🌺🌖🌷💎 KEUTAMAAN SHALAT SYURUQ
📑 Soal kedua dari fatwa no 17597
📪 Pertanyaan: Ada seorang yang tetap duduk di masjid setelah shalat subuh hingga terbit matahari membaca Al- Qur'an dan dari sana dia shalat dua rakaat. Akan tetapi orang- orang mengingkari hal itu dan mereka megatakan: Hal itu tidak boleh, karena itu adalah perbuatannya para penyembah matahari. Maka berikan kami fatwa dalam perkara ini semoga Anda semua mendapatkan pahala?
🔓 Jawaban: Barangsiapa yang tetap duduk di tempat shalatnya setelah menunaikan shalat subuh, dan meyibukkan dengan membaca Al-Qur'an dan dzikir-dzikir yang disyariatkan sampai habis waktu terlarang shalat, denga naiknya matahari sepenggalah tombak, lalu dia menunaikan shalat dua rakaat atau yang mudah baginya maka dia ada dalam kebaikan yang agung. Perbuatannya itu sesuai dengan sunnah dan akan dapat pahala in sya Allah ta’ala. Hal itu ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam:
⭕ “Barangsiapa yang subuh berjamaah lalu dia tetap duduk berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu dia mengerjakan shalat dua rakaat maka dia mendapat seperti pahala haji dan umrah.”
Anas berkata: Nabi shalallahu ''alaihi wa sallam bersabda:
⭕ “Sempurna sempurna sempurna.” (HR. At-Tirmidzy beliau berkata hadits hasan gharib.)
📄 Dalam riwayat lain dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
⭕ “Barang siapa yang tetap duduk di tempat shalatnya ketika selesai shalat subuh sampai dia shalat dua rakaat dhuha dia tidak mengucapkan kecuali kebaikan, akan diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun lebih banyak dari buih di lautan.(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
📄 Dalam riwayat lain: ” Maka wajib baginya masuk sorga.” dalam riwayat Al-Baihaqi semisal itu hanya saja di akhirnya beliau bersabda : “Kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.”
📂 Dan hadits ini memiliki syawahid (saksi) yang banyak yang menguatkannya. Dan di dukung oleh hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu’anhu berkata:
⭕ “Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam jika selesai shalat subuh, beliau duduk bersila di tempat duduk beliau hingga terbit matahari dengan baik, yakni telah muncul dengan baik.” (HR. Muslim dalam shahihnya, Abu Dawud, At-Tirmidzy dan An-Nasaa’i.)
✋🏻 Dan adapun pengingkaran sebagian manusia terhadap orang ini dalam perbuatannya tersebut, dalam keadaan dia tidak melakukan perkara yang dinafikan syariat, maka itu adalah pengingkaran yang batil yang tidak ada dasarnya dalam syariat dan tidaklah muncul kecuali dari orang bodoh, maka tidak perlu diperdulikan.
☝🏻 Hanya Allahlah yang memberikan taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.
📄 Dewan tetap untuk Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa
✍🏻 Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz.
Wakil ketua : Abdul Aziz Alu Asy- Syaikh
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Shalih Al-Fauzaan, Bakr Abu Zaid
📚 Sumber: http://www.alifta.net/Fatawa
🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/keutamaan-shalat-syuruq/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📑 Soal kedua dari fatwa no 17597
📪 Pertanyaan: Ada seorang yang tetap duduk di masjid setelah shalat subuh hingga terbit matahari membaca Al- Qur'an dan dari sana dia shalat dua rakaat. Akan tetapi orang- orang mengingkari hal itu dan mereka megatakan: Hal itu tidak boleh, karena itu adalah perbuatannya para penyembah matahari. Maka berikan kami fatwa dalam perkara ini semoga Anda semua mendapatkan pahala?
🔓 Jawaban: Barangsiapa yang tetap duduk di tempat shalatnya setelah menunaikan shalat subuh, dan meyibukkan dengan membaca Al-Qur'an dan dzikir-dzikir yang disyariatkan sampai habis waktu terlarang shalat, denga naiknya matahari sepenggalah tombak, lalu dia menunaikan shalat dua rakaat atau yang mudah baginya maka dia ada dalam kebaikan yang agung. Perbuatannya itu sesuai dengan sunnah dan akan dapat pahala in sya Allah ta’ala. Hal itu ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam:
⭕ “Barangsiapa yang subuh berjamaah lalu dia tetap duduk berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu dia mengerjakan shalat dua rakaat maka dia mendapat seperti pahala haji dan umrah.”
