Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Mau hidup bahagia dan terhindar dari berbagai macam penyakit? Salah satu resepnya adalah memiliki pasangan (suami atau istri) yang tidak menyebalkan. Dengan kata lain, memiliki pasangan yang menyenangkan alias menentramkan.

Penelitian terkait hal ini digelar oleh Dr Bill Chopik dari Michigan State University, terhadap 2.000 pasangan selama 6 tahun. Para responden diminta terus-menerus melaporkan mengenai kondisi kebahagiaan dan kesehatan mereka.
 
Sebelumnya, riset bertajuk Novel Links Between Troubled Marriages, yang dihelat oleh Lisa Jaremka juga mengungkapkan perihal yang serupa. Hidup bahagia dan sehat salah satunya disebabkan oleh pasangan yang menyenangkan. Anda boleh menyebutnya, menentramkan.

Kejadian ini mengingatkan kita pada penciptaan Adam pertama kali. Adam tercipta dari tanah dan belum memiliki pasangan (istri). Walaupun sejak awal penciptaan, Adam sudah ditempatkan di surga, ternyata Adam tidak mampu menikmati keindahan surga secara sempurna tanpa adanya seorang pendamping hidup.

Di sinilah hikmah besar di balik pernikahan. Apa itu? Demi menghadirkan "kedamaian hidup" (sakinah) dalam kehidupan manusia. Allah menjadikan istri, sebagai sosok yang bisa menentramkan tatkala suami melihatnya. Sudah ribuan tahun, hal ini terbukti. Right?

Oleh karenanya, penciptaan Hawa bukan saja sebagai pendamping hidup Adam. Tapi yang lebih penting lagi adalah bahwa hanya dengan pernikahan atau dengan ditetapkannya "institusi nikah" manusia akan merasakan kedamaian hidup (sakinah) itu.

Siapa sih yang nggak mau hidup yang bahagia dan sehat? Nah, salah satu yang bisa menyebabkan itu adalah hadirnya pasangan yang menentramkan. Ya, riset dan dalil telah membuktikan hal ini sejak lama.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Malam itu, saya diajak dinner dan ngobrol santai oleh direksi-direksi PT SSS di Pangkalan Bun, Kalimantan. Tentang anak, inilah topik yang mendominasi percakapan kami pada saat itu. Dan alhamdulillah, menyenangkan. Soal parenting, lagi-lagi, keterlibatan ayah diperlukan di sini.

Menurut Mark Runco, Ph.D, Direktur Torrance Center for Creativity & Talent Development di University of Georgia, AS, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Nah, sudah menjadi kewajiban orangtua untuk membantu mewujudkannya. Termasuk ayah.

Saat bersama anak, lazimnya ayah akan melibatkan anaknya pada aktivitas-aktivitas yang lebih berani dan lebih kreatif. Biasanya seperti itu, walaupun tidak jaminan juga. Contohnya, membuat handphone-handphone-an dari kotak bekas, menggunakan boneka tangan dengan beragam karakter, atau berkuda. Pokoknya, keberanian dan kreativitas sang ayah relatif berbeda dengan si ibu. 

Aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan ayah bersama anak, misalnya mencuci motor, belajar sepeda, atau, memanah, jelas-jelas itu berkontribusi positif terhadap anak. Setidaknya, ini menjauhkan anak dari risiko kegemukan. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, sekitar 18,8% anak berusia 5-12 tahun mengalami masalah kegemukan.

Lantas, bagaimana dengan Nabi Muhammad? Ternyata beliau sangat senang melihat anak yang tengah bermain. Suatu hari, ketika selesai shalat, seseorang bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, engkau tadi sujud lama sekali, sampai-sampai kami mengira telah terjadi apa-apa atau engkau sedang menerima wahyu.”

Sambil tersenyum Nabi menjawab, “Tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan aku tidak mau terburu-buru sampai dia menyelesaikan permainannya sendiri." Sekiranya bermain itu tidak penting, tentulah beliau serta-merta menurunkan cucunya.

