7 Tips Sederhana Mencapai Omset 1 Milyar Walaupun Ini Bisnis Pertama Anda ❤️
Hampir semua pebisnis begitu buka bisnis pingin langsung omset EmEm-an.
Whoaaaah...
Tapi bagi pebisnis pemula apalagi bisnis pertama ngebayangin omset 1 milyar aja berasa gede banget. Tar kalo udah tau caranya jualan 1 milyar mau naik ke 2, 3, 4 bahkan 12 Milyar lebih mudah.
Jadi targetkan dulu omset 1 milyar pertahun. Baru nanti omset 1 milyar perbulan.
Lalu apa yang harus kita lakukan kalo punya target besar? Jawab dulu pertanyaan ini:
Bagaimana cara makan gajah????? 🙈
Ya dicuilin, dipotong kecil-kecil baru disendokin ke mulut.
Artinya apa? Kita pecah menjadi target kecil kecil supaya mudah eksekusinya.
Oke ini yang saya lakukan ya:
Rp. 1.000.000.000 : 365 hari = Rp 2.739.728 per hari
Jadi untuk bisa ngomset 1 Milyar kita cukup jualan 2,75 juta perhari.
Misal produk kita harga 100 ribuan kita cukup jual 28 produk perhari.
Jika produk kita harga 10 ribuan kita cukup jual 280 buah perhari.
Fokus aja jual harian. Monitor angka sales perhari. Pertahankan. Tingkatkan.
Nah sekarang tips sederhananya:
🌸 Fokuslah pada satu winning produk. Misal Rotiboy dan Coca cola. Satu doang produknya. Sampe laris manis baru mulai differensiasi. Buat pemula ini strategi paling mudah. Kenapa?
Mudah untuk "Product Mastery".
- Mudah menjaga kualitas produk tetap bagus. Wong yg diproduksi sama.
- Mudah stok bahannya.
- Mudah bikin SOP produksinya
- Mudah bikin promosinya.
- Hanya menghadapi problem/komplain yang sama.
- Mudah analisa dan laporan keuangannya
Istilahnya sampe "ngelontok" di luar kepala. Wong yang dikerjakan itu itu aja.
Jika sudah terlanjur banyak item gimana?
🌸 Stop produk yang tidak menghasilkan profit.
Tujuannya supaya kita tidak pecah fokus. Dan hanya fokus pada produk yang benar benar menghasilkan uang cepat mudah. Misal selama pandemi kita hanya fokus tes Covid-19 dan penyakit genting. Untuk pelayanan tambahan yang dulu ada misal: facial, laser, klub kesehatan, dll ditutup.
🌸 Jika satu produk sudah anda tentukan maka fokus anda sekarang bagaimana meningkatkan penjualannya. Fokus marketing. Bukan fokus produk. Banyak pebisnis awal buka usaha heboh mikirin gimana produknya kemasan tambah bagus, logo cantik, rasa lebih enak, dll. Itu semua dilakukan nanti sambil jalan ketika anda sudah menghasilkan uang dari bisnis. Sekarang fokus gimana cara jualnya. Online atau offline? Bagaimana penawaran yang bagus? Dll
🌸 Apapun produk anda, bisnis anda adalah bisnis "service" atau people oriented.
Selalu cari cara terbaru membuat klien happy. Produk lebih fresh, on time, pelayanan ramah, banyak bonus, ada garansi, dll. Usahakan orang beli karena faktor emosional. Saking fanatiknya mereka pada bisnis anda sampai mereka gak mau menoleh ke lain hati.
🌸 Tanggapi komplain dengan cepat dan serius. Fokus solusi.
Jika ada klien komplain ini adalah kesempatan membuat klien makin loyal. Kok bisa? Caranya dengan memberikan solusi secepatnya jika perlu uang kembali plus bonus. Maka klien akan shock dan bercerita kemana mana sehingga menjadi "word of mouth". Dan ini kesempatan anda menperbaiki produk.
🌸 Fokus menambah value bukan mengurangi harga.
Kebanyakan pebisnis pemula ketika launching produk biasanya pasang harga lebih murah dari kompetitor. Akhirnya profit mepet. Kualitas produk jelek. Budget iklan minim. Pelayanan ala kadarnya. Jualah dengan harga wajar (bukan berarti mahal) dan berikan value jauuhhh lebih banyak diatas kompetitor. Misal: pesan antar gratis, gratis produk jika pembelian tertentu, garansi seumur hidup, dll. Jadi walaupun harga anda tidak murah, klien tetap merasa ngeluarin duit tuh worth it.
🌸 Setahun pertama investasikan kembali semua profit ke bisnis. Jangan buru buru beli ini itu seperti mobil, nyicil rumah,dll. Fokus pengembangan bisnis. Setelah nanti omset stabil inventory terjaga tanpa hutang boleh kita ambil gaji. Tapi minimal capai dulu omset 1 milyar atau tunggu setahun dulu. Dan pastikan kita untung. Bukan sekedar uang masuk tapi gak tau larinya kemana eh ternyata diambil boss-nya buat hepi hepi sendiri 😬
Hampir semua pebisnis begitu buka bisnis pingin langsung omset EmEm-an.
Whoaaaah...
Tapi bagi pebisnis pemula apalagi bisnis pertama ngebayangin omset 1 milyar aja berasa gede banget. Tar kalo udah tau caranya jualan 1 milyar mau naik ke 2, 3, 4 bahkan 12 Milyar lebih mudah.
Jadi targetkan dulu omset 1 milyar pertahun. Baru nanti omset 1 milyar perbulan.
Lalu apa yang harus kita lakukan kalo punya target besar? Jawab dulu pertanyaan ini:
Bagaimana cara makan gajah????? 🙈
Ya dicuilin, dipotong kecil-kecil baru disendokin ke mulut.
Artinya apa? Kita pecah menjadi target kecil kecil supaya mudah eksekusinya.
Oke ini yang saya lakukan ya:
Rp. 1.000.000.000 : 365 hari = Rp 2.739.728 per hari
Jadi untuk bisa ngomset 1 Milyar kita cukup jualan 2,75 juta perhari.
Misal produk kita harga 100 ribuan kita cukup jual 28 produk perhari.
Jika produk kita harga 10 ribuan kita cukup jual 280 buah perhari.
Fokus aja jual harian. Monitor angka sales perhari. Pertahankan. Tingkatkan.
Nah sekarang tips sederhananya:
🌸 Fokuslah pada satu winning produk. Misal Rotiboy dan Coca cola. Satu doang produknya. Sampe laris manis baru mulai differensiasi. Buat pemula ini strategi paling mudah. Kenapa?
Mudah untuk "Product Mastery".
- Mudah menjaga kualitas produk tetap bagus. Wong yg diproduksi sama.
- Mudah stok bahannya.
- Mudah bikin SOP produksinya
- Mudah bikin promosinya.
- Hanya menghadapi problem/komplain yang sama.
- Mudah analisa dan laporan keuangannya
Istilahnya sampe "ngelontok" di luar kepala. Wong yang dikerjakan itu itu aja.
Jika sudah terlanjur banyak item gimana?
🌸 Stop produk yang tidak menghasilkan profit.
Tujuannya supaya kita tidak pecah fokus. Dan hanya fokus pada produk yang benar benar menghasilkan uang cepat mudah. Misal selama pandemi kita hanya fokus tes Covid-19 dan penyakit genting. Untuk pelayanan tambahan yang dulu ada misal: facial, laser, klub kesehatan, dll ditutup.
🌸 Jika satu produk sudah anda tentukan maka fokus anda sekarang bagaimana meningkatkan penjualannya. Fokus marketing. Bukan fokus produk. Banyak pebisnis awal buka usaha heboh mikirin gimana produknya kemasan tambah bagus, logo cantik, rasa lebih enak, dll. Itu semua dilakukan nanti sambil jalan ketika anda sudah menghasilkan uang dari bisnis. Sekarang fokus gimana cara jualnya. Online atau offline? Bagaimana penawaran yang bagus? Dll
🌸 Apapun produk anda, bisnis anda adalah bisnis "service" atau people oriented.
Selalu cari cara terbaru membuat klien happy. Produk lebih fresh, on time, pelayanan ramah, banyak bonus, ada garansi, dll. Usahakan orang beli karena faktor emosional. Saking fanatiknya mereka pada bisnis anda sampai mereka gak mau menoleh ke lain hati.
