Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Mau umrah?
Mau mengumrahkan?

Hm, berarti tulisan ini untuk Anda. Sempatkan membaca.

Ke Tanah Suci adalah impian bagi banyak orang. Bagaimana caranya? Pertama, pantaskan diri (secara amal dan akhlak). Kedua, buka tabungan khusus. Ketiga, segera ikut manasik.

Ada tips yang lain? Ada. Banyak. Detailnya akan saya sampaikan ketika member di channel ini sudah mencapai 15.000.

Nah, begitu pulang dari Tanah Suci, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi sumber perubahan (agent of change)? Simak deh >> http://bit.ly/DariTanahSuci
Salah satu pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal adalah produk asli Indonesia. Di negara lain tak ada istilah seperti ini. Menurut NU, adalah KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), salah satu pendiri NU asal Jombang, yang turut mencetuskan tradisi dan istilah tersebut.

Ini bermula saat kepemimpinan presiden pertama Indonesia, Bung Karno, dihadapkan dengan permasalahan yang serius. Sejumlah kementerian dalam kabinet mengalami disintegrasi antara satu dengan yang lain. Bagi Bung Karno, persoalan tersebut adalah perkara yang berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut. Kemudian Bung Karno menanyakan sebuah solusi yang tepat kepada kyai-kyai.

Lalu Bung Karno disarankan untuk mengadakan silaturahim antar menteri dalam kabinet. Dan ketika Bung Karno meminta ada istilah khusus yang lebih konkret, maka muncullah istilah halal bihalal. Sekarang, tradisi ini identik dengan acara silaturahim dan saling memaafkan paska Lebaran. Insya Allah ini baik secara kesehatan juga baik secara rezeki.

Simak lanjutannya » http://bit.ly/Maafkan
Rezeki tidak disangka-sangka, siapa sih yang nggak mau? Orang kaya sekalipun, pasti mau. Apalagi kita yang masih punya sederet cicilan. Hehehe.

Kapan datangnya rezeki seperti itu? Ternyata berpola.

Dan begini polanya:
- Setelah kita berserah diri kepada-Nya (tawakal)
- Saat kita berusaha mematuhi perintah-Nya
- Saat kita berusaha menjauhi larangan-Nya
- Saat kita berikhtiar sungguh-sungguh

Itu pola umumnya dan hampir semua orang sudah mengetahuinya.

Terus, apa pola khususnya? Ternyata banyak. Karena channel ini sudah mencapai 12.000 member, maka izinkan saya untuk memberitahu pola-pola khusus dari rezeki tidak disangka-sangka.

Di antaranya:
- Ketika mood kita lagi bagus-bagusnya. Amat jarang terjadi, kita lagi marah-marah lalu dapat telepon yang isinya job atau sales yang besar.
- Selesai beramal dan berdoa.
- Setelah membantu orang lain.
- Setelah dizalimi namun kita bersabar.
- Setelah jatuh namun kita tawakal.
- Ketika bersegera menuntaskan tanggung-jawab besar.

Mau praktek?

Boleh dimulai dari yang mudah-mudah dulu.

Btw, sayang sekali, ilmu sebagus ini hanya kita-kita saja yang tahu. Tak inginkah Anda melihat sahabat dan saudara Anda turut membaik rezekinya?

Ingatlah, saat kita sungguh-sungguh berharap orang lain membaik rezekinya, maka Dia Yang Maha Pemurah serta-merta memperbaiki rezeki kita.

Maka bantulah orang lain untuk membaik rezekinya. Dengan ilmu atau apapun. Sekiranya belum bisa, tunjukkan jalan menuju ilmu tersebut. Ya, ini bagian dari praktek menuju rezeki yang tidak disangka-sangka.

Salah satu kuncinya ada di sini. Ya, di sini. Ketika Anda mengajak orang lain bergabung ke channel ipphoright ini, niatkan sungguh-sungguh agar mereka membaik rezekinya. Mudah-mudahan kesungguhan itu berdampak buat rezeki Anda.

Kalau Anda punya buku saya, pinjamkan itu kepada yang lain. Sekali lagi, berikan ilmu atau setidaknya tunjukkan jalan menuju ilmu tersebut. Simple tho? Boleh Telegram, boleh juga buku.

Satu hal lagi. Jika member di sini sudah mencapai 17.000, saya akan berbagi tips praktis untuk berumrah dan mengumrahkan. Nggak jadi soal berapapun uang yang ada di rekening kita saat ini.

