Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
"Biar dikit asal ikhlas," kilah mereka.
"Apa yang mau diikhlasin? Dikit," ledek saya.

Hehehe.

Di buku-buku sebelumnya, saya pernah menyebut sedekah itu sebagai investasi dan proteksi. Tapi, jangan salah kaprah ya. Soalnya di Inggris, tahun 1700-an Anda bisa membeli asuransi untuk menjaga kalau-kalau Anda masuk neraka. Hehehe. Kejadian aneh ini ditulis oleh Noel Botham dan diterbitkan tahun 2006.

Dan kita yakin, sedekah bukannya mengurangi, malah menambahi. Berbagi bukannya jadi beban, malah membuat hidup terasa ringan. Terbukti, hati kita terasa lapang setelah bersedekah.

Lihatlah sejarah. Tokoh-tokoh yang mengubah dunia telah melakukan ini sejak lama. Berbagi. Buddha menolong orang susah. Isa menolong orang sakit. Abubakar menyuapi Yahudi buta, meneruskan kebiasaan sosok kesayangannya.

Maka, sudah sepantasnya kita menjadikan sedekah atau berbagi ini sebagai kebiasaan harian. Bukan mingguan atau bulanan. Toh kita semua sudah tahu betapa dahsyat manfaat dan balasannya. Dan sejatinya, bukan rezeki yang kurang, mungkin keyakinan yang kurang. Berhentilah beralasan.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Di dunia ini, sejumlah keluarga kerajaan dari beberapa negara memiliki kebiasaan-kebiasaan yang mewah. Yah, macam-macam yang mereka miliki. Mulai dari perabot berlapis emas, koleksi ratusan mobil, sampai koleksi hewan langka!

Punya mobil banyak, bolehkah? Boleh-boleh saja, asalkan produktif. Misalnya untuk rental, kargo, dll. Bukankah dulu Usman juga punya banyak unta dan kuda? Nah, ini untuk tujuan produktif. Perdagangan. Bukan untuk senang-senang pribadi.

Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?

Ya begitu. Mungkin karena ketimpangan ekonomi. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk "Top Incomes and Human Well-Being Around the World" dan disarikan kembali dalam The Guardian.

Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.

Itu faktanya. Terus, apa solusinya?

"Produksi sebesar-besarnya, konsumsi sekedarnya, distribusi seluas-luasnya," itulah seruan saya sejak dulu. Yang namanya manusia mesti produktif. Namun yang dipakai seperlunya saja, nggak konsumtif. Dengan demikian, akan banyak yang tersisa. Nah, sisanya ini yang didistribusikan seluas-luasnya. Berbagi.

Apa yang dimaksud dengan produktif? Bisnisnya berkembang. Bisnisnya menaungi orang banyak. Punya sederet karya. Punya setumpuk prestasi. Bertabur amal ini-itu. Perhatikan baik-baik. Di sini fokus semuanya adalah manfaat bagi orang banyak, bukan kesenangan pribadi.

Saya sempat bertanya sama guru saya, "Bukankah Nabi Sulaiman (Raja Salomo) memiliki segalanya dan semuanya serba mewah?" Guru saya menjawab, "Di zaman itu mungkin perlu syariat kaya seperti itu. Bahkan dia diizinkan berinteraksi dengan jin. Sekarang, tidak lagi. Sebagai umat Nabi Muhammad, maka patokan kita adalah Nabi Muhammad dan para sahabat."

Tapi, ada yang berkilah, "Ini kan uang saya sendiri, terserah saya dong!" Secara rasional, dalih itu memang betul. Namun secara spiritual, sepertinya ini bertentangan dengan semangat Al-Takatsur yang melarang kita untuk bermegah-megahan. Kaya, boleh. Bermegah-megahan, jangan.

Kalau Anda kaya, terus Anda punya BMW atau Volvo yang bagus safety-nya, itu boleh-boleh saja. Tapi kalau Anda gemar Audi terus mengoleksi Audi di garasi Anda, maaf, menurut saya itu sudah menjurus pada bermegah-megahan.

Semoga ini jadi bahan renungan bagi semua. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ketika promosi, berapa uang yang Anda habiskan untuk mencetak flyer dan spanduk? Lumayan. Kalau iklan koran dan iklan radio? Bukan sekedar lumayan, tapi lebih dari itu.

Padahal hasilnya kurang terukur dan kurang tersegmen. Nah, beda kalau Anda menguasai Internet Marketing. Selain lebih hemat, juga sangat terukur dan sangat tersegmen.

Pertanyaan saya: Maukah Anda belajar Internet Marketing bareng saya dan tim?

Selama ini, magang dan training #InternetMarketing yang kami adakan, alhamdulillah selalu full. Insya Allah magang dan training Batch-7 akan diselenggarakan pertengahan Mei.

Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.

Sekali lagi, Batch-7 akan diadakan pertengahan Mei. Selama 8 hari. Dari pagi sampai sore. Lokasinya? Di kantor saya di BSD (dekat Jakarta).

Biaya normal Rp 7 juta. Promo hanya Rp 3,5 juta. Mahal? Sama sekali nggak. Justru ini sangat murah kalau dibandingkan dengan magang dan training sejenis.

Tapi ingat ya, harga promo ini berlaku terbatas (karena dapat naik sewaktu-waktu). Ya, naik bertahap sampai Rp 7 juta. Sengaja dinaikkan agar teman-teman cepat mendaftar dan kami pun cepat menyiapkan akomodasi dll.

Fyi, kelas ini hanya muat 20-an orang dan sebagian seat-nya sudah di-booking. Yang serius, silakan SMS 0812-8777-7100 dan 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp). Selamat menjemput perubahan!
Anda punya utang?

Utang, inilah salah satu masalah besar yang melilit sebagian kita. Bahkan artis juga. Kanye West pernah membuat pengumuman yang shocking melalui akun Twitter-nya, di mana ia mengaku punya utang pribadi sebesar 53 juta dollar AS atau setara dengan Rp 714 miliar.

Lanjutnya, “Please pray me to overcome. This is from my true heart.” Nggak jelas apakah Kanye West beneran serius atau sekedar bercanda. Sebelumnya, ia sering membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial terkait Bill Cosby, Taylor Swift, dan lain-lain.

Begini. Hal pertama yang harus dilakukan dalam menyikapi utang adalah dengan 'tenang'. Maka inilah singkatan utang menurut saya:
- UTANG: Usahakan Tetap Tenang
- UTANG: Ujung-ujungnya Tetap Uang

Selanjutnya, saya menyiapkan sejumlah langkah praktis. Insya Allah jadi solusi:

Pertama, minta maaf dan minta ridha kepada si pemberi utang. Semakin dia ridha, semakin lancar rezeki Anda. Kalau dia jengkel, seret rezeki Anda.

Kedua, cicil sebisanya. Ini menunjukkan keseriusan. Si pemberi utang menilai. Malaikat pun menilai. Nah, Anda buktikan bahwa Anda sungguh-sungguh ingin melunasi utang.

Ketiga, pastikan Anda bisa dihubungi oleh si pemberi utang. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak kabur. Maaf, banyak yang bersikap sebaliknya, seperti mematikan handphone atau pindah rumah.

Keempat, sedekahkan barang-barang Anda. Siapa yang berani meremehkan kekuatan sedekah? Ini akan memudahkan Anda untuk menyicil dan melunasi utang.

Kelima, kalau Anda muslim, rutinkan subuh berjamaah di masjid. Nggak usah banyak tanya, lakukan saja. Btw, masjid itu mulia. Subuh itu mulia. Berjamaah itu mulia. Insya Allah terkikis tuh utang.

Ke depan, agar sehat finansial dan bebas utang, hitunglah pengeluaran secara ketat juga rinci. Jangan kira-kira saja.

Nah, sebelum menghitung pengeluaran dalam satu tahun, awali dulu dengan menghitung pengeluaran dalam satu bulan. Mulai dari cicilan utang, belanja bulanan, tagihan listrik, air dan pulsa, sampai dengan ongkos transportasi dalam sebulan.

Nanti, total jumlah pengeluaran ini harus bisa terpenuhi dari gaji atau laba bulanan Anda. Jika tidak, masalah yang sama bisa berulang menimpa Anda. Kapan-kapan kita sambung lagi penjelasannya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



----------------------------------
Ajak teman-teman kita beralih dari WA ke Telegram. Lebih ringan, lebih aman, dan lebih cepat. Channel Telegram Ippho Santosa yang resmi adalah @ipphoright atau klik telegram.me/ipphoright
----------------------------------
Uang itu netral. Kalau di tangan orang baik, insya Allah jadinya baik. Demikian pula sebaliknya. Lantas, apa pendapat saya tentang uang? Sangat jelas, uang bukanlah segalanya. Namun sedikit-banyak mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan kita.

Mungkinkah uang berkurang? Yang sebenarnya, hampir-hampir mustahil. Apa iya? Iya! Uang hanya akan berkurang KALAU disalahgunakan. Kalau tepat? Akan bertambah. Beneran, ber-tam-bah.

Bagaimana caranya? Gunakan uang itu untuk bisnis, investasi, sedekah, berbakti, dan menuntut ilmu. Niscaya uang akan bertambah dan terus bertambah. Istilah saya, berkah berlimpah. Setujukah?

"HARTA itu sementara. Kalau kita sedekahkan, akan kekal... HARTA itu sedikit. Kalau disedekahkan, akan bertambah... HARTA itu kita yang menjaganya. Kalau disedekahkan, harta yang akan menjaga kita," itu pesan guru saya.

Semua orang tahu bahwa sedekah itu berbalas. Kalau menuntut ilmu? Yang sebenarnya, lebih berbalas. Bukankah menuntut ilmu itu 'wajib'? Maka saya pun berpesan, jemputlah ilmu. Itu artinya, kita berniat hidup kita untuk dicahayai dan bertekad nasib kita untuk diubahi.

Ilmu memang dijemput. Sekali lagi, dijemput. Bukan ditunggu. Begitulah seharusnya adab kita terhadap ilmu. Dan satu hal lagi, ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Insya Allah. Ini boleh di-share.

Kalau nasib gitu-gitu saja, maka ada tiga kemungkinan. Pertama, mungkin ilmunya gitu-gitu saja. Kedua, mungkin action-nya gitu-gitu saja. Ketiga, mungkin sedekahnya gitu-gitu saja. Siapapun Anda, semoga nasibnya membaik dari waktu ke waktu. Aamiin.


-----------------------------
Lebih dari 37.000 orang bergabung di channel Telegram @ipphoright. Ajak keluarga dan teman kita klik telegram.me/ipphoright
-----------------------------
British Propolis hadir di berbagai daerah. Khasiat terasa dalam 21 hari atau kurang. Untuk pemesanan, silakan SMS:

0852-6660-9993
Jakarta Selatan

0813-5587-1082
Palu - Sulteng

0811-3084-406
Sidoarjo dan Surabaya Barat

0856-0472-1870
Tulungagung, Kediri dan Blitar

0898-1803-747
Jakarta Barat

0856-7377-373
Klaten dan Solo

0812-3326-1719
Malang - Jatim

0811-4455-572
Makassar

085814460645
Jakarta Pusat

0817808070
Bekasi dan Pamulang

081807211980
Jakarta Timur dan Depok

082197813188
Tegal dan Biak (Papua)

081809520065 / 087889990455
Jakarta Utara dan Bogor
Teman-teman pernah ke Jogja kan?
Sudah nyobain Lava Tour di Merapi?

Kali ini, tulisan saya tentang berlibur. Ya, berlibur. Natasha Withers dari One Medical Group di New York pernah menyimpulkan, istirahat dan relaksasi itu bagus untuk mengusir stress dan penat.

“Lebih dari itu, istirahat dan relaksasi sangat penting untuk kesejahteraan dan kesehatan. Menariknya, hal ini dapat dicapai melalui kegiatan sehari-hari, seperti olahraga dan meditasi. Akan tetapi, liburan merupakan bagian penting yang tak terpisahkan,” ungkapnya yang kemudian dikutip ABC News.

Natasha Withers menyatakan bahwa aktivitas berlibur selain bisa mengusir stress juga mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Nah lho! “Kita sama-sama tahu bahwa pikiran yang sehat membantu proses penyembuhan,” ungkapnya.

Imam Syafii pun menganjurkan kita untuk travelling. Bukankah manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal? Bagaimana mungkin perintah ini terlaksana dengan sempurna kalau tidak ada yang travelling?

Saya pribadi alhamdulillah ditakdirkan Allah untuk gathering di Jogja bareng mitra-mitra TK Khalifah se-Indonesia. Hadir pula Jody Waroeng (miliarder kuliner), Hanum Rais (Bulan Terbelah & 99 Cahaya), juga Setyawan Tiada Tara (stand-up comedy). Acaranya berlangsung sejak Kamis sampai Sabtu, berawal di Prambanan terus Alana, Gajah Wong, dan Merapi.

Lantas, apa kesan-kesan saya? Sangat berkesan. Sekiranya tak terlalu jauh dari tempat domisili Anda, baiknya kunjungi saja. Candi Boko, Prambanan, Borobudur, Keraton, dan Lava Tour di Merapi. Tentunya, satu per satu. Semoga berkesan dan membuka wawasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



-----------------------------
Lebih dari 38.000 orang bergabung ke channel Telegram @ipphoright atau klik telegram.me/ipphoright - Ajak keluarga dan sahabat-sahabat kita untuk turut bergabung. Semoga jadi wasilah kebaikan dan perubahan.
-----------------------------
Sehat dan tetap sehat, itu penting. Teramat penting.

Setelah menikah, biasanya orang jadi gemukan. Anda atau saudara Anda pernah mengalaminya? Hehehe. Sebuah riset menunjukkan pasangan menikah yang bahagia cenderung mengalami kenaikan berat badan. Nah lho!

"Hal ini mungkin disebabkan banyak orang lebih mengasosiasikan berat badan dengan penampilan ketimbang kesehatan. Penampilan, ini menjadi sesuatu yang kurang penting ketika seseorang telah menikah," ungkap Andrea Meltzer, asisten profesor psikologi dari Florida State University yang memimpin riset tersebut.

"Baiknya di sini kita fokus pada manfaat sehat, bukan sekedar penampilan. Dengan demikian, kita akan mampu menghindari potensi kenaikan berat badan saat menjalin sebuah hubungan," ujar Andrea Meltzer.

Sebenarnya, sedikit gemuk atau sedikit kurus, tak terlalu masalah. Asalkan kita benar-benar sehat.

Btw, inilah 7 dokter dari alam yang membuat kita tetap sehat:

1. Mentari pagi
2. Udara pagi
3. Air yang bersih
4. Tanah yang subur
5. Buah & sayur segar
6. Madu & propolis
7. Keindahan alam

Pada akhirnya, rajin-rajinlah bertemu dengan dokter alam. Gratis. Kalau tidak, Anda akan mengeluarkan biaya lebih besar untuk bertemu dokter-dokter medis. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



----------------------
Akun resmi saya di Telegram dan Instagram adalah @ipphoright . Ada baiknya pelan-pelan kita ajak keluarga kita dan sahabat kita beralih ke Telegram karena lebih ringan, lebih cepat, dan lebih aman. Klik telegram.me/ipphoright
Perubahan itu nyata!
Rp 100 juta itu nyata!
Rp 1 miliar itu nyata!

Kabar baik buat teman-teman di Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi, dan NTB.

Seminar saya segera hadir di sana. Klik >> http://pegadaiansyariah.co.id/page/seminar100jutapertama

Menariknya, uang Anda dikembalikan (refund) dalam bentuk tabungan emas. Terus, dapat bonus DVD lagi. Klik >> http://pegadaiansyariah.co.id/page/
Rp 1 miliar itu besar atau kecil?
Rp 100 juta itu besar atau kecil?

Tergantung. Ya, tergantung ilmu yang kita miliki. Insya Allah ini sangat mungkin terjadi, kalau kita tahu ilmunya.

Di seminar 'Meraih Rp 100 Pertama' kita akan membahas lebih daripada itu. Karena kita juga akan membahas:
- rahasia impian cepat terwujud
- rahasia doa cepat terkabul
- rahasia untung dari properti dan emas
- bertemu dan mempengaruhi si kaya
- memahami Wealth Key
- memahami Business Acceleration
- memahami Giving Acceleration

Sampai di sini sepertinya Anda mulai tertarik. Dan serunya lagi, uang tiketnya dikembalikan (refund). Ya, dikembalikan. Bukan itu saja, peserta juga akan mendapat BONUS DVD senilai Rp 120 ribu. Jadi, peserta benar-benar untung!

- Tiket di Makassar, SMS 0815-4333-3600.
Rp 125 ribu, berlaku untuk 1 orang.
Rp 220 ribu, berlaku untuk 2 orang.

- Tiket di Bandung & Surabaya, 0812-9183-0777. 
Rp 110 ribu, berlaku untuk 1 orang.
Rp 199 ribu, berlaku untuk 2 orang.

Bayangkan. Insya Allah, seminarnya membawa perubahan. Harga tiketnya terjangkau. Sudah begitu, ternyata uang tiketnya dikembalikan pula dalam bentuk tabungan emas. Dapat DVD lagi!

Karena Anda semakin berminat, silakan saja transfer ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Mohon SMS setelah transfer.

Kenapa Anda baiknya mendaftar sekarang atau besok? Pertama, harga tiket dapat naik sewaktu-waktu. Kedua, seat dapat habis sewaktu-waktu. Ketiga, jumlah DVD sangat terbatas, bisa habis sewaktu-waktu.

Saya pun penasaran, siapa lagi yang ingin mencetak Rp 100 juta pertama-nya!
Hidup nggak boleh sederhana.

Hidup mesti hebat, dahsyat, dan luar biasa!

Prestasi, banyak. Bisnis, banyak. Harta, banyak. Manfaat, banyak. Amal, banyak. Yang sederhana itu sikapnya. Right?

Salah satu contoh orang yang sangat kaya yang masih tinggal di rumah yang sangat sederhana adalah Warren Buffet. Ia memilih tetap tinggal di rumah yang dibelinya pada 1958 seharga US$ 31.500.

Padahal ia termasuk dalam 5 besar orang terkaya di dunia, jauh melampaui raja-raja di Jazirah Arab dan Sultan Brunei. Bisa saja Warren Buffett membeli istana atau kastil, namun itu tidak dia lakukan.

Meskipun mengantongi kekayaan bersih dalam jumlah miliaran dolar (triliunan rupiah), tetapi ia tidak pernah memiliki hasrat untuk pindah ke rumah yang lebih besar. Demikianlah sikapnya terhadap rumah. Boro-boro sampai koleksi kapal pesiar dan mobil sport.

Nah, itu soal rumah. Bagaimana dengan dana tunai? Peganglah dana tunai untuk apa-apa yang dibutuhkan saja. Jika Anda memiliki kekayaan sekitar US$ 1,4 miliar, mungkin Anda berniat memborong apa saja yang ada di depan mata ketika belanja.

Tapi hal ini tidak terjadi pada pengusaha minyak, Boone Pickens. Dia masih membawa daftar belanja yang rinci dan hanya membawa uang sekadarnya, cuma untuk membeli apa-apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Rumah, sudah. Dana tunai, sudah. Lantas, bagaimana dengan pakaian? Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sering memakai kaos yang sama, tepatnya kaos abu-abu, untuk pergi ke kantor atau ke mana saja. Ini mengikuti kebiasaan seniornya, mendiang Steve Jobs, yang sering memakai kaos berwarna hitam di mana saja.

Demikianlah, kaya tidaklah identik dengan foya-foya, berlebih-lebihan, bermegah-megahan, membeli sesukanya, dan mubazir. Sebaliknya, kekayaan itu ter-manifestasi pada tingginya prestasi dan besarnya manfaat. Itu yang sarankan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Insya Allah setiap member dapat manfaat dari channel @ipphoright ini. Saran kami, jangan egois. Ajak keluarga dan sahabat kita untuk merasakan manfaat yang sama. Ya, ajak mereka bergabung di channel ini. Semoga jadi amal jariyah kita sama-sama)
Kemarin saya diundang lunch oleh seorang dirut dan tim di sebuah bank syariah. Kali itu, kami membahas berbagai masalah dan tantangan di wisata halal di Tanah Air. Ya, munculnya masalah dan tantangan sebenarnya sesuatu yang wajar.

Sebagian orang, ketika masalah terjadi, ia bersikap sebagai korban (Victim), seolah-olah tidak berdaya, dan teraniaya. Bukan hanya itu, ia juga mengeluh dan menyalah-nyalahkan orang lain. Dengan kata lain, ia tidak bertanggung-jawab atas keputusan yang telah ia ambil.

Di sisi lain, sebagian orang bersikap sebagai pemenang (Victor/Victory). Dia tenang. Tak menyalahkan siapapun. Sebaliknya, ia bertanggung-jawab penuh atas keputusan yang telah ia ambil.

"Aku yang memutuskan untuk berbisnis. Aku yang ingin sukses. Aku yang beroleh untungnya. Tentulah, aku yang harus memastikan ini semua berjalan. Andaikata nggak berjalan, akulah yang bertanggung-jawab, sepenuhnya." Sebuah pemikiran yang memberdayakan. Inilah sikap #SangPemenang.

Terlihat jelas di sini. Keadaan sama, namun respons berbeda, tentulah hasilnya akan turut berbeda. Pasti. Makanya saya menganjurkan, demi hasil yang lebih baik, sebisa-bisanya kita hindari sikap sebagai Victim. Apalagi kita tahu bahwa mengeluh itu melemahkan otak dan tubuh! Apalagi kita tahu bahwa menyalahkan orang lain bukannya mengurangi masalah, melainkan hanya mengurangi teman!

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Berapa handphone yang Anda miliki saat ini? Satu atau dua?

Kalau 10 tahun yang lalu? Mungkin nggak ada sama sekali.

Ya, dunia telah berubah. Semalam hal ini saya sampaikan. Kebetulan semalam saya membawakan seminar motivasi untuk teman-teman perbankan di JS Luwansa Hotel, diundang oleh Pak Herry Hykmanto.

Salah satu perubahan yang saya maksud adalah dominasi internet, termasuklah di dalamnya media sosial. Tercatat 87,4 persen netizen mengakses internet untuk menggunakan jejaring sosial. Kemudian disusul 68,7 persen untuk mencari informasi.

Dalam berselancar di dunia maya ini, netizen lebih banyak mengakses melalui telepon seluler dengan angka sebesar 85 persen, diikuti di belakangnya melalui laptop. Satu hal yang perlu dicermati, bisnis Anda harus lebih mudah ditemukan di Google dan Facebook.

Kita sebagai entrepreneur atau profesi lainnya, kalau tidak memahami perubahan ini, berarti bersiap-siaplah digilas zaman. Nokia dan Kodak adalah contoh kecilnya (Sekarang mereka kembali menggeliat, berupaya untuk bangkit).

Yang sinis mungkin nyeletuk "Ah, iPhone itu kan produk gagal." Iya, gagal dimiliki sama dia, hehehe. Alih-alih menganggap internet dan teknologi sebagai lawan, akan jauh lebih baik kalau kita menganggapnya sebagai kawan. Ready to transform. Salah satunya, upayakan bisnis kita lebih mudah ditemukan di Google dan Facebook (dua raksasa terbesar).

Ayo berdayakan, jangan malah terperdaya. Sekali lagi, itulah semestinya sikap kita terhadap internet dan teknologi. Pada akhirnya, besar harapan saya, bisnis kita menjadi semakin kompetitif dengan hadirnya internet dan teknologi.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. (Silakan ajak tim kita bergabung di channel Telegram @ipphoright ini )
Berapa jam Anda megang istri Anda dalam sehari? Kalau Anda wanita, berapa jam Anda megang suami Anda dalam sehari? Berbagai survey menunjukkan, orang perkotaan memegang handphone lebih lama ketimbang memegang pasangannya! Nah lho!

Megang handphone, terus ngapain? Apa lagi kalau bukan membuka social media dan Googling. Maka dari itu, memastikan bisnis kita muncul di Facebook dan Google adalah suatu keniscayaan. Kalau perlu, bisnis kita mendominasi, bukan sekedar muncul.

Ini namanya Internet Marketing. Apa saja kelebihannya? Selain lebih hemat, juga sangat terukur dan sangat tersegmen. Bahkan siap menampung orderan secara nasional selama 24 jam. Itulah keajaiban internet.

Karena Anda tahu tulisan ini sangat penting, maka Anda pun menyempatkan diri untuk membacanya sampai tuntas. Toh, nggak lama-lama, cuma 1 menit.

Sekarang, pertanyaan saya: Maukah Anda belajar Internet Marketing bareng saya dan tim? Benar-benar mau?

Selama ini, magang dan training #InternetMarketing yang kami adakan, alhamdulillah selalu full. Insya Allah magang dan training Batch-7 akan diselenggarakan pertengahan Mei. Sampai di sini, sepertinya Anda mulai tertarik untuk ikut.

Terus, apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.

Sekali lagi, Batch-7 akan diadakan pertengahan Mei. Selama 8 hari. Dari pagi sampai sore. Tepatnya, 14 Mei-21 Mei 2017. Lokasinya? Di kantor saya di BSD (dekat Jakarta). Semakin membacanya, Anda pun semakin tertarik untuk ikut.

Biaya normal Rp 7 juta. Promo hanya Rp 3,5 juta. Mahal? Sama sekali nggak. Justru ini sangat murah kalau dibandingkan dengan magang dan training sejenis. Apalagi ini sudah termasuk makan siang. Btw, usia peserta dibatasi, maksimum 45 tahun.

Karena Anda sudah memutuskan untuk ikut, transfer saja ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Ya, boleh mentransfer hari ini atau besok.

Tapi ingat ya, harga promo ini berlaku terbatas (karena dapat naik sewaktu-waktu). Ya, naik bertahap sampai Rp 7 juta. Sengaja dinaikkan agar teman-teman cepat mendaftar dan kami pun cepat menyiapkan akomodasi dll.

Fyi, kelas ini hanya muat 20-an orang dan sebagian seat-nya sudah di-booking. Yang serius, silakan transfer lalu SMS 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp). Selamat menjemput perubahan!
Waktu itu, saya bertemu dengan Prof Philip Kotler, Bapak Marketing No.1 Dunia. Dia mengingatkan, internet sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari manusia perkotaan. Bukan saja dalam pembelian barang, melainkan juga dalam komparasi harga. Saya pikir, ini ada benarnya.

Misalnya, walaupun seorang konsumen tengah berada dan belanja di swalayan, namun tetap saja dia meng-kroscek harga barang sejenis di internet. Diam-diam, dia googling. Cek harga. Kalau harga barang di swalayan itu dirasa wajar, barulah dia beli. Kalau dianggap tidak wajar, dia hold dulu.

Ketika konsumen semakin lama menghabiskan waktunya bersama handphone dan internet, terus kita masih saja fokus memasang spanduk dan menyebar flyer, menurut saya itu bukanlah sebuah keputusan yang cerdas. Sama sekali bukan.

Jangan tersinggung. Maksud saya, begini. Boleh-boleh saja kita cetak spanduk dan flyer, namun fokus utama kita adalah bagaimana mendominasi di Google dan Facebook, dua tongkrongan terbesar saat ini. Hendaknya begitu. Saya pribadi lebih menyukai Twitter. Tapi, harus saya akui, Facebook adalah socmed terbesar saat ini, baik di Indonesia maupun di dunia.

Bayangkan, akhir-akhir ini, sekitar 90 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berbentuk smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok. Artinya, mereka semakin familier dengan  Google dan Facebook.

(Bagi teman-teman yang ingin mengetahui jadwal serta biaya magang Internet Marketing bersama saya, silakan SMS 0812-8777-7100.)

Perlu diketahui, Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas WA dan Telegram. Di samping fasilitas socmed.

Percayalah, promosi-promosi tradisional (spanduk, flyer, ruko, bazaar, pameran, dan sejenisnya) pelan-pelan mulai ditinggalkan dan ditanggalkan, terutama di kategori-kategori tertentu. Ada baiknya kita mulai melek dengan promosi-promosi berbasis internet. Saya harap Anda setuju.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mau hidup bahagia dan terhindar dari berbagai macam penyakit? Salah satu resepnya adalah memiliki pasangan (suami atau istri) yang tidak menyebalkan. Dengan kata lain, memiliki pasangan yang menyenangkan alias menentramkan.

Penelitian terkait hal ini digelar oleh Dr Bill Chopik dari Michigan State University, terhadap 2.000 pasangan selama 6 tahun. Para responden diminta terus-menerus melaporkan mengenai kondisi kebahagiaan dan kesehatan mereka.
 
Sebelumnya, riset bertajuk Novel Links Between Troubled Marriages, yang dihelat oleh Lisa Jaremka juga mengungkapkan perihal yang serupa. Hidup bahagia dan sehat salah satunya disebabkan oleh pasangan yang menyenangkan. Anda boleh menyebutnya, menentramkan.

Kejadian ini mengingatkan kita pada penciptaan Adam pertama kali. Adam tercipta dari tanah dan belum memiliki pasangan (istri). Walaupun sejak awal penciptaan, Adam sudah ditempatkan di surga, ternyata Adam tidak mampu menikmati keindahan surga secara sempurna tanpa adanya seorang pendamping hidup.

Di sinilah hikmah besar di balik pernikahan. Apa itu? Demi menghadirkan "kedamaian hidup" (sakinah) dalam kehidupan manusia. Allah menjadikan istri, sebagai sosok yang bisa menentramkan tatkala suami melihatnya. Sudah ribuan tahun, hal ini terbukti. Right?

Oleh karenanya, penciptaan Hawa bukan saja sebagai pendamping hidup Adam. Tapi yang lebih penting lagi adalah bahwa hanya dengan pernikahan atau dengan ditetapkannya "institusi nikah" manusia akan merasakan kedamaian hidup (sakinah) itu.

Siapa sih yang nggak mau hidup yang bahagia dan sehat? Nah, salah satu yang bisa menyebabkan itu adalah hadirnya pasangan yang menentramkan. Ya, riset dan dalil telah membuktikan hal ini sejak lama.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Malam itu, saya diajak dinner dan ngobrol santai oleh direksi-direksi PT SSS di Pangkalan Bun, Kalimantan. Tentang anak, inilah topik yang mendominasi percakapan kami pada saat itu. Dan alhamdulillah, menyenangkan. Soal parenting, lagi-lagi, keterlibatan ayah diperlukan di sini.

Menurut Mark Runco, Ph.D, Direktur Torrance Center for Creativity & Talent Development di University of Georgia, AS, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Nah, sudah menjadi kewajiban orangtua untuk membantu mewujudkannya. Termasuk ayah.

Saat bersama anak, lazimnya ayah akan melibatkan anaknya pada aktivitas-aktivitas yang lebih berani dan lebih kreatif. Biasanya seperti itu, walaupun tidak jaminan juga. Contohnya, membuat handphone-handphone-an dari kotak bekas, menggunakan boneka tangan dengan beragam karakter, atau berkuda. Pokoknya, keberanian dan kreativitas sang ayah relatif berbeda dengan si ibu. 

Aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan ayah bersama anak, misalnya mencuci motor, belajar sepeda, atau, memanah, jelas-jelas itu berkontribusi positif terhadap anak. Setidaknya, ini menjauhkan anak dari risiko kegemukan. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, sekitar 18,8% anak berusia 5-12 tahun mengalami masalah kegemukan.

Lantas, bagaimana dengan Nabi Muhammad? Ternyata beliau sangat senang melihat anak yang tengah bermain. Suatu hari, ketika selesai shalat, seseorang bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, engkau tadi sujud lama sekali, sampai-sampai kami mengira telah terjadi apa-apa atau engkau sedang menerima wahyu.”

Sambil tersenyum Nabi menjawab, “Tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan aku tidak mau terburu-buru sampai dia menyelesaikan permainannya sendiri." Sekiranya bermain itu tidak penting, tentulah beliau serta-merta menurunkan cucunya.

Ya, parenting bukanlah urusan ibu saja. Sekali lagi, bukan. Melainkan urusan bersama. Sesibuk-sibuknya ayah dalam bekerja dan mencari nafkah, hendaknya tetaplah menyisihkan waktu bersama anaknya. Saya harap Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Teman-teman yang telah bergabung di channel Telegram @ipphoright, jangan lupa untuk mengajak keluarga dan teman-temannya untuk ikut bergabung di sini. Semoga sama-sama mendapat pencerahan)
Memiliki orangtua yang kaya memang membanggakan. Tapi dikaruniai orangtua yang jujur, amanah, dan bisa dipercaya lebih membanggakan. Right?

Kalau ngomong orangtua dan keluarga, biasanya kita selalu membahasnya dengan penuh perhatian. Bahkan sampai terharu. Begitulah, hampir semua orang membanggakan orangtuanya. Dan itu sah-sah saja karena demikian besar jasa mereka.

Didikan dari orangtua selama belasan tahun, membekas dalam hati kita bahkan dalam tarikan nafas kita. Tak heran kalau kemudian itu mewarnai keputusan-keputusan kita. Bahkan mempengaruhi peruntungan kita. Dan ini jamak terjadi pada siapa saja, termasuk Anda dan saya.

Sekarang, giliran kita yang menjadi orangtua, setidaknya calon orangtua. Maka bawa pulanglah rezeki yang baik-baik, yang bersih. Jangan sampai kepolosan anak-anak kita di rumah, kita kotori dengan rezeki yang tidak halal. Jangan sampai.

Ingatlah, rezeki yang halal akan mempengaruhi peruntungan anak-anak kita dan keluarga kita. Sudah banyak contohnya. Apalagi kita ingin menjadi orangtua yang benar-benar dibanggakan oleh anak-anaknya. Betul apa betul?

Menurut riset Thomas Stanley, sikap jujur adalah salah satu faktor penentu menuju kesuksesan. Selanjutnya, menurut riset Anita Kelly dan Lijuan Wang dari University of Notre Dame, jika ingin hidup tenang dan sehat, maka berhentilah berbohong. Ya, demikianlah faktanya!

Sukses atau tidak, terkenal atau tidak, kaya atau tidak, sudah semestinya kita berusaha menjadi orangtua yang bisa dibanggakan oleh anak-anak kita. Dengan apa? Dengan menjadi sosok yang jujur, amanah, dan bisa dipercaya, apapun profesi kita. Saya yakin, Anda setuju dengan saya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



...
"Magang dan training bersama Pak Ippho memang luar biasa. Alhamdulillah saya bisa closing produk sorban saya 13 buah (dan respons terus berdatangan), dalam waktu kurang dari 3 jam setelah saya mempraktekkan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh mentor. Dan itu semua hanya melalui internet."

"Saya yang awalnya promosi serampangan, akhirnya jadi tahu celah-celahnya agar laris-manis jualan di internet. Selain itu, di sela-sela magang, juga ada kesempatan di mana kita bebas berkonsultasi langsung dengan Pak Ippho."

"Pak Ippho dan tim memang luar biasa. Mentor-mentor yang didatangkan juga orang-orang pilihan. Bagi teman-teman semua, jangan sia-siakan kesempatan ini. Di sini kita tinggal mengikuti saja langkah-langkah yang dijelaskan oleh para mentor. Nah, setelah itu, pembeli yang akan mencari kita."

Ini pengalaman Cahyo dari Purwokerto ketika mengikuti magang dan training #InternetMarketing di kantor saya. Sebelumnya ada juga testimoni dari seorang ibu rumah tangga dan seorang guru yang awal-awalnya tidak paham sama sekali soal internet. Begitu ikut training, akhirnya mereka paham juga. Closing.

Selain ilmu-ilmu praktis, peserta juga mendapat kenalan-kenalan baru yang berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia. Ya, ini benar-benar kesempatan langka. Dan semakin membaca ini, Anda pun semakin berminat.

Kabar baiknya, training #InternetMarketing berikutnya akan diadakan lagi di kantor saya di BSD (dekat Jakarta) pada 14 Mei-21 Mei 2017, jam 08.00-17.00. Harga promo hanya Rp3,5juta (berlaku sampai 30 Maret saja). 

Karena Anda sudah memutuskan untuk ikut, transfer saja ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Ya, boleh mentransfer hari ini atau besok. Yang serius, silakan transfer lalu SMS 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp). Fyi, kelas ini hanya muat 20-an orang dan sebagian seat-nya sudah di-booking.

Perlu diingatkan kembali, harga promo ini berlaku terbatas (sampai 30 Maret). Karena harga akan naik bertahap sampai Rp 7 juta. Sengaja dinaikkan agar teman-teman cepat mendaftar dan kami pun cepat menyiapkan akomodasi dll.

Selamat menjemput perubahan!
Sedahsyat apa Instagram itu?

Aplikasi berbagi foto dan video Instagram mencatat angka spektakuler dari segi penggunaannya. Kini layanan Instagram dipakai oleh 500 juta user per bulan.

Dan 300 jutanya menggunakan layanan ini setiap hari. Ya, setiap hari. Hebatnya lagi, komunitas Instagram bertumbuh lebih dari dua kali lipat selama 2 tahun terakhir.

Terus-terang saja, serbuan Instagram telah mengalahkan Twitter, di mana Twitter sejak 2016 mengalami stagnan pertumbuhan pengguna di angka 300 juta user saja.

Btw, nama akun Instagram saya sama seperti Twitter dan channel Telegram, yaitu @ipphoright. Yang asli cuma itu. Dengan kata lain, yang lain adalah palsu. Hati-hati.

Gimana dengan Indonesia? Instagram sendiri memiliki 22 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia. Dan angka tersebut terus meningkat secara drastis setiap harinya.

Di buku-buku saya telah lama dijelaskan bahwa dunia akan semakin memanjakan otak kanan. Visual, animasi, video, musik, dan entertainment, itu semua bagian dari otak kanan. Dan itu dihadirkan oleh Instagram.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Instagram terbanyak, di mana 89 % Instagrammers-nya berusia 18-34 tahun. Ya, mereka produktif sekaligus konsumtif. Kalau Anda entrepreneur, mestinya Anda melirik ini sebagai peluang.

Serunya lagi, Instagram di Indonesia disebut-sebut sebagai kanvas kreativitas bagi komunitas mobile-first yang muda dan antusias. Dan tak kalah serunya, pengguna Instagram diyakini lebih mapan finansial daripada pengguna Facebook. Sebut saja, lebih berdaya beli.

Sekiranya Anda entrepreneur atau marketer, mestinya Anda mencermati juga mengamati fenomena ini baik-baik. Dan ingatlah, di mana ada keramaian, di situlah hadir penawaran. Bukankah begitu?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.