🌸 Tanggapi komplain dengan cepat dan serius. Fokus solusi.
Jika ada klien komplain ini adalah kesempatan membuat klien makin loyal. Kok bisa? Caranya dengan memberikan solusi secepatnya jika perlu uang kembali plus bonus. Maka klien akan shock dan bercerita kemana mana sehingga menjadi "word of mouth". Dan ini kesempatan anda menperbaiki produk.
🌸 Fokus menambah value bukan mengurangi harga.
Kebanyakan pebisnis pemula ketika launching produk biasanya pasang harga lebih murah dari kompetitor. Akhirnya profit mepet. Kualitas produk jelek. Budget iklan minim. Pelayanan ala kadarnya. Jualah dengan harga wajar (bukan berarti mahal) dan berikan value jauuhhh lebih banyak diatas kompetitor. Misal: pesan antar gratis, gratis produk jika pembelian tertentu, garansi seumur hidup, dll. Jadi walaupun harga anda tidak murah, klien tetap merasa ngeluarin duit tuh worth it.
🌸 Setahun pertama investasikan kembali semua profit ke bisnis. Jangan buru buru beli ini itu seperti mobil, nyicil rumah,dll. Fokus pengembangan bisnis. Setelah nanti omset stabil inventory terjaga tanpa hutang boleh kita ambil gaji. Tapi minimal capai dulu omset 1 milyar atau tunggu setahun dulu. Dan pastikan kita untung. Bukan sekedar uang masuk tapi gak tau larinya kemana eh ternyata diambil boss-nya buat hepi hepi sendiri 😬
InsyaAllah setelah melewati proses diatas dan stabil lebih mudah kalo mau scale up omset dua, tiga, empat bahkan 12 milyar pertahun. Tentu dengan tips tambahan lainnya.
Selamat mencoba. Salam 1 milyar 💵💰
*Silahkan share jika dirasa bermanfaat semoga membantu teman teman kita yang berjuang di masa pandemi supaya tetap survive.
Love from USA ❤️
Dewi Kreckman
Untuk tips berbisnis lainnya klik www.dewikreckman.com
Instagram, YouTube, Linkedin, Medium: Dewi Kreckman
#dewikreckman
#tipsbisnis
Selamat mencoba. Salam 1 milyar 💵💰
*Silahkan share jika dirasa bermanfaat semoga membantu teman teman kita yang berjuang di masa pandemi supaya tetap survive.
Love from USA ❤️
Dewi Kreckman
Untuk tips berbisnis lainnya klik www.dewikreckman.com
Instagram, YouTube, Linkedin, Medium: Dewi Kreckman
#dewikreckman
#tipsbisnis
BAGAIMANA CARA MEMBUAT CUSTOMER BILANG KALAU PRODUK KITA "MURAH"
MESKIPUN SEBENARNYA NGGAK JUGA
Banyak yang masih berpikir bahwa mulus tidaknya proses penjualan ditentukan pada saat mereka melakukan penawaran.
Jadi alasan yang sering muncul dari pebisnis ketika mereka sepi sedangkan kompetitor rame adalah..
Harga mereka lebih murah sih pantas mereka laku.
Porsi mereka lebih besar sih..wajar lah customer suka.
Penyajian mereka unik sih.. tim kita sih kurang kreatif, makanya kalah
Biasalah.
Kalau gak laku banyak alasannya.
Harga, porsi, penyajian unik memang memiliki porsi terhadap keputusan pembelian customer.
Tapi itu value-value fungsional yang kasat mata dan gampang banget dijiplak.
Kalau memang Anda merasa kalah dari kompetitor hanya karena kalah harga, kalah porsi, kalah tampilan.. ya jiplak aja.
Apakah benar setelah kita lebih dari mereka, harga lebih murah, porsi lebih besar, penyajian lebih unik dan aneh terus tiba-tiba pelanggannya kompetitor lari ke kita gitu?
Ya tidak semudah itu.
Dan jika sebuah bisnis hanya bergantung pada fungsi-fungsi fungsional semata dipastikan akan rapuh sekali. Karena rawan juga ditelikung kompetitor.
Kalau kita ingin menjiplak value kompetitor, jangan hanya menjiplak value fungisonal atau yang tampak-tampak saja.
Ingat value yang ada di benak customers itu kombinasi dari jenis value.
Value fungsional yang kasat mata, yang gampang banget ditiru dan dijiplak.
Yang kedua adalah value emosional atau apa yang mereka rasakan ketika Brand kita disebut.
Value emosional ini identik dengan "feeling" atau perasaan saat mereka memiliki pengalaman dengan Brand kita.
Saat ngopi di Starbucks berasa kaya anak gaul.
Saat pake Rolex berasa kaya pengusaha sukes,
Saat makan Indomie, berasa kaya orang Indonesia banget, apalagi kalo pake nasi.
Saat makan steak di Holycow berasa kaya sultan.
Kombinasi antara Value Fungisonal dan Value Emosional ini yang membentuk persepsi.
Persepsi ini gak muncul dadakan saat jualan.
Tapi terbangun dari proses yang cukup panjang sebelum itu.
Misal seperti ini.
Ada dua Brand sama-sama ngeluarin produk
Xiaomi merilis Xiaomi Mi 11 Ultra 12/256 dengan harga 17,5 jutaan.
Apple menjual iPhone 12 6/256 dengan harga kurang lebih sama 17,5 jutaan.
Reaksi market terhadap dua Brand itu sangat berbeda meskipun harganya relatif sama.
Ketika melihat Xiaomi dibandrol 17,5 juta reflek kita bilang, gilaa mahal bangeeet.
Sedangkan reaksi market saat melihat iPhone harga 17,5 jutaan bilang. Ya segitu sih harganya. Lumayan murah juga.
Kenapa reaksinya berbeda?
Apa yang ada di pikiran bawah sadar market yang beda.
Xiaomi tahunya kita dibandrol 2-3 jutaan. Harga 5 juta aja itu sudah dianggap mahal.
Beda dengan iPhone yang biasa jual di angka 19 juta sampai dengan 25 juta, maka ketika mengeluarkan harga 17,5 juta akan dianggap wajar dan bahkan murah.
Meskipun secara spek produk, Xiaomi Mi 11 dua kali lebih garang dibanding iPhone yang cuma punya RAM setengahnya.
Kalau hanya dari kaca mata value fungsional, Xiaomi lebih unggul.
Tetapi secara emosional iPhone jauh lebih unggul dibanding Xiaomi.
Harga murah memang bisa diciptakan kapan saja. Semua orang bisa mencoret harga, memberi diskon berapa saja dia mau.
Tapi "persepsi murah" itu tidak dibangun dalam sekejap mata. Karena itu muncul dari rangkaian pengalaman dan cerita. Sehingga benar-benar tertanam kuat di pikiran bawah sadar market.
Pikiran bawah sadar ini yang menciptakan "persepsi murah" itu.
Dalam psikologi marketing, proses membangun persepsi ini dinamakan meletakkan "anchor" atau standar di benak pelanggan.
Dampak dari anchor ini mereka jadi punya persepsi yang berbeda-beda terhadap sebuah fakta yang disodorkan dihadapannya.
Bandrol harganya bisa jadi sama.
Tapi persepsi yang dihasilkan bisa berbeda-beda. Tergantung "anchor"nya.
Makanya pelanggan itu sebenarnya tidak pernah obyektif dalam menilai sesuatu (bias).
Ini berdampak ke keputusan yang mereka ambil setelahnya. Beli atau tidak.
Ini yang Professor Gerald Zaltman dari Harvard Business School, bilang "95 % keputusan pembelian itu diambil dari pikiran bawah sadar"
MESKIPUN SEBENARNYA NGGAK JUGA
Banyak yang masih berpikir bahwa mulus tidaknya proses penjualan ditentukan pada saat mereka melakukan penawaran.
Jadi alasan yang sering muncul dari pebisnis ketika mereka sepi sedangkan kompetitor rame adalah..
Harga mereka lebih murah sih pantas mereka laku.
Porsi mereka lebih besar sih..wajar lah customer suka.
Penyajian mereka unik sih.. tim kita sih kurang kreatif, makanya kalah
Biasalah.
Kalau gak laku banyak alasannya.
Harga, porsi, penyajian unik memang memiliki porsi terhadap keputusan pembelian customer.
Tapi itu value-value fungsional yang kasat mata dan gampang banget dijiplak.
Kalau memang Anda merasa kalah dari kompetitor hanya karena kalah harga, kalah porsi, kalah tampilan.. ya jiplak aja.
Apakah benar setelah kita lebih dari mereka, harga lebih murah, porsi lebih besar, penyajian lebih unik dan aneh terus tiba-tiba pelanggannya kompetitor lari ke kita gitu?
Ya tidak semudah itu.
Dan jika sebuah bisnis hanya bergantung pada fungsi-fungsi fungsional semata dipastikan akan rapuh sekali. Karena rawan juga ditelikung kompetitor.
Kalau kita ingin menjiplak value kompetitor, jangan hanya menjiplak value fungisonal atau yang tampak-tampak saja.
Ingat value yang ada di benak customers itu kombinasi dari jenis value.
Value fungsional yang kasat mata, yang gampang banget ditiru dan dijiplak.
Yang kedua adalah value emosional atau apa yang mereka rasakan ketika Brand kita disebut.
Value emosional ini identik dengan "feeling" atau perasaan saat mereka memiliki pengalaman dengan Brand kita.
Saat ngopi di Starbucks berasa kaya anak gaul.
Saat pake Rolex berasa kaya pengusaha sukes,
Saat makan Indomie, berasa kaya orang Indonesia banget, apalagi kalo pake nasi.
Saat makan steak di Holycow berasa kaya sultan.
Kombinasi antara Value Fungisonal dan Value Emosional ini yang membentuk persepsi.
Persepsi ini gak muncul dadakan saat jualan.
Tapi terbangun dari proses yang cukup panjang sebelum itu.
Misal seperti ini.
Ada dua Brand sama-sama ngeluarin produk
Xiaomi merilis Xiaomi Mi 11 Ultra 12/256 dengan harga 17,5 jutaan.
Apple menjual iPhone 12 6/256 dengan harga kurang lebih sama 17,5 jutaan.
Reaksi market terhadap dua Brand itu sangat berbeda meskipun harganya relatif sama.
Ketika melihat Xiaomi dibandrol 17,5 juta reflek kita bilang, gilaa mahal bangeeet.
Sedangkan reaksi market saat melihat iPhone harga 17,5 jutaan bilang. Ya segitu sih harganya. Lumayan murah juga.
Kenapa reaksinya berbeda?
Apa yang ada di pikiran bawah sadar market yang beda.
Xiaomi tahunya kita dibandrol 2-3 jutaan. Harga 5 juta aja itu sudah dianggap mahal.
Beda dengan iPhone yang biasa jual di angka 19 juta sampai dengan 25 juta, maka ketika mengeluarkan harga 17,5 juta akan dianggap wajar dan bahkan murah.
Meskipun secara spek produk, Xiaomi Mi 11 dua kali lebih garang dibanding iPhone yang cuma punya RAM setengahnya.
Kalau hanya dari kaca mata value fungsional, Xiaomi lebih unggul.
Tetapi secara emosional iPhone jauh lebih unggul dibanding Xiaomi.
Harga murah memang bisa diciptakan kapan saja. Semua orang bisa mencoret harga, memberi diskon berapa saja dia mau.
Tapi "persepsi murah" itu tidak dibangun dalam sekejap mata. Karena itu muncul dari rangkaian pengalaman dan cerita. Sehingga benar-benar tertanam kuat di pikiran bawah sadar market.
Pikiran bawah sadar ini yang menciptakan "persepsi murah" itu.
Dalam psikologi marketing, proses membangun persepsi ini dinamakan meletakkan "anchor" atau standar di benak pelanggan.
Dampak dari anchor ini mereka jadi punya persepsi yang berbeda-beda terhadap sebuah fakta yang disodorkan dihadapannya.
Bandrol harganya bisa jadi sama.
Tapi persepsi yang dihasilkan bisa berbeda-beda. Tergantung "anchor"nya.
Makanya pelanggan itu sebenarnya tidak pernah obyektif dalam menilai sesuatu (bias).
Ini berdampak ke keputusan yang mereka ambil setelahnya. Beli atau tidak.
Ini yang Professor Gerald Zaltman dari Harvard Business School, bilang "95 % keputusan pembelian itu diambil dari pikiran bawah sadar"
Nah bagaimana cara mendesain pikiran bawah sadar customer agar lebih mudah melakukan keputusan pembelian?
Salam Nginbund
Sam Ipoel
#InboundSales
#InboundMarketing
#SamIpoel
Salam Nginbund
Sam Ipoel
#InboundSales
#InboundMarketing
#SamIpoel
Fondasi Bisnis 4G-2S
Good quality
Good Promotion
Good Communication
Good Relationship
Service excellent
Support after sales
Good quality
Good Promotion
Good Communication
Good Relationship
Service excellent
Support after sales
APAKAH KEKURANGAN PERADABAN EROPA HARI INI?
Andalusia adalah harmoni antara akhlaq mulia dan ilmu yang mapan. Gabungan antara keimanan dan sains yang cerdas. Itulah asas dan cabangnya, yang tak akan terpisah sampai kapanpun.
Jika kita paham pada agama kita, akan banyak energi bagi kita untuk maju dan mengembangkan teknologi, akan besar daya tarik kita untuk menjelajah dan mengobservasi bumi.
Tidak ada pemisahan antara iman dan sains. Justru iman yang sejati akan melahirkan ahli ilmu yang mumpuni.
Kenapa hari ini yang terjadi malah sebaliknya? Bukan salah Islamnya, tapi salah muslim yang setengah-setengah memahami agamanya. Bukan salah Al Qur'an, tapi salah kita yang hanya menjadikan kitab suci sebagai penghias di rak buku kita dan hanya dibaca di acara-acara seremonial kita.
_Kaum muslimin Andalusia membangun peradaban maju yang berasas pada agama Islam. Ketika bangsa Eropa mewarisi ilmu peradaban itu, mereka hanya mengambil sisi sainsnya saja namun melupakan asas dan tiang penyangga utamanya: ISLAM. Itulah mengapa kita melihat Eropa memiliki peradaban maju tapi banyak juga kekurangan di sisi lainnya, jika saja mereka dulu mengambil sains dan Islam, maka kemajuan itu akan lengkap dan jelas._
(Dr. Abdurrahman Ali Alhajji - Pakar Sejarah Andalusia)
Andalusia adalah harmoni antara akhlaq mulia dan ilmu yang mapan. Gabungan antara keimanan dan sains yang cerdas. Itulah asas dan cabangnya, yang tak akan terpisah sampai kapanpun.
Jika kita paham pada agama kita, akan banyak energi bagi kita untuk maju dan mengembangkan teknologi, akan besar daya tarik kita untuk menjelajah dan mengobservasi bumi.
Tidak ada pemisahan antara iman dan sains. Justru iman yang sejati akan melahirkan ahli ilmu yang mumpuni.
Kenapa hari ini yang terjadi malah sebaliknya? Bukan salah Islamnya, tapi salah muslim yang setengah-setengah memahami agamanya. Bukan salah Al Qur'an, tapi salah kita yang hanya menjadikan kitab suci sebagai penghias di rak buku kita dan hanya dibaca di acara-acara seremonial kita.
_Kaum muslimin Andalusia membangun peradaban maju yang berasas pada agama Islam. Ketika bangsa Eropa mewarisi ilmu peradaban itu, mereka hanya mengambil sisi sainsnya saja namun melupakan asas dan tiang penyangga utamanya: ISLAM. Itulah mengapa kita melihat Eropa memiliki peradaban maju tapi banyak juga kekurangan di sisi lainnya, jika saja mereka dulu mengambil sains dan Islam, maka kemajuan itu akan lengkap dan jelas._
(Dr. Abdurrahman Ali Alhajji - Pakar Sejarah Andalusia)
KAMU MASIH SINGLE FIGHTER ?
Gak usah malu, gak usah minder, semua usaha diawali dengan single fighter pada umumnya, kecuali yang diawal sudah punya warisan milyaran, biasa langsung hire profesional untuk ngerjakan bisnisnya, itupun belum tentu langsung sukses, perlu waktu pastinya.