Mau?
Kitab Suci hendaknya memberi arah dan semangat ketika bekerja. Orang yang benar-benar paham Kitab Suci-nya, tentulah:
- ia akan sungguh-sungguh dan tidak suka menunda-nunda (baca QS 94:7).
- ia akan berusaha mematuhi pemimpinnya (baca QS 4:59).
- ia akan menghormati rekan kerjanya (baca QS 28:77).
- ia tidak akan iri kepada rekan kerjanya (baca QS 4:32).
- ia tidak akan curi-curi waktu apalagi menipu (baca QS 83:1-3).

Niscaya terwujudlah Productivity with Spirituality.

Namun sayangnya sebagian orang sering membeda-bedakan. Ketika di rumah ibadah, dia sangat agamis dan memuliakan kitab sucinya. Ketika di kantor? Lain lagi sikapnya.

Semoga kita dan tim kita termasuk orang-orang yang menjadikan kitab suci sebagai solusi, arah, dan penyemangat. Juga menghadirkan nilai-nilai luhur dari Kitab Suci itu dalam kerja, bisnis, keluarga, dan kehidupan sehari-hari.
Di tengah-tengah gelombang berita reshuffle, alhamdulillah tadi malam saya ber-halal bi halal bersama sejumlah tokoh. Mulai BJ Habibie, Jimly Asshiddiqie, Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, sampai Agus Rahardjo (Ketua KPK). Hadir juga sederet pengusaha, motivator, ustadz, dan seniman seperti Ary Ginanjar, Syafii Antonio, Yusuf Mansur, Shamsi Ali, Fadly Padi, dan Opick. Acara halal bi halal semalam di-inisiasi oleh Saling Sapa, Dompet Dhuafa, dan sejumlah lembaga.

Serunya, di hadapan hadirin Habibie mengaku, “Film Habibie-Ainun, saya dedikasikan kepada istri saya. Film Rudy Habibie, saya dedikasikan kepada ibu saya. Mereka berdualah yang mengantarkan saya menjadi seperti sekarang.” Dalam buku 7 Keajaiban Rezeki (7KR), saya menamainya Sepasang Bidadari. Di akhir acara, Fadly Padi yang sudah membaca buku 7KR sejak lama, secara pribadi bilang ke saya, “Ini salah satu buku terbaik yang pernah saya baca.”

Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibu-istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering terjungkal dalam hidupnya.

Selaras, udah itu aja.
Pengen umrah? Atau mengumrahkan? Begini. Jika member di sini sudah mencapai 17.000, saya berjanji akan berbagi tips praktis untuk berumrah dan mengumrahkan. Nggak jadi soal berapapun saldo yang ada di rekening kita saat ini. Jadi, mari ajak teman-teman kita bergabung di channel ini. Tepatnya, channel ipphoright. Memperkenalkan seseorang dengan ilmu berumrah, insya Allah ini terhitung sebagai 'mengumrahkan'. Apalagi kita sama-sama tahu bahwa umrah itu mengundang rezeki dan solusi. Minat?
Benarkah dunia Cina dan dunia Islam itu berseberangan?

- Sejarah merekam, Khalifah ke-3, Usman RA pernah mengutus rombongan diplomatik ke Cina (Tiongkok) sebanyak 60 orang yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqash. Alhamdulillah saya sempat berziarah ke makamnya di Cina, kendati ada beda pendapat soal kebenaran makam ini.
- Ada pepatah Arab yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina.” Sebagian orang menyebut ini hadis. Terlepas itu pepatah atau hadis, mungkinkah Khalifah Usman RA mengutus rombongan ke Cina karena terinspirasi kalimat ini?
- Salah satu sumbangsih bangsa Cina pada dunia Islam adalah kertas, di mana kemudian berdirilah pabrik kertas di Baghdad pada abad ke-8. Dan ini merupakan pabrik kertas pertama di dunia.
- Menurut pakar studi Islam dari Universitas Hawaii, Prof James Frankel, diduga ada lebih dari 100 juta Muslim di Cina saat ini, yang sebagian besar merupakan etnis Hui. Sekedar informasi, Prof James Frankel dibesarkan dalam keluarga Yahudi.
- Semasa Dinasti Abbasiyah, beberapa komunitas Islam menetap di Cina. Seiring perjalanan waktu, orang-orang Islam di Cina disebut sebagai orang Hui Hui, yaitu pengikut Nabi Muhammad. Ini menurut Isaac Mason.

Manusia sering membenci ketika tidak mengetahui atau kurang mengetahui. Semoga dengan adanya fakta dan data di atas membuat kita lebih adil dalam menyikapi sesuatu. Insya Allah keterkaitan antara dunia Cina dan dunia Islam akan saya sampaikan dalam beberapa bagian tulisan.
Matre, bolehkah?

Menurut riset yang dari perusahaan biro jodoh asal Singapura, Lunch Actually, ternyata wanita Indonesia cenderung lebih matre. Dalam artian, menilai pria dari sisi materi. Masih menurut riset tersebut, kebanyakan wanita di Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan yang mapan. Tidak main-main, ini berdasarkan penelitian terhadap 1.659 responden.

Lantas, apa pendapat saya?
- Mapan, nikah.
- Belum mapan, tetap nikah.
- Justru setelah menikah, biasanya rezeki membaik. Lebih mudah menuju mapan.
- Dan perihal ini sudah terbukti di mana-mana.

Terlepas dari itu, benarkah menikah itu mengundang rezeki? Benarkah punya anak itu sekedar beban dan tanggung-jawab? Penjelasannya ada di sebuah ARTIKEL SERU yang sudah disimak 58.000 kali dengan 60 komen. Baca deh » http://bit.ly/JODOHKU
Uang memiliki daya tarik yang sangat mengena. Walhasil, orang-orang pun mudah terpana dan terpesona.

Padahal...

Rezeki bukan sekedar uang.
Sekali lagi, bukan.

Yang namanya kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat, itu pun rezeki. Bahkan melebihi uang alias tak ternilai. Right? Tanpa kita sadari, justru dengan hadirnya kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat ini, kita dimudahkan mencari dan dicari uang.

Ketika diberi uang dan banyak, kita menyebutnya rezeki. Lalu kita pun bersyukur. Sampai-sampai kita terharu. Lha, saat diberi kesehatan, jodoh, guru, dan sahabat, sudahkah kita bersyukur? Benar-benar bersyukur? Jleb!

Syukuri keberadaan guru dan sahabat kita. Salah satu caranya, dengan mendoakan mereka secara diam-diam. Saya ulang, secara diam-diam. Dengan cara ini, malaikat pun 'tak dapat menahan dirinya' untuk mendoakan kita. Insya Allah, itu nyata.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Idealnya di berbagai saluran komunikasi, kita bisa tanya-jawab... SAAT INI ada puluhan ribu member di WA & Telegram. Belum memungkinkan bagi kami untuk menjawab 1 per 1. Apalagi konsultasi. Mohon dimaafkan atas segala kekurangan kami... Insya Allah materi yang kami sampaikan tetap bermanfaat dan membawa solusi...
Anda stress?
Tim Anda stress?

Apapun posisi dan profesi kita, tak bisa lepas dari bahaya stress.

Salah satu petinggi Polri, Anton Charliyan, mengakui bahwa banyak anggotanya yang stress.

"Di satu penelitian, polisi lalu lintas dan anggota reserse, hasilnya mencengangkan, 80 persen mereka mengalami stress karena beban tugas," kata Anton.

Menurutnya, tekanan pekerjaan yang cukup berat, ditambah urusan pribadi menjadi faktor dominan yang menyebabkan anggotanya stress.

Sekali lagi, ini sebenarnya terjadi di semua bidang. Bukan di kepolisian saja.

Fakta lain, orang miskin yang stress lebih cepat meninggal ketimbang orang kaya yang stress. "Efek kemiskinan ditambah stress ibarat bom," kata Antonio Ivan Lazzarino, peneliti dari University College London, Inggris.

Profesor Glyn Lewis, pakar epidemiologi psikiatri di Universitas Bristol di Inggris, tidak terkejut dengan temuan tersebut. Terus, gimana solusinya?

Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas tersebut.

Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap masalah kita. Juga lebih jujur.

Terakhir, bawa setiap masalah dalam doa dan ibadah. Kita semua tahu, hanya DIA yang menggenggam segala solusi. Hanya DIA pula yang bisa menentramkan setiap hati.

Dengan begitu, mudah-mudahan kita, tim kita, dan keluarga kita terbebas dari stress. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Channel name was changed to «Ippho Santosa - ipphoright»
Takdir membelokkan saya kuliah di Malaysia.

Dulu sebelum tamat kuliah, saya ditawari kerja di 2 tempat di Malaysia. Saya sempat bekerja di Malaysia, tapi kemudian saya memilih balik alias pulang ke Indonesia. Pulang dan bekerja di Indonesia, ini keputusan yang rada berat bagi saya. Karena di sana, gaji saya 2 kali bahkan 3 kali lipat lebih tinggi. Bingung kan? Jangan ditanya.

Tapi saya tetap dengan keputusan saya. Di Indonesia sajalah. Memang, mengabdi untuk Indonesia, bisa dilakukan di mana saja, termasuk dari luar negeri. Sudah banyak buktinya. Teman-teman Diaspora contohnya. Tapi saya memilih untuk tinggal dan bekerja di Indonesia. I love Indonesia. Juga ada visi dan misi yang lain. Apa itu?

Begini. Hati saya sering gusar kalau mendengar orang Indonesia yang tidak pede dengan Indonesia atau meremehkan Indonesia. Ini terlalu, menurut saya. Salah satu wujud bukti cinta saya untuk Indonesia adalah berdirinya SD dan TK Khalifah yang alhamdulillah sekarang sudah 70-an cabang se-Indonesia. Ribuan anak telah atau sedang belajar di SD dan TK Khalifah sejak 2007.

Suatu malam saya bertemu dengan ratusan orangtua murid. Alhamdulillah, senang sekali hati saya. Di mata mereka tersirat kebanggaan. Di SD dan TK Khalifah, anak-anak dilatih agar mempunyai entrepreneur mindset. Bercita-cita jadi pengusaha. Kalau kelak mereka semua jadi pengusaha dan soleh, insya Allah akan maju dan melaju negeri ini. Menuju Indonesia Berdaya. Kalau perlu, orang asing yang kerja untuk kita, hehehe.

Btw, apa makna khalifah? Bagi saya, pemimpin. Boleh juga dimaknai pemakmur. Entrepreneur itu kan pemimpin? Betul apa betul? Inilah yang jadi spirit utama bagi SD dan TK Khalifah, setelah tauhid. Kemudian bersama alumni seminar dan Dompet Dhuafa, saya mendirikan Kampus Umar Usman. Yang ini 100% sosial.

Akhirnya terimakasih atas kepercayaan Bapak-Ibu yang telah menitipkan anaknya di SD dan TK Khalifah. Termasuk di Kampus Umar Usman. Ini amanah. Sekali lagi, terimakasih. Mohon doa tulusnya agar ke depannya kami bisa lebih baik lagi. Aamiin.
Dibakarnya rumah ibadah di Tanjung Balai sedikit-banyak membuat situasi setempat memanas. Kita semua mengutuk kejadian ini. Namun, tentu saja, setiap kejadian tidak berdiri terpisah. Ada kaitannya. Ada pemicunya.

Terlepas dari itu, benarkah dunia Cina dan dunia Islam itu berseberangan?

Ini adalah tulisan lanjutan saya terkait Cina dan Islam.

Mari kita lihat ‘pesaing’ Columbus dan Magellan. Siapakah dia?
- Berbagai bukti sejarah menunjukkan bahwa penyebar agama Islam di Nusantara berasal dari Arab, Gujarat (India), dan Cina (Tiongkok).
- Penyebar agama Islam yang terkenal dari Cina adalah Laksamana Cheng Ho (Zheng He). Menurut Matt Rosenberg, ekspedisi laut Cheng Ho dihelat puluhan tahun lebih awal ketimbang tiga pelaut kebanggaan Barat, yaitu Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan. Tercatat, dia tujuh kali melawat Nusantara. Jelas sudah, Cheng Ho bukan penjelajah ecek-ecek.
- Lahir di Provinsi Yunan, Cheng Ho dibesarkan dalam keluarga Muslim dan ayahnya sudah berhaji. Jelas sudah, Cheng Ho bukan muslim ecek-ecek.
- Ketika ke Samudera Pasai, Cheng Ho sempat memberi lonceng besar Cakra Donya kepada sultan setempat, yang kini tersimpan di museum di Banda Aceh. Alhamdulillah, saya pribadi pernah berkunjung ke Samudera Pasai, lokasi kerajaan Islam pertama di Indonesia.
- Ketika ke Cirebon, Cheng Ho sempat memberi piring bertulis Ayat Kursi kepada sultan setempat, yang kini tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Di antara kita pasti banyak yang pernah berkunjung ke sana.

Sekarang, kita tengok PITI dan VOC.
- Menurut Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), dulu VOC tidak menyukai keberadaan Muslim Tionghoa di Nusantara. Dalam perjalanannya, PITI sempat berubah nama menjadi Pembina Iman Tauhid Islam.
- Politik pecah-belah ala Belanda berusaha memisahkan non-pribumi dengan pribumi, di mana ini terlihat dalam Regeringsreglement, adanya tiga golongan besar, yaitu Europeanen (golongan Eropa), Vreemde Oosterlingen (Timur Asing), dan Inlander (pribumi).
- Pertumbuhan Muslim Tionghoa di Indonesia semakin pesat, khususnya di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Lagi-lagi, ini menurut PITI.
- Di Jakarta, beberapa masjid diyakini dirintis oleh tokoh-tokoh Cina yang tinggal di Betawi ratusan tahun yang silam. Salah satunya Masjid Kebun Jeruk di Jalan Hayam Wuruk, yang dilindungi pemerintah sebagai cagar budaya.

Jadi, benarkah dunia Cina dan dunia Islam itu berseberangan? Think.

Satu hal yang pasti, kalaupun berbeda keyakinan, bukan berarti kita harus curigaan dan saling bermusuhan.