Coba sebutkan kata 'dengki'.
Terus, ulangi tiga kali.
Terus, ulangi tujuh kali.
Jangan teruskan membaca,
sebelum Anda mencobanya.
Sebutkan dulu.
Apa yang Anda rasakan?
Nggak nyaman kan?
Begitulah adanya.
Menyebutnya saja nggak nyaman.
Apalagi sampai memelihara perasaan itu
di dalam hati. Beneran nggak nyaman.
Bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. Ngeri!
Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati.” Sebagai motivator, saya pun bertanya, "Yang konyol, siapa coba?" Tolong dijawab.
Bayangkan ini. Kalau seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, jabatan, kesembuhan, atau apa saja), terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut.
Simak bahaya-bahaya dengki yang lain » http://bit.ly/Dengki
Terus, ulangi tiga kali.
Terus, ulangi tujuh kali.
Jangan teruskan membaca,
sebelum Anda mencobanya.
Sebutkan dulu.
Apa yang Anda rasakan?
Nggak nyaman kan?
Begitulah adanya.
Menyebutnya saja nggak nyaman.
Apalagi sampai memelihara perasaan itu
di dalam hati. Beneran nggak nyaman.
Bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. Ngeri!
Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati.” Sebagai motivator, saya pun bertanya, "Yang konyol, siapa coba?" Tolong dijawab.
Bayangkan ini. Kalau seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, jabatan, kesembuhan, atau apa saja), terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut.
Simak bahaya-bahaya dengki yang lain » http://bit.ly/Dengki
Sedekah dan berharap.
Bolehkah?
Sang Pencipta yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Dia bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehehe.
Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehehe. Sekiranya anda beda pendapat sama saya, silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang penting.
Manusia tak bisa lepas dari harap. Pengen jalanan lancar, bebas macet. Pengen cuaca cerah, nggak kehujanan. Sampai harapan-harapan yang besar, seperti lulus kuliah, diterima jadi PNS, bertemu jodoh, dikaruniai jodoh dll. Lha, mau disandarkan ke mana harapan-harapan ini? Ke Allah dong, itu yang paling tepat.
Terus, apa saja pantangan dan syarat-syarat dalam berharap? Simak deh » http://bit.ly/NgarepDotCom
Bolehkah?
Sang Pencipta yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Dia bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehehe.
Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehehe. Sekiranya anda beda pendapat sama saya, silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang penting.
Manusia tak bisa lepas dari harap. Pengen jalanan lancar, bebas macet. Pengen cuaca cerah, nggak kehujanan. Sampai harapan-harapan yang besar, seperti lulus kuliah, diterima jadi PNS, bertemu jodoh, dikaruniai jodoh dll. Lha, mau disandarkan ke mana harapan-harapan ini? Ke Allah dong, itu yang paling tepat.
Terus, apa saja pantangan dan syarat-syarat dalam berharap? Simak deh » http://bit.ly/NgarepDotCom
Salah satu peserta coaching saya nyobain sedekah ekstrim Ramadhan yang lalu. Ia lepaskan sebuah mobil.
Nggak cukup sampai di situ, lalu ia bersama istrinya nyedekahin barang-barang dagangannya senilai Rp150juta.
Sejatinya, bukan rezeki yang kurang, mungkin keyakinan yang kurang. Sehingga, kita sering bertele-tele untuk urusan sedekah. Apalagi #SedekahEkstrim.
Hm, apa itu sedekah ekstrim? Menyedekahkan sesuatu yang amat berharga dan amat bernilai, menurut kita.
Saat menjajal sedekah ekstrim, biasanya tubuh kita sampai bergetar, jantung kita sampai berdegup kencang, dan mata kita sampai berkaca-kaca. Berat!
Terus, gimana caranya biar mantap bersedekah ektrim dan nggak terasa berat? Simak » http://bit.ly/Ekstrim
Nggak cukup sampai di situ, lalu ia bersama istrinya nyedekahin barang-barang dagangannya senilai Rp150juta.
Sejatinya, bukan rezeki yang kurang, mungkin keyakinan yang kurang. Sehingga, kita sering bertele-tele untuk urusan sedekah. Apalagi #SedekahEkstrim.
