Salafy Indonesia
60.7K subscribers
3.76K photos
288 videos
38 files
9.15K links
๐Ÿ’Ž Menjalin Ukhuwwah di Atas Minhaj Nubuwwah

๐Ÿ“ Silakan menyebarkan tanpa mengubah materi dan tetap mencantumkan sumber.

๐Ÿ’ป Media resmi: t.me/forumsalafy, forumsalafy.net, dan Grup WSI

๐Ÿ“ฒ Admin: Muhammad (Cileungsi, Bogor) salafyindonesia001@gmail.com
Download Telegram
โœ‹๐Ÿป๐Ÿ’ก๐ŸŒบ๐Ÿšซ SEORANG SUAMI YANG BEPERGIAN JAUH TANPA KEPENTINGAN DAN MENINGGALKAN ISTRI DAN ANAK-ANAKNYA TAK TERURUSI

๐Ÿ“‘ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

๐Ÿ“ช Soal : Wahai Fadhilatusy Syaikh Assalamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Baarakatuh, akhir-akhir ini sebagian orang yang kami kenal keshalihannya bepergian jauh dari Saudi ke luar negeri sendirian. Mereka meninggalkan istri dan anak-anaknya. Sedangkan safarnya mereka ini tanpa kepentingan. Terlebih dengan sebab ini anak-anak mereka terlantar tak terurusi. Mohon bimbingan darimu wahai Syaikh. Jazakumullahu khairan.

๐Ÿ”“ Jawab : " Demi Allah ini termasuk perkara yang menyedihkan. Seseorang safar (tanpa kepentingan dan tidak bertanggung jawab,pent) dan meninggalkan keluarganya. Sedangkan mereka butuh nafkah, butuh perhatian, dan butuh pendidikan serta bimbingannya. Lalu dia pergi ke luar negeri yang sangat mungkin terjadi padanya kejelekan karena sebab adat kebiasaan, perilaku, dan peribadatan di negeri tersebut.

๐Ÿ”Š.. Maka nasehatku kepada mereka, hendaknya senantiasa bertaqwa kepada Allah atas hak diri mereka sendiri. Hendaknya bertaqwa kepada Allah atas hak-hak keluarga. Tinggallah mereka di negeri sendiri. Jika mereka ingin safar, silahkan safar bersama keluarga mereka ke Mekkah dan Madinah, atau tempat-tempat yang ada disana kebaikan.

๐Ÿ’ก Tapi jika dia bepergian jauh untuk merugikan diri sendiri, dan menyempitkan keluarganya, maka ini salah. Tidak cerdas akalnya, keliru cara beragamanya ".

๐Ÿ“š Sumber : Silsilah al-Liqa' as-Syahri -66
-------------------
ุญูƒู… ุณูุฑ ุงู„ุฒูˆุฌ ูˆุชุฑูƒ ุฒูˆุฌุชู‡ ูˆุฃูˆู„ุงุฏู‡

[ุงู„ุณุคุงู„: ]

ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎุŒ ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ .. ุธู‡ุฑ ููŠ ุงู„ุขูˆู†ุฉ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ุณูุฑ ุจุนุถ ุงู„ุดุจุงุจ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ุฅู„ู‰ ุฎุงุฑุฌ ุงู„ู…ู…ู„ูƒุฉ ุนุฒุงุจุงู‹ุŒ ูˆูŠุชุฑูƒูˆู† ุฒูˆุฌุงุชู‡ู… ูˆุฃูˆู„ุงุฏู‡ู…ุŒ ูˆุณูุฑู‡ู… ู‡ุฐุง ู„ุบูŠุฑ ุญุงุฌุฉุŒ ุฅุถุงูุฉู‹ ุฅู„ู‰ ู…ุง ูŠุญุตู„ ู„ุฃูˆู„ุงุฏู‡ู… ู…ู† ุฅู‡ู…ุงู„ู ูˆุถูŠุงุนู .. ู†ุฑุฌูˆ ู…ู†ูƒู… ุงู„ุชูˆุฌูŠู‡ ูˆุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุงู‹.

ุงู„ุฌูˆุงุจ:

ู‡ุฐุง ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุคุณูุ› ุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูŠุณุงูุฑ ูˆูŠุชุฑูƒ ุฃู‡ู„ู‡ุŒ ูˆู‡ู… ู…ุญุชุงุฌูˆู† ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ู†ูู‚ุฉุŒ ูˆู…ุญุชุงุฌูˆู† ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุฃู†ุณ ุจู‡ุŒ ูˆู…ุญุชุงุฌูˆู† ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุชูˆุฌูŠู‡ ูˆุงู„ุชุฑุจูŠุฉุŒ ุซู… ูŠุฐู‡ุจ ุฅู„ู‰ ุจู„ุงุฏ ุฑุจู…ุง ูŠุญุตู„ ู„ู‡ ููŠู‡ุง ุดุฑ ููŠ ุนุงุฏุงุชู‡ู… ูˆุฃุฎู„ุงู‚ู‡ู… ูˆุนุจุงุฏุงุชู‡ู…ุŒ ูู†ุตูŠุญุชูŠ ู„ู‡ุคู„ุงุก: ุฃู† ูŠุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃู†ูุณู‡ู…ุŒ ูˆูŠุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃู‡ู„ูŠู‡ู…ุŒ ูˆูŠุจู‚ูˆุง ููŠ ุจู„ุงุฏู‡ู…ุŒ ูˆุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏูˆุง ุฃู† ูŠุณุงูุฑูˆุง ุณุงูุฑูˆุง ุจุฃู‡ู„ูŠู‡ู… ุฅู„ู‰ ู…ูƒุฉ ูˆุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูˆุฅู„ู‰ ู…ุง ููŠู‡ ุฎูŠุฑ ู„ู‡ู…ุŒ ุฃู…ุง ุฃู† ูŠุฐู‡ุจูˆุง ู„ูŠุชู„ููˆุง ุฃู†ูุณู‡ู… ูˆูŠุตุฏูˆุง ุนู† ุฃู‡ู„ูŠู‡ู…ุ› ูู‡ุฐุง ุฎุทุฃุŒ ุณูู‡ ููŠ ุงู„ุนู‚ู„ุŒ ูˆุถู„ุงู„ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†.


ุงู„ู…ุตุฏุฑ: ุณู„ุณู„ุฉ ุงู„ู„ู‚ุงุก ุงู„ุดู‡ุฑูŠ > ุงู„ู„ู‚ุงุก ุงู„ุดู‡ุฑูŠ [66]

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
โœ‹๐Ÿป๐Ÿ“ข๐Ÿ’ฅ๐Ÿ“› GHIBAH YANG DIBOLEHKAN (Menurut Imam Nawawi rahimahullah)

๐Ÿ“‘ Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

๐Ÿ”Š .. Ketahuilah sesungguhnya ghibah itu dibolehkan untuk tujuan yang benar sesuai syariat, yang tidak mungkin diraih kecuali dengan ghibah, hal itu ada dalam enam perkara:

โญ 1. Yang pertama orang yang terzalimi. Maka bagi orang yang terzalimi boleh untuk melaporkan kepada penguasa atau hakim dan selainnya dari pihak yang berwenang, atau orang yang mampu menengahi dari orang yg menzaliminya. Lalu ia berkata: Si fulan telah menzalimi saya.

โญ 2. Yang kedua: Dalam rangka meminta tolong untuk menghilangkan kemungkaran, mengembalikan orang yang berbuat maksiat ke jalan yang benar. Lalu ia berkata kepada orang yang diharapkan bisa menghilangkan kemungkaran tersebut: "Fulan telah berbuat (maksiat) demikian, maka hendaknya engkau mencegahnya." Atau kalimat yang semisal itu. Maksud/tujuannya adalah mencari sarana untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Maka jika ia tidak bermaksud seperti itu, maka hukumnya haram.

โญ 3. Yang ketiga : Meminta fatwa, lalu ia mengatakan kepada mufti: Ayahku, saudaraku, suamiku atau fulan telah menzalimiku demikian, apakah hal itu boleh baginya? Dan saya tidak memiliki jalan untuk terlepas dari orang ini dan mengambil hak saya serta mencegah kezalimannya (kecuali dengan itu)? Dan yang semisal itu. Maka itu boleh kalau ada hajat.

๐Ÿ‘‹๐Ÿป Akan tetapi yang afdhal dan lebih hati-hati hendaknya ia mengatakan: Apa pendapat anda, tentang seorang atau seorang suami yang keadaannya demikian? Maka jika sudah tercapai tujuannya tanpa menyebut nama individunya (itu lebih baik). Walaupun jika menyebut namanya itu boleh juga, sebagaimana kami akan sebutkan dalam hadits Hindun radhiallahu'anha in sya Allah.

โญ 4. Yang keempat: Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan dan menasihati mereka. Yang demikian ini dari beberapa segi:

โ€ข Diantaranya: Jarh (kritikan) terhadap orang yang dikritik dari para rawi dan saksi. Yang demikian itu boleh dengan ijmak kaum muslimin, bahkan wajib untuk tujuan ini.
โ€ข Diantaranya juga: Ketika meminta pendapat (saran) ketika hendak menikah dengan seorang, atau kerja sama dengannya, menitipkan sesuatu, bermuamalah dan selain itu, atau berdialog dengannya. Wajib bagi orang yang dimintai saran untuk tidak menyembunyikan keadaan orang tersebut. Bahkan dia mesti menyebutkan kejelekkan-kejelekkan yang ada padanya dengan niat menasihati.
โ€ข Dan diantaranya : Jika melihat seorang pelajar yang bolak-balik menemui ahli bidah, atau orang fasiq yang ia mengambil ilmu darinya, dan dikawatirkan pelajar tadi akan mengalami mudharat dengan itu. Maka wajib menasihatinya dan menjelaskan keadaannya (ahli bidah). Dengan syarat untuk tujuan menasihatinya.
Dan ini diantara perkara yang salah dalam hal ini : Terkadang yang mengkritik itu terbawa sifat hasad (dalam menjarh), syaitan membuat pengkaburan dalam hal itu, digambarkan seolah-olah itu adalah nasihat. Maka berlaku cermatlah dalam mengkritik.
โ€ข Diantaranya: Orang yang mempunyai amanah tanggung jawab, tapi tidak melaksanakannya sebagaimana mestinya: Baik karena memang ia tidak pantas untuk itu, ataupun karena ia adalah seorang fasiq atau teledor dan semisalnya. Maka wajib untuk menyebutkan (kekurangan orang itu) kepada pihak yang memiliki kewenangan umum untuk menyingkirkannya dan menggantikannya dengan orang yang pantas. Atau mengabarkan hal itu agar ia ditindak sesuai keadaannya, tidak tertipu dengannya, dan berupaya untuk mendorongnya agar istiqamah atau membimbingnya.

โญ 5. Yang kelima: Ketika seorang itu terang-terangan menampakkan perbuatan fasiqnya, atau kebidahannya. Semisal terang-terangan menampakkan minum khamer, merampok manusia, minta pajak dan pungutan uang secara zalim, melakukan perkara-perkara yang batil. Maka boleh disebutkan perkara yang dia tampakkan, dan diharamkan menyebutkan aib-aib selainnya, kecuali disebutkan kejelekannya karena suatu sebab lain yang telah kami sebutkan.

โญ 6 Yang keenam: Dalam rangka mengenalkan. Maka jika seorang insan dikenal dengan gelar si Buta, si Pincang, si Tuli, si Picek, si
Juling dan selain mereka, boleh saja mengenalkan mereka dengan hal itu. Dan diharamkan menyebutkannya dengan maksud menghina/merendahkamnya. Seandainya memungkinkan menyebutkannya dengan selain itu, tentu lebih utama.

โš ๐Ÿ“›. Maka ini adalah enam sebab yang disebutkan para ulama dan kebanyakannya adalah perkara yang telah disepakati.

๐Ÿ“ข.. Al-allamah Al-Faqih Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

๐ŸŒท " Bab ini telah disebutkan oleh imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" perkara -perkara yang diperbolehkan ghibah di sana, beliau menyebutkan ada enam perkara. Dan perkataan beliau itu tidak perlu dikritisi, karena semuanya adalah perkataan yang bagus dan benar yang memiliki dalil-dalil. Dan beliau akan menyebutkannya in sya Allah dalam bab ini. Beliau menyebutkan dalil -dalil dan kita akan membicarakan hal itu pada waktunya in sya Allah.
Maka kita memohon kepada Allah semoga Dia mengampuni An-Nawawi rahimahullah dan mengumpulkan kita dan kalian dengan beliau di surga An-Na'im.

๐Ÿ“‚ Syarh Riyadhus Shalihin karya Al-Utsaimin 6/134-136.

๐Ÿ“š Sumber : Channel Al Baarakah Ma'a Akabirikum

๐ŸŒ Kunjungi || http://forumsalafy.net/ghibah-yang-di-perbolehkan/

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐Ÿ“ข๐Ÿ’ฅ๐ŸŒทโญ• NASEHAT EMAS ASY-SYAIKH FAWWAZ BIN ALY AL-MADKHALY HAFIZHAHULLAH

โœ‹๐Ÿป Mungkin sebagian orang menilaimu sebagai orang yang bertakwa,
Mungkin yang lainnya menilaimu sebagai orang yang banyak berbuat dosa,
Sedangkan yang lainnya mungkin menilaimu demikian atau demikian...

๐Ÿ‘‹๐Ÿป Tetapi...
Engkau lebih mengetahui keadaan dirimu.
Rahasia satu-satunya yang tidak mengetahuinya kecuali dirimu adalah hubungan rahasiamu dengan Rabbmu.

โš  Maka janganlah engkau tertipu dengan orang-orang yang memuji...
Dan orang-orang yang mencelamu tidak akan merugikanmu...

Allah Ta'ala berfirman:

๏บ‘ูŽ๏ปžู ๏บ๏ปŸู’๏บˆู๏ปงู’๏บดูŽ๏บŽ๏ปฅู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏ปงูŽ๏ป”ู’๏บดู๏ปชู ๏บ‘ูŽ๏บผู๏ปด๏บฎูŽ๏บ“ูŒ.

"Bahkan seseorang itu sangat mengetahui keadaan dirinya."
(QS. Al-Qiyamah: 14)

โ™จ Termasuk bahaya yang selalu mengancam dalam kehidupan ini yang selalu mengiringi ketaatan dan kemaksiatan, engkau tidak tahu manakah dari keduanya itu yang akan menjadi penutup bagi kehidupanmu.
Maka lakukanlah ketaatan karena ikhlash, bukan karena sekedar ingin melepaskan diri dari kewajiban.

๐Ÿ…พ Dan jagalah amalan nafilah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, bukan karena ingin menampakkan sikap pemurah.

โ˜๐Ÿป Jadi demi Allah, engkau yang paling membutuhkan ketaatan, sementara Rabbmu -Subhanah- sama sekali tidak membutuhkannya.

๐Ÿ”ฅ Jangan engkau menjadikan keinginanmu untuk mengharapkan pujian manusia kepadamu, karena hati mereka berbolak-bolik. Mungkin saja hari ini mereka mencintaimu, namun besok mereka membencimu.

๐Ÿ“› Hendaknya tujuanmu adalah bagaimana agar Rabb manusia dan Rabbmu mencintaimu, karena sungguh jika Allah telah mencintaimu, pasti Dia akan menjadikan hati-hati manusia mencintaimu.

โญ• Sesuatu yang haram tetaplah haram hukumnya, walaupun semua orang melakukannya.

โœŠ๐Ÿป Engkau sekali-kali jangan mengalah dengan meninggalkan prinsip-prinsipmu, dan jangan mempedulikan manusia, karena kelak engkau akan dihisab sendirian.
Oleh karena inilah maka hendaknya engkau tetap istiqamah sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, bukan sebagaimana yang engkau mau.

โœ‹๐Ÿป Jadikanlah untuk dirimu simpanan dan rahasia (amal shalih) yang tidak diketahui kecuali oleh Allah...

โ–ช Karena sebagaimana dosa-dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu membinasakan...

โ–ช Demikan juga kebaikan-kebaikan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu akan menyelamatkan...

๐Ÿ“š Sumber || Channel Syaikh Fawwaz hafizhahullah

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐Ÿ“›โš ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ…พ BANYAK IBADAH, TAPI MASUK NERAKA!!!

๐Ÿ“‘ Rasulullah -shallallahu alaihi was sallam- pernah ditanya:
โญโ€œWahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulanah yang selalu mengerjakan shalat malam dan banyak puasa di siang hari, melakukan berbagai kebaikan dan suka bersedekah, tetapi dia suka menyakiti tetangganya dengan ucapannya?โ€ Beliau menjawab: โ€œTidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penduduk neraka.โ€
โญ Para shahabat bertanya lagi: โ€œSedangkan si fulanah yang lain dia hanya mengerjakan shalat wajib dan mampunya hanya bersedekah dengan keju sedikit saja, namun dia tidak pernah menyakiti seorang pun?โ€ Beliau menjawab: โ€œDia termasuk penduduk syurga.โ€

๐Ÿ“š (Shahih Al-Adab Al-Mufrad, terbitan Maktabah Ad-Daliil, cetakan ke-4, hal. 69-70, hadits no. 88)

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐ŸŒทโœŠ๐Ÿป๐Ÿ’ฅโญ• KERLIPAN INDAH

๐Ÿ“‘ Al-Mughirah bin Syuโ€™bah radhiyallahuโ€™anhu berkata: โ€ Tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkanku kecuali seorang pemuda. Suatu kali aku ingin melamar seorang wanita, lalu aku meminta saran kepada pemuda tadi tentang wanita ini.

๐Ÿ“› Maka pemuda tadi berkata: โ€œWahai Amir, saya lihat engkau sebaiknya tidak menikahi wanita ini.โ€ Maka aku bertanya padanya: โ€œMengapa?โ€ Dia menjawab: โ€œSesungguhnya aku pernah melihat ada seorang laki-laki yang mencium wanita ini.โ€

โœ‹๐Ÿป Kemudian sampai berita kepadaku kalau pemuda tadi ternyata menikahi wanita tadi.
Lalu aku bertanya kepadanya: โ€œBukankah dulu engkau mengira kalau engkau pernah melihat ada seorang laki-laki yang menciumnya? โ€

๐Ÿ”“ Jawab pemuda tadi: โ€œYa, saya pernah melihat BAPAKNYA menciumnya ketika dia masih kecil.!!!!โ€

๐Ÿ“‚ Sumber: http://cutt.us/eCGAW || Al Bidaayah wa Nihaayah (8/53)

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐Ÿ’๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒนPENTINGNYA SALING PERCAYA DIANTARA AHLUS SUNNAH

Asy-Syaikh Muhammad Ramzan al-Hajiry hafizhahullah berkata:

ุงู„ุซู‚ุฉ ุจูŠู† ุงู„ุฅุฎูˆุงู† ู…ู† ุฃุณุจุงุจ ุฒูŠุงุฏุฉ ุงู„ุฃู„ูุฉ ูˆุงู„ู…ุญุจุฉ ุจูŠู†ู‡ู….

"Kepercayaan diantara ikhwan (sesama Ahlus Sunnah -pent) termasuk sebab bertambahnya keakraban dan kecintaan diantara mereka."

๐Ÿ”Š Kalimat di masjid Utbah bin Ghazwan, Dammam, KSA, 24 Syawwal 1437 H

๐ŸŒ Sumber || https://twitter.com/munhajalsunna/status/758967125943787520

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐Ÿ’ฅโœŠ๐Ÿป๐Ÿ“›โŒ KERAGUAN SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH AKAN KEISLAMAN KHAWARIJ

โœ‹๐Ÿป Maka jika mereka para khawarij itu ingin memberontak kepada sebagian penguasa muslimin, maka semestinya mereka memberontak kepada orang-orang kafir yang musyrik. Akan tetapi mereka memang menginginkan menyebarkan fitnah di tengah-tengah kaum muslimin.

โ™จ Oleh karena itu saya hakikatnya mengalami keraguan besar diantara dua perkara:
โญ Dari Islamnya mereka-mereka ini secara hakikat.
โญ Ataukah saya khawatir kalau mereka itu adalah termasuk musuh-musuh Islam yg memakai baju Islam.

๐Ÿ”ฅ Walaupun ada kemungkinan lain, yaitu sesungguhnya mereka itu muslimin perbuatannya, akan tetapi mereka itu bodoh bahkan dalam puncak kebodohan.

๐Ÿ…พ Dan saya menganggap jauh kalau mereka itu adalah muslimin, sesungguhnya mereka ini adalah orang-orang yang berpenampilan dengan Gaya Islam, dalam keadaan mereka ingin mencoreng citra, kebersihan dan kesucian Islam, dengan cara mereka menisbatkan kepada Islam perbuatan-perbuatan yang hakikatnya Islam dan kaum muslimin berlepas diri dari apa yg dinisbatkan kepada mereka, sebagaimana berlepas dirinya serigala dari darahnya anak Nabi Ya'qub (Yusuf) 'alaihimassalam.

๐Ÿ“š Sumber : Fatawa Al-Ulama Al-Akabir Lima Ahdara min Dimaa fi Al-Jazair h 120 || http://cutt.us/WRFgL

๐ŸŒ Kunjungi || http://forumsalafy.net/keraguan-syaikh-al-albani-akan-keislaman-khawarij/

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
โญ•๐Ÿ”Šโ™จโš  BENARKAH UNGKAPAN โ€œLIHATLAH APA YANG DIKATAKAN DAN JANGAN MELIHAT SIAPA YANG MENGATAKAN!โ€

๐Ÿ“‘ Asy-Syaikh Rabiโ€™ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah

๐Ÿ“ช Penanya: Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang mengatakan: โ€œLihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan!โ€

๐Ÿ”“ Asy-Syaikh: Ini mungkin memiliki sisi kebenarannya, karena serupa dengan ucapan orang: โ€œKenalilah manusia dengan cara menilainya dengan kebenaran, dan jangan mengenali kebenaran dengan cara menilainya dengan manusia!โ€

โœ‹๐Ÿป Mungkin dia menginginkan makna ini, yaitu jika engkau mengetahui kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa yang berada di atasnya. Jadi hendaknya seseorang berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui kebenaran, agar dia bisa membedakan antara ahlul haq dan ahlul bathil. Adapun jika engkau mengatakan: โ€œKenalilah kebenaran dengan cara menilainya dengan manusia!โ€ Maka sesungguhnya ini merupakan jalan kesesatan. Karena ucapan ini maknanya apa yang dikatakan oleh si fulan maka itulah kebenaran, sedangkan yang tidak dia katakan dan justru menyelisihinya maka itulah kebathilan. Maka ini merupakan kesesatan.

๐Ÿ…พ Jadi mungkin saja orang yang mengatakan ucapan di atas maksudnya adalah ini (kenalilah manusia dengan cara menilainya dengan kebenaran, dan jangan mengenali kebenaran dengan cara menilainya dengan manusia โ€“pent), jika ini yang dia maksudkan maka tidak masalah.

โœŠ๐Ÿป Hanya saja, dugaan kuat saya orang yang mengatakan ini termasuk orang yang membela kebathilan. Jadi dia ingin agar para tokoh kebathilan tidak disebut dengan ucapan yang sesuai dengan hakekat mereka dan agar mereka tidak ditahdzir. Maka kelakuan dia ini menyelisihi Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah serta manhaj Salaf yang saleh dalam mencela orang-orang kafir, orang-orang munafik, para ahli bidโ€™ah, dan orang-orang fasik, serta memberikan vonis kepada mereka dengan yang sepantasnya mereka terima.

๐Ÿ“ช Penanya: Ada perkataan lain: โ€œAmbillah faedah, namun jangan menjadikannya sandaran!โ€

๐Ÿ”“ Asy-Syaikh: Maksudnya: ambillah faedah dari seseorang, namun jangan bersandar kepadanya dalam segala hal! Ambillah yang benar dan ambillah kebaikan, jika orang tersebut memang ahlinya. Hanya saja jangan membebek kepadanya! Sepertinya ini yang dia maksudkan, wallahu aโ€™lam. Karena semua orang bisa diambil ucapannya dan bisa juga ditolak, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Jadi mungkin dia memaksudkan makna ini, wallahu aโ€™lam.

๐Ÿ“š Sumber artikel: Kasyfus Sitaar, hal. 124

๐ŸŒ Kunjungi || http://forumsalafy.net/benarkah-ungkapan-lihatlah-apa-yang-dikatakannya-dan-jangan-melihat-siapa-yang-mengatakannya/

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐ŸŒท๐Ÿ’ฅโš โ™จ MAKNA TIDAK SAH THALAQ KETIKA MARAH

๐Ÿ“‘ Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alus Syaikh hafizhahullah

๐Ÿ“ช Pertanyaan: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, apa makna: โ€œTidak sah thalaq ketika marah?โ€

๐Ÿ”“ Jawaban: Yang dimaksud dengan:

ู„ูŽุง ุทูŽู„ูŽุงู‚ูŽ ูููŠู’ ุฅุบู’ู„ูŽุงู‚ู.

โ€œTidak sah thalaq ketika marah.โ€ (Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwaโ€™ul Ghalil no. 2047: โ€œHasan.โ€ โ€“pent)

๐Ÿ“„ Maksudnya adalah ketika seseorang marah besar hingga dia tidak sadar terhadap apa yang dia katakan dan tidak memikirkan apa yang dia katakan. Ketika marahnya telah hilang dan kita tanya: โ€œApakah engkau menjatuhkan thalaq?โ€ Dia menjawab: โ€œDemi Allah, saya tidak mengetahui, orang-orang yang mengabarkan kepada saya tentang apa yang telah saya katakan, dan saya sendiri tidak tahu apa yang telah saya katakan.โ€ Atau dia mengatakan: โ€œKemarahan saya sangat parah hingga menjadikan saya tidak mampu menguasai diri dan tidak bisa bersikap hikmah.โ€ Maka kita katakan juga bahwa thalaq semacam ini tidak jatuh, karena kemarahan yang sangat menghalangi seseorang untuk menguasai dirinya dan ketika itu tidak mungkin seseorang menyadari apa yang dia ucapkan, karena sebagian kemarahan ada yang menyeret kepada keadaan yang menyerupai kegilaan. Kita memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.

๐Ÿ“š Sumber || http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54123

๐ŸŒ Kunjungi || http://forumsalafy.net/?p=7549

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
๐Ÿ…พโœŠ๐Ÿป๐Ÿ’ฅโš  BOLEHNYA SUUZHAN (BERPRASANGKA BURUK) PADA AHLI TAMโ€™YI (ORANG YANG BERMANHAJ LEMBEK)

๐Ÿ“‘ Asy Syaikh Zaid bin Muhammad al Madkhali rahimahullah

๐Ÿ“ช Pertanyaan: Apakah kehati-hatian dengan tidak mengarahkan kepada sebagian orang yang tampak darinya sikap dan kata-kata yang perlu dikritisi (karena mengandung penyimpangan) sampai jelas duduk perkaranya, apakah perbuatan ini terhitung benar atau tidak?

๐Ÿ”“ Jawaban:

๐Ÿ’ฅโญ Pertama: Saya katakan: Tidak boleh suuzhan (berburuk sangka) terhadap ahlus sunnah wal jamaโ€™ah yang mereka berpegang teguh dengan sunnah, loyal kepada para pengusungnya, duduk bersama mereka, dan menjauh dari ahli ahwa dan ahli bidโ€™ah.

๐Ÿ’ฅโญ Dan boleh suuzhan kepada mereka yang datang dengan membawa sebab-sebabnya seperti marah bila ahlu bidโ€™ah disebutkan, dibicarakan, dan diperingatkan umat darinya dengan peringatan yang umum, atau engkau mendengarnya membela mereka baik kelompok-kelompoknya ataupun individu-individunya. Atau ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa orang tersebut adalah mumayyiโ€™ (lembek) terhadap manhaj ahlus sunnah. Maka jangan engkau memperkenalkannya dan jangan engkau bimbingkan untuk mengambil ilmu darinya hingga jelas kelurusan sikapnya sehingga engkau mengarahkan penuntut ilmu untuk mengambil ilmu darinya. Atau telah jelas bagimu tentang loyalitasnya terhadap ahlu bidโ€™ah meskipun hanya dengan memperkenalkan mereka dan tidak mengingkarinya, maka berhati-hatilah dari orang ini dan peringatkan umat darinya.

โ˜๐ŸปSungguh benar ucapan seorang syair:

โ€œApapun tabiat yang dimiliki seseorang, Meskipun dia mengiranya samar dari manusia, tetap saja ia diketahuiโ€.

๐Ÿ…พ Jadi, semisal orang ini dan siapa saja yang menyerupai orang ini, maka jelaskan kepadanya wahai para dai kesalahannya, dengan penjelasan yang terang lagi gamblang dan letakkanlah dalil-dalil yang dengan itu ia akan dapat membedakan kesalahan dari kebenaran, kemudian lihatlah kepada kelompok mana ia berjalan, kepada jamaโ€™ah apa ia bergaul, dan bersama siapa dia datang dan pergi. Ketahuilah, siapa yang menyembunyikan bidโ€™ahnya dari ahlu sunnah, niscaya tidak akan tersembunyi pertemanannya.

๐Ÿ“‚ Sumber: http://www.sahab.net/forums/?showtopic=122704

๐Ÿ“š al-Ajwibah al-atsariyah โ€˜anil masail manhajiyah (hal: 93) oleh Fadhilatusy Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

๐ŸŒ Kunjungi ||http://forumsalafy.net/?p=11813

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
โš ๐Ÿ“›โ™จ๐Ÿ’ฅ PERINGATAN DARI MENINGGALKAN KALIMAT KEBENARAN

๐Ÿ“‘ Nabi shallallahu 'alaihi was salam bersabda:

๏ปป ๏ปณูŽ๏ปค๏ปจูŽ๏ปŒูŽ๏ปฆู‘ูŽ ๏บญูŽ๏บŸู๏ปผู‹ ๏ปซูŽ๏ปด๏บ’ูŽ๏บ”ู ๏บ๏ปŸ๏ปจู‘ูŽ๏บŽ๏บฑู ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณ๏ป˜๏ปฎ๏ป ๏บ‘๏บค๏ป–ู‘ู ๏บ‡๏บซ๏บ ๏ป‹ูŽ๏ป ู๏ปคูŽ๏ปชู ‏ ๏บƒ๏ปญ ๏บทูŽ๏ปฌู๏บชูŽ๏ปฉู ๏บƒ๏ปญ ๏บณ๏ปคู๏ปŒูŽ๏ปชู
"Janganlah sekali-kali kewibawaan (kebesaran) manusia menghalangi seseorang untuk mengatakan kebenaran bila ia mengetahuinya (atau melihatnya atau mendengarnya)"

๐Ÿ“ข Pakar hadits zaman ini Al-Imam al-'Allamah Nashiruddin al-Albani rahimahullah wa ghafaralahu berkata:

โœ‹๐Ÿป Di dalam hadits ini terdapat larangan yang sangat keras dari menyembunyikan kebenaran karena takut kepada manusia atau karena mengharap penghidupan (gaji/mata pencaharian). Oleh karena itu siapa saja yang menyembunyikan kebenaran karena khawatir (takut) akan gangguan manusia kepadanya dengan berbagai bentuknya; Seperti dipukul, dicela, diputus rezkinya, atau khawatir tidak dimuliakan dan yang semisalnya;
maka dia masuk dalam larangan tersebut dan menjadi penyelisih bagi Nabi shallallahu 'alaihi was salam.

๐Ÿ…พ Apabila demikian keadaan seorang yang menyembunyikan kebenaran padahal ia mengetahuinya, lantas bagaimana kiranya keadaan seorang yang tidak hanya sebatas itu, bahkan berani bersaksi dengan kebatilan untuk menjatuhkan kaum muslimin yang tidak bersalah?! Menuduh agama dan akidah mereka?! demi menuruti orang rendahan atau karena takut mereka juga akan menuduhnya dengan kebatilan bila tidak berjalan bersama mereka di atas kesesatan dan tuduhannya.

โ˜๐Ÿป Ya Allah, kokohkanlah kami di atas kebenaran dan bila Engkau meninginkan fitnah (musibah) terhadap hamba-hamba-Mu, maka matikanlah kami dalam keadaan kami tidak terfitnah.

๐Ÿ“‚ As-Silsilah ash-Shahihah
โ€ข Hadits (Juz 1/ hal. 322- h 168) catatan kaki pada hal. 325

๐Ÿ“š Sumber : Majmu'ah al-Baarakatu Maa Akaabirikum

๐ŸŒ Kunjungi || http://forumsalafy.net/peringatan-dari-meninggalkan-kalimat-kebenaran/

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž