujahid yang cerdas dan shalih, yang kemudian memiliki anak bernama Imaduddin Zanki. Imaduddin adalah ayah Nuruddin Zanki, yang kemudian menjadi inspirasi bagi Shalahuddin Al Ayyubi. Kesemuanya adalah generasi pejuang yang memiliki saham pembebasan Al Aqsha.
(Referensi : Miah Udzama min Ummatil Islam Ghayyaru Majra At Tarikh, Jihad Turbani).
Kesultanan Islam Seljuk di bawah arahannya, menjadi kekuatan politik yang kokoh dan luas, meliputi sebagian daratan China di timur sampai Turki di barat. Nizam Mulk sangat fokus tidak hanya pada perluasan, melainkan juga pada pendidikan.
Nizam al Mulk mengalokasikan anggaran negara sebanyak 300 ribu dinar per tahun untuk beasiswa penuntut ilmu di seluruh negeri-negeri Muslimin saat itu. Terbangunlah Universitas dan sekolah-sekolah dengan kualitas tinggi, yang baru ditiru Eropa 600 tahun kemudian.
Beliau membangun Universitas di banyak kota, di antaranya Basrah, Mosul, Balkh, Naisabur, Harran, Esfahan, Merv, Thabaristan. Semua Universitas ini dinamakan dengan MADARIS AN NIZAMIYAH.
Beliau wafat pada hari Jumat di bulan Ramadhan, setelah ditikam oleh agen organisasi terlarang Assassin yang tidak suka dengan kebangkitan Islam. Assassin juga melakukan percobaan pembunuhan pada Shalahuddin.
Siapakah beliau? Kenapa Nizamul Mulk disebut beberapa Ulama sebagai perintis "Generasi Shalahuddin"?
Nizamul Mulk berjasa sebagai perintis utama bagi "Generasi Shalahudin." Ia mendidik pemuda Turki bernama Aq Sanqur menjadi mujahid yang cerdas dan shalih, yang kemudian memiliki anak bernama Imaduddin Zanki. Imaduddin adalah ayah Nuruddin Zanki, yang kemudian menjadi inspirasi bagi Shalahuddin Al Ayyubi. Kesemuanya adalah generasi pejuang yang memiliki saham pembebasan Al Aqsha.
(Referensi : Miah Udzama min Ummatil Islam Ghayyaru Majra At Tarikh, Jihad Turbani).
Kesultanan Islam Seljuk di bawah arahannya, menjadi kekuatan politik yang kokoh dan luas, meliputi sebagian daratan China di timur sampai Turki di barat. Nizam Mulk sangat fokus tidak hanya pada perluasan, melainkan juga pada pendidikan.
Nizam al Mulk mengalokasikan anggaran negara sebanyak 300 ribu dinar per tahun untuk beasiswa penuntut ilmu di seluruh negeri-negeri Muslimin saat itu. Terbangunlah Universitas dan sekolah-sekolah dengan kualitas tinggi, yang baru ditiru Eropa 600 tahun kemudian.
Beliau membangun Universitas di banyak kota, di antaranya Basrah, Mosul, Balkh, Naisabur, Harran, Esfahan, Merv, Thabaristan. Semua Universitas ini dinamakan dengan MADARIS AN NIZAMIYAH.
Beliau wafat pada hari Jumat di bulan Ramadhan, setelah ditikam oleh agen organisasi terlarang Assassin yang tidak suka dengan kebangkitan Islam. Assassin juga melakukan percobaan pembunuhan pada Shalahuddin.
*WAHAI PARA GURU BERBAHAGIALAH*
Peradaban bisa kokoh karena kecintaan penguasanya kepada ILMU.
Maka saat itu, di kala Islam menggenggam dunia, para guru kehidupannya sangat makmur dan mereka bisa fokus mengembangkan ilmunya. Tidak ada yang nyambi jualan.
Tonggak penghargaan ilmu oleh penguasa ada pada zaman Bani Abbasiyyah. Ada sebuah catatan gaji guru senior di zaman itu adalah 100 dinar/bulan. Satu dinar setara dengan 3 juta rupiah.
Bersyukur, saat ini ada sertifikasi guru, semoga cukup ya Bapak Ibu guru, sehingga bisa semakin fokus pada urusannya, mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa, menjadikan mereka orang baik, makin taat, shalih, shalihah dan bertaqwa. Itulah tujuan pendidikan yang sesungguhnya, orientasinya akhirat, bukan nyari kerja, buat naikin jabatan, buat karir, ini mah receh dan ini otomatis dapat kalau niat tertingginya karena ridho Allah. Bukankah Allah melindungi dan menjamin kehidupan orang-orang shalih? Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengutip ayat ini, tatkala diprotes bawahannya, kenapa hanya mewarisi harta tidak sampai 1 dinar kepada anak-anaknya.
اِنَّ وَلِيِّ َۧ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتٰبَۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ
(QS 7:196)
Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang shalih.
Peradaban bisa kokoh karena kecintaan penguasanya kepada ILMU.
Maka saat itu, di kala Islam menggenggam dunia, para guru kehidupannya sangat makmur dan mereka bisa fokus mengembangkan ilmunya. Tidak ada yang nyambi jualan.
Tonggak penghargaan ilmu oleh penguasa ada pada zaman Bani Abbasiyyah. Ada sebuah catatan gaji guru senior di zaman itu adalah 100 dinar/bulan. Satu dinar setara dengan 3 juta rupiah.
Bersyukur, saat ini ada sertifikasi guru, semoga cukup ya Bapak Ibu guru, sehingga bisa semakin fokus pada urusannya, mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa, menjadikan mereka orang baik, makin taat, shalih, shalihah dan bertaqwa. Itulah tujuan pendidikan yang sesungguhnya, orientasinya akhirat, bukan nyari kerja, buat naikin jabatan, buat karir, ini mah receh dan ini otomatis dapat kalau niat tertingginya karena ridho Allah. Bukankah Allah melindungi dan menjamin kehidupan orang-orang shalih? Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengutip ayat ini, tatkala diprotes bawahannya, kenapa hanya mewarisi harta tidak sampai 1 dinar kepada anak-anaknya.
اِنَّ وَلِيِّ َۧ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتٰبَۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ
(QS 7:196)
Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang shalih.
*AYO DAFTARKAN PRODUK KITA*
Mensikapi dan merespon berita viralnya UKM yang terkena sidak aparat dan terkena sanksi pidana, maka kami mengajak para UKM yang produknya belum memiliki izin baik PIRT maupun MD BPOM, untuk segera mendaftarkan produknya untuk mendapatkan izin legalitas.
Silahkan tulis nama Bapak/Ibu, nama produk. InsyaAllah nanti ada pendampingan bagi yang serius ingin mengajukan izin MD ataupun PIRT. Pendamping adalah Fasilitator Nasional maupun Fasilitator Daerah dari UKM Gemar Halal dan Big Indonesia.
1. Liana Salami, bubur bayi, belum punya izin edar
2. Dwi irnawati, ..................., ijin pirt
3.
4.
5.
Silahkan bergabung dengan grup khusus Pendampingan UKM untuk mendapatkan Izin Edar BPOM:
bit.ly/pendampinganMD
UKM Gemar Halal
Mensikapi dan merespon berita viralnya UKM yang terkena sidak aparat dan terkena sanksi pidana, maka kami mengajak para UKM yang produknya belum memiliki izin baik PIRT maupun MD BPOM, untuk segera mendaftarkan produknya untuk mendapatkan izin legalitas.
Silahkan tulis nama Bapak/Ibu, nama produk. InsyaAllah nanti ada pendampingan bagi yang serius ingin mengajukan izin MD ataupun PIRT. Pendamping adalah Fasilitator Nasional maupun Fasilitator Daerah dari UKM Gemar Halal dan Big Indonesia.
1. Liana Salami, bubur bayi, belum punya izin edar
2. Dwi irnawati, ..................., ijin pirt
3.
4.
5.
Silahkan bergabung dengan grup khusus Pendampingan UKM untuk mendapatkan Izin Edar BPOM:
bit.ly/pendampinganMD
UKM Gemar Halal
WhatsApp.com
WhatsApp Group Invite
WAHAI AYAH, PERHATIKAN PUTRIMU
Perhatikan perkataan ulama berikut:
لا تزوج ابنتك إلا من تقي، إذا أحبها أكرمها وإن كرهها لم يظلمها
"Janganlah kamu menikahkan putrimu kecuali dengan laki-laki yang bertakwa. Karena jika dia mencintai istrinya maka akan memuliakannya dan jika tidak suka maka tidak akan mendzaliminya." [1]
Wahai ayah,
Engkau tahu mengapa
Laki-laki tidak perlu ada wali nikah
Sedangkan wanita wajib?
Karena tugas wali adalah
Menjaga anak perempuannya
Dari laki-laki tidak bertakwa
Hanya ingin manisnya saja
Lalu dibuang hempaskan
Bukanlah lebah yang menyerbukkan bunga
Tapi tawon yang menyerap sari pati
Menghancurkan lalu layulah bunga
Anak perempuan mudah sekali
Terlena bahkan "gelap mata"
Dengan romatis sesaat &
Pengorbanan semu laki-laki
Padahal ia rubah bertopeng kelinci
Tugas engkau wahai ayah
Karena anak perempuan-mu
Akan menjadi "tawanan" suaminya
Susah lepas sekali terikat
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻻَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻮْﺻُﻮْﺍ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻦَّ ﻋَﻮَﺍﻥٌ ﻋِﻨْﺪَﻛُﻢْ
“Hendaknya kalian berwasiat yang baik untuk para wanita karena mereka sesungguhnya hanyalah tawanan yang TERTAWAN oleh kalian” [2]
Tugas kalian wahai ayah:
1) Perbaiki diri kalian dengan takwa dan kebaikan
Malu dan malu, jika ada laki-laki melamar anak perempuan-mu dan sifak akhlaknya mirip seperti engkau
2) Segera nikahkan jika laki-laki yang datang TERBUKTI baik agama dan akhlaknya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhai akhlak dan agamnya, maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.” [3]
(dr. Raehanul Bahraen)
Perhatikan perkataan ulama berikut:
لا تزوج ابنتك إلا من تقي، إذا أحبها أكرمها وإن كرهها لم يظلمها
"Janganlah kamu menikahkan putrimu kecuali dengan laki-laki yang bertakwa. Karena jika dia mencintai istrinya maka akan memuliakannya dan jika tidak suka maka tidak akan mendzaliminya." [1]
Wahai ayah,
Engkau tahu mengapa
Laki-laki tidak perlu ada wali nikah
Sedangkan wanita wajib?
Karena tugas wali adalah
Menjaga anak perempuannya
Dari laki-laki tidak bertakwa
Hanya ingin manisnya saja
Lalu dibuang hempaskan
Bukanlah lebah yang menyerbukkan bunga
Tapi tawon yang menyerap sari pati
Menghancurkan lalu layulah bunga
Anak perempuan mudah sekali
Terlena bahkan "gelap mata"
Dengan romatis sesaat &
Pengorbanan semu laki-laki
Padahal ia rubah bertopeng kelinci
Tugas engkau wahai ayah
Karena anak perempuan-mu
Akan menjadi "tawanan" suaminya
Susah lepas sekali terikat
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻻَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻮْﺻُﻮْﺍ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻦَّ ﻋَﻮَﺍﻥٌ ﻋِﻨْﺪَﻛُﻢْ
“Hendaknya kalian berwasiat yang baik untuk para wanita karena mereka sesungguhnya hanyalah tawanan yang TERTAWAN oleh kalian” [2]
Tugas kalian wahai ayah:
1) Perbaiki diri kalian dengan takwa dan kebaikan
Malu dan malu, jika ada laki-laki melamar anak perempuan-mu dan sifak akhlaknya mirip seperti engkau
2) Segera nikahkan jika laki-laki yang datang TERBUKTI baik agama dan akhlaknya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhai akhlak dan agamnya, maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.” [3]
(dr. Raehanul Bahraen)
📌Bagi yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara, bisa dengan cara:
1. Pilih kitab Muhadatsah atau Kitab yang berisi contoh-contoh Ungkapan dalam Bahasa Arab (akan kami share contoh kitabnya di bawah)
2. Hafal bahasa Arab dari Kalimat Muhadatsah/Ungkapan sembari melihat Bahasa Indonesianya. Di sarankan minimal 3 kalimat/ungkapan sehari
3. Sering mengulang hafalan tsb sembari melihat Bahasa Indonesianya
4. Insyaallah tanpa disadari setelah banyak yang dihafal dan diulang, kemampuan berbicara Bahasa Arab kita akan semakin meningkat.
معكم النجاح
1. Pilih kitab Muhadatsah atau Kitab yang berisi contoh-contoh Ungkapan dalam Bahasa Arab (akan kami share contoh kitabnya di bawah)
2. Hafal bahasa Arab dari Kalimat Muhadatsah/Ungkapan sembari melihat Bahasa Indonesianya. Di sarankan minimal 3 kalimat/ungkapan sehari
3. Sering mengulang hafalan tsb sembari melihat Bahasa Indonesianya
4. Insyaallah tanpa disadari setelah banyak yang dihafal dan diulang, kemampuan berbicara Bahasa Arab kita akan semakin meningkat.
معكم النجاح
BANGGA BUATAN INDONESIA
Spesial buat kamu, ada voucher Potongan Harga Rp.100.000 di lapak GRIYA LEBAH setiap pembelian minimal 2 Propolis Pronsa!
Yuk, langsung pakai vouchernya sebelum 12 Des 2021 biar kamu bisa belanja lebih hemat di sini:
https://www.bukalapak.com/u/anas_rusli_188421?voucher_code=BBIGRI500
Terbatas Hanya 500 Voucher tersedia, buruan belanja sebelum keduluan orang lain.
Spesial buat kamu, ada voucher Potongan Harga Rp.100.000 di lapak GRIYA LEBAH setiap pembelian minimal 2 Propolis Pronsa!
Yuk, langsung pakai vouchernya sebelum 12 Des 2021 biar kamu bisa belanja lebih hemat di sini:
https://www.bukalapak.com/u/anas_rusli_188421?voucher_code=BBIGRI500
Terbatas Hanya 500 Voucher tersedia, buruan belanja sebelum keduluan orang lain.
Bukalapak
Lapak Griya Lebah di Tangerang Selatan
Temukan kebutuhanmu di Lapak Griya Lebah daerah Banten, Tangerang Selatan - Tempat Belanja Termurah dan Teraman hanya di Bukalapak
Minyak Zaitun Al-'Ard
TERNYATA MASIH BANYAK HAL YANG BELUM ANDA KETAHUI
Salah satunya adalah hal berikut ini!
Taukah anda bahwa…
Meminum satu sendok minyak zaitun dalam keadaan perut kosong, jika diminum secara rutin, akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan.
#Diantaranya:
💡Menyembuhkan Sakit Usus Besar, Tulang menjadi Kuat (mencegah Osteoporosis), Membersihkan Hati, Membantu Menurunkan Berat Badan, Meningkatkan Imunitas, Nutrisi Terbaik untuk Otak, Mengurangi peradangan hingga Mencegah Alzheimer
💡Sebuah studi yang dilakukan oleh dr. Aldovaroro dari Universitas Napoli Italia, telah diadakan studi terhadap 32 pasien yang terkena penyakit tekanan darah tinggi, lalu disarankan untuk mengkonsumsi minyak zaitun. Hasilnya sangat luar biasa, terjadi penurunan tekanan dalam darah terhadap semua pasien dengan kadar 7 poin tensi.
💡Temuan Asosiasi Zaitun India (IOA) tahun 2010, minyak Zaitun membantu mencegah penyakit kanker dan meningkatkan harapan hidup.
💡Kenapa orang Indonesia banyak yang strooke? Karena budaya konsumsi minyak zaitun tidak ada. Di Turki mereka juga jarang olahraga dan banyak yang gemuk, tapi mereka tidak strooke, karena mereka terbiasa mengkonsumsi Zaitun, biasanya sebanyak 2-3 sendok sekali makan, pagi siang malam hari.
💡Di dalam Al-Quran, Zaitun disebut sebanyak 7 kali oleh ALLAH SWT.
Ini membuktikan bahwa keberadaan Zaitun sangat bermanfaat di muka bumi
💡Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Jadikanlah Zaitun sebagai makanan pendamping dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkahi” (HR. Ibnu Majah)
lalu dimanakah Pohon Zaitun Terbaik itu?
Al Quran Menyebutkan dalam Surat An Nur ayat 35:
لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ
"yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat"
📍 Menurut para Ulama, tempat tersebut adalah Palestina! Allahu Akbar ❤️
MINYAK_ZAITUN AL ‘ARD;
Merupakan Minyak Zaitun Kualitas Terbaik Dunia Yang berasal Dari Negeri Para Nabi🤗
📌 Manfaat MEMBELI Minyak Zaitun AL ‘ARD:
🎯 SEHAT JASMANIAH
Dari Setiap Kandungan Zat Gizi yang ada di dalam Zaitun Al ‘Ard, memenuhi hampir semua yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Dikonsumsi Rutin In syaa ALLAH dijauhkan segala Penyakit Degeneratif.
