🌾🍃🌷💐 HAKIKAT KHUSYUK
✍🏻 Amr bin Dinar rahimahullah mengatakan,
ليس الخشوع الركوع والسجود، ولكنه السكون وحـب حـسن الهيئة في الصلاة
Khusyuk bukanlah hanya dalam gerakan rukuk dan sujud. Akan tetapi, khusyuk adalah tenang dan sempurna gerakan shalatnya.
📚 Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyyah hlm. 21
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Amr bin Dinar rahimahullah mengatakan,
ليس الخشوع الركوع والسجود، ولكنه السكون وحـب حـسن الهيئة في الصلاة
Khusyuk bukanlah hanya dalam gerakan rukuk dan sujud. Akan tetapi, khusyuk adalah tenang dan sempurna gerakan shalatnya.
📚 Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyyah hlm. 21
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏻📈📢🔗 APA YANG DILAKUKAN KETIKA BERMIMPI BURUK?
✍🏻 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
الرؤيا الصالحةُ من اللهِ، والحلمُ من الشيطانِ، فإذا رأى أحدُكم ما يكرهُ فلينفثْ عن يسارِه ثلاثًا، وليتعوَّذْ باللهِ من شرِّ ما رأى ومن الشيطانِ، ثم ينقلبْ على جنبِه الآخرِ، فإنها لا تضرُّه
"Mimpi yang baik adalah dari Allah. Adapun mimpi buruk datangnya dari setan. Apabila kalian bermimpi jelek, hendaknya ia meniup dengan sedikit ludah ke arah kirinya tiga kali, lalu berlindung kepada Allah dari kejelekan mimpinya dan dari setan. Setelah itu, ia mengubah posisi ke bagian tubuh (miring) yang lain. Jadi, setan tidak akan bisa menimpakan mudarat kepadanya."
📚 Shahih al-Bukhari no. 3292 dan Shahih Muslim no. 2261
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
الرؤيا الصالحةُ من اللهِ، والحلمُ من الشيطانِ، فإذا رأى أحدُكم ما يكرهُ فلينفثْ عن يسارِه ثلاثًا، وليتعوَّذْ باللهِ من شرِّ ما رأى ومن الشيطانِ، ثم ينقلبْ على جنبِه الآخرِ، فإنها لا تضرُّه
"Mimpi yang baik adalah dari Allah. Adapun mimpi buruk datangnya dari setan. Apabila kalian bermimpi jelek, hendaknya ia meniup dengan sedikit ludah ke arah kirinya tiga kali, lalu berlindung kepada Allah dari kejelekan mimpinya dan dari setan. Setelah itu, ia mengubah posisi ke bagian tubuh (miring) yang lain. Jadi, setan tidak akan bisa menimpakan mudarat kepadanya."
📚 Shahih al-Bukhari no. 3292 dan Shahih Muslim no. 2261
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Forwarded from Asy-Syariah
Tidak Ada Kompromi dalam Permasalahan Akidah #posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah www.asysyariah.com
🌏☄⛈🥀 DUHAI RUGINYA!
✍🏻 Ibnu Abdil Bar rahimahullah menyatakan,
طلب الدنيا يمنع الإستفادة من العلم ، وأنه كلما ازداد المرء طلباً لها ازداد جهلاً وقل عمله
(Fokus hanya) mencari dunia dapat menghalangi untuk mengambil faidah ilmu (agama). Semakin seorang rakus dalam mencari dunia maka dia akan semakin bodoh terhadap agama dan semakin sedikit amalnya.
📚 At-Tamhid Lima fi al-Muwaththa' min al-Ma'ani wa al-Asanid (3/202)
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Ibnu Abdil Bar rahimahullah menyatakan,
طلب الدنيا يمنع الإستفادة من العلم ، وأنه كلما ازداد المرء طلباً لها ازداد جهلاً وقل عمله
(Fokus hanya) mencari dunia dapat menghalangi untuk mengambil faidah ilmu (agama). Semakin seorang rakus dalam mencari dunia maka dia akan semakin bodoh terhadap agama dan semakin sedikit amalnya.
📚 At-Tamhid Lima fi al-Muwaththa' min al-Ma'ani wa al-Asanid (3/202)
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌾🍃🌷💐 ORANG YANG IKHLAS ADALAH WALI ALLAH
✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
من كان مخلصا في أعمال الدين يعملها لله، كان من أولياء الله المتقين
Barang siapa yang ikhlas dalam menjalankan ibadahnya karena Allah, maka dia adalah wali Allah, orang yang bertakwa.
📚 Majmu' al-Fatawa (1/10)
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
من كان مخلصا في أعمال الدين يعملها لله، كان من أولياء الله المتقين
Barang siapa yang ikhlas dalam menjalankan ibadahnya karena Allah, maka dia adalah wali Allah, orang yang bertakwa.
📚 Majmu' al-Fatawa (1/10)
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🍃🌷🌾💐 HARTA YANG BERMANFAAT
✍🏻 Umar bin Dzar rahimahullah mengisahkan,
قال الربيع بن أبي راشد، ورأى رجلاً مريضاً يتصدق بصدقة فقسمها بين جيرانه، فقال: الهدايا إمام الزيارة. فلم يلبث الرجل إلا أياماً حتى مات. فبكى عند ذلك الربيع وقال: أحسن والله بالموت وعلم أنه لا ينفعه من ماله إلا ما قدم بين يديه.
Rabi' bin Abi Rasyid melihat orang sakit yang bersedekah. Orang itu membagi-bagikan hartanya kepada para tetangganya. Rabi' bin Abi Rasyid pun berkata, "Hadiah adalah pembuka kedekatan sebelum kunjungan."
Setelah beberapa hari, orang yang sakit tersebut meninggal. Rabi' bin Abi Rasyid menangis karena hal itu.
Rabi' berkata, "Demi Allah, orang tersebut telah mempersiapkan bekal dengan baik menghadapi kematiannya. Orang itu juga mengetahui bahwa tidak ada harta yang bermanfaat untuknya selain yang ia sedekahkan."
📚 Shifatush Shafwah, hlm. 469
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Umar bin Dzar rahimahullah mengisahkan,
قال الربيع بن أبي راشد، ورأى رجلاً مريضاً يتصدق بصدقة فقسمها بين جيرانه، فقال: الهدايا إمام الزيارة. فلم يلبث الرجل إلا أياماً حتى مات. فبكى عند ذلك الربيع وقال: أحسن والله بالموت وعلم أنه لا ينفعه من ماله إلا ما قدم بين يديه.
Rabi' bin Abi Rasyid melihat orang sakit yang bersedekah. Orang itu membagi-bagikan hartanya kepada para tetangganya. Rabi' bin Abi Rasyid pun berkata, "Hadiah adalah pembuka kedekatan sebelum kunjungan."
Setelah beberapa hari, orang yang sakit tersebut meninggal. Rabi' bin Abi Rasyid menangis karena hal itu.
Rabi' berkata, "Demi Allah, orang tersebut telah mempersiapkan bekal dengan baik menghadapi kematiannya. Orang itu juga mengetahui bahwa tidak ada harta yang bermanfaat untuknya selain yang ia sedekahkan."
📚 Shifatush Shafwah, hlm. 469
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Forwarded from Asy-Syariah
Dapatkan pembahasan selengkapnya di Asy-Syariah edisi 123 #posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah www.asysyariah.com
💐🍃🌾🌷 KEDERMAWANAN SAHABAT SA'AD BIN UBADAH DAN PUTRANYA
✍🏻 Dari Ibnu Sirin rahimahullah, beliau mengisahkan,
كَانَ سَعْدٌ يُنَادِي عَلَى أُطُمِهِ: مَنْ أَحَبَّ شَحْماً وَلَحْماً، فَلْيَأْتِ، ثُمَّ أَدْرَكْتُ ابْنَهُ مِثْلَ ذَلِكَ
Dahulu Sa'ad (bin Ubadah radhiyallahu 'anhu) berseru di atas benteng, "Barang siapa menginginkan lemak dan daging, datanglah kemari!"
Kemudian, aku menjumpai anaknya (Qais) juga melakukan yang serupa.
📚 Siyar A'lam An-Nubala' 3/106
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Dari Ibnu Sirin rahimahullah, beliau mengisahkan,
كَانَ سَعْدٌ يُنَادِي عَلَى أُطُمِهِ: مَنْ أَحَبَّ شَحْماً وَلَحْماً، فَلْيَأْتِ، ثُمَّ أَدْرَكْتُ ابْنَهُ مِثْلَ ذَلِكَ
Dahulu Sa'ad (bin Ubadah radhiyallahu 'anhu) berseru di atas benteng, "Barang siapa menginginkan lemak dan daging, datanglah kemari!"
Kemudian, aku menjumpai anaknya (Qais) juga melakukan yang serupa.
📚 Siyar A'lam An-Nubala' 3/106
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💐🌾🌷🍃 BEBERAPA KEUTAMAAN NABI ISA
Allah ta'ala berfirman dalam surah Maryam,
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ
وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا
"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."
📚 QS. Maryam: 31-32
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Allah ta'ala berfirman dalam surah Maryam,
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ
وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا
"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."
📚 QS. Maryam: 31-32
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Forwarded from Asy-Syariah
📝Islam Membedakan antara TOLERANSI UMAT BERAGAMA dan TOLERANSI AGAMA
#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah
🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah
🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
Forwarded from Asy-Syariah
📝 Ingat! Toleransi yang Benar Tidak Mengorbankan Prinsip Islam
#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah
🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah
🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
🍃🌾💐🌷 CITA-CITA YANG TINGGI
✍🏻 Seorang penyair menyatakan,
فكن رجلاً رِجْلُهُ في الثّرى
و هامة همَّته في الثُّرَيّا
"Jadilah engkau seorang yang kakinya berpijak di tanah, tetapi cita-citanya setinggi bintang Tsuraya di langit."
📚 Awaiq Ath-Thalab, hlm. 64
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Seorang penyair menyatakan,
فكن رجلاً رِجْلُهُ في الثّرى
و هامة همَّته في الثُّرَيّا
"Jadilah engkau seorang yang kakinya berpijak di tanah, tetapi cita-citanya setinggi bintang Tsuraya di langit."
📚 Awaiq Ath-Thalab, hlm. 64
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏻🔰❌⚠ LANGIT HAMPIR PECAH AKIBAT KEYAKINAN MEREKA, MASIHKAH PANTAS DIBERI UCAPAN SELAMAT?
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا
"Hampir-hampir langit terpecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu)." (Maryam: 90)
أَن دَعَوۡا۟ لِلرَّحۡمَـٰنِ وَلَدࣰا
"(Yaitu ketika) mereka menganggap (bahwa Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak." (Maryam: 91)
وَمَا یَنۢبَغِی لِلرَّحۡمَـٰنِ أَن یَتَّخِذَ وَلَدًا
"Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak." (Maryam: 92)
إِن كُلُّ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّاۤ ءَاتِی ٱلرَّحۡمَـٰنِ عَبۡدࣰا
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." (Maryam: 93)
✍🏻 Imam Al-Baghawi rahimahullah menafsirkan,
إن كل من في السماوات والأرض إلا آتي الرحمن أي : إلا آتيه يوم القيامة ( عبدا ) ذليلا خاضعا
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, yakni akan menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kelak pada hari kiamat sebagai hamba yang tunduk dan berserah diri hanya kepada Allah.
يعني :أن الخلق كلهم عبيده.
Maksudnya, seluruh makhluk tanpa terkecuali (termasuk Nabi Isa 'alaihis salam, -pent.) adalah hamba-Nya.
📚 Tafsir al-Baghawi (Ma'aalim at-Tanzil) 5/257
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا
"Hampir-hampir langit terpecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu)." (Maryam: 90)
أَن دَعَوۡا۟ لِلرَّحۡمَـٰنِ وَلَدࣰا
"(Yaitu ketika) mereka menganggap (bahwa Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak." (Maryam: 91)
وَمَا یَنۢبَغِی لِلرَّحۡمَـٰنِ أَن یَتَّخِذَ وَلَدًا
"Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak." (Maryam: 92)
إِن كُلُّ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّاۤ ءَاتِی ٱلرَّحۡمَـٰنِ عَبۡدࣰا
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." (Maryam: 93)
✍🏻 Imam Al-Baghawi rahimahullah menafsirkan,
إن كل من في السماوات والأرض إلا آتي الرحمن أي : إلا آتيه يوم القيامة ( عبدا ) ذليلا خاضعا
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, yakni akan menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kelak pada hari kiamat sebagai hamba yang tunduk dan berserah diri hanya kepada Allah.
يعني :أن الخلق كلهم عبيده.
Maksudnya, seluruh makhluk tanpa terkecuali (termasuk Nabi Isa 'alaihis salam, -pent.) adalah hamba-Nya.
📚 Tafsir al-Baghawi (Ma'aalim at-Tanzil) 5/257
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Forwarded from Salafy Indonesia
بسم الله الرحمن الرحيم
✋🏻⚠⁉📢 Apakah Tidak Mengucapkan ‘Selamat Natal’ Berarti Intoleransi?
Setiap menjelang tahun baru masehi dan bulan Desember, kaum muslimin selalu diributkan dengan toleransi atau intoleransi terhadap nonmuslim. Pasalnya, ada saja pihak tertentu yang seolah-olah memaksa kaum muslimin untuk mengucapkan selamat hari Natal kepada kaum Nasrani. Padahal perayaan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam, artinya bukan bagian dari Islam sama sekali.
Lantas mengapa seolah-olah ucapan selamat Natal begitu dipaksakan? Bukankah urusan agama dan keyakinan, setiap kita meyakini keyakinannya sendiri-sendiri? Bukankan hal itu sudah ditegaskan dalam ayat yang hampir setiap muslim menghafalnya?
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” (al-Kafirun: 6)
Tidak Mengucapkan Selamat Natal, Sikap Intoleran?
Apabila seorang muslim berkeyakinan bahwa dalam agamanya tidak boleh mengucapkan selamat Natal, tentu saja ini bukan bagian dari intoleransi. Sebab, undang-undang negara telah mengesahkan setiap pemeluk agama untuk melaksanakan syariat agamanya.
Di sisi lain, tidak mengucapkan selamat Natal tidak lantas berkonsekuensi sikap radikal atau teror. Sebab, Islam telah mengajarkan toleransi, tetapi dalam bidang lain. Toleransi yang diajarkan Islam adalah dalam hal perilaku sosial, bukan dalam urusan akidah yang mengorbankan keyakinan dan prinsip agama.
Oleh karena itu, seorang muslim dibolehkan menjenguk tetangga nonmuslim yang sakit, memberinya hadiah, menjawab salamnya bila mengucapkan salam Islam kepada kita, dan tidak boleh mengganggu serta menyakitinya. Perhatikan firman Allah subhanahu wa taa’la,
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (al-Mumtahanah: 8)
Adapun mengikuti acara hari raya nonmuslim, mengucapkan selamat atas perayaan hari raya tersebut, memberikan kartu ucapan selamat atau hadiah dalam rangka perayaannya, ini bukan toleransi yang diajarkan oleh Islam. Sebab, melakukan perbuatan-perbuatan tersebut berarti telah ikut serta dan larut dalam prosesi hari raya mereka, yang sangat erat dengan keyakinan dan akidah yang mereka yakini.
Anda muslim? Coba ingat kembali sejarah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam buku-buku sirah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diajak bertoleransi dengan orang-orang kafir dalam keyakinan mereka. Nabi kita diajak untuk beribadah kepada Tuhan mereka satu tahun, lalu pada tahun berikutnya mereka yang beribadah kepada Tuhan Nabi kita, Muhammad. Inilah ide orang-orang musyrik.
Apakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima tawaran itu?
Tentu saja tidak. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menolak dengan keras. Meskipun demikian, pada saat yang sama beliau berinteraksi sosial dengan baik dengan pihak-pihak yang tidak memusuhi Islam, seperti pamannya sendiri yang masih musyrik. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjaga amanat-amanat musyrikin yang dititipkan kepada beliau, demikian pula berbagai bentuk hubungan sosial yang lain.
Meskipun tidak sama persis dengan toleransi gaya musyrikin, masalah mengucapkan selamat Natal mengandung beberapa hal yang mendekati kemiripan dengannya. Sebab, bila kita tinjau dari sisi ‘ucapan selamat Natal’ saja, terkandung suatu keridhaan terhadap parayaan Natal tersebut. Tinjauan ini terlepas dari apa yang ada dalam keyakinan saat mengucapkannya karena urusan keyakinan hanya Allah yang Mahatahu.
Yang jelas, pada dasarnya, suatu ucapan atau amalan yang tidak benar tidak akan menjadi benar saat dilakukan atau diucapkan dengan niat yang benar sekalipun. Ia tetap salah, hanya saja berbeda tingkat kesalahannya. Ibara
✋🏻⚠⁉📢 Apakah Tidak Mengucapkan ‘Selamat Natal’ Berarti Intoleransi?
Setiap menjelang tahun baru masehi dan bulan Desember, kaum muslimin selalu diributkan dengan toleransi atau intoleransi terhadap nonmuslim. Pasalnya, ada saja pihak tertentu yang seolah-olah memaksa kaum muslimin untuk mengucapkan selamat hari Natal kepada kaum Nasrani. Padahal perayaan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam, artinya bukan bagian dari Islam sama sekali.
Lantas mengapa seolah-olah ucapan selamat Natal begitu dipaksakan? Bukankah urusan agama dan keyakinan, setiap kita meyakini keyakinannya sendiri-sendiri? Bukankan hal itu sudah ditegaskan dalam ayat yang hampir setiap muslim menghafalnya?
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” (al-Kafirun: 6)
Tidak Mengucapkan Selamat Natal, Sikap Intoleran?
Apabila seorang muslim berkeyakinan bahwa dalam agamanya tidak boleh mengucapkan selamat Natal, tentu saja ini bukan bagian dari intoleransi. Sebab, undang-undang negara telah mengesahkan setiap pemeluk agama untuk melaksanakan syariat agamanya.
Di sisi lain, tidak mengucapkan selamat Natal tidak lantas berkonsekuensi sikap radikal atau teror. Sebab, Islam telah mengajarkan toleransi, tetapi dalam bidang lain. Toleransi yang diajarkan Islam adalah dalam hal perilaku sosial, bukan dalam urusan akidah yang mengorbankan keyakinan dan prinsip agama.
Oleh karena itu, seorang muslim dibolehkan menjenguk tetangga nonmuslim yang sakit, memberinya hadiah, menjawab salamnya bila mengucapkan salam Islam kepada kita, dan tidak boleh mengganggu serta menyakitinya. Perhatikan firman Allah subhanahu wa taa’la,
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (al-Mumtahanah: 8)
Adapun mengikuti acara hari raya nonmuslim, mengucapkan selamat atas perayaan hari raya tersebut, memberikan kartu ucapan selamat atau hadiah dalam rangka perayaannya, ini bukan toleransi yang diajarkan oleh Islam. Sebab, melakukan perbuatan-perbuatan tersebut berarti telah ikut serta dan larut dalam prosesi hari raya mereka, yang sangat erat dengan keyakinan dan akidah yang mereka yakini.
Anda muslim? Coba ingat kembali sejarah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam buku-buku sirah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diajak bertoleransi dengan orang-orang kafir dalam keyakinan mereka. Nabi kita diajak untuk beribadah kepada Tuhan mereka satu tahun, lalu pada tahun berikutnya mereka yang beribadah kepada Tuhan Nabi kita, Muhammad. Inilah ide orang-orang musyrik.
Apakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima tawaran itu?
Tentu saja tidak. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menolak dengan keras. Meskipun demikian, pada saat yang sama beliau berinteraksi sosial dengan baik dengan pihak-pihak yang tidak memusuhi Islam, seperti pamannya sendiri yang masih musyrik. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjaga amanat-amanat musyrikin yang dititipkan kepada beliau, demikian pula berbagai bentuk hubungan sosial yang lain.
Meskipun tidak sama persis dengan toleransi gaya musyrikin, masalah mengucapkan selamat Natal mengandung beberapa hal yang mendekati kemiripan dengannya. Sebab, bila kita tinjau dari sisi ‘ucapan selamat Natal’ saja, terkandung suatu keridhaan terhadap parayaan Natal tersebut. Tinjauan ini terlepas dari apa yang ada dalam keyakinan saat mengucapkannya karena urusan keyakinan hanya Allah yang Mahatahu.
Yang jelas, pada dasarnya, suatu ucapan atau amalan yang tidak benar tidak akan menjadi benar saat dilakukan atau diucapkan dengan niat yang benar sekalipun. Ia tetap salah, hanya saja berbeda tingkat kesalahannya. Ibara
Forwarded from Salafy Indonesia
t orang yang mencuri untuk disedekahkan dengan orang yang mencuri untuk berjudi, keduanya salah tetapi nilai salahnya berbeda.
Makna Perayaan Natal dan Konsekuensinya
Sesungguhnya perayaan Natal sendiri apa maknanya?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Natal adalah hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih (tanggal 25 Desember).
Atas dasar itu, kita sebagai seorang muslim semestinya memandang Natal menurut keyakinan Nasrani saat ini. Bukankah Natal artinya “hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih, sebagai anak Tuhan, dan salah satu Tuhan”?
Jika demikian, apakah hal ini tidak terkait dengan keyakinan atau akidah yang asasi dalam agama kita, Islam? Sebab, kaum muslimin meyakini bahwa Isa adalah utusan Allah, salah seorang nabi dan rasul yang mulia, termasuk Ulul Azmi dari para rasul. Beliau bukan anak Tuhan atau Tuhan.
Nah, kalau begitu, apa makna ucapan seseorang “Selamat Hari Natal” kepada seorang Nasrani?
Kalau bermakna seperti yang mereka yakini bahwa Isa adalah anak Tuhan, berarti kita telah ridha dengan keyakinan itu. Semoga Allah melindungi kita dan segenap kaum muslimin dari keridhaan terhadap keyakinan tersebut.
Jelas, ini menyangkut dan berpengaruh buruk kepada akidah seorang muslim. Salah fatal apabila dikatakan, “Ucapan selamat Natal tidak mempengaruhi akidah.”
Kemungkinan lain, orang yang mengucapkan “Selamat Natal” berkeyakinan seperti keyakinan muslimin bahwa Isa bukan anak Tuhan. Dengan keyakinan ini, orang yang mengucapkan “Selamat Natal” kepada seorang Nasrani telah bersikap munafik terhadapnya. Bukankah begitu? Tolong cermati.
Karena itu, tidak dibenarkan kalau ada yang beralasan dan mengatakan bahwa yang mengatakan selamat Natal adalah Nabi Isa karena dalam ayat Al-Qur’an disebutkan,
وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
“Dan keselamatan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Maryam: 33)
Ucapan selamat yang tersebut dalam ayat di atas adalah keselamatan atas kelahiran beliau sebagai hamba Allah dan Nabi-Nya, selamat dari gangguan setan. Bukankah dalam rangkaian ayat-ayat pada Surah Maryam itu disebutkan bahwa Nabi Isa mengatakan,
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
“Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah telah memberiku kitab dan menjadikan aku sebagai nabi.” (Maryam: 30)
Dalam Surah Maryam ayat 88—93, Allah mengecam mereka yang meyakini bahwa Isa adalah anak Allah. Subhanallah.
Pembaca muslim….
Belum lagi kalau kita menengok kepada perbuatan apa saja yang dilakukan saat perayaan hari Natal diselenggarakan. Tentu saja ada penyembahan terhadap salib, panjatan doa kepada selain Allah, dan lain-lain; yang dalam ajaran agama kita, Islam, hal-hal tersebut tidak diperbolehkan. Bahkan, hal tersebut merupakan larangan terbesar. Apakah kita akan mengucapkan selamat atas semua perbuatan itu?!
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ، ولا يدري قبح ما فعل ، فمن هنّأ عبداً بمعصية أو بدعة ، أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه. (أحکام أهل الذمة 1/44)
“Adapun memberi ucapan selamat pada syiar-syiar kekufuran orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat Natal, -pent.) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmak (kesepakatan) ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat atas hari raya dan puasa mereka, seperti mengatakan, ‘Ied mubarak atasmu,’ atau dengan ucapan, ‘Selamat hari raya,’ dan semacamnya. Seandainya orang yang mengucapkannya selamat dari kekufuran, minimalnya dia terjatuh pada perkara yang haram. Ucapan selamat hari raya kepada mereka seperti ini sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan kepada salib. Bah
Makna Perayaan Natal dan Konsekuensinya
Sesungguhnya perayaan Natal sendiri apa maknanya?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Natal adalah hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih (tanggal 25 Desember).
Atas dasar itu, kita sebagai seorang muslim semestinya memandang Natal menurut keyakinan Nasrani saat ini. Bukankah Natal artinya “hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih, sebagai anak Tuhan, dan salah satu Tuhan”?
Jika demikian, apakah hal ini tidak terkait dengan keyakinan atau akidah yang asasi dalam agama kita, Islam? Sebab, kaum muslimin meyakini bahwa Isa adalah utusan Allah, salah seorang nabi dan rasul yang mulia, termasuk Ulul Azmi dari para rasul. Beliau bukan anak Tuhan atau Tuhan.
Nah, kalau begitu, apa makna ucapan seseorang “Selamat Hari Natal” kepada seorang Nasrani?
Kalau bermakna seperti yang mereka yakini bahwa Isa adalah anak Tuhan, berarti kita telah ridha dengan keyakinan itu. Semoga Allah melindungi kita dan segenap kaum muslimin dari keridhaan terhadap keyakinan tersebut.
Jelas, ini menyangkut dan berpengaruh buruk kepada akidah seorang muslim. Salah fatal apabila dikatakan, “Ucapan selamat Natal tidak mempengaruhi akidah.”
Kemungkinan lain, orang yang mengucapkan “Selamat Natal” berkeyakinan seperti keyakinan muslimin bahwa Isa bukan anak Tuhan. Dengan keyakinan ini, orang yang mengucapkan “Selamat Natal” kepada seorang Nasrani telah bersikap munafik terhadapnya. Bukankah begitu? Tolong cermati.
Karena itu, tidak dibenarkan kalau ada yang beralasan dan mengatakan bahwa yang mengatakan selamat Natal adalah Nabi Isa karena dalam ayat Al-Qur’an disebutkan,
وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
“Dan keselamatan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Maryam: 33)
Ucapan selamat yang tersebut dalam ayat di atas adalah keselamatan atas kelahiran beliau sebagai hamba Allah dan Nabi-Nya, selamat dari gangguan setan. Bukankah dalam rangkaian ayat-ayat pada Surah Maryam itu disebutkan bahwa Nabi Isa mengatakan,
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
“Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah telah memberiku kitab dan menjadikan aku sebagai nabi.” (Maryam: 30)
Dalam Surah Maryam ayat 88—93, Allah mengecam mereka yang meyakini bahwa Isa adalah anak Allah. Subhanallah.
Pembaca muslim….
Belum lagi kalau kita menengok kepada perbuatan apa saja yang dilakukan saat perayaan hari Natal diselenggarakan. Tentu saja ada penyembahan terhadap salib, panjatan doa kepada selain Allah, dan lain-lain; yang dalam ajaran agama kita, Islam, hal-hal tersebut tidak diperbolehkan. Bahkan, hal tersebut merupakan larangan terbesar. Apakah kita akan mengucapkan selamat atas semua perbuatan itu?!
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ، ولا يدري قبح ما فعل ، فمن هنّأ عبداً بمعصية أو بدعة ، أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه. (أحکام أهل الذمة 1/44)
“Adapun memberi ucapan selamat pada syiar-syiar kekufuran orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat Natal, -pent.) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmak (kesepakatan) ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat atas hari raya dan puasa mereka, seperti mengatakan, ‘Ied mubarak atasmu,’ atau dengan ucapan, ‘Selamat hari raya,’ dan semacamnya. Seandainya orang yang mengucapkannya selamat dari kekufuran, minimalnya dia terjatuh pada perkara yang haram. Ucapan selamat hari raya kepada mereka seperti ini sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan kepada salib. Bah
Forwarded from Salafy Indonesia
kan, ucapan selamat hari raya tersebut lebih besar dosanya dan lebih dibenci oleh Allah daripada seseorang memberi ucapan selamat kepada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang menghargai agama Islam terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barang siapa memberi ucapan selamat atas perbuatan maksiat, bid’ah, atau kekufuran; dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah.” ( Ahkamu Ahlidz Dzimmah 1/441)
Berpikirlah sejenak. Jangan pening karena masalah ini. Tetaplah pada prinsip agama Anda sebagai muslim. Anda dijamin benar oleh Islam dan undang-undang negara. Anda tidak jatuh dalam INTOLERANSI hanya karena tidak mengucapkan “Selamat Natal”, dengan tetap menjaga hubungan sosial yang benar dan baik.
