HYPERNIME — OPEEEENNM via @MasterPoll_Bot
👤 ALTHAF naksir saras ya🌚🌚🌚🌚 jjur dah🌚🌚🌚
Sebenernya belum saatnya balas board tapi ya Allah ini diluar nurul. Coba yang isi istighfar dulu🐈 Bisa akur aja udah alhamdulillah🙏
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
HYPERNIME — OPEEEENNM
Jangan" Saras sendiri bjir yg isi
pls...... hargain pacar aku plis! dia udah ngomong syubul niych! 🥹 👉🏻👈🏻
GN, kitten. Maaf tidak sering mengunjungimu akhir-akhir ini. So how’s life without me? 🐺🍷 maaf Alpha baru menemukanmu. Feromonmu sangat manis, seperti wangi indomie kari ayam, saya sangat suka. Don’t be affraid kitten. Just behave. ⛓️💋
t.me/aadvokasi
XIIV // Kala itu, saya dan gadis saya—Ziani sedang berada di pantai menikmati senja. Dia suka langit berwarna oranye sebagai tanda bahwa matahari mulai tenggelam di ufuk barat.
01. Sepersekian detik, Ziani bersungut kesal kala lensa yang saya pegang tidak mampu menangkap perpisahan sang mentari. Dengan bibir mungil yang selalu mampu mengeluarkan kata-kata ajaib, ia mengeluh dengan nada manis, "Kamu lama banget, jadinya nggak dapat sunsetnya ih!!!" Mendengar keluhan lucu itu, saya terkekeh sejenak menikmati momen kebersamaan kami.
02. Kembali fokus pada lensa yang saya genggam, saya coba tangkap keindahan senja yang tersisa. Netra saya memberi arahan sinyal pada decakan kagum tanda jatuh cinta kala menangkap sosok Ziani.
03. Terkaman cakrawala terhadap langit kalah cantik dengan sosok gadis saya. Ziani selalu indah.
💔 Usaha Menangkap Senja Bersama Terkasih
XIIV // Kala itu, saya dan gadis saya—Ziani sedang berada di pantai menikmati senja. Dia suka langit berwarna oranye sebagai tanda bahwa matahari mulai tenggelam di ufuk barat.
01. Sepersekian detik, Ziani bersungut kesal kala lensa yang saya pegang tidak mampu menangkap perpisahan sang mentari. Dengan bibir mungil yang selalu mampu mengeluarkan kata-kata ajaib, ia mengeluh dengan nada manis, "Kamu lama banget, jadinya nggak dapat sunsetnya ih!!!" Mendengar keluhan lucu itu, saya terkekeh sejenak menikmati momen kebersamaan kami.
02. Kembali fokus pada lensa yang saya genggam, saya coba tangkap keindahan senja yang tersisa. Netra saya memberi arahan sinyal pada decakan kagum tanda jatuh cinta kala menangkap sosok Ziani.
03. Terkaman cakrawala terhadap langit kalah cantik dengan sosok gadis saya. Ziani selalu indah.
Ziani selalu suka senja sementaras saya selalu suka Ziani dan keseluruhan hidupnya.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
t.me/Concfident
Saat menerima gaji pertama, saya berinisiatif mengajak Edward makan di luar. Saya ingat betapa bahagianya saya saat itu—sesaat sebelum ingat akan nasihat bunda mengenai kebiasaan Edward yang seenaknya soal makanan. Benar saja, Edward memesan berbagai hidangan tanpa berpikir dua kali, karena bukan dia yang membayar. Dia memesan ini dan itu, seolah tidak peduli berapa banyak yang harus saya keluarkan❤️
[ed—01] Gaji pertama saya sebagian besar habis untuk makan malam itu, bisa dibilang sepertiga dari gaji saya lenyap karena Edward. Meski perilakunya seringkali membuat saya geram, saya tetap menyukai momen-momen seperti ini. Dalam hati, saya berpikir bahwa jika ada kehidupan lainnya, saya tetap ingin Edward menjadi adik saya—sama seperti sekarang, dengan semua kebiasaannya yang unik. Dia adalah bagian dari hidup saya yang tidak tergantikan, dan kebahagiaannya adalah kebahagiaan saya juga.
🐱 Berapa Biayanya?
Saat menerima gaji pertama, saya berinisiatif mengajak Edward makan di luar. Saya ingat betapa bahagianya saya saat itu—sesaat sebelum ingat akan nasihat bunda mengenai kebiasaan Edward yang seenaknya soal makanan. Benar saja, Edward memesan berbagai hidangan tanpa berpikir dua kali, karena bukan dia yang membayar. Dia memesan ini dan itu, seolah tidak peduli berapa banyak yang harus saya keluarkan
[ed—01] Gaji pertama saya sebagian besar habis untuk makan malam itu, bisa dibilang sepertiga dari gaji saya lenyap karena Edward. Meski perilakunya seringkali membuat saya geram, saya tetap menyukai momen-momen seperti ini. Dalam hati, saya berpikir bahwa jika ada kehidupan lainnya, saya tetap ingin Edward menjadi adik saya—sama seperti sekarang, dengan semua kebiasaannya yang unik. Dia adalah bagian dari hidup saya yang tidak tergantikan, dan kebahagiaannya adalah kebahagiaan saya juga.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
t.me/mivlady x t.me/snorw
[Page - 001]
Hari itu, ratusan orang berkumpul di lapangan utama universitas kami untuk festival tahunan. Suasananya penuh semangat dan antusiasme, dengan berbagai penampilan hebat dari setiap fakultas. Di antara penampil-penampil terbaik, ada dua wanita cantik yang saya kenali, Thallasa dan Michelle. Mereka mewakili fakultas seni rupa dengan penampilan yang luar biasa memukau. Sayangnya, saya hanya bisa menyaksikan semua itu melalui layar ponsel karena terbaring lemah akibat demam.
[Page - 002]
Meskipun begitu, saya tidak bisa menahan rasa kagum setiap kali melihat gerakan mereka di layar. Thallasa dan Michelle menari dengan harmonisasi yang sempurna, setiap langkah dan gerakan mereka begitu terkoordinasi dan indah. Saya bangga melihat teman-teman satu fakultas saya tampil dengan begitu gemilang.
[Page - 003]
Namun, rasa penyesalan menyelimuti hati saya. Bagaimana bisa saya melewatkan momen menyenangkan ini hanya karena suhu tubuh yang meningkat? Saya berharap bisa mengulang waktu dan menyaksikan secara langsung bagaimana Thallasa dan Michelle memikat semua pasang mata yang hadir. Melihat mereka tampil di layar ponsel saja sudah membuat saya berdecak kagum, lalu bagaimana jika saya berada di sana untuk merasakan atmosfer dan energi yang mereka bawa.
🌺 Mereka si Penantang Hebat
[Page - 001]
Hari itu, ratusan orang berkumpul di lapangan utama universitas kami untuk festival tahunan. Suasananya penuh semangat dan antusiasme, dengan berbagai penampilan hebat dari setiap fakultas. Di antara penampil-penampil terbaik, ada dua wanita cantik yang saya kenali, Thallasa dan Michelle. Mereka mewakili fakultas seni rupa dengan penampilan yang luar biasa memukau. Sayangnya, saya hanya bisa menyaksikan semua itu melalui layar ponsel karena terbaring lemah akibat demam.
[Page - 002]
Meskipun begitu, saya tidak bisa menahan rasa kagum setiap kali melihat gerakan mereka di layar. Thallasa dan Michelle menari dengan harmonisasi yang sempurna, setiap langkah dan gerakan mereka begitu terkoordinasi dan indah. Saya bangga melihat teman-teman satu fakultas saya tampil dengan begitu gemilang.
[Page - 003]
Namun, rasa penyesalan menyelimuti hati saya. Bagaimana bisa saya melewatkan momen menyenangkan ini hanya karena suhu tubuh yang meningkat? Saya berharap bisa mengulang waktu dan menyaksikan secara langsung bagaimana Thallasa dan Michelle memikat semua pasang mata yang hadir. Melihat mereka tampil di layar ponsel saja sudah membuat saya berdecak kagum, lalu bagaimana jika saya berada di sana untuk merasakan atmosfer dan energi yang mereka bawa.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM