This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
it wore flesh,
it held his hand on wet sidewalks of Kotabaru,
it laughed under flickering lamps near Tugu.
It knew love,
ㅤㅤ& believed in it.
But pride—
that old demon Wangga always fed—
told it to leave
before the love could turn real.
And so,
it did.
Left not with thunder,
but with unfinished texts and
a voice note never sent.
---
ㅤ[ IT SHATTERED THERE: ]
in the echo chamber of a borrowed kost room
where Wangga once whispered:
"ini kayak rumah ya, sama kamu."
Now,
Jogja leans in mourning.
The trees bend over Kali Code,
the angkringan stools feel too empty,
and the wind carries Wangga’s regret
in the scent of burnt rokok and jasmine.
There is no death.
Only
separation.
Of lips that no longer say “pulang.”
Of eyes that no longer meet at Titik Nol.
Of spirits
that still circle back
when the city gets too quiet.
it held his hand on wet sidewalks of Kotabaru,
it laughed under flickering lamps near Tugu.
It knew love,
ㅤㅤ& believed in it.
But pride—
that old demon Wangga always fed—
told it to leave
before the love could turn real.
And so,
it did.
Left not with thunder,
but with unfinished texts and
a voice note never sent.
---
ㅤ[ IT SHATTERED THERE: ]
in the echo chamber of a borrowed kost room
where Wangga once whispered:
"ini kayak rumah ya, sama kamu."
Now,
Jogja leans in mourning.
The trees bend over Kali Code,
the angkringan stools feel too empty,
and the wind carries Wangga’s regret
in the scent of burnt rokok and jasmine.
There is no death.
Only
separation.
Of lips that no longer say “pulang.”
Of eyes that no longer meet at Titik Nol.
Of spirits
that still circle back
when the city gets too quiet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel name was changed to «𐚈 fragments of what once was (6/15) holding memories this city will never forget— even if you already did.»
jaga kesehatan ya, jangan sakit, jangan telat makan. kamu punya aslam, jangan begadang, belajar yang bener—anak kampus, wkwkwk. sekarang kamu bebas, nggak aku kekang lagi :D tapi, jangan clean chat ini, jangan hapus ch yang kamu kasih. aku minta maaf, karena udah nyakitin kamu. aku tau aku B-R-E-N-G-S-E-K, makanya aku lepasin kamu. kamu pantes dapet yang lebih dari aku: yang lebih sabar, lebih sayang, lebih ngerti kamu—semuanya, yang aku nggak bisa kasih. jadi jangan sedih, jangan nangis, lupain aku, lupain yang kayak aku. lupain, ya?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
hai, jess
makasih ya buat semuanya. i love you, masih.
tapi aku juga capek. kita udah selesai, dan aku cuma minta satu hal:
jangan suruh temen-temen kamu ngechat aku buat ngebujuk balik.
aku ngerti mereka sayang kamu, tapi aku juga manusia.
setiap kali ada yang ngechat, aku makin ngerasa bersalah.
padahal aku udah nyoba kuat, nyoba move on.
biarin ini selesai.
biarin aku tenang.
kalau kamu masih mau marah, ngata-ngatain aku, silakan.
aku terima semua itu.
tapi tolong... cukup sampai di sini aja.
makasih ya buat semuanya. i love you, masih.
tapi aku juga capek. kita udah selesai, dan aku cuma minta satu hal:
jangan suruh temen-temen kamu ngechat aku buat ngebujuk balik.
aku ngerti mereka sayang kamu, tapi aku juga manusia.
setiap kali ada yang ngechat, aku makin ngerasa bersalah.
padahal aku udah nyoba kuat, nyoba move on.
biarin ini selesai.
biarin aku tenang.
kalau kamu masih mau marah, ngata-ngatain aku, silakan.
aku terima semua itu.
tapi tolong... cukup sampai di sini aja.
maaf kalau aku nyakitin kamu, tiktoknya unfoll aja jes... makasih banyak jejes.
aku juga izin blokir kamu, pfpnya jangan lupa di lepas.
maaf ya kalo selama ini aku banyak dramanya
banyak sakitnya
banyak kurangnya
banyak salahnya
banyak emosinya
aku tau aku bukan orang paling gampang buat disayang,
tapi aku sayang kamu dengan cara aku yang berantakan itu.... nanti kalau aku udah ada dana aku ganti gif yang pernah kamu kasih ke aku
maaf ya kalo selama ini aku banyak dramanya
banyak sakitnya
banyak kurangnya
banyak salahnya
banyak emosinya
aku tau aku bukan orang paling gampang buat disayang,
tapi aku sayang kamu dengan cara aku yang berantakan itu.... nanti kalau aku udah ada dana aku ganti gif yang pernah kamu kasih ke aku
𐚈 fragments of what once was (6/15) holding memories this city will never forget— even if you already did. via @AnoMessBot
kalau kangen, kirim ke anon aja.
tenang, yang baca ngerti kok.
tenang, yang baca ngerti kok.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM