BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
534 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*ISLAM ADALAH UMAT YANG MANDIRI - HANYA BERGANTUNG KEPADA ALLAH*

Salah satu bai'at Rasulullah SAW kepada shahabatnya, Abu Bakar Ash Shiddiq adalah:
Jangan pernah menyusahkan orang lain selama masih bisa melakukannya sendiri.

Pernah suatu saat shahabat Abu Bakar pergi naik untanya. Abu Bakar biasa membawa tongkatnya. Ketika itu tongkatnya jatuh dari atas untanya.

Bisa saja saat itu dia meminta tolong orang lain untuk mengambilnya, tetapi itu tidak dilakukannya, Abu Bakar mengambil tongkatnya itu sendiri.

Inilah satu ajaran Nabi kita Muhammad SAW kepada para shahabatnya dan juga kepada kita semua umatnya, agar MANDIRI, hidup mandiri dengan kekuatannya, selama itu bisa dilakukannya, tidak mudah menyerah, tidak mudah mengeluh, tidak mudah putus asa.

Yang jadi boss, jangan sok
yang jadi pejabat, ingat ini
Yang jadi orangtua, yuk ajari anak kita untuk mandiri
Yang jadi guru, ini kesempatan mengenalkan Rasulnya

Dan kita semua, semoga bisa mengamalkan semua ajaran Rasul kita.

*_Allahumma Shalli 'wa sallim alaa Muhammad Wa 'alaa aalihii wa shohbihii ajma'iin._*
MAU ANAK ANDA CERDAS? BACA ULASAN DI BAWAH INI


Menjelang kejatuhan Turki Utsmani, kekhalifahan terakhir Islam, misionaris Inggris dan Perancis meneliti apa rahasia dibalik kegemilangan Umat Islam saat itu, mereka meneliti ini dalam rangka untuk menjatuhkan Islam.

Saat itu anak-anak Eropa, usia 3 tahun mampu menghafal 16 ribu kosa kata.

Dalam penelitian mereka didapat bahwa ternyata Alquran mengandung lebih dari 77 ribu Kata, belum ditambah bahasa Arab mengandung pula puluhan ribu kosa Kata di luar bahasa Alquran, ditambah lagi turunan-turunan ilmu seperti Fiqh dan lain sebagainya.

Dari sini mereka menyimpulkan, oooh ternyata ini yang membuat Islam unggul. Sejak kecil bahkan Sebelum lahir generasi Islam telah dididik dengan ALQURAN DAN BAHASA ARAB. Pola pendidikan Zaman keemasan Islam menjadikan ALQURAN DAN BAHASA ARAB konsep awal pendidikan Sebelum yang lainnya. Dan semua itu diajarkan di tempat terbaik yaitu masjid sebagai pusat pendidik generasi.

Akhirnya Dibuatkan skenario jahat bagaimana menjauhkan umat Islam dari dua ini:
1. ALQURAN DAN
2. BAHASA ARAB

Karena dua inilah yang membuat generasi Islam saat itu menjadi generasi cerdas yang mampu memimpin peradaban dunia berabad-abad lamanya.

Dan perlu diketahui bahwa penelitian ini sempat dilarang beredar berabad lamanya, karena jika umat Islam tahu akan membuat umat Islam kembali mencintai ALQURAN DAN BAHASA ARAB.

Jadi kita sudah paham sekarang, apa yang harus dipelajari anak-anak kita diawal agar melahirkan anak-anak CERDAS masa depan, secerdas Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas'ud dan shahabat Nabi lainnya.
Maurice Bucaille (lahir di Pont-l'Eveque, 19 Juli 1920 – meninggal 17 Februari 1998 pada umur 77 tahun adalah seorang ahli bedah dan pengarang berkebangsaan Prancis. Pada tahun 1973, dirinya diangkat sebagai dokter keluarga Raja Faisal dari Arab Saudi. Para pasiennya termasuk anggota keluarga Presiden Mesir Anwar Sadat. Dia masuk Islam dari Kristen. Ia terkenal dengan bukunya The Bible, The Qur'an and Science yang dirilis pada tahun 1976.
KEMEWAHAN ITU BERGANTI JADI SAHAJA

Masa sebelum beliau menjadi khalifah, dalam setahun Umar bin Abdul Aziz menghabiskan 40 ribu dinar (setara dengan 140 M-an).

Bahkan parfum yang terkenal yang hari ini menjadi brand di banyak merk dan toko parfum "Ambar/Ambergris", dibeli dengan harga belasan ribu dinar, hingga saat ia berjalanpun wanginya membekas di jalanan. Sebuah parfum yang berasal dari zat ikan paus yang sangat mahal.

Namun saat amanah itu datang dan ia menjadi khalifah, ia meninggalkan dunia untuk kemakmuran rakyatnya hingga saat itu tidak ada lagi yang miskin, namun kehidupan beliau menjadi sangat sederhana.

Bahkan beliau menjual parfumnya seharga 9000 dinar kepada Sulaiman bin Abdulmalik. Gaya hidupnya berubah bahkan harga bajunya tidak lebih dari 1 dinar, hanya beberapa dirham.

Fasilitas negara pun tidak sembarangan beliau gunakan, bahkan hanya untuk memakai lampu negara saja, minyak dan api. Sebagaimana ungkapan beliau kepada Raja' bin Hayawah kala bertamu.

Makanan yang dulu biasa dihidangkan dengan menu yang berlembar-lembar dan banyak itu, berubah menjadi sepotong roti kasar dan minyak saja.

Di saat warga dan umat muslim bisa berhaji berkali-kali, beliau tidak bisa lagi berangkat haji karena tidak menemukan harta yang cukup untuk menunaikannya.

Dibalik sejahtera dan kemakmuran rakyat, ada pemimpin yang takut menggunakan fasilitas negara untuk kepentingannya. Dibalik zakat yang sulit dibagikan karena tidak ada yang miskin itu, ada pemimpin yang hidupnya sederhana yang hanya meninggalkan warisan beberapa keping dinar untuk anak-anaknya. Beliau hanya mewariskan kepada 17 anak-anaknya masing-masing 1 jutaan rupiah saja.

InsyaaAllah kelak akan banyak lahir pemimpin-pemimpin seperti Umar bin Abdulaaziz di Indonesia ini, dari rahim wanita-wanita shalihah dan dari laki-laki yang shalih pula.
KENAPA KAU DAN AKU PERLU KENAL SEJARAH KITA?

Sejarah Islam itu luas sekali, sahabat. Ia bergema di Jazirah Arab, menjulang sampai ufuk Afrika, megah di benua Eropa bahkan menginspirasi benua Amerika.

Ada zamannya, ketika dunia ini dipimpin oleh para pemberani nan shalih yang ksatria di pagi hari, namun sangat khusyu' seperti biarawan di malam hari," kata mata-mata Romawi.

Kehebatan itu perlu kau tahu. Aku ingin sekali ingatan hebat itu bisa sampai pada semua anak-anak muda muslimin, bisa diajarkan ayah pada putranya, bisa diceritakan ibu pada putrinya, dapat dikisahkan guru ngaji pada murid didiknya setelah setor hafalan.

Sebagaimana kau tahu Al Fatihah, aku ingin kita mengenal sejarah kita sebagaimana kita mengenal Al Fatihah. Mengenal shahabat-shahabat Nabi semudah kita membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas. Karena dulu, kami diajarkan tentang kisah perjuangan Rasulullah SAW, sebagaimana kami diajarkan surat-surat Al Quran," kata Zainul Abidin bin Ali bin Husain bin Ali.

Itulah alasan terbesar kami, itulah mengapa kami ingin mewujudkan sejarah indah itu dan merangkumnya dalam lembaran sederhana. Hanya satu tujuan kami: agar kamu tahu bahwa dirimu bagian dari umat besar ini. Agar kamu dan aku bisa mengulang kemenangan bagi umat ini, menebar keadilan bagi penjuru bumi.
Mengenalkan produk karya lebah selain madu yaitu propolis.
Untuk khasiat dan kegunaan bisa dicek di Mbah Google ya. Karena ini produk yang sudah sangat familiar, namun memiliki zat bio active jauh melebihi madu.

Kelebihan Pronsa propolis:
1. No alcohol.
2. Bebas wax, zat lilin yang diproduksi oleh lebah di sarangnya, ini bahaya untuk hati dalam jangka panjang.
3. Menggunakan teknologi Nano - butiran propolisnya berukuran 100 nm bahkan lebih halus lagi, sehingga mudah diserap tubuh.