Hm, apa itu sedekah ekstrim? Menyedekahkan sesuatu yang amat berharga dan amat bernilai, menurut kita.
Saat menjajal sedekah ekstrim, biasanya tubuh kita sampai bergetar, jantung kita sampai berdegup kencang, dan mata kita sampai berkaca-kaca. Berat!
Terus, gimana caranya biar mantap bersedekah ektrim dan nggak terasa berat? Simak » http://bit.ly/Ekstrim
Bolehkah kita cinta dunia? Sebagian mungkin menggeleng, sebagian mungkin mengangguk, sebagian lagi mungkin langsung keluar dari channel ini, hehehe.
Lalu, apa pendapat saya? Menurut saya, yah boleh-boleh saja. Cuma, ada syarat-syaratnya. Sebelum Anda protes, dengarkan saya dulu, inilah syarat-syaratnya:
- Kita mencintai dunia sewajarnya, tidak berlebihan.
- Kita mencintai dunia, karena Allah, bukan karena yang lain.
- Kita menempatkan Spiritual Love di atas Emotional Love dan Rational Love.
Lebih dari 1000 tahun yang lalu, kitab suci telah menegaskan bahwa dijadikan indah pada mata manusia terhadap wanita, anak, perhiasan, kendaraan, dan properti (QS 3: 14).
Dengan demikian, cinta dunia adalah fitrahnya manusia. Tidak mungkin dihilangkan. Malah kalau dihilangkan, bisa mengundang problema dan dilema. Orangtua, pasangan, dan anak Anda adalah bagian dari dunia.
Tentu saja, Anda boleh dan harus mencintai mereka. Hanya saja, jangan berlebihan. Hendaknya pula, Anda mencintai mereka karena Allah. Sebaliknya, kalaulah sampai kita tidak mencintai mereka, maka surga tidaklah layak bagi kita.
Mungkinkah cinta dibawa dalam karier dan bisnis yang kemudian mengantarkan kita pada kesuksesan? Bagaimana caranya? Simak lanjutannya » http://bit.ly/Cintailah
Lalu, apa pendapat saya? Menurut saya, yah boleh-boleh saja. Cuma, ada syarat-syaratnya. Sebelum Anda protes, dengarkan saya dulu, inilah syarat-syaratnya:
- Kita mencintai dunia sewajarnya, tidak berlebihan.
- Kita mencintai dunia, karena Allah, bukan karena yang lain.
- Kita menempatkan Spiritual Love di atas Emotional Love dan Rational Love.
Lebih dari 1000 tahun yang lalu, kitab suci telah menegaskan bahwa dijadikan indah pada mata manusia terhadap wanita, anak, perhiasan, kendaraan, dan properti (QS 3: 14).
Dengan demikian, cinta dunia adalah fitrahnya manusia. Tidak mungkin dihilangkan. Malah kalau dihilangkan, bisa mengundang problema dan dilema. Orangtua, pasangan, dan anak Anda adalah bagian dari dunia.
Tentu saja, Anda boleh dan harus mencintai mereka. Hanya saja, jangan berlebihan. Hendaknya pula, Anda mencintai mereka karena Allah. Sebaliknya, kalaulah sampai kita tidak mencintai mereka, maka surga tidaklah layak bagi kita.
Mungkinkah cinta dibawa dalam karier dan bisnis yang kemudian mengantarkan kita pada kesuksesan? Bagaimana caranya? Simak lanjutannya » http://bit.ly/Cintailah
Sebagian orang kadang nyeletuk "Ah, motivator itu ngomong doang. Kalau ngomong doang, aku juga bisa." Oya? Yakin bisa? Sekiranya bisa, berapa orang yang mau mendengarkanmu? Berapa orang yang berubah setelah mendengarkanmu? Perlu dicatat, banyak motivator yang juga bisa action, nggak ngomong doang.
Btw, jangan meremehkan kemampuan ngomong. Bukankah seorang Muhammad, Isa, atau Buddha bisa mempengaruhi miliaran manusia karena kemampuan bicaranya? Bukankah pahlawan sekaliber Bung Karno dan Bung Tomo tak terlepas dari kemampuan bicaranya? Orasi. Belum lagi kalau kita membahas profesi guru, dosen, dan ustadz.
Simak tulisan saya tentang #BabiBernyanyi » http://bit.ly/BabiBernyanyi
Btw, jangan meremehkan kemampuan ngomong. Bukankah seorang Muhammad, Isa, atau Buddha bisa mempengaruhi miliaran manusia karena kemampuan bicaranya? Bukankah pahlawan sekaliber Bung Karno dan Bung Tomo tak terlepas dari kemampuan bicaranya? Orasi. Belum lagi kalau kita membahas profesi guru, dosen, dan ustadz.
Simak tulisan saya tentang #BabiBernyanyi » http://bit.ly/BabiBernyanyi
Sebelumnya saya pernah menulis soal jomblo. Karena banyak request, akhirnya saya posting ulang.
Benarkah jomblo itu nelangsa dan sengsara? Apa saja kelebihan para jomblo?
Hehe, simak deh » http://bit.ly/Jomblooo
Benarkah jomblo itu nelangsa dan sengsara? Apa saja kelebihan para jomblo?
Hehe, simak deh » http://bit.ly/Jomblooo
Weekend atau liburan, biasanya kita gunakan untuk silaturahim. Bertemu sahabat, bertemu kerabat. Bolehkah? Boleh banget! Btw, ini kesempatan untuk latihan alias praktek #MentalKaya.
Bagi teman-teman yang ingin mengalami kejutan-kejutan rezeki, coba deh praktekkan ilmu ini. Insya Allah dalam seminggu atau kurang Anda akan mengalami kejutan-kejutan yang saya maksud.
Perlu diingat ya, ilmu ini BUKAN untuk semua orang. Hanya mereka yang open-minded dan change-oriented yang siap mempraktekkan ilmu ini, walaupun sebenarnya nggak terlalu sulit.
Mau nyoba? Simak » http://bit.ly/LatihanMentalKaya
Bagi teman-teman yang ingin mengalami kejutan-kejutan rezeki, coba deh praktekkan ilmu ini. Insya Allah dalam seminggu atau kurang Anda akan mengalami kejutan-kejutan yang saya maksud.
Perlu diingat ya, ilmu ini BUKAN untuk semua orang. Hanya mereka yang open-minded dan change-oriented yang siap mempraktekkan ilmu ini, walaupun sebenarnya nggak terlalu sulit.
Mau nyoba? Simak » http://bit.ly/LatihanMentalKaya
...
Saya berusaha merahasiakan video berikut. Ini adalah awal-awal saya berseminar. Hehehe. Bicara masih kaku. Rambut masih culun. Jas kebesaran satu nomor atau setengah nomor. Hehehe.
Waktu itu saya tampil di sebuah kota kecil di Kalimantan, kalau tidak salah. Ada yang merekam ternyata. Nah beberapa tahun kemudian, si perekam meng-upload-nya.
Anda nggak perlu nonton sampai selesai. Cukup lihat beberapa detik saja. Sekedar memenuhi rasa penasaran Anda, hehehe. Simak deh » https://www.youtube.com/watch?v=3dy-KhpLioM
Saya berusaha merahasiakan video berikut. Ini adalah awal-awal saya berseminar. Hehehe. Bicara masih kaku. Rambut masih culun. Jas kebesaran satu nomor atau setengah nomor. Hehehe.
Waktu itu saya tampil di sebuah kota kecil di Kalimantan, kalau tidak salah. Ada yang merekam ternyata. Nah beberapa tahun kemudian, si perekam meng-upload-nya.
Anda nggak perlu nonton sampai selesai. Cukup lihat beberapa detik saja. Sekedar memenuhi rasa penasaran Anda, hehehe. Simak deh » https://www.youtube.com/watch?v=3dy-KhpLioM
Sudahkah Anda memeluk pasangan Anda hari ini?
Saat berpelukan, tubuh melepaskan hormon oxytocin yang terkait dengan rasa damai dan rasa melekat. Tak heran kalau ini menyuburkan sikap setia.
Pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan. Nggak main-main, satu pelukan bisa meningkatkan angka harapan hidup satu hari.
Setiap kali Anda memeluk pasangan sah Anda dengan penuh kasih sayang, maka bertambahlah angka harapan hidupnya. Wajarlah kalau penampilan pasangan Anda menjadi lebih awet muda.
Sekiranya istri Anda tampak lebih tua daripada usia sebenarnya, mungkin karena ia jarang menerima pelukan juga transferan dari suaminya. Hehehe.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share.
Saat berpelukan, tubuh melepaskan hormon oxytocin yang terkait dengan rasa damai dan rasa melekat. Tak heran kalau ini menyuburkan sikap setia.
Pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan. Nggak main-main, satu pelukan bisa meningkatkan angka harapan hidup satu hari.
Setiap kali Anda memeluk pasangan sah Anda dengan penuh kasih sayang, maka bertambahlah angka harapan hidupnya. Wajarlah kalau penampilan pasangan Anda menjadi lebih awet muda.
Sekiranya istri Anda tampak lebih tua daripada usia sebenarnya, mungkin karena ia jarang menerima pelukan juga transferan dari suaminya. Hehehe.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share.
"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)
Orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.
Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.
Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.
Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.
Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.
Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.
Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebelum Anda membaca tulisan ini, baiknya tarik nafas panjang dulu. Sudah?
Silakan dilanjutkan.
Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.
Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?
Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!
Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.
Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Silakan dilanjutkan.
Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.
Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?
Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!
Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.
Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Komeng sang komedian, siapa yang nggak kenal?
Ketika salah satu anaknya meninggal, ia dengan penuh kesadaran berujar, "Anak itu titipan. Terserah Yang Punya, kapan hendak memanggil."
"Bahkan yang ini pun titipan," ujar Komeng seraya menunjuk dua anaknya yang lain.
Jarang orang tahu, selain rajin sholat, Komeng juga aktif memberantas kondisi buta huruf di Tanah Air.
Semoga kita bisa meniru yang baik-baik dari beliau. Doakan juga anak beliau. Aamiin.
Ketika salah satu anaknya meninggal, ia dengan penuh kesadaran berujar, "Anak itu titipan. Terserah Yang Punya, kapan hendak memanggil."
"Bahkan yang ini pun titipan," ujar Komeng seraya menunjuk dua anaknya yang lain.
Jarang orang tahu, selain rajin sholat, Komeng juga aktif memberantas kondisi buta huruf di Tanah Air.
Semoga kita bisa meniru yang baik-baik dari beliau. Doakan juga anak beliau. Aamiin.
Mau sukses lebih cepat?
Carilah mentor.
Carilah guru.
Pembimbing.
Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.
Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.
Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung.
Itulah cara praktis dalam belajar.
Carilah mentor.
Carilah guru.
Pembimbing.
Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.
Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.
Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung.
Itulah cara praktis dalam belajar.
Orang yang dominan otak kiri akan berpikir panjang untuk sedekah. Mikir ini-itu. Setelah sedekah pun, kepikiran. Hehehe.
Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!
Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.
Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!
Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.
Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
GRATIS seminar motivasi #PercepatanRezeki bersama motivator Indonesia, Ippho Santosa
Ahad pagi, siap-siap ya. Seminar motivasi #PercepatanRezeki bareng saya dan kawan-kawan. Tepat jam 8.15 pagi, insya Allah acara kita mulai.
Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum! Nah, mumpung gratis, ajak deh keluarga serta teman-temannya. Dan mohon datang awal, karena diprediksi ribuan peserta akan hadir.
Lokasinya di mana? Demi menampung massa dari seluruh penjuru Indonesia, tim saya memilih Masjid Istqlal, Jakarta. Walaupun demikian, acara ini terbuka untuk umum, dengan latar belakang apapun.
Saya ini motivator, bukan ustadz. Jadi santri aja nggak pantes, apalagi jadi ustadz. Hehehe. Format acara insya Allah tetap seminar, bukan ceramah, bukan kajian.
Pastikan keluarga kita serta teman-teman kita tahu tentang acara ini. Sukses dan menyukseskan. Begitu spirit-nya. Sampai jumpa!
Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum! Nah, mumpung gratis, ajak deh keluarga serta teman-temannya. Dan mohon datang awal, karena diprediksi ribuan peserta akan hadir.
Lokasinya di mana? Demi menampung massa dari seluruh penjuru Indonesia, tim saya memilih Masjid Istqlal, Jakarta. Walaupun demikian, acara ini terbuka untuk umum, dengan latar belakang apapun.
Saya ini motivator, bukan ustadz. Jadi santri aja nggak pantes, apalagi jadi ustadz. Hehehe. Format acara insya Allah tetap seminar, bukan ceramah, bukan kajian.
Pastikan keluarga kita serta teman-teman kita tahu tentang acara ini. Sukses dan menyukseskan. Begitu spirit-nya. Sampai jumpa!
Sekitar 2 jam, itulah waktu yang dihabiskan oleh rata-rata orang Indonesia untuk ber-online-ria. Orang perkotaan bahkan bisa memegang ponsel selama 5 jam sehari. Ya, sehari. Di antaranya untuk online. Hm, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.
Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.
Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.
Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.
Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Inilah Kandidat Pemenang Artikel
1. Urif Hidayat :
www.urifhidayat.com/2016/08/ippho-santosa-sang-motivator-indonesia.html
2. Mochamad Firdaus :
http://dinarafi.com/ippho-santosa-motivator-terfavorit-di-indonesia/
3. Fikri Islami :
http://www.fikriislami.com/2016/08/sang-motivator-indonesia-terfavorit.html
4. Zailani BQ :
http://www.saatnyakemilau.com/2016/08/motivator-dunia-ippho-santosa-itu-hanya.html
5. Ida Tahmidah :
http://www.idatahmidah.com/2016/08/ippho-santosa-motivator-yang-sangat.html
6. Surya Putra :
http://motivasihidupsukses.com/2016/08/18/motivator-terbaik/
7. Dwi Andika Pratama :
http://dwiandikapratama.com/ippho-santosa-telah-menyadarkan-ku-melalui-arti-sepasang-bidadari/
8. Ahmad Saifussulum :
http://www.asuransibarokah.com/2016/08/ketika-dia-lahir-bukankah-janji-anda.html?m=1
9. Soleh Lutiana :
http://solehlutiana.com/2016/08/kenapa-manusia-butuh-motivasi/
10. Bambang Priyono :
http://www.bambangpriyono.com/2016/08/ippho-santosa-ya-beliau-adalah-salah.html
11. Agus Kurnia S :
http://mengajimakna.com/2016/08/20/7-keajaiban-rezeki-buku-maut-pengundang-rezeki/
Teman-teman semua bisa turut berpartisipasi, yaitu dengan cara memberikan usulan siapa yang layak menjadi juara 1 dan juara 2. Berikan usulan itu via WA ke 0821-1159-6161.
1. Urif Hidayat :
www.urifhidayat.com/2016/08/ippho-santosa-sang-motivator-indonesia.html
2. Mochamad Firdaus :
http://dinarafi.com/ippho-santosa-motivator-terfavorit-di-indonesia/
3. Fikri Islami :
http://www.fikriislami.com/2016/08/sang-motivator-indonesia-terfavorit.html
4. Zailani BQ :
http://www.saatnyakemilau.com/2016/08/motivator-dunia-ippho-santosa-itu-hanya.html
5. Ida Tahmidah :
http://www.idatahmidah.com/2016/08/ippho-santosa-motivator-yang-sangat.html
6. Surya Putra :
http://motivasihidupsukses.com/2016/08/18/motivator-terbaik/
7. Dwi Andika Pratama :
http://dwiandikapratama.com/ippho-santosa-telah-menyadarkan-ku-melalui-arti-sepasang-bidadari/
8. Ahmad Saifussulum :
http://www.asuransibarokah.com/2016/08/ketika-dia-lahir-bukankah-janji-anda.html?m=1
9. Soleh Lutiana :
http://solehlutiana.com/2016/08/kenapa-manusia-butuh-motivasi/
10. Bambang Priyono :
http://www.bambangpriyono.com/2016/08/ippho-santosa-ya-beliau-adalah-salah.html
11. Agus Kurnia S :
http://mengajimakna.com/2016/08/20/7-keajaiban-rezeki-buku-maut-pengundang-rezeki/
Teman-teman semua bisa turut berpartisipasi, yaitu dengan cara memberikan usulan siapa yang layak menjadi juara 1 dan juara 2. Berikan usulan itu via WA ke 0821-1159-6161.
Ippho-Santosa-dan-Istri_n.jpg
27.3 KB
Banyak yang penasaran sama istri saya. Seperti apa sih wajahnya. Kok jarang di-upload? Hehehe, kalau teman-teman penasaran juga, silakan lihat foto yang satu ini :D