Saya nggak tahu kenapa banyak orang yang menangis setelah nonton video ini. Sudah disimak 8.900 kali. Tak sampai 10 menit, ikuti sampai selesai ya » https://www.youtube.com/watch?v=sRO3TRZvmpE
Lahirnya atau meninggalnya seseorang, semua sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Tak dapat dimajukan, tak dapat dimundurkan, walau hanya sehari.
Mohon doa ya, telah wafat kemarin ayah dari Mas Opick. Tepatnya, Jumat Ashar. Nama beliau Abdul Ghofur. Semoga diampuni dosa-dosa beliau, diterima amal-amal beliau. Aamiin.
Hari ini juga milad pertama anak ke-5 dari Mas Opick dan Mbak Dian, bertepatan dengan milad ke-6 anak pertama saya. Sama-sama lahir 13 Agustus. Sama-sama bernama Khadija.
Semoga anak-anak kita bertambah soleh, bertambah sehat, selamat dunia-akhirat. Aamiin. Saling mendoakan ya. Apalagi kita tahu, mendoakan orang lain akan memudahkan doa-doa dan impian kita.
Berikut saya sertakan puisi tentang ayah dari Mas Opick yang ia WA kemarin ke saya.
Tak pernah lelah engkau ayah
Menjadi pelindung anak-anakmu
Ada jutaan cium kasih sayang
Yang kau beri dalam hari-hariku
Peluk dan kehangatan
Dari lubuk hati yang terdalam
Tak pernah lelah engkau ayah
Membimbingku dalam berjuta harapan
Indah yang baru terasa ketika kau pergi
Ketika kau menghilang dariku ini
Selamat jalan ayah tersayang
Maafkan aku tak banyak bisa
membalas semua indahmu
Senyum terakhir yang kau beri
ajarkan aku tentang hidup
Selamat jalan ayah tersayang
Maafkan anakmu yang tak bisa
menyayangimu sebesar cintamu
Senyum terakhirmu ajarkan aku
tentang surga, negeri asalmu
Luka kaubawa sembunyi
Kasih kau tabur pada kami
Segala duka kau telan sendiri
Gagah dirimu di mata kami
Selamat jalan ayah tersayang
Doa ku panjatkan untukmu
Segala lelah mu ajarkan kami
Tentang hidup harus berarti
Untuk keluarga yang dicintai
Selamat jalan ayah tercinta
Di nafasmu ada cerita
Tentang hari-hari penuh doa
Tentang hidup yang gagah
Hanya bergantung pada Sang Maha Kaya
Jika kau masih memiliki ayah, muliakan dia. Hormati dia. Sayangi dia. Bila sudah tiada, betapa terasa kehilangannya.
Mohon doa ya, telah wafat kemarin ayah dari Mas Opick. Tepatnya, Jumat Ashar. Nama beliau Abdul Ghofur. Semoga diampuni dosa-dosa beliau, diterima amal-amal beliau. Aamiin.
Hari ini juga milad pertama anak ke-5 dari Mas Opick dan Mbak Dian, bertepatan dengan milad ke-6 anak pertama saya. Sama-sama lahir 13 Agustus. Sama-sama bernama Khadija.
Semoga anak-anak kita bertambah soleh, bertambah sehat, selamat dunia-akhirat. Aamiin. Saling mendoakan ya. Apalagi kita tahu, mendoakan orang lain akan memudahkan doa-doa dan impian kita.
Berikut saya sertakan puisi tentang ayah dari Mas Opick yang ia WA kemarin ke saya.
Tak pernah lelah engkau ayah
Menjadi pelindung anak-anakmu
Ada jutaan cium kasih sayang
Yang kau beri dalam hari-hariku
Peluk dan kehangatan
Dari lubuk hati yang terdalam
Tak pernah lelah engkau ayah
Membimbingku dalam berjuta harapan
Indah yang baru terasa ketika kau pergi
Ketika kau menghilang dariku ini
Selamat jalan ayah tersayang
Maafkan aku tak banyak bisa
membalas semua indahmu
Senyum terakhir yang kau beri
ajarkan aku tentang hidup
Selamat jalan ayah tersayang
Maafkan anakmu yang tak bisa
menyayangimu sebesar cintamu
Senyum terakhirmu ajarkan aku
tentang surga, negeri asalmu
Luka kaubawa sembunyi
Kasih kau tabur pada kami
Segala duka kau telan sendiri
Gagah dirimu di mata kami
Selamat jalan ayah tersayang
Doa ku panjatkan untukmu
Segala lelah mu ajarkan kami
Tentang hidup harus berarti
Untuk keluarga yang dicintai
Selamat jalan ayah tercinta
Di nafasmu ada cerita
Tentang hari-hari penuh doa
Tentang hidup yang gagah
Hanya bergantung pada Sang Maha Kaya
Jika kau masih memiliki ayah, muliakan dia. Hormati dia. Sayangi dia. Bila sudah tiada, betapa terasa kehilangannya.
Penafkahan, tanggung-jawab siapa? Laki-laki apa perempuan? Bolehkah perempuan mencari nafkah? Benarkah susu formula itu baik? Mohon jangan tersinggung, simak baik-baik » http://bit.ly/LakiLaki
Ada channel bagus, namanya: rahasiamagnetrezki. Baiknya teman-teman ikut. Diasuh oleh Nasrullah, seorang developer yang berkali-kali mengantarkan member-member-nya menjadi magnet rezeki. Buktikan saja.
Kita sama-sama tahu bahwa berbakti itu mengundang rezeki. Kita pun sama-sama tahu bahwa berbakti itu menuai keberkahan. Namun, cukupkah bakti kita selama ini? Lantas, gimana baiknya? Simak deh » http://bit.ly/Berbakti
Kerja dan keluarga seolah-olah dua hal yang terpisah. Benarkah demikian? Lantas, gimana solusinya? Tetap bersemangat dalam kerja, bagaimana caranya? Simak » http://bit.ly/KeluargaKerja
Saya paling sering berbagi ilmu dan insya Allah info terbaru di Telegram.
Akun resmi saya di Telegram, Instagram, dan Twitter adalah:
ipphoright
Istri saya, aktif di Instagram:
AstridSuhaimi
Di Instagram, istri saya lebih sering berbagi cerita soal anak.
Sebenarnya, seluruh link-link akun resmi saya sudah tertera di web www.ippho.com termasuk akun Facebook dan YouTube. Tak perlu nyasar ke mana-mana.
Happy learning!
Akun resmi saya di Telegram, Instagram, dan Twitter adalah:
ipphoright
Istri saya, aktif di Instagram:
AstridSuhaimi
Di Instagram, istri saya lebih sering berbagi cerita soal anak.
Sebenarnya, seluruh link-link akun resmi saya sudah tertera di web www.ippho.com termasuk akun Facebook dan YouTube. Tak perlu nyasar ke mana-mana.
Happy learning!
Yang pengen mobil, coba baca tulisan ini. Tenang-tenang ya » http://bit.ly/NgidamMobil
Yang pengen mencapai target, baca ini ya » http://bit.ly/RaguRagu
Ternyata keberuntungan punya pola tersendiri. Simak » http://bit.ly/SupayaBeruntung
Hormati ayah kita. Sayangi ayah kita. Berbaktilah kepadanya. Sangat jelas, tak terkira pengorbanan dan perjuangannya. Demi kita. Demi masa depan kita. Demi keselamatan akhirat kita. Begitulah, setiap ayah memang luar biasa!
- Adalah benar ibu itu hebat, tiada duanya. Tapi dengan izin Allah, ayahlah yang memilihkan ibu untuk kita dan mengarahkan ibu untuk mendampingi kita.
