📡📚📂 Penjelasan Seputar Pemberitaan Buku Anak Islam Suka Membaca (AISM)
Sehubungan pemberitaan di beberapa media perihal buku "Anak Islam Suka Membaca (AISM)", maka kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:
▪️ Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan saran/masukan terhadap buku kami. Saran/masukan tersebut akan kami jadikan sebagai bahan revisi.
▪️ Berkenaan jenis pilihan suku kata atau kalimat yang terdapat dalam buku AISM, tak ada maksud kami sedikitpun untuk mengarahkan anak didik terhadap pemahaman radikalisme dan atau terorisme. Bila jenis pilihan suku kata atau kalimat dimaksud diinterpretasikan (ditafsirkan) secara liar ke arah radikalisme dan atau terorisme, maka kami berlepas diri dari hal itu.
▪️ Kami mengabarkan dan menegaskan bahwa aqidah yang kami yakini, dan selalu kami ajarkan kepada putra putri kami dan anak didik kami, bahwa terorisme adalah perkara mungkar yang tidak dibenarkan oleh agama.
▪️ Kepada para guru, ustadz atau ustadzah yang menggunakan buku AISM, kami mohon bantuannya untuk menjelaskan secara baik dan benar kepada anak didik terkait kata atau kalimat yang bisa diinterpretasikan ke arah radikalisme dan atau terorisme.
Demikian penjelasan kami.
📅 Sukoharjo, 11 Rabiul Akhir 1437 H/21 Januari 2016 M.
📝 Penulis
Nurani Musta'in
✒Penyunting
Ayip Syafruddin
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Sehubungan pemberitaan di beberapa media perihal buku "Anak Islam Suka Membaca (AISM)", maka kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:
▪️ Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan saran/masukan terhadap buku kami. Saran/masukan tersebut akan kami jadikan sebagai bahan revisi.
▪️ Berkenaan jenis pilihan suku kata atau kalimat yang terdapat dalam buku AISM, tak ada maksud kami sedikitpun untuk mengarahkan anak didik terhadap pemahaman radikalisme dan atau terorisme. Bila jenis pilihan suku kata atau kalimat dimaksud diinterpretasikan (ditafsirkan) secara liar ke arah radikalisme dan atau terorisme, maka kami berlepas diri dari hal itu.
▪️ Kami mengabarkan dan menegaskan bahwa aqidah yang kami yakini, dan selalu kami ajarkan kepada putra putri kami dan anak didik kami, bahwa terorisme adalah perkara mungkar yang tidak dibenarkan oleh agama.
▪️ Kepada para guru, ustadz atau ustadzah yang menggunakan buku AISM, kami mohon bantuannya untuk menjelaskan secara baik dan benar kepada anak didik terkait kata atau kalimat yang bisa diinterpretasikan ke arah radikalisme dan atau terorisme.
Demikian penjelasan kami.
📅 Sukoharjo, 11 Rabiul Akhir 1437 H/21 Januari 2016 M.
📝 Penulis
Nurani Musta'in
✒Penyunting
Ayip Syafruddin
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💥✊🏻🌺⚠ HUKUMAN UNTUK AHLI BID'AH DAN PARA PENOLONGNYA
بسم الله الرحمن الرحيم
▪ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
“و يجب عقوبة كل من انتسب إلى أهل البدع أو ذب عنهم أو أثنى عليهم أو عظم كتبهم أو عرف بمساعدتهم و معاونتهم أو كره الكلام فيهم أو أخذ يعتذر لهم، بل تجب عقوبة كل من عرف حالهم و لم يعاون على القيام عليهم؛ فإن القيام عليهم من أوجب الواجبات” الفتاوى ١٣٢/٢
“Dan wajib menghukum setiap orang yang menisbatkan diri kepada ahli bid’ah, atau membela mereka, atau memuji mereka, atau mengagungkan kitab-kitab mereka, atau dikenal pertolongannya terhadap mereka, atau membenci kritikan atas mereka. Bahkan wajib menghukum orang yang mengetahui keadaan para ahli bid’ah itu namun enggan mendukung bantahan terhadap mereka. Sebab, membantah ahli bid’ah termasuk sebesar-besar kewajiban. [Al Fatawa 2/132
▪ Berkata Ibnu ‘Aun rahimahullah:
قال ابن عون: “من يجالس أهل البدع أشد علينا من أهل البدع” الإبانة ٤٧٣/٢
“Orang yang bermajelis dengan ahli bid’ah adalah lebih sulit atas kami daripada ahli bid’ah itu sendiri”. [Al Ibanah 2/473]
▪ Berkata Sufyan ats-Tsauri rahimahullah:
قال سفيان الثوري: “من ماشى المبتدعة عندنا فهو مبتدع”
“Barangsiapa berjalan seiring bersama ahli bid’ah, menurut kami ia juga ahli bid’ah”.
📝 Faedah dari : Ustadz Muhammad Higa hafizhahullah
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
بسم الله الرحمن الرحيم
▪ Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
“و يجب عقوبة كل من انتسب إلى أهل البدع أو ذب عنهم أو أثنى عليهم أو عظم كتبهم أو عرف بمساعدتهم و معاونتهم أو كره الكلام فيهم أو أخذ يعتذر لهم، بل تجب عقوبة كل من عرف حالهم و لم يعاون على القيام عليهم؛ فإن القيام عليهم من أوجب الواجبات” الفتاوى ١٣٢/٢
“Dan wajib menghukum setiap orang yang menisbatkan diri kepada ahli bid’ah, atau membela mereka, atau memuji mereka, atau mengagungkan kitab-kitab mereka, atau dikenal pertolongannya terhadap mereka, atau membenci kritikan atas mereka. Bahkan wajib menghukum orang yang mengetahui keadaan para ahli bid’ah itu namun enggan mendukung bantahan terhadap mereka. Sebab, membantah ahli bid’ah termasuk sebesar-besar kewajiban. [Al Fatawa 2/132
▪ Berkata Ibnu ‘Aun rahimahullah:
قال ابن عون: “من يجالس أهل البدع أشد علينا من أهل البدع” الإبانة ٤٧٣/٢
“Orang yang bermajelis dengan ahli bid’ah adalah lebih sulit atas kami daripada ahli bid’ah itu sendiri”. [Al Ibanah 2/473]
▪ Berkata Sufyan ats-Tsauri rahimahullah:
قال سفيان الثوري: “من ماشى المبتدعة عندنا فهو مبتدع”
“Barangsiapa berjalan seiring bersama ahli bid’ah, menurut kami ia juga ahli bid’ah”.
📝 Faedah dari : Ustadz Muhammad Higa hafizhahullah
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🌺✋🏻💡👍🏻 KONSEKUENSI SALING CINTA KARENA ALLAH (Faedah Ilmiyah Dari Asy Syaikh Albany Rahimahullah
📪 Penanya : “Seseorang yang mencintai saudaranya karena Allah, apakah dia wajib menyatakan, aku mencintaimu karena Allah “?
🔓 Syaikh : Benar, akan tetapi cinta karena Allah itu memiliki Nilai tukar yang tinggi, sedikit orang yang bisa membayarnya. Apakah kalian tahu apakah nilai tukar untuk rasa cinta karena Allah ?
📡.. Apakah ada diantara kalian yang mengetahui Bentuk Nilai Harganya? Barangsiapa yang mengetahui hendaknya memberikan jawaban…
✋🏻 Salah seorang hadirin : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan “Ada tujuh golongan manusia yang mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya…diantara mereka adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya berjumpa karena Allah, berpisah juga karena Allah”.
📡.. Syaikh : “Ini merupakan suatu pernyataan yang benar didalam makna yang terkandung didalamnya. Akan tetapi bukanlah merupakan jawaban untuk pertanyaan yang disodorkan. Ini lebih mendekati definisi dari cinta karena Allah, meskipun tidak dalam makna yang sempurna.
💡 Adapun pertanyaan yang saya sodorkan adalah, Apakah nilai tukar yang harus dibayarkan sebagai harga dari dua orang yang saling mencintai karena Allah? Yaitu yang harus keduanya saling membayarkan sebagai nilai tukar ? Maksud saya bukanlah ganjaran yang akan didapatkan di akherat.
🔘 Saya ingin mengatakan dalam pertanyaan saya, Apakah bukti perbuatan nyata yang harus ditunjukkan oleh dua orang yang saling mencintai karena Allah sebagai konsekwensi ?
👋🏻 Karena bisa jadi ada dua orang yang telah mengikrarkan diantara keduanya saling mencintai. Realita menunjukkan bahwa cintanya hanya sesaat karena sebab tertentu. Terus apa hakekat saling mencinta karena Allah ? Bagaimana pembuktian konsekuensinya?
💻🌐 Baca Lengkap || http://forumsalafy.net/konsekuensi-saling-cinta-karena-allah-faidah-ilmiyah-dari-asy-syaikh-albani-rahimahullah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📪 Penanya : “Seseorang yang mencintai saudaranya karena Allah, apakah dia wajib menyatakan, aku mencintaimu karena Allah “?
🔓 Syaikh : Benar, akan tetapi cinta karena Allah itu memiliki Nilai tukar yang tinggi, sedikit orang yang bisa membayarnya. Apakah kalian tahu apakah nilai tukar untuk rasa cinta karena Allah ?
📡.. Apakah ada diantara kalian yang mengetahui Bentuk Nilai Harganya? Barangsiapa yang mengetahui hendaknya memberikan jawaban…
✋🏻 Salah seorang hadirin : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan “Ada tujuh golongan manusia yang mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya…diantara mereka adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya berjumpa karena Allah, berpisah juga karena Allah”.
📡.. Syaikh : “Ini merupakan suatu pernyataan yang benar didalam makna yang terkandung didalamnya. Akan tetapi bukanlah merupakan jawaban untuk pertanyaan yang disodorkan. Ini lebih mendekati definisi dari cinta karena Allah, meskipun tidak dalam makna yang sempurna.
💡 Adapun pertanyaan yang saya sodorkan adalah, Apakah nilai tukar yang harus dibayarkan sebagai harga dari dua orang yang saling mencintai karena Allah? Yaitu yang harus keduanya saling membayarkan sebagai nilai tukar ? Maksud saya bukanlah ganjaran yang akan didapatkan di akherat.
🔘 Saya ingin mengatakan dalam pertanyaan saya, Apakah bukti perbuatan nyata yang harus ditunjukkan oleh dua orang yang saling mencintai karena Allah sebagai konsekwensi ?
👋🏻 Karena bisa jadi ada dua orang yang telah mengikrarkan diantara keduanya saling mencintai. Realita menunjukkan bahwa cintanya hanya sesaat karena sebab tertentu. Terus apa hakekat saling mencinta karena Allah ? Bagaimana pembuktian konsekuensinya?
💻🌐 Baca Lengkap || http://forumsalafy.net/konsekuensi-saling-cinta-karena-allah-faidah-ilmiyah-dari-asy-syaikh-albani-rahimahullah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💥🌺💡✋🏻 PERASAAN SEORANG SUAMI YANG DITINGGAL ISTRINYA YANG SHALIHAH
📂 Al-Akh Abu Abdil Ahad Amin As-Sunny hafizhahullah
☝🏻 Anak bibi dari pihak ayah saya yang bernama Hisyam ketika istrinya wafat beberapa hari yang lalu, dia mengatakan:
إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُروْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
🌺 “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran:102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
🌺 “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Dia menciptakan isterinya, dan dari keduanya Dia memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan jagalah hubungan silaturrahmi, sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
🌺 “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapat keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)
Amma ba’du:
👋🏻 Sesungguhnya air mata benar-benar bercucuran, hati benar-benar sedih, dan kami –wahai penyejuk mataku– benar-benar berduka karena perpisahan denganmu. Hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan hanya milik-Nya apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu telah Allah tentukan ajalnya di sisi-Nya. Maka bersabarlah dan harapkanlah pahala di sisi Allah.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/perasaan-seorang-suami-yang-ditinggal-istrinya-yang-shalihah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 Al-Akh Abu Abdil Ahad Amin As-Sunny hafizhahullah
☝🏻 Anak bibi dari pihak ayah saya yang bernama Hisyam ketika istrinya wafat beberapa hari yang lalu, dia mengatakan:
إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُروْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
🌺 “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran:102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
🌺 “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Dia menciptakan isterinya, dan dari keduanya Dia memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan jagalah hubungan silaturrahmi, sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
🌺 “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapat keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)
Amma ba’du:
👋🏻 Sesungguhnya air mata benar-benar bercucuran, hati benar-benar sedih, dan kami –wahai penyejuk mataku– benar-benar berduka karena perpisahan denganmu. Hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan hanya milik-Nya apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu telah Allah tentukan ajalnya di sisi-Nya. Maka bersabarlah dan harapkanlah pahala di sisi Allah.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/perasaan-seorang-suami-yang-ditinggal-istrinya-yang-shalihah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🗻🔘🌺🔥 ANTARA JIHAD DAN HIDAYAH
💡 Faedah dari firman Allah:
▪". Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami". QS. Al-Ankabut:69
📃 Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta'ala mengaitkan hidayah dengan jihad. Maka manusia yang paling besar hidayahnya adalah manusia yang paling besar jihadnya.
✊🏻 Dan jihad yang paling wajib atas seseorang adalah
1⃣jihad terhadap dirinya
2⃣jihad terhadap hawa nafsunya,
3⃣jihad terhadap syaithon dan
4⃣jihad terhadap dunia.
☝Maka barang siapa yang berjihad pada empat perkara tersebut semata-mata karena Allah, maka sungguh Allah akan memberinya hidayah untuk menempuh jalan keridhoan-Nya yang akan mengantarkan dia ke surga.
👎Dan barang siapa yang mengabaikan jihad, maka akan terluput pula darinya hidayah sekadar apa yang dia tinggalkan dari jihad tersebut.
📡.. Berkata Junaid -rahimahullah-:
✋"Dan orang-orang yang berjihad memerangi hawa nafsunya di jalan Allah dengan cara bertaubat, maka akan diberi hidayah untuk menempuh jalan keikhlasan.
👋 Dan seseorang tidak akan mampu berjihad melawan musuh yang nampak kecuali dia telah berhasil berjihad melawan musuh-musuh yang batin -tersembunyi-.
👍 Barang siapa yang telah berhasil mengalahkan musuhnya yang batin, maka dia juga akan berhasil mengalahkan musuhnya yang zhahir (nampak).
✋🏻 Dan barang siapa yang dikalahkan oleh musuhnya yang batin, maka pasti dia juga akan dikalahkan oleh musuhnya yang dhohir."
📂 Kitab al Fawaid, karya Ibnul Qoyyim, hal: 59.
💻🌐 Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143363#entry687482
📝 Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💡 Faedah dari firman Allah:
▪". Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami". QS. Al-Ankabut:69
📃 Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta'ala mengaitkan hidayah dengan jihad. Maka manusia yang paling besar hidayahnya adalah manusia yang paling besar jihadnya.
✊🏻 Dan jihad yang paling wajib atas seseorang adalah
1⃣jihad terhadap dirinya
2⃣jihad terhadap hawa nafsunya,
3⃣jihad terhadap syaithon dan
4⃣jihad terhadap dunia.
☝Maka barang siapa yang berjihad pada empat perkara tersebut semata-mata karena Allah, maka sungguh Allah akan memberinya hidayah untuk menempuh jalan keridhoan-Nya yang akan mengantarkan dia ke surga.
👎Dan barang siapa yang mengabaikan jihad, maka akan terluput pula darinya hidayah sekadar apa yang dia tinggalkan dari jihad tersebut.
📡.. Berkata Junaid -rahimahullah-:
✋"Dan orang-orang yang berjihad memerangi hawa nafsunya di jalan Allah dengan cara bertaubat, maka akan diberi hidayah untuk menempuh jalan keikhlasan.
👋 Dan seseorang tidak akan mampu berjihad melawan musuh yang nampak kecuali dia telah berhasil berjihad melawan musuh-musuh yang batin -tersembunyi-.
👍 Barang siapa yang telah berhasil mengalahkan musuhnya yang batin, maka dia juga akan berhasil mengalahkan musuhnya yang zhahir (nampak).
✋🏻 Dan barang siapa yang dikalahkan oleh musuhnya yang batin, maka pasti dia juga akan dikalahkan oleh musuhnya yang dhohir."
📂 Kitab al Fawaid, karya Ibnul Qoyyim, hal: 59.
💻🌐 Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143363#entry687482
📝 Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
✊🏻💥❌🔘 FANATIK BUTA PADA TOKOH TERTENTU TANPA DI SERTAI DALIL
📂 As-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu
📪 Pertanyaan : “Telah tersebar di tengah-tengah generasi muda adanya ta’ashub (fanatik) kepada sebagian Ulama karena didasarkan Individunya, sehingga hal ini menjadikan sebab sebagian mereka berpegang pada ucapan seorang Ulama, TANPA DIDASARKAN DALIL ATAUPUN BUKTI YANG JELAS. Dan dari sinilah bermula timbulnya fitnah di tengah-tengah generasi muda. Kemudian menyebabkan mereka terjauhkan dari Thalabul Ilmi as-Syar’i. Apa nasehatmu kepada mereka atau yang semisal dengan mereka ?
🔓 Jawaban : “Nasehatku, sesungguhnya kita mencintai Ulama kita dengan kecintaan yang sifatnya Syar’i. Kita tidak taqlid, dan tidak pula fanatik kepada perseorangan Ulama.
▪ Allah berfirman (artinya) :
“Ikutilah sesuatu (wahyu) yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian. Dan janganlah kalian mengikuti pelindung-pelindung selain Allah, amatlah sedikit apa yang kalian ingat”.
✋🏻 Dan tidaklah didapatkan di masa shahabat ada seorang pengikut Abu Bakr, tidak pula pengikut Umar, yang berarti bahwa seseorang mengambil semua ucapan-ucapan Abu Bakr dan fanatik terhadap beliau. Tidak pula didapatkan seseorang mengambil semua ucapan-ucapan Umar dan fanatik terhadap beliau.
👋🏻 Demikian pula tidak didapatkan adanya seorang pengikut Utsman, seandainya ada yang disebut sebagai seorang ‘Utsmani’, maka maknanya dia mencintai Utsman dan berpendapat bahwa Utsman lebih afdhal daripada Ali. Bukan berarti bahwa dirinya Taqlid terhadap Utsman dalam segala sesuatu.
💡 Juga perbedaan pendapat yang terjadi di masa itu, dikarenakan ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Ali lebih berhak menjadi Khalifah, ataukah dikarenakan sebab kecintaan yang lebih terhadap Ali.Yang jelas, tidaklah didapatkan di masa Shahabat Ridwanullah Alaihim demikian itu.
☝🏻 Adapun kita sebagaimana yang telah kita sebutkan, bahwa kita Ahlus Sunnah mencintai Ulama-Ulama kita dengan kecintaan yang Syar’i. Kita tidak ridha bila ada seseorang mencela Ulama.
🔥 Akan tetapi kita juga tidak taqlid buta kepada mereka. Taqlid merupakan perkara yang Haram.
▪ Allah berfirman (artinya) :
“Janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang tidak ada ilmu padanya”.
▪ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) :
“Semua yang datang dari Rasul maka terimalah, adapun semua yang Rasul larang atas kalian maka tinggalkanlah”.
✊🏻 Kita tinggal di negeri ini yang merupakan negeri tauhid sekaligus negeri as-Sunnah. Maka tidak sepantasnya bila kita mencontohkan kepada manusia berupa contoh yang buruk, atau kita taqlid kepada si fulan dan si fulan. Akan tetapi kita membaca kitab-kitab Ulama, kita mengambil faidah dari pemahaman Ulama, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan karena jasanya kepada Islam.
⚠ Tidaklah Ulama Fulan merasa ridha bila engkau fanatik kepadanya, dan tidak pula Ulama Fulan yang lainnya merasa ridha bila engkau fanatik kepadanya.
Wallahul Musta’an.
📝 Alih bahasa : Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 As-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu
📪 Pertanyaan : “Telah tersebar di tengah-tengah generasi muda adanya ta’ashub (fanatik) kepada sebagian Ulama karena didasarkan Individunya, sehingga hal ini menjadikan sebab sebagian mereka berpegang pada ucapan seorang Ulama, TANPA DIDASARKAN DALIL ATAUPUN BUKTI YANG JELAS. Dan dari sinilah bermula timbulnya fitnah di tengah-tengah generasi muda. Kemudian menyebabkan mereka terjauhkan dari Thalabul Ilmi as-Syar’i. Apa nasehatmu kepada mereka atau yang semisal dengan mereka ?
🔓 Jawaban : “Nasehatku, sesungguhnya kita mencintai Ulama kita dengan kecintaan yang sifatnya Syar’i. Kita tidak taqlid, dan tidak pula fanatik kepada perseorangan Ulama.
▪ Allah berfirman (artinya) :
“Ikutilah sesuatu (wahyu) yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian. Dan janganlah kalian mengikuti pelindung-pelindung selain Allah, amatlah sedikit apa yang kalian ingat”.
✋🏻 Dan tidaklah didapatkan di masa shahabat ada seorang pengikut Abu Bakr, tidak pula pengikut Umar, yang berarti bahwa seseorang mengambil semua ucapan-ucapan Abu Bakr dan fanatik terhadap beliau. Tidak pula didapatkan seseorang mengambil semua ucapan-ucapan Umar dan fanatik terhadap beliau.
👋🏻 Demikian pula tidak didapatkan adanya seorang pengikut Utsman, seandainya ada yang disebut sebagai seorang ‘Utsmani’, maka maknanya dia mencintai Utsman dan berpendapat bahwa Utsman lebih afdhal daripada Ali. Bukan berarti bahwa dirinya Taqlid terhadap Utsman dalam segala sesuatu.
💡 Juga perbedaan pendapat yang terjadi di masa itu, dikarenakan ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Ali lebih berhak menjadi Khalifah, ataukah dikarenakan sebab kecintaan yang lebih terhadap Ali.Yang jelas, tidaklah didapatkan di masa Shahabat Ridwanullah Alaihim demikian itu.
☝🏻 Adapun kita sebagaimana yang telah kita sebutkan, bahwa kita Ahlus Sunnah mencintai Ulama-Ulama kita dengan kecintaan yang Syar’i. Kita tidak ridha bila ada seseorang mencela Ulama.
🔥 Akan tetapi kita juga tidak taqlid buta kepada mereka. Taqlid merupakan perkara yang Haram.
▪ Allah berfirman (artinya) :
“Janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang tidak ada ilmu padanya”.
▪ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) :
“Semua yang datang dari Rasul maka terimalah, adapun semua yang Rasul larang atas kalian maka tinggalkanlah”.
✊🏻 Kita tinggal di negeri ini yang merupakan negeri tauhid sekaligus negeri as-Sunnah. Maka tidak sepantasnya bila kita mencontohkan kepada manusia berupa contoh yang buruk, atau kita taqlid kepada si fulan dan si fulan. Akan tetapi kita membaca kitab-kitab Ulama, kita mengambil faidah dari pemahaman Ulama, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan karena jasanya kepada Islam.
⚠ Tidaklah Ulama Fulan merasa ridha bila engkau fanatik kepadanya, dan tidak pula Ulama Fulan yang lainnya merasa ridha bila engkau fanatik kepadanya.
Wallahul Musta’an.
📝 Alih bahasa : Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
✋🏻💡📢🗻 WAKTU MUSTAJAB PADA HARI JUM’AT
📡... Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📪 Pertanyaan: Bagaimana pendapat yang rajih mengenai waktu mustajabah pada hari jum’at, disertai dengan dalilnya?
🔓 Jawaban: Pendapat yang paling rajih, bahwa waktu tersebut dimulai tatkala imam keluar sampai selesainya shalat jum’at. Yaitu tatkala imam datang (masuk ke masjid) dan naik ke mimbar, dimulai dari waktu itu sampai selesainya shalat jum’at.
👋🏻 Dikarenakan (pendapat ini -pent) sebagaimana yang telah tetap dalam shahih Muslim dari Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu, dan ini juga lebih mencocoki untuk dikabulkannya do’a.
☝🏻 Dikarenakan manusia ketika itu berkumpul untuk melaksanakan sebuah kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, dan dikabulkannya do’a manusia yang banyak lebih memungkinkan untuk dikabulkan dibanding tatkala mereka sendiri.
☑ Kemudian waktu yang lainnya yang lebih dekat untuk dikabulkan do’a seseorang adalah setelah shalat Ashr, dikarenakan telah datang penyebutannya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara khusus dari setelah shalat Ashr.
🔘 AKAN TETAPI PENDAPAT YANG PERTAMA LEBIH KUAT.
💡 Maka seyogianya bagi seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam berdo’a pada waktu ditegakannya shalat jum’at, begitu juga setelah shalat Ashr (dalam rangka) menjamak antara dua pendapat yang ada.
📚 Sumber artikel: Silsilah Liqa’at babil Maftuh -Shalat Jumu’ah (Liqa’ 87).
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=8363
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📡... Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📪 Pertanyaan: Bagaimana pendapat yang rajih mengenai waktu mustajabah pada hari jum’at, disertai dengan dalilnya?
🔓 Jawaban: Pendapat yang paling rajih, bahwa waktu tersebut dimulai tatkala imam keluar sampai selesainya shalat jum’at. Yaitu tatkala imam datang (masuk ke masjid) dan naik ke mimbar, dimulai dari waktu itu sampai selesainya shalat jum’at.
👋🏻 Dikarenakan (pendapat ini -pent) sebagaimana yang telah tetap dalam shahih Muslim dari Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu, dan ini juga lebih mencocoki untuk dikabulkannya do’a.
☝🏻 Dikarenakan manusia ketika itu berkumpul untuk melaksanakan sebuah kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, dan dikabulkannya do’a manusia yang banyak lebih memungkinkan untuk dikabulkan dibanding tatkala mereka sendiri.
☑ Kemudian waktu yang lainnya yang lebih dekat untuk dikabulkan do’a seseorang adalah setelah shalat Ashr, dikarenakan telah datang penyebutannya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara khusus dari setelah shalat Ashr.
🔘 AKAN TETAPI PENDAPAT YANG PERTAMA LEBIH KUAT.
💡 Maka seyogianya bagi seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam berdo’a pada waktu ditegakannya shalat jum’at, begitu juga setelah shalat Ashr (dalam rangka) menjamak antara dua pendapat yang ada.
📚 Sumber artikel: Silsilah Liqa’at babil Maftuh -Shalat Jumu’ah (Liqa’ 87).
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=8363
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🔘✋🏻📢💡 25 SUNNAH SEHARI SEMALAM
بسم الله الرحمن الرحيم
◽ Dalam menjawab adzan, terdapat lima sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiga di antaranya terdapat dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma:
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ تَعَالَى وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَة
“Apa bila kamu mendengar muadzdzin mengumandangkan adzan,
▶ (1). Ucapkanlah seperti yang dia ucapkan (kecuali hayya ‘alashshalat, dan hayya ‘alalfalah),
▶ (2). Kemudian bershalawatlah untukku, karena siapa yang bershalawat untukku satu kali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.
▶ (3). Kemudian, mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla wasilah untukku, yaitu sebuah tempat di jannah yang tidak pantas kecuali hanya untuk salah seorang dari hamba-hamba Allah Ta’ala, dan aku berharap akulah hamba (yang memperoleh tempat) itu. Karena, itu, siapa yang memintakan kepada Allah wasilah untukku, niscaya halal baginya syafaatku.”
▶ (4). Dia mengucapkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sa’d bin Abi Waqqash:
مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ المُؤَذِّنَ : أشْهَدُ أنْ لاَ إلَه إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبّاً ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً ، وَبِالإسْلامِ دِيناً ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ
“Siapa yang mengucapkan –ketika mendengar muadzdzin (tasyahhud)-:”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad itu adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Aku ridha Allah itu Rabbku, Aku ridha Muhammad itu sebagai Rasul, dan Aku ridha Islam sebagai agama,” niscaya diampuni dosanya.”
▶ (5). Berdoa kepada Allah, setelah menjawab azan dan bershalawat untuk Rasul-Nya, memintakan wasilah untuk beliau.
👋🏻 Inilah duapuluh lima sunnah yang dikerjakan sehari semalam, tidak ada yang memerhatikannya kecuali as saabiqun. (lihat jalaaul afham)
📝F aedah dari: Ustadz Idral Harits
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
بسم الله الرحمن الرحيم
◽ Dalam menjawab adzan, terdapat lima sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiga di antaranya terdapat dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma:
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ تَعَالَى وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَة
“Apa bila kamu mendengar muadzdzin mengumandangkan adzan,
▶ (1). Ucapkanlah seperti yang dia ucapkan (kecuali hayya ‘alashshalat, dan hayya ‘alalfalah),
▶ (2). Kemudian bershalawatlah untukku, karena siapa yang bershalawat untukku satu kali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.
▶ (3). Kemudian, mintalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla wasilah untukku, yaitu sebuah tempat di jannah yang tidak pantas kecuali hanya untuk salah seorang dari hamba-hamba Allah Ta’ala, dan aku berharap akulah hamba (yang memperoleh tempat) itu. Karena, itu, siapa yang memintakan kepada Allah wasilah untukku, niscaya halal baginya syafaatku.”
▶ (4). Dia mengucapkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sa’d bin Abi Waqqash:
مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ المُؤَذِّنَ : أشْهَدُ أنْ لاَ إلَه إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبّاً ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً ، وَبِالإسْلامِ دِيناً ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ
“Siapa yang mengucapkan –ketika mendengar muadzdzin (tasyahhud)-:”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad itu adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Aku ridha Allah itu Rabbku, Aku ridha Muhammad itu sebagai Rasul, dan Aku ridha Islam sebagai agama,” niscaya diampuni dosanya.”
▶ (5). Berdoa kepada Allah, setelah menjawab azan dan bershalawat untuk Rasul-Nya, memintakan wasilah untuk beliau.
👋🏻 Inilah duapuluh lima sunnah yang dikerjakan sehari semalam, tidak ada yang memerhatikannya kecuali as saabiqun. (lihat jalaaul afham)
📝F aedah dari: Ustadz Idral Harits
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
⚠💤🌺🌑 BOLEHKAH ANAK-ANAK YANG TELAH BALIGH TIDUR BERSAMA IBUNYA ATAU SAUDARA PEREMPUANNYA?
📪 Pertanyaan: Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?
🔓 Jawab: Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun, tidak boleh lagi tidur bersama ibu atau saudara perempuan mereka di kamar tidur atau di kasur mereka. Hal ini demi menjaga kemaluan dan menjauhkan dari kobaran fitnah serta menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
📢.. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umatnya untuk memisah tempat tidur anak-anak mereka apabila usia mereka telah genap sepuluh tahun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر سِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
🌱 “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” [1]
📂 Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar anak-anak yang belum baligh meminta izin ketika masuk rumah/kamar pada tiga waktu yang aurat biasanya tersingkap dan tampak. Allah subhanahu wa ta’ala menekankan hal tersebut dengan menamakan tiga waktu itu adalah aurat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
🌱 “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kalian miliki dan anak-anak yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian (bila hendak masuk ke tempat kalian) tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian di tengah hari dan setelah shalat Isya. Itulah tiga aurat bagi kalian.” (an-Nur: 58)
💡 Anak yang telah baligh diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meminta izin setiap akan masuk rumah/kamar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
🌱 “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, hendaklah mereka meminta izin (di setiap waktu ketika hendak masuk ke tempat kalian) seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (an-Nur: 59)
✋🏻 Semua itu dimaksudkan untuk mecegah gangguan/godaan, menjaga kehormatan, dan menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Adapun anak laki-laki yang berusia di bawah sepuluh tahun masih boleh tidur bersama ibu atau saudara perempuannya di tempat tidurnya, karena adanya kebutuhan untuk menjaganya dan mencegah bahaya darinya bersamaan dengan aman dari fitnah. Ketika aman dari fitnah, mereka boleh tidur sama-sama di satu tempat/kamar walaupun sudah mencapai usia baligh, hanya saja masing-masing tidur di kasurnya sendiri. Wa billahi at-taufiq.
📚 Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta.
💻🔘 Sumber : http://asysyariah.com/tidur-bersama-ibu/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📪 Pertanyaan: Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?
🔓 Jawab: Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun, tidak boleh lagi tidur bersama ibu atau saudara perempuan mereka di kamar tidur atau di kasur mereka. Hal ini demi menjaga kemaluan dan menjauhkan dari kobaran fitnah serta menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
📢.. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umatnya untuk memisah tempat tidur anak-anak mereka apabila usia mereka telah genap sepuluh tahun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر سِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
🌱 “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” [1]
📂 Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar anak-anak yang belum baligh meminta izin ketika masuk rumah/kamar pada tiga waktu yang aurat biasanya tersingkap dan tampak. Allah subhanahu wa ta’ala menekankan hal tersebut dengan menamakan tiga waktu itu adalah aurat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
🌱 “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kalian miliki dan anak-anak yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian (bila hendak masuk ke tempat kalian) tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian di tengah hari dan setelah shalat Isya. Itulah tiga aurat bagi kalian.” (an-Nur: 58)
💡 Anak yang telah baligh diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meminta izin setiap akan masuk rumah/kamar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
🌱 “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, hendaklah mereka meminta izin (di setiap waktu ketika hendak masuk ke tempat kalian) seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (an-Nur: 59)
✋🏻 Semua itu dimaksudkan untuk mecegah gangguan/godaan, menjaga kehormatan, dan menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Adapun anak laki-laki yang berusia di bawah sepuluh tahun masih boleh tidur bersama ibu atau saudara perempuannya di tempat tidurnya, karena adanya kebutuhan untuk menjaganya dan mencegah bahaya darinya bersamaan dengan aman dari fitnah. Ketika aman dari fitnah, mereka boleh tidur sama-sama di satu tempat/kamar walaupun sudah mencapai usia baligh, hanya saja masing-masing tidur di kasurnya sendiri. Wa billahi at-taufiq.
📚 Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta.
💻🔘 Sumber : http://asysyariah.com/tidur-bersama-ibu/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🔥🇮🇷💣💥 REKAM JEJAK BERDARAH DARI SEBUAH NEGERI SUMBER FITNAH
💡 Menteri Luar Negeri Arab Saudi membuat pernyataan pada hari Selasa, bahwa sejak Revolusi Iran tahun 1979, Iran telah membuat rekor berupa penyebaran hasutan, kerusuhan dan kekacauan di dalam negeri dalam upayanya untuk melemahkan keamanan dan stabilitas dalam negeri, dan mengabaikan hukum internasional, kesepakatan, perjanjian dan prinsip-prinsip moral. Selama periode yang sama, Kerajaan Arab Saudi masih mempertahankan kebijakannya untuk menahan diri meskipun mengalami banyak kerugian sebagai akibat kebijakan Iran yang agresif.
📆 Tahun 1982
96 warga asing telah diculik di Lebanon, termasuk 25 orang warga AS yang dikenal dengan Krisis Penyanderaan, yang telah berlangsung selama 10 tahun. Sebagian besar penculikan dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok lain dukungan Iran.
📆 Tahun 1983
◾ Hizbullah meledakkan bom di Kedutaan AS di Beirut, 63 orang terbunuh.
◾ Ismail Askari, seorang berkewargaan Iran, melakukan serangan bom bunuh diri di barak marinir AS di Beirut dan membunuh 241 prajurit AS.
◾ Hizbullah mengirimkan bom bunuh diri dalam sebuah truk di barak tentara Prancis di Beirut, 64 warga Prancis dan personel militernya terbunuh.
◾ Anggota Hizbullah dan Hizbud Da’wah melakukan sejumlah serangan, termasuk serangan ke kedutaan AS dan Prancis di Kuwait, ke sebuah kilang minyak dan satu pemukiman penduduk yang mengakibatkan 5 korban jiwa.
◾ Iran menyerang kapal tanker milik Kuwait di Teluk. Kapal-kapal tanker Kuwait diganti benderanya dengan bendera AS dan dikawal kapal-kapal perang AS.
📆 Tahun 1984
Hizbullah menyerang Kedubes AS di Beirut Timur, akibatnya 24 orang tewas.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://serambiharamain.com/rekam-jejak-berdarah-dari-sebuah-negeri-sumber-fitnah/
🇸🇦 Gabung Channel Telegram || http://bit.ly/serambiharamain
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💡 Menteri Luar Negeri Arab Saudi membuat pernyataan pada hari Selasa, bahwa sejak Revolusi Iran tahun 1979, Iran telah membuat rekor berupa penyebaran hasutan, kerusuhan dan kekacauan di dalam negeri dalam upayanya untuk melemahkan keamanan dan stabilitas dalam negeri, dan mengabaikan hukum internasional, kesepakatan, perjanjian dan prinsip-prinsip moral. Selama periode yang sama, Kerajaan Arab Saudi masih mempertahankan kebijakannya untuk menahan diri meskipun mengalami banyak kerugian sebagai akibat kebijakan Iran yang agresif.
📆 Tahun 1982
96 warga asing telah diculik di Lebanon, termasuk 25 orang warga AS yang dikenal dengan Krisis Penyanderaan, yang telah berlangsung selama 10 tahun. Sebagian besar penculikan dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok lain dukungan Iran.
📆 Tahun 1983
◾ Hizbullah meledakkan bom di Kedutaan AS di Beirut, 63 orang terbunuh.
◾ Ismail Askari, seorang berkewargaan Iran, melakukan serangan bom bunuh diri di barak marinir AS di Beirut dan membunuh 241 prajurit AS.
◾ Hizbullah mengirimkan bom bunuh diri dalam sebuah truk di barak tentara Prancis di Beirut, 64 warga Prancis dan personel militernya terbunuh.
◾ Anggota Hizbullah dan Hizbud Da’wah melakukan sejumlah serangan, termasuk serangan ke kedutaan AS dan Prancis di Kuwait, ke sebuah kilang minyak dan satu pemukiman penduduk yang mengakibatkan 5 korban jiwa.
◾ Iran menyerang kapal tanker milik Kuwait di Teluk. Kapal-kapal tanker Kuwait diganti benderanya dengan bendera AS dan dikawal kapal-kapal perang AS.
📆 Tahun 1984
Hizbullah menyerang Kedubes AS di Beirut Timur, akibatnya 24 orang tewas.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://serambiharamain.com/rekam-jejak-berdarah-dari-sebuah-negeri-sumber-fitnah/
🇸🇦 Gabung Channel Telegram || http://bit.ly/serambiharamain
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💡✋🏻🔥🌺 PURA-PURA TIDAK MENGETAHUI KESALAHAN ORANG LAIN
📂 Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy hafizhahullah
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن واﻻه وبعد
✋🏻 Sesungguhnya pura-pura tidak mengetahui ketergelinciran orang lain termasuk sifat utama dan terpuji. Pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain adalah berpaling dari perkara buruk yang muncul dari saudara atau orang lain yang tertuju kepadamu seakan-akan engkau tidak mendengarnya. Pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain merupakan akhlak mulia dan termasuk sifat orang-orang yang mulia.
📑 Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashry rahimhullah beliau berkata:
“Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk perbuatan orang-orang yang mulia.”
📑 Dan juga diriwayatkan dari Sufyan rahimahullah beliau berkata:
“Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk sifat orang-orang yang mulia.”
Allah Ta'ala berfirman:
ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺳَﺮَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺇِﻟَﻰٰ ﺑَﻌْﺾِ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺒَّﺄَﺕْ ﺑِﻪِ ﻭَﺃَﻇْﻬَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺮَّﻑَ ﺑَﻌْﻀَﻪُ ﻭَﺃَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻦ ﺑَﻌْﺾٍ ۖ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺒَّﺄَﻫَﺎ ﺑِﻪِ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻣَﻦْ ﺃَﻧﺒَﺄَﻙَ ﻫَٰﺬَﺍ ۖ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﺒَّﺄَﻧِﻲَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺮ.
“Dan ingatlah ketika Nabi merahasiakan sebuah ucapan kepada salah satu istrinya, lalu ketika dia memberitahukan ucapan rahasia tersebut dan Allah menampakkannya kepada Nabi, maka Nabi memberitahukan sebagian dan berpaling dari sebagiannya. Lalu ketika Nabi memberitahukan hal itu, salah satu istrinya tersebut bertanya, 'Siapakah yang memberitahukan kepada Anda?' Nabi pun menjawab, 'Yang telah memberitahukan kepadaku adalah al-Alimul Khabir (Allah)'.” (QS. At-Tahrim: 3)
🔘 Al-Imam al-Qurthuby rahimahullah berkata: “Al-Hasan (al-Bashry -pent) berkata, 'Orang yang mulia itu tidak pernah merinci habis kesalahan orang sedetail-detailnya, karena Allah saja berfirman (ketika menceritakan akhlak Rasulullah shallallahu alaihi was sallam -pent): “Nabi memberitahukan sebagian dan berpaling dari sebagiannya.”
(Tafsir al-Qurthuby, XVIII/188)
🔘 Al-Hafizh al-Mizzy rahimahullah berkata: “Ibnul Jauzy rahimahullah berkata, 'Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk sifat tertinggi dari orang-orang yang mulia.'”
