Anda sudah menikah? Sepertinya Anda perlu membaca artikel ini sampai selesai.
"Wanita nggak suka dikerasin." Itu betul. Saat menasehati istri dan anak perempuan, diperlukan keluwesan juga kesabaran. Dengan kata lain, perlu waktu. Yang Maha Kuasa saja sabar menunggu hijrahnya kita. Kenapa kadang kita nggak sabar saat menasehati orang-orang di sekitar kita?
"Wanita nggak suka dikerasin," itulah kalimat dari Shireen Sungkar saat sharing di hadapan partner-partner saya kemarin. Alhamdulillah. Dia menceritakan kisah hijrahnya yang seru bersama sang suami, Teuku Wisnu. Ternyata memang perlu proses dan perlu dialog. Nggak ujug-ujug. Nggak tiba-tiba.
Alhamdulillah, kisah Shireen dan Wisnu tersebut menjadi inspirasi yang berkesan bagi kami semua. Saya pribadi mengenal mereka berdua sejak lama. Sebelum mereka berdua menikah.
Sehari sebelumnya, Nasrullah yang sharing di hadapan partner-partner saya. Dari pagi sampai malam, alhamdulillah. Materinya apa lagi kalau bukan Magnet Rezeki. Rukunnya suami-istri dan rukunnya kita dengan sesama rupanya menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik rezeki. Peserta pun sampai menangis berkali-kali.
Mereka yang menikah dan rukun dalam pernikahannya, bukan rahasia lagi, akan membaik rezekinya.
Setelah menikah, ada yang naik gajinya. Ada pula yang tidak naik gajinya. Begitu pula profit-nya, bagi yang punya usaha. Namun anehnya, ia malah mampu menafkahi anak-anak, menafkahi orangtua, menyicil rumah, menyicil kendaraan, pokoknya macam-macam. Betul apa betul?
Aneh, mungkin bisa dibilang begitu. Padahal nggak aneh juga. Itulah berkah dari pernikahan juga kerukunan. Dan benarlah, Yang Maha Kaya menepati janji-Nya, di mana Dia akan memampukan dan mengayakan orang-orang yang menikah.
Pada akhirnya, semoga segala kesibukan kita di Ramadhan kali ini bernilai ibadah dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin. Saling mendoakan ya. Jangan sampai hari demi hari berlalu, tapi kita dan pasangan kita tidak mengalami perubahan positif apapun di Ramadhan ini. Jangan sampai!
"Wanita nggak suka dikerasin." Itu betul. Saat menasehati istri dan anak perempuan, diperlukan keluwesan juga kesabaran. Dengan kata lain, perlu waktu. Yang Maha Kuasa saja sabar menunggu hijrahnya kita. Kenapa kadang kita nggak sabar saat menasehati orang-orang di sekitar kita?
"Wanita nggak suka dikerasin," itulah kalimat dari Shireen Sungkar saat sharing di hadapan partner-partner saya kemarin. Alhamdulillah. Dia menceritakan kisah hijrahnya yang seru bersama sang suami, Teuku Wisnu. Ternyata memang perlu proses dan perlu dialog. Nggak ujug-ujug. Nggak tiba-tiba.
Alhamdulillah, kisah Shireen dan Wisnu tersebut menjadi inspirasi yang berkesan bagi kami semua. Saya pribadi mengenal mereka berdua sejak lama. Sebelum mereka berdua menikah.
Sehari sebelumnya, Nasrullah yang sharing di hadapan partner-partner saya. Dari pagi sampai malam, alhamdulillah. Materinya apa lagi kalau bukan Magnet Rezeki. Rukunnya suami-istri dan rukunnya kita dengan sesama rupanya menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik rezeki. Peserta pun sampai menangis berkali-kali.
Mereka yang menikah dan rukun dalam pernikahannya, bukan rahasia lagi, akan membaik rezekinya.
Setelah menikah, ada yang naik gajinya. Ada pula yang tidak naik gajinya. Begitu pula profit-nya, bagi yang punya usaha. Namun anehnya, ia malah mampu menafkahi anak-anak, menafkahi orangtua, menyicil rumah, menyicil kendaraan, pokoknya macam-macam. Betul apa betul?
Aneh, mungkin bisa dibilang begitu. Padahal nggak aneh juga. Itulah berkah dari pernikahan juga kerukunan. Dan benarlah, Yang Maha Kaya menepati janji-Nya, di mana Dia akan memampukan dan mengayakan orang-orang yang menikah.
Pada akhirnya, semoga segala kesibukan kita di Ramadhan kali ini bernilai ibadah dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin. Saling mendoakan ya. Jangan sampai hari demi hari berlalu, tapi kita dan pasangan kita tidak mengalami perubahan positif apapun di Ramadhan ini. Jangan sampai!
Ippho Santosa - ipphoright
Photo from Ippho & Tim Khalifah
Pengen lunas utang? Benar-benar lunas? Mungkin e-book ini solusinya. Karya teman saya. Saat ini, e-book-nya masih gratis. Mau? Yang mau, silakan WA ke 0813-9520-0092. Baca dan praktek ya. Semoga membawa perubahan!
Bersihnya hati insya Allah akan mengarahkan kita pada lapangnya hati dan ujung-ujungnya lapangnya rezeki.
Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."
Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.
Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.
Jadi, tak perlu iri atau dengki.
Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'
Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Benar-benar keliru.
Begini. Kalau kita dapat customer, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.
Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin malaikat geleng-geleng kepala, takjub. Kata malaikat "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'
😉
Persis seperti pesan guru saya, "Lapang hati, lapang pula rezeki." Insya Allah itu pasti.
Yuk praktek!
Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."
Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.
Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.
Jadi, tak perlu iri atau dengki.
Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'
Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Benar-benar keliru.
Begini. Kalau kita dapat customer, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.
Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin malaikat geleng-geleng kepala, takjub. Kata malaikat "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'
😉
Persis seperti pesan guru saya, "Lapang hati, lapang pula rezeki." Insya Allah itu pasti.
Yuk praktek!
Nabi Muhammad mulai menghasilkan uang dan menafkahi dirinya sendiri sejak usia 8 tahun. Boleh dibilang, ini usia yang sangat dini. Lantas, bagaimana dengan kita dan anak-anak kita?
Menurut saya, nilai-nilai entrepreneurship dan kemandirian harus ditanamkan ke anak sejak dini. Ya, sejak dini. Itulah yang menjadi misi awal berdirinya TK dan SD Khalifah. Setidaknya, sejak kecil anak-anak sudah bercita jadi entrepreneur.
Sayangnya, masyarakat kita belum terlalu melek dengan dunia entrepreneurship. Daripada mengeluh soal keadaan, saya memilih untuk berbuat. Kecil-kecilan dulu, nggak masalah. Pelan-pelan, besar juga insya Allah.
Kami pun berusaha untuk berbuat. Melalui TK dan SD Khalifah. Mudah-mudahan semua guru dan mitra yang terlibat di TK dan SD Khalifah diberi kekuatan dan keikhlasan untuk menebar nilai-nilai entrepreneurship dan kemandirian ini. Aamiin. Doakan kami ya.
Selama lebih dari 10 tahun, alhamdulillah TK dan SD Khalifah sudah tersebar puluhan cabang di Indonesia. Dari Aceh sampai Papua. Di Manado juga ada, alhamdulillah. Mendidik ribuan anak. Melihat perkembangan ini semua, kadang membuat saya terharu.
Dan senang sekali, semakin banyak tokoh nasional yang mendukung TK dan SD Khalifah, alhamdulillah. Terima kasih Kak Seto, Aa Gym, Imam Shamsi Ali, Dude Harlino, Shireen Sungkar, Oki Setiana Dewi, Ustadz Bendri dll.
Besar harapan kami, dari sekolah ini lahir pengusaha-pengusaha yang soleh, tangguh, dan cinta tanah airnya. Insya Allah.
Menurut saya, nilai-nilai entrepreneurship dan kemandirian harus ditanamkan ke anak sejak dini. Ya, sejak dini. Itulah yang menjadi misi awal berdirinya TK dan SD Khalifah. Setidaknya, sejak kecil anak-anak sudah bercita jadi entrepreneur.
Sayangnya, masyarakat kita belum terlalu melek dengan dunia entrepreneurship. Daripada mengeluh soal keadaan, saya memilih untuk berbuat. Kecil-kecilan dulu, nggak masalah. Pelan-pelan, besar juga insya Allah.
Kami pun berusaha untuk berbuat. Melalui TK dan SD Khalifah. Mudah-mudahan semua guru dan mitra yang terlibat di TK dan SD Khalifah diberi kekuatan dan keikhlasan untuk menebar nilai-nilai entrepreneurship dan kemandirian ini. Aamiin. Doakan kami ya.
Selama lebih dari 10 tahun, alhamdulillah TK dan SD Khalifah sudah tersebar puluhan cabang di Indonesia. Dari Aceh sampai Papua. Di Manado juga ada, alhamdulillah. Mendidik ribuan anak. Melihat perkembangan ini semua, kadang membuat saya terharu.
Dan senang sekali, semakin banyak tokoh nasional yang mendukung TK dan SD Khalifah, alhamdulillah. Terima kasih Kak Seto, Aa Gym, Imam Shamsi Ali, Dude Harlino, Shireen Sungkar, Oki Setiana Dewi, Ustadz Bendri dll.
Besar harapan kami, dari sekolah ini lahir pengusaha-pengusaha yang soleh, tangguh, dan cinta tanah airnya. Insya Allah.
Foto ini dikirim ke saya sewaktu sahur tadi. Dikirim oleh Ustadz Yusuf Mansur.
Sedih sekali saya saat mendengar kabar Ustadz Arifin Ilham telah berpulang. Ya Allah. Selama 10 tahun lebih saya kenal beliau, hanya kebaikan yang beliau tanam ke saya. Entah sebagai guru maupun sebagai abang. Sungguh, yang ada di benak saya hanya kenangan-kenangan yang indah.
Pernah saya diajak tampil bareng di salah satu TV swasta beberapa tahun yang lalu. Siapalah saya, sampai diajak tampil bareng segala. Terus di TVRI (seperti foto di atas). Alhamdulillah. Dua pengalaman ini sangat berkesan bagi saya.
Pernah juga beberapa kali saya mengantar beliau dengan kendaraan saya. Masya Allah. Banyak sekali ilmu dan nasehat yang saya peroleh sepanjang perjalanan. Mitra-mitra saya juga sangat senang saat beliau berkunjung ke TK saya.
Yang paling berkesan, saat saya dan Pak Yan (Saling Sapa) diminta beliau untuk menemani Ustadz Abdul Somad yang waktu itu bertamu ke Sentul. Makan siang bareng UAS. Bahkan saya juga dikasih baju putih sama Ustadz Arifin. Langsung saya pakai.
Sekarang alhamdulillah beliau sudah nggak sakit lagi. Ya, sudah nggak sakit lagi. Karena beliau sudah berpulang. Di bulan terindah, Ramadhan. Saya yakin teman-teman sudah mendengar berita duka ini dan sudah mendoakan beliau.
Kita doakan sekali lagi ya. Kali ini sama-sama. Semoga beliau diterima amal-amalnya dan diampuni salah-salahnya. Aamiin. Keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan kekuatan. Aamiin.
Sedih sekali saya saat mendengar kabar Ustadz Arifin Ilham telah berpulang. Ya Allah. Selama 10 tahun lebih saya kenal beliau, hanya kebaikan yang beliau tanam ke saya. Entah sebagai guru maupun sebagai abang. Sungguh, yang ada di benak saya hanya kenangan-kenangan yang indah.
Pernah saya diajak tampil bareng di salah satu TV swasta beberapa tahun yang lalu. Siapalah saya, sampai diajak tampil bareng segala. Terus di TVRI (seperti foto di atas). Alhamdulillah. Dua pengalaman ini sangat berkesan bagi saya.
Pernah juga beberapa kali saya mengantar beliau dengan kendaraan saya. Masya Allah. Banyak sekali ilmu dan nasehat yang saya peroleh sepanjang perjalanan. Mitra-mitra saya juga sangat senang saat beliau berkunjung ke TK saya.
Yang paling berkesan, saat saya dan Pak Yan (Saling Sapa) diminta beliau untuk menemani Ustadz Abdul Somad yang waktu itu bertamu ke Sentul. Makan siang bareng UAS. Bahkan saya juga dikasih baju putih sama Ustadz Arifin. Langsung saya pakai.
Sekarang alhamdulillah beliau sudah nggak sakit lagi. Ya, sudah nggak sakit lagi. Karena beliau sudah berpulang. Di bulan terindah, Ramadhan. Saya yakin teman-teman sudah mendengar berita duka ini dan sudah mendoakan beliau.
Kita doakan sekali lagi ya. Kali ini sama-sama. Semoga beliau diterima amal-amalnya dan diampuni salah-salahnya. Aamiin. Keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan kekuatan. Aamiin.
Jarang-jarang saya pakai gamis. Hari ini saya pakai... Kenapa? Soalnya ini gamis istimewa, pemberian Ustadz Arifin Ilham. Mudah-mudahan segala kebaikan yang saya lakukan hari ini, jadi amal jariyah bagi beliau. Aamiin...
Ada yang bertanya ke saya.
"Mas Ippho, apa yang terjadi dengan Indonesia?"
"Terus bagaimana sikap Mas Ippho atas kejadian-kejadian itu?"
Saya tanya balik, "Kejadian-kejadian yang mana?"
Mereka jawab:
- Meninggalnya 600-an Petugas Pemilu.
- Tewasnya 6 orang di Aksi 22 Mei.
- Dipukulinya tenaga medis oleh polisi.
https://metro.tempo.co/amp/1208460/rusuh-22-mei-tenaga-medis-dompet-dhuafa-dipukul-polisi?
Menurut mereka, kejadian-kejadian ini sangat mengerikan dan janggal.
Begini. Tadi pas khutbah Jumat, khatib mengajak jamaah untuk banyak-banyak berdoa. Bukan mengutuk. Kalau berdoa dan mendoakan, insya Allah ini bisa mengubah sesuatu.
Tapi kalau mengutuk, kita dapat apa? Sebagai pribadi, kita nggak dapat apa-apa dari perkataan yang mengutuk dan mengecam itu. Demikian pula negeri ini, tidak dapat apa-apa.
Bagaimanapun, lebih baik berdoa dan mendoakan. Yup, saya setuju dengan ajakan khatib tadi. Saya harap teman-teman juga setuju. Insya Allah.
Karena saya, Anda, dan kita semua sama-sama rindu Indonesia yang damai dan berkeadilan.
"Mas Ippho, apa yang terjadi dengan Indonesia?"
"Terus bagaimana sikap Mas Ippho atas kejadian-kejadian itu?"
Saya tanya balik, "Kejadian-kejadian yang mana?"
Mereka jawab:
- Meninggalnya 600-an Petugas Pemilu.
- Tewasnya 6 orang di Aksi 22 Mei.
- Dipukulinya tenaga medis oleh polisi.
https://metro.tempo.co/amp/1208460/rusuh-22-mei-tenaga-medis-dompet-dhuafa-dipukul-polisi?
Menurut mereka, kejadian-kejadian ini sangat mengerikan dan janggal.
Begini. Tadi pas khutbah Jumat, khatib mengajak jamaah untuk banyak-banyak berdoa. Bukan mengutuk. Kalau berdoa dan mendoakan, insya Allah ini bisa mengubah sesuatu.
Tapi kalau mengutuk, kita dapat apa? Sebagai pribadi, kita nggak dapat apa-apa dari perkataan yang mengutuk dan mengecam itu. Demikian pula negeri ini, tidak dapat apa-apa.
Bagaimanapun, lebih baik berdoa dan mendoakan. Yup, saya setuju dengan ajakan khatib tadi. Saya harap teman-teman juga setuju. Insya Allah.
Karena saya, Anda, dan kita semua sama-sama rindu Indonesia yang damai dan berkeadilan.
Tempo
Rusuh 22 Mei, Tenaga Medis Dompet Dhuafa Dipukul Polisi
Empat orang relawan Dompet Dhuafa mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh polisi saat rusuh 22 Mei di kawasan Jalan MH. Thamrin Jakarta.
Ini Mas Fadly, vokalis Padi dan Musikimia, terlihat makin slim dan makin fresh 😁
Menurut beliau, belakangan ini makanan lebih terjaga. Olahraga juga. Ditambah lagi dengan berpuasa.
Saya harap teman-teman juga begitu. Semakin luar biasa saat berpuasa.
Dari Habibie, Gus Sholah, Sampai Andrie Wongso
Selama lebih 25 tahun, lembaga ini menebar manfaat di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok-pelosok. Bahkan sampai ke luar negeri. Masya Allah. Saya pribadi aktif di sana sebagai relawan sejak 2010.
Menariknya, lembaga ini adalah 'cicit' dari presiden ketiga, Prof BJ Habibie. Hm, maksudnya? Begini.
Pada 1990, Habibie membidani ICMI.
Dari ICMI, lahirlah Republika.
Dari Republika, lahirlah Dompet Dhuafa.
Ya, nama lembaga itu Dompet Dhuafa atau DD, yang berdiri sejak tahun 1993.
Tidak cukup sampai di situ, kemudian saya bersama DD menginisiasi Kampus Umar Usman pada 2011.
Saya pun coba membayangkan, betapa besar amal jariyah yang ditanam oleh Prof BJ Habibie. Masya Allah.
Dari awal berdiri, DD selalu diaudit dan selalu meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Salah satunya oleh akuntan publik Paul Hadiwinata (PKF). Selain itu, pernah diberi penghargaan oleh Baznas sebagai lembaga amil dengan operasional terbaik.
Meski DD ini lembaga filantropi Islam, namun DD berusaha menjadi 'rahmatan lil alamin' alias 'rahmat bagi semua'. Contoh kecil, DD menjadi lembaga kemanusiaan pertama yang hadir di Asmat, untuk menangani masalah gizi buruk di sana. Saat banjir bandang menerjang Wasior, Papua, DD juga turun tangan.
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengajak Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, dan James Gwee untuk mengadakan charity seminar. Alhamdulillah beliau-beliau berkenan. Nah, ada peran DD di sana.
Karena acara itu di-organize oleh saya bersama Kampus Umar Usman dan DD. Alhamdulillah, saat itu terkumpul donasi ratusan juta rupiah dan sepertiganya kita salurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk korban bencana di Nepal.
Kesehatan adalah salah satu concern DD. Pernah dengar RS Hasyim Asyari? Rumah sakit ini dipelopori oleh keluarga besar KH Hasyim Asyari (pendiri NU). Nah, rumah sakit ini dikelola oleh DD dan menjadi rumah sakit dhuafa ke-6 yang dikelola DD. Gus Sholah (adik Gus Dur) pun menyambut baik progam mulia ini.
Saya pribadi adalah trainer yang senang belajar. Dan hal serupa saya tularkan ke mahasiswa-mahasiswa saya. Dr Syafii Antonio, Tung Desem Waringin, Yeheskiel Zebua, dr Phaidon Toruan, Mardigo Wowiek, dll adalah tokoh-tokoh hebat yang pernah berbagi ilmu di Kampus Umar Usman. Alhamdulillah.
Sejauh ini, saya melihat manajemen DD adalah orang-orang yang beragam dan ini yang membuat senang sekali bergaul dengan mereka. Ya, hampir 10 tahun saya jadi relawan di DD. Pada akhirnya, kita doakan ya, semoga mereka yang berjuang di DD diberi kekuatan dan keikhlasan. Aamiin.
Selama lebih 25 tahun, lembaga ini menebar manfaat di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok-pelosok. Bahkan sampai ke luar negeri. Masya Allah. Saya pribadi aktif di sana sebagai relawan sejak 2010.
Menariknya, lembaga ini adalah 'cicit' dari presiden ketiga, Prof BJ Habibie. Hm, maksudnya? Begini.
Pada 1990, Habibie membidani ICMI.
Dari ICMI, lahirlah Republika.
Dari Republika, lahirlah Dompet Dhuafa.
Ya, nama lembaga itu Dompet Dhuafa atau DD, yang berdiri sejak tahun 1993.
Tidak cukup sampai di situ, kemudian saya bersama DD menginisiasi Kampus Umar Usman pada 2011.
Saya pun coba membayangkan, betapa besar amal jariyah yang ditanam oleh Prof BJ Habibie. Masya Allah.
Dari awal berdiri, DD selalu diaudit dan selalu meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Salah satunya oleh akuntan publik Paul Hadiwinata (PKF). Selain itu, pernah diberi penghargaan oleh Baznas sebagai lembaga amil dengan operasional terbaik.
Meski DD ini lembaga filantropi Islam, namun DD berusaha menjadi 'rahmatan lil alamin' alias 'rahmat bagi semua'. Contoh kecil, DD menjadi lembaga kemanusiaan pertama yang hadir di Asmat, untuk menangani masalah gizi buruk di sana. Saat banjir bandang menerjang Wasior, Papua, DD juga turun tangan.
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengajak Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, dan James Gwee untuk mengadakan charity seminar. Alhamdulillah beliau-beliau berkenan. Nah, ada peran DD di sana.
Karena acara itu di-organize oleh saya bersama Kampus Umar Usman dan DD. Alhamdulillah, saat itu terkumpul donasi ratusan juta rupiah dan sepertiganya kita salurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk korban bencana di Nepal.
Kesehatan adalah salah satu concern DD. Pernah dengar RS Hasyim Asyari? Rumah sakit ini dipelopori oleh keluarga besar KH Hasyim Asyari (pendiri NU). Nah, rumah sakit ini dikelola oleh DD dan menjadi rumah sakit dhuafa ke-6 yang dikelola DD. Gus Sholah (adik Gus Dur) pun menyambut baik progam mulia ini.
Saya pribadi adalah trainer yang senang belajar. Dan hal serupa saya tularkan ke mahasiswa-mahasiswa saya. Dr Syafii Antonio, Tung Desem Waringin, Yeheskiel Zebua, dr Phaidon Toruan, Mardigo Wowiek, dll adalah tokoh-tokoh hebat yang pernah berbagi ilmu di Kampus Umar Usman. Alhamdulillah.
Sejauh ini, saya melihat manajemen DD adalah orang-orang yang beragam dan ini yang membuat senang sekali bergaul dengan mereka. Ya, hampir 10 tahun saya jadi relawan di DD. Pada akhirnya, kita doakan ya, semoga mereka yang berjuang di DD diberi kekuatan dan keikhlasan. Aamiin.
Senior saya, Pak Tung, sering berbagi melalui DD. Alhamdulillah.
Hari itu saya bertemu lagi dengan Coach Nick, seorang pengusaha dari Malaysia. Kami mengadakan charity seminar di weekend kemarin. Alhamdulillah, lumayan dana terkumpul.
Beliau mengajak kita semua untuk ikhlas dalam belajar. Dan itu bagus dampaknya bagi kita sebagai pembelajar. Beliau bercerita bahwa sebelum bertemu saya secara langsung, beliau sudah merasa bertemu dengan saya dan sudah sungguh-sungguh mendoakan saya. Masya Allah.
Menurut saya, saling mendoakan meskipun belum pernah tatap muka sama sekali, itu bagus sekali. Bukan suatu hal yang dilebih-lebihkan. Efek kedekatan akan terasa.
Guru-guru yang baik insya Allah tulus dan ikhlas dalam mengajar. Pertanyaannya, apakah kita sebagai murid ikhlas dalam belajar? Maka, ikhlaslah dalam belajar, walaupun itu dari IG, WA, Telegram, dan YouTube (tidak bertemu langsung).
Lantas, apa bukti ikhlas itu? Sungguh-sungguh menyimak ilmu tersebut. Sungguh-sungguh mendoakan sumber ilmu tersebut. Saat kita plong terhadap sumber ilmu, maka ilmu dan hikmah pun mengalir kepada kita. Lebih deras lagi.
Ini pun adab dalam menuntut ilmu. Saling mendoakan antara murid dan guru. Selalu. Insya Allah ini akan mengundang rahmat dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Tahu.
Beliau mengajak kita semua untuk ikhlas dalam belajar. Dan itu bagus dampaknya bagi kita sebagai pembelajar. Beliau bercerita bahwa sebelum bertemu saya secara langsung, beliau sudah merasa bertemu dengan saya dan sudah sungguh-sungguh mendoakan saya. Masya Allah.
Menurut saya, saling mendoakan meskipun belum pernah tatap muka sama sekali, itu bagus sekali. Bukan suatu hal yang dilebih-lebihkan. Efek kedekatan akan terasa.
Guru-guru yang baik insya Allah tulus dan ikhlas dalam mengajar. Pertanyaannya, apakah kita sebagai murid ikhlas dalam belajar? Maka, ikhlaslah dalam belajar, walaupun itu dari IG, WA, Telegram, dan YouTube (tidak bertemu langsung).
Lantas, apa bukti ikhlas itu? Sungguh-sungguh menyimak ilmu tersebut. Sungguh-sungguh mendoakan sumber ilmu tersebut. Saat kita plong terhadap sumber ilmu, maka ilmu dan hikmah pun mengalir kepada kita. Lebih deras lagi.
Ini pun adab dalam menuntut ilmu. Saling mendoakan antara murid dan guru. Selalu. Insya Allah ini akan mengundang rahmat dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Tahu.