Salafy Indonesia
61.3K subscribers
3.76K photos
288 videos
38 files
9.15K links
💎 Menjalin Ukhuwwah di Atas Minhaj Nubuwwah

📝 Silakan menyebarkan tanpa mengubah materi dan tetap mencantumkan sumber.

💻 Media resmi: t.me/forumsalafy, forumsalafy.net, dan Grup WSI

📲 Admin: Muhammad (Cileungsi, Bogor) salafyindonesia001@gmail.com
Download Telegram
✊🏻💥🔘 FANATIK BUTA PADA TOKOH TERTENTU TANPA DI SERTAI DALIL

📂 As-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu

📪 Pertanyaan : “Telah tersebar di tengah-tengah generasi muda adanya ta’ashub (fanatik) kepada sebagian Ulama karena didasarkan Individunya, sehingga hal ini menjadikan sebab sebagian mereka berpegang pada ucapan seorang Ulama, TANPA DIDASARKAN DALIL ATAUPUN BUKTI YANG JELAS. Dan dari sinilah bermula timbulnya fitnah di tengah-tengah generasi muda. Kemudian menyebabkan mereka terjauhkan dari Thalabul Ilmi as-Syar’i. Apa nasehatmu kepada mereka atau yang semisal dengan mereka ?

🔓 Jawaban : “Nasehatku, sesungguhnya kita mencintai Ulama kita dengan kecintaan yang sifatnya Syar’i. Kita tidak taqlid, dan tidak pula fanatik kepada perseorangan Ulama.

Allah berfirman (artinya) :

“Ikutilah sesuatu (wahyu) yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian. Dan janganlah kalian mengikuti pelindung-pelindung selain Allah, amatlah sedikit apa yang kalian ingat”.

✋🏻 Dan tidaklah didapatkan di masa shahabat ada seorang pengikut Abu Bakr, tidak pula pengikut Umar, yang berarti bahwa seseorang mengambil semua ucapan-ucapan Abu Bakr dan fanatik terhadap beliau. Tidak pula didapatkan seseorang mengambil semua ucapan-ucapan Umar dan fanatik terhadap beliau.

👋🏻 Demikian pula tidak didapatkan adanya seorang pengikut Utsman, seandainya ada yang disebut sebagai seorang ‘Utsmani’, maka maknanya dia mencintai Utsman dan berpendapat bahwa Utsman lebih afdhal daripada Ali. Bukan berarti bahwa dirinya Taqlid terhadap Utsman dalam segala sesuatu.

💡 Juga perbedaan pendapat yang terjadi di masa itu, dikarenakan ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Ali lebih berhak menjadi Khalifah, ataukah dikarenakan sebab kecintaan yang lebih terhadap Ali.Yang jelas, tidaklah didapatkan di masa Shahabat Ridwanullah Alaihim demikian itu.

☝🏻 Adapun kita sebagaimana yang telah kita sebutkan, bahwa kita Ahlus Sunnah mencintai Ulama-Ulama kita dengan kecintaan yang Syar’i. Kita tidak ridha bila ada seseorang mencela Ulama.

🔥 Akan tetapi kita juga tidak taqlid buta kepada mereka. Taqlid merupakan perkara yang Haram.

Allah berfirman (artinya) :

“Janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang tidak ada ilmu padanya”.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) :

“Semua yang datang dari Rasul maka terimalah, adapun semua yang Rasul larang atas kalian maka tinggalkanlah”.

✊🏻 Kita tinggal di negeri ini yang merupakan negeri tauhid sekaligus negeri as-Sunnah. Maka tidak sepantasnya bila kita mencontohkan kepada manusia berupa contoh yang buruk, atau kita taqlid kepada si fulan dan si fulan. Akan tetapi kita membaca kitab-kitab Ulama, kita mengambil faidah dari pemahaman Ulama, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan karena jasanya kepada Islam.

Tidaklah Ulama Fulan merasa ridha bila engkau fanatik kepadanya, dan tidak pula Ulama Fulan yang lainnya merasa ridha bila engkau fanatik kepadanya.

Wallahul Musta’an.

📝 Alih bahasa : Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

✋🏻💡📢🗻 WAKTU MUSTAJAB PADA HARI JUM’AT

📡... Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

📪 Pertanyaan: Bagaimana pendapat yang rajih mengenai waktu mustajabah pada hari jum’at, disertai dengan dalilnya?

🔓 Jawaban: Pendapat yang paling rajih, bahwa waktu tersebut dimulai tatkala imam keluar sampai selesainya shalat jum’at. Yaitu tatkala imam datang (masuk ke masjid) dan naik ke mimbar, dimulai dari waktu itu sampai selesainya shalat jum’at.

👋🏻 Dikarenakan (pendapat ini -pent) sebagaimana yang telah tetap dalam shahih Muslim dari Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu, dan ini juga lebih mencocoki untuk dikabulkannya do’a.

☝🏻 Dikarenakan manusia ketika itu berkumpul untuk melaksanakan sebuah kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, dan dikabulkannya do’a manusia yang banyak lebih memungkinkan untuk dikabulkan dibanding tatkala mereka sendiri.

Kemudian waktu yang lainnya yang lebih dekat untuk dikabulkan do’a seseorang adalah setelah shalat Ashr, dikarenakan telah datang penyebutannya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara khusus dari setelah shalat Ashr.

🔘 AKAN TETAPI PENDAPAT YANG PERTAMA LEBIH KUAT.

💡 Maka seyogianya bagi seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam berdo’a pada waktu ditegakannya shalat jum’at, begitu juga setelah shalat Ashr (dalam rangka) menjamak antara dua pendapat yang ada.

📚 Sumber artikel: Silsilah Liqa’at babil Maftuh -Shalat Jumu’ah (Liqa’ 87).

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=8363
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔘✋🏻📢💡 25 SUNNAH SEHARI SEMALAM

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam menjawab adzan, terdapat lima sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiga di antaranya terdapat dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ تَعَالَى وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَة

“Apa bila kamu mendengar muadzdzin mengumandangkan adzan,

(1). Ucapkanlah seperti yang dia ucapkan (kecuali hayya ‘alashshalat, dan hayya ‘alalfalah),

(2). Kemudian bershalawatlah untukku, karena siapa yang bershalawat untukku satu kali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.

(3). Kemudian, mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla wasilah untukku, yaitu sebuah tempat di jannah yang tidak pantas kecuali hanya untuk salah seorang dari hamba-hamba Allah Ta’ala, dan aku berharap akulah hamba (yang memperoleh tempat) itu. Karena, itu, siapa yang memintakan kepada Allah wasilah untukku, niscaya halal baginya syafaatku.”

(4). Dia mengucapkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sa’d bin Abi Waqqash:

مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ المُؤَذِّنَ : أشْهَدُ أنْ لاَ إلَه إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبّاً ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً ، وَبِالإسْلامِ دِيناً ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Siapa yang mengucapkan –ketika mendengar muadzdzin (tasyahhud)-:”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad itu adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Aku ridha Allah itu Rabbku, Aku ridha Muhammad itu sebagai Rasul, dan Aku ridha Islam sebagai agama,” niscaya diampuni dosanya.”

(5). Berdoa kepada Allah, setelah menjawab azan dan bershalawat untuk Rasul-Nya, memintakan wasilah untuk beliau.

👋🏻 Inilah duapuluh lima sunnah yang dikerjakan sehari semalam, tidak ada yang memerhatikannya kecuali as saabiqun. (lihat jalaaul afham)

📝F aedah dari: Ustadz Idral Harits

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💤🌺🌑 BOLEHKAH ANAK-ANAK YANG TELAH BALIGH TIDUR BERSAMA IBUNYA ATAU SAUDARA PEREMPUANNYA?

📪 Pertanyaan: Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?

🔓 Jawab: Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun, tidak boleh lagi tidur bersama ibu atau saudara perempuan mereka di kamar tidur atau di kasur mereka. Hal ini demi menjaga kemaluan dan menjauhkan dari kobaran fitnah serta menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.

