Pakar-pakar mulai 'galau' menyikapi nasib industri iklan koran ke depannya. Benar-benar galau. Sudah sekian kali saya coba, ternyata Facebook Marketing lebih ampuh daripada iklan koran. Biaya jauh lebih murah, target jauh lebih terarah.
Munculnya Twitter, Instagram, dan Snapchat awal-awalnya memang menarik perhatian. Orang-orang terpikat. Dan seolah-olah Facebook diabaikan. Namun entah kenapa, sebagian besar netizen kembali lagi ke Facebook. Di Indonesia, yah begitu polanya.
Prinsip pemasaran kan sederhana. Di mana ada keramaian, di situlah penjual turut berada. Mendekat. Merapat. Saran saya, bagi Anda yang entrepreneur dan profesional, ada baiknya belajar Facebook Marketing. Sepertinya Facebook akan bertahan sangat lama dan tetap berpengaruh.
Ilmu Facebook Marketing amat berguna bagi Anda yang ingin menjual jasa, barang, ide, termasuk juga berdakwah. Benar-benar tokcer. Nah, karena banyak yang meminta training-nya sejak lama, maka saya dan tim berusaha memenuhi permintaan ini.
One-Day Training
Raih Omset Rp 100 Juta
Hanya Lewat Facebook
Bersama Ippho dan Tim
Bagaimana cara praktis melejitkan omset, dengan teknik-teknik yang terukur.
Bagaimana dengan biaya iklan Rp50ribu bisa closing produk senilai Rp1juta atau lebih, hanya dalam 3 hari, hanya dengan FB.
Bagaimana membuat produk anda tepat sasaran, secara tempat, waktu, dan orang.
5 alasan mengapa memilih Facebook Marketing:
- Tertarget & Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
Dengan kata lain, sangat efektif dan sangat efisien. Cocok untuk pemula atau siapa saja.
Materi yang akan dibahas seharian oleh saya dan tim:
🚀 Konsep Dasar FB Marketing
🚀 Pola Kerja FB Ads
🚀 Dasar-Dasar FB Ads
🚀 Mengapa Harus Beriklan di FB?
🚀 Bagaimana Memulainya?
🚀 Cara Membuat Akun Iklan
🚀 Ads Copy Facebook Ads
🚀 Cara Mengintip Iklan Orang Lain
🚀 Cara Bayar & Tagihannya
🚀 Memahami Karakter Customer
🚀 Tips & Trik Khusus di FB
🚀 Teknik 'Split Test' agar Lebih Murah
🚀 Case Study Rekrut Karyawan
🚀 Case Study Promo Properti
🚀 Case Study Bisnis Lokal
🚀 Case Study Bisnis Yang Inspiring
🚀 Teknik Saji & Sunting Gambar Yang Menarik Tanpa Harus Jago Desain
🚀 Riset & Analisa Atas Audiens
Catat waktunya:
Senin, 6 Feb 2017
Jam 09.00-15.00 wib
Gedung Gramedia, Palmerah
Sebelum training ini dipublikasikan, alhamdulillah setengah seat sudah ludes. Baiknya Anda daftar saja segera. Training sejenis biasanya dijual Rp2juta bahkan lebih. Dan seperti biasa, saya selalu memberikan penawaran yang menarik.
Harga normal
Rp1,2juta
Harga promo 2
Rp1juta
Harga promo 1
Rp900ribu
(promo s/d 30 Jan)
Harga naik pada 31 Jan, jam 6 sore.
Minat? Serius?
- Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa
- Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)
Seat sangat terbatas. Jika Anda sudah transfer dan sudah SMS, mohon kesabarannya. Sekali lagi, sabar. Dan tenang saja, bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk.
Jangan lagi kita mengeluh bisnis mandek atau mentok. Mungkin kitanya yang masih bermalasan dan beralasan untuk belajar. Maka, ambil kesempatan emas ini dan bersiaplah mengalami perubahan!
Munculnya Twitter, Instagram, dan Snapchat awal-awalnya memang menarik perhatian. Orang-orang terpikat. Dan seolah-olah Facebook diabaikan. Namun entah kenapa, sebagian besar netizen kembali lagi ke Facebook. Di Indonesia, yah begitu polanya.
Prinsip pemasaran kan sederhana. Di mana ada keramaian, di situlah penjual turut berada. Mendekat. Merapat. Saran saya, bagi Anda yang entrepreneur dan profesional, ada baiknya belajar Facebook Marketing. Sepertinya Facebook akan bertahan sangat lama dan tetap berpengaruh.
Ilmu Facebook Marketing amat berguna bagi Anda yang ingin menjual jasa, barang, ide, termasuk juga berdakwah. Benar-benar tokcer. Nah, karena banyak yang meminta training-nya sejak lama, maka saya dan tim berusaha memenuhi permintaan ini.
One-Day Training
Raih Omset Rp 100 Juta
Hanya Lewat Facebook
Bersama Ippho dan Tim
Bagaimana cara praktis melejitkan omset, dengan teknik-teknik yang terukur.
Bagaimana dengan biaya iklan Rp50ribu bisa closing produk senilai Rp1juta atau lebih, hanya dalam 3 hari, hanya dengan FB.
Bagaimana membuat produk anda tepat sasaran, secara tempat, waktu, dan orang.
5 alasan mengapa memilih Facebook Marketing:
- Tertarget & Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
Dengan kata lain, sangat efektif dan sangat efisien. Cocok untuk pemula atau siapa saja.
Materi yang akan dibahas seharian oleh saya dan tim:
🚀 Konsep Dasar FB Marketing
🚀 Pola Kerja FB Ads
🚀 Dasar-Dasar FB Ads
🚀 Mengapa Harus Beriklan di FB?
🚀 Bagaimana Memulainya?
🚀 Cara Membuat Akun Iklan
🚀 Ads Copy Facebook Ads
🚀 Cara Mengintip Iklan Orang Lain
🚀 Cara Bayar & Tagihannya
🚀 Memahami Karakter Customer
🚀 Tips & Trik Khusus di FB
🚀 Teknik 'Split Test' agar Lebih Murah
🚀 Case Study Rekrut Karyawan
🚀 Case Study Promo Properti
🚀 Case Study Bisnis Lokal
🚀 Case Study Bisnis Yang Inspiring
🚀 Teknik Saji & Sunting Gambar Yang Menarik Tanpa Harus Jago Desain
🚀 Riset & Analisa Atas Audiens
Catat waktunya:
Senin, 6 Feb 2017
Jam 09.00-15.00 wib
Gedung Gramedia, Palmerah
Sebelum training ini dipublikasikan, alhamdulillah setengah seat sudah ludes. Baiknya Anda daftar saja segera. Training sejenis biasanya dijual Rp2juta bahkan lebih. Dan seperti biasa, saya selalu memberikan penawaran yang menarik.
Harga normal
Rp1,2juta
Harga promo 2
Rp1juta
Harga promo 1
Rp900ribu
(promo s/d 30 Jan)
Harga naik pada 31 Jan, jam 6 sore.
Minat? Serius?
- Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa
- Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)
Seat sangat terbatas. Jika Anda sudah transfer dan sudah SMS, mohon kesabarannya. Sekali lagi, sabar. Dan tenang saja, bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk.
Jangan lagi kita mengeluh bisnis mandek atau mentok. Mungkin kitanya yang masih bermalasan dan beralasan untuk belajar. Maka, ambil kesempatan emas ini dan bersiaplah mengalami perubahan!
Anda bergabung di berapa grup WA? Telegram? Line?
Zaman sekarang, kita mengalami berbagai ketidakfokusan karena banyaknya informasi yang masuk. Walhasil kita jadi kurang jernih dalam berpikir dan memutuskan.
Saya pribadi cenderung tidak bergabung di banyak grup WA. Atau Telegram. Cukup beberapa saja. Tak sampai 7. Pengalaman saya, berbagai notification hanya bikin kita tidak fokus dan tidak jernih.
Informasi dari WA bisa 'lebih mengganggu' pikiran kita ketimbang informasi dari media massa biasa. Kenapa? Karena informasi dari WA itu berasal dari kenalan kita. Biasanya begitu. Tentunya mereka lebih kita dengarkan.
Kalau saya dapat tawaran dari teman-teman untuk bergabung di grup WA ini-itu (padahal grupnya tidak relevan buat diri saya) maka saya berikan nomor HP alternatif. Silaturahim pun tetap terjalin.
Ingat ya, banyaknya informasi tidak membuat kita bertambah cerdas. Sama sekali tidak. Hanya informasi yang terpilih dan relevan yang membuat kita bertambah cerdas.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Zaman sekarang, kita mengalami berbagai ketidakfokusan karena banyaknya informasi yang masuk. Walhasil kita jadi kurang jernih dalam berpikir dan memutuskan.
Saya pribadi cenderung tidak bergabung di banyak grup WA. Atau Telegram. Cukup beberapa saja. Tak sampai 7. Pengalaman saya, berbagai notification hanya bikin kita tidak fokus dan tidak jernih.
Informasi dari WA bisa 'lebih mengganggu' pikiran kita ketimbang informasi dari media massa biasa. Kenapa? Karena informasi dari WA itu berasal dari kenalan kita. Biasanya begitu. Tentunya mereka lebih kita dengarkan.
Kalau saya dapat tawaran dari teman-teman untuk bergabung di grup WA ini-itu (padahal grupnya tidak relevan buat diri saya) maka saya berikan nomor HP alternatif. Silaturahim pun tetap terjalin.
Ingat ya, banyaknya informasi tidak membuat kita bertambah cerdas. Sama sekali tidak. Hanya informasi yang terpilih dan relevan yang membuat kita bertambah cerdas.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dino Patti Djalal, mantan dubes Indonesia untuk AS, memberikan statement atas pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS. Ia menganjurkan Trump sebagai pemimpin negara adidaya untuk rendah hati (feel humbled).
Diakui, Trump sudah berhasil beralih dari pengusaha ke politisi. Dari politisi ke presiden. Dino menganjurkan, sekarang saatnya beralih dari presiden ke negarawan (statesman).
