KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: APABILA SEDANG MERASA SEDIH, CEMAS, SULIT, DAN GUNDAH GULANA (2)
✋🏻📢💐🌹 Bacaan yang Diucapkan Ketika Kesusahan
Sahabiyah Asma’ bintu ‘Umais radhiyallahu anha mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku,
أَلاَ أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَقُولِينَهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ أَوْ فِي الْكَرْبِ
“Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang hendaklah engkau ucapkan ketika tertimpa kesusahan,
اللهُ اللهُ رَبِّي، لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“ALLAAHU ALLAAHU RABBII, LAA USY RIKU BIHII SYAI AN”
“Allah… Allah… (Dialah) Rabbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.”
(HR. Abu Dawud no. 1525. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 1525)
🌎 Sumber || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏻📢💐🌹 Bacaan yang Diucapkan Ketika Kesusahan
Sahabiyah Asma’ bintu ‘Umais radhiyallahu anha mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku,
أَلاَ أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَقُولِينَهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ أَوْ فِي الْكَرْبِ
“Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang hendaklah engkau ucapkan ketika tertimpa kesusahan,
اللهُ اللهُ رَبِّي، لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“ALLAAHU ALLAAHU RABBII, LAA USY RIKU BIHII SYAI AN”
“Allah… Allah… (Dialah) Rabbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.”
(HR. Abu Dawud no. 1525. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 1525)
🌎 Sumber || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: APABILA SEDANG MERASA SEDIH, CEMAS, SULIT, DAN GUNDAH GULANA (3)
✋🏼📢💐🌹 Bacaan yang Diucapkan dalam Kondisi Sempit dan Terdesak
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ
“Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus) ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, beliau berdoa,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
LAA ILAA HA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHAALIMIIN
“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”
فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ
“Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengan mengucapkan kalimat ini dalam keadaan segenting apa pun, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 3505. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3505)
🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏼📢💐🌹 Bacaan yang Diucapkan dalam Kondisi Sempit dan Terdesak
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ
“Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus) ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, beliau berdoa,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
LAA ILAA HA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHAALIMIIN
“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”
فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ
“Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengan mengucapkan kalimat ini dalam keadaan segenting apa pun, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 3505. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3505)
🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Kita Semua Membutuhkan Allah
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-kita-semua-membutuhkan-allah/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-kita-semua-membutuhkan-allah/
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: MARI MEMPERBANYAK DOA (4)
📝 Doa Melihat Orang Lain yang Tertimpa Penyakit Atau Musibah sehingga Dijauhkan dari Musibah Tersebut
☝🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ:
“Barang siapa mendapati orang yang sedang tertimpa bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.) kemudian dia berdoa,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا،
"ALHAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII MIMMAB TALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIMMIMMAN KHALAQA TAFDHILAA
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Allah timpakan kepadamu (berupa penyakit atau musibah) dan (segala puji bagi-Nya) yang telah melebihkan aku atas kebanyakan hamba-hamba-Nya.”
إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
☝🏻 (Barang siapa yang mengucapkannya) niscaya dia akan diselamatkan dari bala tersebut selama dia hidup.”*
📚 (HR. at-Tirmidzi no. 3432, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3432)
📌 Dalam doa ini, terdapat dua hal penting:
1⃣ Ucapan syukur yang terkandung dalam doa ini tidak berarti bersyukur atas kesengsaraan orang lain. Namun, ucapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kita diselamatkan dari bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.). Kalau bukan semata-mata nikmat dan karunia dari Allah, niscaya kita tidak akan selamat dari penyakit dan bencana tersebut.
Oleh karena itu, seorang yang mendapati orang lain sedang tertimpa sebuah penyakit atau bencana, hendaklah selalu mengingat nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada pada dirinya, kemudian dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut, sehingga Dia akan melanggengkan nikmat-Nya, bahkan menambahnya.
2⃣ Doa ini menjadi benteng dan wiqayah (perlindungan) dari Allah supaya kita tidak terkena penyakit atau bencana yang menimpa orang lain tersebut.
📲 Selengkapnya:
⚪https://asysyariah.com/memperbanyak-doa-meminta-perlindungan-dari-segala-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
📝 Doa Melihat Orang Lain yang Tertimpa Penyakit Atau Musibah sehingga Dijauhkan dari Musibah Tersebut
☝🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ:
“Barang siapa mendapati orang yang sedang tertimpa bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.) kemudian dia berdoa,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا،
"ALHAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII MIMMAB TALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIMMIMMAN KHALAQA TAFDHILAA
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Allah timpakan kepadamu (berupa penyakit atau musibah) dan (segala puji bagi-Nya) yang telah melebihkan aku atas kebanyakan hamba-hamba-Nya.”
إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
☝🏻 (Barang siapa yang mengucapkannya) niscaya dia akan diselamatkan dari bala tersebut selama dia hidup.”*
📚 (HR. at-Tirmidzi no. 3432, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3432)
📌 Dalam doa ini, terdapat dua hal penting:
1⃣ Ucapan syukur yang terkandung dalam doa ini tidak berarti bersyukur atas kesengsaraan orang lain. Namun, ucapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kita diselamatkan dari bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.). Kalau bukan semata-mata nikmat dan karunia dari Allah, niscaya kita tidak akan selamat dari penyakit dan bencana tersebut.
Oleh karena itu, seorang yang mendapati orang lain sedang tertimpa sebuah penyakit atau bencana, hendaklah selalu mengingat nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada pada dirinya, kemudian dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut, sehingga Dia akan melanggengkan nikmat-Nya, bahkan menambahnya.
2⃣ Doa ini menjadi benteng dan wiqayah (perlindungan) dari Allah supaya kita tidak terkena penyakit atau bencana yang menimpa orang lain tersebut.
📲 Selengkapnya:
⚪https://asysyariah.com/memperbanyak-doa-meminta-perlindungan-dari-segala-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
✍🏻📑📢✅ NASIHAT ULAMA DI MASA WABAH
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم على نبينا محمد على آله و صحبه أجمعين
Dari Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Hamdani al-Jabiri
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Sesungguhnya, wabah ini adalah salah satu tentara Allah azza wa jalla. Allah akan menimpakannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah akan menghindarkannya dari siapa yang Dia kehendaki.
Maka dari itu, (kita) harus kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berdoa agar wabah ini diangkat dan kegentingan yang melanda kaum muslimin secara umum dan selain mereka secara khusus, mendapatkan jalan keluar.
Barang siapa melakukan kemaksiatan, kami menasihatinya untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Sebab, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang sahih dari Nabi shalallahu alaihi wasallam –saya menduga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi–(bahwa beliau bersabda),
إِنَّ اللّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya, Allah menerima tobat seorang hamba sebelum rohnya mencapai tenggorokan.”
Makna ghargharah adalah suara getaran roh saat di tenggorokan. Maksudnya, apabila roh manusia sudah sampai di tenggorokan dan dia telah menyaksikan malaikat maut, saat itu tobat tidak lagi diterima.
Saya menasihati kaum muslimin secara umum dan Ahlus Sunnah secara khusus, untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebelum roh-roh (kita) mencapai tenggorokan.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
✍🏻 Didiktekan oleh:
Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Hamdani al-Jabiri
📆 Setelah asar hari Selasa, 29 Rajab 1441 H
و صلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين
🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/nasihat-ulama-di-masa-wabah/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم على نبينا محمد على آله و صحبه أجمعين
Dari Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Hamdani al-Jabiri
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Sesungguhnya, wabah ini adalah salah satu tentara Allah azza wa jalla. Allah akan menimpakannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah akan menghindarkannya dari siapa yang Dia kehendaki.
Maka dari itu, (kita) harus kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berdoa agar wabah ini diangkat dan kegentingan yang melanda kaum muslimin secara umum dan selain mereka secara khusus, mendapatkan jalan keluar.
Barang siapa melakukan kemaksiatan, kami menasihatinya untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Sebab, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang sahih dari Nabi shalallahu alaihi wasallam –saya menduga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi–(bahwa beliau bersabda),
إِنَّ اللّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya, Allah menerima tobat seorang hamba sebelum rohnya mencapai tenggorokan.”
Makna ghargharah adalah suara getaran roh saat di tenggorokan. Maksudnya, apabila roh manusia sudah sampai di tenggorokan dan dia telah menyaksikan malaikat maut, saat itu tobat tidak lagi diterima.
Saya menasihati kaum muslimin secara umum dan Ahlus Sunnah secara khusus, untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebelum roh-roh (kita) mencapai tenggorokan.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
✍🏻 Didiktekan oleh:
Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Hamdani al-Jabiri
📆 Setelah asar hari Selasa, 29 Rajab 1441 H
و صلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين
🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/nasihat-ulama-di-masa-wabah/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: MOHON TIDAK LUPA MEMBACA DOA DAN ZIKIR (4)
📝 Ketika sore hari membaca doa ini sebanyak tiga kali:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.”
☝🏻Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِكَلمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ؛ لَمْ يَضُرَّهُ حُمَّةٌ تِلْكَ اللَّيْلةَ
“Barang siapa mengucapkan A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sengatan (hewan yang berbahaya) pada malam itu.” (HR. at-Tirmidzi* no. 3604. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3604)
📂 Salah seorang perawi hadits ini yang bernama Suhail bin Abi Shalih menceritakan, “Seluruh keluarga kami pun mempelajari hadits ini dan mereka selalu mengucapkannya ketika sore.
📌 Suatu ketika, salah seorang hamba sahaya memperlajari mi disengat hewan. Namun, (dengan sebab zikir sore di atas) dia tidak merasakan sakit.”
📲 Selengkapnya:
⚪ https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
📝 Ketika sore hari membaca doa ini sebanyak tiga kali:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.”
☝🏻Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِكَلمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ؛ لَمْ يَضُرَّهُ حُمَّةٌ تِلْكَ اللَّيْلةَ
“Barang siapa mengucapkan A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sengatan (hewan yang berbahaya) pada malam itu.” (HR. at-Tirmidzi* no. 3604. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3604)
📂 Salah seorang perawi hadits ini yang bernama Suhail bin Abi Shalih menceritakan, “Seluruh keluarga kami pun mempelajari hadits ini dan mereka selalu mengucapkannya ketika sore.
📌 Suatu ketika, salah seorang hamba sahaya memperlajari mi disengat hewan. Namun, (dengan sebab zikir sore di atas) dia tidak merasakan sakit.”
📲 Selengkapnya:
⚪ https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: MARI MEMPERBANYAK DOA (4)
📝 Doa Melihat Orang Lain yang Tertimpa Penyakit Atau Musibah sehingga Dijauhkan dari Musibah Tersebut
☝🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ:
“Barang siapa mendapati orang yang sedang tertimpa bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.) kemudian dia berdoa,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا،
"ALHAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII MIMMAB TALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIMMIMMAN KHALAQA TAFDHILAA
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Allah timpakan kepadamu (berupa penyakit atau musibah) dan (segala puji bagi-Nya) yang telah melebihkan aku atas kebanyakan hamba-hamba-Nya.”
إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
☝🏻 (Barang siapa yang mengucapkannya) niscaya dia akan diselamatkan dari bala tersebut selama dia hidup.”
📚 (HR. at-Tirmidzi no. 3432, dari sahabat Abdullah bin Umar _radhiyallahu anhuma_. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3432)
📌 Dalam doa ini, terdapat dua hal penting:
1⃣ Ucapan syukur yang terkandung dalam doa ini tidak berarti bersyukur atas kesengsaraan orang lain. Namun, ucapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kita diselamatkan dari bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.). Kalau bukan semata-mata nikmat dan karunia dari Allah, niscaya kita tidak akan selamat dari penyakit dan bencana tersebut.
Oleh karena itu, seorang yang mendapati orang lain sedang tertimpa sebuah penyakit atau bencana, hendaklah selalu mengingat nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada pada dirinya, kemudian dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut, sehingga Dia akan melanggengkan nikmat-Nya, bahkan menambahnya.
2⃣ Doa ini menjadi benteng dan wiqayah (perlindungan) dari Allah supaya kita tidak terkena penyakit atau bencana yang menimpa orang lain tersebut.
📲 Selengkapnya:
⚪https://asysyariah.com/memperbanyak-doa-meminta-perlindungan-dari-segala-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
📝 Doa Melihat Orang Lain yang Tertimpa Penyakit Atau Musibah sehingga Dijauhkan dari Musibah Tersebut
☝🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ:
“Barang siapa mendapati orang yang sedang tertimpa bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.) kemudian dia berdoa,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا،
"ALHAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII MIMMAB TALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIMMIMMAN KHALAQA TAFDHILAA
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Allah timpakan kepadamu (berupa penyakit atau musibah) dan (segala puji bagi-Nya) yang telah melebihkan aku atas kebanyakan hamba-hamba-Nya.”
إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
☝🏻 (Barang siapa yang mengucapkannya) niscaya dia akan diselamatkan dari bala tersebut selama dia hidup.”
📚 (HR. at-Tirmidzi no. 3432, dari sahabat Abdullah bin Umar _radhiyallahu anhuma_. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3432)
📌 Dalam doa ini, terdapat dua hal penting:
1⃣ Ucapan syukur yang terkandung dalam doa ini tidak berarti bersyukur atas kesengsaraan orang lain. Namun, ucapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kita diselamatkan dari bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.). Kalau bukan semata-mata nikmat dan karunia dari Allah, niscaya kita tidak akan selamat dari penyakit dan bencana tersebut.
Oleh karena itu, seorang yang mendapati orang lain sedang tertimpa sebuah penyakit atau bencana, hendaklah selalu mengingat nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada pada dirinya, kemudian dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut, sehingga Dia akan melanggengkan nikmat-Nya, bahkan menambahnya.
2⃣ Doa ini menjadi benteng dan wiqayah (perlindungan) dari Allah supaya kita tidak terkena penyakit atau bencana yang menimpa orang lain tersebut.
📲 Selengkapnya:
⚪https://asysyariah.com/memperbanyak-doa-meminta-perlindungan-dari-segala-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: APABILA SEDANG MERASA SEDIH, CEMAS, SULIT, DAN GUNDAH GULANA (4)
✋🏼📢💐🌹 Doa Orang yang Tertimpa Kesulitan
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ : اللهم رَحْمَتَكَ أَرْجُو، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Doa orang yang tertimpa kesulitan adalah
ALLAAHUMMA RAHMATAKA ARJUU WA LAA TAKILNII ILAA NAFSI THARFATA ‘AIN WA ASH LIH LII SYA-NII KULLAH LAA ILAA HA ILLAA ANTA
Ya Allah, hanya rahmat-Mu lah yang kumohon, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata. (Ya Allah,) perbaikilah keseluruhan urusanku. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata.”
(HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 539)
🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏼📢💐🌹 Doa Orang yang Tertimpa Kesulitan
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ : اللهم رَحْمَتَكَ أَرْجُو، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Doa orang yang tertimpa kesulitan adalah
ALLAAHUMMA RAHMATAKA ARJUU WA LAA TAKILNII ILAA NAFSI THARFATA ‘AIN WA ASH LIH LII SYA-NII KULLAH LAA ILAA HA ILLAA ANTA
Ya Allah, hanya rahmat-Mu lah yang kumohon, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata. (Ya Allah,) perbaikilah keseluruhan urusanku. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata.”
(HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 539)
🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Penyesalan Penduduk Neraka
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-penyesalan-penduduk-neraka/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-penyesalan-penduduk-neraka/
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: MOHON TIDAK LUPA MEMBACA DOA DAN ZIKIR (5)
📝 Membaca doa meminta perlindungan dari segala sesuatu setiap pagi dan sore, serta berusaha untuk selalu membacanya.
💎 Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata,
لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُ هَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa berikut ketika sore dan pagi hari,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FII DIINII WA DUNYAAYA WA AHLII WA MAALII
ALLAHUMMASTUR ‘AURATII WA AAMIN RAU’AATII
ALLAHUMMAHFAZHNII MIN BAINI YADAYA WA MIN KHALFII WA ‘AN YAMIINII WA ‘AN SYIMAALII WA MIN FAUQII WA A’UUDZU BI ‘AZHAMATIKA AN UGHTAALA MIN TAHTII
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al-‘afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat.
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu pemaafan dan al-‘afiyah pada agamaku, kehidupan duniaku, keluargaku, dan hartaku.
Ya Allah, tutuplah auratku (aurat dan aibku), berikan rasa aman padaku dari hal-hal yang aku takuti. Ya Allah, jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagungan-Mu agar aku tidak ditenggelamkan dari arah bawahku.” (HR. Abu Dawud no. 5074, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5074 dan Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 599 no. 765)
Keterangan:
• Lafal pada doa اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي ALLAHUMMASTUR ‘AURATII boleh dibaca dengan
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي
ALLAHUMMASTUR ‘AURAATII (dengan memanjangkan huruf “ra”). Kedua pelafalan tersebut sahih.
• Lafal pada awal doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
Boleh dibaca dengan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
sebagaimana dalam riwayat Ibnu Majah no. 3871. Hadits dengan lafal ini juga dinilai sahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3135.
✍🏻 Kesimpulannya, kedua pelafalan tersebut sahih.
☝🏻 Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan makna permohonan “al-afiyah fi ad-dunya wa al-akhirah” adalah, “Keselamatan dari setiap keburukan di dunia dan di akhirat.” (Syarah Sunan Abi Dawud 29/46)
🗓 Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, berarti dia telah memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia dan di akhirat. Di antara keburukan di dunia adalah penyakit, wabah, bencana, dll.; termasuk pula wabah virus Corona.
📕 Al-Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan doa ini ketika menafsirkan ayat ke-16 dan 17 dari surah al-A’raf,
قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ١٧
"Iblis berkata kepada Allah, "(Ya Allah), karena Engkau telah menyesatkanku, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari Shirathal Mustaqim (jalan-Mu yang lurus). Kemudian, aku akan mendatangi mereka (manusia) dari arah depan dan dari belakang mereka, dari arah kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (al-A’raf: 16—17)
💎 Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menjelaskan makna “Kemudian, aku (Iblis) akan mendatangi mereka (manusia):
- dari arah
📝 Membaca doa meminta perlindungan dari segala sesuatu setiap pagi dan sore, serta berusaha untuk selalu membacanya.
💎 Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata,
لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُ هَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa berikut ketika sore dan pagi hari,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FII DIINII WA DUNYAAYA WA AHLII WA MAALII
ALLAHUMMASTUR ‘AURATII WA AAMIN RAU’AATII
ALLAHUMMAHFAZHNII MIN BAINI YADAYA WA MIN KHALFII WA ‘AN YAMIINII WA ‘AN SYIMAALII WA MIN FAUQII WA A’UUDZU BI ‘AZHAMATIKA AN UGHTAALA MIN TAHTII
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al-‘afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat.
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu pemaafan dan al-‘afiyah pada agamaku, kehidupan duniaku, keluargaku, dan hartaku.
Ya Allah, tutuplah auratku (aurat dan aibku), berikan rasa aman padaku dari hal-hal yang aku takuti. Ya Allah, jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagungan-Mu agar aku tidak ditenggelamkan dari arah bawahku.” (HR. Abu Dawud no. 5074, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5074 dan Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 599 no. 765)
Keterangan:
• Lafal pada doa اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي ALLAHUMMASTUR ‘AURATII boleh dibaca dengan
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي
ALLAHUMMASTUR ‘AURAATII (dengan memanjangkan huruf “ra”). Kedua pelafalan tersebut sahih.
• Lafal pada awal doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
Boleh dibaca dengan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
sebagaimana dalam riwayat Ibnu Majah no. 3871. Hadits dengan lafal ini juga dinilai sahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3135.
✍🏻 Kesimpulannya, kedua pelafalan tersebut sahih.
☝🏻 Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan makna permohonan “al-afiyah fi ad-dunya wa al-akhirah” adalah, “Keselamatan dari setiap keburukan di dunia dan di akhirat.” (Syarah Sunan Abi Dawud 29/46)
🗓 Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, berarti dia telah memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia dan di akhirat. Di antara keburukan di dunia adalah penyakit, wabah, bencana, dll.; termasuk pula wabah virus Corona.
📕 Al-Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan doa ini ketika menafsirkan ayat ke-16 dan 17 dari surah al-A’raf,
قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ١٧
"Iblis berkata kepada Allah, "(Ya Allah), karena Engkau telah menyesatkanku, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari Shirathal Mustaqim (jalan-Mu yang lurus). Kemudian, aku akan mendatangi mereka (manusia) dari arah depan dan dari belakang mereka, dari arah kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (al-A’raf: 16—17)
💎 Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menjelaskan makna “Kemudian, aku (Iblis) akan mendatangi mereka (manusia):
- dari arah
depan, maknanya “Aku akan menggoda manusia sehingga mereka ragu dan lalai terhadap perkara akhiratnya.”
- dari arah belakang, maknanya “Aku akan memerdaya manusia agar bersemangat dalam urusan dunianya (sehingga melalaikannya dari ketaatan kepada Allah).”
- dari arah kanan, “Aku akan membuat manusia merasa rancu dan ragu terhadap agamanya.”
- dari arah kiri, “Aku akan menggoda manusia agar senang dan terus tenggelam dalam kemaksiatan.”
◼ Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma juga menjelaskan bahwa makna “Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur” adalah “muwahhidin” (tidak akan mendapati kebanyakan manusia mentauhidkan Allah). (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir, 3/394—395. Lihat juga Umdatut Tafsir, 2/11)
📌 Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, selain memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia (penyakit, wabah, bencana, dll.) dan di akhirat; dia juga memohon perlindungan dari godaan iblis pada seluruh arah (depan, belakang, kanan, dan kiri) dengan perincian seperti yang disebutkan dalam keterangan Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma di atas.
Demikian pula dia telah meminta kepada Allah untuk digolongkan ke dalam hamba-hambanya yang “muwahhidin” (bertauhid).
☝🏻 Pentingnya kedudukan doa ini, sampai-sampai disebutkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa tersebut untuk dibaca ketika sore dan pagi hari.
📊 Disebutkan dalam riwayat yang lain bahwa paman Nabi, Abbas bin Abdil Muththalib mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”
📋 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
سَلِ اللهَ الْعَافِيَةَ
“Hendaknya engkau meminta kepada Allah ‘al-afiyah’ (keselamatan dari segala keburukan).”
🕰 Abbas berkata, “Setelah berlalu beberapa hari, aku pun mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lagi seraya mengulangi permohonanku, ‘Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّ رَسُولِ اللهِ، سَلُوا اللهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
📒 “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah. Hendaknya engkau meminta kepada Allah al-afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 3871. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3121)
📲 Selengkapnya:
⚪ https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
- dari arah belakang, maknanya “Aku akan memerdaya manusia agar bersemangat dalam urusan dunianya (sehingga melalaikannya dari ketaatan kepada Allah).”
- dari arah kanan, “Aku akan membuat manusia merasa rancu dan ragu terhadap agamanya.”
- dari arah kiri, “Aku akan menggoda manusia agar senang dan terus tenggelam dalam kemaksiatan.”
◼ Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma juga menjelaskan bahwa makna “Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur” adalah “muwahhidin” (tidak akan mendapati kebanyakan manusia mentauhidkan Allah). (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir, 3/394—395. Lihat juga Umdatut Tafsir, 2/11)
📌 Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, selain memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia (penyakit, wabah, bencana, dll.) dan di akhirat; dia juga memohon perlindungan dari godaan iblis pada seluruh arah (depan, belakang, kanan, dan kiri) dengan perincian seperti yang disebutkan dalam keterangan Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma di atas.
Demikian pula dia telah meminta kepada Allah untuk digolongkan ke dalam hamba-hambanya yang “muwahhidin” (bertauhid).
☝🏻 Pentingnya kedudukan doa ini, sampai-sampai disebutkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa tersebut untuk dibaca ketika sore dan pagi hari.
📊 Disebutkan dalam riwayat yang lain bahwa paman Nabi, Abbas bin Abdil Muththalib mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”
📋 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
سَلِ اللهَ الْعَافِيَةَ
“Hendaknya engkau meminta kepada Allah ‘al-afiyah’ (keselamatan dari segala keburukan).”
🕰 Abbas berkata, “Setelah berlalu beberapa hari, aku pun mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lagi seraya mengulangi permohonanku, ‘Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّ رَسُولِ اللهِ، سَلُوا اللهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
📒 “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah. Hendaknya engkau meminta kepada Allah al-afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 3871. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3121)
📲 Selengkapnya:
⚪ https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
⏩ Channel Telegram || https://t.me/asysyariah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: APABILA SEDANG MERASA SEDIH, CEMAS, SULIT, DAN GUNDAH GULANA (5)
✋🏼📢💐🌹 Doa Ketika Tertimpa Hamm (Kekhawatiran dan Kesedihan dalam Membayangkan Sesuatu di Masa Depan) dan Huzn (Kesedihan dan Kegundahan ketika Teringat Sesuatu di Masa Lalu)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ أَوْ حُزْنٌ
Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu hamm (kekhawatiran dan kesedihan dalam membayangkan sesuatu di masa depan) dan huzn (kesedihan dan kegundahan ketika teringat sesuatu di masa lalu) pun, lalu dia berdoa,
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكِ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUKA WABNU ‘ABDIKA WABNU AMATIKA. NAASHIYATII BIYADIKA. MAADHIN FIYYA HUKMUKA. ‘ADLUN FIYYA QADHAA U KA. AS ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAKA. SAMMAITA BIHII NAFSAKA. AU ANZALTAHUU FII KITAABIKA. AU ‘ALLAMTAHUU AHADAN MIN KHALQIKA. AWISTA- TSARTA BIHII FII ‘ILMIL GHAIBI ‘INDAKA. AN TAJ ‘ALAL QUR AANA RABII ‘A QALBII. WA NUURA SHAD RII. WA JILAA A HUZNII. WA DZA HAABA HAMMI
“Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (yang perempuan), ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, adil takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku.”
إِلاَّ أَذْهَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحاً
“Kecuali Allah Azza Wa Jalla akan mengangkat rasa gundah gulananya dan Allah akan mengganti kesedihannya dengan kegembiraan.”
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ
sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah sebaiknya kami mempelajari rangkaian kalimat (doa) tersebut?”
قَالَ: أَجَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Tentu. Hendaklah muslim yang mendengar (doa dalam hadits ini) untuk mempelajarinya.”
(HR. Ahmad 1/391, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 199)
🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✋🏼📢💐🌹 Doa Ketika Tertimpa Hamm (Kekhawatiran dan Kesedihan dalam Membayangkan Sesuatu di Masa Depan) dan Huzn (Kesedihan dan Kegundahan ketika Teringat Sesuatu di Masa Lalu)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ أَوْ حُزْنٌ
Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu hamm (kekhawatiran dan kesedihan dalam membayangkan sesuatu di masa depan) dan huzn (kesedihan dan kegundahan ketika teringat sesuatu di masa lalu) pun, lalu dia berdoa,
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكِ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUKA WABNU ‘ABDIKA WABNU AMATIKA. NAASHIYATII BIYADIKA. MAADHIN FIYYA HUKMUKA. ‘ADLUN FIYYA QADHAA U KA. AS ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAKA. SAMMAITA BIHII NAFSAKA. AU ANZALTAHUU FII KITAABIKA. AU ‘ALLAMTAHUU AHADAN MIN KHALQIKA. AWISTA- TSARTA BIHII FII ‘ILMIL GHAIBI ‘INDAKA. AN TAJ ‘ALAL QUR AANA RABII ‘A QALBII. WA NUURA SHAD RII. WA JILAA A HUZNII. WA DZA HAABA HAMMI
“Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (yang perempuan), ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, adil takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku.”
إِلاَّ أَذْهَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحاً
“Kecuali Allah Azza Wa Jalla akan mengangkat rasa gundah gulananya dan Allah akan mengganti kesedihannya dengan kegembiraan.”
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ
sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah sebaiknya kami mempelajari rangkaian kalimat (doa) tersebut?”
قَالَ: أَجَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Tentu. Hendaklah muslim yang mendengar (doa dalam hadits ini) untuk mempelajarinya.”
(HR. Ahmad 1/391, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 199)
🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Cinta dan Benci Karena Allah
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-cinta-dan-benci-karena-allah/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-cinta-dan-benci-karena-allah/
📢✍🏻📑✅ NASIHAT DAN DUKUNGAN UNTUK TENAGA MEDIS TERKAIT COVID-19
Kepada para tenaga medis yang berkecimpung dalam penanganan pasien virus Corona (Covid-19), saya menasihatkan agar tetap sabar, tegar, waspada, dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
√ Allah ta’ala berfirman,
وَمَن یَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥۤۚ
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.” [Ath-Thalaq: 3]
Hal ini bermakna pula “melindunginya”.
Artinya, seorang muslim yang berbekal dengan hal ini (tawakal kepada Allah) dalam setiap upaya yang dilakukan; dan mengharap pahala di sisi-Nya, usahanya tersebut tidak akan disia-siakan oleh Allah ta’ala.
Allah berfirman,
وَٱصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” [ Hud: 115]
Harapkanlah keutamaan dari Allah. Kalau Allah saja memberikan keutamaan-Nya kepada orang yang menjenguk orang sakit, lantas bagaimana dengan orang yang justru berusaha mengobatinya–tentu akan diberikan keutamaan yang lebih, insyaAllah.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, disebutkan,
مَنْ عَادَ مَرِيضاً لَمٔ يَزَلْ في خُرْفَةِ الجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barang siapa menjenguk orang sakit, dia akan senantiasa berada di tengah taman-taman surga hingga dia kembali.”
Disebutkan pula dalam redaksi lain,
“Barang siapa menjenguk seorang muslim yang sakit, dia seakan sedang berjalan di antara taman-taman surga hingga dia duduk. Apabila dia duduk, dia akan diliputi rahmat.
Jika itu dilakukan di pagi hari, 70 ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga masuk waktu sore. Jika dilakukan di sore hari, 70 ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga masuk waktu pagi.” hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahihkan oleh al-Albani rahimahumullah.
Dalam hadis riwayat Muslim, dari sahabat Abu Hurairah, Nabi bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةَ مِنْ كُرَبِ الدُنْيا نَفَّسَ اللّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيامَةِ
“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya di Hari Kiamat kelak.”
و مَنْ يَسَّر على مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللّهُ عَلَيهِ فِي الدُنيا و الآخِرَة
“Barang siapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.”
و اللّهُ في عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ
“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya.”
خَيرُ الناسِ أَنْفَعُهُم لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi mereka.”
Hadis ini akan memberikan harapan bagi kita apabila kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia. Jika amalan yang mudah dilakukan saja akan diberikan pahala, amalan yang besar dan bermanfaat pun demikian.
Nabi bersabda,
لَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حاجَةٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِن أَن أَعْتَكِفَ في هذا المسجد –يعني المسجد النبوي– شَهْراً
“Sungguh, aku berjalan dalam rangka membantu urusan saudaraku, hal tersebut lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (yakni Masjid Nabawi) selama sebulan.”
Maka dari itu, hendaknya setiap orang yang sedang menangani pasien, terkhusus pasien Covid-19, menjadikan hadis-hadis ini sebagai pemberi harapan bagi mereka agar menambah timbangan amal mereka di sisi Allah azza wa jalla.
Semoga Allah senantiasa melindungi kaum muslimin dan segera mengangkat wabah tersebut, serta memberikan kesembuhan bagi yang sakit.
Semoga sedikit nasihat ini bermanfaat
📢 Tausiyah al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
🌎 Sumber || https://asysyariah.com/nasihat-dan-dukungan-untuk-tenaga-medis-terkait-covid-19/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Kepada para tenaga medis yang berkecimpung dalam penanganan pasien virus Corona (Covid-19), saya menasihatkan agar tetap sabar, tegar, waspada, dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
√ Allah ta’ala berfirman,
وَمَن یَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥۤۚ
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.” [Ath-Thalaq: 3]
Hal ini bermakna pula “melindunginya”.
Artinya, seorang muslim yang berbekal dengan hal ini (tawakal kepada Allah) dalam setiap upaya yang dilakukan; dan mengharap pahala di sisi-Nya, usahanya tersebut tidak akan disia-siakan oleh Allah ta’ala.
Allah berfirman,
وَٱصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” [ Hud: 115]
Harapkanlah keutamaan dari Allah. Kalau Allah saja memberikan keutamaan-Nya kepada orang yang menjenguk orang sakit, lantas bagaimana dengan orang yang justru berusaha mengobatinya–tentu akan diberikan keutamaan yang lebih, insyaAllah.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, disebutkan,
مَنْ عَادَ مَرِيضاً لَمٔ يَزَلْ في خُرْفَةِ الجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barang siapa menjenguk orang sakit, dia akan senantiasa berada di tengah taman-taman surga hingga dia kembali.”
Disebutkan pula dalam redaksi lain,
“Barang siapa menjenguk seorang muslim yang sakit, dia seakan sedang berjalan di antara taman-taman surga hingga dia duduk. Apabila dia duduk, dia akan diliputi rahmat.
Jika itu dilakukan di pagi hari, 70 ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga masuk waktu sore. Jika dilakukan di sore hari, 70 ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga masuk waktu pagi.” hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahihkan oleh al-Albani rahimahumullah.
Dalam hadis riwayat Muslim, dari sahabat Abu Hurairah, Nabi bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةَ مِنْ كُرَبِ الدُنْيا نَفَّسَ اللّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيامَةِ
“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya di Hari Kiamat kelak.”
و مَنْ يَسَّر على مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللّهُ عَلَيهِ فِي الدُنيا و الآخِرَة
“Barang siapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.”
و اللّهُ في عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ
“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya.”
خَيرُ الناسِ أَنْفَعُهُم لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi mereka.”
Hadis ini akan memberikan harapan bagi kita apabila kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia. Jika amalan yang mudah dilakukan saja akan diberikan pahala, amalan yang besar dan bermanfaat pun demikian.
Nabi bersabda,
لَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حاجَةٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِن أَن أَعْتَكِفَ في هذا المسجد –يعني المسجد النبوي– شَهْراً
“Sungguh, aku berjalan dalam rangka membantu urusan saudaraku, hal tersebut lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (yakni Masjid Nabawi) selama sebulan.”
Maka dari itu, hendaknya setiap orang yang sedang menangani pasien, terkhusus pasien Covid-19, menjadikan hadis-hadis ini sebagai pemberi harapan bagi mereka agar menambah timbangan amal mereka di sisi Allah azza wa jalla.
Semoga Allah senantiasa melindungi kaum muslimin dan segera mengangkat wabah tersebut, serta memberikan kesembuhan bagi yang sakit.
Semoga sedikit nasihat ini bermanfaat
📢 Tausiyah al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
🌎 Sumber || https://asysyariah.com/nasihat-dan-dukungan-untuk-tenaga-medis-terkait-covid-19/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