Anas berkata: Nabi shalallahu ''alaihi wa sallam bersabda:
⭕ “Sempurna sempurna sempurna.” (HR. At-Tirmidzy beliau berkata hadits hasan gharib.)
📄 Dalam riwayat lain dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
⭕ “Barang siapa yang tetap duduk di tempat shalatnya ketika selesai shalat subuh sampai dia shalat dua rakaat dhuha dia tidak mengucapkan kecuali kebaikan, akan diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun lebih banyak dari buih di lautan.(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
📄 Dalam riwayat lain: ” Maka wajib baginya masuk sorga.” dalam riwayat Al-Baihaqi semisal itu hanya saja di akhirnya beliau bersabda : “Kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.”
📂 Dan hadits ini memiliki syawahid (saksi) yang banyak yang menguatkannya. Dan di dukung oleh hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu’anhu berkata:
⭕ “Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam jika selesai shalat subuh, beliau duduk bersila di tempat duduk beliau hingga terbit matahari dengan baik, yakni telah muncul dengan baik.” (HR. Muslim dalam shahihnya, Abu Dawud, At-Tirmidzy dan An-Nasaa’i.)
✋🏻 Dan adapun pengingkaran sebagian manusia terhadap orang ini dalam perbuatannya tersebut, dalam keadaan dia tidak melakukan perkara yang dinafikan syariat, maka itu adalah pengingkaran yang batil yang tidak ada dasarnya dalam syariat dan tidaklah muncul kecuali dari orang bodoh, maka tidak perlu diperdulikan.
☝🏻 Hanya Allahlah yang memberikan taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.
📄 Dewan tetap untuk Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa
✍🏻 Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz.
Wakil ketua : Abdul Aziz Alu Asy- Syaikh
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Shalih Al-Fauzaan, Bakr Abu Zaid
📚 Sumber: http://www.alifta.net/Fatawa
🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/keutamaan-shalat-syuruq/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💎✍🏻🌺🌷 KABAR GEMBIRA BAGI MEREKA YANG DUDUK DI HALAQAH-HALAQAH (MAJELIS-MAJELIS) ILMU
📄 Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhu berkata:
" Sungguh seorang benar-benar keluar dari tempat tinggalnya dalam keadaan memikul dosa-dosa semisal gunung-gunung Tihamah,
⏭ lantas bila dia telah mendengar ilmu,
⏭ kemudian menjadi takut,
⏭ kembali, dan bertaubat, maka dia kembali ke tempat tinggalnya dalam keadaan tidak ada dosa padanya.
✋🏻 Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelis-majelis 'ulama.
📂 [Miftahu Daris Sa'adah (1/122)]
-------------
🌿بشرى لمن يجلس في حلق العلم🌿
قال أمير المؤمنين ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭضي ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :
"إﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻣﺜﻞ ﺟﺒﺎﻝ ﺗﻬﺎﻣﺔ، ﻓﺈﺫﺍ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺧﺎﻑ ﻭﺭﺟﻊ ﻭﺗﺎﺏ، ﻓﺎﻧﺼﺮﻑ إﻟﻰ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻧﺐ، ﻓﻼ ﺗﻔﺎﺭﻗﻮﺍ ﻣﺠﺎﻟﺲ_ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ".
📚[ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ (١٢٢/١)]
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📄 Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhu berkata:
" Sungguh seorang benar-benar keluar dari tempat tinggalnya dalam keadaan memikul dosa-dosa semisal gunung-gunung Tihamah,
⏭ lantas bila dia telah mendengar ilmu,
⏭ kemudian menjadi takut,
⏭ kembali, dan bertaubat, maka dia kembali ke tempat tinggalnya dalam keadaan tidak ada dosa padanya.
✋🏻 Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelis-majelis 'ulama.
📂 [Miftahu Daris Sa'adah (1/122)]
-------------
🌿بشرى لمن يجلس في حلق العلم🌿
قال أمير المؤمنين ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭضي ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :
"إﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻣﺜﻞ ﺟﺒﺎﻝ ﺗﻬﺎﻣﺔ، ﻓﺈﺫﺍ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺧﺎﻑ ﻭﺭﺟﻊ ﻭﺗﺎﺏ، ﻓﺎﻧﺼﺮﻑ إﻟﻰ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻧﺐ، ﻓﻼ ﺗﻔﺎﺭﻗﻮﺍ ﻣﺠﺎﻟﺲ_ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ".
📚[ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ (١٢٢/١)]
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌺♨💥🌷 HUSNUL KHULUQ (AKHLAK YANG BAIK) KEPADA ALLAH
📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
✋🏻 Adapun husnul khuluk (akhlak mulia) kepada Allah ialah:
⏭ Ridha terhadap hukum Allah baik yang bersifat hukum syar'i maupun hukum yang bersifat ketetapan qadha dan qadar-Nya
⏭ Menerima semua itu dengan lapang dada, tidak berkeluh kesah, dan tidak bersedih hati.
✊🏻 Oleh karena itu apabila Allah mentakdirkan sesuatu yang ia tidak senangi, maka ia tetap ridha, menerima semua itu, bersabar, dan berkata dengan lisan dan hatinya "Saya ridha Allah sebagai Rabb"
☝🏻 Apabila Allah telah menetapkan suatu hukum syar'i atasnya, maka ia pun ridha dan menerimanya, tunduk patuh kepada syari'at Allah 'Azza wa Jalla dengan penuh lapang dada dan jiwa yang tenang.
💥 Maka inilah husnul khuluk kepada Allah 'Azza wa Jalla.
📂 Syarhu Riyadhish Shalihin (3/556)
🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/husnul-khuluq-akhlak-yang-baik-kepada-allah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
✋🏻 Adapun husnul khuluk (akhlak mulia) kepada Allah ialah:
⏭ Ridha terhadap hukum Allah baik yang bersifat hukum syar'i maupun hukum yang bersifat ketetapan qadha dan qadar-Nya
⏭ Menerima semua itu dengan lapang dada, tidak berkeluh kesah, dan tidak bersedih hati.
✊🏻 Oleh karena itu apabila Allah mentakdirkan sesuatu yang ia tidak senangi, maka ia tetap ridha, menerima semua itu, bersabar, dan berkata dengan lisan dan hatinya "Saya ridha Allah sebagai Rabb"
☝🏻 Apabila Allah telah menetapkan suatu hukum syar'i atasnya, maka ia pun ridha dan menerimanya, tunduk patuh kepada syari'at Allah 'Azza wa Jalla dengan penuh lapang dada dan jiwa yang tenang.
💥 Maka inilah husnul khuluk kepada Allah 'Azza wa Jalla.
📂 Syarhu Riyadhish Shalihin (3/556)
🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/husnul-khuluq-akhlak-yang-baik-kepada-allah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🍊🛤 MENGENAL ASY-SYAIKH DR. KHALID BIN DHAHWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH
⛵🏖 Nama beliau tidak asing lagi bagi para pemerhati Daurah Nasional Masyikh yang berlangsung di Masjid Manunggal Bantul Yogjakarta setiap tahunnya ini. Terlebih lagi, bagi kalangan Salafiyyin di Nusantara ini, beliau benar-benar akrab bagi mereka. Karena memang beliau senantiasa aktif dan rutin datang ke Indonesia dalam momen Daurah Nasional yang merupakan daurah Ahlus Sunnah terbesar di Indonesia, yang diberi nama Daurah “Miratsul Anbiya”, kemudian berganti nama menjadi Daurah "asy-Syari'ah", dan telah berjalan 13 kali Daurah. Sejak tahun 2006 M, asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hampir tidak pernah ‘absen’.
🖥 Beliau adalah salah seorang “orang penting” di situs http://sahab.net , salah satu situs salafiyyin paling bergengsi di dunia. Yang senantiasa menegakkan dan membela manhaj salafy di muka bumi dalam tataran international. Menjawab dan meruntuhkan berbagai syubhat para pengusung kebatilan dan hizbiyyah pada masa ini.
💎 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah mengatakan, bahwa beliau (asy-Syaikh Khalid) termasuk duat ke jalan Allah, dan termasuk orang paling kuat dalam Salafiyyah. Beliau memiliki semangat yang besar dalam memberikan dorongan terhadap Salafiyyin, baik di negeri arab maupun luar arab.
📕📒 Asy-Syaikh Rabi’ juga menghimbau Salafiyyin untuk mengambil ilmu dari beliau. Sebaliknya barangsiapa yang selama ini mencela beliau, asy-Syaikh Rabi’ menasehatkan untuk menahan lisannya. Karena itu termasuk tindakan menghalangi dari jalan Allah.
✏ Salah satu karya tulis beliau yang terkenal adalah, “Ijma’ al-’Ulama ‘ala al-Hajr wa at-Tahdzir min Ahlil Ahwa’” yang dipuji oleh asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali hafizhahullah, asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah , dan asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah.
📝 Beliau juga penulis kitab “Ats-Tsana’ al-Badi’ min al-’Ulama ‘ala asy-Syaikh Rabi’” yang sangat terkenal itu.
🌎 http://daurahnasional.com/mengenal-asy-syaikh-dr-khalid-bin-dhahwi-azh-zhafiri-hafizhahullah/
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
🌅📚 Channel Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
▶️ https://tlgrm.me/daurahnasional
💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com
•••••••••••••••••••••••••••••
⛵🏖 Nama beliau tidak asing lagi bagi para pemerhati Daurah Nasional Masyikh yang berlangsung di Masjid Manunggal Bantul Yogjakarta setiap tahunnya ini. Terlebih lagi, bagi kalangan Salafiyyin di Nusantara ini, beliau benar-benar akrab bagi mereka. Karena memang beliau senantiasa aktif dan rutin datang ke Indonesia dalam momen Daurah Nasional yang merupakan daurah Ahlus Sunnah terbesar di Indonesia, yang diberi nama Daurah “Miratsul Anbiya”, kemudian berganti nama menjadi Daurah "asy-Syari'ah", dan telah berjalan 13 kali Daurah. Sejak tahun 2006 M, asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hampir tidak pernah ‘absen’.
🖥 Beliau adalah salah seorang “orang penting” di situs http://sahab.net , salah satu situs salafiyyin paling bergengsi di dunia. Yang senantiasa menegakkan dan membela manhaj salafy di muka bumi dalam tataran international. Menjawab dan meruntuhkan berbagai syubhat para pengusung kebatilan dan hizbiyyah pada masa ini.
💎 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah mengatakan, bahwa beliau (asy-Syaikh Khalid) termasuk duat ke jalan Allah, dan termasuk orang paling kuat dalam Salafiyyah. Beliau memiliki semangat yang besar dalam memberikan dorongan terhadap Salafiyyin, baik di negeri arab maupun luar arab.
📕📒 Asy-Syaikh Rabi’ juga menghimbau Salafiyyin untuk mengambil ilmu dari beliau. Sebaliknya barangsiapa yang selama ini mencela beliau, asy-Syaikh Rabi’ menasehatkan untuk menahan lisannya. Karena itu termasuk tindakan menghalangi dari jalan Allah.
✏ Salah satu karya tulis beliau yang terkenal adalah, “Ijma’ al-’Ulama ‘ala al-Hajr wa at-Tahdzir min Ahlil Ahwa’” yang dipuji oleh asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali hafizhahullah, asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah , dan asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah.
📝 Beliau juga penulis kitab “Ats-Tsana’ al-Badi’ min al-’Ulama ‘ala asy-Syaikh Rabi’” yang sangat terkenal itu.
🌎 http://daurahnasional.com/mengenal-asy-syaikh-dr-khalid-bin-dhahwi-azh-zhafiri-hafizhahullah/
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
🌅📚 Channel Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
▶️ https://tlgrm.me/daurahnasional
💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com
•••••••••••••••••••••••••••••
📢💥⚠🌺 HUKUM MENJAHRKAN (MENGERASKAN) BACAAN DZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB
📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📪 Pertanyaan: Apa hukum menjahrkan bacaan dzikir setelah shalat wajib?
🔓 Jawaban: Menjahrkan bacaan dzikir adalah sunnah, karena Nabi shallallahu 'alaihi was salam dahulu menjahrkannya, demikian juga dengan para shahabat. 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma menuturkan:
"Mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang usai dari shalat maktubah (wajib) dilakukan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi was salam."
✋🏻 Namun bila di sisimu ada yang sedang mengqadha shalatnya, maka di sini engkau jangan menjahrkannya karena akan mengacaukan dan merusak shalatnya.
⭕ Penanya: Menjahrkan bacaan dzikir ini apakah setelah shalat fajar dan maghrib saja?
🔓 Asy-Syaikh: Setelah shalat Fajar (Shubuh), Maghrib, juga setelah Zhuhur, 'Ashr, dan 'Isya. Semua shalat-shalat tersebut.
⭕ Penanya: Apakah setelah shalat Fajar dan Maghrib mengucapkan bacaan ini sebanyak sepuluh kali:
«لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير»
⭕ Apakah bacaan dzikir ini khusus hanya seusai shalat Maghrib dan Fajar saja?
🔓 Jawab: Setelah Maghrib dan Fajar dibaca sebanyak sepuluh kali
«لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير»
adapun selainnya maka dibaca tiga kali.
📂 Sumber: Silsilatu Liqa'atil Babil Maftuh> Liqa'ul Babil Maftuh (233)
🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/hukum-menjahrkan-mengeraskan-bacaan-dzikir-setelah-shalat-wajib/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📪 Pertanyaan: Apa hukum menjahrkan bacaan dzikir setelah shalat wajib?
🔓 Jawaban: Menjahrkan bacaan dzikir adalah sunnah, karena Nabi shallallahu 'alaihi was salam dahulu menjahrkannya, demikian juga dengan para shahabat. 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma menuturkan:
"Mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang usai dari shalat maktubah (wajib) dilakukan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi was salam."
✋🏻 Namun bila di sisimu ada yang sedang mengqadha shalatnya, maka di sini engkau jangan menjahrkannya karena akan mengacaukan dan merusak shalatnya.
⭕ Penanya: Menjahrkan bacaan dzikir ini apakah setelah shalat fajar dan maghrib saja?
🔓 Asy-Syaikh: Setelah shalat Fajar (Shubuh), Maghrib, juga setelah Zhuhur, 'Ashr, dan 'Isya. Semua shalat-shalat tersebut.
⭕ Penanya: Apakah setelah shalat Fajar dan Maghrib mengucapkan bacaan ini sebanyak sepuluh kali:
«لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير»
⭕ Apakah bacaan dzikir ini khusus hanya seusai shalat Maghrib dan Fajar saja?
🔓 Jawab: Setelah Maghrib dan Fajar dibaca sebanyak sepuluh kali
«لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير»
adapun selainnya maka dibaca tiga kali.
📂 Sumber: Silsilatu Liqa'atil Babil Maftuh> Liqa'ul Babil Maftuh (233)
🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/hukum-menjahrkan-mengeraskan-bacaan-dzikir-setelah-shalat-wajib/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
╔═ ⭐️⭐️⭐️ ═══════════╗
💽 Audio Informasi
Kajian Islam Ilmiyah
Asy-Syariah
- 13
@RadioRasyid
╚══════ ⭐️⭐️⭐️ ══════╝
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
💽 Audio Informasi
Kajian Islam Ilmiyah
Asy-Syariah
- 13
@RadioRasyid
╚══════ ⭐️⭐️⭐️ ══════╝
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🌖🌷💥🌺 SHALAT SYURUQ TETAP BERPAHALA WALAUPUN SETELAH KELUAR SEBENTAR UNTUK BERWUDHU
📑 Soal kedua dari fatwa no 20123
📪 Pertanyaan: Jika seorang terus tetap berada di tempat shalatnya, dia berdzikir mengingat Allah setelah shalat fajar hingga terbit matahari untuk shalat dhuha. Akan tetapi dia berhadats (batal wudhunya) dan pergi berwudhu. Apakah di sini dia tergolong keluar dari masjid dan tidak mendapatkan pahala haji dan umrah jika kembali (ke masjid lagi) dan menunaikan shalat dhuha seperti yg disebutkan dalam hadits?
🔓 Jawaban: Barang siapa yang tetap duduk di tempat shalatnya setelah menunaikan shalat subuh, berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari, kemudian dia batal wudhunya lalu dia keluar dari masjid untuk berwudhu. Kemudian ia kembali setelah berwudhu ke tempat shalatnya dalam waktu sebentar saja, dia tidak lama tinggal di luar masjid lalu dia shalat dua rakaat setelah matahari naik sepenggalah tombak.
👋🏻 Maka sesungguhnya keluarnya tersebut tidak berpengaruh dan tidak menghalangi untuk mendapatkan pahala yang besar yang dihasilkan dari ibadah tersebut in sya Allah ta’ala, yakni meraih pahala haji dan umrah sempurna dan kemenangan dengan surgaNya.
📂 Dan hal itu ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu’ anhu Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam bersabda:
⭕ “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah kemudian dia duduk berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari kemudian ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah.”
📄 Anas berkata: “Bersabda Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam:
⭕ “Sempurna, sempurna sempurna.” (HR. At-Tirmidzy dalam Al- Jaami’, beliau berkata hadits hasan gharib dan Ath-Thabrani meriwayatkan semisal itu dengan sanad yang bagus)
☝🏻 Hanya Allahlah yang memberikan taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.
📂 Dewan tetap untuk Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa
✍🏻 Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz.
Wakil ketua : Abdul Aziz Alu Asy- Syaikh
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Shalih Al-Fauzaan, Bakr Abu Zaid
📚 Sumber Artikel: http://www.alifta.net/Fatawa
🌍 Kunjungan || http://forumsalafy.net/11923
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📑 Soal kedua dari fatwa no 20123
📪 Pertanyaan: Jika seorang terus tetap berada di tempat shalatnya, dia berdzikir mengingat Allah setelah shalat fajar hingga terbit matahari untuk shalat dhuha. Akan tetapi dia berhadats (batal wudhunya) dan pergi berwudhu. Apakah di sini dia tergolong keluar dari masjid dan tidak mendapatkan pahala haji dan umrah jika kembali (ke masjid lagi) dan menunaikan shalat dhuha seperti yg disebutkan dalam hadits?
🔓 Jawaban: Barang siapa yang tetap duduk di tempat shalatnya setelah menunaikan shalat subuh, berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari, kemudian dia batal wudhunya lalu dia keluar dari masjid untuk berwudhu. Kemudian ia kembali setelah berwudhu ke tempat shalatnya dalam waktu sebentar saja, dia tidak lama tinggal di luar masjid lalu dia shalat dua rakaat setelah matahari naik sepenggalah tombak.
👋🏻 Maka sesungguhnya keluarnya tersebut tidak berpengaruh dan tidak menghalangi untuk mendapatkan pahala yang besar yang dihasilkan dari ibadah tersebut in sya Allah ta’ala, yakni meraih pahala haji dan umrah sempurna dan kemenangan dengan surgaNya.
📂 Dan hal itu ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu’ anhu Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam bersabda:
⭕ “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah kemudian dia duduk berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari kemudian ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah.”
📄 Anas berkata: “Bersabda Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam:
⭕ “Sempurna, sempurna sempurna.” (HR. At-Tirmidzy dalam Al- Jaami’, beliau berkata hadits hasan gharib dan Ath-Thabrani meriwayatkan semisal itu dengan sanad yang bagus)
☝🏻 Hanya Allahlah yang memberikan taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.
📂 Dewan tetap untuk Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa
✍🏻 Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz.
Wakil ketua : Abdul Aziz Alu Asy- Syaikh
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Shalih Al-Fauzaan, Bakr Abu Zaid
📚 Sumber Artikel: http://www.alifta.net/Fatawa
🌍 Kunjungan || http://forumsalafy.net/11923
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📛🔇🌹✋🏻 AKIBAT MENINGGALKAN MAJLIS ILMU
📑 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
"فإن الإنسان إذا كان لا يحضر حلقات العلم، ولا يسمع الخطب، ولا يعتني بما ينقل عن أهل العلم فإنه يزداد غفلة، وربما يقسو قلبه حتى يطبع عليه، ويختم عليه فيكون من الغافلين". [مجموع فتاوى ابن باز - ص324]
" Sungguh manusia jika tidak menghadiri majelis-majelis ilmu, tidak pula mendengarkan khutbah-khutbah ilmiyyah, tidak pula menaruh perhatian tehadap nukilan-nukilan dari Ahlul Ilmi. Pasti bertambahlah kelalaiannya. Bahkan akan mengakibatkan hatinya mengeras dan akhirnya menjadi hati yang mati. Lalu akhir hayatnya masih dalam kondisi demikian sampai pada akhirnya ia digolongkan sebagai orang-orang yang lalai ".