Dino juga mengingatkan, kualitas hubungan dunia Islam dan dunia Barat akan menjadi penentu terhadap perdamaian dunia. Kalau hubungan ini baik, baiklah dunia. Kalau hubungan ini buruk, maka buruklah dunia.
Saya pribadi setuju dengan pendapat di atas. Berikut adalah cuplikan statement dari Dr Dino Patti Djalal dalam Bahasa Inggris.
Dear Donald Trump. On 20 January, you will command the world's most powerful military, the world's largest nuclear arsenal, and the world's only superpower. We hope you will feel HUMBLED by the enormous power.
You have successfully made the transition from businessman to politician to president-elect. Now we hope you will swiftly transition to president and to STATESMAN.
Islam is a great faith with 1,6 billion followers, 1 out of 4 people worldwide is a muslim. Islam is also one of the fastest growing religions in the US.
The quality of relations between Islamic world and the western world is one of the KEY DETERMINANTS to world peace. Get it wrong, we all suffer. Get it right, we all prosper.
Diakui, Trump sudah berhasil beralih dari pengusaha ke politisi. Dari politisi ke presiden. Dino menganjurkan, sekarang saatnya beralih dari presiden ke negarawan (statesman).
Dino juga mengingatkan, kualitas hubungan dunia Islam dan dunia Barat akan menjadi penentu terhadap perdamaian dunia. Kalau hubungan ini baik, baiklah dunia. Kalau hubungan ini buruk, maka buruklah dunia.
Saya pribadi setuju dengan pendapat di atas. Berikut adalah cuplikan statement dari Dr Dino Patti Djalal dalam Bahasa Inggris.
Dear Donald Trump. On 20 January, you will command the world's most powerful military, the world's largest nuclear arsenal, and the world's only superpower. We hope you will feel HUMBLED by the enormous power.
You have successfully made the transition from businessman to politician to president-elect. Now we hope you will swiftly transition to president and to STATESMAN.
Islam is a great faith with 1,6 billion followers, 1 out of 4 people worldwide is a muslim. Islam is also one of the fastest growing religions in the US.
The quality of relations between Islamic world and the western world is one of the KEY DETERMINANTS to world peace. Get it wrong, we all suffer. Get it right, we all prosper.
Buku yang satu ini beda. Bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.
Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki.
10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Btw, royalty for charity.
"Mas Ippho, seminarnya untuk charity. Royalty buku juga untuk charity. Terus, untungnya dari mana?" Alhamdulillah, masih ada bisnis-bisnis dan in-house training. Allah Maha Kaya!
Kembali ke 10 Jurus Terlarang. Buku ini menunjukan percepatan-percepatan, lompatan-lompatan, atau gebrakan-gebrakan dengan sentuhan otak kanan. Apakah itu terkait:
- Bisnis
- Keuangan
- Hubungan
- Impian
- Prestasi
Di antara semua buku saya, Mas Jaya Setiabudi lebih menyukai 10 Jurus Terlarang. Katanya, lebih greget dan bikin kaget.
Nah, hari ini insya Allah untuk kedua kalinya saya tampil untuk Milagros. Mereka memborong ratusan buku 10 Jurus Terlarang. Karena menurut leader-leader mereka, buku ini bisa membawa perubahan.
Teman-teman yang sudah punya buku ini, kalau boleh, saya mau minta tolong. Boleh? Maksud saya, tolong pinjamkan buku tersebut kepada saudara-saudaranya. Agar mereka semua turut mengalami perubahan.
Semoga jadi amal kita sama-sama.
Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki.
10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Btw, royalty for charity.
"Mas Ippho, seminarnya untuk charity. Royalty buku juga untuk charity. Terus, untungnya dari mana?" Alhamdulillah, masih ada bisnis-bisnis dan in-house training. Allah Maha Kaya!
Kembali ke 10 Jurus Terlarang. Buku ini menunjukan percepatan-percepatan, lompatan-lompatan, atau gebrakan-gebrakan dengan sentuhan otak kanan. Apakah itu terkait:
- Bisnis
- Keuangan
- Hubungan
- Impian
- Prestasi
Di antara semua buku saya, Mas Jaya Setiabudi lebih menyukai 10 Jurus Terlarang. Katanya, lebih greget dan bikin kaget.
Nah, hari ini insya Allah untuk kedua kalinya saya tampil untuk Milagros. Mereka memborong ratusan buku 10 Jurus Terlarang. Karena menurut leader-leader mereka, buku ini bisa membawa perubahan.
Teman-teman yang sudah punya buku ini, kalau boleh, saya mau minta tolong. Boleh? Maksud saya, tolong pinjamkan buku tersebut kepada saudara-saudaranya. Agar mereka semua turut mengalami perubahan.
Semoga jadi amal kita sama-sama.
Mau berumrah? Kalau Anda mau berumrah atau mengumrahkan, berarti tulisan ini untuk Anda. Ya, untuk Anda. Cuma 1 menit, sempatkan baca.
Ditanya, mau umrah nggak? Jawabnya, "Buat makan aja susah!" Aneh nih orang. Ditanya apa, jawabnya apa. Nggak ngerti Bahasa Indonesia kali ya, hehehe. Berpikirlah positif. Bukankah Tuhanmu maha kaya dan maha besar, tak sekecil pikiranmu? Berapapun saldo kita masing-masing, saya harap kita semua setuju.
Seorang muslim, kalau ditanya soal umrah, yah jawab saja, "Insya Allah mau. Insya Allah berangkat." Nggak susah tho? Ini soal pola pikir saja. Lha, kalau kita ngomong, "Buat makan aja susah," walhasil makannya makin susah dan umrahnya makin payah! Bertambah-tambah! Kata-kata itu kan doa. Apalagi kalau sampai terekam oleh otak bawah sadar.
Begini. Umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Yang beginian, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan. Sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya.
Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah. Mohon maaf, ini omong kosong namanya! Sekali lagi, omong kosong! Apa perlu saya ulang untuk ketiga kalinya?
Jadi, baiknya gimana? Lha, masih nanya! Yah pantaskan diri. Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin?
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
Ditanya, mau umrah nggak? Jawabnya, "Buat makan aja susah!" Aneh nih orang. Ditanya apa, jawabnya apa. Nggak ngerti Bahasa Indonesia kali ya, hehehe. Berpikirlah positif. Bukankah Tuhanmu maha kaya dan maha besar, tak sekecil pikiranmu? Berapapun saldo kita masing-masing, saya harap kita semua setuju.
Seorang muslim, kalau ditanya soal umrah, yah jawab saja, "Insya Allah mau. Insya Allah berangkat." Nggak susah tho? Ini soal pola pikir saja. Lha, kalau kita ngomong, "Buat makan aja susah," walhasil makannya makin susah dan umrahnya makin payah! Bertambah-tambah! Kata-kata itu kan doa. Apalagi kalau sampai terekam oleh otak bawah sadar.
Begini. Umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Yang beginian, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan. Sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya.
Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah. Mohon maaf, ini omong kosong namanya! Sekali lagi, omong kosong! Apa perlu saya ulang untuk ketiga kalinya?
Jadi, baiknya gimana? Lha, masih nanya! Yah pantaskan diri. Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin?
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
Ahad saya ke Semarang.
Serunya, di bandara Jakarta, saya bertemu Bu Guril, Founder Arminareka. Di pesawat, bertemu Bu Emmy, Presdir Phapros, salah satu raksasa farmasi. Alhamdulillah, ini rezeki. Kok disebut rezeki?
Ngobrol-ngobrol sama mereka, alhamdulillah saya dapat ilmu baru dan wawasan baru. Bukankah itu rezeki? Kita sama-sama tahu beliau-beliau ini adalah sosok-sosok yang luar biasa.
Di bandara Semarang, untuk kesekian kalinya saya bertemu Kak Seto, tokoh pendidikan anak Indonesia. Sebelumnya kami pernah berseminar bareng. Pernah pula tampil di TV One bareng.
Lagi-lagi saya dapat rezeki berupa ilmu. Kak Seto menegaskan bahwa pendidikan anak bukan tanggung-jawab ibu semata. Mungkin ini karena kerisauan beliau melihat para ayah yang sibuk mencari nafkah namun lalai dan abai terhadap pendidikan anaknya.
Coba kita sejenak kita renungkan. Kalau untuk bisnis saja sempat, mestinya untuk anak lebih sempat. Iya tho? Padahal, anak kalau dekat dengan orangtuanya akan menjadi anak yang sehat, kuat, taat, hangat, dan bersahabat.
Dipilihnya hari ibu, hari ayah, hari anak, itu semata-mata sebagai momentum belaka. Reminder. Walaupun esensi dan penerapannya setiap hari. Ya, setiap hari. Yuk introspeksi.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Serunya, di bandara Jakarta, saya bertemu Bu Guril, Founder Arminareka. Di pesawat, bertemu Bu Emmy, Presdir Phapros, salah satu raksasa farmasi. Alhamdulillah, ini rezeki. Kok disebut rezeki?
Ngobrol-ngobrol sama mereka, alhamdulillah saya dapat ilmu baru dan wawasan baru. Bukankah itu rezeki? Kita sama-sama tahu beliau-beliau ini adalah sosok-sosok yang luar biasa.
Di bandara Semarang, untuk kesekian kalinya saya bertemu Kak Seto, tokoh pendidikan anak Indonesia. Sebelumnya kami pernah berseminar bareng. Pernah pula tampil di TV One bareng.
Lagi-lagi saya dapat rezeki berupa ilmu. Kak Seto menegaskan bahwa pendidikan anak bukan tanggung-jawab ibu semata. Mungkin ini karena kerisauan beliau melihat para ayah yang sibuk mencari nafkah namun lalai dan abai terhadap pendidikan anaknya.
Coba kita sejenak kita renungkan. Kalau untuk bisnis saja sempat, mestinya untuk anak lebih sempat. Iya tho? Padahal, anak kalau dekat dengan orangtuanya akan menjadi anak yang sehat, kuat, taat, hangat, dan bersahabat.
Dipilihnya hari ibu, hari ayah, hari anak, itu semata-mata sebagai momentum belaka. Reminder. Walaupun esensi dan penerapannya setiap hari. Ya, setiap hari. Yuk introspeksi.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Belajar membuat kita bertumbuh. Benar-benar bertumbuh.
Weekend kemarin adalah dua hari menyenangkan bagi saya. Sabtu pagi, saya berseminar untuk sekitar 1000 leader dari Milagros di Balai Sarbini. Ini tahun kedua, tepatnya kali kedua, saya mengisi buat mereka.
"Begitu attitude dan action diubah, maka omset pun turut berubah," ungkap Mas Angga, salah satu pemilik Milagros. Mas Angga mengaku, omset mereka tumbuh sampai 170% setelah praktek isi seminar saya setahun yang lalu.
Alhamdulillah, saya turut bersyukur akan pertumbuhan tersebut. Siapapun tahu, semua kebaikan hanya dari Allah. Kita-kita ini hanya menjalankan peran dan takdirnya masing-masing. Nggak pantes ngaku-ngaku.
Berlanjut, Minggu pagi saya berseminar 'Meraih Rp 100 Juta Pertama' di Semarang. Ada 400-an peserta. Seperti yang teman-teman tahu, tiketnya untuk donasi. Insya Allah donasinya disalurkan via ACT untuk pembangunan sekolah di pelosok Indonesia. Sejauh ini, kita sudah membangun 5 sekolah.
Salah satu netizen nyeletuk, "Mas Ippho, seminarnya untuk charity. Royalty buku juga untuk charity. Terus, untungnya dari mana?" Alhamdulillah, masih ada bisnis-bisnis dan in-house training. Allah Maha Kaya!
Terus-terang, saya ingin sekali membawa perubahan kepada teman-teman semua. Tepatnya, perubahan nasib. Yang saya yakini, kalau saya mau lebih sukses, saya harus membantu orang-orang untuk turut sukses. Istilahnya, sukses dan menyukseskan.
Karena banyak yang bertanya soal jadwal seminar saya yang berikutnya, sekalian saya beritahu:
- Malang 28 Jan, 0857-7900-0306
- Surabaya 29 Jan, 0823-3444-0812
- Bandung 4 Feb, 0882-1727-1401
- Jakarta 26 Feb, 0815-4333-3600
Untuk lengkapnya, silakan merapat ke kota terdekat dan SMS panitia setempat. Sekali lagi, belajar membuat kita bertumbuh. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Weekend kemarin adalah dua hari menyenangkan bagi saya. Sabtu pagi, saya berseminar untuk sekitar 1000 leader dari Milagros di Balai Sarbini. Ini tahun kedua, tepatnya kali kedua, saya mengisi buat mereka.
"Begitu attitude dan action diubah, maka omset pun turut berubah," ungkap Mas Angga, salah satu pemilik Milagros. Mas Angga mengaku, omset mereka tumbuh sampai 170% setelah praktek isi seminar saya setahun yang lalu.
Alhamdulillah, saya turut bersyukur akan pertumbuhan tersebut. Siapapun tahu, semua kebaikan hanya dari Allah. Kita-kita ini hanya menjalankan peran dan takdirnya masing-masing. Nggak pantes ngaku-ngaku.
Berlanjut, Minggu pagi saya berseminar 'Meraih Rp 100 Juta Pertama' di Semarang. Ada 400-an peserta. Seperti yang teman-teman tahu, tiketnya untuk donasi. Insya Allah donasinya disalurkan via ACT untuk pembangunan sekolah di pelosok Indonesia. Sejauh ini, kita sudah membangun 5 sekolah.
Salah satu netizen nyeletuk, "Mas Ippho, seminarnya untuk charity. Royalty buku juga untuk charity. Terus, untungnya dari mana?" Alhamdulillah, masih ada bisnis-bisnis dan in-house training. Allah Maha Kaya!
Terus-terang, saya ingin sekali membawa perubahan kepada teman-teman semua. Tepatnya, perubahan nasib. Yang saya yakini, kalau saya mau lebih sukses, saya harus membantu orang-orang untuk turut sukses. Istilahnya, sukses dan menyukseskan.
Karena banyak yang bertanya soal jadwal seminar saya yang berikutnya, sekalian saya beritahu:
- Malang 28 Jan, 0857-7900-0306
- Surabaya 29 Jan, 0823-3444-0812
- Bandung 4 Feb, 0882-1727-1401
- Jakarta 26 Feb, 0815-4333-3600
Untuk lengkapnya, silakan merapat ke kota terdekat dan SMS panitia setempat. Sekali lagi, belajar membuat kita bertumbuh. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dulu, kalau nggak salah tahun 2009, ibu saya tanpa sengaja pernah bercerita tentang keinginannya untuk berumrah di bulan Ramadhan. Sebut saja, angan-angan. Tahu sendiri kan, umrah Ramadhan dua kali lipat lebih mahal daripada umrah biasa.
Saat itu saya nggak punya uang. Bener-bener nggak punya uang. Tapi alhamdulillah, saya masih punya keyakinan. Langsung saja saya sambar, "Insya Allah berangkat, Bu. Umrah Ramadhan." Ternyata, beneran. Dengan izin Allah, tahu-tahu uangnya ada dan ibu saya bisa berangkat. Surprise-nya lagi, saya pun ikut berangkat.
Jadilah kami berdua berangkat umrah Ramadhan. Benar-benar surprise. Setiba di airport, menjelang boarding ke Jeddah, saya cek rekening saya di ATM. Anda tahu, berapa uang saya yang tersisa? Tak sampai Rp100ribu. Anda nggak salah baca, tak sampai Rp100ribu. Tapi, saya nggak nyesel. Bersyukur malah, "Alhamdulillah, bisa berumrah. Ramadhan lagi."
Itulah umrah pertama saya, tahun 2009. Alhamdulillah sepulangnya, saya mengalami percepatan demi percepatan. Sebagian dari Anda mungkin tahu apa saja yang Allah titipkan kepada saya mulai tahun 2010 sampai sekarang, 2017. Btw, kapan-kapan kita akan bercerita soal keajaiban Multazam.
Dulu, saya pernah menunjukkan peta dunia di hadapan ibu saya (dari sebuah majalah). Saya bilang ke ibu saya, "Ibu tunjuk saja, mau ke negara mana. Insya Allah kita ke sana." Apakah saat itu saya punya uang? Siapa bilang! Yang ada cuma keyakinan. Tapi, jangan salah, yakin sama Allah, itu saja sudah lebih dari cukup. Ini iman namanya, bukan takabur.
Kebanyakan orang, ada uang, baru yakin. Nggak ada uang, nggak yakin. Harusnya? Ada uang atau nggak ada uang, yah tetap yakin. Jangan uang yang dijadikan Tuhan. Justru kalau yakin, uangnya akan dimudahkan untuk ada. Ini serius, nggak mengada-ngada.
Benar saja, akhirnya saya bisa mengajak ibu saya dan mertua saya bertandang ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Brunei, Mesir, Arab Saudi, Turki, Jepang, sampai ke Derawan, Pulau Komodo, dan Raja Ampat. Pernah juga mereka jalan-jalan sendiri tanpa saya ke Tiongkok, Palestina, dan Jordan. Sebentar lagi ke Spanyol, insya Allah.
Kalau ke Hongkong, mereka sudah tiga kali. Misalnya lagi cekak, ya sudah, kami jalannya yang dekat-dekat saja, yang murah-murah saja. Toh, yang paling utama adalah jalan bareng siapa, bukan jalan ke mana. Right?
Apa nggak boros, jalan-jalan seperti itu? Kalau jalan-jalan sendiri, yah boros. Kalau bareng orangtua, nggak boros. Insya Allah ini bagian dari berbakti. Tahu sendiri kan, berbakti malah mengundang rezeki. Tak perlu diragukan lagi, itu pasti.
Ada juga yang nyeletuk, "Jalan bareng orangtua terus, kasihan istrinya nggak diajak." Hehe, masing-masing ada waktunya. Setahun menikah, alhamdulillah saya dan istri bisa berumrah. Tiga tahun menikah, alhamdulillah kami bisa berhaji. Sempat juga kami ke Amerika, Australia, dan Jepang. Masing-masing ada waktunya.
Semoga teman-teman semua juga dimampukan untuk mengajak keluarganya jalan-jalan. Yang dekat, boleh. Yang jauh, juga boleh. Terutama berumrah. Niatnya untuk beribadah dan menyenangkan keluarga karena Allah. Semoga dimudahkan ya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saat itu saya nggak punya uang. Bener-bener nggak punya uang. Tapi alhamdulillah, saya masih punya keyakinan. Langsung saja saya sambar, "Insya Allah berangkat, Bu. Umrah Ramadhan." Ternyata, beneran. Dengan izin Allah, tahu-tahu uangnya ada dan ibu saya bisa berangkat. Surprise-nya lagi, saya pun ikut berangkat.
Jadilah kami berdua berangkat umrah Ramadhan. Benar-benar surprise. Setiba di airport, menjelang boarding ke Jeddah, saya cek rekening saya di ATM. Anda tahu, berapa uang saya yang tersisa? Tak sampai Rp100ribu. Anda nggak salah baca, tak sampai Rp100ribu. Tapi, saya nggak nyesel. Bersyukur malah, "Alhamdulillah, bisa berumrah. Ramadhan lagi."
Itulah umrah pertama saya, tahun 2009. Alhamdulillah sepulangnya, saya mengalami percepatan demi percepatan. Sebagian dari Anda mungkin tahu apa saja yang Allah titipkan kepada saya mulai tahun 2010 sampai sekarang, 2017. Btw, kapan-kapan kita akan bercerita soal keajaiban Multazam.
Dulu, saya pernah menunjukkan peta dunia di hadapan ibu saya (dari sebuah majalah). Saya bilang ke ibu saya, "Ibu tunjuk saja, mau ke negara mana. Insya Allah kita ke sana." Apakah saat itu saya punya uang? Siapa bilang! Yang ada cuma keyakinan. Tapi, jangan salah, yakin sama Allah, itu saja sudah lebih dari cukup. Ini iman namanya, bukan takabur.
