Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Ketimpangan ekonomi di Indonesia berada di posisi ke-4 terparah di dunia Β» http://www.independent.co.uk/news/world/politics/credit-suisse-global-wealth-world-most-unequal-countries-revealed-a7434431.html

Ini bagai api dalam sekam. Mencekam. Karena bisa membara tiba-tiba dan berakhir kelam.

Sebab itulah, Indonesia memerlukan lebih banyak lagi pengusaha yang berjiwa merakyat (pro umat) demi mengurangi ketimpangan ekonomi ini.

Tak perlu menyalah-nyalahkan keadaan. Mari kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Jadi;ah pengusaha.
Dropship, bolehkah?

Alhamdulillah, sangat banyak orang memutuskan bermitra dengan saya dan menjadi reseller British Propolis. Sampai-sampai saya terpaksa menolak beberapa orang. Ya, ini demi menjaga kapasitas produksi dan daya controlling. Sebagian mereka, lalu saya anjurkan untuk mencari mitra dropship.

Bolehkah?

Sebenarnya boleh-boleh saja kita menjual barang yang bukan milik kita. Asalkan kita mengetahui MUTU barang tersebut dan kita mendapatkan wewenang (IZIN) dari si pemilik barang dalam memasarkan. Sekali lagi, tahu mutu dan dapat wewenang.

Bolehkah barang masih berada di tempat produsen? Boleh. Broker, bukankah ini diizinkan dalam Islam dan semua ulama sudah sepakat? Namun jujurlah. Di mana kita mesti mengaku sebagai AGEN atau wakil atau tenaga pemasaran. Jangan pernah mengaku-ngaku sebagai pemilik.

Benar, Nabi Muhammd pernah melarang kita menjual barang yang bukan milik kita. Artinya, tidak boleh kita menjual barang tanpa beroleh wewenang (izin) dari si pemilik barang. Atau kita mengaku-ngaku sebagai pemilik. Jelas, ini sama sekali tidak boleh.

Kesimpulannya, perhatikan tiga hal ini agar dropship-nya jadi halal:
- ketahui mutu barang
- dapatkan wewenang dari pemilik
- mengakulah sebagai agen

Anda-Anda yang ingin bermitra dengan saya di British Propolis namun belum kesampaian, bisa mengontak para reseller yang sudah duluan bergabung dengan saya. Kemudian, jadilah mitra dropship bagi mereka.

Atau jadi mitra dropship di bisnis lainnya. Yang mana sajalah. Tidak harus dengan saya. Yang penting bisnisnya legal, halal, dan menguntungkan. Sekian dari saya, semoga berkah berlimpah.
Teramat rugi kalau kita menjadikan internet dan socmed hanya untuk main-main saja. Padahal, gudang ilmu dan gudang uang ada di sana. Coba simak pengalaman seorang guru berikut ini.

"Alhamdulillah, baru belajar 3 hari, blog saya berhasil masuk halaman 3 Google. Ditambah lagi, blog pribadi saya masuk halaman 1 Google, padahal baru dibuat 6 hari. Ini berkat magang Internet Marketing di kantor Pak Ippho."

"Awalnya saya bukan orang yang ngerti internet marketing. Tapi, karena kesungguhan belajar dan bimbingan selama magang, alhamdulillah, ini semua bisa terjadi."

"Bukan itu saja. Saya pun mulai usaha. Bahkan tak sampai seminggu setelah magang, saya menghasilkan uang yang lebih dari biaya magang. Ya, tak sampai seminggu."

Ini adalah pengalaman dan testimoni dari Mas Zakaria. Ia adalah seorang guru biasa, yang kemudian memutuskan ikut magang dan training Internet Marketing di kantor saya (BSD, dekat Jakarta).

Mau ikut magang dan training Internet Marketing di kantor saya? Awal Februari, selama 8 hari. Pagi sampai sore. Biaya normal Rp 7 juta. Promo hanya Rp 3 juta. Ini sangat murah kalau dibandingkan dengan magang dan training sejenis.

Tapi ingat ya, harga promo Rp 3 juta ini berlaku terbatas (karena dapat naik sewaktu-waktu). Ya, naik bertahap sampai Rp7juta. Sengaja dinaikkan agar teman-teman cepat mendaftar dan kami pun cepat menyiapkan akomodasi dll.

Fyi, kelas ini hanya muat 20-an orang dan setengah seat-nya sudah ludes. Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp).

Sekali lagi, baiknya bersegera.
Saya sampai geleng-geleng kepala ketika tahu bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia berada di posisi ke-4 terparah di dunia >> http://www.independent.co.uk/news/world/politics/credit-suisse-global-wealth-world-most-unequal-countries-revealed-a7434431.html

Bank Dunia memetakan adanya ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang mencolok di Indonesia, di mana 1% elit menguasai 40% sampai 50% kekayaan nasional.

Menurut saya, ini bagai api dalam sekam. Mencekam. Karena bisa membara tiba-tiba lalu berakhir suram dan kelam.

Sebenarnya, keadaan mulai memburuk semenjak kita memasuki era reformasi, karena menurut Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), lembaga yang dipimpin oleh Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, di tahun 1990-an masih 30% penduduk yang menguasai 70-an persen PDB.

Sementara itu, 0,2% elit dibiarkan menguasai 74% luas tanah di Indonesia. Termasuk perusahaan-perusahaan raksasa seperti Sinar Mas Group >> http://properti.kompas.com/read/2017/01/06/190000521/ombudsman.penguasaan.lahan.oleh.segelintir.orang.picu.konflik.agraria

Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas mendesak pemerintah mengambilalih sebagian besar tanah yang dikuasai sederet konglomerasi. Dia menyorot, bahkan ada perusahaan yang memiliki tanah 5 juta hektar.

"Pengalaman di Afrika Selatan, 5% penduduk kulit putih menguasai 50% tanah. Dan akhirnya negara itu bubar. Indonesia, inilah salah satu satu distribusi lahan paling ekstrim di dunia," ungkap Hafid Abbas.

Menyikapi fakta yang suram dan kelam ini, menurut saya kita perlu mencetak lebih banyak lagi pengusaha yang pro rakyat (pro umat). Bukan apa-apa, ini demi mengurangi ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi tadi. Diharapkan, awalnya terbuka lapangan kerja dan akhirnya terjadi distribusi kekayaan.

Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Masing-masing kita hendaknya berkontribusi. Pada akhirnya, jadilah pengusaha. Yang pro rakyat, tentunya. Mulai dari diri kita, mulai dari keluarga kita. Semoga dimampukan, aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saatnya meraih Rp 100 juta pertama...

Saya dan seminar saya insya Allah hadir di Jatim juga Jateng. Berbagi ilmu tentang Rp 100 juta pertama dan Rp 1 miliar pertama. Mau ikutan? Klik Β» https://act.id/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-rahasia-keajaiban/

Ajak keluarga dan sahabat kita mengikuti seminar ini. Belajarnya bareng-bareng, suksesnya bareng-bareng...

FYI: Ticket for charity...
Amerika Serikat lagi panas-dingin. Kemarin, Barack Obama memberikan pidato perpisahan sebagai presiden. 20 Januari, Donald Trump akan dilantik sebagai presiden. Donald Trump, siapa yang nggak mengenalnya?

Alwaleed Bin Talal, Pangeran Arab dan salah satu orang terkaya di dunia sebelumnya sempat mengecam Donald Trump karena ucapannya yang mengandung SARA. Bahkan CEO Facebook, CEO Google, CEO Amazon, dan CEO Qatar Airways turut mengecam.

Karena saya pernah bertemu dan dinner bareng Donald Trump, maka banyak orang yang bertanya-tanya tentang sikap saya. Jujur saja, dulu saya sempat antusias ketika bertemu dengannya. Belajar. Namun ketika ia mengeluarkan pernyataan yang SARA dan memojokkan Muslim dan kaum minoritas, saya pun turut mengecam.

Belajar, yah belajar. Namun, kritis dan tegas itu harus. Mana mungkin saya diam saja? Dan saya lihat sendiri, orang-orang yang seagama, seras, bahkan separtai dengan Donald Trump pun turut menyesalkan kejadian ini. Sebagian dari mereka menyebut kejadian ini sebagai aib bagi Amerika Serikat.

Namun ketika Donald Trump terpilih, kita menyaksikan berbagai testimoni yang mengejutkan. Ternyata banyak juga kelompok relijius dari kalangan Muslim dan kalangan Kristen yang memilih Donald Trump. Kenapa? Di antara sebabnya, Donald Trump itu anti aborsi dan anti LGBT. Sementara, lawan politiknya malah menyetujui aborsi dan LGBT.

Sebagai entrepreneur dan sebagai WNI, saya berharap Indonesia mampu bekerjasama dengan semua negara dan semua kepala negara. Kita sama-sama tahu, peta kekuatan dunia saat ini didominasi oleh tiga pihak, yaitu Amerika, Rusia, dan Tiongkok.

Kita tidak anti dengan asing. Namun jujur saja, kita juga tidak rela asing mengotak-ngatik perekonomian kita. Betul apa betul? Semoga pemerintah kita diberi kekuatan dan petunjuk untuk melindungi kepentingan rakyat Indonesia di tengah percaturan ekonomi dunia yang semakin hari semakin dinamis ini. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sakit adalah ujian. Sekaligus penambah kemuliaan bagi sesiapa yang menjalaninya dengan sabar dan tegar. Sampai detik ini, Nabi Ayub adalah teladan nyata yang penuh ibrah dan syiar.

Sakit adalah terapi kesabaran. Lagi-lagi Nabi Ayub kita jadikan contoh nyata karena berhasil membuat hati kita tersentuh dan trenyuh. Meski sakit di sekujur tubuh, sekalipun ia tak pernah mengeluh.

Sakit adalah zikir dan muhasabah. Dibanding ketika sehat, orang yang sakit akan lebih sering dan lebih khusyuk dalam menyebut nama Allah. Amal-amal pun ia tambah.

Sakit adalah istighfar. Dosa-dosa akan lebih mudah teringat ketika sakit ketimbang bugar. Sehingga kita lebih ringan untuk memohon ampun dan istighfar. Terlebih-lebih Allah memang menjanjikan sakit sebagai penggugur dosa baik kecil maupun besar.

Sakit adalah tobat. Saat sakit, manusia cenderung sulit diajak berbuat sia-sia apalagi maksiat. Bahkan ia sedikit tertawa dan banyak menangis yang mana ini merupakan anjuran mereka yang taat. Alih-alih maksiat, si sakit malah menggiatkan tobat.

Sakit adalah ikhtiar. Sudah fitrahnya manusia berjuang demi beroleh kesembuhannya. Sehingga terbukalah ilmu-ilmu kesehatan yang baru ia ketahui tatkala berkonsultasi dengan dokter atau ahli-ahli lainnya.

Sakit itu silaturahim. Saat menjenguk dan dijenguk, keluarga serta kerabat yang sebelumnya jarang-jarang bertemu, eh malah bertemu. Dalam syahdu, dalam rindu. Semuanya berpadu.

Sakit adalah nasihat. Tentang kesehatan yang begitu nikmat. Tentang kematian yang selalu mendekat. Sehingga, setelah sembuh, mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat.

Sakit adalah makbulnya doa. Nah, yang satu ini memang Allah yang menjanjikan. Jadi, tak perlu lagi kita pertanyakan dan perdebatkan. Doa yang lebih makbul dan terkabul insya Allah jadi kenyataan.

Dengan memahami hikmah-hikmah, semoga kita yang tengah sakit terhindar dari keluh-kesah apalagi marah-marah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share, semoga berkah.
Dasar onta! Pergi sana, ke Arab!

Saat kita berargumen soal Islam, lalu mereka kehabisan akal menjawab argumen kita, maka keluarlah jawaban khas dan pamungkas mereka, "Pergi sana, ke Arab." Hehehe, ada-ada saja.

Btw, kenapa sih mereka menjawab begitu? Bagi mereka, Arab itu muslim semua. Bergamis semua. Berjenggot semua. Bahkan kolot semua. Dipikirnya Arab yah begitu. Terus, benarkah asumsi ini?

Sebenarnya ini adalah ciri orang yang gagal paham, hehehe. Saya yakin mereka gizinya cukup alias akalnya cukup. Sayangnya, mereka enggan menggunakan akalnya. Paling parah, mereka enggan menggunakan Google-nya. Mungkin kuota mereka terbatas, hehehe.

Kalau saya diseru, "Pergi sana, ke Arab," maka saya sambar saja, "Alhamdulillah, saya sering ke negeri-negeri Arab, seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, Kuwait, Oman, dan Dubai. Tapi saya juga pernah ke Amerika, Australia  New Zealand, Korea Selatan, Taiwan, Jepang dll." Dia jual, saya beli. Hehehe

Tanpa harus ke Arab sekalipun, kita tahu bahwa agama di negeri-negeri Arab itu beragam. Ya, beragam. Bukan Islam saja. Yaman, misalnya. Populasi umat Kristen relatif besar di sana. Menariknya, meski Islam itu mayoritas di negeri-negeri Arab, namun di sana amat langka gereja dihancurkan. Sebaliknya, di Eropa masjid-masjid bersejarah sering dihancurkan.

Lantas, gimana dengan fenomena gamis dan jenggot di Arab? Pertama, yang bergamis dan berjenggot BUKAN muslim saja. Kedua, sebagian raja-raja dan pangeran-pangeran Arab  tidak berjenggot. Ketiga, teramat banyak orang Arab yang sehari-hari berkemeja dan bercelana seperti kita, orang Indonesia. Nggak bergamis.

Btw, Nabi Muhammad pun pernah memakai semacam kemeja dan semacam celana. Berkancing. Terpisah. Tidak melulu bergamis.

Saran saya, sesekali main-mainlah ke Arab sana. Piknik. Setidaknya, Googling. Biar terbuka wawasan Anda. Dan terbuka pula hati Anda. Jangan seperti katak di bawah temperamen, hehehe.

Jujur saja, saya sempat heran, mereka kok benci banget sama Arab. Padahal:
- Negeri-negeri Arab tidak pernah sekalipun menjajah Indonesia. Sebaliknya, negeri-negeri Barat-lah yang silih-berganti menjajah Indonesia. Dulu, menjajah semuanya. Sekarang, menjajah ekonomi.
- Lebih dari itu, negeri-negeri Arab-lah yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia, terutama Mesir dan Palestina.
- Ketika masa penjajahan, warga keturunan Arab di Indonesia segera menyatakan diri sebagai warga Indonesia dan turut berjuang melawan penjajah.

Kita pun semakin heran, masih ada Muslim Indonesia yang anti-Arab. Muslim kok gitu, siapa yang ngajarin? Sementara, sholat dan ngajinya pake Bahasa Arab. Haji dan umrahnya ke Tanah Arab. Pimpinan Wali Songo berasal dari Tanah Arab. Kosa kata Bahasa Indonesia pun sangat dipengaruhi Bahasa Arab.

Lebih lanjut, Soekarno, Presiden Indonesia ke-1, menyatakan komitmennya terhadap kemerdekaan Palestina, salah satu negeri Arab. Bahkan Megawati, Presiden Indonesia ke-5, pernah menikah dengan pria Arab, menurut Wikipedia. Hassan Gamal, namanya.

Lantas, benarkah negeri-negeri Arab itu kolot? Ah, saya malas menjawab beginian. Anda tonton saja film Fast and Furious yang salah satunya berlatar Abu Dhabi yang begitu modern. Terus Anda tonton juga film Mission: Impossible yang salah satunya berlatar Dubai yang begitu canggih.

Jelas, negeri-negeri Arab tidak sempurna, sama seperti negara-negara Barat dan negara-negara lainnya. Boleh kritis, tapi jangan sampai benci dan anti. Sekali lagi, pikniklah. Setidaknya, Googling-lah. Biar terbuka wawasan Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share.



(Anda boleh men-share tulisan ini di mana saja. Tapi saya melarang Anda men-share dan meng-upload-nya di seluruh portal berita, portal artikel, dan sejenisnya. Mereka biasanya terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu dan saya tidak mau dikait-kaitkan dengan mereka.)
Kemarin saya seminar di Serang, Banten. Alhamdulillah sekitar 1000 peserta. Panitianya hebat. Selanjutnya saya akan hadir di kota-kota berikut ini (baiknya segera mendaftar, karena seat disediakan cuma 200-300 saja, mesti cepat-cepatan)

Jadwal seminar:
- Semarang 22 Jan, 0812-3423-4514
- Malang 28 Jan, 0857-7900-0306
- Surabaya 29 Jan, 0823-3444-0812
- Bandung 4 Feb, 0882-1727-1401
- Jakarta 26 Feb, 0815-4333-3600

Di Semarang-Malang-Surabaya-Jakarta-Bandung, judul seminar saya 'Meraih Rp100Juta Pertama'. Isinya lebih teknis dan lebih detail.

Selain seminar, saya juga mengadakan magang dan training. Ini pun karena permintaan para alumni.

Magang Februari:
- BSD (dekat Jakarta) 0815-4333-3600. Masih tersisa 3 seat.

Training Facebook Ads:
- Jakarta 6 Feb, 0812-9183-0777. Jarang-jarang saya bikin training FB. Tahun yang lalu cuma 2 kali. Untuk kali ini, setengah seat sudah habis, masih tersisa setengahnya (padahal baru diumumkan pagi ini). Kalau minat, baiknya segera saja mendaftar.

Selamat menjemput perubahan!
Senin yang lalu, saya kembali diundang oleh Pertamina. Alhamdulillah. Saya berseminar untuk puluhan GM dan direksi mereka di Hotel Pullman, Jakarta.

Salah satu hal penting yang saya bahas di sana adalah Penyelarasan Visi (Vision Alignment). Perusahaan-perusahaan yang pernah mengundang saya sepertinya tahu betapa pentingnya hal ini.

Begini. Segala target yang ditetapkan oleh perusahaan hendaknya menjadi doa (diselaraskan) dengan keluarga masing-masing dan tim di kantor. Demikian pula impian pribadi setiap karyawan yang harus selaras dengan keluarganya.

Intinya:
- Selaras Dengan Keluarga
- Selaras Dengan Tim
- Selaras Dengan Semesta

Ingatlah, target itu bagaikan niat. Diletakkan paling awal namun mempengaruhi hasil akhir. Tak terlihat namun hasilnya paling kelihatan. Itulah target, itulah niat. Tak ada keraguan sama sekali.

Sebelum action, target dulu.
Sebelum amal, niat dulu.

Selanjutnya saya mengajak mereka untuk memiliki Semangat Pengorbanan (Sacrifice Spirit). Salah satunya dengan berbagi.

Ya, berbagi bukan sekadar CSR perusahaan. Tim (individu) pun mesti dilatih untuk berbagi. Karena ternyata beragam manfaatnya, baik bagi perusahaan maupun bagi pribadi.

Apa saja manfaatnya bagi perusahaan?
- Tim Lebih Mudah Diatur
- Kurang Menuntut
- Berkontribusi Lebih

Mari kita terapkan di organisasi kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Pakar-pakar mulai 'galau' menyikapi nasib industri iklan koran ke depannya. Benar-benar galau. Sudah sekian kali saya coba, ternyata Facebook Marketing lebih ampuh daripada iklan koran. Biaya jauh lebih murah, target jauh lebih terarah.

Munculnya Twitter, Instagram, dan Snapchat awal-awalnya memang menarik perhatian. Orang-orang terpikat. Dan seolah-olah Facebook diabaikan. Namun entah kenapa, sebagian besar netizen kembali lagi ke Facebook. Di Indonesia, yah begitu polanya.

Prinsip pemasaran kan sederhana. Di mana ada keramaian, di situlah penjual turut berada. Mendekat. Merapat. Saran saya, bagi Anda yang entrepreneur dan profesional, ada baiknya belajar Facebook Marketing. Sepertinya Facebook akan bertahan sangat lama dan tetap berpengaruh.

Ilmu Facebook Marketing amat berguna bagi Anda yang ingin menjual jasa, barang, ide, termasuk juga berdakwah. Benar-benar tokcer. Nah, karena banyak yang meminta training-nya sejak lama, maka saya dan tim berusaha memenuhi permintaan ini.

One-Day Training
     Raih Omset Rp 100 Juta
     Hanya Lewat Facebook
     Bersama Ippho dan Tim

Bagaimana cara praktis melejitkan omset, dengan teknik-teknik yang terukur.
 
Bagaimana dengan biaya iklan Rp50ribu bisa closing produk senilai Rp1juta atau lebih, hanya dalam 3 hari, hanya dengan FB.

Bagaimana membuat produk anda tepat sasaran, secara tempat, waktu, dan orang.

5 alasan mengapa memilih Facebook Marketing:
- Tertarget & Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama

Dengan kata lain, sangat efektif dan sangat efisien. Cocok untuk pemula atau siapa saja.

Materi yang akan dibahas seharian oleh saya dan tim:
πŸš€ Konsep Dasar FB Marketing
πŸš€ Pola Kerja FB Ads
πŸš€ Dasar-Dasar FB Ads
πŸš€ Mengapa Harus Beriklan di FB?
πŸš€ Bagaimana Memulainya?
πŸš€ Cara Membuat Akun Iklan
πŸš€ Ads Copy Facebook Ads
πŸš€ Cara Mengintip Iklan Orang Lain
πŸš€ Cara Bayar & Tagihannya
πŸš€ Memahami Karakter Customer
πŸš€ Tips & Trik Khusus di FB
πŸš€ Teknik 'Split Test' agar Lebih Murah
πŸš€ Case Study Rekrut Karyawan
πŸš€ Case Study Promo Properti
πŸš€ Case Study Bisnis Lokal
πŸš€ Case Study Bisnis Yang Inspiring
πŸš€ Teknik Saji & Sunting Gambar Yang Menarik Tanpa Harus Jago Desain
πŸš€ Riset & Analisa Atas Audiens

Catat waktunya:
   Senin, 6 Feb 2017
   Jam 09.00-15.00 wib
   Gedung Gramedia, Palmerah

Sebelum training ini dipublikasikan, alhamdulillah setengah seat sudah ludes. Baiknya Anda daftar saja segera. Training sejenis biasanya dijual Rp2juta bahkan lebih. Dan seperti biasa, saya selalu memberikan penawaran yang menarik.

Harga normal
Rp1,2juta

Harga promo 2
Rp1juta

Harga promo 1
Rp900ribu
(promo s/d 30 Jan)

Harga naik pada 31 Jan, jam 6 sore.

Minat? Serius?

-       Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa

-       Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa

-       Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)

Seat sangat terbatas. Jika Anda sudah transfer dan sudah SMS, mohon kesabarannya. Sekali lagi, sabar. Dan tenang saja, bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk.

Jangan lagi kita mengeluh bisnis mandek atau mentok. Mungkin kitanya yang masih bermalasan dan beralasan untuk belajar. Maka, ambil kesempatan emas ini dan bersiaplah mengalami perubahan!
Anda bergabung di berapa grup WA? Telegram? Line?

Zaman sekarang, kita mengalami berbagai ketidakfokusan karena banyaknya informasi yang masuk. Walhasil kita jadi kurang jernih dalam berpikir dan memutuskan.

Saya pribadi cenderung tidak bergabung di banyak grup WA. Atau Telegram. Cukup beberapa saja. Tak sampai 7. Pengalaman saya, berbagai notification hanya bikin kita tidak fokus dan tidak jernih.

Informasi dari WA bisa 'lebih mengganggu' pikiran kita ketimbang informasi dari media massa biasa. Kenapa? Karena informasi dari WA itu berasal dari kenalan kita. Biasanya begitu. Tentunya mereka lebih kita dengarkan.

Kalau saya dapat tawaran dari teman-teman  untuk bergabung di grup WA ini-itu (padahal grupnya tidak relevan buat diri saya) maka saya berikan nomor HP alternatif. Silaturahim pun tetap terjalin.

Ingat ya, banyaknya informasi tidak membuat kita bertambah cerdas. Sama sekali tidak. Hanya informasi yang terpilih dan relevan yang membuat kita bertambah cerdas.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dino Patti Djalal, mantan dubes Indonesia untuk AS, memberikan statement atas pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS. Ia menganjurkan Trump sebagai pemimpin negara adidaya untuk rendah hati (feel humbled).

Diakui, Trump sudah berhasil beralih dari pengusaha ke politisi. Dari politisi ke presiden. Dino menganjurkan, sekarang saatnya beralih dari presiden ke negarawan (statesman).

Dino juga mengingatkan, kualitas hubungan dunia Islam dan dunia Barat akan menjadi penentu terhadap perdamaian dunia. Kalau hubungan ini baik, baiklah dunia. Kalau hubungan ini buruk, maka buruklah dunia.

Saya pribadi setuju dengan pendapat di atas. Berikut adalah cuplikan statement dari Dr Dino Patti Djalal dalam Bahasa Inggris.

Dear Donald Trump. On 20 January, you will command the world's most powerful military, the world's largest nuclear arsenal, and the world's only superpower. We hope you will feel HUMBLED by the enormous power.
 
You have successfully made the transition from businessman to politician to president-elect. Now we hope you will swiftly transition to president and to STATESMAN.
 
Islam is a great faith with 1,6 billion followers, 1 out of 4 people worldwide is a muslim. Islam is also one of the fastest growing religions in the US.

The quality of relations between Islamic world and the western world is one of the KEY DETERMINANTS to world peace. Get it wrong, we all suffer. Get it right, we all prosper.
Buku yang satu ini beda. Bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.

Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki.

10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Btw, royalty for charity.

"Mas Ippho, seminarnya untuk charity. Royalty buku juga untuk charity. Terus, untungnya dari mana?" Alhamdulillah, masih ada bisnis-bisnis dan in-house training. Allah Maha Kaya!

Kembali ke 10 Jurus Terlarang. Buku ini menunjukan percepatan-percepatan, lompatan-lompatan, atau gebrakan-gebrakan dengan sentuhan otak kanan. Apakah itu terkait:
- Bisnis
- Keuangan
- Hubungan
- Impian
- Prestasi

Di antara semua buku saya, Mas Jaya Setiabudi lebih menyukai 10 Jurus Terlarang. Katanya, lebih greget dan bikin kaget.

Nah, hari ini insya Allah untuk kedua kalinya saya tampil untuk Milagros. Mereka memborong ratusan buku 10 Jurus Terlarang. Karena menurut leader-leader mereka, buku ini bisa membawa perubahan.

Teman-teman yang sudah punya buku ini, kalau boleh, saya mau minta tolong. Boleh? Maksud saya, tolong pinjamkan buku tersebut kepada saudara-saudaranya. Agar mereka semua turut mengalami perubahan.

Semoga jadi amal kita sama-sama.
Mau berumrah? Kalau Anda mau berumrah atau mengumrahkan, berarti tulisan ini untuk Anda. Ya, untuk Anda. Cuma 1 menit, sempatkan baca.

Ditanya, mau umrah nggak? Jawabnya, "Buat makan aja susah!" Aneh nih orang. Ditanya apa, jawabnya apa. Nggak ngerti Bahasa Indonesia kali ya, hehehe. Berpikirlah positif. Bukankah Tuhanmu maha kaya dan maha besar, tak sekecil pikiranmu? Berapapun saldo kita masing-masing, saya harap kita semua setuju.

Seorang muslim, kalau ditanya soal umrah, yah jawab saja, "Insya Allah mau. Insya Allah berangkat." Nggak susah tho? Ini soal pola pikir saja. Lha, kalau kita ngomong, "Buat makan aja susah," walhasil makannya makin susah dan umrahnya makin payah! Bertambah-tambah! Kata-kata itu kan doa. Apalagi kalau sampai terekam oleh otak bawah sadar.

Begini. Umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Yang beginian, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan. Sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya.

Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah. Mohon maaf, ini omong kosong namanya! Sekali lagi, omong kosong! Apa perlu saya ulang untuk ketiga kalinya?

Jadi, baiknya gimana? Lha, masih nanya! Yah pantaskan diri. Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.

Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
Ahad saya ke Semarang.

Serunya, di bandara Jakarta, saya bertemu Bu Guril, Founder Arminareka. Di pesawat, bertemu Bu Emmy, Presdir Phapros, salah satu raksasa farmasi. Alhamdulillah, ini rezeki. Kok disebut rezeki?

Ngobrol-ngobrol sama mereka, alhamdulillah saya dapat ilmu baru dan wawasan baru. Bukankah itu rezeki? Kita sama-sama tahu beliau-beliau ini adalah sosok-sosok yang luar biasa.

Di bandara Semarang, untuk kesekian kalinya saya bertemu Kak Seto, tokoh pendidikan anak Indonesia. Sebelumnya kami pernah berseminar bareng. Pernah pula tampil di TV One bareng.

Lagi-lagi saya dapat rezeki berupa ilmu. Kak Seto menegaskan bahwa pendidikan anak bukan tanggung-jawab ibu semata. Mungkin ini karena kerisauan beliau melihat para ayah yang sibuk mencari nafkah namun lalai dan abai terhadap pendidikan anaknya.

Coba kita sejenak kita renungkan. Kalau untuk bisnis saja sempat, mestinya untuk anak lebih sempat. Iya tho? Padahal, anak kalau dekat dengan orangtuanya akan menjadi anak yang sehat, kuat, taat, hangat, dan bersahabat.

Dipilihnya hari ibu, hari ayah, hari anak, itu semata-mata sebagai momentum belaka. Reminder. Walaupun esensi dan penerapannya setiap hari. Ya, setiap hari. Yuk introspeksi.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Belajar membuat kita bertumbuh. Benar-benar bertumbuh.

Weekend kemarin adalah dua hari menyenangkan bagi saya. Sabtu pagi, saya berseminar untuk sekitar 1000 leader dari Milagros di Balai Sarbini. Ini tahun kedua, tepatnya kali kedua, saya mengisi buat mereka.

"Begitu attitude dan action diubah, maka omset pun turut berubah," ungkap Mas Angga, salah satu pemilik Milagros. Mas Angga mengaku, omset mereka tumbuh sampai 170% setelah praktek isi seminar saya setahun yang lalu.

Alhamdulillah, saya turut bersyukur akan pertumbuhan tersebut. Siapapun tahu, semua kebaikan hanya dari Allah. Kita-kita ini hanya menjalankan peran dan takdirnya masing-masing. Nggak pantes ngaku-ngaku.

Berlanjut, Minggu pagi saya berseminar 'Meraih Rp 100 Juta Pertama' di Semarang. Ada 400-an peserta. Seperti yang teman-teman tahu, tiketnya untuk donasi. Insya Allah donasinya disalurkan via ACT untuk pembangunan sekolah di pelosok Indonesia. Sejauh ini, kita sudah membangun 5 sekolah.

Salah satu netizen nyeletuk, "Mas Ippho, seminarnya untuk charity. Royalty buku juga untuk charity. Terus, untungnya dari mana?" Alhamdulillah, masih ada bisnis-bisnis dan in-house training. Allah Maha Kaya!

Terus-terang, saya ingin sekali membawa perubahan kepada teman-teman semua. Tepatnya, perubahan nasib. Yang saya yakini, kalau saya mau lebih sukses, saya harus membantu orang-orang untuk turut sukses. Istilahnya, sukses dan menyukseskan.

Karena banyak yang bertanya soal jadwal seminar saya yang berikutnya, sekalian saya beritahu:
- Malang 28 Jan, 0857-7900-0306
- Surabaya 29 Jan, 0823-3444-0812
- Bandung 4 Feb, 0882-1727-1401
- Jakarta 26 Feb, 0815-4333-3600

Untuk lengkapnya, silakan merapat ke kota terdekat dan SMS panitia setempat. Sekali lagi, belajar membuat kita bertumbuh. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dulu, kalau nggak salah tahun 2009, ibu saya tanpa sengaja pernah bercerita tentang keinginannya untuk berumrah di bulan Ramadhan. Sebut saja, angan-angan. Tahu sendiri kan, umrah Ramadhan dua kali lipat lebih mahal daripada umrah biasa.

Saat itu saya nggak punya uang. Bener-bener nggak punya uang. Tapi alhamdulillah, saya masih punya keyakinan. Langsung saja saya sambar, "Insya Allah berangkat, Bu. Umrah Ramadhan." Ternyata, beneran. Dengan izin Allah, tahu-tahu uangnya ada dan ibu saya bisa berangkat. Surprise-nya lagi, saya pun ikut berangkat.

Jadilah kami berdua berangkat umrah Ramadhan. Benar-benar surprise. Setiba di airport, menjelang boarding ke Jeddah, saya cek rekening saya di ATM. Anda tahu, berapa uang saya yang tersisa? Tak sampai Rp100ribu. Anda nggak salah baca, tak sampai Rp100ribu. Tapi, saya nggak nyesel. Bersyukur malah, "Alhamdulillah, bisa berumrah. Ramadhan lagi."

Itulah umrah pertama saya, tahun 2009. Alhamdulillah sepulangnya, saya mengalami percepatan demi percepatan. Sebagian dari Anda mungkin tahu apa saja yang Allah titipkan kepada saya mulai tahun 2010 sampai sekarang, 2017. Btw, kapan-kapan kita akan bercerita soal keajaiban Multazam.

Dulu, saya pernah menunjukkan peta dunia di hadapan ibu saya (dari sebuah majalah). Saya bilang ke ibu saya, "Ibu tunjuk saja, mau ke negara mana. Insya Allah kita ke sana." Apakah saat itu saya punya uang? Siapa bilang! Yang ada cuma keyakinan. Tapi, jangan salah, yakin sama Allah, itu saja sudah lebih dari cukup. Ini iman namanya, bukan takabur.

Kebanyakan orang, ada uang, baru yakin. Nggak ada uang, nggak yakin. Harusnya? Ada uang atau nggak ada uang, yah tetap yakin. Jangan uang yang dijadikan Tuhan. Justru kalau yakin, uangnya akan dimudahkan untuk ada. Ini serius, nggak mengada-ngada.

Benar saja, akhirnya saya bisa mengajak ibu saya dan mertua saya bertandang ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Brunei, Mesir, Arab Saudi, Turki, Jepang, sampai ke Derawan, Pulau Komodo, dan Raja Ampat. Pernah juga mereka jalan-jalan sendiri tanpa saya ke Tiongkok, Palestina, dan Jordan. Sebentar lagi ke Spanyol, insya Allah.

Kalau ke Hongkong, mereka sudah tiga kali. Misalnya lagi cekak, ya sudah, kami jalannya yang dekat-dekat saja, yang murah-murah saja. Toh, yang paling utama adalah jalan bareng siapa, bukan jalan ke mana. Right?

Apa nggak boros, jalan-jalan seperti itu? Kalau jalan-jalan sendiri, yah boros. Kalau bareng orangtua, nggak boros. Insya Allah ini bagian dari berbakti. Tahu sendiri kan, berbakti malah mengundang rezeki. Tak perlu diragukan lagi, itu pasti.

Ada juga yang nyeletuk, "Jalan bareng orangtua terus, kasihan istrinya nggak diajak." Hehe, masing-masing ada waktunya. Setahun menikah, alhamdulillah saya dan istri bisa berumrah. Tiga tahun menikah, alhamdulillah kami bisa berhaji. Sempat juga kami ke Amerika, Australia, dan Jepang. Masing-masing ada waktunya.

Semoga teman-teman semua juga dimampukan untuk mengajak keluarganya jalan-jalan. Yang dekat, boleh. Yang jauh, juga boleh. Terutama berumrah. Niatnya untuk beribadah dan menyenangkan keluarga karena Allah. Semoga dimudahkan ya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Umrah itu mengundang solusi dan memudahkan rezeki. Selain itu, umrah juga menghapus dosa dan memudahkan doa.

Yuk umrah bersama Ippho Santosa dan miliarder-miliarder muslim lainnya.

1. Ippho Santosa dan istri.

2. Ir. Hj. Darnely Guril (Pendiri PT Arminareka Perdana).

3. Drs. H. Juli Irmayanto, MM (Salah Satu Penggerak Umrah Terbesar di Dunia).

DP Rp 3,5 jt
Total US$ 2350
6-14 April 2017 (9 hari)
Pesawat Garuda
Hotel Bintang 4
 
Beranikan diri untuk DP Rp 3,5 jt. Kalau kita berani take action dan memantaskan diri, insya Allah akan dimampukan. Boleh DP, boleh juga langsung lunas. Transfer ke:

Atas nama PT Arminareka Perdana
BCA : 751.0172.820
Mandiri : 156.000140.8550
BSM : 0690038383
BNI: 0147752748
BRI : 0528.01.000088.30.3 ‎

Selama perjalanan, jamaah bisa berkonsultasi dengan Ippho Santosa dan Juli Irmayanto.

Sekali lagi, umrah adalah pengundang solusi dan pemudah rezeki. Apa lagi yang kita ragukan?

Info:
0857-7183-7568
0896-9763-6485
ATM itu ampuh. Bener-bener ampuh. Maksudnya, Amati-Tiru-Modifikasi. Misal, bisnis orang lain yang terbukti dan teruji sukses, yah kita tiru saja. Namun di sini bukan sekedar meniru. Perlu kreativitas juga. Iya tho?

Di mana kita harus melakukan sedikit modifikasi agar sesuai dengan perusahaan kita (C1, Company), sesuai dengan selera pelanggan kita (C2, Customer), dan berbeda dengan pesaing kita (C3, Competitor).

Kisah sukses merek-merek besar menginspirasi entrepreneur-entrepreneur lokal untuk menjadi jagoan di kotanya masing-masing. Entrepreneur-entrepreneur lokal ini memodifikasi, sehingga hadirlah bisnis-bisnis yang kreatif.

Ibaratnya fasilitas copy paste di pengetikan, kita harus menambahkan editing-editing agar hasilnya lebih apik dan lebih menarik.

Misal, merek A harganya mahal. Kita? Tawarkan harga murah.

Merek B ukurannya besar. Kita? Berikan  ukuran kecil.

Merek C distribusinya di supermarket. Kita? Jual melalui reseller.

Merek D promosinya di stasiun TV. Kita? Sosialisasi di socmed.

Merek E target pasarnya keluarga. Kita? Segmennya anak muda.

Ini yang namanya modifikasi. Sekarang tugas kita, carilah merek-merek nasional yang relevan. Lalu, kita amati dan cermati. Dengan teliti dan hati-hati. Terus, kita ikuti. Kemudikan lakukan sedikit modifikasi. Agar produk kita lebih disukai customer, menyentuh hati.

Siap?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Godaan bagi pria adalah wanita.
Godaan bagi wanita? Shopping.

Hehehe.

Barang-barang yang terlihat biasa oleh pria, mungkin saja dianggap 'lucu' oleh wanita. "Duh, ini lucu ya," ujarnya. Pasangannya diam saja, nggak ngomong apa-apa. Sang pria cuma berpikir, "Apanya yang lucu ya?"

Btw katanya, wanita itu lemah. Tapi begitu diajak shopping, wanita mendadak perkasa luar biasa, sampai-sampai nggak ada saldo yang tersisa, hehehe.

Terbukti, wanita mampu 'tawaf' atau 'gerilya' ke seluruh sudut mall. Atau, bagaikan seorang cagub, ia sanggup blusukan serta menanyakan harga-harga di setiap toko. Padahal, selisih harganya nggak seberapa, tapi muter-muternya nggak kira-kira.

Ketika shopping, sebagian wanita pun merasa bersalah. Maka mereka berdoa dalam hati, "Aku berlindung dari godaan SALE yang terkutuk!" Hehehe.

Terus, baiknya gimana?

Begini. Sebenarnya, pekerjaan ibu rumahtangga itu kadang melelahkan dan menjemukan. Jika istri sesekali shopping, yah izinkan saja. Toh yang dia beli untuk keluarga dan rumahtangga juga. Setuju?

Sebaliknya, wanita pun hendaknya 'peka'. Apa yang benar-benar kebutuhan. Apa yang cuma sekedar keinginan. Berapa pendapatan suami. Mesti tahu ini semua. Sehingga suami pun bisa 'ridha' ketika melepas istrinya shopping.

Sampaikan tulisan ini kepada pasangannya masing-masing ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.