📢.. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umatnya untuk memisah tempat tidur anak-anak mereka apabila usia mereka telah genap sepuluh tahun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر سِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

🌱 “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” [1]

📂 Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar anak-anak yang belum baligh meminta izin ketika masuk rumah/kamar pada tiga waktu yang aurat biasanya tersingkap dan tampak. Allah subhanahu wa ta’ala menekankan hal tersebut dengan menamakan tiga waktu itu adalah aurat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

🌱 “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kalian miliki dan anak-anak yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian (bila hendak masuk ke tempat kalian) tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian di tengah hari dan setelah shalat Isya. Itulah tiga aurat bagi kalian.” (an-Nur: 58)

💡 Anak yang telah baligh diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meminta izin setiap akan masuk rumah/kamar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

🌱 “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, hendaklah mereka meminta izin (di setiap waktu ketika hendak masuk ke tempat kalian) seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (an-Nur: 59)

✋🏻 Semua itu dimaksudkan untuk mecegah gangguan/godaan, menjaga kehormatan, dan menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Adapun anak laki-laki yang berusia di bawah sepuluh tahun masih boleh tidur bersama ibu atau saudara perempuannya di tempat tidurnya, karena adanya kebutuhan untuk menjaganya dan mencegah bahaya darinya bersamaan dengan aman dari fitnah. Ketika aman dari fitnah, mereka boleh tidur sama-sama di satu tempat/kamar walaupun sudah mencapai usia baligh, hanya saja masing-masing tidur di kasurnya sendiri. Wa billahi at-taufiq.

📚 Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta.

💻🔘 Sumber : http://asysyariah.com/tidur-bersama-ibu/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔥🇮🇷💣💥 REKAM JEJAK BERDARAH DARI SEBUAH NEGERI SUMBER FITNAH

💡 Menteri Luar Negeri Arab Saudi membuat pernyataan pada hari Selasa, bahwa sejak Revolusi Iran tahun 1979, Iran telah membuat rekor berupa penyebaran hasutan, kerusuhan dan kekacauan di dalam negeri dalam upayanya untuk melemahkan keamanan dan stabilitas dalam negeri, dan mengabaikan hukum internasional, kesepakatan, perjanjian dan prinsip-prinsip moral. Selama periode yang sama, Kerajaan Arab Saudi masih mempertahankan kebijakannya untuk menahan diri meskipun mengalami banyak kerugian sebagai akibat kebijakan Iran yang agresif.

📆 Tahun 1982
96 warga asing telah diculik di Lebanon, termasuk 25 orang warga AS yang dikenal dengan Krisis Penyanderaan, yang telah berlangsung selama 10 tahun. Sebagian besar penculikan dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok lain dukungan Iran.

📆 Tahun 1983
Hizbullah meledakkan bom di Kedutaan AS di Beirut, 63 orang terbunuh.
Ismail Askari, seorang berkewargaan Iran, melakukan serangan bom bunuh diri di barak marinir AS di Beirut dan membunuh 241 prajurit AS.
Hizbullah mengirimkan bom bunuh diri dalam sebuah truk di barak tentara Prancis di Beirut, 64 warga Prancis dan personel militernya terbunuh.
Anggota Hizbullah dan Hizbud Da’wah melakukan sejumlah serangan, termasuk serangan ke kedutaan AS dan Prancis di Kuwait, ke sebuah kilang minyak dan satu pemukiman penduduk yang mengakibatkan 5 korban jiwa.
Iran menyerang kapal tanker milik Kuwait di Teluk. Kapal-kapal tanker Kuwait diganti benderanya dengan bendera AS dan dikawal kapal-kapal perang AS.

📆 Tahun 1984
Hizbullah menyerang Kedubes AS di Beirut Timur, akibatnya 24 orang tewas.

💻🌐 Baca Selengkapnya || http://serambiharamain.com/rekam-jejak-berdarah-dari-sebuah-negeri-sumber-fitnah/
🇸🇦 Gabung Channel Telegram || http://bit.ly/serambiharamain

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💡✋🏻🔥🌺 PURA-PURA TIDAK MENGETAHUI KESALAHAN ORANG LAIN

📂 Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy hafizhahullah

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن واﻻه وبعد

✋🏻 Sesungguhnya pura-pura tidak mengetahui ketergelinciran orang lain termasuk sifat utama dan terpuji. Pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain adalah berpaling dari perkara buruk yang muncul dari saudara atau orang lain yang tertuju kepadamu seakan-akan engkau tidak mendengarnya. Pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain merupakan akhlak mulia dan termasuk sifat orang-orang yang mulia.

