Ippho Santosa - ipphoright
26.3K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Jarang-jarang saya pakai gamis. Hari ini saya pakai... Kenapa? Soalnya ini gamis istimewa, pemberian Ustadz Arifin Ilham. Mudah-mudahan segala kebaikan yang saya lakukan hari ini, jadi amal jariyah bagi beliau. Aamiin...
Ada yang bertanya ke saya.

"Mas Ippho, apa yang terjadi dengan Indonesia?"

"Terus bagaimana sikap Mas Ippho atas kejadian-kejadian itu?"

Saya tanya balik, "Kejadian-kejadian yang mana?"

Mereka jawab:
- Meninggalnya 600-an Petugas Pemilu.
- Tewasnya 6 orang di Aksi 22 Mei.
- Dipukulinya tenaga medis oleh polisi.

https://metro.tempo.co/amp/1208460/rusuh-22-mei-tenaga-medis-dompet-dhuafa-dipukul-polisi?

Menurut mereka, kejadian-kejadian ini sangat mengerikan dan janggal.

Begini. Tadi pas khutbah Jumat, khatib mengajak jamaah untuk banyak-banyak berdoa. Bukan mengutuk. Kalau berdoa dan mendoakan, insya Allah ini bisa mengubah sesuatu.

Tapi kalau mengutuk, kita dapat apa? Sebagai pribadi, kita nggak dapat apa-apa dari perkataan yang mengutuk dan mengecam itu. Demikian pula negeri ini, tidak dapat apa-apa.

Bagaimanapun, lebih baik berdoa dan mendoakan. Yup, saya setuju dengan ajakan khatib tadi. Saya harap teman-teman juga setuju. Insya Allah.

Karena saya, Anda, dan kita semua sama-sama rindu Indonesia yang damai dan berkeadilan.
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Ini Mas Fadly, vokalis Padi dan Musikimia, terlihat makin slim dan makin fresh 😁
Menurut beliau, belakangan ini makanan lebih terjaga. Olahraga juga. Ditambah lagi dengan berpuasa.
Saya harap teman-teman juga begitu. Semakin luar biasa saat berpuasa.
Dari Habibie, Gus Sholah, Sampai Andrie Wongso



Selama lebih 25 tahun, lembaga ini menebar manfaat di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok-pelosok. Bahkan sampai ke luar negeri. Masya Allah. Saya pribadi aktif di sana sebagai relawan sejak 2010.

Menariknya, lembaga ini adalah 'cicit' dari presiden ketiga, Prof BJ Habibie. Hm, maksudnya? Begini.

Pada 1990, Habibie membidani ICMI.

Dari ICMI, lahirlah Republika.

Dari Republika, lahirlah Dompet Dhuafa.

Ya, nama lembaga itu Dompet Dhuafa atau DD, yang berdiri sejak tahun 1993.

Tidak cukup sampai di situ, kemudian saya bersama DD menginisiasi Kampus Umar Usman pada 2011.

Saya pun coba membayangkan, betapa besar amal jariyah yang ditanam oleh Prof BJ Habibie. Masya Allah.

Dari awal berdiri, DD selalu diaudit dan selalu meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Salah satunya oleh akuntan publik Paul Hadiwinata (PKF). Selain itu, pernah diberi penghargaan oleh Baznas sebagai lembaga amil dengan operasional terbaik.

Meski DD ini lembaga filantropi Islam, namun DD berusaha menjadi 'rahmatan lil alamin' alias 'rahmat bagi semua'. Contoh kecil, DD menjadi lembaga kemanusiaan pertama yang hadir di Asmat, untuk menangani masalah gizi buruk di sana. Saat banjir bandang menerjang Wasior, Papua, DD juga turun tangan.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengajak Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, dan James Gwee untuk mengadakan charity seminar. Alhamdulillah beliau-beliau berkenan. Nah, ada peran DD di sana.

Karena acara itu di-organize oleh saya bersama Kampus Umar Usman dan DD. Alhamdulillah, saat itu terkumpul donasi ratusan juta rupiah dan sepertiganya kita salurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk korban bencana di Nepal.

Kesehatan adalah salah satu concern DD. Pernah dengar RS Hasyim Asyari? Rumah sakit ini dipelopori oleh keluarga besar KH Hasyim Asyari (pendiri NU). Nah, rumah sakit ini dikelola oleh DD dan menjadi rumah sakit dhuafa ke-6 yang dikelola DD. Gus Sholah (adik Gus Dur) pun menyambut baik progam mulia ini.

Saya pribadi adalah trainer yang senang belajar. Dan hal serupa saya tularkan ke mahasiswa-mahasiswa saya. Dr Syafii Antonio, Tung Desem Waringin, Yeheskiel Zebua, dr Phaidon Toruan, Mardigo Wowiek, dll adalah tokoh-tokoh hebat yang pernah berbagi ilmu di Kampus Umar Usman. Alhamdulillah.

Sejauh ini, saya melihat manajemen DD adalah orang-orang yang beragam dan ini yang membuat senang sekali bergaul dengan mereka. Ya, hampir 10 tahun saya jadi relawan di DD. Pada akhirnya, kita doakan ya, semoga mereka yang berjuang di DD diberi kekuatan dan keikhlasan. Aamiin.
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Senior saya, Pak Tung, sering berbagi melalui DD. Alhamdulillah.
Hari itu saya bertemu lagi dengan Coach Nick, seorang pengusaha dari Malaysia. Kami mengadakan charity seminar di weekend kemarin. Alhamdulillah, lumayan dana terkumpul.

Beliau mengajak kita semua untuk ikhlas dalam belajar. Dan itu bagus dampaknya bagi kita sebagai pembelajar. Beliau bercerita bahwa sebelum bertemu saya secara langsung, beliau sudah merasa bertemu dengan saya dan sudah sungguh-sungguh mendoakan saya. Masya Allah.

Menurut saya, saling mendoakan meskipun belum pernah tatap muka sama sekali, itu bagus sekali. Bukan suatu hal yang dilebih-lebihkan. Efek kedekatan akan terasa.

Guru-guru yang baik insya Allah tulus dan ikhlas dalam mengajar. Pertanyaannya, apakah kita sebagai murid ikhlas dalam belajar? Maka, ikhlaslah dalam belajar, walaupun itu dari IG, WA, Telegram, dan YouTube (tidak bertemu langsung).

Lantas, apa bukti ikhlas itu? Sungguh-sungguh menyimak ilmu tersebut. Sungguh-sungguh mendoakan sumber ilmu tersebut. Saat kita plong terhadap sumber ilmu, maka ilmu dan hikmah pun mengalir kepada kita. Lebih deras lagi.

Ini pun adab dalam menuntut ilmu. Saling mendoakan antara murid dan guru. Selalu. Insya Allah ini akan mengundang rahmat dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Tahu.
Sarat manfaat, ini sesuatu yang perlu diperjuangkan. Bukan diri kita saja yang sarat manfaat, usahakan bisnis kita juga sarat manfaat. Usahakan seperti itu.

Nah, beruntung sekali kalau selama ini kita sudah menjual produk atau yang sarat manfaat. Mungkin di bidang kesehatan, mungkin di bidang pendidikan. Insya Allah itu industri yang sangat tepat.

Saat kita menawarkan produk atau jasa yang sarat manfaat, itu artinya kita tengah merawat pohon kebaikan. Tumbuh, tumbuh, dan terus tumbuh. Menjadi kebaikan yang lebih besar lagi. Insya Allah.

Suatu hari nanti, kita akan memetik buahnya. Bahkan panen. Hebatnya lagi, panennya bisa berkali-kali. Bukan cuma sekali. Dengan adanya kebermanfaatan sedemikian rupa, mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat-Nya untuk bisnis kita dan diri kita. Aamiin.

Misal, kita menjual barang yang sarat manfaat. Terus, ada orang yang salah beli. Nggak niat beli produk kita, tapi tau-tau kebeli atau dibeliin sama saudaranya. Terus, gimana?

Apakah orang ini rugi? Ternyata nggak, insya Allah. Tetep dia dapat manfaat dari produk kita. Untung tho? Karena sejak awal kita sudah memilih produk yang sarat manfaatnya.

"Salah beli aja, tetep untung!" Nah, itu filosofi idealnya. Maka carilah produk atau jasa yang seperti itu. Banyak kok. Jangan malah kita menjual sesuatu yang nggak jelas manfaarnya. Jangan pula kita mem-push prospek untuk berperilaku impulsif dan konsumtif.

Sekarang kita beralih ke Ramadhan. Saat Ramadhan (berpuasa), setiap konsumen perlu extra hati-hati dalam berbelanja. Entah itu di mall atau online shop.

Berikut ini adalah kombinasi keadaan yang memicu orang untuk belanja secara konsumtif dan impulsif:
- lapar (karena berpuasa)
- waktu terbatas (karena lebaran sudah dekat)
- pegang cash (karena baru THR)
- promosi oleh si penjual (biasanya tambah gencar saat Ramadhan)
- orang lain juga shopping (tanpa sadar manusia cenderung mengikuti khalayak).

Kalau kita menjual produk fashion, kita harus pandai-pandai dalam berpromosi. Jangan sampai orang jadi konsumtif dan impulsif gegara iklan dan promosi kita. Ingat, kelakuan kita ini kelak akan dihisab.

Kalau jual produk yang sarat manfaat? Insya Allah, aman. Salah beli aja, tetap untung. Pada akhirnya, mari kita camkan sama-sama, "Bisnis bukan sekedar cari untung, tapi juga menebar keberuntungan dan kebermanfaatan bagi banyak orang."

Ini menurut saya. Bagaimana dengan Anda? Setuju?
Kalau seorang pria punya uang sekitar Rp 10 juta atau empat dinar, bagaimana pembagiannya?

Nabi Muhammad pernah bersabda, "Satu dinar yang engkau infaqkan di jalan Allah 'azza wajalla, satu dinar kepada orang-orang miskin, satu dinar kepada budak, serta satu dinar kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah dinar yang engkau infaqkan kepada keluargamu." HR Ahmad no 9736.

Nabi juga pernah bersabda, "Dinar yang kamu belanjakan di jalan Allah dan dinar yang kamu berikan kepada seorang budak wanita, dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, serta dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar ganjaran pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu." HR Muslim no 995.

Kok bisa? Karena, bagi seorang pria, menafkahi keluarga itu memang wajib hukumnya. So, jangan pelit sama istri dan keluarga. Sebab itu pula berulang kali saya menyerukan, "Ciri pria sejati itu sedikit bicara, banyak transfer." Hehehe.

Inilah dua sikap ideal pria terhadap pasangannya:
- Kasih sayang
- Kasih uang

Hehehe.

Tentu, ini lebih mudah dipahami kalau orang itu melek agama atau religius. Btw, ada kabar baiknya juga. Riset yang digelar oleh Ohio State University mengungkapkan, orang-orang religius mampu hidup 6 tahun lebih lama. Lebih sehat. Tidak main-main, peneliti menganalisis lebih dari 1.500 orang.

Saat istri dan keluarga senang, percayalah, pintu-pintu rezeki akan semakin terbuka. Dan demikian pula sebaliknya. Hati-hati.

Begini. Menjadikan harta sebagai komponen utama dalam memanjakan keluarga, jelas itu pilihan dan keputusan yang keliru. Ya, ke-li-ru. Tapi kita mesti sadar, kadang harta itu memang diperlukan.

Sekiranya kita belajar ilmu penafkahan (di mana ini sepenuhnya tanggung-jawab suami), maka kita akan disadarkan bahwa memang ada komponen harta di sana. Nggak bisa nggak.

Jadi, seorang pria, jangan risih kalau bicara soal harta. Siap?
Ya, Indonesia tengah berduka...

Berikut ini adalah doa Ustadz YM untuk Bu Ani dan keluarga yang ditinggalkan...

https://www.instagram.com/p/ByKuvSdlo0G/?igshid=173h7crd74dh0
Sudah tiga kali Ramadhan, saya bukber dengan Pak CT dan Kyai Ma'ruf. Tadi malam salah satunya. Alhamdulillah, banyak insight dan networking yang saya dapatkan selama berada di sana.

https://www.instagram.com/p/ByKktStlbXe/?igshid=1mcq3xbikfxrt

Pak CT berpesan, para ulama mesti bersatu. Kalau tidak, bagaimana umat bisa bersatu? Kyai Ma'ruf pun mengingatkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Tapi bukan alasan bagi kita untuk berpecah-belah.

Menjelang pulang, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan Pak CT. Sarat dengan nasehat, alhamdulillah. Kapan-kapan saya akan membahasnya di channel ini. Insya Allah.
Bagaimanapun, persaudaraan dan persahabatan itu lebih utama.

Tolong diingat:
- Kepentingan kadang berubah.
- Pilihan kadang berbeda.
- Bisnis kadang merosot.
- Rezim kadang berganti.
- Pemahaman kadang berubah.

Namun persaudaraan untuk selamanya dan itu lebih utama. Ya, lebih utama. Jangan sampai gegara beda pendapat, akhirnya kita bertengkar. Dan kalaupun itu sempat terjadi, tidak perlu lama-lama. Rukunlah kembali.

Bukankah Allah lebih senang membagi-bagikan rezeki yang berlimpah kepada mereka yang damai dan rukun?

Hati-hati. Saat terjadi pertengkaran dalam keluarga atau organisasi, nyari uang jadi lebih susah. Betul apa betul? Ini juga bisa terjadi dalam konteks yang lebih luas, yaitu bangsa dan negara. Sekali lagi, rukunlah kembali.

Sebagai penutup, simak video dari guru-guru dan sahabat-sahabat saya >> https://www.instagram.com/p/ByjPDisFe-L/?igshid=6ufebl21qjbg
Snouck Hurgronje adalah penasehat untuk Hindia Belanda yang lahir pada tahun 1857. Dialah yang awal-awal menggagas agar orang-orang Aceh khusyuk beribadah di musholla, sementara urusan kebun-kebun serahkan saja kepada Belanda.

Dia menanamkan pemahaman bahwa harta itu melalaikan ibadah. Jelas, ini pemahaman yang keliru!

Harta dan anak adalah ujian. Kalimat ini sebuah peringatan, bukan larangan. Artinya, kita boleh punya harta, boleh punya anak. Nggak dilarang. Harta yang banyak? Boleh juga insya Allah. Yang penting, kita bisa mempertanggung-jawabkan dari mana dan ke mana harta tersebut.

Bahkan saat wafat nanti, kita diharapkan meninggalkan 3W. Apa itu? Warisan, wasiat, dan wakaf. Itu harta semua dan jumlahnya banyak. Kita siap atau tidak, itulah kenyataannya.

Masih soal harta. Sekarang, kita lihat soal maskawin.

20 unta, inilah maskawin Nabi Muhammad kepada Khadijah. Setelah Khadijah meninggal, setelah Nabi pindah ke Madinah, beliau menikah lagi. Soal maskawin, beliau tetap mengupayakan yang terbaik.

πŸͺπŸͺπŸͺ

500 dirham, inilah maskawin Nabi Muhammad kepada Aisyah, menurut hadis riwayat Muslim. Satu dinar emas kurang-lebih setara dengan 10 dirham perak. Kalau dikonversi, 500 dirham itu sekitar Rp 40 juta.

πŸ₯‡πŸ₯‡πŸ₯‡

Baju besi buatan Huthomiyyah, inilah maskawin Ali kepada Fathimah, menurut hadis riwayat Abu Dawud. Bagi Ali, baju perang adalah sesuatu yang sangat berharga dan itulah yang ia berikan.

❀❀❀

Perhatikan baik-baik. Amal-amal seperti haji, umrah, akikah, kurban, zakat, sedekah, dan wakaf, itu semua memerlukan harta. Right? Belum lagi membangun rumah ibadah, rumah sakit, sekolah, dll.

Pesan Ustadz Abdul Somad, "Orang beriman dianjurkan kuat otaknya, kuat badannya, kuat ekonominya." Soal ini, silakan lihat postingan saya di IG. Ustadz Adi Hidayat pun menegaskan, "Lebih baik kaya masuk surga daripada miskin nggak jelas."

πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Saya harap Anda setuju dengan pendapat di atas. Nah, tiga video pendek dari UAS ini lagi viral di IG. Teman-teman simak deh >> https://www.instagram.com/p/ByjeKrGl5qk/?igshid=7x833etwcnrt
Seminar saya, Ippho Santosa, segera hadir di kota-kota berikut. Insya Allah acara ini non-profit (pembicara tidak dibayar). Kalaupun ada HTM, itu semata-mata untuk menutupi biaya operasional. Kami sengaja tidak melibatkan sponsor agar kami bisa sharing lebih leluasa dan tidak diatur-atur.

Juni 2019
23, Manado, WA 0811-4326-787
30, Bandung, 0822-1400-1200

Juli 2019
6, Sukabumi, 0812-9666-5810
7, Bandung, 0819-9778-7888
9, Cirebon, 0852-7473-8158
11, Pekalongan, 0819-9778-7888
13, Semarang, 0895-0300-5353
14, Solo, 0812-1543-6335

Di sini, niat kami semata-mata ingin berbagi ilmu dan membawa perubahan. Mohon didoakan. Yang berminat, silakan WA panitia setempat. Di seminar-seminar ini, sebagian besar kami mengangkat judul baru, yaitu "Muhammad sebagai Pedagang."

Sampai jumpa ya!
Coba perhatikan pengusaha-pengusaha sukses.

Mereka pernah gagal.
Mereka pernah jatuh.
Tapi mereka tidak mengeluh.
Gagal 7 kali, bangkit 10 kali !!!

Statement ini saya dapatkan kemarin dari seorang kawan. Saya pikir, benar juga.

Dan soal risiko, inilah saran Chairul Tanjung:
- Jangan takut mengambil resiko.
- Jika berhasil, Anda akan bahagia.
- Jika gagal, Anda akan lebih bijaksana.

Menurut saya, sukses dan gagal itu satu paket. Ya, satu paket. Daripada menyebutnya kegagalan, lebih baik menyebutnya tantangan dan pembelajaran. Sebutan ini lebih memberdayakan.

Nabi-nabi saja pernah gagal. Coba buka sejarah, tidak sedikit nabi yang terusir dari kota asalnya. Dirinya dan dakwahnya tidak diterima. Nabi-nabi saja gagalnya sampai seperti itu, apalagi kita!

Putus asa, bolehkah? Nabi Ibrahim menyebut putus asa sebagai sebuah kesesatan. Kalimat dari Nabi Ibrahim ini tertulis di Kitab Suci. Bukan saya yang ngarang-ngarang. Intinya, gagal sih boleh. Putus asa, yah jangan.

Sejatinya, bagi mereka yang bermental pemenang, kegagalan adalah 'ruang belajar'. Siapa sih yang mau gagal? Nggak ada. Tapi kalau sudah terjadi dan tak bisa dihindari, yah sudah, lebih baik diterima saja. Lalu? Perbaiki diri dan belajarlah.

Pelan-pelan bangkitlah!

Sekian, semoga bermanfaat.
Sabtu yang lalu, saya ada acara halal bihalal dengan komunitas BP, berlanjut acara halal bihalal dengan komunitas Musawarah.

Di komunitas BP, saya sempat mengingatkan, "Sukses itu biasa. Gagal juga biasa. Tidak perlu disikapi berlebihan."

Terus, ada yang bertanya, "Sudah antusias, sudah optimis, kok masih gagal, Mas?”

Saya jawab, "Yah, apalagi kalau nggak antusias dan nggak optimis! Pasti lebih gagal!"

Ada lagi yang bertanya, β€œSales merosot! Omset turun! Penawaran ditolak! Harus bagaimana nih?” Tetap tenang. Jangan panik. Tarikan nafas saja turun-naik. Gerakan sholat juga turun-naik. Mestinya ini melatih kita dan menguatkan kita. 

Pertanyaan lain, "Barusan jatuh Mas, habis semua. Gimana ya?" Anak SD juga tahu, kalau jatuh, yah segera bangkit! Gagal itu wajar. Berlarut-larut dalam kegagalan, nah itu yang nggak wajar. 

Yang sebenarnya tidak ada yang abadi di muka bumi ini, termasuk kegagalan. Yah, coba saja lagi dan lagi. Lama-lama, si gagal itu akan bosan sama Anda, hehehe. Istilah lainnya, habiskan jatah gagal Anda.

Di sisi lain, di komunitas Musawarah, para ustadz mengingatkan kita semua agar tidak mudah lelah dalam mengajak khalayak pada kebaikan. Kalau sesekali ada penolakan, itu sih wajar-wajar saja. Teruslah mengajak.

Turut hadir di halal bihalal tersebut Irwansyah, Dude Harlino, Ricky Harun, Teuku Wisnu, Tommy Kurniawan, Dimas Seto, Arie Untung, Natta Reza, Salim Bahanan, Ali Zainal, Roger Danuarta, Dimas Seto, Mario Irwinsyah, Primus, dll.

Sekian lama mereka (pengurus Musawarah) berusaha menjadi penggerak kebaikan. Boleh juga disebut dakwah. Hebatnya lagi, mereka juga berusaha merangkul semua kalangan. Orang-orang yang berbeda pilihan politik dan berbeda ormasnya, semua mereka rangkul.

Memang tidak mudah. Tapi mereka terus melakukannya. Sepengalaman saya, sesuatu yang tidak mudah biasanya ganjarannya besar. Betul apa betul? Demikian pula menggerakkan kebaikan dan merangkul semua kalangan.

Pada akhirnya, mudah-mudahan kita semua istiqomah dalam kebaikan. Aamiin. Sekian dulu, kapan-kapan kita sambung lagi. Terlepas dari itu, insya Allah dalam waktu dekat saya akan membagikan e-book gratis lagi. Insya Allah di channel ini. Tunggu ya.
"Udah optimis, kok masih gagal?" Apalagi kalau nggak optimis. Bisa nyungsep 😁😁😁

"Udah bisnis, kok masih miskin?" Apalagi kalau nggak bisnis. Bisa lebih miskin 😁😁😁

"Udah sedekah, kok masih susah?" Apalagi kalau nggak sedekah. Bisa lebih susah 😁😁😁

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul selama ini. Mungkin bukan pertanyaan, tapi tepatnya celetukan. Hehehe.

Akhir Juni dan awal Juni, insya Allah saya akan mengadakan seminar 'Muhammad Sebagai Pedagang' di beberapa kota. Acara ini non-profit. Kalaupun ada HTM, itu semata-mata untuk meng-cover biaya operasional.

Sengaja dibikin tanpa sponsor, biar pembicara lebih leluasa untuk sharing. Niat kami insya Allah untuk berbagi inspirasi dan membawa perubahan. Doakan ya, biar niat kami tetap lurus dan terjaga.

Apa saja yang dibahas? Rahasia kekayaan Nabi dan para sahabat. Memulai usaha dari nol. Bangkit kembali dari kegagalan. Meraih percepatan rezeki. Meraih Rp 100 juta pertama. Insya Allah saya ajak juga beberapa pengusaha untuk menemani saya sharing di panggung.

Buku dengan judul yang sama, Muhammad Sebagai Pedagang, alhamdulillah sudah lama beredar dan royalty for charity. Berikut ini adalah jadwal seminarnya dan nomor kontak panitia setempat.

23 Juni Manado, WA 0811-4326-787.
06 Juli Sukabumi, 0812-9666-5810.
07 Juli Bandung, 0819-9778-7888.
11 Juli Pekalongan, 0819-9778-7888.
14 Juli Solo, WA 0812-1543-6335.

Sampai jumpa ya!