Jatuh-bangun itu biasa, terutama dalam bisnis. Dalam lagu dangdut aja jatuh-bangun, apalagi dalam bisnis, hehehe.
Banyak yang bertanya soal perjalanan bisnis saya. Dari orang awam sampai wartawan media. Apa bisnis yang pertama? Berapa kali gagalnya? Berapa modal awalnya?
Dan inilah kisahnya » http://bit.ly/JatuhBangun
Banyak yang bertanya soal perjalanan bisnis saya. Dari orang awam sampai wartawan media. Apa bisnis yang pertama? Berapa kali gagalnya? Berapa modal awalnya?
Dan inilah kisahnya » http://bit.ly/JatuhBangun
"Wahai Motivator, mana lebih baik, orang beriman yang banyak ibadahnya, tapi buruk akhlaknya. Ataukah orang beriman yang kurang ibadahnya, tapi baik akhlaknya?" tanya seorang peserta.
"Insya Allah, kedua-duanya BAIK," ujar sang motivator sambil tersenyum.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena orang yang tekun ibadahnya, boleh jadi kelak akan dibimbing Tuhan untuk berakhlak mulia, bersebab ibadahnya. Dan orang yang baik akhlaknya, boleh jadi kelak akan dibimbing Tuhan untuk lebih tekun ibadahnya."
"Jadi, siapa yang lebih buruk?" desak si peserta penasaran.
Sang motivator sambil berkaca-kaca matanya akhirnya menjawab, "KITA, SAUDARAKU."
"Hm? Kita???"
"Iya. Kitalah Yang Layak Disebut Buruk, Sebab Kita Gemar Sekali Menghabiskan Waktu Untuk Menilai Orang Lain Dan Melupakan Diri Kita Sendiri."
Gemar mengkoreksi, jarang introspeksi.
PADAHAL KELAK KITA DI HADAPAN ALLAH, AKAN DITANYAI TENTANG DIRI KITA, BUKAN TENTANG ORANG LAIN.
Mari kita sama-sama introspeksi. Berbenah, berubah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Insya Allah, kedua-duanya BAIK," ujar sang motivator sambil tersenyum.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena orang yang tekun ibadahnya, boleh jadi kelak akan dibimbing Tuhan untuk berakhlak mulia, bersebab ibadahnya. Dan orang yang baik akhlaknya, boleh jadi kelak akan dibimbing Tuhan untuk lebih tekun ibadahnya."
"Jadi, siapa yang lebih buruk?" desak si peserta penasaran.
Sang motivator sambil berkaca-kaca matanya akhirnya menjawab, "KITA, SAUDARAKU."
"Hm? Kita???"
"Iya. Kitalah Yang Layak Disebut Buruk, Sebab Kita Gemar Sekali Menghabiskan Waktu Untuk Menilai Orang Lain Dan Melupakan Diri Kita Sendiri."
Gemar mengkoreksi, jarang introspeksi.
PADAHAL KELAK KITA DI HADAPAN ALLAH, AKAN DITANYAI TENTANG DIRI KITA, BUKAN TENTANG ORANG LAIN.
Mari kita sama-sama introspeksi. Berbenah, berubah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kata #KapanLagi saya ini motivator indonesia terkenal. Apa iya? Yah, minimal di kompleks rumah saya. Terbukti satpam-satpam pada kenal, hehehe.
Btw, ada yang keliru nih. Pertama, saya teramat jarang upload foto istri. Kedua, soal jumlah anak. Ketiga, di foto ini anak-anak saya lagi ngambek, hehehe. Mbok ya dicari foto yang lagi senyum.
Soal harmonis? Yah, doakan saja. Semoga keluarga kita semua selalu harmonis. Aamiin » http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/50917keluarga_motivator-20160909-001-rita.html
Btw, ada yang keliru nih. Pertama, saya teramat jarang upload foto istri. Kedua, soal jumlah anak. Ketiga, di foto ini anak-anak saya lagi ngambek, hehehe. Mbok ya dicari foto yang lagi senyum.
Soal harmonis? Yah, doakan saja. Semoga keluarga kita semua selalu harmonis. Aamiin » http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/50917keluarga_motivator-20160909-001-rita.html
KapanLagi.com
KapanLagi.com: INI DIA 8 MOTIVATOR TENAR INDONESIA SERTA KELUARGANYA, HARMONIS!
Ippho Santosa dikenal sebagai motivator pakar otak kanan, penulis buku bestseller serta entrepreneur handal. Dirinya pun sering mengunggah foto bersama istri dan 2 anak kesayangannya.
Kesombongan pertama dalam sejarah, kapankah itu terjadi?
Apa saja bahaya kesombongan terhadap karier dan bisnis?
Simak ya » http://bit.ly/Sombong
Apa saja bahaya kesombongan terhadap karier dan bisnis?
Simak ya » http://bit.ly/Sombong
Minggu yang lalu, kalau anda mengetik kata 'motivator' di Google, maka akan muncul inspirasi-inspirasi yang positif.
Sekarang? Hehehe, yang muncul berbagai kabar miring.
Sebelumnya kita sudah mengulas bahwa rezeki yang tak disangka-sangka akan lebih mudah datangnya kalau suasana hati kita serba positif (good mood).
Untuk menjaga suasana hati ini, saya pilihkan sebuah artikel untuk Anda dan tim Anda. Simak baik-baik ya » http://bit.ly/MotivasiKerja
Sekarang? Hehehe, yang muncul berbagai kabar miring.
Sebelumnya kita sudah mengulas bahwa rezeki yang tak disangka-sangka akan lebih mudah datangnya kalau suasana hati kita serba positif (good mood).
Untuk menjaga suasana hati ini, saya pilihkan sebuah artikel untuk Anda dan tim Anda. Simak baik-baik ya » http://bit.ly/MotivasiKerja
Yang kemarin belum sempat baca tulisan saya tentang motivator-motivator dunia, nih saya bagikan cuplikan-cuplikan pentingnya. Baca tenang-tenang ya.
Bercerainya motivator Anthony Robbins dan bangkrutnya motivator Robert Kiyosaki adalah kisah-kisah yang sudah menyebar luas di berbagai media bahkan menjadi viral di mana-mana.
Mungkin Anda pernah membacanya. Apalagi mereka adalah motivator dunia yang terkenal dan terbaik di bidangnya masing-masing. Lantas, apa tanggapan saya?
Begini, saya berusaha melihat sisi yang lain. Ini meneguhkan bahwa mereka adalah manusia biasa, BUKAN manusia setengah dewa. Dan kita tidak bisa memvonis bahwa hidup mereka pasti memburuk setelah kejadian itu.
Hei, hakim saja pakai sidang dulu sebelum menghakimi. Lha kita? Tolong dijawab! Sampai saat ini, nama-nama seperti Tony Robbins dan Robert Kiyosaki tetaplah the legend dalam dunia motivasi. Sulit tergantikan.
Mari kita amati dan cermati persepektif lainnya. Ketika Tony Robbins bercerai dan ia bangkit dari masa lalunya, bukankah itu pelajaran penting bagi semua alumninya?
Ketika salah satu bisnis Robert Kiyosaki bangkrut dan ia tetap bangkit, bukankah itu pesan berharga bagi semua alumninya? Toh, itu salah satu bisnisnya saja, bukan seluruhnya. Btw, pengusaha mana sih yang nggak pernah bangkrut?
Wartawan dan orang-orang awam yang mengolok-olok, hanya menunjukkan mereka belum pernah mengalami jatuh-bangun dalam bisnis, hehehe. Yang mereka tahu cuma jatuh-bangun dalam lagu dangdut, hahaha.
Lantas, bagaimana dengan motivator Indonesia Mario Teguh? Simak » http://bit.ly/MotivatorIndonesia
Bercerainya motivator Anthony Robbins dan bangkrutnya motivator Robert Kiyosaki adalah kisah-kisah yang sudah menyebar luas di berbagai media bahkan menjadi viral di mana-mana.
Mungkin Anda pernah membacanya. Apalagi mereka adalah motivator dunia yang terkenal dan terbaik di bidangnya masing-masing. Lantas, apa tanggapan saya?
Begini, saya berusaha melihat sisi yang lain. Ini meneguhkan bahwa mereka adalah manusia biasa, BUKAN manusia setengah dewa. Dan kita tidak bisa memvonis bahwa hidup mereka pasti memburuk setelah kejadian itu.
Hei, hakim saja pakai sidang dulu sebelum menghakimi. Lha kita? Tolong dijawab! Sampai saat ini, nama-nama seperti Tony Robbins dan Robert Kiyosaki tetaplah the legend dalam dunia motivasi. Sulit tergantikan.
Mari kita amati dan cermati persepektif lainnya. Ketika Tony Robbins bercerai dan ia bangkit dari masa lalunya, bukankah itu pelajaran penting bagi semua alumninya?
Ketika salah satu bisnis Robert Kiyosaki bangkrut dan ia tetap bangkit, bukankah itu pesan berharga bagi semua alumninya? Toh, itu salah satu bisnisnya saja, bukan seluruhnya. Btw, pengusaha mana sih yang nggak pernah bangkrut?
Wartawan dan orang-orang awam yang mengolok-olok, hanya menunjukkan mereka belum pernah mengalami jatuh-bangun dalam bisnis, hehehe. Yang mereka tahu cuma jatuh-bangun dalam lagu dangdut, hahaha.
Lantas, bagaimana dengan motivator Indonesia Mario Teguh? Simak » http://bit.ly/MotivatorIndonesia
Kemarin dan beberapa minggu sebelumnya, saya menghadiri resepsi dari kenalan-kenalan saya. Alhamdulillah saya merasa senang ketika berada di sana.
Ternyata masih ada pasangan yang menikah hanya dengan satu kali pertemuan saja. Bahkan tanpa pertemuan sama sekali. Cukup si pria yang menemui ayah dari si wanita.
Begitulah, saling kenal nggak harus pakai pacaran. Kalau saya dulu gimana? Alhamdulillah dengan satu kali pertemuan saja. Pengen tahu ceritanya? Simak deh » http://bit.ly/KetikaMenikah
Ternyata masih ada pasangan yang menikah hanya dengan satu kali pertemuan saja. Bahkan tanpa pertemuan sama sekali. Cukup si pria yang menemui ayah dari si wanita.
Begitulah, saling kenal nggak harus pakai pacaran. Kalau saya dulu gimana? Alhamdulillah dengan satu kali pertemuan saja. Pengen tahu ceritanya? Simak deh » http://bit.ly/KetikaMenikah
Besok pagi, sebelum siap-siap Sholat Id, teman-teman bisa mendapatkan inspirasi dari saya di Metro TV. Jam 4 pagi ya...
Idul Fitri atau Idul Adha, nggak bersama orangtua, rasanya gimana gitu... Enaknya, yah ngumpul. Betul apa betul?
Sudah sekian lama, saya lebaran nggak bersama ayah saya. Beliau telah lama meninggal...
Sepanjang hidupnya, beliau tidak kaya. Tapi saya bangga sama beliau. Sampai-sampai saya bahas dalam buku dan seminar...
Kenapa? Simak » http://bit.ly/BarangCurian
Sudah sekian lama, saya lebaran nggak bersama ayah saya. Beliau telah lama meninggal...
Sepanjang hidupnya, beliau tidak kaya. Tapi saya bangga sama beliau. Sampai-sampai saya bahas dalam buku dan seminar...
Kenapa? Simak » http://bit.ly/BarangCurian
Gaya Hidup Sisa-Sisa
Bakti ke orangtua?
Sisa-sisa waktu, sisa-sisa uang.
Kalau ada uang tersisa, baru kirim ke orang tua. Kalau nggak ada, nggak diupayakan. Namanya juga sisa.
Kerja buat apa? Menafkani anak dan istri. Lha orangtua? Nggak masuk hitungan. Buat orangtua, yah sisa-sisa perhatian saja.
Waktu sama anak?
Sisa-sisa waktu, sisa-sisa perhatian.
Yang lebih utama adalah kantor dan kerjaan. Anak? Yah itu tadi, sisa-sisa waktu saja.
Sholat? Berdoa? Sama.
Sisa-sisa waktu juga, bukan prioritas.
Jangan heran, semakin ke sini semakin sulit hadir generasi emas. Dan kita sebagai aktornya pun hanya dapat sisa-sisa di muka bumi ini. Di mana Allah tidak berpihak kepada kita.
Think.
Bakti ke orangtua?
Sisa-sisa waktu, sisa-sisa uang.
Kalau ada uang tersisa, baru kirim ke orang tua. Kalau nggak ada, nggak diupayakan. Namanya juga sisa.
Kerja buat apa? Menafkani anak dan istri. Lha orangtua? Nggak masuk hitungan. Buat orangtua, yah sisa-sisa perhatian saja.
Waktu sama anak?
Sisa-sisa waktu, sisa-sisa perhatian.
Yang lebih utama adalah kantor dan kerjaan. Anak? Yah itu tadi, sisa-sisa waktu saja.
Sholat? Berdoa? Sama.
Sisa-sisa waktu juga, bukan prioritas.
Jangan heran, semakin ke sini semakin sulit hadir generasi emas. Dan kita sebagai aktornya pun hanya dapat sisa-sisa di muka bumi ini. Di mana Allah tidak berpihak kepada kita.
Think.
Kemarin saya membahas soal Gaya Hidup Sisa-Sisa. Alhamdulillah menjadi viral di mana-mana. Padahal itu tulisan spontan saja.
Bagaimana mungkin Sang Pencipta menganugerahkan yang terbaik, kalau kita hanya memberikan yang sisa-sisa?
Walhasil, sepertinya Dia enggan berpihak kepada kita. Secara ekonomi, kita kalah. Secara dignity, kita lemah. Benar-benar masalah. Lalu solusinya?
Simak tulisan lengkapnya » http://bit.ly/Sisa-Sisa
Bagaimana mungkin Sang Pencipta menganugerahkan yang terbaik, kalau kita hanya memberikan yang sisa-sisa?
Walhasil, sepertinya Dia enggan berpihak kepada kita. Secara ekonomi, kita kalah. Secara dignity, kita lemah. Benar-benar masalah. Lalu solusinya?
Simak tulisan lengkapnya » http://bit.ly/Sisa-Sisa
Blogspot
Pembicara Seminar Ippho Santosa Anjurkan Hidup Berimbang (Pembicara Seminar Motivasi)
Pembicara Seminar Ippho Santosa Anjurkan Hidup Berimbang. Pernah Berseminar di Belasan Negara. Ia Adalah Satu Pembicara Seminar Terkenal dan Terbaik. Sering Diminta Bicara Soal Motivasi, UKM, MEA, Kepemimpinan, dan Internet.
Rp 100 Juta Pertama via Online!
Mungkinkah? Sangat mungkin!
Pasar online Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan teraktif sedunia. Dahsyattnya, pasar sebagus ini bisa dicapai dari rumah Anda. Tepatnya dari laptop dan handphone Anda.
Sebut saja, internet marketing.
Lagian ini tidak sesulit dan serumit yang Anda bayangkan. Terbukti anak SMP dan SMU bisa melakukannya. Ya, menghasilkan uang. Dan sudah banyak buktinya.
Begini. Awal-awal berbisnis, mungkin kita asal buka dan asal online. Yah, silakan. Namun untuk membesarkan bisnis, kita perlu ilmu dan strategi. Nggak bisa asal-asalan.
Dengan kata lain, belajar itu harus. Tentu saja, bukan sembarang belajar, melainkan belajar intens bersama ahli-ahlinya. Karena, dengan belajar akan terjadi percepatan.
Menimbang hal ini, saya merasa perlu menghadirkan kelas yang komprehensif. Semacam kelas entrepreneurship untuk siapa saja yang ingin memulai dan membesarkan bisnis, secara online.
Di kelas ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta selama sekian hari, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta saja. Benar-benar beda dengan seminar biasa.
Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.
Mengapa Online Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
Berapa lama belajarnya?
- 2 hari training
- 12 hari magang
- totalnya dua minggu
Kapan?
- mulai 24 September
- sampai 6 Oktober
- jam 9.00 - 16.00 WIB
Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)
Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.
Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB
Berapa biayanya?
Hanya Rp 6 juta. Dan diskon 50% alias cuma Rp 3 juta saja untuk mereka yang mendaftar serta membayar sebelum 16 September.
Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.
Biaya tersebut BELUM termasuk sarapan, makan malam, juga penginapan. Sekiranya perlu, kami akan bantu mencarikan penginapan, berupa hotel terdekat atau kos-kosan terdekat.
Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training lain yang biayanya 2X sampai 5x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.
Ingat, bukan cuma ilmu, di sini peserta juga memperoleh akses langsung ke mentor-mentor terkemuka, yang merupakan pengusaha-pengusaha nasional. Ini benar-benar kesempatan langka.
Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% pengusaha. Teruji. Terbukti.
Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan. Ya, dikembalikan.
Minat? Serius?
- Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa
- Setelah transfer, SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)
Sekiranya sudah transfer, silakan SMS konfirmasi pada dua nomor di atas.
Ayo sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.
Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!
Dua minggu training dan magang, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja.
Peserta hampir FULL, alhamdulillah. Sekiranya Anda benar-benar minat, baiknya segera take action.
Mungkinkah? Sangat mungkin!
Pasar online Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan teraktif sedunia. Dahsyattnya, pasar sebagus ini bisa dicapai dari rumah Anda. Tepatnya dari laptop dan handphone Anda.
Sebut saja, internet marketing.
Lagian ini tidak sesulit dan serumit yang Anda bayangkan. Terbukti anak SMP dan SMU bisa melakukannya. Ya, menghasilkan uang. Dan sudah banyak buktinya.
Begini. Awal-awal berbisnis, mungkin kita asal buka dan asal online. Yah, silakan. Namun untuk membesarkan bisnis, kita perlu ilmu dan strategi. Nggak bisa asal-asalan.
Dengan kata lain, belajar itu harus. Tentu saja, bukan sembarang belajar, melainkan belajar intens bersama ahli-ahlinya. Karena, dengan belajar akan terjadi percepatan.
Menimbang hal ini, saya merasa perlu menghadirkan kelas yang komprehensif. Semacam kelas entrepreneurship untuk siapa saja yang ingin memulai dan membesarkan bisnis, secara online.
Di kelas ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta selama sekian hari, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta saja. Benar-benar beda dengan seminar biasa.
Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.
Mengapa Online Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
Berapa lama belajarnya?
- 2 hari training
- 12 hari magang
- totalnya dua minggu
Kapan?
- mulai 24 September
- sampai 6 Oktober
- jam 9.00 - 16.00 WIB
Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)
Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.
Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB
Berapa biayanya?
Hanya Rp 6 juta. Dan diskon 50% alias cuma Rp 3 juta saja untuk mereka yang mendaftar serta membayar sebelum 16 September.
Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.
Biaya tersebut BELUM termasuk sarapan, makan malam, juga penginapan. Sekiranya perlu, kami akan bantu mencarikan penginapan, berupa hotel terdekat atau kos-kosan terdekat.
Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training lain yang biayanya 2X sampai 5x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.
Ingat, bukan cuma ilmu, di sini peserta juga memperoleh akses langsung ke mentor-mentor terkemuka, yang merupakan pengusaha-pengusaha nasional. Ini benar-benar kesempatan langka.
Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% pengusaha. Teruji. Terbukti.
Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan. Ya, dikembalikan.
Minat? Serius?
- Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
- Atau BCA 4972-013-777 a.n. Ippho D. Santosa
- Setelah transfer, SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp)
Sekiranya sudah transfer, silakan SMS konfirmasi pada dua nomor di atas.
Ayo sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.
Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!
Dua minggu training dan magang, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja.
Peserta hampir FULL, alhamdulillah. Sekiranya Anda benar-benar minat, baiknya segera take action.
Ini ada penelitian-penelitian bagus.
Ternyata orang yang taat beragama itu lebih bahagia dan lebih tahan terhadap krisis. Kok Bisa? Ya bisa!
Simak » http://bit.ly/Beragama
Ternyata orang yang taat beragama itu lebih bahagia dan lebih tahan terhadap krisis. Kok Bisa? Ya bisa!
Simak » http://bit.ly/Beragama
Bagi teman-teman yang tengah memperjuangkan impian-impiannya, insya Allah tulisan berikut ini adalah salah satu solusinya. Ya, solusi.
Mungkin Anda ingin punya rumah, punya mobil, naik pangkat, buka usaha, ke Tanah Suci, atau ke luar negeri. Ternyata ada satu hal yang amat sederhana tapi amat menentukan.
Apa itu? Ini pengalaman saya » http://bit.ly/impian-impian
Mungkin Anda ingin punya rumah, punya mobil, naik pangkat, buka usaha, ke Tanah Suci, atau ke luar negeri. Ternyata ada satu hal yang amat sederhana tapi amat menentukan.
Apa itu? Ini pengalaman saya » http://bit.ly/impian-impian
"Tidak harus menguasai everything untuk memulai something," itu pesan saya sejak lama. Ini beneran, bukan sekadar retorika.
Fyi, pengusaha kecil seringkali usahanya tetap kecil. Kenapa? Salah satu penyebabnya, dia berusaha menguasai semuanya. Walhasil serba setengah-setengah. Mana mungkin sangat ahli?
Padahal, seorang Superman sekalipun tidak bisa menguasai semuanya. Mampukah seorang Superman menulis buku? Memasak sayur kangkung? Memperbaiki mesin cuci? Hehehe.
Sekali lagi, tidak harus menguasai everything untuk memulai something. Terus, solusinya? Cari ahlinya. Ya, cari ahlinya. Yang lebih ahli daripada Anda. Lalu, bentuk superteam. Sebut saja, Success Squad.
Tulisan sederhana ini penting sekali dipahami oleh para atasan dan para pengusaha. Ini soal who, bukan how. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Fyi, pengusaha kecil seringkali usahanya tetap kecil. Kenapa? Salah satu penyebabnya, dia berusaha menguasai semuanya. Walhasil serba setengah-setengah. Mana mungkin sangat ahli?
Padahal, seorang Superman sekalipun tidak bisa menguasai semuanya. Mampukah seorang Superman menulis buku? Memasak sayur kangkung? Memperbaiki mesin cuci? Hehehe.
Sekali lagi, tidak harus menguasai everything untuk memulai something. Terus, solusinya? Cari ahlinya. Ya, cari ahlinya. Yang lebih ahli daripada Anda. Lalu, bentuk superteam. Sebut saja, Success Squad.
Tulisan sederhana ini penting sekali dipahami oleh para atasan dan para pengusaha. Ini soal who, bukan how. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Ikut seminar yuk."
"Wah lagi sibuk."
"Ikut kajian yuk."
"Lagi ada kerjaan."
Mendengar jawaban ini, teman saya langsung nyamber, "Woi! Ente pikir, orang-orang yang ikut seminar dan kajian itu pengangguran apa?" Mereka juga punya kesibukan, tapi bisa menyempatkan diri dan memprioritaskan.
Adabnya ilmu, yah dijemput. BUKAN ditunggu. Terus-terang saya males sama orang yang nyeletuk, "Kapan seminar di daerah A? Kapan seminar di daerah B?" Padahal saya menggelar seminar gratis di daerah C, yang jaraknya tak sampai 2 jam dari daerah A dan B.
Dekat tho? Saya, zaman nggak punya uang, bela-belain berangkat ke Malaysia dan Singapura demi menjemput ilmu. Ketika punya sedikit uang, berangkat ke Australia karena tujuan yang sama. Ilmu.
"Sadar Mas Ippho, bukan seminar yang bikin orang sukses," celetuk mereka. Anak TK juga tahu, hanya Allah yang bikin orang sukses. Cuma, dari sini terlihat bahwa dia tidak memprioritaskan ilmu. Toh anjuran menuntut ilmu itu dari Allah juga.
Padahal ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Dan ingatlah, kalau nasib gitu-gitu aja, maka ada tiga kemungkinan. Pertama, ilmunya gitu-gitu aja. Kedua, action-nya gitu-gitu aja. Ketiga, sedekahnya gitu-gitu aja.
Yuk ngaca...
"Wah lagi sibuk."
"Ikut kajian yuk."
"Lagi ada kerjaan."
Mendengar jawaban ini, teman saya langsung nyamber, "Woi! Ente pikir, orang-orang yang ikut seminar dan kajian itu pengangguran apa?" Mereka juga punya kesibukan, tapi bisa menyempatkan diri dan memprioritaskan.
Adabnya ilmu, yah dijemput. BUKAN ditunggu. Terus-terang saya males sama orang yang nyeletuk, "Kapan seminar di daerah A? Kapan seminar di daerah B?" Padahal saya menggelar seminar gratis di daerah C, yang jaraknya tak sampai 2 jam dari daerah A dan B.
Dekat tho? Saya, zaman nggak punya uang, bela-belain berangkat ke Malaysia dan Singapura demi menjemput ilmu. Ketika punya sedikit uang, berangkat ke Australia karena tujuan yang sama. Ilmu.
"Sadar Mas Ippho, bukan seminar yang bikin orang sukses," celetuk mereka. Anak TK juga tahu, hanya Allah yang bikin orang sukses. Cuma, dari sini terlihat bahwa dia tidak memprioritaskan ilmu. Toh anjuran menuntut ilmu itu dari Allah juga.
Padahal ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Dan ingatlah, kalau nasib gitu-gitu aja, maka ada tiga kemungkinan. Pertama, ilmunya gitu-gitu aja. Kedua, action-nya gitu-gitu aja. Ketiga, sedekahnya gitu-gitu aja.
Yuk ngaca...
Terkenal di langit...
Inilah para profesional dan entrepreneur yang terkenal di langit.
Simak » http://bit.ly/TerkenalDiLangit
Inilah para profesional dan entrepreneur yang terkenal di langit.
Simak » http://bit.ly/TerkenalDiLangit
Impianmu, sumber semangatmu.
Impianmu, sumber kekuatanmu.
Impianmu, arah langkahmu.
Impianmu, potensi suksesmu.
Disebut impian jika sampai menggetarkan hatimu. Pagi demi pagi, ditunggu-tunggu. Sehingga menjadi penyemangat setiap hari, setiap minggu. Untuk melangkah maju, tak kenal ragu.
Impian yang besar dan luhur, layak diperjuangkan. Bahkan membuat kita bersemangat setiap harinya. Impian yang kecil? Jadinya yah malas-malasan. Tak heran kalau semangat pun turut mengecil.
Hebatnya lagi, impian yang besar menarik peluang-peluang besar. Bahkan dipertemukan dengan orang-orang besar. Seperti kebetulan, padahal bukan.
Satu hal lagi. Mereka yang berpikir besar relatif lebih sehat dan lebih bersemangat. Bagi Sang Pencipta, tak ada kerepotan sama sekali untuk mewujudkan impian yang besar. Agar cepat terwujud, gimana caranya? Simak lanjutannya » http://bit.ly/mendoakan
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Impianmu, sumber kekuatanmu.
Impianmu, arah langkahmu.
Impianmu, potensi suksesmu.
Disebut impian jika sampai menggetarkan hatimu. Pagi demi pagi, ditunggu-tunggu. Sehingga menjadi penyemangat setiap hari, setiap minggu. Untuk melangkah maju, tak kenal ragu.
Impian yang besar dan luhur, layak diperjuangkan. Bahkan membuat kita bersemangat setiap harinya. Impian yang kecil? Jadinya yah malas-malasan. Tak heran kalau semangat pun turut mengecil.
Hebatnya lagi, impian yang besar menarik peluang-peluang besar. Bahkan dipertemukan dengan orang-orang besar. Seperti kebetulan, padahal bukan.
Satu hal lagi. Mereka yang berpikir besar relatif lebih sehat dan lebih bersemangat. Bagi Sang Pencipta, tak ada kerepotan sama sekali untuk mewujudkan impian yang besar. Agar cepat terwujud, gimana caranya? Simak lanjutannya » http://bit.ly/mendoakan
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apapun kerjamu sekarang, pastikan mengarah pada impian besarmu. Bukan soal seberapa cepat kita melangkah, tapi SEBERAPA TEPAT kita mengarah!
Pernah gagal?
Gimana sikap orang rata-rata?
Lantas sikap seperti apa yang dianjurkan?
Simak » http://bit.ly/SikapSaatGagal
Gimana sikap orang rata-rata?
Lantas sikap seperti apa yang dianjurkan?
Simak » http://bit.ly/SikapSaatGagal
Anda ngefans sama siapa?
Jason Statham atau Robert Downey Jr?
Justin Bieber atau Tayor Swift?
Ngefans berat?
Sungguh, kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai, walaupun kita belum pernah bertemu dengan orang-orang tersebut. Itu pesan guru saya.
Oleh karenanya, pastikan kita mencintai orang-orang yang tepat. Tatkala kita mencintai seseorang, maka kita akan senantiasa menyebut-nyebut namanya. Dengan senang hati pula kita menuruti kata-katanya, juga membelanya.
Dan manakala orang lain menyebut namanya, hati kita langsung bergetar! Itulah tanda-tanda cinta!
Cinta kadang tak perlu diucapkan. Namun terlihat nyata dari sikap kita. Apakah kita sering menyebut-nyebut namanya? Apakah kita menuruti kata-katanya? Begitu terdengar namanya, apakah hati kita langsung bergetar?
#JumatBerkah. Sekali lagi, pastikan kita mencintai orang yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Jason Statham atau Robert Downey Jr?
Justin Bieber atau Tayor Swift?
Ngefans berat?
Sungguh, kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai, walaupun kita belum pernah bertemu dengan orang-orang tersebut. Itu pesan guru saya.
Oleh karenanya, pastikan kita mencintai orang-orang yang tepat. Tatkala kita mencintai seseorang, maka kita akan senantiasa menyebut-nyebut namanya. Dengan senang hati pula kita menuruti kata-katanya, juga membelanya.
Dan manakala orang lain menyebut namanya, hati kita langsung bergetar! Itulah tanda-tanda cinta!
Cinta kadang tak perlu diucapkan. Namun terlihat nyata dari sikap kita. Apakah kita sering menyebut-nyebut namanya? Apakah kita menuruti kata-katanya? Begitu terdengar namanya, apakah hati kita langsung bergetar?
#JumatBerkah. Sekali lagi, pastikan kita mencintai orang yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.