Fizi Minta Maaf
Dari Fizi si tokoh fiksi kecil ini kita belajar, bahwa anak2 yang belum baligh berbicara mengikuti pola pikirnya yang belum sempurna. Sehingga terkadang celotehnya terdengar asal, bahkan sampe bikin greget 😅
Tak jarang yang dewasapun begitu. ngomong salah2, berperilaku seenaknya, childish, polos katanya.
Tapi, apakah itu semua bisa kita maklumi? "bukankah kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah, dan dua buah bibir? Kamu telah menunjukkan kepadanya dua jalan" (Qs. Al-Balad : 8-10)
Noo, tentu tidak semudah itu memaklumi kesalahan orang dewasa yang sudah Allah karuniakan kesempurnaan akal untuk bisa berpikir secara sempurna.
sebelum bertindak, kakak kakak tetep harus mempertanggungjawabkan dan memikirkan perbuatannya ya. Karena sebenernya Allah udah ngasih kita petunjukNya untuk mengindra kebenaran dan mengambil pelajaran. Bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga tentang adab dan akhlak yang mencerminkan tingginya iman.
#DearMillenials
Dari Fizi si tokoh fiksi kecil ini kita belajar, bahwa anak2 yang belum baligh berbicara mengikuti pola pikirnya yang belum sempurna. Sehingga terkadang celotehnya terdengar asal, bahkan sampe bikin greget 😅
Tak jarang yang dewasapun begitu. ngomong salah2, berperilaku seenaknya, childish, polos katanya.
Tapi, apakah itu semua bisa kita maklumi? "bukankah kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah, dan dua buah bibir? Kamu telah menunjukkan kepadanya dua jalan" (Qs. Al-Balad : 8-10)
Noo, tentu tidak semudah itu memaklumi kesalahan orang dewasa yang sudah Allah karuniakan kesempurnaan akal untuk bisa berpikir secara sempurna.
sebelum bertindak, kakak kakak tetep harus mempertanggungjawabkan dan memikirkan perbuatannya ya. Karena sebenernya Allah udah ngasih kita petunjukNya untuk mengindra kebenaran dan mengambil pelajaran. Bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga tentang adab dan akhlak yang mencerminkan tingginya iman.
#DearMillenials
🎉 PROMO ALERT! 🎉
Dear #Lovalila siapa yang mau khimar geratisss?? 😍
Belanja produk apaaah aja di seluruh offline store @hijabalila minimal 500 ribu, kamu bisa dapetin khimar perdana (segiempat dua warna) free!
*selama persediaan masih ada
Yuk serbuuuu!! 🎀 Pastikan kamu tetap memakaii masker,mmbawa handsanitizer, dan memperhatikan sejumlah protokol kesehatan lainnya ya guys.
Berikut ini Offline store resmi @hijabalila :
@kamar_alila
@kamaralila_cilacap
@kamaralila_semarang2
@kamaralila_tangerang
@hijabalila_bogor
@butikalila_luwuk
@kamaralilacikarang
@kamaralilabrebes
@kamaralilamakassar
@kamaralila_cilegon
@kamaralilamakassar2
@kamaralila_bekasi
@kamaralilabandung
@kamaraliladepok
@kamaralila_plm
@kamaralila_semarang
tokohijabalila
@hijabalila_jawatimur
#HijabAlila #Promo #FreeKhimar #KhimarPerdana
Dear #Lovalila siapa yang mau khimar geratisss?? 😍
Belanja produk apaaah aja di seluruh offline store @hijabalila minimal 500 ribu, kamu bisa dapetin khimar perdana (segiempat dua warna) free!
*selama persediaan masih ada
Yuk serbuuuu!! 🎀 Pastikan kamu tetap memakaii masker,mmbawa handsanitizer, dan memperhatikan sejumlah protokol kesehatan lainnya ya guys.
Berikut ini Offline store resmi @hijabalila :
@kamar_alila
@kamaralila_cilacap
@kamaralila_semarang2
@kamaralila_tangerang
@hijabalila_bogor
@butikalila_luwuk
@kamaralilacikarang
@kamaralilabrebes
@kamaralilamakassar
@kamaralila_cilegon
@kamaralilamakassar2
@kamaralila_bekasi
@kamaralilabandung
@kamaraliladepok
@kamaralila_plm
@kamaralila_semarang
tokohijabalila
@hijabalila_jawatimur
#HijabAlila #Promo #FreeKhimar #KhimarPerdana
🎉 HIJAB ALILA MENCARI BAKAT! 🎉
Assalamu'alaykum guys.. Buat kamu yang pingiiiin banget menjadi volunteer / bagian dari @hijabalila , sekarang waktu yang tepat banget nih untuk bergabung. Sudah saatnya yang muda dan berberbakat yang berdakwah!
Mari kita ramaikan kancah dunia maya dengan konten-konten berfaedah dan penuh tuntunan.
Buat kamu yang memenuhi persyaratan, silakan buat skenario sekreatif mungkin, buat videomu, kumudian upload di akunmu dengan caption seperti paragraf 1 dan 2. Sertakan hashtag #HijabAlilaMencariBakat #AlilaStudios #VolunteerHijabAlila #HijabAlila
Nb : akunnya jangan di private ya
Kami akan seleksi video kalian sampai tanggal 20 juni 2020
Ajak teman2mu juga ya guys!
Selamat berkarya ✨
Assalamu'alaykum guys.. Buat kamu yang pingiiiin banget menjadi volunteer / bagian dari @hijabalila , sekarang waktu yang tepat banget nih untuk bergabung. Sudah saatnya yang muda dan berberbakat yang berdakwah!
Mari kita ramaikan kancah dunia maya dengan konten-konten berfaedah dan penuh tuntunan.
Buat kamu yang memenuhi persyaratan, silakan buat skenario sekreatif mungkin, buat videomu, kumudian upload di akunmu dengan caption seperti paragraf 1 dan 2. Sertakan hashtag #HijabAlilaMencariBakat #AlilaStudios #VolunteerHijabAlila #HijabAlila
Nb : akunnya jangan di private ya
Kami akan seleksi video kalian sampai tanggal 20 juni 2020
Ajak teman2mu juga ya guys!
Selamat berkarya ✨
#DearMillenials ...
Terkadang kita itu pengennya selalu didengar, selalu pengen speak up, dan memotivasi banyak orang.
Bagus banget inii. Memang pemuda jaman sekaranga harus berani untuk speak up ya. Syaratnya konten yg disampaikan berfaedah ✨
Tapi tapiiiii penyakitnya nih, banyak orang yang suka aktif di sosial media untuk memotivasi orang lain, mengoreksi orang lain, tapi dirinya sendiri kebalikan dari itu. Malah anti kritik bin ogah dinasehatin. Jangaan ya guyss.
Allah udah kasih kita 2 telinga yang artinya kita hrs lbh banyak mendengar drpd berbicara.
Jadi, pastikan dirimu tidak kering ilmu dan selalu rendah hati ya dear.. Jangan ogah mendengar nasihat dan memperbaiki diri. 😊
Terkadang kita itu pengennya selalu didengar, selalu pengen speak up, dan memotivasi banyak orang.
Bagus banget inii. Memang pemuda jaman sekaranga harus berani untuk speak up ya. Syaratnya konten yg disampaikan berfaedah ✨
Tapi tapiiiii penyakitnya nih, banyak orang yang suka aktif di sosial media untuk memotivasi orang lain, mengoreksi orang lain, tapi dirinya sendiri kebalikan dari itu. Malah anti kritik bin ogah dinasehatin. Jangaan ya guyss.
Allah udah kasih kita 2 telinga yang artinya kita hrs lbh banyak mendengar drpd berbicara.
Jadi, pastikan dirimu tidak kering ilmu dan selalu rendah hati ya dear.. Jangan ogah mendengar nasihat dan memperbaiki diri. 😊
— HIJAB ALILA MENCARI VISUALIS DAKWAH —
⠀
Assalamu'alaykum #Lovalila!
Buat kamu yang ingin bergabung dengan tim kreatif @hijabalila dan memenuhi kriteria diatas, segera kirimkan potrofoliomu ke email desainhijabalila@gmail.com ya dear😉
⠀
📍Fulltime di Daan Mogot, Jakarta Barat
⠀
#Loker #LokerAkhwat #HijabAlila #LokerHijabAlila #Visualis #VisualisDakwah #VisualisHijabAlila #Illustrator #AktivisDakwah #LokerUntukMuslimah #LokerMuslimah
⠀
Assalamu'alaykum #Lovalila!
Buat kamu yang ingin bergabung dengan tim kreatif @hijabalila dan memenuhi kriteria diatas, segera kirimkan potrofoliomu ke email desainhijabalila@gmail.com ya dear😉
⠀
📍Fulltime di Daan Mogot, Jakarta Barat
⠀
#Loker #LokerAkhwat #HijabAlila #LokerHijabAlila #Visualis #VisualisDakwah #VisualisHijabAlila #Illustrator #AktivisDakwah #LokerUntukMuslimah #LokerMuslimah
https://www.instagram.com/tv/CBPu92bJMjB/?igshid=38j02ry4wqiy
“Sensasi” menu favorit jaman saiki • #DearMillennials
Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum baca Al-qur'an. Seneng banget ketika ada berita mengejutkan atau bahkan musibah, yang dilakukan bukannya bantuin, malah update status / auto ngerekam.
"kameraaahh"
"hape mana hapee"
"ig storiess ey"
"bikin judul yang klik baitttt"
Hummm, padahal ketika mendengar suatu musibah yang menimpa saudara kita, kita harusnya auto bantu. Tapi jaman nawww refleknya bedaaaa.. Bukannya ngebantu, tapi malah update status dulu, memanfaatkan keadaan untuk postingan biar viral. Iya sih ngebantu, tapi alasan hadir ke tempat musibah itu bukan pure untuk menolong sesama, niat terbesarnya hanya karena asas manfaat. Astaghfirullah.. Sensasi memang sudah menjadi menu favorit jaman saiki. Mudah2an masih banyak konten kreator yang bener2 menomorsatukan isi.
Video diatas Jangan ditiru ya, guys!
“Sensasi” menu favorit jaman saiki • #DearMillennials
Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum baca Al-qur'an. Seneng banget ketika ada berita mengejutkan atau bahkan musibah, yang dilakukan bukannya bantuin, malah update status / auto ngerekam.
"kameraaahh"
"hape mana hapee"
"ig storiess ey"
"bikin judul yang klik baitttt"
Hummm, padahal ketika mendengar suatu musibah yang menimpa saudara kita, kita harusnya auto bantu. Tapi jaman nawww refleknya bedaaaa.. Bukannya ngebantu, tapi malah update status dulu, memanfaatkan keadaan untuk postingan biar viral. Iya sih ngebantu, tapi alasan hadir ke tempat musibah itu bukan pure untuk menolong sesama, niat terbesarnya hanya karena asas manfaat. Astaghfirullah.. Sensasi memang sudah menjadi menu favorit jaman saiki. Mudah2an masih banyak konten kreator yang bener2 menomorsatukan isi.
Video diatas Jangan ditiru ya, guys!
Instagram
Sahabat Taatmu:) on Instagram: “#DearMillennials Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum…
8,632 Likes, 42 Comments - Sahabat Taatmu:) (@hijabalila) on Instagram: “#DearMillennials Kenapa yaaa pipel jaman naww lebih khawatir ngga ada ide postingan daripada belum…”
https://www.instagram.com/p/CBQF7YDpyeF/?igshid=q2rosr8mo0f8
#DearMillennials ..
Sadar nggak sih dalam dunia maya, kalian itu memiliki 2 peran sekaligus. Commentator serta creator.
Commentator untuk akun lain, dan creator bagi akun kalian sendiri.
Setiap aktivitas yang kita lakukan akan dihisab, begitu pula yang kita lakukan di sosial media. Kayak ngeposting, ngerepost,nge-like, komen, kalau itu :
- buruk -> dapet dosa
- benar & baik -> pahala
- sia2 -> gak dapet apa2, atau bisa jadi mudhorot yang nyerempet dosa juga
Jadi sebagai creator akun pribadi, sosial media bukan sekadar lahan seru2an dan pencitraan semata. Namun lahan untuk menyebarkan kebaikan seluas2nya. Kamu tinggal pilih, mau dapet pahala, dosa, atau gadapet apa2.
Kalo mau dapet pahala, Taukan harus isi akunmu dengan apa?
Kalo sampe saat ini kamu masih nganggep sosmed itu cuma buat seru2an aja, yuk laahh mule diperbaiki lagi akhlak dan niat bersosmednyaa. 😉
#DearMillennials ..
Sadar nggak sih dalam dunia maya, kalian itu memiliki 2 peran sekaligus. Commentator serta creator.
Commentator untuk akun lain, dan creator bagi akun kalian sendiri.
Setiap aktivitas yang kita lakukan akan dihisab, begitu pula yang kita lakukan di sosial media. Kayak ngeposting, ngerepost,nge-like, komen, kalau itu :
- buruk -> dapet dosa
- benar & baik -> pahala
- sia2 -> gak dapet apa2, atau bisa jadi mudhorot yang nyerempet dosa juga
Jadi sebagai creator akun pribadi, sosial media bukan sekadar lahan seru2an dan pencitraan semata. Namun lahan untuk menyebarkan kebaikan seluas2nya. Kamu tinggal pilih, mau dapet pahala, dosa, atau gadapet apa2.
Kalo mau dapet pahala, Taukan harus isi akunmu dengan apa?
Kalo sampe saat ini kamu masih nganggep sosmed itu cuma buat seru2an aja, yuk laahh mule diperbaiki lagi akhlak dan niat bersosmednyaa. 😉
Instagram
Sahabat Taatmu:)
#DearMillennials .. Sadar nggak sih dalam dunia maya, kalian itu memiliki 2 peran sekaligus. Commentator serta creator. Commentator untuk akun lain, dan creator bagi akun kalian sendiri. Setiap aktivitas yang kita lakukan akan dihisab, begitu pula yang kita…
Bener gak si, dear?
Coba tag temen kamu yang gabisa hidup tanpa henpon dan segala persosial mediaannya 🙈
#DearMillennials
Coba tag temen kamu yang gabisa hidup tanpa henpon dan segala persosial mediaannya 🙈
#DearMillennials
Semua Gegara Cuan • #DearMillennials ...
Alila mau tanya dong, apasih motivasi kalian dalam memposting sesuatu di sosial media?
Netijen jaman saiki itu memang seneng banget ikut2an sesuatu yang lagi viral. Cover MV lah, reaction video ini, ikutan challenge video itu, dll. Untuk hiburan katanya, namun lama kelamaan perspektif tentang sosial media yaa hanya untuk hiburan saja. Atau kalau sudah punya followers banyak, IG nya dijadikan alat untuk sekadar cari cuan dari pp/endorsan. Terkikislah rasa ingin memanfaatkannya untuk kebaikan. "Mau posting? Wani piro?"
Hehe. Begitulah kira2 isi kepala kebanyakan orang2 di jaman kapitalis seperti ini.
Uang dan Popularitas memang mudah sekali didapatkan di dunia maya. Apalagi jika dibumbui dengan sensasi. Namun, jangan sampai silau ya, dear. Sebab uang dan popularitas bukan segalanya, pun sudah terkenal tidak menjamin bahagia.
Tugas kita di dunia bukan hanya untuk bersenang2 saja, namun kita diperintah untuk beribadah kepadaNya.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Ibadah dari seseorang kepada Allah bukanlah karena Allah butuh kepada orang tersebut. Allah tidak butuh dengan ibadah kita, namun justru kita yang sangat butuh untuk beribadah kepada Allah. Semakin baik ibadah yang kita persembahkan kepada Allah, semakin besar manfaatnya kembali kepada kita.
Maka, apapun aplikasinya, jika kita sadar akan tugas kita sebagai seorang hamba, Insyaa Allah sosial media bukanlah tempat untuk pencitraan dan ladang cari cuan semata. Namun dijadikan media yang paling subur dalam menyeru konten2 yang berfaedah dan membangun semangat ibadah. Supaya Allah mmberi kita ganjaran pahala yang berlipat ganda.
Banyak banget loh di luar sana video2 yg keren penggarapannya tapi kontennya ngga sesuai dengan syariatNya, atau bahkan justru bersebrangan dengan syariat Islam. Nah, masa kita yang muslim untuk menyampaikan kebaikan di sosial media masih mikir2 dan itung2an? Malah lebih pede bikin postingan yang ngga ada faedahnya :") Muamalah yang tak pernah merugikan itu ya muamalah dengan Allah. Gausah ngarep like, followers, dll. Cukup brharap Allah ridho dan terima secuil karya kita
Alila mau tanya dong, apasih motivasi kalian dalam memposting sesuatu di sosial media?
Netijen jaman saiki itu memang seneng banget ikut2an sesuatu yang lagi viral. Cover MV lah, reaction video ini, ikutan challenge video itu, dll. Untuk hiburan katanya, namun lama kelamaan perspektif tentang sosial media yaa hanya untuk hiburan saja. Atau kalau sudah punya followers banyak, IG nya dijadikan alat untuk sekadar cari cuan dari pp/endorsan. Terkikislah rasa ingin memanfaatkannya untuk kebaikan. "Mau posting? Wani piro?"
Hehe. Begitulah kira2 isi kepala kebanyakan orang2 di jaman kapitalis seperti ini.
Uang dan Popularitas memang mudah sekali didapatkan di dunia maya. Apalagi jika dibumbui dengan sensasi. Namun, jangan sampai silau ya, dear. Sebab uang dan popularitas bukan segalanya, pun sudah terkenal tidak menjamin bahagia.
Tugas kita di dunia bukan hanya untuk bersenang2 saja, namun kita diperintah untuk beribadah kepadaNya.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Ibadah dari seseorang kepada Allah bukanlah karena Allah butuh kepada orang tersebut. Allah tidak butuh dengan ibadah kita, namun justru kita yang sangat butuh untuk beribadah kepada Allah. Semakin baik ibadah yang kita persembahkan kepada Allah, semakin besar manfaatnya kembali kepada kita.
Maka, apapun aplikasinya, jika kita sadar akan tugas kita sebagai seorang hamba, Insyaa Allah sosial media bukanlah tempat untuk pencitraan dan ladang cari cuan semata. Namun dijadikan media yang paling subur dalam menyeru konten2 yang berfaedah dan membangun semangat ibadah. Supaya Allah mmberi kita ganjaran pahala yang berlipat ganda.
Banyak banget loh di luar sana video2 yg keren penggarapannya tapi kontennya ngga sesuai dengan syariatNya, atau bahkan justru bersebrangan dengan syariat Islam. Nah, masa kita yang muslim untuk menyampaikan kebaikan di sosial media masih mikir2 dan itung2an? Malah lebih pede bikin postingan yang ngga ada faedahnya :") Muamalah yang tak pernah merugikan itu ya muamalah dengan Allah. Gausah ngarep like, followers, dll. Cukup brharap Allah ridho dan terima secuil karya kita
#DearMillennials ...
Dunia tempat kita berpijak hari ini tidaklah selamanya, apalagi dunia maya yang tidak nyata adanya. Namun masih saja banyak manusia yang tertipu dengan segala kenikmatan dan kemewahannya sehingga betah di dunia, padahal Rasulullah SAW pernah menceritakan :
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5278)
Wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati. Orientasi Seluruh hidupnya hanya kepada dunia. Sehingga lupa menyiapkan urusan akhiratnya. Semoga Allah jaga kita untuk selalu sadar bahwa mengejar dunia itu tidak akan ada habisnya, dan hakikat bahagia yang sebenarnya adalah di SurgaNya.
Dunia tempat kita berpijak hari ini tidaklah selamanya, apalagi dunia maya yang tidak nyata adanya. Namun masih saja banyak manusia yang tertipu dengan segala kenikmatan dan kemewahannya sehingga betah di dunia, padahal Rasulullah SAW pernah menceritakan :
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5278)
Wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati. Orientasi Seluruh hidupnya hanya kepada dunia. Sehingga lupa menyiapkan urusan akhiratnya. Semoga Allah jaga kita untuk selalu sadar bahwa mengejar dunia itu tidak akan ada habisnya, dan hakikat bahagia yang sebenarnya adalah di SurgaNya.
KETENTUAN MUSLIMAH NAMPANG DI SOSMED (ALA ALILA)
1. Luruskan niat
Meski postingan kita konten yang positif, tapi niat mah tetep harus lurus karena Allah ya dear.
"Setiap amal bergantung pada niatnya
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Bukhari, Muslim dan empat imam hadits)
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga Islam.
Menurut Imam Baihaqi, karena tindakan seorang hamba itu terjadi dengan hati, lisan dan anggota badannya, dan niat yang tempatnya di hati adalah salah satu dari tiga hal tersebut dan yang paling utama.
2. Menutup aurat
Ini wajib ya dear, di sosial media akan dilihat orang banyak layaknya kita di dunia nyata. Dan, menutup auratnya harus sesuai dengan tuntunan syariat ya dear, seperti di Qs. Al-Ahzab :59 untuk gamisnya, dan Qs. An-Nuur : 31 untuk Khimarnya.
3. Tidak bergaya/berpose/bergerak yang mengundang syahwat.
Sebagai muslimah, kita harus menjaga rasa malu. Maka jika yg lagi trend adalah aplikasi joget2, ya kita ngga usah ikut2an guys. Supaya izzah dan iffah kita tetap terjaga, serta terhindar dari hal2 yang mengundang fitnah.
4. Tidak Tabarruj
”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).
Tabarruj itu menampakkan kecantikannya (di depan lelaki yang bukan mahram).
Jadi udah guyss, gaperlu medog2 ya, natural ajaaa. Dari ayat diatas kalo medog2 nanti kayak wanita jahiliyah 😣
5. Upload konten hanya yang baik dan benar.
Bukan cuma baik guys, tapi juga benar. Islam itu melarang kita untuk menyebarkan berita bohong, apalagi cuma biar klik bait!
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat:6)
Disamping harus mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi, menghindari fitnah juga harus memperhatikan kemaslahatan dari berita yang disampaikan. Pastikan postinganmu bermanfaat dan anti hoax hoax club ya.
#DearMillennials
1. Luruskan niat
Meski postingan kita konten yang positif, tapi niat mah tetep harus lurus karena Allah ya dear.
"Setiap amal bergantung pada niatnya
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Bukhari, Muslim dan empat imam hadits)
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga Islam.
Menurut Imam Baihaqi, karena tindakan seorang hamba itu terjadi dengan hati, lisan dan anggota badannya, dan niat yang tempatnya di hati adalah salah satu dari tiga hal tersebut dan yang paling utama.
2. Menutup aurat
Ini wajib ya dear, di sosial media akan dilihat orang banyak layaknya kita di dunia nyata. Dan, menutup auratnya harus sesuai dengan tuntunan syariat ya dear, seperti di Qs. Al-Ahzab :59 untuk gamisnya, dan Qs. An-Nuur : 31 untuk Khimarnya.
3. Tidak bergaya/berpose/bergerak yang mengundang syahwat.
Sebagai muslimah, kita harus menjaga rasa malu. Maka jika yg lagi trend adalah aplikasi joget2, ya kita ngga usah ikut2an guys. Supaya izzah dan iffah kita tetap terjaga, serta terhindar dari hal2 yang mengundang fitnah.
4. Tidak Tabarruj
”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).
Tabarruj itu menampakkan kecantikannya (di depan lelaki yang bukan mahram).
Jadi udah guyss, gaperlu medog2 ya, natural ajaaa. Dari ayat diatas kalo medog2 nanti kayak wanita jahiliyah 😣
5. Upload konten hanya yang baik dan benar.
Bukan cuma baik guys, tapi juga benar. Islam itu melarang kita untuk menyebarkan berita bohong, apalagi cuma biar klik bait!
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat:6)
Disamping harus mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi, menghindari fitnah juga harus memperhatikan kemaslahatan dari berita yang disampaikan. Pastikan postinganmu bermanfaat dan anti hoax hoax club ya.
#DearMillennials
👍2