Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Sejauh ini saya sudah membagikan dua e-book gratis di channel Telegram ini. Dan saya sudah menyiapkan dua e-book baru untuk dibagikan. Ya, hanya di channel Telegram ini. Insya Allah.

Semua e-book gratis ini karya dari teman-teman saya. Isinya bagus-bagus. Sengaja kita bagikan di Telegram karena kita menganggap member-member di Telegram lebih serius daripada member-member di WA.
So, ajak teman-teman kita untuk bergabung di channel ini.

Egois sekali kalau cuma kita sendiri yang menikmati sesuatu dan sukses, sementara teman-teman kita tidak diajak.
Salam dari Seoul, Korea.
Anda suka drama Korea atau band Korea? Hehe, saya pribadi nggak ngikutin itu semua. 😃😃😃

Ketika artikel ini ditulis, saya berada di Korea Selatan untuk ketiga kalinya. Kalau sebelumnya saya ditemani oleh ibu dan mertua, maka kali ini saya ditemani oleh istri tercinta.

Di Korea, ada konsep Hahn yang berarti energi hidup untuk mengejar pendidikan dan rela melakukan pengorbanan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga juga negara. Menurut saya, ini konsep yang sangat bagus.

Korea dengan etos kerja Hahn akhirnya menjadi kelebihan dan keunikan tersendiri. Semangat dan etos kerja itu menjadi suatu kekuatan psikologis (psychic force).

Boye De Mente (peneliti masyarakat Asia Timur tahun 1990-an yang telah menulis lebih dari 100 buku) menyebut Hahn sebagai energi untuk belajar dengan penuh hasrat, bekerja dengan penuh tekad, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan disiplin tingkat tinggi. Keren ya?

Belum lagi Jeong Do Management (mirip-mirip Kaizen dari Jepang). Jeong Do Management merupakan acuan filosofi bagi LG dan perusahaan-perusahaan besar di Korea. Mereka berusaha memberikan karya yang terbaik dan adanya perbaikan terus-menerus.

Dalam Islam, ini semua disebut dengan Itqan. Teliti, hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi.

Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar dan terinspirasi dari hal ini. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif.

Badan Program Pembangunan di bawah PBB (UNDP) dalam laporan Human Development Report 2016 mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2015 berada di peringkat 113, turun dari posisi 110 di 2014.

Dan UNDP mencatat, ada sekitar 140 juta orang Indonesia yang hidup dengan biaya kurang dari Rp 20 ribu per hari dan 19,4 juta orang menderita gizi buruk.

Tak perlu menyalahkan si A atau si B. Mari memulai perbaikan itu dari diri kita, keluarga kita, dan tim kita. Kalau masing-masing kita berusaha dengan sungguh-sungguh, insya Allah IPM kita akan meningkat bahkan melesat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Ternyata ribuan orang yang tidak bisa melihat status Facebook saya, padahal mereka jelas-jelas follow (like) halaman saya sejak lama.

Mereka pun komplen, saya dianggap jarang update status. Sementara saya dan tim merasa sering update status. Terus, apa yang terjadi?

Rupanya, selama dua tahun terakhir, Facebook melakukan ‘kebijakan tersendiri’. Follower (member) yang cuma pasif membaca sebuah page, tapi tidak komen dan tidak share sama sekali, lama-lama TIDAK BISA melihat page itu lagi.

Ya, Facebook menginginkan interaktivitas. Jangan jadi pembaca pasif. Kita mesti komen atau share. Kalau nggak, kita dianggap tidak interaktif dan tidak intens, makanya tidak bisa melihat page bersangkutan. Kalaupun benar-benar mau lihat, harus search dulu.

Terus, apa solusinya? Begini. Minimal satu kali sehari, Anda mesti komen atau share di page Facebook saya. Menariknya, keterlibatan ini juga membuat Anda semakin termotivasi dan terinspirasi.

Apalagi selama seminggu terakhir, ada berbagai keseruan di page Facebook saya. Misalnya:
-  Video Aa Gym push-up sampai 100 kali.
-  Cuplikan seminar akbar saya di Korea.
-  Motor-motor yang terjebak di jalur Busway.
-  Motivasi harian dan masih banyak lagi, termasuk humor.

Ini alamat Facebook saya www.facebook.com/MotivatorIppho/

Sekali lagi, silakan komen atau share di sana. Minimal satu kali sehari.

Siap?
Di Indonesia, ada tokoh yang kesannya 'nggak tua-tua' alias awet muda. Siapa itu? Kak Seto dan Aa Gym. Walaupun sudah punya cucu, namun mereka berdua tetap disapa 'Kak' dan 'Aa'.

Bener-bener awet muda. 😁

Bukan kebetulan, saya kenal dua-duanya. Dan, ada satu persamaan ternyata. Apa itu? Mereka berdua sama-sama jago push-up. Ya, jago push-up. Bisa puluhan kali bahkan seratusan kali dalam sehari! Wuih!

Saya dengar sendiri dari mereka berdua, di forum berbeda. Yang penasaran, silakan lihat video Aa Gym push-up di Instagram saya @ipphoright. Sepertinya jadi viral.

Sebenarnya agama menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan dan merawat tubuh. Ini kan nikmat Allah. Wajib disyukuri dengan cara dijaga dan dirawat. Dengan kata lain, menjaga kesehatan BUKAN sekedar trend.

Lihatlah Nabi Muhammad yang terampil berkuda, memanah, dan bergulat sejak muda.

Lihatlah Nabi Muhammad yang masih sanggup menyembelih puluhan hewan kurban di usia 62 tahun.

Lihatlah Nabi Muhammad yang perutnya kotak-kotak seperti susunan batu dan gulungan kertas.

Sementara itu, di Indonesia sejumlah pria yang perutnya rada ndut, bertanya-tanya dalam hati, "Adakah sabun cuci yang mampu melawan lemak membandel?" 🤣🤣🤣

Hehehe, daripada tersinggung lebih baik berubah!

Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW dada dan perut beliau rata.” (HR Ibn Sa’ad)

Dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun.” (HR Thabrani)

Contoh lain. Mana mungkin Umar menang perang berkali-kali kalau beliau kegendutan? Mana mungkin Ali menang perang berkali-kali kalau beliau kekurusan? Think!

Mari jaga kesehatan kita. Benar-benar dijaga. Dengan rutin berolahraga. Dengan makan dan tidur yang teratur. Dengan madu dan propolis. Dengan pikiran yang positif. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah.
Kalau harta penting, maka kesehatan jauuuh lebih penting.
Apa motivasi terbesar Anda saat bergabung di sebuah bisnis?

Ini adalah pertanyaan mendasar yang kalau jawabannya benar, insya Allah omset dan profitnya akan besar. Yuk jawab dengan jujur, apa motivasi terbesar Anda?

Pengalaman kami membina reseller British Propolis (BP) selama ini, macam-macam alasan (reason) yang muncul. Nah, alasan yang kuatlah (the strongest reason) yang membuat reseller mampu bertahan.

Ada yang mau lunas utang, ada yang mau income tambahan, ada yang mau pindah kuadran, ada yang mau berangkat umrah, dll. Macam-macam.

Dan ini menentukan spirit Anda ketika jualan…

Mana yang terbaik? Hendaknya motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Misalnya, ingin mengumrahkan orang tua, ingin melunasi utang orang tua, ingin menyekolahkan anak di sekolah terbaik, ingin mengantarkan anak dengan mobil, dst. Bukan sekadar ingin dapat uang!

Ada juga ibu-ibu yang bergabung di BP. Jangan salah sangka. Malah dahsyat jualannya. Sehari bisa jualan 5 botol, 11 botol, bahkan puluhan botol. Kebayang kalau profit BP per botol Rp100ribu. Kalau terjual 20 botol, gimana? Sehari, sudah Rp 2 juta. Sedap...

Apakah mereka pernah ikut kuliah penjualan atau pelatihan penjualan? Nggak juga. Ternyata, mereka memiliki motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Demi anak. Demi keluarga.

Di sini, kita belum ada materi khusus. Tapi hanya ingin mengetahui kejujuran hati. Apa yang Anda cari ketika bergabung dalam sebuah bisnis? Jawab dengan jujur ya.

Nah, selain melibatkan emosi, hendaknya ada motivasi spiritual juga. Maka batinkan dalam hati, “Bisnis ini aku niatkan untuk ibadah.” Insya Allah hasilnya akan berkah berlimpah.
Marah, jelas ini tidak baik.

Namun sesekali tetap diperlukan.

Bukankah Nabi Muhammad pernah marah?

Bukankah orang-orang hebat pernah marah?

Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut.

Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan proporsional.

"Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward.

Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kalau kita tenang, solusi akan terhadirkan. Kalau kita panik? Solusi di depan mata pun bisa terabaikan.
Anda bahagia? Seberapa bahagia?

Pertanyaan berikutnya, sukses dulu baru bahagia, atau bahagia dulu baru sukses? Kebanyakan orang memilih yang pertama, sukses dulu baru bahagia. Baiknya sih, bahagia dulu maka mudahlah menuju sukses.

Pakai otak kanan, dibalik caranya.

Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.

Ternyata, tak perlu syarat untuk bahagia. Bahagia bukan karena punya ini-itu. Melainkan karena keputusan, "Aku yang memutuskan untuk bahagia."

Kalau kita merasa bahagia hanya setelah punya ini dan itu, maka semakin besar ketergantungan kita sama faktor luar. Ini menyulitkan. Benar-benar menyulitkan.

Be happy! Ready?
No. 1 Motivator, Andrie Wongso
Rahasia Stamina Gisella
Anda tahu Tony Stark alias Iron Man? Sebenarnya Indonesia punya tokoh seperti itu. Beneran, punya.

Terlepas dari itu, coba bayangkan Tony Stark bikin baju robot, terus foto Anda dan foto teman-teman Anda terpampang di baju robot itu. Keren nggak? Banget!

"Ah, Mas Ippho lagi ngayal." Sama sekali nggak, justru ini sangat mungkin terjadi.

Begini ceritanya. Siang itu saya kembali bertamu ke rumah Eyang Habibie, salah satu tokoh kebanggaan Indonesia. Kali ini saya mengajak teman-teman saya untuk turut hadir.

Mulai dari Pak Andrie Wongso, Mas Fadly (Padi), Mas Saptuari, Mas Mono, Pak Nasrullah (Magnet Rezeki), Mas David Chalik, Mas Dwiki Dharmawan, Mbak Ita Purnamasari, Mas Barra (TDA), sampai Pak Jafrial.

Selain mereka, tak lupa, saya mengajak ibu saya untuk menemani.

Teman-teman pernah dengar Pesawat R80? Adalah Prof BJ Habibie yang menggagas dan merancangnya. Nah, kami pun mendapat penjelasan tentang pesawat ini langsung dari beliau, di rumah beliau. Kalau Iron Man itu cuma fiktif, maka R80 BUKAN fiktif.

Konsepnya, "Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai." Keren banget! Dan konsep ini pertama di dunia! Usia beliau sudah 80-an. Kapan lagi kita bisa bikin pesawat bareng beliau?

Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan gotong-royong. Coba baca ini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia

Sepertinya Anda semakin penasaran untuk ikut terlibat. Menariknya, dengan donasi minimal Rp100.000, maka foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80! Wow! Lagi-lagi yang seperti ini pertama di dunia!

Dan ketika pesawat ini mengudara kelak, kita bisa bercerita dengan bangga ke anak-anak kita, "Nak, dulu Papa pernah bikin pesawat bareng Presiden ke-3 RI. Indonesia bisa, Nak."

Apalagi kemudian si anak melihat foto ayahnya terpampang di pesawat tersebut. Dengan pemahaman seperti ini, anak mana yang tidak bangga pada ayahnya dan bangsanya?

Ya, Indonesia bisa! Di hari yang mulia, mari kita sebarkan inspirasi dan kebanggaan ini. Jangan biarkan pesan ini berhenti di ponsel Anda. Teruskan!
Ternyata beliau ada sedikit masalah kesehatan. Tapi sejak pakai BP, alhamdulillah, tidak ada keluhan lagi. Terus, beliau telp ke pusat, mau beli BP. Akhirnya kami delivery satu box BP
Pagi adalah waktu penentuan. Ya, waktu penentuan. Sulit untuk berpikir dan berkata negatif di pagi hari. Secara umum, yah begitu... Maka, gunakan momentum pagi untuk mengerjakan hal-hal yang hebat. Jangan lalai, jangan asal komen di socmed... Siap?
Di film HOS Tjokroaminoto, kita melihat bahwa Soekarno pernah 'magang' di rumah HOS Tjokroaminoto. Anda sudah nonton?

Bukan Soekarno saja. Tan Malaka dan M. Natsir juga pernah magang dan belajar sama HOS Tjokroaminoto. Hebat!

HOS Tjokroaminoto, dialah gurunya para pendiri bangsa, yang juga perintis Serikat Dagang Islam. Sejarah kehebatannya telah ditulis berkali-kali.

Semasa kecil, Stephen Spielberg pernah menyelinap ke dalam Universal Studio dan di sana ia berteman dengan seorang editor yang menunjukkan kepadanya sekelumit hal tentang pembuatan film. Boleh dibilang, ia magang kecil-kecilan di sana.