(Tahdzibul Kamal, IXX/230)
☝🏻 Jadi sesungguhnya manusia itu tabiat dasarnya sering tergelincir dan melakukan kesalahan, sehingga jika seseorang suka mempermasalahkan setiap ketergelinciran dan kesalahan, maka dia akan lelah dan membuat lelah orang lain. Orang yang berakal dan cerdas tidak akan merinci secara detail semua kesalahan baik yang kecil maupun yang besar dalam pergaulannya bersama keluarganya, orang-orang tercinta, teman-teman, dan para tetangganya.
Oleh karena inilah al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan:
“Sembilan puluh persen akhlak mulia itu terletak pada sikap pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain.”
💡 Maka sepantasnyalah bagi seorang muslim untuk berhias dengan sifat yang mulia ini dan hendaknya dia pura-pura tidak mengetahui keburukan saudara-saudaranya terhadap dirinya dan memaafkan mereka serta berlapang dada.
✒ Ditulis oleh: Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy
📆 5 Syawwal 1436 H
🌍 Sumber: Saluran telegram asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy hafizhahullah
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن واﻻه وبعد
✋🏻 Sesungguhnya pura-pura tidak mengetahui ketergelinciran orang lain termasuk sifat utama dan terpuji. Pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain adalah berpaling dari perkara buruk yang muncul dari saudara atau orang lain yang tertuju kepadamu seakan-akan engkau tidak mendengarnya. Pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain merupakan akhlak mulia dan termasuk sifat orang-orang yang mulia.
📑 Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashry rahimhullah beliau berkata:
“Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk perbuatan orang-orang yang mulia.”
📑 Dan juga diriwayatkan dari Sufyan rahimahullah beliau berkata:
“Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk sifat orang-orang yang mulia.”
Allah Ta'ala berfirman:
ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺳَﺮَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺇِﻟَﻰٰ ﺑَﻌْﺾِ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺒَّﺄَﺕْ ﺑِﻪِ ﻭَﺃَﻇْﻬَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺮَّﻑَ ﺑَﻌْﻀَﻪُ ﻭَﺃَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻦ ﺑَﻌْﺾٍ ۖ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺒَّﺄَﻫَﺎ ﺑِﻪِ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻣَﻦْ ﺃَﻧﺒَﺄَﻙَ ﻫَٰﺬَﺍ ۖ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﺒَّﺄَﻧِﻲَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺮ.
“Dan ingatlah ketika Nabi merahasiakan sebuah ucapan kepada salah satu istrinya, lalu ketika dia memberitahukan ucapan rahasia tersebut dan Allah menampakkannya kepada Nabi, maka Nabi memberitahukan sebagian dan berpaling dari sebagiannya. Lalu ketika Nabi memberitahukan hal itu, salah satu istrinya tersebut bertanya, 'Siapakah yang memberitahukan kepada Anda?' Nabi pun menjawab, 'Yang telah memberitahukan kepadaku adalah al-Alimul Khabir (Allah)'.” (QS. At-Tahrim: 3)
🔘 Al-Imam al-Qurthuby rahimahullah berkata: “Al-Hasan (al-Bashry -pent) berkata, 'Orang yang mulia itu tidak pernah merinci habis kesalahan orang sedetail-detailnya, karena Allah saja berfirman (ketika menceritakan akhlak Rasulullah shallallahu alaihi was sallam -pent): “Nabi memberitahukan sebagian dan berpaling dari sebagiannya.”
(Tafsir al-Qurthuby, XVIII/188)
🔘 Al-Hafizh al-Mizzy rahimahullah berkata: “Ibnul Jauzy rahimahullah berkata, 'Senantiasa pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain termasuk sifat tertinggi dari orang-orang yang mulia.'”
(Tahdzibul Kamal, IXX/230)
☝🏻 Jadi sesungguhnya manusia itu tabiat dasarnya sering tergelincir dan melakukan kesalahan, sehingga jika seseorang suka mempermasalahkan setiap ketergelinciran dan kesalahan, maka dia akan lelah dan membuat lelah orang lain. Orang yang berakal dan cerdas tidak akan merinci secara detail semua kesalahan baik yang kecil maupun yang besar dalam pergaulannya bersama keluarganya, orang-orang tercinta, teman-teman, dan para tetangganya.
Oleh karena inilah al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan:
“Sembilan puluh persen akhlak mulia itu terletak pada sikap pura-pura tidak mengetahui kesalahan orang lain.”
💡 Maka sepantasnyalah bagi seorang muslim untuk berhias dengan sifat yang mulia ini dan hendaknya dia pura-pura tidak mengetahui keburukan saudara-saudaranya terhadap dirinya dan memaafkan mereka serta berlapang dada.
✒ Ditulis oleh: Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy
📆 5 Syawwal 1436 H
🌍 Sumber: Saluran telegram asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-Anzy
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
(((📢🔘📡))) AUDIO Kajian Imiyah Masjid Al Muhajirin, Perum Tiga Raksa Tangerang
💺 Bersama : al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tema : Menyikapi Tragedi Thamrin
📅 Hari : Jum'at malam Sabtu 13 Rabi'ul Akhir 1437H/22 Januari 2016M
* Sumber : WhatsApp Admin Radio Streaming
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
🌐 Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💺 Bersama : al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tema : Menyikapi Tragedi Thamrin
📅 Hari : Jum'at malam Sabtu 13 Rabi'ul Akhir 1437H/22 Januari 2016M
* Sumber : WhatsApp Admin Radio Streaming
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
🌐 Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💥 AKIBAT DOSA YANG BANYAK DILALAIKAN OLEH MANUSIA 💥
📡.. Al-Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata:
"Jika Rasul shallallahu alaihi was sallam dan para Shahabat beliau ditimpa hukuman akibat dosa dan mereka ditimpa ujian sebagaimana yang lain, maka bagaimana dengan selain mereka."
📚 Majmu'ul Fatawa, V/317.
🌍 Majmu'ah an-Nahjul Audhah
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
العلامة ابن باز رحمه الله:
فإذا كان الرسول وأصحابه تصيبهم عقوبات الذنوب ويبتلون كما يبتلى غيرهم، فكيف بغيرهم؟
[ الفتاوى ٣١٧/٥]
🌍 مجموعة النهج الأوضح
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📡.. Al-Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata:
"Jika Rasul shallallahu alaihi was sallam dan para Shahabat beliau ditimpa hukuman akibat dosa dan mereka ditimpa ujian sebagaimana yang lain, maka bagaimana dengan selain mereka."
📚 Majmu'ul Fatawa, V/317.
🌍 Majmu'ah an-Nahjul Audhah
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
العلامة ابن باز رحمه الله:
فإذا كان الرسول وأصحابه تصيبهم عقوبات الذنوب ويبتلون كما يبتلى غيرهم، فكيف بغيرهم؟
[ الفتاوى ٣١٧/٥]
🌍 مجموعة النهج الأوضح
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🔥✊🏻⚠📢 TERCELANYA TAQLID
📪 Pertanyaan : Bagaimana dengan orang yang taqlid, tapi ternyata ia taqlid pada orang yang benar, sehingga dengan izin Allah istiqomah dan meninggal. Apakah dia juga tercela?
💺 Dijawab oleh : al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tanya Jawab Kajian Masjid al Muhajirin Bekasi || Sabtu 13 Rabi'uts Tsani 1437H/23 Januari 2016M
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫📡🔘📢▫▫▫▫
📪 Pertanyaan : Bagaimana dengan orang yang taqlid, tapi ternyata ia taqlid pada orang yang benar, sehingga dengan izin Allah istiqomah dan meninggal. Apakah dia juga tercela?
💺 Dijawab oleh : al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tanya Jawab Kajian Masjid al Muhajirin Bekasi || Sabtu 13 Rabi'uts Tsani 1437H/23 Januari 2016M
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫📡🔘📢▫▫▫▫
Forwarded from Deleted Account
Audio
Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed Hafizhahullah
⚠☎🌺🌐 BOLEHKAH MEMINTA NOMOR HP WANITA YANG TELAH DIPINANG DAN BERBICARA DENGANNYA
📡... Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Bolehkah saya mengambil nomor HP wanita pinangan saya dan berbicara tentangnya?
🔓 Jawaban: Maksudnya untuk membicarakannya atau untuk berbicara dengannya? Apakah tidak boleh membicarakannya?! (hadirin tertawa –pent), mungkin maksudnya untuk berbicara dengannya, jika berdasarkan konteks pertanyaannya. Tidak boleh berbicara dengannya walaupun dalam perkara-perkara agama dan mendapat izin keluarganya. Jangan engkau ambil, baik nomor HP wanita pinanganmu ataupun wanita mana saja yang ingin engkau pinang sebagai istri kedua atau ketiga atau keempat.
🔇 Jangan berbicara walaupun dalam perkara agama ataupun perkara yang engkau katakan ini, walaupun keluarganya mengizinkannya, karena dia adalah wanita yang bukan mahram bagimu. Dia belum menjadi istrimu. Memang engkau telah melamarnya dan dia adalah pinanganmu. Namun untuk berbicara melebihi pinangan tersebut maka tidak boleh. Meminang wanita memiliki hukum-hukum yang telah ditentukan.
✋🏻 Adapun dengan engkau mengambil nomornya lalu engkau berbicara panjang lebar dengannya dalam perkara-perkara agama, misalnya apa yang akan engkau katakan?! Apakah engkau akan bertanya kepadanya: “Apakah anti (engkau) menjalankan agama dengan baik dan mengerjakan shalat ataukah tidak?!” Bagaimana berbicara semacam ini dan untuk apa engkau berbicara semacam ini?! Karena sesungguhnya hal itu akan menyeret kepada perkara-perkara yang engkau dan dia tidak membutuhkannya, baarakallahu fiik.
💥 Bahkan syaithan sangat bersemangat di waktu-waktu semacam ini untuk menanamkam hal-hal yang akan menimbulkan perselisihan dan permusuhan antara suami istri, atau tepatnya antara pihak yang meminang dan yang dipinang, sehingga akan muncul hal-hal yang tidak terpuji akibatnya berupa pembatalan, lalu hal itu akan menyebabkan pihak pria membicarakan aib wanita yang telah dipinangnya, dan demikian juga wanita tersebut membicarakan aib pria yang telah meminangnya tadi.
📚 Sumber artikel: http://ar.miraath.net/fatwah/10023
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/bolehkah-meminta-nomor-hp-wanita-yang-telah-dipinang-dan-berbicara-dengannya/
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📡... Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Bolehkah saya mengambil nomor HP wanita pinangan saya dan berbicara tentangnya?
🔓 Jawaban: Maksudnya untuk membicarakannya atau untuk berbicara dengannya? Apakah tidak boleh membicarakannya?! (hadirin tertawa –pent), mungkin maksudnya untuk berbicara dengannya, jika berdasarkan konteks pertanyaannya. Tidak boleh berbicara dengannya walaupun dalam perkara-perkara agama dan mendapat izin keluarganya. Jangan engkau ambil, baik nomor HP wanita pinanganmu ataupun wanita mana saja yang ingin engkau pinang sebagai istri kedua atau ketiga atau keempat.
🔇 Jangan berbicara walaupun dalam perkara agama ataupun perkara yang engkau katakan ini, walaupun keluarganya mengizinkannya, karena dia adalah wanita yang bukan mahram bagimu. Dia belum menjadi istrimu. Memang engkau telah melamarnya dan dia adalah pinanganmu. Namun untuk berbicara melebihi pinangan tersebut maka tidak boleh. Meminang wanita memiliki hukum-hukum yang telah ditentukan.
✋🏻 Adapun dengan engkau mengambil nomornya lalu engkau berbicara panjang lebar dengannya dalam perkara-perkara agama, misalnya apa yang akan engkau katakan?! Apakah engkau akan bertanya kepadanya: “Apakah anti (engkau) menjalankan agama dengan baik dan mengerjakan shalat ataukah tidak?!” Bagaimana berbicara semacam ini dan untuk apa engkau berbicara semacam ini?! Karena sesungguhnya hal itu akan menyeret kepada perkara-perkara yang engkau dan dia tidak membutuhkannya, baarakallahu fiik.
💥 Bahkan syaithan sangat bersemangat di waktu-waktu semacam ini untuk menanamkam hal-hal yang akan menimbulkan perselisihan dan permusuhan antara suami istri, atau tepatnya antara pihak yang meminang dan yang dipinang, sehingga akan muncul hal-hal yang tidak terpuji akibatnya berupa pembatalan, lalu hal itu akan menyebabkan pihak pria membicarakan aib wanita yang telah dipinangnya, dan demikian juga wanita tersebut membicarakan aib pria yang telah meminangnya tadi.
📚 Sumber artikel: http://ar.miraath.net/fatwah/10023
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/bolehkah-meminta-nomor-hp-wanita-yang-telah-dipinang-dan-berbicara-dengannya/
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🔥✊🏻💣🔘 APAKAH MAYAT TERORIS DI HAJR DAN DI KUBURKAN DI PEMAKAMAN MUSLIMIN?
📪 Pertanyaan : Apakah mayat teroris/khawarij di hajr dan apakah mayatnya dikuburkan di pemakaman Muslimin?
💺 Dijawab oleh : al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tanya Jawab Kajian Masjid al Muhajirin Bekasi || Sabtu 13 Rabi'uts Tsani 1437H/23 Januari 2016M
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫📡🔘📢▫▫▫▫
📪 Pertanyaan : Apakah mayat teroris/khawarij di hajr dan apakah mayatnya dikuburkan di pemakaman Muslimin?
💺 Dijawab oleh : al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
📂 Tanya Jawab Kajian Masjid al Muhajirin Bekasi || Sabtu 13 Rabi'uts Tsani 1437H/23 Januari 2016M
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫📡🔘📢▫▫▫▫