Salafy Indonesia
60.7K subscribers
3.76K photos
288 videos
38 files
9.15K links
💎 Menjalin Ukhuwwah di Atas Minhaj Nubuwwah

📝 Silakan menyebarkan tanpa mengubah materi dan tetap mencantumkan sumber.

💻 Media resmi: t.me/forumsalafy, forumsalafy.net, dan Grup WSI

📲 Admin: Muhammad (Cileungsi, Bogor) salafyindonesia001@gmail.com
Download Telegram
💥✊🏻📛 KERAGUAN SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH AKAN KEISLAMAN KHAWARIJ

✋🏻 Maka jika mereka para khawarij itu ingin memberontak kepada sebagian penguasa muslimin, maka semestinya mereka memberontak kepada orang-orang kafir yang musyrik. Akan tetapi mereka memang menginginkan menyebarkan fitnah di tengah-tengah kaum muslimin.

Oleh karena itu saya hakikatnya mengalami keraguan besar diantara dua perkara:
Dari Islamnya mereka-mereka ini secara hakikat.
Ataukah saya khawatir kalau mereka itu adalah termasuk musuh-musuh Islam yg memakai baju Islam.

🔥 Walaupun ada kemungkinan lain, yaitu sesungguhnya mereka itu muslimin perbuatannya, akan tetapi mereka itu bodoh bahkan dalam puncak kebodohan.

🅾 Dan saya menganggap jauh kalau mereka itu adalah muslimin, sesungguhnya mereka ini adalah orang-orang yang berpenampilan dengan Gaya Islam, dalam keadaan mereka ingin mencoreng citra, kebersihan dan kesucian Islam, dengan cara mereka menisbatkan kepada Islam perbuatan-perbuatan yang hakikatnya Islam dan kaum muslimin berlepas diri dari apa yg dinisbatkan kepada mereka, sebagaimana berlepas dirinya serigala dari darahnya anak Nabi Ya'qub (Yusuf) 'alaihimassalam.

📚 Sumber : Fatawa Al-Ulama Al-Akabir Lima Ahdara min Dimaa fi Al-Jazair h 120 || http://cutt.us/WRFgL

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/keraguan-syaikh-al-albani-akan-keislaman-khawarij/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🔊 BENARKAH UNGKAPAN “LIHATLAH APA YANG DIKATAKAN DAN JANGAN MELIHAT SIAPA YANG MENGATAKAN!”

📑 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah

📪 Penanya: Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang mengatakan: “Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan!”

🔓 Asy-Syaikh: Ini mungkin memiliki sisi kebenarannya, karena serupa dengan ucapan orang: “Kenalilah manusia dengan cara menilainya dengan kebenaran, dan jangan mengenali kebenaran dengan cara menilainya dengan manusia!”

✋🏻 Mungkin dia menginginkan makna ini, yaitu jika engkau mengetahui kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa yang berada di atasnya. Jadi hendaknya seseorang berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui kebenaran, agar dia bisa membedakan antara ahlul haq dan ahlul bathil. Adapun jika engkau mengatakan: “Kenalilah kebenaran dengan cara menilainya dengan manusia!” Maka sesungguhnya ini merupakan jalan kesesatan. Karena ucapan ini maknanya apa yang dikatakan oleh si fulan maka itulah kebenaran, sedangkan yang tidak dia katakan dan justru menyelisihinya maka itulah kebathilan. Maka ini merupakan kesesatan.

🅾 Jadi mungkin saja orang yang mengatakan ucapan di atas maksudnya adalah ini (kenalilah manusia dengan cara menilainya dengan kebenaran, dan jangan mengenali kebenaran dengan cara menilainya dengan manusia –pent), jika ini yang dia maksudkan maka tidak masalah.

✊🏻 Hanya saja, dugaan kuat saya orang yang mengatakan ini termasuk orang yang membela kebathilan. Jadi dia ingin agar para tokoh kebathilan tidak disebut dengan ucapan yang sesuai dengan hakekat mereka dan agar mereka tidak ditahdzir. Maka kelakuan dia ini menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah serta manhaj Salaf yang saleh dalam mencela orang-orang kafir, orang-orang munafik, para ahli bid’ah, dan orang-orang fasik, serta memberikan vonis kepada mereka dengan yang sepantasnya mereka terima.

📪 Penanya: Ada perkataan lain: “Ambillah faedah, namun jangan menjadikannya sandaran!”

🔓 Asy-Syaikh: Maksudnya: ambillah faedah dari seseorang, namun jangan bersandar kepadanya dalam segala hal! Ambillah yang benar dan ambillah kebaikan, jika orang tersebut memang ahlinya. Hanya saja jangan membebek kepadanya! Sepertinya ini yang dia maksudkan, wallahu a’lam. Karena semua orang bisa diambil ucapannya dan bisa juga ditolak, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Jadi mungkin dia memaksudkan makna ini, wallahu a’lam.

📚 Sumber artikel: Kasyfus Sitaar, hal. 124

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/benarkah-ungkapan-lihatlah-apa-yang-dikatakannya-dan-jangan-melihat-siapa-yang-mengatakannya/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌷💥 MAKNA TIDAK SAH THALAQ KETIKA MARAH

📑 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alus Syaikh hafizhahullah

📪 Pertanyaan: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, apa makna: “Tidak sah thalaq ketika marah?”

🔓 Jawaban: Yang dimaksud dengan:

لَا طَلَاقَ فِيْ إغْلَاقِ.

“Tidak sah thalaq ketika marah.” (Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwa’ul Ghalil no. 2047: “Hasan.” –pent)

📄 Maksudnya adalah ketika seseorang marah besar hingga dia tidak sadar terhadap apa yang dia katakan dan tidak memikirkan apa yang dia katakan. Ketika marahnya telah hilang dan kita tanya: “Apakah engkau menjatuhkan thalaq?” Dia menjawab: “Demi Allah, saya tidak mengetahui, orang-orang yang mengabarkan kepada saya tentang apa yang telah saya katakan, dan saya sendiri tidak tahu apa yang telah saya katakan.” Atau dia mengatakan: “Kemarahan saya sangat parah hingga menjadikan saya tidak mampu menguasai diri dan tidak bisa bersikap hikmah.” Maka kita katakan juga bahwa thalaq semacam ini tidak jatuh, karena kemarahan yang sangat menghalangi seseorang untuk menguasai dirinya dan ketika itu tidak mungkin seseorang menyadari apa yang dia ucapkan, karena sebagian kemarahan ada yang menyeret kepada keadaan yang menyerupai kegilaan. Kita memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.

📚 Sumber || http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54123

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/?p=7549

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🅾✊🏻💥 BOLEHNYA SUUZHAN (BERPRASANGKA BURUK) PADA AHLI TAM’YI (ORANG YANG BERMANHAJ LEMBEK)

📑 Asy Syaikh Zaid bin Muhammad al Madkhali rahimahullah

📪 Pertanyaan: Apakah kehati-hatian dengan tidak mengarahkan kepada sebagian orang yang tampak darinya sikap dan kata-kata yang perlu dikritisi (karena mengandung penyimpangan) sampai jelas duduk perkaranya, apakah perbuatan ini terhitung benar atau tidak?

🔓 Jawaban:

💥 Pertama: Saya katakan: Tidak boleh suuzhan (berburuk sangka) terhadap ahlus sunnah wal jama’ah yang mereka berpegang teguh dengan sunnah, loyal kepada para pengusungnya, duduk bersama mereka, dan menjauh dari ahli ahwa dan ahli bid’ah.

💥 Dan boleh suuzhan kepada mereka yang datang dengan membawa sebab-sebabnya seperti marah bila ahlu bid’ah disebutkan, dibicarakan, dan diperingatkan umat darinya dengan peringatan yang umum, atau engkau mendengarnya membela mereka baik kelompok-kelompoknya ataupun individu-individunya. Atau ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa orang tersebut adalah mumayyi’ (lembek) terhadap manhaj ahlus sunnah. Maka jangan engkau memperkenalkannya dan jangan engkau bimbingkan untuk mengambil ilmu darinya hingga jelas kelurusan sikapnya sehingga engkau mengarahkan penuntut ilmu untuk mengambil ilmu darinya. Atau telah jelas bagimu tentang loyalitasnya terhadap ahlu bid’ah meskipun hanya dengan memperkenalkan mereka dan tidak mengingkarinya, maka berhati-hatilah dari orang ini dan peringatkan umat darinya.

☝🏻Sungguh benar ucapan seorang syair:

“Apapun tabiat yang dimiliki seseorang, Meskipun dia mengiranya samar dari manusia, tetap saja ia diketahui”.

🅾 Jadi, semisal orang ini dan siapa saja yang menyerupai orang ini, maka jelaskan kepadanya wahai para dai kesalahannya, dengan penjelasan yang terang lagi gamblang dan letakkanlah dalil-dalil yang dengan itu ia akan dapat membedakan kesalahan dari kebenaran, kemudian lihatlah kepada kelompok mana ia berjalan, kepada jama’ah apa ia bergaul, dan bersama siapa dia datang dan pergi. Ketahuilah, siapa yang menyembunyikan bid’ahnya dari ahlu sunnah, niscaya tidak akan tersembunyi pertemanannya.

📂 Sumber: http://www.sahab.net/forums/?showtopic=122704

📚 al-Ajwibah al-atsariyah ‘anil masail manhajiyah (hal: 93) oleh Fadhilatusy Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

🌍 Kunjungi ||http://forumsalafy.net/?p=11813

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📛💥 PERINGATAN DARI MENINGGALKAN KALIMAT KEBENARAN

📑 Nabi shallallahu 'alaihi was salam bersabda:

ﻻ ﻳَﻤﻨَﻌَﻦَّ ﺭَﺟُﻼً ﻫَﻴﺒَﺔُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﺤﻖٍّ ﺇﺫﺍ ﻋَﻠِﻤَﻪُ ‏ ﺃﻭ ﺷَﻬِﺪَﻩُ ﺃﻭ ﺳﻤِﻌَﻪُ
"Janganlah sekali-kali kewibawaan (kebesaran) manusia menghalangi seseorang untuk mengatakan kebenaran bila ia mengetahuinya (atau melihatnya atau mendengarnya)"

📢 Pakar hadits zaman ini Al-Imam al-'Allamah Nashiruddin al-Albani rahimahullah wa ghafaralahu berkata:

✋🏻 Di dalam hadits ini terdapat larangan yang sangat keras dari menyembunyikan kebenaran karena takut kepada manusia atau karena mengharap penghidupan (gaji/mata pencaharian). Oleh karena itu siapa saja yang menyembunyikan kebenaran karena khawatir (takut) akan gangguan manusia kepadanya dengan berbagai bentuknya; Seperti dipukul, dicela, diputus rezkinya, atau khawatir tidak dimuliakan dan yang semisalnya;
maka dia masuk dalam larangan tersebut dan menjadi penyelisih bagi Nabi shallallahu 'alaihi was salam.

🅾 Apabila demikian keadaan seorang yang menyembunyikan kebenaran padahal ia mengetahuinya, lantas bagaimana kiranya keadaan seorang yang tidak hanya sebatas itu, bahkan berani bersaksi dengan kebatilan untuk menjatuhkan kaum muslimin yang tidak bersalah?! Menuduh agama dan akidah mereka?! demi menuruti orang rendahan atau karena takut mereka juga akan menuduhnya dengan kebatilan bila tidak berjalan bersama mereka di atas kesesatan dan tuduhannya.

☝🏻 Ya Allah, kokohkanlah kami di atas kebenaran dan bila Engkau meninginkan fitnah (musibah) terhadap hamba-hamba-Mu, maka matikanlah kami dalam keadaan kami tidak terfitnah.

📂 As-Silsilah ash-Shahihah
• Hadits (Juz 1/ hal. 322- h 168) catatan kaki pada hal. 325

📚 Sumber : Majmu'ah al-Baarakatu Maa Akaabirikum

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/peringatan-dari-meninggalkan-kalimat-kebenaran/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌺🌖🌷💎 KEUTAMAAN SHALAT SYURUQ

📑 Soal kedua dari fatwa no 17597

📪 Pertanyaan: Ada seorang yang tetap duduk di masjid setelah shalat subuh hingga terbit matahari membaca Al- Qur'an dan dari sana dia shalat dua rakaat. Akan tetapi orang- orang mengingkari hal itu dan mereka megatakan: Hal itu tidak boleh, karena itu adalah perbuatannya para penyembah matahari. Maka berikan kami fatwa dalam perkara ini semoga Anda semua mendapatkan pahala?

🔓 Jawaban: Barangsiapa yang tetap duduk di tempat shalatnya setelah menunaikan shalat subuh, dan meyibukkan dengan membaca Al-Qur'an dan dzikir-dzikir yang disyariatkan sampai habis waktu terlarang shalat, denga naiknya matahari sepenggalah tombak, lalu dia menunaikan shalat dua rakaat atau yang mudah baginya maka dia ada dalam kebaikan yang agung. Perbuatannya itu sesuai dengan sunnah dan akan dapat pahala in sya Allah ta’ala. Hal itu ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang subuh berjamaah lalu dia tetap duduk berdzikir mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu dia mengerjakan shalat dua rakaat maka dia mendapat seperti pahala haji dan umrah.”

