Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
"Ikut seminar yuk."
"Wah lagi sibuk."

"Ikut kajian yuk."
"Lagi ada kerjaan."

Mendengar jawaban ini, teman saya langsung nyamber, "Woi! Ente pikir, orang-orang yang ikut seminar dan kajian itu pengangguran apa?" Mereka juga punya kesibukan, tapi bisa menyempatkan diri dan memprioritaskan.

Adabnya ilmu, yah dijemput. BUKAN ditunggu. Terus-terang saya males sama orang yang nyeletuk, "Kapan seminar di daerah A? Kapan seminar di daerah B?" Padahal saya menggelar seminar gratis di daerah C, yang jaraknya tak sampai 2 jam dari daerah A dan B.

Dekat tho? Saya, zaman nggak punya uang, bela-belain berangkat ke Malaysia dan Singapura demi menjemput ilmu. Ketika punya sedikit uang, berangkat ke Australia karena tujuan yang sama. Ilmu.

"Sadar Mas Ippho, bukan seminar yang bikin orang sukses," celetuk mereka. Anak TK juga tahu, hanya Allah yang bikin orang sukses. Cuma, dari sini terlihat bahwa dia tidak memprioritaskan ilmu. Toh anjuran menuntut ilmu itu dari Allah juga.

Padahal ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Dan ingatlah, kalau nasib gitu-gitu aja, maka ada tiga kemungkinan. Pertama, ilmunya gitu-gitu aja. Kedua, action-nya gitu-gitu aja. Ketiga, sedekahnya gitu-gitu aja.

Yuk ngaca...
Terkenal di langit...

Inilah para profesional dan entrepreneur yang terkenal di langit.

Simak » http://bit.ly/TerkenalDiLangit
Impianmu, sumber semangatmu.
Impianmu, sumber kekuatanmu.
Impianmu, arah langkahmu.
Impianmu, potensi suksesmu.

Disebut impian jika sampai menggetarkan hatimu. Pagi demi pagi, ditunggu-tunggu. Sehingga menjadi penyemangat setiap hari, setiap minggu. Untuk melangkah maju, tak kenal ragu.

Impian yang besar dan luhur, layak diperjuangkan. Bahkan membuat kita bersemangat setiap harinya. Impian yang kecil? Jadinya yah malas-malasan. Tak heran kalau semangat pun turut mengecil.

Hebatnya lagi, impian yang besar menarik peluang-peluang besar. Bahkan dipertemukan dengan orang-orang besar. Seperti kebetulan, padahal bukan.

Satu hal lagi. Mereka yang berpikir besar relatif lebih sehat dan lebih bersemangat. Bagi Sang Pencipta, tak ada kerepotan sama sekali untuk mewujudkan impian yang besar. Agar cepat terwujud, gimana caranya? Simak lanjutannya » http://bit.ly/mendoakan

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apapun kerjamu sekarang, pastikan mengarah pada impian besarmu. Bukan soal seberapa cepat kita melangkah, tapi SEBERAPA TEPAT kita mengarah!
Pernah gagal?
Gimana sikap orang rata-rata?
Lantas sikap seperti apa yang dianjurkan?

Simak » http://bit.ly/SikapSaatGagal
Anda ngefans sama siapa?
Jason Statham atau Robert Downey Jr?
Justin Bieber atau Tayor Swift?

Ngefans berat?

Sungguh, kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai, walaupun kita belum pernah bertemu dengan orang-orang tersebut. Itu pesan guru saya.

Oleh karenanya, pastikan kita mencintai orang-orang yang tepat. Tatkala kita mencintai seseorang, maka kita akan senantiasa menyebut-nyebut namanya. Dengan senang hati pula kita menuruti kata-katanya, juga membelanya.

Dan manakala orang lain menyebut namanya, hati kita langsung bergetar! Itulah tanda-tanda cinta!

Cinta kadang tak perlu diucapkan. Namun terlihat nyata dari sikap kita. Apakah kita sering menyebut-nyebut namanya? Apakah kita menuruti kata-katanya? Begitu terdengar namanya, apakah hati kita langsung bergetar?

#JumatBerkah. Sekali lagi, pastikan kita mencintai orang yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Keluarga mana yang nggak mau disebut harmonis? Pasti mau semua. Mudah-mudahan jadi doa agar semakin harmonis setiap harinya. Aamiin. Harmonis sampai jannah. Aamiin.

Ini berita tentang keluarga para motivator » https://www.brilio.net/selebritis/10-foto-keharmonisan-keluarga-motivator-top-indonesia-160915o.html
Tahukah Anda?

Ternyata...
1 orang menguasai 5 juta hektar tanah.
0,2% penduduk menguasai 74% tanah.

Ini terjadi di Indonesia, bukan kata orang!
Benar-benar ketimpangan yang luar biasa!

Dan sejak dulu, saya sudah berseru, "Yang membangun peradaban itu adalah developer."

Mudah-mudahan developer-developer berikutnya berasal dari member-member di channel ini. Aamiin. Developer yang hartawan, dermawan, dan tidak serakah. Aamiin.

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160915175459-20-158611/komnas-ham-minta-negara-ambil-tanah-yang-dikuasai-konglomerat/
"Mas Ippho kan menganjurkan kita untuk mapan dan punya jabatan. Usaha berkembang. Tapi agama menganjurkan kita untuk sederhana dan qona'ah. Ini kan bertentangan. Terus, yang bener yang mana?"

Ini jawaban saya » http://bit.ly/Jabatan

"Kok jawabannya nggak ditulis di sini saja?"

Pengalaman saya membimbing orang selama sekian tahun, akan lebih berdampak kalau orang itu melakukan sedikit upaya jika menginginkan jawaban dan solusi. Ketimbang disuapin begitu saja, hehe.

Simak jawabannya » http://bit.ly/Jabatan
Apa tanggapan saya ketika kemudian Marshanda bersitegang dengan orang-orang di sekitarnya?

Simak » http://bit.ly/SoalMarshanda
Kemarin saya bahas soal sedekah, juga menanggapi mereka yang masih beralasan.

Baca blog ini » http://bit.ly/SisiSpiritual

Asyiknya, saya juga bagi-bagi DVD untuk 2 orang yang komen terakhir di blog tersebut. DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama.

Saya rela bagi-bagi DVD karena artikel ini sangat penting. Klik » http://bit.ly/SisiSpiritual

Alhamdulillah. Yang komen lumayan banyak, belum berhenti-berhenti.

Anda minat?
Ketika netizen nanya-nanya ke saya soal jodoh, nah ini jawaban-jawaban saya. Simak deh. Btw, dilarang ketawa ya, hehehe:

@iswahyudi_juozz: mas bagaimana cara mengatasi rasa cemas menjelang akad nikah?
Ingat2 wajah pasangan, bukan wajah ayahnya 🙂

@danaldedy1: Saya Sudah Siap Nikah..Tp dia malah alasan trs
Masukin ke toples, jadiin asinan. Ganti saja, stok cewek msh banyak kok 🙂

@ismy_fik: Mas kalau pacar blm ingin menikah, pdhl saya sudah, baiknya bagaimana?
Yakinkan. Gak mau juga, geseeer 🙂

@IhsanSandLaunun: kalau si calon nunda2 pernikahan, harus bgm mas?
Yakinkan. Gak mau juga, kardusin dia, kirim ke madagaskar 🙂

@diemedia: Mas saya & pasangan sudah siap nikah, tapi sbgn keluarga blm ridho. Gimana?
Suruh keluarganya baca buku sy 🙂

@sari_reviyanti: saya punya pacar lebih muda, tapi org tuanya tidak setuju, gmn mas?
Gpp, kan dia yg mau. Bukan ortu-nya 🙂

@tyanoel: mas ada laki2 ngajak nikah, tp kerjanya belom jelas, kan nanti susah. Gmn?
Yang penting, muka-nya jelas, amal-nya jelas!

@devinakicun: Mas minta saran buat memilih jodoh, ngikutin kata hati gimana?
Lihat 3A: Akhlak-Amal-Action nya 🙂

@black_hallim: Mas dmn bisa cepet dapat jodoh yang baik & sholehah?
Di Biro Jodoh Terbesar, Allah!

@opiwi: buat perempuan, menunggu jodoh atau mencari jodoh?
Menjemput jodoh! Jemput dgn amal, pantaskan diri & berhenti bilang ‘tapi’

@tonieamboen: kalau nikah ma janda gmn? apa pendapat bang ippho?
Silakan. Khadijah itu janda, tp tiada bandingnya smp skrg 🙂

@zahraelok: mas kita boleh me-request seseorang utk jadi jodoh kita?
Boleh. Cuma namanya request, kadang diterima, kadang ditolak 🙂

@vinafasyah: Supaya request jodoh diterima, bisa didorong sama sedekah mas?
Bisa. Tp kalau sedekahnya Rp10rb, dapatnya cuma boneka india

@enymomot: kl nikah tp beda keyakinan. Ada comment bang?
Baiknya satu iman, beda jenis kelamin. Jangan dibalik ya 🙂

@RatihSann: sy dan calon ingin nikah tp kakak perempuan dia blm nikah… bgm?
Lanjut-lah. Kalau kakaknya baru nikah umur 78, kan repot 🙂

@tanntun: mas gimana cara mengatasi mantan pacar suami kita yang masih suka ganggu?
Syukuri. Berarti suami anda msh ganteng 🙂

@SedekahWays: lagi deket sama someone tp mantannya ngejar lagi, menurut mas?
Hati2 kalau mantan presiden yg ngejar 🙂

@rehar00: mas gmn hukumnya suka ama org lain, tp dia dah tunangan?
Hm. Itu msh lampu kuning, blm merah 🙂

@andhikaprayoga: mas nikah sambil kuliah itu keren gak? Gimana tipsnya 🙂
Gak ngerti saya. Blm pernah praktek soalnya

@chisNoor: baiknya nikah dulu atau lanjut sekolah lagi?
Nikah-lah. Tiap hari bs belajar ‘biologi’ sama istri, hehe

@mizz_ata: knp abang nyaranin nikah dulu? Alasannya apa?
Kalau mau belajar sm saya: ‘dengar taati’ .. Kalau hrs dijelasin semua, lamaaaa

@radnan_wirawan: bang, istri gak mau ikut suami, gimana?
Istri tetangga ya? Ya iyalah nggak mau ikut 🙂

@Pipi_fitriani: wajarkah kalau wanita itu matre ?
Gak. Apalagi kalau matre Rp 6000 yg ditempel2 itu 🙂

@RirieSat: berbakti kpd ortu seperti biasa, tapi lebih mendahulukan suami.. betul?
Tul. Suami sendiri tentunya, bukan suami org 🙂

@faresi: 5 september ortu anniversary yg ke-26, ada saran kado apa yg cocok?
Buku #7KeajaibanRezeki & #PercepatanRezeki 🙂 insyaAllah pas

@lisachachaa: bang aku pengen cepat dpt keturunan, minta tips
Coba ambil anak asuh. Itu namanya memantaskan diri jadi ortu 🙂

@zuulzuul: mas klo banyak duit, tapi cewe ga ada yg mau, gimana dong 🙁
Masih punya cermin kan? 🙂

@AyuFamous: ortu ngejodohin sy, baiknya? kebetulan ia kaya n ganteng
Kaya, ganteng, tdk boros, suka nabung, pancasilais, trs apa lg? 🙂

@harryyadi3: aq pengen merid tp ga punya pacar. Pengen Pdkt, tp dekat cewe aja grogi mas. Saran?
Produk langka nih, minat?

@Andrian8785: mas sy ingin nikah, tp takut akan masa depan, apa langkah sy?
Dikasih yg enak2 kok takut? Yg sudah aja pengen nambah 🙂
4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. Ya, cuma 4 huruf...

Apa itu? A-j-a-k.

Maksudnya? Saya kasih contoh ya:
- Bangun awal dan AJAK orang bangun awal.
- Berbagi dan AJAK orang berbagi.
- Berbakti dan AJAK orang berbakti.
- Sukses dan AJAK orang untuk sukses.
- Kerja keras dan AJAK orang untuk kerja keras.

Begini. Kita mengajak orang pada kebaikan, bukan berarti kita ini 100% orang baik-baik. Belum tentu. Ini namanya mengingatkan dalam kebaikan dan sama-sama menuju kebaikan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kebaikan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam keburukan.

Demikian pula dengan kesuksesan. Kita mengajak orang pada kesuksesan, bukan berarti kita ini orang yang sudah sukses. Belum tentu. Ini namanya saling mengingatkan, saling menyemangati, dan sama-sama menuju kesuksesan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kesuksesan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam kegagalan.

Makanya follower saya selalu mengajak teman-temannya dan saudara-saudaranya untuk ikut seminar saya. Terutama yang gratis. Adalah egois kalau kita hanya mementingkan kesuksesan kita sendiri saja. Ya, egois.

Berbagi, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup Rp 20 ribu. Tapi itu bisa bernilai Rp 2 juta, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut berbagi. Kurang-lebih yah begitu.

Sholat dhuha, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup 4 rakaat. Tapi itu bisa bernilai 400 rakaat, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut ber-dhuha. Kurang-lebih yah begitu.

Demikianlah, cuma 4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. A-J-A-K.

Mari, ajak kenalan-kenalan kita bergabung di channel Telegram ini. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Pagi ini, izinkan saya menunjukkan sepuluh prinsip mendasar yang membantu hidup Anda menjadi lebih baik lagi, bahkan terbaik. Insya Allah.

Simple, but not easy. Demikian prinsip-prinsip mendasar itu. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya untuk merangkum sepuluh kalimat di bawah ini! Serius!

Inilah lima di antaranya:
- Semua yang outer dan visible, berasal dari inner dan invisible,
di mana ini jauh lebih kuat
- Anda tidak harus memahami everything untuk memulai something
- Anda tidak harus didukung everyone untuk menjadi someone
- Jika Anda ingin menguasai everything, Anda malah menjadi nothing
- Jika Anda ingin menyenangkan everyone, Anda malah menjadi no one

Lima prinsip berikutnya teramat penting. Mohon dibaca tenang-tenang. Simak » http://bit.ly/10Prinsip
Rezeki, pasti adanya. Sudah dijamin...

Tapi terdapat juga ketidakpastian: kapan, di mana, berapa, melalui apa, dan melalui siapa. Sebenarnya, ketidakpastian ini membuat kita sungguh-sungguh dalam berikhtiar. Betul apa betul?

Coba bayangkan yang sebaliknya. Rezeki, semuanya serba pasti. Nah, justru ini akan membuat manusia bermalas-malasan dalam berikhtiar. Dengan kata lain, ketidakpastian adalah keberkahan. Sekali lagi, ke-ber-kah-an.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sepenting-pentingnya uang, lebih penting lagi ilmu dan akhlak di balik uang. Tanpa ilmu dan akhlak yang tepat, uang bisa menjadi bencana. Sekali lagi, bencana.

Dari dulu sampai sekarang, uang tidak pernah membawa masalah. Sekalipun tidak pernah. Yang masalah itu manusianya. Kurang ilmu, kurang moral.

Terkait cara mencari uang, pahami dulu konsekuensi dan risikonya. Kalau memang mau bekerja, yah terimalah konsekuensinya. Uangnya nggak seberapa. Kalau memang mau berbisnis, yah siaplah dengan segala resikonya. Ruginya nggak kira-kira.

Mereka yang tidak berilmu cenderung menyalah-nyalahkan (blame) dan beralasan (excuse) saat keadaan tidak sesuai dengan harapan. Ya, mereka tidak bertanggung-jawab dengan keputusan-keputusan yang telah diambil.

Belajar, berilmu. Niscaya perubahan demi perubahan akan menghampiri hidupmu.

Kemarin saya senang sekali ketika seminar di Bandung. Acara tersebut saya bikin gratis dan kepada peserta yang hadir saya tawarkan untuk menjadi donatur di sekolah-sekolah di pelosok Indonesia. Alhamdulillah, banyak yang komitmen.

Satu lagi, pemilik Ina Cookies yang low profile turut mengikuti seminar tersebut. Padahal beliau sudah jadi multi-miliarder, tapi masih mau duduk sebagai peserta. Belajar, ikut seminar.

Karena beliau sadar, sepenting-pentingnya uang, lebih penting lagi ilmu di balik uang. Ingatlah, uang bisa hilang dan melayang namun ilmu selalu rekat dan melekat pada diri kita. Itu nyata.

Terakhir, saya juga kagum sama peserta-peserta magang di kantor saya. Mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air. Meski jauh, mereka mau belajar sungguh-sungguh. Saya dan semua orang dapat merasakan kesungguhan niat dan tekad mereka.

Sekalian, saya mohon maaf karena seat magang sudah full sejak Jumat kemarin. Ya, full. Insya Allah magang seperti ini akan diadakan pada akhir Oktober. Sekiranya minat, siap-siap saja.

Belajar, berilmu. Niscaya percepatan demi percepatan akan menghampiri hidupmu.
Halooo Jabodetabek! Yuk merapat ke Jakarta! GRATIS seminar motivasi 7 Keajaiban Rezeki bersama Ippho Santosa! Bantu share ya!
Begitu kita berbakti, itu akan memudahkan urusan-urusan kita. Rezeki? Hm, jangan ditanya.

Ada yang penasaran. Baiknya, bakti yang seperti apa? Simak nih » http://bit.ly/Keluarga
Jika nasib terburuk menimpamu, sebenarnya itu akan memunculkan potensi terbaik dirimu.

Apa iya? Iya!

Simak penjelasannya » http://bit.ly/NasibBuruk
Kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah. Namun kalau kita tabah, kelak kita akan menemukan hikmah dan berkah. Sekali lagi, hikmah dan berkah.

Ketika ayah saya meninggal tahun 1999, saya pikir itu episode terburuk dalam hidup saya. Saya sempat terpikir untuk sejenak berhenti kuliah, karena keterbatasan ekonomi.

Namun ibu saya mendorong saya untuk meneruskan kuliah, walaupun saat itu ibu saya tidak mengantongi uang yang memadai. Pas-pasan. Bertahun-tahun kemudian barulah saya tersadarkan, rupa-rupanya itu salah satu momentum terbaik dalam hidup saya.

Kenapa? Sebabnya, dari situlah saya bersumpah untuk sukses, tidak boleh hidup begitu-begitu saja! Kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah!

Simak lanjutannya » http://bit.ly/NasibBuruk
Lagi malas?
Kurang termotivasi?

Langkah pertama untuk menumbuhkan motivasi adalah BERHENTI membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. “Sebaliknya, berubahlah menjadi sosok yang bermental haus kesuksesan,” ungkap Profesor Psikologi di Virginia Tech, Scott Geller, dikutip dari Reuters.

Scott Geller melanjutkan, sebenarnya membangkitkan motivasi kerja adalah soal bagaimana Anda memperlakukan diri Anda sendiri: apakah bermental ‘menghindari kegagalan’ atau ‘haus kesuksesan’. Sekali lagi, bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri.

Masih banyak tips lainnya terkait motivasi dan pencapaian target. Simak deh » http://bit.ly/Semangaaat

Pastikan tim kita juga baca.