Bukankah Nabi Muhammad juga magang sama pamannya? Bertahun-tahun. Ikut dagang, sampai ke luar negeri. Bener-bener hebat.

Sunnah magang ini jamak terjadi di kalangan etnis Tionghoa. Si anak magang di tempat usaha ayahnya. Kalau ayahnya miskin, ia magang di tempat usaha pamannya. Kalau pamannya miskin juga, ia magang di tempat usaha orang lain. Belajar. Nyemplung beneran.

Selain dapat ilmu, peserta magang juga mendapatkan energi langsung dari sang pemilik usaha. Ilmu masih bisa dipelajari. Tapi energi seperti ini, yah hanya bisa diperoleh kalau ketemu langsung.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Seminggu kemarin, saya padat sekali.

Begitu landing dari Korea, besoknya saya langsung berseminar untuk manajer-manajer di sebuah BUMN di Jakarta. Rabu, saya kembali ke rumah Eyang Habibie sembari mengajak teman-teman motivator.

Kamis, saya berseminar untuk manajer-manajer di CJ, korporasi asal Korea, bertempat di Jawa Timur. Sabtu? Paginya pembinaan mitra British Propolis, siangnya pembinaan mitra Armina. Sama-sama di Makassar.

Ahad? Paginya saya berseminar kepenulisan di Taman Ismail Marzuki di Jakarta dengan 700-an peserta. Siangnya ground breaking Pesantren Khadijah. Bareng Pak Imam dan manajemen Dompet Dhuafa. Alhamdulillah, lancar dan semoga Allah meridhai. Aamiin.

Banyak yang bertanya kepada saya, apa sih rahasia stamina-nya? Hehehe, sebenarnya tidak ada sesuatu yang istimewa. Hanya saja, saya membiasakan tidur awal dan bangun awal. Rutin.

Terus, saya makan buah-buahan sebelum sarapan atau sebelum makan sesuatu yang berat. Madu dan propolis? Insya Allah tidak pernah lupa. Rutin pula berolahraga (jogging atau swimming) meskipun cuma sekali seminggu.

Ada lagi? Ada. Berusaha untuk selalu berpikir positif. Jangan salah, pikiran sangat mempengaruhi kesehatan. Berpikir positif dan bermimpi besar membantu Anda untuk tetap sehat. Bahkan awet muda. Insya Allah.

Semoga menginspirasi.
Mohon doa untuk saya, boleh?

Hari ini adalah milad pernikahan saya. Lusa, milad istri saya. Alhamdulillah, saya diamanahi seorang istri yang penyabar. Namanya di IG @AstridSuhaimi.

Awalnya saya bertemu dia cuma sekali. Ya, cuma sekali. Itu pun tak sampai 10 menit. Setelah itu, saya kontak dan saya lamar. Alhamdulillah dia dan keluarganya menerima.

Terus, saya ajak untuk menikah tanpa resepsi macam-macam. Cukup makan-makan buat keluarga dan tetangga saja. Alhamdulillah, dia tetap bilang iya. Bagi saya, ini sebuah keberuntungan besar. Yes, it's a big luck.

Semoga saya dan kita semua dianugerahi pernikahan yang langgeng, bahagia, dan penuh berkah. Mohon doa tulus dari teman-teman ya. Percayalah, setiap doa akan kembali kepada yang mendoakan.

Btw istri saya, sejak dulu, suka sedekah. Kalau masuk ke rumah makan, dia sering mentraktir orang lain yang biasanya nggak dia kenal sama sekali. Tahu-tahu dia bayarin, terus dia keluar begitu saja. Kalau dulu saja begitu, apalagi sekarang, insya Allah.

Ketika menikah dengan saya, alhamdulillah, saya tidak mengalami kerepotan sama sekali setiap kali mengajaknya untuk bersedekah. Bahkan kadang dia lebih jor-joran daripada saya.

Mbak-mbak di rumah juga sayang sama dia. Kalau di seminar, mungkin saya bintangnya. Tapi kalau di rumah, dia bintangnya. Semua nyariin dan nanyain dia. Mulai dari anak-anak, mertua, suami, sampai mbak-mbak.

Hari ini adalah milad pernikahan saya. Semoga saya bisa menjadi imam yang baik buat dia, dunia akhirat.
Setiap doa yang baik-baik adalah sedekah.
Minggu ini kita akan bagikan e-book baru dan gratis di channel ini. Siap-siap ya.