📑 Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashry rahimhullah beliau berkata:

“Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk perbuatan orang-orang yang mulia.”

📑 Dan juga diriwayatkan dari Sufyan rahimahullah beliau berkata:

“Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk sifat orang-orang yang mulia.”

Allah Ta'ala berfirman:

ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺳَﺮَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺇِﻟَﻰٰ ﺑَﻌْﺾِ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺒَّﺄَﺕْ ﺑِﻪِ ﻭَﺃَﻇْﻬَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺮَّﻑَ ﺑَﻌْﻀَﻪُ ﻭَﺃَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻦ ﺑَﻌْﺾٍ ۖ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺒَّﺄَﻫَﺎ ﺑِﻪِ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻣَﻦْ ﺃَﻧﺒَﺄَﻙَ ﻫَٰﺬَﺍ ۖ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﺒَّﺄَﻧِﻲَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺮ.

“Dan ingatlah ketika Nabi merahasiakan sebuah ucapan kepada salah satu istrinya, lalu ketika dia memberitahukan ucapan rahasia tersebut dan Allah menampakkannya kepada Nabi, maka Nabi memberitahukan sebagian dan berpaling dari sebagiannya. Lalu ketika Nabi memberitahukan hal itu, salah satu istrinya tersebut bertanya, 'Siapakah yang memberitahukan kepada Anda?' Nabi pun menjawab, 'Yang telah memberitahukan kepadaku adalah al-Alimul Khabir (Allah)'.” (QS. At-Tahrim: 3)

🔘 Al-Imam al-Qurthuby rahimahullah berkata: “Al-Hasan (al-Bashry -pent) berkata, 'Orang yang mulia itu tidak pernah merinci habis kesalahan orang sedetail-detailnya, karena Allah saja berfirman (ketika menceritakan akhlak Rasulullah shallallahu alaihi was sallam -pent): “Nabi memberitahukan sebagian dan berpaling dari sebagiannya.”
(Tafsir al-Qurthuby, XVIII/188)

🔘 Al-Hafizh al-Mizzy rahimahullah berkata: “Ibnul Jauzy rahimahullah berkata, 'Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk sifat tertinggi dari orang-orang yang mulia.'”
(Tahdzibul Kamal, IXX/230)

☝🏻 Jadi sesungguhnya manusia itu tabiat dasarnya sering tergelincir dan melakukan kesalahan, sehingga jika seseorang suka mempermasalahkan setiap ketergelinciran dan kesalahan, maka dia akan lelah dan membuat lelah orang lain. Orang yang berakal dan cerdas tidak akan merinci secara detail semua kesalahan baik yang kecil maupun yang besar dalam pergaulannya bersama keluarganya, orang-orang tercinta, teman-teman, dan para tetangganya.

Oleh karena inilah al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan:

“Sembilan puluh persen akhlak mulia itu terletak pada sikap pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain.”

💡 Maka sepantasnyalah bagi seorang muslim untuk berhias dengan sifat yang mulia ini dan hendaknya dia pura-pura tidak mengetahui keburukan saudara-saudaranya terhadap dirinya dan memaafkan mereka serta berlapang dada.

Ditulis oleh: Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy
📆 5 Syawwal 1436 H

🌍 Sumber: Saluran telegram asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

(((📢🔘📡))) AUDIO Kajian Imiyah Masjid Al Muhajirin, Perum Tiga Raksa Tangerang

💺 Bersama : al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tema : Menyikapi Tragedi Thamrin
📅 Hari : Jum'at malam Sabtu 13 Rabi'ul Akhir 1437H/22 Januari 2016M

* Sumber : WhatsApp Admin Radio Streaming

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
🌐 Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💥 AKIBAT DOSA YANG BANYAK DILALAIKAN OLEH MANUSIA 💥

📡.. Al-Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata:

"Jika Rasul shallallahu alaihi was sallam dan para Shahabat beliau ditimpa hukuman akibat dosa dan mereka ditimpa ujian sebagaimana yang lain, maka bagaimana dengan selain mereka."

📚 Majmu'ul Fatawa, V/317.

🌍 Majmu'ah an-Nahjul Audhah

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

‏العلامة ابن باز رحمه الله:
فإذا كان الرسول وأصحابه تصيبهم عقوبات الذنوب ويبتلون كما يبتلى غيرهم، فكيف بغيرهم؟

[ الفتاوى ٣١٧/٥]

🌍 مجموعة النهج الأوضح

🔥✊🏻📢 TERCELANYA TAQLID

📪 Pertanyaan : Bagaimana dengan orang yang taqlid, tapi ternyata ia taqlid pada orang yang benar, sehingga dengan izin Allah istiqomah dan meninggal. Apakah dia juga tercela?

💺 Dijawab oleh : al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

📂 Tanya Jawab Kajian Masjid al Muhajirin Bekasi || Sabtu 13 Rabi'uts Tsani 1437H/23 Januari 2016M

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

📡🔘📢
🌺🌐 BOLEHKAH MEMINTA NOMOR HP WANITA YANG TELAH DIPINANG DAN BERBICARA DENGANNYA

📡... Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah

📪 Pertanyaan: Bolehkah saya mengambil nomor HP wanita pinangan saya dan berbicara tentangnya?

🔓 Jawaban: Maksudnya untuk membicarakannya atau untuk berbicara dengannya? Apakah tidak boleh membicarakannya?! (hadirin tertawa –pent), mungkin maksudnya untuk berbicara dengannya, jika berdasarkan konteks pertanyaannya. Tidak boleh berbicara dengannya walaupun dalam perkara-perkara agama dan mendapat izin keluarganya. Jangan engkau ambil, baik nomor HP wanita pinanganmu ataupun wanita mana saja yang ingin engkau pinang sebagai istri kedua atau ketiga atau keempat.

🔇 Jangan berbicara walaupun dalam perkara agama ataupun perkara yang engkau katakan ini, walaupun keluarganya mengizinkannya, karena dia adalah wanita yang bukan mahram bagimu. Dia belum menjadi istrimu. Memang engkau telah melamarnya dan dia adalah pinanganmu. Namun untuk berbicara melebihi pinangan tersebut maka tidak boleh. Meminang wanita memiliki hukum-hukum yang telah ditentukan.

✋🏻 Adapun dengan engkau mengambil nomornya lalu engkau berbicara panjang lebar dengannya dalam perkara-perkara agama, misalnya apa yang akan engkau katakan?! Apakah engkau akan bertanya kepadanya: “Apakah anti (engkau) menjalankan agama dengan baik dan mengerjakan shalat ataukah tidak?!” Bagaimana berbicara semacam ini dan untuk apa engkau berbicara semacam ini?! Karena sesungguhnya hal itu akan menyeret kepada perkara-perkara yang engkau dan dia tidak membutuhkannya, baarakallahu fiik.

💥 Bahkan syaithan sangat bersemangat di waktu-waktu semacam ini untuk menanamkam hal-hal yang akan menimbulkan perselisihan dan permusuhan antara suami istri, atau tepatnya antara pihak yang meminang dan yang dipinang, sehingga akan muncul hal-hal yang tidak terpuji akibatnya berupa pembatalan, lalu hal itu akan menyebabkan pihak pria membicarakan aib wanita yang telah dipinangnya, dan demikian juga wanita tersebut membicarakan aib pria yang telah meminangnya tadi.

📚 Sumber artikel: http://ar.miraath.net/fatwah/10023

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/bolehkah-meminta-nomor-hp-wanita-yang-telah-dipinang-dan-berbicara-dengannya/
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔥✊🏻💣🔘 APAKAH MAYAT TERORIS DI HAJR DAN DI KUBURKAN DI PEMAKAMAN MUSLIMIN?

📪 Pertanyaan : Apakah mayat teroris/khawarij di hajr dan apakah mayatnya dikuburkan di pemakaman Muslimin?

💺 Dijawab oleh : al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

📂 Tanya Jawab Kajian Masjid al Muhajirin Bekasi || Sabtu 13 Rabi'uts Tsani 1437H/23 Januari 2016M

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

📡🔘📢
📡📢🌐✊🏻 BOLEHKAH MENJELASKAN KEKELIRUAN SEORANG DAI DI MEDIA UMUM?