- Adalah benar ibu yang mengandung dan menyusui kita. Tapi ayahlah yang menafkahi ibu, sehingga ibu dapat mengandung dan menyusui kita dengan sempurna.
- Adalah benar ibu yang melahirkan kita, mempertaruhkan nyawanya. Tapi ayahlah yang sehari-hari melindungi kita, mempertaruhkan hidupnya.
- Adalah benar ibu yang memberi kita nasihat-nasihat kehidupan. Tapi dalam kehidupan, ayahlah yang bertindak sebagai penanggung-jawab dan kepala keluarga.
- Adalah benar, kalau kita ada masalah, ibu yang risau dan menangis. Tapi ayahlah yang mengajarkan ketegaran kepada kita dengan menyembunyikan kerisauannya.
- Adalah benar ibu itu hebat, tiada duanya. Tapi dengan izin Allah, ayahlah yang memilihkan ibu untuk kita dan mengarahkan ibu untuk mendampingi kita.
- Adalah benar ibu yang mengandung dan menyusui kita. Tapi ayahlah yang menafkahi ibu, sehingga ibu dapat mengandung dan menyusui kita dengan sempurna.
- Adalah benar ibu yang melahirkan kita, mempertaruhkan nyawanya. Tapi ayahlah yang sehari-hari melindungi kita, mempertaruhkan hidupnya.
- Adalah benar ibu yang memberi kita nasihat-nasihat kehidupan. Tapi dalam kehidupan, ayahlah yang bertindak sebagai penanggung-jawab dan kepala keluarga.
- Adalah benar, kalau kita ada masalah, ibu yang risau dan menangis. Tapi ayahlah yang mengajarkan ketegaran kepada kita dengan menyembunyikan kerisauannya.
Kadang, kita perlu berhenti sejenak dari kesibukan. Ngapain? Meluruskan arah, meluruskan niat, memperbaiki diri, introspeksi diri, mengevaluasi kinerja, mengamati pesaing, dst... Tulisan berikut rada berat. Hanya buat leader dan calon leader. Simak » http://bit.ly/introspeksi
Setiap leader mesti bisa 'meraba' kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible). Rupa-rupanya, ini malah lebih dahsyat. Misalnya, soal niat dan visi. Terus, apa lagi? Simak ya » http://bit.ly/TakTerlihat
Sejenak renungkan ini:
- Mengapa manusia dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Supaya saling mengenal. Itulah pesan dari kitab suci.
- Mau lebih bahagia? Mau panjang umur? Mau murah rezeki? Silaturahim kuncinya. Itulah pesan Nabi Muhammad.
- Silaturahim, ini tidak main-main. Umat Nabi Nuh sampai-sampai dipersingkat umurnya, gara-gara memutus tali silaturahim dengan Nabi Nuh (Baca Nuh 4).
Jelas, saling mengenal dan silaturahim itu mengundang rezeki. Secara iman, kita sudah mengakui itu sejak lama. Namun adakah buktinya secara ilmiah? Ternyata ada. Simak deh » http://bit.ly/SILATURAHIM
- Mengapa manusia dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Supaya saling mengenal. Itulah pesan dari kitab suci.
- Mau lebih bahagia? Mau panjang umur? Mau murah rezeki? Silaturahim kuncinya. Itulah pesan Nabi Muhammad.
- Silaturahim, ini tidak main-main. Umat Nabi Nuh sampai-sampai dipersingkat umurnya, gara-gara memutus tali silaturahim dengan Nabi Nuh (Baca Nuh 4).
Jelas, saling mengenal dan silaturahim itu mengundang rezeki. Secara iman, kita sudah mengakui itu sejak lama. Namun adakah buktinya secara ilmiah? Ternyata ada. Simak deh » http://bit.ly/SILATURAHIM
Tepat 17 Agustus kemarin, saya diajak makan gado-gado sama Ustadz Arifin Ilham. Sekian tahun kenal, sekian kali bertemu, baru kali itulah kami foto bareng. Bagi saya, doa, zikir, dan ilmu beliau jauh lebih berarti (Doakan beliau ya, semoga selalu sehat. Aamiin). Demikian pula ketika saya bertemu Imam Sudais dan Syekh Hisyam. Nggak ada foto-foto. Bukannya dilarang foto-foto, namun bukan itu yang utama.
Saran saya, ketika Anda ingin belajar dari seseorang, usahakan untuk bertemu langsung. Buku atau YouTube tentu sangat bagus. Hanya saja, nggak cukup. Saat bertemu langsung, Anda bisa merasakan energi dan spirit sang guru, yang mana ini kurang terasa kalau cuma via buku atau YouTube. Karena itulah saya berusaha bertemu langsung dengan Yusuf Qardhawi, Richard Branson, Robert Kiyosaki, Tony Robbins, Nick Vujicic, Philip Kotler, dan lain-lain.
Syukur-syukur kalau Anda bisa makan bareng dengan sang guru. Saat saya bertamu dan dijamu kue-kue ringan oleh Yusuf Qardhawi, saat saya dinner semeja dengan BJ Habibie dan Ilham Habibie, saat saya tanya-jawab dan memberikan buku kepada Richard Branson, itu semua adalah unforgettable moment bagi saya. Sedikit-banyak, saya bisa merasakan energi dan spirit mereka. Membekas selama sekian tahun pada diri saya.
Unforgettable moment seperti ini, memang tidak mudah. Namun, sudah menjadi tugas murid untuk mengikhtiarkan. Dengan sungguh-sungguh. Namanya hal-hal hebat biasanya datang kepada kita setelah melalui perjuangan dan pengorbanan. Nggak asal-asalan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saran saya, ketika Anda ingin belajar dari seseorang, usahakan untuk bertemu langsung. Buku atau YouTube tentu sangat bagus. Hanya saja, nggak cukup. Saat bertemu langsung, Anda bisa merasakan energi dan spirit sang guru, yang mana ini kurang terasa kalau cuma via buku atau YouTube. Karena itulah saya berusaha bertemu langsung dengan Yusuf Qardhawi, Richard Branson, Robert Kiyosaki, Tony Robbins, Nick Vujicic, Philip Kotler, dan lain-lain.
Syukur-syukur kalau Anda bisa makan bareng dengan sang guru. Saat saya bertamu dan dijamu kue-kue ringan oleh Yusuf Qardhawi, saat saya dinner semeja dengan BJ Habibie dan Ilham Habibie, saat saya tanya-jawab dan memberikan buku kepada Richard Branson, itu semua adalah unforgettable moment bagi saya. Sedikit-banyak, saya bisa merasakan energi dan spirit mereka. Membekas selama sekian tahun pada diri saya.
Unforgettable moment seperti ini, memang tidak mudah. Namun, sudah menjadi tugas murid untuk mengikhtiarkan. Dengan sungguh-sungguh. Namanya hal-hal hebat biasanya datang kepada kita setelah melalui perjuangan dan pengorbanan. Nggak asal-asalan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Di keluarga, ada yang merokok? Di pergaulan, ada yang merokok? Kebayang kalau sebungkus rokok harganya Rp50ribu?
Benarkah merokok itu nggak sehat? Anda yakin?
Sebelum menjawab dan memutuskan, baiknya kita pahami dulu untung-ruginya.
Pertama-tama, saya mau bertanya. Adakah ayah perokok yang menyarankan rokok pada anaknya? Nggak ada. Di lubuk hatinya yang paling dalam, si ayah tahu rokok itu beracun... Adakah sertifikat halal untuk rokok? Adakah anjuran membaca bismillah ketika merokok? Nggak ada...
Adakah ibu yang rela melihat anaknya menghirup racun? Nggak ada. Amoniak, zat yang ada pada kencing manusia, ternyata juga ada pada tembakau. Beracun. Ini gunanya untuk pupuk, bukan untuk dihirup. Pantas saja disebut, rokok membunuhmu...
Adakah dokter bertaraf internasional yang berani menyimpulkan, rokok itu bebas racun? Nggak ada... Dan pesan Nabi Muhammad, "Sesiapa yang menghirup racun hingga mati, maka ia akan menghirup racun itu di neraka jahanam."
Mengapa semakin maju sebuah negara dan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin jauh mereka dari rokok? Karena mereka sudah sadar, bahaya rokok itu jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Mengapa RJ Reynolds, salah satu produsen rokok terbesar dunia, malah melarang karyawannya untuk merokok? Karena bagi RJ Reynolds, karyawan dan kesehatan karyawan adalah aset yang berharga. Tulisan ini boleh Anda share sekarang, atau nanti saja, setelah selesai membacanya.
Perlukah anda dan anak-anak anda menenggak bir hanya karena pabrik bir itu membuka lapangan kerja? Nggak perlu. Sama sekali nggak perlu. Demikian pula dengan pabrik rokok.
Sekiranya kita semua berhenti merokok, toh pabrik rokok masih bisa memproduksi yang lain. Tenang saja. Lapangan kerja tak akan berkurang. Kalaupun anda masih kuatir dengan nasib buruh rokok, yah sedekahkan saja uang rokok anda kepada mereka, Rp 12.000 per hari.
Nah, karena saat ini anda sudah menimbang-nimbang untuk berhenti merokok, maka anda boleh membayangkan ganjaran-ganjaran yang bakal anda terima:
- keluarga anda akan lega dan bangga, yang mana ini membuat anda merasa begitu cool.
- anda pun memberi keteladanan dan pesan yang kuat kepada anak bahwa dia tak perlu ikut-ikutan merokok.
- uang rokok selama ini bisa anda alihkan untuk membeli vitamin anak dan susu anak, juga sedekah.
- anda telah melakukan mental switching dan ini adalah kemampuan istimewa karena kebanyakan orang tak memiliki-nya. Fyi, mental switching adalah modal dasar bagi mereka yang ingin menemukan titik balik dalam hidup.
Detik ini, mungkin anda membayangkan kenikmatan yang bertambah-tambah ketika berhasil berhenti merokok. Apalagi anda tahu persis, sebenarnya ini perkara mudah. Soal keputusan saja. Iya tho?
Orang yang bermental pemenang pastilah bisa mengambil keputusan dan tetap dalam keputusannya, sekaligus mengalahkan pengaruh candu. Dan lebih jauh lagi, teman sejati pastilah menghargai keputusan anda untuk berhenti merokok.
Wahai perokok. Saya, Ippho Santosa, menulis ini karena kepedulian saya kepada anda dan keluarga anda, walaupun banyak pihak tidak menyukainya. Dan siapapun kita, perokok atau tidak, mari sejenak kita renungkan dan sampaikan tulisan ini kepada teman-teman kita dan keluarga kita. Share ya.
Semoga kebaikan, hanya kebaikan, yang menjadi kebiasaan kita dan keluarga kita.
Benarkah merokok itu nggak sehat? Anda yakin?
Sebelum menjawab dan memutuskan, baiknya kita pahami dulu untung-ruginya.
Pertama-tama, saya mau bertanya. Adakah ayah perokok yang menyarankan rokok pada anaknya? Nggak ada. Di lubuk hatinya yang paling dalam, si ayah tahu rokok itu beracun... Adakah sertifikat halal untuk rokok? Adakah anjuran membaca bismillah ketika merokok? Nggak ada...
Adakah ibu yang rela melihat anaknya menghirup racun? Nggak ada. Amoniak, zat yang ada pada kencing manusia, ternyata juga ada pada tembakau. Beracun. Ini gunanya untuk pupuk, bukan untuk dihirup. Pantas saja disebut, rokok membunuhmu...
Adakah dokter bertaraf internasional yang berani menyimpulkan, rokok itu bebas racun? Nggak ada... Dan pesan Nabi Muhammad, "Sesiapa yang menghirup racun hingga mati, maka ia akan menghirup racun itu di neraka jahanam."
Mengapa semakin maju sebuah negara dan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin jauh mereka dari rokok? Karena mereka sudah sadar, bahaya rokok itu jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Mengapa RJ Reynolds, salah satu produsen rokok terbesar dunia, malah melarang karyawannya untuk merokok? Karena bagi RJ Reynolds, karyawan dan kesehatan karyawan adalah aset yang berharga. Tulisan ini boleh Anda share sekarang, atau nanti saja, setelah selesai membacanya.
Perlukah anda dan anak-anak anda menenggak bir hanya karena pabrik bir itu membuka lapangan kerja? Nggak perlu. Sama sekali nggak perlu. Demikian pula dengan pabrik rokok.
Sekiranya kita semua berhenti merokok, toh pabrik rokok masih bisa memproduksi yang lain. Tenang saja. Lapangan kerja tak akan berkurang. Kalaupun anda masih kuatir dengan nasib buruh rokok, yah sedekahkan saja uang rokok anda kepada mereka, Rp 12.000 per hari.
Nah, karena saat ini anda sudah menimbang-nimbang untuk berhenti merokok, maka anda boleh membayangkan ganjaran-ganjaran yang bakal anda terima:
- keluarga anda akan lega dan bangga, yang mana ini membuat anda merasa begitu cool.
- anda pun memberi keteladanan dan pesan yang kuat kepada anak bahwa dia tak perlu ikut-ikutan merokok.
- uang rokok selama ini bisa anda alihkan untuk membeli vitamin anak dan susu anak, juga sedekah.
- anda telah melakukan mental switching dan ini adalah kemampuan istimewa karena kebanyakan orang tak memiliki-nya. Fyi, mental switching adalah modal dasar bagi mereka yang ingin menemukan titik balik dalam hidup.
Detik ini, mungkin anda membayangkan kenikmatan yang bertambah-tambah ketika berhasil berhenti merokok. Apalagi anda tahu persis, sebenarnya ini perkara mudah. Soal keputusan saja. Iya tho?
Orang yang bermental pemenang pastilah bisa mengambil keputusan dan tetap dalam keputusannya, sekaligus mengalahkan pengaruh candu. Dan lebih jauh lagi, teman sejati pastilah menghargai keputusan anda untuk berhenti merokok.
Wahai perokok. Saya, Ippho Santosa, menulis ini karena kepedulian saya kepada anda dan keluarga anda, walaupun banyak pihak tidak menyukainya. Dan siapapun kita, perokok atau tidak, mari sejenak kita renungkan dan sampaikan tulisan ini kepada teman-teman kita dan keluarga kita. Share ya.
Semoga kebaikan, hanya kebaikan, yang menjadi kebiasaan kita dan keluarga kita.
Kepada ibu, berbakti.
Kepada ayah, juga berbakti.
Ketulusan (sincerity) dan pengorbanan (sacrifice) ayah, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Di sini, kita semua mesti menyempatkan diri untuk memaknai dan menghayati. Maka, sudah sepantasnya kita membuat dirinya bangga dan bahagia.
Yah, ada banyak caranya. Dua yang paling utama adalah dengan sukses dan sholat.
Terus-terang saja, bagi keluarga muslim, ayah mana yang tidak resah ketika meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan tidak sukses dan tidak sholat? Ayah mana yang tidak bahagia ketika meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan sukses dan sholat?
Bagi muslim, ketika ia sholat, besar kemungkinan itu pahala baginya juga amal jariyah bagi ayah-ibunya. Kok bisa? Ya bisa. Karena ayah-ibunya yang telah mendidik dan mendoakan dia agar tetap sholat. Bukankah begitu?
Sholat itu solusi.
Sholat itu bagian dari berbakti.
