Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Ungkap Alasan Gugat KAI Rp 100 Miliar Usai Insiden Kecelakaan KRL
Salah seorang penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek, Rolland E Potu, menggugat PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan CommuterLine yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Apa alasan Rolland menggugat KAI?
Selengkapnya baca di sini: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/04/143000065/penumpang-ka-argo-bromo-anggrek-ungkap-alasan-gugat-kai-rp-100-miliar-usai.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Salah seorang penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek, Rolland E Potu, menggugat PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan CommuterLine yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Apa alasan Rolland menggugat KAI?
Selengkapnya baca di sini: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/04/143000065/penumpang-ka-argo-bromo-anggrek-ungkap-alasan-gugat-kai-rp-100-miliar-usai.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Ungkap Alasan Gugat KAI Rp 100 Miliar Usai Insiden Kecelakaan KRL
Penumpang KA Argo Bromo Anggrek menggugat KAI Rp 100 miliar usai kecelakaan di Bekasi. Gugatan tersebut terkait dengan GCG dan kompensasi korban.
π6β€3π2
Nadiem: Kenapa Tak Semua Menteri Dibui karena Perkaya Orang Saat Pengadaan?
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bertanya kepada Romli Atmasasmita yang hadir sebagai ahli pada persidangan dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.
Nadiem bertanya mengapa tidak semua menteri menjadi tersangka jika pengadaan di kementerian ada pihak vendor yang diperkaya atau meraih keuntungan.
Lalu apa kata Romli?
Klik link untuk baca:https://nasional.kompas.com/read/2026/05/04/17203221/nadiem-kenapa-tak-semua-menteri-dibui-karena-perkaya-orang-saat-pengadaan?utm_source=telegram&utm_medium=social
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bertanya kepada Romli Atmasasmita yang hadir sebagai ahli pada persidangan dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.
Nadiem bertanya mengapa tidak semua menteri menjadi tersangka jika pengadaan di kementerian ada pihak vendor yang diperkaya atau meraih keuntungan.
Lalu apa kata Romli?
Klik link untuk baca:https://nasional.kompas.com/read/2026/05/04/17203221/nadiem-kenapa-tak-semua-menteri-dibui-karena-perkaya-orang-saat-pengadaan?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Nadiem: Kenapa Tak Semua Menteri Dibui karena Perkaya Orang Saat Pengadaan?
Nadiem Makarim menanyakan kenapa tidak semua menteri menjadi tersangka jika pengadaan di kementerian ada pihak vendor yang diperkaya.
π8π€£3β€1π1π1
Proyek Perumahan di Bandung Barat Mangkrak, 103 Konsumen Rugi Rp 62,3 Miliar
Ratusan konsumen perumahan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengaku menjadi korban dugaan penipuan pengembang setelah proyek hunian yang dijanjikan tak kunjung dibangun meski pembayaran telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Selengkapnya baca di sini: https://bandung.kompas.com/read/2026/05/04/163034178/proyek-perumahan-di-bandung-barat-mangkrak-103-konsumen-rugi-rp-623-miliar?utm_source=telegram&utm_medium=social
Ratusan konsumen perumahan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengaku menjadi korban dugaan penipuan pengembang setelah proyek hunian yang dijanjikan tak kunjung dibangun meski pembayaran telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Selengkapnya baca di sini: https://bandung.kompas.com/read/2026/05/04/163034178/proyek-perumahan-di-bandung-barat-mangkrak-103-konsumen-rugi-rp-623-miliar?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Proyek Perumahan di Bandung Barat Mangkrak, 103 Konsumen Rugi Rp 62,3 Miliar
Ratusan konsumen Emeralda Resort Padalarang laporkan proyek perumahan yang tak kunjung dibangun, kerugian tembus Rp 62,3 miliar.
π±4π2
KRL Greenline berhenti 3 jam
KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel Mulai Normal Usai Berhenti 3 Jam karena Percikan Api
Perjalanan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, ke arah Stasiun Tanah Abang mulai kembali normal setelah sempat terhenti selama kurang lebih tiga jam, Senin (4/5/2026) sore.
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/20284981/krl-di-stasiun-jurangmangu-tangsel-mulai-normal-usai-berhenti-3-jam.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Sebelumnya...
Ratusan Penumpang KRL "Green Line" Tertahan di Stasiun Tanah Abang, Peron Penuh
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/20113671/ratusan-penumpang-krl-green-line-tertahan-di-stasiun-tanah-abang-peron.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KRL Green Line Berhenti Mendadak, Penumpang 1 Jam Terjebak Tanpa AC, Tangis Bayi Pecah
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/17552961/krl-green-line-berhenti-mendadak-penumpang-1-jam-terjebak-tanpa-ac-tangis.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Gangguan Aliran Listrik, KRL Green Line Hanya Beroperasi hingga Serpong dan Kebayoran
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/18400881/gangguan-aliran-listrik-krl-green-line-hanya-beroperasi-hingga-serpong.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel Mulai Normal Usai Berhenti 3 Jam karena Percikan Api
Perjalanan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, ke arah Stasiun Tanah Abang mulai kembali normal setelah sempat terhenti selama kurang lebih tiga jam, Senin (4/5/2026) sore.
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/20284981/krl-di-stasiun-jurangmangu-tangsel-mulai-normal-usai-berhenti-3-jam.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Sebelumnya...
Ratusan Penumpang KRL "Green Line" Tertahan di Stasiun Tanah Abang, Peron Penuh
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/20113671/ratusan-penumpang-krl-green-line-tertahan-di-stasiun-tanah-abang-peron.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KRL Green Line Berhenti Mendadak, Penumpang 1 Jam Terjebak Tanpa AC, Tangis Bayi Pecah
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/17552961/krl-green-line-berhenti-mendadak-penumpang-1-jam-terjebak-tanpa-ac-tangis.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Gangguan Aliran Listrik, KRL Green Line Hanya Beroperasi hingga Serpong dan Kebayoran
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/18400881/gangguan-aliran-listrik-krl-green-line-hanya-beroperasi-hingga-serpong.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
KRL di Stasiun Jurangmangu Tangsel Mulai Normal Usai Berhenti 3 Jam karena Percikan Api
Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, mulai kembali normal setelah sempat terhenti selama kurang lebih tiga jam.
β€1π±1π€‘1
π¬ OPINI KOLUMNIS KOMPASCOM π¬
Generasi Tanpa Regenerasi
"Pada akhirnya, sebuah pertanyaan besar tetap menggantung dan menuntut jawaban kita: "Apakah tindakan ekstrem yang diputuskan oleh Gen-Z ini merupakan ekspresi pamungkas dari hilangnya kepercayaan mereka terhadap kepastian masa depan?"
Tampaknya, mereka memilih untuk tidak mengorbankan anak-anak mereka ke dalam sebuah mode kehidupan yang tidak jelas ujungnyaβsebagaimana mereka sendiri hari ini dipaksa menghadapi hari esok yang tidak pernah didesain dengan layak oleh orang tua mereka"
Tantan Hermansah
Pengajar Sosiologi Perkotaan UIN Jakarta
Selengkapnya opini Tantan Hermansah yang tayang di Kolom Kompascon bisa dibaca pada link berikut: : https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/04/081500065/generasi-tanpa-regenerasi?utm_source=telegram&utm_medium=social
Generasi Tanpa Regenerasi
"Pada akhirnya, sebuah pertanyaan besar tetap menggantung dan menuntut jawaban kita: "Apakah tindakan ekstrem yang diputuskan oleh Gen-Z ini merupakan ekspresi pamungkas dari hilangnya kepercayaan mereka terhadap kepastian masa depan?"
Tampaknya, mereka memilih untuk tidak mengorbankan anak-anak mereka ke dalam sebuah mode kehidupan yang tidak jelas ujungnyaβsebagaimana mereka sendiri hari ini dipaksa menghadapi hari esok yang tidak pernah didesain dengan layak oleh orang tua mereka"
Tantan Hermansah
Pengajar Sosiologi Perkotaan UIN Jakarta
Selengkapnya opini Tantan Hermansah yang tayang di Kolom Kompascon bisa dibaca pada link berikut: : https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/04/081500065/generasi-tanpa-regenerasi?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Generasi Tanpa Regenerasi
Narasi yang menyebutkan bahwa Gen Z adalah entitas yang malas memiliki anak sebetulnya tidak sepenuhnya benar, bahkan cenderung dangkal.
β€2
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Kasus Kematian Prajurit TNI AL
TNI AL Ungkap Hasil Visum Ghofirul Kasyfi: Tidak Ada Lebam akibat Kekerasan Benda Tumpul
Klik link untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/04/18140921/tni-al-ungkap-hasil-visum-ghofirul-kasyfi-tidak-ada-lebam-akibat-kekerasan?utm_source=telegram&utm_medium=social
Di sisi lain keluarga merasa ada kejanggalan
Keluarga Anggota TNI AL Ghofirul Kasyfi Ungkap Keanehan, Disebut Bunuh Diri, Tubuh Penuh Lebam
Klik link untuk baca: https://surabaya.kompas.com/read/2026/05/04/154140278/keluarga-anggota-tni-al-ghofirul-kasyfi-ungkap-keanehan-disebut-bunuh-diri.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Kasus Kematian Prajurit TNI AL
TNI AL Ungkap Hasil Visum Ghofirul Kasyfi: Tidak Ada Lebam akibat Kekerasan Benda Tumpul
Klik link untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/04/18140921/tni-al-ungkap-hasil-visum-ghofirul-kasyfi-tidak-ada-lebam-akibat-kekerasan?utm_source=telegram&utm_medium=social
Di sisi lain keluarga merasa ada kejanggalan
Keluarga Anggota TNI AL Ghofirul Kasyfi Ungkap Keanehan, Disebut Bunuh Diri, Tubuh Penuh Lebam
Klik link untuk baca: https://surabaya.kompas.com/read/2026/05/04/154140278/keluarga-anggota-tni-al-ghofirul-kasyfi-ungkap-keanehan-disebut-bunuh-diri.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
TNI AL Ungkap Hasil Visum Ghofirul Kasyfi: Tidak Ada Lebam akibat Kekerasan Benda Tumpul
TNI AL menyatakan, hasil visum Ghofirul Kasyfi disebut meninggal akibat gantung diri. Simak selengkapnya di sini.
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Harga BBM Solar Non-subsidi Mencekik, Kapal Menumpuk Tak Berlayar di Pelabuhan Karangsong Indramayu
Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2026/05/04/213704578/harga-bbm-solar-non-subsidi-mencekik-kapal-menumpuk-tak-berlayar-di.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Harga BBM Solar Non-subsidi Mencekik, Kapal Menumpuk Tak Berlayar di Pelabuhan Karangsong Indramayu
Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2026/05/04/213704578/harga-bbm-solar-non-subsidi-mencekik-kapal-menumpuk-tak-berlayar-di.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Harga BBM Solar Non-subsidi Mencekik, Kapal Menumpuk Tak Berlayar di Pelabuhan Karangsong Indramayu
Ratusan kapal nelayan di Indramayu berhenti melaut akibat harga BBM nonsubsidi yang mencekik. Para ABK terancam menganggur.
π2
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Hujan Deras Guyur Jakarta, Banjir dan Macet Melanda
Jakarta Macet dan Hujan Deras, Belasan Bus Transjakarta Mengular di Halte Mampang Prapatan
Klik link untuk baca:https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/21175311/jakarta-macet-dan-hujan-deras-belasan-bus-transjakarta-mengular-di-halte?utm_source=telegram&utm_medium=social
Selain itu,
Banjir Jakarta Meluas, 55 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang hingga 120 Cm
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/20483951/banjir-jakarta-meluas-55-rt-dan-3-ruas-jalan-tergenang-hingga-120-cm?utm_source=telegram&utm_medium=social
Hujan Deras Guyur Jakarta, Banjir dan Macet Melanda
Jakarta Macet dan Hujan Deras, Belasan Bus Transjakarta Mengular di Halte Mampang Prapatan
Klik link untuk baca:https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/21175311/jakarta-macet-dan-hujan-deras-belasan-bus-transjakarta-mengular-di-halte?utm_source=telegram&utm_medium=social
Selain itu,
Banjir Jakarta Meluas, 55 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang hingga 120 Cm
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/20483951/banjir-jakarta-meluas-55-rt-dan-3-ruas-jalan-tergenang-hingga-120-cm?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Jakarta Macet dan Hujan Deras, Belasan Bus Transjakarta Mengular di Halte Tegal Mampang
Antrean belasan bus Transjakarta mengular di Halte Tegal Mampang, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026) malam, imbas macet dan hujan deras.