📂 Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan hafizhahullah

📪 Pertanyaan : Ahsanallahu ilaikum, apakah termasuk manhaj salaf apabila salah seorang da’i keliru dan menyelisihi manhaj salaf, untuk dijelaskan kesalahannya melalui media media informasi dan risalah risalah?

🔓 Asy Syaikh : “Apabila ia menyebarkan perkataannya atas khalayak manusia, maka haruslah bantahan yang ditujukan atasnya juga disebarkan dalam rangka menjelaskan kebenaran, namun jikalau perkataannya yang keliru tidak tersebar, maka cukup dinasehati saja dan hal ini cukup, na’am”.

📚 Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134630

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/bolehkah-menjelaskan-kekeliruan-seorang-dai-di-media-umum-2/
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💡🌺🌐🌱 SUNNAH YANG TERLUPAKAN KETIKA BERWUDHU

☝🏻 Segala Pujian hanya milik Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah yang jujur lagi terpercaya dan siapa saja yang mengikuti beliau hingga hari kiamat. Amma ba'du.

🌱 Ini adalah transkrip file petikan salah satu muhadharah Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah wara'aahu yg berjudul ''SUNNAH YANG TERLUPAKAN KETIKA BERWUDHU.''
Kami memohon kepada Allah agar menjadikannya sebagai timbangan pahala kebaikan kami.

📡... Asy-Syaikh -semoga Allah memberi keselamatan pada beliau- berkata :

🔘 Sisi yang ketiga di sini dalam hadits Abdullah bin Zaid radhiyallahu'anhu yang akan datang, yakni berkumur-kumur dan istinsyaq (menyedot air ke hidung) dilakukan di awal wudhu sebelum membasuh wajah. Akan tetapi telah shahih dari Nabi shallallahu'alaihi wasallam kalau beliau pernah :

1. beristinsyaq (menyedot air ke hidung) dan berkumur-kumur sebelum membasuh wajah,
2. beristinsyaq dan berkumur-kumur setelah membasuh wajah,
3. beristinsyaq dan berkumur-kumur sesudah mencuci kedua lengan.

✋🏻 Dan hadits-hadits ini shahih, menetapkan bolehnya berkumur-kumur dan beristinsyaq pada salah satu dari tiga cara di atas.

💡 Dan anehnya manusia tidak mengetahui tentang berkumur-kumur dan istinsyaq kecuali dilakukan sebelum mencuci wajah, bukankah demikian? Sampaipun para penuntut ilmu kebanyakan mereka tidak mengetahui hal ini, karena ini tidak diterapkan.

👍🏻 Dan alangkah bagusnya kalau sunnah ini diterapkan sampai manusia mengetahui sunnah Rasulullah dalam hal itu.

📂 Ditulis dan ditranskrip oleh Abu Hudzaifah Sulthan bin Majid as-Salafy al-Iraqy

📝 Alih bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary

📚 Sumber : http://www.albaidha.net/vb4/showthread.php?t=60608

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/sunnah-yg-terlupakan-ketika-berwudhu/
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💥 IJMA' ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN BERTAKWA ATAS KAFIRNYA ORANG YANG MENUDUH AISYAH YANG DISUCIKAN DARI ATAS LANGIT KETUJUH 💥

📂 Asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah

بِسْم الله الرحمن الرحيم

🔥 Ketika dedengkot kemunafikan Abdullah bin Ubai Salul -semoga Allah melaknatnya- menuduh Aisyah radhiyallahu anha dengan tuduhan yang keji itu, maka Allah menurunkan bersihnya beliau dari tuduhan tersebut di dalam al-Qur'an yang terus dibaca. Jadi beliau adalah wanita yang sangat jujur dan dibersihkan dari langit, melalui lisan Jibril alaihis salam yang mengabarkan dari Allah Azza wa Jalla, bisa dibaca dalam Kitab-Nya, dikokohkan dalam dada-dada ummat dan di mushaf-mushaf mereka hingga Hari Kiamat. Beliau dibersihkan dan suci, wanita yang terpilih dan memiliki keutamaan yang mulia, beliau adalah istri dan pendamping Rasulullah shallallahu alaihi was sallam dan ibu kaum Mu'minin di dunia dan akherat.

✊🏻 Maka, siapa saja yang meragukan itu semua, atau mencelanya, atau diam tidak menentukan sikap, berarti dia telah mendustakan Kitab Allah dan ragu terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam dan menganggap berita itu bukan berasal dari Allah Azza wa Jalla.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

(يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَن تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ)

🌺 "Allah menasehati kalian agar jangan sampai kalian mengulangi perbuatan semisal itu selama-lamanya, jika kalian benar-benar beriman." (1)

Maka barangsiapa mengingkari hal ini, berarti dia berlepas diri dari iman. (2)

📢.. Al-Hafizh adz-Dzahaby rahimahullah berkata:

(أما من قذف أم المؤمنين عائشة -رضي الله عنها- بعد نزول براءتها من السماء، فهو كافر مكذَّب للقرآن، فيقتل)

"Siapa saja yang menuduh Ummul Mu'minin Aisyah radhiyallahu anha setelah turunnya ayat yang membersihkan beliau dari tuduhan kejibitu dari atas langit, maka dia kafir dan orang yang mendustakan al-Qur'an, sehingga hukuman terhadapnya adalah dibunuh." (3)

💥 Dan sekian banyak para Ulama menyebutkan adanya ijma' bahwa siapa saja yang tetap menuduh beliau dengan hal-hal yang Allah Ta'ala membersihkan beliau darinya, maka dia kafir, karena dia telah mendustakan al-Qur'an.

📢... Abu Ya'la rahimahullah mengatakan:

(من قذف عائشة بما برأها الله منه كفر بلا خلاف)

"Siapa saja yang masih menuduh Aisyah dengan hal-hal yang Allah Ta'ala telah membersihkan beliau darinya, maka dia kafir, tanpa ada perbedaan pendapat tentang masalah ini."

📢... An-Nawawy rahimahullah berkata tentang terbebasnya Aisyah dari tuduhan keji tersebut:

(...براءة قطعية بنص القرآن العزيز، فلو تشكك فيها إنسان -والعياذ بالله- صار كافرًا مرتدًا بإجماع المسلمين)

"...Itu merupakan pembersihan dari tuduhan yang sifatnya pasti dan tegas berdasarkan nash al-Qur'an yang mulia. Maka jika seseorang ragu terhadap hal itu -wal iyadzu billah- dia menjadi kafir murtad berdasarkan ijma' kaum Muslimin." (5)

📢... Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

(واتفقت الأمة على كفر قاذفها)

"Ummat (Ulama mereka -pent) sepakat atas kafirnya orang yang menuduh beliau (Aisyah)." (6)

📢... Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

(وقد أجمع العلماء رحمهم الله قاطبة على أن مَنْ سَبَّها بعد هذا ورماها بما رماها به بعد هذا الذي ذكر في هذه الآية، فإنه كافر؛ لأنه معاند للقرآن)

"Para Ulama rahimahumullah menetapkan ijma' selamanya bahwa siapa saja yang mencela beliau (Aisyah) setelah ini dan menuduhnya dengan tuduhan keji yang dia lontarkan setelah apa yang disebutkan dalam ayat ini maka dia kafir, karena dia menentang al-Qur'an." (7)

📢... Aba Bathin rahimahullah berkata:

(ومن قذف عائشة كفر، ومن استهزأ بالله أو رسله أو كتبه، كفر إجماعًا)

"Dan siapa saja yang menuduh Aisyah dengan tuduhan keji itu maka dia telah kafir, dan siapa saja yang mengolok-olok Allah atau para rasul-Nya atau kitab-kitab-Nya, maka dia kafir berdasarkan ijma' para Ulama." (8)
----------
Catatan kaki:
(1) Surat an-Nuur: 17.
(2) Asy-Syarh wal Ibanah, karya Ibnu Baththah, hal. 296-297.
(3) Al-Kabair, hal. 42.
(4) Lihat: Ash-Sharimul Maslul, karya Ibnu Taimiyyah, hal. 571.
(5) Syarh Muslim, karya an-Nawawy, XVII/117.
(6) Zaadul Ma'ad, I/103.
(7) Taf
sir al-Qur'an al-Azhim, VI/31-32.
(8) Lihat: Ad-Durarus Saniyyah, X/402.