Sholat mencegah kita dari berbuat keji.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Agar menjadi amal kebaikan sama-sama, baiknya tulisan ini di-share kepada teman-teman dan saudara-saudara kita. Sekali lagi, niatkan untuk amal kebaikan.
Kepada ayah, juga berbakti.
Ketulusan (sincerity) dan pengorbanan (sacrifice) ayah, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Di sini, kita semua mesti menyempatkan diri untuk memaknai dan menghayati. Maka, sudah sepantasnya kita membuat dirinya bangga dan bahagia.
Yah, ada banyak caranya. Dua yang paling utama adalah dengan sukses dan sholat.
Terus-terang saja, bagi keluarga muslim, ayah mana yang tidak resah ketika meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan tidak sukses dan tidak sholat? Ayah mana yang tidak bahagia ketika meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan sukses dan sholat?
Bagi muslim, ketika ia sholat, besar kemungkinan itu pahala baginya juga amal jariyah bagi ayah-ibunya. Kok bisa? Ya bisa. Karena ayah-ibunya yang telah mendidik dan mendoakan dia agar tetap sholat. Bukankah begitu?
Sholat itu solusi.
Sholat itu bagian dari berbakti.
Sholat mencegah kita dari berbuat keji.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Agar menjadi amal kebaikan sama-sama, baiknya tulisan ini di-share kepada teman-teman dan saudara-saudara kita. Sekali lagi, niatkan untuk amal kebaikan.
PERCAKAPAN GURU DAN MURlD
(MENDINGAN MANA: orang banyak ibadah berakhlak buruk atau tak beribadah berakhlak baik)
"Wahai Guru, manakah yang lebih baik, orang beriman yang banyak ibadahnya tapi buruk akhlaknya, ataukah orang beriman yang tak beribadah tapi baik akhlaknya kepada sesama?" tanya si murid.
"Insya Allah, kedua-duanya BAIK," ujar sang guru sambil tersenyum.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena orang yang tekun beribadah, boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk berakhlak mulia, bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik akhlaknya, boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk semakin tekun beribadah kepada-Nya."
"Jadi, siapa yang lebih buruk?" desak si murid penasaran.
Sang guru sambil berkaca-kaca matanya akhirnya menjawab, "KITA, ANAKKU."
"Hm? Kita??"
"Iya. Kitalah Yang Layak Disebut Buruk, Sebab Kita Gemar Sekali Menghabiskan Waktu Untuk Menilai Orang Lain Dan Melupakan Diri Kita Sendiri."
PADAHAL KELAK KITA DI HADAPAN ALLAH, AKAN DITANYAI TENTANG DIRI KITA, BUKAN TENTANG ORANG LAIN.
(MENDINGAN MANA: orang banyak ibadah berakhlak buruk atau tak beribadah berakhlak baik)
"Wahai Guru, manakah yang lebih baik, orang beriman yang banyak ibadahnya tapi buruk akhlaknya, ataukah orang beriman yang tak beribadah tapi baik akhlaknya kepada sesama?" tanya si murid.
"Insya Allah, kedua-duanya BAIK," ujar sang guru sambil tersenyum.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena orang yang tekun beribadah, boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk berakhlak mulia, bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik akhlaknya, boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk semakin tekun beribadah kepada-Nya."
"Jadi, siapa yang lebih buruk?" desak si murid penasaran.
Sang guru sambil berkaca-kaca matanya akhirnya menjawab, "KITA, ANAKKU."
"Hm? Kita??"
"Iya. Kitalah Yang Layak Disebut Buruk, Sebab Kita Gemar Sekali Menghabiskan Waktu Untuk Menilai Orang Lain Dan Melupakan Diri Kita Sendiri."
PADAHAL KELAK KITA DI HADAPAN ALLAH, AKAN DITANYAI TENTANG DIRI KITA, BUKAN TENTANG ORANG LAIN.