β€2π1π€£1
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Kasus Pencabulan Santriwati oleh Oknum Kiai di Pati: Modus Doktrin hingga Digeruduk Massa
Klik link untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2026/05/05/050000578/kasus-pencabulan-santriwati-oleh-oknum-kiai-di-pati--modus-doktrin-hingga?utm_source=telegram&utm_medium=social
Kasus Pencabulan Santriwati oleh Oknum Kiai di Pati: Modus Doktrin hingga Digeruduk Massa
Klik link untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2026/05/05/050000578/kasus-pencabulan-santriwati-oleh-oknum-kiai-di-pati--modus-doktrin-hingga?utm_source=telegram&utm_medium=social
π€¬4π©1π€£1
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Gus Ipul Buka Suara Terkait Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar
Klik link untuk baca: https://surabaya.kompas.com/read/2026/05/04/212622278/gus-ipul-buka-suara-terkait-pengadaan-sepatu-sekolah-rakyat-rp-27-miliar?utm_source=telegram&utm_medium=social
Gus Ipul Buka Suara Terkait Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar
Klik link untuk baca: https://surabaya.kompas.com/read/2026/05/04/212622278/gus-ipul-buka-suara-terkait-pengadaan-sepatu-sekolah-rakyat-rp-27-miliar?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Gus Ipul Buka Suara Terkait Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar
Mensos RI Gus Ipul menyebut, pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat akan dilelang dan harganya akan lebih murah dari perencanaan
π4π3π©2π₯±1
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Cerita Pekerja Jalani WFH Tiap Jumat: Hemat Transportasi, tapi Tagihan Listrik Naik
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/06001391/cerita-pekerja-jalani-wfh-tiap-jumat-hemat-transportasi-tapi-tagihan?utm_source=telegram&utm_medium=social
Cerita Pekerja Jalani WFH Tiap Jumat: Hemat Transportasi, tapi Tagihan Listrik Naik
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/06001391/cerita-pekerja-jalani-wfh-tiap-jumat-hemat-transportasi-tapi-tagihan?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Cerita Pekerja Jalani WFH Tiap Jumat: Hemat Transportasi, tapi Tagihan Listrik Naik
Sejumlah pekerja yang menjalankan WFH setiap Jumat merasa dapat menghemat biaya transportasi, tapi listrik dan internet naik.
π€£11π1π1
UEA Diserang Iran Usai AS Buka Jalur Selat Hormuz, 15 Rudal Dicegat
Untuk pertama kalinya Uni Emirat Arab diserang oleh Iran setelah gencatan senjata diberlakukan pada April 2026.
Pihak berwenang di emirat Fujairah bagian timur mengatakan satu drone dalam serangan tersebut memicu kebakaran di fasilitas minyak utama dan melukai tiga warga negara India.
Klik link untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/05/080000865/uea-diserang-iran-usai-as-buka-jalur-selat-hormuz-15-rudal-dicegat?utm_source=telegram&utm_medium=social
Untuk pertama kalinya Uni Emirat Arab diserang oleh Iran setelah gencatan senjata diberlakukan pada April 2026.
Pihak berwenang di emirat Fujairah bagian timur mengatakan satu drone dalam serangan tersebut memicu kebakaran di fasilitas minyak utama dan melukai tiga warga negara India.
Klik link untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/05/080000865/uea-diserang-iran-usai-as-buka-jalur-selat-hormuz-15-rudal-dicegat?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
UEA Diserang Iran Usai AS Buka Jalur Selat Hormuz, 15 Rudal Dicegat
UEA diserang Iran pasca gencatan senjata. 15 rudal dan 4 drone dicegat, fasilitas minyak terbakar, ketegangan di Selat Hormuz meningkat.
π₯2π2
BPS: 5 dari 100 Angkatan Kerja Masih Menganggur
BPS mengungkapkan data terkait penyerapan angkatan kerja terbaru pada awal Mei 2026. Menurut data, sebanyak 5 dari 100 angkatan kerja masih menganggur.
Rincian angka terkait penyerapan kerja bisa dibaca di sini: https://money.kompas.com/read/2026/05/05/131545826/bps-5-dari-100-angkatan-kerja-masih-menganggur?utm_source=telegram&utm_medium=social
BPS mengungkapkan data terkait penyerapan angkatan kerja terbaru pada awal Mei 2026. Menurut data, sebanyak 5 dari 100 angkatan kerja masih menganggur.
Rincian angka terkait penyerapan kerja bisa dibaca di sini: https://money.kompas.com/read/2026/05/05/131545826/bps-5-dari-100-angkatan-kerja-masih-menganggur?utm_source=telegram&utm_medium=social
π€£7β€2
Prabowo Minta Dudung Mengecek Dapur MBG Di-suspend tapi Dapat Insentif Rp 6 Juta/Hari
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengaku telah mengecek keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG yang tetap mendapat insentif Rp 6 juta per hari, padahal sedang di-suspend.
Selengkapnya penjelasan Dudung bisa dibaca di sini: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/12441991/prabowo-minta-dudung-mengecek-dapur-mbg-di-suspend-tapi-dapat-insentif-rp-6?utm_source=telegram&utm_medium=social
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengaku telah mengecek keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG yang tetap mendapat insentif Rp 6 juta per hari, padahal sedang di-suspend.
Selengkapnya penjelasan Dudung bisa dibaca di sini: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/12441991/prabowo-minta-dudung-mengecek-dapur-mbg-di-suspend-tapi-dapat-insentif-rp-6?utm_source=telegram&utm_medium=social
π4β€3π2π1
Jokowi Digugat Perdata ke PN Solo: Buntut Tak Hadir Sidang dan Tak Tunjukkan Ijazah
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Solo oleh alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Sigit Pratama.
Apa pertimbangan gugatannya?
Selengkapnya bisa dibaca di sini: https://regional.kompas.com/read/2026/05/05/160153878/jokowi-digugat-perdata-ke-pn-solo-buntut-tak-hadir-sidang-dan-tak-tunjukkan?utm_source=telegram&utm_medium=social
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Solo oleh alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Sigit Pratama.
Apa pertimbangan gugatannya?
Selengkapnya bisa dibaca di sini: https://regional.kompas.com/read/2026/05/05/160153878/jokowi-digugat-perdata-ke-pn-solo-buntut-tak-hadir-sidang-dan-tak-tunjukkan?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Jokowi Digugat Perdata ke PN Solo: Buntut Tak Hadir Sidang dan Tak Tunjukkan Ijazah
Jokowi digugat perdata ke PN Solo. Penggugat menilai Jokowi melawan hukum karena tak hadir sidang dan tak tunjukkan ijazah.
π€£9π2β€1π1
Ade Armando Mundur dari PSI
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyatakan, dirinya mundur dari PSI.
Apa alasan Ade mundur dari PSI?
Penjelasan Ade Armando selengkapnya bisa dibaca di sini: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/16144551/ade-armando-mundur-dari-psi?utm_source=telegram&utm_medium=social
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyatakan, dirinya mundur dari PSI.
Apa alasan Ade mundur dari PSI?
Penjelasan Ade Armando selengkapnya bisa dibaca di sini: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/16144551/ade-armando-mundur-dari-psi?utm_source=telegram&utm_medium=social
β€1π1π1
Purbaya Akui Sempat Ada Kebocoran Anggaran Motor BGN: Itu Sudah Diperbaiki
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sempat terjadi kebocoran anggaran terkait pengadaan motor untuk Badan Gizi Nasional (BGN), meski sebelumnya pemerintah telah menolak rencana tersebut.
Klik link di bawah ini untuk baca:
https://money.kompas.com/read/2026/05/05/173733326/purbaya-akui-sempat-ada-kebocoran-anggaran-motor-bgn-itu-sudah-diperbaiki?utm_source=telegram&utm_medium=social
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sempat terjadi kebocoran anggaran terkait pengadaan motor untuk Badan Gizi Nasional (BGN), meski sebelumnya pemerintah telah menolak rencana tersebut.
Klik link di bawah ini untuk baca:
https://money.kompas.com/read/2026/05/05/173733326/purbaya-akui-sempat-ada-kebocoran-anggaran-motor-bgn-itu-sudah-diperbaiki?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Purbaya Akui Sempat Ada Kebocoran Anggaran Motor BGN: Itu Sudah Diperbaiki
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kebocoran anggaran terkait pengadaan motor BGN, meski ditolak. Sistem diperbaiki demi belanja negara yang transparan.
π2π©2π1
π¬ OPINI KOLUMNIS KOMPASCOM π¬
Membaca Ulang Perdebatan βSeksiβ di Ruang Publik
"Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengkritisi pilihan perempuan atau pun apa yang mereka lakukan terhadap tubuhnya.
Mungkin pertanyaan yang perlu diajukan adalah: apakah perempuan benar-benar bebas, atau hanya menyesuaikan diri dengan sistem yang sudah menentukan apa yang laku?"
Dina Diana
Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Selengkapnya opini Dina Diana yang tayang di Kolom Kompascon bisa dibaca pada link berikut: https://www.kompas.com/hype/read/2026/05/05/152000866/membaca-ulang-perdebatan-seksi-di-ruang-publik.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Membaca Ulang Perdebatan βSeksiβ di Ruang Publik
"Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengkritisi pilihan perempuan atau pun apa yang mereka lakukan terhadap tubuhnya.
Mungkin pertanyaan yang perlu diajukan adalah: apakah perempuan benar-benar bebas, atau hanya menyesuaikan diri dengan sistem yang sudah menentukan apa yang laku?"
Dina Diana
Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Selengkapnya opini Dina Diana yang tayang di Kolom Kompascon bisa dibaca pada link berikut: https://www.kompas.com/hype/read/2026/05/05/152000866/membaca-ulang-perdebatan-seksi-di-ruang-publik.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Membaca Ulang Perdebatan βSeksiβ di Ruang Publik
Mengkritik industri musik bukan berarti melarang perempuan berekspresi. Justru, ini upaya untuk memastikan ekspresi itu lahir dari pilihan bebas.
β€1
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Eks Wakapolri Akui Ada Kuota Khusus Masuk Polri Pakai Bayar: Akan Dihapus
Klik link untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/20061911/eks-wakapolri-akui-ada-kuota-khusus-masuk-polri-pakai-bayar-akan-dihapus?utm_source=telegram&utm_medium=social
Eks Wakapolri Akui Ada Kuota Khusus Masuk Polri Pakai Bayar: Akan Dihapus
Klik link untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/20061911/eks-wakapolri-akui-ada-kuota-khusus-masuk-polri-pakai-bayar-akan-dihapus?utm_source=telegram&utm_medium=social
π5π©3π€£2π2
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Rupiah Semakin Anjlok, Purbaya: Enggak Sulit Perbaikinya
Klik link untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/19284321/rupiah-semakin-anjlok-purbaya-enggak-sulit-perbaikinya?utm_source=telegram&utm_medium=social
Rupiah Semakin Anjlok, Purbaya: Enggak Sulit Perbaikinya
Klik link untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/05/19284321/rupiah-semakin-anjlok-purbaya-enggak-sulit-perbaikinya?utm_source=telegram&utm_medium=social
π3π©2π€‘2
π KOMPASCOM HIGHLIGHT π π
Cekcok gara-gara Biaya Admin QRIS, 10 Anggota TNI Disebut Ikut Rusak Warung di Jakpus
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/18445011/cekcok-gara-gara-biaya-admin-qris-10-anggota-tni-disebut-ikut-rusak.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Sebelumnya...
Anggota TNI Disebut Acak-acak Warung di Jakpus Perkara Admin QRIS Rp 1.000 dan Dikatai "Dasar Jelek"
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/16300931/anggota-tni-disebut-acak-acak-warung-di-jakpus-perkara-admin-qris-rp-1000.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Sementara itu, komentar TNI...
Viral Toko Kelontong di Kemayoran Diacak-acak, TNI AD Akui Ada Anggotanya Terlibat
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/15073521/viral-toko-kelontong-di-kemayoran-diacak-acak-tni-ad-akui-ada-anggotanya.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Cekcok gara-gara Biaya Admin QRIS, 10 Anggota TNI Disebut Ikut Rusak Warung di Jakpus
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/18445011/cekcok-gara-gara-biaya-admin-qris-10-anggota-tni-disebut-ikut-rusak.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Sebelumnya...
Anggota TNI Disebut Acak-acak Warung di Jakpus Perkara Admin QRIS Rp 1.000 dan Dikatai "Dasar Jelek"
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/16300931/anggota-tni-disebut-acak-acak-warung-di-jakpus-perkara-admin-qris-rp-1000.?utm_source=telegram&utm_medium=social
Sementara itu, komentar TNI...
Viral Toko Kelontong di Kemayoran Diacak-acak, TNI AD Akui Ada Anggotanya Terlibat
Klik link untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/05/15073521/viral-toko-kelontong-di-kemayoran-diacak-acak-tni-ad-akui-ada-anggotanya.?utm_source=telegram&utm_medium=social
KOMPAS.com
Anggota TNI Disebut Acak-acak Warung di Jakpus Perkara Admin QRIS Rp 1.000 dan Dikatai "Dasar Jelek"
Toko kelontong di Kemayoran, Jakarta Pusat, diacak-acak gara-gara perselisihan anggota TNI AD dengan dua penjaga toko tersebut.
π4π₯2β€1π1π€1