Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Berhentilah bersikap malas dan memelas. Lebih baik isi hari-harimu dengan kerja keras.
Jumat yang lalu, setelah bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, saya sempat berjumpa Pak Gatot, panglima kita.
Pernah kecurian?

Dulu, beberapa tahun yang lalu, mobil saya pernah dibobol orang pas lagi parkir di sebuah plaza di Batam. Kaca mobil dipecah dan tas saya di dalam mobil diambil. Tepatnya, dicuri. Saya pun kesal.

Terus, kejadian tidak menyenangkan ini saya laporkan ke pihak manajemen plaza. Saat itu saya tidak punya banyak waktu. Karena sudah ditunggu di kelas di sebuah kampus. Mau mengajar, ceritanya. Kunci mobil berada di tangan mereka.

Serunya, begitu saya selesai mengajar, kaca mobil saya sudah selesai diperbaiki. Dan di dalam mobil telah disiapkan tas pengganti. Ada pula kartu kecil berisi permintaan maaf. Alih-alih kesal, hati saya langsung terhibur dengan langkah recovery yang cepat dan cekatan dari manajemen plaza tersebut.

Bulan lalu, satu set jas saya (atas dan bawah) rusak parah ketika dry clean di Hotel Singga**** di Makassar. Saya sempat kesal. Pihak hotel pun mengakui kesalahan fatal itu dan berjanji akan segera mengganti.

Harga satu set jas itu, katakanlah, Rp100ribu (ini ilustrasi saja, untuk memudahkan komparasi). Ternyata setelah lebih dari dua minggu, satu set jas itu tidak diganti juga. Jawaban mereka, "Ntar. Besok. Ntar. Besok" Begitulah setiap harinya.

Terus mereka berusaha ngakalin dengan mencarikan jas alternatif dengan harga Rp12ribu atau Rp15ribu. Mereknya berbeda, harganya pun jauh berbeda alias jauh lebih murah. Sekitar 80% lebih murah. Diakalin begitu, terang saja saya marah.

Selanjutnya mereka berkelit setiap hari, mengaku bahwa jas sudah dikirim dan dalam proses delivery. Kemudian barulah saya tahu ternyata itu semua cuma omong-kosong. Setelah didesak sekian lama, akhirnya jas pengganti itu datang juga. Itu pun tim saya yang harus mengambil.

Yang membuat saya tersenyum kecut adalah mereka hanya mengganti jas bagian atas saja. Celana (bawahan) tidak mereka ganti. Padahal yang rusak adalah satu set jas, atas dan bawah. Harga jas pengganti itu hanya Rp75ribu.

Alasan mereka, "Kami hanya berjanji mengganti jas saja." Bayangkan, saya merusak kemeja dan celana Anda. Terus ketika ganti rugi, saya ngeles, "Saya hanya berjanji mengganti kemeja saja." Masuk akalkah?

Sebenarnya, bukan soal harga yang membuat saya kecewa. Tapi soal ngeles demi ngeles. Andai saja sejak awal mereka berujar, "Maaf Pak, kami hanya punya budget Rp30ribu atau 30% dari harga jas Bapak. Baiknya gimana ya Pak?" Insya Allah saya akan menerima dan merelakan.

Sekali lagi, bukan uang yang utama. Melainkan niat dan kesungguhan. Toh, jas pengganti dari Hotel Singga**** itu langsung saya hadiahkan pada salah satu peserta seminar pada 4 November 2017 di Jakarta. Saya tidak mau hati saya melekat pada barang dan merek tertentu.

Sekarang Anda sebagai pembaca, coba bandingkan dua kisah di atas. Pertama, kisah sebuah plaza di Batam. Kedua, kisah sebuah hotel di Makassar. Saya yakin Anda sepakat bahwa langkah recovery dari plaza itu lebih layak dijadikan contoh.

Apa pendapat Anda?
Jenuh? Bosan?

Ini harus segera diatasi. Jangan ditunda-tunda. Bila tidak segera diatasi, ini akan membuat kita terjatuh pada kubangan kemalasan. Kita sama-sama tahu penyakit malas itu sulit diobati.

Pertama, identifikasi dulu apa saja penyebab kejenuhan. Terus, carilah alternatif solusi atas penyebab tersebut. Sekiranya karena pekerjaan yang monoton, Anda bisa berkonsultasi dengan atasan dan rekan kerja agar diberlakukan job rotation. Boleh dicoba.

Janganlah menganggap jenuh sebagai masalah yang permanen. Bagaimanapun kita harus berusaha untuk berpikir positif. Dengan kata lain, cobalah mengambil hikmah. Mungkin ada sesuatu yang bermakna di sana. Misal, dengan lama bekerja di suatu tempat, kita dapat banyak ilmu dan banyak pengalaman di sana. Atau luasnya pergaulan.

Kedua, kembangkan kreativitas. Maksudnya, buatlah sesuatu yang baru berdasarkan posisi Anda. Sebagai contoh, jika Anda seorang supervisor di perusahaan, maka Anda dapat bereksperimen dalam membuat susunan tugas dan tanggung jawab pada tim.

Ketiga? Hilangkan kejenuhan dengan berolahraga. Ya, berolahraga. Di British Propolis kami juga menganjurkan hal serupa. Tidak ada ceritanya olahraga bisa menyebabkan badan lemas dan malas.

Hm jangan salah, tak jarang orang justru merasa kesal dan emosional jika diam begitu saja, tidak memiliki kegiatan apapun. Betul apa betul? Anda yang jarang berolahraga, sebaiknya memulainya dari sekarang.

Ya, lakukan aktivitas olahraga yang Anda sukai. Jangan merasa terpaksa. Meskipun hanya lari di pagi hari mengitari kompleks rumah, ini cukup signifikan untuk mengubah suasana hati (mood).

Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Capek-capek berikhtiar.
Capek-capek belajar.
Capek-capek beramal.

Apakah jaminan sukses?

Nggak juga. Tapi dari segi statistik, kemungkinan sukses kita akan jauh lebih besar.

Coba pikirkan ini. Yang capek-capek berikhtiar saja nggak jaminan sukses, apalagi yang males-malesan?

Sadar woy !
Saya mau minta tolong. Boleh? Terima kasih sebelumnya.

Copas link ini, terus minta keluarga dan kerabatnya baca. Boleh?

Nggak harus sekarang sih. Nanti pun boleh.

https://m.kitabisa.com/MotivatorIndonesia

Setidaknya mereka bantu doakan.
Jangan risau berlebihan
Teman-teman pernah belanja online? Kalau jualan online?

Hampir semua barang yang dulunya kita beli di toko, sekarang sudah bisa dibeli secara online. Ingat, kegandrungan belanja online ini bukan saja dimiliki oleh kaum milenial, terbukti para ibu pun sering mencari kebutuhan si kecil melalui internet.

Belanja secara online kadang bisa membingungkan, terutama saat konsumen harus memilih suatu produk. Orang rata-rata akan memilih berdasarkan rating dan review. Kendati begitu, ternyata produk dengan rating tertinggi tak selalu yang terbaik.

Menurut studi dari Derek Powell, PhD, peneliti Stanford University, ulasan memang membantu kita menentukan produk yang dibeli, tapi bukan yang terbaik. Tidak jaminan.

Hasil penelitian mengungkapkan, produk dengan jumlah ulasan lebih banyak akan cenderung dibeli, bahkan walau peringkatnya rendah. Menariknya, jika ada dua produk yang sama-sama memiliki ulasan buruk maka konsumen tetap akan membeli produk dengan ulasan terbanyak.

Teman-teman yang punya toko online harus memperhatikan hal ini. Maka, mintalah konsumen kita untuk memberikan ulasan. Tentunya, ulasan yang jujur dan alami. Mudah-mudahan ini bisa membuat toko online kita semakin ramai dan menguntungkan.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apa cita-cita anak Anda?

Spirit dan passion untuk menjadi wirausahawan itu bisa muncul dari keluarga. Ini bukan soal anak yang diberi warisan berupa perusahaan oleh orangtua, tapi ini lebih terkait pada pola asuh terhadap anak.

Ingat, pola asuh akan membentuk karakter anak. Juga akan mengasah mental dan mindset-nya. Semua itu akan berpengaruh secara sadar atau tidak, saat ia menjadi seorang wirausahawan kelak.

Anak yang jatuh kemudian dimotivasi untuk bangkit atau malah dimarahi akan membawa dampak berbeda. Ada pula anak yang dibiarkan untuk menyalah-nyalahkan lantai. Tentu Anda tahu mana yang terbaik.

Anak seharusnya didorong untuk memiliki percaya diri. Bukan dimarahi di mana ini akan membuat mentalnya turun. Bukan pula dibiarkan anak menyalah-nyalahkan lantai.

Satu lagi. Biasakan anak untuk menyukai dunia penjualan sejak dini. Ya, sejak dini. Terjun langsung sebagai penjual pun tak masalah. Lebih bagus malah. Pelan-pelan ia akan terbiasa dengan risiko dan transaksi.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Semoga berkah berlimpah!
Orang-orang hebat. Pantang mengumpat. Berusaha berbuat. Menebar manfaat.
Doakan kami. Doakan alumni.
Sama-sama kita menjemput impian.
Semoga Allah ridha.
Fadly Padi pun berkontribusi. Bukan kebetulan, band ini berasal dari Surabaya, kota pahlawan. Bertepatan di Hari Pahlawan, mereka reuni dan malam nanti disiarkan di RCTI.
Selamat untuk Padi...
Berbagi, bergembira...
Anda karyawan? Anda profesional?