Ketika masih single fighter, seorang pebisnis harus menyiapkan semua sendiri. Untuk yang produsen, yang membuat sendiri produksinya, pasti harus punya waktu lebih dibanding yang ambil produk orang lain. Apa saja hal-hal yang kudu disiapkan seorang single fighter?
1. Marketing tools. Di dalamnya antara menyiapkan Landingpage/web sebagai kantor/toko/outlet online kita. Sosmed beserta kontennya apakah IG/FB/Tiktok, dll. Lalu materi branding bisnis kita, ini wajib hukumnya agar produk dengan merk kita jadi top of mind di kepala pelanggan. Terakhir siapkan materi iklan. Belum paham FB ada, IG ads, Google ads? Belajarlah. Selain itu bisa coba pake cara endorse, influencer dan lainnya, intinya sama kan, ngiklankan bisnis kita dengan biaya atau sedikit biaya. Jadi PR untuk marketing tools di sini adalah:
1. Bikin LP/web, ini kaya kantor atau outlet kita, tapi online
2. Bikin akun sosmed serta kontennya secara rutin
3. Buat konten branding untuk bisnisnya, lalu post rutin di sosmed. Ini bukan selling ya tapi branding
4. Cobalah mulai beriklan, dengan budget awal seminim mungkin. Cara lain barter ngiklanin sesama kawan pebisnis, bayarannya produk kita sendiri,
Setelah marketing tools tersedia, ada yang harus disiapkan lagi. Apa itu? Skill Closing. Namanya juga single fighter, perlu banget menguasai skill yang satu ini. Dengan menguasai skill ini maka setiap ketemu peluang, ketemu orang, ketemu pejabat, ketemu orang apapun, punya peluang besar terjadi transaksi.
Jadi PR untuk ini, eksekusinya adalah sebagai berikut:
To do List
1. Belajar komunikasi. Ini praktisinya pak Budi kayae. Jadi ketika menelpon, ditelpon, zoom-an, kopdaran dan seterusnya gak gagap, gak membisu, selalu siap dengan senjatanya.
2. Pelajari teknologi zoom meet, google meet dan semacamnya, kali aja ada investor atau pembeli yang ngajakin zoom meeting dulu sebelum transaksi
3. Siapkan script promosi, jadi pas ketemu siapa aja sudah siap dengan pembicaraannya dan fokus sampai kena.Siapin yang banyak script promosinya, jgn yang itu lagi itu lagi.
Ok, marketing tools sudah, Skill closing sudah, ada satu lagi yang juga gak kalah pentingnya yaitu Copy writing. Nah ini nama yang sudah gak asing di telinga kita, tapi jarang yang benar-benar berjalan, beraktivitas berjualan dengan CW yang terprogram kan. Makanya biar lengkap dan maksimal ikhtiarnya ini penting dan perlu disiapkan juga. Apa saja yang harus disiapkan?
1. CW untuk landingpage/web
2. CW untuk ads copy (CW untuk beriklan)
3. Script untuk follow up
4. Script Video iklan
dah, itu dulu jangan kebanyakan. Eksekusi dulu, kemudian evaluasi, bagaimana hasilnya, lalu perbaiki yang kurang, ulangi eksekusinya, dan begitu seterusnya.
Selamat mencoba untuk para Single Fighter, semoga segera punya tim, jadi gak lagi dikerjain sendiri, tapi sudah ada tangan lain yang eksekusi, owner bisa mampir-mampir ngopi, tapi ngopi bisnis loh ya, bukan ngopi foya-foya
Gak usah malu, gak usah minder, semua usaha diawali dengan single fighter pada umumnya, kecuali yang diawal sudah punya warisan milyaran, biasa langsung hire profesional untuk ngerjakan bisnisnya, itupun belum tentu langsung sukses, perlu waktu pastinya.
Ketika masih single fighter, seorang pebisnis harus menyiapkan semua sendiri. Untuk yang produsen, yang membuat sendiri produksinya, pasti harus punya waktu lebih dibanding yang ambil produk orang lain. Apa saja hal-hal yang kudu disiapkan seorang single fighter?
1. Marketing tools. Di dalamnya antara menyiapkan Landingpage/web sebagai kantor/toko/outlet online kita. Sosmed beserta kontennya apakah IG/FB/Tiktok, dll. Lalu materi branding bisnis kita, ini wajib hukumnya agar produk dengan merk kita jadi top of mind di kepala pelanggan. Terakhir siapkan materi iklan. Belum paham FB ada, IG ads, Google ads? Belajarlah. Selain itu bisa coba pake cara endorse, influencer dan lainnya, intinya sama kan, ngiklankan bisnis kita dengan biaya atau sedikit biaya. Jadi PR untuk marketing tools di sini adalah:
1. Bikin LP/web, ini kaya kantor atau outlet kita, tapi online
2. Bikin akun sosmed serta kontennya secara rutin
3. Buat konten branding untuk bisnisnya, lalu post rutin di sosmed. Ini bukan selling ya tapi branding
4. Cobalah mulai beriklan, dengan budget awal seminim mungkin. Cara lain barter ngiklanin sesama kawan pebisnis, bayarannya produk kita sendiri,
Setelah marketing tools tersedia, ada yang harus disiapkan lagi. Apa itu? Skill Closing. Namanya juga single fighter, perlu banget menguasai skill yang satu ini. Dengan menguasai skill ini maka setiap ketemu peluang, ketemu orang, ketemu pejabat, ketemu orang apapun, punya peluang besar terjadi transaksi.
Jadi PR untuk ini, eksekusinya adalah sebagai berikut:
To do List
1. Belajar komunikasi. Ini praktisinya pak Budi kayae. Jadi ketika menelpon, ditelpon, zoom-an, kopdaran dan seterusnya gak gagap, gak membisu, selalu siap dengan senjatanya.
2. Pelajari teknologi zoom meet, google meet dan semacamnya, kali aja ada investor atau pembeli yang ngajakin zoom meeting dulu sebelum transaksi
3. Siapkan script promosi, jadi pas ketemu siapa aja sudah siap dengan pembicaraannya dan fokus sampai kena.Siapin yang banyak script promosinya, jgn yang itu lagi itu lagi.
Ok, marketing tools sudah, Skill closing sudah, ada satu lagi yang juga gak kalah pentingnya yaitu Copy writing. Nah ini nama yang sudah gak asing di telinga kita, tapi jarang yang benar-benar berjalan, beraktivitas berjualan dengan CW yang terprogram kan. Makanya biar lengkap dan maksimal ikhtiarnya ini penting dan perlu disiapkan juga. Apa saja yang harus disiapkan?
1. CW untuk landingpage/web
2. CW untuk ads copy (CW untuk beriklan)
3. Script untuk follow up
4. Script Video iklan
dah, itu dulu jangan kebanyakan. Eksekusi dulu, kemudian evaluasi, bagaimana hasilnya, lalu perbaiki yang kurang, ulangi eksekusinya, dan begitu seterusnya.
Selamat mencoba untuk para Single Fighter, semoga segera punya tim, jadi gak lagi dikerjain sendiri, tapi sudah ada tangan lain yang eksekusi, owner bisa mampir-mampir ngopi, tapi ngopi bisnis loh ya, bukan ngopi foya-foya
TANGGAL 22 JUNI 1945 - 22 JUNI 2021
Moh. Natsir menyebut piagam jakarta tanggal 22 juni 1945 sebagai tonggak sejarah bagi tercapainya cita-cita islam di bumi indonesia
Moh. Natsir menyebut piagam jakarta tanggal 22 juni 1945 sebagai tonggak sejarah bagi tercapainya cita-cita islam di bumi indonesia
Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur`ān) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan bersamanya atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.
Saatnya UKM Scaleup Dengan Memiliki Izin Semua Produksinya
Sudah bertahun-tahun berproduksi, blm punya izin MD/ML dari BPOM? ini saatnya anda bertransformasi menjadi produsen berkelas nasional juga dunia, memiliki standar produksi kelas nasional/internasional.
Namun sebelum melangkah ke sana, pahami dulu produk anda, izin produksi apakah musti dimilikinya?
Apabila produk anda berupa kurma, kopra, beras, biji lada, sayuran segar dan semacamnya, maka anda membutuhkan No. Pendaftaran (PD/PL/PDUK).
Jika produk anda berupa susu segar (dari sapi, kambing, kuda, dll), karkas daging beku, telur, telur asin mentah, sarang burung walet, madu murni dan semacamnya, maka anda membutuhkan No. Registrasi (PHD/PHI).
Kalau produk anda ikan segar, udang segar, filet ikan beku dan sejenisnya, anda butuh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), Sertifikat penerapan program mutu, sertifikat kesehatan produk pengolahan ikan.
Jika produk anda minuman serbuk, abon ikan kering, minyak kelapa, dodol, dll, maka anda butuh SP-PIRT.
Jika produk anda adalah air mineral dalam kemasan, ikan sarden dalam kaleng, minuman sari buh jeruk, susu full krim uht, formula bayi, minuman ibu hamil, frozen, dll anda butuh izin MD/ML.
Jadi sekarang sudah tahu kan peta produk anda? apa yang anda butuhkan.
Sudah bertahun-tahun berproduksi, blm punya izin MD/ML dari BPOM? ini saatnya anda bertransformasi menjadi produsen berkelas nasional juga dunia, memiliki standar produksi kelas nasional/internasional.
Namun sebelum melangkah ke sana, pahami dulu produk anda, izin produksi apakah musti dimilikinya?
Apabila produk anda berupa kurma, kopra, beras, biji lada, sayuran segar dan semacamnya, maka anda membutuhkan No. Pendaftaran (PD/PL/PDUK).
Jika produk anda berupa susu segar (dari sapi, kambing, kuda, dll), karkas daging beku, telur, telur asin mentah, sarang burung walet, madu murni dan semacamnya, maka anda membutuhkan No. Registrasi (PHD/PHI).
Kalau produk anda ikan segar, udang segar, filet ikan beku dan sejenisnya, anda butuh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), Sertifikat penerapan program mutu, sertifikat kesehatan produk pengolahan ikan.
Jika produk anda minuman serbuk, abon ikan kering, minyak kelapa, dodol, dll, maka anda butuh SP-PIRT.
Jika produk anda adalah air mineral dalam kemasan, ikan sarden dalam kaleng, minuman sari buh jeruk, susu full krim uht, formula bayi, minuman ibu hamil, frozen, dll anda butuh izin MD/ML.
Jadi sekarang sudah tahu kan peta produk anda? apa yang anda butuhkan.
Bantuan Teknis Pengajuan Izin Edar (BPOM RI MD/ bPOM RI ML)
Dengan memiliki izin edar BPOM ada beberapa keuntungan bagi UKM pemilik produk:
1. Produk dapat beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia
2. Produk pangan memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan.
3. Meningkatkan daya saing produk pangan
4.Kepercayaan konsumen meningkat
5. Memperluas pemasaran produk pangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri
6. Mendapatkan nilai tambah pada produk pangan.
Dengan memiliki izin edar BPOM ada beberapa keuntungan bagi UKM pemilik produk:
1. Produk dapat beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia
2. Produk pangan memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan.
3. Meningkatkan daya saing produk pangan
4.Kepercayaan konsumen meningkat
5. Memperluas pemasaran produk pangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri
6. Mendapatkan nilai tambah pada produk pangan.
Jenis produk yang cukup memiliki izin SPP-IRT, tersebut di bawah ini:
(Sesuai Peraturan BPOM No.22 TH 2018
Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga):
1. Hasil Olahan Daging Kering
2. Hasil Olahan Ikan Kering
3. Hasil Olahan Unggas Kering
4. Hasil Olahan Sayur
5. Hasil Olahan Kelapa
6. Tepung dan Hasil Olahnya
7. Minyak dan Lemak
8. Selai, Jeli, dan sejenisnya
9. Gula, Kembang Gula, dan Madu
10. Kopi dan Teh Kering
11. Bumbu
12. Rempah-Rempah
13. Minuman Serbuk
14. Hasil Olahan Buah
15. Hasil Olahan Biji-Bijian, KacangKacangan, dan Umbi
Jika produk anda tidak termasuk daftar di atas, maka anda wajib mendaftarkan izin MD/ML BPOM.
(Sesuai Peraturan BPOM No.22 TH 2018
Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga):
1. Hasil Olahan Daging Kering
2. Hasil Olahan Ikan Kering
3. Hasil Olahan Unggas Kering
4. Hasil Olahan Sayur
5. Hasil Olahan Kelapa
6. Tepung dan Hasil Olahnya
7. Minyak dan Lemak
8. Selai, Jeli, dan sejenisnya
9. Gula, Kembang Gula, dan Madu
10. Kopi dan Teh Kering
11. Bumbu
12. Rempah-Rempah
13. Minuman Serbuk
14. Hasil Olahan Buah
15. Hasil Olahan Biji-Bijian, KacangKacangan, dan Umbi
Jika produk anda tidak termasuk daftar di atas, maka anda wajib mendaftarkan izin MD/ML BPOM.
Ruang Lingkup CPPOB
CPPB-IRT
1. Lokasi dan lingkungan produksi
2. Bangunan dan fasilitas
3. Peralatan produksi
4. Suplai air/sarana penyediaan air
5. Fasilitas dan kegiatan higiene sanitasi
6. Kesehatan dan higiene karyawan
7. Pemeliharaan dan program higiene sanitasi
8. Penyimpanan
9. Pengendalian proses
10. Pelabelan pangan
11. Pengawasan oleh PJ
12. Penarikan produk
13. Pencatatan dan dokumentasi
14. Pelatihan karyawan
CPPB-IRT
1. Lokasi dan lingkungan produksi
2. Bangunan dan fasilitas
3. Peralatan produksi
4. Suplai air/sarana penyediaan air
5. Fasilitas dan kegiatan higiene sanitasi
6. Kesehatan dan higiene karyawan
7. Pemeliharaan dan program higiene sanitasi
8. Penyimpanan
9. Pengendalian proses
10. Pelabelan pangan
11. Pengawasan oleh PJ
12. Penarikan produk
13. Pencatatan dan dokumentasi
14. Pelatihan karyawan
Saya pernah sampaikan tentang kisah Nabi Allah Yunus 'Alaihissalam, Nabi Yunus 'Alaihissalam ketika masuk dalam perut ikan itu, kemudian dia berdzikir disana, Allah ilhamkan dzikir, kemudian berdzikir dalam perut ikan diabadikan dalam Qur’an dzikirnya.
Begitu berdzikir malaikat-malaikat itu dengar, begitu malaikat dengar malaikat itu berkata, ”Ya Allah, ada suara yang asing di negeri yang jauh” Allah berfirman apa, ”Itu hamba-Ku Yunus” dikenali Allah, kenapa? karena suara yang hari ini merintih karena kesakitan dan kesempitan adalah suara yang kemarin memuji Allah karena kenikmatan.
Apa yang membuat generasi kita hidupnya mubazir, sia-sia, mereka buang waktu mereka, mereka hidup tanpa rasa malu akhirnya mereka berbuat semaunya karena memang tidak ada Allah dalam dirinya, tidak ada yang mereka jaga tentang Allah itu, maka kemudian Allah tidak menjaga kehidupan mereka احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ
Begitu berdzikir malaikat-malaikat itu dengar, begitu malaikat dengar malaikat itu berkata, ”Ya Allah, ada suara yang asing di negeri yang jauh” Allah berfirman apa, ”Itu hamba-Ku Yunus” dikenali Allah, kenapa? karena suara yang hari ini merintih karena kesakitan dan kesempitan adalah suara yang kemarin memuji Allah karena kenikmatan.
Apa yang membuat generasi kita hidupnya mubazir, sia-sia, mereka buang waktu mereka, mereka hidup tanpa rasa malu akhirnya mereka berbuat semaunya karena memang tidak ada Allah dalam dirinya, tidak ada yang mereka jaga tentang Allah itu, maka kemudian Allah tidak menjaga kehidupan mereka احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ
*NO WOMAN NO CRY*
Kalimat di atas pasti sangat akrab di telinga kita.
Ya,itulah judul lagunya Bob Marley yang dengan lagu itu Bob Marley dielu-elukan wanita, karena lagu itu ditujjukan Bob untuk memuliakan wanita.
Dengan lagu ini juga istrinya setia sampai mati kepadanya.
Lagu ini lahir, dengan latar kulit putih yang menjadikan kulit hitam masyarakat kelas rendah di sana. Ini membuat kaum ibu kulit hitam sedih dan disuarakan Bob lewat lagu ini, No Woman No Cry. Ini ungkapan protes bob atas ketidakadilan.
Itu sedikit story dari judul tulisan ini (cmiiw).
Tapi bukan hendak membahas Bob Marley lebih jauh, melainkan hanya ingin memberi tahu khususnya Para muslimah, bahwa Allah dalam Alquran yang diturunkan kepada NabiNya yang Mulia, sudah menghibur dan memuliakan wanita dengan kalimat senada *Allaa Tahjanii,* Jangan bersedih wahai Para wanita....
Beberapa ayat itu adalah:
QS Maryam:24
QS Al Ahzab:51
QS Al Qosos:7 dan 13
(Silahkan dibaca dan dioelajari)
Alquran mengisahkan wanita-wanita Mulia dalam ayat-ayat di atas, bahwa wanita itu dengan kesedihan, maka Allah menguatkan mereka Para wanita Mulia agar jangan bersedih, ini bukan kalimat larangan melainkan kalimat menghibur.
Sebagaimana Bob menghibur Para wanita kulit hitam yang direndahkan oleh kulit putih saat itu, yang pasti merasa sedih, gundah, kecewa dan sebagainya Allah pun sudah menyatakan ini sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu, namun sayangnya kita mungkin lebih akrab dengan lagunya Bob ketimbang Alquran.
Secara fitrah, manusia akan berontak atas ketidakadilan, yang diungkaokan dengan berbagai cara, sesukanya, karena mereka tidak punya panduannya, namun Islam yang merupakan kitab petunjuk, memberikan caranya.
Jadi, wahai Para muslimah berakrab-akrablah dengan Alquran, di sanalah pusat petunjuk kehidupan untuk kamu, dengan mengakrabinya, pahala Allah untukmu, dan pasti Allah menunjukimu ke jalan yang benar.
Meski punya tujuan yang sama, bukan dengan menghafal dan mensenandungkan lagunya Bob Marley untuk menghibur dan memuliakan istrimu, saudara wanitamu, melainkan dengan petunjuk Alquran ini yang berisi petunjuk langsung dari yang menciptakan kita semua.
Pesan Allah ini juga berarti menyuruh kita kaum laki-laki, jangan ananiyah kepada istri-istrimu, tidak cuek, tidak egois, mau menang sendiri. Inti dari keberhasilan hubungan suami Istri itu ada pada mengalahnya suami pada Istri.
Pergauli istri-istrimu dengan ma'ruf. Sebagian ulama menafsiri Kata ma'ruf ini dengan kalimat:
Sabari kejahilan dan kekurangan istri-istrimu.....
Ngalahnya suami adalah sembilan puluh Persen kunci dari keberhasilan hubungan suami Istri.
Begitu banyak Nabi mencontohkan, ngalahnya beliau tatkala lomba Lari dengan Aisyah. Padahal mustahil seorang Nabi yang dikaruniai kekuatan empat puluh laki-laki Kalah lomba lari dengan istrinya.
oooh, andai saja Bob tahu ada petunjuk Alquran untuk memuliakan wanita-wanita kulit hitamnya, maka dia akan mendatanginya.
Kalimat di atas pasti sangat akrab di telinga kita.
Ya,itulah judul lagunya Bob Marley yang dengan lagu itu Bob Marley dielu-elukan wanita, karena lagu itu ditujjukan Bob untuk memuliakan wanita.
Dengan lagu ini juga istrinya setia sampai mati kepadanya.
Lagu ini lahir, dengan latar kulit putih yang menjadikan kulit hitam masyarakat kelas rendah di sana. Ini membuat kaum ibu kulit hitam sedih dan disuarakan Bob lewat lagu ini, No Woman No Cry. Ini ungkapan protes bob atas ketidakadilan.
Itu sedikit story dari judul tulisan ini (cmiiw).
Tapi bukan hendak membahas Bob Marley lebih jauh, melainkan hanya ingin memberi tahu khususnya Para muslimah, bahwa Allah dalam Alquran yang diturunkan kepada NabiNya yang Mulia, sudah menghibur dan memuliakan wanita dengan kalimat senada *Allaa Tahjanii,* Jangan bersedih wahai Para wanita....
Beberapa ayat itu adalah:
QS Maryam:24
QS Al Ahzab:51
QS Al Qosos:7 dan 13
(Silahkan dibaca dan dioelajari)
Alquran mengisahkan wanita-wanita Mulia dalam ayat-ayat di atas, bahwa wanita itu dengan kesedihan, maka Allah menguatkan mereka Para wanita Mulia agar jangan bersedih, ini bukan kalimat larangan melainkan kalimat menghibur.
Sebagaimana Bob menghibur Para wanita kulit hitam yang direndahkan oleh kulit putih saat itu, yang pasti merasa sedih, gundah, kecewa dan sebagainya Allah pun sudah menyatakan ini sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu, namun sayangnya kita mungkin lebih akrab dengan lagunya Bob ketimbang Alquran.
Secara fitrah, manusia akan berontak atas ketidakadilan, yang diungkaokan dengan berbagai cara, sesukanya, karena mereka tidak punya panduannya, namun Islam yang merupakan kitab petunjuk, memberikan caranya.
Jadi, wahai Para muslimah berakrab-akrablah dengan Alquran, di sanalah pusat petunjuk kehidupan untuk kamu, dengan mengakrabinya, pahala Allah untukmu, dan pasti Allah menunjukimu ke jalan yang benar.
Meski punya tujuan yang sama, bukan dengan menghafal dan mensenandungkan lagunya Bob Marley untuk menghibur dan memuliakan istrimu, saudara wanitamu, melainkan dengan petunjuk Alquran ini yang berisi petunjuk langsung dari yang menciptakan kita semua.
Pesan Allah ini juga berarti menyuruh kita kaum laki-laki, jangan ananiyah kepada istri-istrimu, tidak cuek, tidak egois, mau menang sendiri. Inti dari keberhasilan hubungan suami Istri itu ada pada mengalahnya suami pada Istri.
Pergauli istri-istrimu dengan ma'ruf. Sebagian ulama menafsiri Kata ma'ruf ini dengan kalimat:
Sabari kejahilan dan kekurangan istri-istrimu.....
Ngalahnya suami adalah sembilan puluh Persen kunci dari keberhasilan hubungan suami Istri.
Begitu banyak Nabi mencontohkan, ngalahnya beliau tatkala lomba Lari dengan Aisyah. Padahal mustahil seorang Nabi yang dikaruniai kekuatan empat puluh laki-laki Kalah lomba lari dengan istrinya.
oooh, andai saja Bob tahu ada petunjuk Alquran untuk memuliakan wanita-wanita kulit hitamnya, maka dia akan mendatanginya.
SEBUAH RENUNGAN MENJELANG IDUL ADHA
5 tahun lalu, temannya teman saya, orang Inggris, dia bilang kini orang asia (maksudnya muslim) mulai meniru nilai kapitalis kami.
Di saat jelang natal kami menurunkan harga semua barang yang terhubung peribadatan, seperti lilin dan lain-lain. Tapi saya lihat di indonesia, kalian menaikkan harga kambing juga biaya naik haji, tidakkah ada hadiah memudahkan orang beribadah??
Mengapa kalian menganggap hari ibadah sebagai peak session jualan, bukannya hari banyak beramal?
Makjleb, langsung ke jantung, nasihat dari seorang yang bukan Muslim, namun memiliki pandangan seorang muslim yang memahami Al Quran dan Sunnah NabiNya.
Idul Adha, mau Qurban apa?
5 tahun lalu, temannya teman saya, orang Inggris, dia bilang kini orang asia (maksudnya muslim) mulai meniru nilai kapitalis kami.
Di saat jelang natal kami menurunkan harga semua barang yang terhubung peribadatan, seperti lilin dan lain-lain. Tapi saya lihat di indonesia, kalian menaikkan harga kambing juga biaya naik haji, tidakkah ada hadiah memudahkan orang beribadah??
Mengapa kalian menganggap hari ibadah sebagai peak session jualan, bukannya hari banyak beramal?
Makjleb, langsung ke jantung, nasihat dari seorang yang bukan Muslim, namun memiliki pandangan seorang muslim yang memahami Al Quran dan Sunnah NabiNya.
Idul Adha, mau Qurban apa?
KASMAN SINGODIMEDJO NAIK BUS KOTA
Abdullah Hehamahua
Tahun 1979 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Bus kota berhenti di halte Ratu Plaza. Seorang kakek menaiki bus. Saya terperanjat !. Beliau langsung menujuku dan menduduki kursi kosong, di sampingku. Kusalami tangannya. “Kok pak Kasman naik bus ?,” tanyaku heran (pak Kasman Singodimejo adalah tokoh Masyumi kedua yang saya berdialog secara langsung dengannya).
Naik Bus Kota
Beberapa bulan setelah terpilih menjadi Ketua Umum PB.HMI, saya mendapat SK dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Buya Hamka, Ketua Umum menempatkan saya sebagai Ketua Seksi Pemuda. Inilah pertama kali saya menghadiri rapat MUI. Pengalaman menarik karena saya akan menemui para ulama, tokoh, dan aktivis Islam tingkat nasional. Lebih mengesankan, saya duduk berdampingan dengan seorang pejuang kemerdekaan. Nama besarnya hanya kukenal di kitab sejarah pergerakan Indonesia. Bayangkan, kakek di samping saya ini, mantan Ketua KNIP, Komite Nasional Indonesia Pusat (DPR-RI sekarang). Beliau juga mantan Jaksa Agung dan Menteri Muda Kehakiman. Di Masyumi, beliau Ketua Muda Majelis Syura dan wakil ketua DPP ketika Abah Natsir, Ketua Umum. Pak Kasman juga anggota parlemen.
Sejatinya, saya sudah bertemu beliau dalam event-event organisasi Islam. Namun, kami hanya bersalaman biasa. Saya juga mendengar buah pikirannya dalam acara tertentu. Kini, saya berdialog, bertanya, dan tabayun langsung ke beliau khusus mengenai peristiwa 18 Agustus 1945. Pertanyaan pertama yang kuajukan, mengapa pak Kasman naik bus kota. Padahal umur beliau waktu itu, 76 tahun. “Kita tidak boleh diatur oleh orang lain. Jangan bergantung sepenuhnya ke pihak lain. Kita harus bisa mengatur diri sendiri,” jelas pak Kasman. Maksudnya, ? tanyaku penasaran. Pak Kasman lalu cerita bahwa, sopirnya ada urusan. “Jika menunggu sopir, berarti saya hanya bergantung harap ke dirinya. Mengapa saya tidak berangkat sendiri saja,?” kata beliau. Saya membatin: “Pak Kasman, mantan Ketua DPR-RI, Jaksa Agung, Menteri Kehakiman, dan sederet jabatan kenegaraan lainya. Kok sekarang naik bus kota. Sendirian. Pejabat-pejabat lain, sudah pensiun pun masih dikawal ajudan pribadi.”
“Saya harus meneledani pak Kasman,” batinku. Pola pikir pak Kasman itulah yang saya terapkan ketika memimpin HMI sehingga menolak bertemu presiden Soeharto karena tidak mau “dicekoki.” Saya naik bus kota sewaktu mengajar di salah satu SMA, Selangor, Malaysia. Saya juga nginap di kantor sewaktu menjadi dosen Akademi Dakwah Muhammadiyah, Singapura. Ketika menjadi Wakil Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), saya berangkat sendirian ke daerah. Saya menyetir sendiri mobil dinas dari rumah ke kantor. Tugas operasional, barulah saya diantar sopir kantor. Bahkan, sebagai Penasihat KPK selama delapan tahun, bahan presentasi kusiapkan sendiri. Terbang ke mana-mana di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh sampai Manokwari, Papua Barat, sendirian. “Kok tidak ada yang kawal pak,?” pertanyaan yang biasa diajukan Sekwan atau Panitia Seminar. “Ini, dua pengawal tetap,” kataku sambil menunjuk malaikat Raqib dan Atid yang berada di bahuku, kanan dan kiri. “Nggak takut diapa-apain sama orang, ?” tanya pejabat di provinsi tertentu.
Abdullah Hehamahua
Tahun 1979 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Bus kota berhenti di halte Ratu Plaza. Seorang kakek menaiki bus. Saya terperanjat !. Beliau langsung menujuku dan menduduki kursi kosong, di sampingku. Kusalami tangannya. “Kok pak Kasman naik bus ?,” tanyaku heran (pak Kasman Singodimejo adalah tokoh Masyumi kedua yang saya berdialog secara langsung dengannya).
Naik Bus Kota
Beberapa bulan setelah terpilih menjadi Ketua Umum PB.HMI, saya mendapat SK dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Buya Hamka, Ketua Umum menempatkan saya sebagai Ketua Seksi Pemuda. Inilah pertama kali saya menghadiri rapat MUI. Pengalaman menarik karena saya akan menemui para ulama, tokoh, dan aktivis Islam tingkat nasional. Lebih mengesankan, saya duduk berdampingan dengan seorang pejuang kemerdekaan. Nama besarnya hanya kukenal di kitab sejarah pergerakan Indonesia. Bayangkan, kakek di samping saya ini, mantan Ketua KNIP, Komite Nasional Indonesia Pusat (DPR-RI sekarang). Beliau juga mantan Jaksa Agung dan Menteri Muda Kehakiman. Di Masyumi, beliau Ketua Muda Majelis Syura dan wakil ketua DPP ketika Abah Natsir, Ketua Umum. Pak Kasman juga anggota parlemen.
Sejatinya, saya sudah bertemu beliau dalam event-event organisasi Islam. Namun, kami hanya bersalaman biasa. Saya juga mendengar buah pikirannya dalam acara tertentu. Kini, saya berdialog, bertanya, dan tabayun langsung ke beliau khusus mengenai peristiwa 18 Agustus 1945. Pertanyaan pertama yang kuajukan, mengapa pak Kasman naik bus kota. Padahal umur beliau waktu itu, 76 tahun. “Kita tidak boleh diatur oleh orang lain. Jangan bergantung sepenuhnya ke pihak lain. Kita harus bisa mengatur diri sendiri,” jelas pak Kasman. Maksudnya, ? tanyaku penasaran. Pak Kasman lalu cerita bahwa, sopirnya ada urusan. “Jika menunggu sopir, berarti saya hanya bergantung harap ke dirinya. Mengapa saya tidak berangkat sendiri saja,?” kata beliau. Saya membatin: “Pak Kasman, mantan Ketua DPR-RI, Jaksa Agung, Menteri Kehakiman, dan sederet jabatan kenegaraan lainya. Kok sekarang naik bus kota. Sendirian. Pejabat-pejabat lain, sudah pensiun pun masih dikawal ajudan pribadi.”
“Saya harus meneledani pak Kasman,” batinku. Pola pikir pak Kasman itulah yang saya terapkan ketika memimpin HMI sehingga menolak bertemu presiden Soeharto karena tidak mau “dicekoki.” Saya naik bus kota sewaktu mengajar di salah satu SMA, Selangor, Malaysia. Saya juga nginap di kantor sewaktu menjadi dosen Akademi Dakwah Muhammadiyah, Singapura. Ketika menjadi Wakil Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), saya berangkat sendirian ke daerah. Saya menyetir sendiri mobil dinas dari rumah ke kantor. Tugas operasional, barulah saya diantar sopir kantor. Bahkan, sebagai Penasihat KPK selama delapan tahun, bahan presentasi kusiapkan sendiri. Terbang ke mana-mana di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh sampai Manokwari, Papua Barat, sendirian. “Kok tidak ada yang kawal pak,?” pertanyaan yang biasa diajukan Sekwan atau Panitia Seminar. “Ini, dua pengawal tetap,” kataku sambil menunjuk malaikat Raqib dan Atid yang berada di bahuku, kanan dan kiri. “Nggak takut diapa-apain sama orang, ?” tanya pejabat di provinsi tertentu.
Beberapa hari sebelum pertanyaan pejabat di atas, ada pegawai di Deputi Penindakan KPK, ditabrak pemotor ketika beliau menuju halte bus untuk pulang. Terpikir, akan kuceritakan bagaimana teror, intimidasi, bahkan tabrakan yang dilakukan terhadap pegawai KPK, khususnya di Bidang Penindakan. Namun, saya tidak ceritakan hal tersebut. Saya khawatir, tidak ada yang mau jadi pegawai KPK. “Saya punya jaket anti peluru, tapi tidak pernah kupakai,” kataku ke pejabat tadi. “Mengapa, ?” tanyanya, penasaran.
“Pertama, baju anti peluru itu berat. Ia membebaniku ketika menjinjing tas laptop dan koper dari pesawat terbang ke taksi.” Pejabat itu mengernyitkan dahi. Saya mafhum. Sebab, kebiasaan pejabat Indonesia, jangankan laptop atau tas pakaian, kacamata pun dibawa ajudan. Sewaktu mau membaca kata sambutan, ajudan menyerahkan kacamata. Selesai, kacamata diserahkan kembali ke ajudan. “Alasan kedua pak,?” tanya pejabat ini, penasaran.
“Kedua, saya tidak mau berbuat syirik.” “Maksudnya,?” tambah serius pejabat ini. Kujelaskan secara singkat, apa itu syirik: Syirik adalah perbuatan ‘men-dua-kan’ Allah SWT dalam segala aspek kehidupan, mulai dari gerakan hati, pola pikir, ucapan, tindakan, dan perilaku sehari-hari. Sewaktu berpikir bahwa, jeket anti peluru itu akan melindungiku dari perbuatan jahat makhluk, maka detik itu saya berbuat syirik. “Kok bisa pak,?” tanyanya, tambah heran. Sebab, Allah SWT adalah Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pentadbir, Pelindung, Pengawas, dan Pemutus semua urusaan makhluk-Nya. Jadi, bukan jeket itu yang melindungiku, tapi Allah SWT. Jeket hanya alat. Ia berfungsi sebagai media atau ikhtiar datangnya perlindungan Allah SWT. Jika Allah menginginkan, maka jeket itu dapat ditembus peluru atau pisau sekalipun. Sebaliknya, tanpa jeket pelindung, saya tidak akan tertembak jika Allah yang melindungiku. Sekwan DPRD itu mengangguk perlahan.
Pencoretan Tujuh Kata di Piagam Jakarta
Tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan 10 Ramadhan 1364 H, Indonesia merdeka. Sorenya, seorang opsir Jepang menemui Bung Hatta, menyampaikan tuntutan golongan Nasrani Indonesia Timur agar tujuh kata di Piagam Jakarta, dicoret. Jika tidak, mereka akan keluar dari Indonesia. (beberapa teori dan saksi sejarah mengatakan, tidak ada opsir Jepang yang menemui Bung Hatta mengenai hal itu. Bahkan menjawab pertanyaan saya, seorang Komisioner KPKPN, mantan Pimpinan GMKI – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia – mengatakan, tidak ada tuntutan golongan Nasrani yang minta pencoretan tujuh kata tersebut).
Besok paginya, 18 Agustus, Bung Hatta menghubungi beberapa tokoh Islam, menyampaikan permintaan masyarakat Kristen Indonesia Timur tersebut. “Mengapa bapak memaksa Ki Bagus Hadikusumo agar mau mencoret 7 kata tersebut, ?” tanyaku, penasaran. “Itu kesalahan saya. Semoga Allah mengampuni dosa saya,” katanya lirih. Tampak kesedihan di wajah pak Kasman.
Tokoh-tokoh lain, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, dan Teuku Hasan, tidak pernah saya jumpai. Namun, menurut pak Kasman, mengenangkan perjuangan ulama, kiyai, dan tokoh Islam, dari Aceh sampai Maluku, demi tegaknya kalimah tauhid, la ilah illa Allah, maka mereka terima permintaan Hatta. Apalagi, Hatta mengatakan, kata-kata Yang Maha Esa adalah tauhid seperti yang tercantum dalam surah Al Ikhlas. “Namun, Ki Bagus Hadikusumo kan tetap menolak pencoretan tersebut,” kataku, menyalahkan pak Kasman. “Ya, waktu itu saya percaya dengan janji Bung Karno. Beliau bilang, umat Islam dapat mengajukan kembali tuntutan mereka jika menguasai parlemen,” kata pak Kasman. “Hasilnya ?,” desakku sekalipun sudah kutau hasil Badan Konstituante. Sebab, rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 tersebut, selain memilih Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil presiden, terdapat beberapa perubahan prinsip dalam UUD 45. Perubahan itu berupa:
“Pertama, baju anti peluru itu berat. Ia membebaniku ketika menjinjing tas laptop dan koper dari pesawat terbang ke taksi.” Pejabat itu mengernyitkan dahi. Saya mafhum. Sebab, kebiasaan pejabat Indonesia, jangankan laptop atau tas pakaian, kacamata pun dibawa ajudan. Sewaktu mau membaca kata sambutan, ajudan menyerahkan kacamata. Selesai, kacamata diserahkan kembali ke ajudan. “Alasan kedua pak,?” tanya pejabat ini, penasaran.
“Kedua, saya tidak mau berbuat syirik.” “Maksudnya,?” tambah serius pejabat ini. Kujelaskan secara singkat, apa itu syirik: Syirik adalah perbuatan ‘men-dua-kan’ Allah SWT dalam segala aspek kehidupan, mulai dari gerakan hati, pola pikir, ucapan, tindakan, dan perilaku sehari-hari. Sewaktu berpikir bahwa, jeket anti peluru itu akan melindungiku dari perbuatan jahat makhluk, maka detik itu saya berbuat syirik. “Kok bisa pak,?” tanyanya, tambah heran. Sebab, Allah SWT adalah Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pentadbir, Pelindung, Pengawas, dan Pemutus semua urusaan makhluk-Nya. Jadi, bukan jeket itu yang melindungiku, tapi Allah SWT. Jeket hanya alat. Ia berfungsi sebagai media atau ikhtiar datangnya perlindungan Allah SWT. Jika Allah menginginkan, maka jeket itu dapat ditembus peluru atau pisau sekalipun. Sebaliknya, tanpa jeket pelindung, saya tidak akan tertembak jika Allah yang melindungiku. Sekwan DPRD itu mengangguk perlahan.
Pencoretan Tujuh Kata di Piagam Jakarta
Tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan 10 Ramadhan 1364 H, Indonesia merdeka. Sorenya, seorang opsir Jepang menemui Bung Hatta, menyampaikan tuntutan golongan Nasrani Indonesia Timur agar tujuh kata di Piagam Jakarta, dicoret. Jika tidak, mereka akan keluar dari Indonesia. (beberapa teori dan saksi sejarah mengatakan, tidak ada opsir Jepang yang menemui Bung Hatta mengenai hal itu. Bahkan menjawab pertanyaan saya, seorang Komisioner KPKPN, mantan Pimpinan GMKI – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia – mengatakan, tidak ada tuntutan golongan Nasrani yang minta pencoretan tujuh kata tersebut).
Besok paginya, 18 Agustus, Bung Hatta menghubungi beberapa tokoh Islam, menyampaikan permintaan masyarakat Kristen Indonesia Timur tersebut. “Mengapa bapak memaksa Ki Bagus Hadikusumo agar mau mencoret 7 kata tersebut, ?” tanyaku, penasaran. “Itu kesalahan saya. Semoga Allah mengampuni dosa saya,” katanya lirih. Tampak kesedihan di wajah pak Kasman.
Tokoh-tokoh lain, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, dan Teuku Hasan, tidak pernah saya jumpai. Namun, menurut pak Kasman, mengenangkan perjuangan ulama, kiyai, dan tokoh Islam, dari Aceh sampai Maluku, demi tegaknya kalimah tauhid, la ilah illa Allah, maka mereka terima permintaan Hatta. Apalagi, Hatta mengatakan, kata-kata Yang Maha Esa adalah tauhid seperti yang tercantum dalam surah Al Ikhlas. “Namun, Ki Bagus Hadikusumo kan tetap menolak pencoretan tersebut,” kataku, menyalahkan pak Kasman. “Ya, waktu itu saya percaya dengan janji Bung Karno. Beliau bilang, umat Islam dapat mengajukan kembali tuntutan mereka jika menguasai parlemen,” kata pak Kasman. “Hasilnya ?,” desakku sekalipun sudah kutau hasil Badan Konstituante. Sebab, rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 tersebut, selain memilih Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil presiden, terdapat beberapa perubahan prinsip dalam UUD 45. Perubahan itu berupa: