Salafy Indonesia
57.2K subscribers
3.8K photos
290 videos
41 files
9.24K links
💎 Menjalin Ukhuwwah di Atas Minhaj Nubuwwah

📝 Silakan menyebarkan tanpa mengubah materi dan tetap mencantumkan sumber.

💻 Media resmi: t.me/forumsalafy, forumsalafy.net, dan Grup WSI

📲 Admin: Muhammad (Cileungsi, Bogor) salafyindonesia001@gmail.com
Download Telegram
depan, maknanya “Aku akan menggoda manusia sehingga mereka ragu dan lalai terhadap perkara akhiratnya.”

- dari arah belakang, maknanya “Aku akan memerdaya manusia agar bersemangat dalam urusan dunianya (sehingga melalaikannya dari ketaatan kepada Allah).”

- dari arah kanan, “Aku akan membuat manusia merasa rancu dan ragu terhadap agamanya.”

- dari arah kiri, “Aku akan menggoda manusia agar senang dan terus tenggelam dalam kemaksiatan.”

Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma juga menjelaskan bahwa makna “Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur” adalah “muwahhidin” (tidak akan mendapati kebanyakan manusia mentauhidkan Allah). (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir, 3/394—395. Lihat juga Umdatut Tafsir, 2/11)

📌 Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, selain memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia (penyakit, wabah, bencana, dll.) dan di akhirat; dia juga memohon perlindungan dari godaan iblis pada seluruh arah (depan, belakang, kanan, dan kiri) dengan perincian seperti yang disebutkan dalam keterangan Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma di atas.

Demikian pula dia telah meminta kepada Allah untuk digolongkan ke dalam hamba-hambanya yang “muwahhidin” (bertauhid).

☝🏻 Pentingnya kedudukan doa ini, sampai-sampai disebutkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa tersebut untuk dibaca ketika sore dan pagi hari.

📊 Disebutkan dalam riwayat yang lain bahwa paman Nabi, Abbas bin Abdil Muththalib mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”

📋 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,

سَلِ اللهَ الْعَافِيَةَ

“Hendaknya engkau meminta kepada Allah ‘al-afiyah’ (keselamatan dari segala keburukan).”

🕰 Abbas berkata, “Setelah berlalu beberapa hari, aku pun mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lagi seraya mengulangi permohonanku, ‘Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”

✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,

يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّ رَسُولِ اللهِ، سَلُوا اللهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

📒 “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah. Hendaknya engkau meminta kepada Allah al-afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 3871. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3121)

📲 Selengkapnya:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
Channel Telegram || https://t.me/asysyariah

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: APABILA SEDANG MERASA SEDIH, CEMAS, SULIT, DAN GUNDAH GULANA (5)

✋🏼📢💐🌹 Doa Ketika Tertimpa Hamm (Kekhawatiran dan Kesedihan dalam Membayangkan Sesuatu di Masa Depan) dan Huzn (Kesedihan dan Kegundahan ketika Teringat Sesuatu di Masa Lalu)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ أَوْ حُزْنٌ

Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu hamm (kekhawatiran dan kesedihan dalam membayangkan sesuatu di masa depan) dan huzn (kesedihan dan kegundahan ketika teringat sesuatu di masa lalu) pun, lalu dia berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكِ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUKA WABNU ‘ABDIKA WABNU AMATIKA. NAASHIYATII BIYADIKA. MAADHIN FIYYA HUKMUKA. ‘ADLUN FIYYA QADHAA U KA. AS ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAKA. SAMMAITA BIHII NAFSAKA. AU ANZALTAHUU FII KITAABIKA. AU ‘ALLAMTAHUU AHADAN MIN KHALQIKA. AWISTA- TSARTA BIHII FII ‘ILMIL GHAIBI ‘INDAKA. AN TAJ ‘ALAL QUR AANA RABII ‘A QALBII. WA NUURA SHAD RII. WA JILAA A HUZNII. WA DZA HAABA HAMMI

“Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (yang perempuan), ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, adil takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku.”

إِلاَّ أَذْهَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحاً

“Kecuali Allah Azza Wa Jalla akan mengangkat rasa gundah gulananya dan Allah akan mengganti kesedihannya dengan kegembiraan.”

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ

sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah sebaiknya kami mempelajari rangkaian kalimat (doa) tersebut?”

قَالَ: أَجَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Tentu. Hendaklah muslim yang mendengar (doa dalam hadits ini) untuk mempelajarinya.”

(HR. Ahmad 1/391, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 199)

🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
#GALERI_FAWAID# Perisai Seorang Muslim #1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📢✍🏻📑 NASIHAT DAN DUKUNGAN UNTUK TENAGA MEDIS TERKAIT COVID-19

Kepada para tenaga medis yang berkecimpung dalam penanganan pasien virus Corona (Covid-19), saya menasihatkan agar tetap sabar, tegar, waspada, dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

√ Allah ta’ala berfirman,

وَمَن یَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥۤۚ
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.” [Ath-Thalaq: 3]

Hal ini bermakna pula “melindunginya”.

Artinya, seorang muslim yang berbekal dengan hal ini (tawakal kepada Allah) dalam setiap upaya yang dilakukan; dan mengharap pahala di sisi-Nya, usahanya tersebut tidak akan disia-siakan oleh Allah ta’ala.

Allah berfirman,

وَٱصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” [ Hud: 115]

Harapkanlah keutamaan dari Allah. Kalau Allah saja memberikan keutamaan-Nya kepada orang yang menjenguk orang sakit, lantas bagaimana dengan orang yang justru berusaha mengobatinya–tentu akan diberikan keutamaan yang lebih, insyaAllah.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, disebutkan,

مَنْ عَادَ مَرِيضاً لَمٔ يَزَلْ في خُرْفَةِ الجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa menjenguk orang sakit, dia akan senantiasa berada di tengah taman-taman surga hingga dia kembali.”

Disebutkan pula dalam redaksi lain,

“Barang siapa menjenguk seorang muslim yang sakit, dia seakan sedang berjalan di antara taman-taman surga hingga dia duduk. Apabila dia duduk, dia akan diliputi rahmat.

Jika itu dilakukan di pagi hari, 70 ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga masuk waktu sore. Jika dilakukan di sore hari, 70 ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga masuk waktu pagi.” hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahihkan oleh al-Albani rahimahumullah.

Dalam hadis riwayat Muslim, dari sahabat Abu Hurairah, Nabi bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةَ مِنْ كُرَبِ الدُنْيا نَفَّسَ اللّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيامَةِ

“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya di Hari Kiamat kelak.”

و مَنْ يَسَّر على مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللّهُ عَلَيهِ فِي الدُنيا و الآخِرَة

“Barang siapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.”

و اللّهُ في عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya.”

خَيرُ الناسِ أَنْفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi mereka.”

Hadis ini akan memberikan harapan bagi kita apabila kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia. Jika amalan yang mudah dilakukan saja akan diberikan pahala, amalan yang besar dan bermanfaat pun demikian.

Nabi bersabda,

لَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حاجَةٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِن أَن أَعْتَكِفَ في هذا المسجد –يعني المسجد النبوي– شَهْراً

“Sungguh, aku berjalan dalam rangka membantu urusan saudaraku, hal tersebut lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (yakni Masjid Nabawi) selama sebulan.”

Maka dari itu, hendaknya setiap orang yang sedang menangani pasien, terkhusus pasien Covid-19, menjadikan hadis-hadis ini sebagai pemberi harapan bagi mereka agar menambah timbangan amal mereka di sisi Allah azza wa jalla.

Semoga Allah senantiasa melindungi kaum muslimin dan segera mengangkat wabah tersebut, serta memberikan kesembuhan bagi yang sakit.

Semoga sedikit nasihat ini bermanfaat

📢 Tausiyah al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.

🌎 Sumber || https://asysyariah.com/nasihat-dan-dukungan-untuk-tenaga-medis-terkait-covid-19/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻✍🏻📑 PATUH DAN TAAT PADA PEMERINTAH DI SAAT WABAH MELANDA

Terkait kondisi sekarang, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam katakan, “Patuh, taatlah kepada pemerintah kalian yang memimpin,

kita, terutama muslimin atau salafiyin secara khusus, diuji di saat-saat seperti ini, sejauh mana ketaatan kita kepada pemerintah.

Ketaatan, dalam keadaan kita senang atau terpaksa, dalam keadaan susah ataupun mudah. Senang, karena apa yang menjadi perintah dan ketetapan mereka mungkin menguntungkan kita, sesuai dengan yang kita inginkan. Terpaksa, karena keputusan pemerintah mungkin kita rasa merugikan kita, kita anggap itu tidak menguntungkan bagi kita, di situ kita diuji.

Ketaatan

Seperti yang Antum tahu, mungkin di banyak negeri, termasuk kita di Indonesia, Pemerintah menginginkan kemaslahatan bagi rakyatnya, mengawal kemaslahatan, kesehatan mereka.

Maka menetapkan beberapa ketentuan terkait shalat berjamaah di masjid, shalat Jumat, maka taati pemimpin kita.

Ini sekarang ujian, ujian amaliah bahwa selama ini kita belajar hanya sebatas teori, mudah.

Manhaj ahlus sunnah taat kepada pemerintahnya, manhaj khawarij menentang kepada pemerintahnya. Manhaj ahlus sunnah memuliakan, mengagungkan pemerintahnya, mencintai mereka, mendoakan baik. Khawarij mencela, membenci mereka, dan seterusnya.

Itu teori, mudah,

tinggal pengamalannya sekarang Di situ akan terlihat ahlus sunnah yang benar-benar jujur, dan siapa pula yang mengada-ada akan tersisihkan.

Perkaranya menuntut konsekuensi kita untuk jujur dan konsekuen terhadap apa yang kita pelajari selama ini.

khair, insyaAllah

📢 Kutipan al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc. hafizhahullah

🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/patuh-dan-taat-pada-pemerintah-di-saat-wabah-melanda/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
#GALERI_FAWAID# Perisai Seorang Muslim #2
✋🏻🌷💐 KEBERKAHAN MUSYAWARAH

✍🏻 Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri rahimahullah bahwa beliau mengatakan,

إن الله عز وجل لم يأمر نبيه بمشاورة أصحابه لحاجة منه إلى آرائهم، ولكنه أحب أن يعلمه ما في المشاورة من البركة

“Sesungguhnya Allah tidaklah memerintah Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam agar bermusyawarah dengan para sahabat beliau karena memerlukan pendapat mereka. Akan tetapi, Allah hendak mengajari beliau tentang keberkahan yang ada pada musyawarah.”

📚 (Bahjatul Majalis 1/449)

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/keberkahan-musyawarah/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏻 APAKAH SEORANG MUKMIN BISA BERBUAT HASAD

✍🏻 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah ditanya,

أيحسد المؤ من؟

“Apakah seorang mukmin bisa berbuat hasad?”

Beliau menjawab,

وما أنساك بنى يعقوب؟

“Apa yang menyebabkanmu lupa tentang kisah putra-putra Ya’qub (yang hasad terhadap Nabi Yusuf)?”

📚 (Uyunul Akhbar, 3/9)

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/apakah-seorang-mukmin-bisa-bebuat-hasad/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲[VIDEO] : Nasihat Ulama Di Masa Wabah

📢 Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah

🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-nasihat-ulama-di-masa-wabah/
#GALERI_FAWAID# Perisai Seorang Muslim #3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻 TIDAK MELANGGAR LARANGAN PEMERINTAH

Dalam Siyar A’lam an-Nubala, Adz-Dzahabi menyebutkan kisah pecakapan antara Abu Wahb Zahid al-Andalus dan seorang yang bernama Faqir,

قَالَ فَقير:فَقَدْ قُلْتُ لَيْلَةً لأَبِي وَهْبٍ:قُمْ بِنَا لزيَارَةِ فُلاَن.
قَالَ:وَأَيْنَ العِلْمُ؟وَلِيُّ الأَمْرِ لَهُ طَاعَة، وَقَدْ منعَ مِنَ المشِي ليلاً.

Suatu malam, Faqir berkata kepada Abu Wahb, “Mari kita mendatangi si Fulan bersama-sama!”

Abu Wahb menjawab (dengan pengingkaran), “(Kalau kita melakukannya) di manakah ilmu? *Hak penguasa adalah ditaati,* sedangkan penguasa telah melarang bepergian di malam hari.”

📚 (Siyar A’lam an-Nubala, 30/3)

🌎 Sumber || https://asysyariah.com/nasihat-untuk-bersungguh-sungguh-menaati-pemerintah-pada-masa-wabah/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
#GALERI_FAWAID# Perisai Seorang Muslim #4
✋🏻💥 SEORANG MUKMIN TIDAK BERTINDAK JAHIL

✍🏻 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,

المؤمن لا يجهل، وإن جهل عليه حلم، لا يظلم وإن ظلم غفر، لا يبخل وإن بخل عليه صبر

“Seorang mukmin tidak mengganggu orang lain. Kalau diganggu dia akan bersikap santun. Seorang mukmin juga tidak berbuat zalim. Kalau dia dizalimi, dia akan memaafkannya. Seorang mukmin juga tidak akan berbuat bakhil. Kalau ada yang bakhil terhadapnya, dia akan bersabar.”

📚 (Rasail Ibnu Abid Dunya, hal. 27)

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/seorang-mukmin-tidak-bertindak-jahil/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏻📢💐🌷 AMALAN YANG PALING BAIK

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat al-Mulk, ayat dua,

الذي خلق الموت و الحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا

“Sesungguhnya Dialah Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalannya.”

Siapa di antara kalian yang paling bagus perangainya, paling bagus akhlaknya, paling lurus akidahnya paling sesuai dengan sunnah nabinya. Kata al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah,

makna ahsanu amalan “Yang paling ikhlasnya dan yang paling cocok dengan sunnah.” ahsanuha adalah akhlasuha wa ashwabuha

ahsanu amala, yang paling baik amalannya adalah yang paling ikhlasnya dan yang paling sesuai dengan ajaran sunnah Rasulullah

Walaupun ikhlas seikhlas-ikhlasnya,

kalau dia tidak mencocoki ajaran sunnah Rasulullah, tertolak, enggak diterima Dan itu dengan hadis-hadis sahih, dalam kitab-kitab sahih

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو ردّ

Siapa yang beramal dengan amalan yang bukan perintahku dan tidak ada perintahku maka dia tertolak atau

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ

Siapa yang mengada-adakan suatu ajaran baru dalam agamanya,

bukan dari nabinya, dia tertolak Maka bekal yang kita bawa dalam pertemuan nanti dengan Allah, bekal menuju kematian, bekal menuju akhirat, bekal menuju negeri yang abadi adalah ahsanu amalan

Sebaik-baik amalan, yaitu yang paling ikhlasnya, paling murni untuk Allah, dan yang paling ashwabuha yang paling tepat, cocok dengan ajaran sunnah Rasulullah

📢 Kutipan al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah

🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/amalan-yang-paling-baik/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona & Lainnya

Link Unduh E-Book || https://bit.ly/2UJZEjw