Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Anda bahagia?

Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.

Btw, negara mana yang paling berbahagia? Survei World Happiness Report merilis, ternyata Denmark berada di peringkat pertama sebagai negara paling berbahagia di dunia. Sementara, Burundi, berada di posisi paling buncit.

Laporan itu juga memuat negara-negara yang memiliki kesenjangan sosial yang lebih sedikit ternyata warganya hidup jauh lebih bahagia. Swiss, Islandia, Norwegia dan Finlandia, layaknya Denmark, adalah negara-negara yang paling baik dalam jaminan keamanan sosial. Dan mereka adalah lima besar sebagai negara paling berbahagia.

Posisi Amerika Serikat berada di peringkat ke-13. Nomor paling buncit dari 156 adalah Burundi, bukan Suriah. Burundi mengalami banyak kekerasan serta gonjang-ganjing politik. Bahkan negara itu dianggap paling tak bahagia dibanding Suriah.

Indonesia berada dalam tingkat kebahagiaan di posisi 79. Rusia di peringkat 56 dan Jepang di peringkat 53. Laporan itu dirilis UN's Sustainable Development Solutions Network, dari Gallup World Poll yang mensurvei 1.000 orang dari setiap negara. Proses tersebut dihelat selama 3 tahun berturut turut.

Mungkin Anda bertanya, “Bisakah bahagia, sementara kita belum punya apa-apa?” Ternyata bisa. Penjelasan berikut ini sangat penting. Saya berharap Anda mau membacanya sampai tuntas dan mau men-share-nya.

Bukan apa-apa, agar Anda dan keluarga Anda bisa bahagia, selalu, tanpa ketergantungan terhadap uang atau apapun. Apalagi bergantung pada pemerintah. Lantas, bagaimana caranya bahagia, padahal kita belum punya apa-apa? Percayalah, ini soal keputusan, bukan soal kepemilikan.

"Saya memutuskan untuk bahagia," Batinkan seperti itu. Sekali lagi percayalah, ini soal keputusan. Kalau Anda menganggap 'punya rumah, baru bisa bahagia' maka anggapan itu cuma bertahan 12 bulan sampai 24 bulan. Nggak lama. Tapi kalau Anda memutuskan untuk bahagia entah punya atau belum punya, maka keputusan itu akan berdampak lebih lama.

Kuncinya, jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat eksternal seperti rumah, mobil, dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dst. Hendaknya digantungkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti pikiran, perasaan, dan keputusan.

Be happy! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bayangkan yang baik-baik. Dan ajak orang-orang untuk membayangkan yang baik-baik.

Kemarin dengan izin Allah saya mengunjungi dua titik banjir di Jakarta. Ditemani tim ACT lengkap dengan perahu karetnya, saya pun turun ke lokasi. Di sana, saya coba berempati. Terasa kesedihan dan kegusaran di wajah para pengungsi.

Kebanyakan mereka bukanlah orang yang berada. Tidak mampu mengungsi ke hotel atau sejenisnya. Terpaksalah mereka mengungsi ke masjid-masjid terdekat. Alhamdulillah, lembaga-lembaga sosial dan pemerintah tidak tinggal diam. Mereka turut hadir dan berbuat di sana.

Sebenarnya, kalaupun Jakarta banjir, orang-orang Jakarta masih bisa memaklumi. Toh ini sudah terjadi sejak lama dan rutin. Terus kenapa sekarang sebagian netizen memilih untuk nyinyir? Sepertinya karena adanya sesumbar takabur dari tokoh-tokoh.

Guru saya pernah berpesan, "Kepada siapa saja tak boleh takabur. Apalagi kepada Allah dan alam, sekalipun jangan." Perhatikan baik-baik. Kalau kita takabur, alam tak pernah nyinyir. Tapi balasannya teramat nyata dan seketika.

Sudahlah. Mari sama-sama kita doakan agar banjir segera reda dan keadaan degera pulih. Normal seperti sedia kala. Aamiin. Ya, bayangkan saja yang baik-baik, persis seperti keadaan yang kita inginkan. Reda. Pulih. Normal.

Masih soal membayangkan. Sekarang kita bahas secara ilmiah. 1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif, relaks, dan fokus, ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka keteraturan (harmoni) di kota Anda.

Tak cukup sampai di situ. Pikiran dan niat dari sekelompok orang yang diselaraskan bahkan bisa membuat daun glowing dan mempengaruhi gerakan ikan. Hm, apa iya? Di sini saya tidak mendongeng.

Ini adalah temuan Maharishi dan McTaggart. Menyimak temuan ini, maka kita pun semakin paham mengapa doa yang diselaraskan (kolektif) dalam sholat istisqa berjamaah dapat mengundang hujan di suatu kota. Termasuklah memohon hajat dan menolak bala.

Tak heran, mereka yang belum selaras dengan orang-orang di sekitarnya, teramat sulit untuk sukses dan bahagia. Penyelarasan pikiran, ini juga hal mutlak bagi siapa saja yang mengidam-idamkan mapan finansial alias kuat finansial.

Sekali lagi, bayangkan yang baik-baik. Dan ajak orang-orang untuk membayangkan yang baik-baik. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Selama bertahun-tahun, alhamdulillah, bangsa Indonesia termasuk dalam 10 negara paling dermawan sedunia. Dan prestasi membanggakan ini semakin terlihat ketika terjadi bencana. Contoh yang terdekat adalah ketika banjir yang melanda Jakarta juga kota-kota lainnya.

Ketika bencana, biasanya kita rame-rame bersedekah. Itu sih sudah bagus. Bagian dari empati dan solidaritas. Tapi, sekarang coba dibalik. Kita rame-rame bersedekah, maka mudah-mudahan kita terhindar dari #bencana. Bukankah sedekah itu menolak bala?

Kalau secara pribadi kita rajin bersedekah, mudah-mudahan kita terhindar dari tabrakan, kerugian, atau sakit. Nah, kalau secara kolektif kita rajin bersedekah, tentunya manfaatnya akan lebih besar lagi. Bukan pada pribadi A atau B saja.

Banjir. Jelas, ini teguran keras buat seluruh rakyat Indonesia. Bukan kota tertentu saja. Seringkali kita yang mengundang bencana. Ya, mengundang bencana. Kok bisa? Yah, bisa. Karena perilaku harian kita, misalnya merusak alam, nyampah sembarangan, menyepelekan selokan, takabur, maksiat, dan lain-lain.

Kita sama-sama tahu #JakartaBanjir. Demikian juga daerah-daerah lainnya. Mari kita bantu para pengungsi (untuk pembelian makanan, selimut, obat, dll). Transfer berapa saja kd BNI Syariah 66-0000-1000 an Aksi Cepat Tanggap. Ini rekening khusus, tidak perlu SMS konfirmasi.

Setidaknya bantu doa dan share tulisan ini ke teman-teman kita. Saatnya aksi nyata. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Setan Mau Pensiun :)

Suatu hari, setan curhat sama temannya.

"Aku mau pensiun saja jadi setan. Kesal juga godain manusia. Dia yang enak-enak, eh aku yang disalahin."

"KORUPSI, dia yang menikmati, eh aku yang disalahin. Katanya dipengaruhi setan."

"SELINGKUH, dia yang keenakan, eh aku disalahin. Katanya digoda setan."

"MABOK, dia yang keenakan, eh aku disalahin. Katanya diajak setan."

Hehehe. Humor adalah salah satu keunggulan dari otak kanan. Nabi Muhammad pun kadang melontarkan humor. Yang penting, tidak berlebihan.

Ternyata inilah manfaat humor (yang cerdas tentunya) di lingkungan kerja, seperti dikutip oleh Forbes:
- Ciptakan kebersamaan
- Tingkatkan loyalitas keeja
- Tingkatkan peluang promosi

Studi dari Robert Half International menyatakan 91 persen eksekutif percaya bahwa guyon nan cerdas dapat membuat karier mereka lebih melejit. Dan 84 persen lainnya percaya bahwa guyon mampu meningkatkan kinerja mereka secara periodik.

Sementara itu, survei yang dilakukan oleh UC Browser terhadap 9.136 pengguna internet, mengungkapkan bahwa ciri-ciri pasangan idaman bagi pengguna mobile internet di Indonesia adalah sosok yang lucu alias humoris.

Hasil survei ini kurang-lebih mirip dengan riset yang dilakukan Jeffrey Hall dari University of Kansas yang menyebutkan bahwa semakin pria berusaha melucu dan semakin ia beroleh respons bagus, maka semakin tinggi kemungkinan hubungan itu berjalan baik-baik saja.

Penemuan ini juga selaras dengan preferensi orang Indonesia terhadap iklan-iklan jenaka seperti laporan Google baru-baru ini. Yang penting, humor yang dilontarkan tidak berlebihan. Right? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk ber-dhuha dan tidur siang (jangan salah, ini sunnah). Ketika resepsi, engkau pun mampu menyiapkan tempat duduk untuk seluruh tamu yang menghadiri, sehingga mereka tidak perlu lagi makan sambil berdiri (katanya, ini standing party, padahal melanggar perintah Nabi).

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengab, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.

#JadilahMiliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip, misalnya saat Al-Maidah dinistakan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.

Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Gugahan dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.

Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga banyak pembaca yang mengamini.
Apa jadinya kalau diri Anda dibanding-bandingkan dengan orang lain? Jujur saja, orang dewasa sangat tidak suka jika dirinya dibanding-bandingkan dengan orang lain, gitu kan?

Sejatinya, anak-anak pun demikian, di mana mereka merasa direndahkan saat dibanding-bandingkan. Orangtua entah sadar atau tidak sadar, sering membandingkan si anak dengan kakaknya atau adiknya atau anak lainnya.

Berharap si anak dapat mencontohnya tapi ternyata itu malah menyakitkan hatinya. Dan bukan sekedar itu saja, anak yang sering dibanding-bandingkan akan merasa tidak memiliki kemampuan yang memadai, sehingga runtuhlah rasa percaya dirinya untuk tumbuh dan berkembang.

Nah, jika orangtua tidak segera memperbaiki hal ini, rasa inferior akan tertanam secara mendalam pada si anak hingga dewasa nanti. Minder, dendam, atau tidak merasa damai adalah sejumlah dampaknya.

Sebagaimana sistem otak bekerja, saat anak tidur ringan dalam kondisi otak alpha, pengalaman anak apapun di hari itu akan masuk ke otak bawah sadar anak dan pengalaman itu baru bisa hilang 10-14 tahun kemudian.

Perhatikan baik-baik, inilah yang menyebabkan kenapa sebuah pengalaman kecil akan tetap teringat hingga dewasa dan mempengaruhi sikap orang-orang dewasa.

Tanpa perlu membanding-bandingkan, berilah anak pengajaran dan kasih-sayang. Ketika anak-anak riang dan dicurahi kasih-sayang, maka keluarlah segala potensi yang terpendam. Ketika mereka murung? Sebaliknya, potensi mereka akan terkurung.



Ditulis oleh Ippho Santosa & Tim Khalifah
Tak perlu jadi superhero untuk mendapatkan wanita. Justru, seorang wanita yang tepat dapat mengubah seorang pria jadi superhero. Itu menurut Deadpool dan menurut saya ada benarnya.

Menurut riset yang dari perusahaan biro jodoh asal Singapura, Lunch Actually, ternyata wanita Indonesia cenderung lebih matre. Dalam artian, menilai pria dari sisi materi. Ya, ada semacam kecenderungan.

Masih menurut riset tersebut, kebanyakan wanita di Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan yang mapan. Dan riset ini tidak main-main, karena berdasarkan pengamatan terhadap 1.659 responden.

Lantas, apa pendapat saya?
-  Mapan, nikah.
-  Belum mapan, tetap nikah.
-  Itulah saran saya.

Apa dasarnya? Justru setelah menikah, biasanya rezeki membaik. Lebih mudah menuju mapan. Dan perihal ini sudah terbukti di mana-mana. Ya, menikah itu mengundang rezeki.

Pada akhirnya, wanita yang tepat juga pria yang tepat, jika ditakdirkan bertemu satu sama lain, ternyata membaikkan rezeki kedua-duanya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



Note: Ayo ajak dan sarankan teman-teman kita untuk bergabung ke channel Telegram @ipphoright atau minta mereka klik telegram.me/ipphoright
Walaupun punya beberapa kelemahan kelemahan, tetap saja emas menyandang sederet kelebihan yang menakjubkan. Tak terbantahkan. Beberapa netizen pun sempat bertanya kepada saya, soal emas.

Mungkin Anda tahu, saya dan tim saya, setiap akhir bulan, berusaha rutin menabung emas. Bukan rahasia lagi, emas menjadi solusi nyata bagi kita yang tengah mempersiapkan dana umrah, dana haji, biaya pendidikan, DP kendaraan, dan DP rumah.

Semua orang maklum, dari segi capital gain, properti menang telak dan mutlak ketimbang emas. Namun properti juga menyimpan kelemahan tersendiri, misalnya tidak likuid (perlu proses lama untuk jual-beli), dikekang aturan bank, dan modal relatif besar. Kalau emas? Likuid, bebas bank, dan modal relatif kecil. Rp 100 ribu juga bisa.

Emas itu stabilizer. Benar, emas tidak bisa melipatagandakan kekayaan kita. Akan tetapi, emas bisa menjaga kekayaan kita. Dalam jangka panjang, inflasi pastilah kalah telak dan mutlak jika berhadap-hadapan dengan emas. Sedangkan #InvestEmas dalam jangka pendek, trading, derivatif, dan perhiasan, TIDAK saya anjurkan. Sekali lagi, tidak saya anjurkan.

Sebagai alternatif investasi, coba rutinkan setiap bulannya membeli emas minimal Rp 100 ribu. Rutin. Tiga tahun kemudian, Anda akan melihat dan merasakan keajaiban. Karena dalam jangka panjang emas selalu naik dan ini sudah terbukti selama 14 abad. Anda bisa membeli emas di toko emas, Antam, atau Pegadaian.

Selamat mencoba!
Investasi emas saat ini adalah pilihan yang sangat rasional. Kenapa? Karena tak semua orang mampu membeli properti. Dan tak semua orang punya ilmu tentang saham. Mungkin di antara kita banyak yang termasuk dalam dua kelompok ini.

Investasi emas merupakan pilihan favorit yang dilakukan masyarakat sejak dulu sampai sekarang. Bagaimana dengan Anda? Pengen berinvestasi emas yang aman, ringan, sekaligus menguntungkan? Baiklah, saya akan berbagi tips dalam sejumlah tulisan.

Sebelum #InvestEmas, baiknya tentukan dulu apa tujuan Anda, misalnya untuk DP rumah, DP kendaraan, DP haji, DP umrah, dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan, modal usaha, biaya pernikahan, biaya liburan, dan lain sebagainya.

Setelah itu, tentukan jangka waktunya, apakah itu jangka waktu pendek (1 hingga 3 tahun), jangka menengah (4 hingga 7 tahun), atau jangka panjang (lebih dari 7 tahun). Sebenarnya, lebih panjang lebih baik. Hukum Compound akan bekerja.

Investasi emas relatif berbeda dengan investasi saham atau reksadana. Harga emas cenderung selalu naik. Terutama dalam jangka panjang. Selain itu, emas bisa langsung diuangkan (likuid) kalau-kalau Anda butuh tunai.

Anda bisa membeli emas yang terjamin aslinya di Antam. Kalau mau lebih fleksibel, Anda bisa membuka rekening tabungan emas di Pegadaian. Tabung ya, bukan cicil. Saya pun melakukan ini, menabung emas di Pegadaian. Setidaknya, Anda bisa membeli emas di toko emas terdekat. Yang penting, belinya disiplin setiap bulannya.

Ayo praktek! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apa impian Anda?
Belum tercapai?

Padahal Anda:
- Sudah berusaha...
- Sudah berdoa...
- Sudah sedekah...

Maka, yang jadi pertanyaan adalah, "Sudahkah impian itu diselaraskan?"

Inilah pesan guru saya, "Apapun impianmu, selaraskan dan komunikasikan dengan orang-orang terdekatmu. Seperti istri, ayah, dan ibu. Syukur-syukur kalau para sahabat turut mendukungmu."

Benarkah seperti itu? Ya benar, seperti itu. Semakin banyak, semakin selaras, yah semakin melaju. Kalau perlu, sebangsa setuju dan turut mendukungmu.

Dalam perusahaan, ini namanya Vision Alignment. Segala visi dan target di perusahaan hendaknya diselaraskan dan dikomunikasikan dengan seluruh tim juga keluarga mereka masing-masing.

Target, kalau selaras, akan terjadi percepatan. Kalau tidak selaras, sebaliknya, akan terjadi perlambatan. Pada akhirnya, mari kita selaraskan visi dan target kita dengan orang-orang terdekat, bukan saja tim di kantor tapi juga keluarga di rumah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya tulisan ini, terutama dengan rekan kerja kita di kantor.
Kekayaan Raja Salman sempat membuat kita geleng-geleng kepala. Tak ayal lagi, sebagian orang langsung berharap. Namun, sebelum beliau dan rombongan tiba di Indonesia, saya sempat berpesan kepada peserta magang di kantor saya, "Don't expect too much."

Silakan menjamu dan memuliakan beliau sebagai tamu istimewa. Tapi kita sebagai bangsa Indonesia dan sebagai umat Muslim jangan berharap berlebihan atas kedatangan Raja Salman. Bukan apa-apa, kuatirnya nanti malah kecewa.

Btw, mungkinkah pengusaha Indonesia bisa sekaya beliau?

Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.

Kebanyakan kita, punya uang dulu, baru yakin. Nggak punya uang, nggak yakin. Ngawur itu. Makanya selalu keteteran uang. Nggak datang-datang uangnya, hehe. Lha, harusnya? Yah, yakin dulu. Sekali lagi, yakin dulu.

Terkait penafkahan, bukan rezeki yang kurang. Mungkin keyakinan dan ikhtiar yang kurang. Akhirnya uang yang disalahkan dan dipermasalahkan. Ini menyesatkan.

Ketika Anda gagal, berarti itu adalah signal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Mungkin ikhtiar Anda. Mungkin akhlak Anda. Mungkin amal Anda. Atau yang lainnya.

Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Menjelang #InvestEmas, baiknya kita tentukan dulu apa tujuannya, apakah untuk DP rumah, DP kendaraan, DP haji, DP umrah, dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan, modal usaha, biaya pernikahan, biaya liburan, atau lain sebagainya.

Setelah tujuannya yang jelas, nah, barulah kita menentukan strateginya. Pertama, kita harus tahu dulu seberapa banyak emas yang bisa kita kumpulkan dan seberapa lama. Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki saat ini.

Saat membeli emas, pasti Anda ingin tahu berapa harganya. Sebaiknya belilah emas dari Pegadaian atau Antam, karena mutunya terjamin dan harganya terpercaya. Anda pun bisa mengunjungi web mereka. Di sini, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai emas secara rinci setiap harinya.

Menariknya, di Pegadaian Anda bisa membuka rekening tabungan emas dengan modal minim. Misal, Rp100ribu. Ini bukan cicil emas, melainkan tabungan emas atau investasi emas. Tentunya, sebaik-baiknya dilakukan rutin setiap bulannya dan dalam jangka panjang. Saran saya, minimal 3 tahun.

Finally, happy investing!
"Kok nggak berani buka usaha?"

"Takut, Pak. Takut rugi, takut jatuh miskin."

"Apa? Takut miskin? Emang pernah kaya?"

Hehehe...

Ada semacam ketakutan yang nggak jelas ketika seseorang disuruh buka usaha. Lazimnya, karena takut rugi.

Kali ini saya tak mau berdebat. Alih-alih berdebat, saya mau menawarkan solusi saja.

Ya, sebuah solusi buat Anda. Maksudnya?

Saya mau menawarkan sebuah peluang usaha tanpa modal. Anda tidak salah baca, ini beneran, tanpa modal.

Yang penting, Anda punya handphone dan mau berusaha.

Lha, gimana caranya? Sabar ya. Besok saya umumkan.
Seringkali orang batal membuka usaha karena alasan modal. Katanya, nggak punya modal. Kalaupun punya modal, takut modalnya hilang alias rugi.

Kali ini saya ingin memberikan solusi buat Anda yang ingin:
- memulai usaha tanpa modal
- marginnya lumayan
- resikonya minim
- produknya standar internasional
- khasiat terasa dalam 14 sampai 21 hari

Sampai di sini, Anda pun mulai tertarik dengan peluang ini. Toh ini tanpa modal.

Coba bayangkan, saat Anda gigih menawarkan dan menjual dalam 3 bulan, bukan mustahil insentif (komisi) yang Anda terima sama dengan pendapatan Anda saat ini. Yang penting, Anda sungguh-sungguh saja.

Berikut ini adalah link-nya:
http://BPaffiliate.com/

Karena usaha ini teramat mudah dan menguntungkan, Anda pun semakin tertarik untuk mencoba dan menekuninya. Tapi jangan anggap enteng. Soalnya, rumus sukses di mana-mana yah sama saja. Anda perlu sungguh-sungguh.

Sekiranya Anda ingin mengubah nasib, mungkin Anda merasa inilah momentum-nya. Sering kali peluang datang tapi hilang begitu saja karena kita kebanyakan alasan.

Saatnya bermental pemenang. Seperti apa mental pemenang itu? Minim alasan, surplus action. Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk mulai, klik saja >> http://BPaffiliate.com/
Sedekah hukumnya sunnah. Menuntut ilmu hukumnya wajib. Memang, sedekah punya keutamaan. Tapi jangan salah, menuntut ilmu lebih utama.

Bagi teman-teman yang ingin belajar bareng saya, berikut ini adalah seminar-seminar saya yang terdekat:

- Kupang 0821-4771-7930
  Amaris, 4 Maret

- Lombok 0818-0888-8496
  Mataram, 5 Maret

- Yogya 0821-3717-7559
- Solo 0812-3423-4514
- Gorontalo 0812-9600-3288
- Makassar 0815-4333-3600
- Bojonegoro 0857-3336-4999
- Jakarta 0815-4333-3600

Untuk mengetahui detail waktu, tempat, dan biaya, silakan SMS nomor panitia yang tertera di atas. Sekali lagi, SMS. Bukan telepon...
Kemarin, selama dua hari saya bersama ibu saya berada di Ende, NTT. Di sinilah Bung Karno diasingkan Belanda dan merenungi nilai-nilai Pancasila. Di sini pula ada Wologai dan Saga, dua kampung adat yang sudah berusia ratusan tahun. Di sini pula ada Kelimutu, tiga danau yang berubah-ubah warnanya dan tergambar di uang kertas Rp 5.000 yang lama. Alhamdulillah, saya bersama ibu saya sempat mengunjungi ini semua.

Sayangnya, ketimpangan ekonomi antara investor (kebanyakan dari Jakarta) dengan masyarakat setempat di NTT membuat kita prihatin. Dan ketimpangan ini terlihat semakin mencolok kalau Anda berkeliling di Labuan Bajo. Btw, berapa jumlah si kaya di bumi ini? Berapa pula jumlah di miskin saat ini?

Bank Dunia memetakan adanya ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang mencolok di Indonesia, di mana 1% penduduk menguasai 40% sampai 50% kekayaan nasional. Ini mengerikan.

Keadaan memburuk semenjak kita memasuki era reformasi, karena menurut Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), lembaga yang dipimpin oleh Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, di tahun 1990-an masih 30% penduduk yang menguasai 70-an persen PDB.

Hati-hati, ketimpangan ekonomi ini akan memicu kemarahan, kebencian, juga kriminalitas dari si miskin terhadap si kaya. Bagai bom waktu saja. Tak heran, kericuhan kecil bisa membolasalju karena bergeraknya dan berkumpulnya kaum yang disebut-sebut marginal ini.

Ingatlah, berpisahnya Bangladesh dari Pakistan pada tahun 70-an, salah satunya dipicu oleh faktor ketimpangan ekonomi. Toh, kita juga pernah mengalaminya, yaitu berupa krisis moneter dan kerusuhan pada tahun 1998.

Lantas, apa solusi praktis dari saya? Pertama, galakkan sedekah, zakat, dan wakaf. Terus, apa lagi? Sebuah pesan klasik dari Nabi Muhammad, menjadi landasan utama bagi saya dalam berpikir, "9 dari 10 bagian kehidupan berada di perniagaan."

Apa artinya? Bahasa gampangnya, 90% uang beredar di kalangan pengusaha. Yang 10% barulah beredar di kalangan yang lain. Dengan kata lain, untuk mapan dan kaya finansial (MKF) akan lebih mudah kalau Anda menjadi pengusaha atau investor.

Yang namanya pengusaha, tidak harus dimulai dengan usaha yang besar-besaran. Boleh usaha yang kecil-kecilan dulu. Bertahap, kemudian barulah diperbesar. Ketika pantas dan tiba waktunya, insya Allah besar beneran. Hal ini saya sampaikan kepada Bang Fajar dan rekannya, dua orang yang menemani saya selama berada di Ende.

Pada akhirnya, daripada mengutuk ketimpangan ekonomi, lebih baik kita berbuat sebisanya dan menjadi bagian dari solusi. Tentu, sembari memberi masukan kepada pemerintah dan pengusaha-pengusaha besar agar lebih peka pada permasalahan ini.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kelar seminar di NTT dan NTB, saya bersama ibu jalan-jalan dulu ke Bukit Selong. Senin, insya Allah ke Pantai Pink. Terlepas dari itu, saya berharap Anda tidak termasuk dalam kelompok "I hate Monday."

Menurut British Medical Journal, serangan jantung meningkat sampai 20% pada hari Senin. Entah kenapa. Btw, berdasar survey saya dan tim selama ini, setidaknya ada lima penyebab mengapa orang cenderung berkeluh-kesah di kantor.

Pertama, kurang dihargai perusahaan (secara materi dan non-materi). Kedua, tidak mencintai pekerjaan. Ketiga, tidak menyukai lingkungan kerja. Keempat, tidak memaknai kerja sebagai ibadah. Kelima, kurang bersabar juga kurang bersyukur. Dan menariknya, satu sebab saja tidak membuat orang serta-merta jadi tukang keluh.
 
Bukan di kantor saja, melainkan di mana saja, kita baiknya menghindari keluh-kesah. Karena memang merugikan. Benar-benar merugikan. Bukankah mengeluh itu bisa merusak pikiran, kesehatan, juga keberuntungan? Dan satu hal ini mesti Anda catat baik-baik, kalau Anda ingin bejo alias beruntung maka Anda harus menghindari sikap JEBOL.

Lima huruf yang membentuk JEBOL ini adalah singkatan. Maksudnya Justify alias membenarkan diri sendiri, Excuse alias mencari-cari alasan, Blame alias menyalahkan orang lain, Ostrich alias tidak mau tahu, dan Lazy alias malas. Tak perlu dipikir-pikir lagi, hindari saja semuanya.
 
Misal, di kantor Anda memiliki atasan seperti si boss di film My Stupid Boss atau film Horrible Boss. Benar-benar menyebalkan. Apa saran saya? Yah, ubah. Kalau nggak bisa, pindah. Kalau nggak bisa juga, tetaplah bekerja dengan baik. Lha, kenapa?

Begini. Sekiranya Anda bekerja dengan baik, maka:
-       Pengalaman Anda dan jam terbang Anda tetap bertambah
-       Relasi Anda dan nama baik Anda semakin terjaga
-       Berimbas pahala karena kerja dimaknai ibadah
-       Si boss malah kehilangan semuanya
-       Anda untung, si boss yang rugi
 
Sebisa-bisanya, hindari keluh-kesah. Karena sekali lagi, mengeluh itu merusak pikiran, kesehatan, juga keberuntungan. Sampai di sini saya pun berharap Anda termasuk dalam kelompok "I love Monday." Sekian dari saya, Ippho Santosa.



----------------------------------
Ajak teman-teman kita beralih dari WA ke Telegram. Lebih ringan, lebih aman, dan lebih cepat. Channel Telegram Ippho Santosa: Telegram.me/ipphoright
----------------------------------
Hugh Jackman dan Robert Downey Jr, adalah dua aktor yang paling mengena dalam memerankan karakter superhero-nya, dalam hal ini Wolverine dan Iron Man. Total. Ini menurut pendapat pribadi saya yang tentu saja sangat subjektif.

Btw, saya ini 'sufi'. Maksudnya 'suka film' hehe. Bukan pengamat film ya. Selama ini saya dan istri lumayan ngikutin film-film terbaru yang tayang di bioskop, terutama film-film action.

Diperankan oleh Hugh Jackman, kita seolah-olah bisa merasakan sosok Wolverine atau Logan begitu suram dan gemar menyendiri. Diperankan oleh Robert Downey Jr, kita seolah-olah bisa merasakan sosok Iron Man atau Tony Stark begitu powerful dan kadang belagu.

Di Museum Madame Tussaud di Los Angeles, bersama istri, saya melihat patung lilin Wolverine dan Iron Man sangat diminati. Pengunjung mengantri dan silih berganti berfoto di sampingnya.

Kemudian saya melakukan komparasi. Saya melihat aktor-aktor yang lain 'cuma' menjalankan perannya sebagai superhero. Tapi belum benar-benar mengena. Tidak 100% total.

Lantas, apa hikmahnya buat kita? Nah, kita sehari-hari menyandang peran yang harus kita jalankan. Right? Entah sebagai manajer, dokter, guru, arsitek, pengusaha, mahasiswa, atau peran lainnya. Maka, jalankan peran itu dengan total. Jangan asal.

Selama 5 hari ini, saya berada di Flores dan Kupang (NTT) juga di Lombok (NTB). Sebisanya, saya berusaha menjalankan peran saya sebagai motivator dan sebagai traveller dengan total. Di buku Success Protocol, saya pun menyerukan, "Bekerjalah dengan itqan." Artinya:
- teliti
- hati-hati
- sepenuh hati
- bermutu tinggi

Apalagi kita sama-sama tahu, kerja adalah ibadah. Dengan memaknai kerja adalah ibadah, semoga kita tidak termasuk golongan orang yang gemar mengeluh dan bergunjing di kantor.

Terlepas dari itu, tak semua negara mengenal konsep kerja adalah ibadah. Beruntunglah, walaupun belum sempurna penerapannya, Indonesia sedikit-banyak mengenal konsep #KerjaItuIbadah.

Kembali soal menjalankan peran dengan total. Sekiranya ini benar-benar terjadi, maka insya Allah kita akan lebih puas, lebih bahagia, lebih bermakna, lebih dihormati, dan dibayar tinggi. Jadi, sangat menguntungkan dari berbagai sisi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



Note: Saatnya ajak keluarga kita bergabung ke channel Telegram @ipphoright atau klik telegram.me/ipphoright - Semoga setiap niat dan ajakan kita terhitung amal.
Berhentilah mengeluh soal pekerjaan. Setiap atasan dan perusahaan pasti punya kelemahan. Bayangkan, kalau mereka serba sempurna, mungkin dia tidak merekrut Anda.

Satu hal lagi, seburuk apapun keadaan, tetaplah pelajari sisi-sisi baik dari si boss. Toh, dengan segala kekurangannya, dia berhasil menjadi boss. Iya tho? Pasti ada kelebihannya.

Di film My Stupid Boss, ada kejadian di mana seorang boss yang menjengkelkan ternyata memiliki impian yang kuat dan dia pun berseru, “Impossible, we do. Miracle, we try.” Ini kan bagus. Kenapa nggak dipelajari dan ditiru?

Btw, sulit Anda ngaku-ngaku 'kerja adalah ibadah' kalau Anda selalu berkeluh-kesah. Salah-salah, bisa hilang segala berkah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dunia, termasuk harta, boleh dinikmati. Yang penting, jangan berlebih-lebihan dan jangan bermegah-megahan. Kali ini saya mengajak sidang pembaca menyimak pendapat ulamanya para ulama. Namanya Syeikh Yusuf Qardhawi.

Beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah saya sempat bertamu dan bertemu dengan Syeikh Yusuf Qardhawi di rumahnya. Personal. Ada beberapa hal yang saya tanya dan beliau jawab, di antaranya peranan harta.

Sebagai ketua para ulama di dunia, beliau mengatakan bahwa harta itu mutlak diperlukan. Lapar, kan perlu makan. Haus, kan perlu minum. Takut, kan perlu naungan. Termasuk urusan dakwah. Jangan tabu dengan harta.

Beliau pun mengingatkan pentingnya bersedekah dengan mengutip Surat Al-Ma’un. Namun beliau juga mengingatkan bahaya bermegah-megahan dengan mengutip Surat Al-Takatsur. Masya Allah, peringatan yang berimbang!

Kalau Anda punya uang Rp 1 triliun, bukan berarti setelah berzakat dan bersedekah sebesar 60%, Anda bebas menggunakan sekitar 40% seenaknya. Uang sebesar Rp400miliar, ini jumlah yang nggak main-main. Harus ada pertanggung-jawaban. Kepantasan. Kewajaran.

Boleh-boleh saja menikmati dunia. Tapi, sekali lagi, dengan kepantasan dan kewajaran. Tidak berlebih-lebihan dan tidak bermegah-megahan.

Kurang kaya apa Umar dan Usman di zamannya? Demikian pula kekuasaannya, kurang apa? Adakah mereka bermegah-megahan? Setahu saya, Umar hanya pernah mengizinkan bawahannya sesekali menunjukkan kekuatan hartanya untuk menggetarkan musuh. Benar-benar sesekali. Bukan gaya hidup sehari-hari.

Memang Umar memiliki banyak ladang. Tapi ia gunakan itu untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Minimal, membuka lapangan kerja. Wong, lauk yang ia makan cuma satu setiap kali ia makan.

Contoh lain. Anda membeli Volvo seharga hampir Rp 1 M dengan alasan keamanan pribadi, itu sah-sah saja. Seorang kepala negara memakai sedan anti peluru seharga puluhan miliar dengan alasan keamanan negara, itu pun sah-sah saja. Soal fungsi tho, bukan soal emosi.

Tapi kalau Anda memesan mobil khusus berlapis emas atau mengoleksi ratusan mobil (koleksi pribadi ya, bukan untuk bisnis), kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan. Sayangnya, kita masih menyaksikan fenomena semacam ini di sejumlah keluarga raja.

Contoh lain. Anda membeli handphone berbasis satelit seharga 20-an juta dengan tujuan kemudahan kerja di hutan atau di pertambangan, itu sah-sah saja. Soal fungsi tho, bukan soal emosi. Tapi kalau Anda membeli handphone berlapis emas, kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan.

Di sejumlah kediaman raja, diberitakan perabot-perabot pun berlapis emas. Padahal, agama tidak pernah menganjurkan begitu. "Tapi itu kan uangnya sendiri, terserah dia dong!" Secara rasional, dalih itu memang betul. Namun secara spiritual, sepertinya ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Karena, lagi-lagi, bertentangan dengan semangat Al-Takatsur.

Saya kenal dengan sejumlah triliuner Indonesia yang harga tasnya (atau harga tas istrinya) cuma beberapa juta rupiah saja. Padahal, kalau mereka mau membeli tas Hermes seharga Rp250juta, yah bisa-bisa saja. Itu receh, bagi mereka.

Kita pun sama-sama tahu, harta Warren Buffett sempat mencapai US$ 70 miliar (sekitar ratusan triliun rupiah). Tapi, ia memilih untuk tetap tinggal di rumah seharga US$ 32 ribu (kalau dirupiahkan, cuma semiliar atau kurang).

Boro-boro punya mobil mewah dan kapal pesiar, Warren Buffett lebih memilih mengendarai mobil tua yang dia beli seharga US$ 50 ribu. Kalau sarapan, ternyata ia tidak pernah menghabiskan lebih dari US$ 3,2 atau Rp 45.000. Ingat ya, ia salah satu orang terkaya di dunia.

Serunya, kekayaan sebesar itu merupakan hasil jerih-payahnya sendiri. Bukan karena ayahnya mewariskan harta. Bukan pula karena keluarganya berstatus bangsawan. Serunya lagi, Warren Buffett lebih tertarik berdonasi ke yayasan orang lain ketimbang ke yayasannya sendiri.

Demikianlah. Boleh menikmati dunia. Tapi, dengan kewajaran. Tidak bermegah-megahan. Warren Buffett adalah contoh yang relatif baik. Sekian dari saya, Ippho Santosa.