Ya, parenting bukanlah urusan ibu saja. Sekali lagi, bukan. Melainkan urusan bersama. Sesibuk-sibuknya ayah dalam bekerja dan mencari nafkah, hendaknya tetaplah menyisihkan waktu bersama anaknya. Saya harap Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Teman-teman yang telah bergabung di channel Telegram @ipphoright, jangan lupa untuk mengajak keluarga dan teman-temannya untuk ikut bergabung di sini. Semoga sama-sama mendapat pencerahan)
Memiliki orangtua yang kaya memang membanggakan. Tapi dikaruniai orangtua yang jujur, amanah, dan bisa dipercaya lebih membanggakan. Right?

Kalau ngomong orangtua dan keluarga, biasanya kita selalu membahasnya dengan penuh perhatian. Bahkan sampai terharu. Begitulah, hampir semua orang membanggakan orangtuanya. Dan itu sah-sah saja karena demikian besar jasa mereka.

Didikan dari orangtua selama belasan tahun, membekas dalam hati kita bahkan dalam tarikan nafas kita. Tak heran kalau kemudian itu mewarnai keputusan-keputusan kita. Bahkan mempengaruhi peruntungan kita. Dan ini jamak terjadi pada siapa saja, termasuk Anda dan saya.

Sekarang, giliran kita yang menjadi orangtua, setidaknya calon orangtua. Maka bawa pulanglah rezeki yang baik-baik, yang bersih. Jangan sampai kepolosan anak-anak kita di rumah, kita kotori dengan rezeki yang tidak halal. Jangan sampai.

Ingatlah, rezeki yang halal akan mempengaruhi peruntungan anak-anak kita dan keluarga kita. Sudah banyak contohnya. Apalagi kita ingin menjadi orangtua yang benar-benar dibanggakan oleh anak-anaknya. Betul apa betul?

Menurut riset Thomas Stanley, sikap jujur adalah salah satu faktor penentu menuju kesuksesan. Selanjutnya, menurut riset Anita Kelly dan Lijuan Wang dari University of Notre Dame, jika ingin hidup tenang dan sehat, maka berhentilah berbohong. Ya, demikianlah faktanya!

Sukses atau tidak, terkenal atau tidak, kaya atau tidak, sudah semestinya kita berusaha menjadi orangtua yang bisa dibanggakan oleh anak-anak kita. Dengan apa? Dengan menjadi sosok yang jujur, amanah, dan bisa dipercaya, apapun profesi kita. Saya yakin, Anda setuju dengan saya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



...
"Magang dan training bersama Pak Ippho memang luar biasa. Alhamdulillah saya bisa closing produk sorban saya 13 buah (dan respons terus berdatangan), dalam waktu kurang dari 3 jam setelah saya mempraktekkan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh mentor. Dan itu semua hanya melalui internet."

"Saya yang awalnya promosi serampangan, akhirnya jadi tahu celah-celahnya agar laris-manis jualan di internet. Selain itu, di sela-sela magang, juga ada kesempatan di mana kita bebas berkonsultasi langsung dengan Pak Ippho."

"Pak Ippho dan tim memang luar biasa. Mentor-mentor yang didatangkan juga orang-orang pilihan. Bagi teman-teman semua, jangan sia-siakan kesempatan ini. Di sini kita tinggal mengikuti saja langkah-langkah yang dijelaskan oleh para mentor. Nah, setelah itu, pembeli yang akan mencari kita."

Ini pengalaman Cahyo dari Purwokerto ketika mengikuti magang dan training #InternetMarketing di kantor saya. Sebelumnya ada juga testimoni dari seorang ibu rumah tangga dan seorang guru yang awal-awalnya tidak paham sama sekali soal internet. Begitu ikut training, akhirnya mereka paham juga. Closing.

