Saya berkali-kali merantau.
Ke Batam. Ke Malaysia. Ke Batam (lagi). Ke Jakarta.
Sudah sejak lama, saya sering bolak-balik ke Jakarta. Tapi, saya benar-benar hijrah ke Jakarta pada tahun 2011.
Berarti, sudah sekitar 6 tahun saya merantau ke Jakarta. Alhamdulillah, banyak perubahan yang saya dan keluarga rasakan. Saya pun teringat pesan Imam Syafii.
Menyikapi merantau, Imam Syafii pernah menuliskan seuntai perumpamaan yang indah, “Air akan bening dan layak minum, jika ia mengalir. Singa akan beroleh mangsa, jika ia meninggalkan sarangnya. Anak panah akan beroleh sasaran, jika ia meninggalkan busurnya. Nah, manusia akan beroleh derajat mulia, jika ia meninggalkan tempat aslinya dan mendapatkan tempat barunya. Bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya.”
Merantau itu memperbaiki rezeki.
Dan ingatlah, rezeki itu perlu dijemput.
- Kadang rezeki orang di negeri kita.
- Kadang rezeki kita di negeri orang.
Jangan takut merantau. Sekali lagi, jangan takut. Terutama buat laki-laki. Ketika semua serba mentok, bukan mustahil merantau adalah jawabannya.
Siap?
Ke Batam. Ke Malaysia. Ke Batam (lagi). Ke Jakarta.
Sudah sejak lama, saya sering bolak-balik ke Jakarta. Tapi, saya benar-benar hijrah ke Jakarta pada tahun 2011.
Berarti, sudah sekitar 6 tahun saya merantau ke Jakarta. Alhamdulillah, banyak perubahan yang saya dan keluarga rasakan. Saya pun teringat pesan Imam Syafii.
Menyikapi merantau, Imam Syafii pernah menuliskan seuntai perumpamaan yang indah, “Air akan bening dan layak minum, jika ia mengalir. Singa akan beroleh mangsa, jika ia meninggalkan sarangnya. Anak panah akan beroleh sasaran, jika ia meninggalkan busurnya. Nah, manusia akan beroleh derajat mulia, jika ia meninggalkan tempat aslinya dan mendapatkan tempat barunya. Bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya.”
Merantau itu memperbaiki rezeki.
Dan ingatlah, rezeki itu perlu dijemput.
- Kadang rezeki orang di negeri kita.
- Kadang rezeki kita di negeri orang.
Jangan takut merantau. Sekali lagi, jangan takut. Terutama buat laki-laki. Ketika semua serba mentok, bukan mustahil merantau adalah jawabannya.
Siap?
Weekend kemarin, Anda ngapain aja?
Saat Anda membaca tulisan berikut ini, saya ingin Anda turut merasakan kegembiraan saya. Percayalah, vibrasi gembira itu akan sampai dan terasa oleh Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mencapai hal yang sama. Siap mencoba?
Weekend kemarin saya sibuk sekali. Selama dua hari saya dan tim membina distributor-distributor pilihan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kali ini mereka semua ngumpul di Jakarta.
Mereka senang bertemu saya. Yang sebenarnya, sayalah yang lebih senang. Melihat orang-orang bertumbuh, baik dari segi amal maupun dari segi finansial, itu sangat menyenangkan.
Sebelumnya jauh-jauh hari saya pernah berpesan ke mereka, "Kalau nasib gitu-gitu aja, mungkin karena ilmu dan action-nya gitu-gitu aja. Coba diubah dan ditambah." Mereka pun menuruti pesan itu.
Jujur saja, mereka baru berjuang sekitar 6-7 bulan. Hampir setiap hari, ada bimbingan dari saya. Berkala, ada training dari saya dan tim (dari pusat). Mereka pun sungguh-sungguh menerapkan. Ya, sungguh-sungguh.
Calon konsumen menolak, bagi mereka, itu biasa. Calon mitra menolak, itu juga biasa. Saya marahi, itu pun biasa. Hehehe. Mereka jalan terus. Bergerak. Berproses. Berjuang. Kenapa begitu?
Karena mereka yakin, ini produk bagus. Margin oke, manfaat oke, bimbingan juga oke. Hanya dalam setengah tahun, alhamdulillah mereka meraih sesuatu. Income bertambah, ilmu bertambah, manfaat bertambah. Bahkan mereka turut mencetak hadirnya pengusaha-pengusaha baru.
Di British Propolis, itulah yang mereka raih. Saya tidak tahu apa saja yang akan mereka raih dalam 2 tahun ke depan. Sepertinya bakal lebih dahsyat lagi. Serius! Toh selama ini di British Propolis mereka sudah biasa mencetak uang belasan juta sampai puluhan juta per bulan.
Tolong doakan mereka, semoga segera menjadi miliarder yang soleh, bermanfaat luas bagi keluarga dan sesama. Aamiin. Kita doakan juga member-member di sini, semoga berhasil dengan bisnis dan kariernya masing-masing. Aamiin.
Dalam bisnis ini, yang dikejar bukan saja nilai-nilai finansial. Tapi juga nilai-nilai moral dan spiritual. Inilah yang membuat saya bangga sama mereka. Ketika menawarkan produk, niat mereka adalah memberikan solusi. Ini kan membanggakan sekali.
Ya, lingkungan dan pergaulan mempengaruhi nilai-nilai kita juga pencapaian kita. Maka, pilih pergaulan yang baik-baik. Dengan begitu, mudah-mudahan karakter kita turut membaik. Itu salah satu pesan saya saat dinner dengan distributor-distributor pilihan ini.
Terlepas dari itu, saat ini alhamdulillah ada dua dokter di kemitraan British Propolis. Yang satu, dari Padang. Satunya lagi, dari Tangerang. Ada pula presenter Net TV. Kalau ibu-ibu? Wah, banyak! Hehehe.
Pesan saya, "Jangan engkau remehkan ibu-ibu atau emak-emak. Mungkin dia nggak gaul, mungkin dia nggak ngerti teknologi, mungkin dia nggak pernah kuliah bisnis. Tapi kalau mereka sudah terjun di bisnis, apa-apa yang dipegang jadi laris-manis."
Emak-emak dan mbak-mbak zaman sekarang beda. Ya, beda. Mereka demen jualan. Hehehe. Alhamdulillah, ada teknologi dan komunitas yang membantu bisnis mereka. Sehingga nggak perlu sering-sering keluar rumah, tapi tetap jualan. Betul apa betul? 😊
Demikianlah kesibukan saya weekend kemarin. Dan saya berharap Anda ikut merasakan kegembiraan saya melalui tulisan ini. Pada akhirnya, apapun kesibukan teman-teman semua, saya turut mendoakan, "Semoga berkah berlimpah."
Saat Anda membaca tulisan berikut ini, saya ingin Anda turut merasakan kegembiraan saya. Percayalah, vibrasi gembira itu akan sampai dan terasa oleh Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mencapai hal yang sama. Siap mencoba?
Weekend kemarin saya sibuk sekali. Selama dua hari saya dan tim membina distributor-distributor pilihan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kali ini mereka semua ngumpul di Jakarta.
Mereka senang bertemu saya. Yang sebenarnya, sayalah yang lebih senang. Melihat orang-orang bertumbuh, baik dari segi amal maupun dari segi finansial, itu sangat menyenangkan.
Sebelumnya jauh-jauh hari saya pernah berpesan ke mereka, "Kalau nasib gitu-gitu aja, mungkin karena ilmu dan action-nya gitu-gitu aja. Coba diubah dan ditambah." Mereka pun menuruti pesan itu.
Jujur saja, mereka baru berjuang sekitar 6-7 bulan. Hampir setiap hari, ada bimbingan dari saya. Berkala, ada training dari saya dan tim (dari pusat). Mereka pun sungguh-sungguh menerapkan. Ya, sungguh-sungguh.
Calon konsumen menolak, bagi mereka, itu biasa. Calon mitra menolak, itu juga biasa. Saya marahi, itu pun biasa. Hehehe. Mereka jalan terus. Bergerak. Berproses. Berjuang. Kenapa begitu?
Karena mereka yakin, ini produk bagus. Margin oke, manfaat oke, bimbingan juga oke. Hanya dalam setengah tahun, alhamdulillah mereka meraih sesuatu. Income bertambah, ilmu bertambah, manfaat bertambah. Bahkan mereka turut mencetak hadirnya pengusaha-pengusaha baru.
Di British Propolis, itulah yang mereka raih. Saya tidak tahu apa saja yang akan mereka raih dalam 2 tahun ke depan. Sepertinya bakal lebih dahsyat lagi. Serius! Toh selama ini di British Propolis mereka sudah biasa mencetak uang belasan juta sampai puluhan juta per bulan.
Tolong doakan mereka, semoga segera menjadi miliarder yang soleh, bermanfaat luas bagi keluarga dan sesama. Aamiin. Kita doakan juga member-member di sini, semoga berhasil dengan bisnis dan kariernya masing-masing. Aamiin.
Dalam bisnis ini, yang dikejar bukan saja nilai-nilai finansial. Tapi juga nilai-nilai moral dan spiritual. Inilah yang membuat saya bangga sama mereka. Ketika menawarkan produk, niat mereka adalah memberikan solusi. Ini kan membanggakan sekali.
Ya, lingkungan dan pergaulan mempengaruhi nilai-nilai kita juga pencapaian kita. Maka, pilih pergaulan yang baik-baik. Dengan begitu, mudah-mudahan karakter kita turut membaik. Itu salah satu pesan saya saat dinner dengan distributor-distributor pilihan ini.
Terlepas dari itu, saat ini alhamdulillah ada dua dokter di kemitraan British Propolis. Yang satu, dari Padang. Satunya lagi, dari Tangerang. Ada pula presenter Net TV. Kalau ibu-ibu? Wah, banyak! Hehehe.
Pesan saya, "Jangan engkau remehkan ibu-ibu atau emak-emak. Mungkin dia nggak gaul, mungkin dia nggak ngerti teknologi, mungkin dia nggak pernah kuliah bisnis. Tapi kalau mereka sudah terjun di bisnis, apa-apa yang dipegang jadi laris-manis."
Emak-emak dan mbak-mbak zaman sekarang beda. Ya, beda. Mereka demen jualan. Hehehe. Alhamdulillah, ada teknologi dan komunitas yang membantu bisnis mereka. Sehingga nggak perlu sering-sering keluar rumah, tapi tetap jualan. Betul apa betul? 😊
Demikianlah kesibukan saya weekend kemarin. Dan saya berharap Anda ikut merasakan kegembiraan saya melalui tulisan ini. Pada akhirnya, apapun kesibukan teman-teman semua, saya turut mendoakan, "Semoga berkah berlimpah."
Instagram =
netizen paling prospek
Facebook =
netizen paling banyak
Kedua-duanya perlu ditekuni.
netizen paling prospek
Facebook =
netizen paling banyak
Kedua-duanya perlu ditekuni.
Kalau Anda serius berbisnis, saya menyarankan Anda untuk mengoptimasi akun Instagram dan Facebook Anda. Ya, IG dan FB. Tak cukup sekadar punya akun. Tapi mesti teroptimasi.
"Instagram mencatat bahwa masyarakat Indonesia membuat Stories dua kali lipat lebih banyak dari jumlah Stories rata-rata secara global," ungkap Instagram Head of Global Creative Development, Charles Porch.
"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar dia. Ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.
Menurut Justin Antony, Strategic Partner Development, Emerging Talent, Instagram, "Video merupakan fitur yang terbaik untuk menghasilkan konten. Dalam hal ini karena audiens lebih tertarik yang berbau video, tentunya dengan pengambilan gambar yang menarik. Usahakan rutin dan interaktif."
Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.
Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Jumlah pengguna Facebook pada Maret 2016 hanya 82 juta pengguna per bulannya, sekarang 115 juta pengguna per bulannya. Ke depan, akan terus membesar. Nah, pasar sepotensial ini harus digarap. Jadilah pemain, bukan sekadar penonton.
Sekali lagi, kalau Anda serius berbisnis, optimasilah akun Instagram dan Facebook Anda. Pelajari secara detail ilmu internet marketing. Rugi sekali bila kita tidak peduli dengan ilmu internet marketing. Benar-benar rugi.
Apa pendapat Anda?
"Instagram mencatat bahwa masyarakat Indonesia membuat Stories dua kali lipat lebih banyak dari jumlah Stories rata-rata secara global," ungkap Instagram Head of Global Creative Development, Charles Porch.
"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar dia. Ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.
Menurut Justin Antony, Strategic Partner Development, Emerging Talent, Instagram, "Video merupakan fitur yang terbaik untuk menghasilkan konten. Dalam hal ini karena audiens lebih tertarik yang berbau video, tentunya dengan pengambilan gambar yang menarik. Usahakan rutin dan interaktif."
Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.
Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Jumlah pengguna Facebook pada Maret 2016 hanya 82 juta pengguna per bulannya, sekarang 115 juta pengguna per bulannya. Ke depan, akan terus membesar. Nah, pasar sepotensial ini harus digarap. Jadilah pemain, bukan sekadar penonton.
Sekali lagi, kalau Anda serius berbisnis, optimasilah akun Instagram dan Facebook Anda. Pelajari secara detail ilmu internet marketing. Rugi sekali bila kita tidak peduli dengan ilmu internet marketing. Benar-benar rugi.
Apa pendapat Anda?
Sekali lagi, seberapa serius Anda berbisnis? Ini terlihat dari bagaimana Anda menekuni ilmu internet marketing... Internet adalah NOW market dan NEXT market. Sekarang, besar. Ke depan akan lebih besar lagi...
Masih tersisa beberapa seat bagi teman-teman yang ingin ikut magang dan training 'internet marketing' di kantor saya, selama seminggu, akhir September.
Terkait syarat dan biaya, please contact 0812-8777-7100 and 0815-4333-3600 (SMS atau WA, bukan telp).
Serunya, ada bonus khusus untuk pendaftar hari ini. Apa itu? Free coaching bersama Ippho Santosa.
Minat?
Terkait syarat dan biaya, please contact 0812-8777-7100 and 0815-4333-3600 (SMS atau WA, bukan telp).
Serunya, ada bonus khusus untuk pendaftar hari ini. Apa itu? Free coaching bersama Ippho Santosa.
Minat?
Ini adalah jadwal terdekat seminar saya:
- Semarang, 0811-657-7711
- Jogja, 0813-9520-0092
- Pekanbaru, 0852-7473-8158
- Korea, +82-1049-5324-40
- Sukabumi, 0852-1678-9740
Minat? Silakan SMS panitia setempat terkait biaya, waktu, dan tempat.
- Semarang, 0811-657-7711
- Jogja, 0813-9520-0092
- Pekanbaru, 0852-7473-8158
- Korea, +82-1049-5324-40
- Sukabumi, 0852-1678-9740
Minat? Silakan SMS panitia setempat terkait biaya, waktu, dan tempat.
Beruntunglah teman-teman yang bergabung di channel Telegram ini.
Karena dalam waktu dekat, melalui channel ini kami akan mengumumkan e-book bisnis.
Sayang sekali mereka yang belum bergabung di channel ini. Bener-bener sayang.
Karena dalam waktu dekat, melalui channel ini kami akan mengumumkan e-book bisnis.
Sayang sekali mereka yang belum bergabung di channel ini. Bener-bener sayang.
Tahun 2017 ini, Bill Gates menyumbangkan sekitar 4,6 juta dollar AS untuk kegiatan sosial. Hatinya benar-benar dermawan. Nilai donasi itu adalah nilai terbesar yang dikeluarkan oleh Bill Gates dalam 17 tahun terakhir!
Rezeki bukan sekedar uang. Sekali lagi, bukan.
Hati yang dermawan, kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat, itu pun rezeki. Bahkan melebihi uang alias tak ternilai. Right? Tanpa kita sadari, justru dengan adanya hati yang dermawan, kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat ini, kita dimudahkan mencari dan dicari uang.
Ketika diberi uang dan banyak, kita menyebutnya rezeki. Lalu kita pun bersyukur. Sampai-sampai kita terharu. Lha, saat diberi hati yang dermawan, kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat, sudahkah kita bersyukur? Benar-benar bersyukur?
Syukuri keberadaan guru dan sahabat kita. Salah satu caranya, dengan mendoakan mereka secara diam-diam. Saya ulang, secara diam-diam. Dengan cara ini, malaikat pun 'tak dapat menahan dirinya' untuk mendoakan kita. Insya Allah, itu nyata.
Hati yang dermawan? Ini pun tak terkira nilainya. Benar-benar rezeki. Jangan heran kalau kita segera menjadi hartawan sekiranya memiliki hati yang dermawan. Mari kita terapkan!
Rezeki bukan sekedar uang. Sekali lagi, bukan.
Hati yang dermawan, kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat, itu pun rezeki. Bahkan melebihi uang alias tak ternilai. Right? Tanpa kita sadari, justru dengan adanya hati yang dermawan, kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat ini, kita dimudahkan mencari dan dicari uang.
Ketika diberi uang dan banyak, kita menyebutnya rezeki. Lalu kita pun bersyukur. Sampai-sampai kita terharu. Lha, saat diberi hati yang dermawan, kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat, sudahkah kita bersyukur? Benar-benar bersyukur?
Syukuri keberadaan guru dan sahabat kita. Salah satu caranya, dengan mendoakan mereka secara diam-diam. Saya ulang, secara diam-diam. Dengan cara ini, malaikat pun 'tak dapat menahan dirinya' untuk mendoakan kita. Insya Allah, itu nyata.
Hati yang dermawan? Ini pun tak terkira nilainya. Benar-benar rezeki. Jangan heran kalau kita segera menjadi hartawan sekiranya memiliki hati yang dermawan. Mari kita terapkan!
Bisnis berada di ambang kematian jika seret penjualan. Begitu fungsi penjualan bergerak, barulah fungsi-fungsi lain ikut bergerak.
Mau #MenjualLebihCepat? #MenjualLebihBanyak?
Inilah materi seminar saya di Jogja (3 Sept), Surabaya (13 Sept), dan Bandung (29 Sept). Perdana!
HTM Rp 250 ribu. Uang Anda, kami kembalikan dalam bentuk produk senilai Rp 250 ribu. Minat? SMS atau WA 0811-6577-711.
Seat hampir habis!
Mau #MenjualLebihCepat? #MenjualLebihBanyak?
Inilah materi seminar saya di Jogja (3 Sept), Surabaya (13 Sept), dan Bandung (29 Sept). Perdana!
HTM Rp 250 ribu. Uang Anda, kami kembalikan dalam bentuk produk senilai Rp 250 ribu. Minat? SMS atau WA 0811-6577-711.
Seat hampir habis!
Menjual lebih cepat
Menjual lebih banyak
Ini menjadi judul seminar sekaligus judul e-book saya.
Tunggu saja.
Menjual lebih banyak
Ini menjadi judul seminar sekaligus judul e-book saya.
Tunggu saja.
ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka.
ASI pun kaya manfaat yang sulit ditandingi oleh susu formula. Contohnya, ASI bisa mengurangi tingkah brutal pada anak. Sebab dalam ASI terdapat sejenis mineral (mangan) yang mempengaruhi agresivitas makhluk hidup.
Ada pula kolostrum yang merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dalam ASI. Biasanya kolostrum akan diproduksi secara alami di dalam tubuh pada hari ke 1 hingga hari ke 3. Kolostrum sendiri sarat protein yang berfungsi untuk membentuk antibodi guna melawan penyakit.
Inilah manfaat-manfaat ASI. Meningkatkan kekebalan anak, kecerdasan anak, hubungan emosi ibu-anak, dan masih banyak lagi.
Lantas, apa pendapat ulama? Sebagian besar ulama mengharamkan ibu-ibu yang SENGAJA tidak menyusui anak-anaknya. Jelas, ASI itu rezeki dan haknya bayi (selama 2 tahun). Sengaja tidak menyusui adalah tindakan yang zalim. Teramat zalim.
Apa dasarnya?
"Aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” HR Ibnu Hibban, shahih 7491.
Kalaupun tidak mungkin menyusui karena sakit dll, carilah ibu pesusuan. Kalaupun ibu pesusuan tidak ada, carilah donor ASI. Tetap ASI juga. Bukan susu formula (sufor).
Saking pentingnya ASI, Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali. Beranikah kita membantahnya?
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS 2: 233).
"... Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun," (QS 31: 14).
“Jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang layak…” (QS 2: 233).
“Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS 65: 6).
Coba pikirkan, bila ASI tidak penting, buat apa Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali? Ada hadis-hadisnya pula. Masih berani membantah?
Kalau ASI tidak keluar, yah diterapi. Rumusnya 3T, yaitu Tenang, Tekun, Terapi. Kemungkinan besar, ASI pasti keluar (kembali). Kalaupun tak keluar, cari donor ASI. Sekali lagi, bukan sufor. Al-Quran sangat menganjurkan si anak beroleh haknya berupa ASI selama 2 tahun.
Mencari ibu pesusuan atau donor ASI semudah googling. Kami (saya dan istri) pernah melakukannya. 2X dan gratis. Berhentilah mendongeng bahwa donor ASI itu sulit dicari. Anda sudah nyoba? Seserius apa nyoba-nya?
ASI ribuan kali lebih baik daripada susu formula (sufor). Bahkan tak tertandingi. Jangan zalim terhadap bayi. Bukankah Anda ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama bayi?
"Adanya donor ASI membuat masyarakat semakin sadar bahwa jika terjadi hambatan dalam memproduksi ASI jangan beralih ke susu formula. Bisa meminta tolong donor ASI," ini penjelasan dari Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
"Carilah donor ASI dari yang orang-orang terdekat yang sudah diketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Mulai dari lingkaran pertama keluarga dahulu seperti kakak, adek. Jika tidak ada, baru cari yang agak luas."
Perlu juga dicatat nama ibu yang mendonor ASI itu. Karena sudah menjadi keluarga. Istilahnya, ibu pesusuan. Demikian pula anak-anak dari ibu yang mendonor ASI tersebut.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan ASI menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini, belum ada tandingannya.
Ujar guru saya, "Kambing aja nggak mau nyusu sama sapi." Hehehe.
Pada akhirnya, ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka.
ASI pun kaya manfaat yang sulit ditandingi oleh susu formula. Contohnya, ASI bisa mengurangi tingkah brutal pada anak. Sebab dalam ASI terdapat sejenis mineral (mangan) yang mempengaruhi agresivitas makhluk hidup.
Ada pula kolostrum yang merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dalam ASI. Biasanya kolostrum akan diproduksi secara alami di dalam tubuh pada hari ke 1 hingga hari ke 3. Kolostrum sendiri sarat protein yang berfungsi untuk membentuk antibodi guna melawan penyakit.
Inilah manfaat-manfaat ASI. Meningkatkan kekebalan anak, kecerdasan anak, hubungan emosi ibu-anak, dan masih banyak lagi.
Lantas, apa pendapat ulama? Sebagian besar ulama mengharamkan ibu-ibu yang SENGAJA tidak menyusui anak-anaknya. Jelas, ASI itu rezeki dan haknya bayi (selama 2 tahun). Sengaja tidak menyusui adalah tindakan yang zalim. Teramat zalim.
Apa dasarnya?
"Aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” HR Ibnu Hibban, shahih 7491.
Kalaupun tidak mungkin menyusui karena sakit dll, carilah ibu pesusuan. Kalaupun ibu pesusuan tidak ada, carilah donor ASI. Tetap ASI juga. Bukan susu formula (sufor).
Saking pentingnya ASI, Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali. Beranikah kita membantahnya?
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS 2: 233).
"... Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun," (QS 31: 14).
“Jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang layak…” (QS 2: 233).
“Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS 65: 6).
Coba pikirkan, bila ASI tidak penting, buat apa Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali? Ada hadis-hadisnya pula. Masih berani membantah?
Kalau ASI tidak keluar, yah diterapi. Rumusnya 3T, yaitu Tenang, Tekun, Terapi. Kemungkinan besar, ASI pasti keluar (kembali). Kalaupun tak keluar, cari donor ASI. Sekali lagi, bukan sufor. Al-Quran sangat menganjurkan si anak beroleh haknya berupa ASI selama 2 tahun.
Mencari ibu pesusuan atau donor ASI semudah googling. Kami (saya dan istri) pernah melakukannya. 2X dan gratis. Berhentilah mendongeng bahwa donor ASI itu sulit dicari. Anda sudah nyoba? Seserius apa nyoba-nya?
ASI ribuan kali lebih baik daripada susu formula (sufor). Bahkan tak tertandingi. Jangan zalim terhadap bayi. Bukankah Anda ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama bayi?
"Adanya donor ASI membuat masyarakat semakin sadar bahwa jika terjadi hambatan dalam memproduksi ASI jangan beralih ke susu formula. Bisa meminta tolong donor ASI," ini penjelasan dari Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
"Carilah donor ASI dari yang orang-orang terdekat yang sudah diketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Mulai dari lingkaran pertama keluarga dahulu seperti kakak, adek. Jika tidak ada, baru cari yang agak luas."
Perlu juga dicatat nama ibu yang mendonor ASI itu. Karena sudah menjadi keluarga. Istilahnya, ibu pesusuan. Demikian pula anak-anak dari ibu yang mendonor ASI tersebut.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan ASI menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini, belum ada tandingannya.
Ujar guru saya, "Kambing aja nggak mau nyusu sama sapi." Hehehe.
Pada akhirnya, ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka.
Karena banyak permintaan, saya akhirnya membuka kesempatan ini.
Kesempatan apa? Nyantri bisnis di kantor saya.
Kesempatan apa? Nyantri bisnis di kantor saya.
Nyantri Bisnis 40 Hari di Kantor Saya (BSD)
Syarat-syaratnya? Usia 20 sampai 35 tahun, jam kerja 07.00 s/d 16.00, hari kerja Senin s/d Jumat, dhuha setiap hari, laptop dan modem sendiri.
Manfaat-manfaatnya? Belajar ilmu bisnis, leadership, SEO, socmed, WA, dan Telegram. Sehari-hari peserta akan bekerja di kantor saya seperti karyawan magang.
Biayanya? Hanya Rp 1 juta, sebagai pengganti makan siang.
Serius? SMS 0877-7779-2779.
Syarat-syaratnya? Usia 20 sampai 35 tahun, jam kerja 07.00 s/d 16.00, hari kerja Senin s/d Jumat, dhuha setiap hari, laptop dan modem sendiri.
Manfaat-manfaatnya? Belajar ilmu bisnis, leadership, SEO, socmed, WA, dan Telegram. Sehari-hari peserta akan bekerja di kantor saya seperti karyawan magang.
Biayanya? Hanya Rp 1 juta, sebagai pengganti makan siang.
Serius? SMS 0877-7779-2779.
Kesempatan nyantri bisnis sudah kami tutup (close). Soalnya sudah FULL. Mohon maaf ya... Baiknya lain kali kalau ada penawaran-penawaran dari saya dan tim, ambil saja segera. Karena biasanya langsung full...
Training 'internet marketing' misalnya. Alhamdulillah selalu full begitu kami umumkan 1X atau 2X. Termasuk training angkatan 10 yang kami umumkan beberapa hari yll... Terima kasih atas kepercayaan teman-teman...
Saya sering 'menganugerahkan' gelar-gelar ini kepada follower-follower saya:
S2 : Sederhana Sugih
MM : Moslem Millionaire
PhD : Pengusaha Dahsyat
Hehehe.
Cara paling possible untuk menjadi sugih atau kaya adalah dengan menguasai ilmu penjualan. Ya, ilmu penjualan.
Hei, jangan tabu dengan menjual. Ada barang bagus, kok didiamkan saja? Kasihtahu sama yang lain.
Bisnis dimulai dari menjual. Tak harus produksi sendiri. Jualkan saja barang orang lain yang teruji masuk akal harganya dan bermutu.
Kalau Anda mahir menjual, maka Anda bisa berpotensi menghasilkan uang tanpa batas. Menjual, nggak harus seperti salesman.
Begitu Anda mulai menjual atau menjualkan, maka detik itu juga Anda mulai jadi pengusaha. Setidaknya, anak tangga pertama untuk jadi pengusaha.
Zaman sudah canggih. Ada banyak cara untuk menjual yang lebih cepat dan lebih banyak. Sekali lagi, nggak harus seperti salesman.
Sebagian orang muda suka berpikir aneh-aneh. Katanya mencari ide. Terus, menimbang-nimbang ide. Dipikirnya karung beras kali ya, ditimbang-timbang segala, hehehe.
Padahal waktu yang habis itu jauh lebih mahal, apalagi kita sepakat bahwa waktu lebih mahal daripada uang.
Okelah, mencari ide. Namun sembari mencari ide, akan lebih baik kalau Anda bisa menghasilkan uang detik ini juga. Menjual.
Bukankah orang muda itu biasanya lebih bersegera dalam action? Mikir sih boleh, tapi jangan kebanyakan mikir. Jualan sana!
Siap? 😎
S2 : Sederhana Sugih
MM : Moslem Millionaire
PhD : Pengusaha Dahsyat
Hehehe.
Cara paling possible untuk menjadi sugih atau kaya adalah dengan menguasai ilmu penjualan. Ya, ilmu penjualan.
Hei, jangan tabu dengan menjual. Ada barang bagus, kok didiamkan saja? Kasihtahu sama yang lain.
Bisnis dimulai dari menjual. Tak harus produksi sendiri. Jualkan saja barang orang lain yang teruji masuk akal harganya dan bermutu.
Kalau Anda mahir menjual, maka Anda bisa berpotensi menghasilkan uang tanpa batas. Menjual, nggak harus seperti salesman.
Begitu Anda mulai menjual atau menjualkan, maka detik itu juga Anda mulai jadi pengusaha. Setidaknya, anak tangga pertama untuk jadi pengusaha.
Zaman sudah canggih. Ada banyak cara untuk menjual yang lebih cepat dan lebih banyak. Sekali lagi, nggak harus seperti salesman.
Sebagian orang muda suka berpikir aneh-aneh. Katanya mencari ide. Terus, menimbang-nimbang ide. Dipikirnya karung beras kali ya, ditimbang-timbang segala, hehehe.
Padahal waktu yang habis itu jauh lebih mahal, apalagi kita sepakat bahwa waktu lebih mahal daripada uang.
Okelah, mencari ide. Namun sembari mencari ide, akan lebih baik kalau Anda bisa menghasilkan uang detik ini juga. Menjual.
Bukankah orang muda itu biasanya lebih bersegera dalam action? Mikir sih boleh, tapi jangan kebanyakan mikir. Jualan sana!
Siap? 😎