Anas berkata: Nabi shalallahu ''alaihi wa sallam bersabda:

“Sempurna sempurna sempurna.” (HR. At-Tirmidzy beliau berkata hadits hasan gharib.)

📄 Dalam riwayat lain dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang tetap duduk di tempat shalatnya ketika selesai shalat subuh sampai dia shalat dua rakaat dhuha dia tidak mengucapkan kecuali kebaikan, akan diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun lebih banyak dari buih di lautan.(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

📄 Dalam riwayat lain: ” Maka wajib baginya masuk sorga.” dalam riwayat Al-Baihaqi semisal itu hanya saja di akhirnya beliau bersabda : “Kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.”

📂 Dan hadits ini memiliki syawahid (saksi) yang banyak yang menguatkannya. Dan di dukung oleh hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu’anhu berkata:

“Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam jika selesai shalat subuh, beliau duduk bersila di tempat duduk beliau hingga terbit matahari dengan baik, yakni telah muncul dengan baik.” (HR. Muslim dalam shahihnya, Abu Dawud, At-Tirmidzy dan An-Nasaa’i.)

✋🏻 Dan adapun pengingkaran sebagian manusia terhadap orang ini dalam perbuatannya tersebut, dalam keadaan dia tidak melakukan perkara yang dinafikan syariat, maka itu adalah pengingkaran yang batil yang tidak ada dasarnya dalam syariat dan tidaklah muncul kecuali dari orang bodoh, maka tidak perlu diperdulikan.

☝🏻 Hanya Allahlah yang memberikan taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.

📄 Dewan tetap untuk Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa

✍🏻 Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz.
Wakil ketua : Abdul Aziz Alu Asy- Syaikh
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Shalih Al-Fauzaan, Bakr Abu Zaid

📚 Sumber: http://www.alifta.net/Fatawa

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/keutamaan-shalat-syuruq/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💎✍🏻🌺🌷 KABAR GEMBIRA BAGI MEREKA YANG DUDUK DI HALAQAH-HALAQAH (MAJELIS-MAJELIS) ILMU

📄 Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhu berkata:

" Sungguh seorang benar-benar keluar dari tempat tinggalnya dalam keadaan memikul dosa-dosa semisal gunung-gunung Tihamah,
lantas bila dia telah mendengar ilmu,
kemudian menjadi takut,
kembali, dan bertaubat, maka dia kembali ke tempat tinggalnya dalam keadaan tidak ada dosa padanya.

✋🏻 Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelis-majelis 'ulama.

📂 [Miftahu Daris Sa'adah (1/122)]

-------------
🌿بشرى لمن يجلس في حلق العلم🌿

قال أمير المؤمنين ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭضي ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :

"إﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻣﺜﻞ ﺟﺒﺎﻝ ﺗﻬﺎﻣﺔ، ﻓﺈﺫﺍ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺧﺎﻑ ﻭﺭﺟﻊ ﻭﺗﺎﺏ، ﻓﺎﻧﺼﺮﻑ إﻟﻰ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻧﺐ، ﻓﻼ‌ ﺗﻔﺎﺭﻗﻮﺍ ﻣﺠﺎﻟﺲ_ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ".

📚[ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ (١٢٢/١)]

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌺💥🌷 HUSNUL KHULUQ (AKHLAK YANG BAIK) KEPADA ALLAH

📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-'Utsaimin rahimahullah berkata:

✋🏻 Adapun husnul khuluk (akhlak mulia) kepada Allah ialah:

Ridha terhadap hukum Allah baik yang bersifat hukum syar'i maupun hukum yang bersifat ketetapan qadha dan qadar-Nya
Menerima semua itu dengan lapang dada, tidak berkeluh kesah, dan tidak bersedih hati.

✊🏻 Oleh karena itu apabila Allah mentakdirkan sesuatu yang ia tidak senangi, maka ia tetap ridha, menerima semua itu, bersabar, dan berkata dengan lisan dan hatinya "Saya ridha Allah sebagai Rabb"

☝🏻 Apabila Allah telah menetapkan suatu hukum syar'i atasnya, maka ia pun ridha dan menerimanya, tunduk patuh kepada syari'at Allah 'Azza wa Jalla dengan penuh lapang dada dan jiwa yang tenang.

💥 Maka inilah husnul khuluk kepada Allah 'Azza wa Jalla.

📂 Syarhu Riyadhish Shalihin (3/556)

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/husnul-khuluq-akhlak-yang-baik-kepada-allah/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🍊🛤 MENGENAL ASY-SYAIKH DR. KHALID BIN DHAHWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH

🏖 Nama beliau tidak asing lagi bagi para pemerhati Daurah Nasional Masyikh yang berlangsung di Masjid Manunggal Bantul Yogjakarta setiap tahunnya ini. Terlebih lagi, bagi kalangan Salafiyyin di Nusantara ini, beliau benar-benar akrab bagi mereka. Karena memang beliau senantiasa aktif dan rutin datang ke Indonesia dalam momen Daurah Nasional yang merupakan daurah Ahlus Sunnah terbesar di Indonesia, yang diberi nama Daurah “Miratsul Anbiya”, kemudian berganti nama menjadi Daurah "asy-Syari'ah", dan telah berjalan 13 kali Daurah. Sejak tahun 2006 M, asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hampir tidak pernah ‘absen’.

🖥 Beliau adalah salah seorang “orang penting” di situs http://sahab.net , salah satu situs salafiyyin paling bergengsi di dunia. Yang senantiasa menegakkan dan membela manhaj salafy di muka bumi dalam tataran international. Menjawab dan meruntuhkan berbagai syubhat para pengusung kebatilan dan hizbiyyah pada masa ini.

💎 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah mengatakan, bahwa beliau (asy-Syaikh Khalid) termasuk duat ke jalan Allah, dan termasuk orang paling kuat dalam Salafiyyah. Beliau memiliki semangat yang besar dalam memberikan dorongan terhadap Salafiyyin, baik di negeri arab maupun luar arab.

📕📒 Asy-Syaikh Rabi’ juga menghimbau Salafiyyin untuk mengambil ilmu dari beliau. Sebaliknya barangsiapa yang selama ini mencela beliau, asy-Syaikh Rabi’ menasehatkan untuk menahan lisannya. Karena itu termasuk tindakan menghalangi dari jalan Allah.

Salah satu karya tulis beliau yang terkenal adalah, “Ijma’ al-’Ulama ‘ala al-Hajr wa at-Tahdzir min Ahlil Ahwa’” yang dipuji oleh asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali hafizhahullah, asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah , dan asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah.

📝 Beliau juga penulis kitab “Ats-Tsana’ al-Badi’ min al-’Ulama ‘ala asy-Syaikh Rabi’” yang sangat terkenal itu.

🌎 http://daurahnasional.com/mengenal-asy-syaikh-dr-khalid-bin-dhahwi-azh-zhafiri-hafizhahullah/

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

🌅📚 Channel Daurah Nasional "asy-Syari'ah" Ahlus Sunnah wal Jama'ah
▶️ https://tlgrm.me/daurahnasional
💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com

•••••••••••••••••••••••••••••
📢💥🌺 HUKUM MENJAHRKAN (MENGERASKAN) BACAAN DZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB

📑 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

📪 Pertanyaan: Apa hukum menjahrkan bacaan dzikir setelah shalat wajib?

🔓 Jawaban: Menjahrkan bacaan dzikir adalah sunnah, karena Nabi shallallahu 'alaihi was salam dahulu menjahrkannya, demikian juga dengan para shahabat. 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma menuturkan:

"Mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang usai dari shalat maktubah (wajib) dilakukan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi was salam."

✋🏻 Namun bila di sisimu ada yang sedang mengqadha shalatnya, maka di sini engkau jangan menjahrkannya karena akan mengacaukan dan merusak shalatnya.

Penanya: Menjahrkan bacaan dzikir ini apakah setelah shalat fajar dan maghrib saja?

🔓 Asy-Syaikh: Setelah shalat Fajar (Shubuh), Maghrib, juga setelah Zhuhur, 'Ashr, dan 'Isya. Semua shalat-shalat tersebut.

Penanya: Apakah setelah shalat Fajar dan Maghrib mengucapkan bacaan ini sebanyak sepuluh kali:

«لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير»

Apakah bacaan dzikir ini khusus hanya seusai shalat Maghrib dan Fajar saja?

🔓 Jawab: Setelah Maghrib dan Fajar dibaca sebanyak sepuluh kali

«لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير»

adapun selainnya maka dibaca tiga kali.

📂 Sumber: Silsilatu Liqa'atil Babil Maftuh> Liqa'ul Babil Maftuh (233)

🌍 Kunjungi || http://forumsalafy.net/hukum-menjahrkan-mengeraskan-bacaan-dzikir-setelah-shalat-wajib/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
╔═ ⭐️⭐️⭐️ ═══════════╗

💽 Audio Informasi
Kajian Islam Ilmiyah
Asy-Syariah
- 13

@RadioRasyid

╚══════ ⭐️⭐️⭐️ ══════╝

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️