Mau coba produk ini, bisa langsung ke sini ya:
https://suuq.orderonline.id/propolis-pronsa-nano-tech
Puasanya jadi lebih berkualitas dengan konsumsi *propolis Pronsa*, karena tubuh jadi lebih segar dan tidak ngantuk. (Ibu Nana-Akuntan Senior RI). Mau seperti Bu Nana? Cekidot: bit.ly/Nano-tech
TAPEL adalah campuran klabet, jahe, kayu manis, tepung beras, adas, kencur pulosari dan bangle. Banyak dijual di toko-toko jamu sepaket dengan jamu persalinan dan pilis. Bentuknya berupa kepingan padat. Untuk penggunaanya, cukup dicampur dengan air, kemudian tempelkan di perut dan diamkan hingga kering.
BANGLE sangat mirip dengan lengkuas dan jahe sehingga berbagai penelitian mengkategorikannya ke dalam keluarga yang sama. Zingiber cassumunar Roxb. atau nama latin bangle, termasuk dalam famili Zingiberaceae. Tanaman ini berasal dari Asia tropik dan banyak ditemukan di India, Asia tenggara, dan Indocina
PILIS adalah bahan-bahan alami seperti ganthi, kencur, kunyit, mint dan juga kenanga. Pilis dipercaya bisa membantu meredakan rasa pusing dan juga melancarkan peredaran darah. Selain itu pilis bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah naiknya darah putih ke kepala.
*TENTANG SEBUAH KUALITAS*

Mereka membuat dunia tinju menjadi bergairah, enak ditonton dan tentunya menjadi ladang bisnis bagi bandar, efeknya bayaran mereka pun naik pesat.

Joe Frazier orang kampung yang pendiam tak pandai bercakap seperti Ali, namun harga kepalan tangannya mampu menaikkan level kehidupannya jauh melampaui kehidupannya dahulu di kampungnya. Ini tentang SKILL bukan sikil, ini tentang ITQON bukan gaya hidup santai, bermalas-malasan, namun berharap kemakmuran...

Mereka menemukan lingkungannya yang membuatnya mampu bertumbuh hingga puncak limit kemampuannya.

Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan untuk meningkatkan kemampuannya, mereka menjadi disiplin, komitmen atas pilihannya, mereka tahu siapa yang mereka hadapi, mereka bisa mengukur diri, mengevaluasi setiap tindakannya, karena lengahnya mereka adalah kekalahan sebelum bertanding. Pandangan mereka lurus ke depan karena mereka tahu tujuan dan tahu tempat mereka kelak membuktikan hasil kesungguhan mereka hidup dalam kedisiplinan.

Kalah dan menang adalah hanya sebuah keniscayaan, bukan ukuran sebuah kualitas. Namun kemampuan mereka hidup dalam aturan kedisiplinan tingkat tinggi itulah kesejatian hidup bagi seorang petarung di ring.


*_Ruslee (bukan Petinju)_*
Bahasa Arab Berperan Besar Menyumbang Bangsa dan Bahasa Indonesia

Bagi bangsa Indonesia, bahasa Arab merupakan bahasa yang istimewa. Bukan sekedar ia bahasa Al-Qur’an, kitab suci agama Islam, agama yang dianut mayoritas bangsa Indonesia. Akan tetapi, ribuan istilah bahasa Indonesia merupakan hasil “pinjaman” dari bahasa Arab.

Prof. Dr. Tatiana Danissova, pakar sejarah Melayu asal Rusia yang kini mengajar di RZS-CASIS UTM (Raja Zarith Sofiah – Centre for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilisation Universiti Teknologi Malaysia) pernah menjelaskan dalam satu diskusi bahwa kata Melayu yang berasal dari bahasa Arab berjumlah sekitar 40 %. Bahasa Indonesia merupakan salah satu tipe rumpun bahasa Melayu.



Sebagai contoh kata istilah bahasa Indonesia yang popular adalah abad, abadi, abah, abdi, adat, adil, amal, aljabar, almanak, asli, awal, akhir, azan, bakhil, baligh, batil, barakah, daftar, hikayat, hikmah, halal, haram, hakim, haji, ilmu, insan, jawab, khas, khianat, khidmat, khitan, kiamat, (al)kitab, kuliah, kursi, kertas, lafaz, munafik, mualaf, musyawarah, markas, mistar, malaikat, mahkamah, musibah, mungkar, maut, mimbar, nisbah, napas, berkah, barakat, atau berkat dari kata barakah, buya dari kata abuya, derajat dari kata darajah, jenis dari kata jins, kabar dari kata khabar, katulistiwa dari kata khat al-istiwa, lafal dari kata lafazh, lalim dari kata zhalim, makalah dari kata maqalatun, masalah dari kata mas-alatun, menara dari kata minarah, mungkin dari kata mumkinun, resmi dari kata rasmiyyun, soal dari kata suaalun, rezeki dari kata rizq, sekarat dari kata sakaraat, serikat dari kata syirkah, dan seterusnya.

Dalam ensiklopedia Wikipedia ditulis, kosa kata bahasa Indonesia atau bahasa Melayu yang menyerap dari bahasa Arab diperkirakan sekitar 2.000 – 3.000 kosa kata. Sebagian kata-kata Arab ini masih utuh dalam arti yang sesuai antara lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi berubah.



Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1993 menerbitkan buku berjudul “Penelitian Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia”. Buku ini merupakan hasil proyek penelitian yang diadakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI yang beranggotakan; Erwina Burhanuddin, Abdul Ghaffar Ruskhan dan R.B. Chrismanto.

Penelitian ini cukup serius yang mengkaji empat aspek interaksi bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Yaitu; Kosatakata yang diserap secara penuh dari bahasa Arab, Kosakata yang menyesuaikan fonem, Penyesuaian Lafadz, dan aspek penyimpangan pola penyerapan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa, penyerapan kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia mengalami beberapa proses, yaitu proses penyesuaian fonem dan penyesuaian lafadz. Ada beberapa fonem yang sama dari kedua bahasa ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyerapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia mengalami penyesuaian-penyesuaian.

Melalui pengenalan istilah-istilah dalam bentuk kosakata baru dari bahasa Arab, maka terjadi internalisasi pandangan hidup Islam ke dalam pikiran bangsa Indoenesia. Masuknya suatu istilah dasar berarti masuknya suatu pemikiran dan keyakinan. Karena setiap peristilahan dasar mengandungkan satu pemikiran, ide, gagasan dan keyakinan tertentu.



Penyebar agama Islam ke Melayu-Nusantara ini merupakan orang-orang yang hebat dari segi intelektual dan spiritual. Maka, terjadilah internalisasi kebudayaan intelektual ke dalam bangsa Indonesia. Medianya melalui bahasa tersebut.

Tranfser budaya rasional, intelektual dan kekuatan spiritual bangsa Indonesia perlu diakui berasal dari penutur bahasa Arab asli, yang dating dari jazirah Arab, untuk menyebarkan agama Islam.

Dalam hal ini Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas mengatakan:
“they were professional missionaries par excellence; men learned in the Sacred Law and gifted with spiritual and intellectual discernment, eminently competent to carry out the task of establishing the early Islamic kingdoms. They came not in a manner disorganized, nor haphazard, but in a manner planned to ensure the continuity of their mission.” (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Historical and Fiction).



Bahas Arab memang sangat efektif sebagai media penyalur ide, gagasan dan pandangan hidup. Sebab bahasa Arab ini, dari segi gramatika, bentuk kalimatnya mengikuti sistem akar kata. Sistem ini mampu menangkis segala perubahan makna.

Tiada satu pun kata dasar yang mendandung faham dasar dalam al-Qur’an yang berdiri sendiri tanpa penisbatan makna dengan kata lain yang serumpun. Tetapi semuanya saling bernisbat mengikuti kedudukan dalam susunan makna peristilahan dasar sehingga merujuk kepada kata dasar agung dan tunggal yang mengawal segala penumpuan faham kepadanya.

Hingga ini, bahasa Arab yang digunakan Nabi ﷺ dan generasi setelahnya, sama dengan bahasa Arab saat ini. Tidak ada perubahan kosakata dan gramatika. Justru gramatika bahasa Arab merujuk kepada al-Qur’an.

Maka di sinilah kekuatannya. Tidak seperti bahasa kitab suci agama lainnya, bahasa Arab saat ini sama dengan bahasa Arab ketika al-Qur’an diturunkan.

Bahasa kitab suci agama lainnya yang asli sudah lama ditinggalkan, hampir punah, dan struktur nya telah berubah. Sementara hal ini tidak berlaku dalam bahasa Arab al-Qur’an.

Prof. Al-Attas menyebut, bahasa Arab ini memiliki sifat ilmiah yang kuat luar biasa. Maka, dahulu pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, bahasa Arab menjadi bahasa intelektual dunia.



Bahasa ilmu pengetahuan. Anak-anak muda Eropa datang ke Bahgdad dan ke Andalusia untuk belajar ilmu pengetahuan. Mereka merasa bangga bila mampu berbahasa Arab.

Oleh sebab itu, bangsa Indonesia memiliki hutang yang cukup besar terhadap bahasa Arab dan penutur bahasa Arab pada abad-abad ke-12 M hingga 17 M. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengakui sejarahnya. Dari mana asal usulnya, dan hendak kemana.”

Penulis peneliti InPAS, dosen INI-Dalwa
(Sumber: Hidayatullah.com)
Hikmah Malam sebelum Tidur

Dahulu di zaman shahabat, di mana Islam sudah berkembang demikian pesatnya, kegiatan bisnis berjalan dengan berbagai cara dan modelnya. Menurut catatan sejarah sistem yang mirip dengan bank saat ini sudah dilakoni umat Islam zaman itu, seperti pinajm meminjam, titip harta, kerjasama dan sebagainya.

Tersebutlah sebuah kasus terjadi, beberapa orang ingin menyelesaikan masalah mereka, karena harta yang mereka titipkan kepada seseorang tidak bisa ditarik, sebabnya adalah orang yang dtitipi harta itu pailit.

Ditunjuklah Abdullah bin Abbas sebagai hakim/penengah untuk menyelesaikan masalah itu.

Ceritakan masalah anda, kata Abdullah bin Abbas
Begini, kami tidak bisa mengambil harta yang telah kami titipkan kepada fulan, karena pailit.
Abdullah bin Abbas bertanya: berapa jumlah harta kalian?. Salah seorang dari mereka menjawab kurang lebih 100 ribu dinar.

Itu masalahnya? baiklah, ini saya bayarkan dengan harta saya. Mereka bertanya, ini pinjaman atau apa? Ini saya berikan untuk kalian, untuk menyelesaikan masalah kalian dengan orang memegang titipan uang kalian.. Masalah selesai, DONE.

Demikian mudahnya menyelesaikan masalah di zaman shahabat kala itu, maka tepatlah Nabi bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah zamanku, kemudian berikutnya, kemudian berikutnya.

Abdullah bin Abbas adalah ahli al Quran, ahli Hadits, pebisnis dan juga pejabat pemerintah di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Beliau salah satu sepupu Nabi dan dididik langsung oleh Nabi.

Beginilah hasil didikan Islam, tidak hanya satu ilmu yang dikuasai, berbagai ilmu sanggup mereka kuasai jika dididik dengan cara Islam sebagaimana dahulu Nabi mendidik para shahabat-shahabatnya.

Sepanjang hayatnya, Nabi Muhammada saw melahirkan kurang lebih 2000 orang manusia dengan kualitas pemimpin, bukan pemimpin biasa melainkan pemimpin kelas dunia.

Sebutlah Amr bin Ash, yang dipuji oleh Umar bin Khattab, orang ini (maksudnya Amr bin Ash), di manapun bumi dipijak, dia layak jadi pemimpin. Ini baru sat ucontoh dari 2000 manusia berkualitas hasil didikan Nabi Muhammad saw.

Jadi, begitu banyaknya warisan kita, peninggalan Nabi kita dan para shahabatnya, kenapa kita masih merasa dan harus mencari dari sumber lain yang belum jelas hasilnya?

Sejarah Islam bukanlah dongeng, semua ada catatannya, yang mana eropa mengambil mutiara-mutiara Islam ini, dengan cara menterjemahkan kitab-kitab ulama Islam, dan lihatlah sekarang, mereka memimpin peradaban hari ini.

Apakah kita bisa kembali merebut dan mengembalikan peradab Islam ini seperti dahulu para ulama kita memakmurkan dunia dengan ilmu mereka? sangat bisa dan sudah ada bahan, tinggal kita apakah mau mengambilnya atau tetap membiarkan dunia barat melahapnya dan sekaligus melahap kehidupan kita dengan kekuasaannya seperti saat ini?
RAHASIA KEBANGKITAN UMAT MODEL KEBANGKITAN GENERASI SHALAHUDDIN AL AYYUBI oleh : Ustadz Asep Sobari, Lc:

Shalahuddin Yusuf bin Ayyub atau lebih dikenal Shalahuddin al-Ayyubi (532-589H) adalah sosok yang sangat popular dalam serajah Islam dan Eropa. Sepak terjangnya dalam Perang Salib dan keberhasilannya merebut al-Quds (Palestina) dari penguasa Kristen telah menempatkan Shalahuddin sebagai tokoh yang paling berpengaruh di masa itu. la berhasil menghentikan sementara waktu rangkaian Perang Salib yang diserukan pertama kali oleh Paus Urban II pada 25 November 1095 di Konsili Clermont (Karen Armstrong, Perang Suci, hlm. 27). Shalahuddin al-Ayyubi menjadi legenda dan kisah suksesnya menjadi inspirasi lintas generasi umat Islam. "Ketika para peniliti, dai, dan kalangan intelektual mendiskusikan berbagai tantangan dan bahaya yang dihadapi oleh umat Islam saat ini, mereka sering mengungkit kemenangan-kemenangan yang diraih Shalahuddin sebagai argumentasi dan penegasan alas urgensi semangat islami dalam menghadapi tantangan dan bahaya tersebut." (Majid al-Kilani, Hakadza Zhahara lit Shalahiddin wa Hakadza Mat al-Quds, hlm. 25).Sebagai inspirasi, menempatkan Shalahuddin sebagai ikon kebangkitan adalah suatu hal yang pantas dan bernas. Persoalan baru muncul ketika mencermati metode penyajian model kebangkitan tersebut secara keliru. Umumnya, dimulai dari fenomena pencaplokan wilayah-wilayah Islam oleh Pasukan Salib dengan cara yang kejam dan biadab. Lalu, tiba-tiba muncul sosok-sosok penting yang mengubah kondisi terpuruk umat Islam, seperti Nuruddin Zanki dan Shalahuddin, dan menyiapkan umat untuk mengusung risalah jihad. Sosok-sosok inilah yang ditampilkan sebagai aktor-aktor terpenting perubahan yang berhasil mengembalikan kedaulatan umat Islam, termasuk merebut kembali Palestina. Di balik segala bentuk heroisme sepak terjang Nuruddin dan Shalahuddin, yang secara faktual memang benar, sebenarnya ada satu mata rantai yang hilang. Ada rentang masa sekitar 50 tahun antara jatuhnya wilayah-wilayah Islam di Syam ke tangan Pasukan Salib dengan munculnya model perjuangan Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al-Ayyubi. Pertanyaan besar muncul di sini dan menuntut jawaban yang sangat mendesak, apa yang terjadi pada umat Islam selama masa setengah abad tersebut? Faktor-faktor apakah yang telah mengubah kondisi umat Islam dari terpuruk menjadi bangkit, bahkan meraih kemenangan besar melawan pasukan Eropa?Di sinilah letak pentingnya karya Dr . Majid Irsan al-Kilani, Hakadza Zhahara III Shalahiddin waHakadza 'Mat al-Quds (Beginilah Generasi Shalahuddin Lahir dan Beginilah Palestina Direbut kembali). Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Asep Sobari, Lc dan Amaluddin, MA dengan judul: Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang; Refleksi 50 Tahun Gerakan Dakwah Para Ulama untuk Membangkitkan Umat dan Merebut Palestina, Penerbit Kalam Aulia, Tabun 2007. Dalam buku tersebut, Dr Majid al Kilani mengkritik metode penyajian kebangkitan umat oleh Nuruddin dan Shalahuddin seperti di atas menurutnya, metode tersebut justru mengaburkan persoalan paling mendasar yang ada pada umat, yang disebutnya sebagai penyakit-penyakit sebenarnya yang diidap organ umat. Penyakit-penyakit internal inilah yang kelak melahirkan kondisi layak terpuruk dan kalah (a/-qabiliyyah liof takhalluf wa al hazimah). Dengan keberadaan penyakit penyakit yang menggerogoti 'imunitas' umat dari dalam, maka umat pun akhirnya menjadl lemah dan tidak kuat menahan serangan penyakit penyakit dari luar. Alhasil, meski metode penyajian tersebut dapat mengangkat semangat juang (hamas, ghayroh) kaum Muslim, namun pada hakikatnya malah menempatkan persoalan amat jauh dari kata mungkin untuk dapat diselesaikan. Karena umat yang kondisi internalnya lemah, tidak akan pernah berhasil menahan bahaya dan menyelesaikan persoalan yang datang dari luar. Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam kondisi lemah tentu adalah mengobati penyakit internal itu sendiri.