Selain ilmu-ilmu praktis, peserta juga mendapat kenalan-kenalan baru yang berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia. Ya, ini benar-benar kesempatan langka. Dan semakin membaca ini, Anda pun semakin berminat.

Kabar baiknya, training #InternetMarketing berikutnya akan diadakan lagi di kantor saya di BSD (dekat Jakarta) pada 14 Mei-21 Mei 2017, jam 08.00-17.00. Harga promo hanya Rp3,5juta (berlaku sampai 30 Maret saja). 

Karena Anda sudah memutuskan untuk ikut, transfer saja ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Ya, boleh mentransfer hari ini atau besok. Yang serius, silakan transfer lalu SMS 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp). Fyi, kelas ini hanya muat 20-an orang dan sebagian seat-nya sudah di-booking.

Perlu diingatkan kembali, harga promo ini berlaku terbatas (sampai 30 Maret). Karena harga akan naik bertahap sampai Rp 7 juta. Sengaja dinaikkan agar teman-teman cepat mendaftar dan kami pun cepat menyiapkan akomodasi dll.

Selamat menjemput perubahan!
Sedahsyat apa Instagram itu?

Aplikasi berbagi foto dan video Instagram mencatat angka spektakuler dari segi penggunaannya. Kini layanan Instagram dipakai oleh 500 juta user per bulan.

Dan 300 jutanya menggunakan layanan ini setiap hari. Ya, setiap hari. Hebatnya lagi, komunitas Instagram bertumbuh lebih dari dua kali lipat selama 2 tahun terakhir.

Terus-terang saja, serbuan Instagram telah mengalahkan Twitter, di mana Twitter sejak 2016 mengalami stagnan pertumbuhan pengguna di angka 300 juta user saja.

Btw, nama akun Instagram saya sama seperti Twitter dan channel Telegram, yaitu @ipphoright. Yang asli cuma itu. Dengan kata lain, yang lain adalah palsu. Hati-hati.

Gimana dengan Indonesia? Instagram sendiri memiliki 22 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia. Dan angka tersebut terus meningkat secara drastis setiap harinya.

Di buku-buku saya telah lama dijelaskan bahwa dunia akan semakin memanjakan otak kanan. Visual, animasi, video, musik, dan entertainment, itu semua bagian dari otak kanan. Dan itu dihadirkan oleh Instagram.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Instagram terbanyak, di mana 89 % Instagrammers-nya berusia 18-34 tahun. Ya, mereka produktif sekaligus konsumtif. Kalau Anda entrepreneur, mestinya Anda melirik ini sebagai peluang.

Serunya lagi, Instagram di Indonesia disebut-sebut sebagai kanvas kreativitas bagi komunitas mobile-first yang muda dan antusias. Dan tak kalah serunya, pengguna Instagram diyakini lebih mapan finansial daripada pengguna Facebook. Sebut saja, lebih berdaya beli.

Sekiranya Anda entrepreneur atau marketer, mestinya Anda mencermati juga mengamati fenomena ini baik-baik. Dan ingatlah, di mana ada keramaian, di situlah hadir penawaran. Bukankah begitu?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

 
Punya kenalan yang interpreter alias penerjemah?

2 dan 8 April kita ada international event di Jabodetabek (dan sekitarnya).

Kami tengah mencari interpreter yang mampu menerjemah secara aktif dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Syarat lainnya? Pria dan muslim. Lebih diutamakan kalau pernah kuliah atau kerja di luar negeri.

Sekiranya memenuhi syarat, silakan email CV ke: yantis16@gmail.com

Kami tunggu email-nya sampai 25 Maret 2017. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dicari interpreter (penerjemah) untuk Dr Zakir Naik.

2 April dan 8 April kita ada international event bersama Dr Zakir Naik di Bandung dan Bekasi.

Kami tengah mencari interpreter yang mampu menerjemah secara aktif dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Syarat lainnya? Pria dan muslim. Lebih diutamakan kalau pernah kuliah atau kerja di luar negeri.

Sekiranya memenuhi syarat, silakan email CV ke Bu Yanti: yantis16@gmail.com

Kami tunggu email-nya sampai 25 Maret 2017. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda lebih aktif di mana? Facebook, Twitter, atau Instagram?

Btw, inilah potret pengguna Instagram di Indonesia, menurut Paul Webster:

Pengguna Instagram di Indonesia 59% adalah anak muda, berusia 18-24 tahun yang relatif terdidik dan relatif mapan. Mereka produktif sekaligus konsumtif.

88% pengguna menggunakan filter dan 97% menggunakan fitur search untuk mencari informasi yang lebih spesifik. Artinya, mereka tahu apa yang mereka butuhkan.

97% pengguna menuliskan komentar pada postingan dan menandai (mention) teman-teman mereka, di mana ini akan mendorong proses pencarian di Instagram.

85% pengguna memposting di media sosial lainnya langsung dari Instagram (cross posting). Biasanya ke Facebook dan Twitter.

Mode dan teknologi menjadi produk yang paling populer di antara para pengguna Instagram di Indonesia. Namun herbal juga dicari-cari.

Masyarakat Indonesia menggunakan Instagram untuk mencari inspirasi, mencari informasi, mengikuti tren, dan berbagi pengalaman saat bepergian.

49% pengguna membeli produk dari penjual/merek yang mereka ikuti (follow).

Fakta terakhir ini sangat menarik bagi entrepreneur dan marketer. Itu artinya, Anda harus segera membuat akun Instagram, mengajak netizen mem-follow akun Anda, dan sekitar 50% akan membeli dari Anda. Yah, masalah waktu saja.

Bagaimana dengan Anda? Siap?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda tahu:
-       Siapa mentornya Soekarno?
-       Siapa mentornya Tan Malaka?
-       Siapa mentornya M. Natsir?

Ternyata orangnya yang sama. Siapakah orang hebat itu? Dialah HOS Tjokroaminoto, gurunya para pendiri bangsa, yang juga perintis Serikat Dagang Islam. Sejarahnya dituliskan berkali-kali dan tak habis-habis.

Semalam Pak Jamil Azzaini bersama belasan muridnya (para hafiz yang juga kandidat leader) bertandang ke kantor saya di BSD. Kata Pak Jamil, murid-muridnya yang hebat itu pengen belajar langsung sama saya.

Zaman sekarang, boleh-boleh saja kita belajar via socmed, terutama Facebook, Instagram, dan YouTube. Tapi, nggak cukup. Namanya adab, spirit, dan passion, hanya bisa kita rasakan kalau bertemu langsung sang mentor.

Btw, ini tulisan Pak Jamil Azzaini soal pertemuan kemarin >> http://www.jamilazzaini.com/melahirkan-pemimpin/
Di bawah ini ialah 10 kota dengan biaya hidup paling murah dan 10 kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia, menurut badan analisa Economic Intelligence Unit (EIU):

Termurah:
1. Almaty, Kazakhstan
2. Lagos, Nigeria
3. Bangalore, India
4. Karachi, Pakistan
5. Algiers, Aljazair
6. Chennai, India
7. Mumbai, India
8. Kiev, Ukraina
9. Bucharest, Romania
10. New Delhi, India

Termahal:
1. Singapura
2. Hong Kong
3. Zurich, Swiss
4. Tokyo, Jepang
5. Osaka, Jepang
6. Seoul, Korea Selatan
7. Geneva, Swiss
8. Paris, Perancis
9. New York, Amerika Serikat
10. Copenhagen, Denmark

Di Indonesia, sebagian keluarga yang memilih Jogja dan Malang sebagai tempat kuliah biasanya karena dua alasan. Pertama, bagus mutu pendidikannya. Kedua, murah biaya hidupnya. Ya, ada asumsi-asumsi semacam itu.

Namun demikian, memilih kota yang murah biaya hidupnya bukanlah faktor penentu. Sama sekali bukan. Yang lebih utama adalah mengendalikan biaya hidup.

Mengendalikan biaya hidup sangatlah penting. Seringkali orang gagal dan terjungkal mencapai mapan finansial karena nggak ngeh terhadap 'kebocoran' dalam biaya hidup. Selain itu, mereka pun masih teramat awam dalam membedakan antara needs dan wants.

Sebuah riset dari Kadence International Indonesia pada tahun 2013 menemukan fakta bahwa 28% masyarakat Indonesia memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan. Kalau menurut saya, mungkin kenyataannya melampaui angka 28%.

Pada akhirnya, mari kita cek pengeluaran bulanan kita. Amati. Cermati. Mana yang perlu, mana yang tidak perlu, mana yang bisa ditunda. Lalai dan abai dalam mengkategorikan, bisa membuat kita terjerumus dalam 'besar pasak daripada tiang'. Hati-hati.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



( Silakan bergabung ke channel Telegram @ipphoright )
Pengiklan di Instagram (IG) melonjak sampai 1 jutaan. Meningkat dua kali lipat sejak September 2016 lalu. Yah, tahu sendiri jumlah pengguna aktif Instagram setiap harinya mencapai 400 juta orang.

Apa sebabnya? Menurut James Quarles, ada beberapa sebab. Pertama, Instagram memang tempat di mana orang mengikuti passion-nya, seperti musisi, bisnis, hobi, dan sebagainya. Bahkan, menurut statistik, 80% pengguna di Instagram menjadi pengikut akun bisnis tertentu (dikutip dari Kompas).

Kedua, kemudahan dalam menggunakan Instagram juga menjadi pendukung. "Cuma butuh empat kali tap di layar untuk membuat akun profil bisnis," kata James Quarles. Ketiga, Instagram mampu membuat penggunanya melakukan aksi nyata, bukan sekadar mem-follow akun, memberi like, atau memberi komentar, namun Instagram juga mampu meyakinkan pengguna untuk membuka situs produk.

Terlepas dari itu, inilah konten-konten yang paling banyak di-share di Instagram:

- Selfie. Makanan yang dimakan, barang yang telah dibeli, dan barang yang mau dijual.

- Foto atau video dari keluarga. Peristiwa khusus, binatang peliharaan, alam terbuka, dan tempat yang pernah dikunjungi.

- Foto atau video perjalanan (pribadi, keluarga, teman main, atau rekan kerja).

- Foto atau video yang ditemukan secara online.

- Kutipan atau meme.

Nah, sudahkah Anda memanfaatkan Instagram untuk pemasaran produk secara optimal? Ingat, pengguna Instagram adalah netizen-netizen yang produktif dan konsumtif. Sayang sekali kalau tidak dikelola secara optimal. Sekian dari saya, Ippho Santosa (IG: @ipphoright).
Hari itu saya menonton film komedi Vacation yang dibintangi oleh Chris Hemsworth, Ed Helms, dan Christina Applegate. Di film itu, sang ayah yang bertahun-tahun menjadi pilot biasa di maskapai lokal dengan gaji kecil selalu dikomplen oleh keluarganya.

Dengan gajinya yang kecil itu, terang saja dia nggak bisa memboyong keluarganya berlibur ke luar negeri. Istri dan anak-anaknya pun membayangkan seandainya ia menjadi pilot hebat di maskapai internasional dengan gaji besar, pastilah mereka mampu berlibur ke luar negeri.

Mereka semua tidak tahu, ternyata sang ayah sering ditawari bekerja di maskapai internasional. Namun ia tetap memilih bekerja di maskapai lokal. Kenapa? Di akhir cerita barulah mereka tahu, sang ayah sengaja melakukan itu agar bisa selalu dekat dengan anak-anaknya.

Kalau saja ia menerima tawaran tersebut dan menjadi pilot di maskapai internasional, tentulah ia sering bertugas di luar negeri dan jarang bertemu anak-anaknya. Begitulah para ayah, diam-diam sering berkorban demi dekat dengan anak-anaknya.

Satu hal, kedekatan anak dengan ayah ini bukanlah suatu kesia-siaan.

Menurut Dr. Howard Dubowitz, MD, dari University of Maryland Medical Center, anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya memiliki kenyamanan diri yang lebih tinggi dan rasa depresi yang lebih rendah.

Sedangkan anak laki-laki yang diasuh dengan keterlibatan ayahnya akan lebih mengenal 'dunia pria'. Maksudnya, ia akan merasa sedikit lebih berani, spontan, dan tidak egois. Bukan itu saja, saat dewasa kelak, ia akan menjadi sosok yang lebih toleran dan pengertian.

Sekali lagi, kedekatan anak dengan ayah ini bukanlah suatu kesia-siaan. Sesibuk apapun seorang ayah untuk urusan penafkahan, tetaplah ia harus memiliki waktu untuk anaknya. Toh ujung-ujungnya si ayah juga yang beroleh manfaatnya di mana kelak anak akan lebih sayang dan berbakti.

Terlepas dari itu, soal rasa sayang ayah terhadap anaknya, saya pribadi merasa film drama Collateral Beauty yang diperankan oleh Will Smith, Kate Winslet, dan Keira Knightley, adalah salah satu film keluarga yang paling menggugah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Masyarakat Indonesia doyan mengotak-atik Instagram untuk mencari inspirasi, mencari tren, dan sharing soal travelling. Tanpa disadari, para pemain Instagram telah mendorong pertumbuhan bisnis-bisnis tertentu di Indonesia dan ternyata dampaknya lumayan signifikan. Pariwisata, kuliner, dan herbal adalah beberapa di antaranya.

"Mayoritas Instagrammers adalah anak-anak muda yang terdidik dan mapan. Rata-rata mereka berusia 18-24 tahun, tepatnya sebanyak 59%. Pengguna perempuan yang paling aktif sebanyak 63% dan laki-laki 37%," ujar Paul Webster, Brand Development Lead Instagram untuk Asia Pasifik.

Secara umum, mereka tidak pernah pusing soal pulsa dan kuota. Sebaliknya, mereka produktif sekaligus konsumtif. Itu artinya, mereka berani spending di online shop. Mereka pun proaktif dalam mencari informasi, tidak pasif menunggu. Bahkan mereka mampu mempengaruhi netizen yang lain dalam hal mengabarkan, berbelanja, berpakaian, dan berwisata.

Dengan pasar sepotensial ini, sudahkah Anda menggarap para Instagrammers ini secara optimal? Atau cuma sekedar punya akun IG tapi tidak teroptimasi dengan efektif? Sekali lagi, ini adalah pasar yang sangat potensial. Teramat sayang kalau diabaikan, terutama jika Anda seorang marketer atau entrepreneur. Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa (IG @ipphoright).
Berita lokal masih mendominasi penggunaan Internet di Indonesia, tepatnya sebesar 97,4% atau 123 juta orang dari total keseluruhan pengguna Internet, yaitu sebesar 132,7 juta pengguna. Sedangkan sisanya sekitar 3,6% mengakses konten-konten yang lain.

Trend e-commerce yang tengah menggeliat di Indonesia dinilai mendongkrak pengguna Internet melakoni online shopping. Sebanyak 62% atau 82,2 juta orang telah melakukan online shopping. Sementara 38% lainnya belum melakukannya, tapi sepertinya segera menyusul.

Suka atau tidak, siap atau tidak, zaman telah berubah. Cara mendapatkan konsumen juga berubah. Salah satunya, via internet. Nah, sudahkah kita menguasainya? Mari kita simak pernyataan berikut ini.

"Alhamdulillah baru belajar 3 hari, blog saya berhasil masuk di halaman 3 Google. Nggak cuma 1 blog, tapi 3 blog. Dan ini berkat belajar serta Magang Internet Marketing di kantor Pak Ippho."

"Terima kasih Pak Ippho dan tim yang telah membimbing kami, sehingga kami mengerti bagaimana caranya agar web dan blog kita bisa masuk di halaman depan Google. Walaupun saat ini saya baru berhasil di halaman 3."

"Pokoknya oke banget rasanya, bisa ikut magang di kantornya Pak Ippho," ini testimoni dari Erik Sahadad.

Teman-teman mau ikut magang Internet Marketing di kantor saya? Biaya normal Rp 7 juta. Harga promo hanya Rp 3,5 juta (berlaku sampai 30 Maret). Kapan magangnya? Pertengahan Mei, selama 8 hari, insya Allah.

Yang serius, silakan SMS 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp). Segera saja. Karena saat ini cuma tersisa beberapa seat saja.
Berapa gaji Anda sebulan?
Berapa laba Anda sebulan?

Hati-hati, itu semua akan tergerus inflasi kalau tidak di-backup dengan investasi. Saran saya, 20% uang kita (entah jumlahnya kecil atau besar) mesti dialokasikan untuk investasi. Kalau belum bisa 20%, yah setidaknya 10% setiap bulannya.

Lha, kalau hidupnya pas-pasan, gimana? Hehe, nggak usah nanya. Dari wajahnya, ketahuan. Justru masih pas-pasan, perlu investasi. Kalau sudah kaya-raya, mungkin nggak perlu investasi.

Terus, investasi pada apa? Boleh pada bisnis, properti, atau reksadana syariah. Gimana dengan emas? Itu harus. Karena emas adalah stabilizer. Anda bisa membelinya di Antam atau Pegadaian. Ingatlah, saat kita bekerja, hendaknya uang kita juga ikut bekerja. Itulah yang disebut investasi. In-ves-ta-si.

Apa nggak cukup, dengan sedekah saja? Nabi dan istri Nabi bersedekah, tapi mereka juga berbisnis dan berinvestasi. Ini bagian dari ikhtiar dunia. Dengan kata lain, semua dilakukan, bukan salah satunya saja. Imbang, nggak timpang.

Sebenarnya, semua orang bisa melakukannya. Berinvestasi. Percayalah, bukan uang yang tiada. Tapi kedisiplinan yang tiada. Saya berharap Anda termasuk orang yang disiplin karena ini adalah resep sukses seorang investor. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mau mencetak Rp 100 juta pertama?

Menjual dengan internet marketing?

Mau magang di kantor saya?

Alhamdulillah, angkatan-angkatan sebelumnya, langsung full begitu diumumkan sekali atau dua kali. Insya Allah kita akan buka magang angkatan ke 7 (bacth 7).

Di kelas magang ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta selama sekian hari, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta saja. 100% beda dengan seminar dan training biasa.

Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.

Mengapa Internet Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama

Berapa lama belajarnya?
- totalnya 8 hari dalam bentuk magang dan training

Kapan?
- pertengahan Mei 2017
- jam 8.00 - 17.00 WIB

Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)

Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.

Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB

Berapa biayanya?
Hanya Rp 7 juta. Dan diskon 50% alias cuma Rp 3,5 juta saja untuk mereka yang mendaftar sampai besok (harga promo). Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.

Biaya tersebut BELUM termasuk sarapan, makan malam, juga penginapan. Sekiranya perlu, kami akan bantu mencarikan penginapan, berupa hotel terdekat atau kos-kosan terdekat.

Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training sejenis yang biayanya 2X sampai 5x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.

Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% praktisi. Teruji.

Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan. Ya, dikembalikan.

Minat? Serius?

-       Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa

-       Atau BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Yang serius, silakan transfer (amankan seat).

-       Setelah transfer, 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp)

Ayo sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.

Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!

Seminggu magang dan training, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja.
Ada empat jenis iri atau dengki:

1. Merasa iri dan merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan envied personality (Richard, 2000 ; Wigley, 2000).

2. Merasa iri tapi tidak merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan rendah diri (Richard, 2000 ; Wigley, 2000).

3. Tidak merasa iri tapi merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan kepercayaan diri yang relatif tinggi (Vecchio, 2005).

4. Tidak pernah merasa iri dan tidak pernah merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan menerima kenyataan pada dirinya dan orang lain. Menurutnya, memang begitulah seharusnya yang terjadi (Wigley, 2000).

Patut diketahui, ada 3D yang bisa menghalangi rezeki dan menutupi potensi. Bahkan juga bisa merusak kesehatan. Ya, merusak kesehatan. Apa saja 3D itu? Dengki, Dongkol, Dendam.

Sebaliknya, lapang hati dan memaafkan, seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, terbukti menyehatkan. Manfaatnya, antara lain, terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi. Benarkah sampai seperti itu? Ya, benar.

Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Sekiranya kita sadar bahwa dendam itu berdampak buruk terhadap rezeki dan kesehatan kita, tentulah kita akan membuang jauh-jauh sikap negatif ini. Kita pun semakin berhati-hati karena dendam ternyata juga memberangus amal-amal alias membuat hangus amal-amal. Ngeri.

Kesimpulannya, kalau lapang hati, akan lapang rezeki. Kalau sempit hati, akan sempit rezeki. Pilih mana? Saya yakin Anda akan menjatuhkan pilihan pada sikap yang memberdayakan masa depan Anda.

Alhamdulillah saya ditakdirkan bertemu kedua-duanya, Trump dan Branson, dalam dua kesempatan terpisah. Sempat ngobrol juga. Jujur saja, saya lebih setuju dengan pendapat Branson ketimbang Trump. Buat apa mendendam?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!

( Ajak teman-teman kita untuk bergabung. Sudah lebih dari 40.000 member beralih dari WA ke channel Telegram @ipphoright ini )
Anda tahu Dr Zakir Naik?

Setelah hadir di sejumlah negara di berbagai benua, Dr Zakir Naik akan segera roadshow di beberapa kota di Indonesia. Insya Allah.

Dr Zakir Naik dikenal dekat dengan Raja Salman. Bahkan, ulama yang menghafal Al-Quran dan hadis ini pernah dianugerahi penghargaan bergengsi dari Kerajaan Arab Saudi, yakni ‘King Faisal International Prize’.

Penghargaan itu diberikan oleh Raja Salman kepada ulama yang menguasai semua kitab suci ini pada 1 Maret 2015 di Riyadh. Penghargaan tersebut merupakan hadiah paling bergengsi di dunia Islam, mirip-mirip dengan Hadiah Nobel.

Beberapa hari sebelumnya alhamdulillah Dr Zakir Naik sempat berada di Indonesia dan dijamu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumahnya. Awal April adalah jadwal Dr Zakir Naik roadshow di Indonesia.

Seperti biasa, kehadiran Dr Zakir Naik di sejumlah negara, termasuk Indonesia, tidak dibayar sama sekali. Namun demikian, ada biaya-biaya yang tak mungkin dihindari seperti sewa stadion, sound system, siaran langsung, transportasi, dan akomodasi.

Ini memerlukan dukungan (support) dari kita semua. Silakan donasi ke:
- Muamalat : 304 006 9127
- Mandiri : 127 000 7721317
- an Yayasan Aksi Cepat Tanggap

Ini rekening khusus untuk mendukung Roadshow Dr Zakir Naik, tak perlu SMS konfirmasi. Silakan sedekah (transfer) berapa saja. Boleh hari ini atau besok. Setidaknya, bantu doa juga share. Semoga terhitung amal jariyah dan dakwah bagi kita semua. Aamiin.