Al-‘Ard Extra Virgin Olive Oil merupakan Minyak Zaitun Premium berasal dari POHON YANG ALLAH BERKAHI dan BUMI YANG DIBERKAHI, Palestina.
Sudah dikenal sejak dulu bahwa Palestina merupakan ladang Pohon Zaitun yang proses budidaya dan penyuburannya secara alami.
Minyak Zaitun Al-‘Ard dalam proses pembibitan dan perawatan tidak menggunakan bahan2 kimia (seperti: pestisida), tetapi memakai cara tradisional yang alami, aman dan lebih menyehatkan.
Ecer 240.000
TERNYATA MASIH BANYAK HAL YANG BELUM ANDA KETAHUI
Salah satunya adalah hal berikut ini!
Taukah anda bahwa…
Meminum satu sendok minyak zaitun dalam keadaan perut kosong, jika diminum secara rutin, akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan.
#Diantaranya:
💡Menyembuhkan Sakit Usus Besar, Tulang menjadi Kuat (mencegah Osteoporosis), Membersihkan Hati, Membantu Menurunkan Berat Badan, Meningkatkan Imunitas, Nutrisi Terbaik untuk Otak, Mengurangi peradangan hingga Mencegah Alzheimer
💡Sebuah studi yang dilakukan oleh dr. Aldovaroro dari Universitas Napoli Italia, telah diadakan studi terhadap 32 pasien yang terkena penyakit tekanan darah tinggi, lalu disarankan untuk mengkonsumsi minyak zaitun. Hasilnya sangat luar biasa, terjadi penurunan tekanan dalam darah terhadap semua pasien dengan kadar 7 poin tensi.
💡Temuan Asosiasi Zaitun India (IOA) tahun 2010, minyak Zaitun membantu mencegah penyakit kanker dan meningkatkan harapan hidup.
💡Kenapa orang Indonesia banyak yang strooke? Karena budaya konsumsi minyak zaitun tidak ada. Di Turki mereka juga jarang olahraga dan banyak yang gemuk, tapi mereka tidak strooke, karena mereka terbiasa mengkonsumsi Zaitun, biasanya sebanyak 2-3 sendok sekali makan, pagi siang malam hari.
💡Di dalam Al-Quran, Zaitun disebut sebanyak 7 kali oleh ALLAH SWT.
Ini membuktikan bahwa keberadaan Zaitun sangat bermanfaat di muka bumi
💡Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Jadikanlah Zaitun sebagai makanan pendamping dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkahi” (HR. Ibnu Majah)
lalu dimanakah Pohon Zaitun Terbaik itu?
Al Quran Menyebutkan dalam Surat An Nur ayat 35:
لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ
"yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat"
📍 Menurut para Ulama, tempat tersebut adalah Palestina! Allahu Akbar ❤️
MINYAK_ZAITUN AL ‘ARD;
Merupakan Minyak Zaitun Kualitas Terbaik Dunia Yang berasal Dari Negeri Para Nabi🤗
📌 Manfaat MEMBELI Minyak Zaitun AL ‘ARD:
🎯 SEHAT JASMANIAH
Dari Setiap Kandungan Zat Gizi yang ada di dalam Zaitun Al ‘Ard, memenuhi hampir semua yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Dikonsumsi Rutin In syaa ALLAH dijauhkan segala Penyakit Degeneratif.
Al-‘Ard Extra Virgin Olive Oil merupakan Minyak Zaitun Premium berasal dari POHON YANG ALLAH BERKAHI dan BUMI YANG DIBERKAHI, Palestina.
Sudah dikenal sejak dulu bahwa Palestina merupakan ladang Pohon Zaitun yang proses budidaya dan penyuburannya secara alami.
Minyak Zaitun Al-‘Ard dalam proses pembibitan dan perawatan tidak menggunakan bahan2 kimia (seperti: pestisida), tetapi memakai cara tradisional yang alami, aman dan lebih menyehatkan.
Ecer 240.000