Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Kemarin saya berada di Pekanbaru. Minggu ini di Malang, insya Allah. Berseminar.

Inilah yang saya sarankan kepada peserta seminar, "Belajar, belajar, belajar!" Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar. Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan alasan-alasan yang tak wajar.

Kita semua sepakat bahwa yang suka beralasan dan bermalasan itu adalah ciri para pecundang. Sepenuh hati saya berharap, Anda menghindarinya. Sekali lagi, menghindarinya. Apa perlu saya ulangi untuk ketiga kalinya?

Ironisnya, inilah alasan-alasan mereka.

- Saat kita menyarankan sesuatu yang baru, alasannya "Saya nggak punya ilmu, nggak punya pengalaman."

- Saat kita memberitahu ilmu dan cara-caranya, katanya "Kamu sok tahu," atau "Ah ini susah," atau "Di sana sih berhasil, di sini belum tentu."

- Saat kita memberitahu investasi yang besar, alasannya "Saya nggak punya uang."

- Saat kita memberitahu investasi yang kecil, alasannya "Hasilnya kekecilan, hasilnya kelamaan."

- Saat teman-temannya sukses duluan, alasannya "Itu kebetulan saja. Nasib orang kan beda-beda."

- Dikasih gratis, murah, atau refund, katanya "Mau memanfaatkan saya? Mau menipu saya? Kamu pikir saya bodoh ya?"

- Dikasih motivasi, tak percaya. Dikasih bukti, katanya pamer. Saat kita berhenti memotivasi, katanya "Kamu lagi bangkrut ya?"

#TepokJidat, hehehe.

Celetukan mereka "Ah, motivator itu ngomong doang. Kalau ngomong doang, aku juga bisa." Oya? Yakin bisa? Sekiranya bisa, berapa orang yang mau mendengarkanmu? Berapa orang yang berubah setelah mendengarkanmu? Perlu dicatat, banyak motivator yang juga bisa action, nggak ngomong doang.

Btw, jangan meremehkan kemampuan ngomong. Bukankah seorang Muhammad, Isa, atau Buddha bisa mempengaruhi miliaran manusia karena kemampuan bicaranya? Bukankah pahlawan sekaliber Bung Karno dan Bung Tomo tak terlepas dari kemampuan bicaranya? Orasi. Belum lagi kalau kita membahas profesi guru, dosen, dan ustadz.

Bagi saya, simple saja. Lazimnya, saya hanya mengajar orang yang siap diajar. Ini sih wajar. Apalagi Robert Kiyosaki pernah berujar, "Jangan mengajari babi bernyanyi." Anda capek, babinya lebih capek. Hehehe.

Saya nggak terlalu tertarik menghabiskan waktu saya hanya untuk meyakinkan mereka yang suka beralasan. Saya capek, merekanya lebih capek. Akan jauh lebih efisien dan efektif jika kita mencurahkan perhatian pada orang-orang yang siap diajar. Ini namanya prioritas.

Saya berharap, Anda memilki mental pemenang. Mau belajar. Nggak beralasan, nggak bermalasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. www.ippho.com
Ada masalah?
Ada utang?

Introspeksi, berbenah, dan berubah.

Itulah yang saya anjurkan.

Insya Allah ada jalan keluarnya.
Kalau setiap ujian saja guru menyiapkan jawabannya untuk murid-muridnya, apalagi Tuhan kepada hamba-hamba-Nya.

Guru pun tahu persis, mana ujian untuk anak SD, mana ujian untuk anak SMP. Apalagi Tuhan kepada hamba-hamba-Nya.

Semoga teman-teman yang punya masalah, termasuk masalah utang, segera tersolusikan. Aamiin...
Mengelola orang tak semudah mengoperasikan mesin.

Perlu kesabaran. Perlu keteladanan.

Kepada para guru (termasuk dosen, trainer, dan motivator), inilah nasehat Kyai Maimun Zubair.

“Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti engkau hanya marah-marah ketika melihat murid-muridmu tidak pintar. Dan ikhlasmu hilang. Yang penting, niatnya menyampaikan ilmu dan mendidik dengan baik. Apakah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus-menerus agar murid-muridmu mendapat petunjuk.”

“Pekerjaan paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik dan rekreasi paling indahnya adalah mengajar."

"Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan, terkadang hati diuji kesabarannya. Namun hadirkanlah gambaran bahwa salah satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.”

Masya Allah, indahnya!
“Hidup ini singkat. Mending geber manfaat,” itu pesan guru saya yang selalu terngiang-ngiang di telinga saya.

Ramadhan telah usai. Syawal pun hampir selesai. Namun mestinya spirit Ramadhan dan Syawal ini membekas di hati kita. Karena itulah mulai Agustus, saya bertekad untuk menggeber manfaat lebih banyak lagi. Di antaranya:
- Seminar gratis dalam skala besar
- Program #BikinSekolah di berbagai daerah
- Program #BikinPesantren
- Sederet penggalangan dana
- Berbagi ilmu melalui WA dan Telegram

Doakan saya selalu sehat. Demikian pula keluarga saya. Aamiin. Doa yang sama dari saya untuk kita semua.
Kemarin saya dikasih data sama penerbit (Kompas-Gramedia Group). Dan saya pun terkejut. Kenapa? Ternyata penjualan buku-buku saya hampir 2x di atas buku-buku @TheRealKiyosaki di Indonesia. Siapapun tahu, Robert Kiyosaki adalah gurunya guru untuk urusan kemakmuran. Jujur, saya pribadi 2x bertemu dengan Robert Kiyosaki dan istrinya. Belajar. Dengan hadirnya data penjualan buku tadi, saya pun semakin bersemangat dalam menulis dan menginspirasi. Adapun buku Robert Kiyosaki yang paling berpengaruh adalah Cashflow Quadrant dan di Indonesia terjual sekitar 170.000 eksemplar. Alhamdulillah buku saya 10 Jurus Terlarang terjual 130.000 eksemplar, tanpa iklan, tanpa seminar. Buku 7 Keajaiban Rezeki jauh di atas itu. Sebagai gambaran, bestseller itu 3.000 eksemplar dan mega-bestseller itu 50.000 eksemplar. Terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca dan membeli buku saya. Alhamdulillah, sebagian royalti juga untuk sedekah. Termasuk buku baru saya yang segera rilis. Judulnya, Karyawan Juga Bisa Kaya.
Ini ungkapan salah satu anggota di channel ini...



Farida Basir:

😊
Mau kirim testimoni personal (atau feedback kali ya) atas keilmuan yang disajikan...
Semoga selalu semangat menebar manfaat...

Alhamdulillah, syukur tak terhingga ketika pertama kali dipertemukan dg buku 7KR lalu Moslem Millionaire yg membantu mempercepat impian yg tiba2 muncul. Beserta karya mas Ippho Santosa lainnya, termasuk buku2, seminar, coaching Success Protocol dan 100 Juta Pertama yg sangat membantu percepatan. Lalu sekarang, Telegram yang memudahkan untuk mengakses keilmuan2 dr Mas Ippho. Vibrasi positif nya sungguh masih terasa.

Stlh menikah memutuskan untuk memilih profesi sbg Ibu Rumah Tangga, murni.
September 2015 mempunyai keinginan berangkat umroh, Alhamdulillah ada percepatan rejeki untuk membayar tanpa berhutang ataupun meminta.
April 2016 brgkt Umroh (bonusnya, brgkt bersama mas Ippho Santosa).

Sepulang Umroh, diamanahi aset bisnis hiburan anak (kolam renang & Playground) oleh orang tua senilai 1,3M, sedang proses pengerjaan. Dana pembangunan yg ternyata tdk sedikit, agak meleset dr perhitungan, Alhamdulillah muncul peluang baru yg smg bs membantu prosesnya.

Yaitu peluang menawarkan asset keluarga berupa kayu gaharu senilai 8-15 M (sekitar 500 ton). Saat ini sedang berusaha memasarkan/ mencari partner pemasaran. Semoga dlm bulan Agustus ini bisa segera terjual.

Rejeki Materi:
Walaupun blm kaya, Alhamdulillah bisa brgkt umroh; mendapat amanah aset bisnis; dan peluang menawarkan aset Milyaran dan rejeki2 lain.

Rejeki non materi:
Alhamdulillah bisa bermunajad di Baitullah, bisa memperbaiki kondisi otak kanan yg awalnya mgkn kurang sehat, dg bangkit dan bergerak.

Alhamdulillah bisa menyadarkan diri serta memantaskan diri, selalu berikhtiar baru tawakal. Bukan memasrahkan diri kpd sesuatu yg tdk baik, bukan terpengaruh tetapi mempengaruhi.

Selama itu baik. Tdk akan pernah takut, tdk akan pernah lengah, tdk akan pernah lelah. Selalu saling memperbaiki dg cara yg baik. Belajar dan selalu belajar, menuju proses yg terbaik...

Terima kasih mas Ippho...
Entah bagaimana cara membalas jasa keilmuan & semuanya yg telah diberikan.

Hanya doa2 terbaik yg dapat dihaturkan, dalam hening.

Semoga bs mnjdi murid yg dibanggakan, entah di dunia entah di 'sana' kelak.
Gagal itu wajar.
Sukses juga wajar.

Tak perlu disikapi berlebihan.

Lalu, ada yang bertanya, “Sudah antusias, sudah optimis, kok masih gagal?” Yah, apalagi kalau tidak antusias dan tidak optimis! Pasti lebih gagal!

-       “Karier merosot! Bisnis turun! Produk ditolak! Harus bagaimana nih?” Tetap tenang. Jangan panik. Tarikan nafas saja turun-naik. Gerakan sholat juga turun-naik. Mestinya ini melatih kita dan menguatkan kita. 

-       "Barusan jatuh Mas, habis semua. Gimana ya?" Anak SD yang lagi demam juga tahu, kalau jatuh, yah segera bangkit! Gagal itu wajar. Berlarut-larut dalam kegagalan, nah itu yang tidak wajar. Emang garam, pakai larut segala, hehehe. Yang sebenarnya tidak ada yang abadi di muka bumi ini, termasuk kegagalan. Yah, coba saja lagi. Lama-lama, si gagal itu akan bosan pada Anda, hehehe.

-       “Tapi, saya gagalnya sudah lima kali nih!” Regina saja, ikut Indonesia Idol sampai tujuh kali, barulah terpilih sebagai pemenang. Bahkan istrinya Nabi Ibrahim (Abraham), bolak-balik tujuh kali, barulah dipertemukan dengan air. Anda?

Begitulah, kegagalan dan penolakan itu biasa. Malah ada baiknya juga. Bagaimana mungkin? Yah, mungkin saja. Menurut Sharon Kim, seorang peneliti dari Sekolah Bisnis John Hopkins Carey, Amerika, mereka yang mendapat penolakan sosial umumnya justru memperoleh keuntungan tersendiri.

Apa untungnya? Yah, berupa pikiran yang lebih independen dan lebih intuitif. “Tampaknya, penolakan mendorong mereka untuk berpikir lebih kreatif,” ujar Sharon Kim seperti yang dimuat di Journal of Experimental Psychology.

Sekali lagi.
Gagal itu wajar.
Sukses juga wajar.

Tak perlu disikapi berlebihan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seperti yang Anda tahu, sebentar lagi akan dirilis buku saya, Karyawan Juga Bisa Kaya (royalty for charity). Sebagian mungkin sudah bisa menebak-nebak, ini soal investasi. Itu ada benarnya. Namun tidak melulu soal itu. Akan dibahas juga ilmu quantum, ilmu spiritualitas, ilmu optimisme, ilmu alturisme, ilmu properti, ilmu emas, ilmu pensiun, dll... Terkait emas, sebenarnya sudah berulang kali saya bahas. Ini cocok sekali buat pemula. Modal ratusan ribu rupiah juga bisa. Simak » http://bit.ly/2aju0Vr
Properti diadu dengan emas, apa jadinya? Semua orang tahu, dari segi capital gain, properti menang telak dan mutlak ketimbang emas. Namun properti juga menyandang kelemahan tersendiri, semisal tidak likuid (perlu proses lama untuk jual-beli), dikekang aturan bank, dan modal relatif besar. Kalau emas? Likuid, bebas bank, dan modal relatif kecil. Rp 100 ribu juga bisa. Simak » http://bit.ly/2aju0Vr
Besok, 5 Agustus, adalah hari terakhir.

Hari terakhir, apa? Harga promo untuk 3 DVD Pengubah Nasib.

Seperti yang Anda tahu, inilah 3 DVD dari Ippho Santosa:
- 7 Keajaiban Rezeki (Exclusive)
- Raih Rp 100 Jt Pertama (Versi 4)
- Menjual & Melipatgandakan Omset Tanpa Biaya Tambahan

Ya, ditawarkan 3 sekaligus, agar benar-benar berdampak pada nasib dan kehidupan Anda.

Nah, sebelum membeli, ada baiknya Anda tahu dulu berapa total harganya:

Harga Normal:
Rp 550 ribu (mulai 6 Agustus)

Harga Promo:
Rp 399 ribu (sampai 5 Agustus)

Dibanding perubahan yang akan diperoleh, Anda pun merasa harga DVD ini tidaklah seberapa.

Karena Anda sudah memutuskan untuk memiliki, yah transfer saja:

-       BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa

-       Atau BCA 497-2013-777 a.n. Ippho D. Santosa

-       Setelah transfer, SMS 0815-4333-3600 dan SMS juga 0812-9183-0777 (SMS, bukan WA, bukan telp)
 
Untuk Indonesia, bebas ongkir.

Untuk luar negeri, tambah ongkir.

Tambahkan juga tiga nomor terakhir HP Anda pada nilai transaksi. Ini untuk memudahkan pengecekan. Anda boleh take action hari ini. Atau besok. Atau lusa. Kapan saja yang menurut Anda nyaman.

Happy action!
"Sedekah kok ngarep?"

Begini. Dalam sholat saja, kita boleh ngarep. Coba ingat-ingat doa kita saat duduk di antara dua sujud... Ngarep? Iya. Ngarep apa? Mulai dari petunjuk, kesehatan, sampai rezeki. Dalam sholat saja boleh ngarep, masak dalam sedekah nggak boleh, hehehe...

Ketika kondisi normal, mungkin kita nggak ngarep. Kebayang kondisi lagi susah? Anak sakit. Utang melilit. Bisnis pailit. Masalah rumit. Darurat nih. Mau ngarep kemana lagi? Woy, jawab woy! Orang biasa kalau pengen apa-apa, cuma ikhtiar. Kita mah beda, berikhtiar sekalian berdoa dan beramal. Ini keren apa keren banget? Ingat ya:
- Berharap kepada-Nya = berdoa
- Berharap kepada-Nya = bukti iman
- Berharap kepada-Nya = enggan berharap ke makhluk
- Berharap kepada-Nya = menuruti perintah-Nya karena itulah yang Dia perintahkan.
- Bagus tho, itu semua menjadi amal tersendiri. Salahnya di mana? Di Hongkong? Hehehe.
Beberapa waktu yang lalu, saya diajak talkshow bareng Aa Gym, Sandiaga Uno, dan Mas Mono. Setelah itu, kami langsung lunch bersama. Alhamdulillah, sebagai tuan rumah, Aa Gym yang mengambilkan nasi untuk saya, persis 10 tahun yang lalu. Demikian pula Sandiaga Uno, walaupun bukan tuan rumah, menambahkan nasi untuk saya. Masya Allah, inilah dua guru sejati, karena benar-benar rendah hati. Saya sebagai murid sampai malu sendiri.

Suatu ketika, mungkin tahun 2011 atau 2012, saya melihat Pak Sandiaga (dan dia tidak melihat saya) naik pesawat biasa. Bukan Garuda Indonesia. Bukan business class. Ada seorang asisten di sampingnya, tapi dia tetap menenteng barangnya sendiri. Ah, itu kan biasa. Ya, memang biasa. Menjadi luar biasa karena saat itu ia termasuk dalam 30 orang terkaya di Indonesia!

Pernah juga saya diundang sarapan sama Tung Desem Waringin, pelatih kondang di Indonesia, di sebuah restoran di lapangan golf. Awalnya cuma sarapan, tahu-tahu kami ngobrol lebih dari 5 jam! Tidak terasa! Cuaca yang panas dan tidak ber-AC, sama sekali tidak berhasil mengusik dan mengusir kami. Ketika saya mau membayar, eh ternyata Pak Tung sudah duluan membayar. Rupanya dia telah meletakkan kartu kreditnya di kasir sejak awal.

Inilah yang disebut mental kaya. Gemar melayani, gemar mentraktir. Betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap sebaliknya. Ngarep-ngarep ditraktir. Nggak heran, semakin nyungsep hidupnya. Saran saya, setiap kali ada kesempatan, usahakan untuk mentraktir. Walaupun dia yang jadi atasan, walaupun dia yang lebih kaya. Lagi-lagi, ini soal mental kaya. Seperti kemarin, saya ditraktir sate kambing sama mantan staf saya, Gerry. Zaman saya susah dulu, saya sudah terbiasa mentraktir. Apalagi sekarang, yang insya Allah nggak susah lagi. Btw, mentraktir itu bagian dari sedekah. Siap?
Bukan sekedar sukses, tapi juga menyukseskan. Bukan sekedar kaya, tapi juga mengayakan. Kalau belum bisa secara langsung, bisa juga secara tidak langsung. Caranya? Ajak sahabat dan saudaranya bergabung di channel ini. Semakin banyak orang yang kita bantu menuju sukses, insya Allah semakin mudah pula kesuksesan dan rezeki kita. BUKTIKAN!
Ini video ringkas yang menjelaskan tentang Sepasang Bidadari, yaitu ibu kita dan istri kita. Simak deh, penting banget