Selanjutnya, sebagai sebuah renungan, perhatikan firman Allah ketika mensifati hamba-hamba-Nya yang disebut “’Ibadur Rahman” berikut ini,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan....” (al-Furqan: 72)
Ulama ahli tafsir dari kalangan tabi’in dan yang lain, seperti Abul ‘Aliyah, Thawus, Muhammad bin Sirin, adh-Dhahhak, dan Rabi’ bin Anas menafsirkan bahwa yang dimaksud ayat di atas adalah menyaksikan hari-hari raya orang musyrik. ( Tafsir Ibnu Katsir 3/341)
Sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Jauhilah musuh Allah pada hari raya mereka.” ( Sunan al-Baihaqi 9/234)
Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
“Siapa saja yang tinggal di negeri non-Arab dan ikut serta dalam hari raya Nairuz dan Muhrajan mereka, dan menyerupai mereka sampai matinya, ia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama mereka.” ( Sunan al-Baihaqi 9/234)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufik dan petunjuk-Nya kepada kita dalam beribadah dan bermuamalah.
Ditulis oleh:
al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Selasa, 27 Rabi’ulakhir 1441 H, bertepatan dengan 24 Desember 2019 M
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Berpikirlah sejenak. Jangan pening karena masalah ini. Tetaplah pada prinsip agama Anda sebagai muslim. Anda dijamin benar oleh Islam dan undang-undang negara. Anda tidak jatuh dalam INTOLERANSI hanya karena tidak mengucapkan “Selamat Natal”, dengan tetap menjaga hubungan sosial yang benar dan baik.
Selanjutnya, sebagai sebuah renungan, perhatikan firman Allah ketika mensifati hamba-hamba-Nya yang disebut “’Ibadur Rahman” berikut ini,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan....” (al-Furqan: 72)
Ulama ahli tafsir dari kalangan tabi’in dan yang lain, seperti Abul ‘Aliyah, Thawus, Muhammad bin Sirin, adh-Dhahhak, dan Rabi’ bin Anas menafsirkan bahwa yang dimaksud ayat di atas adalah menyaksikan hari-hari raya orang musyrik. ( Tafsir Ibnu Katsir 3/341)
Sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Jauhilah musuh Allah pada hari raya mereka.” ( Sunan al-Baihaqi 9/234)
Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
“Siapa saja yang tinggal di negeri non-Arab dan ikut serta dalam hari raya Nairuz dan Muhrajan mereka, dan menyerupai mereka sampai matinya, ia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama mereka.” ( Sunan al-Baihaqi 9/234)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufik dan petunjuk-Nya kepada kita dalam beribadah dan bermuamalah.
Ditulis oleh:
al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Selasa, 27 Rabi’ulakhir 1441 H, bertepatan dengan 24 Desember 2019 M
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
بسم الله الرحمن الرحيم
📝 Benarkah Ucapan Selamat Natal Tidak Mempengaruhi Akidah?
☝🏻Sebuah nasihat terkait ucapan selamat Natal
🌎 Link Unduh PDF: http://bit.ly/TentangSelamatNatal
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
⏬⏬⏬⏬⏬⏬
📝 Benarkah Ucapan Selamat Natal Tidak Mempengaruhi Akidah?
☝🏻Sebuah nasihat terkait ucapan selamat Natal
🌎 Link Unduh PDF: http://bit.ly/TentangSelamatNatal
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
⏬⏬⏬⏬⏬⏬