🌍 Saluran Telegram asy-Syaikh Arafat al-Muhammady

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/ijma-orang-orang-yang-beriman-dan-bertakwa-atas-kafirnya-orang-yang-menuduh-aisyah-yang-disucikan-dari-atas-langit-ketujuh/
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💔💥🔥 PERINGATAN DARI PENGGUNAAN SIMBOL BERBENTUK HATI

📂 Fatwa no. 20950

☝🏻 Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi lagi setelahnya. Wa ba’du:

🇸🇦 Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiyah wal Ifta’ telah menelaah sebuah risalah yang sampai kepada Samahatul Mufti al-‘Am dari yang mulia kepala Markaz ad-Dakwah wal Irsyad di provinsi Jeddah yang tercantum dengan tulisannya no. ( 20/9/319/ج) tanggal 14/4/1420 H. Dan masuk kepada al-Lajnah dari al-Amanatil ‘Amah li Haiah Kibaril ‘Ulama dengan no. 2382 tanggal 19/4/1420 H. Beliau yang mulia telah mengajukan sebuah pertanyaan, berikut teks pertanyaannya:

📑 Telah sampai kepada kami, anggota ad-Dakwah wal Irsyad di provinsi Jeddah, asy-Syaikh Muhammad bin ‘Athiyah al-Jabiri melalui suratnya yang terlampir. Di dalamnya disebutkan:

💓 Bahwa beliau mendapati beberapa gantungan kunci yang beredar pada sebagian manusia. Salah satunya terpahat bentuk hati yang merupakan lambang cinta dan tertulis di atasnya (saya, kemudian gambar hati, rasul) yang artinya saya mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam.

🌱 Dan di bagian belakang tertulis (Ya habibi Rasulullah). Dan lainnya adalah medali yang terjuntai di dada, tertulis padanya ungkapan yang sama. Sebagaimana juga kami memberikan faedah kepada Samahatusy syaikh bahwa di sebagian wanita telah tersebar pengenaan pakaian wanita yang tertulis di sisi kirinya, di antaranya di atas dada, ungkapan seperti ini juga. Dan telah datang kepada kami, orang-orang yang meminta fatwa berkenaan perkara tersebut.

💡 Kami menanti keputusan yang anda pandang sesuai setelah mengkaji masalah ini dan memberikan faedah kepada kami berkenaan apa yang anda lihat hingga memungkinkan bagi kami memberikan jawaban kepada orang-orang yang bertanya tentang hukum perkara tersebut dan menyebarkannya di tengah-tengah orang yang mau mengambil faedah darinya.

📢.. Dan setelah studi al-Lajnah lil Istifta’, maka Al-Lajnah menjawab:

🚫 " Bahwa mengenakan model dan menuliskan ungkapan yang telah disebutkan pada pakaian, medali, dan yang semisalnya bukanlah bagian dari bimbingan salaful ummah yang merupakan generasi terbaik dan paling besar pengagungan dan rasa cintanya kepada Rasulullah dari pada mereka yang datang setelahnya.

✊🏻 Selain itu, terdapat bentuk tasyabbuh kepada para pelaku kefasikan yang menjadikan semisal lambang-lambang tersebut sebagai tanda kecintaan mereka yang diharamkan kepada selainnya, dan mereka mendedikasikan diri-diri mereka tanpa menoleh pada hukum syariat yang suci. Selain itu, juga dipahami dari bentuk yang telah disebutkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah sama dengan kecintaan kepada para makhluk selain beliau. Ini merupakan kesalahan besar, karena kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah wajib secara syar’i dan keimanan itu tidak akan sempurna kecuali dengannya.

✋🏻 Adapun kecintaan kepada selain Rasulullah, maka bisa jadi disyariatkan dan bisa jadi diharamkan. Oleh karena itu berdasarkan apa yang telah disebutkan, maka menulis ungkapan tersebut, menjual, membeli, dan mengenakannya tidaklah diperbolehkan.

☝🏻 Allah sajalah yang memberikan taufik. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para shahabatnya. (Juz no. 24 hal. 91)

📚 Sumber: http://www.alifta.net/Fatawa

📝 Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/peringatan-dari-penggunaan-simbol-berbentuk-hati/
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy