Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Jika nasib terburuk menimpamu, sebenarnya itu akan memunculkan potensi terbaik dirimu.

Apa iya? Iya!

Simak penjelasannya » http://bit.ly/NasibBuruk
Kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah. Namun kalau kita tabah, kelak kita akan menemukan hikmah dan berkah. Sekali lagi, hikmah dan berkah.

Ketika ayah saya meninggal tahun 1999, saya pikir itu episode terburuk dalam hidup saya. Saya sempat terpikir untuk sejenak berhenti kuliah, karena keterbatasan ekonomi.

Namun ibu saya mendorong saya untuk meneruskan kuliah, walaupun saat itu ibu saya tidak mengantongi uang yang memadai. Pas-pasan. Bertahun-tahun kemudian barulah saya tersadarkan, rupa-rupanya itu salah satu momentum terbaik dalam hidup saya.

Kenapa? Sebabnya, dari situlah saya bersumpah untuk sukses, tidak boleh hidup begitu-begitu saja! Kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah!

Simak lanjutannya » http://bit.ly/NasibBuruk
Lagi malas?
Kurang termotivasi?

Langkah pertama untuk menumbuhkan motivasi adalah BERHENTI membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. “Sebaliknya, berubahlah menjadi sosok yang bermental haus kesuksesan,” ungkap Profesor Psikologi di Virginia Tech, Scott Geller, dikutip dari Reuters.

Scott Geller melanjutkan, sebenarnya membangkitkan motivasi kerja adalah soal bagaimana Anda memperlakukan diri Anda sendiri: apakah bermental ‘menghindari kegagalan’ atau ‘haus kesuksesan’. Sekali lagi, bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri.

Masih banyak tips lainnya terkait motivasi dan pencapaian target. Simak deh » http://bit.ly/Semangaaat

Pastikan tim kita juga baca.
Alhamdulillah, semakin banyak yang membuktikan materi 'Rp 100 Juta Pertama via Online'. Karena materi ini sangat rasional dan sangat mungkin.

Pasar online Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan teraktif sedunia. Hebatnya, pasar sebagus ini bisa dicapai dari rumah Anda. Tepatnya dari laptop dan handphone Anda.

Sebut saja, internet marketing.

Lagian ini tidak sesulit dan serumit yang Anda bayangkan. Terbukti anak SMP dan SMU bisa melakukannya. Ya, menghasilkan uang. Dan sudah banyak buktinya.

Begini. Awal-awal berbisnis, mungkin kita asal buka dan asal online. Yah, silakan. Namun untuk membesarkan bisnis, kita perlu ilmu dan strategi. Nggak bisa asal-asalan.

Dengan kata lain, belajar itu harus. Tentu saja, bukan sembarang belajar, melainkan belajar intens bersama ahli-ahlinya. Karena, dengan belajar akan terjadi percepatan.

Menimbang hal ini, saya merasa perlu menghadirkan kelas yang komprehensif. Semacam kelas entrepreneurship untuk siapa saja yang ingin memulai dan membesarkan bisnis, secara online.

Di kelas ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta selama sekian hari, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta saja. Benar-benar beda dengan seminar biasa.

Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.

Mengapa Online Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama

Berapa lama belajarnya?
- 2 hari training
- 12 hari magang
- totalnya dua minggu

Kapan?
- mulai 29 Oktober
- sampai 9 November
- jam 9.00 - 16.00 WIB

Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)

Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.

Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB

Berapa biayanya?
Hanya Rp 6 juta. Dan diskon 50% alias cuma Rp 3 juta saja untuk mereka yang mendaftar serta membayar sebelum 30 September.

Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.

Biaya tersebut BELUM termasuk sarapan, makan malam, juga penginapan. Sekiranya perlu, kami akan bantu mencarikan penginapan, berupa hotel terdekat atau kos-kosan terdekat.

Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training lain yang biayanya 2X sampai 5x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.

Ingat, bukan cuma ilmu, di sini peserta juga memperoleh akses langsung ke mentor-mentor terkemuka, yang merupakan pengusaha-pengusaha nasional. Ini benar-benar kesempatan langka.

Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% pengusaha. Teruji.

Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan. Ya, dikembalikan.

Minat? Serius?

- Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa

- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa

- Setelah transfer, SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)

Sekiranya sudah transfer, silakan SMS konfirmasi pada dua nomor di atas.

Ayo sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.

Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!

Dua minggu training dan magang, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja.

Sekiranya Anda minat, baiknya bersegera.
Bu Ina, pemilik Ina Cookies, ikut seminar 7 Keajaiban Rezeki di Bandung. Beliau sudah multi-miliarder. Tapi masih mau belajar.

Akhirnya saya ajak ke panggung dan saya tanya, apa motivasinya. Ternyata pengusaha yang low profile ini memang suka belajar dan mengajar.

Karena ilmu itu cahaya, menerangi setiap langkah manusia. Ini disadari betul oleh beliau. Semoga menjadi penyemangat bagi kita-kita yang tengah berproses.
Mau rezeki yang tidak disangka-sangka?

Coba good mood, lanjut dengan good move.

Niscaya keajaiban akan terjadi.

Tak terbayangkan, namun jadi kenyataan.

Maksudnya? Simak » http://bit.ly/Good-Move

Baca sampai selesai ya. Tuntas-tuntas. Terutama dua paragraf terakhir.
Sekarang, kita bahas soal uang. Ya, soal uang.

Dan inilah pesan guru saya, "Ada uang? Yakin. Nggak ada uang? Mestinya kita tetap yakin. Ini namanya iman."

Jangan sampai kita begini: Punya uang, kita yakin. Nggak punya uang, kita nggak yakin. Kalau sampai begini, berarti uanglah yang jadi Tuhan. Parah! Benar-benar parah!

Nggak punya uang? Mestinya kita tetap yakin bisa investasi, bisa bisnis, bisa menikah, bisa berumrah, membantu sesama, membangun sekolah, dll.

Yakin dulu, niat dulu, doa dulu. Setelah itu? Baca lanjutannya. Penting » http://bit.ly/YakinDulu
Bukan sekadar belajar. Sebisanya belajar dari yang terbaik. Percayalah, akan beda hasil dan dampaknya.

Gimana dengan biaya belajar? Layaknya sekolah dan kuliah, kita mengeluarkan uang untuk itu. Demikian pula untuk seminar dan training. Sebenarnya tak perlu dipermasalahkan.

Saya pribadi 2X seminggu duduk sebagai peserta, belajar. Ini rutin saya lakukan, sudah sekian tahun. Kadang sampai berangkat ke luar negeri, demi belajar. Pernah juga belajar langsung dengan Richard Branson dan Yusuf Qardhawi. Biangnya biang!

Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar. Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan alasan-alasan yang tak wajar.

Simak lanjutannya » http://bit.ly/2cwbDfD
Tambahan: Saya pribadi 2X seminggu duduk sebagai peserta, belajar. Ini rutin saya lakukan, sudah sekian tahun. Sejak dulu sampai sekarang. Sekali lagi, sejak dulu sampai sekarang.

Simak lanjutannya » http://bit.ly/2cwbDfD
Mengeluh?
Mengaduh?
Rezeki menjauh.
Teman-teman pun menjauh.

Sesusah-susahnya kita, toh masih ada orang lain yang lebih susah. Yah, buat apa kita berkeluh-kesah? Apalagi sampai menyalah-nyalahkan Sang Pencipta.

Orang yang jauh dari Tuhan-nya, ketika masalah menimpa, susahnya akan bertambah-tambah. Kenapa? Karena masalah itu sendiri dan tiadanya ridha Tuhan-nya.

Orang yang bersandar sama Yang Maha Kuasa, hampir-hampir tiada masalah yang berarti baginya. Hanya Allah yang besar baginya, yang lain terasa kecil.

Repotnya, manusia sering bertindak bodoh. Sehingga masalah pun bertambah-tambah. Hidupnya resah, gelisah, dan terasa serba salah. Hati-hati.

Penting banget. Simak » http://bit.ly/DuaKebodohan
Penelitian-penelitian menunjukkan, selain menurunkan hormon kortisol, ternyata networking atau silaturahim dapat meningkatkan hormon endorfin dan hormon oxytocin, sehingga menyehatkan. Sekali lagi, menyehatkan.

Ini juga berlaku dalam dunia kerja dan dunia usaha.

Terkait konteks ibadah, ternyata silaturahim selalu menyertai:
- Dalam sholat berjamaah, terjadilah silaturahim sesama muslim di suatu kawasan. Demikian pula dalam sholat tarawih dan buka puasa bersama.
- Dalam haji dan umrah, terjadilah silaturahim sesama muslim sedunia.

Dan terkait konteks bisnis, inilah istilahnya:
- Tanpa network, artinya not work (tidak berhasil).
- Network artinya net worth (kekayaan bersih).
- Network memang nice word (kata yang indah).

Gimana, Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Bagaimana mengatasi rutinitas kerja yang membosankan?
Bagaimana mengatasi utang yang melilit dan masalah yang membelit?
Apa saja tips-tips mapan bagi karyawan dan pengusaha?

Ini semua akan dibahas oleh Ippho Santosa, seorang International Trainer dan Mega-Bestselling Author. Seminarnya telah menembus belasan negara di 4 benua.

Selain Ippho Santosa, hadir juga seorang CEO perusahaan nasional dan motivator skala internasional, yang akan berbagi pengalaman-pengalaman berharga soal meraih kesuksesan. Nama dua tokoh ini masih dirahasiakan.

Awalnya, tiket seminarnya hendak dijual ratusan ribu rupiah. Namun pada detik-detik terakhir diputuskan untuk dijual nol rupiah saja alias GRATIS. Agar bisa bermanfaat luas bagi seluruh kalangan.

Baca detailnya » https://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7722/motivator-indonesia-ippho-santosa-ungkap-rahasia-rahasia-sukses

Sampai saat ini, sudah ratusan orang yang mendaftar. Setiap menitnya, ada saja yang mendaftar. Alhamdulillah. Sepertinya Anda harus segera mendaftar. Ya, segera.

Gimana cara daftarnya? Klik ini dan SMS nomor yang tertera » https://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7722/motivator-indonesia-ippho-santosa-ungkap-rahasia-rahasia-sukses
Jualan itu sulit?

Supaya mapan finansial, saya selalu menganjurkan dan mengajarkan lima hal, salah satunya 'gemar jualan'. Ini saya sampaikan di seminar-seminar saya, terutama di kalangan entrepreneur.

Kemarin saya membawakan seminar 'Marketing with Love' untuk sebuah komunitas. Ramai alhamdulillah. Rencananya sih, saya tampil 2.5 jam. Karena keasyikan, eh jadinya malah 3,5 jam. Hehehe. Soalnya wajah-wajah mereka terlihat sangat antusias.

Mbak Diaz, inisiator komunitas itu, sekarang sudah mencetak omset Rp 2 M sebulan. Apa resepnya? Di hadapan teman-temannya, ia mengaku sudah belasan kali mengikuti seminar saya dan menerapkan apa-apa yang saya sampaikan. Rp 2 M itulah salah satu hasilnya. Belum lagi karunia lain berupa keturunan, meningkatnya amal, dll.

Jadi, benarkah jualan itu sulit? Tak sedikit orang yang menganggap jualan itu sulit. Jangan-jangan Anda juga termasuk.

Begini. Cobalah berpikir soal jualan itu dengan sudut pandang yang berbeda. Kalau sudut pandang ini Anda ubah, maka semangat jualan Anda akan menyala dan membara kembali, seperti saat gembiranya Anda mendapat closingan pertama kali. Wow!

Yang bilang jualan itu susah, yah memang iya. Kalau mau dibuat susah. Padahal bisa dibawa mudah dan menyenangkan. Bukankan jualan itu sebenarnya membantu urusan orang dan memudahkan urusan orang. (Saya dkk lagi menyusun buku tips laris jualan buat pemula. Doakan cepat kelar ya.)

Lho kok bisa? Ya, bisa. Bukankah orang lapar dan butuh makan pagi, kemudian dibantu dengan adanya penjual nasi uduk? Ada orang haus di pinggir jalan, kemudian dibantu dengan adanya penjual teh botol.

Ada orang letih dan lelah, kemudian dibantu dengan adanya tukang pijat dan jasa refleksi. Macam-macamlah contohnya. Intinya jualan itu membantu orang. Mensolusikan. Mulia sekali tho?

Sudah 2 hari ini, saya menemani peserta yang magang. Saya salut sama mereka. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Dari Bali, Aceh, Palembang, Semarang, Malang, dll. Menjemput ilmu, judulnya. Nyantri, istilah lainnya.

Saya dan tim membimbing mereka untuk mahir jualan secara offline, pada 2 hari pertama. Kemudian berlanjut, mahir jualan secara online. Kenapa? Mapan finansial, itulah salah satu tujuannya. Mari biasakan diri kita dengan 'gemar jualan'.
Sudahkah kita mengajarkan arti perjuangan kepada keluarga kita?

Tulisan berikut, saya cuplik dari salah satu guru saya. Karena teramat penting, sempatkan satu menit untuk membacanya.

Inilah kisah beliau.

Suatu ketika, ayah saya pernah mengatakan, setengah memerintah: “Nak ikut tuh berjuang dengan mahasiswa dan pelajar. Apa yang mereka perjuangkan itu benar. Pemudalah yang harus berdiri membela rakyatnya. Waktu ayah muda, ayah berjuang juga melawan penjajah. Sekarang kalian berjuang membela yang benar, bela kebenaran!”

Mulai hari itu, saya yang berusia 14 tahun, bergabung dengan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia).

Tanggal 24 Februari 1966, mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam KAMI dan KAPI melakukan demo di Lapangan Banteng, dengan tuntutan yang sama, TRITURA. Bergerak menuju istana.

Dalam mengendalikan massa, ternyata pihak aparat menggunakan senjata. Terdengarlah letusan senjata api yang kemudian diketahui menembus dada salah seorang mahasiswa. Dan saya berada dalam kerumunan itu.

Lalu, saya berlari, tidak berhenti. Pulang. Setiba di rumah, melihat saya berlari-lari begitu, ayah saya langsung berdiri dan menghampiri saya dengan tergopoh-gopoh. Beliau bertanya,” Ada apa Nak?” Lalu saya menceritakan semua apa yang terjadi.

Tanpa saya duga-duga, ayah saya malah memandang saya dengan tajam lalu berkata,” Kenapa Elly pulang Nak?”

Saya menjawab bingung, “Takuuut Yah!”

Ayah saya mengangkat tangan kanannya tinggi sekali, menunjuk ke arah istana dan berkata dengan tegasnya, "Ayah bilang Elly balik! Ya, balik ke istana!"

Saya memandang ayah saya dengan rasa takut, heran, bingung, semua campur aduk jadi satu. Yang keluar dari mulut saya cuma, ”Haaah?”

Ayah saya meneruskan perintahnya dengan menundukkan sedikit kepalanya sehingga matanya sejajar dengan mata saya dan mengucapkan kalimat ini, "Ayah lebih suka anak ayah mati ditembak peluru, daripada mati di kamar (sambil menujuk arah kamar tidur saya), digigit nyamuk. Paham Elly? Balik !!!"

Saya berdiri mematung, dan datanglah sang penyelamat, ibu saya tersayang.

Beliau langsung ambil posisi, berdiri di depan saya dan berhadapan dengan ayah saya. Dengan perlahan beliau mengatakan, “Elly, capek Yah. Dan dia lagi ketakutan."

"Dia juga lapar. Juga belum sembahyang, iya kan Nak ?”  Tanya-nya pada saya.

Ayah saya langsung duduk dan pelan-pelan berkata: "Yah sudah, makan dan sholat dulu, abis itu balik lagi ke istana!”

Sambil makan ibu saya mendengarkan cerita saya yang menakutkan dan menegangkan. Setelah sholat, ibu saya mendekati saya dan berpesan, "Patuh sama apa yang disuruh ayahmu, balik ke sana tapi jangan sampai ke istana ya. Sampai Pecenongan saja!"

Terharu, mengenang semuanya. Ya Allah sayangilah kedua orangtuaku, sebagaimana beliau menyayangiku dulu. Bukan sekali ayah dan ibu saya mengajarkan saya untuk berjuang bagi kepentingan orang banyak.

Demikianlah cuplikan tulisan Bu Elly Risman, guru saya dan guru dari Bunda Neno Warisman.

Akhirnya, sudahkah kita mengajarkan arti perjuangan kepada anak dan keluarga kita?
Video saya di lokasi longsor dan banjir, Garut... banjir setinggi rumah melanda desa, berimbas pada 1000-an warga... tak sampai 1 menit, sempatkan lihat ya...
Dalam beberapa hari terakhir, saya disibukkan penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor di Garut. Bersama ACT, tentunya.

Berawal dari penggalangan dana di media-media sosial, berlanjut dengan malam dana di Rolling Stones bersama artis-artis seperti Snada, Rain, Mulan Jameela, Sheila Marcia, Demian, dll.

Kemudian saya bersama ibu dan mertua berkunjung ke Cimacan dan Cijambe, Garut. Di sinilah banjir paling dahsyat menerjang. Bayangkan, banjirnya setinggi rumah.

Tak heran, rumah-rumah pun rata dengan tanah. Puluhan orang tewas. Sebagian lagi belum ditemukan. 1000-an orang terkena dampaknya. Dan ngerinya, ini semua terjadi dalam hitungan menit!

Anak-anak yang kehilangan ayah dan ibunya, membuat hati saya tersentuh. Siapa sih yang nggak? Ibu dan mertua saya bahkan sampai meneteskan air mata.

Saya tak dapat membayangkan kalau itu terjadi pada keluarga saya. Anda dapat membayangkan kalau itu terjadi pada keluarga Anda? Maka, pada kesempatan kali ini saya mengajak teman-teman untuk berbuat. Aksi nyata. Berdoa, bersedekah.

Yang belum donasi, bisa transfer ke BCA 5995 11 0048 a.n Aksi Cepat Tanggap. Yang sudah donasi, boleh juga kembali berdonasi.

Karena dengan bersedekah untuk orang-orang terkena bencana, itu akan menjauhkan kita dari bala dan bencana. Membantu orang-orang susah, itu akan menjauhkan kita dari masalah dan kesusahan.

Garut itu saudara kita. Tak ada bedanya dengan tetangga di sebelah rumah kita. Mari berbuat. Dengan doa. Dengan donasi. Setidaknya, share tulisan ini. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Doakan ya, kita semua terjaga niatnya. Tetap lurus, tetap tulus. Lillah, itu harus... Saya berada di posisi yang diharapkan contohnya, bahkan harus ada visual dan fotonya... Kata ACT, demi menginspirasi dan menggerakkan teman-teman semua... Niat bisa tergelincir. Sekali lagi, mohon doanya. Terutama buat saya...
Sel-sel otak anak bisa rusak, ketika ia dibentak. Maka, hindari marah-marah ke anak. Kalaupun harus marah, jangan sampai membentak » http://m.jpnn.com/news.php?id=470222

Penelitian-penelitian sudah berkali-kali menjabarkan hal ini. Nabi Muhammad pun tak pernah membentak anak-anak dan cucu-cucunya. Anehnya, sebagian kita masih saja membantah, seolah-olah lebih pintar daripada para peneliti.

Tapi penelitian kan bisa salah! Kalau penelitian saja bisa salah, apalagi pendapat ente, hehehe. Berhentilah berbantah-bantahan tanpa ilmu.

Di keseharian, banyak ayah yang salah paham. Menunjukkan tegasnya dengan membentak anaknya. Padahal itu cuma menunjukkan ketidakmampuan si ayah dalam mengelola emosinya.

Bolehkah selalu tegas? Bolehkah sesekali keras? Ya, boleh. Tapi ingat, tegas dan keras bukan berarti membentak. Beda jauh, bro!

Think!