Forwarded from by Kai.
Ketika badai mereda, langit tak lagi berteriak.
Dalam keheningan yang tersisa, muncullah bias cahaya—
ia melengkung indah di langit, sang Pelangi namanya.
Dan dalam hidupku kau lah sang Pelangi itu, yang datang setelah hujan deras menghantam hatiku,
membawa warna-warna yang tak pernah kutahu sebelumnya.
Merah keberanianmu.
Kuning tawamu yang hangat.
Hijau ketenanganmu.
Biru tuturmu yang lembut.
Dan ungu dari rindu yang selalu
kau semai dalam diam.
Kau bukan sekadar hadir.
Kau mengubah—membuatku percaya bahwa setelah segala luka,
masih ada keindahan yang pantas diperjuangkan.
Dalam keheningan yang tersisa, muncullah bias cahaya—
ia melengkung indah di langit, sang Pelangi namanya.
Dan dalam hidupku kau lah sang Pelangi itu, yang datang setelah hujan deras menghantam hatiku,
membawa warna-warna yang tak pernah kutahu sebelumnya.
Merah keberanianmu.
Kuning tawamu yang hangat.
Hijau ketenanganmu.
Biru tuturmu yang lembut.
Dan ungu dari rindu yang selalu
kau semai dalam diam.
Kau bukan sekadar hadir.
Kau mengubah—membuatku percaya bahwa setelah segala luka,
masih ada keindahan yang pantas diperjuangkan.
