Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Doakan ya, kita semua terjaga niatnya. Tetap lurus, tetap tulus. Lillah, itu harus... Saya berada di posisi yang diharapkan contohnya, bahkan harus ada visual dan fotonya... Kata ACT, demi menginspirasi dan menggerakkan teman-teman semua... Niat bisa tergelincir. Sekali lagi, mohon doanya. Terutama buat saya...
Sel-sel otak anak bisa rusak, ketika ia dibentak. Maka, hindari marah-marah ke anak. Kalaupun harus marah, jangan sampai membentak » http://m.jpnn.com/news.php?id=470222

Penelitian-penelitian sudah berkali-kali menjabarkan hal ini. Nabi Muhammad pun tak pernah membentak anak-anak dan cucu-cucunya. Anehnya, sebagian kita masih saja membantah, seolah-olah lebih pintar daripada para peneliti.

Tapi penelitian kan bisa salah! Kalau penelitian saja bisa salah, apalagi pendapat ente, hehehe. Berhentilah berbantah-bantahan tanpa ilmu.

Di keseharian, banyak ayah yang salah paham. Menunjukkan tegasnya dengan membentak anaknya. Padahal itu cuma menunjukkan ketidakmampuan si ayah dalam mengelola emosinya.

Bolehkah selalu tegas? Bolehkah sesekali keras? Ya, boleh. Tapi ingat, tegas dan keras bukan berarti membentak. Beda jauh, bro!

Think!
1-2 orangtua mendidik anaknya dengan membentak dan memukul. Ternyata kemudian si anak berhasil alias sukses. Tak heran 'cerita sukses' inilah yang digadang ke mana-mana. Seolah-olah membentak dan memukul itu baik.

Padahal berbagai penelitian menunjukkan kecenderungan dan statistik yang sebaliknya. Anak yang sering dibentak dan dikerasi, cenderung akan mendendam. Saya yakin kita pernah melihat anak yang seperti ini.

Selain itu, anak yang dikerasi akan berkurang kecerdasannya dan relatif membenarkan kekerasan terhadap orang lain ketika terjadi masalah. Apakah itu yang kita inginkan pada anak kita dan lingkungan kita?

Bicaralah pakai data dan dalil...

Nabi Muhammad pun tidak menganjurkan kekerasan terhadap anak. Adakah kisah Nabi membentak-bentak anak dan cucunya? Tegas 100% beda dengan keras. Sekali lagi, beda.

Di usia tertentu, anak yang meninggalkan sholat boleh ditepuk salah satu anggota tubuhnya. Untuk sekadar mengingatkan. Bukan menyakiti, bukan menciderai.

Akhirnya, hindari marah-marah ke anak. Kalaupun harus marah, jangan sampai membentak apalagi sampai memukul. Sel-sel otaknya bisa rusak » http://m.jpnn.com/news.php?id=470222
Mohon maaf, Magang Online Marketing di kantor saya untuk bulan Oktober, sudah FULL. Sama seperti sebelumnya, langsung FULL begitu diumumkan.

Kapan lagi diadakan? Saya belum berani menjanjikan. Yang jelas, ini memang kesempatan langka dan terbatas. Cuma untuk 20-an orang saja per angkatan.
Ketika libur...
Ketika weekend...

Baiknya apa yang kita lakukan?
Apakah berleha-leha saja?

Atau ada hal lain?

Saya akan membeberkan beberapa tips, yang kalau diterapkan, insya Allah akan mengubah nasib Anda dalam 2 tahun mendatang.

Coba deh » http://bit.ly/SaatLibur
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Besok pagi jam 4 Ippho Santosa di Metro TV. Tentang semangat perubahan.
Ketika tim malas bekerja, gimana solusinya?

Simak deh » http://bit.ly/MalasKerja
Tak sedikit yang bertanya sama saya terkait motivator yang menolak tes DNA dan berhenti tampil di TV? Apakah ia merasa bersalah?

Ini jawaban saya » http://bit.ly/motivatorTV
Mau memulai bisnis?
Mau membesarkan bisnis?
Mau menjadi penulis?
Mau mengembangkan potensi?

Izinkan saya, Ippho Santosa, membantu Anda secara personal dan detail. Boleh? Insya Allah dalam bentuk coaching yang terdiri dari 3 atau 4 peserta saja.

Kalau Anda mengikuti personal coaching dari yang lain, nilainya bisa puluhan juta rupiah. Ya, puluhan juta rupiah. Terutama kalau si coach sudah 'punya nama' dan benar-benar praktisi. Dulu pun saya dibayar belasan juta rupiah untuk jasa ini.

Cuma, hati saya terasa kurang nyaman. Istri saya juga merasakan hal yang sama. Apalagi sebagian peserta adalah entrepreneur pemula dan pengusaha mikro. Akhirnya saya memilih untuk menyesuaikan biaya (harga), agar lebih terjangkau dan tidak membebani peserta.

Namun, jujur saja, coaching yang solutif itu menguras waktu dan energi. Makanya jarang-jarang saya mengadakannya. Setelah sekian lama vakum, saya akan mengadakannya lagi pada awal Oktober (sore dan malam) di Jakarta. Itu pun untuk beberapa orang saja.

Sekiranya teman-teman berminat, silakan sms 0877-7779-2779 (terkait biaya, jadwal, dll).

Saat kita bepergian menuju suatu tempat, akan lebih baik kalau diarahkan oleh orang yang sudah pernah bahkan sering sampai di tempat tersebut. Right? Demikian pula peran coach dalam mengarahkan seseorang menuju sukses dan lebih sukses...

Klik bit.ly/consultingippho
Kembali saya sharing soal rezeki yang tak disangka-sangka. Pagi ini, izinkan saya berbagi satu tips. Tentunya tips yang baru dan berbeda. Boleh?

Simak » http://bit.ly/RezekiTakTerduga

Kenapa nggak ditulis di sini saja? Pengalaman saya membimbing orang selama bertahun-tahun, ada baiknya orang itu diarahkan untuk sedikit berikhtiar atau berusaha, ketimbang disuapi begitu saja.

Adanya ikhtiar atau usaha, walaupun sedikit, itu akan membuat sebuah gagasan (ilmu) membekas di hati dan pikirannya. Maaf, mereka yang selalu disuapi, cenderung menganggap enteng sebuah gagasan (ilmu).

Inilah satu tips tentang rezeki yang tak disangka-sangka. Simak deh » http://bit.ly/RezekiTakTerduga
Jarang-jarang saya baca blog orang lain, hehehe. Tapi kali ini beda, saya baca. Dan isinya bukan tentang saya.

Melainkan tentang seorang PRT alias asisten rumah. Isinya simple tapi memberdayakan. Baca deh » http://difana.com/blog/?p=2356#more-2356
Awal Oktober ini, saya senang sekali. Peserta magang internet marketing di kantor saya ternyata berhasil mencetak berbagai output lebih cepat daripada perkiraan saya. Mereka magang sekitar 14 hari.

Sebagian peserta sangat serius. Misalnya, seorang ibu-ibu berhasil meng-closing Rp 8 juta dalam waktu kurang dari 10 hari. Tak sampai 14 hari. Tentunya, dengan ilmu-ilmu yang diajarkan ketika magang.

Tak cukup sampai di situ. Tiga orang peserta berhasil menyundul blog-nya hingga masuk di halaman 3-4 Google. Itu kan keren sekali alias luar biasa. Padahal lazimnya bisa makan waktu berbulan-bulan.

Serunya lagi, mereka semua adalah amatir awalnya. Nggak ngerti soal blog dan SEO sama sekali. Begitu belajar dan pelan-pelan diarahkan, alhamdulillah langsung bisa. Menghasilkan pula.

Sekarang, zamannya internet. Amat sayang kalau tidak bisa melakukan offering produk melalui internet. Punya website saja tidak cukup.

Harus teroptimasi dan muncul di halaman 1-2 Google. Itu artinya, setara dengan beriklan di koran nasional setiap harinya. Atau, berada di konter terdepan di sebuah mall. Gratis pula!

Seru? Banget! Maka belajarlah. Anda siap?
Sejatinya, berbagi itu bukan untuk orang lain. Yang sebenarnya, berbagi itu untuk kita. Ya, untuk kita.

Bukankah berbagi itu mengundang rezeki dan solusi?

Jelas, orang yang diberi memetik manfaat. Namun kita yang memberi memetik manfaat yang jauh lebih besar.

Simak video saya bersama Ust Yusuf Mansur » https://www.youtube.com/watch?v=_xLEeMvdPcE
Tulisan berikut ini penting sekali buat Anda yang karyawan atau punya karyawan.

Hal-hal kecil ternyata bisa meningkatkan motivasi kerja. Pulih. Benar-benar pulih.

Misalnya? Yah, ambil cuti dua hari atau tiga hari. Setidaknya, satu hari. Istilahnya, me-time. Tidak perlu mahal-mahal, tidak harus jauh-jauh. Kaum Hawa bisa memanjakan diri dengan perawatan-perawatan, sementara kaum Adam bisa menjalani hobi-hobinya. Mahal? Tidak juga. Relatif.

Terus, apa lagi? Mengganti suasana makan. Kalau biasanya makan siang di kantin kantor, boleh juga sesekali makan di luar. Tidak apa-apa kalau mungkin agak mahal. Toh sesekali, bukan setiap hari. Jangan lupa, ajak teman-teman keluar bareng untuk menghilangkan penat dan jenuh.

Terus? Pilih bacaan yang menyenangkan dan tidak membuat kening berkerut. Lalu, hindari berita politik, berita kriminal, dan gosip-gosip. Itu semua hanya mengikis mood Anda. Buat apa? Sekali lagi, hindari saja.

Ada lagi? Ada. Simak » http://bit.ly/Semangaaaaat
Orang Indonesia memegang handphone (HP) sekitar 5 jam sehari. Dan sepertiga untuk online.

Kabar baiknya, pasar online Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan teraktif sedunia. Hebatnya lagi, pasar sebagus ini bisa dicapai dari laptop dan HP Anda. Sebut saja, internet marketing.
 
Lagian ini tidak sesulit yang Anda bayangkan. Terbukti anak SMP dan SMU bisa melakukannya. Making money. Dan sudah banyak buktinya.

Begini. Awal-awal berbisnis, mungkin kita asal buka dan asal online. Yah, silakan. Namun untuk membesarkan bisnis, kita perlu ilmu dan strategi. Nggak ngasal.

Dengan kata lain, belajar itu harus. Karena, dengan belajar akan terjadi percepatan. Dan sebisanya, belajarlah intens bersama ahli-ahlinya. Mereka yang telah membuktikan.

Menimbang hal ini, saya merasa perlu menghadirkan kelas yang komprehensif. Semacam kelas entrepreneurship untuk siapa saja yang ingin memulai dan membesarkan bisnis, secara online.

Mudah-mudahan bisa mencetak Rp 100 juta pertama. Alhamdulillah, sejauh ini semakin banyak alumni yang membuktikan keampuhan materinya. Bisa langsung menghasilkan.

Di kelas ini insya Allah saya terjun langsung bersama tim, membimbing peserta. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi 20-an peserta saja. Beda dengan seminar biasa.

Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.

Mengapa Online Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama

Berapa lama belajarnya?
- 2 hari training
- 6 hari magang
- totalnya dua minggu

Kapan?
- mulai 27 November
- sampai 4 Desember
- jam 8.30 - 17.00 WIB

Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)

Siapa yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online. 
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.

Syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB

Biayanya?
Hanya Rp 6 juta. Dan diskon 50% alias cuma Rp 3 juta saja untuk mereka yang mendaftar serta membayar sebelum 28 Oktober.

Biaya tersebut sudah termasuk makan siang (tapi BELUM termasuk sarapan, makan malam, juga penginapan). Sekiranya perlu, kami akan bantu mencarikan penginapan, berupa hotel terdekat atau kos-kosan terdekat.

Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training lain yang biayanya 2X sampai 4x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.

Ingat, bukan cuma ilmu, di sini peserta juga memperoleh akses langsung ke mentor-mentor terkemuka, yang merupakan pengusaha-pengusaha nasional. Benar-benar kesempatan langka. 

Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% pengusaha. Teruji.

Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan.

Minat? Serius?

-       Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa

-       Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa

-       Setelah transfer, SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)

Sekiranya sudah transfer, silakan SMS konfirmasi pada dua nomor di atas.

Mari sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.

Lihatlah pengusaha, profesional, dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!

Seminggu training dan magang, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk.

Sekiranya Anda minat, baiknya segera take action (sebelum full).
Orang-orang selalu bilang, masa kecil itu adalah masa yang paling indah. Itu betul. Jadi, ketika Anda berbisnis dan bisnisnya masih kecil, yah nikmati saja masa kecil Anda.

Sekali lagi, nikmati saja masa kecil Anda. Salah satu manfaatnya, Anda dapat mengatur arah perubahan. Ibaratnya kapal kecil. Lebih mudah berbelok tho, ketimbang kapal besar.

Nikmati, inilah salah satu tips dari saya. Namun demikian, jangan salah kaprah ya. Ini semua kudu diiringi dengan upaya-upaya untuk menjadi besar.

Sebab itulah, saya tidak terlalu sreg dengan istilah UKM alias Usaha Kecil dan Menengah. Kecil sih boleh, tetapi jangan mau dicap begitu. Kecil seumur-umur, baru tahu rasa! Kata-kata kan doa!

Cukuplah istilah UKM itu berputar di kalangan perbankan dan pemerintahan saja. Bilamana bisnis Anda masih kecil, sebut saja BBB alias Bisnis Bakal Besar atau Be a Big Brand. Hehehe.

Nah, itu ‘kan lebih memberdayakan! Apa pendapat Anda?
Ketika disuruh sedekah, masih ada yang ngeles "Biar dikit asal ikhlas."

Kebayang kalau malaikat penabur rezeki berkata seperti itu kepadamu, hehehe.
"Punya uang nggak jaminan bahagia." Yeee, apalagi kalau nggak punya uang? Hehehe. Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Meremehkan.

Aneh? Sangat!

Begini. Uang itu netral. Maka, mari kita maknai secara positif. Misal, dengan banyaknya uang aku bisa membantu keluarga, sesama, dan agama. Jadi kebaikan tho? Ini lebih memberdayakan daripada berpikir 'banyak uang banyak masalah dan akhirnya nggak bahagia'.

Be positive. Termasuk terhadap uang. Itulah pesan saya selama seminar kemarin di Bali dan Lombok. Insya Allah sore ini saya seminar lagi untuk para orangtua di TK Khalifah Lombok. Mohon doanya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Bayangkan seorang kepala daerah berjilbab tahu-tahu berpidato, "Jangan mau dibodohin pake Injil." Kira-kira gimana respons publik? Saya yakin, hampir semua kelompok akan berang dan meradang, termasuk Muslim.

Umat beragama mana pun merasa itu BUKAN kalimat yang pas dan pantas diucapkan seorang pejabat, berseragam dinas, di depan umum pula. Dan untunglah, kisah di atas cuma fiktif, sekadar komparasi terhadap statement Pak Basuki tentang Surah Al-Maidah 51.

Beliau merasa berhak menafsirkan karena mengaku 9 tahun belajar di sekolah Islam (padahal itu sekolah negeri biasa, bukan sekolah Islam). Terlepas dari itu, selama 9 tahun saya belajar di sekolah Katholik, yang saya pahami, umat Kristiani yang taat dilarang menghina kitab suci agama orang lain.

Demikian pula Islam. Muslim yang taat dilarang menghina sesembahan orang lain (baca QS 6: 108). Saling menghormati. Menahan diri. Sekiranya ini semua diterapkan, betapa damainya dunia ini. Lebih damai daripada Bumi Serpong Damai, hehe.

Terkait Al-Maidah 51 ini, saya sempat bertanya kepada guru saya. Dan inilah jawabannya, "Bukan Al-Maidah 51 saja. Ada juga ayat-ayat serupa, seperti Al-Imran 28, Al-Imran 149 dan 150, An-Nisa 144, Al-Maidah 57, At-Taubah 23, dan Al-Mujadilah 22."

Lalu guru saya melanjutkan, "Sayangnya, segelintir Muslim mencari kisah-kisah darurat untuk membantah ayat-ayat itu. Misalnya, ketika para sahabat meminta perlindungan ke raja non muslim di Afrika. Atau, ketika pengungsi Suriah hijrah ke Jerman dan Belgia, yang artinya siap dipimpin oleh non muslim. Padahal itu semua darurat."

Repotnya, kalau Muslim mengutip Al-Quran dituduh sentimen SARA. Lha, giliran yang lain mengutip Al-Quran dan bebas menafsirkan, dianggap 'inilah demokrasi'.

Kita sama-sama tahu, Al-Quran adalah sumber hukum tertinggi bagi Muslim. Sangat dimuliakan. Kalau diolok-olok? Wajar saja kalau Muslim jadi berang dan meradang, termasuk saya. Apakah selama ini saya sentimen terhadap Pak Basuki? Hehe, insya Allah nggak.

Lihat saja status FB saya selama 5 tahun terakhir. Adakah menjelekkan beliau? Nggak ada. Yang ada malah status saya memuji keharmonisan beliau bersama sang istri. Ada fotonya pula.

Apakah saya SARA? Begini. Saudara-saudara dari ayah saya banyak yang Khatolik. Ada pula yang Hindu. Kami hidup rukun sejak kecil. Tak mungkin saya sentimen terhadap pemeluk agama lain. Islam pun tidak mengajarkan saya bersikap seperti itu.

Salah satu tante saya, seorang aktivis gereja. Dia sayang sama saya. Dan saya pun sayang sama dia. Setiap kali bertemu, saya selalu mencium tangannya, meminta doanya, dan juga mendoakannya. Perbedaan iman tidak menghalangi kami untuk saling menghormati dan menyayangi.

Sekali lagi, apakah saya SARA? Mungkin malah sebaliknya. Sejak 2010, saya sering menulis tentang 'dekatnya' Islam dan China dulunya, baik di nusantara maupun di dunia. Gegara tulisan-tulisan ini, sampai-sampai saya dituduh macam-macam. Hehe, ada-ada saja.

Adapun artikel tentang Pak Basuki kali ini TERPAKSA saya tulis, karena ini soal prinsip. P-r-i-n-s-ip. Saya tahu, sebagian follower saya akan kecewa dengan artikel saya ini. Yah, mau gimana lagi? Saya harap teman-teman semua bisa mengerti dan berempati. Kalau boleh, paragraf pertama dibaca lagi.

Dan saya tidak mau berdebat dengan teman-teman Muslim yang mengabaikan ayat-ayat tertera di atas dan tetap memilih Pak Basuki. Itu hak politik Anda. Sekali lagi, itu hak politik Anda. Saya cuma ingin menyampaikan satu hal. Boleh?

Saya mungkin sama seperti Anda. Mengaku Muslim, tapi jarang sholat on time dan jarang buka Al-Quran. Namun saat Al-Quran diolok-olok bahkan ulama yang mengutipnya dianggap melakukan pembodohan, mestinya hati kita terusik. Ini soal prinsip.

Contoh lain. Anda subuhan tanpa qunut, yang lain berqunut. Tetap saja Anda TIDAK BOLEH berseru 'pembodohan' terhadap mereka yang berqunut. Padahal ini soal khilafiyah. Untuk hal-hal khilafiyah saja, kita sesama Muslim dilarang berseru 'bodoh' apalagi untuk hal-hal prinsip seperti Al-Maidah 51.

Saya pun sedikit lega. Setelah sekian hari bersikeras bahwa dirinya tak bersalah, akhirny
a Pak Basuki mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Karena video versi ringkas dan lengkapnya, isinya sama-sama merendahkan Al-Maidah 51 dan merendahkan ulama-ulama yang mengutipnya.

Yah memang perlu penyesalan dan permintaan maaf. Semoga insiden seperti ini tidak terjadi lagi.

Lantas, bagaimana dengan proses hukum terhadap Pak Basuki? Perlukah diteruskan demi mencegah kejadian-kejadian serupa? Seingat saya, Ibu Rusgiani sempat dipenjara 14 bulan karena menghina agama Hindu di Bali.

Kejadiannya tepat 3 tahun yang lalu, Oktober 2013. Tapi, terus-terang saja, saya ini bukan orang hukum dan setahu saya sudah banyak pihak yang mengurusi itu. Adapun concern saya cuma satu, kemuliaan Al-Quran.

Terakhir, himbauan saya buat seluruh Muslim. Secara hakikat, mungkin kejadian ini teguran buat kita. Lha, kita saja jarang membuka Al-Quran. Itu kan artinya kita kurang menghormati Al-Quran. Kalau kita saja kurang menghormati, gimana mungkin orang lain mau menghormati?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Yang setuju, bantu share dan forward ya.