This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
aku gak mau muter-muter atau nunggu waktu yang lebih pas, karena gak akan pernah ada waktu yang cukup lembut buat bilang ini tanpa bikin luka. jadi aku bilang sekarang aja: aku mau putus. bukan karena kamu kurang. bukan karena kamu salah. justru karena kamu terlalu baik buat orang yang selama ini cuma bisa setengah-setengah kayak aku. aku tau kamu pernah bilang kalau kamu gak pernah nuntut apa-apa dariku dalam hubungan ini, dan mungkin itu hal paling nyentuh yang pernah aku denger. tapi justru karena kamu gak pernah nuntut, aku jadi makin sadar... betapa kamu pantasnya ditemani, bukan ditungguin sadar. kamu pantasnya dijaga, bukan dijadikan alasan buat bertahan walau udah goyah dari dalam. aku sempet mikir ini semua bisa dibenerin. aku sempet berusaha. aku sempet nyoba nyari alasan kenapa harus lanjut, daripada kenapa harus selesai. tapi makin dipaksa, makin kelihatan kalau aku cuma ngulur waktu buat ninggalin luka yang lebih besar nanti. aku sadar aku gak cukup, dan hubungan ini butuh dua orang yang saling ingin sama-sama. sedangkan aku... makin lama, makin ngerasa kecil di samping kamu yang selalu sabar, selalu ada, dan gak pernah minta apa-apa. jadi, izinin aku ya—pergi sekarang, selagi masih bisa pamit baik-baik. aku tau aku jahat. aku tau ini gak adil. tapi aku lebih takut kamu capek bertahan sama aku, dan aku gak mau kamu belajar kecewa dari seseorang yang kamu sayangin. makasih ya, udah pernah jadi rumah. dan maaf, karena akhirnya aku cuma numpang tinggal.
𐚈 fragments of what once was (6/15) holding memories this city will never forget— even if you already did. pinned «Fantastic; Fucking Tired (&.) ㅤㅤIm Numb As Statue, Breathe Smoke • ── No Longer Owned By @kh00nthol. ㅤㅤㅤClosing Eyes, Walking Out ㅤㅤㅤDark Hands, Letting Go ㅤㅤㅤThe Grip Of The Man (Final) “ With Fire Burning Behind My Back, ㅤDidn’t Run—Just Walked Out Quietly.…»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
terimakasih banyak untuk :
maaf ya, jes. kalau kita lagi damai-damai gini, terus tiba-tiba gua ajak lu putus tanpa alasan. bukan tanpa alasan, tapi alasan gua gak jelas. tapi emang itu alasan gua. gua gak bisa maksa lu buat ngerti, karena gua sendiri juga gak ngerti harus ngejelasinnya gimana. gua cuma tau, rasanya udah beda. bukan karena ada orang lain, bukan karena gua capek, tapi karena gua ngerasa gua gak bisa terus bareng lu tanpa ngerusak semuanya pelan-pelan. gua tau ini nyakitin, gua juga ngerasa. tapi daripada kita pura-pura gak kenapa-kenapa dan akhirnya saling bikin luka, gua pilih gini. maaf ya, bukan karena lu salah, tapi karena gua gak bisa bohongin diri gua sendiri. maaf juga gua gaberani ngomong langsung..
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤ── dead of night ”
ㅤㅤㅤa closed chapter, 2000’s
ㅤㅤㅤㅤ @kh00nthol 🖤✎ .. ↺
as we walked under Jogja’s warm dim light
and Bandung’s rainy silence,
my arm once wrapped around your shoulder,
pulling you into the only warmth I knew—
ㅤㅤ(𐀶.) laughter we shared in quiet alleys,
stories spilled like secrets at kopi senja.
but love never stayed. distance always did.
i’m closing our story now, in silence.
no storms, no screams.
just a quiet ending
from Jogja to Bandung—
a goodbye tucked between cities
and feelings we never finished.
ㅤㅤㅤa closed chapter, 2000’s
ㅤㅤㅤㅤ @kh00nthol 🖤✎ .. ↺
as we walked under Jogja’s warm dim light
and Bandung’s rainy silence,
my arm once wrapped around your shoulder,
pulling you into the only warmth I knew—
ㅤㅤ(𐀶.) laughter we shared in quiet alleys,
stories spilled like secrets at kopi senja.
but love never stayed. distance always did.
i’m closing our story now, in silence.
no storms, no screams.
just a quiet ending
from Jogja to Bandung—
a goodbye tucked between cities
and feelings we never finished.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
it wore flesh,
it held his hand on wet sidewalks of Kotabaru,
it laughed under flickering lamps near Tugu.
It knew love,
ㅤㅤ& believed in it.
But pride—
that old demon Wangga always fed—
told it to leave
before the love could turn real.
And so,
it did.
Left not with thunder,
but with unfinished texts and
a voice note never sent.
---
ㅤ[ IT SHATTERED THERE: ]
in the echo chamber of a borrowed kost room
where Wangga once whispered:
"ini kayak rumah ya, sama kamu."
Now,
Jogja leans in mourning.
The trees bend over Kali Code,
the angkringan stools feel too empty,
and the wind carries Wangga’s regret
in the scent of burnt rokok and jasmine.
There is no death.
Only
separation.
Of lips that no longer say “pulang.”
Of eyes that no longer meet at Titik Nol.
Of spirits
that still circle back
when the city gets too quiet.
it held his hand on wet sidewalks of Kotabaru,
it laughed under flickering lamps near Tugu.
It knew love,
ㅤㅤ& believed in it.
But pride—
that old demon Wangga always fed—
told it to leave
before the love could turn real.
And so,
it did.
Left not with thunder,
but with unfinished texts and
a voice note never sent.
---
ㅤ[ IT SHATTERED THERE: ]
in the echo chamber of a borrowed kost room
where Wangga once whispered:
"ini kayak rumah ya, sama kamu."
Now,
Jogja leans in mourning.
The trees bend over Kali Code,
the angkringan stools feel too empty,
and the wind carries Wangga’s regret
in the scent of burnt rokok and jasmine.
There is no death.
Only
separation.
Of lips that no longer say “pulang.”
Of eyes that no longer meet at Titik Nol.
Of spirits
that still circle back
when the city gets too quiet.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel name was changed to «𐚈 fragments of what once was (6/15) holding memories this city will never forget— even if you already did.»
jaga kesehatan ya, jangan sakit, jangan telat makan. kamu punya aslam, jangan begadang, belajar yang bener—anak kampus, wkwkwk. sekarang kamu bebas, nggak aku kekang lagi :D tapi, jangan clean chat ini, jangan hapus ch yang kamu kasih. aku minta maaf, karena udah nyakitin kamu. aku tau aku B-R-E-N-G-S-E-K, makanya aku lepasin kamu. kamu pantes dapet yang lebih dari aku: yang lebih sabar, lebih sayang, lebih ngerti kamu—semuanya, yang aku nggak bisa kasih. jadi jangan sedih, jangan nangis, lupain aku, lupain yang kayak aku. lupain, ya?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
hai, jess
makasih ya buat semuanya. i love you, masih.
tapi aku juga capek. kita udah selesai, dan aku cuma minta satu hal:
jangan suruh temen-temen kamu ngechat aku buat ngebujuk balik.
aku ngerti mereka sayang kamu, tapi aku juga manusia.
setiap kali ada yang ngechat, aku makin ngerasa bersalah.
padahal aku udah nyoba kuat, nyoba move on.
biarin ini selesai.
biarin aku tenang.
kalau kamu masih mau marah, ngata-ngatain aku, silakan.
aku terima semua itu.
tapi tolong... cukup sampai di sini aja.
makasih ya buat semuanya. i love you, masih.
tapi aku juga capek. kita udah selesai, dan aku cuma minta satu hal:
jangan suruh temen-temen kamu ngechat aku buat ngebujuk balik.
aku ngerti mereka sayang kamu, tapi aku juga manusia.
setiap kali ada yang ngechat, aku makin ngerasa bersalah.
padahal aku udah nyoba kuat, nyoba move on.
biarin ini selesai.
biarin aku tenang.
kalau kamu masih mau marah, ngata-ngatain aku, silakan.
aku terima semua itu.
tapi tolong... cukup sampai di sini aja.
maaf kalau aku nyakitin kamu, tiktoknya unfoll aja jes... makasih banyak jejes.
aku juga izin blokir kamu, pfpnya jangan lupa di lepas.
maaf ya kalo selama ini aku banyak dramanya
banyak sakitnya
banyak kurangnya
banyak salahnya
banyak emosinya
aku tau aku bukan orang paling gampang buat disayang,
tapi aku sayang kamu dengan cara aku yang berantakan itu.... nanti kalau aku udah ada dana aku ganti gif yang pernah kamu kasih ke aku
maaf ya kalo selama ini aku banyak dramanya
banyak sakitnya
banyak kurangnya
banyak salahnya
banyak emosinya
aku tau aku bukan orang paling gampang buat disayang,
tapi aku sayang kamu dengan cara aku yang berantakan itu.... nanti kalau aku udah ada dana aku ganti gif yang pernah kamu kasih ke aku