Sepertinya secara berkala Anda perlu menilai hasil kinerja Anda. Dengan demikian, Anda tahu persis kelebihan dan kekurangan Anda. Ini penting. Jika nantinya Anda ingin pindah kerja atau banting setir, Anda pun sudah memahami keunggulan-keunggulan Anda.
          
Baiknya dievaluasi setiap berapa lama? Enam bulan adalah waktu relatif pas untuk mengevaluasi kinerja. Ya, setiap enam bulan. Bilamana ternyata kinerja kita kurang memuaskan, kita masih punya waktu untuk memperbaikinya hingga akhir tahun. Right?

Terus, coba perhatikan satu hal. Apakah atasan sering memberi Anda tugas? Sebenarnya, kalau atasan percaya pada hasil kerja kita, kemungkinan besar dia akan mengamanahkan kita berbagai tugas. Terutama tugas-tugas baru. Ini pertanda baik.

Perlakuan rekan kerja terhadap diri kita juga dapat dijadikan patokan. Apakah selama ini mereka sering menanyai pendapat kita seputar pekerjaan? Atasan yang mengamanahkan tugas dan rekan yang meminta pendapat soal tugas, ini adalah dua patokan sederhana bagi kita dalam menilai kinerja kita.

Sebenarnya, senang bekerja sendiri adalah sesuatu yang bagus. Dapat bekerja secara independen, itu berarti Anda memiliki inisiatif yang tinggi dan tidak perlu banyak bimbingan. Namun, jika Anda tidak bisa bekerja dalam tim, ini adalah sesuatu yang jelek. Ya, jelek. Lambat-laun sikap dan kebiasaan ini akan menghambat kinerja Anda.

Kinerja Anda juga dinilai bermasalah jika Anda tidak pandai mengatur waktu. Ingat, Anda hanya membuang-buang waktu bila menghabiskan waktu terus-menerus mengecek socmed dan WA. Saatnya Anda bekerja lebih disiplin dan lebih fokus.

Demikianlah tips-tips terkait evaluasi kinerja bagi Anda yang karyawan dan profesional. Semoga bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda suka band musik?

Saya sempat menonton konser Weezer ketika mereka singgah di Indonesia. Teman-teman tahu band ini? Yang bikin saya kaget adalah mereka berkali-kali menggunakan Bahasa Indonesia dari awal sampai akhir.

Kalimat keren-keren. Seperti, "Kami Weezer, selamat malam." "Apa kabar?" "Mantap, konser ini akan menyenangkan." "Teriak lebih keras, sip?" "Terima kasih Jakarta. Selamat tinggal."

Bahkan Weezer sempat memainkan lagu 'Heavy Rotation' dari AKB48. Kenapa? Pertama, mereka memang suka meng-cover lagu orang lain. Kedua, mereka tahu bahwa 'Heavy Rotation' sangat populer di Indonesia.

'Think globally, act locally!' Ini adalah salah satu filosofi marketing dan Weezer berhasil menerapkannya ketika berada di Jakarta. Berpikir secara global, bertindak secara lokal. Begitulah kurang-lebih.

Mungkin ini seperti KFC yang melakukan penyesuaian rasa dan menu ketika masuk di sejumlah negara. Fleksibel, tidak kaku. Demikian pula Unilever dan Procter & Gamble.

Ya, Weezer salah satu band kesukaan saya. Kalau Guns N Roses? Saya suka juga.

Intro lagu #IndonesiaRaya sempat dibawakan Guns N Roses ketika mereka perform di Jakarta. Keren ya? Banget. Ini event lama. Saya sempat hadir di sana bagian depan, bareng Mas Denny Cagur.

Teman-teman mungkin tahu atau sangat familier dengan band ini. Terlepas kita suka atau tidak, yang jelas Guns N Roses berusaha 'Think globally, act locally!' Tidak semua band seperti. Misalnya, saat saya menonton Good Charlotte. Kurang sentuhan lokalnya.

Awal-awal saya seminar dan keliling Indonesia, saya berusaha mempelajari kultur setempat. Saya baca koran lokalnya. Saya berdialog dengan panitia di sana. Saya googling hal-hal terkait di sana. Supaya apa? Supaya bisa memberikan sentuhan lokal yang mengena dan bermakna.

Sekali lagi, "Think globally, act locally." Setiap tempat punya value dan habit tersendiri. Jangan dianggap enteng. Tak ada salahnya kalau kita pelajari. Sekian dari saya, Ippho Santosa.