📚 Majmu' fatawa Ibnu Baz - 324
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
📑 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
"فإن الإنسان إذا كان لا يحضر حلقات العلم، ولا يسمع الخطب، ولا يعتني بما ينقل عن أهل العلم فإنه يزداد غفلة، وربما يقسو قلبه حتى يطبع عليه، ويختم عليه فيكون من الغافلين". [مجموع فتاوى ابن باز - ص324]
" Sungguh manusia jika tidak menghadiri majelis-majelis ilmu, tidak pula mendengarkan khutbah-khutbah ilmiyyah, tidak pula menaruh perhatian tehadap nukilan-nukilan dari Ahlul Ilmi. Pasti bertambahlah kelalaiannya. Bahkan akan mengakibatkan hatinya mengeras dan akhirnya menjadi hati yang mati. Lalu akhir hayatnya masih dalam kondisi demikian sampai pada akhirnya ia digolongkan sebagai orang-orang yang lalai ".
📚 Majmu' fatawa Ibnu Baz - 324
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
🌺🌖🌷 📂 KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
📑 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
«اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الأخرة هي لذة العلم بالله والعمل له» [مجموع الفتاوى ١٦٢/١٤]
" Kenikmatan yang abadi setelah kematian, dan bermanfaat kelak di hari akhirat adalah kelezatan ilmu tentang Allah dan amalan yang dikerjakan ikhlas untuk-Nya".
📚 Majmu' al-Fatawa (14/162)
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰
📑 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
«اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الأخرة هي لذة العلم بالله والعمل له» [مجموع الفتاوى ١٦٢/١٤]
" Kenikmatan yang abadi setelah kematian, dan bermanfaat kelak di hari akhirat adalah kelezatan ilmu tentang Allah dan amalan yang dikerjakan ikhlas untuk-Nya".
📚 Majmu' al-Fatawa (14/162)
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰
🌺🌖📂🌷 KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
📑 al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
"من طلب العلم يريد به ما عند الله كان خيراً له مما طلعت عليه الشمس." [شرح السنة للبغوي 1/279]
" Barangsiapa yang menuntut ilmu dalam rangka ingin mendapatkan keutamaan yang ada disisi Allah, maka itu jauh lebih berharga dibanding dunia yang matahari senantiasa menyinarinya ".
📚 Syarhus Sunnah al-Baghawi (1/279)
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📑 al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
"من طلب العلم يريد به ما عند الله كان خيراً له مما طلعت عليه الشمس." [شرح السنة للبغوي 1/279]
" Barangsiapa yang menuntut ilmu dalam rangka ingin mendapatkan keutamaan yang ada disisi Allah, maka itu jauh lebih berharga dibanding dunia yang matahari senantiasa menyinarinya ".
📚 Syarhus Sunnah al-Baghawi (1/279)
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🌺📂🌖🌷 KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
📑 Sufyan at-Tsaury rahimahullah berkata :
"ليس عمل بعد الفرائض أفضل من طلب العلم". [شرح السنة للبغوي 1/279]
" Tidak ada amalan yang lebih baik setelah kewajiban-kewajiban yang melebihi keutamaan menuntut ilmu syar'i "
📚 Syarhus Sunnah al-Baghawy (1/279)
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📑 Sufyan at-Tsaury rahimahullah berkata :
"ليس عمل بعد الفرائض أفضل من طلب العلم". [شرح السنة للبغوي 1/279]
" Tidak ada amalan yang lebih baik setelah kewajiban-kewajiban yang melebihi keutamaan menuntut ilmu syar'i "
📚 Syarhus Sunnah al-Baghawy (1/279)
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