Kebanyakan orang, ada uang, baru yakin. Nggak ada uang, nggak yakin. Harusnya? Ada uang atau nggak ada uang, yah tetap yakin. Jangan uang yang dijadikan Tuhan. Justru kalau yakin, uangnya akan dimudahkan untuk ada. Ini serius, nggak mengada-ngada.
Benar saja, akhirnya saya bisa mengajak ibu saya dan mertua saya bertandang ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Brunei, Mesir, Arab Saudi, Turki, Jepang, sampai ke Derawan, Pulau Komodo, dan Raja Ampat. Pernah juga mereka jalan-jalan sendiri tanpa saya ke Tiongkok, Palestina, dan Jordan. Sebentar lagi ke Spanyol, insya Allah.
Kalau ke Hongkong, mereka sudah tiga kali. Misalnya lagi cekak, ya sudah, kami jalannya yang dekat-dekat saja, yang murah-murah saja. Toh, yang paling utama adalah jalan bareng siapa, bukan jalan ke mana. Right?
Apa nggak boros, jalan-jalan seperti itu? Kalau jalan-jalan sendiri, yah boros. Kalau bareng orangtua, nggak boros. Insya Allah ini bagian dari berbakti. Tahu sendiri kan, berbakti malah mengundang rezeki. Tak perlu diragukan lagi, itu pasti.
Ada juga yang nyeletuk, "Jalan bareng orangtua terus, kasihan istrinya nggak diajak." Hehe, masing-masing ada waktunya. Setahun menikah, alhamdulillah saya dan istri bisa berumrah. Tiga tahun menikah, alhamdulillah kami bisa berhaji. Sempat juga kami ke Amerika, Australia, dan Jepang. Masing-masing ada waktunya.
Semoga teman-teman semua juga dimampukan untuk mengajak keluarganya jalan-jalan. Yang dekat, boleh. Yang jauh, juga boleh. Terutama berumrah. Niatnya untuk beribadah dan menyenangkan keluarga karena Allah. Semoga dimudahkan ya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Umrah itu mengundang solusi dan memudahkan rezeki. Selain itu, umrah juga menghapus dosa dan memudahkan doa.
Yuk umrah bersama Ippho Santosa dan miliarder-miliarder muslim lainnya.
1. Ippho Santosa dan istri.
2. Ir. Hj. Darnely Guril (Pendiri PT Arminareka Perdana).
3. Drs. H. Juli Irmayanto, MM (Salah Satu Penggerak Umrah Terbesar di Dunia).
DP Rp 3,5 jt
Total US$ 2350
6-14 April 2017 (9 hari)
Pesawat Garuda
Hotel Bintang 4
Beranikan diri untuk DP Rp 3,5 jt. Kalau kita berani take action dan memantaskan diri, insya Allah akan dimampukan. Boleh DP, boleh juga langsung lunas. Transfer ke:
Atas nama PT Arminareka Perdana
BCA : 751.0172.820
Mandiri : 156.000140.8550
BSM : 0690038383
BNI: 0147752748
BRI : 0528.01.000088.30.3
Selama perjalanan, jamaah bisa berkonsultasi dengan Ippho Santosa dan Juli Irmayanto.
Sekali lagi, umrah adalah pengundang solusi dan pemudah rezeki. Apa lagi yang kita ragukan?
Info:
0857-7183-7568
0896-9763-6485
Yuk umrah bersama Ippho Santosa dan miliarder-miliarder muslim lainnya.
1. Ippho Santosa dan istri.
2. Ir. Hj. Darnely Guril (Pendiri PT Arminareka Perdana).
3. Drs. H. Juli Irmayanto, MM (Salah Satu Penggerak Umrah Terbesar di Dunia).
DP Rp 3,5 jt
Total US$ 2350
6-14 April 2017 (9 hari)
Pesawat Garuda
Hotel Bintang 4
Beranikan diri untuk DP Rp 3,5 jt. Kalau kita berani take action dan memantaskan diri, insya Allah akan dimampukan. Boleh DP, boleh juga langsung lunas. Transfer ke:
Atas nama PT Arminareka Perdana
BCA : 751.0172.820
Mandiri : 156.000140.8550
BSM : 0690038383
BNI: 0147752748
BRI : 0528.01.000088.30.3
Selama perjalanan, jamaah bisa berkonsultasi dengan Ippho Santosa dan Juli Irmayanto.
Sekali lagi, umrah adalah pengundang solusi dan pemudah rezeki. Apa lagi yang kita ragukan?
Info:
0857-7183-7568
0896-9763-6485
ATM itu ampuh. Bener-bener ampuh. Maksudnya, Amati-Tiru-Modifikasi. Misal, bisnis orang lain yang terbukti dan teruji sukses, yah kita tiru saja. Namun di sini bukan sekedar meniru. Perlu kreativitas juga. Iya tho?
Di mana kita harus melakukan sedikit modifikasi agar sesuai dengan perusahaan kita (C1, Company), sesuai dengan selera pelanggan kita (C2, Customer), dan berbeda dengan pesaing kita (C3, Competitor).
Kisah sukses merek-merek besar menginspirasi entrepreneur-entrepreneur lokal untuk menjadi jagoan di kotanya masing-masing. Entrepreneur-entrepreneur lokal ini memodifikasi, sehingga hadirlah bisnis-bisnis yang kreatif.
Ibaratnya fasilitas copy paste di pengetikan, kita harus menambahkan editing-editing agar hasilnya lebih apik dan lebih menarik.
Misal, merek A harganya mahal. Kita? Tawarkan harga murah.
Merek B ukurannya besar. Kita? Berikan ukuran kecil.
Merek C distribusinya di supermarket. Kita? Jual melalui reseller.
Merek D promosinya di stasiun TV. Kita? Sosialisasi di socmed.
Merek E target pasarnya keluarga. Kita? Segmennya anak muda.
Ini yang namanya modifikasi. Sekarang tugas kita, carilah merek-merek nasional yang relevan. Lalu, kita amati dan cermati. Dengan teliti dan hati-hati. Terus, kita ikuti. Kemudikan lakukan sedikit modifikasi. Agar produk kita lebih disukai customer, menyentuh hati.
Siap?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Di mana kita harus melakukan sedikit modifikasi agar sesuai dengan perusahaan kita (C1, Company), sesuai dengan selera pelanggan kita (C2, Customer), dan berbeda dengan pesaing kita (C3, Competitor).
Kisah sukses merek-merek besar menginspirasi entrepreneur-entrepreneur lokal untuk menjadi jagoan di kotanya masing-masing. Entrepreneur-entrepreneur lokal ini memodifikasi, sehingga hadirlah bisnis-bisnis yang kreatif.
Ibaratnya fasilitas copy paste di pengetikan, kita harus menambahkan editing-editing agar hasilnya lebih apik dan lebih menarik.
Misal, merek A harganya mahal. Kita? Tawarkan harga murah.
Merek B ukurannya besar. Kita? Berikan ukuran kecil.
Merek C distribusinya di supermarket. Kita? Jual melalui reseller.
Merek D promosinya di stasiun TV. Kita? Sosialisasi di socmed.
Merek E target pasarnya keluarga. Kita? Segmennya anak muda.
Ini yang namanya modifikasi. Sekarang tugas kita, carilah merek-merek nasional yang relevan. Lalu, kita amati dan cermati. Dengan teliti dan hati-hati. Terus, kita ikuti. Kemudikan lakukan sedikit modifikasi. Agar produk kita lebih disukai customer, menyentuh hati.
Siap?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Godaan bagi pria adalah wanita.
Godaan bagi wanita? Shopping.
Hehehe.
Barang-barang yang terlihat biasa oleh pria, mungkin saja dianggap 'lucu' oleh wanita. "Duh, ini lucu ya," ujarnya. Pasangannya diam saja, nggak ngomong apa-apa. Sang pria cuma berpikir, "Apanya yang lucu ya?"
Btw katanya, wanita itu lemah. Tapi begitu diajak shopping, wanita mendadak perkasa luar biasa, sampai-sampai nggak ada saldo yang tersisa, hehehe.
Terbukti, wanita mampu 'tawaf' atau 'gerilya' ke seluruh sudut mall. Atau, bagaikan seorang cagub, ia sanggup blusukan serta menanyakan harga-harga di setiap toko. Padahal, selisih harganya nggak seberapa, tapi muter-muternya nggak kira-kira.
Ketika shopping, sebagian wanita pun merasa bersalah. Maka mereka berdoa dalam hati, "Aku berlindung dari godaan SALE yang terkutuk!" Hehehe.
Terus, baiknya gimana?
Begini. Sebenarnya, pekerjaan ibu rumahtangga itu kadang melelahkan dan menjemukan. Jika istri sesekali shopping, yah izinkan saja. Toh yang dia beli untuk keluarga dan rumahtangga juga. Setuju?
Sebaliknya, wanita pun hendaknya 'peka'. Apa yang benar-benar kebutuhan. Apa yang cuma sekedar keinginan. Berapa pendapatan suami. Mesti tahu ini semua. Sehingga suami pun bisa 'ridha' ketika melepas istrinya shopping.
Sampaikan tulisan ini kepada pasangannya masing-masing ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Godaan bagi wanita? Shopping.
Hehehe.
Barang-barang yang terlihat biasa oleh pria, mungkin saja dianggap 'lucu' oleh wanita. "Duh, ini lucu ya," ujarnya. Pasangannya diam saja, nggak ngomong apa-apa. Sang pria cuma berpikir, "Apanya yang lucu ya?"
Btw katanya, wanita itu lemah. Tapi begitu diajak shopping, wanita mendadak perkasa luar biasa, sampai-sampai nggak ada saldo yang tersisa, hehehe.
Terbukti, wanita mampu 'tawaf' atau 'gerilya' ke seluruh sudut mall. Atau, bagaikan seorang cagub, ia sanggup blusukan serta menanyakan harga-harga di setiap toko. Padahal, selisih harganya nggak seberapa, tapi muter-muternya nggak kira-kira.
Ketika shopping, sebagian wanita pun merasa bersalah. Maka mereka berdoa dalam hati, "Aku berlindung dari godaan SALE yang terkutuk!" Hehehe.
Terus, baiknya gimana?
Begini. Sebenarnya, pekerjaan ibu rumahtangga itu kadang melelahkan dan menjemukan. Jika istri sesekali shopping, yah izinkan saja. Toh yang dia beli untuk keluarga dan rumahtangga juga. Setuju?
Sebaliknya, wanita pun hendaknya 'peka'. Apa yang benar-benar kebutuhan. Apa yang cuma sekedar keinginan. Berapa pendapatan suami. Mesti tahu ini semua. Sehingga suami pun bisa 'ridha' ketika melepas istrinya shopping.
Sampaikan tulisan ini kepada pasangannya masing-masing ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Benarkah pria lebih cepat meninggal? Tenyata benar.
Survei Vanity Fair terhadap sekitar 1.000 pria dewasa, ternyata 70% pria kalau boleh memilih akan memilih meninggal duluan sebelum istrinya. Yah maunya begitu. Dan rupa-rupanya, kemauan mereka itu 'terkabul' dalam dunia nyata, hehehe.
Terlepas dari itu, kenapa pria lebih cepat meninggal ketimbang wanita? Sebabnya ini dijawab oleh Buzzle.
Begini. Pria tidak terlatih menghadapi perubahan fisik yang ekstrim. Beda dengan wanita yang terlatih, berhubung pernah hamil dan melahirkan. Btw, ini lazim terjadi pada mamalia, di mana si betina cenderung hidup lebih lama ketimbang si jantan.
Sebab-sebab lain? Karena adanya menstruasi, wanita mengalami pengurangan zat besi dan juga pengurangan radikal bebas. Ini ada baiknya. Sementara, pria tidak mengalami fenomena ini.
Terus, apa implikasi dari fakta yang mengejutkan ini? Pria, mau nggak mau, harus lebih mempersiapkan segala sesuatu buat dirinya juga keluarganya. Ya, mempersiapkan segala sesuatu.
Selain pendidikan yang cukup, pria terutama suami mesti mempersiapkan penafkahan yang cukup untuk istrinya dan keluarganya. Misalnya tempat tinggal, biaya pendidikan, dan cadangan tunai. Ini adalah tanggung-jawab pria dan tak bisa didelegasikan.
Jangan sampai, ketika ia meninggal duluan, anak-anaknya kocar-kacir karena minusnya penafkahan. Adalah benar Allah maha mencukupi, namun manusia diwajirkan untuk berpikir dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh.
Sejak lama saya menyerukan agar pria kuat dari segi penafkahan. Sejak lama pula saya berseru, "Pria sejati itu sedikit bicara banyak transfer." Untuk apa? Menafkahi keluarga, menggaji karyawan, menuntut ilmu, dan bersedekah.
Para pria, selagi masih ada waktu, mari persiapkan diri kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Agar manfaat tulisan ini menyebar, ajak teman-teman kita bergabung ke sini. Channel Telegram @ipphoright. Minta mereka search, lalu add. Insya Allah kami akan berbagi ilmu buat semua)
Survei Vanity Fair terhadap sekitar 1.000 pria dewasa, ternyata 70% pria kalau boleh memilih akan memilih meninggal duluan sebelum istrinya. Yah maunya begitu. Dan rupa-rupanya, kemauan mereka itu 'terkabul' dalam dunia nyata, hehehe.
Terlepas dari itu, kenapa pria lebih cepat meninggal ketimbang wanita? Sebabnya ini dijawab oleh Buzzle.
Begini. Pria tidak terlatih menghadapi perubahan fisik yang ekstrim. Beda dengan wanita yang terlatih, berhubung pernah hamil dan melahirkan. Btw, ini lazim terjadi pada mamalia, di mana si betina cenderung hidup lebih lama ketimbang si jantan.
Sebab-sebab lain? Karena adanya menstruasi, wanita mengalami pengurangan zat besi dan juga pengurangan radikal bebas. Ini ada baiknya. Sementara, pria tidak mengalami fenomena ini.
Terus, apa implikasi dari fakta yang mengejutkan ini? Pria, mau nggak mau, harus lebih mempersiapkan segala sesuatu buat dirinya juga keluarganya. Ya, mempersiapkan segala sesuatu.
Selain pendidikan yang cukup, pria terutama suami mesti mempersiapkan penafkahan yang cukup untuk istrinya dan keluarganya. Misalnya tempat tinggal, biaya pendidikan, dan cadangan tunai. Ini adalah tanggung-jawab pria dan tak bisa didelegasikan.
Jangan sampai, ketika ia meninggal duluan, anak-anaknya kocar-kacir karena minusnya penafkahan. Adalah benar Allah maha mencukupi, namun manusia diwajirkan untuk berpikir dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh.
Sejak lama saya menyerukan agar pria kuat dari segi penafkahan. Sejak lama pula saya berseru, "Pria sejati itu sedikit bicara banyak transfer." Untuk apa? Menafkahi keluarga, menggaji karyawan, menuntut ilmu, dan bersedekah.
Para pria, selagi masih ada waktu, mari persiapkan diri kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Agar manfaat tulisan ini menyebar, ajak teman-teman kita bergabung ke sini. Channel Telegram @ipphoright. Minta mereka search, lalu add. Insya Allah kami akan berbagi ilmu buat semua)
Facebook tetap menjadi social media terbesar saat ini. Dengan kata lain, paling ramai. Demikianlah faktanya, entah kita suka atau tidak. Prinsip pemasaran kan sederhana. Di mana ada keramaian, di situlah penjual turut berada.
Saran saya, bagi Anda yang entrepreneur dan profesional, ada baiknya belajar Facebook Marketing. Sepertinya Facebook akan bertahan sangat lama dan paling berpengaruh.
Ilmu Facebook Marketing amat berguna bagi Anda yang ingin menjual jasa, barang, ide, termasuk juga berdakwah. Benar-benar tokcer. Nah, karena banyak yang meminta training-nya sejak lama, maka saya dan tim berusaha memenuhi permintaan ini.
One-Day Training
Raih Omset Rp 100 Juta
Hanya Lewat Facebook
Bersama Ippho dan Tim
Bagaimana cara praktis melejitkan omset, dengan teknik-teknik yang terukur.
Bagaimana dengan biaya iklan Rp50ribu bisa closing produk senilai Rp1juta atau lebih, hanya dalam 3 hari, hanya dengan FB.
Bagaimana membuat produk anda tepat sasaran, secara tempat, waktu, dan orang.
5 alasan mengapa memilih Facebook Marketing:
- Tertarget & Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
Dengan kata lain, sangat efektif dan sangat efisien. Cocok untuk pemula atau siapa saja.
Materi yang akan dibahas seharian oleh saya dan tim:
🚀 Konsep Dasar FB Marketing
🚀 Pola Kerja FB Ads
🚀 Dasar-Dasar FB Ads
🚀 Mengapa Harus Beriklan di FB?
🚀 Bagaimana Memulainya?
🚀 Cara Membuat Akun Iklan
🚀 Ads Copy Facebook Ads
🚀 Cara Mengintip Iklan Orang Lain
🚀 Cara Bayar & Tagihannya
🚀 Memahami Karakter Customer
🚀 Tips & Trik Khusus di FB
🚀 Teknik 'Split Test' agar Lebih Murah
🚀 Case Study Rekrut Karyawan
🚀 Case Study Promo Properti
🚀 Case Study Bisnis Lokal
🚀 Case Study Bisnis Yang Inspiring
🚀 Teknik Saji & Sunting Gambar Yang Menarik Tanpa Harus Jago Desain
🚀 Riset & Analisa Atas Audiens
Catat waktunya:
Senin, 6 Feb 2017
Jam 09.00-15.00 wib
Gedung Gramedia, Palmerah
Ketika training ini dipublikasikan, alhamdulillah 75% seat langsung ludes. Baiknya Anda daftar saja segera. Training sejenis biasanya dijual Rp2juta bahkan lebih. Dan seperti biasa, saya selalu memberikan penawaran yang menarik.
Harga normal
Rp1,2juta
Harga promo 2
Rp1juta
Harga promo 1
Rp900ribu
(promo s/d 30 Jan)
Harga naik pada 31 Jan, jam 6 sore.
Minat? Serius?
- Transfer Rp900ribu ke BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa
- Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)
Seat sangat terbatas. Jika Anda sudah transfer dan sudah SMS, mohon kesabarannya. Sekali lagi, sabar. Dan tenang saja, bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk.
Jangan lagi kita mengeluh bisnis mandek atau mentok. Mungkin kitanya yang masih bermalasan dan beralasan untuk belajar. Maka, ambillah kesempatan emas ini dan bersiaplah mengalami perubahan!
Saran saya, bagi Anda yang entrepreneur dan profesional, ada baiknya belajar Facebook Marketing. Sepertinya Facebook akan bertahan sangat lama dan paling berpengaruh.
Ilmu Facebook Marketing amat berguna bagi Anda yang ingin menjual jasa, barang, ide, termasuk juga berdakwah. Benar-benar tokcer. Nah, karena banyak yang meminta training-nya sejak lama, maka saya dan tim berusaha memenuhi permintaan ini.
One-Day Training
Raih Omset Rp 100 Juta
Hanya Lewat Facebook
Bersama Ippho dan Tim
Bagaimana cara praktis melejitkan omset, dengan teknik-teknik yang terukur.
Bagaimana dengan biaya iklan Rp50ribu bisa closing produk senilai Rp1juta atau lebih, hanya dalam 3 hari, hanya dengan FB.
Bagaimana membuat produk anda tepat sasaran, secara tempat, waktu, dan orang.
5 alasan mengapa memilih Facebook Marketing:
- Tertarget & Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
Dengan kata lain, sangat efektif dan sangat efisien. Cocok untuk pemula atau siapa saja.
Materi yang akan dibahas seharian oleh saya dan tim:
🚀 Konsep Dasar FB Marketing
🚀 Pola Kerja FB Ads
🚀 Dasar-Dasar FB Ads
🚀 Mengapa Harus Beriklan di FB?
🚀 Bagaimana Memulainya?
🚀 Cara Membuat Akun Iklan
🚀 Ads Copy Facebook Ads
🚀 Cara Mengintip Iklan Orang Lain
🚀 Cara Bayar & Tagihannya
🚀 Memahami Karakter Customer
🚀 Tips & Trik Khusus di FB
🚀 Teknik 'Split Test' agar Lebih Murah
🚀 Case Study Rekrut Karyawan
🚀 Case Study Promo Properti
🚀 Case Study Bisnis Lokal
🚀 Case Study Bisnis Yang Inspiring
🚀 Teknik Saji & Sunting Gambar Yang Menarik Tanpa Harus Jago Desain
🚀 Riset & Analisa Atas Audiens
Catat waktunya:
Senin, 6 Feb 2017
Jam 09.00-15.00 wib
Gedung Gramedia, Palmerah
Ketika training ini dipublikasikan, alhamdulillah 75% seat langsung ludes. Baiknya Anda daftar saja segera. Training sejenis biasanya dijual Rp2juta bahkan lebih. Dan seperti biasa, saya selalu memberikan penawaran yang menarik.
Harga normal
Rp1,2juta
Harga promo 2
Rp1juta
Harga promo 1
Rp900ribu
(promo s/d 30 Jan)
Harga naik pada 31 Jan, jam 6 sore.
Minat? Serius?
- Transfer Rp900ribu ke BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa
- Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)
Seat sangat terbatas. Jika Anda sudah transfer dan sudah SMS, mohon kesabarannya. Sekali lagi, sabar. Dan tenang saja, bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk.
Jangan lagi kita mengeluh bisnis mandek atau mentok. Mungkin kitanya yang masih bermalasan dan beralasan untuk belajar. Maka, ambillah kesempatan emas ini dan bersiaplah mengalami perubahan!
Tercatat oleh Wall Street Journal, sang ibu memiliki peran penting dalam mengarahkan anak laki-lakinya menjadi hartawan yang dermawan. Sang ibu adalah mantan guru, yang kemudian fokus menjadi ibu rumah tangga sembari aktif menjadi penggiat sosial, sampai-sampai ia diminta gubernur untuk menjadi Majelis Wali Amanat University of Washington.
Begitu melihat anak laki-lakinya berhasil dalam bisnis dan inovasi, sang ibu memaksa anaknya untuk menyumbangkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu. Si anak pun menuruti nasihat itu. Dan semangat si anak sebagai filantropis semakin menjadi-jadi setelah sang ibu meninggal pada 1994 akibat kanker.
Terlihat jelas di sini, hormat dan taat pada sang ibu membuat posisi si anak semakin terhormat di dunia. Kok bisa? Ya, bisa! Karena kemudian si anak itu menjadi orang terkaya di dunia. Siapa dia? Bill Gates namanya. Semoga kita semua bisa meniru kemurahan hatinya.
Di berbagai penelitian diketahui bahwa anak-anak yang dekat dengan ibunya cenderung lebih mapan dan lebih sehat. Istilahnya, berbakti mengundang rezeki dan durhaka mengundang petaka. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Begitu melihat anak laki-lakinya berhasil dalam bisnis dan inovasi, sang ibu memaksa anaknya untuk menyumbangkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu. Si anak pun menuruti nasihat itu. Dan semangat si anak sebagai filantropis semakin menjadi-jadi setelah sang ibu meninggal pada 1994 akibat kanker.
Terlihat jelas di sini, hormat dan taat pada sang ibu membuat posisi si anak semakin terhormat di dunia. Kok bisa? Ya, bisa! Karena kemudian si anak itu menjadi orang terkaya di dunia. Siapa dia? Bill Gates namanya. Semoga kita semua bisa meniru kemurahan hatinya.
Di berbagai penelitian diketahui bahwa anak-anak yang dekat dengan ibunya cenderung lebih mapan dan lebih sehat. Istilahnya, berbakti mengundang rezeki dan durhaka mengundang petaka. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Saya ibu rumahtangga dari Bali, bersyukur sekali bisa mengikuti Training dan Magang Internet Marketing Mas Ippho yang bertempat di kantornya, BSD. Secara tidak langsung, kami bisa berkonsultasi dengan beliau dan tim."
"Tidak saja ilmu Internet Marketing yang kami dapatkan, tapi juga inspirasi-inspirasi bisnis. Komplit. Yang beginian jarang saya dapatkan di kelas-kelas lainnya."
"Dan saya tak pernah menyangka, bisa secepat itu menghasilkan Rp 8 juta. Hanya dalam waktu beberapa hari. Jadi, magang belum selesai, closing-an sudah berhasil. Ini semata-mata dengan mempraktekkan ilmu-ilmu yang saya peroleh pada hari pertama magang."
"Dan alhamdulillah sekarang hampir setiap hari ada saja closing-an demi closing-an, baik secara online maupun secara offline. Sekarang pun saya masih ingin mengikuti magang ini sekali lagi. Ilmunya luar biasa! Keren abis! Masih saat belajar saja, bisa banjir closing-an!"
"Terima kasih untuk Mas Ippho dan tim yang sudah membuka kesempatan magang ini. Semoga semakin banyak teman-teman yang bisa mengikutinya dan mengalami perubahan seperti saya. Ditunggu jadwal berikutnya."
Ini testimoni dari salah satu peserta magang, Siti Fatimah, Bali.
Yang mau ikut Magang dan Training Internet Marketing Batch-6, masih bisa. Yah, tinggal beberapa seat lagi. Kapan? Diadakan akhir Februari, selama 8 hari, insya Allah.
Ilmu apa saja yang dipelajari?
- Meriset produk-produk laris.
- Merajai halaman 1 Google.
- Jago closing di Facebook.
Biaya normal Rp 7 juta. Promo hanya Rp 3,5 juta (berlaku sampai jam 5 sore, 2 Februari). Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp). Kalau minat, baiknya bersegera sebelum kehabisan seat.
Selamat menjemput perubahan!
"Tidak saja ilmu Internet Marketing yang kami dapatkan, tapi juga inspirasi-inspirasi bisnis. Komplit. Yang beginian jarang saya dapatkan di kelas-kelas lainnya."
"Dan saya tak pernah menyangka, bisa secepat itu menghasilkan Rp 8 juta. Hanya dalam waktu beberapa hari. Jadi, magang belum selesai, closing-an sudah berhasil. Ini semata-mata dengan mempraktekkan ilmu-ilmu yang saya peroleh pada hari pertama magang."
"Dan alhamdulillah sekarang hampir setiap hari ada saja closing-an demi closing-an, baik secara online maupun secara offline. Sekarang pun saya masih ingin mengikuti magang ini sekali lagi. Ilmunya luar biasa! Keren abis! Masih saat belajar saja, bisa banjir closing-an!"
"Terima kasih untuk Mas Ippho dan tim yang sudah membuka kesempatan magang ini. Semoga semakin banyak teman-teman yang bisa mengikutinya dan mengalami perubahan seperti saya. Ditunggu jadwal berikutnya."
Ini testimoni dari salah satu peserta magang, Siti Fatimah, Bali.
Yang mau ikut Magang dan Training Internet Marketing Batch-6, masih bisa. Yah, tinggal beberapa seat lagi. Kapan? Diadakan akhir Februari, selama 8 hari, insya Allah.
Ilmu apa saja yang dipelajari?
- Meriset produk-produk laris.
- Merajai halaman 1 Google.
- Jago closing di Facebook.
Biaya normal Rp 7 juta. Promo hanya Rp 3,5 juta (berlaku sampai jam 5 sore, 2 Februari). Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp). Kalau minat, baiknya bersegera sebelum kehabisan seat.
Selamat menjemput perubahan!
Anda tahu, mukzizat terbesar sepanjang sejarah? Ternyata bukan laut yang terbelah, bukan hidangan dari langit, bukan pula bahtera dari Nabi Nuh. Rupanya, mukzizat terbesar adalah kitab suci, yang tak lain berisi kata-kata.
Ya, kata-kata itu teramat nyata, bukan sekedar cerita.
Secara iman, Anda bisa masuk atau keluar dari agama tertentu hanya dengan kata-kata. Anda bisa menikah atau bercerai hanya dengan kata-kata. Dua kampung bisa saling serang dan bakar-bakaran hanya gegara kata-kata.
Tak ada salahnya kalau kita lebih peka dalam memilih istilah. Carilah istilah yang lebih menyamankan hati.
Kata 'kafir' misalnya. Kata 'kafir' memang tertera di kitab suci, namun hendaknya disampaikan pada waktu dan tempat yang sesuai. Nggak asal. Kalaupun harus menyebut agama seseorang, toh masih bisa memakai istilah lain yang menyamankan hati, seperti 'non muslim' atau 'berbeda iman'.
Coba saja Anda menyapa seorang teman, "Hai kafir, kamu ke mana aja? Kok nggak kelihatan selama ini?"
Terus, teman Anda membalas, "Domba sesat, aku nggak ke mana-mana kok. Tetap stay di sini aja."
Hehehe, enak nggak dengernya? Nggak enak tho?
Bandingkan dengan kata-kata ini, "Perkenalkan, ini teman saya, Bambang namanya. Walaupun kami beda iman, tapi berteman sejak lama." Di sini, istilah 'beda iman' jelas-jelas lebih nyaman didengar ketimbang istilah 'kafir'.
Demikian pula istilah babu dan sinting. Nggak nyaman dengarnya. Toh masih ada istilah-istilah lain yang lebih nyaman. Di sini, perlu kepekaan.
Istilah 'bebek nungging' untuk Pancasila. Istilah 'sila buntut' untuk sila kelima. Kedua-duanya mungkin tidak nyaman didengar. Namun mana yang paling parah? Jelas, bebek nungging. Namun anehnya si pengucap tidak mendapat hukuman apa-apa, malah diangkat menjadi Duta Pancasila.
Sekian bulan Indonesia hiruk-pikuk hanya gara-gara satu orang yang tidak bisa mengontrol kata-kata dari mulutnya. Frasa 'dibohongi pake Al-Maidah' mencuat dan benar-benar melukai hati muslim Indonesia, bahkan muslim dunia.
Tak cukup sampai di situ, tahu-tahu adiknya keceplosan, tak bisa mengontrol kata-kata dari mulutnya mirip-mirip seperti abangnya, "Al-Quran diturunkan oleh Nabi Muhammad." Coba, Muslim mana yang nggak kesal mendengarnya.
Belum lagi kata-kata kasar seperti 'tai, tai' atau 'nenek lu'. Terus, seorang ibu-ibu di depan umum yang ia tuduh maling tapi kemudian terbukti tidak maling. Sebagian Anda mungkin membela tokoh ini. Guru saya cuma mau mengingatkan, "Apa mau kata-kata seperti itu didengar oleh ponakanmu dan anak-anakmu?"
Menurut saya, sekarang Indonesia tengah darurat kata-kata. Mulai saja dari diri kita. Maka, mari kita jaga kata-kata kita, terutama jika itu untuk konsumsi publik dan beragam. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ya, kata-kata itu teramat nyata, bukan sekedar cerita.
Secara iman, Anda bisa masuk atau keluar dari agama tertentu hanya dengan kata-kata. Anda bisa menikah atau bercerai hanya dengan kata-kata. Dua kampung bisa saling serang dan bakar-bakaran hanya gegara kata-kata.
Tak ada salahnya kalau kita lebih peka dalam memilih istilah. Carilah istilah yang lebih menyamankan hati.
Kata 'kafir' misalnya. Kata 'kafir' memang tertera di kitab suci, namun hendaknya disampaikan pada waktu dan tempat yang sesuai. Nggak asal. Kalaupun harus menyebut agama seseorang, toh masih bisa memakai istilah lain yang menyamankan hati, seperti 'non muslim' atau 'berbeda iman'.
Coba saja Anda menyapa seorang teman, "Hai kafir, kamu ke mana aja? Kok nggak kelihatan selama ini?"
Terus, teman Anda membalas, "Domba sesat, aku nggak ke mana-mana kok. Tetap stay di sini aja."
Hehehe, enak nggak dengernya? Nggak enak tho?
Bandingkan dengan kata-kata ini, "Perkenalkan, ini teman saya, Bambang namanya. Walaupun kami beda iman, tapi berteman sejak lama." Di sini, istilah 'beda iman' jelas-jelas lebih nyaman didengar ketimbang istilah 'kafir'.
Demikian pula istilah babu dan sinting. Nggak nyaman dengarnya. Toh masih ada istilah-istilah lain yang lebih nyaman. Di sini, perlu kepekaan.
Istilah 'bebek nungging' untuk Pancasila. Istilah 'sila buntut' untuk sila kelima. Kedua-duanya mungkin tidak nyaman didengar. Namun mana yang paling parah? Jelas, bebek nungging. Namun anehnya si pengucap tidak mendapat hukuman apa-apa, malah diangkat menjadi Duta Pancasila.
Sekian bulan Indonesia hiruk-pikuk hanya gara-gara satu orang yang tidak bisa mengontrol kata-kata dari mulutnya. Frasa 'dibohongi pake Al-Maidah' mencuat dan benar-benar melukai hati muslim Indonesia, bahkan muslim dunia.
Tak cukup sampai di situ, tahu-tahu adiknya keceplosan, tak bisa mengontrol kata-kata dari mulutnya mirip-mirip seperti abangnya, "Al-Quran diturunkan oleh Nabi Muhammad." Coba, Muslim mana yang nggak kesal mendengarnya.
Belum lagi kata-kata kasar seperti 'tai, tai' atau 'nenek lu'. Terus, seorang ibu-ibu di depan umum yang ia tuduh maling tapi kemudian terbukti tidak maling. Sebagian Anda mungkin membela tokoh ini. Guru saya cuma mau mengingatkan, "Apa mau kata-kata seperti itu didengar oleh ponakanmu dan anak-anakmu?"
Menurut saya, sekarang Indonesia tengah darurat kata-kata. Mulai saja dari diri kita. Maka, mari kita jaga kata-kata kita, terutama jika itu untuk konsumsi publik dan beragam. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dulu saya sempat sreg dengan 1-2 program beliau. Sampai-sampai saya retwit di Twitter. Di Facebook sempat juga saya memuji keharmonisan beliau bersama istri. Tapi saya langsung tersadarkan begitu mencuat kasus Sumber Waras, reklamasi, dan Al-Maidah. Ternyata bukan saja korup perangainya tapi juga kotor mulutnya.
Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin seorang terdakwa bisa menghardik dan mengancam seorang petinggi NU, ormas Islam terbesar di negeri ini. Dan satu hal lagi, ulama yang sudah berusia 70-an ini dicecar selama 7 jam. Beradabkah? Manusiawikah?
Sepertinya sudah tabiat, ia gemar sekali menghina. Ia pernah menghina kitab suci orang lain dan kemudian di Al-Jazeera ia mengaku tidak menyesal sama sekali. Ia pernah menyebut agamanya sendiri konyol. Ia pernah berjanji akan melawan Tuhan kalau Tuhan ngaco.
Soal hina-menghina, ia tidak berhenti sampai di situ. Ia juga pernah menghina dosen, dokter, parpol, dan dewan. Bahkan korban penggusuran, dia hina dan dia anggap cuma akting seperti artis sinetron. Di depan umum, ia pun pernah menuduh seorang ibu-ibu sebagai maling yang kemudian terbukti tuduhan itu 100% keliru.
Di media Detik, beliau pernah keceplosan bahwa ayahnya ikut Belanda. Dan anehnya, beliau membanggakan itu. Sampai saat ini, saya berusaha keras mencerna dan berbaiksangka atas statement tersebut. Sementara, teman-teman saya menganggap beliau benar-benar benalu bagi persatuan Indonesia.
"Ah, itu cuma kata-kata. Yang penting kan kerjanya bagus," kilah segelintir orang. Sahabat saya langsung mematahkan alasan ini, "Lha menurut audit BPK, si tokoh ini bermasalah sekian miliar untuk kasus Sumber Waras. Ingat ya, prestasi BPK diakui oleh PBB dan diizinkan berkantor di Austria."
Belum lagi kasus gedung kedubes senilai hampir setengah triliun yang hampir-hampir saja dia beli, padahal tidak perlu dibeli sama sekali. Wong tanah milik sendiri. Terus, soal reklamasi, siapa yang diuntungkan? Jelas sejelas-jelasnya, yang diuntungkan bukanlah para nelayan yang menggantungkan hidupnya di sana.
Kalau saya mau play safe, tak perlulah saya menulis seperti ini. Kebanyakan orang kan begitu. Takut periuk nasinya tumpah. Menurut saya, untuk hal-hal prinsip, kita harus bersuara. Nggak boleh diam. Kalaupun fans unfollow dan unlike, itu biasa. Kalaupun job berkurang, itu resiko. Allah yang menjamin rezeki kita, bukan makhluk.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin seorang terdakwa bisa menghardik dan mengancam seorang petinggi NU, ormas Islam terbesar di negeri ini. Dan satu hal lagi, ulama yang sudah berusia 70-an ini dicecar selama 7 jam. Beradabkah? Manusiawikah?
Sepertinya sudah tabiat, ia gemar sekali menghina. Ia pernah menghina kitab suci orang lain dan kemudian di Al-Jazeera ia mengaku tidak menyesal sama sekali. Ia pernah menyebut agamanya sendiri konyol. Ia pernah berjanji akan melawan Tuhan kalau Tuhan ngaco.
Soal hina-menghina, ia tidak berhenti sampai di situ. Ia juga pernah menghina dosen, dokter, parpol, dan dewan. Bahkan korban penggusuran, dia hina dan dia anggap cuma akting seperti artis sinetron. Di depan umum, ia pun pernah menuduh seorang ibu-ibu sebagai maling yang kemudian terbukti tuduhan itu 100% keliru.
Di media Detik, beliau pernah keceplosan bahwa ayahnya ikut Belanda. Dan anehnya, beliau membanggakan itu. Sampai saat ini, saya berusaha keras mencerna dan berbaiksangka atas statement tersebut. Sementara, teman-teman saya menganggap beliau benar-benar benalu bagi persatuan Indonesia.
"Ah, itu cuma kata-kata. Yang penting kan kerjanya bagus," kilah segelintir orang. Sahabat saya langsung mematahkan alasan ini, "Lha menurut audit BPK, si tokoh ini bermasalah sekian miliar untuk kasus Sumber Waras. Ingat ya, prestasi BPK diakui oleh PBB dan diizinkan berkantor di Austria."
Belum lagi kasus gedung kedubes senilai hampir setengah triliun yang hampir-hampir saja dia beli, padahal tidak perlu dibeli sama sekali. Wong tanah milik sendiri. Terus, soal reklamasi, siapa yang diuntungkan? Jelas sejelas-jelasnya, yang diuntungkan bukanlah para nelayan yang menggantungkan hidupnya di sana.
Kalau saya mau play safe, tak perlulah saya menulis seperti ini. Kebanyakan orang kan begitu. Takut periuk nasinya tumpah. Menurut saya, untuk hal-hal prinsip, kita harus bersuara. Nggak boleh diam. Kalaupun fans unfollow dan unlike, itu biasa. Kalaupun job berkurang, itu resiko. Allah yang menjamin rezeki kita, bukan makhluk.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Hidup ini singkat, kita segera tua. Jangan habiskan usia kita untuk membenci," ungkap almarhum Muhammad Ali. Kalaupun harus membenci, maka bencilah perangainya, bukan orangnya. Sehingga, ketika orang ini memperbaiki perangainya, kita pun bisa menerimanya dengan lapang dada.
Benci atau dongkol adalah energi negatif. Demikian pula dengan dengki. Sebisanya, hindari.
Sekiranya orang lain berprestasi, tak perlu mendengki. Daripada dengki, lebih baik berkompetisi. Daripada dongkol, lebih baik terinspirasi. Iya tho? Sadarlah, dengki bisa menutupi potensi, juga menutupi rezeki. Benar-benar rugi.
Lantas, gimana dengan dendam? Ini pun jangan. Lebih baik memaafkan. Terdapat sederet manfaat di balik sikap yang pemaaf. Salah satunya? Jauh dari stress dan depresi. Sebuah penelitian yang dimuat Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa memaafkan secara positif dapat mengurangi gejala stress dan depresi.
Inilah 3D penghambat rezeki, yaitu dengki, dendam, dan dongkol. Sebisa-bisanya, kita hindari. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Benci atau dongkol adalah energi negatif. Demikian pula dengan dengki. Sebisanya, hindari.
Sekiranya orang lain berprestasi, tak perlu mendengki. Daripada dengki, lebih baik berkompetisi. Daripada dongkol, lebih baik terinspirasi. Iya tho? Sadarlah, dengki bisa menutupi potensi, juga menutupi rezeki. Benar-benar rugi.
Lantas, gimana dengan dendam? Ini pun jangan. Lebih baik memaafkan. Terdapat sederet manfaat di balik sikap yang pemaaf. Salah satunya? Jauh dari stress dan depresi. Sebuah penelitian yang dimuat Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa memaafkan secara positif dapat mengurangi gejala stress dan depresi.
Inilah 3D penghambat rezeki, yaitu dengki, dendam, dan dongkol. Sebisa-bisanya, kita hindari. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ternyata kita juga bisa memetik hikmah ketika ditanya, bukan saja ketika bertanya. Ini beneran. Setidaknya ini terjadi saat saya berseminar di Indonesia Power, sebuah BUMN besar yang tak terlepas dari PLN.
Kedua kalinya, alhamdulillah, saya berseminar di Indonesia Power. Kali itu seminar saya khusus untuk direksi dan GM mereka. Hebatnya, Bu Dirut yang rendah hati juga kembali mengikuti, persis seperti tahun lalu.
Usai seminar, salah satu peserta bertanya soal pendidikan anak (parenting). Terus-terang, saya tak terlalu berani menjawabnya karena saya pribadi belum teruji dalam mendidik anak. Kan anak saya masih kecil-kecil.
Terkait dengan itu, riset di mana-mana menunjukkan, keterlibatan ayah dalam mengasuh anak berkontribusi positif pada perkembangan anak. Salah satunya? Anak jadi lebih percaya diri.
Saat bermain dengan anak, biasanya si ayah lebih senang mengajak anak melakukan aktivitas-aktivitas fisik seperti berlari dan melompat. Rada berbeda dengan si ibu.
Menurut Melanie Horn-Mallers Ph.D, profesor di California State University, aktivitas-aktivitas fisik ini bisa membuat anak lebih percaya diri.
Soalnya si ayah tak sungkan-sungkan mendorong sepeda anaknya lebih kencang atau menyemangati anaknya untuk berani menjajal tempat-tempat yang belum pernah dicoba. Right?
Ketika berhasil melakukannya, si kecil tentunya akan semakin percaya diri. Jelas, pengasuhan anak bukanlah urusan ibu belaka. Ayah pun perlu dan harus terlibat. Share dan tag ya kalau sepakat.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kedua kalinya, alhamdulillah, saya berseminar di Indonesia Power. Kali itu seminar saya khusus untuk direksi dan GM mereka. Hebatnya, Bu Dirut yang rendah hati juga kembali mengikuti, persis seperti tahun lalu.
Usai seminar, salah satu peserta bertanya soal pendidikan anak (parenting). Terus-terang, saya tak terlalu berani menjawabnya karena saya pribadi belum teruji dalam mendidik anak. Kan anak saya masih kecil-kecil.
Terkait dengan itu, riset di mana-mana menunjukkan, keterlibatan ayah dalam mengasuh anak berkontribusi positif pada perkembangan anak. Salah satunya? Anak jadi lebih percaya diri.
Saat bermain dengan anak, biasanya si ayah lebih senang mengajak anak melakukan aktivitas-aktivitas fisik seperti berlari dan melompat. Rada berbeda dengan si ibu.
Menurut Melanie Horn-Mallers Ph.D, profesor di California State University, aktivitas-aktivitas fisik ini bisa membuat anak lebih percaya diri.
Soalnya si ayah tak sungkan-sungkan mendorong sepeda anaknya lebih kencang atau menyemangati anaknya untuk berani menjajal tempat-tempat yang belum pernah dicoba. Right?
Ketika berhasil melakukannya, si kecil tentunya akan semakin percaya diri. Jelas, pengasuhan anak bukanlah urusan ibu belaka. Ayah pun perlu dan harus terlibat. Share dan tag ya kalau sepakat.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Namanya motivator lazimnya tak lepas dari income berupa royalti buku dan tiket seminar. Bolehkah? Sebenarnya, uang royalti dan uang tiket, sah-sah saja kalau dipakai. Legal, halal. Tak perlu dipermasalahkan? Betul apa betul?
"Halah motivator, bisanya cuma jualan buku!" Kalaupun jualan, sebenarnya nggak salah, nggak masalah. Malah mulia. Cuma, kadang-kadang saya jawab juga, "Sebagian besar buku-buku saya royalty for charity." Nah, pas saya jawab begitu, eh mata mereka malah melotot. Saya dianggap pencitraan. Hehe, ya sudah, karepmu.
Semua terserah padamu, aku begini adanya, hehe. Lho, kok malah nyanyi?
Alhamdulillah, saya dikasih jalur rezeki dari bisnis dan program in-house di perusahaan-perusahaan. Lumayan, sekali tampil, dihargai puluhan juta rupiah. Pajak, saya bayar. Zakat pun saya bayar. Pastinya.
Makanya sekarang saya lebih leluasa. Maksudnya, bisa bikin lebih banyak buku yang royaltinya untuk donasi. Charity. Walaupun nggak semua orang sreg dengan cara ini. Yah, ada-ada saja alasan dan cecaran mereka.
Lalu saya diingatkan sama guru saya, "Mereka yang nyinyir sama karya orang lain, biasanya nggak punya karya. Mereka yang nyinyir sama donasi orang lain, biasanya donasinya nggak seberapa." Saya pun manggut-manggut mendengar nasehat yang tajam dan menghujam itu.
Pesan Mother Theresa pun terngiang-ngiang di benak saya, "Saat kita berbuat baik, tak semua orang senang. Namun tetaplah berbuat baik." This is my favorite quote. Karena melatih kita untuk ikhlas dalam berbuat. Pada akhirnya, semoga kita dimampukan untuk itu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Halah motivator, bisanya cuma jualan buku!" Kalaupun jualan, sebenarnya nggak salah, nggak masalah. Malah mulia. Cuma, kadang-kadang saya jawab juga, "Sebagian besar buku-buku saya royalty for charity." Nah, pas saya jawab begitu, eh mata mereka malah melotot. Saya dianggap pencitraan. Hehe, ya sudah, karepmu.
Semua terserah padamu, aku begini adanya, hehe. Lho, kok malah nyanyi?
Alhamdulillah, saya dikasih jalur rezeki dari bisnis dan program in-house di perusahaan-perusahaan. Lumayan, sekali tampil, dihargai puluhan juta rupiah. Pajak, saya bayar. Zakat pun saya bayar. Pastinya.
Makanya sekarang saya lebih leluasa. Maksudnya, bisa bikin lebih banyak buku yang royaltinya untuk donasi. Charity. Walaupun nggak semua orang sreg dengan cara ini. Yah, ada-ada saja alasan dan cecaran mereka.
Lalu saya diingatkan sama guru saya, "Mereka yang nyinyir sama karya orang lain, biasanya nggak punya karya. Mereka yang nyinyir sama donasi orang lain, biasanya donasinya nggak seberapa." Saya pun manggut-manggut mendengar nasehat yang tajam dan menghujam itu.
Pesan Mother Theresa pun terngiang-ngiang di benak saya, "Saat kita berbuat baik, tak semua orang senang. Namun tetaplah berbuat baik." This is my favorite quote. Karena melatih kita untuk ikhlas dalam berbuat. Pada akhirnya, semoga kita dimampukan untuk itu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tidur siang 30 menit tiga kali dalam seminggu akan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 30 persen. Ini bukan kata orang, tapi ini menurut Genius Beauty.
Meningkatkan kesabaran, ini manfaat lain dari tidur siang. Setidaknya, inilah temuan para peneliti di University of Michigan, yang baru-baru ini menerbitkan sebuah studi di Personality and Individual Differences jurnal.
Akan lebih sadar (alert), satu lagi manfaat tidur siang. Tepatnya, orang akan lebih sadar (alert) setelah sepuluh menit tidur siang. Sebuah studi NASA yang menemukan fakta yang tidak disangka-sangka ini.
Bagaimana dengan Nabi Muhammad? Ternyata beliau pun rutin tidur siang walaupun beberapa menit saja. Selama sekian tahun, saya juga berusaha merutinkan tidur siang. Sebentar saja. Tapi efeknya, begitu bangun, tubuh terasa lebih segar.
Mau coba? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Meningkatkan kesabaran, ini manfaat lain dari tidur siang. Setidaknya, inilah temuan para peneliti di University of Michigan, yang baru-baru ini menerbitkan sebuah studi di Personality and Individual Differences jurnal.
Akan lebih sadar (alert), satu lagi manfaat tidur siang. Tepatnya, orang akan lebih sadar (alert) setelah sepuluh menit tidur siang. Sebuah studi NASA yang menemukan fakta yang tidak disangka-sangka ini.
Bagaimana dengan Nabi Muhammad? Ternyata beliau pun rutin tidur siang walaupun beberapa menit saja. Selama sekian tahun, saya juga berusaha merutinkan tidur siang. Sebentar saja. Tapi efeknya, begitu bangun, tubuh terasa lebih segar.
Mau coba? Sekian dari saya, Ippho Santosa.